Anda di halaman 1dari 4

Hadirin sidang jum’ah rohimahkumuwlloh.

Pertama tama marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt yaitu dengen mengerjakan
perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya, selanjutnya perlu kita ketahui bahwa, “akidah dan
tauhid hanyalah mengesakan Allah sedangkan kemusyrikan hanyalah menyekutukan Allah. Dua hal ini
bertentangan dan tidak bias menyatu dalam satu kholbu manusia untaian kalimat tadi mengisyratkan
pada kita khusudnya umat yang beragama islam, bila kita meyakini tiada Tuhan selain Allah, tiada
penyelamat selain Allah, tiada tempat bersandar selain Allah, tiada raja langit dan bumi selain Allah,
maka, pada saat ini pula kita harus meembersihkan hati sekaligus membentenginya, dari anggapan,
kepercayaan, apalagi keyakinan ada kekuatan lain yang mampu member manfaat dan madhrot selain
Allah, sebab itu lah mental syirik, bila dibiarkan akan terus merusak, menggerogoti, melemahkan,
melumpuhkan, bahkan meluluhrantahkan akidah tauhid kita yang selama ini kita jaga dan pelihara
sampai akhir hayat.

Pertanyaan bagaimana strategi kita dalam menjaga akqidah tidak tercemar virus syirik ?

Jawabannya, menjaga aqidah dari kemusyrikan adalah tema yang akan kami bahas dalam kesempatan
khudbah kali ini, dengan merujuk Al-Qur’an surat Lukman ayat 13 :

Artinya Ingatlah ketika lukman berwasiat kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan
Allah sesungguhnya perbuatan mempersekutukan Allah itu merupakan kezoliman yang besar”.
Hadirin siding jum’at rohimakumuwlloh dalam rangkain firman Allah tadi, terukir satu kesan yang sangat
mulia dari lukamn nur hakim adalah satu-satunya nama seorang filosof yang disebut didalam Al-Qur’an
bahkan beliau juga seorang coordinator para filosof setelah nabi Idris, hal ini terbukti bahwa tidak
kurang 15.000 macam ungkapan-ungkapan pesan moral dan etika lukman yang menyebar keseluruh
dunia dan menjadi acuan para filosof. Dan begitu juga beliau seorang bapaknya tauhid, seorang
monoteis, sosok ini tergambar dari larangan kerasnya berbuat syirik ketika beliau member ajaran,
nasehat, bimbingan kepada anaknya. Yaitu :
Maksudnya adalah wahai anakku, jadilah kamu yang berakal dan janganlah menyekutukan Allah dengan
sesuatu apapun, baik berupa manusia, berhala, ataupun anak begitu yang ditafsirkan didalam kitap tafsir
jalalen. Dan ayat tadi bersegat nahi, kaidah usul fiqih menyatakan !

Pada dasarnya larangan itu haram. Dengan demikian, menganggap sesuatu sebagai Tuhan selain Allah,
mempercayai ada kekuatan lain selain Allah, meminta perlindungan lain selain kepada Allah hukumnya
adalah haram dan haram. Mengapa syirik dilarang ? ayat tadi menjelaskan :

Sesungguhnya syirik adalah kotor dan sikap zolim yang


nyata. Lalu bagaiman ajika dikaikan dengan situasi sekarang, terutama di negri tercinta ini ? ternyata
hadirin praktek-praktek berbau syirik terus bertebaran dalam berbentuk bermacam-macam.Contohnya :
para nelayan yang ingin memperoleh ikan banyak mengadakan upacara ritual perayaan laut dengan
menyembelih kerbau dan kepalanya dibuang ke laut sebagai sesaji kepada makhluk penguasa laut, para
dukun, para normal yang menjanjikan sanggup mengatasi berbagai masalh kehidupan, seperti
kemiskinan, bencana, penyakit, usaha, perjodohan, nasib masa depan, dengan mendahului ketentuan
Allah, bahkan saat ini semakin marak dikalangan masyarakat kelas atas atau yang kita kenal dengan
sebutan konglomerat para pejabat yang meyakini paranormal sebagai juru penyelamat, begitu pula
dengan semakin majunya teknologi, segala sesuatu ditentukan dan dikeramatkan oleh zodiac atau
astrologi. Pekerjaan manusia banyak diambil alih oleh computer, tak jarang manusia banyak yang tidak
lagi merasakan kehadiran percipta dan mempertuhankan akalnya. Itulah hadirin prilaku-prilaku syirik,
sikap-sikap membuat tandingan bagi Allah ini disindir oleh Allah dalam penggalan surat Al-Baqoroh ayat
165.

Artinya : “dan diantara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka
mencintai sebagaimana mereka mencintai Allah “. Hal ini ditegaskan pula didalam kitap tafsir Al manar
bahwa ada tiga macam bentuk kemusyikan : Pertama orang yang mempertuhankan dirinya,
memperturutkan kemauan nafsu dan melepaskan diri dari aturan Allah. Kedua, orang yang
mensejajarkan makhluk dengan Allah dan menganggapnya dapat mendatangkan manfaat dan madorot.
Ketiga, menjadikan pendapat pribadi dan tokoh agama sebagai tatanan dan tuntunan, padahal ajaran itu
jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Allah dan rosulnya.

Jika mental seperti ini mersuk ke dalam hati kita, bukan saja hati akan dihinggapi penyakit sombong, iri,
hasud, tamak, jiwa akan gelisah, kepercayaan diri akan melemah, kejujuran akan punah, tetapi kita juga
akan terperangkap kedalam lubang dosa peringkat pertama, dosa terkotor, dosa terkutuk, dosa
tertinggi, dosa terbesar, dosa yang tidak akan diampuni Allah bila sampai terbawa mati. Hal ini
ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an surat annisa ayat 48.

Artinya : “sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa
yang selain ini”.

Itulah penegasan Allah bahwa tidak ada harapan pengampunan Allah walaupun setitik, bagi orang yang
tergelincir ke dalam dosa syirik. Karena itulah, saya, saudara, dan seluruh umat islam harus menjaga diri,
membentengi, menghadang, bahkan menumpas sampai ke akar-akarnya semua bentuk syirik, agar tidak
hinggap dan bersarang dihati kita.
Lalu, apa yang harus kita lakukan ? Jawabannya adalah kita harus menegakan dan menjaga akidah
tauhid, jangan sampai kotor dan luntur. Sebagai landasannya, Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat
muhammad ayat 19 :

Artinya : “ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan bagi
dosamu dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan”. Hadirin, keyakinan

Inilah yang selalu dikumandangkan Rosulluwloh. Kalimat inilah yang ditegakkan Rosul, kalimat inilah
yang didakwahkan rosul, kalimat inilah yang diperjuangkan dan diperintahkan rosul selama dimekkah,
kaliamt inilah senjata rosul untuk menbangkitkan semangat jihat kaum muslimin. Kalimat ini pula yang
membuat rosul dan pasukannya tegar walau menghadapi topan bencana, badai tantangan, dan serbuan
musuh. Dan kalimat itu bukan hanya pengakuan tiada tuhan selain
Allah, sebab kaum jahiliyah pun tahu, Tuhan itu adalah Allah. Namun didalam kitab fi Dzilalil Qur’an
berkata lailahailalloh adalah satu pernyataan perubahan total dari system jahiliyah kepada kehidupan
islamiah yang berangkat dari keyakinan bahwa hanya Allah lah pengada segala yang ada, hanya Allah lah
pembuat peraturan, hanya allah penyelamat dan pemberi bencana, hanya Allah penguasa jagat raya,
hanya kepada allah memohon pertolongan, hanya kepada Allah menunduk dan bersujud, hanya kepada
allah menyerahkan segala urusan, dan hanya kepada allah kita akan kembali.

Keyakinan inilah yang akan sanggup mengikis habis dan membebaskan hati kita dari ancaman penyakit
syirik sebagai sumber segala penyakit hati. Dalam hadis kudsi Allah berfirman :

Artinya : “laillahaillowlloh” itulah aku, barang siapa memasukinya berarti masuk ke dalam bentengku,
dan barang siapa yang masuk ke dalam bentengku yaitu menggenggam laillahaillowlloh akan terhindar
dari cengkraman penyakit sombong, terhindar dari iri dan hasud, selamat dari penyakit tamak dan rakus.

Bukankan orang yang meyakini laillahaillowlloh, meyakini pula yang bahwa yang paling berkuasa adalah
Allah sehingga dia tidak sombong, menyadari bahwa yang mengatur rizki adalah allah, sehingga dia tak
kan iri dan rakus. Selain itu hadirin, pondasi aqidah laillahaillolloh ini menjadi symbol seseorang apakan
meraih khusnulkhotimah atau mendapat su’ulkhotimah dipenghujung hidupnya oleh sebab itu, rosul
memerintahkan dalam hadisnya

“bimbinglah orang yang mau mati dengan kalimat laaillahaillolloh”. Dengan demikian, bila kita menjaga,
menegakkan dan mempertahankan aqidah tauhid, bukan hanya penyakit syirik dan penyakit hati yang
akan terkuras tapi kesuksesan di dunia dan kebahagiaan diakherat juga akan segera kita nikmati. Ini
ditegaskan lagi oleh Allah dalam Al-Qur’an surat al-an’am ayat 82 :

Artinya “orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezoliman
(syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan, dan mereka itu orang-orang yang
mendapat petunjuk”.
Dengan demikian hadirin uraian tadi dapat disimpulkan. Kemusyrikan laksana kanker yang menjalar,
menyebar, menggerogoti bahkan menghancurkan seluruh anggota tubuh. Begitupun jika hinggap dihati
kita, maka bukan saja merupakan dosa yang sangat besar tapi ibadah kita, kesolehan kita, pengabdian
kita bahkan aqidah kitapun sebagai satu-satunya pondasi akan runtuh, runtuh tiada guna. Karena inilah,
kita harus menjaga aqidah kita dari berbagai benruk kemusyrikan dengan memperteguh keyakinan
laailaaillallah an merealisasikannya dalam segala aktifitas kehidupan kita agar kita hidup selamat di
dunia lagi-lagi diakherat.

Anda mungkin juga menyukai