Anda di halaman 1dari 100

YAYASAN PENDIDIKAN DHARMA ANDALAS

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)


DHARMA ANDALAS

SKRIPSI

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA


TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA
PT BANK MANDIRI PERSERO TBK
CABANG PADANG MUARA

Oleh :

YULIA M. NUR
0622 4894

Program Studi Manajemen (S-1)

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat


Guna Menyelesaikan Studi pada Program Strata 1 (S1)
STIE Dharma Andalas

PADANG
2009
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI .................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ............................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1
1.2. Perumusan Masalah..................................................................... 7
1.3. Tujuan Penelitian........................................................................ 7
1.4. Manfaat Penellitian........................................................................ 7
1.5. Ruang Lingkup Pembahasan......................................................... 8
1.6. Sistematika Penulisan.................................................................... 9

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Kepuasan Kerja ............................................................................ 10
2.2. Motivasi ....................................................................................... 12
2.3. Kinerja .......................................................................................... 21
2.4. Hubungan Kepuasan Kerja,Motivasi dan Kinerja...........................21
2.5. Kerangka Pemikiran....................................................................... 21
2.6. Hipotesis....................................................................................... 22

BAB III METODE PENELITIAN


3.1. Lokasi dan Obje Penelitian ........................................................... 24
3.2. Populasi dan Sampel ..................................................................... 24
3.3. Variabel Penelitian ........................................................................ 25
3.4. Defenisi Operasional Variabel ...................................................... 25
3.5. Skala Pengukuran………………………………………………. 27
3.6. Data yang Digunakan…………………………………………… 27
3.7. Metode Pengumpulan Data ........................................................... 27
3.8. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas………………………………… 28
3.9. Metode Analisis ........................................................................... 29

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


4.1 Sejarah Ringkas Peusahaan........................................................... 30
4.2. Visi dan Misi Perusahaan.............................................................. 31
4.3. Struktur Organisasi ....................................................................... 31

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1. Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................... 36
5.2. Deskriptif Statistik ........................................................................... 42
5.3. Karakteristik Responden................................................................... 43
5.4. Deskriptif Hasil Penelitian................................................................ 47
5.5. Pembahasan Hasil Analisa Regresi Linear Berganda........................ 53
5.6. Pengujian Hipotesis........................................................................... 55

BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan........................................................................................ 60
6.2. Saran ................................................................................................. 61

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 68
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 3.4 Defenisi Operasional Variabel Penelitian........................................... 27
Tabel 5.1 Validitas Item ..................................................................................... 45
Tabel 5.2 Hasil Uji Validitas .............................................................................. 45
Tabel 5.3 Hasil Uji Realibilitas .......................................................................... 49
Tabel 5.4 Descriptive Statistcl ........................................................................... 50
Tabel 5.5 Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia ................................................. 51
Tabel 5.6 Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin .................................. 52
Tabel 5.7 Jumlah Karyawan Berdasarkan Pendidikan ....................................... 52
Tabel 5.8 Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja ...................................... 53
Tabel 5.9 Jumlah Karyawan Berdasarkan Gaji .................................................. 54
Tabel 5.10 Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Kepuasan Kerja ......... 55
Tabel 5.11 Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Motivasi Kerja ........... 58
Tabel 5.12 Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Kinerja Karyawan...... 60
Tabel 5.13 Rangkuman Hasil Empiris Penelitian ............................................... 61
Tabel 5.14 Hasil Pengujian Hipotesis Untuk Uji Parsial Dengan T-Test ........... 63
Tabel 5.15 Hasil Pengujian Hipotesis Untuk Uji Simultan Dengan F-Test........ 65
Tabel 5.16 Hasil Pengujian Untuk Uji Koefisien Determinasi (R Square)......... 66
DAFTAR GAMBAR

Halaman
2.5 Kerangka Pemikiran..................................................................................... 21
4.1 Struktur Organisasi ...................................................................................... 31
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Hasil Uji Coba Kuesioner .............................................................. 67
Lampiran 2. Kuesioner penelitian ...................................................................... 72
Lampiran 3. Data Hasil Penelitian ..................................................................... 76
Lampiran 4. Tabel Distribusi Frekuensi.............................................................. 80
Lampiran 5. Analisis Regresi .............................................................................. 89
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Karyawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus

dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang

optimal.Salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama perusahaan adalah

kepuasan kerja para karyawannya, karena karyawan yang dalam bekerja mereka

tidak merasakan kenyamanan, kurang dihargai, tidak bisa mengembangkan segala

potensi yang mereka miliki, maka secara otomatis karyawan tidak dapat fokus dan

berkonsentrasi secara penuh terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja pegawai

menurut Hariadja (2002:291) dapat dilihat bahwa “ pekerjaan tidak hanya sekedar

melakukan pekerjaan, tetapi terkait juga dengan aspek lain seperti melakukan

interaksi dengan teman sekerja, atasan, mengikuti aturan - aturan dan lingkungan

kerja tertentu yang seringkali tidak memadai atau kurang disukai. ”

Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan hal yang bersifat individual,

setiap individual memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda – beda sesuai

dengan keinginan dan sistem nilai yang dianutnya. Semakin banyak aspek dalam

pekerjaannya yang sesuai dengan keinginan dan sistem nilai yang dianut individu,

semakin tinggi tingkat kepuasan yang didapat. Demikian pula sebaliknya,

semakin banyak aspek dalam pekerjaannya yang tidak sesuai dengan keinginan

dan sistem nilai yang dianut individu, semakin rendah tingkat kepuasan yang

didapat. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan

1
bagaimana para pekerja memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja

mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya yang dapat terlihat dari

sikap karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu di lingkungan

pekerjaannya.

Semua jenis perusahaan sebenarnya membutuhkan suatu sistem kerja yang

secara serius memperhatikan hal kepuasan kerja para karyawannya. Sebagaimana

yang dikemukakan Handoko (1995:196) “ Karyawan yang tidak memperoleh

kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis dan pada

gilirannya akan menjadi frustasi.”

Aspek – aspek yang dapat membentuk kepuasan kerja karyawan antara

lain : faktor individual (umur, jenis kelamin, sikap pribadi terhadap pekerjaan),

faktor hubungan antar karyawan (hubungan antar manajer dan karyawan,

hubungan sosial antara sesama karyawan, sugesti dari teman sekerja, faktor fisik

dan kondisi tempat kerja, emosi dan situasi kerja) faktor eksternal (keadaan

keluarga, rekreasi, pendidikan). Aspek tersebut memberikan motivasi agar

kepuasan kerja tercapai bagi karyawan. Dan yang berkewajiban memenuhi

tercapainya kepuasan kerja tersebut adalah setiap pimpinan perusahaan, karena

kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat memotivasi semangat kerja

karyawan agar karyawan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan

sehingga kinerja perusahaan dapat ditingkatkan.

Selain itu kepuasan kerja juga mempunyai arti penting untuk aktualisasi

diri karyawan. Karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan kerja tidak akan

mencapai kematangan psikologis. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja

2
yang baik biasanya mempunyai catatan kehadiran, perputaran kerja dan prestasi

kerja yang baik dibandingkan dengan karywan yang tidak mendapatkan kepuasan

kerja. Kepuasan kerja memeiliki arti yang sangat penting untuk memberikan

situasi yang kondusif dilingkungan perusahaan.

Oleh sebab itulah penulis tertarik untuk mengamati mengenai kepuasan

kerja karena manfaat yang didapat, baik untuk karyawan maupun untuk

perusahaan, bagi karyawan diteliti tentang sebab dan sumber kepuasan kerja, serta

usaha yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan, Sedangkan bagi

perusahaan penelitian dilakukan untuk tercapainya tujuan perusahaan. Disamping

itu penulis juga tertarik meneliti apakah motivasi juga berpengaruh terhadap

kinerja karyawan.

Selain kepuasan kerja, perusahaan juga harus memperhatikan mengenai

bagaimana menjaga dan mengelola motivasi pegawai dalam bekerja agar selalu

tinggi dan fokus pada tujuan perusahaan. Menjaga motivasi karyawaan itu

sangatlah penting karena motivasi itu adalah motor penggerak bagi setiap

individu yang mendasari mereka untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Orang

tidak akan melakukan sesuatu hal secara optimal apabila tidak mempunyai

motivasi yang tinggi dari dalam dirinya sendiri untuk melalukan hal tersebut.

Robin dan Judge (2008:222) , mendefinisikan motivasi sebagai suatu

proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk

mencapai tujuannya. Dari defenisi tersebut dapat dicermati bahwa motivasi

menjadi bagian yang sangat penting yang mendasari individu atau seseorang

dalam melakukan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.

3
Masalah motivasi pada perusahaan haruslah dijadikan sebagai perhatian

yang serius dalam Manajemen Sumber Daya Manusianya. Perusahaan -

perusahaan modern dewasa ini haruslah menjadikan karyawan sebagai asset,

bukan lagi hanya sebagai alat produksi semata. Untuk itu perusahaan perlu

menciptakan suatu kondisi yang kondusif yang dapat membuat karyawan merasa

nyaman, terpenuhi kebutuhannya, sehingga diharapkan motivasi mereka juga

tetap terjaga untuk bersama sama mencapai visi dan misi perusahaan. Kondisi -

kondisi kondusif itu bisa bermacam - macam, tergantung pada karakteristik

perusahaan itu masing masing. Tapi secara umum diantaranya dapat berupa

fasilitas yang disediakan, tingkat kesejahteraan yang memadai, jenjang karir yang

jelas, peluang aktualisasi diri, kenyaman dan keamanan dalam bekerja, jaminan

hari tua dan lain lain.

Penulis juga tertarik meneliti apakah kepuasan kerja dan motivasi kerja

mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Simammora mengungkapkan

dalam buku Sumber Daya Manusia (1995:327) kinerja karyawan adalah tingkat

terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan – persyaratan pekerjaan.

Pada PT. Bank Mandiri Tbk sebagian dari kondisi - kondisi kondusif

dalam menjaga motivasi karyawan itu juga sudah jadi perhatian oleh Divisi

Sumber Daya Manusia / HRD nya. Diantaranya kesempatan untuk seleksi karir

untuk jenjang yang lebih tinggi, program reward untuk karyawan berprestasi.

Namun dalam beberapa hal tertentu ternyata juga masih ditemukan kondisi yang

kontradiktif, yang bila diamati, juga akan dapat berpotensi menurunkan bahkan

mematikan motivasi. Misalnya adanya pembedaan usia pensiun yang lebih dini

4
bagi karyawan frontliners serta penempatan karyawan yang hanya pada posisi /

bagian yang sama dalam waktu yang relatif lama.

Pada penulisan skripsi ini penulis lebih memfokuskan permasalahan pada

kondisi yang dialami oleh karyawan atau karyawati PT.Bank Mandiri Persero

Tbk. Cabang Padang Muara , apakah karyawan karyawati merasa puas dengan

kondisi gedung kantor yang sudah tua, penempatan karyawan pada bagian atau

bidang kerja yang sama untuk rentang waktu yang cukup lama, akankah

berpengaruh pada kepuasan kerja dan motivasi dari karyawan tersebut dalam

bekerja, karena karyawan rentan sekali untuk mengalami kejenuhan akibat

pekerjaan monoton yang dijalani. Sampai saat ini masih ada frontliners yang

bekerja pada posisi yang sama lebih dari sepuluh tahun, bahkan dari zaman eks

legasi(masa sebelum Bank Mandiri melakukan merger),mereka telah menjadi

frontliners, tanpa pernah dimutasi. Kalaupun ada pelaksanaan mutasi, yang

dimutasi hanya tempat bekerja saja tanpa dibarengi mutasi jenis pekerjaannya.

Bekerja pada bidang tugas yang sama untuk waktu yang panjang akan

mudah membuat karyawan merasa bosan. Rutinitas kerja yang monoton setiap

harinya, pada suatu waktu pasti akan sampai pada titik kejenuhan, yang dapat

mengakibatkan karyawan tidak dapat dengan maksimal mengeluarkan

kemampuan yang dimiliki untuk kemajuan perusahaan , karena mungkin mereka

tidak lagi mempunyai motivasi yang cukup untuk perlu melakukan itu. Karena

tahu posisi mereka tidak akan berubah, bisa menyebabkan karyawan tidak lagi

punya minat dan kemauan untuk mengembangkan diri, dan pada titik tertentu

mungkin saja menjadi tidak perduli dengan produk atau program yang ingin

5
ekspos oleh perusahaan, sebab bagi mereka itu sama sekali tidak akan

mempengaruhi posisi dan karir mereka.

Kondisi itu bila tidak disikapi dan dikelola dengan baik oleh Manajemen

Sumber Daya Manusia di perusahaan, akan dapat menjadi bumerang yang bisa

merugikan perusahaan. Sebab sebagai ujung tombak, karyawan frontliners

sesungguhnya adalah etalase perusahaan di mata konsumen (nasabah). Bagi

masyarakat awam, prilaku dan tampilan yang ditunjukkan oleh frontliners

merupakan representasi dari perusahaan itu dalam pikiran mereka. Oleh sebab itu

pengelolaan pada bagian frontliners semestinya dijadikan suatu hal yang strategis

oleh semua perusahaan jasa, termasuk oleh Bank Mandiri. Begitu juga halnya

dengan karyawan yang bekerja pada bagian back office.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas,penulis tertarik untuk membahasnya

dalam bentuk penyusuna tugas akhir atau skripsi yang diberi judul:

”PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP

KINERJA KARYAWAN PADA PT BANK MANDIRI PERSERO TBK

CABANG PADANG MUARA”

1.2 Perumusan Masalah

Dari uraian yang dijabarkan pada latar belakang dan berdasarkan

pengamatan serta pengalaman yang di alami, maka penulis mencoba merumuskan

permasalahan sebagai berikut :

6
“ Seberapa besar pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja yang

dirasakan oleh karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT Bank

Mandiri Persero Tbk. Cabang Padang Muara”

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

• Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap

kinerja karyawan pada PT.Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang

Muara.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang penulis harapkan dari penelitian ini adalah:

• Bagi perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan

masukan untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia.

• Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan

pengalaman berharga dalam menerapkan teori – teori yang didapat di

bangku kuliah dan sebagai awal informasi penelitian lanjutan, serta

sebagai awal penelitian lanjutan, serta sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Strata I pada STIE Dharma Andalas.

7
1.5 Ruang Lingkup Pembahasan

Dalam penelitian ini, penulis hanya mengkaji tentang kepuasan kerja dan

motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dalam bekerja pada PT Bank Mandiri

Persero Tbk Cabang Padang Muara.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam penyusunan dan pembahasan penelitian ini,

maka penulis membaginya atas beberapa bab :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dibahas tentang latar belakang, perumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup pembahasan dan

sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Merupakan bagian yang menguraikan teori-teori yang berhubungan

dengan masalah yang dibahas, yang terdiri dari : Defenisi Motivasi,

Teori - teori motivasi, kepuasan kerja dan hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini memberikan informasi lokasi dan objek penelitian,

populasi dan sample yang digunakan, data yamg digunakan, metode

pengumpulan data, variable penelitian, skala pengujian, uji validitas

dan reliabilitas, dan metode analisis data.

8
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Pembahasan pada bab ini berisikan tentang sejarah ringkas perusahaan,

visi dan misi perusahaan, struktur organisasi serta tugas dan tanggung

jawab masing – masing unit dalam struktur organisasi.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengujian realibitas dan validitas dibahas dalam bab ini termasuk

juga karakteristik responden, deskripsi hasil penelitian, pembahasan

hasil analisa regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis.

BAB VI PENUTUP

Merupakan bab yang memuat kesimpulan dari hasil penelitian dan

saran.

9
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kepuasan kerja

Kepuasan kerja merupakan bentuk perasaan seseorang terhadap

pekerjaannya, situasi kerja dan hubungan dengan rekan kerja. Dengan demikian

kepuasan kerja merupakan sesuatu yang penting untuk dimiliki oleh seorang

karyawan, dimana mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan kerjanya

sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan

perusahaan. Menurut Handoko(2000:193) ”Kepuasan kerja (job satisfaction)

adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan

bagaimana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja

mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya

Banyak faktor yang dapat menjadi penentu bagi kepuasan pegawai, salah

satunya adalah pekerjaan itu sendiri. Hackman dan Oldham menguraikan yang

dikutip Robbins(2001:447), inti dari pekerjaan adalah sebagai berikut :

1. Skill Varienty

Semakin banyak variasi tugas yang dilakukan oleh pegawai dalam

pekerjaannya, semakin menantang pekerjaan bagi mereka.

2. Task Identity

Sejauh mana pekerjaan menuntut diselesaikannya suatu pekerjaan yang

utuh dan dapat dikenali.

3. Task Significane

10
Sejauh apa dampak pekerjaan yang dilakukan dapat mempengaruhi

pekerjaan atau bahkan kehidupan orang lain. Hal ini akan membawa

dampak penghargaan psikologis.

4. Autonomy

Sejauh mana pekerjaan memberi kebebasan , ketidakketergantungan, dan

keleluasaan untuk memngatur jadwal pekerjaannya, membuat keputusan

dan menentukan prosedur pekerjaan yang dipakai.

5. Feedback

Sejauh mana pelaksanaan kegiatan pekerjaan menghasilakan informasi

bagi individu mengenai keefektifan kinerjanya.

Kepuasan kerja pegawai dipengaruhi oleh tanggapan terhadap nilai

intrinsic dan extrinsic reward. Yang dimaksud dengan nilai intrinsic reward yaitu

timbulnya suatu perasaan dalam diri pegawai karena pekerjaan yang dilakukan.

Yang termasuk dalam extrinsic reward adalah perasaan suka akan pekerjaannya,

rasa tanggung jawab, tantangan dan pengakuan. Extrinsic reward adalah situasi

yang terjadi diluar pekerjaan, misalnya karena bekerja dengan baik sesuai dengan

apa yang diharapka oleh perusahaan, maka pegawai mendapatkan upah, gaji, dan

bonus.

2.2 Motivasi

Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya

perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian

kegairahan bekerja kepada pegawai dengan memanfaatkan pegawai yang

11
memberi manfaat kepada perusahaan. Maksud manfaat disini adalah tercapainya

tujuan perusahaan. Ini berarti bahwa setiap pegawai yang memberi kemungkinan

bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh pemimpin agar kemungkinan

itu menjadi kenyataan. Usaha untuk merealisasi kemungkinan tersebut ialah

dengan jalan memberikan motivasi, karena motivasi inilah yang menentukan

prilaku pegawai untuk bekerja atau dengan kata lain prilaku merupakan cerminan

yang sederhana dari motivasi. Motivasi ini dimaksudkan untuk memberikan daya

perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja

dengan segala daya dan upayanya.

Motivasi berasal dari motive atau bahasa latinnya, yaitu movere, yang

berarti “mengerahkan”. Liang Gie mendefenisikan dalam bukunya Martoyo

(1992) motive atau dorongan adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal

seseorang melakukan sesuatu atau bekerja. Seseorang yang sangat termotivasi,

yaitu orang yang melaksanakan upaya substansial, guna menunjang tujuan-tujuan

produksi unit kerjanya, dan organisasi dimana ia bekerja. Seseorang yang tidak

termotivasi, hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja..

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah

kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau

activities) dan memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian

kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidak seimbangan.

12
2.2.1 Teori - teori motivasi

Teori Hirarki Kebutuhan (Need Hirarchi) dari Maslow yang menyatakan

bahwa motivasi kerja ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja

baik secara biologis maupun psikologis, baik yang berupa materi maupun non-

materi.

Secara garis besar tersebut, teori jenjang kebutuhan dari Maslow dari yang

rendah ke yang paling tinggi yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah

merasa puas, karena kepuasannya bersifat sangat relatif maka disusunlah hirarki

kebutuhan sebagai berikut:

1. Kebutuhan pokok manusia sehari-hari misalnya kebutuhan untuk makan,

minum, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan fisik lainnya (physical

need). Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah, apabila

sudah terpenuhi maka diikuti oleh hirarki kebutuhan yang lainnya.

2. Kebutuhan untuk memperoleh keselamatan, keamanan, jaminan atau

perlindungan dari yang membahayakan kelangsungan hidup dan

kehidupan dengan segala aspeknya (safety need).

3. Kebutuhan untuk disukai dan menyukai, disenangi dan menyenangi,

dicintai dan mencintai, kebutuhan untuk bergaul, berkelompok,

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, menjadi anggota kelompok

pergaulan yang lebih besar (social needs).

4. Kebutuhan untuk memperoleh kebanggaan, keagungan, kekaguman, dan

kemasyuran sebagai seorang yang mampu dan berhasil mewujudkan

potensi bakatnya dengan hasil prestasi yang luar biasa (the need for self

13
actualization). Kebutuhan tersebut sering terlihat dalam kehidupan kita

sehari-hari melalui bentuk sikap dan prilaku bagaimana menjalankan

aktivitas kehidupan.

5. Kebutuhan untuk memperoleh kehormatan, pujian, penghargaan, dan

pengakuan (esteem need).

Faktor - faktor yang mempengaruhi motivasi kerja

• Upah, adalah pembayaran tetap secara bulanan atau mingguan yang

diberikan pada setiap karyawan.

Upah terbagi atas :

ƒ Upah berdasar waktu :

o Upah (wages) yaitu upah yang dibayarkan kepada buruh kasar atau

karyawan berdasarkan jam kerja secara harian.

o Gaji (salary) upah yang dibayarkan kepada manajer, pegawai

kesekretarian dan administratif berasarkan waktu mingguan atau

bulanan.

ƒ Upah borongan, yang langsung terkait dengan jumlah produksi yang

dihasilkan karyawan. (Dessler,1986;350)

• Situasi kerja, adalah keadaan yang mempengaruhi kegiatan perusahaan.

Kondisi kerja yang akan mendorong semangat kerja karyawan seperti

ketenangan, keamanan, dan keselamatan kerja.

• Fasilitas kerja, adalah sarana yang disediakan perusahaan untuk kelancaran

aktivitas, dengan berbagai bentuk, contohnya :

14
o kondisi tempat kerja (lampu atau penerangan, AC, luas ruangan)

o tekhnologi yang digunakan (komputer, mesin fotocopy,faximile dan

sebagainya)

o sarana lain yang mendukung (mushalla,loker,rest room)

• Sikap manajemen terhadap karyawan

Setiap karyawan pada dasarnya ingin diperlakukan dengan adil.

Karyawan juga ingin suaranya didengar jika perusahaan melakukan hal

yang kurang atau bahkan diberkenan dengan tujuan karyawan.Manajemen

perlu melakukan pendekatan proaktif dengan cara :

o Merancang pekerjaan - pekerjaan yang memuaskan karyawan

o Menetapkan standar – standar prestasi kerja yang adil

o Melatih karyawan sehingga memungkinkan karyawan untuk mencapai

prestasi yang diharapkan.(Handoko,1997:217)

• Sikap antar teman sejawat

Manusia membutuhkan persahabatan sebagai makhluk sosial, ia

membutuhkan hubungan dengan teman – temannya

• Kebutuhan karyawan berprestasi

Setiap perusahaan hendaknya memberikan kesempatan kepada

karyawannya. Karyawan diberikan penghargaan yang sesuai. Penghargaan

tersebut dapat berupa pengakuan yang kemudian disertai pujian, hadiah,

kenaikan gaji, kenaikan jabatan, perpindahan dan sebagainya.

15
• Pelatihan

Karyawan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri denga

kebijaksanaan, prosedur dan manajer baru dengan cepat. Untuk itu perlu

adanya pelatihan dan pengembangan lebih lanjut untuk melakukan tugas –

tugasnya dengan sukses. Pelatihan adalah suatu kegiatan dari perusahaan

yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap,

tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari para karyawan yang

sesuai dengan keinginan dari perusahaan.(Nitisemito,1996:86)

• Insentif

Insentif merupakan suatu sistem pemberian balas jasa yang berupa

financial. Insentif merupakn suatu pendekatan kompensasi yang

menghargai atau memberikan imbalan kepada kayawan atas hasil tertentu

yang dicapainya.

• Promosi

Sistem promosi karyawan terdiri dari tertutup dan terbuka. Sistem

promosi tertutup adalah sistem dimana manajer seringkali secara informal

memutuskan karyawan mana yang dipertimbangkan mendapat

promosi.(Griffin,1998:231). Keputusan biasanya dibuat secara informal

(dan seringkali subjektif dan cenderung bergantung pada rekomendasi

penyelia yang terdekat). Sistem ini sangat populer khususnya pada

perusahaan kecil karena meminimalkan waktu, energi, dan biaya

pembuatan keputusan. Sistem promosi terbuka adalah sistem dengan

karyawan melamar, diuji di wawancara,sehubungan dengan pekerjaan

16
yang tersedia yang diumumkan secara terbuka.(Griffin,1998:231). Sistem

ini memungkinkan para karyawan mempunyai lebih banyak andil dalam

jalur karir mereka dan sifat demokratis dari sistem terbuka ini dapat

memberikan sumbangan pada moral karyawan yang lebih tinggi.

• Kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan

Orang masih merasa kurang puas dengan apa yang

dimilikinya,mereka ingin terus berkembang meski kebutuhan mereka telah

terpenuhi. Golstein (Maslow, 1984:52) mengatakan bahwa keinginan

orang akan perwujudan diri yakni kecenderungan untuk mewujudkan

dirinya sebagai apa yang ada dalam kemampuannya. Kecenderungan ini

dapat diungkapkan sebagai keinginan untuk makin lama makin istimewa,

untuk menjadi apa saja menurut kemampuannya.

2.3 Kinerja Karyawan

Pada dasarnya kinerja seorang karyawan merupakan hal yang bersifat

individual karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-

beda dalam mengerjakan tugas pekerjaannya. Kinerja seseorang bergantung pada

kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang diperoleh.

Menurut Handoko (1987 : 135) kinerja adalah ukuran terakhir keberhasilan

seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah kemampuan

karyawan dalam mencapai kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Kinerja sangat

penting untuk mencapai tujuan dan akan mendorong sesorang untuk lebih baik lagi

dalam pencapaian tujuan.

17
Untuk mengukur tingkat kinerja karyawan biasanya menggunakan

performance system yang dikembangkan melalui pengamatan yang dilakukan oleh

atasan dari masing-masing unit kerja dengan beberapa alternatif cara penilaian

maupun dengan cara wawancara langsung dengan karyawan yang bersangkutan.

Informasi yang diperoleh dari penilaian kinerja tersebut dapat digunakan bagi

penyelia atau manajer untuk mengelola kinerja karyawan, mengetahui apa penyebab

kelemahan maupun keberhasilan dari kinerja karyawan sehingga dapat dipergunakan

sebagai pertimbangan untuk menentukan target maupun langkah perbaikan

selanjutnya dalam mencapai tujuan badan usaha.

Bernardin dan Russel (1993:383) dalam mengukur kinerja karyawan

dipergunakan sebuah daftar pertanyaan yang berisikan beberapa dimensi kriteria

tentang hasil kerja. Ada enam dimensi dalam menilai kinerja karyawan, yaitu :

1. Kualitas (Quality)

Merupakan hasil kerja keras dari para karyawan yang sesuai dengan

tujuan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan sebelumnya. Jika hasil

yang dicapai oleh karyawan tersebut tinggi maka kinerja dari karyawan

tersebut dianggap baik oleh pihak perusahaan atau sesuai dengan tujuannya.

Ini berarti merupakan suatu tingkatan yang menunjukkan proses pekerjaan

atau hasil yang dicapai atas suatu pekerjaan mendekati adanya

kesempurnaan.

2. Kuantitas (Quantity)

Merupakan hasil kerja keras dari karyawan yang bisa mencapai skala

maksimal yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan. Dengan hasil yang

18
telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut maka kinerja dari para karyawan

sudah baik.

Jika Quantity merupakan jumlah yang diproduksi yang dinyatakan

dalam nilai mata uang, jumlah unit produk atau jumlah siklus aktivitas yang

telah diselesaikan.

3. Ketepatan Waktu (Timeliness)

Karyawan dapat bekerja sesuai dengan standar waktu kerja yang telah

ditetapkan oleh perusahaan. Dengan bekerja yang sesuai dengan standar

waktu yang telah ditentukan maka kinerja dari karyawan tersebut sudah baik.

Dengan timeliness yang merupakan suatu tingkatan yang

menunjukkan bahwa suatu pekerjaan dapat terselesaikan lebih cepat dari

waktu yang telah ditentukan maka kinerja karyawan tersebut sudah baik.

4. Keefektifan Biaya (Cost Effectiveness)

Merupakan penggunaan sumber daya dari karyawan yang digunakan

secara optimal dan efisien. Dengan penggunaan sumber daya yang efisien dan

efektif maka akan bisa mempengaruhi keefektifan biaya yang dikeluarkan

oleh pihak perusahaan dan menghasilkan keuntungan yang maksimum.

Dengan Cost effectiveness yang menunjukkan bahwa suatu tingkatan

yang paling maksimal dari penggunaan sumber daya yang dimiliki badan

usaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum.

5. Perlu Pengawasan (Need for Supervision)

Merupakan kemampuan karyawan dalam bekerja dengan baik, dengan

atau tanpa ada pengawasan dari pihak perusahaan. Dengan atau tanpa ada

19
pengawasan dari pihak perusahaan, para karyawan dapat bekerja dengan baik

sehingga kinerja dari karyawan akan mengalami peningkatan.

Dengan Need for supervision yang merupakan tingkatan dari seorang

karyawan dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa harus meminta

bimbingan atau campur tangan penyelia maka akan dapat meningkatkan

kinerja dari karyawan itu sendiri.

6. Hubungan Rekan Sekerja (Interpersonal Impact)

Dengan adanya karyawan yang mempunyai rasa harga diri yang tinggi

terhadap pekerjaannya maka karyawan berusaha untuk mencapai hasil terbaik

dalam pekerjaan tersebut. Oleh karena itu dengan rasa harga diri yang tinggi

terhadap pekerjaannya diharapkan para karyawan dapat meningkatkan

kinerjanya dalam bekerja.

Dengan Interpersonal impact yang merupakan suatu tingkatan

keadaan dari karyawan dapat menciptakan suasana nyaman dalam bekerja,

percaya diri, serta kerjasama antar rekan sekerja sehingga akan tercipta

peningkatan kinerja.

Dengan mengadakan penilaian kinerja maka diharapkan pimpinan dapat

memantau kinerja dari para karyawan baik secara individu maupun sebagai suatu

kesatuan kelompok kerja. Untuk itu seorang pemimpin diharapkan dapat menetapkan

kriteria penilaian yang jelas serta obyektif sehingga penilaian yang dilakukan

memperoleh hasil yang akurat dalam setiap aktivitas pekerjaan yang dinilai.

Untuk penilaian kinerja yang efektif maka dilakukan penilaian kinerja secara

spesifik dalam setiap aktivitas pekerjaan sehingga diharapkan dapat memberikan

umpan balik bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan.

20
2.4 Hubungan Kepuasan Kerja, Motivasi dan Kinerja

Berdasarkan penelitian atau skripsi yang terdahulu yang dilakukan oleh

Noski yang berjudul “Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja

Kayawan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina” menyatakan bahwa motivasi

berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Begitu juga penelitian yang

dilakukan oleh Munandar dengan judul “Pengaruh Kepuasan Kerja dan

Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah

Kabupaten Semarang” menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan

terhadap kinerja .

2.5 Kerangka Pemikiran

Pekerjaan yang dilakukan pada dunia perbankan merupakan salah satu

pekerjaan atau aktivitas yang selalu dilakukan secara berulang. Karyawan

dihadapkan pada rutinitas yang sama dari hari ke hari. Pada kondisi pekerjaan

seperti ini karyawan sangat rentan terhadap kejenuhan yang menyebabkan tidak

adanya kepuasan dalam bekerja, selain itu faktor kepuasan financial, kepuasan

fisik, kepuasan sosial dan kepuasan psikologi juga berpengaruh terhadap kepuasan

kerja. Kurang atau hilangnya motivasi kerja juga berpengaruh terhadap kinerja.

Karyawan merupakan asset peusahaan yang sangat berharga dan apabila dikelola

dengan baik akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan yaitu tercapainya

semua tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai salah satu Bank yang mempunyai

asset terbesar tentu akan amat sangat disayangkan jika Bank Mandiri tidak dapat

mengelola salah satu assetnya yang berharga yaitu karyawan yang dimiliki saat ini

21
dengan baik. Bank Mandiri harus jeli melihat hal- hal yang bisa menimbulkan

kepuasan kerja karyawan, membuat karyawan termotivasi dalam bekerja dan

kinerja perusahaan meningkat seiring meningkatnya kinerja karyawan..

Oleh sebab itu perlu dikaji dan diteliti apa sesungguhnya yang

mempengaruhi hasil kerja atau kinerja karyawan, diantaranya melalui kepuasan

kerja karyawan dan motivasi kerja karyawan.

Pemikiran tersebut digambarkan oleh kerangka kerja teori penelitian seperti

berikut:

Kepuasan
Kerja
(X1)

Kinerja
(Y)

Motivasi
(X2)

Gambar 2.1 Kerangka Kerja Teori Penelitian

Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja

2.6 Hipotesis

Berdasarkan pada latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian

serta uraian di atas, maka didapatkan suatu hipotesis antara lain :

22
H1 Diduga kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja

karyawan pada PT.Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara.

H2 Diduga motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja

karyawan pada PT.Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara

H3 Diduga kepuasan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan

terhadap kinerja karyawan pada PT.Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara

23
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi penelitian yang akan diteliti adalah PT Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Muara dikota Padang, sedangkan objek yang akan penulis teliti adalah menganalisa

bagaimana pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada

PT Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara.

3.2 Populasi Dan Sampel

3.2.1 Populasi

Populasi menurut Sugiyono (1999:72) adalah wilayah generalisasi yang terdiri

atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi

dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bank Mandiri Persero Tbk.Cabang

Padang Muara yang berjumlah 30 orang.

3.2.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2005) Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi

sumber data dalam penelitian, yang mana adalah merupakan bagian dari jumlah

karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Peneliti melakukan penelitian terhadap sampel

yang mewakili populasinya. Pemilihan sampel untuk penelitian ini dilakukan secara

Purposive Sampling yaitu populasi yang dijadikan sampel adalah populasi yang

24
memenuhi kriteria tertentu dengan tujuan agar sampel yang diambil bisa lebih

representatif dengan kriteria yang telah ditentukan. Dimana sampel dalam penelitian ini

adalah seluruh karyawan pada PT Bank Mandiri Persero Tbk.Cabang Padang Muara yang

berjumlah 30 orang.

3.3 Variabel Penelitian

Di dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu :

1. Variabel Bebas (independent Variabel)

Variabel ini sering juga disebut variabel stimulus, predictor. Variabel bebas / X

adalah variabel yang menjadi sebab perubahan yang akan menjelaskan atau

mempengaruhi secara positif maupun negatif variabel tidak bebas di dalam pola

hubungannya. Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian berupa :

X1 = Kepuasan Kerja

X2 = Motivasi Kerja

2. Variabel Terikat (Dependent Variabel)

Variabel terikat / Y adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel

bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya :

Y = Kinerja Karyawan

3.4 Defenisi Operasional Variabel

Untuk menghindari pengertian yang berbeda dari variabel yang digunakan dalam

penelitian ini, maka perlu dibuat batasan atau defenisi dari masing – masing variable

sebagai berikut :

25
3.4.1 Kepuasan kerja

Merupakan keadaan emosional dimana karyawan merasa nyaman, senang,

dalam melakukan pekerjaan sehingga karyawan dapat bekerja dengan

mengembangkan segala potensi diri yang dimiliki, merasa puas dengan pekerjaan

yang dilakukan karena memang diinginkan, memiliki hubungan baik dengan

rekan kerja sehingga dapat menguntungkan karyawan sendiri dan perusahaan

karena tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, bukan sebaliknya bekerja akan

membuat karyawan frustasi dan tidak dapat mengeluarkan potensi yang terbaik

dalam diri karyawan yang dapat merugikan karyawan dan perusahaan.

3.4.2 Motivasi

Sebagai motor penggerak, dorongan atau daya perangsang yang dapat

berasal dari dalam diri karyawan sendiri maupun dari luar diri karyawan yaitu dari

pihak perusahaan yang memberikan kesejahteraan yang diinginkan, memberikan

pelatihan, penyediaan sarana pendukung pekerjaan yang memadai, jenjang karir

yang jelas, perputaran karyawan agar tidak terjadi kejenuhan yang menjadi

pangkal karyawan melakukan pekerjaan dengan bersemangat, sehingga karyawan

dapat menghasilkan pekerjaan yang baik sesuai dengan yang telah perusahaan

tetapkan.

26
3.4.3 Kinerja

Pada dasarnya kinerja merupakan hasil kerja seorang karyawan dalam

periode tertentu yang bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai

tingkat kemampuan yang berbeda – beda dalam mengerjakan tugas pekerjaannya.

Hasil pekerjaan karyawan akan baik dan sesuai dengan target yang ditetapkan jika

karyawan merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan pekerjaan yang

diberikan.

3.4 Tabel Definisi Operasional Variabel Penelitian

No Variabel Indikator Skala


1. Kepuasan financial
1. Kepuasan
2. Kepuasaan fisik
Kerja
3. Kepuasan social Likert

4. Kepuasan psikologi

2 Motivasi 1. Pemberian pelatihan


2. Adanya kesejahteraan yang baik
3. Melakukan mutasi berkala Likert

4. Kesempatan yang luas untuk


promosi
3 Kinerja 1. Target yang ditetapkan tercapai
2. Pelaksanaan pekerjaan tepat
waktu Likert

3. Menghasilkan kerja yang


berkualitas

27
3.5 Skala Pengukuran

Untuk keperluan analisis ini, penulis mengumpulkan dan mengolah data yang

diperoleh dari kuisioner dengan cara memberikan bobot penilaian dari setiap pernyataan.

Berdasarkan Skala Liker adapun skor jawabannya adalah sebagai berikut :

1 Jawaban sangat setuju, diberi skor 5


2 Jawaban setuju, diberi skor 4
3 Jawaban kurang setuju, diberi skor 3
4 Jawaban tidak setuju, diberi skor 2
5 Jawaban sangat tidak setuju, diberi skor 1
Skala tersebut di atas, penulis lakukan untuk pertanyaan dalam pertanyaan

kuisioner yang bersifat positif sehingga tidak ada pertanyaan yang bersifat negatif

(jebakan).

3.6 Data yang Digunakan

Dalam penulisan ini penulis hanya menggunakan data berupa data primer, yang

datanya penulis peroleh melalui penelitian langsung terhadap objek yang diteliti dengan

cara melakukan wawancara kepada pihak – pihak yang terlibat dengan masalah yang

sedang dibahas serta memberikan kuisioner kepada karyawan yang sesuai dengan

penelitian yang penulis lakukan.

3.7 Metode Pengumpulan Data

1. Studi Kepustakaan ( Library Research )

Yaitu dengan cara mempelajari buku – buku , berbagai literature, artikel,

serta bahan – bahan tulisan yang mempunyai hubungan dengan masalah yang

dibahas

28
2. Riset Lapangan

Yaitu dengan meneliti langsung objek yang diteliti dengan cara melakukan

wawancara kepada pihak – pihak yang terlibat dengan masalah yang sedang

dibahas serta memberikan kuisioner kepada karyawan.

3.8 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

a. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun

benar-benar mampu mengukur apa yang harus diukur. Uji validitas digunakan untuk

menguji seberapa cermat suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Pengujian

validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan

skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir (corrected item total correlation) yang

penyelesaiannya dilakukan dengan menggunakan program SPSS 15.0. Uji validitas

rhitung
dilakukan dengan membandingkan antara dengan rtabel melalui tahapan analisis

sebagai berikut :

n.∑ XY − ∑ X ∑ Y
r=
n∑ X 2 − (∑ X ) . n∑ Y 2 − (∑ Y )
2 2

Keterangan:

X = Skor masing-masing variabel yang ada pada kuesioner


Y = Skor total semua variabel kuesioner
n = Jumlah responden

r xy = Korelasi antara variabel X dan Y. Kriteria pengujian adalah:

r hitung 〉 r tabel → valid

r hitung 〈 r tabel → tidak valid

29
Butir-butir instrumen dianggap valid apabila koefisien korelasi (r hitung) > r kritis

(0,30) (Sugiyono dan Wibowo : 2004). Dengan penilaian :

1. Nilai r = +1 atau mendekati 1, maka korelasi antara X dan Y dikatakan positif

dan sangat kuat sekali.

2. Nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara X dan Y dikatakan kuat dan

negatif.

3. Nilai r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah

atau tidak ada hubungan sama sekali.

b. Uji Reliabilitas (Test of Reliabilitas)

Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada

dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan kestabilan atau konsistensi alat

tersebut dalam mengunkapkan gejala-gejala tertentu dari sekelompok individu, walaupun

dilakukan pada waktu yang berbeda. Uji reliabilitas dilakukan terhadap pertanyaan yang

telah valid. Rumus yang dipakai adalah untuk menguji reliabilitas dalam penelitian

adalah Cronbach’ Alpha yang penyelesaianya dilakukan dengan membandingkan antara

r alpha dan r tabel .

Secara umum keandalan dalam kisaran 0,00 s/d 0,20 kurang baik, > 0,20 s/d

0,40 agak baik, > 0,40 s/d 0,60 cukup baik, > 0,60 s/d 0,80 baik, serta dalam kisaran >

0,80 s/d 1.00 dianggap sanggap baik. (Santoso, 2001 : 227). Rumus Cronbach’s Alpha

adalah sebagai berikut:

30
Dimana :
r11 = reabilitas instrumen
k = banyak butir pertanyaan
σ t2 = varians total

∑σb 2
= jumlah varians butir

3.9 Metode Analisis

3.9.1 Metode Kualitatif

Analisis kualitatif yaitu suatu analisis di mana data yang diperoleh mengenai

objek penelitian yang merupakan data kualitatif dianalisis berdasarkan perbandingan

antara teori dari literature dengan kenyataan yang diperoleh penulis selama penelitian

dilakukan. Dengan metode penelitian yaitu deskriptif untuk melihat / menggambarkan

bagaimana kepuasan kerja dan motivasi kerja dalam upaya mewujudkan kinerja

karyawan pada perusahaan dengan membandingkan keadaan yang sebenarnya terjadi.

3.9.2 Metode Kuantitatif

Yaitu dengan melakukan pengolahan data dengan menggunakan rumus:

1. Analisa Regresi Berganda

Yaitu untuk mengukur seberapa jauh pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja

terhadap kinerja karyawan, dengan analisa yang digunakan analisa regresi linear

berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 15.0 maka dapat dirumuskan sebagai

berikut :

Y = a + b1 . x1 + b2 . x2
Dimana :

Y = kinerja karyawan

31
a = Bilangan Konstanta
b1 = Koefisien regresi kepuasan kerja
b2 = Koefisien regresi motivasi kerja
x1 = Kepuasan kerja
x2 = motivasi kerja

2. Analisa Korelasi

Korelasi itu berarti hubungan, begitu pula analisis korelasi yaitu suatu analisis

yang digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Nugroho (2005), uji

korelasi tidak membedakan jenis variabel (tidak ada variabel dependent maupaun

independent). Digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara kepuasan kerja dan

motivasi kerja dengan kinerja karyawan yang bisa ditentukan dengan klasifikasi koefisien

korelasi yang digunakan dimana nilai korelasi dapat dikelompokkan dalam Nugroho,

(2005) sebagai berikut : 0,41 s/d 0,70 korelasi keeratan kuat, 0,71 s/d 0,90 sangat kuat

dan 0,91 s/d 0,99 sangat kuat sekali dan jika 1 berarti sempurna. Nilai koefisien korelsi

diperoleh melalui pengolahan data hasil kuisioner dengan menggunakan program SPSS.

3. Uji T –test

Uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel

penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Rumus yang

digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah :

32
Keterangan :

n = jumlah data

r = koefisien korelasi

Langkah-langkah uji hipotesis

H0 : ts < 0 : menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara kepuasan kerja dan

motivasi kerja dengan kinerja karyawan

H1 : ts > 0 : menunjukan terdapat pengaruh antara kepuasan kerja dan motivasi

kerja dengan kinerja karyawan

Kriteria Keputusannya adalah :

a. Jika t hitung > t table, dan sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

b. Jika t hitung < t table, dan sig > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.

c. Taraf signifikan = 5 %

d. Derajat kebebasan (df) = n – 3

4. Uji F

Uji F digunakan untuk menentukan apakah secara serentak variabel independen

mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik atau apakah variabel independen

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen secara bersama-sama.

Rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah

R 2 (k - 1)
F hitung =
( )
1− R2 N − k

Dimana :

R2 = koefisien determinasi

N = Banyaknya sampel (observasi)

33
K = Banyaknya parameter/koefisien regresi plus konstanta

Kriteria Pengujian

• Apabila nilai F hitung < F tabel, maka Ho diterima. Artinya semua koefisien

regresi secara bersama-sama tidak signifikan pada taraf signifikansi 5%

• Apabila nilai F hitung > F tabel, maka Ho ditolak. Artinya semua koefisien

regresi secara bersama-sama signifikan pada taraf signifikansi 5%.

5. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui berapa persen Variasi

Variabel Dependent dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen. Nilai R² ini

terletak antara 0 dan 1. Bila nilai R² mendekati 0, berati sedikit sekali variasi variable

depanden yang diterangkan oleh variable independen. Jika nilai R² bergerak mendekati 1

berati semakin besar variasi variable dependen yang dapat diterangkan oleh variable

Independen.jika ternyata dalam perhitungan nilai R² sama dengan 0 maka ini menunjukan

bahwa variable dependen tidak bisa dijelaskan oleh variable independent.

34
BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

4.1 Sejarah Ringkas Perusahaan

Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program

restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli

1999, empat bank milik pemerintah yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank

Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, bergabung menjadi Bank

Mandiri. Keempat bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan

perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu.

Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah

perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada

tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris)

juga di nasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi

Bank tersebut. Pada tahun 1965, Bank Umum Negara digabungkan kedalam Bank

Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Kemudian

pada tahun 1968, Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.

Bank Dagang Negara merupakan salah Bank yang tertua di Indonesia, pertama

kali dibentuk dengan nama Nederlansch Indische Escompto Maatschappij di Batavia

(Jakrata) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV

Dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama menjadi

Bank Dagang Negara, sebuah Bank Pemerintah yang membiayai sector industri dan

pertambangan.

35
Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang

Belanda.NV Nederlansche Handels Maatschappij yang didirika pada tahun 1824 dan

mengembangkan kegiatannya di sector perbankan pada tahun 1870. Pada tahun 1960,

pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini, dan pada selanjutnya pada tahun

1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara

Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua

unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Ekspor - Impor yang

akhirnya menjadi Bank Exim Bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan

impor.

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara

(BIN) sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk

pengembangan sector – sector ekonomi tertentu, khusunya perkebunan, industri dan

pertambangan. Pada tahun 1960 Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan

nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan panjang pada sector manufaktur,

transportasi dan pariwisata.

Kini Bank Mandiri menjadi suatu penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan

dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun Masing – masing

dari empat Bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan

ekonomi.

36
4.2 Visi dan Misi Bank Mandiri

Visi

Bank Terpercaya Pilihan Anda

Misi

Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar.

Mengembangkan Sumber Daya Profesional

Memberikan keuntungan yang maksimal bagi stakeholder.

Melaksanakan manajemen terbuka.

Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan.

4.3 Struktur Organisasi Perusahaan

BRANCH MANAGER

CUSTOMER
SERVICE HEADTELLER
OFFICER

GENERAL CUSTOMER CUSTOMER TELLER VERIVIKA - SECURITY


AFFAIR SERVICE SERVICE TOR - PRAMUBAKTI
ADMINISTRA ADMINISTRA - DRIVER
TIVE TIVE

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bank Mandiri Cabang Muara

37
Adapun fungsi dati masing – masing unit kerja diatas sebagai berikut :

Jabatan : Branch Manager

Melapor kepada : Area Manager

Fungsinya

ƒ Memimpin, mengelola, mengawasi dan mengembangkan kegiatan serta

mendayagunakan sarana organisasi cabang untuk mencapai tingkat serta volume

operasional yang optimal, efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah

ditentukan bersama antara Hub Manager dengan Branch Manager.

ƒ Mewakili Direksi keluar dan kedalam organoisasi yang berhubungan langsung

dengan Branchnya.

ƒ Mewakili Hub/ kantor wilayah/ kantor pusat didaerahnya.

Jabatan : Customer Service Officer

Melapor kepada : Branch Manager

Fungsinya

ƒ Melaksanakan standar pelayanan di front office sesuai dengan standar yang

ditentukan Bank Mandiri

ƒ Memberikan otorisasi dan verifikasi transaksi yang dilaksanakan Customer

Service Representative

ƒ Melaksanakan fungsi pemasaran/promosi produk dana dan jasa Bank Mandiri

antara lain produk tabungan, giro, deposito, payment point dan produk/jasa

lainnya.

38
ƒ Melaksanakan fungsi pemasaran consumer loan Bank Mandiri yakni Multiguna

Mandiri, Graha Mandiri, Kendara Mandiri, Kredit Tanpa Agunan, dan Mitra

Karya.

ƒ Melaksanakan fungsi Money Changer yakni memelihara dan membangun

jaringan dengan pelaku pasar dan melaksanakan terjadinya transaksi jual beli

bank notes sesuai target yang ditetapkan.

ƒ Memberikan penjelasan kepada nasabah dan menyelesaikan keluhan nasabah.

ƒ Melaksanakan pelayanan rekening dana.

ƒ Melaksanakan tugas – tugas administrasi customer service

Jabatan : Customer Servise Representative

Melapor pada : Customer Service Officer

Fungsinya :

ƒ Melaksanakan standar pelayanan di front office sesuai standar yang ditentukan

Bank Mandiri.

ƒ Melaksanakan fungsi pemasaran dan promosi produk dari jasa Bank Mandiri.

ƒ Memberikan penjelasan kepada nasabah dan menagani keluhan nasabah.

ƒ Melaksanakan pelayanan rekening.

ƒ Melaksanakan tugas – tugas administrasi customer service.

ƒ Merupakan contact point trade service di cabang.

39
Jabatan : Customer Servicer Administrative

Melapor kepada : Customer ServiceOfficer

Fungsinya

ƒ Melakukan standar pelayanan di front officesesuai standar yang ditentukan Bank

Mandiri

ƒ Melaksanakan fungsi pemasaran dan promosi produk dan jasa Bank Mandiri

ƒ Memberikan penjelasan kepada nasabah dn menangani keluhan nasabah.

ƒ Melaksanakan pelayanan rekening

ƒ Melaksanakan tugas-tugas administrasi customer services di Branch.

Jabatan : Teller

Melapor pada : Head teller

Fungsinya :

ƒ Melayani kegiatan penyetoran dan penarikan uang tunai (rupiah dan valuta asing)

pengambilan atau penyetoran non tunai dan surat – surat berharga dari atau ke

cabang, Hub serta kegiatan kas lainnya.

Jabatan : Head teller

Melapor pada : Branch Manager

Fungsinya :

ƒ Mengkoordinasikan, mengarahkan dan mengawasi aktivitas teller dan

memberikan persetujuan pembayaran untuk jumlah penarikan diatas wewenang

teller serta menandatangani slip pemndahan kas untuk penyetoran / pengambilan

40
uang kas ke/dari vault/kluis/khasanah, maupun ke/dari Cabang coordinator/ Area/

Baranch lainnya

ƒ Mengelola kas dan surat-surat berharga..

Jabatan : Verifikator

Melapor pada : Branch Manager

Fungsinya :

ƒ Melapor kepada Branch Manager dan melaksanakan berbagai kegiatan / tugas

verfikasi, pelaporan, rekonsialisasi dan computer.

Jabatan : General Affair

Melapor kepada : Branch Manager

Fungsinya :

ƒ Memonitor semua inventaris kantor dan memastikan kelayakan pakai atas

inventaris tersebut.

ƒ Mengurus semua yang berkaitan dengan kepegawaian dan gedung kantor.

Jabatan : Sekuriti

Melapor kepada : Branch Manager

Fungsinya

Memastikan dan menjamin keamanan di lingkungan kantor.

41
Jabatan : Driver

Melapor kepada : Branch Manager

Fungsinya

Bertanggung jawab terhadap aktivitas operasional cabang yang berkaitan dengan

transportasi.

Jabatan : Pramubakti

Melapor kepada : Branch Manager

Fungsinya

Bertanggung jawab terhadap kebersihan cabang,

42
BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam penelitian ini variabel

yang diuji terdiri dari 2 (dua) variabel bebas (independent Variable) yang terdiri

dari kepuasan kerja dan motivasi kerja dan 1 (satu) variabel terikat (dependent

Variable) yaitu kinerja karyawan.

5.1.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah

disusun benar-benar mampu mengukur apa yang harus diukur. Pengujian validitas

tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan

skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir (corrected item total

correlation) dan nilainya dapat dilihat pada hasil pengolahan menggunakan

program SPSS 15 pada tabel item-total statistic di kolom corrected item-total

correlation. Suatu pertanyaan dinyatakan valid apabila nilai r hitung yang

merupakan nilai corrected item-total correlation lebih besar dari r tabel. Kuisioner

yang dinyatakan valid berarti kuisioner tersebut benar-benar mampu mengukur

apa yang harus diukur. Butir-butir instrumen dianggap valid apabila koefisien

korelasi (r hitung) > r tabel/r kritis (0,30) (Sugiyono dan Wibowo : 2004). Hasil

uji validitas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

43
Tabel 5.1
Validitas Item

No. Variabel Jumlah Item Valid Item Keterangan


11, 14,17,18
1. Kepuasan Kerja (X1) 20 16
tidak valid
2. Motivasi Kerja (X2) 13 12 13 tidak valid
3. Kinerja Karyawan (Y) 5 5 -
Sumber : data primer diolah

Dari rangkuman hasil validitas item di atas, butir-butir pernyataan yang

valid dapat dilihat pada hasil pengolahan SPSS 15 pada tabel item total statistics

pada kolom corrected item-total correlation untuk masing – masing butir

pernyataan adalah sebagai berikut :

Tabel 5.2
Hasil Uji Validitas
Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan

No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan


1 Kepuasan Kerja (X1)
1. Perusahaan memberikan kebebasan
pada karyawan dalam melakukan 0.481 0,30 Valid
pekerjaan.
2. Tugas dan tangung jawab yang
diberikan sesuai dengan pendidikan 0.600 0,30 Valid
dan kemampuan yang dimiliki.
3. Besarnya imbalan yang diperoleh
sesuai dengan pekerjaan yang 0.574 0,30 Valid
dilakukan.
4. Karyawan merasa puas dengan
0.638 0,30 Valid
gaji, bonus yang diterima.
5. Karyawan merasa nyaman dan
aman bekerja dengan fasilitas yang
0.378 0,30 Valid
disediakan dan gedung kantor yang
sudah tua.
6. Prestasi karyawan selalu dinilai
0.339 0,30 Valid
dengan teliti dan benar.
7. Adanya faktor motivasi yang
sangat mendukung sehingga dapat
0.411 0,30 Valid
memperoleh kepuasan dalam
menyelesaikan pekerjaan yang

44
sukar.
8. Dapat menyesuaikan diri dengan
0.550 0,30 Valid
baik di lingkungan pekerjaan
9. Menikmati kerjasama dengan
orang lain dari pada bekerja 0.640 0,30 Valid
sendirian.
10. Bila ada tugas kerja lembur,
termotivasi melakukan pekerjaan 0.305 0,30 Valid
tersebut dengan sebaik – baiknya.
11. Tidak merasa rendah diri bila
Tidak Valid
mengalami kegagalan dalam 0,30
Item Dihapus
melakukan tugas pekerjaan.
12. Selalu mendapat kesempatan ikut
berpartisipasi dalam menentukan
0.361 0,30
tujuan yang ingin dicapai oleh
perusahaan.
13. Tidak pernah mengeluh dalam
melakukan pekerjaan karena
0.542 0,30
pekerjaan tersebut sesuai dengan
yang diinginkan.
14. Merasa puas dengan prestasi kerja Tidak Valid
0,30
yang telah dicapai. Item Dihapus
15. Dapat menyelesaikan tugas
pekerjaan dengan usaha dan
0.415 0,30
keterampilan serta pelatihan atau
kursus yang diberikan.
16. Menikmati persaingan sehat dalam
0.540 0,30
bekerja
17. Nasabah tidak pernah komplain Tidak Valid
0,30
terhadap pelayanan yang diberikan. Item Dihapus
18. Hampir setiap pekerjaan dapat Tidak Valid
0,30
dilaksanakan dengan baik. Item Dihapus
19. Hubungan kerja dengan sesama
0.410 0,30
rekan kerja berjalan dengan baik
20. Memiliki peluang dan kesempatan
untuk mengembangkan 0.478 0,30
keterampilan dan kemampuan.
2 Motivasi Kerja (X2)
1. Dalam menyelesaikan masalah
0.471 0,30 Valid
atasan bertindak bijaksana.
2. Hubungan kerja antara atasan dan
bawahan baik dan tidak kaku 0.550 0,30 Valid
sehingga ada rasa saling memiliki.
3. Pemberian penghargan bagi
0.525 0,30 Valid
karyawan yang berprestasi akan

45
memberi motivasi kerja karyawan.
4. Argumentasi yang disampaikan
oleh bawahan akan dinilai positif 0.733 0,30 Valid
oleh atasan
5. Perusahaan memberikan pelatihan
pelatihan kepada karyawan untuk
0.431 0,30 Valid
meningkatkan kemampuan dan
keterampilan.
6. Perusahaan sangat peduli dengan
0.638 0,30 Valid
kesejahteraan karyawannya.
7. Atasan selalu memberikan pujian
bila ada karyawan yang
0.481 0,30 Valid
menjalankan tugas pekerjaan
dengan memuaskan.
8. Situasi lingkungan kerja baik dan
0.648 0,30 Valid
menyenangkan.
9. Sarana pendukung dan peralatan
0.687 0,30 Valid
pekerjaan sangat memadai.
10. Rekan kerja selalu siap
memberikan bantuan jika ada
0.732 0,30 Valid
kesulitan dalam melakukan
pekerjaan.
11. Merasa nyaman terhadap
0.348 0,30 Valid
pengawasan dari atasan.
12. Faktor absensi sangat memotivasi
0.307 0,30 Valid
anda untuk melakukan pekerjaan.
13. Ingin mengetahui bagaimana
Tidak Valid
mencapai kemajuan ketika 0,30
Item Dihapus
melakukan tugas – tugas pekerjan.
3 Kinerja Karyawan (Y)
1. Saudara selalu berusaha agar
0.407 0,30 Valid
pekerjaan selesai sesuai targetnya
2. Saudara bekerja sesuai dengan
kemauan sendiri tanpa
mempedulikan apakah pekerjaan 0.609 0,30 Valid
saudara sudah mencapai target
yang telah ditentukan atau belum.
3. Saudara menyelesaikan tugas
saudara tanpa adanya beban
tanggung jawab sehingga pekerjaan
0.740 0,30 Valid
yang saudara lakukan tidak pernah
sesuai dengan job description
saudara.
4. Saudara berusaha menyelesaikan
pekerjaan saudara lebih cepat dari 0.660 0,30 Valid
waktunya, agar saudara dapat

46
mengerjakan tugas berikutnya.
5. Hasil pekerjaan saudara sangat
menentukan kelangsungan hidup
0.368 0,30 Valid
kantor, oleh sebab itu saudara
selalu memperhatikan kualitasnya.
Sumber : data primer diolah

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa 20 butir item pernyataan

untuk variabel kepuasan kerja 4 diantaranya tidak valid, yaitu item pernyataan no

11,14, 17 dan 18 dan untuk itu keempat item tersebut dihapus / dikeluarkan dan

tidak diikutsertakan dalam pengujian selanjutnya, Setelah dilakukan pengujian

ulang 16 item pernyataan dinyatakan valid karena nilai r hitung dilihat dari

corrected item total correlation lebih besar dibanding r tabel 0,30 seperti yang

dijelaskan oleh Sugiyono dan Wibowo (2004). Dimana Item kuesioner yang valid

dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya.

Sedangkan untuk motivasi kerja yang terdiri dari 13 butir pernyataan juga

dinyatakan 1 diantaranya tidak valid karena nilai r hitung dilihat dari corrected

item total correlation lebih kecil dibanding r tabel 0,30, yaitu untuk item

pernyataan no 13. Untuk itu 1 item pernyataan tersebut dihapus / dikeluarkan dan

tidak diikutsertakan dalam pengujian selanjutnya,. Dan pengujian diulangi lagi

untuk 12 item pernyataan motivasi kerja lainnya dan dinyatakan valid, hasilnya

dapat dilihat pada tabel diatas.

Kemudian untuk kinerja karyawan yang terdiri dari 5 butir pernyataan

seluruhnya adalah valid karena nilai corrected item total correlation lebih besar

dibanding 0,30 dan item kuesioner yang valid dapat dijadikan acuan untuk

penelitian selanjutnya.

47
5.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data

pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan kestabilan atau

konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala-gejala tertentu dari

sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda. Dalam

penentuan tingkat reliabilitas suatu instrumen penelitian. Secara umum keandalan

dalam kisaran > 0,60 s/d 0,80 baik, serta dalam kisaran > 0,80 s/d 1.00 dianggap

sanggap baik. (Santoso, 2001 : 227).

Untuk menentukan reliabilitas terhadap butir-butir pernyataan variabel

dilakukan pengujian dengan komputer program SPSS 15.0. for windows dengan

rumus Cronbach’s Alpha.

Berdasarkan tingkat reliabilitas, hasil uji koefisien reliabilitas (r Alpha)

terhadap ketiga instrumen variabel yang diuji dapat dirangkum pada tabel di

bawah ini :

Tabel 5.3
Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Jumlah Item Cronbach Alpha Keterangan


1. Kepuasan Kerja
16 0.853 Sangat baik
(X1)
2. Motivasi Kerja
12 0.862 Sangat baik
(X2)
3. Kinerja
5 0.767 Baik
Karyawan (Y)
Sumber : data primer diolah

Berdasarkan tabel rangkuman hasil uji reliabilitas diatas, nilai alpha

cronbach untuk kepuasan kerja adalah 0.853, motivasi kerja 0.862, dan kinerja

karyawan 0.767 Hal ini berarti bahwa pernyataan untuk seluruh item pernyataan

48
adalah sangat baik untuk kepuasan kerja dan motivasi kerja serta baik untuk

kinerja karyawan seperti yang dikemukakan oleh (Santoso, 2001).

5.2 Deskriptif Statistik

Deskriptif statistik pada penelitian ini didasarkan pada jawaban responden

yang berjumlah 30 orang yang bertujuan untuk melihat gambaran umum dari data

yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil perhitungan statistik penelitian untuk

tiap-tiap variabel dapat dijelaskan dalam tabel berikut ini :

Tabel 5.4
Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


kinerja karyawan (y) 30 3.60 5.00 4.2600 .43359
kepuasan kerja (x1) 30 3.44 4.75 4.1833 .37245
motivasi kerja (x2) 30 3.75 5.00 4.2944 .38577
Valid N (listwise) 30

Sumber : Data Primer diolah

Dari output SPSS 15.00 pada tabel diatas dapat kita lihat bahwa dari

jumlah responden sebanyak 30 responden, disimpulkan Variabel kinerja karyawan

(Y) memiliki nilai minimum 3.60, nilai maksimum sebesar 5.00, dengan rata-rata

sebesar 4,2600, dan memiliki standar deviasi sebesar 0.43359. Untuk Variabel

kepuasan kerja (X1) memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masingnya

3.44 dan 4.75, dengan rata-rata sebesar 4.1833 dan standar deviasi 0.37245.

Untuk Variabel motivasi kerja (X2) memiliki nilai minimum 3.75 dan maksimum

5.00, rata-rata sebesar 4.2944 dengan standar deviasi 0.38577.

49
5.3 Karakteristik Responden

Kuisioner yang disebarkan 30 eksemplar, semua kuisioner memenuhi

kriteria. Karakteristik responden yang menjadi subjek dalam penelitian ini terdiri

dari usia, jenis kelamin, pendidikan, masa bekerja dan gaji. Dalam kuisioner

responden tidak perlu mencantumkan identitas pribadi atau nama untuk

kerahasiaan informasi yang diberikan responden.

5.3.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa, karyawan yang paling

banyak memiliki kinerja adalah mereka yang berada pada range usia 26 – 30 thn

dan 31 -35 thn masing-masing sebanyak 10 orang dengan tingkat persentase

33.3%, kemudian usia > 35 thn yaitu sebanyak 7 orang dengan tingkat persentase

23.3%, selanjutnya usia < 25 thn sebanyak 3 orang dengan tingkat persentase

10%. Dimana jumlah karyawan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.5
Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah (orang) Persentase (%)


1 < 25 Thn 3 10
2 26 – 30 Thn 10 33.3
3 31 – 35 Thn 10 33.3
4 > 35 thn 7 23.3
Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer

5.3.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan dari jenis kelamin, karyawan dibagi menjadi dua yakni laki-

laki dan perempuan. Dari hasil kuisioner yang disebarkan ditemukan bahwa

karyawan laki-laki lebih dominan dibandingkan dengan perempuan. Dari hasil

50
pengolahan data dapat dilihat bahwa karyawan yang berjenis kelamin laki-laki

sebanyak 18 orang dengan tingkat persentase 60% dan karyawan perempuan

sebanyak 12 orang dengan tingkat persentase 40%. Adapun jumlah karyawan

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.6
Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)


1 Laki-laki 18 60
2 Perempuan 12 40
Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer

5.3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Berdasarkan pendidikan karyawan sebagian besar memiliki pendidikan

SLTA sebanyak 15 orang dengan tingkat persentase 50%, diikuti yang memiliki

pendidikan D III – S 1 sebanyak 14 orang dengan tingkat persentase 46.7%,

kemudian yang memiliki pendidikan SD - SMP sebanyak 1 orang dengan tingkat

persentase 3.3%. Selengkapnya tabulasi data karyawan dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel 5.7
Jumlah Karyawan Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)


1 SD – SMP 1 3.3
2 SLTA 15 50
3 D III – S1 14 46.7
Total 30 100
Sumber : Data Primer

51
5.3.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Pengelompokan karyawan berdasarkan masa kerja memberikan hasil

sebagai berikut : karyawan dengan masa kerja 1 -10 thn sebanyak 22 orang

dengan tingkat persentase 73.3%, , dan karyawan dengan masa kerja 11 - 20 thn

dan 21 – 30 thn masing-masing sebanyak 4 orang dengan tingkat persentase

13.3%. Adapun data selengkapnya dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 5.8
Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja

No Masa Kerja Jumlah (orang) Persentase (%)


1 1 – 10 thn 22 73.3
2 11 – 20 thn 4 13.3
3 21 – 30 thn 4 13.3
Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer

5.3.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Gaji

Pengelompokan karyawan berdasarkan gaji memberikan hasil sebagai

berikut : karyawan dengan gaji < Rp 1.5 juta sebanyak 10 orang dengan tingkat

persentase 33.3%, kemudian karyawan dengan gaji Rp 3.1 juta – Rp 3.5 juta

sebanyak 5 orang dengan tingkat persentase 16.7%. selanjutnya karyawan dengan

gaji Rp 1.6 juta – Rp 2 juta dan Rp 2.6 juta – Rp 3 juta masing-masing sebanyak 4

orang dengan tingkat persentase 13.3%. setelah itu karyawan dengan gaji Rp 2.1

juta – Rp 2.5 juta sebanyak 3 orang dengan tingkat persentase 10% dan yang

terakhir karyawan dengan gaji Rp 3.6 juta – Rp 4 juta dan Rp > 4 juta masing-

masing sebanyak 2 orang dengan tingkat persentase 6.7%. Adapun data

selengkapnya dapat dilihat pada table berikut :

52
Tabel 5.9
Jumlah Karyawan Berdasarkan Gaji

No Gaji Jumlah (orang) Persentase (%)


1 < Rp 1.5 juta 10 33.3
2 Rp 1.6 juta – Rp 2 juta 4 13.3
3 Rp 2.1 juta – Rp 2.5 juta 3 10
4 Rp 2.6 juta – Rp 3 juta 4 13.3
5 Rp 3.1 juta – Rp 3.5 juta 5 16.7
6 Rp 3.6 juta – Rp 4 juta 2 6.7
7 Rp > 4 juta 2 6.7
Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer

Berdasarkan karakteristik responden di atas dapat disimpulkan bahwa

karyawan yang memiliki kinerja pada PT Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara dalam penelitian ini cukup bervariasi sehingga dapat mewakili

populasi karyawan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja

terhadap kinerja karyawan pada PT Bank Mandiri Persero Tbk cabang Padang

Muara. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa karyawan yang

merespon kuisioner pertanyaan mengenai pengaruh kepuasan kerja dan motivasi

kerja terhadap kinerja karyawan yang lebih banyak adalah yang memiliki gaji

sebesar < Rp 1.5 juta sebanyak 10 orang dengan tingkat persentase sebesar 33.3%,

dengan masa kerja yang paling banyak 1 – 10 thn sebanyak 22 orang dengan

tingkat persentase 73.3%, memiliki pendidikan SLTA sebanyak 15 orang dengan

tingkat persentase 50%, usia berada pada range 26 – 30 thn dan 31 – 35 thn

masing-masing sebanyak 10 orang dengan persentase 33.3% serta memiliki jenis

kelamin laki-laki dengan persentase 60% yang berjumlah 18 orang.

53
5.4 Deskripsi Hasil Penelitian

Dari pernyataan pada kuesioner yang telah diajukan kepada responden

diperoleh berbagai macam tanggapan terhadap variabel kepuasan kerja, motivasi

kerja dan kinerja karyawan. Berbagai tanggapan dari responden tersebut dapat

disajikan sebagai berikut :

5.4.1 Variabel Kepuasan Kerja (X1)

Berdasarkan data yang diperoleh dari karyawan melalui kuesioner yang

telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai kepuasan kerja secara umum

sebagai berikut :

Tabel 5.10
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Kepuasan Kerja
Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara

Alternatif Jawaban Rata


No Pertanyaan Kepuasan Kerja
STS TS KS S SS Rata
Perusahaan memberikan
1 kebebasan pada karyawan 4 5 15 6 3.77
dalam melakukan pekerjaan.
Tugas dan tangung jawab yang
diberikan sesuai dengan
2 2 4 15 9 4.03
pendidikan dan kemampuan
yang dimiliki.
Besarnya imbalan yang
3 diperoleh sesuai dengan 3 17 10 4.23
pekerjaan yang dilakukan.
Karyawan merasa puas dengan
4 1 4 16 9 4.10
gaji, bonus yang diterima.
Karyawan merasa nyaman dan
aman bekerja dengan fasilitas
5 2 6 16 6 3.87
yang disediakan dan gedung
kantor yang sudah tua.
Prestasi karyawan selalu
6 2 19 9 4.23
dinilai dengan teliti dan benar.
Adanya faktor motivasi yang
7 2 21 7 4.17
sangat mendukung sehingga

54
dapat memperoleh kepuasan
dalam menyelesaikan
pekerjaan yang sukar.
Dapat menyesuaikan diri
8 dengan baik di lingkungan 21 9 4.30
pekerjaan
Menikmati kerjasama dengan
9 orang lain dari pada bekerja 1 2 17 10 4.20
sendirian.
Bila ada tugas kerja lembur,
termotivasi melakukan
10 2 18 10 4.27
pekerjaan tersebut dengan
sebaik – baiknya.
Tidak merasa rendah diri bila
11 mengalami kegagalan dalam
melakukan tugas pekerjaan.
Selalu mendapat kesempatan
ikut berpartisipasi dalam
12 2 19 9 4.23
menentukan tujuan yang ingin
dicapai oleh perusahaan.
Tidak pernah mengeluh dalam
melakukan pekerjaan karena
13 3 17 10 4.23
pekerjaan tersebut sesuai
dengan yang diinginkan.
Merasa puas dengan prestasi
14
kerja yang telah dicapai.
Dapat menyelesaikan tugas
pekerjaan dengan usaha dan
15 3 14 13 4.33
keterampilan serta pelatihan
atau kursus yang diberikan.
Menikmati persaingan sehat
16 3 18 9 4.20
dalam bekerja
Nasabah tidak pernah
17 komplain terhadap pelayanan
yang diberikan.
Hampir setiap pekerjaan dapat
18
dilaksanakan dengan baik.
Hubungan kerja dengan
19 sesama rekan kerja berjalan 1 17 12 4.37
dengan baik
Memiliki peluang dan
kesempatan untuk
20 2 14 14 4.40
mengembangkan keterampilan
dan kemampuan.
Sumber :data primer yang diolah

55
Variabel kepuasan kerja (X1) diukur dengan menggunakan 20 buah

pertanyaan, dan 4 diantaranya tidak valid, yaitu item pernyataan no 11,14, 17 dan

18 dan untuk itu keempat item tersebut dihapus / dikeluarkan. Pensekoran

dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai

dengan 5. Pada variabel kepuasan kerja (X1) yang menunjukkan sangat

menentukan mengenai kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan terdapat pada

pertanyaan nomor 20 dengan rata-rata tertinggi sebesar 4.40 tentang memiliki

peluang dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan

yang memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan lebih banyak

dibandingkan dengan pertanyaan lainnya dan yang menentukan kinerja karyawan

paling sedikit pada kepuasan kerja terdapat pada pertanyaan no 1 tentang

Perusahaan memberikan kebebasan pada karyawan dalam melakukan pekerjaan

dengan rata-rata terendah sebesar 3.77 dimana ini menjelaskan kebebasan yang

diberikan perusahaan pada karyawan dalam melakukan pekerjaan bukanlah hal

yang utama mempengaruhi kinerja karyawan pada kepuasan kerja.

5.4.2 Variabel Motivasi Kerja (X2)

Berdasarkan data yang diperoleh dari karyawan melalui kuesioner yang

telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai motivasi kerja secara umum

sebagai berikut :

56
Tabel 5.11
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Motivasi Kerja
Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara

Alternatif Jawaban Rata


No Pertanyaan Motivasi Kerja
STS TS KS S SS Rata
Dalam menyelesaikan masalah
1 1 16 13 4.40
atasan bertindak bijaksana.
Hubungan kerja antara atasan
dan bawahan baik dan tidak
2 1 17 12 4.37
kaku sehingga ada rasa saling
memiliki.
Pemberian penghargan bagi
karyawan yang berprestasi
3 2 14 14 4.40
akan memberi motivasi kerja
karyawan.
Argumentasi yang
4 disampaikan oleh bawahan 3 18 9 4.20
akan dinilai positif oleh atasan
Perusahaan memberikan
pelatihan pelatihan kepada
5 6 16 8 4.07
karyawan untuk meningkatkan
kemampuan dan keterampilan.
Perusahaan sangat peduli
6 dengan kesejahteraan 4 13 13 4.30
karyawannya.
Atasan selalu memberikan
pujian bila ada karyawan yang
7 3 15 12 4.30
menjalankan tugas pekerjaan
dengan memuaskan.
Situasi lingkungan kerja baik
8 2 20 8 4.20
dan menyenangkan.
Sarana pendukung dan
9 peralatan pekerjaan sangat 21 9 4.30
memadai.
Rekan kerja selalu siap
memberikan bantuan jika ada
10 1 2 16 11 4.23
kesulitan dalam melakukan
pekerjaan.
Merasa nyaman terhadap
11 2 18 10 4.27
pengawasan dari atasan.
Faktor absensi sangat
12 memotivasi anda untuk 1 13 16 4.50
melakukan pekerjaan.
Ingin mengetahui bagaimana
13
mencapai kemajuan ketika

57
melakukan tugas – tugas
pekerjan.
Sumber :data primer yang diolah

Variabel motivasi kerja (X2) diukur dengan menggunakan 13 buah

pertanyaan, dan 1 diantaranya tidak valid, yaitu item pernyataan no 13 dan untuk

itu satu item tersebut dihapus / dikeluarkan. Pensekoran dilakukan dengan

menggunakan skala Likert dengan interval skor 1 sampai dengan 5. Pada variabel

motivasi kerja (X2) yang menunjukkan sangat menentukan mengenai motivasi

kerja terhadap kinerja karyawan terdapat pada pertanyaan nomor 12 dengan rata-

rata tertinggi sebesar 4.50 tentang Faktor absensi sangat memotivasi anda untuk

melakukan pekerjaan yang memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan lebih

banyak dibandingkan dengan pertanyaan lainnya dan yang menentukan kinerja

karyawan paling sedikit pada motivasi kerja terdapat pada pertanyaan no 5

tentang Perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan untuk

meningkatkan kemampuan dan keterampilan dengan rata-rata terendah sebesar

4.07 dimana ini menjelaskan pelatihan yang diberikan perusahaan kepada

karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan bukanlah hal yang

utama mempengaruhi kinerja karyawan pada motivasi kerja.

5.4.3 Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Berdasarkan data yang diperoleh dari karyawan melalui kuesioner yang

telah ditentukan, diperoleh deskripsi data mengenai kinerja karyawan secara

umum sebagai berikut :

58
Tabel 5.12
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Kinerja Karyawan
Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara

Alternatif Jawaban Rata


No Pertanyaan Kinerja Karyawan
STS TS KS S SS Rata
Saudara selalu berusaha agar
1 pekerjaan selesai sesuai 3 15 12 4.30
targetnya
Saudara bekerja sesuai dengan
kemauan sendiri tanpa
mempedulikan apakah pekerjaan
2 2 20 8 4.20
saudara sudah mencapai target
yang telah ditentukan atau
belum.
Saudara menyelesaikan tugas
saudara tanpa adanya beban
tanggung jawab sehingga
3 21 9 4.30
pekerjaan yang saudara lakukan
tidak pernah sesuai dengan job
description saudara.
Saudara berusaha menyelesaikan
pekerjaan saudara lebih cepat
4 dari waktunya, agar saudara 1 2 16 11 4.23
dapat mengerjakan tugas
berikutnya.
Hasil pekerjaan saudara sangat
menentukan kelangsungan hidup
5 kantor, oleh sebab itu saudara 2 18 10 4.27
selalu memperhatikan
kualitasnya.
Sumber :data primer yang diolah

Variabel kinerja karyawan (X3) diukur dengan menggunakan 5 buah

pertanyaan, pensekoran dilakukan dengan menggunakan skala Likert dengan

interval skor 1 sampai dengan 5. Pada variabel kinerja karyawan (X3) yang

menunjukkan sangat menentukan mengenai kinerja karyawan terdapat pada

pertanyaan nomor 1 dan 3 dengan rata-rata tertinggi masing-masing sebesar 4.30

tentang saudara selalu berusaha agar pekerjaan selesai sesuai targetnya dan

Saudara menyelesaikan tugas saudara tanpa adanya beban tanggung jawab

59
sehingga pekerjaan yang saudara lakukan tidak pernah sesuai dengan job

description saudara yang dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja lebih

banyak dibandingkan dengan pertanyaan lainnya dan yang dipengaruhi paling

sedikit oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan terdapat

pada pertanyaan no 2 tentang Saudara bekerja sesuai dengan kemauan sendiri

tanpa mempedulikan apakah pekerjaan saudara sudah mencapai target yang telah

ditentukan atau belum dengan rata-rata terendah sebesar 4.20 dimana ini

menjelaskan bekerja sesuai dengan kemauan sendiri tanpa mempedulikan apakah

pekerjaan saudara sudah mencapai target yang telah ditentukan atau belum

bukanlah hal yang utama mempengaruhi kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh

kepuasan kerja dan motivasi kerja.

5.5 Pembahasan Hasil Analisa Regresi Linear Berganda

Untuk melihat pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap

kinerja karyawan, maka digunakan analisa regresi linear berganda. Berdasarkan

hasil pengolahan data dengan bantuan program SPSS 15.0 dapat dilihat

rangkuman hasil empiris penelitian sebagai berikut :

Tabel 5.13
Rangkuman Hasil Empiris Penelitian

Variabel Bebas Koefisien Regresi Konstanta


Kepuasan Kerja (X1) 0.396
-0.354
Motivasi Kerja (X2) 0.688
Sumber : data primer yang diolah

60
Dari data diatas dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai

berikut :

Y = a + b1x1 + b2x2
= - 0.354 + 0.396 x1 + 0.688 x2
Dimana :
Y = kinerja karyawan
a = konstanta
b1, b2 = koefisien regresi
x1 = Kepuasan Kerja
x2 = Motivasi Kerja
Dari persamaan tersbut dapat diambil kesimpulan bahwa :

a. Konstanta sebesar -0.354 menyatakan bahwa jika tidak ada kepuasan kerja

(x1), dan Motivasi kerja (x2) maka kinerja karyawan Pada PT. Bank

Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara adalah sebesar 0,354

b. Koefisien regresi kepuasan kerja (x1) sebesar 0,396 menyatakan bahwa

setiap penambahan (karena tanda positif) 1 point kepuasan kerja akan

meningkatkan kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara sebesar 0,396 dengan anggapan motivasi kerja (x2)

tetap.

c. Koefisien regresi motivasi kerja (x2) sebesar 0,688 menyatakan bahwa

setiap penambahan (karena tanda positif) 1 point motivasi kerja akan

meningkatkan kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara sebesar 0.688 dengan anggapan kepuasan kerja

(x1) tetap.

61
Dimana pada penelitian ini ternyata variabel motivasi kerja (X2) yang

merupakan variabel yang paling dominan / besar pengaruhnya terhadap kinerja

karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara,

selanjutnya dipengaruhi oleh kepuasan kerja (X1), dimana untuk menentukan

mana yang paling dominan diurutkan sampai yang terkecil dilihat dari nilai

koefisien regresi yang dimiliki masing-masing variabel.

Jadi Koefisien regresi yang bertanda positif (+) menandakan arah

hubungan yang searah, sedangkan bila koefisien regresi bertanda negatif (–)

menunjukkan arah hubungan yang berbanding terbalik antara variable independen

(X) dengan variabel dependent (Y).

5.6 Pengujian Hipotesis

5.6.1 Uji Parsial Dengan T- Test  

Uji statistik T pada dasarnya digunakan untuk melihat pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dimana pada penelitian ini

untuk melihat pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja

karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara secara

parsial / individual.

Tabel 5.14
Hasil Pegujian Hipotesis Untuk
Uji Parsial Dengan T- Test

Variabel Bebas T – Hitung Probabilitas Keterangan


Kepuasan Kerja (X1) 2.291 0.030 Signifikan
Motivasi Kerja (X2) 4.124 0.000 Signifikan
T table = 2.052
Sumber : data primer yang diolah

62
Dengan menggunakan t-test, diperoleh nilai t hitung variabel X1 kepuasan

kerja sebesar 2.291 sedangkan t tabel pada taraf kepercayaan 95% (signifikansi

5% atau 0,05) dan derajat bebas (df) = N-k-1 = 30-2-1 = 27 dimana N = jumlah

sampel, dan k = jumlah variabel independen adalah sebesar 2.052 dengan

demikian T hitung = 2.291 > T tabel = 2.052 dan nilai signifikansi sebesar 0,030

(sig < 0,05). Berdasarkan analisis di atas disimpulkan bahwa kepuasan kerja

berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero

Tbk Cabang Padang Muara sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan Ha diterima,

sehingga hipotesis ini telah teruji secara empiris.

Sedangkan, diperoleh nilai t hitung variabel X2 motivasi kerja sebesar 4.124

sedangkan t tabel adalah sebesar 2.052 dengan demikian T hitung = 4.124 > T

tabel = 2.052 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05). Berdasarkan

analisis di atas disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap

kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara

sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis ini telah

teruji secara empiris.

5.6.2 Uji Simultan Dengan F-Test (Anovab)

Uji F untuk menentukan apakah secara serentak /bersama-sama variabel

independent mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik atau apakah

variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap variabel dependen. Pada tabel Anova dapat dilihat pengaruh variabel

independent kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap variabel dependen kinerja

63
karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara secara

simultan/bersama. Dimana setelah dilakukan penganalisaan dengan SPSS 15.0

maka didapat output sebagai berikut:

Tabel 5.15
Hasil Pegujian Hipotesis Untuk
Uji Simultan Dengan F- Test
ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 4.649 2 2.324 78.145 .000a
Residual .803 27 .030
Total 5.452 29
a. Predictors: (Constant), motivasi kerja (x2), kepuasan kerja (x1)
b. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Sumber : data primer yang diolah

Uji signifikansi simultan / bersama-sama (uji statistik F) menghasilkan nilai

F hitung sebesar 78.145. Pada derajat bebas 1 (df1) = jumlah variabel – 1 = 3-1 =

2, dan derajat bebas 2 (df2) = n-k-1 = 30-2-1= 27, dimana n = jumlah sampel, k =

jumlah variabel independen, nilai f tabel pada taraf kepercayaan signifikansi 0,05

adalah 3.354 dengam demikian F hitung = 78.145 > F tabel = 3.354 dengan

tingkat signifikansi 0,000. karena probabilitasnya signifikansi jauh lebih kecil dari

sig < 0,05, maka model regresi dapat dipergunakan untuk memprediksi kinerja

karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara atau dapat

dikatakan bahwa kepuasan kerja (x1), dan motivasi kerja (x2) secara bersama-

sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara

64
5.6.3 Uji Koefisien Determinasi (R Square)

Tabel 5.16
Hasil Pengujian Untuk
Uji Koefisien Determinasi (R Square)
Model Summaryb

Change Statistics
Adjusted Std. Error of R Square Durbin-
Model R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig. F Change Watson
1 .923a .853 .842 .17247 .853 78.145 2 27 .000 2.137
a. Predictors: (Constant), motivasi kerja (x2), kepuasan kerja (x1)
b. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Sumber : data primer yang diolah

Korelasi itu berarti hubungan, begitu pula analisis korelasi yaitu suatu

analisis yang digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Nugroho

(2005), uji korelasi tidak membedakan jenis variabel (tidak ada variabel

dependent maupaun independent). Nilai korelasi dapat dikelompokkan dalam

Nugroho, (2005) sebagai berikut : 0,41 s/d 0,70 korelasi keeratan kuat, 0,71 s/d

0,90 sangat kuat dan 0,91 s/d 0,99 sangat kuat sekali dan jika 1 berarti sempurna,

pada hasil penelitian ditemukan bahwa hubungan antara kepuasan kerja dan

motivasi kerja dengan kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara adalah sangat kuat sekali sebesar (r = 0,923).

Koefisien determinasi atau angka R square adalah sebesar 0,853. Nugroho

(2005), menyatakan untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R

square yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R square, karena disesuaikan

dengan jumlah variabel independen yang digunakan, dimana jika variabel

independent 1 (satu) maka menggunakan R square dan jika telah melebihi 1 (satu)

menggunakan adjusted R square . Adjusted R square adalah sebesar 0.842 hal ini

berarti 84.2% dari variasi variabel dependent kinerja karyawan Pada PT. Bank

Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara yang dapat dijelaskan oleh variabel

65
independent kepuasan kerja dan motivasi kerja sedangkan sisanya sebesar 0,158

atau 15.8% (1- 0,842 atau 100% - 84.2%) dijelaskan oleh Variabel-variabel lain

diluar variabel yang ada. Tetapi nilai variabel lain ini kecil yaitu sebesar 15.8%.

Nilai R Square berkisar pada angka 0 sampai 1, dengan catatan semakin kecil

angka R square, semakin lemah hubungan kedua variabel (begitu juga

sebaliknya).

66
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Pada bagian ini akan disimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan

yang dianggap bermanfaat bagi PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang

Muara. Penelitian ini mencoba meneliti mengenai pengaruh kepuasan kerja dan

motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara. Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah dikemukakan pada

bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Secara parsial kepuasan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan

terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara.

2. Secara bersama-sama kepuasan kerja dan motivasi kerja berpengaruh

signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara.

3. Variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja koefisien regresi bertanda

positif (+) menandakan hubungan yang searah, dengan kata lain kepuasan

kerja dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan pada PT.

Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara.

4. Korelasi / hubungan antara kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan

kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang

Muara adalah sangat kuat sekali sebesar (r = 0,923) dan Koefisien

  66
determinasi atau angka R square adalah sebesar 0,853. Nugroho (2005),

menyatakan untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R

square yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R square, karena

disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan, dimana

jika variabel independent 1 (satu) maka menggunakan R square dan jika

telah melebihi 1 (satu) menggunakan adjusted R square . Adjusted R

square adalah sebesar 0.842 hal ini berarti 84.2% dari variasi variabel

dependent kinerja karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara yang dapat dijelaskan oleh variabel independent kepuasan

kerja dan motivasi kerja sedangkan sisanya sebesar 0,158 atau 15.8% (1-

0,842 atau 100% - 84.2%) dijelaskan oleh Variabel-variabel lain diluar

variabel yang ada. Tetapi nilai variabel lain ini kecil yaitu sebesar 15.8%.

6.2 Saran – Saran

Untuk mencapai tujuan PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang

Muara. terhadap kinerja karyawannya ada beberapa saran yang ingin penulis

sampaikan sebagai berikut :

1. Dari pembahasan dapat dilihat bahwa untuk pencapaian kinerja karyawan

dilihat dari kepuasan kerja diperoleh dari memiliki peluang dan

kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan dengan

demikian diharapkan pada perusahaan untuk selalu memberikan peluang

dan kesempatan unttuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan

  67
pada karyawannya agar karyawan dapat selalu meningkatkan kinerjanya

dan menguntungkan bagi perusahaan

2. Dari pembahasan dapat dilihat bahwa untuk pencapaian kinerja karyawan

dilihat dari motivasi kerja diperoleh dari Faktor absensi sangat memotivasi

anda untuk melakukan pekerjaan dengan demikian diharapkan pada

perusahaan untuk selalu memperhatikan absensi karyawannya agar

karyawan dapat selalu meningkatkan kinerjanya dan menguntungkan bagi

perusahaan

2. Untuk penelitian di masa yang akan datang sebaiknya memperluas

variabel dan pengukuran variabel penelitian sehingga dapat lebih

meningkatkan kinerja karyawan pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk

Cabang Padang Muara.

3. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang

kepuasan kerja dan motivasi kerja yang pada penelitian ini berpengaruh

terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang

Padang Muara agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap lagi sehingga

diharapkan hasil penelitian yag akan datang lebih sempurna dari penelitian

ini.

  68
DAFTAR PUSTAKA

Dessler, Gark, 1999 Manajemen Personalia (Terjemahan Moh. Masud). Jakarta ,


Erlangga

Robbin, Stephen ,P Judge , Thimoty,A Prilaku Organisasi Edisi 12 Jakarta


Salemba 4

Robbin, Stephen ,P Prinsip-Prinsip Prilaku Organisasi , 1999 Edisi Ke Lima,


Jakarta Erlangga

Fred r. david 2005 Manajemen Strategi Edidsi 10 Jakarta Salemba 4

Hany, T. Handoko 1994 Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia


Yogyakarta BPFE

Fillipo, Edwin B 1987 Manajemen Personalia (Terjemahan Moh Masud) Edisi ke


IV Jakrta Erlangga.

Manulang Dra, “Pengantar Ekonomi Perusahaan “ penerbit Ghalia Medan,


Jakarta, Yogyakarta , Tahun 1975

Martoyo, Susilo 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia Yogyakarta BPFF

Donely, Ivan Cevhic, Gibson 1989 (Organisasi Prilaku struktur, proses) jilit 2
Jakarta PT. Bina Rupa Aksara

Alex Nitisoemito. Drs “Manajmen Personalia Ghalia, Indonesia, UGM,


Yogyakarta, th
1982

Simamora, 1995 Sumber Daya Manusia

Soeprihanto, John. 1988. Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dan Pengembangan


Karyawan, Yogyakarta : BPFE UGM.

Bernardin, H. John & Joyce, E. A Russel, (1993). Human Resource management :


an experiential approachs. Singapore : MC. Graw Hill Internasional

Sugiyono (2005). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung.

Sugiyono, (1999), Statistik Non-parametrik untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.

  69
Sugiyono dan Eri Wibowo. 2004. Statistika untuk Penelitian dan Aplikasinya
dengan SPSS 10.0 for windows. Cetakan Keempat : November. Bandung :
Alfabeta

Santoso, Singgih. 2001. Buku latihan SPSS. Edisi kedua. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo

Nugroho, B.A. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan
SPSS. Yogyakarta : Andi Offset

  70
Lampiran 1
KUISIONER PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dalam rangka penulisan Tugas Akhir yang


berjudul “Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT. Bank Mandiri Persero Tbk Cabang Padang Muara”.
Dalam pengisian kuisioner ini, dimohonkan kepada Bapak/Ibu/Sdr/i dapat
memilih salah satu dari kategori jawaban yang telah disediakan dengan
memberikan tanda cek lis (√) pada jawaban yang dianggap tepat. Jawaban
Bapak/Ibu/Sdr/i akan dirahasiakan.
Atas kesediaan dan bantuan dari Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menjawab
kuisioner ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

A. Karakteristik Responden
1. Usia
… < 25 Thn … 31 – 35 Thn
… 26 – 30 Thn … > 35 thn
2. Jenis Kelamin
… Laki-laki … Perempuan
3. Pendidikam
… SD - SMP … D III – S 1
… SLTA
4. Masa Kerja
… 1 – 10 Thn … 21 Thn – 30 Thn
… 11 – 20 Thn
5. Gaji
… < Rp 1.5 juta … 3.1 juta – 3.5 Thn
… Rp 1.6 juta – Rp 2 juta … Rp 3.6 juta – Rp 4 juta
… Rp 2.1 juta – Rp 2.5 juta … > Rp 4 juta
… Rp 2.6 juta – Rp 3 juta
B. Variabel Penelitian

Petunjuk Pengisian
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda cek lis (√) pada
jawaban yang telah tersedia sesuai dengan anggapan anda, dengan alternatif
jawaban antara lain :
Indikator
Sangat Tidak Tidak Kurang Setuju Sangat Setuju
Setuju Setuju Setuju (SS)
(STS) (TS) (CS) (S)
1 2 3 4 5

1. Variabel Kepuasan Kerja

Pertanyan Alternatif Jawaban


No
Kepuasan Kerja SS S KS TS STS
Perusahaan memberikan kebebasan pada
1. karyawan dalam melakukan pekerjaan.
Tugas dan tangung jawab yang diberikan
2. sesuai dengan pendidikan dan kemampuan
yang dimiliki.
Besarnya imbalan yang diperoleh sesuai
3.
dengan pekerjaan yang dilakukan.
Karyawan merasa puas dengan gaji, bonus
4.
yang diterima.
Karyawan merasa nyaman dan aman bekerja
5. dengan fasilitas yang disediakan dan gedung
kantor yang sudah tua.
Prestasi karyawan selalu dinilai dengan teliti
6.
dan benar.
Adanya faktor motivasi yang sangat
mendukung sehingga dapat memperoleh
7.
kepuasan dalam menyelesaikan pekerjaan
yang sukar.
Dapat menyesuaikan diri dengan baik di
8.
lingkungan pekerjaan
Menikmati kerjasama dengan orang lain dari
9.
pada bekerja sendirian.
Bila ada tugas kerja lembur, termotivasi
10. melakukan pekerjaan tersebut dengan sebaik
– baiknya.
11. Tidak merasa rendah diri bila mengalami
kegagalan dalam melakukan tugas pekerjaan.
Selalu mendapat kesempatan ikut
12. berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang
ingin dicapai oleh perusahaan.
Tidak pernah mengeluh dalam melakukan
13. pekerjaan karena pekerjaan tersebut sesuai
dengan yang diinginkan.
Merasa puas dengan prestasi kerja yang telah
14.
dicapai.
Dapat menyelesaikan tugas pekerjaan dengan
15. usaha dan keterampilan serta pelatihan atau
kursus yang diberikan.
16. Menikmati persaingan sehat dalam bekerja
Nasabah tidak pernah komplain terhadap
17.
pelayanan yang diberikan.
Hampir setiap pekerjaan dapat dilaksanakan
18.
dengan baik.
Hubungan kerja dengan sesama rekan kerja
19.
berjalan dengan baik
Memiliki peluang dan kesempatan untuk
20. mengembangkan keterampilan dan
kemampuan.

2. Variabel Motivasi

Pertanyan Alternatif Jawaban


No
Motivasi SS S KS TS STS
Dalam menyelesaikan masalah atasan
1
bertindak bijaksana.
Hubungan kerja antara atasan dan bawahan
2 baik dan tidak kaku sehingga ada rasa saling
memiliki.
Pemberian penghargan bagi karyawan yang
3 berprestasi akan memberi motivasi kerja
karyawan.
Argumentasi yang disampaikan oleh
4
bawahan akan dinilai positif oleh atasan
Perusahaan memberikan pelatihan pelatihan
5 kepada karyawan untuk meningkatkan
kemampuan dan keterampilan.
Perusahaan sangat peduli dengan
6
kesejahteraan karyawannya.
7 Atasan selalu memberikan pujian bila ada
karyawan yang menjalankan tugas pekerjaan
dengan memuaskan.
Situasi lingkungan kerja baik dan
8
menyenangkan.
Sarana pendukung dan peralatan pekerjaan
9
sangat memadai.
Rekan kerja selalu siap memberikan bantuan
10 jika ada kesulitan dalam melakukan
pekerjaan.
Merasa nyaman terhadap pengawasan dari
11
atasan.
Faktor absensi sangat memotivasi anda untuk
12
melakukan pekerjaan.
Ingin mengetahui bagaimana mencapai
13 kemajuan ketika melakukan tugas – tugas
pekerjan.

3. Variabel Kinerja Karyawan

Pertanyan Alternatif Jawaban


No
SS S KS TS STS
Saudara selalu berusaha agar pekerjaan
1.
selesai sesuai targetnya
Saudara bekerja sesuai dengan kemauan
sendiri tanpa mempedulikan apakah
2.
pekerjaan saudara sudah mencapai target
yang telah ditentukan atau belum.
Saudara menyelesaikan tugas saudara tanpa
adanya beban tanggung jawab sehingga
3.
pekerjaan yang saudara lakukan tidak pernah
sesuai dengan job description saudara.
Saudara berusaha menyelesaikan pekerjaan
4. saudara lebih cepat dari waktunya, agar
saudara dapat mengerjakan tugas berikutnya.
Hasil pekerjaan saudara sangat menentukan
5. kelangsungan hidup kantor, oleh sebab itu
saudara selalu memperhatikan kualitasnya.
Lmpiran 2

Karakteristik Responden Motivasi Kerja (X2)


No ∑x2
us jk pddk msk gj mk1 mk2 mk3 mk4 mk5 mk6 mk7 mk8 mk9 mk10 mk11 mk12 mk13 kk1
1 2 2 3 1 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 49 2
2 3 1 2 2 1 4 5 4 4 4 4 3 5 4 5 5 4 4 55 4
3 1 2 2 1 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 51 4
4 3 2 3 1 7 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 49 2
5 4 1 1 1 1 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 62 5
6 4 1 2 3 6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 52 3
7 4 2 3 2 6 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 5 5 54 4
8 4 1 2 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 64 5
9 3 1 2 3 7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 52 4
10 3 1 2 1 1 4 5 5 4 3 5 4 4 4 4 4 4 5 55 2
11 2 2 3 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 53 4
12 3 2 3 1 2 5 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 49 4
13 2 2 3 1 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 51 4
14 2 2 3 1 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 61 5
15 2 2 3 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 65 3
16 4 2 2 3 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 64 3
17 1 1 3 1 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 3 59 4
18 2 1 2 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 54 2
19 1 1 3 1 4 4 4 3 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 55 5
20 4 1 3 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 64 5
21 2 1 3 1 5 4 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 5 5 55 4
22 3 1 2 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 53 5
23 4 1 2 1 1 5 4 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 61 3
24 3 1 2 1 1 4 3 5 4 5 3 4 4 4 4 4 5 5 54 4
25 3 1 2 2 1 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 3 5 5 56 4
26 2 2 3 1 3 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 59 4
27 3 1 2 2 1 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 5 5 52 3
28 2 1 2 1 2 4 4 5 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 54 4
29 2 1 3 1 4 5 5 5 3 5 3 5 4 4 4 4 4 4 55 4
30 3 2 2 1 3 5 5 5 5 3 5 4 4 4 5 5 5 5 60 4
Kepuasan Kerja (X1) K
∑x1
kk2 kk3 kk4 kk5 kk6 kk7 kk8 kk9 kk10 kk11 kk12 kk13 kk14 kk15 kk16 kk17 kk18 kk19 kk20 kky1
2 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 71 4
4 4 4 3 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 3 5 4 5 4 83 3
3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 75 4
2 3 4 3 5 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 73 3
5 5 5 4 5 4 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 4 4 5 92 5
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 78 4
4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 5 4 5 79 4
5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 96 5
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 81 4
4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 80 4
4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 78 4
4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 4 5 5 4 4 5 4 3 74 4
4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 81 4
5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 1 5 5 5 88 5
3 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 93 5
4 4 3 3 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 88 4
4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 87 5
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 78 4
4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 3 4 5 4 4 3 88 5
5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 5 93 5
5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 88 5
5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 88 4
5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 90 5
5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 3 5 83 4
3 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 5 4 5 4 3 4 4 4 81 5
4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 89 4
3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 77 3
4 4 5 5 5 3 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 86 5
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 88 5
5 4 5 5 4 4 4 5 5 3 4 5 3 4 4 4 5 5 5 87 4
Kinerja Karyawan (y)
∑y
kky2 kky3 kky4 kky5
4 4 2 4 18
5 4 5 5 22
4 4 3 4 19
4 4 3 4 18
5 5 5 5 25
4 4 4 4 20
4 4 4 3 19
5 5 5 5 25
4 4 4 4 20
4 4 4 4 20
4 4 4 4 20
3 4 4 4 19
4 4 4 5 21
4 5 5 4 23
5 5 5 5 25
5 5 5 5 24
5 5 5 4 24
4 4 4 4 20
4 5 4 5 23
5 5 5 5 25
4 4 4 4 21
4 4 4 5 21
5 4 5 4 23
4 4 4 4 20
4 5 5 3 22
4 4 4 4 20
4 4 4 4 19
3 4 4 4 20 keteerangan :
4 4 4 4 21 = pertanyaan variabel yang tidak valid
4 4 5 5 22 = jumlah nilai skala pengukuran masing-masing variabel
Frequencies
Statistics

motivasi
kerja 1 mk2 mk3 mk4 mk5 mk6 mk7 mk8 mk9 mk10 mk11 mk12
N Valid 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mean 4.40 4.37 4.40 4.20 4.07 4.30 4.30 4.20 4.30 4.23 4.27 4.50

Frequency Table

motivasi kerja 1

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 1 3.3 3.3 3.3
S 16 53.3 53.3 56.7
SS 13 43.3 43.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk2

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 1 3.3 3.3 3.3
S 17 56.7 56.7 60.0
SS 12 40.0 40.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk3

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 14 46.7 46.7 53.3
SS 14 46.7 46.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk4

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 18 60.0 60.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
mk5

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 6 20.0 20.0 20.0
S 16 53.3 53.3 73.3
SS 8 26.7 26.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk6

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 4 13.3 13.3 13.3
S 13 43.3 43.3 56.7
SS 13 43.3 43.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk7

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 15 50.0 50.0 60.0
SS 12 40.0 40.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk8

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 20 66.7 66.7 73.3
SS 8 26.7 26.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk9

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid S 21 70.0 70.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
mk10

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 1 3.3 3.3 3.3
KS 2 6.7 6.7 10.0
S 16 53.3 53.3 63.3
SS 11 36.7 36.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk11

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 18 60.0 60.0 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

mk12

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 1 3.3 3.3 3.3
S 13 43.3 43.3 46.7
SS 16 53.3 53.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

Frequencies
Statistics

kepuasan
kerja 1 kk2 kk3 kk4 kk5 kk6 kk7 kk8 kk9 kk10 kk12 kk13 kk15 kk16 kk19 kk20
N Valid 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mean 3.77 4.03 4.23 4.10 3.87 4.23 4.17 4.30 4.20 4.27 4.23 4.23 4.33 4.20 4.37 4.40

Frequency Table
kepuasan kerja 1

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 4 13.3 13.3 13.3
KS 5 16.7 16.7 30.0
S 15 50.0 50.0 80.0
SS 6 20.0 20.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
kk2

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 2 6.7 6.7 6.7
KS 4 13.3 13.3 20.0
S 15 50.0 50.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk3

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 17 56.7 56.7 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk4

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 1 3.3 3.3 3.3
KS 4 13.3 13.3 16.7
S 16 53.3 53.3 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk5

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 2 6.7 6.7 6.7
KS 6 20.0 20.0 26.7
S 16 53.3 53.3 80.0
SS 6 20.0 20.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk6

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 19 63.3 63.3 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
kk7

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 21 70.0 70.0 76.7
SS 7 23.3 23.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk8

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid S 21 70.0 70.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk9

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 1 3.3 3.3 3.3
KS 2 6.7 6.7 10.0
S 17 56.7 56.7 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk10

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 18 60.0 60.0 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk12

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 19 63.3 63.3 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
kk13

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 17 56.7 56.7 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk15

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 14 46.7 46.7 56.7
SS 13 43.3 43.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk16

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 18 60.0 60.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk19

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 1 3.3 3.3 3.3
S 17 56.7 56.7 60.0
SS 12 40.0 40.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kk20

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 14 46.7 46.7 53.3
SS 14 46.7 46.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Frequencies
Statistics

kinerja
karyawan 1 kky2 kky3 kky4 kky5
N Valid 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0
Mean 4.30 4.20 4.30 4.23 4.27

Frequency Table
kinerja karyawan 1

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 3 10.0 10.0 10.0
S 15 50.0 50.0 60.0
SS 12 40.0 40.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kky2

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 20 66.7 66.7 73.3
SS 8 26.7 26.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

kky3

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid S 21 70.0 70.0 70.0
SS 9 30.0 30.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

kky4

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid TS 1 3.3 3.3 3.3
KS 2 6.7 6.7 10.0
S 16 53.3 53.3 63.3
SS 11 36.7 36.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

kky5

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid KS 2 6.7 6.7 6.7
S 18 60.0 60.0 66.7
SS 10 33.3 33.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Lampiran 3

Descriptives

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


kinerja karyawan (y) 30 3.60 5.00 4.2600 .43359
kepuasan kerja (x1) 30 3.44 4.75 4.1833 .37245
motivasi kerja (x2) 30 3.75 5.00 4.2944 .38577
Valid N (listwise) 30
Lampiran 4
Frequencies
Statistics

usia jenis kelamin pendidikan masa kerja gaji


N Valid 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0
Mean 2.70 1.40 2.43 1.40 3.13

Frequency Table
usia

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid < 25 thn 3 10.0 10.0 10.0
26 - 30 thn 10 33.3 33.3 43.3
31 - 35 thn 10 33.3 33.3 76.7
> 35 thn 7 23.3 23.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

jenis kelamin

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid laki-laki 18 60.0 60.0 60.0
perempuan 12 40.0 40.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SD - SMP 1 3.3 3.3 3.3
SLTA 15 50.0 50.0 53.3
D III - S 1 14 46.7 46.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

masa kerja

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1 - 10 thn 22 73.3 73.3 73.3
11 - 20 thn 4 13.3 13.3 86.7
21 - 30 thn 4 13.3 13.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

gaji

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid < Rp 1,5 juta 10 33.3 33.3 33.3
Rp 1,6 juta - Rp 2 juta 4 13.3 13.3 46.7
Rp 2,1 juta - Rp 2,5 juta 3 10.0 10.0 56.7
Rp 2,6 juta - Rp 3 juta 4 13.3 13.3 70.0
Rp 3,1 juta - Rp 3,5 juta 5 16.7 16.7 86.7
Rp 3,6 juta - Rp 4 juta 2 6.7 6.7 93.3
Rp > 4 juta 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Lampiran 6

Regression

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N


kinerja karyawan (y) 4.2600 .43359 30
kepuasan kerja (x1) 4.1833 .37245 30
motivasi kerja (x2) 4.2944 .38577 30

Correlations

kinerja kepuasan motivasi


karyawan (y) kerja (x1) kerja (x2)
Pearson Correlation kinerja karyawan (y) 1.000 .872 .908
kepuasan kerja (x1) .872 1.000 .868
motivasi kerja (x2) .908 .868 1.000
Sig. (1-tailed) kinerja karyawan (y) . .000 .000
kepuasan kerja (x1) .000 . .000
motivasi kerja (x2) .000 .000 .
N kinerja karyawan (y) 30 30 30
kepuasan kerja (x1) 30 30 30
motivasi kerja (x2) 30 30 30

Variables Entered/Removedb

Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 motivasi
kerja (x2),
. Enter
kepuasana
kerja (x1)
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Model Summaryb

Change Statistics
Adjusted Std. Error of R Square Durbin-
Model R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig. F Change Watson
1 .923a .853 .842 .17247 .853 78.145 2 27 .000 2.137
a. Predictors: (Constant), motivasi kerja (x2), kepuasan kerja (x1)
b. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)
ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 4.649 2 2.324 78.145 .000a
Residual .803 27 .030
Total 5.452 29
a. Predictors: (Constant), motivasi kerja (x2), kepuasan kerja (x1)
b. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients 95% Confidence Interval for B
Model B Std. Error Beta t Sig. Lower Bound Upper Bound
1 (Constant) -.354 .372 -.951 .350 -1.117 .409
kepuasan kerja (x1) .396 .173 .340 2.291 .030 .041 .751
motivasi kerja (x2) .688 .167 .613 4.124 .000 .346 1.031
a. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Coefficient Correlationsa

motivasi kepuasan
Model kerja (x2) kerja (x1)
1 Correlations motivasi kerja (x2) 1.000 -.868
kepuasan kerja (x1) -.868 1.000
Covariances motivasi kerja (x2) .028 -.025
kepuasan kerja (x1) -.025 .030
a. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N


Predicted Value 3.5897 4.9702 4.2600 .40038 30
Residual -.53482 .29466 .00000 .16641 30
Std. Predicted Value -1.674 1.774 .000 1.000 30
Std. Residual -3.101 1.709 .000 .965 30
a. Dependent Variable: kinerja karyawan (y)
Lampiran 5

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.857 13

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
motivasi kerja 1 51.50 20.741 .444 .851
mk2 51.53 20.395 .524 .847
mk3 51.50 19.776 .574 .843
mk4 51.70 19.114 .721 .834
mk5 51.83 20.351 .402 .855
mk6 51.60 18.938 .639 .838
mk7 51.60 20.179 .467 .850
mk8 51.70 19.803 .658 .839
mk9 51.60 20.317 .666 .841
mk10 51.67 18.230 .736 .831
mk11 51.63 21.206 .333 .858
mk12 51.40 21.076 .367 .855
mk13 51.53 21.430 .268 .862
Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.862 12

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
motivasi kerja 1 47.13 18.809 .471 .855
mk2 47.17 18.489 .550 .851
mk3 47.13 18.257 .525 .852
mk4 47.33 17.333 .733 .838
mk5 47.47 18.395 .431 .860
mk6 47.23 17.220 .638 .844
mk7 47.23 18.323 .481 .855
mk8 47.33 18.092 .648 .845
mk9 47.23 18.461 .687 .845
mk10 47.30 16.562 .732 .836
mk11 47.27 19.306 .348 .863
mk12 47.03 19.551 .307 .865
Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.836 20

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
kepuasan kerja 1 80.00 36.828 .462 .827
kk2 79.73 36.271 .581 .819
kk3 79.53 37.775 .621 .819
kk4 79.67 36.575 .631 .817
kk5 79.90 38.714 .349 .832
kk6 79.53 40.189 .338 .831
kk7 79.60 39.697 .443 .828
kk8 79.47 39.568 .539 .825
kk9 79.57 37.013 .624 .818
kk10 79.50 40.259 .317 .832
kk11 79.70 40.907 .227 .836
kk12 79.53 40.051 .357 .831
kk13 79.53 38.602 .508 .824
kk14 79.40 42.662 -.004 .844
kk15 79.43 39.151 .406 .829
kk16 79.57 38.461 .543 .823
kk17 79.77 40.116 .188 .843
kk18 79.37 40.723 .265 .834
kk19 79.40 39.421 .460 .827
kk20 79.37 38.861 .477 .826
Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.853 16

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
kepuasan kerja 1 63.17 29.730 .481 .846
kk2 62.90 29.266 .600 .837
kk3 62.70 31.114 .574 .839
kk4 62.83 29.661 .638 .835
kk5 63.07 31.375 .378 .851
kk6 62.70 32.976 .339 .850
kk7 62.77 32.737 .411 .847
kk8 62.63 32.378 .550 .843
kk9 62.73 29.995 .640 .835
kk10 62.67 33.126 .305 .852
kk12 62.70 32.838 .361 .849
kk13 62.70 31.321 .542 .841
kk15 62.60 31.972 .415 .847
kk16 62.73 31.444 .540 .841
kk19 62.57 32.599 .410 .847
kk20 62.53 31.775 .478 .844
Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.767 5

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
kinerja karyawan 1 17.00 3.310 .407 .773
kky2 17.10 3.197 .609 .703
kky3 17.00 3.241 .740 .676
kky4 17.07 2.616 .660 .678
kky5 17.03 3.551 .368 .780