Anda di halaman 1dari 11

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SISTEM INFORMASI

OLEH :

PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2010
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

2.2 Sistem Informasi Geografis


Dengan melihat kata-kata penyusun nama SIG, maka nama SIG dapat dijabarkan
sebagai berikut (Prahasta,2005):
1. Sistem
Istilah ini digunakan untuk mewakili pendekatan sistem yang digunakan dalam SIG,
dengan lingkungan yang kompleks dan komponen yang terpisah-pisah, sistem
digunakan untuk mempermudah pemahaman dan penanganan yang terintegrasi.
Teknologi komputer sangat dibutuhkan untuk pendekatan ini jadi hampir semua
sistem informasinya berdasarkan pada komputer.
2. Informasi
Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data. Dalam SIG informasi memiliki
volume terbesar. Setiap objek geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak
sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi, semua data harus
diasosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta menjadi intelligent.
Ketika data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografi yang representatif,
data tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya mengklik mouse pada
objek.
3. Geografis
Istilah ini digunakan karena SIG dibangun secara berdasarkan pada geografi atau
spasial. Objek ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa
berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada
suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek
sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk
mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensional. Saat ini, teknologi
komputer telah mampu membantu proses pemetaan melalui pengembangan dari
automated cartography (pembuatan peta) dan Komputer Aided Design (CAD).
SIG merupakan komputer yang berbasis pada sistem informasi yang digunakan untuk
memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi.
Definisi SIG selalu berubah karena SIG merupakan bidang kajian ilmu dan
teknologi yang relatif masih baru. Berikut adalah beberapa definisi dari SIG yakni
(Agtrisari,2002):
1. Sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu
mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-
karakteristik fenomena yang ditemukan di suatu lokasi.
2. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan,
menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan
menampilkan data yang berhubungan dengan posisi-posisi permukaan bumi.
3. SIG merupakan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang
memungkinkan untuk mengelola, memetakan informasi spasial berikut data
atributnya dengan akurasi kartografi.
4. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi.
Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak
komputer yang berfungsi untuk akuisisi dan verifikasi data, kompilasi data,
penyimpanan daya, perubahan dan updating data, manajemen dan pertukaran
data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisis data.
SIG adalah sistem basis data dengan kemampuan kemampuan khusus untuk data
yang tereferensi secara spasial atau koordinat geografis berikut sekumpulan operasi-
operasi yang mengelola data tersebut. SIG dibutuhkan karena untuk data spasial
penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa
hingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan menjadi tidak
akurat. Dengan demikian, SIG diharapkan mampu mernberikan kemudahan-kemudahan
seperti (Prahasta,2005):
1. Penanganan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku
2. Revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah
3. Data geospasial dan informasi menjadi lebih mudah dicari, dianalisis dan
direpresentasikan
4. Menjadi produk yang mempunyai nilai tambah
5. Kemampuan menukar data geospasial
6. Penghematan waktu dan biaya
7. Keputusan yang diambil menjadi lebih baik
Tabel berikut memperlihatkan perbandingan antara pekerjaan dengan SIG dengan
pekerjaan manual tanpa SIG.

Tabel 2.1 Perbandingan SIG dengan pekerjaan manual (Sumber : Konsep – konsep Dasar SIG, Eddy
Prahasta, Informatika)
Peta SIG Pekeriaan Manual
Database digital baku dan
Penyimpanan Skala dan standar berbeda
terpadu

Pemanggilan kembali Sistematik Mahal dan memakan waktu

Analisis Overlay Sangat cepat Memakan waktu dan tenaga

Analisis Spasial Mudah Rumit


Penayangan Murah dan cepat Mahal

2.2.1 Subsistem sistem informasi geografis


Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem
berikut (Prahasta,2005):
1. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan
atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini bertanggung jawab dalam mengkonversi
atau mentransformasikan format – format data aslinya ke dalam format yang dapat
digunakan oleh SIG
2. Data Output
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian
basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti tabel, grafik,
peta dan lain – lain
3. Data Management
Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah
basisdata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diupdate, dan diedit.
4. Data Manipulation & Analysis
Subsistem ini menentukan informasi – informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG.
Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk
menghasilkan informasi yang diharapkan.

Data Manipulation
&
Analysis

Data Sistem Informasi Data


Input Geografis Output
(SIG)

Data Management

Gambar 2.1 Subsistem SIG


(Sumber : Konsep – konsep Dasar SIG, Eddy Prahasta, Informatika)

Jika subsistem SIG diatas diperjelas berdasarkan uraian jenis masukan, proses,
dan jenis keluaran yang ada di dalamnya, maka subsistem SIG juga dapat digambarkan
sebagai berikut :
DATA INPUT
Tabel DATA
MANAGEMENT &
Laporan MANIPULATION
OUTPUT
Pengukuran Storage
(database) Peta
Lapangan
Tabel
Data digital lain
Input Retrieval Output Laporan
Peta (tematik,
Topografi, dll.)
Informasi
Processing Digital
Citra Satelit (softcopy)

Foto Udara

Data lainnya

Gambar 2.2 Uraian subsistem - subsistem SIG


(Sumber : Konsep – konsep Dasar SIG, Eddy Prahasta, Informatika)
2.2.2 Komponen SIG
SIG memiliki komponen-komponen sebagai berikut (Agtrisari,2002):
1. Hardware
SIG membutuhkan komputer untuk penyimpanan dam pemprosesan data. Ukuran
dari sistem komputerisasi bergantung pada tipe SIG itu sendiri. SIG dengan skala
yang kecil hanya membutuhkan PC (personal computer) yang kecil pula untuk
menjalankannya, namun ketika sistem menjadi besar dibutuhkan pula komputer yang
lebih besar serta host untuk client machine yang mendukung penggunaan multiple
user. Hardware yang digunakan dalam SIG memiliki spesifikasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan sistem informasi lainnya, seperti RAM, Harddisk, Processor
maupun VGA Card untuk komputer yang stand alone maupun jaringan. Hal tersebut
disebabkan data yang digunakan dalam SIG baik data vektor maupun data raster
penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisisnya
membutuhkan memori yang besar dan prosesor yang cepat. Selain itu, untuk
mengubah peta ke dalam bentuk digital diperlukan hardware yang disebut digitizer.
2. Software
Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan
penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian,
elemen yang harus icrdapat dalam komponen software SIG adalah:
a. Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis
b. Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi
c. Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.
Sebagai inti dari sistem SIG adalah software dari SIG itu sendiri yang menyediakan
fungsi-fungsi untuk penyimpanan, pengaturan, link, query dan analisis data geografi.
3. Data
Data dalam SIG dibagi atas dua bentuk, yakni geographical atau data spasial, dan
atribut atau data non spasial. Data spasial adalah data yang terdiri atas lokasi eksplisit
suatu geografi yang diset ke dalam bentuk koordinat. Data attribut adalah gambaran
data yang terdiri atas informasi yang relevan terhadap suatu lokasi, seperti
kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan, dan Iain-lain dan bisa dihubungkan dengan
lokasi tertentu dengan maksud untuk memberikan identifikasi, seperti alamat, kode
pin, dan Iain-lain. Sumber-sumber data spasial termasuk kertas peta, diagram, dan
scan suatu gambar atau bentuk digitalnya ke dalam sistem. File-file digital bisa
diimpor dari CAD (misal AutoCAD) atau sistem grafik lainnya. Koordinat suatu data
dicatat menggunakan GPS receiver dan data dapat ditangkap melalui satellite
imagery atau fotograf i udara. Secara fundamental, cara kerja SIG berdasarkan pada
dua tipe model data geografis, yaitu model data vektor dan model data raster. Dalam
model vektor, informasi posisi point, garis dan poligon disimpan dalam bentuk
koordinat x, y. Bentuk garis, seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai
kumpulan dari koordinat-koordinat point. Bentuk poligon, seperti daerah penjualan
disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup. Data raster terdiri atas
sekumpulan pixel, seperti peta hasil scanning maupun gambar/image. Masing-masing
pixel memiliki nilai tertentu yang bergantung pada bagaimana image tersebut
ditangkap atau digambarkan. Sebagai contoh, pada sebuah image hasil penginderaan
jarak jauh dari sebuah satelit, masing-masing pixel direpresentasikan sebagai energi
cahaya yang dipantulkan dari posisi permukaan bumi. Pada image hasil scanning,
masing-masing pixel merepresentasikan keterangan nilai yang berasosiasi dengan
point-point tertentu pada image hasil scanning tersebut. Dalam SIG, setiap data
geografis memiliki data tabulator yang berisi informasi spasial. Data tabulator
tersebut dapat direlasikan oleh SIG dengan sumber data lain, seperti basis data yang
berada di luar tool SIG.
4. Metode
SIG didesain dan kembangkan untuk manajemen data aid yang akan mendukung
proses pengambilan keputusan organisasi. Pada beberapa organisasi penggunaan SIG
dapat dalam bentuk dan standar tersendiri untuk metode analisisnya. Jadi, metodologi
yang digunakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan untuk beberapa
proyek SIG
5. Manusia
Seperti sistem informasi lainnya, pemakai SIG pun memiliki tingkatan tertentu, dari
tingkatan spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada
pengguna yang menggunakan SIG untuk menolong pekerjaan mereka sehari-hari.
Dalam hal ini adalah pemakai sistem yang menggunakan SIG untuk mencari solusi
masalah spasial. Ada banyak orang yang dapat terlibat, mereka merupakan orang
yang telah mendapatkan pelatihan yang baik tentang SIG, mungkin pada aplikasi
spesifik SIG. Seorang operator sistem bertanggung jawab dari hari ke hari terhadap
performansi kerja suatu sistem. SIG supplier bertanggung jawab dalam penyediaan
software pendukung dan update software terbaru dan metode perbaikan suatu sistem.
Private Company menyediakan data internal dari agen publik. Agen publik, pada
dasarnya adalah agen pemerintahan, menyediakan data dalam porsi yang besar suatu
negara dan pengembang aplikasi adalah pihak-pihak yang memberikan pelatihan SIG.
2.2.3 Cara kerja sistem informasi geografis
SIG dapat mempresentasikan dunia nyata (real world) diatas monitor komputer
sebagaimana lembaran peta dapat mempresentasikan dunia nyata di atas kertas. Namun
SIG memiliki kekuatan lebih dan fleksibilitas daripada lembaran peta kertas. Peta
merupakan representasi grafis dari dunia nyata, obyek – obyek yang dipresentasikan
diatas peta disebut unsur peta atau map features, contoh : sungai, jembatan, gedung,
jalan, dan lainnya. Karena peta mengorganisasikan unsur – unsur berdasarkan lokasi –
lokasinya, maka peta sangat baik dalam memperlihatkan hubungan atau relasi yang
dimiliki oleh unsur – unsurnya.

Gambar 2.3 Contoh peta dan unsur – unsurnya


(Sumber : Konsep – konsep Dasar SIG, Eddy Prahasta, Informatika)

SIG menghubungkan sekumpulan unsur – unsur peta dengan atribut – atributnya


di dalam satuan – satuan yang disebut layer. Sungai, bangunan, jalan, laut, batas – batas
administrasi, perkebunan dan hutan merupakan contoh – contoh layer. Kumpulan dari
layer ini akan membentuk suatu basisdata SIG. Dengan demikian, perancangan basisdata
merupakan hal yang esensial di dalam SIG. Rancangan basisdata akan menentukan
efektifitas dan efisiensi proses – proses masukan, pengelolaan dan keluaran SIG.

Gambar 2.4 Layers, Tabel, dan Basisdata SIG


(Sumber : Konsep – konsep Dasar SIG, Eddy Prahasta, Informatika)

2.2.4 Kemampuan sistem informasi geografis


Pada dasarnya, dengan memperhatikan pengertian, definisi, dan cara kerjanya,
kemampuan suatu SIG sudah dapat dikenali. Berikut ini merupakan beberapa
kemampuan dari SIG berdasarkan beberapa aspek acuan.
2.2.4.1 Aspek definisi
Secara eksplisit, kemampuan SIG juga dapat dilihat dari pengertian atau
definisinya. Berikut adalah kemampuan – kemampuan SIG yang diambil dari beberapa
definisi – definisi SIG yang telah dituliskan diatas :
1. Memasukkan dan mengumpulkan data geografi (spasial dan atribut)
2. Mengintegrasikan data geografi (spasial dan atribut)
3. Memeriksa dan meng-update (meng–edit) data geografi (spasial dan atribut)
4. Menyimpan dan memanggil kembali data geografi (spasial dan atribut)
5. Mempresentasikan atau menampilkan data geografi (spasial dan atribut)
6. Mengelola data geografi (spasial dan atribut)
7. Memanipulasi data geografi (spasial dan atribut)
8. Menganalisa data geografi (spasial dan atribut)
9. Menghasilkan keluaran (output) data geografi dalam bentuk – bentuk peta tematik
(view dan layout), tabel, grafik (chart), laporan (report), dan lainnya baik dalam
bentuk hardcopy maupun softcopy.
2.2.4.2 Aspek analisis
Kemampuan SIG dapat juga dikenali dari fungsi – fungsi analisis yang dapat
dilakukannya. Secara umum, terdapat dua jenis fungsi analisis yaitu fungsi analisis
spasial dan fungsi analisis atribut (basisdata atribut)
Fungsi analisis atribut terdiri dari operasi dasar sistem pengelolaan basisdata
(DBMS):
1. Membuat basisdata baru (create database).
2. Menghapus basisdata (drop database).
3. Membuat tabel basisdata (create table).
4. Menghapus tabel basisdata (drop table).
5. Mengisi dan menyisipkan data (record) dalam tabel (insert).
6. Membaca dan mencari data (field atau record) dari tabel basisdata (seek, find,
search, retrieve).
7. Mengubah dan mengedit data yang terdapat dalam tabel basisdata (update, edit).
8. Menghapus data dari tabel basisdata (delete, zap, pack).
9. Membuat indeks untuk setiap tabel basisdata.

2.3 Representasi Grafis Suatu Obyek


Dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), informasi grafis suatu obyek dapat
dimasukkan dalam bentuk (Nuarsa,2004):
1. Titik (tanpa dimensi)
Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek.
Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasikan di atas peta dan
dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol – simbol.
Gambar 2.5 Contoh representasi obyek titik
(Sumber : Mengolah Data Spasial Dengan Mapinfo Professional, Nuarsa, Andi Offset)

2. Garis (satu dimensi)


Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit 2 titik dan
digunakan untuk mempresentasikan obyek – obyek satu dimensi. Obyek – obyek
jalan dan sungai dapat direpresentasikan dengan garis.

7 7
6
8
2
5

3 1
5 4

Gambar 2.6 Contoh representasi obyek garis untuk data lokasi jalan – jalan
(Sumber : Mengolah Data Spasial Dengan Mapinfo Professional, Nuarsa, Andi Offset)

3. Poligon (dua dimensi)


Poligon digunakan untuk mempresentasikan obyek – obyek dua dimensi. Suatu
poligon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis yang saling terhubung diantara tiga titik
tersebut. Didalam basisdata, semua bentuk area dua dimensi akan direpresentasikan
oleh bentuk poligon.

Gambar 2.7 Contoh representasi obyek area / poligon


(Sumber : Mengolah Data Spasial Dengan Mapinfo Professional, Nuarsa, Andi Offset)

Anda mungkin juga menyukai