Anda di halaman 1dari 67

1

BAB IV
HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN
ORGANISASI INTERNASIONAL

Standar Kompetensi:
4. Menganalisis hubungan internasional dan organisasi internasional.

Kompetensi Dasar:
4.1. Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana-sarana hubungan
internasional bagi suatu negara.
4.2. Menjelaskan tahap-tahap perjanjian internasional.
4.3. Menganalisis fungsi Perwakilan Diplomatik.
4.4. Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, AA, PBB) dalam
meningkatkan hubungan internasional
4.5. Menghargai kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat
bagi Indonesia.

A. PENDAHULUAN

------------------ada gambar sekelompok masyarakat dunia yang sedang


bersidang -------------------

Negara Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,


setelah memperoleh pengakuan baik de facto maupun de jure berhak
untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk dalam hal kebijakan-
kebijakan luar negerinya. Sebagai sebuah negara, bangsa Indonesia
menyadari bahwa kita tidak mungkin sanggup untuk memenuhi semua
kebutuhan tanpa bantuan dari bangsa atau negara lain. Oleh sebab itu,
untuk memenuhi kebutuhan baik yang menyangkut bidang politik,
ekonomi, maupun sosial budaya diperlukan kerja sama dalam bentuk
hubungan internasional. Kerjasama dengan bangsa lain mutlak
diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan warganya dan
pencapaian kepentingan nasional.
Hubungan antar bangsa atau negara harus dilandasi oleh prinsip
persamaan derajat. Negara Indonesia dalam mengadakan hubungan
internasional, menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif yang
diabdikan bagi kepentingan nasional. Hal ini terutama ditujukan untuk
kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.
Dalam rangka peningkatan kualitas kerja sama internasional, bangsa
Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar
negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang
untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional. Oleh
sebab itu peran para diplomat Indonesia di luar negeri agar benar-benar
2

mampu memberi informasi yang seluas-luasnya untuk masyarakat dunia


tentang negara Indonesia yang sesungguhnya. Peran media massa
tentang citra kurang baik negara Indonesia di luar negeri, secara
perlahan-lahan harus dicounter dengan pemberitaan yang seimbang.
Selain itu, para diplomat juga harus mampu memberikan perlindungan
dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia, serta
memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
Untuk kepentingan hubungan dan kerja sama internasional yang lebih
luas baik dari aspek politis maupun legal formal, negara Indonesia telah
menjadi anggota PBB yang ke 60 pada tanggal 28 September 1950.
Demikian juga dengan negara-negara lain, negara Indonesia telah
menempatkan perwakilan diplomatik atau konsulernya di negara lain.
B. PENGERTIAN, PENTINGNYA DAN SARANA-SARANA
HUBUNGAN INTERNASIONAL BAGI SUATU NEGARA

1. Pengertian Hubungan Internasional


Hubungan internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksnaan
Politik Luar Negeri RI (Renstra), adalah hubungan antar bangsa dalam
segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai
kepentingan nasional negara tersebut. Hubungan ini dalam Encyclopedia
Americana dilihat sebagai hubungan politis, budaya, ekonomi ataupun
hankam. Konsep ini berhubungan erat dengan subyek-subyek, seperti
organisasi internasional, diplomasi, hukum internasional, dan politik
internasional.
Untuk dapat memahami lebih jauh tentang pengertian hubungan
internasional, berikut ini ada beberapa pengertian menurut beberapa
ahli.
a. Charles A. MC. Clelland
Hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan
relevan yang mengelilingi interaksi.
b. Warsito Sunaryo
Hubungan internasional, merupakan studi tentang interaksi antara
jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang
keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. Adapun yang dimaksud
dengan kesatuan-kesatuan sosial tertentu, bisa diartikan
sebagai : negara, bangsa maupun organisasi negara sepanjang
hubungan bersifat internasional.
c. Tygve Nathiessen
Hubungan internasional merupakan bagian dari ilmu politik dan
karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi
politik internasional, organisasi dan administrsi internasional dan
hukum internasional

Fokus Kita :
Komponen-komponen yang harus ada dalam hubungan
internasional, antara lain :
a. Politik internasional (International Politics).
b. Studi tentang peristiwa internasional (The Studi of Forcight
Affair).
c. Hukum Internasional (International Law).
3

Konsep hubungan internasional berhubungan erat dengan subjek-


subjek internasional, seperti organisasi internasional, hukum
internasional, politik internasional termasuk diplomasi.

2. Arti Penting Hubungan Internasional bagi suatu


Negara
Suatu negara dapat mengadakan kerja sama antar negara atau
hubungan internasional, mana kala telah diakui kemerdekeaan dan
kedaulatannya baik secara de facto maupun de jure oleh negara lain.
Hubungan antar negara merupakan salah satu hubungan kerjasama
mutlak diperlukan, karena tidak ada satu negarapun di dunia yang tidak
bergantung kepada negara lain.
Ketergantungan inilah yang menuntut diperlukannya hubungan antar
negara. Dalam Pelaksanaan hubungan antar negara perlu dilandasi
dengan prinsip persamaan derajat dan didasarkan pada kemauan bebas
dalam melaksanakan hubungan tersebut. Arti penting hubungan
internasional bagi suatu negara antara lain karena faktor-faktor sebagai
berikut :
 Faktor internal :
Yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik
melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.
 Faktor eksternal :
a. Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa
suatu negara tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerja
sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut, terutama
dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik,
hukum, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.
b. Untuk membangun komunikasi lintas bangsa dan negara guna
mewujudkan kerja sama yang produktif dalam memenuhi berbagai
kebutuhan yang menyangkut kepentingan nasional negara masing-
masing.
c. Mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat memberikan
manfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian yang abadi bagi
warga masyarakat dunia.

Fokus Kita :
Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain
menerapkan prinsip-prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif
yang diabdikan bagi kepentingan nasional, terutama untuk
kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
4

Hubungan kerjasama antar negara (internasional) di dunia diperlukan


guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu
negara dalam tata pergaulan internasional, di samping demi terciptanya
perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap
manusia dan negara di dunia. Setiap negara sudah barang tentu memiliki
kelebihan, kekurangan dan kepentingan yang berbeda. Hal-hal inilah
yang mendorong dilakukannya hubungan dan kerjasama internasional.
Kerjasama antar bangsa di dunia didasari atas sikap saling
menghormati dan saling menguntungkan. Kerjasama internasional antara
lain bertujuan untuk :
 Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara.
 Menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan
menegakkan perdamaian dunia.
 Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh
rakyatnya.

Bonus Info Kewarganegaraan

PERIHAL HUBUNGAN INTERNASIONAL

Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan


antar negara, namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk
mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara.
Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh
para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan
peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional,
berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba,
bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam
politik internasional.
Peran perusahaan multinasional seperti Monsanto dalam WTO
(World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) misalnya
mungkin jauh lebih besar dari peran Republik Indonesia. Transparancy
International laporan indeks persepsi korupsi-nya di Indonesia
mempunyai pengaruh yang besar.
Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB merupakan organisasi
internasional terpenting, karena hampir seluruh negara di dunia menjadi
anggotanya. Dalam periode perang dingin PBB harus mencerminkan
realitas politik bipolar sehingga sering tidak bisa membuat keputusan
efektif, setelah berakhirnya perang dingin dan realitas politik cenderung
menjadi unipolar dengan Amerika Serikat sebagai kekuatan Hiper
Power, PBB menjadi relatif lebih efektif untuk melegitimasi suatu
tindakan internasional sebagai tindakan multilateral dan bukan tindakan
unilateral atau sepihak. Upaya AS untuk mendapatkan dukungan atas
inisiatifnya menyerbu Irak dengan melibatkan PBB, merupakan bukti
diperlukannya legitimasi multilateralisme yang dilakukan lewat PBB.
Untuk mengatasi berbagai konflik bersenjata yang kerap meletus
dengan cepat di berbagai belahan dunia misalnya, saat ini sudah ada
usulan untuk membuat pasukan perdamaian dunia (peace keeping
5

force) yang bersifat tetap dan berada di bawah komando PBB. Hal ini
diharapkan bisa mempercepat reaksi PBB dalam mengatasi berbagai
konflik bersenjata. Saat misalnya PBB telah memiliki semacam polisi
tetap yang setiap saat bisa dikerahkan oleh Sekertaris Jendral PBB
untuk beroperasi di daerah operasi PBB. Polisi PBB ini yang menjadi
Civpol (Civilian Police/polisi sipil) pertama saat Timor Timur lepas dari
Republik Indonesia.
Hubungan internasional telah bergeser jauh dari dunia eksklusif para
diplomat dengan segala protokol dan keteraturannya, ke arah
kerumitan dengan kemungkinan setiap orang bisa menjadi aktor dan
mempengaruhi jalannya politik baik di tingkat global maupun lokal.
Pada sisi lain juga terlihat kemungkinan munculnya pemerintahan dunia
dalam bentuk PBB, yang mengarahkan pada keteraturan suatu negara
(konfederasi?).

http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Hubungan
_internasional

3. Sarana-Sarana Hubungan Internasional bagi suatu


Negara
Suatu hubungan antar bangsa dan negara (internasional) akan dapat
berlangsung dengan baik, manakala terdapat pedoman-pedoman yang
dijadikan sebagai landasan berpijak. Pedoman-pedoman internasional,
harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang mengadakan hubungan baik tertulis
maupun yang tidak tertulis. Beberapa sarana penting dalam membangun
hubungan internasional adalah sebagai berikut :

a. Asas-Asas Hubungan Internasional


Menurut Hugo de Groot, bahwa dalam hubungan internasional
asas persamaan derajat merupakan dasar yang menjadi kemauan
bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara. Tujuannya
adalah untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri
di dalamnya. Dalam hubungan internasional, dikenal beberapa asas
yang didasarkan pada daerah dan ruang lingkup berlakunya ketentuan
hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing.
Ada 3 (tiga) asas dalam hubungan internasional yang antara satu
dengan lainnyan saling mempengaruhi :
 Asas Teritorial
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya.
Menurut asas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang
dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi, terhadap semua
barang atau orang yang berada di luar wilayah tersebut, berlaku
hukum asing (internasional) sepenuhnya.
 Asas Kebangsaan
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga
negaranya. Menurut asas ini, setiap warga negara di manapun ia
berada, tetap menapat perlakuan hukum dari negaranya. Asas ini
6

mempunyai kekuatan exteritorial. Artinya hukum dari negara


tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun
berada di negara asing.

 Asas Kepentingan Umum


Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan
mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal
ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan
peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum. Jadi,
hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara.
Apabila ketiga asas ini tidak diperhatikan, akan timbul kekacauan
hukum dalam hubungan antar bangsa (internasional). Oleh sebab itu,
antara satu negara dengan negara lain perlua ada hubungan yang
teratur dan tertib dalam bentuk hukum internasional. Walaupun
demikian, kerapkali masih terdapat masalah dan pertikaian-pertikaian
yang perlu dipecahkan. Misalnya persoalan dwi-kewarganegaraan,
batas-batas negara, wajib militer dan wajib pajak.

Bonus Info Kewarganegaraan


MULTILATERALISME

Multilateralisme adalah suatu istilah hubungan internasional


yang menunjukkan kerjasama antar beberapa negara. Sebagian
besar organisasi internasional, seperti PBB dan WTO, bersifat
multilateral. Pendukung utama multilateralisme secara tradisional
adalah negara-negara berkekuatan menengah seperti Kanada dan
negara-negara Nordik. Negara-negara besar sering bertindak secara
unilateral, sedangkan negara-negara kecil hanya memiliki sedikit
kekuatan langsung terhadap dalam urusan internasional, selain
berpartisipasi di PBB, misalnya dengan mengkonsolidasikan suara
mereka dengan negara-negara lain dalam pemungutan suara yang
dilakukan di PBB.
Dalam filosofi politis, lawan dari multilateralisme adalah
unilateralisme.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Hubun
gan_internasional

b. Faktor-faktor Penentu Dalam Hubungan Internasional


Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan
internasional, baik secara bilateral maupun multilateral adalah sebagai
berikut, 1) Kekuatan Nasional (National Power), 2) Jumlah Penduduk,
3) Sumber Daya, dan 4) Letak Geografis. Berdasarkan faktor-faktor
tersebut maka dapat difahami bagaimana suatu negara dalam
mengadakan hubungan internasional.
7

Pertama : Jika suatu Negara telah memiliki 4 (empat)


faktor kekuatan tersebut dengan baik, mereka relatif lebih
longgar untuk tidak mengadakan hubungan internasional.
Kedua : Namun jika suatu negara yang memiliki 4 (empat) faktor
kekuatan tersebut lemah, mereka harus mengadakan
hubungan internasional.
Dewasa ini, dengan semakin majunya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang cepat, hampir semua negara
berkembang maupun negara maju telah mengadakan hubungan kerja
sama dengan negara lain (hubungan internasional). Sebagai ilustrasi,
dapat dilihat pada bagan berikut ini.

A B
NEGARA NEGARA
MAJU BERKEMBANG

C
NEGARA
Ketiga kelompok negara tersebut di atas (A, B, dan C) saling
TERBELAKANG
membutuhkan, maka terjadilah interaksi (hubungan) internasional.
Mengingat yang melatar belakangi terjadinya hubungan internasional
antar negara itu berbeda-beda satu dengan yang lainnya, maka
terjadilah pengelompokan bentuk hubungan internasional yang
sekarang ini.
Adapun titik berat dalam hubungan internasional, ada yang
menekankan pada : bidang Pertahanan dan keamanan (Hankam),
bidang Ekonomi, Sosial Budaya dan bahkan ada negara yang hanya
menekankan di bidang Idiologi saja. Bagi bangsa Indonesia hubungan
kerjasama antar negara merupakan jalinan antar negara yang
mengacu pada beberapa landasan hukum, yaitu :
a. Pembukaan UUD 1945 alenia IV yang berbunyi “…ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
b. Pasal 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang
menyatakan ketentuan-ketentuan tentang hal-hal berikut :
1) PBB menciptakan perdamaian dan keamanan internasional serta
berusaha mencegah timbulnya bahaya yang mengancam
perdamaian dan keamanan.
2) PBB mengembangkan persahabatan antar bangsa atas dasar
persamaan dan hak menentukan nasib sendiri dalam rangka
perdamaian dunia.
3) PBB mengembangkan kerjasama internasional dalam rangka
memecahkan persoalan-persoalan ekonomi, sosial budaya,
kemanusiaan, serta menghormati hak-hak asasi manusia tanpa
membeda-bedakan suku, jenis kelamin, bahasa dan agama.
4) PBB menjadi pusat penyelesaian-penyelesaian masalah
internasional.
8

b. Perjanjian internasional (traktat = treaty) adalah suatu persetujuan


(agreement) yang dinyatakan secara formal antar dua negara atau
lebih mengenai penetapan serta ketentuan tentang hak dan
kewajiban masing-masing pihak. Kemudian, pihak-pihak tersebut
terikat oleh kesepakatan, baik masa damai maupun pada masa
perang. Pada umumnya, traktat ditaati oleh pihak-pihak yang
berkepentingan karena adanya asas pacta sun servanda
(persetujuan antar negara harus dihormati).
c. Secara khusus terdapat dalam Deklarasi hukum laut internasional.
Indonesia sejak 13 Desember 1957 memperjuangkan Deklarasi
Juanda yang di dalamnya menyatakan Negara Kesatuan Republik
Indonesia dibatasi oleh garis lurus dengan jarak 12 mil dari garis
pangkal lurus yang ditarik dari titik terluar pulau-pulau terluar
sebagai laut teritorial. Deklarasi ini diakui PBB pada tanggal 10
Desember 1982 dan disahkan oleh pemerintah Indonesia dengan
Undang-Undang No. 17 Tahun 1985 tentang Hukum Laut.

Bonus Info Kewarganegaraan


Dalam membina hubungan internasional, diperlukan adanya
taktik dan prosedur tertentu untuk mencapai tujuan nasional suatu
negara, sehingga kepentingannyan dapat diperkenalkan kepada
negara lain dengan jalan diplomatik. Dalam arti luas, diplomasi
meliputi seluruh kegiatan politik luar negeri yang berperan sebagai
berikut :
a. Menentukan tujuan dengan menggunakan semua daya dan
tenaga dalam mencapai tujuan tersebut.
b. Menyesuaikan kepentingan bangsa lain dengan kepentingan
nasional sesuai dengan tenaga dan daya yang ada.
c. Menentukan apakah tujuan nasional sejalan atau berbeda dengan
kepentingan negara lain.
d. Menggunakan sarana dan kesempatan yang ada dengan sebaik-
baiknya. Pada umumnya dalam menjalankan tugas diplomasi
antar bangsa, setiap negara menggunakan sarana diplomasi
ajakan, konferensi, dan menunjukkan kekuatan militer dan
ekonomi.
Penugasan Praktik 1
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Pengertian,
Pentingnya dan Sarana-sarana Hubungan Internasional Bagi
Suatu Negara, dilanjutkan Penugasan dengan menjawab
pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

1. Berikan ulasan kembali tentang pengertian “hubungan


internasional” sesuai pendapat anda dan tokoh-tokoh terkenal !
Pendapat anda tentang hubungan
internasional ? ...........................................................................
9

................................................................................................................
...................................................
................................................................................................................
...................................................
N
Tokoh Uraian Singkat
o
..................................................................................
Charles A.
......................................
1. MC.
Clelland ..................................................................................
......................................
..................................................................................
Warsito ......................................
2.
Sunaryo ..................................................................................
......................................

2. Menurut Hugo de Groot, bahwa dalam hubungan internasional


asas persamaan derajat merupakan dasar yang menjadi kemauan
bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara. Berikan
penjelasan singkatnya !
a. Asas persamaan
derajat: ............................................................................................
................
..........................................................................................................
..................................................
b. Kemauan
bebas: ...............................................................................................
............................
...........................................................................................................
.................................................

3. Dalam pelaksanaan hubungan internasional, terdapat faktor-


faktor penentu berupa ; kekuatan nasional, jumlah penduduk, sumber
daya, dan letak geografis. Beri penjelasan singkat pada kolom di
bawah ini kaitannya dengan hubungan internasional !
Jumlah Penduduk Letak Geografis
..................................................... .....................................................
......................... .........................
..................................................... .....................................................
......................... .........................
..................................................... .....................................................
......................... .........................

4. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa dalam mewujudkan


hubungan internasional diperlukan adanya asas “pacta sunt servanda”
!
................................................................................................................
...................................................
10

................................................................................................................
...................................................

5. Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara negara


maju dengan negara berkembang dalam hubungan internasional
perihal faktor-faktor penentu “kekuatan nasional” dan “sumber
daya” di bawah ini !
Persamaan Perbedaan
..................................................... .....................................................
........................ .........................
..................................................... .....................................................
........................ .........................
..................................................... .....................................................
........................ .........................
C. TAHAP-TAHAP PERJANJIAN INTERNASIONAL

1. Pengertian Perjanjian Internasional


Hubungan internasional yang merupakan hubungan antar negara,
pada dasarnya adalah ”hubungan hukum”. Ini berarti dalam hubungan
internasional telah melahirkan hak dan kewajiban antar subyek hukum
(negara) yang saling berhubungan. Dan lazimnya hal demikian itu akan
diawali dengan perjanjian pembukaan hubungan de facto tetap (konsuler)
sampai pada akhirnya berupa de jure penuh (perwakilan diplomatik) yang
bersifat bilateral.
Seperti halnya dalam memberikan pengertian hukum, politik maupun
ilmu-ilmu sosial lain, maka pengertian perjanjian internasionalpun sangat
beragam. Berikut ini beberapa pengertian yan dikemukakan oleh para
ahli.
 Prof Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL.M.
Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antar bangsa
yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu.
 Oppenheimer-Lauterpacht
Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antar negara yang
menimbulkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang
mengadakannya.
 G. Schwarzenberger
Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antara subjek-subjek
hukum internasional yang menimbulkan kewajiban-kewajiban yang
mengikat dalam hukum internasional. Perjanjian internasional dapat
berbentuk bilateral maupun multirateral. Subjek-subjek hukum dalam
hal ini selain lembaga-lembaga internasional, juga negara-negara.
Konferensi Wina tahun 1969
Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh dua
negara atau lebih, yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat
hukum tertentu. Tegasnya, perjanjian internasional mengatur
perjanjian antarnegara saja selaku subjek hukum internasional.
11

Dalam arti etis normatif, setiap subjek pembuat perjanjian


hendaknya secara moral dan hukum benar-benar bertanggungjawab
terhadap apa yang telah dilakukannya.
Contoh: Konvensi Hukum Laut Internasional telah menetapkan landas
kontinen sedalam 200 meter. Hal ini telah disepakati oleh
Indonesia, Malaysia, dan Muangthai pada tanggal 21
Desember 1971 untuk Common Point di Selat Malaka.
Meskipun kedalam 200 meter sulit dimonitor oleh setiap
kapal yang lewat, namun masing-masing negara tersebut
harus mau mematuhi batas-batas hak dan kewajibannya.

 Pendapat Accademy of Sciences of USSR


Suatu Perjanjian Internasional adalah suatu persetujuan yang
dinyatakan secara formal antara dua atau lebih negara-negara
mengenai pemantapan, perubahab atau pembatasan daripada hak-
hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.

Bonus Info Kewarganegaraan

Perjanjian Internasional menjadi hukum terpenting bagi hukum


internasional positif, karena lebih menjamin kepastian hukum. Di
dalam perjanjian internasional, diatur pula hal-hal yang menyangkut
hak dan kewajiban antara subjek-subjek hukum internaional (antar
negara). Dalam membuat suatu perjanjian internasional, yang
paling penting adalah adanya kesadaran masing-masing pihak yang
membuat perjanjian untuk secara etis normatif mematuhinya.

Menurut Paal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional,


”Perjanjian internasional merupakan sumber utama dari sumber-
sumber hukum internasional lainnya”. Hal itu dapat dibuktikan
terutama dalam kegiatan-kegiatan internasional dewasa ini yang
sering berpedoman pada perjanjian antara para subjek hukum
internaional yang mem[unyai kepentingan sama. Misalnya, Deklarasi
Bangkok 1968 yang melahirkan organisasi ASEAN dengan tujuan
kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Untuk itu, negara-
negara ASEAN sepakat menolak kehadiran militer asing yang tidak
ada kepentingannya dengan ASEAN.
Kedudukan perjanjian internasional dianggap sangat penting
karena ada beberapa alasan yang perlu kita pahami :
a Perjanjian internasional lebih menjamin kepastian hukum sebab
perjanjian internasional diadakan secara tertulis.
b Perjanjian internasional mengatur masalah-masalah kepentingan
bersama di antara para subjek hukum internasional.
Dari dua alasan tersebut, suatu perjanjian internasional yang
dibuat secara sepihak atau karena ada unsur paksaan dianggap tidak
sah (batal demi hukum).
12

2. Penggolongan Perjanjian Internasional


Klasifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan atas:
 Menurut Subjeknya
a. Perjanjian antar negara yang dilakukan oleh banyak negara yang
merupakan subjek hukum internasional.
b. Perjanjian internasional antar negara dan subjek hukum
internasional lainnya, seperti antara organisasi internasional Tahta
Suci (Vatican) dengan organisasi Uni Eropa.
c. Perjanjian antar sesama subjek hukum internasional selain negara,
seperti antara suatu organisasi internasional dan organisasi
internasional lainnya. Contoh: Kerjasama ASEAN dan Uni Eropa.
 Menurut Isinya
a. Segi politis, seperti Pakta Pertahanan dan Pakta Perdamaian.
Contoh: Nato, ANZUS, dan SEATO.
b. Segi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan bantuan keuangan.
Contoh: CGI, IMF, IBRD, dan sebagainya.
c. Segi hukum, seperti status kewarganegaraan (Indonesia – RRC),
ekstradisi dan sebagainya.
d. Segi batas wilayah, seperti laut teritorial, batas alam daratan, dan
sebagainya.
e. Segi kesehatan, seperti masalah karantina, penanggulangan wabah
penyakit AIDS, dan sebagainya.
 Menurut Proses/Tahapan Pembentukannya
a. Perjanian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan,
penandatanganan dan ratifikasi
b. Perjanjian bersifat sederhana yang dibuat melalui dua tahap, yaitu
perundingan dan penandatanganan (biasanya digunakan) kata
persetujuan dan agreemaent).
 Menurut Fungsinya
a. Perjanian yang membentuk hukum (law making treaties), yaitu
suatu perjanian yang melakukan ketentuan-ketentuan atau kaidah-
kaidah hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan
(bersifat multilateral). Perjanjian ini bersifat terbuka bagi pihak
ketiga. Contoh: konfernsi Wina tahun 1958 tentang hubungan
diplomatik. Konvensi Montego tentang Hukum laut internasional
tahun1982, dan sebagainya.
b. Perjanjian yang bersifat khusus (treaty contract), yaitu perjanjian
yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi negara-negara yang
mengadakan perjanjian saja (perjanjian bilateral). Contoh:
Perjanjian antara RI dan RRC mengenai dwikewarganegaraan tahun
1955, perjanjian batas wilayah, pemberantasan penyeludupan-
penyelundupan dan sebagainya.

3. Istilah-Istilah Lain Perjanjian Internasional


Pemberian berbagai istilah perjanjian internasional (traktat)
berdasarkan pada tingkat pentingnya suatu perjanjian internasional serta
13

keharusan untuk mendapatkan suatu ratifikasi dari setiap kepala negara


yang mengadakan perjanjian.
Istilah lain dari perjanjian adalah berikut ini.

N Nama Uraian Keterangan


o
1. Traktat Yaitu, perjanjian paling formal Perjanjian ini khusus
(Treaty) yang merupakan persetujuan mencakup bidang
dari dua negara atau lebih. politik dan bidang
ekonomi.
2. Konvensi Yaitu persetujuan formal yang Persetujuan ini harus
(Conventio bersifat multilateral, dan tidak dile-galisasi oleh
n) berurusan dengan wakil-wakil yang
kebijaksanaan tingkat tinggi berkuasa penuh
(high policy). (plaenipotentiones).
3. Protokol Yaitu persetujuan yang tidak Mengatur masalah-
(Protocol) resmi dan pada umumnya masalah tambahan
tidak dibuat oleh kepala seperti penafsiran
negara. klausal-klausal
tertentu.
4. Persetujua Yaitu prjanjian yang berifat Agrement tidak
n teknis atau admistratif diratifikasi karena
(Agreeme sifatnya tidak
nt) seresmi traktat atau
konvensi.
5. Perikatan Yaitu istilah yang digunakan Perikatan tidak
(Arrangem untuk transaksi-transaksi seresmi traktat dan
ent) yang bersifat sememtara. konvensi.

6. Proses Yaitu catatab-catatan atau Proses verbal tidak


Verbal ringkasan-ringkasan atau diratifi-kasi.
kesimpulan-kesimpulan
konferensi diplomatik, atau
catatan-catatan suatu
permufakatan.
7. Piagam Yaitu himpunan peraturan Piagam itu dapat
(Statute) yang ditetapkan oleh digunakan sebagai
persetujuan interna-sional alat tambahan untuk
baik mengenai pekerjaan pelaksanaan suatu
maupun kesatuan-kesatuan konvensi (seperti
tertentu seperti pengawasan piagam kebebasan
internasional yang mencakup transit).
tentang minyak atau
mengenai lapangan kerja
lembaga-lembaga
internaional.
8. Deklarasi Yaitu perjanjian internasional Deklarasi sebagai
(Declarati yang berbentuk traktat, dan persetu-juan tidak
on) dokumen tidak resmi. resmi bila mengatur
Deklarasi sebagai traktat bila hal-hal yang kurang
14

menerangkan suatu judul dari penting.


batang tubuh ketentuan
traktat, dan sebagai dokumen
tidak resmi apabila
merupakan lampiran pada
traktat atau konvensi.
9. Modus Yaitu dokumen untuk
Vivendi mencatat persetujuan
internasional yang bersifat
sementara, sampai berhasil
diwujudkan perjumpaan yang
lebih permanen, terinci, dan
sistematis serta tidak
memerlukan ratifikasi.
10 Pertukara Yaitu metode yang tidak Akibat pertukaran
. n Nota resmi, tetapi akhir-akhir ini nota ini timbul
banyak digunakan. Biasanya, kewajiban yang
pertukaran nota dilakukan menyangkut mereka.
oleh wakil-wakil militer dan
negara serta dapat bersifat
multilateral.
11 Ketentuan Yaitu ringkasan hasil konvensi
. Penutup yang menyebutkan negara
(Final Act) peserta, nama utusan yang
turut diundang, serta masalah
yang disetujui konferensi dan
tidak memerlukan ratifikasi.
12 Ketentuan Yaitu traktat yang dapat Misalnya, LBB (Liga
. Umum bersifat resmi dan tidak Bangsa-Bangsa)
(General resmi. mengguna-kan
Act), ketentuan umum
mengenai arbitrasi
untuk menyelesaikan
secara damai
pertikaian
internasional tahun
1928.
13 Charter Yaitu istilah yang dipakai Misalnya, Atlantic
. dalam perjanjian internasional Charter.
untuk pendirian badan yang
melakukan fungsi
administratif.
14 Pakta Yaitu istilah yang Pakta membutuhkan
. (Pact) menunjukkan suatu ratifi-kasi.
persetujuan yang lebih
khusus (Pakta Warsawa).
15 Covenant Yaitu anggaran dasar LBB
. (Liga Bangsa-Bangsa).
15

4. Tahap-Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional.


Menurut konvensi Wina tahun 1969, tahap-tahap dalam perjanjian
internasional adalah sebagai berikut :
 Perundingan (Negotiation).
Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama antara
pihak/negara tentang objek tertentu. Sebelumnya belum pernah
diadakan perjanjian. Oleh karena itu, diadakan penjajakan terlebih
dahulu atau pembicaraan pendahuluan oleh masing-masing pihak
yang berkepentingan. Dalam melaksanakan negosiasi, suatu negara
yang dapat diwakili oleh pejabat yang dapat menunjukkan surat
kuasa penuh (full powers). Selain mereka, hal ini juga dapat dilakukan
oleh kepala negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri atau
duta besar.
 Penandatanganan (Signature).
Lazimnya penandatanganan dilakukan oleh para menteri luar negeri
(Menlu) atau kepala pemerintahan.
Untuk perundingan yang bersifat multilateral, penandatanganan teks
perjanjian sudah dianggap sah jika 2/3 suara peserta yang hadir
memberikan suara, kecuali jika ditentukan lain. Namun demikian,
perjanjian belum dapat diberlakukan oleh masing-masing negaranya.
 Pengesahan (Retification).
Suatu negara mengikat diri pada suatu perjanjian dengan syarat
apabila telah disahkan oleh badan yang berwenang di negaranya.
Penandatanganan atas perjanjian hanya bersifat sementara dan masih
harus dikuatkan dengan pengesahan atau penguatan. Ini dinamakan
ratifikasi.
Ratifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Ratifikasi oleh badan eksekutif. Sistem ini biasa dilakukan oleh
raja-raja absolut dan pemerintahan otoriter.
b. Ratifikasi oleh badan legislatif. Sistem ini jarang digunakan.
c. Ratifikasi campuran (DPR dan Pemerintah). Sistem ini paling
banyak digunakan karena peranan legislatif dan eksekutif sama-
sama menentukan dalam proses ratifikasi suatu perjanjian.

Fokus Kita :
Persetujuan untuk mengikatkan diri tersebut dapat diberikan
dengan berbagai cara, tergantung pada persetujuan mereka.
Misalnya, dengan penandatangan, ratifikasi, pernyataan turut serta
(accession), ataupun pernyataan menerima (acceptance) dan dapat
juga dengan cara pertukaran naskah yang sudah ditandatangani.

Konvensi Wina (tahun 1969) pasal 24 menyebutkan bahwa mulai


berlakunya sebuah Perjanjian Internasional adalah sebagai berikut:
a. Pada saat sesuai dengan yang ditentukan dalam naskah perjanjian
tersebut.
16

b. Pada saat peserta perjanjian mengikat diri pada perjanjian itu bila
dalam naskah tidak disebut saat berlakunya.
Persetujuan untuk mengikat diri tersebut dapat diberikan dengan
berbagai cara, tergantung pada persetujuan mereka. Misalnya,
dengan penandatanganan, ratifikasi, pernyataan turut serta
(accesion), ataupun pernyataan menerima (acceptence) dan dapat
juga dengan cara pertukaran naskah yang sudah ditandatangani.

Bonus Info Kewarganegaraan

Praktek ratifikasi di Indonesia didasarkan pada landasan juridis


konstitusional UUD 1945 pasal 11 ayat (1), yang berbunyi “Presiden
dengan persetujuan. Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang,
membuat perdamaian, dan membuat perjanjian dengan negara lalin”.
Mengenai kata perjanjian tersebuat, masih bersifat umum, dan di
dalam Penjelasan UUD 1945 juga tidak ditemukan kriterianya (hanya
disebutkan kedudukan presiden sebagai kepala negara). Untuk itu,
pada tanggal 22 Agustus 1960, Presiden Soekarno mengirim Surat No.
2826HK/60, perihal pembuatan perjanjian dengan negara lain kepada
DPR. Inti surat tersebut adalah bahwa suatu perjanjian akan meminta
persetujuan DPR, jika hal itu bersifat penting. Akan tetapi, jika
perjanjian mengandung materi lain, cukup diberitahukan kepada DPR
saja.
Praktek-praktek demikian telah lazim dilaksanakan di Indonesia dan
disebut dengan “sistem campuran”. Sistem inibiasanya dibuat untuk
perjanjian, seperti treaties atau agreement tertentu. Berikut ini ada
beberapa contoh yang dapat dikemukakan.
1. Persetujuan Indonesia-Belanda mengenai penyerahan Irian Barat
(Sekarang ini Irian Jaya) yang ditandatangani di New York (15
Januari 1962), disebut Agreement. Akan tetapi, karena pentingnya
materi yang diatur di dalam agreement tersebut maka dianggap
sama dengan treaty. Sebagai konsekuensinya, presiden
memerlukan persetujuan DPR dalam bentuk “pernyataan
pendapat”.
2. Perjanjian antara Indonesia-Australia mengenai garis batas wilayah
antara Indonesia dengan Papua New Guinea yang ditandatangani di
Jakarta, 12 Februari 1973 dalam bentuk agreement. Namun, karena
pentingnya materi yang diatur dalam agreement tersebut maka
pengesahannya memerlukan persetujuan DPR dan dituangkan ke
dalam bentuk undang-undang, yaitu UU No. 6 tahun 1973.
3. Persetujuan garis batas landas kontinen antara Indonesia dan
Singapura tentang Selat Singapura (25 Mei 1973). Sebenarnya
materi persetujuan ini cukup penting, namun dalam
pengesahannya tidak meminta persetujuan DPR melainkan
dituangkan dalam bentuk “Keputusan Presiden”
17

5. Hal-hal Penting Dalam Proses Pembuatan Perjanjian


Internasional
Unsur-unsur yang penting dalam persyaratan adalah:
a. Harus dinyatakan secara formal/ resmi, dan
b. Bermaksud untuk membatasi, meniadakan, atau mengubah akibat
hukum dari ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian
itu.

Fokus Kita :
Negara mengajukan persyaratan, tidak berarti mengundurkan
diri dari perjanjian (multilateral). Negara tersebut masih tetap
sebagai peserta dalam perjanjian, tetapi dengan syarat hanya
terikat pada bagian-bagian tertentu yang dianggap membawa
Mengenai persyaratan dalam perjanjian internasional, terdapat dua
teori yang cukup berkembang, yaitu sebagai berikut.
a) Teori Kebulatan Suara (Unanimity Principle). Persyaratan itu
hanya sah atau berlaku bagi yang mengajukan persyaratan jika
persyaratan ini diterima oleh seluruh peserta dari perjanjian.
Contoh: Berdirinya Lembaga Bangsa-Bangsa (LBB) atau PBB yang
pada setiap mengeluarkan resolusi atau menerima anggota baru,
memerlukan kebulatan suara dari seluruh anggota.
b) Teori Pan Amerika. Setiap perjanjian itu mengikat negara yang
mengajukan persyaratan dengan negara yang menerima
persyaratan. Teori ini biasanya dianut oleh organisasi-organisasi
negara Amerika. Contoh: dengan adanya NATO atau AFTA, setiap
negara peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk
berpartisipasi dalam perjanjian yang dibentuk tersebut.

6. Berlakunya dan Berakhirnya Perjanjian Internasional


 Berlakunya Perjanjian Internasional
Perjanjian internasional berlaku pada saat peristiwa berikut ini.
a. Mulai berlaku sejak tanggal yang ditentukan atau menurut yang
disetujui oleh negara perunding.
b. Jika tidak ada ketentuan atau persetujuan, perjanjian mulai
berlaku segera setelah persetujuan diikat dan dinyatakan oleh
semua negara perunding.
c. Bila persetujuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian timbul
setelah perjanjian itu berlaku, maka perjanjian mulai berlaku
bagi negara itu pada tanggal tersebut, kecuali bila perjanjian
menentukan lain.
d. Ketentuan-ketentuan perjanjian yang mengatur pengesahan
teksnya, pernyataan persetujuan suatu negara untuk diikat oleh
suatu perjanjian, cara dan tanggal berlakunya, persyaratan,
fungsi-fungsi penyimpanan, dan masalah-masalah lain yang
18

timbul yang perlu sebelum berlakunya perjanjian itu, berlaku


sejak saat disetujuinya teks perjanjian itu.

 Berakhirnya Perjanjian Intenasional


Prof. DR. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., dalam buku
Pengantar Hukum Internasional mengatakan bahwa suatu
perjanjian berakhir karena hal-hal berikut ini.
a. Telah tercapai tujuan dari perjanjian internasional itu.
b. Masa beraku perjanjian internasional itu sudah habis.
c. Salah satu pihak peserta perjanjian menghilang atau
punahnya objek perjanjian itu.
d. Adanya persetujuan dari peserta-peserta untuk mengakhiri
perjanjian itu.
e. Adanya perjanjian baru antara peserta yang kemudian
meniadakan perjanjian yang terdahulu.
f. Syarat-syarat tentang pengakhiran perjanjian sesuai
dengan ketentuan perjanjian itu sudah dipenuhi.
g. Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta
dan pengakhiran itu diterima oleh pihak lain.

 Pelaksanaan Perjanjian Internasional


a. Ketaatan Terhadap Perjanjian
1) Perjanjian harus dipatuhi (pacta sunt servada). Prinsip ini
sudah merupakan kebiasaan karena merupakan jawaban atas
pertanyaan mengapa perjanjian internasional memiliki
kekuatan mengikat.
2) Kesadaran hukum nasional. Suatu negara akan menyetujui
ketentuan-ketentuan perjanjian internasional yang sesuai
dengan hukum nasionalnya. Perjanjian internasional
merupakan bagian dari hukum nasionalnya.

b. Penerapan Perjanjian
1) Daya berlaku surut (retroactivity). Biasanya, suatu perjanjian
dianggap mulai mengikat setelah diratifikasi oleh peserta,
kecuali bila ditentukan dalam perjanjian bahwa penerapan
perjanjian sudah dimulai sebelum ratifikasi.
2) Wilayah penerapan (teritorial scope). Suatu perjanjian
mengikat wilayah negara peserta, kecuali bila ditentukan
lain. Misalnya, perjanjian itu hanya berlaku pada bagian
tertentu dari wilayah suatu negara, seperti perjanjian
perbatasan.
3) Perjanjian penyusul (successive treaty). Pada dasarnya, suatu
perjanjian tidak boleh bertentangan dengan perjanjian serupa
yang mendahuluinya. Namun, bila perjanjian yang
mendahului tidak sesuai lagi, maka dibuatlah perjanjian
pembaruan.

 Penafsiran Ketentuan Perjanjian


19

Supaya perjanjian mempunyai daya guna yang baik dalam


memberikan solusi atas kasus-kasus hubungan internasional, perlu
diadakan penafsiran atas aspek-aspek pengkajian dan penjelasan
perjanjian tersebut. Penafsiran dalam prakteknya dilakukan dengan
menggunakan tiga metode. Adapun metode-metode itu seperti
berikut.
a. Metode dari aliran yang berpegang pada kehendak penyusun
perjanjian dengan memanfaatkan pekerjaan persiapan.
b. Metode dari aliran yang berpegang pada naskah perjanjian,
dengan penafsiran menurut ahli yang umum dari kosa-katanya.
c. Metode dari aliran yang berpegang pada objek dan tujuan
perjanjian.

 Kedudukan Negara Bukan Peserta


Negara bukan peserta pada hakikatnya tidak memiliki hak dan
kewajiban untuk mematuhuinya. Akan tetapi, bila perjanjian itu
bersifat multilateral (PBB) atau objeknya besar (Terusan Suez,
Panama, Selat Malaka dan lain-lain), mereka dapat juga terikat,
apabila:
a. Negara tersebut menyatakan diri terikat terhadap
perjanjian itu, dan
b. Negara tersebut dikehendaki oleh para peserta.

 Pembatalan Perjanjian Internasional


Berdasarkan Konvensi Wina tahun 1969, karena berbagai alasan,
suatu perjanjian internasional dapat batal antara lain sebagai
berikut.
a. Negara peserta atau wakil kuasa penih melanggar
ketentuan-ketentuan hukum nasionalnya.
b. Adanya unsur kesalahn (error) pada saat perjanjian itu
dibuat.
c. Adanya unsur penipuan dari negara peserta tertentu
terhadap negara peserta lain waktu pembentukan perjanjian.
d. Terdapat penyalahgunaan atau kecurangan (corruption),
baik melalui kelicikan atau penyuapan.
e. Adanya unsur paksaan terhadap wakil suatu negara
peserta. Paksaan tersebut baik dengan ancaman maupun
penggunaan kekuatan.
f. Bertentangan dengan suatu kaidah dasar hukum
internasional umum.

Bonus Info Kewarganegaraan


Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sumber hukum formal
bagi Hukum Tata Negara Indonesia. Sementara itu, Hukum Tata
Negara menentukan sistem hukum yang lain, seperti hukum pidana,
hukum perdata, hukum internasional, dan hukum perjanjian
internasional.
20

Sesuai dengan hal itu, hubungan internasional Indonesia juga


diatyr dalam pasal 11 ayat (1) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa
"Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan
perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.”
Pernyataan pasal 11 ayat (1) UUD 1945 tersebut sebenarnya
mengandung 3 masalah pokok berikut.
1. Kata “membuat” berarti seluruh proses pembuatan perjanjian
internasional yang meliputi tahap-tahap perundingan,
penandatanganan dan pengesahan;
2. Kalimat yang menyatakan dengan persetujuan DPR berarti ada
bentuk persetujuan dari DPR seperti tertulis atau lisan, dituangkan
dalam undang-undang atau bentuk lain;
3. Kalimat “perjanjian dengan negara lalin” berarti meliputi bentuk
dan jenis perjanjian, seperti bilateral atau multilateral, penting
atau sederhana.
Membuat perjanjian dengan persetujuan DPR ini merupakan
konsekuensi dari kedudukan Presiden sebagai Kepala Negara.
8. Jenis – Jenis Perjanjian Internasional
a. Perjanjian Bilateral
Perjanjian bilateral bersifat khusus (treaty contract) karena hanya
mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan kedua negara saja. Oleh
karena itu, perjanjian bilateral bersifat “tertutup.” Artinya tertutup
kemungkinan bagi negara lain untuk turut serta dalam perjanjian
tersebut.
Ada beberapa contoh yang dapat disampaikan sebagai gambaran
konkrit dari perjanjian bilateral.
 Perjanjian antara Republik Indonesia dengan RRC (Republika Rakyat
Cina) pada tahun 1955 tentang penyelesaian “dwikewarganegaraan”.
 Perjanjian antara Indonesia dengan Muangthai tentang “Garis Batas
Laut Andaman” di sebalah utara Selat Malaka pada tahun 1971.
 Perjanjian “ekstradisi” antara Republik Indonesia dan Malaysia pada
tahun 1974.
 Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai
pertahanan dan keamanan wilayah kedua negara pada tanggal 16
Desember 1995.

b. Perjanjian Multilateral
Perjanjian ini sering disebut sebagai law making treaties karena
biasanya mengatur hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan
bersifat “terbuka.” Perjanjian multilateral tidak saja mengatur
kepentingan negara-negara yang mengadakannya, melainkan juga
kepentingan negara lain yang turut (bukan peserta) dalam perjanjian
multilateral tersebut.
Untuk lebih jelasnya ada beberapa contoh tentang perjanjian
multilateral seperti berikut.
 Konvensi Jenewa, tahun 1949 tentang “Perlindungan Korban Perang”.
 Konvensi Wina, tahun 1961, tentang “Hubungan Diplomatik”.
21

 Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 tentang “Laut


Teritorial, Zona Bersebelahan, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landas
Benua”.

Penugasan Praktik
2
Kewarganegaraan
Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah,
internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal berikut
:
Rumuskan kembali pemahaman tentang pengertian perjanjian
internasional !
Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam hubungan antar
negara perjanjian internasional dianggap sangat penting !
Berikan penjelasan mengapa suatu perjanjian internasional ada
yang harus diratifikasi dan ada yang tidak perlu diratifikasi !
Jelaskan mengapa sebelum suatu perjanjian internasional dibuat,
perlu dilakukan perundingan (negosiasi) !
Berikan penjelasan bagaimana kedudukan negara peserta dan
bukan peserta pada saat suatu perjanjian internasional akan
ditandatangani oleh negara-negara yang berkepentingan.

D.FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK

1. Perwakilan Negara RI di Luar Negeri


a. Landasan Hukum
Pasal 13 UUD 1945 menyebutkan bahwa:
1) Presiden mengangkat duta dan konsul.
2) Dalam hal mengangkat duta; Presiden memperhatikan
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.
3) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.
Kekuasaan Presiden untuk mengangkat dan menerima duta dari
negara lain ada dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara.
Sedangkan prosedur maupun teknis pelaksanaannya, diatur oleh
pembantu Presiden sendiri, yaitu Menteri Luar Negeri.

Fokus Kita :
Istilah diplomatik (diplomacy), dalam hubungan internasional
”berarti sarana yang sah (legal), terbuka dan terang-terangan yang
digunakan oleh sesuatu negara dalam melaksanakan politik luar
negerinya”. Untuk menjalin hubungan diantara negara-negara itu,
biasanya negara tersebut saling menempatkan perwakilannya
22

Bonus Info Kewarganegaraan

PERWAKILAN DIPLOMATIK

Diplomasi adalah seni dan praktek bernegosiasi oleh seseorang


(disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah negara atau
organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan
diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti
budaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap
diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata
yang halus.
Diplomasi yang paling sederhana dan tertua adalah diplomasi
bilateral antara dua pihak dan biasanya merupakan misi dari
kedutaan besar dan kunjungan kenegaraan. Contohnya adalah
Persetujuan Perdagangan Bebas Kanada-Amerika antara Amerika
Serikat dan Kanada.
Jenis lainnya adalah diplomasi multilateral yang melibatkan
banyak pihak dan bisa ditelusuri dari Kongres Wina. PBB adalah salah
satu institusi diplomasi multilateral. Beberapa diplomasi multilateral
berlangsung antara negara-negara yang berdekatan atau dalam satu
region dan diplomasi ini dikenal sebagai diplomasi regional.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Diplomasi

b. Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia


N Diplomati Uraian
o k
1. Tugas  Menyelenggarakan hubungan dengan negara
Pokok lain atau hubungan kepala negara dengan
Perwakila pemerintah asing (membawa suara resmi
n negaranya).
Diplomati
k  Mengadakan perundingan masalah-masalah
yang dihadapi kedua negara itu dan berusaha
untuk menyelesaikannya.
 Mengurus kepentingan negara serta warga
negaranya di negara lain.
23

 Apabila dianggap perlu, dapat bertindak sebagai


tempat pencatatan sipil, pemberian paspor, dan
sebagainya.
2. Fungsi  Mewakili negara pengirim di dalam negara
Perwakila penerima.
n
Diplomati  Melindungi kepentingan negara pengirim dan
k warga negaranya di negara penerima di dalam
Berdasark batas-batas yang diijinkan oleh hukum
an internasional.
Kongres  Mengadakan persetujuan dengan pemerintah
Wina negara penerima.
1961
 Memberikan keterangan tentang kondisi dan
perkembangan negara penerima, sesuai dengan
undang-undang dan melaporkan kepada
pemerintah negara pengirim.
 Memelihara hubungan persahabatan antara
kedua negara.
3. Peranan Dalam membina hubungan internasional,
Perwakila diperlukan adanya taktik dan prosedur tertentu
n untuk mencapai tujuan nasional suatu negara,
Diplomati sehingga kepentingannya dapat diperkenalkan
k kepada negara lain dengan jalan diplomatik. Dalam
arti luas, diplomasi meliputi seluruh kegiatan politik
luar negeri yang berperan sebagai berikut:
 Menentukan tujuan dengan menggunakan
semua daya dan tenaga dalam mencapai tujuan
tersebut.
 Menyesuaikan kepentingan bangsa lain dengan
kepentingan nasional sesuai dengan tenaga dan
daya yang ada.
 Menentukan apakah tujuan nasional sejalan
atau berbeda dengan kepentingan negara lain.
 Menggunakan sarana dan kesempatan yang ada
dengan sebaik-baiknya. Pada umumnya dalam
menjalankan tugas diplomasi antar bangsa,
setiap negara menggunakan sarana diplomasi
ajakan, konferensi, dan menunjukkan kekuatan
militer dan ekonomi.
4. Tujuan  Memelihara kepentingan negaranya di negara
Diadakan penerima, sehingga jika terjadi sesuatu urusan,
Perwakila perwakilan tersebut dapat mengambil langkah-
n langkah untuk menyelesaikannya.
Diplomati  Melindungi warga negara sendiri yang
k bertempat tinggal di negara penerima.
24

 Menerima pengaduan-pengaduan untuk


diteruskan kepada pemerintah negara penerima
2. Perwakilan Negara di Negara Lain Dalam Arti Politis
(Diplomatik)
a. Pembukaan/Pengangkatan dan Penerimaan Perwakilan
Doplomatik.
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembukaan atau
pertukaran perwakilan diplomatik (dalam arti politis) maupun
konsuler (dalam arti non-politis) dengan negara lain adalah sebagai
berikut :
1) Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak (mutual
conceat) yang akan mengadakan pembukaan atau pertukaran
diplomatik maupun konsuler. Kesepakatan tersebut berdasarkan
Pasal 2 Konvensi Wina 1961, dituangkan dalam bentuk :
Persetujuan bersama (joint agreement) dan Komunikasi bersama
(joint declaration).
2) Prinsip-prinsip hukum interenasional yang beraku, yaitu setiap
negara dapat melakukan hubungan atau pertukaran perwakilan
diplomatik berdasarkan atas prinsip-prinsip hubungan yang
berlaku dan prinsip timbal balik (reciprositas).

b. Kronologis Pengangkatan Perwakilan Diplomatik

I II
Kedua belah pihak saling
Mendapat persetujuan
menukar informasi tentang
(demende, agregation)
akan dibukanya perwakilan
dari negara yang
(oleh Deparlu masing-
menerima.
masing Negara).

Surat kepecayaan Diplomat yang akan


diserahkan kepada kepala ditempatkan, menerima
negara penerima (lettre de surat kepercayaan ( lettre
rapple) dalam suatu de creance) yang ditanda
upacara dimana seorang tangani oleh kepala
CORPS
diplomatik tersebut DIPLOMATIQUE
pidato. negara pengirim.
IV (PERWAKILAN III
DIPLOMATIK)

c. Klasifikasi Perwakilan diplomatik KONGGRES WINA


KONGGRES WINA KONGGRES AIX
(1961)
(1815) LA CHAPELLA
Ammbassador Papa (1818)
Ammbassador (Nuncios)
Legates Nuncios Ammbassador and
diakre-detasi pada Kepala
(Duta Besar, Legates Or
Negara dan kepala misi
Perwakilan Kunci). Nuncious.
yang lain yang sederajat.
Envoys Extra Envoys and Minister
Envoys, Minsiter dan
Ordinary and Pleni Petentiary.
Inter-nuncios
Minister Pleni Minister Resident.
diakreditasikan pada
Petentiary (Duta Charge de Affaires.
Kepala Negara.
Besar Luar biasa Catatan : disebut
Charge D’ Affaires,
dan Berkuasa juga konggres
diakredi-tasikan kepada
25

d. Tugas dan Fungsi Perwakilan Diplomatik


Tugas umum seorang perwakilan diplomatik, adalah mencakup
hal-hal berikut :
1) Representasi, yaitu selain untuk mewakili pemerintah
negaranya, ia juga dapat melakukan protes, mengadakan
penyelidikan pertanyaan dengan pemerintah negara penerima,
ia mewakili kebijaksanaan politik pemerintah negaranya.
2) Negosiasi, yaitu untuk mengadakan perundingan/ pembicaraan
baik dengan negara dimana ia diakredetasi maupun negara lain.
3) Observasi, yaitu untuk menelaah dengan teliti setiap kejadian
atau peristiwa di negara penerima yang mungkin dapat
mempengaruhi kepentingan negaranya.
4) Proteksi, yaitu untuk melindungi pribadi, harta benda, dan
kepentingan-kepentingan dari pada warga negaranya yang
berada di luar negeri.
5) Relationship, yaitu untuk meningkatkan hubungan
persahabatan antar negara pengirim dengan negara penerima,
baik di bidang ekonomi, kebudayaan maupun ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Fungsi Perwakilan diplomatik, menurut Konggres Wina 1961,
adalah mencakup hal-hal berikut :
1) Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima.
2) Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya
di negara penerima di dalam batas-batas yang diijinkan oleh
hukum internasional.
3) Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima.
4) Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan
negara penerima, sesuai dengan undang-undang dan
melaporkan kepada pemerintah negara pengirim.
5) Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara.

Bonus Info Kewarganegaraan


Dalam melaksanakan tugasnya, diplomat dapat berfungsi
sebagai lambang prestise nasional negaranya di luar negeri dan
mewakili Kepala Negaranya di negara penerima. Selain itu, dia
dapat berfungsi sebagai perwakilan yuridis yang resmi dari
26

pemerintah negaranya. Contohnya, dia dapat menandatangani


perjanjian, meratifikasi dokumen, mengumumkan pernyataan dan
lain-lain. Dia juga dapat berfungsi sebagai perwakilan politik.
Dalam melaksanakan fungsi sedemikian, dia dapat menjadi alat
penghubung timbal balik antara kepentingan negaranya dengan
kepentingan negara penerimanya.
Perwakilan di negara lain dipimpin oleh duta besar yang
sekaligus menjadi juru bicara perwakilan terhadap pemerintah
setempat ia bertugas. Duta besar yang diangkat menjadi ketua
perwakilan asing itu, disebut doyen. Tingkat perwakilan suatu
negara ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai
berikut :
a. Penting tidaknya kedudukan negara pengutus dan negara
penerima perwakilan itu.
b. Erat tidaknya hubungan antar negara yang mengadakan
hubungan itu.
c. Besar kecilnya kepentingan bangsa / negara yang mengadakan
hubungan itu.
Dengan demikian, fungsi diplomatik (khusus negara Indonesia)
dalam arti politis adalah mencakup hal-hal berikut :
a. Mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialisme
dalam segala bentuk dan manifestasinya dengan
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
b. Mengabdi kepada kepentingan nasional dalam mewujudkan
masyarakat adil dan makmur.
c. Menciptakan persahabatan yang baik antara negara republik
Indonesia dan semua negara guna menjamin pelaksanaan
tugas negara perwakilan diplomatik.
e. Perangkat Perwakilan Dilpomatik
Pelaksanaan peranan perwakilan diplomatik guna membina
hubungan dengan negara lain, menurut ketetapan Konggres Wina
Tahun 1815 dan Konggres Aux La Chapella 1818 (Konggres
Achen), dilakukan oleh perangkat-perangkat berikut :

N Nama Uraian Keterangan


o
1. Duta Adalah tingkat tertinggi Ambassador
Besar dalam perwakilan ditempatkan pada
Berkuas diplomatik yang negara yang banyak
a Penuh mempunyai kekuasaan menjalin hubungan
(Ambassa penuh dan luar biasa. timbal balik.
dor)
2. Duta Adalah wakil diplomatik Dalam menyelesaikan
(Gerzant) yang pangkatnya lebih segala persoalan
rendah dari duta besar. kedua negara dia harus
berkonsultasi dengan
pemerintahnya.
3. Menteri Seorang Menteri Residen Mereka ini pada
27

Residen dianggap bukan sebagai dasarnya tidak berhak


wakil pribadi kepala mengadakan
negara. Dia hanya pertemuan dengan
mengurus urusan negara. kepala negara di mana
mereka bertugas.
4. Kuasa Kuasa Usaha yang tidak
Usaha diperban-tukan kepada
(Charge kepala negara dapat
de Affair) dibedakan atas :
 Kuasa Usaha tetap
menjabat kepala dari
suatu perwakilan,
 Kuasa Usaha sementara
yang melaksanakan
pekerjaan dari kepala
perwakilan, ketika
pejabat ini belum atau
tidak ada di tempat.
5. Atase- Adalah pejabat pembantu
Atase dari Duta Besar berkuasa
penuh. Atase terdiri atas 2
(dua) bagian :
 Atase Pertahanan Tugasnya yaitu
Atase ini dijabat oleh memberikan nasihat di
seorang perwira TNI bidang militer dan
yang diperban-tukan pertahanan keamanan
Departemen Luar Negeri kepada duta besar
dan ditempatkan di berkuasa penuh.
Kedutaan Besar
Republik Indonesia
(KBRI), serta diberikan
kedudukan sebagai
seorang diplomat.
 Atase Teknis
Atase ini, dijabat oleh Dia berkuasa penuh
seorang pegawai negeri dalam melaksanakan
sipil tertentu yang tidak tugas-tugas teknis
berasal dari lingkungan sesuai dengan tugas
Departemen Luar Negeri pokok dari
dan ditempatkan di departemennya
salah satu KBRI untuk sendiri.
membantu Duta Besar. Misalnya, Atase
Perdagangan, Atase
Perindustrian, Atase
Pendidikan dan
Kebudayaan.

f. Kekebalan dan Keistimewaan Perwakilan Diplomatik


Asas kekebalan dan keistimewaan diplomatik, sering
dipergunakan istilah ”exteritoriallity” atau ”extra teritoriallity”.
28

Istilah ini mencerminkan bahwa para diplomatik hampir dalam


segala hal harus diperlakukan sebagaimana mereka berada di luar
wilayah negara penerima. Para diplomat beserta stafnya, tidak
tunduk pada kekuasaan peradilan pidana dan sipil dari negara
penerima.
Menurut Konvensi Wina 1961, para perwakilan diplomatik
diberikan kekebalan dan keistimewaan, dengan maksud sebagai
berikut :
1) Menjamin pelaksanaan tugas negara perwakilan
diplomatik sebagai wakil negara.
2) Menjamin pelaksana fungsi perwakilan diplomatik secara
efisien.

 Kekebalan Perwakilan Diplomatik atau Involability (tidak


dapat diganggu gugat), yaitu kekebalan terhadap alat-alat
kekuasaan negara penerima dan kekebalan dari segala gangguan
yang merugikan para pejabat diplomatik. Kekebalan diplomatik
(Immunity), yaitu antara lain mencakup :
1) Pribadi Pejabat Diplomatik, yaitu mencakup kekebalan
terhadap alat kekuasaan Negara penerima, hak mendapat
perlindungan terhadap gangguan dari serangan atas kebebasan
dan kehormatannya, dan kekebalan dari kewajiban menjadi
saksi.
2) Kantor Perwakilan (Rumah Kediaman), yaitu mencakup
kekebalan gedung kedutaan, halaman, rumah kediaman yang
ditandai dengan lambang bendera. Daerah tersebut, sering
disebut daerah ekstrateritorial (dianggap negara dari yang
mewakilinya). Bila ada penjahat atau pencari suaka politik yang
masuk ke dalam kedutaan, maka ia dapat diserahkan atas
permintaan pemerintah sebab para diplomat tidak memiliki hak
asylum. Hak asylum adalah hak untuk memberi kesempatan
kepada suatu negara dalam memberikan perlindungan kepada
warga negara asing yang melarikan diri.
3) Korespondensi Diplomatik, yaitu kekebalan yang
mencakup surat menyurat arsip, dokumen termasuk kantor
diplomatik dan sebagainya (semua kebal dari pemeriksaan
isinya).

 Keistimewaan Perwakilan Diplomatik


Pada dasarnya pemberian keistimewaan kepada perwakilan
diplomatik, atas dasar ”timbal – balik” sebagaimana diatur di
dalam Konvensi Wina 1961 dan 1963. Keistimewaan tersebut,
mecakup :
1) Pembebasan dari kewajiban membayar pajak, yaitu antara lain
pajak penghasilan, kekayaan, kendaraan bermotor, radio,
televisi, bumi dan bangunan, rumah tangga dan sebagainya.
2) Pembebasan dari kewajiban pabean, yaitu antara lain bea
masuk, bea keluar, bea cukai, terhadap barang-barang
29

keperluan dinas, misi perwakilan, barang keperluan sendiri,


keperluan rumah tangga dan sebagainya.
Perwakilan di negara lain dipimpin oleh duta besar yang
sekaligus menjadi juru bicara perwakilan asing terhadap
pemerintahan di tempat ia bertugas. Duta besar yang diangkat
menjadi ketua perwakilan asing itu disebut doyen. Tingkat
perwakilan suatu negara ditentukan berdasarkan beberapa
pertimbangan, berikut ini.
1) Penting tidaknya kedudukan negara pengutus dan negara
penerima perwakilan itu.
2) Erat tidaknya hubungan antar negara yang mengadakan
hubungan itu.
3) Besar kecilnya kepentingan bangsa/negara yang mengadakan
hubungan itu.
Kepala-kepala perwakilan diplomatik yang disebut duta besar,
duta dan menteri residen merupakan perwakilan tingkat tinggi
yang dapat mengadakan hubungan langsung dengan kepala
negara asing tempat mereka bertugas atau ditempatkan
(diakreditasi). Kuasa usaha merupakan perwakilan tingkat rendah
yang dalam mengadakan hubungan dengan kepala negara tempat
ia bertugas, harus melalui menteri luar negeri tempat ia bertugas.
Segala aturan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban serta
tugas para anggota diplomatik ditetapkan oleh direktur protokol
Departemen Luar negeri.
Dalam melaksanakan tugasnya diplomat dapat berfungsi
sebagai lambang prestise nasional negaranya di luar negeri dan
mewakili kepala negaranya di negara penerima. Selain itu, dia
dapat berfungsi sebagai perwakilan yuridis yang resmi dari
pemerintah negaranya. Contohnya, dia dapat menandatangani
perjanjian, meratifikasi dokumen, mengumumkan pernyataan dan
lain-lain. Dia juga dapat berfungsi sebagai perwakilan politik. Dalam
melaksanakan fungsi sedemikian, dia menjadi alat penghubung
timbal balik antara kepentingan negaranya dengan kepentingan
negara penerimanya.
Jadi, fungsi diplomatik dalam arti politis adalah sebagai berikut.
1) Mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialisme
dalam segala bentuk dan manifestasinya dengan melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial.
2) Mengabdi kepada kepentingan nasional dalam mewujudkan
masyarakat adil makmur.
3) Menciptakan persahabatan yang baik antara Republik Indonesia
dan semua negara guna menjamin pelaksanaan tugas negara
perwakilan diplomatik.

3. Perwakilan Negara di Negara Lain Dalam Arti Non-Politis


(Konsuler)
30

Dalam arti non politis, hubungan satu negara dengan negara lain
diwakili oleh Korps Konsuler yang terbagi dalam kepangkatan sebagai
berikut :
 Konsul Jenderal
Konsul Jenderal membawahi beberapa konsul yang ditempatkan di
ibu kota negara tempat ia bertugas.
 Konsul dan Wakil Konsul
Konsul mengepalai suatu kekonsulan yang kadang-kadang
diperbantukan kepada konsul jenderal. Wakil konsul diperbantukan
kepada konsul atau konsul jenderal yang kadang diserahi pimpinan
kantor konsuler.
 Agen Konsul
Agen konsul diangkat oleh konsul jenderal dengan tugas untuk
mengurus hal-hal yang bersifat terbatas dan berhubungan dengan
kekonsulan. Agen konsul ditugaskan di kota-kota yang termasuk
kekonsulan.

a. Fungsi Perwakilan Konsuler


1) Melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan
negara penerima di bidang perekonomian, perdagangan,
perhubungan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
2) Melindungi kepentingan nasional negara dan warga
negara yang berada dalam wilayah kerjanya.
3) Melaksanakan pengamatan, penilaian, dan pelaporan.
4) Menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan terhadap
warga negara di wilayah kerjanya.
5) Menyelenggarakan urusan pengamanan, penerangan,
konsuler, protokol, komunikasi dan persandian.
6) Melaksanakan urusan tata usaha, kepegawaian, keuangan,
perlengkapan dan urusan rumah tangga perwakilan Konsuler.

b. Tugas-Tugas Yang Berhubungan Dengan Kekonsulan


Hal-hal yang berhubungan dengan tugas-tugas kekonsulan, yaitu
antara lain mencakup bidang berikut :
1) Bidang Ekonomi, yaitu menciptakan tata ekonomi dunia
baru dengan menggalakkan ekspor komoditas nonmigas,
promosi perdagangan, mengawasi pelayanan, pelaksanaan
perjanjian perdagangan dan lain-lain.
2) Bidang Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan, seperti; tukar-
menukar pelajar, mahasiswa, dan lain-lain.
3) Bidang-bidang lain seperti :
 Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga
pengirim dan visa atau dokumen kepada orang yang ingin
mengunjungi negara pengirim;
31

 Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta


menyelenggarakan fungsi administratif lainnya;
 Bertindak sebagai subjek hukum dalam praktek dan prosedur
pengadilan atau badan lain di negara penerima.

Fokus Kita :
Dalam hal kekonsulan, bila dipandang perlu, diangkat konsul
kehormatan yang berasal dari bangsa asing atau bangsa sendiri.
Dalam melaksanakan tugasnya (misalnya hubungan dagang),
konsul kehormatan tidak mendapat upah, melainkan mendapat
tanda kehormatan atas jasa-jasanya. Perwakilan Konsuler juga
dapat mewakili negaranya sambil menunggu dibukanya
perwakilan diplomatik. Pejabat konsuler dalam hal-hal khusus

c. Persamaan dan Perbedaan Diplomatik-Konsuler secara


Umum
Persamaan antara perwakilan diplomatik dan Perwakilan Konsuler
adalah bahwa kedua-duanya merupakan utusan dari suatu negara
tertentu.

PERBEDAAN
No Korps Diplomatik Korps Konsuler
1. Memelihara kepentingan Memelihara kepentingan
negaranya dengan melakukan negaranya dengan
hubungan dengan pejabat- melaksanakan hubungan
pejabat Tingkat Pusat. dengan pejabat-pejabat
tingkat daerah (setempat)
2. Berhak mengadakan Berhak mengadakan
hubungan yang bersifat hubungan yang bersifat non
politik. politik.
3. Satu negara hanya Satu negara dapat
mempunyai satu perwakilan mempunyai lebih dari satu
diplomatik saja dalam perwakilan konsuler.
satu negara penerima.
4. Mempunyai hak Tidak mempunyai hak
ekstrateritorial (tidak ekstrateritorial (tunduk
tunduk pada pelaksanaan pada pelaksanaan kekuasaan
kekuasan Peradilan). peradilan).

Bonus Info Kewarganegaraan

PERWAKILAN DIPLOMATIK DAN KONSULER


32

Duta Besar
Duta Besar adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke
pemerintahan asing berdaulat, atau ke sebuah organsisasi
internasional, untuk bekerja sebagai pejabat mewakili negerinya.
Dalam penggunaan sehari-harinya dapat digunakan sebagai pejabat
setingkat menteri yang ditaruh di negara asing. Pejabat diplomatikan
yang melakukan tugas antara dua negara yang tidak memiliki
hubungan diplomatik dikenal sebagai Konsulat Jenderal. Negara tuan
rumah biasanya memberikan kuasa kepada duta besar untuk
menguasai daerah tertentu yang disebut sebagai kedutaan, yang
wilayahnya, staff, dan bahkan kendaraan biasanya diberikan
imunitas diplomatik ke banyak hukum di negara tersebut.

Komisariat Tinggi
Komisariat Tinggi dalam Bahasa Inggris High Commision, merupakan
suatu lembaga diplomatik setingkat Kedutaan Besar antar negara-
negara Persemakmuran (Commonwealth). Mengingat sebuah
Kedutaan Besar merupakan perwakilan suatu negara di negara asing,
Komisariat Tinggi merupakan perwakilan diplomatik suatu
pemerintah diantara sesama negara-negara Persemakmuran.
Contohnya, di London, Pemerintah Australia diwakili bukan oleh
Kedutaan Besar melainkan Komisariat Tinggi, karena Australia dan
Inggris memiliki kepala negara yang sama, yaitu Ratu Inggris.
Demikian juga di Selandia Baru, Pemerintah Australia, Kanada,
Inggris diwakili oleh Komisariat Tinggi-nya. Komisariat Tinggi
dipimpin oleh seorang Komisaris Tinggi yang ditunjuk oleh Perdana
Menteri masing-masing negara.

Konsul
Seorang konsul atau konsul jenderal adalah wakil resmi sebuah
negara yang ditugaskan di luar wilayah metropolitan atau ibu kota
sebuah negara di luar negeri dan berkewajiban menjaga kepentingan
negara serta rakyatnya yang berada di negara luar negeri tersebut.
Kantor tempat konsul bertugas disebut konsulat atau konsulat
jenderal, dan umumnya berada di bawah pimpinan sebuah
kedutaan besar, yang biasanya terletak di ibu kota negara.

Nuncio Apostolik
Nuncio Apostolik merupaka lembaga diplomatik setara Kedutaan
Besar yang mewakili Takhta Suci Vatikan.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Diplomasi

d. Mulai dan Berakhirnya Fungsi Misi Perwakilan Diplomatik-


Konsuler
33

HAL DIPLOMATIK KONSULER


Mulai Yaitu saat menyerahkan (Pasal dan Konvensi Wina
berlakuny surat kepercayaan 1963) memberitahukan
a Fungsi (Lettred Creance/ dengan layak kepada negara
menurut pasal 13 penerima.
Konvensi Wina 1961)
Berakhirn 1) Sudah habis masa (Pasal 23, 24, dan 25
ya Fungsi jabatan. Konvensi Wina 1963)
2) Ia ditarik (recalled) 1) Fungsi seorang pejabat
oleh Pemerintah konsuler telah berakhir.
negaranya. 2) Penarikan dari negara
3) Karena tidak disenangi pengirim
(dipersona non Grata). 3) Pemberitahuan bahwa ia
4) Kalau negara penerima bukan lagi sebagai
perang dengan negara anggota staf Konsuler.
pengirim (pasal 43
Konvensi Wina 1961).

Tugas-tugas yang berhubungan dengan kekonsulan, antara lain,


mencakup bidang berikut :
 Bidang Ekonomi, yaitu menciptakan tata ekonomi dunia baru
dengan menggalakan ekspor komoditas nonmigas, promosi
perdagangan, mengawasi pelayanan, pelaksanaan perjanjian
perdagangan dan lain-lain.
 Bidang kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan, seperti; pertukaran
pelajar, mahasiswa, dan lain-lain.
 Bidang-bidang lain, seperti:
1) Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga
pengirim dan visa atau dokumen kepada orang yang ingin
mengunjungi negara pengirim;
2) Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta
menyelenggarakan fungsi administratif lainnya;
3) Bertindak sebagi
Penugasan Praktiksubjek hukum dalam praktek dan prosedur
3
pengadilan atau badan lain di negara penerima.
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Fungsi Perwakilan
Dalam kekonsulan,
Diplomatik (Perwakilan bila Negara
dipandang perlu, diangkat
RI, Perwakilan Negara konsul
di
kehormatan yang berasal dari bangsa asing atau
Negara Lain dalam arti politis dan non politis), lakukan bangsa sendiri.
Dalam melaksanakan
Strategi tugasnya,dengan
Pembelajaran misalnya,Penugasan
dalam hubungan dagang,
Cooperative
konsul kehormatan
Integrated Readingtidak
andmendapat upah, (CIRC)
Composition melainkan mendapat
atau Kooperatiftanda
kehormatan atas jasa-jasanya.
Terpadu Membaca dan Menulis. Perwakilan konsuler juga dapat
mewakili negaranya: sambil menunggu dibukanya perwakilan
Langkah-langkah
diplomatik. Pejabat konsuler dalam hal-hal khusus dan dengan ijin
Bentuk penerima,
negara kelompok dengan
dapat anggotanya
menjalankanantara 4 – 5 orang.
fungsinya di luar daerah
konsulernya.
Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik pembelejaran.
Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan menemukan
ide pokok serta memberi tanggapan terhadap wacana/kliping, dan
ditulis pada lembar kertas.
Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
Buatlah kesimpulan bersama.
34

E. PERANAN ORGANISASI INTERNASIONAL (ASEAN, AA,


PBB) DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN
INTERNASIONAL

1. Organisasi Internasional
Pengertian ”organisasi” menurut Wikipedia Indonesia, (Ensiklopedia
bebas berbahasa Indonesia), berasal dari bahasa Yunani: ὄργανον,
organon – alat, yang berarti suatu kelompok orang yang memiliki tujuan
yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini
digunakan dengan banyak cara.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai
bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan
manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi
organisasi (organizational studies), perilaku organisasi
(organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization
analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi,
ada yang cukup sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.
Organisiasi internasional atau yang disebut ”Multilateralisme”
adalah suatu istilah hubungan internasional yang menunjukkan
kerjasama antar beberapa negara. Sebagian besar organisasi
internasional, seperti PBB dan WTO, bersifat multilateral. Pendukung
utama multilateralisme secara tradisional adalah negara-negara
berkekuatan menengah seperti Kanada dan negara-negara Nordik.
Negara-negara besar sering bertindak secara unilateral (sepihak),
sedangkan negara-negara kecil hanya memiliki sedikit kekuatan langsung
terhadap dalam urusan internasional, selain berpartisipasi di PBB,
misalnya dengan mengkonsolidasikan suara mereka dengan negara-
negara lain dalam pemungutan suara yang dilakukan di PBB. Dalam
filosofi politis, lawan dari multilateralisme adalah unilateralisme.
35

2. Organisasi Internasional ASEAN (Association of Southeast


Asian Nations)
a. Sejarah Singkat
ASEAN adalah singkatan dari "Association of Southeast Asian Nations"
atau Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada
tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN didirikan oleh lima negara
pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan
Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri
penandatangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik
(Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak
(Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman
(Thailand).
Sejarah pembentukan ASEAN, didasarkan pada kepentingan bersama
dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, faktor internal dan eksternal.
 Faktor Internal yaitu adanya tekad bersatu untuk memperjuangkan
kepentingan bersama dan bersama-samasebagai bekas negara
jajahan barat.
 Faktor Eksternal, yaitu adanya perang Vietnam (Indo Chino) dan
sikap RRC ingin mendominasi Asia Tenggara.

Fokus Kita :
Persamaan nasib sebagai bangsa yang pernah mengalami
penjajahan bangsa-bangsa barat, menimbulkan perasaan setia kawan
yang kuat di kalangan bangsa-bangsa Asia Tenggara. Tujuan utama
ASEAN adalah untuk mengukuhkan kerjasama regional. Negara
anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan

Brunei Darussalam adalah negara yang menjadi anggota pertama


ASEAN di luar lima negara Association of Southeast Asian
pemrakarsa yang bergabung Nations
pada tanggal 8 Januari 1984
(tepat seminggu setelah
memperingati hari
kemerdekannya). Sebelas tahun
kemudian, ASEAN kembali
menerima anggota baru, yaitu
Vietnam yang menjadi anggota
yang ketujuh pada tanggal 28 Juli
1995. Dua tahun kemudian, Laos (Bendera ASEAN)
dan Myanmar menyusul masuk
menjadi anggota ASEAN, yaitu
pada tanggal 23 Juli 1997.
Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN
bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda
karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu,
dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota
36

ASEAN yaitu pada tanggal 30 April 1999. Kini ASEAN beranggotakan


semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Timur dan Papua Nugini.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Association_of_Southeast_Asian_Nations).

b. Asas ASEAN
ASEAN sebagai organisasi kerja sama regional di Asia Tenggara
menganut asas keanggotaan terbuka. Ini berarti bahwa ASEAN memberi
kesempatan kerja sama kepada negara-negara lain yang berada di
kawasan Asia Tenggara, seperti Timor Leste dan Papua Nugini.

c. Dasar atau Prinsip Utama ASEAN


Pembentukan ASEAN, didasarkan pada prinsip-prinsip utama sebagai
berikut:
1) Saling mengormati terhadap kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan,
integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara,
2) Mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas
dari campur tangan luar, subversif dan intervensi dari luar,
3) Tidak saling turut campur urusan dalam negeri masing-masing,
4) Penyelesaian perbedaan atau pertengkaran dan persengketaan secara
damai,
5) Tidak mempergunakan ancaman (menolak penggunaan kekuatan)
militer, dan
6) Menjalankan kerjasama secara efektif antara anggota.

d. Tujuan ASEAN
Organisasi ASEAN yang didirikan di Bangkok, memiliki dasar-dasar
pertimbangan yang menjadi tujuan bersama sebagai berikut :
1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan
pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tengggara,
2) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan
menghormati keadilan dan tertib hukum,
3) Meningkatkan kerja sama yang aktif dalam bidang ekonomi, sosial,
budaya, teknik, ilmu pengetahuan dan adminsitrasi,
4) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan
penelitian,
5) Meningkatkan penggunaan pertanian, industri, perdagangan, jasa dan
meningkatkan taraf hidup, dan
6) Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-
organisasi internasional dan regional.

Bonus Info Kewarganegaraan


Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (Bahasa Inggris: ASEAN


37

Free Trade Area, AFTA) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN


mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN. Ketika
persetujuan AFTA ditandatangani resmi, ASEAN memiliki enam anggota,
yaitu, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Vietnam bergabung pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997 dan
Kamboja pada 1999. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN.
Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani
persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN, namun diberi
kelonggaran waktu untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA.
Adapun tujuan dibentuknya AFTA antara lain sebagai berikut :
1. Meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar
dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN
2. Menarik investasi asing langsung ke ASEAN
Mekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adalah skema
"Common Effective Preferential Tariff" (CEPT). Anggota ASEAN memiliki
pilihan untuk mengadakan pengecualian produk dalam CEPT dalam tiga
kasus:
 pengecualian sementara
 Produk pertanian sensitif
 pengecualian umum (Sekretariat ASEAN, 2004)

http://id.wikipedia.org/wiki/Association_of_Southeast_A
sian_Nations)

e. Struktur ASEAN

Sebelum KTT Bali Setelah KTT Bali


1976 1976
ASEAN Mininsterial Meeting Summit Meeting
(Sidang Tahunan Para (Pertemua kepala
Menteri). pemerintahan) yang
Standing Committe (Badan merupakan otoritas /
yang bersidang di antara kekuasaan tertinggi di
dua sidang Menlu negara dalam ASEAN.
ASEAN untuk menangani ASEAN Ministering
persoalan-persoalan yang Meeting (Sidang
memerlukan keputusan para tahunan para menteri
menteri). luar negeri).
Komite-komite tetap dan Sidang para menteri
komite-komite khusus. lainnya (non-ekonomi).
Sekretariat nasional ASEAN Standing Commite.
pada setiap ibu kota negara- Komite-komite.
negara ASEAN.
Dalam KTT ini disetujui pula bahwa tempat sekretariat ASEAN di
Jakarta yang dipimpin oleh Sekreatriat Jenderal atas dasar pengangkatan
oleh para Menteri Luar Negeri secara bergilir. Sekjen ASEAN mempunyai
38

masa jabatan selama 2 (dua) tahun dan dibantu oleh staf regional dan
staf lokal.
Berikut adalah daftar diplomat yang pernah menjabat sebagai Sekretaris
Jenderal ASEAN :

No Nama Negara Dari Sampai


1. H.R Dharsono Indonesia 7 Juni 1976 18 Februari 1978
Umarjadi 19 Februari
2. Indonesia 30 Juni 1978
Notowijono 1978
Datuk Ali Bin
3. Malaysia 10 Juli 1978 30 Juni 1980
Abdullah
4. Narciso G. Reyes Filipina 1 Juli 1980 1 Juli 1982
5. Chan Kai Yau Singapura 18 Juli 1982 15 Juli 1984
Phan
6. Thailand 16 Juli 1984 15 Juli 1986
Wannamethee
Brunei
7. Roderick Yong 16 Juli 1986 16 Juli 1989
Darussalam
8. Rusli Noor Indonesia 17 Juli 1989 1 Januari 1993
1 Januari 31 Desember
9. Dato Ajit Singh Malaysia
1993 1997
Rodolfo C. 1 Januari 31 Desember
10. Filipina
Severino Jr. 1998 2002
H.E. Ong Keng 1 Januari
11. Singapura sekarang
Yong 2003

Pelaksanaan KTT ASEAN


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah konferensi puncak
antara pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang
diselenggarakan setiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun 2001. Sejak
dibentuknya ASEAN tahun 1967, telah berlangsung 11 kali KTT resmi dan
4 KTT tidak resmi:

Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN


N KTT Resmi KTT Tidak Resmi
o
1. KTT ke-1 di Bali-Indonesia, KTT Tidak Resmi ke-1 di Jakarta-
tanggal 23-24 Februari 1976. Indonesia, tanggal 30 November
1996.
2. KTT ke-2 di Kuala Lumpur- KTT Tidak Resmi ke-2 di Kuala
Malaysia, tanggal 4-5 Agustus Lumpur-Malaysia, tanggal 14-16
1977. Desember 1997.
39

3. KTT ke-3 di Manila-Filipina, KTT Tidak Resmi ke-3 di Manila-


tanggal 14-15 Desember 1987. Filipina, tanggal 27-28
November 1999.
4. KTT ke-4 di Singapura, tanggal KTT Tidak Resmi ke-4 di
27-29 Januari 1992. Singapura, tanggal 22-25
November 2000.
5. KTT ke-5 di Bangkok-Thailand,
tanggal 14-15 Desember 1995.
6. KTT ke-6 di Hanoi-Vietnam,
tanggal 15-16 Desember 1998.
7. KTT ke-7 di Bandar Seri Begawan-
Brunei Darussalam, tanggal 5-6
November 2001.
8. KTT ke-8 di Phnom Penh-
Kamboja, tanggal 4-5 November
2002.
9. KTT ke-9 di Bali-Indonesia,
tanggal 7-8 Oktober 2003.
10 KTT ke-10 di Vientiane-Laos,
. tanggal 29-30 November 2004.
11 KTT ke-11 di Kuala Lumpur-
. Malaysia, tanggal 12-14
Desember 2005.
12 KTT ke-12 di Cebu-Filipina,
. Desember 2006.

Bonus Info Kewarganegaraan


Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono disambut Presiden
Filipina Gloria Macapagal-
Arroyo pada upacara
penyambutan resmi para
kepala pemerintahan yang
menghadiri KTT Ke-12 ASEAN di
Pusat Konvensi Internasional
Cebu yang baru dibangun di
AP PHOTO/BULLIT MARQUEZ

ASEAN Sepakati Putaran Doha

Masalah Myanmar akan dibawa ke Jakarta.


MACTAN -- Para pemimpin ASEAN telah menyetujui usul Presiden
Filipina Gloria Macapagal-Arroyo tentang satu sikap bersama yang
kembali menekankan komitmen negara-negara anggota organisasi
regional itu pada keberlanjutan negosiasi isu perdagangan global
Putaran DOHA. Dalam KTT ASEAN di Mactan, Filipina, itu para pemimpin
ASEAN juga meminta Cina, Jepang, dan Korea Selatan selaku mitra
40

dialog untuk ikut mendorong agar Putaran DOHA itu berjalan.


''Kesepakatan bersama pemimpin ASEAN itu memperkuat kembali
komitmen organisasi regional ini pada Putaran DOHA dan upaya
mencapai hasil maksimal yang baik,'' kata Menlu Filipina Alberto G
Romulo, Sabtu (13/1).
Menurut Romulo, negara-negara industri maju, termasuk Cina,
Jepang, dan Korea Selatan sebagai tiga dari enam negara mitra dialog
ASEAN di KTT Asia Timur turut menunjukkan kemauan politiknya dalam
mendorong kembalinya proses negosiasi Putaran DOHA. Negosiasi
perdagangan global dalam Putaran DOHA keenam di Jenewa tertunda
Juli tahun lalu karena penolakan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah
negara industri maju lainnya untuk memotong subsidi bagi sektor
pertanian mereka.
Sebaliknya, negara-negara berkembang menginginkan negara-
negara maju menghilangkan segala bentuk subsidi bagi sektor pertanian
mereka, karena subsidi tersebut telah menyebabkan terjadinya distorsi
perdagangan global sebab harga produk pertanian negara-negara maju
menjadi lebih murah. Menurut laporan perdagangan Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO), dari total subsidi di seluruh dunia yang
mencapai 300 miliar dolar AS, sebanyak 250 miliar dolar AS di antaranya
berasal dari negara-negara maju.
Dalam KTT ke-12 ini juga dibahas masalah Myanmar. Menurut Menlu
RI Hassan Wirajuda, Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan
komisi bilateral RI-Myanmar di Jakarta, pada Februari 2007 setelah
rencana penyelenggaraan pada April dan November tahun lalu tertunda.
Pertemuan komisi bilateral RI-Myanmar bertujuan untuk memperkuat
hubungan kedua negara dan membahas berbagai aspek kerja sama
bilateral. Tentang rancangan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB
tentang Myanmar yang kandas karena Rusia dan Cina sebagai anggota
tetap DK memvetonya, Menlu mengatakan, Myanmar memahami posisi
Indonesia dan langkah-langkah ASEAN. Menteri Luar Negeri
Myanmar Win Aung sendiri memahami hal itu.
Secara terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam
kesempatan terpisah menjelaskan tentang posisi dari masing-masing
negara anggota tetap dan tidak tetap DK PBB terkait dengan proses
pengambilan keputusan rancangan resolusi tentang Myanmar. Dino
mengatakan, Cina, Rusia, dan Afrika Selatan memveto rancangan
resolusi itu. Sedangkan Indonesia, Qatar dan Kongo abstain. Sementara,
Belgia, Peru, Prancis, Ghana, Panama, Italia, Slovakia, Inggris, dan
Amerika Serikat, setuju. Dalam persoalan Myanmar ini ada kesan bahwa
sebagian besar negara anggota di ASEAN mengharapkan Myanmar
merespons keprihatinan negara-negara di kawasan. Menurut Dino,
Myanmar perlu sensitif dan merespons keprihatinan ini. Namun, komisi
trilateral yang diusulkan tiga negara anggota ASEAN belum juga
ditanggapi Yangoon.
Isu proses demokratisasi Myanmar yang macet selalu muncul setiap
kali ASEAN menggelar KTT-nya. Pemerintahan yang demokratis di
Myanmar tumbang setelah terjadinya kudeta militer oleh Jenderal Ne
Win pada 1962. Dua puluh enam tahun kemudian, negeri itu mengalami
kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Saw Maung. Pada 1990,
41

pemerintah junta militer menyelenggarakan pemilihan umum bebas


yang dimenangkan NDL --Liga Nasional untuk Demokrasi. Namun hasil
pemilu tersebut tidak diakui oleh junta dan salah satu tokoh NDL yang
juga pemenang Nobel Perdamaian 1991, Aung San Suu Kyi dikenai
tahanan rumah hingga kini. n ant/ayh.
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?
id=278857&kat_id=3
Minggu, 14 Januari 2007

Penugasan Praktik 4
Kewarganegaraan
Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah, internet,
buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal berikut :
Rumuskan kembali bagaimana negara-negara asia tenggara
Carilah sumber informasi
mendeklarasikan berdirinyalain baik dari buku, koran, majalah,
organisasi ASEAN internet,
! buletin dan sebagainya, kemudian
lakukan hal-hal berikut :
Berikan penjelasan
Rumuskan kembali dasar-dasar
bagaimana suatu yang maupun
bangsa secara sosiologis melatarbelakangi
politis dapat terbentuk berdirinya
!
organisasi ASEAN pada tahun 1967 !
Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia dengan terbentuknya bangsa di dalam suatu negara
tertentu !
Berikan penjelasan kembali mengapa tujuan ASEAN lebih dititik
Berikan penjelasan kembali mengapa unsur konstitutif, merupakan unsur mutlak dalam berdirinya suatu
beratkan
negara ! pada pertumbuhan bidang ekonomi, kemajuan sosial dan
pengembangan kebudayaan
Berikan sekurang-kurangnya 2 (dua) contoh! persamaan dan berbedaan antara warga negara dengan bukan
warga negara berdasarkan hak dan kewajibannya !
Berikan sekurang-kurangnya
Identifikasikan 2 (dua)
kembali dalam bentuk apa sajakah contoh
batas suatu negarapersamaan dan
dengan negara lain ! berbedaan
antara organisasi ASEAN dengan AFTA !
Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah negara Indonesia
memperoleh keuntungan dengan mendirikan organisasi ASEAN !

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika

a. Sejarah Singkat
Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika; kadang
juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi tingkat
tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja
memperoleh kemerdekaan. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia,
Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan
Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Roeslan
Abdulgani. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di
Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan
kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan
”kolonialisme” atau ”neokolonialisme” Amerika Serikat, Uni Soviet, atau
negara imperialis lainnya.
42

29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia


mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka
pandang sebagai ketidak inginan kekuatan-kekuatan Barat untuk
mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang
mempengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka
mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika
Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi
hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat;
penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh
Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan
keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam
pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang
disebut ”Dasasila Bandung”, yang berisi tentang "pernyataan
mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia".
Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan
prinsip-prinsip Nehru. Konferensi ini akhirnya membawa kepada
terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961.
(http://id.wikipedia.org/wiki/KTT_Asia-Afrika).

Bonus Info Kewarganegaraan

Kilas Balik KTT Asia Afrika


Menuju Terbentuknya Gerakan Negara-negara Non Blok

1. 23 Agustus 1953 - Perdana Menteri Ali Sastroamodjojo (Indonesia)


di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara mengusulkan perlunya
kerjasama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam
perdamaian dunia.
2. 25 April–2 Mei 1954 - Berlangsung Persidangan Kolombo di Sri
Lanka. Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin dari India,
Pakistan, Burma (sekarang Myanmar), dan Indonesia. Dalam
konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya adanya
Konferensi Asia-Afrika.
3. 28–29 Desember 1954 - Untuk mematangkan gagasan masalah
Persidangan Asia-Afrika, diadakan Persidangan Bogor. Dalam
persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan,
serta siapa saja yang akan diundang.
4. 18–24 April 1955 - Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung
Merdeka, Bandung. Persidangan ini dirasmikan oleh Presiden
Soekarno dan diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. Hasil dari
persidangan ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila
Bandung.
Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/KTT_Asia-
Afrika).
43

b. Dasasila Bandung
Dasasila Bandung adalah 10 (sepuluh) poin hasil pertemuan
Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang dilaksanakan pada bulan April
1955 di Bandung (Indonesia). Substansi Dasasila Bandung berisi tentang
"pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama
dunia". Dasasila Bandung, selain memasukkan prinsip-prinsip dalam
Piagam PBB juga prinsip-prinsip Nehru, sebagai berikut :
1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-
asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-
Bangsa).
2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3) Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua
bangsa, besar maupun kecil.
4) Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam persoalan-
persoalan dalam negeri negara lain.
5) Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri
secara individu maupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam
PBB.
6) (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif
untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-
negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara
lain.
7) Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi maupun
penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau
kemerdekaan politik suatu negara.
8) Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai,
seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian
masalah hukum, ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-
pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.
9) Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
10) Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

c. Gerakan Non-Blok
Gerakan Non-Blok (GNB) Peta negara-negara
(bahasa Inggris: Non-Aligned anggota GNB
Movement/NAM) adalah suatu
organisasi internasional yang terdiri
dari lebih dari 100 negara-negara
yang tidak menganggap dirinya
beraliansi dengan atau terhadap blok
kekuatan besar apapun. Mereka
merepresentasikan 55 persen
penduduk dunia dan hampir 2/3
keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan
44

konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir,


Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia,
Afrika Selatan dan Malaysia.
GNB dibentuk pada tahun 1961 oleh Joseph Broz Tito (presiden
Yugoslavia), Soekarno (presiden Indonesia), Gamal Abdul Nasser
(presiden Mesir), Pandit Jawaharlal Nehru (perdana menteri India),
Kwane (Presiden Ghana) dan membawa negara-negara lain yang tidak
ingin beraliansi dengan negara-negara adidaya peserta Perang Dingin
bersama. Anggota-anggota penting termasuk India, Mesir, dan untuk
suatu masa, Republik Rakyat Tiongkok. Brasil tidak pernah menjadi
anggota resmi gerakan tersebut. Meskipun organisasi ini dimaksudkan
untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa,
negara-negara anggotanya tidak pernah mempunayi kedekatan yang
diingikan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah
satu negara-negara adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai
hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin.

Fokus Kita :
Dalam KTT Gerakan Negara-negara Non-Blok, telah dihasilkan
asas-asas yang menjadi dasar bagi negara-negara anggota, adalah
sebagai berikut :
1. Gerakan Non Blok, bukan merupakan blok tersendiri dan tidak
termasuk salah satu blok yang ada.
2. Gerakan Non Blok, merupakan wadah perjuangan negara-negara
yang sedang berkembang.
3. Gerakan Non blok, memegang teguh prinsip perjuangan melawan

Pertemuan-pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan


Negara-Negara Non Blok, secara berurutan dapat disampaikan sebagai
berikut :

N Tempat dan Keterangan


o Tahun
1. Beograd Dihadiri oleh 25 anggota, masing-masing 11 dari
(September Asia dan Afrika bersama dengan Yugoslavia,
1961) Kuba dan Siprus. Kelompok ini mendedikasikan
dirinya untuk melawan kolonialisme,
imperialisme dan neo-kolonialisme.
2. Kairo (Mesir) Pertemuan tersebut dihadiri 56 negara anggota
1964 di mana anggota-anggota barunya datang dari
negara-negara merdeka baru di Afrika.
Kebanyakan dari pertemuan itu digunakan untuk
mendiskusikan konflik Arab-Israel dan Perang
India-Pakistan.
3. Lusaka Dihadiri oleh 54 negara dan merupakan salah
(Tanzania) satu yang paling penting dengan gerakan
1969 tersebut membentuk sebuah organisasi
permanen untuk menciptakan hubungan
ekonomi dan politik. Kenneth Kauda
45

memainkan peranan yang penting dalam even-


even tersebut.
4. Aljazair
1973
5. Kolombo (Sri
Lanka) 1976
6. Havana (Kuba)
1979
7. New Delhi
(India)
1983
8. Harare
(Zimbabwe)
1986
9. Beograd
(Yugoslavia)
1989
10 Jakarta
. (Indonesia)
1992
11 Kolombia
. 1995
12 Cairo (Mesir)
. 1998
13 Malaysia Namun, GNB kini tampak semakin tidak
. (Februari mempunyai relevansi sejak berakhirnya Perang
2003) Dingin.
Gerakan Non-Blok
Negara-negara anggota: Afganistan | Afrika Selatan | Aljazair | Angola |
Arab Saudi | Bahama | Bahrain | Bangladesh | Barbados | Belarus | Belize |
Benin | Bhutan | Bolivia | Botswana | Brunei | Burkina Faso | Burundi | Chad |
Chili | Djibouti | Republik Dominika | Ekuador | Mesir | Guinea Khatulistiwa |
Eritrea | Ethiopia | Gabon | Gambia | Ghana | Grenada | Guatemala | Guinea
| Guinea Bissau | Guyana | Honduras | India | Indonesia | Iran | Jamaika |
Kamboja | Kamerun | Kenya | Kolombia | Komoro | Republik Kongo |
Republik Demokratik Kongo | Korea Utara | Kuba | Kuwait | Laos | Lebanon |
Lesotho | Liberia | Libya | Madagaskar | Malawi | Maladewa | Malaysia | Mali
| Mauritania | Mauritius | Mongolia | Maroko | Mozambik | Myanmar |
Namibia | Nepal | Nikaragua | Niger | Nigeria | Oman | Pakistan | Palestina |
Panama | Pantai Gading | Papua Nugini | Peru | Filipina | Qatar | Republik
Afrika Tengah | Rwanda | Saint Lucia | Saint Vincent dan Grenadines | Sao
Tome dan Principe | Senegal | Seychelles | Sierra Leone | Singapura |
Somalia | Sri Lanka | Sudan | Suriname | Swaziland | Suriah | Tanjung Verde
| Tanzania | Thailand | Timor Timur | Togo | Trinidad dan Tobago | Tunisia |
Turkmenistan | Uganda | Uni Emirat Arab | Usbekistan | Vanuatu |
Venezuela | Vietnam | Yaman | Yordania | Zambia | Zimbabwe
Negara-negara pemantau: Antigua dan Barbuda | Armenia | Azerbaijan |
Brasil | Dominika | El Salvador | Kazakhstan | Kosta Rika | Kroasia | Kirgizia |
Meksiko | Serbia dan Montenegro | Republik Rakyat Tiongkok | Ukraina |
Uruguay
46

Organisasi pemantau: Uni Afrika | Liga Arab | PBB

d. Tujuan Gerakan Non-Blok


Tujuan Gerakan Non Blok telah ditetapkan dalam KTT I di Beograd
pada tahun 1961. Tujuan ini selalu ditegaskan kembali dalam deklarasi
yang dihasilkan dalam setiap konferensi-konferensi KTT Non Blok. Tujuan
didirikannya Gerakan Non Blok adalah :
1) Mendukung perjuangan dekolonialisasi dan memegang teguh
perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme,
rasialisme apartheid, dan zionisme.
2) Wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang.
3) Mengurangi ketegangan blok Barat yang dipimpin oleh Amerika
Serikat dan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet (Rusia).
4) Tidak membenarkan usaha penyelesaian sengketa dengan
kekerasan senjata.

Bonus Info Kewarganegaraan


Perang Dingin

Perang Dingin (1947-1991) adalah sebuah "perang" di mana


pasukan kedua musuh utamanya sebenarnya tidak pernah saling
bertarung. Istilah "Dingin" digunakan untuk menjelaskan hubungan
antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan
Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) selama masa 45
tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ditakutkan bahwa perang ini
akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi.
Perang Dingin berkaitan dengan banyak perang lokal lainnya seperti
Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria dan Cekoslovakia
dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari
beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan.
Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis
Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin.
salah satu dampak perang dingin dengan negara jerman adalah
terbaginya jerman menjadi dua bagian yaitu jerman barat dan
timur(tembok berlin)
Kejadian yang berhubungan dengan perang dingin, yaitu :
Perang Vietnam, Perang Korea, Perang Soviet-Afganistan,
Perang sipil Kamboja, Perang sipil Angola, Perang sipil Yunani,
Krisis Kongo, Runtuhnya Tembok Berlin, Revolusi Hongaria,
Krisis Iran. Sedangkan yang peserta perang dingin, adalah :
NATO, Pakta Warsawa, Gerakan Non-Blok, Republik Rakyat
Tiongkok, Sekutu Amerika Serikat diluar NATO, dan Sekutu Uni
Soviet diluar Pakta Warsawa.
Sumber :
United Nations
联 合 国
Nations Unies 47
Объединённые Нации
‫اممممممممممممممممممممممممممممممممممممممممم متحمممممممممممممممممممممممممممممممممممممممدة‬
Naciones
(http://id.wikipedia.org/wiki/KTT_Asia-
Unidas
Perserikatan
Afrika). Bangsa-Bangsa

4. Perserikatan Bangsa-
Bangsa

a. Sejarah Singkat PBB


Perserikatan Bangsa-
Bangsa atau disingkat PBB
(bahasa Inggris: United Nations Bendera PBB
atau disingkat UN) adalah
sebuah organisasi internasional
yang anggotanya hampir seluruh Inggris, Mandarin,
Bahasa
negara di dunia. Lembaga ini Perancis, Rusia, Arab,
dibentuk untuk memfasilitasi resmi Spanyol
dalam hukum internasional,
pengamanan internasional, Sekretari Ban Ki-Moon (sejak
lembaga ekonomi, dan s-Jendral 2006)
perlindungan sosial. Didirikan 24 Oktober 1945
Tahun 1915, Amerika Serikat
(AS) berhasil menuangkan suatu Jumlah 192
konsep yang dirumuskan oleh anggota
beberapa tokoh di Inggris
Markas New York City, NY, AS
mengenai pembentukan “Liga”
dengan tujuan untuk Situs
menghindarkan ancaman resmi http://www.un.org/
peperangan. Konferensi
berpendapat bahwa melalui
organisasi internasional dapat dijamin perdamaian internasional. Atas
usulan Presiden AS, Woodrow Wilson pada tanggal 10 Januari 1920
dibentuk suatu organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-
Bangsa (League of Nations). Tujuan dari Liga Bangsa-Bangsa ini adalah
mempertahankan kedamaian Internasional dan meningkatkan kerjasama
internasional.
Tugas dari Liga Bangsa-Bangsa adalah menyelesaikan sengketa
secara damai, sehingga peperangan dapat dicegah. Ada beberapa hasil
dari liga Bangsa-Bangsa. Misalnya, Perjanjian Locarno (1925) dan
Perjanjian Kallog Briand (1928). Akan tetapi, LBB tidak mampu
menciptakan perdamaian dunia. Perang Dunia II pun meletus. Hal ini
terjadi karena munculnya kekuasaan kaum Nazi di bawah pimpinan
Hitler (Jerman), dan kaum Facis yang dipimpin Mussolini dari Italia,
serta imperialis Jepang yang sudah menghianati isi Liga Bangsa-
Bangsa.
Pada saat Perang Dunia II berkecamuk, sangat dibutuhkan organisasi
dunia untuk mengadakan kerjasama antar bangsa untuk mengatasi
kerusuhan yang melanda dunia. Presiden AS, Franklin Delano
Roosevelt dan PM Inggris, Winston Churchill, telah mengadakan
48

pertemuan yang menghasilkan Piagam Atlantik (Atlantic Charter) yang


isinya sebgai berikut.
 Tidak melakukan perluasan wilayah di antara sesamanya.
 Menghormati hak setiap bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan
dan menentukan nasib sendiri.
 Mengakui hak semua negara untuk turut serta dalam perdagangan
dunia.
 Mengusahakan terbentuknya perdamaian dunia di mana setiap
bangsa berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup bebas dari rasa
takut dan kemiskinan.
 Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai.
Pokok-pokok Piagam Atlantik itu pada tanggal 14 Agustus 1941
menjadi dasar konferensi-konferensi internasional dalam menyelesaikan
perang dunia kedua dan menuju pembentukan PBB. Beberapa pertemuan
sebelum terbentuknya PBB antara lain adalah sebagai berikut :
 Tanggal 30 Oktober 1943, di Moskow dilahirkan deklarasi Moskow
tentang keamanan umum yang ditandangani oleh Inggris, USA, Rusia,
Cina yang mengakui pentingnya organisasi internasional perdamaian
dunia.
 Tanggal 21 Agustus 1944, di Washington DC, dilangsungkan
Konferensi Dumbarton Oaks (Dumbarton Oaks Conference) yang
diikuti 39 negara yang membahas tentang rencana mendirikan PBB.
Pada pertemuan Dumbarton Oaks, Washington DC, tanggal 21
Agustus – 7 Oktober 1945, dipersiapkan Piagam PBB.
 Piagam PBB ditandatangani di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945
dan mulai berlaku tanggal 24 Oktober 1945. Penandatanganan
piagam itu diikuti oleh 50 negara, yaitu 47 negara penandatangan
“Declaration Of United Nations” ditambah dengan negara Ukraina,
Belorusia, dan Argentina. Kelima puluh negara penandatangan
tersebut dikenal sebagai negara pendiri (original members). Tanggal
inilah yang menjadi hari kelahiran PBB. Namun Sidang Umum yang
pertama - dihadiri wakil dari 51 negara - baru berlangsung pada 10
Januari 1946 (di Church House, London).
 Sejak didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 sedikitnya 191
negara menjadi Anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam
wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain
Vatikan dan Takhta Suci serta Republik China (Taiwan) yang
tergabung dalam wilayah RRC pada 1971. Hingga Juni 2006 sudah ada
192 anggota PBB.

Fokus Kita :
Piagam PBB terdiri dari hal-hal berikut.
I. Mukadimah (4 alinea).
II. Batang Tubuh 19 Bab dan 111 pasal.
Isinya memuat tujuan, asas, alat perlengkapan PBB, badan
khusus, tugas dan kewajiban alat perlengkapan serta
keanggotaan PBB.
49

Negara Indonesia masuk pertama kali menjadi anggotaa PBB pada


tanggal 28 September 1950, kemudian keluar pada tanggal 7 Januari
1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966.

b. Tujuan Organisasi PBB


Tujuan PBB adalah berikut ini.
1) Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
2) Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antara
bangsa-bangsa.
3) Menciptakan kerjasama dalam memecahkan masalah usaha
internasional dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan hak asasi.
4) Menjadikan PBB sebagi pusat usaha dalam mewujudkan tujuan
bersama cita-cita di atas.

c. Asas Organisasi PBB


Asas-asas PBB adalah sebagai berikut.
1) Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya.
2) Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban-
kewajiban mereka sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.
3) Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan-
persengketaan internasional dengan jalan damai tanpa
membahayakan perdamaian, kemanan dan keadilan.
4) Dalam hubungan-hubungan internasional semua anggota harus
menjauhi penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap orang lain.

d. Struktur Organisasi PBB


50

Konferensi San Fransisco menghasilakan suatu piagam yang


menyebutkan organ utama PBB, yaitu Majelis Umum (General Assembly),
Dewan Keamanan (Security Council), Dewan Ekonomi dan Sosial
(Economic and Social Council), Dewan Perwalian (Trsteeship Council),
Mahkamah Internasional (International Court of Justice), Sekretariat.
Bagan struktur organisasi dapat dilihat berikut ini.

DEWAN EKONOMI DEWAN


SEKRETRARIS
DAN SOSIAL KEAMANAN

DEWAN MAHKAMAH
MAJELIS UMUM
PERWALIAN INTERNASIONAL

 Majelis Umum
Majelis Umum PBB atau Sidang Umum PBB adalah
salah satu dari enam badan utama PBB. Majelis ini
terdiri dari anggota dari seluruh negara anggota dan
bertemu setiap tahun dibawah seorang Presiden Majelis
Umum PBB yang dipilih dari wakil-wakil. Pertemuan
pertama diadakan pada 10 Januari 1946 di Hall Tengah Westminster
di London dan termasuk wakil dari 51 negara.
Pertemuan ini biasanya dimulai di Selasa ketiga bulan September dan
berakhir pada pertengahan Desember. Pertemuan khusus dapat diadakan
atas permintaan dari Dewan Keamanan, mayoritas anggota PBB.
Pertemuan khusus diadakan pada Oktober 1995 untuk memperingati
perayaan 50 tahun PBB.

Fokus Kita :
Majelis Umum, aalah alat kelengkapan PBB tertinggi dengan siding
lengkap yang terdiri dari wakil-wakil semua Negara anggota.

Setiap negara dapat menunjuk 5 orang


wakil untuk hadir dalam Sidang Umum, tetapi
hanya berhak mengeluarkan satu suara (Pasal
5 dan 18, Piagam PBB). Dalam setiap sidang
PBB, Majelis Umum memilih seorang ketua.
Sidang Umum mempunyai kekuasaan untuk
Suasana Sidang Umum mengatur organisasi dan administrasi PBB,
kecuali masalah yang sedang diselesaikan Dewan Keamanan. Bahasa
51

Resmi yang digunakan antara lain: bahasa Inggris, Prancis, Rusia,


Spanyol, dan Cina, termasuk dalam siaran dan pemberitaan pers.
Tugas dan kekuasaan Majelis Umum sangat luas, yaitu sebagai berikut
:
1) Berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional,
2) Berhubungan dengan kerja sama ekonomi, kebudayaan, pendidikan,
kesehatan dan perikemanusiaan,
3) Berhubungan dengan perwakilan internasional termasuk daerah yang
belum mempunyai pemerintahan sendiri yang bukan daerah strategis,
4) Berhubungan dengan keuangan,
5) Penetapan keanggotaan,
6) Mengadakan perubahan piagam,
7) Memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan, Ekonomi, dan Sosial,
Dewan Perwalian, Hakim Mahkamah Internasional, dan sebagainya.

 Dewan Keamanan (Security Council)


Dewan Keamanan PBB
adalah badan terkuat di PBB.
Tugasnya adalah menjaga
perdamaian dan keamanan
antar negara. Sedangkan badan
PBB lainnya hanya dapat
memberikan rekomendasi
kepada para anggota. Dewan
Keamanan mempunyai
kekuatan untuk mengambil
keputusan yang harus
dilaksanakan para anggota di
bawah Piagam PBB.
Dewan Keamanan mengadakan perte-muan pertamanya pada 17
Januari 1946 di Church House, London dan keputusan yang mereka
tetapkan disebut Resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ruangan Dewan Keamanan
Dewan Keamanan terdiri dari lima anggota tetap yang mempunyai
PBB
hak veto, yakni: Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Prancis, dan Cina,
ditambah dengan 10 anggota tidak tetap yang dipilih untuk masa 2 tahun
oleh Majelis Umum. Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan
atau resolusi yang diajukan oleh PBB atau Dewan Keamanan PBB PBB.
Hak veto sampai dengan sekarang, hanya dimiliki negara-negara anggota
tetap Dewan Keamanan PBB.
Dewan keamanan diberi hak dan wewenang untuk menentukan suatu
hal atau masalah yang dianggap mengganggu perdamaian, mengancam
perdamaian, atau tindakan agresif. Selanjutnya, sebagai tambahan, ada
suatu komite staf militer dari negara anggota tetap dan dimaksudkan
agar dapat mempersiapkan tindakan segera apabila terdapat ancaman
perdamaian. Dewan Keamanan diberikan wewenang untuk melakukan
tindakan segera guna menjaga ketertiban dan keamanan dunia.
52

Bonus Info Kewarganegaraan


Dewan Keamanan PBB

Dewan Kemanan, mempunyai lima anggota tetap. Mereka aslinya


adalah kekuatan yang menjadi pemenang Perang Dunia II, yaitu
negara : Republik China (Taiwan), Perancis, Uni Soviet, Britania Raya
(Inggris), dan Amerika Serikat. Republik China dikeluarkan pada 1971
dan digantikan oleh Republik Rakyat Tiongkok atau RRC. Setelah Uni
Soviet pecah, Rusia masuk menggantikannya. Dengan demikian,
anggota tetapnya yang sekarang adalah sebagai barikut : Republik
Rakyat Tiongkok, Perancis, Rusia, Britania Raya (Inggris), Amerika
Serikat.
Kelima anggota tersebut adalah negara-negara yang boleh
mempunyai senjata nuklir di bawah Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
Sepuluh anggota lainnya dipilih oleh Sidang Umum PBB untuk masa
bakti 2 (dua) tahun yang dimulai 1 Januari, dengan lima dari mereka
diganti setiap tahunnya. Anggota dewan keamanan yang dipilih untuk
2006 adalah:
 Argentina (Amerika Latin)
 Denmark (Eropa Barat)
 Ghana (Afrika)
 Jepang (Asia)
 Peru (Amerika Latin)
 Qatar (Asia)
 Republik Kongo (Afrika)
 Slowakia (Eropa Timur)
 Tanzania (Afrika)
 Yunani (Eropa Selatan)
Pada 16 Oktober 2006, Belgia, Indonesia, Italia dan Afrika Selatan
terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk
periode dua tahun dan mulai bertugas sejak 1 Januari 2007. Anggota
kelima belum diputuskan.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Perserikatan_Bangsa-
Bangsa

 Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council


atau ECOSOC)
ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial)
beranggotakan 18 negara, kemudian dengan
amandemen tahun 1963 yang mulai berlaku tahun
1965 bertambah menjadi 27 negara. Berdasarkan
amandemen tahun 1971, yang berlaku tahun 1975, jumlah anggota
berubah lagi menjadi 54 negara. Dewan Ekonomi dan Sosial dipilih oleh
53

Sidang Umum untuk masa 3 (tiga) tahun dan bersidang sedikitnya tiga
kali dalam setahun.
Tugas ECOSOC adalah sebagai berikut.
1) Bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan
sosial yang digariskan oleh PBB.
2) Mengembangkan ekonomi, sosial dan budaya.
3) Memupuk hak asasi manusia.
4) Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari bidang khusus dengan
berkonsultasi dan menyampaikannya pada sudang umum kepada
mereka dan anggota PBB.
 Dewan Perwalian (Trusteeship Council)
Dewan Perwalian atau Trusteeship Council , merupakan lembaga
PBB yang dibentuk dalam rangka untuk mendorong, membantu
mengusahakan kemajuan penduduk Daerah perwalian untuk mencapai
kemerdekannya. Kompoisis Dewan Perwalian terdiri dari :
1) Anggota yang menguasai daerah perwalian,
2) Anggota tetap Dewan Keamanan,
3) Sejumlah anggota yang dipilih untuk selama 3 tahun oleh Sidang
Umum.

Fungsi Dewan Perwalian adalah:


1) Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara
untuk mencapai kemerdekaan sendiri,
2) Memberikan dorongan untuk menghormati hak-hak manusia,
3) Melaporkan hasil pengawasan kepada Sidang Umum PBB.
Piagam PBB menyebutkan bahwa kolonialisasi harus dihapuskan. Oleh
sebab itu, daerah yang belum merdeka diusahakan oleh Dewan Perwalian
untuk mendapatkan kemerdekaannya. Pada umumnya sekarang daerah-
daerah perwalian itu sudah merdeka.

 Mahkamah Internasional (International Court of Justice)


Mahkamah Internasional ialah badan perlengkapan PBB yang
berkedudukan di Den Haag (negara Belanda). Anggotanya terdiri atas
ahli hukum dari berbagai negara anggota PBB. Masa jabatan mereka
adalah 9 tahun, sedangkan tugasnya adalah memberikan saran dan
pendapat kepada Dewan Keamanan dan Majelis Umum bila diminta.
Mahkamah Agung Internasional merupakan Mahkamah pengadilan
tertinggi di seluruh dunia. Mahkamah Internasional terdiri atas 15 orang
hakim yang dipilih dari 15 orang hakim yang dipilih dari 15 negara
berdasarkan kecakapannya dalam hukum. Semua anggota PBB adalah
Piagam Mahkamah Internasional.
Negara-negara bukan anggota PBB juga menjadi peserta Piagam
Mahkamah Internasional menurut ketentuan yang sudah ditetapkan oleh
Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan. Negara-negara yang
menyetujui Mahkamah Internasional setiap waktu dapat menanyakan
bahwa mereka dengan sendirinya akan tunduk kepada keputusan-
keputusan Mahkamah Internasional, termasuk dalam hubungan mereka
dengan salah satu negara, asalkan negara yang terakhir ini menyatakan
akan tunduk juga.
54

Fokus Kita :
Pengadilan Internasional dapat mengadili semua perselisihan yang
terjadi antar negara bukan anggota PBB. Dalam penyelesaian ini, jalan
damai yang selaras dengan asas-asas keadilan dan hukum
internasional digunakan. Mahkamah Internasional mengadili
perselisihan kepentingan dan perselishan hukum.

Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu perkara berpedoman


pada perjanjian-perjanjian internasional (traktat-traktat dan kebiasaan-
kebiasaan internasional) sebagi sumber-sumber hukum. Keputusan
Mahkamah Internasional merupakan keputusan terakhir walaupun dapat
dimintakan banding. Di samping pengadilan Mahkamah Internasional,
terdapat juga pengadilan arbitrasi internasional. Arbitrasi hanya untuk
perselisihan hukum, dan keputusan para arbitet tidak perlu berdasarkan
peraturan-peraturan hukum.
Tugas pokok Mahkamah Internasional adalah mencakup hal-hal
berikut :
1) Memeriksa perselisihan atau sengketa antara negara-negara anggota
PBB yang diserahkan kepada Mahkamah Internasional.
2) Memberi pendapat kepada Majelis Umum tentang penyelesaian
sengketa antara negara-negara anggota PBB.
3) Menganjurkan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak terhadap salah
satu pihak yang menghiraukan keputusan Mahkamah Internasional.
4) Memberi nasihat tentang persoalan hukum kepada Majelis Umum dan
Dewan Keamanan.

 Sekretariat
Sekretariat PBB adalah salah satu badan
utama dari PBB dan dikepalai oleh seorang
Sekretaris Jendral PBB, dibantu oleh
seorang staff pembantu pemerintah sedunia.
Badan ini menyediakan penelitian, informasi,
dan fasilitas yang dibutuhkan oleh PBB untuk
rapat-rapatnya. Badan ini juga membawa
tugas seperti yang diatur oleh Dewan
Keamanan PBB, Sidang Umum PBB, Dewan
Ekonomi dan Sosial PBB dan badan PBB
lainnya. Piagam PBB menyediakanpara staff dipilih berdasarkan aplikasi
standar efisiensi, kompeten, dan integritas tertinggi, dikarenakan
kepentingan mengambil dari tempat geografi yang luas.
Sekretariat terdiri atas berikut ini.
 Sekretaris Jenderal dipilih oleh sidang umum atas usul Dewan
Keamanan dan dapat dipilih kembali. Biasanya, Sekretaris Jenderal
berasal dari negara yang tidak terlibat politik besar. Sejak berdirinya
PBB, sudah ada 7 (tujuh) orang Sekretaris
Jenderal. Adapun yang pernah menjadi Sekretaris
Jenderal adalah sebagai berikut :
55

1) Trygve Lie, Norwegia (1945-1953)


2) Dag Hammarskjöld, Swedia (1953-1961)
3) U Thant, Burma (1961-1971)
4) Kurt Waldheim, Austria (1972-1981)
5) Javier Pérez de Cuéllar, Peru (1982-1991)
6) Boutros Boutros-Ghali, Mesir (1992-1996)
7) Kofi Annan, Ghana (1997-2006) Kofi Annan
8) Ban Ki-Moon, Korea Selatan (2006 - ................. )

 Sekretaris Jenderal Pembantu (Under Secretry). Ada 8 sekretaris


pembantu yang mengepalai satu departemen, yaitu:
1) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Dewan Keamanan,
2) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Ekonomi,
3) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Perwalian dan Penerangan
untuk Daerah yang Belum Merdeka,
4) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Sosial,
5) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Hukum,
6) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Penerangan,
7) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Kopresi dan Pelayanan
Umum,
8) Sekretaris Jenderal Pembantu Urusan Tata Usaha dan Keuangan.
Tanggung jawab sekretaris jenderal pembantu adalah sebagai
berikut :
1) Mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan
pertemuan yang akan diadakan oleh Majelis Umum dan badan-badan
utama lainnya.
2) Melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan oleh badan-badan PBB
dengan sebaik-baiknya.

Bonus Info Kewarganegaraan


Peranan Umum PBB
Dalam Kiprahnya Di Dunia

Sejak disahkannya sebagai organisasi internasional pada tahun 1945,


PBB telah banyak berperan aktif dalam memelihara serta meningkatkan
perdamaian, keamanan dunia, dan memajukan kesejahteraan hidup
bangsa-bangsa sedunia. Usaha-usaha yang dilakukan PBB, antara lain
sebagai berikut.
1. Bidang keamanan, perdamaian, dan kemerdekaan :
a. Menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda melalui PBB.
b. Menyelesaikan masalah penjajahan di beberapa daerah Afrika
sehingga muncul negara-negara merdeka di kawasan Afrika
c. Penyelesaian konfrontasi Amerika Serikat - Uni Soviet mengenai
masalah penempatan peluru kendali/nuklir di Kuba.
d. Penyelesaian konflik Timur Tengah mengenai Terusan Suez.
e. Membantu meredakan krisis di Libanon.
56

f. Misi untuk membantu memisahkan pasukan-pasukan setelah


timbul peperangan antara India dan Pakistan.
g. Mencegah timbulnya perang nuklir yang baru-baru ini disebut
Star Wars atau “Perang Bintang”.
2. Bidang kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya :
a. Memberikan bantuan untuk kesejahteraan dan pembangunan di
negara-negara yang sedang berkembang melalui badan khusus
PBB, seperti ILO, WHO, FAO, dan UNESCO.
b. Pengahapusan segala bentuk dominasi rasial.
c. Penghapusan diskriminasi terhadap wanita yang mencakup hak
politik, ekonomi, sosial budaya, dan kewarganegaraan.
d. Memberikan bantuan bahan makanan untuk kesejahteraan anak-
anak melalui UNICEF.
e. Penanggulangan berjangkitnya penyakit cacar melalui program
WHO.
f. Memajukan kerjasama internasional dalam bidang ilmu
pengetahuan.
3. Bidang kemanusiaan, di anataranya PBB telah mengesahkan secara
resmi tentang “Pernyataan sedunia hak-hak asasi manusia” (The
Universal Declaration of Human Right) pada 10 Desember 1948 di
Paris, Prancis. Isinya menghimbau agar setiap negara anggota
secara moral berkewajiban mencantumkan hak-hak asasi manusia di
dalam Undang-Undang Dasar negaranya masing-masing. Selain itu,
PBB melalui badan khusus FAO telah berusaha menaggulangi
masalah kelaparan yang terjadi di Ethiopia, Afrika dan Somalia.
Selain itu, masih banyak lagi persoalan yang ditangani PBB. Seperti
bantuan bagi korban gelombang Tsunami dan gempa di Aceh dan
Sumatra Utara, Thailand, Srilangka dan sebagainya.

Penugasan Praktik 5
Kewarganegaraan
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Konferensi Tingkt Tinggi
Asia Afriak dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , dilanjutkan
Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai
berikut :

1. Berikan ulasan kembali tentang “Makna KTT Asia Afrika” bagi


negara Indonesia khususnya, sesuai pendapat anda secara umum !
Pendapat anda tentang politik
partisipan ? ............................................................................................
57

..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..........................................................................................................

2. Salah satu isi Dasasila Bandung sebagai hasil dari KTT Asia Afrika
tahun 1955 adalah Menghormati kedaulatan dan integritas
teritorial semua bangsa. Berikan penjelasn singkatnya !
a.Menghormati
kedaulatan: ........................................................................................
.....................
..............................................................................................................
..................................................
..............................................................................................................
..................................................
b. Integritas teritorial semua
bangsa: .............................................................................................
..............................................................................................................
..................................................
..............................................................................................................
..................................................

3. Salah satu asas PBB adalah Semua anggota harus


menyelesaikan persengketaan-persengketaan internasional dengan
jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, kemanan dan keadilan.
Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini!
Persengkataan Internasional Membahayakan Perdamaian
........................................................ .....................................................
...................... .........................
........................................................ .....................................................
...................... .........................
........................................................ .....................................................
...................... .........................
........................................................ .....................................................
...................... .........................

4. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa hak veto hanya dimiliki


oleh negara-negara seperti Amerika, Perancis, Inggris, RRC dan Rusia !
..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
.....................................................

5. Tuliskan sesuai hasil pengamatan anda tentang peran Dewan


Keamanan PBB dalam menangani permasalahan-permasalahan konflik
di bawah ini !
58

Palestina - Israel Irak


........................................................ .......................................................
..................... .........................
........................................................ .......................................................
..................... .........................
........................................................ .......................................................
..................... .........................
........................................................ .......................................................
..................... .........................
F. KERJA SAMA DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG
BERMANFAAT BAGI INDONESIA

 Politik Luar Negeri Republik Indonesia

1. Dasar Pertimbangan
Pada tahun-tahun pertama berdirinya negara Republik Indonesia, kita
dihadapkan pada kenyataan sejarah, yaitu munculnya dua kekuatan
besar dunia. Satu pihak, yaitu blok Barat dengan ideologi liberal yang
didominasi Amerika dan Blok Timur dengan Ideologi Komunis yang kuasai
Uni Sovyet. Kenyataan demikian sangat berpengaruh terhadap usaha-
usaha bangsa Indonesia dalam konsolidasi demi kelangsungan hidup
bangsa.
Pengaruh lain adalah adanya ancaman dari Belanda yang ingin
kembali menjajah Indonesia. Kondisi inilah yang kemudian menguatkan
tekad bangsa Indonesia untuk merumuskan politik luar negerinya. Pada
tanggal 2 September 1948, Pemerintah segera mengumumkan pendirian
politik luar negeri Indonesia di dihadapan Badan Pekerja KNIP yang
antara lain berbunyi : “. . . tetapi mestikah kita, bangsa Indonesia, yang
memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita hanya harus
memilih antara pro-Rusia atau pro-Amerika? Apakah tak ada pendirian
lain yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita?”

Fokus Kita :
Politik Luar Negeri, merupakan strategi, pola perilaku, dan kebijakan
suatu negara yang berhubungan dengan negara lain ataupun dunia
internasional.

Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil


adalah pendirian untuk tidak menjadi objek dalam pertarungan politik
internasional, tetapi harus tetap menjadi subjek yang berhak
menentukan sikap sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri, yaitu
Indonesia merdeka seluruhnya. Perjuangan kita harus dilaksanakan di
atas dasar semboyan kita yang lama, yaitu percaya akan diri sendiri dan
berjuang atas kesanggupan kita sendiri. Dengan semboyan ini kita
menjalin hubungan dengan negara-negara lain di dunia.
59

Berdasarkan kondisi di atas menyebabkan pemerintah RI mengambil


kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam
rangka menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil, dan sejahtera,
negara kita harus tetap melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan
aktif.
Artinya kita bebas menentukan
sikap dan pan-dangan kita terhadap
masalah-masalah internasio-nal dan
terlepas dari ikatan kekuatan-kekuatan
BEBAS raksasa dunia secara ideologis
bertentangan (Timur dengan
INDONES I A

komunisnya dan Barat dengan


POLITIK liberalnya).
LUAR Artinya kita dalam politik luar negeri
NEGERI senantiasa aktif memperjuangkan
terbinanya perdamaian dunia. Aktif
memperjuangkan kebebasan dan
AKTIF kemerdekaan, aktif memperjuangkan
ketertiban dunia, dan aktif ikut serta
menciptakan keadilan sosial dunia.

Sifat politik luar negeri Negara Repulbik Indonesia yang bebas aktif,
mengandung makna sebaga berikut :
a. Bebas aktif, anti-imperialisme dan kolonilisme dalam segala bentuk
manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
b. Mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan
rakyat. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif diabdikan kepada
kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan stabilitas dan
kelancaran pembangunan disegala bidang.

2. Landasan Hukum Politik Luar Negeri RI


Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,
didasarkan pada landasan hukum sebagai berikut :
a. Landasan idiil adalah Pancasila
b. Landasan konstitusional adalah UUD 1945 yang terdapat dalam
Batang Tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13.
c. Landasan opersional adalah sebagai berikut.
 Ketetapan MPR mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara
(GBHN) terutama dibidang hubungan luar negeri.
 Kebijakan yang dibuat oleh Presiden. Dalam hal ini Keputusan
Presiden (Keppres) yang menyangkut poliyik luar negeri Indonesia.
 Kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh menteri luar negeri.

3. Tujuan Politik Luar Negeri RI


Komitmen negara republik Indonesia yang menerapkan politik luar
negeri bebas dan aktif, yaitu bertujuan sebagai berikut :
60

a. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara


kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis dengan wilayah
kekuasaan dari Sabang sampai Marauke.
b. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan
spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia
dan semua negara di dunia, terutama sekali dengan negara-negara
Afrika dan Asia atas dasar bekerjasama membentuk satu dunia baru
yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju kepada
perdamaian dunia yang sempurna.
Mohammad Hatta dalam bukunya Dasar Politik Luar Negeri Republik
Indonesia, mengemukakan bahwa tujuan politik Indonesia adalah sebagai
berikut.
a. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan
negara.
b. Memperoleh barang-barang yang diperluakan dari luar negeri untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
c. Meningkatkan perdamaian internasional dan memperoleh syarat-
syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
d. Meningkatkan persaudaraan antar bangsa sebagai pelaksanaan cita-
cita yang terkandung dalam Pancasila.

4. Prinsip-Prinsip Pokok Politik Luar Negeri RI


Berdasarkan yang telah disampaikan oleh pemerintah pada tanggal 2
September 1948 di hadapan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, dapat
kita temukan pokok-pokok yang menjadi dasar politik luar negeri
Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Negara kita menjalani politik damai.
b. Negara kita bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling
menghargai dengan tidak mencampuri soal susunan dan coroak
pemerintahan negeri masing-masing.
c. Negara kita memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan
organisasi internsional untuk menjamin perdamaian yang kekal.
d. Negara kita berusaha mempermudah jalannya pertukaran
pembayaran internasional.
e. Negara kita membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional
dengan berpedoman pada Piagam PBB.
f. Negara kita dalam lingkungan PBB berusaha menyokong perjuangan
kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih dijajah, sebab tanpa
kemerdekaan, persaudaraan dan perdamaian internasional itu tidak
akan tercapai.

 Kerja Sama dan Perjanjian Internasional Yang


Bermanfaat bagi Indonesia
Pelaksanaan kerja sama dengan negara lain baik dalam benuk
bilateral, regional, maupun internasional (perjanjanjian dan hukum
internasional) bagi bangsa Indonesia merupakan konsekuensi dari sebuah
negara yang merdeka dan berdaulat serta menjadi salah satu negara
61

yang ada di dunia. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis/bentuk kerja
sama dan perjanjian internasional yang dilakukan oleh negara Indonesia.

N Jenis/Bent Keterangan/Uraian Manfaat Yang


o uk Diperoleh
1. Bilateral  Persetujuan antara  Ada kejelasan dalam
Republik Indonesia dan penga-turan
Republik Rakyat Cina kewarganegaraan
mengenai soal Dwi ketu-runan Cina yang
Kewarganegaraan, sudah berumur 18
telah disahkan pada tahun, apakah mau
tanggal 11 Januari menjadi warga negara
1958 dengan Indonesia atau kembali
keluarnya Undang- menjadi warga negara
Undang No. 2 Tahun Cina dengan sukarela.
1958.
 Perjanjian RI – Malaysia  Ada kejelasan
tentang Penetapan (terhindar dari konflik)
Garis Landas Kontinen dalam pemanfaatan
kedua nega-ra (di selat laut baik sebagai
Malaka dan Laut Cina sarana transportasi air
Selatan) maupun untuk
ditandatangani pada kepentingan
tanggal 27 Oktober penangkapan ikan,
1969 dan mulai eksplorasi kekayaan
berlaku tanggal 7 laut, mineral dan
November 1969. tambang.
2. Regional  Pembentukan ASEAN  Mempercepat proses
yang diprakarsai oleh pertum-buhan
pemimpin Indonesia, ekonomi, kemajuan
Malaysia, Filipina, sosial dan
Singapura dan pengembangan
Thailand melalui budaya. Demikian
Deklarasi Bangkok juga, jika terjadi konflik
pada tanggal 8 hal ini dapat dengan
Agustus 1967. mudah dilesaikan
melalui jalan damai.
 Persetujuan  Dapat meningkatkan
dibentuknya kawasan investasi langsung ke
perdagangan bebas negara-negara ASEAN,
ASEAN yaitu AFTA dan khususnya nega-ra
(ASEAN Free Trade Indonesia.
Area), yang  Meningkatkan daya
ditandatangani pada saing dan
tahun 1995 oleh penghapusan bea
negara-negara ekspor – impor bagi
Indonesia, Malaysia, negara-negara yang
Filipina, Singapura dan berada di kawasan
Thailand. ASEAN (termasuk
62

negara Indonesia).
3. Multilater  Masuknya negara  Mempercepat proses
al republik Indonesia penyele-saian konflik
menjadi anggota PBB Indonesia – Belanda
(pertama kali pada (penjajah), sehingga
tanggal 28 September mau mengakui
1950), kemudian kedaulatan Indonesia
keluar pada tanggal 7 pada tanggal 27
Januari 1965 dan Desember 1949.
masuk kembali pada  Mempercepat proses
tanggal 28 September pengem-balian wilayah
1966. Irian Barat yang
dikuasai Belanda
melalui misi UNTEA
pada tanggal 1 Mei
1963.
 Pembentukan Gerakan  Sebagai wadah dalam
Negara-negara Non upaya menumbuhkan
Blok me-lalui KTT yang sikap solideri-tas
pertama pada tahun negara-negara di
1961 di Beograd kawasan Asia – Afrika
(Yugoslavia) dan (termasuk Indonesia)
dipelopori oleh negara dalam memperju-
Indonesia, Yugos-lavia, angkan
Mesir, India dan kemerdekaannya seka-
Ghana. ligus melawan
kolonialisme,
rasialisme dan
zionisme.
 Mengurangi
ketegangan antara
blok barat (Amerika)
dan blok timur (Uni
Soviet) yang saat itu
sedang terjadi ”Perang
Dingin” yang tidak
mustahil juga akan
melanda negara
Indonesia.
 Persetujuan  Terwujudnya berbagai
dibentuknya CGI proyek infrastruktur
(Colsultative Group On sarana transpor-tasi
Indonesia) yang terdiri seperti jembatan dan
gabungan negara jalan untuk membuka
Australia, Belgia, wilayah-wilayah
Kanada, Prancis, Indonesia yang
Jerman Barat, Italia, terisolir.
Jepang, Belanda,  Meningkatkan
Selandia Baru, Swiss, pertumbuhan ekonomi
Inggris dan Ame-rika yang mampu men-
63

Hubungan internasional,
Serikat, merupakan
yang berupayahubungan antar bangsaseluruh
jangkau dalam
segala aspeknya membantu
yang dilakukan oleh suatu
Indonesia negara untuk mencapai
wilayah Indonesia.
kepentingan nasional
dalamnegara tersebut. Hubungan
pengembangan tersebut gairah
 Meningkatkan dapat
dilihat sebagai hubungan
berbagai politis, budaya,
pro-yek ekonomi
para ataupun hankam.
investor,
Gmelalui KESIMPULAN
dana pinjaman terutama internasional,
dari negara-
Negara Indonesia dalam mengadakan hubungan
lunak. negara anggota
menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif yang diabdikan bagi CGI
kepentingan nasional. Hal ini terutama ditujukan dalamuntukmenanamkan
kepentingan
investasinya
pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban di
dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian Indonesia. abadi, dan

keadilan sosial. Pengesahan Konvensi  Masyarakat Indonesia
Inter-nasional tentang akan lebih memahami
Pengertian perjanjian internasionalsegala
sebagaimana dikemukakan oleh
Penghapusan bahwa seba-gai bagian
banyak ahli, yaitu merupakan perjanjian yang diadakan antar
bentuk diskriminasi masyarakat interna-
bangsa yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum
rasial 1965, dengan sional harus
tertentu. Dalam perjanjian internasional, perlu difahami adanya hak
dikeluar-kannya menghormati,
dan kewajiban bagi negara-negara No. yang mengadakan
Undang-Undang 29 menghargai, perjanjian dan
tersebut. Tahun 1999. menjunjung tinggi
Perjanjian internasional dapat diklasifkasikanprinsip
berdasarkan,
dan yakni
tujuan
a)
menurut subjeknya, b) isinya, c) proses/tahapan Piagam
pembentukan
Perserikatan
dan
d) fungisnya. Istilah-istilah dalam perjanjianBangsainternasional
Bangsasangat
serta
banyak, diantaranya adalah traktat, konvensi, Deklarasi
protokol, perikatan,
Universal
piagam, dan sebagainya. Hak-hak Asasi Manusia.
Hal-hal penting dalam proses pembuatan perjanjian internasional
adalah a) harus dinyatakan secara formal/resmi, dan b) bermaksud
untuk membatasi, meniadakan, atau mengubah akibat hukum dari
ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian itu.
Menurut Istilah diplomatik (diplomacy), dalam hubungan
internasional ”berarti sarana yang sah (legal), terbuka dan terang-
terangan yang digunakan oleh sesuatu negara dalam melaksanakan
politik luar negerinya”. Untuk menjalin hubungan diantara negara-
negara itu, biasanya negara tersebut saling menempatkan
perwakilannya baik dalam arti politis, (korps diplomatik), dan non
politis (konsuler).
Organisiasi internasional atau yang disebut ”Multilateralisme”
adalah suatu istilah hubungan internasional yang menunjukkan
kerjasama antar beberapa negara. Sebagian besar
organisasi internasional, seperti PBB dan WTO, bersifat multilateral
yang menggambarkan tentang luasnya keanggotaan dan wilayah
cakupan kerjanya.
Organisasi negara-negara Asia Tenggara atau disebut ASEAN, telah
di dirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN didirikan
oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok.
Sejarah pembentukan ASEAN, didasarkan pada kepentingan
bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, faktor internal dan
eksternal.
GNB dibentuk pada tahun 1961 dengan pemrakarsa
Joseph Broz Tito (presiden Yugoslavia), Soekarno (presiden Indonesia
), Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir), Pandit Jawaharlal Nehru
(perdana menteri India), Kwane (Presiden Ghana) dan membawa
negara-negara lain yang tidak ingin beraliansi dengan negara-
negara adidaya peserta Perang Dingin bersama.
Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah sebuah organisasi
internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia.
Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam
hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, 64
dan perlindungan sosial. Lembaga ini dilengakapi perangkat yang
terdiri dari : Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi
Sosial, Dewan Perwalian, Mahakamah Internasional, dan Sekretariat.
LATIHAN UJI KOMPETENSI

A. Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar !

1. Tokoh yang berpendapat bahwa dalam kedudukannya sebagai …


hubungan internasional adalah .
studi tentang keadaan-keadaan a. Kepala Negara
relevan yang mengelilingi b. Kepala Pemerintahan
interaksi, adalah .... c. Wakil Negara
a. Prof. Dr. Mochtar d. Penguasa tertinggi negara
Kusumaatmadja e. Kepala pemerintahan dan
b. Charles A. Mc. Clelland kepala negara
c. Warsito Sunaryo
d. Trygve Nathiessen
e. G. Schwarzenberger 6. Hak untuk memberi
kesempatan kepada suatu
2. Hal yang dilarang dalam negara dalam melindungi warga
melakukan kerjasama negara asing yang melarikan
internasional adalah … . diri adalah ....
a. Kooperatif a. Hak Immunitas
b. Negosiasi b. Hak Asylum
c. Intervensi c. Persona Non Grata
d. Representasi d. Egality Rights
e. Non intervensi e. Pacta Sunt Servada
3. Perjanjian internasional 7. Hubungan RI – Negara lain
adalah perjanjian yang diadakan dalam arti non politis diwakili
antar bangsa yang bertu-juan oleh …. .
untuk menciptakan akibat- a. Ambassador
akibat hukum tertentu. b. Gerzant
Pernyataan tersebut c. Korps Konsuler
dikemukakan oleh … . d. Korps Diplomatik
a. Oppenheimer e. Menteri Residen
b. Lauterpacht
c. G. Scharzenberger 8. Tokoh Indonesia yang mengukir
d. Mochtar Kusumaatmaja sejarah dengan terbentuknya
e. Konferensi Wina 1969 ASEAN pada tahun 1967
adalah ....
4. Tahap terakhir dalam a. Muhammad Hatta
pembuatan perjanjian b. A.H. Nasution
internasional adalah … . c. Adam Malik
a. Persiapan d. Sri Sultan Hamengkubuwono
b. Pemantauan IX
c. Ratification e. Sudarmono
d. Negotiation
e. Signature 9. Salah satu asas yang diterapkan
dalam berdirinya Gerakan Non
5. Kekuasaan presiden untuk Blok pada tahun 1961, yaitu ....
mengangkat dan menerima a. berupaya memelihara
duta dari negara lain adalah perdamaian dan keadilan
sosial
65

b. mewujudkan negara yang 10. Di bawah ini yang bukan


netral dari negara manapun merupakan alat kelengkapan
c. wadah perjuangan negara- organisasi Perserikatan Bangsa-
negara yang sedang Bangsa … .
berkembang a. Mejelis Umum
d. wadah bagi negara-negara b. Dewan Keamanan
yang menentang dominasi c. Dewan Perwakilan
Amerika d. Dewan Ekonomi dan Sosial
e. blok tersendiri yang ekslusif e. Mahkamah Internasional
dan bebas pengaruh
komunisme
B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat
dan jelas !
1. Apakah yang dimaksud dengan hubungan internasional dan
bagaimanakah arti penting hubungan internasional bagi suatu bangsa ?
2. Mengapa suatu negara perlu mengadakan hubungan internasional dan
tujuan apakah yang ingin dicapai dalam hubungan tersebut ?
3. Jelaskan tahapan dalam pembuatan perjanjian internasional menurut
Konvensi Wina 1969 !
4. Uraikanlah jenis perjanjian internasional dan berikan contoh jenis
perjanjian tersebut !
5. Dalam hubungan internasional, bagaimanakah kronologis penempatan
korps diplomatik menurut Kongres Auxla Chapella !
6. Sebutkanlah prinsip-prinsip pokok yang menjadi dasar bangsa Indonesia
mengadakan hubungan dengan bangsa lain !
7. Uraikanlah, arti penting ASEAN bagi kepentingan nasional Indonesia
dalam bidang ekonomi dan sosial budaya !
8. Jelaskanlah dan beri alasan, apakah KTT Gerakan Negara-Negara Non
Blok hingga dewasa ini masih dianggap relevan !
9. Jelaskan dan beri alasan, mengapa peran PBB tidak mampu efektif jika
sudah berhubungan dengan negara-negara pemegang hak veto !
10. Berikan penjelasan, bagaimana sesungguhnya peran dan fungsi PBB
dalam tata pergaulan internasional !

C. Studi Kasus

Dewan Keamanan PBB Tidak Berkomentar

MOGADISHU, KAMIS - Para anggota Dewan Keamanan


Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak berkomentar tentang serangan
militer Amerika Serikat ke Somalia. Ke-15 negara anggota DK PBB
66

tidak mempertanyakan atau berkeberatan terhadap penjelasan


utusan AS untuk PBB, Jackie Sanders, tentang serangan tersebut.
"Tidak ada diskusi tentang isu itu secara khusus dan saya tidak
memiliki komentar apa pun," kata utusan Rusia, Vitaly Churkin,
setelah pertemuan tertutup tentang Somalia, Kamis (11/1).
"Anggota DK menyatakan keprihatinan tentang ketidakstabilan
situasi keamanan dan kemanusiaan di Somalia," ujarnya. "Tidak
seorang pun. Tidak ada rekomendasi, kecuali Amerika Serikat
sendiri," ujar wakil utusan China untuk PBB, Liu Zhenmin.
Sebelumnya, Sanders memberikan penjelasan kepada 15
anggota DK PBB bahwa sasaran serangan AS ke Somalia adalah
pemimpin tingkat tinggi Al Qaeda. Setelah memberikan penjelasan
singkat tentang perkembangan situasi di Somalia, Sanders
mengatakan, tidak ada perdebatan tentang tindakan AS. Anggota
DK PBB hanya menyatakan dukungan untuk segera menempatkan
pasukan penjaga perdamaian Afrika di Somalia. Mereka juga
mendukung rencana PBB untuk mengirim tim kemanusiaan ke
Somalia.

Sumber : http://www.kompas.co.id/ (Jumat,


12 Januari 2007)

Tagihan Tugas :
1. Setelah disimak dan baca baik-baik, jelaskan kembali apa telah ditulis
sesuai dengan persepsi yang ada dibenak anda !
2. Berikan beberapa penjelasan tentang judul berita yang dimaksud
“Dewan Keamanan PBB Tidak Berkomentar” dalam serangan Amerika
Serikat ke Somalia !
3. Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa anggota tidak tetap yang
sebanyak 15 negara, tidak mempermasalahkan tindakan Amerika
sehubungan dengan “pelanggaran hukum internasional” !
4. Tentukan langkah-langkah nyata dalam upaya mengurangi tindakan
unilateral “sepihak” negara Amerika agar tidak mudah menyerang
negara lain dengan alasan “mengejar teroris” yang belum tentu
kebenarannya !
5. Berikan usulan konkrit, apa yang harus anda lakukan guna
meningkatkan kesadaran negara-negara anggota PBB (terutama
pemegang hak veto) agar menghormati kedaulatan dan hukum
internasional, jika anda :
a. Sebagai perwakilan tetap negara Indonesia
di PBB !
b. Sebagai presiden atau rakyat Somalia !
c. Sebagai Sekretaris Jenderal PBB !

D.Inquiri (Tugas Kelompok)


67

Carilah referensi dari berbagai sumber untuk mengkaji ulang tentang


hubungan antara negara-negara ASEAN (berikut gambar-gambar
pendukungnya) yang berkaitan dengan kerja sama bidang ekonomi,
sosial dan kebudayaan !
1. Pahami kembali tentang latar belakang berdiri dan tujuan kerja
sama negara-negara ASEAN, dan buatlah tulisan wujud
implementasinya hingga dewasa ini !
2. Carilah topik-topik dari berbagai sumber (mass media cetak atau
elektronik dan internet) sekitar arti penting ASEAN bagi Indonesia,
3. Kemudian lakukan presentasi di dalam kelas !