Anda di halaman 1dari 73

BAB I

HAKEKAT BANGSA DAN NEGARA

Standar Kompetensi :
1. Kemampuan menganalisis hakikat bangsa dan negara serta
menentukan sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Kompetensi Dasar :
1.1. Peserta didik mampu mengkaji makna manusia; bangsa dan
negara
1.2. Peserta didik mampu mendeskripsikan unsur-unsur terbentuknya
bangsa dan negara dan pentingnya pengakuan suatu negara
terhadap negara lain
1.3. Peserta didik mampu menguraikan fungsi dan tujuan negara
1.4. Peserta didik mampu menunjukkan sikap semangat kebangsaan
(nasionalisme dan patriotisme) dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

A. PENDAHULUAN

------------------- (Ada gambar sekelompok rakyat dengan penguasa)


------------------

Tahukah anda, siapakah diri kita yang disebut sebagai ”Manusia” ?.


Manusia, secara kodrati merupakan mahkluk ciptaan Tuhan yang
memiliki identitas sebagai mahluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa dihadapkan pada
kenyataan yang sangat kompleks, terutama dalam upaya memenuhi
kebutuhan hidupnya. Kenyataan ini menimbulkan perlunya wadah yang
terwujud (terejawantah) dalam berbagai bentuk asosiasi, misalnya
asosiasi ekonomi, asosiasi pendidikan, asosiasi spiritual, asosiasi
negara, dan sebagainya. Dari sejumlah asosiasi yang ada, asosiasi
negara merupakan asosiasi terpenting karena didirikan untuk mengatur
berbagai sistem kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, serta
ketertiban dan keamanan bersama.
Bagaimanakah manusia sebagai rakyat dan warga negara di dalam
sebuah negara ? Dalam sebuah negara, sebagai rakyat harus tunduk
dan patuh kepada kekuasaan negara. Berdasarkan hubungannya
dengan daerah tertentu di dalam suatu negara, rakyat dapat dibedakan
menjadi penduduk dan bukan penduduk. Sedangkan berdasarkan
hubungannya dengan pemerintah negara, rakyat dapat dibedakan
menjadi warga negara dan bukan warga negara. Rakyat dalam jumlah
besar yang merupakan kumpulan masyarakat yang membentuk negara
disebut bangsa.
Apa itu Bangsa ? Dalam arti sosiologis, bangsa termasuk ”kelompok
paguyuban” yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan

1
senasib sepenanggungan di dalam satu negara. Untuk mempertahankan
identitas suatu bangsa dan kedaulatan suatu negara, setiap warga
negara harus memiliki sikap kebangsaan nasionalisme dan patriotisme
dalam kehidupan bermasyarakat, berbanga dan bernegara.

B. MAKNA MANUSIA, BANGSA DAN NEGARA

1. Makna Manusia
Kata manusia berasal dari kata manu (Sansekerta), atau mens
(Latin) yang berarti berfikir, berakal budi, atau homo yang berarti
seorang yang dilahirkan dari tanah, humus = tanah. Pengertian
etimologis tentang ”manusia”, dapat memberikan petunjuk tentang
hakikat manusia. Di satu pihak manusia adalah makhluk bumi seperti
manusia lainnya; di lain pihak manusia melampaui cakrawala bumi dan
mencita-citakan dunia yang luhur. Hal prinsip yang membedakan
antara manusia dengan makhluk lainnya adalah bahwa manusia
secara kodrati telah dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan
keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di bumi. Manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan derajat paling
tinggi dari antara ciptaan-ciptaan yang lain.

Fokus Kita :
Manusia atau insan (Arab), merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang
tertinggi derajatnya, yang mempunyai akal untuk berfikir dan
memiliki bahasa sebagai alat komunikasi antar sesama (Kamus
Umum Bahasa Indonesia).

Secara teoritis, pemahaman tentang manusia dapat dilakukan


melalui beberapa pendekatan. Perhatikan bagan berikut :

MANUSI
A

Materialism
Materialis Idealisme
e
me Antropolo
Antropologi
Biologik gik
k

Keterangan :
 Materialisme Antropologik, yaitu menjelaskan bahwa manusia
pada hakikatnya adalah materi; bahwa manusia adalah jasad yang
tersusun dari bahan-bahan material dari dunia an-organik.
 Materialisme Biologik, yaitu menjelaskan bahwa manusia
merupakan badan yang hidup atau organisme yang
mempersatukan segala pembawaan dan kegiatan kehidupan badan

2
di dalam dirinya. Struktur kehidupan manusia yang memiliki
kewaspadaan indrawi berlaku juga bagi hewan. Dalam kenyataan,
manusia memang merupakan bagian dari kehidupan organik yang
dapat ditelusuri dari bentuk sub-human (evolusi).
 Materialisme Antropoligik, yaitu menjelaskan bahwa manusia
adalah mahluk yang memiliki unsur spiritual-intelektual yang secara
intrinsik tidak bergantung kepada materi. Manusia tidak dapat
dijelaskan dengan satu prinsip saja, sebab di dalam diri manusia
bergabung berbagai prinsip yang menyusun suatu pemahaman
tentang dirinya secara utuh dan lengkap.
Dalam mempelajari makna manusia, berikut akan dijelaskan tentang :
a) Aspek Manusia, b) Tipologi Manusia c) Manusia sebagai Mahluk
Individu dan Sosial, serta c) Ras Manusia.
a. Aspek Manusia
Manusia dalam wujud kehidupan sehari-hari, terdiri dari aspek
badan dan jiwa (jasmani dan rokhani) sebagai suatu kesatuan
yang utuh. Namun dalam perkembangan pemikiran tentang aspek
manusia, secara filosofis sering dipertanyakan manakah yang lebih
penting antara badan dan jiwa ?. Berdasarkan kajian teori, tentang
aspek manusia telah melahirkan aliran materialisme, aliran
spiritualisme, dan aliran dualisme.

N Tokoh Uraian Penjelasan Keterangan


o Aliran
1. FEURBACH  Badanlah yang penting, Pendapatnya
(1804 – jiwa hanya mem-bonceng bersifat mate-
1972) saja dalam tubuh. rialistis, ateis dan
”Materialism  Di balik badan manusia sosialis-komunis.
e” tidak ada mahluk lain yang Pada abad 19,
misterius yang disebut pen-dapat
jiwa, seperti tidak adanya tersebut sangat
Tuhan di balik alam ini. berpengaruh
terhadap
 Sesuatu itu disebut nyata,
pemikiran Karl
bila dapat dirasakan oleh
Marx dan
pancaindera.
Friedrich
 Manusia merupakan Engels.
makhluk jasamani yang
yang dinamis.
2. PLATO  Jiwa lebih penting daripada Teori spiritualisme
(427 – 347 badan, jiwa telah ada di bersifat ”Etis –
SM) ”alam atas” sebelum Religius”.
”Spiritualis masuk ke jiwa.
me”  Jiwa ini terjatuh ke dalam
hidup duniawi, lalu terikat
pada badan jasmani yang
fana.
 Dalam kerukunannya,
badan dan jiwa tidak
berdampingan secara

3
setingkat, melainkan
merupakan tawanan, dia
terkurung dalam badan.
 Jiwa harus melepaskan diri
dari penularan
(kontaminasi) dan
pembusukan badan.
 Badan merupakan
rintangan terhadap jiwa
yang lebih asli dari
kenyataan duniawi dan
mempunyai pertalian
dengan nilai-nilai yang
abadi.
 Dunia inderawi hanya
merupakan bayangan dari
dunia ide.
3. RENE  Badan dan jiwa sama Dualisme terbagi
DESCARTE penting, jiwa adalah atas Paralelisme
S substansi yang berfikir dan dan Monisme.
(1596 – badan adalah substansi Paralelisme
1650) yang berkeluasan. mengatakan
”Dualisme”  Hubungan antara badan bahwa badan
dan jiwa adalah hubungan sejajar
hakiki, yang masing- kedudukannya
masing merupakan dengan jiwa,
substansi sendir, namun sedangkan Monis-
tanpa salah satu unsur itu me mengatakan
maka ia bukan manusia bahwa antara
lagi badan dan jiwa
telah terjadi
perpaduan,
sehingga
manunggal.
Pendapat
Monisme paling
umum diterima.

b. Tipologi Manusia
Tipologi adalah pengetahuan yang menggolongkan manusia
atas dasar kepribadian. Kepribadian manusia, tersusun atas dasar
VITALITAS
faktor-faktor sebagaimana tercantum pada bagan di bawah ini.
JASMANI & ROHANI

KARAKTER BAKAT
KEPRIBADIAN

TEMPERAMEN
 Vitalitas Jasmani, merupakan konstruksi tubuh manusia yang
dipengaruhi oleh faktor hereditas (keturunan) sehingga
keadaannya menjadi konstan atau tetap. Sedangkan Vitalitas
Rohani, merupakan daya hidup psikis yang belum terarah
secara intensional (disengaja), karena sebagian bergantung
kepada lingkungan yang mempengaruhinya.
 Bakat, merupakan fitrah yang ditentukan oleh kelahiran atau
keturunan sehingga sifat tersebut cenderung konstan.
 Temperamen, merupakan campuran cairan-cairan yang ada di
dalam tubuh manusia (humorus), yaitu berupa ; darah merah,
lendir putih, empedu kuning, dan empedu hitam. Dari cairan
yang dominan inilah akan membentuk sifat temperamen yang
relatif konstan.
 Karakter, merupakan sifat manusia yang sebagian ditentukan
oleh hereditas dan sebagian lagi oleh pengaruh pendidikan. Oleh
karena itu, karakter dapat mengalami perubahan.

Fokus Kita :
Kondisi keseluruhan manusia yang terdiri dari vitalitas jasmani
dan rohani, bakat, temperamen dan karekater, merupakan
bentuk kepribadian seseorang yang antara satu dengan

Tipologi manusia yang didasarkan pada kondisi tubuh antara


lain dikemukakan oleh Johan Gasper Lavater dan Galenus (1741
– 1801). Bahwa tipe manusia dapat dibedakan berdasarkan bentuk
tubuh, yaitu pada orang gemuk biasanya mempunyai sifat tenang
dan sabar. Sedangkan bagi yang bertubuh kecil dan tinggi,
mempunyai sifat lincah dan kurang sabar.

Gerardus Heymans (1857 – 1930) seorang psikolog Belanda,


membuat tipologi manusia atas dasar kejiwaan, yaitu sebagai
berikut :

N Dasar Kejiwaan Ciri-ciri Khusus Contoh


o Tokoh
1. Sifat Amorf Sifatnya datar, Raja Louis XV

5
(a berarti = tidak, aktivitasnya rendah, suka dari Prancis
& menunda pekerjaan,
morphe = bentuk) ceroboh, tidak idealis, rasa
sosialnya rendah, egois,
tidak jujur, dan mudah
terpengaruh.
2. Sifat Apathikus Cenderung lamban, Raja Louis XIV
(pathos atau menyukai cara yang dari Prancis,
phate = perasaan) mudah, suka berfikir dan Tsar
panjang, sosiabilitasnya Nicolas II dari
(kemasyarakatan) rendah, Rusia.
acuh tak acuh terhadap
pendapat orang lain, kaku
dan bersifat tertutup.
3. Sifat Nervous Kurang bisa menguasai Chopin dan
(selalu gugup) diri, mudah tersinggung, Edgar Allan
kurang peka, kurang Poe
obyektif
4. Sifat Sentimentil Perasaan sensitif, pemalu, Amir Hamzah,
(terlalu perasa) tertutup, memandang Agustinus, dan
sesuatu dengan serius, Thomas
selalu ragu-ragu, gemar Aquinas
hal-hal yang bersifat
spiritual, dan mudah
menyerah.
5. Sifat Sisi positif : percaya diri, Voltaire, Tenno
Sanguinikus tidak takut menghadapi Heika, dan
(riang & hari depan, mudah Jean Bodin
optimistik) menyesuaikan diri, gerak
dan bicaranya banyak dan
mudah mengambil
prakarsa.
Sisi negatif : perasaan
tidak stabil, kurang
konsekwen, hidup kurang
teratur, reaktif tanpa
dipikir mendalam.
6. Sifat Sifat positif : tidak banyak Mohamad
Flegmatikus ketegangan, memiliki Hatta,
(Tenang dan harapan yang hebat, tidak Margaret
Netral) emosional, tertib dan Teacher dan
teratur dan mudah Jawaharal
mengampuni. Nehru.
Sifat negatif : kurang peka,
dingin dan kurang
menyesuaikan diri, pasif,
men-jemukan dan agak
konservatif.
7. Sifat Kholerikus Sifat positif : segala Adolf Hitler
(mudah marah) kesukaran diatasi dengan dari Jerman,
energi berlebihan dan Goerge Sand,
banyak inisiatifnya. Idi Amin dari
Sifat negatif : lebih Uganda dan
dominan, karena selalu Benito
gelisah, eksplosif, Mussolini dari
emosional dan mau Italia.

6
menang sendiri, kurang
obyejktif , rasional serta
mudah tersinggung.
8. Sifat Selalu sibuk, rajin, Soekarno,
Gepassioneerd jangkauan jauh ke depan, Napo-leon
(passio atau hidup teratur, penuh cita- Bonaparte,
passie = derita / cita besar, perasaan Michel Angelo
hawa nafsu) keterikatan sangat kuat, dari Italia dan
terikat kepada John F.
pengalaman lama, amat Kennedy
religius, sosiabilitasnya
tinggi, percaya diri,
gembira, peramah, cinta
kasih, akurat, jujur dan
baik hati.

c. Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial


Manusia sebagai makhluk individu, terdiri dari unsur jasmani
(raga) dan rohani (jiwa) yang merupakan satu kesatuan. Jiwa dan
raga yang membentuk individu, telah dibekali potensi atau
kemampuan (akal, pikiran, perasaan dan keyakinan) sehingga
sanggup beridiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Setiap
manusia, senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan
pribadinya guna memenuhi berbagai kebutuhan dan
mempertahankan hidupnya (survival).
 Akal dan pikiran manusia, dapat digunakan untuk
menaklukkan alam dan makhluk lain serta sekaligus dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Contoh,
manusia dapat menggunakan tenaga kerbau, sapi atau kuda
untuk mengangkut barang. Melakukan inovasi dalam bidang ilmu
pengetahuan, teknologi informasi, komunikasi, dan sebagainya.
 Perasaan dan keyakinan manusia, merupakan anugerah
Tuhan yang tidak diberikan kepada mahluk lainnya sehingga
manusia dapat membedakan yang baik dan buruk, yang benar
dan salah. Dengan perasaan dan keyakinan, manusia mampu
berhubungan dengan dimensi moral dan spiritual, yakni Tuhan
Yang Maha Esa sebagai perwujudan nalar (akal dan pikiran)
manusia dalam menemukan titik/pusat Ketuhanan (God Spot)
sang pencipta
Manusia sebagai makhluk sosial, sering disebut zoon
politicon yaitu makhluk yang pada dasarnya ingin bergaul dengan
sesama manusia lainnya (Aristoteles, 384 – 322 M).
 Status sebagai makhluk sosial, telah melekat pada setiap
manusia yang sejak lahir hingga meninggal dunia tidak akan
mempu hidup sendirian dan akan selalu membutuhkan bantuan
orang lain.
 Adanya potensi dasar kemanusiaannya (sifat kasih sayang,
kerja sama, ingin dihormati, dan sebagainya) merupakan potensi
dasar manusia dalam mengembangkan pergaulan sosial yang

7
lebih luas, yakni dari : keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan
dunia.

d. Ras Manusia
Ras (bahasa Arab = asal) dalam pengertian etnologi,
merupakan penggolongan manusia yang jelas sekali memiliki
kemiripan satu dengan lainnya, dan nyata berbeda dengan jenis
lainnya, tidak peduli bahasa atau adatnya. Ras juga dapat diartikan
sebagai segolongan orang (bangsa) berdasarkan ciri-ciri fisiknya
atau rumpun bangsanya. Ada tiga ras pokok yang ada di dunia :
Eropid (Kaukasoid), Negrida (Negroid) dan Mongoloid.

N Ras Ciri-ciri Contoh/Keterangan


o Pokok
1. Kaukaso Rambut  Bangsa Nordic (Eropa
id pirang, hidung bagian utara : Swedia,
(Eropid) mancung, Finlandia).
kulit putih,  Bangsa Alpin (Perancis,
badan tinggi Rumania dan Jerman).
dan mata  Mediterania (Arab yang
biru. putih).
 Irdic (Arab Saudi, Indian,
Pakistan dan Bangladesh).

2. Negroid Kulit hitam,  Melanosoid (Irian


(Negrida) bibir tebal, Jaya/Papua)
rambut keri-  Bangsa-bangsa Afrika
ting, tinggi,  Negrito (Sri Langka)
Perawakan  Busman (G. Kalahari)
kecil, kulit  Vedoid (Bugis)
sawo matang,  Ainu (Jepang)
rambut ikal/  Australian (Aborigin)
ber- ombak.
3. Mongolo Kulit  Asiatic (Jepang, Korea, Cina
id kuning/sawo dan Taiwan)
(Mongol) matang,  Malayan (Indonesia)
rambut hitam  American (Meksiko)
ikal/lurus,
muka bulat,
postur
sedang.

Info Kewarganegaraan
8
TEORI DARWIN TENTANG RAS MANUSIA

Charles Darwin dalam bukunya The Descent of Man


(1871), menyatakan bahwa manusia berevolusi dari
makhluk mirip kera. Namun hingga saat ini, belum ditemukan
bukti apapun yang mendukung klaim teorinya (masih dalam
khayalan). Hasil pemikiran yang menarik, adalah bahwa
sejumlah ras berevolusi lebih cepat dan maju dari yang lain,
sementara ada ras-ras lain yang dianggap masih setingkat
dengan kera.
C. Darwin, membangun keseluruhan teorinya pada
konsep “perjuangan untuk mempertahankan hidup”.
Menurutnya, konflik sengit, perjuangan berdarah melingkupi
alam kehidupan ini. Yang kuat selalu menang melawan yang
lemah, dan ini mendorong yang kuat untuk berkembang.
Ditegaskan pula bahwa konflik serupa juga berlaku pada ras-ras
manusia. Bahkan pada sub-judul bukunya "The Origin of
Species: by way of Natural Selection or the Preservation of
Favoured Races in the Struggle for Life" (Asal Usul Spesies:
Melalui Seleksi Alam atau Pelestarian Ras-Ras Pilihan dalam
Perjuangan Mempertahankan Hidup), toeri C. Darwin dengan
sangat jelas mengungkap pandangan rasialnya. Ras pilihan
adalah ‘bangsa kulit putih Eropa’, sedangkan Ras Asia atau
Afrika gagal dalam perjuangan mempertahan-kan hidup. Oleh
sebab itu, ras-ras lain akhirnya akan dihapuskan sama sekali.
Di masa mendatang, tidak sampai berabad-abad lagi, ras-
ras manusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan
dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat
yang sama, ”kera-kera mirip manusia ?” tak pelak lagi akan
dimusnahkan. Seperti terungkap jelas dalam pernyataan ini,
Darwin adalah seorang rasis tulen yang meyakini keunggulan
bangsa kulit putih. Ia meyakini bangsa kulit putih pertama-
tama akan memperbudak, dan kemudian memusnahkan ras-ras
kelas rendah.

Gagasan C. Darwin sungguh mendapat sambutan baik,


dizamannya !!!!!.
Sumb
er : www/gogeel/Ras

2. Makna Bangsa
Dalam memahami pengertian sebuah bangsa, telah banyak
upaya-upaya yang dilakukan oleh para ahli dibidangnya. Apa itu
bangsa ? sebagian ahli mendefinisikan mirip dengan komunitas
etnik, meskipun tidak sama. Bangsa adalah suatu komunitas etnik
yang memiliki ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur

9
bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa budaya yang sama
dan solideritas tertentu.
Dalam pengertian sosiologis, bangsa termasuk ”kelompok
paguyuban” yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama
dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara.

Fokus Kita :
Bangsa, merupakan kumpulan orang yang sama asal
keturunannya, bahasa, dan adat istiadatnya, sejarahnya, serta
berpemerintahan sendiri. Contoh: bangsa Indonesia, bangsa Jepan,
dan sebagainya. Dalam pengertian yang sama, bangsa dapat
diartikan ”kaum, bani” (Kuraisy, Israel) atau ”kasta” (Ksatria,

Berikut ini pendapat beberapa ahli kenegaraan ternama dalam


mendefinsikan sebuah bangsa :
 Hans Kohn (Jerman)
Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah.
Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan
tidak bisa dirumuskan secara eksak.
 Ernest Renan (Perancis)
Bangsa adalah suatu nyawa, suatu akal yang terjadi dari dua hal,
yaitu rakyat yang harus bersama-sama menjalankan satu riwayat,
dan rakyat yang kemudian harus mempunyai kemauan atau
keinginan hidup untuk menjadi satu.
 Otto Bauer (Jerman)
Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan
karakter. Karakteristik tumbuh karena adanya kesamaan nasib.
 F. Ratzel (Jerman)
Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul
karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat
tinggalnya (paham geopolitik).
 Jalobsen dan Lipman
Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan
kesatuan politik (political unity).
 Bung Karno (disampaikan dalam pidatonya pada tanggal, 1 Juni
1945)
Yang disebut bangsa yaitu :
1) Ras, yaitu sekelompok orang yang mempunyai
ciri-ciri jasmaniah sama yang dibawa sejak lahir.
2) Volk, yaitu sekelompok orang yang sudah
mempunyai kesamaan dalam kebudayaan.
3) Natie, yaitu sekelompok orang yang sudah
mempunyai persamaan kesadaran bernegara dan kesadaran
berpolitik tanpa membedakan ras atau volk, bahkan tidak lagi
membedakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

1
Info Kewarganegaraan
DEFINISI BANGSA

Definsi-definsi bangsa, berkisar dari yang menekankan


faktor-faktor ”obyektif” seperti bahasa, agama, adat istiadat,
wilayah dan institusi, sampai definisi yang sepenuhnya
menekankan faktor-faktor ”subyektif”, seperti sikap, persepsi,
dan sentimen.
 Definisi yang menekan pada faktor obyektif,
disampaikan oleh Josep Stalin yang mengatakan bahwa
”suatu bangsa terbentuk secara historis, merupakan komunitas
rakyat yang stabil yang terbentuk atas dasar kesamaan
bahasa, wilayah, kehidupan ekonomi, serta perasaan psikologis
yang terwujud dalam budaya bersama”.
 Definisi yang menekankan pada faktor subyektif,
disampaikan oleh Benedict Anderson yang mengatakan
bahwa ”bangsa adalah suatu komunitas politik yang terbayang
(imagined community) dalam wilayah yang jelas batasnya dan
berdaulat”. Sedangkan menurut Anthony D. Smith, bangsa
adalah suatu komunitas manusia yang memiliki nama,
menguasai suatu tanah air, memiliki mitos-mitos dan sejarah
bersama, budaya publik bersama, perekonomian tunggal dan
hak serta kewajiban bersama bagi semua anggotanya.

Penugasan Praktik 1
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Makna manusia
(Aspek manusia, Tipologi, Manusia sebagai makhluk individu dan
sosial, serta Ras manusia), kemudian Bangsa, dilanjutkan
Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau pernyataan
sebagai berikut :
11 Apasajakah perbedaan pokok manusia bila dilihat berdasarkan
pendekatan-pendekatan sebagai berikut :

N Pendeka
Uraian Singkat Komentar
o tan
Materialis
me
1.
Antropolo
gik
2. Materialis
me

1
Biologik
Idealisme
3. Antropolo
gik

11 Berikan penjelasan tentang Tipologi manusia berdasarkan


kepribadian tentang peranan faktor-faktor berikut dalam
kehidupan sehari-hari !
a. Bakat : .............................................................................
..............................................
....................................................................................
.......................................
b. Karakter : .............................................................................
..............................................
....................................................................................
........................................

11 Pada setiap diri manusia secara kodrati telah diberikan akal,


pikiran, perasaan dan keyakinan sehinga mampu memenuhi
kebutuhan hidupnya dan mempertahankan hidupnya. Beri
penjelasan singkat pada kolom di bawah ini !

Fungsi Pokok Akal dan Fungsi Pokok Perasaan dan


Pikiran Keyakinan
................................................. ..................................................
.................. .......................
................................................. ..................................................
.................. .......................
................................................. ..................................................
.................. .......................
................................................. ..................................................
.................. .......................

11 Berikan tanggapan penjelasan, adakah di dunia ini ras manusia


yang dikatakan paling unggul atau
hebat ! ..........................................................................................
.........................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

11 Tuliskanpersamaan dan perbedaan pengertian bangsa menurut


Ernest Renan dan Otto Bauer !

Persamaan Perbedaan
................................................... .....................................................
....................... ......................

1
................................................... .....................................................
....................... ......................
................................................... .....................................................
....................... ......................
................................................... .....................................................
....................... .......................

3. Makna Negara
a. Pengertian Negara
Secara etimologis, "negara" berasal dari bahasa asing Staat
(Belanda, Jerman), atau State (Inggris). Kata staat maupun state
berakar dari bahasa Latin, yaitu status atau statum yang berarti
"menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan
menempatkan". Kata status juga dapat diartikan sebagai sesuatu
keadaan yang menunjukkan sifat atau keadaan tegak dan
tetap. Sementara itu, Niccolo Machiavelli memperkenalkan
istilah La Stato dalam bukunya " II Principe" yang mengartikan
negara sebagai kekuasaan. Buku itu juga mengajarkan bagaimana
seharusnya seorang raja memerintah dengan sebaik-baiknya.
Kata "negara" yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari
bahasa Sansekerta nagari atau nagara, yang berarti wilayah,
kota, atau penguasa. Pada masa Kerajaan Majapahit abad XIV,
seperti tertulis dalam buku Negara Kertagama karangan Mpu
Prapanca (1365), digambarkan tentang pemerintahan
Majapahit yang menghormati musyawarah, hubungan
antardaerah, dan hubungan dengan negara-negara tetangga.

Fokus Kita :
Negara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat, wilayah
yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam
maupun ke luar). Dalam arti luas, negara merupakan kesatuan
sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk

Berikut ini pengertian negara menurut beberapa pakar


kenegaraan :

N Nama Tokoh Pendapat Yang Dikemukakan


o
1. George Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok
Jellinek manusia yang mendiami wilayah tertentu.

2. G.W.F. Hegel Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai


sintetis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan
universal.

3. Mr. Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena adanya


Kranenburg kehendak dari suatu golongan atau bangsa.

1
4. Karl Marx Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/
kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang
lain (proletariat/ buruh).

5. Logemann Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja)


yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara
masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Organisasi itu
adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan-lapangan kerja
tetap.

6. Roger F. Negara adalah alat (agency) atau wewenang ( authority)


Soltau yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas
nama rakyat.

7. Bellefroid Negara adalah suatu masyarakat hukum , suatu persekutuan


hukum yang menempati daerah tertentu dan yang
diperlengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk mengurus
kepentingan bersama.

8. Mr. Soenarko Negara adalah suatu jenis dari suatu organisasi


masyarakat yang mengandung tiga kritetia, yaitu harus ada
daerah, warga negara, dan kekuasaan tertentu.

9. R. Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan


Djokosoetono manusia ; yang berada di bawah suatu pemerintahan yang
sama.

10 Mr. M. Nasrun Negara adalah


ORGANISASI suatu bentuk: pergaulan hidup tertentu
KEKUASAAN
. (khusus)
Menurut yangLogeman,
J.H.A. harus memenuhi tiga adalah
negara syarat pokok:
suaturakyat
tertentu,kekuasaan
organisasi daerah tertentu, dan pemerintah
yang bertujuanyang berdaulat.
mengatur
dan menyelenggarakan masyarakat dengan
11 Ibnu Chaldun Negara merupakan
kekuasaan tersebut.suatuSedangkan
tubuh yang persis sama seperti
menurut
. tubuh manusia. Tubuh manusia mengalami
pandangan Kranenburg, negara adalah suatu masa lahir dan
tumbuh (groi), ada masa muda dan
organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh dewasa (bloei), serta ada
masa tua manusia
sekelompok dan mati (vergaan).
yang disebut bangsa.
12 Hans Kelsen Negara adalah suatu pergaulan hidup bersama dengan
. tata paksa.
ORGANISASI POLITIK :
Negara adalah suatu organisasi politik yang
berbeda dengan organisasi lain, karena negara
memiliki kedaulatan tertinggi dan
Dari beberapa pengertian tentang
keanggotaannya negara semua
bersifat mengikat oleh para
orang.ahli,
berikut ini adalah Untuk
klasifikasi pengertian
hal tersebut makanegara
negarayang ditinjau dari
membutuhkan
TINJAUAN
sudut pandang hukum. Tokohnyakekuasaan,
: organisasi Robert Mc. Iver.
organisasi politik,
organisasi kesusilaan dan suatu integritas antara pemerintah
NEGARA
dengan rakyat.
ORGANISASI KESUSILAAN :
Dalam pandangan G.W.F. Hegel, negara adalah
suatu organisasi kesusilaan yang timbul dari
sintesa antara kemerdekaan universal dengan
kemerdekaan individual.

INTEGRALISTIK :
Menurut pandangan tokoh teori ini, negara
merupakan suatu integritas antara pemerintah
dengan rakyat. Negara mengatasi seluruh
golongan dalam masyarakat dan merupakan 1
suatu kesatuan yang organis. Tokoh teori adalah
B. Spinoza, Adam Muller, dan di Indonesia
Info Kewarganegaraan
POLIS ATAU NEGARA KOTA
Istilah negara, sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno yang disebut
”Polis” atau ”negara kota”. Menurut Aristoteles (384 – 322), dalam
bukunya Politica, Polis berfungsi sebagai tempat tinggal bersama warga
negara dan pemerintah dan sebagai benteng untuk menjaga keamanan
dari serangan musuh. Plato, sebagai guru Aristoteles, melihat bahwa
negara ada karena adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang
beraneka ragam yang mendorong mereka untuk bekerja sama guna
memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Pada negara kota atau polis, sudah dikenal pemerintahan dengan
sistem ”demokrasi langsung”. Menurut perkiraan para ahli sejarah,
sebagai sebuah bentuk organisasi politik dan sosial yang baru, Polis
Yunani terbentuk pada abad ke 8 SM dan mencapai puncaknya pada abad
ke 5 SM. Kehancuran Polis Yunani, diperkirakan pada abad ke 4 SM, ketika
Alexander Agung berkuasa dan memperakpandakan tatanan polis yang
sudah ada. Sementara peradaban Yunani Kuno sendiri dimulai kira-kira
pada 1200 SM, yaitu dari periode ketika peradaban Mycenaean hancur,
sampai 323 SM (ketika Alexander Agung wafat).
Polis atau negara kota di Yunani kuno yang terkenal adalah Sparta
(berbentuk oligarki militer) dan Athena (berbentuk demokrasi) yang
memungkinkan partisipasi rakyat dalam berbagai persoalan politik.
Konsep ”pemerintahan oleh rakyat” ini, terutama Athena, memberi

1
nuansa kebebasan dan harmoni. Perkembangan polis Yunani dapat dibagi
dalam dua tahap :
1. Periode Kuno, Polis ditandai oleh ciri-ciri sebagai
berikut :
a. Otoritas publik lemah;
b. Keluarga besar dianggap paling kuat dalam
masyarakat;
c. Masing-masing negara kota (polis) terdiri atas
raja, sebuah dewan, dan sebuah majelis. Semuanya merupakan
warga negara pria dewasa;
d. Tiran tidak diakui atau ditolak.
2. Setelah Periode Kuno :
Terjadi perubahan pengaturan kekuasaan, hak dan kewajiban rakyat.
Setiap kebijakan diputuskan dalam diskusi terbuka. Agar berfungsi,
masyarakat membutuhkan ”perasaan” sebagai satu komunitas dan
kemauan yang teguh para anggota untuk hidup menurut aturan-aturan
tradisional tertentu. Perubahan hanya mungkin dilakukan melalui
proses debat terbuka dan konsensus (kesepakatan). Tidak setiap orang
adalah warga negara. Syarat menjadi warga negara adalah : harus pria
dewasa yang nenek moyangnya orang Yunani dan berasal dari Polis
tertentu. Anak-anak, para budak dan orang asing dianggap bukan
warga negara. Hanya warga negara yang memiliki hak-hak
istimewa sebagai berikut :
a. Hak untuk memilih;
b. Hak untuk memiliki properti;
c. Hak untuk mengadakan perjanjian perkawinan
secara legal dengan sesama warga negara;
d. Hak untuk berpartisipasi dalam proses
pembuatan keputusan (seperti berbicara, dan turut serta dalam
pemungutan suara).

b. Sifat Hakekat Negara


Berdirinya suatu negara, sangat berkaitan erat dengan
adanya keinginan manusia yang membentuk suatu bangsa karena
adanya berbagai kesamaan ras, bahasa, adat istiadat dan
sebagainya. Hakekat berdirinya suatu negara, sangat penting
artinya bagi rakyat atau bangsa yang membutuhkan wadah yang
dapat menjamin kelangsungan hidupnya. Menurut Prof. Miriam
Budiardjo (1984), sifat hakekat negara mencakup hal-hal
sebagai berikut :

Fokus Kita :
Sifat Hakekat negara berkaitan erat dengan dasar-dasar
terbentuknya negara, norma dasar (fundamental norm) yang
menjadi tujuan, falsafah hidup yang ingin diwujudkan,
perjalanan sejarah dan tata nilai sosial-budaya yang telah

1) Sifat Memaksa
Negara memiliki sifat memaksa, dalam arti mempunyai
kekuatan fisik secara legal. Sarana untuk itu, adalah polisi,
1
tentara, dan alat penjamin hukum lainnya. Dengan sifat
memaksa ini, diharapkan semua peraturan perundangan yang
berlaku ditaati supaya keamanan dan ketertiban negara
tercapai. Bentuk paksaan yang dapat dilihat dalam suatu
negara adalah adanya UU Perpajakan yang memaksa setiap
warga negara untuk membayar pajak dan bila melanggar, akan
dikenakan sanksi hukum tertentu.

2) Sifat Monopoli
Negara mempunyai sifat monopoli, yaitu dalam menetapkan
tujuan bersama masyarakat. Misalnya, negara dapat
mengatakan bahwa aliran kepercayaan atau partai politik
tertentu dilarang karena dianggap bertentangan dengan tujuan
masyarakat.

3) Sifat Mencakup Semua (All-


Embracing)
Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah
untuk semua orang tanpa kecuali. Hal itu perlu, sebab kalau
seseorang dibiarkan berada di luar ruang lingkup aktivitas
negara, maka usaha negara ke arah tercapainya masyarakat
yang dicita-citakan akan gagal.

Info Kewarganegaraan
HAKEKAT NEGARA
Sejak kata ”negara” diterima sebagai pengertian yang
menunjukkan organisasi bangsa yang bersifat teritorial
(kewilayahan) dan mempunyai kekuasaan tertinggi, yang perlu
ada untuk menyelenggarakan kepentingan bersama dan
mencapai tujuan bersama, sejak itu pula kata ”negara”
ditafsirkan dalam berbagai arti berikut ini.
 ”Negara” dipakai dalam arti penguasa, yaitu orang-orang
yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat
yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu;
 ”Negara” dipakai dalam arti persekutuan rakyat, yaitu
suatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah, di bawah
kekuasaan yang tertinggi menurut kaidah-kaidah hukum yang
sama.
Dari dua penafsiran tentang pengertian di atas, kita dapat
membedakan pula pengertian negara dalam arti formal dan
material sebagai berikut :
 Dalam arti formal, negara diartikan sebagai organisasi
kekuasaan dengan suatu pemerintahn pusat. Negara dalam
pengertian ini diartikan sebagai pemerintah (staat-overheid).
Karakteristik dari negara formal adalah kewenangan
pemerintah untuk menjalankan paksaan fisik secara ilegal.
(Umumnya dilaksanakan pada negara-negara Komunis).
 Dalam arti material, negara diartikan sebagai masyarakat

1
(staat-gemenschaap) atau negara sebagai persekutuan hidup.
(Umumnya dilaksanakan pada negara-negara demokrasi).

Penugasan
Carilah sumber Praktik
informasi lain baik dari2buku, koran, majalah,
internet, buletin
Kewarganegaraan dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal
berikut :
Rumuskan kembali yang dimaksud dengan manusia,
bangsa dan negara !
Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia,
bangsa dan negara di dalam suatu wilayah tertentu !
Berikan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kriteria bahwa
suatu manusia (rakyat) di dalam suatu wilayah tertentu
disebut sebagai bangsa dan negara !
Berikan pendapat atau pandangan anda berkaitan
dengan praktik-praktik sifat hakekat negara Indonesia di
sekitar wilayah/daerah anda sendiri !

c. Terjadinya Negara
Pada umumnya ada 3 (tiga) pendekatan dalam mempelajari
terjadinya negara, yaitu : melalui pendekatan teoritis, proses
pertumbuhan primer dan sekunder, serta secara faktual.
1) Pendekatan Teoritis
Terjadinya negara secara teoritis, adalah pendekatan yang
didasarkan pada pendapat-pendapat para ahli yang masuk akal
dari berbagai hasil penelitian. Secara ringkas pendekatan
teoritis dapat dilihat pada matrik di bawah ini.

Teori Tokoh Ajaran Yang Dikemukakan


Teori 1. Agustinus 1. Negara ada karena kehendak
Ketuhan 2. F.J Stahl Tuhan, hal ini didasarkan pada
an 3. Haller kepercayaan bahwa segala
4. Kranenbur sesuatu terjadi karena
g kehendak Tuhan.
5. Jean Bodin 2. Terbagi dalam Teori Ketuhanan
Langsung dan Tidak Langsung :
a. Teori Ketuhanan
Langsung :
Bahwa suatu negara pada
awalnya ada karena sudah
kehendak Tuhan langsung,
sehingga beranggapan Raja
adalah merupakan
”penjelmaan Tuhan, utusan
Tuhan, Dewa bahkan Tuhan
sendiri”.
Contoh : Kaisar Tenno

1
Heika Jepang dianggap
sebagai keturunan Dewa
Matahari dan Raja Fir’auan
di Mesir Kuno mengaku
dirinya Tuhan.
b. Teori Ketuhanan
Langsung :
Bahwa negara ada memang
sudah kehendak Tuhan,
namun tidak secara
langsung melainkan melalui
penciptaan manusia terlebih
dahulu, yang kemudian
menjadi raja. Raja
memerintah atas nama
Tuhan. Pada negara modern,
dapat diketahui melalui
Konstitusinya negaranya
dengan mencantumkan
kalimat ” by the grace of
Good” (Atas berkat rahmat
Tuhan Yang Maha Esa).
Teori 1. Thomas 3. Negara terjadi karena adanya
Perjanjia Hobbes kontrak sosial (perjanjian
n 2. John Locke masyarakat). Masyarakat
Masyara 3. J.J. mengadakan perjanjian untuk
kat Rousseau membentuk negara dan
4. Montesquie menyerahkan sebagian
u kedaula-tannya kepada negara
untuk menyeleng-garakan
kepentingan masyarakat.

4. John Locke, bahwa pada


tahap I perjanjian antar individu
yang diadakan untuk
membentuk negara (pactum
unionis). Pada tahap II,
perjanjian diadakan dengan
penguasa (pactum
subjectiones). Negara yang
dikehendaki ”monarki
konstitusional”.
5. Thomas Hobbes,
menghendaki ”monarki
absolut”.
6. J.J. Rousseau, (disebut Bapak
Kedaulatan Rakyat)
menghendaki bahwa raja

1
hanyalah mandataris rakyat
dan karena itu dapat diganti.
Toeri 1. Horald J.  Negara terbentuk atas dasar
Kekuasa Laski kekuasaan, dan kekuasaan
an 2. Leon adalah ciptaan mereka yang
Duguit paling kuat dan berkuasa.
3. Karl Marx
4. Oppenheim  L. Duguit, seseorang karena
er kelebihanya atau
5. Kallikles keistimewaannya baik karena
fisik, kecerdasan, ekonomi
maupun agama dapat
memaksakan kehendaknya
kepada orang lain.
 Karl Marx, negara dibentuk
untuk mengabdi dan
melindungi kepentingan kelas
yang berkuasa, yaitu kaum
kapitalis.
Teori 1. Vonthering a. Kedaulatan Negara :
Kedaulat 2. Paul Kekuasaan tertinggi ada pada
an Laband negara, bukan pada kelompok
3. G. Jellinek orang yang menguasai
kehidupan negara, dan
negaralah yang menciptakan
1. Krabbe hukum
b. untuk
Kedaulatan mengatur
Hukum :
Hukum memegang peranan
dalam negara, hukum lebih
tinggi dari negara yang
berdaulat.
Teori 1. Plato A. Hukum alam bukan buatan
Hukum 2. Aristoteles negara, melainkan kekuasaan
Alam 3. Agustinus alam yang berlaku setiap waktu
4. Thomas dan tempat, serta bersifat
Aquinas universal dan tidak berubah.
B. Aristoteles, manusia adalah
zoon politicon. Dari hakikat
manusia seperti ini, terben-
tuklah berturut-turut “Keluarga
→ Masyarakat → Negara”.
C. Agustinus, negara terjadi
karena adanya keharusan
untuk menebus dosa orang-
orang yang ada di dalamnya.
Negara yang baik mewujudkan
cita-cita agama agama, yakni
keadilan.

2
D. Plato, terjadinya negara secara
evolusi.
E. Thomas Aquinas, negara
merupakan lembaga alamiah
yang diperlukan manusia untuk
menyelenggarakan
kepentingan umum.

b. Pertumbuhan Primer dan Sekunder


Terjadinya negara berdasarkan pendekatan pertumbuhan
primer secara ringkas dapat kita lihat pada bagan di bawah ini.
Suku/Persek
utuan
Masyarakat
(genootscha
ft)

Nega
Keraj Negara
ra
aan Demokr
Nasio
(Rijk) asi
nal

Keterangan :
1. Fase Genootschaft
Kehidupan manusia diawali dari sebuh keluarga, kemudian
berkembang luas menjadi kelompok-kelompok masyarakat
hukum tertentu (suku). Sebagai pimpinan, kepala suku
bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kehidupan
bersama. Kepala suku merupakan primus interpares (orang
pertama di antara yang sederajat) dan memimpin suatu suku,
yang kemudian berkembang luas baik karena faktor alami
maupun karena penaklukan-penaklukan.

2. Fase Kerajaan (Rijk)


Kepala suku sebagai primus interpas kemudian menjadi
seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Untuk
menghadapi kemungkinan adanya wilayah/suku lain yang
memberontak, kerajaan membeli senjata dan membangun
semacam angkatan bersenjata yang kuat sehingga raja
menjadi berwibawa. Dengan demikian lambat laun tumbuh
kesadaran akan kebangsaan dalam bentuk negara nasional.

3.Fase Negara Nasional


Pada awalnya negara nasional diperintah oleh raja yang
absolut dan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi

2
kehendak dan perintah raja. Hanya ada sati identitas
kebangsaan Fase demikian dinamakan fase nasional.

4. Fase Negara Demokrasi


Rakyat yang semakin lama memiliki kesadaran kemudian
tidak ingin diperintah oleh raja yang absolut. Ada keinginan
rakyat untuk mengendalikan pemerintahan dan memilih
pemimpinannya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan
aspirasi mereka. Fase ini lebih dikenal dengan ”kedaulatan
rakyat”, yang pada akhirnya mendorong lahirnya negara
demokrasi.
Menurut pendekatan pertumbuhan sekunder, negara
sebelumnya telah ada. Namun karena adanya revolusi,
intervensi, dan penaklukan, munculah negara yang
menggantikan negara yang ada tersebut. Kenyataan
terbentuknya negara secara sekunder tidak dapat dipungkiri,
meskipun cara terbentuknya kadang-kadang tidak sah
menurut hukum.
Contoh: lahirnya Negara Indonesia setelah melewati
revolusi panjang yang mencapai klimaksnya pada tanggal 17
Agustus 1945. Lahirnya negara Indonesia otomatis yang
mengakhiri pemerintahan Nederlands Indie (Hindia Belanda)
di Indonesia, dan negara lain kemudian mengakuinya baik
secara de facto maupun secara de jure.

c. Pendekatan Faktual
Pendekatan faktual adalah pendekatan yang didasarkan pada
kenyataan-kenyataan yang benar-benar terjadi, yang diungkap
dalam sejarah (kenyataan historis). Pendekatan faktual antara
lain mencakup:
 Occopatie (Pendudukan)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan
belum dikuasai kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku
atau kelompok tertentu.
Contoh: Liberia yang didiami oleh budak-budak negro
kemudian menjadi negara merdeka pada tahun 1847.

 Fusi (Peleburan)
Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami
suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur
menjadi negara baru
Contoh : Terbentuknya Federasi Kerajaan Jerman pada tahun
1871.

 Cessie (Penyerahan)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah diserahkan kepada negara
lain berdasarkan perjanjian tertentu.

2
Contoh: Wilayah Sleewijk diserahkan oleh Austria kepada
Prussia (Jermanz0 karena adanya perjanjian bahwa negara
yang kalah perang harus memberikan negara yang
dikuasainya kepada negara yang menang. Austria adalah
salah satu negara yang kalah pada Perang Dunia I.

 Accesie (Penarikan)
Pada mulanya suatu wilayah terbentuk akibat naiknya lumpur
sungai atau timbul dari dasar laut (delta). Wilayah tersebut
kemudian dihuni oleh sekelompok orang sehingga akhirnya
membentuk negara.
Contoh: Negara Mesir yang terbentuk dari delta sungai Nil.

 Anexatie (Pencaplokan/Penguasaan)
Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai (dicaplok)
oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti.
Contoh: ketika dibentuk pada tahun 1948, negara Israel
banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania, dan
Mesir

 Proclamation (Proklamasi)
Hal ini terjadi karena pendudukan pribumi dari suatu wilayah
yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan
(perlawanan) sehingga berhasil merebut kembali wilayahnya
dan menyatakan kemerdekaan.
Contoh: Negara Republik Indonesia yang merdeka pada
tanggal 17 Agustus 1945 dari penjajahan Jepang dan Belanda.

 Innovation (Pembentukan Baru)


Suatu negara baru muncul di atas wilayah suatu negara yang
pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap.
Contoh: Negara Columbia yang pecah dan lenyap. Kemudian
di wilayah negara tersebut muncul negara baru yaitu
Venezuela dan Columbia Baru.

 Separatisme (Pemisahan)
Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang
semula menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaan.
Contoh: Pada tahun 1939 Belgia memisahkan diri dari
Belanda dan menyatakan
Penugasan Praktik kemerdekaan. 3
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Makna Manusia,
Bangsa dan Negara, lakukan Strategi Pembelajaran dengan
Penugasan Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis.
Langkah-langkah :
Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 3 – 4
orang.
Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik
pembelejaran.
Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan
dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan
2
terhadap wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas.
Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
Buatlah kesimpulan bersama.
C. UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA DAN NEGARA
SERTA PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN

1. Unsur-Unsur Terbentuknya Bangsa


Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa terbentuk karena
adanya faktor-faktor obyektif tertentu yang membedakannya dari
bangsa lain, yakni kesamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat
istiadat, kesamaan politik, perasaan dan agama. Dengan
demikian, faktor obyektif terpenting terbentuknya suatu bangsa
adanya kehendak atau kemauan bersama atau ”nasionalisme”.
Contoh : Terbentuknya bangsa Indonesia dengan kebhinekaan suku,
agama, ras dan golongan yang terbentang dari sabang
sampai merauke telah teruji dalam kurun waktu lebih dari 3
abad. Pada masa penjajahan Belanda selama 350 tahun dan
Jepang 3,5 tahun, meskipun dengan berbagai politik pecah
belah dan adu domba (devide et impera), namun tidak
mampu memisahkan niat, tekad, jiwa dan semangat
bangsa Indonesia dalam membentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945.

Friedrich Hertz (Jerman) dalam bukunya Nationality in History


and Politich mengemukakan bahwa ada empat unsur yang
berpengaruh dalam terbentuknya suatu bangsa, yaitu :
a. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas
kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi,
dan solideritas.
b. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional
sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa
asing terhadap urusan dalam negerinya.
c. Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian
atau kekhasan. Contoh : menjunjung tinggi bahasa nasonal yang
mandiri.
d. Keinginan untuk menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa
dalam mengejar kehormatan, pengaruh dan prestise.

Info Kewarganegaraan
2
TERBENTUKNYA BANGSA AMERIKA

Bangsa Amerika, telah tumbuh dari sejumlah koloni yang


bertebaran disana-sini pada abad ke-17 menjadi sebuah negara yang
mencakup seluruh benua dengan jumlah penduduk lebih dari 235
juta jiwa. Negara ini telah menggelar wilayahnya jauh ke lingkaran
Arktik sampai ke Alaska serta ke Samudra Pasifik sampai ke Hawaii.
Amerika telah menjadi negara pertanian, industri, dan sekaligus
berteknologi tinggi. Sesungguhnya, karena tekad dan semangat
serta nasionalisme rakyatlah yang telah menjelmakan Amerika
Serikat menjadi sebuah negara besar, dan bukan karena teknologi
komputer dan robotnya.
Sejak semula, bangsa Amerika telah mengalami banyak ujian
sebagai berikut :
1. Para pemukim pertama, berupaya memapankan diri mereka di
lahan kosong yang subur , tetapi acapkali kejam.
2. Para perintis, menaklukkan daerah barat yakni dengan perjuangan
yang terus menerus melawan bencana alam (kekeringan, banjir,
topan dan gempa bumi)
3. Mereka telah berhasil mengatasi kesengsaraan akibat perang
saudara, yakni pertumpahan darah antara sesama saudara
sebangsa.
Rakyat Amerika telah menyaksikan perubahan negara itu dari
sebuah negeri yang berdiri sendiri dan terpencil menjadi sebuah
negara adikuasa pada abad ke-20 yang terlibat dalam dua perang
dunia dan 4 perang besar di Asia (Korea dan Vietnam) serta di Irak
dan Afganistan.
Bangsa Amerika memiliki rakyat yang Bhineka Tunggal Ika .
Hampir tidak ada kelompok ras yang tidak diwakili dalam jumlah
yang besar di Amerika. Tidak mungkin kita memahami Amerika
Serikat tanpa mempertimbangkan kebhinekaan penduduknya, yang
justru memberikan sumbangan berupa tradisi dan kekuatan,
meskipun ketegangan antara kelompok, acapkali menimbulkan
problema tersendiri.

MUTLA
KONSTITUTIF
2. Unsur-Unsur Terbentuknya Negara K
Suatu negara dapat terbentuk, apabila memenuhi unsur-unsur
minimal konstitutif. Unsur konstitutif, merupakan syarat mutlak
yang harus ada untuk mendirikan negara, yakni berupa : adanya
RAKYAT
rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat. PEMERINTAH
WILAYAH Adapun unsur lain
yang tidak mutlak (formalitas untuk memperlancar BERDAULAT
dalam tata
pergaulatan internasional) yang dapat dipenuhi setelah negara
tersebut berdiri, adalah pengakuan dari negara lain (unsur
deklaratif). Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan berikut :
UNSUR-UNSUR
TERBENTUKNYA TIDAK
NEGARA DEKLARATIF MUTLA
K
2
DE
DE JURE
FACTO
Menurut ahli kenegaraan Oppenheimer dan Lauterpacht, suatu
negara harus memenuhi syarat-syarat : rakyat yang bersatu, daerah
atau wilayah pemerintah yang berdaulat dan pengakuan dari negara
lain. Sedangkan menurut Konvensi Montevideo (Uruguay) tahun
1933 yang merupakan konvensi hukum internasional, negara harus
mempunyai empat unsur konstitutif, yaitu sebagai berikut :
a. Harus ada penghuni (rakyat, penduduk, warga negara)
atau bangsa (staatsvolk) ;
b. Harus ada wilayah atau lingkungan kekuasaan;
c. Harus ada kekuasaan tertinggi (penguasa yang berdaulat)
atau pemerintahan yang berdaulat; dan
d. Kesanggupan berhubungan dengan negara-negara lain.

Fokus Kita :
Berdasarkan unsur konstitutif, negara dipandang sebagai satu
kesatuan politis yang konkret, negara in concreto, sebagaimana
terjelmanya negara dalam sejarah sebagai bentuk
pengelompokkan sosial, sebagai asosiasi manusia. Jadi, bukan
negara sebagai ide yang terlepas dari kenyataan sosialnya. Negara

a. Rakyat
Rakyat merupakan unsur terpenting negara, karena rakyatlah
yang pertama kali berkehendak membentuk negara. Secara politis,
rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu
negara atau menjadi penghuni negara yang tunduk pada kekuasaan
negara itu. Pembagian rakyat di dalam negara, dapat dilihat bagan
berikut ini.

2
Fokus Kita :
Secara sosiologis, rakyat adalah sekumpulan manusia yang
dipersatukan oleh rasa persamaan, dan yang bersama-sama
mendiami suatu wilayah tertentu. Secara hukum, rakyat
merupakan warga negara dalam suatu negara yang memiliki

WARGA
NEGARA
PENDUDU
K
RAKYAT BUKAN
WARGA
NEGARA

BUKAN
PENDUDU
K

Pembedaan rakyat berdasarkan hubungannya dengan daerah


tertentu di dalam suatu negara, yaitu penduduk dan bukan
penduduk.
 Penduduk, adalah mereka yang bertempat tinggal atau
berdomisili di dalam suatu wilayah negara (menetap) untuk
jangka waktu yang lama. Secara sosiologis, penduduk adalah
semua orang yang pada suatu waktu mendiami wilayah negara.
Biasanya, penduduk adalah mereka yang lahir secara turun-
temurun dan besar di dalam suatu negara. Di Indonesia,
penduduk yang memiliki status kewarganegaraan disebut
sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditandai dengan
kepemilikan Akte Lahir atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi
yang telah berumur 17 tahun ke atas. Warga Negara Asing
(WNA) yang menetap di Indonesia karena suatu pekerjaan, juga
disebut sebagai penduduk.
 Bukan Penduduk, adalah mereka yang berada di dalam suatu
wilayah negara hanya untuk sementara waktu (tidak
menetap). Contoh : para turis mancanegara atau tamu-tamu
instansi tertentu di dalam suatu negara.
Sedangkan pembedaan rakyat berdasarkan hubungannya
dengan pemerintah negaranya, yaitu warga negara dan bukan
warga negara.
 Warga Negara, adalah mereka yang berdasarkan hukum
tertentu merupakan anggota dari suatu negara, dengan status
kewarganegaraan warga negara asli atau warga negara
keturunan asing. Warga negara juga dapat diperoleh
berdasarkan suatu undang-undang atau perjanjian yang diakui
sebagai warga negara (melalui proses naturalisasi).

2
 Bukan Warga Negara (orang asing), adalah mereka yang
berada pada suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi
anggota negara yang bersangkutan, namun tunduk pada
pemerintah di mana mereka berada. Contoh : Duta Besar,
Konsuler, Kontraktor Asing, dan sebagainya).
Warga negara dan bukan warga memiliki hak dan kewajiban
yang berbeda. Contoh : warga negara dapat memiliki tanah atau
mengikuti pemilu, suatu hak yang tidak dimiliki oleh orang yang
bukan warga negara.

b. Wilayah
Wilayah merupakan unsur mutlak suatu negara sebagai tempat
berhuninya rakyat (warga negara) dan tempat berlangsungnya
pemerintahan yang berdaulat. Jika warga negara merupakan dasar
personel suatu negara, maka “wilayah” merupakan landasan
material atau landasan fisik negara. Suatu bangsa yang berpindah-
pindah (nomaden) tidak akan mempunyai negara, walaupun
mereka memiliki warga dan penguasa sendiri.

Fokus Kita :
Luas wilayah suatu negara, ditentukan oleh perbatasanya. Di
dalam batas-batas itu, negara menjalankan yurisdiksi teritorial
(kewenangan hukum kewilayahan) atas orang dan benda yang
berada dalam wilayah itu, kecuali beberapa golongan orang dan
benda yang dibebaskan dari yurisdiksi itu. Contoh : tempat

Wilayah suatu negara, secara umum dapat dibedakan atas :


wilayah daratan, wilayah lautan, wilayah udara dan wilayah
ekstrateritorial.

 Wilayah Daratan
Wilayah daratan, merupakan wilayah di permukaan bumi
dengan batas-batas tertentu dan di dalam tanah di bawah
permukaan bumi. Wilayah daratan tidak sepenuhnya dapat
dimiliki sendiri oleh suatu negara, karena ada kalanya harus
berbagi dengan negara lain meskipun ada di dalam satu benua
atau satu pulau.
Batas wilayah suatu negara dengan negara lain di darat,
dapat berwujud sebabagai berikut :
1) Batas Alamiah, yaitu batas suatu negara dengan
negara lain yang terjadi secara alami dalam bentuk : sungai,
danau, pegunungan, lembah, dan hutan.
2) Batas Buatan, yaitu batas suatu negara dengan
negara lain yang sengaja dibuat oleh manusia dalam bentuk :

2
pagar tembok, kawat berduri, tiang tembok, pos penjagaan
dan patok.
3) Batas secara Geografis, yaitu batas wilayah
suatu negara dengan negara lain yang dapat ditentukan
melalui batas-batas secara geofisika, yang dapat dihitung
dengan adanya garis lintang dan bujur dalam bola dunia.
Misalnya letak negara Indonesia secara geografis berada pada
lintang 60 LU, 110 LS, 950 BB – 1410 BT.
Batas-batas suatu wilayah daratan, baik yang mencakup dua
negara atau lebih pada umumnya ditentukan melalui suatu
perjanjian atau traktat seperti contoh berikut ini.
 Traktat antara Belanda dan Inggris pada tanggal, 20 Juli
1891 dalam menentukan batas wilayah Hindia Belanda di
Pulau Kalimantan.
 Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia
mengenai garis batas dengan Papua Nugini yang
ditandatangani pada tanggal, 12 Februari 1973.

------ ada gambar perbatasan negara Indonesia dengan negara lain ------

Penugasan
Carilah sumber Praktik
informasi lain baik dari buku,
4 koran, majalah,
internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal
Kewarganegaraan
berikut :
Rumuskan kembali bagaimana suatu bangsa secara
sosiologis maupun politis dapat terbentuk !
Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia
dengan terbentuknya bangsa di dalam suatu negara
tertentu !
Berikan penjelasan kembali mengapa unsur
konstitutif, merupakan unsur mutlak dalam berdirinya
suatu negara !
Berikan Berikan
sekurang-kurangnya
sekurang-kurangnya
2 (dua) contoh2 persamaan
(dua) contoh
dan
berbedaan
persamaanantara
danwarga
berbedaan
negaraantara
denganwarga
bukan negara
warga dengan
negara
berdasarkan
bukan wargahaknegara
dan kewajibannya
berdasarkan! hak dan kewajibannya !
Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah
batas suatu negara dengan negara lain !

 Wilayah Lautan
Wilayah lautan merupakan perairan berupa samudra, laut,
selat, danau dan sungai dalam batas wilayah negara. Tidak
semua negara memiliki lautan, oleh sebab itu khusus bagi

2
Negara Republik Indonesia dengan luas wilayah 2/3 terdiri dari
lautan hal ini merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri.
Negara yang tidak memiliki lautan disebut land locked.
Sedangkan negara yang memiliki wilayah lautan dengan pulau-
pulau di dalamnya disebut archipelago state.
Pembahasan mengenai batas-batas wilayah lautan, awalnya
ada dua konsepsi (pandangan) pokok mengenai wilayah lautan,
yaitu res nullius dan res communis.
1) Res Nullius, yaitu konsepsi yang menyatakan bahwa
laut itu dapat diambil dan dimiliki oleh setiap negara.
Konsepsi ini dikembangkan oleh John Sheldon (1584 – 1654)
dari Inggris dalam bukunya Mare Clausum atau The Right and
Dominion of The Sea.
2) Res Communis, yaitu konsepsi yang beranggapan
bahwa laut itu adalah milik masyarakat dunia sehingga tidak
dapat diambil atau dimiliki oleh masing-masing negara.
Konsep ini dikembangkan oleh Hugo de Groot (Grotius) dari
Belanda (1608) dalam bukunya Mare Liberum (laut bebas).
Karena konsepsi inilah Grotius kemudian dianggap sebagai
Bapak Hukum Laut Internasional.
Dewasa ini, yang dijadikan dasar hukum masalah wilayah
kelautan suatu negara adalah berpedoman pada Hasil
Konferensi Hukum Laut Internasional III tahun 1982 di
Montigo By (Jamaika) yang diselenggarakan oleh PBB yaitu
UNCLOS (United Nations conference on The Law of The Sea).
Konferensi tersebut ditandatangani pada tanggal 10 Desember
1982 oleh 119 negara peserta (117 negara dan 2 organisasi
kebangsaan di dunia).

---- ada gambar wilayah laut negara Indonesia dengan batas-batasnya


------

N Batas Pengertian/Uraian
o Lautan
1. Laut Wilayah laut yang menjadi hak kedaulatan
Teritorial penuh suatu negara pantai dengan lebar
(LT) wilayah 12 mil, diukur berdasarkan garis
lurus yang ditarik dari garis dasar pantai
ketika air surut ke arah laut bebas.

2. Zona Wilayah laut yang lebarnya 12 mil dari laut


Bersebe- teritorial. Jadi, jika suatu negara telah
lahan (ZB) memiliki wilayah teritorial sejauh 12 mil,
maka wilayahnya menjadi 24 mil laut diukur
dari pantai. Di dalam wilayah ini, suatu
negara pantai dapat mengambil tindakan

3
dan menghukum pihak-pihak yang
melanggar undang-undang bea cukai, fiskal,
imigrasi dan ketertiban negara.

3. Zona Wilayah laut suatu negara pantai yang


Ekonomi batasnya 200 mil ke laut bebas. Negara
Eksklusif pantai dapat mengambil kekayaan alam
(ZEE) lautan dan melakukan kegiatan ekonomi
tertentu. Negara lain bebas berlayar atau
terbang di atas wilayahnya itu, serta bebas
pula memasang kabel dan pipa di bawah
lautan ini. Negara pantai pantai yang
bersangkutan dapat menangkap nelayan
asing yang kedapatan menangkap ikan
dalam ZEE-nya.

4. Landas Wilayah daratan di bawah permukaan laut di


Kontinen luar laut teritorial dengan kedalaman 200 M
(LK) atau lebih. Hal ini dimaksudkan untuk
kepentingan penguasaan dan yurisdiksi
kekayaan dalam dasar laut dengan negara
tetangga.

5. Landas Wilayah lautan suatu negara yang lebarnya


Benua (LB) lebih dari 200 mil laut. Dalam wilayah ini,
suatu negara boleh mengadakan eksplorasi
dan eksploitasi dengan kewajiban membagi
keuntungan dengan masyarakat
Internasional

Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang batas wilayah


laut berdasarkan hasil Konferensi Hukum Laut Internasional III
1982, perhatikan gambar berikut.

(Z (LB
(LT)
B) (ZE ≥ )200
12 12 E)
200 Mil
Mil Mil Mil
LAU
DARATAN T
NEGARA
(B)

200
(LANDAS
M
KONTINEN)

3
Perihal landas kontinen, pemerintah Republik Indonesia
pada tanggal 17 Februari 1969, telah mengeluarkan Deklarasi
tentang “Landas Kontinen” dengan kebiasaan praktik negara dan
dibenarkan pula oleh Hukum Internasional bahwa suatu negara
pantai mempunyai penguasaan dan yurisdiksi yang
eksklusif atas kekayaan mineral dan kekayaan lainnya dalam
dasar laut dan tanah di dalamnya di landas kontinen.
Pemerintah Indonesia merasa penting untuk menyelesaikan
soal-soal garis landas kontinen dengan negara tetangga sebelum
ditemukan deposit (endapan mineral) agar penyelesaiannya
lebih mudah melalui cara-cara damai sebagai wujud semangat
kebijaksanaan bertetangga yang baik (good neighborhood
policy). Beberapa contoh hasil perjanjian landas kontinen yang
telah ditandatangani, antara lain :
1) Perjanjian RI – Malaysia tentang Penetapan Garis Batas
Landas Kontinen Kedua Negara (di Selat Malaka dan Laut Cina
Selatan) ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1969 dan
mulai berlaku tanggal 7 November 1969.
2) Perjanjian RI – Thailand tentang landas kontinen Selat
Malaka bagian Utara dan Laut Andaman, ditandatangani
tanggal 17 Desember 1971 dan berlaku mulai tanggal 7 April
1972.
3) Persetujuan RI – Australia tentang penetapan atas batas-
batas dasar laut tertentu di daerah Laut Timor dan Laut
Arafuru sebagai tambahan pada persetujuan tanggal 18 Mei
1971, dan berlaku mulai tanggal 9 Oktober 1972.

Info Kewarganegaraan
PRAKTIK KENEGARAAN BATAS LAUT

Praktik-praktik kenegaraan masa lalu memperlihatkan


adanya kecenderungan pemilikan wilayah laut oleh negara-
negara tertentu, walaupun pemilikan tersebut harus
memperhatikan kepentingan masyarakat dunia dalam bentuk
kebebasan pelayaran. Pada tahun-tahun berikutnya, semua
negara sepakat bahwa mereka dapat memiliki laut sepanjang
pantainya, tetapi laut lepas harus bebas bagi semua orang.
Perkembangan lebih lanjut, tuntutan terhadap lebar laut
negara-negara pantai tidak sama karena tiap negara
mempunhyai tujuan atau kepentingan yang berbeda.
Menurut konsepsi umum yang sekarang berlaku, demi
menjamin keselamatan negara setiap negara berhak
mengklaim bagian laut tertentu yang berbatasan dengan
daratan sebagai bagian wilayahnya (laut teritorial). Dalam laut
teritorial semua ketentuan negara yang bersangkutan dapat
diberlakukan. Pada awal penentuan lebar wilayah laut teritorial

3
terjadi silang pendapat. Australia dan Kanada, menetapkan
lebar laut 3 mil (1 mil = 1852 m), sedangkan Elsavador
menetapkan 200 mil. Negara Indonesia berdasarkan
Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie 1939,
menentukan lebar wilayah lautnya hanya 3 mil, diukur dari
garis terendah pantai tiap pulau di Indonesia.
Dalam perjuangan untuk mewujudkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, pada tanggal 13 Desember 1957
menetapkan ”Deklarasi Juanda” berdasarkan konsepsi
negara kepulauan (archipelago state concept) yang dipertegas
dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(PERPU) No. 4 Tahun 1960. Dengan demikian, dinyatakan
bahwa wilayah lebar laut = 12 mil diukur dari garis pangkal
lurus (straight base line) dan semua pulau yang ada di
dalamnya dianggap sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini
kemudian diikuti dengan peraturan pelaksana mengenai ”lalu
lintas damai kendaraan laut asing” dalam bentuk Peraturan
Pemerintah (PP) No. 8 tahun 1962.
Sebagian besar negara memiliki wilayah laut. Negara-negara
yang tidak memiliki wilayah laut (land locked), antara lain :
Afghanistan, Myanmar (Burma), Swiss, Mongolia, dan Uganda.

 Wilayah Udara
Wilayah udara adalah udara yang berada di wilayah
permukaan bumi di atas wiliyah darat dan laut. Pasal 1
Konvensi Paris 1919 meenyatakan bahwa negara-negara
merdeka dan berdaulat berhak mengadakan eksplorasi dan
eksplotasi di wilayah udaranya, misalnya untuk kepentingan
radio, satelit, dan penerbangan. Kemudian Konvensi Chiacago
1944 (Pasal 1) menyatakan ”Bahwa setiap negara mempunyai
kedaulatan yang utuh dan ekslusif di ruang udara di atas
wilayahnya”.
Berdasarkan undang-undang Negara Indonesia No. 20 Tahun
1982, batas wilayah kedaulatan dirgantara yang termasuk orbit
geo-stationer adalah setinggi 35.671 km. Berikut ini pandangan
beberapa ahli mengenai batas wilayah udara.

------------------------------ ada gambar “Geo Stasioner

11Lee
Menurut Lee, lapisan atmosfir dalam jarak tembak meriam
yang dipasang di darat, dianggap sama dengan udara
teritorial negara. Di luar jarak tembak itu adalah udara bebas,
dalam arti dapat di lalui oleh semua pesawat udara negara
mana pun.
11Von Holzen Dorf

3
Menurut Dorf, ketinggian ruang udara adalah 1.000 meter
dari titik permukaan bumi yang tertinggi.
11Henrich’s
Menurutnya, negara dapat berdaulat di ruang armosfir selama
masih terdapat gas atau partikel-partikel udara atau pada
ketinggian 196 mil. Di luar atmosfir, negara tidak lagi
mempunyai kedaulatan.

Ada dua teori tentang konsepsi wilayah udara yang dikenal


saat ini, yaitu sebagai berikut :
1) Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory)
a) Kebebasan ruang udara tanpa batas. Menurut
teori ini, ruang udara itu bebas dan dapat digunakan oleh
siapa pun. Tidak ada negara yang mempunyai hak dan
kedaulatan di ruang udara.
b) Kebebasan udara terbatas. teori ini bersumber dari
hasil sidang Institut de Droit International pada sidang di
Gent (1906), Verona (1910), dan Madrid (1911). Menurut
teori ini:
 Setiap negara berhak mengambil tindakan tertentu
untuk memlihara keamanan dan keselamatannya.
 Negara kolong (negara bawah, subjacent state)
hanya mempunyai hak atas wilayah/zona teritorial.

2) Teori Negara Berdaulat di Udara (The Air Sovereagnty)


a) Teori Keamanan, menyatakan bahwa suatu
negara mempunyai kedaulatan atas wilayah udaranya
sampai yang diperlukan untuk menjaga keamanannya.
Teori ini dikemukakan oleh Fauchille (1901). Fauchille
menetapkan bahwa ketinggian wilayah udara adalah 1.500
m. Namun pada tahun 1910, ketinggian diturunkan
menjadi 500 m.
b) Teori Pengawasan Cooper (Cooper’s
Control Theory). Menurut Cooper (1951), kedaulatan
negara ditentukan oleh kemampuan negara yang
bersangkutan untuk mengawasi ruang udara yang ada di
atas wilayahnya secara fisik dan ilmiah.
c) Teori Udara (Schacter). Menurut teori ini, wilayah udara
itu haruslah sampai suatu ketinggian di mana udara masih
cukup mampu mengangkat (mengapungkan) balon dan
pesawat udara.

 Wilayah Ekstrateritorial
Wilayah ekstrateritorial adalah wilayah suatu negara yang
berada di luar wilayah negara itu. Menurut hukum internasional,
yang mengacu pada hasil Reglemen dalam Kongres Wina
(1815) dan kongres Kongres Aachen (1818), “perwakilan
3
diplomatik suatu negara di negara lain merupakan daerah
ekstrateritorial”.
Daerah ekstrateritorial mencakup :
1) Daerah perwakilan diplomatik di suatu negara
Yaitu, tempat perwakilan suatu negara lain. Di tempat
tersebut berlaku larangan bagi alat negara yang dituju (polisi
dan penjabat kehakiman) untuk masuk tanpa izin. Daerah ini
juga bebas dari pengawasan dan sensor terhadap setiap
kegiatan yang dilaksanakan di wilayah perwakilan tersebut.
2) Kapal yang berlayar di bawah bendera suatu negara
Hal ini berlaku baik di laut lepas maupun di laut teritorial
negara lain. Sebuah ka-pal dengan bendera tertentu
diibaratkan sebagai pulau terapung (Floating land).

Fokus Kita :
Di dalam suatu wilauah ekstrateritorial, seorang duat
besar memiliki hak ekstrateritorial (selain hak kekebalan
diplomatik) yaitu hak kedaulatan atas bangunan, gedung dan
halaman keduataan sampai batas pagar. Tidak seorangpun

Penugasan Praktik 5
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Wilayah Lautan,
Kewarganegaraan
Wilayah Udara dan Wilayah Ekstrateritorial, Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut :
Negara Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dari
Sabang sampai Merauke, tuliskan sekurang-kurangnya 3
(tiga) contoh kelebihan dan kekurangannya !
Berikan penjelasan, dampak apa sajakah yang akan
ditimbulkan jika suatu negara tidak memiliki teknologi
ruang angkasa/udara !
Berikan penjelasan, mengapa di dalam suatu wilayah
ekstrateritorial para duta besar memiliki hak
ekstrateritorial !
c 1 Pemerintah Yang Berdaulat
Suatu pemerintahan yang berkuasa atas seluruh wilayah dan
segenap rakyatnya disebut “kedaulatan” atau sovereignity. Kata
kedaulatan atau “daulat” berasal dari kata daulah (Arab)
sovereignity (Inggris), souvereiniteit (Perancis), supremus
(Latin), dan souvranita ((Italia), yang berarti “kekuasaan
tertinggi”. Kekuasaan yang dimiliki pemerintah mempunyai
kekuatan yang berlaku ke dalam (interne-souvereiniteit) dan ke
luar (externe-souvereiniteit).
Menurut Jean Bodin (1500-1596), seseorang filsuf Perancis,
kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan
hukum dalam suatu negara. Kedaulatan mempunyai sifat-sifat
pokok sebagai berikut :

3
1) Asli, artinya kekuasaan itu tidak berasal dari kekuasaan lain
yang lebih tinggi.
2) Permanen, artinya kekuasaan itu tetap ada selama negara
itu berdiri sekalipun pemegang kedaulatan berganti-ganti.
3) Tunggal (bulat), artinya kekuasaan itu merupakan satu-
satunya kekuasaan tertinggi dalam negara yang tidak
diserahkan atau dibagi-bagikan kepada badan lain.
4) Tidak terbatas (absolut), artinya kekuasaan itu tidak
dibatasi oleh kekuasaan lain. Bila ada kekuasaan lain yang
membatasinya, maka kekuasaan tertinggi yang dimilikinya
akan lenyap.

Fokus Kita :
Kedaulatan adalah, kekuasaan tertinggi dalam suatu
negara yang berlaku terhadap seluruh wilayah dan segenap
rakyat negara itu. Dalam pengertian lain, kedaulatan dapat
diartikan sebagai kekuasaan tertinggi negara (dulu : raja
atau ratu) atas pemerintahan negara itu (Kamus Umum
Bahasa Indonenesia). Jadi, pemerintah yang berdaulat
adalah pemerintah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam

Pemerintah adalah lembaga, atau orang yang bertugas


megnatur dan memajukan negara dengan rakyatnya.
Pemeriantah dalam rati organ, dapat dibedakan dalam arti
sempit dan dalam arti luas.
 Pemerintah dalam arti sempit, adalah suatu badan yang
berwenang melaksanakan kebijakan negara atau
perlengkapan negara yang melaksanakan fungsi
pemerintahan saja (eksekutif). Badan ini terdiri atas presiden,
wakil presiden dan para menteri (kabinet) yang menjalankan
peraturan perundangan yang dibuat oleh/bersama lembaga
legislatif.
 Pemerintah dalam arti luas, adalah keseluruhan alat
perlengkapan negara yang memegang kekuasaan negara
yaitu meliputi kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Dalam melaksanakan pemerintahan suatu negara, kedaulatan
yang dimiliki pemerintah dapat dibedakan sebagai berikut :
 Kedaulatan ke dalam, artinya pemerintah memiliki
kewenangan tertinggi dalam mengatur dan menjalankan
organsasi negara sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
 Kedaulatan ke luar, artinya pemerintah berkuasa bebas,
tidak terikat dan tidak tunduk kepada kekuatan lain.
Pemerintah harus pula menghormati kekuasaan negara yang
bersangkutan dengan tidak mencampuri urusan dalam
negerinya.
3
Info Kewarganegaraan
TINJAUAN TENTANG KEDAULATAN
Dalam tinjauan Hukum Tata Negara, kedaulatan
diartikan sebagai kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi
dan mutlak. Kedaulatan dapat terbagi atas :
a. Kedaulatan teritorial, yaitu kedaulatan mengenai daerah
kekuasaan yang mencakup wilayah : darat, perairan (laut,
danau, sungai) dan udara.
b. Kedaulatan personil, yaitu menyangkut para kaula negara,
warga negara dan penduduk atau rakyat.
Dalam tinjauan Hukum Internasional, kedaulatan diartikan
sebagai kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara
lain. Sejajar dengan kemajuan umat manusia, pengertian
kedaulatan kemudian juga mengalami perkembangan. Dengan
terbentuknya PBB sesudah Perang Dunia II, tumbuh pula
kesadaran umat manusia, sesama bangsa dan antar negara.
Umat manusia mulai menyadari bahwa kemerdekaan negara
dan kemerdekaan seseorang sebagai inti pengertian tentang
kedaulatan juga dibagasi oleh kemerdekaan orang lain.

Dalam praktik-praktik kedaulatan suatu negara, terdapat


beberapa teori tentang kedaulatan yang dikemukakan oleh para
ahli, yaitu teori kedaulatan Tuhan, teori kedaulatan raja, teori
kedaulatan negara, teori kedaulatan hukum dan teori kedaulatan
rakyat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan matrik berikut ini.

Toeri, Tokoh,
Uraian pokok-pokok
Perkemba-ngan dan Keterangan
ajaran
Latar Belakang
1. Teori Kedaulatan  Teori ini 
Tuhan beranggapan bahwa Ethiopia,
a. raja atau penguasa masa Raja
Agustinus memperoleh Haile
b. kekuasaan tertinggi Selassi
Thomas Aquinas dari Tuhan. (Ia`me-rasa
c. diri dipilih
Marsillius  Kehend oleh
d. ak Tuhan menjelma Tuhan).
F.J. Stahl ke dalam diri raja
atau penguasa 
 Berkem (Paus). Oleh sebab Belanda de-
bang pada abad itu, mereka dianggap ngan raja-
V-XV sebagai utusan raja yang
Tuhan, atau titisan mengang-
 Dilatarb dewa. gap diri
elakangi oleh sebagai

3
perkembangan  Segala wakil
agama Kristen peraturan yang Tuhan, By
dan maraknya dijalankan oleh the grace
Pantheisme penguasa bersumber of God
(paham yang dari Tuhan. Oleh (Atas Rah-
menyatakan sebab itu, rakyat mat Tuhan).
bahwa Tu-han harus patuh dan
bukan sebuah 
tunduk kepada Jepang
pribadi, perintah penguasa.
melainkan bah-wa pada masa
semua hukum, Kaisar
ke-kuatan, Tenno
manifestasi yang Heika yang
ada di dunia ini dianggap
adalah Tuhan sebagai
(menye-tarakan titisan
alam dengan Dewa Mata-
Tuhan). hari.

2. Kedaulatan Raja  Kedaula 


1) N. tan negara terletak Perancis
Machiavelli di tangan raja pada masa
2) Jean Bodin sebagai pen-jelmaan Louis XIV
3) Thomas kehendak Tuhan. (1643-
Hobbes 1715)
4) Hegel  Raja dengan
juga merupakan ucapannya
 Berk baya-ngan dari
embang sekitar L’ Etat Cest
Tuhan (Jean Bodin). moi yang
abad XV.
 Agar berarti,
 Dilat negara
negara kuat, raja
arbelakangi oleh adalah
harus berkuasa
perkembangan saya.
mutlak dan tidak
kekuasa-an yang
terbatas (N.
sudah bergeser
Machiavelli).
dari Gereja (Paus)
ke raja.  Raja
berada di atas
undang-undang.
Rakyat harus rela
menyerahkan hak-
hak asasi dan
kekuasaannya
secara mutlak
kepada raja
(Thomas Hobbes).

3. Kedaulatan Raja  Kekuasa 


a. George an pemerintah Tsar di
Jellinek bersumber dari Rusia yang
b. Paul kedaulatan negara totaliter,

3
Laband (staats dan
 Be souvereiniteit). diguling-
rkembang antara kan pada
abad XV-XIX.  Negara tahun 1917
 Dii dianggap sebagai melalui
lhami oleh sumber kedaulatan Revolusi
gerakan yang memiliki Bol-shevik
Renaissance dan kekuasaan tidak (Okto-ber)
ajaran Niccolo terbatas. dengan
Machiavelli  Karena paham
tentang negara negara itu abstrak, komu-nis
sebagai pusat kekuasaannya
kekuasaan. 
diserahkan kepada Jerman
raja atas nama semasa
negara. Hitler, dan
 Negaral Italia masa
ah yang B.
menciptakan hukum. Mussolini
Oleh sebab itu, me-rasa
negara tidak wajib sebagai
tunduk kepada pusat
hukum. kekuatan
negara dan
memerintah
secara
totaliter-
sentralistik.

4. Kedaulatan  Bahwa 
Hukum kekuasaan hukum Negara
(Nomokrasi) (rechtssouvereiniteit Eropa dan
a. Krabbe ) merupa-kan Amerika
b. Immanuel kekuasaan tertinggi pada
Kant di dalam negara. umumnya
c. Kranenbur menganut
 Kekuasa teori hukum
g an negara bersum- murni.
 Berkemban ber pada hukum,
g setelah Revolusi sedang-kan hukum 
perancis. bersumber dari rasa Indonesia
keadilan dan menganut
 Diilhami
kesadaran hukum. teori
oleh sembo-yan
negara
Revolusi perancis:  Pemerin hukum
Liberte, Egalite, tah (negara) hanya modern.
dan Fraternite. berperan sebagai
penjaga malam yang
melindungi hak asasi
manusia dan tidak
boleh mencampuri
urusan sosial-
3
ekonomi masyarakat
(negara hukum
murni- Immanuel
Kant).
 Negara
seharusnya menjadi
negara hukum.
Artinya, setiap
tindakan negara
harus didasarkan
atas hukum (H.
Krabbe).
 Selain
sebagai penjaga
malam, negara
berfungsi dan
berkewajiban mewu-
judkan
kesejahteraan rakyat
(welfare state-
Kranenburg).
5. Kedaulatan
 Rakyat 
Rakyat
merupakan kesatuan Diterapkan
a. Solon
yang dibentuk oleh di hampir
b. John Locke
individu-individu semua
c. Montesquie
melalui perjanjian negara,
u
masyarakat (social namun
d. J.J.
contract) pelaksanaa
Rousseau
nnya
 Berkemban  Rakyat sangat
g mulai abad XVII- sebagai pemegang tergan-tung
XIX hingga kekuasaan tertinggi pada re-zim
sekarang. mem-berikan yang ber-
sebagian haknya kuasa,
 Banyak kepada penguasa
dipengaruhi oleh ideologi, &
untuk kepentingan kebudayaa
teori kedaulatan bersama.
Hukum yang n masing-
menem-patkan  Penguas masing
rakyat tidak a dipilih dan negara.
hanya sebagai ditentukan atas
obyek, tetapi juga dasar kehendak
subyek dalam rakyat/ umum
negara (volonte generale)
(demokrasi). melalui perwakilan
yang duduk di dalam
pemerintahan.
 Pemerin
tah yang berkuasa
4
harus
mengembalikan hak-
hak sipil kepada
warganya (civil
rights).

Penugasan Praktik 6
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Makna Negara
(pengertian, sifat hakikat negara dan terjadinya negara ), Unsur-
unsur Terbentuknya Bangsa dan Negara (rakyat, wilayah
darat, wilayah laut, wilayah udara dan wilayah ekstrateritorial),
dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau
pernyataan sebagai berikut :
1. Apa sajakah perbedaan pokok tentang makna (pengertian)
negara berdasarkan hal-hal berikut :
N Pengerti
Uraian Singkat
o an
...........................................................................
Secara
..................................
1. Etimologis
...........................................................................
.
..................................
...........................................................................
Pendapat
..................................
2. Mr.Soenar
...........................................................................
ko
..................................
...........................................................................
Pendapat
..................................
3. Kranenbu
...........................................................................
rg
..................................
Dari ketiga pendapat tersebut di atas, menurut anda manakah
yang paling sesuai dengan kenyataan yang ada ! Berikan
alasannya : ................................................................
.......................................................................................................
...............................................

4
2. Berikan penjelasan tentang sifat hakikat negara “Mencakup
Semua” atau all embracing !
.......................................................................................................
.......................................................................................................
..............................................................................................
Berikan 2 (dua) contoh yang ada di sekitar wilayah
anda : .................................................
.......................................................................................................
...............................................

3. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai dengan


Merauke, memiliki batas-batas wilayah laut dengan negara
tetangga. Tuliskan nama-nama batas laut tersebut !

Laut Bagian Laut Bagian Utara Laut Bagian Barat


Selatan
.............................. ................................ .................................
............. ............... ..............
.............................. ................................ .................................
............. ............... ..............
.............................. ................................ .................................
............. .............. ..............

4. Berikan tanggapan penjelasan, bagaimanakah suatu negara


dalam penguasaan ruang udara jika tidak memiliki teknologi
ruang angkasa yang
memadai! ......................................................................................
................................................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

5. Tuliskan persamaan dan perbedaan Teori Kedaulatan Hukum


dan Teori Kedaulatan Rakyat dalam praktik penyelenggaraan
negara !

Persamaan Perbedaan
................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................

d. Pengakuan Dari Negara Lain

4
Pengakuan dari negara lain (deklaratif) meskipun bukan
merupakan unsur pembentuk (konstitutif), namun dalam tata
hubungan internasional sangat diperlukan. Sebab dalam tata
hubungan internasional, status sebagai negara merdeka
merupakan prasyarat yang harus dipenuhi. Suatu negara yang baru
merdeka, memerlukan pengakuan dari negara lain karena beberapa
pertimbangan berikut ini :
 Adanya kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya baik
karena ancaman dari dalam (melalui kudeta) maupun karena
intervensi dari negara lain.
 Ketentuan hukum alam yang tidak bisa dielakkan bahwa
suatu negara tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan dan
kerja sama dengan bangsa lain. Ketergantungan terhadap
bangsa-banga lain itu sangat nyata, misalnya dalam
memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, sosial budaya,
pertahanan, dan keamanan.

Fokus Kita :
Pengakuan (recognition) dari negara lain, adalah
perbuatan bebas oleh satu negara atau lebih negara untuk
mengakui keberadaan suatu wilayah yang dihuni suatu
masyarakat manusia yang secara politis terorganisasi, tidak
terikat pada negara yang lebih dulu ada serta mampu
melaksanakan kewajaibanpkewajiban menurut hukum
internasional, dan dengan tindakan ini mereka (negara-negara

Pengakuan dari negara lain, dapat bersifat de facto, bisa juga


bersifat de jure. Pengakuan de facto bisa bersifat tetap, bisa juga
bersifat sementara; sedangkan pengakuan de jure bersifat tetap,
bisa juga bersifat penuh. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan
berikut :

UNSU
R
DEKL
ARAT
PENG
IF
AKUA
DE DE
FAC N JUR
BERSI
TO DARI E
NEGA BERSI
FAT
RA FAT
SEME
LAIN TETA
NTAR
BERSI P
BERSI
A
FAT FAT
TETA PENU
P H

4
Keterangan :
1) Pengakuan secara De Facto
Pengakuan secara de facto diberikan kalau suatu negara
baru sudah memenuhi unsur konstitutif dan juga telah
menunjukkan diri sebagai pemerintah yang stabil. Pengakuan
secara de facto adalah pengakauan tentang kenyataan (fakta)
adanya suatu negara. Pengakuan ini bisa berlanjut pada
terjalinnya hubungan dengan negara yang memberi pengakuan
tersebut. Pengakuan secara de facto dapat dibedakan menjadi :
a) Pengakauan de facto bersifat sementara
Artinya, pengakuan yang diberikan oleh suatu negara tanpa
melihat bertahan tidaknya negara tersebut di masa depan.
Kalau ternyata negara baru tersebut kemudian jatuh atau
hancur, negara itu akan menarik kembali pengakuannya.
b) Pengakuan de facto bersifat tetap
Artinya, pengakuan dari negara lain terhadap suatu negara
hanya bisa menimbulkan hubungan di bidang ekonomi dan
perdagangan (konsul). Sedangkan hubungan untuk tingkat
duta belum dapat dilaksanakan.

2) Pengakuan secara De Jure


a) Pengakauan de jure bersifat tetap
Artinya, pengakuan dari negara lain berlaku untuk selama-
lamanya setelah melihat adanya jaminan bahwa
pemerintahan negara baru tersebut akan stabil dalam jangka
waktu yang cukup lama.
b) Pengakauan de jure bersifat penuh
Artinya, terjadinya hubungan antara negara yang mengakui
dan diakui meliputi hubungan dagang, ekonomi dan
diplomatik. Negara yang mengakui berhak menempati
konsuler atau membuka keduataan.

Info Kewarganegaraan
PERIHAL PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN
Menurut Oppenheim, pengakuan dari suatu negara
tgerhadap negara lain semata-mata merupakan syarat
konstitutif untuk dapat menjadi An International Person.
Dengan demikian pengakuan secara de facto dapat
sitingkatkan menjadi pengakuan secara de jure atau judicalfact.
Dalam kenyataan, setiap negara mempunyai pandangan
yang berbeda mengenai pengakuan de facto dan de jure.
Misalnya, negara Indonesia tetap memandang pengakuan dari
negara lain hanya sebagai unsur deklaratif. Karena itu,

4
meskipun belum ada negara yang mengakui negara Republik
Indonesia pada awal mula terbentuknya, negara Indonesia
tetap berdiri sebagai negara dengan harkat dan martabat yang
sama dengan negara lain.
Negara Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945
dan baru diakui oleh negara lain beberapa tahun kemudian
(misalnya, negara Mesir : Juni 1947, Lebanon : Juni 1947, Suriah
dan Irak : Juli 1947, Afghanistan : September 1947, Arab Saudi :
November 1947, Uni Soviet : Mei 1948, dan Belanda :
Desember 1948). Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) baru mengakuinya pada tanggal 28 September 1950,
sebagai anggota yang ke 60.

Penugasan
Simak Praktik
baik-baik wacana berikut ini ! 7
Kewarganegaraan
TNI Amankan Perbatasan RI – Australia
Frekuensi pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia dan
Australia ditingkatkan meski ketegangan hubungan kedua negara
telah berangsur-angsur menurun. Panglima TNI Marsekal Djoko
Suyanto menyampaikan hal itu usai memimpin upacara
peringatan HUT ke-60 TNI Angkatan Udara (AU) di Jakarta, Minggu
(9/4).
”(Ada) tambahan personel ke perbatasan RI-PNG dan RI-
Australia, tapi tidak ada penambahan pasukan di Papua,” kata
Panglima TNI. Menurut Djoko, pihaknya akan menggelar
pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain.
Terutama, yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi
seperti Selat Merauke yang berbatasan dengan Australia.
Berdasarkan wacana tersebut di atas, jawablah pertanyaan-
pertanyaan berikut ! Sumber : Media Indonesia,
11/4/2006.

1. Tuliskan pendapat atau pandangan anda dari judul wacana


“TNI Amankan Perbatasan RI –
Australia” ! ..................................................................................
..............
.....................................................................................................
..............................................
.....................................................................................................
..............................................
2. Tuliskan nama-nama daerah darat/laut yang menjadi
perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini dan
Indonesia dengan Australia ! ................................................

4
.....................................................................................................
.............................................
.....................................................................................................
.............................................

3. Jelaskan pendapat anda, adakah kepentingan Australia


yang sering mengangkat “isu Papua” jika dilihat dari segi
ekonomi dan politik !
a. Ekonomi : ....................................................................
....................................................
..................................................................................
......................................
b. Politik : ....................................................................
....................................................
..................................................................................
......................................

4. Menurut Panglima TNI Marsekal Djoko Sutanto, bahwa di


wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini dan Indonesia-
Australia dewasa ini masih dianggap rawan. Tuliskan faktor-
faktor penyebab kerawanan
tersebut ! ...................................................
.....................................................................................................
.............................................
.....................................................................................................
.............................................
.....................................................................................................
.............................................
.....................................................................................................
.............................................
5. Tuliskan pendapata anda, bagaimana solusi yang baik
untuk menyelesaikan masalah kerawanan di perbatasan
Indonesia-Papua Nugini dan Indonesia-Australia !
.....................................................................................................
..............................................
.....................................................................................................
..............................................
.....................................................................................................
..............................................
.....................................................................................................
..............................................

Info Kewarganegaraan
TERBENTUKNYA NEGARA INDONESIA
Istilah “Indonesia” untuk pertama kalinya ditemukan oleh
seorang etnologi Inggris bernama James Richardson Logan tahun

4
1850. Kemudian juga oleh G.W. Earl yang menyebutnya
“Indonesians” dan “Melayu-nesians” bagi penduduk kepulauan
Melayu. Kata Indonesia terdiri dari kata “Indus” (Latin = Hindia) dan
“Nesos” (Yunani = pulau) atau “nesioi” – jamak, berarti “pulau-
pulau”). Dengan demikian, kata Indonesia berarti pulau-pulau
Hindia. Pada tahun 1862 istilah Indonesia digunakan oleh orang
Inggris yang bernama Maxwell dalam karangannya yang berjudul,
“The Island of Indonesia” (“Kepulauan Indonesia”). Maxwell
memakai istilah Indonesia dalam rangka ilmu bumi. Akhirnya pada
tahun 1884 seseorang etnolog Jerman yang bernama Adolf
Bastian memakai juga istilah Indonesia itu. Ia memakainya dalam
rangka etnologi.
Disamping bernama Indonesia, kepulauan kita terkenal pula
dengan nama Nusantara. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa
Kuno, “nusa” berarti “pulau” dan “antara” yang berarti “hubungan”.
Jadi Nusantara berarti, “rangkaian pulau-pulau”.
Dalam perkembangan selanjutnya kedua nama itu digunakan
untuk memberi nama kepulauan kita. Secara politis, nama
Indonesia lebih banyak digunakan. Istilah Indonesia untuk pertama
kalinya digunakan oleh Perhimpunan Indonesia. Perhinpunan
Indonesia adalah suatu organisasi yang didirikan oleh pelajar-
pelajar Indonesia di negeri Belanda (1980). Organisasi itu pada
mulanya bernama Indishe Vereeniging. Kemudian nama itu diganti
menjadi Indonesiche Vereeniging (1922). Akhirnya organisasi itu
bernama Perhimpunan Indonesia (1922). Mereka menemukan istilah
Indonesia itu dari kuliah-kuliah hukum adat yang diberikan oleh
Prof. Cornelis van Vollenhoven.
Kongres Pemuda II di Jakarta tahun 1928 menggunakan istilah
Indonesia dalam rangka persatuan bangsa. Hal ini dapat kita lihat
dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Istilah Indonesia secara
resmi digunakan sebagai nama negara pada tanggal 17 Agustus
1945, dengan diumumkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kepulauan Indonesia terletak pada garis Bujur Timur
95 – 140 derajat dan 6 derajat Lintang Utara – 11 derajat Lintang
Selatan. Kepulauan Indonesia menempati kedudukan strategis.
Sebab, kepulauan Indonesia terletak diantara dua benua (Australia –
Asia ) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik).

Sumber : Buku PMP Kelas 3, Dirjen


Dikdasmen – Depdikbud, 1980.

D.FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA


1. Fungsi Negara
Negara sebagai sebuah organisasi dalam menyelenggarakan
kehidupan masyarakat, memiliki fungsi yaitu, sebagai pengatur

4
kehidupan dalam negara untuk menciptkan tujuan-tujuan negara.
Menurut para ahli kenegaraan, fungsi-fungsi negara mencakup hal-hal
berikut :
• Sebagai Stabilisator, yaitu untuk menjaga ketertiban (law and
order) untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah berbagai
bentrokan dan perselisihan dalam masyarakat.
• Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Pada masa
sekarang, fungsi ini dianggap sangat penting terutama bagi negara-
negara baru atau sedang berkembang.
• Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemungkinan
serangan dari luar. Negara harus dilengkapi dengan alat-alat
pertahanan yang kuat dan canggih.
• Menegakkan keadilan, yang dilaksnakan melalui badan-badan
peradilan.

Fokus Kita :
Fungsi Negara pada umumnya, adalah meliputi fungsi :
melaksanakan penertiban; fungsi mengusahakan kesejahteraan;
fungsi pertahanan; dan fungsi menegakkan keadilan.

1) Fungsi Negara Menurut Para Ahli


Para ahli hukum kenegaraan memiliki pandangan yang khas
tentang fungsi negara sebagai berikut :
 John Locke,
membagi fungsi negara menjadi 3 (tiga) :
1) Fungsi Legislatif, yaitu membuat peraturan.
2) Fungsi Eksekutif, yaitu melaksanakan
peraturan.
3) Fungsi Federatif, yaitu mengurusi urusan luar
negeri dan urusan perang serta damai.
Menurut John Locke, fungsi mengadili temasuk bagian tugas
dari eksekutif.

 Montesquieu,
menyatakan bahwa fungsi negara mencakup tiga tugas pokok:
1) Fungsi Legislatif, yaitu membuat
undang-undang.
2) Fungsi Eksekutif, yaitu
melaksanakan undang-undang.
3) Fungsi Yudikatif, yaitu mengawasi
agar semua peraturan ditaati (fungsi mengadili).
Teori ini dikenal dengan teori “Trias Politica”. Masing-masing
fungsi ini terpisah satu dengan yang lainnya.

4
 Van Vollen Hoven,
menyatakan bahwa fungsi negara mencakup empat tugas
pokok:
1) Regeling, yaitu membuat
peraturan.
2) Bestuur, yaitu menyelenggarakan
pemerintahan.
3) Rechtspraak, yaitu fungsi
mengadili.
4) Politie, yaitu fungsi menjamin
ketertiban dan keamanan.

 Goodnow, membagi fungsi negara menjadi dua tugas pokok:


1) Policy Making, yaitu
membuat kebijakan negara pada waktu tertentu untuk
seluruh masyarakat.
2) Policy Executing, yaitu
melaksanakan kebijakan yang sudah ditentukan.
 Mohamma
d Kusnardi, S.H., membagi fungsi negara menjadi dua bagian:
11 Menjamin ketertiban (law and
order).
Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-
bentrokan dalam masyarakat, negara harus menjamin
terciptanya ketertiban. Negara bertindak sebagai stabilisator.
11 Mewujudkan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat.
Dewasa ini fungsi ini sangat penting. Setiap negara berusaha
meningkatkan taraf hidup masyarakat secara ekonomis.

 G.A. Jacobsen dan M.H. Lipman, berpendapat bahwa ada 3


fungsi negara :
3) Fungsi Esensial, yaitu
fungsi yang diperlukan demi kelanjutan negara. Fungsi ini
meliputi :
a) memelihara angkatan perang untuk
mempertahankan serangan dari luar atau untuk menindas
pergolakan dalam negeri;
b) memelihara angkatan kepolisian untuk
memberantas kejahatan;
c) memelihara pengadilan untuk mengadili
pelanggaran hukum;
d) mengadakan hubungan dengan luar negeri, dan
e) mengadakan pemungutan pajak.
4) Fungsi Jasa, yaitu
aktivitas yang mungkin tidak akan ada apabila tidak
diselenggarakan oleh negara. Salah satu contohnya, adalah

4
pemeliharaan fakir miskin, atau pembangunan jalan-jalan dan
jembatan.
5) Fungsi Perniagaan.
Fungsi ini dapat dilaksanakan oleh individu dengan tujuan
untuk memperoleh keuntungan. Fungsi ini dapat pula
dilaksanakan oleh negara dengan pertimbangan bahwa modal
swasta tidak mencukupi atau negara ingin memperluas
penyelenggaraan berbagai fungsi di seluruh wilayah. Di
antara contoh fungsi ini adalah jaminan sosial, pencegahan
pengangguran, perlindungan deposito di Bank,
penyelenggaraan pos dan telepon.

 R.M. Mac Ivar, berpendapat bahwa fungsi negara sebagai


berikut :
11 Fungsi memelihara ketertiban (order) dalam batas-batas
wilayah negara. Ketertiban dipelihara demi perlindungan.
Tujuannya adalah untuk melindungi warga negara yang
lemah.
11 Fungsi konservasi (penyelamatan) dan perkembangan,
bahwa negara dengan seluruh alat perlengkapannya dapat
menjalankan fungsi-fungsi yang dapat dinikmati oleh generasi
yang akan datang. Contoh, dalam hal pemeliharaan hutan-
hutan, danau, sungai, hasil pertanian, atau pengembangan
industri.

a. Fungsi/Tugas Negara Secara Umum


1) Tugas Esensial :
Mempertahankan negara sebagai organisasi politik yang
berdaulat. Tugas ini meliputi tugas internal (memelihara
perdamaian, ketertiban, dan ketentraman dalam negara serta
melindungi hak milik setiap orang) dan tugas eksternal
(mempertahankan kemerdekaan negara). Tugas essensial ini
sering disebut tugas asli dari negara sebab dimiliki oleh setiap
pemerintah dan negara manapun di dunia.

2) Tugas Fakultatif :
Meningkatkan kesejahteraan umum, baik moral, intelektual,
sosial, maupun ekonomi. Contoh: menjamin kesejahteraan fakir
miskin, kesehatan, dan pendidikan rakyat.

Info Kewarganegaraan
PERBEDAAN FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA
Secara etimologis, antara kata “fungsi” dan “tujuan” memiliki
makna yang berbeda. Suatu tujuan tanpa fungsi adalah steril, dan
fungsi tanpa tujuan adalah mustahil. Bila kedua kata tersebut (fungsi
dan tujuan) dikaitkan dengan negara maka dapat bermakna sebagai

5
berikut :
 Tujuan, menunjukkan apa yang secara ideal hendak dicapai oleh
suatu negara, sedangkan
 Fungsi, adalah pelaksanaan cita-cita tersebut dalam kenyataan.

Perbedaan antara fungsi dan tujuan, dapat disebutkan sebagai


berikut :
Tujuan Fungsi
a. Mengutamakan adanya a. Menunjukkan keadaan gerak,
sasaran yang hendak dicapai, aktivitas dan termasuk dalam
yang terlebih dahulu sudah suasana kenya-aan.
ditetapkan. b. Merupakan pelaksanaan dari
b. Menunjukkan dunia cita-cita, tujuan yang hendak dicapai
yakni suasana ideal yang tersebut.
harus diwujudkan. c. Bersifat riil (nyata).
c. Menjadi ide yang statis kalau d. Bersifat konkrit (dapat
sudah ditetapkan. dirasakan dalam kehidupan).
d. Bersifat abstrak – ideal.

2. Tujuan Negara
Tujuan negara sangat berhubungan erat dengan organisasi negara
yang bersangkutan. Tujuan masing-masing negara sangat dipengaruhi
oleh tata nilai sosial budaya, kondisi geografis, sejarah terbentuknya,
serta pengaruh politik dari penguasa yang bersangkutan. Pada
umumnya, tujuan negara adalah untuk menciptakan kesejahteraan,
ketertiban, dan ketenteraman semua rakyat yang menjadi bagiannya.

Fokus Kita :
Tujuan negara, sangat penting artinya karena akan menjadi
pedoman dalam menyusun, mengatur, dan
mengendalikan/mengerahkan segala kegiatan, seluruh alat
kelengkapan negara, dan kehidupan negara (rakyat). Menurut
Roger F. Soltau, tujuan negara itu memungkinkan rakyat untuk

a. Pendapat Ahli Tentang Tujuan Negara


 Plato, bahwa tujuan negara adalah untuk memajukan
kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun
sebagai makhluk sosial.
 H.J. Laski, tujuan negara adalah untuk menciptakan
keadaan yang di dalamnya rakyat dapat mencapai keinginan-
keinginannya secara maksimal.
 Thomas Aquinas dan Agustinus, tujuan negara adalah
untuk mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan
tenteram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan.
Pemimpin negara adalah wakil Tuhan karena kekuasaan yang
dimilikinya berasal dari Tuhan.

5
b. Teori-teori Tentang Tujuan Negara
Untuk lebih memahami tentang teori-toeri tentang tujuan
negara, dapat dilihat pada matrik di bawah ini.

Nama Teori, Pokok-popok Pendapat Penguasa


Tokoh dan Latar Yang Dikemukakan Yang
Belakangnya Menerapkan
1. Kekuasaan  Rakyat dan negara harus a. Atilla
Negara berban-ding terbalik, bila b. Jeng
(Lord Shang negara ingin kuat maka his Khan
Yang, seorang rakyat harus lemah dan c. Timu
negarawan sebaliknya. r Lenk
Tiong-kok/Cina d. Kubh
Kuno)  Negara harus berusaha ilai Khan
√ Dilatarbelaka
mengum-pulkan
ngi oleh kekuasaan/kekuatan yang a.
keadaan ne- sebesar-besarnya. Negara
geri Cina saat menyi-apkan militer yang
itu yang kuat, disiplin dan loyal
banyak me- untuk menghadapi
ngalami bahaya-bahaya dari luar.
pembe-  Keselamatan dan
rontakan dan kemakmuran tidak
pe-rang diperlukan, yang penting
saudara. negara aman sentausa.
 Rakyat harus dijauhkan
dari kebu-dayaan, adat,
musik, nyanyian, hikayat,
kebaikan, kesusilaan,
hormat pada orang tua,
kekera-batan, kejujuran,
dan sofisme (the ten
evils). Alasannya, semua
itu dapat melemahkan
jiwa seseorang
(rakyat/prajurit).
2. Kekuasaan  Menitik beratkan pada a. Fred
Negara sifat priba-di raja, yaitu derick
(N. Machiavelli agar dapat cerdik seperti Agung.
1469 – 1527, “kancil” dan menakut- b. Louis
seorang pemikir nakuti rakyatnya seperti XIV
dan politikus “singa”. c. Adolf
dari Italia). Hitler
√ Dilatarbelaka
 Pemerintah/penguasa d. B.
ngi oleh boleh ber-buat apa saja, Mussolini
keadaan ne- asal untuk kepenti-ngan
garanya saat negara dalam mencapai
itu yang ke-kuasaan negara yang

5
banyak me- sebesar-besarnya.
ngalami
 Siapu pun yang melawan
pergola-kan
pemerin-tah/raja harus
dan perpeca-
ditinak tanpa kom-promi.
han.
 Pemerintah menghalalkan
segala cara, meskipun
harus melanggar sendi-
sendi kesusilaan dan kebe-
naran.
 Seorang penguasa yang
cermat tidak bertahan
pada keyakinan
/kepercayaan yang
berlawanan dengan
kepentingannya.
3. Perdamaian  Keamanan danMemberikan
Dunia ketenteraman manusiains-pirasi bagi
(Dante dalam negara dapatterben-tuknya
Alighieri 1265 dicapai apabila ada(Liga Bangsa-
– 1321, seorang perdamaian dunia, yan Bangsa atau
pemikir besar tidak terletak padaLBB) dan
dari Prussia – masing-masing penguasa selanjutnya
Jerman) atau raja. diganti
√ Dilatarbelaka menjadi
ngi oleh  Dalam mencapai Perserikatan
adanya per- perdamaian dunia, perlu Bangsa-
tentangan dibentuk satu negara di Bangsa (PBB).
antara Kaisar bawah satu imperium
dengan Paus (Raja atau Kaisar).
mengenai si-  Pembentukan imperium
apa yang bertujuan untuk
paling berhak kepentingan kemanusiaan.
dalam ke-
kuasaan  Pembentukan masing-
negara. masing negara merdeka
hanya akan menimbulkan
peperangan.
4. Jaminan Atas  Negara harus membentuk Banyak
Hak dan dan mempertahankan diterap-kan di
Kewajiban hukum supaya hak dan negara-
(Immauel Kant kemerdekaan warganegara Eropa
1724 – 1804, negara terpelihara. dan Amerika
seorang ahli pada
hukum dari  Adanya hukum yang umumnya
Jerman). dirumuskan dalam setelah abad
√ Dilatarbelaka
perundang-undangan, dan XVIII.
ngi oleh hukum itu merupakan
keadaan ne- penjelmaan kehendak
gara Eropa umum (volonte generale).

5
dalam  Perlunya pemisahan
suasana kekuasaan antara
pencera-han eksekutif dan legislatif.
(enlightenme
nt) yang  Peranan negara : menajga
meagung- keterti-ban hukum dan
agungkan melindungi hak serta
otono-mi dan kebebasan warganya.
kebebasan  Negara tidak boleh turut
individu. campur dalam urusan
pribadi dan ekonomi
warganya. Banyak
diterapkan di negara-
negara Eropa dan
Amerika.
5. Negara  Negara bukan sekedar Diterapkan di
Kesejahteraan pemelihara ketertiban ke-banyakan
atau Walfare hukum belaka, tetapi negara
State secara aktif modern yang
(R. mengupayakan kese- menjunjung
Kranenburg, jahteraan warga tinggi
seorang ahli negaranya. demokrasi
hukum Jerman). dan
√ Latar
 Negara harus benar-benar menjamin
belakangnya bertin-dak adil terhadap kese-
hampir sama seluruh warga negaranya. imbangan
dengan Teori  Negara hukum bukan antara
Ja-minan atas hanya untuk penguasa kepentingan
Hak dan atau golongan tertentu indi-vidu dan
Kebebasan). saja, tetapi untuk masya-rakat.
kesejahteraan seluruh
rakyat di dalam negara.

Dalam perkembangannya, teori-teori tentang tujuan negara


menjelma menjadi paham-paham atau ideologi. Paham-paham tersebut
adalah sebagai berikut :

a. Teori Fasisme
Kata fasisme berasal dari kata “fascio” yang berarti “kelompok
politik”. Dari kata ini muncul istilah Fascio de Combattimento yang
berarti “Barisan Tempur”, yang dipraktikkan di Italia pada zaman
kediktatoran Mussolini (1883-1945). Mussolini menjadi Perdana
Menteri Fasis Italia dari tahun 1922-1943. Dengan demikian, tahun
1922 merupakan awal dimulainya praktik fasisme.

5
Secara umum, fasisme adalah sistem kediktatoran yang
menempatkan negara di tangan satu orang dan melarang setiap
oposisi atau perlawanan. Secara lebih khusus, fasisme adalah sistem
pemerintah diktatorial Italia, yang kemudian terkenal dengan
nasionalisme ekstremnya. Nazisme adalah salah satu jenis fasisme.

Fokus Kita :
Menurut faham fasis, negara bukan ciptaan rakyat melainkan
ciptaan orang kuat. Bila orang kuat sudah membentuk organisasi
negara, maka negara wajib ”menggembleng” dan mengisi jiwa
rakyat secara totaliter, diktatorial, dan nasionalisme. Paham ini
pernah dianut oleh negara Italia (Benito Mussolini), Jerman (Adolf

Sebagai suatu sistem pemerintahan dalam pencapaian tujuan,


negara fasis memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Ditandai oleh kediktatoran satu partai yang kaku;
2) Adanya penindasan terhadap oposisi;
3) Menganut paham nasionalisme yang sempit;
4) Seluruh aspek kehidupan warga negara diatur, dikontrol,
dan dikendlikan secara ketat oleh pemerintah fasis yang
sentralistis;
5) Moralitas sering diabaikan demi mencapai tujuan negara
fasis;
6) Pengaturan perekonomian sangat sentralistis;
7) Tujuan negara fasis adalah “Imperium Dunia”. Pemimpin
bercita-cita untuk mempersatukan semua bangsa di dunia
menjadi satu negara atau kekuatan bersama.

Info Kewarganegaraan

ASAL MULA KATA FASIS


Pada masa kekaisaran Roma, para magister (para hakim)
membawa seikat tongkat yang ditengah-tengahnya ditempatkan
sebuah kapak yang kepalanya menonjol keluar (fasci dalam bahasa
latin). Fasci ini melambangkan otoritas mereka. Mussolini
menghidupkan kembali kata dan simbol itu di Italia pada tahun
1919.
Partai, pengikut, dan kelompok pejuangnya memakai nama
fascist, dan seikat tongkat itu menjadi logo partai. Pengikut Hilter
di Jerman lebih suka menyebut diri mereka Sosialis Nasional dari
pada fasis. Meski demikian, kedua gerakan itu (Fasisme Italia di
bawah Mussolini dan Sosialisme Nasionalisme Jerman di bawah
Hilter) pada dasarnya sama.

5
b. Teori Individualisme
Teori ini muncul di tengah-tengah peradaban reformasi Barat,
kurang lebih pada abad XVII dan XVIII. Teori ini muncul sebagai
antiklimaks kekuasaan monarki absolut . pelopor paham
individualisme (liberalisme) dalam bidang politik, antara lain John
Locke, Voltaire, Montesquieu, J.J. Rousseau, dan Immanuel
Kant.
Para tokoh ini selalu menyuarakan liberti (kebebasan), egalite
(persamaan), dan fraternite (persaudaraan). Mereka juga
mengembangkan pemikiran rasionalisme dan humanisme sebagai
buah dari “Revolusi Prancis” dan “Revolusi Industri”. Individualisme
dalam arti luas dapat dikatakan sebagai perjuangan menuju
kebebasan (liberaisme). Dalam bidang ekonomi, liberalisme baru
muncul di abad XIX yang dipelopori oleh Adam Smith (Bapak
Kapitalisme). Dalam artian ekonomis, individualisme adalah paham
yang mengajarkan bahwa kebebasan individu dalam arti kehidupan
ekonomi tidak boleh dibatasi oleh peraturan pemerintah atau
masyarakat.

Fokus Kita :
Dalam pandangan individualisme, kepentingan individu harus
ditempatkan pada tujuan hidup manusia untuk mencapai
kebahagiaan dan kemakmuran sebesar-besarnya. Negara tidak
boleh ikut campur tangan dalam urusan pribadi, ekonomi dan
Seara politis, individualisme adalah paham yang mengajarkan
bahwa negara ada untuk individu, bukan individu untuk negara.
Singkat kata, individualisme sangat mengagung-angungkan
kebebasan individu dalam mengejar kepentingan-kepentingannya.
Menurut paham liberalisme, negara hanya berfungsi sebagai
“Penjaga Malam” (nachtwakerstaat), yaitu sekadar menjaga
keamanan dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan
individu yang seluas-luasnya dalam memperjuangkan kehidupannya.
Teori ini banyak diterapkan di Amerika Serikat dan sebagian besar
negara Eropa.

c. Teori Sosialisme
Sosialisme berkembang secara luas di daratan Eropa (terutama
Eropa Timur), menyusul maraknya “Revolusi Industri” sekaligus
penghisapan ekonomi oleh kaum kapitalis/borjuis terhadap kaum
buruh/proletariat. Penghisapan yang dimaksud antara lain :
 upah buruh
rendah;
 jam kerja
buruh yang tinggi;
 tidak
adanya jaminan kesehatan;

5
 kemiskinan
yang merajalela di kalangan kaum buruh.

Fokus Kita :
Kelahiran sosialisme, terkait erat dengan keberadaan
kepitalisme yang sudah sangat eksploitatif. Sosialisme menentang
kemutlakan milik pribadi dan menyokong pemakaian milik pribadi
tersebut untuk kesejahteraan umum. Pelopor sosialisme antara
lain Etienne Cabet, Robert Owen, dan Albert Brisbane.

Melihat derap langkah kapitalisme yang semakin menjerat dan


menghisap kaum buruh itu, Karl Marx, seorang ahli ekonomi dan
filsuf dari Prussia (Jerman), terinspirasi untuk mengembangkan dan
memberi tanda revolusioner pada sosialisme. Ia menulis berbagai
buku yang provokatif, yang isinya antara lain meramalkan bahwa
suatu saat kaum buruh dieksploitasi oleh kaum kapitalis akan
menyadari nasibnya sendiri dan berbalik untuk menyingkirkan kaum
kapitalis melalui suatu revolusi. Hasil dari revolusi itu adalah
terciptanya sosialisme, dimana hak milik pribadi dan negara dihapus,
sarana-sarana produksi dan distribusi dimiliki secara bersama-sama,
dan terciptanya negara tanpa kelas.
Akan tetapi sosialisme bukanlah tahap akhir yang dicita-
citakannya. Sebab, pada tahap sosialisme, negara belum sepenuhnya
hilang, hak milik pribadi pun belum sepenuhnya dihapus, demikian
pula kelas-kelas. Karena itu, ia lebih tepat menyebut sosialisme
sebagai tahap transisi menuju komunisme. Pada tahap komunisme,
hak milik pribadi, kelas-kelas, dan negara benar-benar dihapus;
sarana-sarana produksi dimiliki secara bersama-sama dan negara
tanpa kelas tercipta.
Selama hidupnya, Mark sendiri tidak pernah menggerakkan
revolusi. Tetapi pengikut setianya, yaitu Lenin dan Stalin
menerjemahkan teori Mark menjadi suatu gerakan atau “aksi
revolusioner”. Melalui revolusi yang berhasil pada bulan Oktober
pada tahun 1917 – yang lazim disebut Revolusi Oktober/revolusi
Bolshevik-Lenin ( yang kemudian dilanjutkan oleh pengikutnya
Stalin) mendirikan negara Uni Soviet yang didasarkan pada paham
komunisme, sekaligus menghancurkan pemerintah kapitalis-feodalis
lama, yaitu Tsar. Teman seperjuangan Mark adalah Friedrich
Engels.
Antara Sosialisme dan Komunisme, sebenarnya terdapat
kesamaan dan perbedaan pandang sebagai berikut :
Persamaan Perbedaan
Sosialisme dan Sosialisme Komunisme
Komunisme
Negara mempunyai a. Negara masih a. Negara
hak campur tangan mengakui hak melakukan hak
dalam berbagai segi milik pribadi atas milik pribadi atas
kehidupan alat produksi alat produksi.

5
masyarakat. Hal ini terbatas. b. Untuk
dilakukan demi b. Untuk menciptakan ke-
tercapainya tujuan sejahteraan
menciptakan ke-
negara, yaitu bersama secara
sejahteraan
memberi revolusioner,
bersama, ne-gara
kebahagiaan yang negara
menggunakan
sebesar-besarnya menghalalkan
cara-cara damai.
dan merata bagi segala cara.
setiap anggota c. Keberadaan
masyarakat. c. Keberadaan
negara hanya
negara di-perlukan
untuk sementara
untuk selama-
waktu diperlukan.
lamanya.

d. Teori Integralistik
Paham integralistik (dari kata Integral: suatu keseluruhan, atau
terdiri dari bagian-bagian yang membentuk suatu keseluruhan) ingin
menggabungkan kemauan rakyat dan penguasa (negara). Paham ini
melihat negara dan warga negara sebagai suatu keluarga besar.
Menurut paham ini, negara merupakan susunan masyarakat yang
integral, yang anggota-anggotanya saling terkait sehingga
membentuk satu kesatuan yang organis. Teori ini dipelopori oleh
Benedectus De Spinozoa, Adam Muller, dan Hegel.

Fokus Kita :
Paham Integralistik, beranggapan bahwa negara didirikan
bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan
tertentu saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat
negara yang bersangkutan.

Di Indonesia, paham integralistik pertama kali dikemukakan oleh


Prof. Dr. Soepomo pada permulaan sidang BPUPKI (Badan Penyidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tahun 1945. Menurut
Soepomo, paham integralistik merupakan aliran pemikiran yang
paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat
kekeluargaan (paguyuban).
Gagasan Soepomo ini kemudian menjadi dasar terbentuknya
Tujuan Negara Republik Indonesia, seperti termaktub dalam
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV:
 Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia;
 Memajukan kesejahteraan umum;
 Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta
 Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

5
Info Kewarganegaraan

KELEMAHAN PAHAM INTEGRALISTIK


Salah satu kelemahan paham integralistik, adalah negara sering
mengorbankan kepentingan individu demi kepentingan negara atau
bangsa secara keseluruhan. Sebab menurut paham ini, individu ada
untuk masyarakat/negara, bukan negara ada untuk individu.
Kebersamaan atau kekeluargaan begitu dijunjung tinggi. Demi
kepentingan masyarakat umum, misalnya rumah rakyat
(kepentingan individu) dapat digusur demi kepentingan
pembangunan jalan raya (kepentingan umum) yang terkadang
tanpa diberikan ganti rugi yang memadai.
Hal lain yang nampak sepele, antara lain ditebangnya pohon
mangga di depan rumah dipotong begitu saja tanpa diberikan ganti
rugi untuk atas nama “kepentingan umum” demi memperlancar
pembangunan tiang listrik.

Penugasan Praktik 8
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Fungsi Negara
(Fungsi dan tugas negara), Tujuan Negara ( pendapat tentang
tujuan negara dan teori tujuan negara, teori fasisme, teori
individualisme, teori sosialisme dan teori integralistik),
dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau
pernyataan sebagai berikut :

1. Jelaskan fungsi-fungsi negara sebagai berikut :


Fungsi
Uraian Singkat Contoh
Negara
Sebagai ...................................................
Stabilisator ......................
...................................................
......................
Mengusaha ...................................................
kan ......................
Kesejahter ...................................................
aan ......................
Menegakka ...................................................
n Keadilan ......................
...................................................
......................
Dari ketiga fungsi tersebut di atas, menurut anda manakah di
Indonesia yang sudah diterapkan dengan baik ! Berikan
alasannya : .......................................................................

5
.......................................................................................................
...............................................

2. Berikan penjelasan tentang tugas essensial negara !


.......................................................................................................
.......................................................................................................
..............................................................................................
Berikan contoh masing-masing yang internal dan eksternal :
Internal : ......................................................................................
..............................................
Eksternal : .....................................................................................
..............................................

3. Teori-teori tentang tujuan negara, telah banyak dikemukakan


oleh para ahli kenegaraan. Tuliskan intisari pendapat dari teori
tujuan negara sebagai berikut !

Kekuasaan Perdamaian Negara


Negara Dunia Kesejahteraan
.............................. ................................ .................................
............. ............... ..............
.............................. ................................ .................................
............. ............... ..............
.............................. ................................ .................................
............. .............. ..............

4. Berikan tanggapan penjelasan singkat, bagaimanakah


seorang Adolf Hitler sangat bersemangat dalam menerapkan
fasisme (Naziisme) di negaranya (Jerman) !
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

5. Tuliskan perbedaan pokok antara Teori Sosialisme dan


Teori Komunsime dalam praktik penyelenggaraan negara !

Teori Sosialisme Teori Komunsime


................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................
................................................. ..................................................
...................... .......................

6
6. Berikan tanggapan penjelasan singkat, mengapa Indonesia
lebih memilih “Teori Integralistik” dalam penyelenggaran negara
!
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

Tuliskan sekurang-kurangnya 2 (dua) kelemahan dalam


penerapan teori integralistik !
a. ..................................................................................................
..................................................................................................
..........................................................................................
b. ..................................................................................................
..................................................................................................
..........................................................................................

E. SIKAP SEMANGAT KEBANGSAAN (NASIONALISME DAN


PATRIO-ISME) DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT,
BERBANGSA, DAN BERNEGARA.

Setiap warga negara dari suatu negara, sudah barang tentu memiliki
keterikatan emosional dengan negara yang bersangkutan sebagai
perwujudan rasa bangga dan memiliki bangsa dan negaranya. Perasaan
bangga dan memiliki terhadap bangsanya, akan mampu melahirkan sikap
rela berkorban untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan
serta kedaulatan negara. Hal ini merupakan bentuk keterikatan kepada
tanah air, adat istiadat leluhur, serta penguasa setempat yang menghiasi
rakyat/warga setempat sejak lama atau disebut dengan ”semangat
kebangsaan”.
Semangat kebangsaan bagi setiap warga negara, harus dapat
dijadikan motivasi spiritual dan horizontal dalam mencapai kemajuan dan
kejayaan bangsa, menjaga keutuhan serta persaudaraan antar sesama.
Dengan kita mengerti dan memahami pentingnya semangat kebangsaan
bagi setiap warga negara, diharapkan mampu melahirkan jiwa
nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (rela berkorban) dengan
tetap menjunjung tinggi sikap-sikap sebagai berikut :
a. Mengedepankan keserasian, keselarasan dan keharmonisasn hidup
yang dilandasi oleh nilai-nilai ke-Tuhanan Yang Maha Esa;
b. Mengutamakan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi atau golongan;

6
c. Menunjukkan kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan
negara;
d. Mengedepankan sikap berkeadilan sosial dalam hidup berbangsa dan
bernegara;
e. Menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, persaudaraan, kebersamaan,
dan keharmonisan dengan sesama;
f. Menghargai Hak Asasi Manusia (HAM), tidak diskriminatif dan bersikap
demokratis;
g. Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keadaban manusia.

Fokus Kita :
"Kebangsaan" terbentuk dari kata "bangsa" yang dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai "kesatuan orang-orang
yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya,
serta berpemerintahan sendiri." Sedangkan kebangsaan diartikan
sebagai "ciri-ciri yang menandai asal bangsanya dan hal yang

Untuk lebih memahami tentang semangat kebangsaan, berikut ini


akan diuraikan tentang Nasionalisme dan Patriotisme.

1. Nasionalisme
Kata “nasionalisme” secara etimologis berasal dari kata “nasional”
dan “isme”, yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna
kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebanggaan
sebagai bangsa, atau memelihara kehormataan bangsa. Menurut
Ensiklopedi Indonesia, nasionalisme diartikan sebagai sikap politik dan
sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai
kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah serta kesamaan cita-cita
dan tujuan, dengan demikian, merasakan adanya kesetiaan mendalam
terhadap kelompok bangsa itu. Nasionalisme juga dapat diartikan
sebagai suatu ikatan antar manusia yang didasarkan atas ikatan
kekeluargaan, klan dan kesukuan.

Nasionalisme dalam makna persatuan dan kesatuan, yaitu


merupakan bentuk sebuah kesadaran keanggotaan di sautu bangsa
yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai,
mempertahankan, dan mengabadikan identitas, kemakmuran, dan
kekuatan bangsa. Di dalam jiwa nasionalisme, tertanam sebuah
keinginan untuk membangun negara sesuai dengan cita-cita, harapan,
dan kemampuan bangsa sendiri. Jiwa nasionalisme akan menjelma
dalam ideologi negara yang berlandaskan pada keinginan untuk
meningkatkan kesejahteraan bangsa dan negara secara utuh dan
menyeluruh tanpa bergantung kepada bangsa lain.
Pemahaman tentang nasionalisme, dapat dibedakan antara
nasionalisme dalam arti sempit dan dalam arti luas :

a. Nasionalisme dalam arti sempit

6
Nasionalisme disini diartikan sebagai perasaan kebangsaan atau
cinta terhadap bangsanya yang tinggi atau berlebih-lebihan,
sehingga memandang bangsa lain lebih rendah. Paham yang
demikian sering dikenal dengan istilah Chauvinisme, misalnya yang
pernah dianut oleh bangsa Itali (masa B. Mussolini), Jepang (masa
Tenno Haika) dan Jerman (massa Hilter). Di masa Hitler berkuasa
(1921 – 1945), mencanangkan program Partai Nazi (Naziisme) yang
berdasarkan nasionalisme sempit, rasisme (terutama anti Yahudi),
autoriterisme dan militerisme.
Gerakan chauvinisme Jerman, dilaksanakan dengan persenjataan,
perluasan daerah untuk merebut ruang hidup (labensraum) bagi ras
leluhur (herrenrasse) Teuton, serta pemulihan harga diri dengan
pemerintahan militer yang bersatu – Ein Reich, Ein Volk, Ein Fuhrer -
(satu negara, satu bangsa dan satu pimpinan).

Fokus Kita :
Nasionalisme menurut Friedrich Hertz (Jerman),
mengandung 4(empat) unsur, yaitu : hasrat untuk mencapai
kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk
mencapai keaslian, dan hasrat untuk mencapai kehormatan
negara. Nasionalisme merupakan hasil interrelasi dan interaksi

b. Nasionalisme dalam arti luas


Nasionalisme dalam pengertian luas, adalah perasaan cinta atau
bangga terhadap tanah air dan bangsanya dengan tetap
menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa
lain di dunia. Dalam melakukan kerjasama dengan negara lain, harus
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan dan
keselamatan bangsanya, serta tetap memandang bangsa lain sama
derajat dan terhormatnya sebagaimana bangsanya sendiri. Oleh
sebab itu, nasionalisme dalam arti luas terkandung prinsip-prinsip :
Kebersamaan, Persatuan dan kesatuan, Demokrasi atau demokratis.
 Prinsip Kebersamaan
Penerapan prinsip kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,
yaitu menuntut kepada setiap warga negara agar memiliki sikap
“pengendalian diri” untuk mengarahkan aktivitasnya menuju
kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang. Nilai kebersamaan,
menuntut setiap warga negara untuk menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

 Prinsip Persatuan dan Kesatuan


Dalam penerapan prinsip persatuan dan kesatuan,
terejawantahkan dalam bentuk kesetiaan/loyalitas tertinggi hanya

6
untuk kepentingan negara. Ini berarti setiap warga negara harus
mampu mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongannya
yang dapat menimbulkan perpecahan dan anarkhis (merusak).
Untuk tetap tegaknya prinsip persatuan dan kesatuan, setiap
warga negara harus mampu mengedepankan sikap ;
kesetiakawanan sosial, peduli terhadap sesama, solideritas dan
berkeadilan sosial.

 Prinsip Demokrasi/Demokratis
Prinsip demokrasi/demokratis, memandang bahwa setiap warga
negara mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Karena hakikat semangat kebangsaan, adalah adanya tekad untuk
hidup bersama yang mengutamakan kepentiangan bangsa dan
negara yang tumbuh dan berkembang dari bawah untuk bersedia
hidup sebagai bangsa yang bebas, merdeka, bersatu,
berkedaulatan, adil dan makmur.

6
Info Kewarganegaraan

NASIONALISME YANG DIPERLUKAN


Nasionalisme sebagai paham kemasyarakatan mau tidak mau
bersifat konstekstual. Masuk akal jika kita bertanya, nasionalisme
macam apa yang kita perlukan ?. Kita perlukan untuk menghadapi
persoalan dan tantangan ke dalam maupun keluar. Namun ,
paham dan sikap nasionalisme itu kita aktualisasikan sekarang,
alasannya kuat. Ambillah, misalnya, kondisi kita secara umum
masih terpuruk, bahkan disertai aneka bencana alam, penyakit,
dan musibah yang membuat perikehidupan kita bersama
bertambah memprihatinkan.
Kita negara kaya alam, berpenduduk 220 juta, pernah menonjol
di wilayah ini karena perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Sekarang kita ketinggalan dari Malaysia, Thailand, China, India,
dan kini dari Vietnam. Namun, secara rasional, kultural, dan
emosional belum muncul sikap kita bersama untuk bangkit dan
mengejar ketinggalan itu.
Kondisi kita lebih cocok jika dilukiskan sebagai cenderung asyik
di antara kita sendiri, asyik berbeda pendapat, asyik kurang saling
percaya, asyik saling menyalahkan. Mengapa tidak bangkit
bersama menghadapi dan mengejar ketertinggalan ? Siapa kita
ketuk hati dan pikirannya agar membawa kebangkitan dan
komitmen bersama mengejar ketinggalan itu ? Para pemimpin,
pemerintah, elite politik, partai, organisasi kemasyarakatan. Tidak
kurang penting, adalah kesadaran dan komitmen para pelaku
bisnis.
Dalam kerangka kontekstual itu pula, tepat sambutan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono agar kita memahami
perkembangan baru seperti globalisasi dengan sikap rasional,
dengan nasionalisme yang juga kontekstual (Kompas, Kamis 23
Maret). Diingatkan oleh Presiden agar kita jangan gamang
menghadapi globalisasi. Justru agar kita menyikapinya dengan
cerdas, bijak, serta memanfaatkan peluang bagi kemajuan dan
kesejahteraan rakyat. Diingatkan pula, globalisasi membawa serta
hal-hal merugikan, sekaligus juga kesempatan yang agar kita pilih
dan kita manfaatkan secara kritis dan konstruktif, secara cerdas
dan bijak.
Selanjutnya perlu juga ditegaskan, nasionalisme sebagai sikap
bangsa berarti mencintai sesama warga bangsa, tanah air, alam,
dan seni budaya. Siap membela negara dan kepentingan tetap kita
perlukan. Meskipun sekali lagi, penghayatan dan pelaksanaannya
tak bisa terlepas dari perkembangan dan perubahan zaman. Lebih
jauh sikap cinta dan membela tanah air, warga dan budaya bangsa
itu perlu dijabarkan diberi makna yang aktual. Diantaranya dalam
komitmen warga mengejar pendidikan, membangun sikap budaya
dan orientasi nilai yang menunjang kemajuan.
Dinyatakan dalam sikap mendahulukan kepentingan umum dan
kepentingan bersama karena itu pantang menyalahgunakan
kekuasaan, dan kesempatan pada wilayah negara, pemerintahan,
masyarakat, maupun bisnis. Diterjemahkan sebagai disiplin, kerja
keras, menghargai pendidikan, pandai mengelola uang,
membangun saling percaya, menghargai prestasi, bersetia kawan.
6
Nasionalisme yang tetap berakar, tulus, tetapi konstekstual,
aktual, serta cerdas.
11
Patriotisme
Makna “patriotisme” yang berasal dari kata “patriot” dan “isme”,
merupakan sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan (Indonesia) atau
heroism dan patritism (Inggris), yaitu sikap yang gagah berani,
pantang menyerah dan rela berkorban (harta, jiwa/raga) demi
bangsa dan negara. Sikap patriotisme, merupakan sikap yang
bersumber dari perasaan sangat cinta kepada tanah air sehingga
menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya.
Semangat patriotisme dapat melahirkan seorang pejuang
sejati. Pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan
perilaku terpuji, cinta tanah air, dimana ia rela mengorbankan
segala-galanya bahkan nyawa sekalipun untuk kemajuan, kejayaan
dan kemakmuran tanah airnya. Pengejawantahan sikap patriotisme
dapat dilaksanakan pada masa darurat (perang) atau masa damai.

 Pada Masa Darurat (Perang)


Merupakan perjuangan dalam melawan penjajah dalam
mewujudkan kemerdekaan, kedaulatan, dan martabat bangsa dan
negara. Setiap warga negara yang mampu, berusaha mengangkat
senjata, ikut bertempur secara fisik ke medan perang. Bagi
mereka yang lain, ada juga yang menjadi petugas dapur umum,
menolong yang terluka/meninggal, atau sumbangan dalam bentuk
harta benda dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut, merupakan
bukti sikap patriotik yang didasari oleh rasa cinta tanah air atau
semangat nasionalisme sebagai warga bangsa.

 Pada Masa Damai (Paska Kemerdekaan)


Setiap warga negara yang tidak mengalami masa perang (paska
kemerdekaan), dalam mewujudkan semangat patriotisme yang
dilandasi oleh rasa nasionalisme antara lain : mampu menegakkan
hukum dan kebenaran, meningkatkan kemampuan diri secara
optimal, memajukan pendidikan dengan memberantas kebodohan
dan kemiskinan, memelihara persaudaraan dan persatuan,
penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-
lain.

6
Info Kewarganegaraan

PATRIOTISME
Dalam bahasa Yunani, “patritosme” berasal dari kata “patris”
yang berarti tanah air. Patriotisme berarti rasa kecintaan dan
kesetiaan seseorang pada tanah air dan bangsanya, kekaguman
pada adat dan kebiasaannya, kebanggaan terhadp sejarah dan
kebudaya-annya, serta sikap pengabdian demi kesejahteraan. Di
dalamnya juga terkandung pengertian rasa kesatuan dan
keanggotaan bagi bangsanya; merupakan sikap atau perasaan
wajar pada manusia, dari segala bangsa, usia, dan jaman.
Hampir dalam sepanjang sejarah umat manusia, patriotisme
merupakan cita-cita sederhana tanpa pertautan politik tertentu.
Menjadi lebih rumit sesudah terjadi perkembangan baru dalam
sarana angkutan dan perhubungan, juga ditemukannya tank,
senapan mesin, dan persenjataan baru lainnya. Patriotisme
menjadi berjalin dengan demokrasi dan nasionalisme.
Patriotisme yang berlebihan menjurus ke arah chauvinisme atau
jingoisme, dapat terjadi pada setiap bangsa dan dalam segala
jaman.
Dalam akhir 1880-an bangsa-bangsa Barat merasa berutang
budi, maka wajib memajukan tanah jajahannya, dan dengan
demikian mengalihkan kebudayaannya pada rakyat jajahan.
Pada pertengahan tahun 1900-an bangsa-bangsa Jerman dan
Italia di bawah Adolf Hilter dan Benito Mussolini merasa
mempunyai tugas patrotik untuk memperlebar batas-batas
kawasan daerahnya. Sikap kebalikan Patriotisme :
kosmopolitisme.

3. Penerapan Semangat Kebangsaan


Pembahasan tentang patriotisme, tidak dapat dipisahkan dengan
nasionalisme, karena keduanya merupakan perwujudan semangat
kebangsaan. Para penyelenggara negara dituntut memiliki
kemampuan dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan serta
mengantisipasi berbagai ancaman negara baik dari dalam
(separatisme, konflik antar suku, anarkhisme, korupsi, Narkoba, dan
lain-lain ) maupun dari luar (intervensi, agresi, propaganda yang
mendeskriditkan, dan lain-lain) demi keutuhan negaranya, dan
kepentingan rakyatnya. Semangat kebangsaan harus diimbangi

6
dengan nilai-nilai religius dan pengendalian diri agar tidak
menimbulkan perpecahan, karena saling merasa bahwa negara dan
bangsanya dianggap paling penting untuk diperjuangkan.
Semangat kebangsaan dalam arti luas, dapat diterapkan pada
keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar dengan cara :
a. Keteladanan
Keteladanan atau “teladan”, merupakan sikap dan perilaku
yang patut dicontoh atau ditiru karena perkataan dan
perbuatannya. Keteladanan dapat diberikan di berbagai
lingkungan seperti di rumah (keluarga), di sekolah, instansi
pemerintah dan swasta, maupun dalam masyarakat luas. Dalam
keteladanan, mulailah dari hal-hal terkecil, dan dari diri sendiri.
Contoh : bekerja keras dan disiplin dalam mengejar prestasi,
membayar pajak tepat waktu, mematuhi tata tertib berlalu lintas,
mau melakukan kerja bakti/gotong royong membersihkan
lingkungan, tidak melakukan korupsi, dan lain-lain.

b. Pewarisan
Pewarisan atau “warisan”, merupakan cara atau proses dalam
menurunkan, memberikan atau menyerahkan sesuatu kepada
pihak lain. Pewarisan semangat kebangsaan, adalah cara-cara
menurunkan nilai-nilai, sikap dan perilaku terpuji kepada generasi
berikutnya (muda). Contoh : tulus ikhlas dalam membantu orang
yang terkena musibah, berlaku jujur dan bertanggung jawab
dalam mengemban amanah, terbiasa belajar dan bekerja tepat
waktu, dan lain-lain.

c. Ketokohan
Ketokohan atau “tokoh”, merupakan sosok seseorang yang
terkenal dan disegani karena pangaruhnya sangat besar di dalam
masyarakat. Dalam semangat kebangsaan, ketokohan perlu
dijadikan sandaran pedoman (referensi) guna memberikan
motivasi dan semangat bagi generasi muda. Contoh : berupaya
selalu mengambil inisiatif dalam hal-hal kebaikan (kerja bakti,
membantu sesama, dan belajar), tidak cepat puas dalam suatu
prestasi, ingin selalu memberikan yang terbaik, rajin membantu
atau sedekah kepada orang lain yang membutuhkan, dan
sebagainya.

6
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang telah
diberikan akal, fikiran, perasaan dan keyakinan sehingga ia mampu
KESIMPULAN
F
membedakan antara yang baik dan buruk, yang benar dan yang salah.
Makna manusia dalam kehidupan nyata, dapat dibedakan antara lain
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Para ahli masih berbeda pendapat tentang rumusan suatu bangsa, namun
secara umum dapat diberikan makna bahwa suatu bangsa merupakan
kumpulan orang yang memiliki kesamaan keturunan, bahasa, adat
istiadat, dan sejarahnya.
Secara umum, negara dapat dikatakan sebagai suatu organisasi yang di
dalamnya ada wilayah, rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Di dalam
memahami tentang makna negara, perlu juga dilihat pendapat para ahli,
sifat hakikat negara dan terjadinya negara baik secara teoritis maupun
secara faktual.
Unsur-unsur terbentuknya negara dapat dibedakan antara unsur
konstitutif (wajib) dan unsur deklaratif (pernyataan). Unsur konstitutif
mencakup : rakyat, wilayah (darat, laut, dan udara), pemerintah yang
berdaulat serta wilayah ekstrateritorial. Sedangkan unsur deklaratif,
merupakan pengakuan dari negara lain yang diperlukan sebagai
persyaratan dalam tata hubungan internasional.
Setiap negara yang didirikan akan memiliki fungsi dalam pengaturan
kehidupan negara guna menciptakan tujuan-tujuan negara. Fungsi negara
pada umumnya mencakup fungsi melaksanakan penertiban, fungsi
mengusahakan kesejahteraan, fungsi pertahanan, dan fungsi
menegakkan keadilan.
Tujuan didirikannya negara sangat penting dalam rangka menyusun,
mengatur, dan mengendalikan segala kegiatan bagi seluruh kelengkapan
negara. Pada umumnya, negara didirikan dengan tujuan untuk
menciptakan kesejahteraan, ketertiban, dan ketenteraman semua rakyat
yang menjadi bagiannya.
Dalam perkembangan teori-teori tentang tujuan negara, terdapat paham-
paham atau ideologi yang muncul dan telah diterapkan di banyak negara
hingga sekarang ini. Di antara paham-paham tersebut antara lain fasisme
(negara di tangan satu orang), liberalisme (mengutamakan kepentingan
individual), dan sosialisme/komunisme (bersifat kolektif).
Negara Indonesia memilih paham integralistik, hal ini karena sesuai
dengan kondisi bangsa yang majemuk dan mengedepankan sifat
kekeluargaan. Paham integralistik beranggapan bahwa negara yang
didirikan bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan
tertentu saja, namun untuk kepentingan seluruh masyarakat negara yang
bersangkutan.
Paham kebangsaan sangat penting untuk dibangun dalam rangka
memperkuat daya tahan suatu bangsa untuk menghadapi berbagai
ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Dengan paham kebangsaan,
diharapakan akan mampu melahirkan jiwa nasionalisme (cinta tanah air)
dan patriotisme (rela berkorban) dengan tetap menjunjung tinggi sikap-
sikap antara lain : keserasian, kepentingan dan keselamatan bangsa serta
6
menghargai hak asasi manusia.
Penerapan semangat kebangsaan sangat penting untuk
dalam keluarga, sekolah, maupun di dalam masyarakat. Adapun cara
yang dapat dilakukan dalam penerapan semangat kebangsaan, antara
lain melalui : sikap keteladanan, sikap pewarisan dan sikap ketokohan.

LATIHAN UJI KOMPETENSI

11
Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar !

1. 4.
Pendekatan manusia yang Tokoh yang berpendapat bahwa
didasarkan pada pernyataan bangsa adalah kelompok
bahwa manusia adalah jasad manusia yang memiliki
yang tersusun dari bahan-bahan kesamaan karakter dan nasib,
material, disebut ..... adalah .....
a. materialisme biologik a. Hans Kohn
b. Ernest Renan
b. historis materialisme c. F. Ratzel
d. Jalobsen dan Lipman
c. idealisme materialisme e. Bung Karno
d. materialisme
antropologik 5.
e. Idealisme antropologik Menurut George Jellinek,
negara meru-pakan organisasi
2. kekuasaan dari sekelom-pok
Hal terpenting yang dapat manusia yang telah
membedakan antara manusia berkediaman .....
dengan makhluk lain guna a. di wilayah tertentu
mempertinggi kualitas hidupnya b. secara permanen
adalah sebagai berikut, c. secara bersama-
kecuali ..... sama
a. intuisi d. di daerah yang
sama
b. akal e. sudah lama
menetap
c. pikiran 6.
d. perasaan Pada negara yang terjadi
e. keyakinan berdasarkan pendekatan
pertumbuhan primer dan
3. sekunder, tumbuhnya Primus
Tipologi manusia yang antara interpares adalah pada fase .....
lain mempunyai jangkauan a. genootschaft
berfikirnya jauh ke depan dan b. kerajaan (rijk)
penuh cita-cita besar, adalah c. negara otokrasi
yang memiliki sifat ..... d. negaras nasional
a. sanguinikus e. negara demokrasi

7.
b. flegmatikus Salah satu fungsi umum negara
dalam mengatur kehidupan
negara adalah .....
c. gepasssioneerd a. melindungi hak milik dari
d. amorf setiap orang
e. sentimentil b. menegakkan keadilan dan
kebenaran

7
c. mengawasi aturan agar yang menyatakan bahwa laut
diaati warganya tersebut adalah .....
d. membuat dan a. dapat dimiliki oleh negara
melaksanakan peraturan b. milik bersama semua
e. menjamin kesejahteraan negara
fakir miskin c. dimiliki negara yang besar
d. dapat dimanfaatkan
8. semua negara
Macam-macam bentuk batas e. tidak satupun negara
buatan wilayah daratan antara yang memiliki
satu negara dengan negara lain,
yaitu antara lai sebagai berikut, 10.
kecuali ..... Penerapan semangat
a. pagar tembok kebangsaan dalam arti luas,
b. hutan buatan dapat dilakukan di dalam
c. kawat berduri keluarga, sekolah dan
d. tiang tembok masyarakat luas, dengan
e. patok kayu/batu cara .....
a. demokratisasi
9. b. ketokohan
Pada negara yang memiliki c. transparansi
wilayah laut yang luas, konsep d. kedisiplinan
laut res nullius, adalah konsepsi e. sosialisas

7
11
SOAL ESSAY/URAIAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan


jelas !
1. Berdasarkan kajian teori,
tentang aspek manusia dapat
dibedakan dalam aliran
materialisme, aliran
spiritualisme dan aliran
dualisme. Tuliskan perbedaan
pokok diantara ketiga aliran
tersebut sesuai dengan
pemahaman anda !
2. Berikan penjelasan pentingnya
6. Unsur-unsur terbentuknya
fungsi perasaan dan keyakinan
negara konstititif terdiri dari
manusia sebagai makhluk
rakyat, wilayah, dan pemerintah
individu dan makhluk sosial !
berdaulat. Berikan penjelasan,
3. Identifikasikan, unsur-unsur apa mengapa pada unsur konstitutif
sajakah yang ada dalam rakyatlah yang dianggap paling
memaknai suatu bangsa yang penting keberadaannya !
secara umum ada pada bangsa-
7. Pemerintah Indonesia merasa
bangsa di dunia !
penting untuk menyelesaikan
4. Klasifikasi pengertian negara, masalah-masalah landas
dapat ditinjau dari organisasi kontinen dengan negara
kekuasaan, organisasi politik, tetangga. Jelaskan yang
organisasi kesusilaan dan dimaksud landas kontinen dan
integralistik. Manurut anda, beri alasan mengapa hal
manakah di antara tinjauan tersebut dianggap penting bagi
negara tersebut yang paling bangsa Indonesia !
sesuai dengan kondisi negara
8. Jelaskan hubungan antara teori
Indonesia ? berikan alasannya !
kedaulatan hukum (nomokrasi)
5. Dalam teori terjadinya negara dengan teori kedaulatan rakyat
berdasarkan pendekatan dalam pandangan-pandangan
primer, terdapat fase kerajaan para ahli kenegaraan !
menjadi fase negara nasional.
9. Berikan penjelasan tentang
Berikan penjelasan, bagaimana
fungsi negara Indoneisa pada
hal tersebut dapat terjadi !
umumnya dalam menegakkan
NASIONALISME BUKAN keadilan yang dilaksanakan
BARANG JADI melalui badan-badan peradilan !
11
INQUIRI
Menurut Hilmar Farid, 10. Semangat kebangsaan harus
nasionalisme merupakan tetap kita pertahankan dalam
konstruksi sosial dan politik, membela bangsa dan negara.
bukan realitas nyata. Artinya, Tuliskan 5 (lima) contoh
nasionalisme bukanlah barang semangat kebangsaan yang
jadi dan bukan pula warisan paling sesuai dengan daerah
leluhur. anda pada situasi sekarang ini !
Sebuah persepsi yang begitu
lama ditanamkan selama Orde
Baru yang mengatakan bangsa
Indonesia merupakan sesuatu
yang pasti dan final. Implikasi
dari pemikiran ini adalah tidak
Berdasarkan wacana tentang
“Nasionalisme Bukan Barang
Jadi”, berikan tanggapan
penjelasan !
1. Rumuskan kembali yang
dimaksud dengan
nasionalisme !
2. Apa sesungguhnya inti sari
pendapat Hilmar Farid tentang
nasionalisme !
3. Tuliskan perbedaan perwujudan
nasiona-lisme pada masa orde
baru dengan masa sekarang
(reformasi) !
4. Jelaskan, mengapa nasionalisme
bukan merupakan barang jadi
dan bukan pula warisan
leluhur !
5. Berikan penjelasan, benarkah
masa orde baru “tidak
membuka peluang memikir-kan
kembali konsep tentang
bangsa” !