P. 1
MR Edisi 217

MR Edisi 217

|Views: 734|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Jul 22, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 5
Harga Sembako naik, Kemiskinan Meningkat

Hal. 6
e-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Contact Person : 0812 9936 977

Tahun 2011 Alokasikan Rp 200 Miliar Bagi Koperasi

klik website : www.mediarakyatonline.com

Pembawa Suara Pembangunan
BNP2TKI Jajaki Pola Penempatan dengan Swasta
Pemerintah memberi kesempatan kepada rakyat kurang mampu untuk bekerja ke luar negeri. Ini sesuai (Hal 4)

Bangsa

Hal. 8
Pemerintah Akan Beli Lisensi RSBI

Baca Juga

Edisi 217 Tahun X, 23 - 31 Juli 2010

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Mendag : Pasokan Bahan Pokok Aman
Harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah daerah merangkak naik. Sangat tak terkendali. Kenaikannya bahkan mencapai (Hal 2)

Yusril Sedang Mencari SK Pensiun Hendarman
Johan Budi

Jakarta (MR) Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Izha Mahendra mengaku saat ini sedang mencari-cari apakah sudah ada Surat Keputusan pensiun Hendarman Supandji sebagai jaksa sebagaimana diatur dalam undang-undang

kejaksaan. “Saya saat ini sedang mencari-cari apakah ada SK Pensiun Hendarman. Kalau ada berarti Hendarman telah merima gaji buta selama dua tahun, bisa saya laporkan ke KPK,” kata mantan Mensesneg Yusril Izha Mahendra pada baca hal 11

Bambang Soesatyo:

“Tahan Hartono Tanoesoedibjo”
Jembatan Telan Korban
Jakarta (MR) Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mendesak Kejaksaan Agung untuk menahan Hartono Tanoesoedibjo, tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Sisminbakum). “Hal itu mengacu pada langkah Kejagung yang telah menahan para tersangka kasus itu sebelumnya,” tegasnya di Jakarta, Senin (19/7). Bambang menyatakan, institusi penegak hukum yang dipimpin Hendarman Supandji itu harus bisa menjaga independensinya. Penegasan dikatakannya, untuk menangggapi kemungkinan adanya pengaruh hingga Kejagung tidak menahan Hartono usai pemeriksaan pertama pada 15 Juli lalu. “Kejagung tidak perlu takut dengan Istana,” kata politisi tersebut. Sebelumnya kolega Bambang dari Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, langkah Kejagung yang tidak menahan Hartono mengundang pertanyaan dan memunculkan berbagai spekulasi. Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana baca hal 11

Masyarakat Minta Bangunan Beton

Natuna (MR) Masyarakat di Desa Semedang, Sedanau Timur, SP I, SP 2, dan Desa SP 3 Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, berharap agar jembatan pelabuhan Desa Semedang yang panjangnya hingga 600 M secepat mungkin diperbaki. pasalnya, Jembatan yang dibangun beberapa tahun lalu menggunakan kayu apa-adanya itu dinilai sudah tidak layak untuk dipergunakan, beberapa tiang dan lantai jembatan sudah lapuk bahkan sempat menelan korban, seorang warga yang mencoba memberanikan diri melewati jembatan, bersama motor nya jatuh kelaut. Kepala Desa Sedanau Timur Wan Hasan yang telah diamanahkan oleh masyarakat banyak untuk tetap menjaga dan merawat jembatan yang manfaatnya untuk kepentingan orang banyak ini, sehingga, Pada tahun 2009 lalu, dana ADD sebesar Rp20 Juta ditambah dana padat karya baca hal 11

Hartono Tanoesoedibjo

Bambang Soesatyo

Hindari Wartawan, Kepala Sekolah Berbohong
Bogor (MR) Jika KKN merebak di dunia pendidikan bagaimana nasib bangsa ini kedepannya karena lembaga pendidikan harus jadi barometer bagi lembaga yang ada di Indonesia yang pasti, Jika guru kencing berdiri muridnya kencing berlari dan dunia tinggal tunggu kehancurannya. Lemahnya pengawasan terhadap dunia pendidikan membuat para kepala sekolah rawan berkorupsi hal ini terjadi di salah satu sekolah SMK Bina Mandiri Kodya Bogor, Dimana sekolah tersebut mendapat alokasi bantuan dari propinsi melalui BANSOS anggaran tahun 2009 sebesar 100 juta untuk RKB dan ternyata dalam pelaksanaanya tidak sesuai Bistek dan RAB . Ketika Tim MR menyambangi untuk mengadakan konfirmasi Sri sang Kepala Sekolah berkelit dan berbohong dia mengatakan Kepala Sekolah sedang tidak ada padahal dia sendiri sebagai Kepala sekolahnya, sungguh perilaku Kepsek SMK Bina Mandiri ini tidak mencerminkan seorang jiwa pendidik yang seharusnya memberikan tauladan aterhadap anak didiknya bagaimana sekolah tersebut bisa mencetak anak didiknya, bagaimana sekolah tersebut bisa mencetak anak didik yang berahlak dan bertanggung jawab jika Guru atau Kepala Sekolahnya suka berbohong. Ditempat terpisah Nurhidayat, SH. anggota LBH pers Indonesia berkomentar untuk permasalahan yang ada di SMK Bina Mandiri ibarat penyakit sudah komplikasi selain pembangunan yang tidak mengacu terhadap SK Dirjen Cipta Karya 295, Kepseknya juga suka berbohong jadi kepada Disdik Kodya Bogor sebaiknya Kepala Sekolah Sri di pecat saja agar tidak menularkan penyakit terhadap generasi bangsa Indonesia. >> Rus

Enam Tahun Pemerintah Provinsi Kepri

PEMERINTAH PROPINSI JAWA BARAT DINAS BINA MARGA DAN PENGELOLAAN JALAN WILAYAH PELAYANAN SATU
Mengucapkan

Selamat Hari Jadi Cianjur
Ke-333 (12 Juli 2010)
Semoga Kab. Cianjur Lebih maju dalam pembangunan serta perekonomian masyarakat yang berkelanjutan

Menyogok Dosen Waktu Ujian Akhir
Seorang profesor memberikan ujian besar satu hari untuk murid-muridnya. Dia membagi-bagikan semua tes dan kembali ke meja untuk menunggu. Setelah tes selesai, para siswa semua menyerahkan kembali hasil tes. Profesor menyadari bahwa di salah satu lembar jawaban seorang siswa telah terpasang selembar uang $100 dengan sebuah catatan yang mengatakan "Satu dolar per poin." Pada kelas berikutnya profesor menyerahkan hasil tes kembali. Mahasiswa ini memperoleh kembali hasil tes dan kembalian $56.

Terkait Pemerasan, 2 Anggota Polri Di Tuntut 15 Bulan
Sidoarjo (MR) Kedua terdakwa anggota Polwiltabes Surabaya yang sekarang dilikuidasi menjadi Polrestabes, AKP R Kuntjara Tjahya dan Briptu Saud Binsar H Manurung dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Purwadi, SH dan Roginta S, SH. selama 15 bulan penjara dengan denda masing masing Rp50 juta di PN Sidoarjo, selasa (20/07) yang dipimpin Majelis Hakim Sri Herawati, SH. Menurut JPU, dari keterangan saksi-saksi yang pernah di hadirkan dalam persidangan termasuk saksi korban yakni Sausi, Sudar dan Supandi, terdakwa terbukti menerima sesuatu barang berupa uang sebesar Rp20 juta agar mereka bisa dilepaskan. Ia juga mengatakan, semua yang dituduhkan, terdakwa sudah mengakuinya semua perbuatannya saat pemeriksaan terdakwa. Ditanya mengenai sikap terdakwa yang sempat mengelak dan menyatakan bahwa semua keterangan saksi yang pernah dihadirkan, Bambang mengungkapkan, memang saat itu keterangan Sri di sangkal saksi Sultan HB X semua oleh

Kepri (MR) Perayaan enam tahun Pemerintahan Provinsi Kepri, Kamis 1 Juli 2004-1Juli 2010 berlangsung cukup sederhana dirayakan oleh seluruh staf dan pegawai lingkungan Pemerintah Kota Kepri di Halaman Kantor Gubernur, Tanjungpinang. Sejumlah unsur dari perwakilan koordinasi pimpinan daerah, Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, maupun juga tokoh masyarakat di Provinsi Kepri. Dalam sambutannya, Plt Gubernur Kepri HM Sani mengucapkan terimakasih atas jasa Gubernur Ismeth baca hal 11 Abdullah yang telah berhasil membangun terdawa, namun saat pemeriksaan terdakwa mengakuinya. " Terdakwa menyangkal bahwa peryataan saksi semua tidak benar waktu itu karena menurut terdakwa dirinya malu mengakui karena ada korban serta keluarga korban”, terangnya. Sementara kuasa hukum dari terdakwa AKBP Maruli S, SH. dari Binkum Polda Jatim menilai tuntutan jaksa berlebihan apalagi pasal yang digunakan tidak masuk atau sesuai. “terdakwa di kenakana pasal korupsi sedangakan, apa yang dikorupsi baca hal 11

Lintas Daerah
Semangat Koperasi Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Kota Tasikmalaya (MR) Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya dilaksanakan Acara Apel Pagi dirangkaikan dengan Peringatan Hari Koperasi ke-63 Tingkat Kota Tasikmalaya dan Pemberian Penghargaan kepada Koperasi Berprestasi, bantuan 40 unit Mesin Jahit, 10 unit Oven, 1 unit Mesin Giling, 5 Paket Sembako untuk perwakilan Keluarga Pra Sejahtera, Pemberian Hadiah Utama 2 buah Sepeda Motor MIO kepada pemenang Gerak Jalan Sehat baca hal 11

AKP R Kuntjara Tjahya dan Briptu Saud Binsar H Manurung

Satpol PP Kota Banjar Belum Siap Dipersenjatai
Banjar (MR) Dalam peraturan Mendagri No 26 tahun 2010 tentang penggunaan senjata api bagi satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun pada saat ini sepertinya belum siap menerimanya atau akan direalisasikan oleh Satpol PP Kota Banjar. Menurut Kepala Satpol PP Kota Banjar, Drs.Supratman, pihaknya belum siap dipersenjatai, sebab disamping itu melihat dinamika wilayahpun menjadi pertimbangan apakah “ Pol PP akan dilengkapi senjata api atau tidak. Tergantung kotanya atau Kabupaten di wilayah pusat Ibukota daerah yang memungkinkan dan lebih memerlukan. tandasnya. Menurut Supratman, untuk wilayah seperti kota Banjar, agaknya berlebihan jika saat ini, untuk menunjang operasionalnya diberi senjata api, jelasnya. Ditambahkanya, untuk kepemilikan senjata api bagi Pol PP itu harus menempuh prosedur yang sudah ditentukan. Sebab tidak semua anggota dilengkapi baca hal 11

2
Menag :

Berita Utama
Jakarta (MR) Harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah daerah merangkak naik. Sangat tak terkendali. Kenaikannya bahkan mencapai lebih dari 100 persen. Penyebabnya pasokan yang minim akibat hujan, gagal panen, dan bencana alam di berbagai daerah. Kenaikan harga di sejumlah pasar di Jakarta, misalnya sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Pantauan wartawan, Selasa (13/ 7), harga cabai merah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah naik Rp 6.000 menjadi Rp 18 ribu. Sayur-mayur bahkan naik 100 persen dari rata-rata Rp 500 per ikat menjadi seribu rupiah. Lonjakan harga ini mengusik Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu turun ke lapangan meninjau langsung. Mari Elka mengakui kenaikan disebabkan pasokan yang berkurang. “Kalau dicek di pasar induk memang pasokannya berkurang sekitar 20 persen,” jelas Mari di Pasar Koplo, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (16/7). Perihal pasokan, Mari Elka sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasinya. Dan ia menjamin pasokan aman sampai Lebaran hingga akhir tahun. “Kita benar-benar memastikan tidak ada masalah atau gangguan di distribusi. Dan tidak ada masalah kekurangan pasokan,” kata Mari. Mari Elka tak menjelaskan adanya kemungkinan harga turun. “Kita harapkan tidak ada lonjakan. Lebih penting lagi pasokannya cukup,” tambah Mendag. Harga bahan-bahan pokok seperti cabai, bawang putih, atau ayam potong naik. Pantauan di Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat, cabai merah naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Bawang merah menjadi Rp 19 ribu per kilo. Bawang putih naik dua kali lipat menjadi Rp 25 ribu per kg. Sementara ayam potong menjadi jadi Rp 27 ribu. Pun demikian yang terjadi di Pasar Agung, Sukmajaya,

Tahun Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

Harga Pemondokan Haji Sudah Sesuai
Jakarta (MR) Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan plafon harga sewa pemondokan bagi jemaah haji pada biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010 sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat sudah sesuai dengan harga saat ini sehingga sulit untuk menurunkannya. “Kami minta agar DPR tidak mengusulkan untuk menurunkan lagi karena saat Suryadarma Ali ini harganya memang sudah seperti itu,” katanya disela rapat pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Jakarta. Suryadharma menjelaskan, plafon harga sewa pemondokan di Mekkah sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat tidak naik dibandingkan harga sewa tahun lalu, tapi kualitas pelayanannya justru naik. Ia mencontohkan, jika pada penyelenggaraan haji tahun 2009 hanya sebanyak 28 persen jemaah haji Indonesia yang mendapat pemondokan di ring I, yakni terjauh empat dari Masjidil Haram, tapi pada penyelenggaraan haji tahun 2010 akan meningkat hingga 68 persen. Padahal, kata dia, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi masih terus melakukan renovasi perluasan kawasan Masjidil Haram, sehingga hotel, losmen, atau perumahan di sekitar Masjidil Haram lokasinya makin menjauh. Dengan plafon harga sewa pondokan sebesar 3.000 dolar AS, kata dia, jika ada peningkatan harga sewa maka akan ditanggung oleh pemerintah dengan menggunakan dana optimaliasi haji yakni bersumber dari kelebihan BPIH tahun lalu. Dalam kesempatan patan tersebut Suryadharma mengatakan, penurunan BPIH sebesar 36 dolar Amerika Serikat dari total BPIH yang diusulkan pemerintah sebesar 3.577 dolar AS. Suryadharma Ali menjelaskan, pemerintah tidak mencari keuntungan dari penyelenggaraan haji tapi tetap menjaga kemungkinan perubahan kurs dolar yang akan mempengaruhi BPIH. Menurut dia, selain meningkatkan kualitas pemondokan di Arab Saudi, pemerintah juga memperhitungkan komponen fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, fluktuasi harga avtur, peningkatan kuota haji, serta persaiangan. Dengan asumsi perhitungan yang menjadi pertimbangan tersebut, kata dia, Kementerian Agama tetap menginginkan adanya tabungan dana optimalisasi untuk penyelenggaraan haji tahun 2011. “Makanya kita sepakati dulu, strategi pembiayaan apakah tidak perlu ada tabungan atau tabungan sedikit saja. Kalau tabungannya sedikit maka ada potensi kenaikan BPIH tahun depan,” kata Suryadharma. Sebelumnya, pada pembahasan antara tim pemerintah dan tim Komisi VIII DPR sudah mencapai penurunan sebesar 63 dolar Amerika Serikat meliputi penurunan biaya penerbangan sebesar 59 dolar AS serta penurunan komponen biaya tidak langsung sebesar 4 dolar AS. >> Muhammad

Mendag : Pasokan Bahan Pokok Aman

78 Imigran Gelap Dievakuasi ke Kupang
Kupang (MR) Sebanyak 78 dari 82 orang imigran gelap asal Afganistan, Iran dan Irak yang sebelumnya di tampung di tahanan Polres Sumba Timur, akhirnya berhasil dievakuasi ke rumah detensi imigrasi (Rudenim) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga dievakuai ke Kupang, Jumat, (9/7) malam, empat dari total 82 orang imigran gelap yang ditangkap di perairan Pulau Salura, kabur dari tahanan Polres Sumba Timur dengan motif tidak jelas dan hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian setempat,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Kantor Imigrasi Kupang, Moon Bagarai, di Kupang, Minggu. Ia mengatakan hal itu diselasela penjemputan para imigran gelap di pelabuhan Fery Bolok di Kabupaten Kupang, untuk selanjutnya diantar ke Rudenim Kupang guna proses penanganan lanjutan. Menurut dia, hasil pemeriksaan di Polres Sumba Timur, para imigran gelap ini mengaku kabur dari penampungan badan resmi PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) di Cisarua Jawa Barat dan berhasil melarikan diri ke Australia. Dalam perjalan ke Australia itu, perahu yang ditumpangi bocor dan terbawa arus ke perairan di Selatan Paulau Sumba, hingga terdampar di Pulau Salura dan ditangkap aparat Polres Sumba Timur, Minggu tanggal 27 Juni 2010. Kaburnya para imigran dari Cisarua Bogor itu, karena belum ada kepastian atas proses hukum yang hendak dihadapi, sehingga memilih kabur dari tempat penampung. Kepala Imigrasi Kupang, Engelbertus Rustarto yang dihubungi terpisah membenarkan 78 orang imigran sedang dalam proses evekuasi pihak terkait di pelabuhan Bolok Kupang menuju Rudenim Kupang. Ke-78 orang imigran gelap itu selama dua pekan berada dalam tahanan Polres Sumba Timur karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat selama dua pekan terkahir ini Rustarto mengatakan dalam awal bulan Juli ini sudah sekitar 148 orang imigram gelap ditangkap aparat keamanan di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dengan perincian 82 orang di perairan Pulau Sumba dan sekitar 66 orang di perairan pulau Rote dan Timor. Sehingga katanya total imigran gelap yang akan ditampung di Rudenim Kupang mencapai 169 orang. “Jumlah ini belum termasuk 78 orang yang sedang dievakuasi menuju Rudenim Kupang, sehingga pihak imigrasi sedang berkoordinasi denga Dirjen Keimigrasian Pusat untuk memindahkan sebagian imigran gelap ke Rudenim terdekat,” katanya. Pemindahan sebagian imigran gelap ini mendesak karena saat ini Rudenim Kupang tidak dapat menampung semua imigran gelap karena sudah kelebihan kapasitas. “Daya tampung yang ada hanya berkisar antara 60 hingga 80 orang sementara yang ada saat ini 169 belum termasuk 82 orang yang segera dievakuasi dari Sumba Timur itu,” katanya. Namun untuk memindahkan para imigran gelap tersebut ke daerah lain untuk ditampung atau dipulangkan perlu surat resmi dari Dirjen Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM RI, karena selain berkaitan dengan anggaran juga berkaitan dengan kelanjutan proses terhadap para imigran gelap itu. >> Klaudius E Burga

Depok, Jawa Barat. Harga cabai naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram. Harga

bawang juga meroket dari Rp 20 ribu ke Rp 36 ribu per kilogram. >> Nokipa

Anggarkan Rp 500 Miliar, Bio Farma Siap Olah Plasma Darah
Bandung (MR) PT Bio Farma sebagai satu-satunya BUMN yang memproduksi vaksin siap menjadi tempat untuk melaksanakan pengolahan plasma darah pertama di Indonesia, yang selama ini diimpor dari luar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Direktur Utama PT Bio Farma, Iskandar, mengatakan dari segi Sumber Daya Manusia dan mengetahuan Bio Farma sudah siap termasuk investasi yang mencapai Rp 500 miliar, untuk melakukan pengolahan plasma darah. “Kita semuanya sudah siap, tinggal menunggu regulasi Kementerian Kesehatan sebagai acuan sebelum pabrik dibuat jika jadi di Bio Farma,” ujarnya. Iskandar menyatakan, untuk pengolahan plasma dari segi teknis tidak mudah, karena membutuhkan mobilitas massal untuk mengumpulkan darah dari seluruh Indonesia, apalagi adanya keterbatasan waktu darah yang akan diolah harus segar dan baru. “Banyak Negara-negara yang sudah memandirikan pabrik pengolahan plasma darah yang gagal karena tidak didukung dengan monilitas missal,” ucap Iskandar. Menurutnya, untuk mengolah plasma darah di pabrik, tidak bisa menggunakan darah yang sudah berumur 2 bulan, tetapi harus baru dan terjaga kondisi serta keutuhan darahnya. “Secara nasional pengolahan plasma darah sangat strategis untuk sebuah bangsa sehingga perlu adanya penyamaan keinginan dan persepsi antara pemerintah, PMI dan industri serta Badan POM,” katanya. Iskandar menyatakan, pihaknya telah menerima guidelines dari World Health Organization (WHO) tentang pembangunan pabrik plasma darah termasuk persyaratan yang harus dipenuhi PMI dan Badan POM. “PMI dan Badan POM nanti harus di audit sesuai standar WHO,” pungkasya >> Dodi Sulaeman

Ikrar Meteri Mengembalikan Pamor Danau Toba
Samosir (MR) Danau Toba di Sumatra Utara tidak lagi seindah dulu. Menikmati danau ini dari Hutaginjang, Tapanuli Utara, kawasan hutan sebagai hulu sungai yang mengairi Danau Toba sudah gundul di sana-sini. Tidak heran jika permukaan air danau terbesar di Indonesia ini sudah surut hingga tiga meter selama delapan tahun terakhir. Longsor dan banjir bandang pun turut mengancam sebagaimana yang terjadi akhir April lalu dan merenggut lima korban jiwa. Belum lagi soal sampah dan limbah yang mengotori air danau. Mengantisipasi agar tidak mendatangkan bencana lebih besar, sejumlah tokoh masyarakat Batak menggalang aksi kepedulian dengan mengundang beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ke Danau Toba, belum lama ini. Di antaranya Menteri Kehutanan, Menteri Pariwisata, Menteri Pendidikan, dan juga Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Sejumlah pengusaha pun ikut diundang. Para tamu juga dianugerahi bulang-bulang yang terdiri dari ulos, topi batak, serta tongkat yang melambangkan penghormatan masyarakat Batak terhadap tamu. Pada kesempatan ini diucapkan ikrar untuk melakukan reboisasi di seputar Danau Toba yang dikelilingi 10 kabupaten. Warga Batak sendiri berharap kedatangan para tamu ini bukan sekadar menikmati sisa-sisa keindahan Danau Toba. Mereka berharap agar danau yang menjadi maskot Sumatra Utara itu kembali menyedot wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. >> Juang N

Perlambat Anggaran Perkeruh Pemilukada
“Saya prihatin mendengar informasi dari Panwas di kecamatna, hingga kini kesulitan bekerja karena persoalan dana operasional, yang belum juga dicairkan. Sehingga honor mereka yang sedikit terpaksa dipergunakan. Yang membuat saya bingung, kenapa pemerintah membiarkan hal ini terjadi,” P Siantar (MR) Macetnya anggaran kepada Panwaslukada tingkat Kecamtan se-Simalungun, yang disebabkan minimnya anggaran yang dicairkan dari Pemkab Simalungun, memancing reaksi yang beragam dari sejumlah kalangan. Macetnya anggaran kepada Panwaslukada tingkat Kecamtan seSimalungun, yang disebabkan minimnya anggaran yang dicairkan dari Pemkab Simalungun, memancing reaksi yang beragam dari sejumlah kalangan. Namun kebanyakan menyatakan, Pemkab harus bertanggung jawab penuh, manakala nanti dalam pelaksanaan Pemilukada, banyak kesalahan, akibat tidak mendapat pengawasan. “Saya prihatin mendengar informasi dari Panwas di kecamatna, hingga kini kesulitan bekerja karena persoalan dana operasional, yang belum juga dicairkan. Sehingga honor mereka yang sedikit terpaksa dipergunakan. Yang membuat saya bingung, kenapa pemerintah membiarkan hal ini terjadi,” kata Ahmad Simamora SPdi SSos, seorang pengamat kepada wartawan, Kamis (15/7). Kata Ahmad, idealnya Pemkab tidak menjadikan belum dibahasnya anggaran P-APBD Simalungun, menjadi alasan, atas pertanyaan lambannya pencairan anggaran Panwaslukada Simalungun. Pemerintah dapat mengajukan tak terduga, untuk mendahulukan anggaran, keperluan Pemilukada, khususnya untuk anggaran KPUD, dan Panwaslukada. “Sangat miris mendengar kabar, bahwa hingga 5 bulan kerja berjalan, anggaran Panwaslukada masih cair sekitar Rp400 juta. Maka saya tidak menyalahkan, ketika kinerja rekan-rekan Panwaslukada belum maksimal,” ujarnya. Komentar senada juga diutarakan, Robert Simamora. Saat ditemui di kediamannya, di jalan Sangnaualuh Damanik KM 4, Robert mengatakan, permasalahan anggaran Panwaslukada ini, hendaknya menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Selain itu, masalah ini juga, katanya, memperlihatkan seberapa besar keinginan Pemkab, untuk mensukseskan Pemilukada. “Dengan memperlamban proses pencairan anggaran untuk keperluan Pemilukada, berarti pemerintah juga tidak sepenuh hati mendukung suksesnya Pemilukada,” katanya. Selain itu, pria ini juga mengkritik DPRD Simalungun, khususnya Badan Anggaran. Katanya, DPRD seharusnya juga menjadikan hal ini menjadi perhatian, karena meyangkut masa depan Kabupaten Simalungun. >>Togap M/Jentar B

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, E. Supriatna, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : Yosef Rangkuti (Kepala), S. Wahyudi, Kab. Bekasi : Edi Rusdianto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Bandung Kota : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Kuswandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, H. Apipudin, Adlan Taftajani, Kuswandi, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah (Kepala), Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Yudi Novi, Oku Timur : Rustam Efendi (Kepala), Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala, Herwin Saputra, Dodi Togatorop, A. Stansa Tuah, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Biro Natuna : Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M. Amin, Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan, Sidoarjo : Palguno, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Paledang RT 19/20 No. 4 Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 217 Tahun X Tahun 23 - 31 Juli 2010

Berita Utama
“Anggaran yang dimiliki Ditjen Dayasos dan Penanggulangan Kemiskinan untuk tahun 2010 sebesar Rp750miliar. Sebagian dari dana ini, yaitu Rp431miliar atau 57 persennya, diperuntukkan untuk pemberdayaan fakir miskin,” Jakarta (MR) Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan distribusi dana Rp431miliar untuk pemberdayaan fakir miskin. Anggaran dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial itu diperuntukkan bagi 14,8 juta fakir miskin di seluruh Indonesia. “Anggaran yang dimiliki Ditjen Dayasos dan Penanggulangan Kemiskinan untuk tahun 2010 sebesar Rp750miliar. Sebagian dari dana ini, yaitu Rp431miliar atau 57 persennya, diperuntukkan untuk pemberdayaan fakir miskin,” kata Sesditjen Dayasos dan Penanggulangan Kemiskinan, Hartono Laras di Jakarta Jumat pekan lalu. Pemberdayaan fakir miskin itu di antaranya dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE). Keberadaan dan pengembangan KUBE hampir 70 persen berada di daerah melalui dana dekonsentrasi. Program ini terkait dengan perubahan struktur di Kemensos yang menjadi fokus dalam penanganan dan pemberdayaan kemiskinan. Hal itu disesuaikan dengan Undang-undang Kesejahteraan Sosial No 11 Tahun 2009 dimana pelayanan sosial menjadi bentuk bagian dari kesejahteraan sosial. “Adanya pelayanan sosial dilaksanakan dalam empat fungsi, yaitu perlindungan sosial, jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial,” katanya. Beberapa program-program yang terkait dengan penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas utama Kemensos. Tidak hanya fakir miskin, tapi juga pemberdayaan komunitas adat terpencil dan pemberdayaan lembaga. Pada 2010, ada sekitar 12 ribu KUBE. Melalui dana dekonsentrasi, dikembangkan 8.833 KUBE. Sedangkan yang melalui bantuan langsung pemerintah pusat ada sekitar 3360 KUBE. Untuk mendukung program itu, BPS meluncurkan data terbaru bahwa ada penurunan angka kemiskinan. Tahun 2009 jumlah warga miskin 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen, turun menjadi 31,02 juta jiwa atau 13,33 persen. “Walau penurunannya sedikit, tapi tetap menunjukkan ada perubahan. Penurunan angka kemiskinan ini lebih kecil dibanding penurunan dari tahun 2008 ke tahun 2009,? papar Haryanto. Kompleksnya permasalahan kemiskinan yang dihadapi rakyat, tambah Hartono, perlu penanganan masing-masing kementerian sesuai wewenang dan kebijakannya. Pihaknya menampik adanya 17 Kementerian/lembaga yang mena-

3
ngani kesejahteraan membuat penanganan kemiskinan tumpang tindih. “Tidak perlu satu atap kementerian yang menangani kesejahteraan. Sebab, masing-masing kementerian punya tugas dan wilayah kewenangan yang berbeda,” jelasnya mengakhri. >> Eka Lesmana

Plt Sekdakab Anambas Buka Oreantasi PTT 2010

Anggaran Rp 431 Miliar untuk Rakyat Miskin
Pemkot Bengkulu Buat Perda Tentang Pengelolaan Sampah
Bengkulu (MR) Pemerintah Kota Bengkulu akan membuat peraturan daerah tentang pengelolaan sampah hasil produksi masyarakat, sehingga kota ini akan semakin menjadi bersih. “Kita sekarang sedang mengajukan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan sampah di Kota Bengkulu. Ini dilakukan agar Kota Bengkulu ke depan semakin bersih, sehingga Adipura dapat dipertahankan,” kata Asisten II Pemkot Bengkulu Sahlan Sirad, di Bengkulu, Selasa. Perda tersebut akan mengatur tempat pengelolaan sampah di daerah tertentu, seperti kawasan cagar budaya, objek wisata, peninggalan sejarah dan jalan-jalan protokol yang ada di daerah ini. Selain itu, di tempat strategis dalam Kota Bengkulu akan ditempatkan petugas pemungut sampah khusus. Dengan demikian, sampah -sampah tidak berserakan. Dalam draf raperda tersebut juga disebutkan kawasan komersial pengelolaan sampah, antara lain di pusat perbelanjaan, lokasi industri, hotel, perkantoran, restoran, tempat hiburan, fasilitas umum, sosial. Sampah yang diproduksi di tempat ini akan diangkut Dinas Pertamanan Kota Bengkulu menggunakan kendaraan pengangkut sampah secara tertutup dan dipisahkan atara sampah organik dan anorganik. Sedangkan tata cara pengangkutan sampah di tempat tersebut, kata Sahlan akan diatur kemudian oleh peraturan Wali Kota Bengkulu. Raperda ini jika sudah disahkan menjadi perda oleh DPRD Kota Bengkulu akan diterapkan secepatnya kepada masyarakat. Bagi masyarakat Kota Bengkulu yang melakukan pelanggaran dalam perda tersebut, akan dikenakan sanksi berupa kurungan selama dua bulan penjaran dan denda maksimal Rp 5 juta. “Kita berharap setelah perda ini berlakukan semua warga Kota Bengkulu dapat mematuhinya,” ujarnya. Anggota DPRD Kota Bengkulu Effendi Salim mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembuatan perda tentang pengelolaan sampah di daerah ini. Alasanya, dengan adanya perda ini pengelolaan sampah di Kota Bengkulu dapat dilakukan dengan baik. “Kita berberharap dengan adanya perda ini, pengelolaan sampah di Kota Bengkulu semakin baik dari sebelumnya, sehingga kota ini semakin bersih dan tertata baik. Dengan demikian, piala Adipura dapat diraih Kota Bengkulu setiap tahunnya,” ujarnya. >> A-S

Anambas (MR) Plt Sekdakab Anambas Hamdi, kembali mengingatkan pentingnya disiplin kerja bagi para pegawai, terutama pegawai tidak tetap (PTT). Sebab, kedisiplinan bisa menjadi penentu “kelangsungan hidup” karir mereka. “Kedisiplinan kerja PTT akan terus dievaluasi. Jika tidak disiplin, bisa saja kalian diberhentikan,” kata Hamidi saat memberikan pengarahan kepada ratusan PTT di lingkungan Pemkab Anambas dalam Pembukaan Orientasi PTT, Rabu pekan lalu, di gedung BPMS (Balai Pertemuan Masyarakat Siantan). Dalam kesempatan tersebut Hamdi mengatakan, status PTT merupakan posisi yang sangat tidak aman. Untuk itu ia mengimbau, supaya para PTT di lingkungan Pemkab Anambas betul-betul memperhatikan rambu-rambu sebagai seorang aparatur dan menjalankan tugas sebaik mungkin. “Posisi PTT sangat rapuh,” ucap Hamdi. Selain tidak mendapatkan tunjangan kesejahteraan (Kersa), kata Hamdi, seorang PTT juga tidak dijamin akan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan dalam waktu dekat ini, Pemkab Anambas akan menerapkan penggunaan seragam yang berbeda antara PNS dan PTT. Menanggapi tingginya jumlah PTT di lingkungan Pemkab Anambas saat ini, Hamdi berjanji akan membatasi penerimaan PTT untuk tahun-tahun berikutnya. Penerimaan PTT, kata Hamdi, akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang sifatnya mendesak. “Kalau di-stop langsung rasanya tidak mungkin. Tapi pasti akan dibatasi,” katanya. Sikap keras ini merupakan bentuk respon pemerintah terhadap perilaku PTT yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan publik. Sebab, selain cenderung kurang disiplin, para PTT umumnya juga tidak produktif. Untuk itu, dalam orientasi kali ini, sedikitnya 350 PTT bakal digembleng dengan materimateri kedisiplinan dan pamantapan pengetahuan seputar peraturan pegawai. Selama lima hari orientasi, panitia mendatangkan instruktur yang melibatkan unsur TNI AL, TNI AD dan kepolisian. >>Edward

Peringati Isro Mi’raj, Walikota Tasik Serahkan Bantuan
Kota Tasikmalaya (MR) Bertempat di Mesjig Agung Kota Tasikmalaya, Rabu (7/7) dilaksanakan Acara Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Tasikmalaya. Dalam laporannya, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Drs. H. Eddy Sumardi, M. Ed. sebagai ketua PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa tema dari peringatan tersebut adalah “Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mewujudkan masyarakat Kota Tasikmalaya yang kuat imannya, cerdas akalnya dan mulia akhlaknya”. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka menyemarakan syi’ar Islam di Kota Tasikmalaya serta mengambil hikmah yang sebesar-besarnya dari perjalanan kehudupan kita, terutama untuk lebih memuhasabah amaliyah ibadah kita. Sedangkan Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. dalam sambutannya nyampaikan atas nama pribadi dan pimpinan pemerintah menyambut baik acara ini yang merupakan acara rutin dan senantiasa akan terus kita laksanakan bahkan lebih gegap gempita lagi dan ingin ada terkesan bahwa kita dijuluki kota santri harus memperlihatkannya dengan simbol-simbol yang

Bali Rancang Sistem Online Perpajakan
Denpasar (MR) Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat mendukung Fraksi Partai Demokrat untuk menerapkan sistem online dalam pemungutan pajak daerah, khususnya kendaraan bermotor. Pemda mengharapkan dengan sistem online pelayanan akan lebih mudah dan cepat sekaligus mengurangi praktikpraktik yang kurang sehat, kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa. Ia mengatakan, pengkajian dan koordinasi terhadap pelaksanaan sistem tersebut sedang dilakukan oleh Dinas Pendapatan setempat. Penerapan sistem jaringan online itu penting mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Bali rata-rata mampu memberikan kontribusi sebesar 63,1 persen terhadap APBD selama kurun waktu delapan tahun,2002-2009. PAD Bali 2009 sebesar Rp1,1 triliun atau 61,19 persen terhadap APBD Bali yang mencapai Rp1,9 triliun. Sebelumnya, 2008 kontribusi PAD terhadap APBD sebesar 63,30 persen, naik dari tahun 2002 yang hanya 52,42 persen. Hal itu berkat PAD Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2002 PAD Pulau Dewata hanya tercatat Rp467,74 miliar meningkat menjadi Rp559,68 miliar pada tahun 2004 dan tahun 2009 sebesar Rp1,05 triliun. Ketut Teneng menjelaskan, selama 2009 PAD Bali mencapai Rp1,05 triliun atau 119,08 persen dari sasaran yang hanya Rp977,41 miliar. Dari PAD tersebut, sekitar 90 persen ditopang oleh pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Oleh sebab itu, Pemprov Bali lebih mengintensifkan kedua pajak andalan tersebut, disamping pajak-pajak potensial lainnya dengan harapan mampu meningkatkan PAD untuk menopang APBD setempat. Ketut Teneng menambahkan, Dinas Pendapatan Daerah Bali sedang berupaya menyempurnakan pemungutan PKB dan BBNKB dengan merancang sistem pembayaran secara online. Dispenda Bali sedang membuat perencanaan dan diharapkan bisa diterapkan dalam tahun 2011 atau 2012. Di Bali hingga kini tercatat 1,7 juta unit kendaraan bermotor, sebagian besar adalah sepeda motor. Adanya pelayanan sistem dalam jaringan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak. Selain adanya kesadaran pemilik kendaraan bermotor untuk memenuhi kewajiban serta didukung sistem pelayanan yang baik, diharapkan mampu meningkatkan PAD, jelas Ketut Teneng. >> Nyoman

Walikota Tasikmalaya memberikan penghargaan berupa uang kadeudeuh kepada para juara MTQ Tingkat Nasional dan Tingkat Provinsi Jawa Barat perwakilan Kota Tasikmalaya

harus kita raih. Dalam kesempatan tersebut Walikota menyerahkan bantuan sosial keagamaan triwulan keII tahun 2010 dari pemerintah Kota Tasikmalaya untuk pondok pesantren/yayasan/majelis taklim/masjid/madrasah sebesar Rp. 334.644.000,- untuk 281 lokasi. Selain itu walikota juga memberikan uang pembinaan dari pemerintah Kota Tasikmalaya kepada para juara MTQ keXXXI Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010 utusan kafilah Kota Tasikmalaya sebesar Rp. 342.000.000,- dengan rincian : Juara terbaik Satu sebanyak 3 orang masing-masing mendapatkan Rp.38.000.000,-, Juara terbaik Dua sebanyak 4 orang masing-masing mendapatkan Rp.17.100.000,-, Juara terbaik

Tiga sebanyak 11 orang masing-masing mendapatkan Rp.11.400.000,- dan Juara harapan sebanyak 3 orang masing-masing mendapatkan Rp.5.700.000,-. Dilanjutkan penyerahan uang pembinaan kepada peserta terbaik I cabang Hifdzil Qur’an 10 Juz Putri atas nama Siti Nur Amiroh pada MTQ Tingkat Nasional Tahun 2010 di Kota Bengkulu sebesar Rp. 28.500.000,- dan peserta terbaik II Pidato Bahasa Indonesia atas nama Suhendi sebesar Rp.4.750.000,- serta terbaik III Pidato Bahasa Inggris atas nama Egi sebesar Rp.2.375.000,pada Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 di Kota Bandung. >> H. Ade Dimyati.

Reformasi Birokrasi Belum Memuaskan
Yogyakarta (MR) Reformasi birokrasi belum menampakkan hasil yang diharapkan, karena reformasi struktural baru menyangkut perubahan pada aspek kelembagaan, sistem, dan prosedur yang lebih mudah diidentifikasi. “Perubahan yang berbasis budaya untuk mengubah pemikiran dan perilaku belum cukup disentuh,” kata pengasuh Komunitas Budaya Yogya Semesta Hari Dendi di Yogyakarta, Minggu. Ia mengatakan, keberhasilan reformasi birokrasi ditentukan oleh empat permasalahan mendasar yang beraspek budaya, yakni pengelolaan perubahan, pengembangan kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, dan budaya kerja. Namun, menurut dia, di tingkat pemerintahan jika ingin membuat gebrakan perubahan akan banyak menghadapi ranjau-ranjau resistensi. Bahkan, mendengar kata “perubahan” saja mungkin banyak orang yang merasa khawatir. “Hal itu dapat dimengerti, karena ketika seseorang dipaksa menyesuaikan diri terhadap kondisi yang berubah, di situ selalu ada kegetiran,” katanya. Oleh karena itu, menurut dia, reformasi birokrasi kehilangan mantra saktinya untuk suatu perubahan, karena menghadapi budaya birokrasi yang mengakar kuat. “Kondisi itu membenarkan tesis antropolog Koentjaraningrat bahwa sistem budaya yakni suatu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia yang relatif mantap dan kontinu memang sulit untuk diubah,” katanya. Sehubungan dengan hal itu, Komunitas Budaya Yogya Semesta akan menyelenggarakan dialog dengan topik Transformasi Watak “Satriya” Menjadi Budaya Kerja Birokrasi di Bangsal Kepatihan Yogyakarta pada 20 Juli 2010. “Dialog menghadirkan pembicara kerabat Keraton Yogyakarta KRT Jatiningrat, budayawan Yuwono Sri Suwito, dan pamong budi pekerti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Ki Sutikno,” katanya. >>Suratno

Gebyar Koperasi Ke-63 di Tanjungpinang, Meriah
Tanjungpinang (MR) Hari jadi Koperasi Se Indonesia pada tanggal 12 juli setiap tahunya memicu Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Tanjungpinang untuk memperingatinya lewat kegiatan Gebyar Koperasi Ke-63 Tahun 2010 Di Kota Tanjungpinang. Kegiatan Gebyar Koperasi berlangsung pada Senin Malam (12 /07) di lapangan Pamedan A Yani dihadiri Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan. Turut hadir juga Wakil Walikota Tanjungpinang Drs. H. Edward Mushalli, Plt Sekdako Tanjungpinang Drs. H. Gatot Winoto, MT , Wakil I DRPD Kota Tanjungpinang Huznizar Hood, Kadin Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto, Kepala Dinas Koperasi & UKM Provinsi Kepri serta unsur Muspida. Upaya meningkatkan semangat Koperasi terus dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Tanjungpinang. Hal ini ditandai dengan perhatian lebih terhadap Koperasi yang ada di Kota Tanjungpinang untuk terus berprestasi dan mampu mengimbangi perekonomian yang ada di Kota Tanjungpinang. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Tanjungpinang Drs. H. Wan Kamar, MM Menyampikan selamat Hari Koperasi kepada pelaku Koperasi dan semoga tetap maju dan sukses untuk terus membantu perekonimian masyarakat. Acara yang bertajuk Gebyar Koperasi Ke 63 ini juga bertujuan untuk menggairahkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan antara koperasi dan meningkatkan kualitas dan mutu Koperasi. Menurut data yang dihimpun dari Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Tanjungpinang, jumlah koperasi di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2002 (62 Koperasi), tahun 2004 (118 Koperasi), tahun 2006 (149 Koperasi), tahun 2007 (179 Koperasi), tahun 2008 (217 Koperasi) dan tahun 2009 (252 Koperasi). Angka yang cukup signifikan yang membuktikan bahwa upaya masyarakat Kota Tanjungpinang menuju perekonomian dan kesejahteraan bersama telah meningkat dengan baik. Drs. H. Wan Kamar, MM juga tidak menampik bahwa kesejahteraan suatu koperasi yang mengalami naik turun itu dikarenakan kurang efisiennya penyusunan RAK, administrasi koperasi yang tidak rapi, ketidakharmonisan anggota koperasi sehingga sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan koperasi itu sendiri. “Oleh karena itu, melalui kegiatan inilah diharapkan kita bisa meningkatkan gairah para pelaku koperasi untuk terus berprestasi dan menjadi koperasi yang sukses”, ungkap Wan Kamar selaku ketua panitia kegiatan. Suryatati A Manan juga menerangkan bahwa melalui peringatan Koperasi ini, para pengurus koperasi bisa mengambil inti dari peringatan Kope-

Seksi Patrol Indramayu Meriahkan Harbak PJT II
Indramayu (MR) Jajaran Perusahaan Jasa Trita (PJT) II Seksi Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sedang menggelar acara pertandingan Cabang Olah Raga Bolla Volly, Sepak Bolla dan Temis Meja, dalam menyambut dan memeriahkan Hari Bakti (Harbak) PJT II dan Hari Ulang Tahun (HUT) RI pada Agustus mendatang. Kaur Umum PJT II Seksi Patrol, TB. Jauhari, mengatakan acara tersebut diruang kerjanya Rabu siang pecan lalu. Dalam kegiatan olahraga menyambut Harbak PJT II ke 42 dan HUT RI ke 65, diikuti Tim olah raga dari Kantor Pengawas Sungai Irigasi (PSI) Gabus Wetan, Cipancuh, Anjatan, Bugis, Sukra, Pusaka Negara dan Seksi Patrol, tuturnya. TB. Jauhari menambahkan, pelaksanaan pertandingan Bolla Volly dibelakang Kantor Seksi Patrol, Tenis Meja diruang rapat Kantor Seksi Patrol dan Sepak Bolla di Lapangan Bolla Desa Patrol, yang sudah dimulai sejak ( 8 /7) lalu. Adapun susunan pengurus Harbak PJT II dan HUT RI adalah Ketua : Daka. Sekretaris : Kasa Wijaya, Bendahara : TB. Jauhari, dan Koordinator : Odih Sodikin. >> Mukromin

rasi Indonesia. “Dengan moment yang ada, para pengurus koperasi bisa mengambil hikmah dari peringatan Koperasi ini dan terus memajukan koperasi demi meningkatkan kesejahteraan anggota”, imbuhnya. Walikota juga memberi penghargaan setinggi-setingginya kepada para pengurus koperasi dan memberi bantuan pembinaan untuk 10 besar Koperasi Terbaik sebesar masing -masing Rp. 5.000.000,-. “Semoga koperasi terus meningkatkan kinerjanya sehingga koperasi maju jaya”, tambah Suryatati. Adapun yang keluar sebagai 10 besar Koperasi Terbaik 2010 (Hasil Penilaian Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Tanjungpinang), sbb : 1).KPRI SMPN 10. 2).KSU Semangat Juang. 3.Koperasi AD (Kopan-

da). 4)Gebyar Koperasi. 5). Koperasi Mandiri Jaya. KSU Berkat Bersama. 6).Koperasi Wandian Ekawati. 7).Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Bt 6. 8).Koperasi Kinerja. 9).Koperasi Ojek Sri Bintan Pura Tanjungpinang. 10).Koperasi SD Kota Tanjungpinang. Dan peringkat Koperasi Terbaik (Hasil Penilaian Kementrian Koperasi & UKM RI), : (1).KSU Tunas Harapan. (2). Koperasi Dinas Kehutanan. (3).KSU Rutan Klas I. (4).KPRI SMPN 3. (5).Koperasi Mersu Sugara. (6).Koperasi Al-Azhar. (7). Koperasi Peg. Bank Mandiri. (8).KSU Sepakat. (9).Koperasi Minang Sakato. (10. Koperasi Mekar Setaman. (11).KPRI Keluarga SMPN 5. (12).Koperasi Karyawan Pelabuhan. >> Tim

4
Belajar di Bawah Pohon
Sukabumi (MR) Puluhan siswa Sekolah Dasar Selagombong Kabupaten Sukabumi terpaksa belajar di bawah pohon karena pihak sekolah tidak mempunyai ruang kelas untuk menampung mereka. “Kegiatan belajar mengajar ini sudah dilakukan pihak sekolah selama 15 tahun. Minimnya ruang kelas menyebabkan, pihak sekolah berinisiatif untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di bawah pohon,” kata Wakil Kepala SD Selagombong, Toyib Ali di Sukabumi Selasa. Sekolah tersebut hanya memiliki enam ruang kelas saja, tetapi hanya tiga ruang kelas yang layak untuk ditempati. Tiga ruang kelas lainnya kondisinya sudah rusak parah bahkan hampir ambruk. Toyib Ali mengatakan, kegiatan seperti ini sudah berlangsung selama 15 tahun. Ia mengatakan, puluhan siswa yang sedang mengikuti pembelajaran harus berdesakan sehingga kebanyakan siswa tidak konsentrasi. “Ini sangat mengganggu kami, dan kasihan para siswa tidak bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh para guru karena tidak bisa berkonsentrasi,” keluhnya. Toyib menambahkan, apabila turun hujan kondisi ruang belajar di bawah pohon tersebut menjadi becek dan setiap kelas ter,paksa bergiliran menggunakan ruangan. Salah seorang siswa kelas IV, Ina, mengaku sangat terganggu belajar di luar ruangan. “Banyak debu dan udaranya panas jadi tidak bisa konsentrasi. Kadang-kadang malas untuk sekolah apalagi pada saat hujan,” ungkapnya. >> Handi

Berita Utama
Jakarta (MR) Pemerintah memberi kesempatan kepada rakyat kurang mampu untuk bekerja ke luar negeri. Ini sesuai dengan Government to Private (G to P) yang tengah dikembangkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Demikian keterangan Direktur Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dan Amerika BNP2TKI Anjar Prihantoro, Jumat (16/7), di Jakarta. Lebih jauh Anjar Prihantoro mengatakan, untuk menindaklanjuti kesempatan itu, pihaknya bersama Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Ramli Saud akan berangkat ke Thailand, 21-24 Juli. Di sana, mereka akan membahas penempatan TKI semi skill dan skill melalui skema penempatan G to P dengan perusahaan di Thailand serta instansi terkait lain. “Materi pertemuan seputar hak dan kewajiban, job description, standar gaji, dan hal-hal teknis lainnya yang akan menjadi acuan bagi perjanjian penempatan nantinya,” ujar Anjar. Dengan program ini, dia memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan calon TKI sekitar Rp 2 juta, tiket ditanggung dan tanpa potongan gaji. Kantor Tenaga Kerja Provinsi Songkhla dan Southern Border Provinces Administration Center (SBPAC) Thailand mencatat sejumlah permintaan/ kebutuhan tenaga kerja. Setidaknya ada 3.500 pekerja yang dibutuhkan sembilan perusahaan di sana. Sedangkan total permintaan tenaga kerja di tiga provinsi mencapai 4.202 orang. Tingginya permintaan tenaga kerja dari Indonesia, menurut Anjar, karena kesamaan budaya dan agama dengan daerah selatan Thailand. Hindari Calo BNP2TKI Dirikan Pelatihan PLRT Guna menghindari calo dalam perekretan TKI, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendirikan Kelompok Berlatih Berbasis Masyarakat (KBBM). KBBM merupakan program penyediaan calon TKI berkualitas di desa-desa ini merupakan upaya BNP2TKI untuk memerangi maraknya peran calo dan sponsor dalam proses rekruitmen TKI selama ini. “Launching KBBM 2010 di Jawa Tengah merupakan koncern BNP2TKI dalam penyiapan TKI berkualitas sekaligus mengikis peran calo di desadesa,” ujar Kasubdit Harmonisasi Pelatihan dan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP), Mangampin Simamora, SH, MH, Kamis (15/7). Rencananya tahun 2010 akan membuka 70 KBBM di 3 (tiga) provinsi kantong-kantong TKI di Provinsi Banten (6 KBBM), Jawa Barat (28 KBBM) dan Jawa Tengah (35 KBBM).

Tahun Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

BNP2TKI Jajaki Pola Penempatan dengan Swasta

Para Calon TKI di penampungan

Ketua BPD Risau Jembatan di Desanya Tidak Terbangun
Natuna (MR) Wakil Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Sedanau Timur Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Saimun menyayangkan keberadaan sebuah jembatan yang selama ini dijadikan tempat untuk melintasi antar wilayah seperti Desa Batubi Semedang dan Sedanau Timur yang di bangun sejak tahun 2007 silam terbiarkan begitu saja. Jembatan yang diharapkan agar dapat diperbaiki oleh Pemkab Natuna dengan bangunan beton tersebut terpaksa harus dirawat perlahan-lahan menggunakan dana apa adanya saja. “ Mulai dibangun jembatan itu Tahun 2007, kok sampai sekarang belum ada di perbaiki, waktu itu DPRD dan Bupati pun sudah mengetahui jembatan itu. Sekarang ini dikatakan tidak layak lagi di pakai, itu rencana kalau sesuai dengan program Bupati kita dulu, kita itu inginnya mau maju, mungkin itu langsung di beton. Karena kita bangun dari kayu mungkin dengan dana yang kami punya makanya setiap tahun diganti atau dirombak. Kalau bisa kami minta pemerintah itu turun langsung ke lapangan atau ke Desa-desa melihat bagaimana keadaan pembangunan jalan atau jembatan. Kami minta jembatan ini di beton supaya masyarakat disini menikmatinya dengan senang hati, kamipun bisa berjalan dengan lancar baik segi ekonominya maupun bagi anak-anak yang pergi ke sekolah “. Ungkap Saimun kepada Media Rakyat di kediamannya. Menurutnya keberadaan jembatan yang memiliki panjang sekitar 500 meter tersebut sudah pernah dijanjikan oleh Pemkab Natuna bahwa pada tahun 2010 ini akan diadakan pembangunan ulang, sayangnya sampai saat ini niat baik Pemkab Natuna untuk dapat membantu masayarakat banyak itu belum juga terealisasi. Karena itu pihaknya meminta agar secepatnya jembatan penghubung antar wilayah tersebut dapat dibangun. Karena banyak manfaat yang dapat diperoleh jika jembatan tersebut sudah di bangun dengan baik. “ Panjang jembatan itu 500 meter, lebarnya itu 5 X 6. Katanya program tahun 2010 ini akan siap, ini janjinya pemerintah. Tapi sampai sekarang belum muncul sama sekali itu dia permasalahannya. Jembatan itu yang menikmati masyarakat atau untuk melintasi jembatan itu, Desa Batubi, Desa Semedang, Camat Bunguran Barat yang mau ke Sedanau Timur juga harus melintasi jembatan itu. Himbauan kami untuk Desa Sedanau Timur ingin jembatan itu di bangun. Dengan adanya jalan baru masyarakat akan senang melaksanakan aktifitas-aktifitasnya seperti anak-anak mau pergi sekolah, itukan pasti melewati jalan atau jembatan itu. Kami sebagai Pemerintah Desa selalu mengundang RT, RW dan masyarakat selalu tidak datang, itulah kendalanya karena dengan jembatan seperti itu tadi “. Katanya mejelaskan. Karena ketidak puasan yang dirasakannya terkait pembangunan jembatan yang dijanjikan oleh Pemkab Natuna itu, dirinya menilai bahwa selema ini pihak yang bersangkutan belum dapat menjalankan programnya dengan baik adil dan merata sehingga apa yang dibutuhkan oleh Desa yang dianggapnya tertuan itu tetap saja tidak terbantu. “ Disamping itu kami perlu pertolongan dari pemerintah meningkatkan program ekonomi kami di Desa Sedanau Timur. Harapan kami dengan adanya DPRD, Bupati kami merasa Desa kami ini Desa tertua dan Desa tertinggal. Apakah salah kami ini ?, atau memang tidak ada program untuk Desa kami ?. Sedangkan Desa kami ini Desa yang tertua jadi anak cucu kami damai begitu ? “. Tegasnya berharap. >> Otoy

Launching KBBM ini akan dilakukan langsung oleh Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat. KBBM dibentuk khusus untuk penyiapan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Peserta program ini khusus kalangan wanita sebelum kemudian disalurkan ke sebagai TKI. Bukan rahasia umum selama ini penyiapan rekruitmen TKI PLRT banyak dilakukan oleh para calo dan sponsor, yang banyak melanggar aturan seperti tidak adanya pelatihan ataupun tes kesehatan, jika ada itupun hanya berupa syarat diatas kertas. Pelaksana Penempatan TKI Swasta (KBBM) umumnya

belum memenuhi keinginan para pengguna di Timur Tengah. Pelatihan yang kurang mumpuni, persiapan bahasa yang kurang baik dan standar pelatihan yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan ditengarai sebagai penyeban utama banyaknya TKI bermasalah dari negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi Selama ini pelatihan TKI PLRT harus tinggal di asrama-

asrama penampungan PPTKIS yang kurang manusiawi. Mereka tidur berdesakan, makan seadanya dan sulit untuk dihubungi oleh sanak keluarga mereka. Sementara, melalaui KBBM, mereka bisa pulang pergi, dibiayai sampai sertifikat kompetensinya dan dibantu penempatannya melalui kerjasama pengelola KBBM dengan PPTKIS. (BNP2TKI) >> Nokipa

Harga Sembako Membubung, Orang Miskin Kurang Gizi
Semarang (MR) Akibat mahalnya harga berbagai bahan kebutuhan pokok alias sembako, ratusan warga miskin di Pemalang, Jawa Tengah, kekurangan gizi. Mereka kini hanya bisa mengonsumsi singkong rebus lantaran harga beras naik hingga Rp 7.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, Jumat (16/ 7), petugas kesehatan keliling menemukan ratusan warga terutama para orangtua yang kesehatannya terus menurun. Hal ini disebabkan kurangnya asupan gizi sehingga rentan terserang penyakit. Pemerintah setempat berjanji akan menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga. Diharapkan, harga kebutuhan pokok masyarakat dapat kembali terjangkau. >> Irman Idrus

Raskin Otda Tanjungpinang Didistribusikan
Tanjungpinang (MR) Beras yang merupakan makanan pokok warga Indonesia adalah sebuah kebutuhan primer dalam menjaga kelangsungan pangan (selain ubi atau makanan pokok lainnya). Hal ini sangat dikhawatirkan bagi warga miskin yang kesulitan dalam mendapatkan beras dikarenakan harga yang tidak memadai bagi mereka. Untuk itu, Pemerintah RI terus berupaya menjaga kelangsungan pangan warga melalui program Raskin (Beras Miskin) yang berasal dari APBN. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga memiliki program sendiri disamping adanya Raskin dari Pusat, yaitu Program Raskin Otonomi Daerah atau lebih dikenal Raskin Otoda. Bertempat di Gudang Bulog Km. 5 Bawah Kota Tanjungpinang (13/7), Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan resmi melepas Pendistribusian Beras Miskin (Raskin) Otonomi Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2010 untuk masing-masing kelurahan se Kota Tanjungpinang. dihadiri oleh Plt Sekdako Tanjungpinang, Pejabat Struktural Pemko Tanjungpinang, Camat dan Lurah Se Kota Tanjungpinang, Kepala Perum Bulog Sub Divre Tanjungpinang dan Unsur Muspida. Dengan adanya Raskin Otoda ini, beras yang semula harganya Rp. 5.500,- / kg kemudian disubsidi oleh APBD Kota Tanjungpinang menjadi Rp. 3.900,- / kg (sekitar 70,09%). Dan para penerima manfaat Raskin Otoda cukup membayar sebesar Rp. 1.600,- / kg yang dikumpulkan melalui pihak kelurahan yang kemudian disetorkan ke Bulog. Tentu saja hal ini sangat membantu masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya dalam memenuhi makanan pokoknya dengan biaya yang terjangkau. Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Drs. Marzul Hendri menuturkan bahwa Program daerah ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menjamin ketahanan pangan pada keluarga miskin melalui penjualan beras dengan harga bersubsidi dan kualitas beras yang memadai. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Tanjungpinang”, ungkapnya. Marzul Hendri juga menjelaskan bahwa penerima Raskin Otoda 2009 ini sebanyak 3.699 RTS. “Masing-masing RTS akan menerima beras sebanyak 13 Kg selama 3 bulan mulai dari Juli ini”, tutur Marzul. Jumlah keseluruhan beras berjumlah 144.261 Kg (144,26 ton) dengan spesifikasi : 1). Kec. Bukit Bestari 1449 RTS. 2).Kec.TPI Timur 478 RTS. 3).Kec. TPI Kota 381 RTS 4).Kec. TPI Barat 1.391 RTS. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perum Bulog Sub Divre Tanjungpinang Drs. Zulfadly Daud juga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait, terutama Pemerintah Kota Tanjungpinang atas terselenggaranya acara Pendistribusian Beras Miskin Otonomi Daerah. “Kegiatan ini sudah berjalan selama 4 tahun dan semoga ditahun berikutnya bisa memberikan pelayanan yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Tanjungpinang tentunya”, tutur Zulfadly. Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan juga mengucapkan terima kasih atas terlaksananya Distribusi Raskin Otoda 2010 di Kota Tanjungpinang. Suryatati juga mengucapkan rasa syukur dan bangga

atas kesabaran dan kekuatan yang dimiliki masyarakat Kota Tanjungpinang disaat serba kekurangan melanda mereka, seperti langkanya minyak tanah, mahalnya kebutuhan pangan dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini memacu Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui program Raskin Otoda inilah Pemerintah Kota Tanjungpinang bermisi menanggulangi kemiskinan di Kota Tanjungpinang. “Saya bersyukur warga Kota Tanjungpinang adalah orang yang penuh kesabaran walau kekurangan melanda disekitar kita”, kata Suryatati. Walikota juga menegaskan bahwa Kota Tanjungpinang telah mendapat penghargaan Raskin terbaik ke 2 dari Pemerintah RI 2009 silam. Hal ini juga merupakan prestasi

yang cukup membanggakan bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam membantu menjaga ketahanan pangan masyarakatnya. “Yang beda dari Raskin kita ialah warga dikenakan biaya untuk mendapatkan Raskin, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah”, tegasnya. “karena Pemerintah Kota Tanjungpinang ingin mendidik masyarakatnya untuk senantiasa mendahulukan kewajiban dari pada hak”, tambah Suryatati. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan Raskin secara simbolis kepada perwakilan kelurahan se Kota Tanjungpinang. Pada waktu yang sama, Walikota Tanjungpinang melakukan pemotongan pita sebagai tanda Pendistribusian Raskin Otonomi Daerah Kota Tanjungpinang dimulai. >> Win/Jer

Edisi 217 Tahun X Tahun 23 - 31 Juli 2010

Sos-Ek-Bis
Bengkulu (MR) Sejumlah industri kecil di Bengkulu teracam gulung tikar, menyusul dinaikkanya tarif dasar listrik (TDL) oleh pemerintah sejak awal Juli lalu. “Kami benar-benar terpukul dengan kenaikan TDL awal Juli lalu, karena biaya operasional kami menjadi meningkat, sementara pendapatan usaha tetap seperti biasa,” kata Anton, pengusaha industri kecil di Bengkulu, Rabu. Dikatakan, kenaikan TDL bukan hanya memyebabkan biaya operasional pengusaha menjadi naik, tetapi harga bahan baku juga mengalami kenaikan karena pabrik juga menyesuaikan harga jualnya kepada konsumen. Akibatnya, biaya produksi yang dikeluarkan meningkat dua kali lipat dari sebelum kenaikan TDL. Sementara untuk menaikkan harga penjualan belum memungkinkan karena dikhawatirkan omzet akan turun sehingga terpaksa mengurangi keuntungan. Ia menyatakan belum tahu sampai kapan kondisi demikian dapat dipertahankan. Menurut dia, jika kondisi usaha terus menerus seperti ini sulit untuk berkembang. Bahkan, cendrung akan mengalami gulung tikar. “Terus terang kami sangat terpukul dengan kebijakan

5
pemerintah menaikan tarif TDL awal Juli lalu,” ujarnya. Keluhan serupa diungkapkan Zulkarnain, pengusaha yang bergerak dalam bidang pembuatan pakaian seragam sekolah. Ia mengatakan, akibat kenaikan TDL dinaikan biaya operasional yang ditanggung menjadi tinggi karena biaya pemakaian listrik membengkak dari sebelumnya. “Selama ini setiap bulan biaya pemakaian listrik sekitar Rp7 juta, tapi setelah terjadi kenaikan TDL diperkirakan bisa mencapai Rp10 juta per bulan. Sedangkan pendapatan tidak terjadi peningkatan,” ujarnya. Soalnya, tidak mungkin pihaknya langsung menaikan harga jual pakaian seragam sekolah kepada konsumen. Jika dipaksanakan naik, dikhawatirkan pelanggan akan lari ke tempat lain. “Jadi, kita terpaksa tidak menaikan harga jual meski biaya operasional meningkat. Ini kita lakukan demi kelangsung usaha semata,” ujarnya. Dia berharap kepada pemerintah agar meninjau kembali kenaikan TDL tersebut. Sebab, kenaikan TDL ini sangat memberatkan para pengusaha

Harga Sembako Naik, Laju Kemiskinan Meningkat

Industri Kecil di Bengkulu Terancam Gulung Tikar

Hendri Saparini

Jakarta (MR) Harga sejumlah bahan pokok di semua kota, baik pusat dan daerah, mengalami kenaikan secara bersamaan, tak heran jika banyak warga berhemat dalam berbelanja belakangan ini. Mereka mengurangi porsi belanja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kenaikan harga sembako yang terus membubung dinilai Pengamat Ekonomi Hendry Saparini dapat berdampak pada meningkatnya laju kemiskinan. “Bagaimana tidak, kebijakan pemerintah dalam mengatur kenaikan bahan pokok sembako sebagai komunitas strategis kurang mendapat perhatian,” katanya di Jakarta, Sabtu (17/7). Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan gejolak harga yang sudah diluar batas agar sekitar 42 persen penduduk yang berpenghasilan rendah tidak makin terpuruk. Untuk itu, peran negara harus dikembalikan dalam mengontrol harga, misalnya dengan memainkan Bulog dalam mengontrol harga di pasaran selain harga beras dan minyak goreng. Hendry menambahkan sebaiknya pemerintah mengutamakan kedaulatan pangan dalam negeri dibanding ketahanan pangan import, pasalnya kedaulatan pangan lebih berpihak kepada petani kecil, sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat miskin dapat terpenuhi. Gejolak Harga Akibat Intervensi Pemerintah Kecil Pengamat Ekonomi ini menilai, kenaikan harga bahan pokok yang terjadi di pasar, dikarenakan intervensi pemerintah yang terlalu kecil. “Gejolak harga pangan terus terjadi. Oleh karena itu, memerlukan peran negara yang jauh lebih besar,” jelasnya saat ditemui wartawan, Sabtu (17/7). Menurutnya, selama pemerintah memilih peran yang minimal misalnya, sekedar operasi pasar atau menanggung pajak pertambahan nilai atau PPN, hal itu masih belum cukup untuk membuat harga bahan pokok tidak naik. Seperti yang dilakoni Ningsih, warga Jakarta. Saat belanja cabai di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, ia memesan seperempat kilogram cabai seharga Rp 10 ribu. Jumlah ini sudah dikurangi karena biasanya Ningsih membeli setengah kilogram cabai. “Mau gak mau ya kita harus irit-irit,” kata perempuan bertubuh besar itu, Sabtu (17/7). Harga cabai di Pasar Palmerah naik Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Ningsih belanja di Pasar Palmerah berbekal uang Rp 50 ribu. Dengan uang sebesar itu, ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya. “Karena barang-barang mahal jadi kita harus cukupin,” tutur Ningsih. >> Nokipa

Selamatkan Ekonomi Keluarga Jailani Tekuni Usaha Orden
renakan dirinya merasa masih belum siap. Namun dirinya merasa yakin seandainya perekonomian masyarakat di Natuna sudah meningkat, kemungkinan besar apa yang dikelolanya itu dengan sendirinya juga akan ikut berkembang. “ Saya sudah bekeluarga, tapi keluaga saya masih di kampung. Anak saya ada 2 orang dan yang 4 sudah meninggal. Alhamdulillah sampai saat ini belum mengajukan proposal karena belum berani takut juga gitukan. Kendalanya itu kalau di Ranai ini ekonominya sudah bagus Alhamdullilah. Kalau untuk jualan di Ranai sekarang ini ekonominya agak merosot, jadi itu bisa menjadi kendalanya. Semuanya pedagangpedagang agak merasa sakit. Mudah-mudahan di daerah khususnya di Natuna Kepulauan Riau ini, ekonominya di stabilkanlah. Saya Abdull Khodir Jailani dan semua pedagang disini merasakannya. Dari sebanyak 200 penjual seperti penjual kasur, sendal, baju, orden dan yang lain-lainnya lagi, itukan dikarenakan dampak dari yang itu tadi “. Pintanya menjelaskan. Dari pengalaman yang ada selama menekuni usaha oredn Jailani juga mengatakan bahwa minimnya transportasi yang ada di Natuna juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para pedagang. Karena itu dia beraharp kiranya pihak yang bersangkutan secepat mungkin dapat menyediakan apa yang menjadi penunjang perekonomian masayarakat Natuna diadakan. “ Kendalanya bagi ke Ranai itu memang banyak lagi seperti, transportasinya lambat. Bilamana jadwal keberangkatan itu tidak jelas kadang-kadang sampai ke Ranai, datang berangkat ke Ranai jam sekian tiba jam sekian, sepertiga menonjol 2 atau tiga jam. Sedangkan Pelni itu jarang lambat saya kira begitu. Harapan saya kedepan dikarenakan belum ada peluangpeluang ini, untuk sementara ini saja di teruskan dan dilanjutkan. Saya mohon kepada pemerintah supaya ekonomi yang ada di Natuna saat ini dapat di stabilkan lagi dan mudah-mudahan masyarakat di Natuna ini dapat merasakan ekonominya seperti dulu “. Jelasnya berharap. >> Otoy

kecil. “Seharusnya pada saat ekonomi masyarakat tidak menentu seperti ini pemerintah tidak menaikan TDL. Kenaikan TDL bukan hanya memberatkan pengusaha, tapi rakyat juga kena imbasnya,” ujarnya. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo) Bengkulu, Basri Muhammad, mengatakan, kenaikan TDL sangat memberatkan pengusaha kecil, karena biaya operasional yang mereka keluarkan menjadi naik dari sebelumnya. Sementara pendapatan dari usaha mereka tidak mengalami kenaikan. Hal ini menyebabkan usaha industri kecil, khususnya di Bengkulu tidak dapat tumbuh dan berkembang. “Saya berharap kenaikan TDL ini dapat ditinjau ulang oleh pemerintah,” katanya. >> A-S

Kota Tasik Tingkatkan Keterampilan SDM IKM Batik

Abdul Khodir Jailani

Dapur Tasik Diresmikan

Kota Tasikmalaya (MR) “Apresiasi yang setinggi-tingginya karena ini menambah khazanah perkulineran, karena di Tasik sudah banyak perkulineran” di ungkapkan Walikota Tasikmalaya dalam Peresmian Dapur Tasik yang menyajikan Steak dan Pizza di Asia Plaza Lt.1 Grand Floor disaksikan unsur pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya dan undangan yang berkenan hadir pada saat itu. Drs.H. Syarif hidayat M.Si sempat memberikan sambutan dengan menyampaikan di Jl. Tarumanagara belum lama ini dicoba di selenggarakan Wisata Kuliner dengan banyaknya penjaja makanan yang cukup diminati namun masih dalam tahap pembenahan dan ada kendala yang masih harus diperbaiki. “Terimakasih dan apresiasi yang setingi tingginya dengan kegiatan seperti ini apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini” tegasnya. >> H. Ade Dimyati

Ranai (MR) Salah seorang peria rantauan asal Bandung Abdul Khodir Jailani mengatakan bahwa usaha Orden yang dikelolanya selama 11 tahun di Ranai Kabupaten Natuna dalam beberapa bulan belakangan ini sedikit mengalami kesulitan jika dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Meskipun demikian usaha yang sudah lama ditekuninya bersama dengan sejumlah rekan-rekan demi kelangsungan hidup itu, tetap saja terus dilakoninya. “ Disini saya sudah 4 tahun tapi Alhamdullilah karena ekonomi itu naik turun, tapi kalau untuk di Ranai saya sudah 11 tahun, dan di dalam 11 tahun ada 2 tahun saya yang agak merosot yaitu, dari tahun 2008 Sd 2010. Kalau dari tahun 2000 sampai tahun 2008 Alhamdulilah untuk di Ranai ini. Sebelum menekuni usaha ini, masih di kampung itu saya jual-jual ikan, turun ke sawah dan jual-jual makanan untuk menutupi kebutuhan keluarga saya. Jadi di Ranai saya cuma jualan sandal dan Orden, tapi sekarang Alhamdulillah dibantu oleh rekan-rekan, memang anak buah itu saya belum ada dan Alhamdulillah lah teman-teman siap membantu “. Ungkap Jaelani kepada MR Sabtu di kediamannya Jalan Air Lakon Ranai Kabupaten Natuna.

“ Untuk sekarang ini ada untung dari orden. Makanya saya jauh-jauh dari Bandung datang ke Ranai itu untuk mencari kehidupan saja, dan untuk menutupi kehidupan anak istri saya. Memang tidak ada kerja lain selain usaha orden itu, saya mau masuk kerja enggak mungkin diterima. Jadi ini keahlian saya bikin-bikin begini, hanya ini kesanggupan saya dan saya yang desain sendiri. Barang-barang ini datang dari Bandung lewat Pontianak langsung menuju ke Ranai. Jadi soal harga ini satu setnya ada yang menengah kebawah dan menengah ke atas, yang palin murah itu ada yang Rp. 25 Ribu, Rp. 50 Ribu, dan yang paling mahal ada yang 1set itu Rp. 650 Ribu. Jadi saya juga menjual sekalian dengan besi-besinya. Selama 11 tahun di Ranai saya menjual sendal itu hanya sebulan selebihnya saya menjual Orden gitu “. Katanya menceritakan apa yang dilakukannya selama ini. Mengenai modal usaha lelaki tangguh yang memiliki dua orang anak itu mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya belum pernah mengajukan pemohonan bantuan dana kepada Pemkab Natuna, meskipun upaya untuk dapat mengembangkan usaha yang ditekuninya itu membutuhkan bantuan modal. Semua itu dika-

Kota Tasikmalaya (MR) Bertempat di Hotel Ramayana Rabu, (7/7) pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Dinas KUMKM Perindag dan Perindustrian bersama Bank Mandiri Cabang Tasikmalaya melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan SDM IKM Batik dengan peserta sebanyak 50 orang. Kegiatan Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. disertai dengan penyematan tanda peserta pelatihan secara simbolis. Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan dengan pelatihan ini ada penyerapan lapangan kerja sekaligus membuka peluang usaha mengharapkan keterampilan ini diikuti dengan baik. Kepala Dinas KUMKM Perindag dan Perindustrian Kota Tasikmalaya Tantan Rustandi dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan perajin dan batik itu sendiri saat ini sangat signifikan diantaranya: Batik Tasik sudah diakui dan menempati posisi ke 3 dari 5 besar Sentra Batik Priangan, 35% perajin sudah membangun show room sendiri, penyerapan tenaga kerja meningkat, bantuan penambahan modal bagi IKM baik dari BUMN maupun perbankan, peningkatan kualitas batik serta volume pemasaran ikut bertambah. Peran aktif Bank Mandiri sangatlah membantu dalam hal pembinaan sektor usaha mikro kecil dan menengah di daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pihak pemerintah Kota Tasikmalaya khususnya dalam aspek teknis terutama sentra batik melalui kegiatan pelatihan pembatikan. Pimpinan Bank Mandiri Cabang Tasikmalaya Riadi Joko Wasono dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya kerjasama ini mudah-mudahan batik sebagai komoditi lokal batik bisa terus berkembang, karena batik merupakan warisan budaya dunia yang harus dilestarikan. >> Iin Kartiwan

SURAT KABAR UMUM

Ragam
“Pasal 17 telah menggantikan kewajiban menjadi hak negara untuk memungut iuran. Di pihak lain menggantikan hak cumacuma menjadi kewajiban warga negara untuk membayar biaya kesehatan-nya,” pers di Jakarta, pekan lalu. Mantan pengacara LBH Jakarta ini menjelaskan bahwa bahwa UUD 1945 pasal 28H ayat 1 menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak hidup baik dan sehat dan berhak memperoleh pelayanan kesehatan. “Pasal 17 telah menggantikan kewajiban menjadi hak negara untuk memungut iuran. Di pihak lain menggantikan hak cuma-cuma menjadi kewajiban warga negara untuk membayar biaya kesehatannya,” katanya. Untuk itu, atas nama Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat, dirinya mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap pasal 17 dari UU No 40/2004 ini. “Kami memohon, agar Mahkamah Konstitusi sudi membatalkan Pasal 17 ini karena secara jelas-jelas memungut iuran dari masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, sistim asuransi sosial yang dicantumkan dalam Bab I Pasal 1 Ayat 3 pada seluruh rakyat Indonesia seperti yang dicantumkan pada Bab III Pasal 2 dalam UU SJSN adalah bertentangan dengan UUD’ 45 pasal 28 H ayat 3 yang menegaskan bahwa setiap orang berhak atas Jaminan Sosial. “Namanya saja Undang-undang Jaminan Sosial tetapi isinya praktek asuransi.Cirinya jelas yaitu mekanisme mengumpulkan dana masyarakat dari iuran wajib pada setiap warga negara,” tegasnya. Pada 1 Juli 2010 lalu Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat dengan pengacara Hermawanto, SH mengajukan gugatan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas Pasal 17, Undang-undang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 dan pasal 34. Para penuntut terdiri dari 3 orang pengguna Jamkesmas, 1 orang pengguna Askes, 1 orang buruh pengguna Jamsostek 1 orang pembayar pajak,

Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

6

Putra Anambas Juara Cipta Robot Di Amerika

LSM Nilai Materi UU SJSN Beratkan Warga
Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Institute For Global Justice (IGJ), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). “Kami juga meminta agar Mahkamah Konstitusi juga mengeluarkan putusan sela agar menghentikan atau menunda pembahasan Rancangan Undang-undang BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial) sebelum ada keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat tetap dan mengikat,” demikian Hermawanto, SH menegaskan. Sementara itu, Agung Nugroho dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menjelaskan bahwa memang ditegaskan bahwa pemerintah menanggung iuran wajib bagi orang miskin dan tidak mampu, tapi bagi masyarakat yang di luar klasifikasi tersebut diwajibkan ikut serta dan membayar sendiri iuran wajib tersebut. >> Nugraha/ Tedy Sutisna

Anambas (MR) Siapa sangka pembuat robot DU 114 yang meraih medali emas pada lomba cipta robot tahun 2009 dan 2010 di San Francisco Amerika Serikat (USA) yang bertajuk ‘“The Annual Robogames, San Francisco,CA, USA, 2009”, dikategori “Open Fire Fighting Autonomous Robot” itu adalah putra kelahiran asli Air Bini, Kabupaten Anambas. Sang juara itu adalah Rodi Hartono. Mahasiswa kelahiran 27 Desember 1987 ini merupakan putra kedua pasangan Ismail dan Zanzibar yang berkerja sebagai nelayan. Saat ini Rodi sedang dalam masa penyusunan skripsi di UNICOM Bandung, Jawa Barat. “Saya asli orang Anambas dan dilahirkan di Air Bini,” kata Rodi ketika ditemui sejumlah wartawan ketika baru saja pulang ke kampung halamannya. Rodi bukan secara instans dapat langsung menciptakan robot, namun dia harus melalui perjalanan panjang saat masih SD dan SMP Rodi bersekolah di SDN 3 dan SMP 2 Tarempa. Usai tamat dia langsung melanjutkan ke SMK Cilegon dan menumpang tinggal di rumah salah satu keluarga orang tuanya. Di sinilah bakatnya mulai terasah. Ia juga mulai praktik membuat remot TV dan lainnya. Ia mendapatkan kepuasan tersendiri saat dapat menciptakan hal-hal baru. Ketika tamat dari SMK Cilegon, ia sempat bimbang, apakah akan berkerja lebih dahulu atau langsung melanjutkan kuliah. Saat berkonsultasi dengan orang tua akhirnya diputuskan untuk kuliah. “Masuklah saya ke UNIKOM dan disitulah akhirnya saya dapat mengembangkan diri seperti sekarang,” lanjutnya. Karena rajin belajar dan melakukan berbagai inovasi akhirnya dia menjadi salah satu mahasiswa yang dikirim untuk mengikuti berbagai iven dalam membuat robot. Ketika menang pada tahun 2009 ia sempat ditawari perkerjaan oleh dua perusahaan terkemuka Robotik di San Fransisco, USA. Rodi bercita-cita ingin menjadi pengusaha yaitu dengan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dan dalam tiap tahunnya selama tiga bulan dia kembali ke Anambas untuk membantu mengembangkan SDM di daerah ini, karena potensi itu ada tinggal bagaimana memolesnya. “Jangan pernah berpikir kalau di daerah pulau seperti Anambas ini tidak ada SDM yang handal. Karena banyak SDM di sini yang berhasil dan mampu berkarya,” jelasnya. Dia juga berpesan kalau ingin maju marilah bersama membangun dan mengembangkan Anambas mulai dari pendidikan. Dan terpenting mesti diingat dukungan orang tua amat penting untuk memotivasi diri. Sementara itu Ismail mengaku bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh putra keduanya ini. Ia pun berharap mudah-mudahan prestasi yang diperoleh Rodi dapat diikuti yang lain. “Terpenting dapat bermanfaat dan bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa ini di level internasional,” katanya menandaskan. >>Edward

Jakarta (MR) Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat mengajukan uji materi (judicial review) tentang pungutan iuran wajib dan iuran tanggung dalam Undang-undang Nomor 40/2004 tentang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) karena dinilai akan memberatkan warga negara. “Iuran wajib dalam Pasal 17 dalam UU SJSN tersebut melanggar hak warga negara yang telah dijamin UUD’45,” demikian Hermawanto, SH sebagai kuasa hukum Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat kepada

Akhir Masa Jabatan, Plt Gubernur Kepri Sampaikan LKPj
Kepri (MR) Penyampaian LKPj akhir masa jabatan merupakan ringkasan laporan tahun-tahun sebelumnya serta sisa akhir masa jabatan kepala daerah. Dalam laporan tersebut berisi tentang gambaran kemajuan pembangunan selama lima tahun masa jabatan sebagai kepala daerah.demikian diungkapkan Ketua DPR Provinsi Kepri, Nur Syafriadi.dalam sidang Paripurna DPR Provinsi Kepri, Selasa (13/7/). Plt Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan kepala pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau periode 2005-2010, dalam sidang Paripurna DPR Provinsi Kepri yang dipimpin Ketua DPR Provinsi Kepri, Nur Syafriadi. Dalam laporannya, Plt Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani memaparkan, pada masa awal menjalani tugas sebagai pimpinan daerah Provinsi Kepulauan Riau dibayang-bayangi oleh masalah perekonomian yang belum stabil, kondisi masyarakat yang masih rentan, kemiskinan, pengangguran dan pada masa perubahan amandemen UUD 1945. “Ditengah-tengah keterbatasan SDM yang dimilikinya, Pemerintah Provinsi Kepri berusaha menjalankan berbagai program untuk mensejahterakan rakyat,” kata Plt Gubernur HM Sani. Sebagai provinsi baru, Provinsi Kepri dari tahun ke tahun terus menambah jumlah pegawainya sesuai dengan kuota yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Penambahan jumlah pegawai ini juga masih dirasakan kurang oleh karena itu Pemprov Kepri juga menambah jumlah pegawai tidak tetap untuk membantu memperlancar seluruh kegiatan roda pemerintahan Provinsi Kepri. “Guna mewujudkan reformasi birokrasi pemerintah yang good and clean governance, maka Pemprov juga melakukan pengembangan di bidang SDMnya. Pengembangan SDM tersebut melalui program tugas belajar, kursus singkat, perbaikan kesejahteraan, promosi maupun juga pemberian sangsi bagi pegawai yang tidak disiplin,” paparnya. Untuk masalah keamanan, pemerintah memberikan apresiasi kepada kepolisian dan TNI serta seluruh aparat keamanan yang telah berhasil menjaga keamanan, ketertiban serta ketentraman wilayah Provinsi Kepri. “Ada beberapa tindak kriminal yang harus menjadi perhatian bagi kita semua, salah satunya adalah marakanya peredaran narkoba, kasus pencurian. Secara umum Kamtibmas masih tetap terkendali,” katanya. Dalam pelaksanaan demokrasi, Pemerintah Provinsi Kepri juga menyampaikan apresiasinya kepada Komisi Pemilihan Umum Kepri yang telah sukses menggelar jalannya demokrasi baik untuk tingkat nasional seperti pemilu legislatif, DPD dan Pilpres, maupun penyelenggaraan demokrasi tingkat daerah seperti pemilu kada gubernur dan wakil gubernur serta pemilu kada bupati dan wakil bupati. jelasnya. Di bidang perekonimian daerah, relatif stabil dan berhasil menekan angka garis kemiskinan di wilayah Provinsi Kepri, laju inflansi yang dialami oleh Pemerintah Provinsi Kepri juga diatas rata-rata laju inflansi pusat. Kondisi tersebut secara umum berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Meski demikian masih ada beberapa hal yang harus dibenahi pada masa mendatang yakni masih minimnya akses masyarakat akan perekonomian, sistem pengupahan bagi para pekerja pabrik, laju pertumbuhan ekonomi serta rendahnya SDM yang terampil. Untuk meminimalisir kesenjangan daerah, Pemerintah Provinsi Kepri telah melakukan beberapa program pengentasan kemiskinan antara lain adalah rehabilitasi rumah bagi penduduk miskin, pemberdayaan komponen masyarakat dan lain sebagainya. tuturnya Pembangunan di bidang pertanian, peternakan dan kelautan juga mengalami peningkatan. Hasil produksi pertanian, peternakan dan kelautan di wilayah Provinsi Kepri cukup memiliki potensi untuk dipasarkan ke luar daerah. Dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, tahun 2009 lalu, Pemerintah Provinsi Kepri memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat yang berimbas pada pemberian insentif bagi Pemprov Kepri. PAD yang dihasilkan cukup signifikan hal ini tidak lepas dari bantuan dana perimbangan maupun juga dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Sumber asli PAD didominasi oleh pajak kendaraan bermotor, bea balik nama serta retribusi. “Dari tahun ke tahun penilaian pengelolaan keuangan daerah oleh BPK terus mengalami peningkatan, dimana sejak tahun 2006 sampai saat ini pengelolaan keuangan dinila wajar dengan pengecualian. Kemudian pada tahun 2009 Pemerintah mendapat penghargaan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah dan pemerintah pusat,” katanya. Bidang infrastruktur yang meliputi transportasi, sumber air dan listrik. Selama kurun lima tahun pembangunan transportasi baik laut, darat dan udara terus mengalami peningkatan sekaligus mendorong mempercepat laju perekonomian bagi masyarakat Kepri. >> Win/Jer

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG
Mengucapkan Selamat Memperingati

PT. PELABUHAN INDONESIA III SURABAYA

MARHABAN YA RAMADHAN
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H
SUDJARWO Direktur Utama EDI HIDAYAT Direktur PUM

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1431 H
“Dengan memperingati Isra Mi’raj, semoga dapat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.” Tertanda :
Dra. Hj. SURYATATI A. MANAN Walikota Tanjungpinang Drs. H. EDWARD MUSHALLI Wakil Walikota Tanjungpinang

Drs. H. GATOT WINOTO, MT Plt. Sekda Kota Tanjungpinang

PT. PELABUHAN INDONESIA III
CABANG TRI SAKTI BANJARMASIN

PEMERINTAHAN PROVINSI

MARHABAN YA RAMADHAN
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H
IR. BASORI. MT General Manager

KEPULAUAN RIAU
Mengucapkan

PT. PELABUHAN INDONESIA III
CABANG TG. EMAS SEMARANG

Selamat Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke-6
“Dengan semangat hari jadi, mari terus bangun Provinsi Kepulauan Riau dengan seluruh potensinya, semoga menjadi yang terdepan dalam segala bidang”

Mengucapkan

MARHABAN YA RAMADHAN
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431 H Drs. Bambang Subekti General Manager

ttd. Drs. H. MUHAMMAD SANI Plt. Gubernur Kepualauan Riau

SURAT KABAR UMUM

Nusantara
Heryawan:
Bandung (MR) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) sebagai prioritas pembangunan perekonomian daerah. Komitmen itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013, melalui strategi common goals dengan Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif serta Sistem Pendukungan Usaha bagi KUMKM. Utamanya diarahkan pada peningkatan akses pemasaran dan permodalan. Hal itu ditegaskan Heryawan saat memperingati Hari Koperasi ke-63 tingkat Jawa Barat, di Alun-Alun Kabupaten Subang. “Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2011 akan menganggarkan bantuan dana bergulir sebesar Rp 200 miliar kepada 1000 hingga 3000 koperasi berkualitas. Bantuan itu digulirkan untuk setiap kecamatan. Dimana masing-masing mendapatkan alokasi sebanyak 2-4 unit koperasi. Tentunya bantuan itu dengan prioritas diberikan kepada KSP/USP (Koperas Simpan Pinjami/Unit Simpan Pinjam) dan KBMT (Koperasi Baitul Mal wa Tamwil),” jelas Heryawan di hadapan Menteri KUMKM Syarif Hasan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara beserta ratusan hadirin lainnya yang datang di peringatan Hari Koperasi. Atas dasar itulah, Heryawan berharap kedepan perlu dibentuk lembaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang secara khusus menangani bidang pembiayaan, pemasaran serta inovasi bagi KUMKM. Dengan adanya BLUD, koperasi diharapkan mampu bertindak sebagai lembaga keuangan mikro yang memberikan pelayanan kepada KUMKM yang tergabung dalam anggota koperasi. “Mudah-mudahan pola pemberdayaan tersebut dapat menciptakan koperasi yang berkualitas, tangguh dan profesional yang tersebar di setiap kecamatan bahkan di desa di seluruh Jawa Barat,” ujarnya. Lebih lanjut dalam sambutannya, Heryawan berharap, melalui tema peringatan hari koperasi kali ini, yaitu : “Mendorong Daya Saing Koperasi sebagai Pelaku Ekonomi Nasional dalam Menghadapi Perdagangan Bebas”, lebih memantapkan komitmen dan sinergitas diantara segenap pemangku kepentingan pembangunan guna menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 33), yang meminta semua pihak untuk meningkatkan peran dan kualitas kelembagaan koperasi lebih tangguh dan professional. Sehingga mampu bersaing dalam dinamika perekonomian global dewasa ini. Berdasarkan data Dinas KUMKM Provinsi Jawa Barat per Desember 20009, jumlah

Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

7

Gejolak Ekonomi Nasional Pasca Kenaikan TDL
Jakarta (MR) Ketua Dewan Direktur CIDES, Ricky Rachmadi mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera menginstruksikan Menko Perekonomian dan menteri-menteri bidang ekonomi terkait, agar segera mengantisipasi serta mewaspadai gejolak ekonomi nasional pascakenaikan TDL. “Antara lain yang perlu diwaspadai dan diantisipasi segera ialah kenaikan kebutuhan bahan pokok menyusul kenaikan TDL tersebut yang hingga kini sebetulnya masih menimbulkan protes dari berbagai kalangan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu malam. Protes dari bawah tersebut, menurut Ricky Rachmady yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, karena situasi belakangan ini, terutama kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dianggap tidak sesuai dengan janji Pemerintah. “Sehingga ini (kenaikan TDL) menjadi pemicu munculnya berbagai aksi di berbagai daerah, karena memang dampaknya sangat memberatkan beban masyarakat, yakni bertepatan dengan momentun tahun ajaran baru, juga memasuki bulan puasa dan Ramadhan,” ungkapnya. Khusus menghadapi tahun ajaran baru, menurutnya, hal ini telah banyak menguras simpanan masyarakat, karena ongkosnya agaknya tetap saja tinggi, di tengah kampanye bebas biaya pendidikan di mana-mana. “Tidak itu saja, tetapi juga persiapan masyarakat menghadapi bulan puasa dan Ramadhan, juga menjadi faktor yang semakin membebani,” katanya. Karena itu, Ricky Rachmadi mengingatkan, agar metode penghitungan TDL harus benar-benar beres, begitu juga mengenai stok beras Bulog, maupun beberapa kebutuhan pokok lainnya, agar masyarakat tidak mengalami ‘shock‘ yang berdampak pada gejolannnk ekonomi nasional. >> Ediatmo

Tahun 2011 Alokasikan Rp 200 Miliar Bagi Koperasi

Ahmad Heryawan

koperasi di Jawa Barat mencapai 22.664 unit. Sementara jumlah UMKM yang mencapai 8,2 juta lebih unit usaha (6,17% dari total pelaku UMKM di Indonesia) mampu mendorong pertumbuhan sektor riil. Dengan data faktual tersebut, cukup beralasan apabila KUMKM memberikan kontribusi terbesar bagi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat, yaitu mencapai

88,54% dari total pekerja. Begitupun kontribusi terhadap PDRB Jawa Barat cukup menggembirakan, yaitu mencapai 60,32%. “Capaian ini, tentunya merupakan modal berharga yang harus kita berdayakan secara lebih kreatif dan optimal, sebagai tulang punggung perekonomian untuk menjawab berbagai tantangan global,” tutur Heryawan. >>Dodi Sulaeman

Bandarsyah Dapat Tambahan Satu Gedung MDA

Pemkab Natuna Adakan Pembinaan Jasa Konstruksi
Ranai (MR) Untuk dapat meningkatkan percepatan proses pembangunan daerah yang adil dan bijaksana dalam melakukan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing, baik atara perangkat pemerintah maupun mitra kerja pemerintah yang tertuang dalam UU Nomor 18 tahun 1989 sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk dapat memperbaiki kualitas SDM yang belum memadai. Belum lama ini melalui pihak terkait Pemkab Natuna baru saja selesai mengadakan kegiatan pembinaan jasa konstruksi di Natuna Hotel Ranai. “ Kegiatan pembinaan jasa kontruksi ini sesuai dengan UU Nomor 18 tahun 1989 tentang pembinaan jasa kontruksi bahwa disalah satu pantangan amanat tegas dan tanggung jawab pemerintah adalah pembinaan jasa kontruksi pada berbagai element tentunya SKPD. Juga dalam rangka untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) dimana materinya berkaitan dengan aturan ataupun kebijakankebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang harus kita sosialisasikan baik kepada SKPD aparatur penyelenggara pemerintah yang berkaitan dengan pembinaan jasa kontruksi maupun kepada penyedia “. Pernyataan ini disampaikan oleh Kabag Pembangunan Pemkab Natuna Ilham Kauli, M.Si menjawab Media Raklyat usai berlangsungnya acara. Acara yang diadakan tersebut diharapkan agar terjalinnya hubungan kerja yang baik untuk dapat mempercepat proses pembangunan daerah sesuai dengan aturan yang berlaku. “ Di harapkan antara pemerintah dan penyedia rekanan merupakan mitra dari pada pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Maka mereka juga harus memahami aturan, dan ketentuan. Harus diberdayakan sehingga apa yang dilaksanakan dengan apa yang harapkan sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku “. Ungkap Ilham singkat. Dia juga menjelaskan bahwa untuk dapat melanjutkan pembangunan di daerah yang lebih baik, maka perlu adanya kerjasama baik antara pemerintah dengan sejumlah SKPD maupun antara pemerintah dengan pihak swasta yang bertindak sebagai pelaksana juga perlu adanya campur tangan dari masyarakat yang mandiri. “Karena dalam pembangunan di daerah ini ada tiga hal yang cukup penting, yang pertama adalah sektor pemerintah itu sendiri sebagai penyelenggara pemerintahan, yang kedua sektor swasta sebagai pelaksana dari pada pembangunan yang secara teknis dilakukan oleh sektor swasta sehingga antara pemerintah dan swasta mampu mendorong bergeraknya swasta untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna dan yang ketiga adalah sektor masyarakat madani, dimana dengan kondisi masyarakat yang terdapat berbagai element yang ada di Natuna yang memahami berbagai kemampuan dan aturan sehingga mampu menikmati dampak dari pembangunan tersebut “. Katanya Dikatakannya pula agar

Pemenang Pemilukada Berstatus Tersangka Tetap Dilantik
Jakarta (MR) Sejumlah kepala daerah yang menyandang status tersangka kasus korupsi ternyata memenangi Pemilukada di daerah masing-masing. Namun status tersangka tidak akan membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) membatalkan pelantikan incumbent yang terpilih lagi. Menurut Mendagri Gamawan Fauzi, status tersangka yang disandang tidak menghilangkan hak kepala daerah terpilih untuk dilantik. Ditegaskannya, kepala daerah adalah pilihan rakyat di Pemilukada. “Proses hukum tentunya kita hormati dan kita juga menganut asas praduga tak bersalah. Tetapi status tersangka tidak mengurangi hak seseorang. Kalau masih tersangka, tetap akan dilantik,” ujar Gamawan dalam diskusi dengan Forum Wartawan Kementrian Dalam Negeri, Jumat (16/7), di Kantor Kemendagri. Untuk diketahui, sejumlah incumbent penyandang status tersangka korupsi yang terpilih lagi lewat Pemilukada antara lain Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin, Bupati Lampung Timur Satono, Bupati Rembang Mochammad Salim, serta Bupati Kepulauan Aru Theddy Tengko. Lebih lanjut Gamawan menegaskan, pihaknya akan mengambil sikap terhadap kepala daerah yang terseret kasus hukum jika sudah berstatus terdakwa. Jika kepala daerah sudah menjadi terdakwa, lanjut Gamawan, maka akan diberhentikan sementara. “Kalau sudah terdakwa dinonaktifkan dulu,” ucapnya. Gamawan juga menegaskan, karena kepala daerah adalah pilihan rakyat maka sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakannya bersalah, statusnya tetap sebagai kepala daerah. “Kita tidak mau dituding melanggar hak asasi warga negara,” tandas mantan Gubernur Sumatera Barat itu. Sementara kepala daerah diberhentikan secara permanen jika sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Kalau divonis bersalah oleh pengadilan, ya kita copot seterusnya. Sebaliknya kalau dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan, ya posisinya dikembalikan lagi (sebagai kepala daerah),” tandasnya. >> Ediatmo

Ilham Kauli, M.Si

Camat Bunguran Timur dan Lurah Bandarsyah saat meletakan batu pertama pembangunan MDA

Natuna (MR) Beberapa waktu lalu Lurah Bandarsayah Darwis, JM dan Camat Bungurun Timur Kabupaten Natuna Jarmin Sidik, SE bersama sejumlah perangkatnya, meresmikan pembangunan sebuah gedung sekolah Madrasyah di Padang Kurak Kelurahan Bandarsyah. Menurut Lurah Bandarsyah Darwis, JM ketika diminta keterangannya usai meletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pengerjaan bangunan gedung tersebut menyampaikan bahwa anggaran pembangunan itu diperolehnya dari usulan yang disampaikan oleh pihaknya beberapa waktu lalu. “ Pembangunan ini anggaran tahun 2010 dengan jumlah dana Rp. 665.000.000 Juta. Sesuai dengan usulan melalui MAD ( Musyawarah Antar Desa ) kami dapatlah membangun MDA Darul Wustha di Padang Kurak ini “. Ungkap Darwis singkat. Menurut Darwis pembangunan MDA itu benar-benar mendapat pujian dari masyarakat yang ada di wilayah kerjanya, karena semua itu juga tidak terlepas dari turut serta masyarakat banyak yang telah mengusulkannya. “ Masyarakat sangat antusias, karena memang masyarakat juga ikut mengusulkan. Setelah masyarakat mengusulkan baru di rapatkan kelinngkungan RT/RW kemudian ke Kelurahan. Setelah itu melalui masyarakat antar desa. Karena tanpa hasil musyawarah Desa juga tidak bisa berbuat. Lain dengan proyek-proyek yang lainnya. Kalau PNPM ini harus melalui beberapa kali musyawarah malahan melalui musyawarah tingkat RT, RW dan Kelurahan “. Jelas Darwis. Darwis juga merasa bangga terkait adanya sejumlah pembangunan yang diperolehnya selama ini. Karena itu dia berharap agar apa yang telah diperolehnya itu benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua masyarakat yang ada. “ Dari diri saya sendiri cukup merasa bangga. Untuk proyek Kelurahan Bandarsyah dari PNPM itu kami dapat dua proyek, pertama Gedung Serbaguna dan yang kedua Insya Allah pembangunan MDA Darul Wustha ini. Kedepannya mudah-mudahan pembangunan MDA ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan serta dapat dipergunakan dengan baik “. Pintanya berharap. Ditempat terpisah Camat Bunguran Timur Kabupaten Natuna Jarmin Sidik, SE menilai bahwa keberadaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang datang langsung dari Pusat dapat membantu percepatan pembangunan yang ada di wilayah kerjanya sejak tahun 2007 silam. Meskipun pada tahun ini Kecamatannya tidak mendapat julukan yang terbaik dari keberadaan program tersebut namun dirinya tetap mengakui bahwa program itu telah banyak membantu masyarakat seperti yang ada di Kelurahan Bandarsyah. “ PNPM ini program nasional, kalau saya lihat dari PNPM ini yang jelas sudah ada khususnya Kecamatan Bunguran Timur di Bandarsah yang sudah nampak, kemarin saya sudah mengadakan pengesahan penempatan mendapatkan lagi bangunan usulan tahun 2009 mendapatkan satu gedung MDA senilai Rp.100 Juta lebih, dapat direalisasikan tahun 2010 ini tapi usulannya tahun 2009. Untuk tahun ini anggaran PNPM itu kurang lebih Rp.1,2 Miliyar masih tersisa Rp.700 lebih Juta. Pada tahun 2007 kita pernah mendapatkan rangking yang terbaik untuk bantuan PNPM terhadap Kecamatan Bunguran Timur, pada tahun 2008 ada permasalahan. Tanggapan saya pada program PNPM sangat menyentuh sekali “. Ungkap Jarmin di ruang dinasnya. >> Otay

terwujudnya kemajuan di suatu daerah, hendaknya proses pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah harus dapat diikuti oleh setiap element yang ada. Kegiatan yang mendatangkan narasumber langsung dari Ibukota Jakarta dan Provinsi Kepri dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang menggunakan dana APBD Natuna itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih baik pula. “Karena proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah harus mampu diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Karena tidak ada kemajuan suatu daerah tanpa kemandirian dari masyarakat sendiri. Dari kegiatan ini yang diharapkan adalah ketika panitia lelang mensosialisasikan, kiranya dapat memahami aturan yang berkaitan dengan UU pembina konstruksi. Asosiasi dalam hal ini adalah Gapeknas, Gapensi dan yang mewakili dari pihak penyedia.

Jumlah pesertanya ada 80 orang yang terdiri dari 20 Asosiasi dan 60 orang dari panitia lelang PPTK. Dana yang dipakai dari APBD Natuna. Narasumbernya dari Kementrian PU Jakarta, kemudian Ketua EPSE Provinsi.

Disamping berkaitan dengan jasa konstruksi disana ada juga proses pengadaan secara elekronik dimana bergerak dari proses manual kepada proses secara elekronik yang lebih transparan “. Tegasnya menjelaskan. >> Otoy

PEMERINTAHAN PROVINSI

KEPULAUAN RIAU
Mengucapkan

Dirgahayu Bhayangkara ke-64
(01 Juli 2010)
“Semoga Sukses Selalu, dan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara”

ttd. Drs. H. MUHAMMAD SANI Plt. Gubernur Kepualauan Riau

8
Umur Kurang Empat Hari, Ditolak Masuk SD
Jakarta (MR) Sejumlah sekolah dasar di Jakarta mengalami kekurangan siswa. Ironinya, orangtua justru dipersulit saat mendaftarkan anaknya. Persoalannya pun sepele yakni karena usia sang anak kurang empat hari dari syarat umur masuk SD yakni enam tahun. Bocah yang ditolak masuk sekolah adalah Alicia Rohmah Alicia Rohmah. SD Negeri ditolak masuk SD 11 Manggarai, Jakarta Selatan, menolak keinginan Alicia bersekolah ketika orangtuanya, Bisriani, menemui Kepala Sekolah Nelvia Irianti. Pasalnya usia Alicia kurang empat hari dari enam tahun. Hanya karena usia kurang empat hari, pihak sekolah menolak tampaknya terlalu berlebihan. Apalagi Nelvia mengakui sekolah milik pemerintah ini justru kekurangan siswa. Ternyata bukan SDN 11 Mangarai saja yang menolak. Enam SD yang didatangi Bisriani semuanya menolak. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulianto justru bukan mempermudah tapi menambah rumit masalah Alicia. Karena usia Alicia kurang empat hari, kata Taufik Yudi, maka perlu ada rekomendasi dari psikolog jika ingin masuk sekolah dasar. Mungkin Taufik Yudi Mulianto belum tahu apabila berkonsultasi dengan psikolog harus mengeluarkan biaya lagi. Begitu rumitnya urusan yang harus dilewati Alicia agar bisa duduk di bangku sekolah. Mengapa pemerintah tak mempermudah orangtua agar anaknya bisa sekolah? >> Nokipa

Pendidikan
“Jadi memang harus ada terobosan untuk bisa menekan biaya yang dikeluarkan sekolah, karena itu pemerintah membeli lisensi akreditasi sekolah luar negeri, baru kemudian disebarkan ke setiap sekolah RSBI,” Jakarta (MR) Kementerian Pendidikan Nasional akan membeli lisensi akreditasi sekolah luar negeri yang berafiliasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau RSBI, kata Mendiknas Mohammad Nuh di Jakarta, Selasa. Ketika ditanya wartawan seusai membuka Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, Mendiknas mengatakan, dari evaluasi diketahui, salah satu penyebab biaya pendidikan di sekolah RSBI mahal karena sekolah harus membeli lisensi akreditasi dari luar negeri, misalnya dari lembaga pendidikan Cambrigde. “Jadi memang harus ada terobosan untuk bisa menekan biaya yang dikeluarkan sekolah, karena itu pemerintah membeli lisensi akreditasi sekolah luar negeri, baru kemudian disebarkan ke setiap sekolah RSBI,” katanya. Mendiknas mengatakan, pedoman penjaminan mutu sekolah bertaraf internasional yang ditetapkan Kemdiknas adalah RSBI berakreditasi tambahan dari badan akreditasi sekolah yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), yaitu Australia, Kanada, Denmark, Jepang, Jerman, Swedia, Inggris dan Selandia Baru. Dikemukakan juga bahwa Itjen Kemdiknas RI dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan memeriksa Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) RSBI. Balitbang Kemdiknas bekerja sama dengan dinas pendidikan di setiap provinsi juga akan memeriksa akuntabilitas sekolah bertaraf internasional itu. Menurut dia, dari APBS tersebut, akan diketahui berapa sumbangan dari orang tua siswa, dan berapa anggaran dari APBD dan APBN, serta rincian

Tahun Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

Pemerintah Akan Beli Lisensi Akreditasi RSBI
pengeluarannya. “Kami akan meminta pertanggungjawaban sekolah soal keuangan RSBI ini,” katanya. Selain memeriksa APBS, Kemdiknas bekerja sama dengan pihak terkait akan melakukan evaluasi mengenai proses rekrutmen dan capaian akademik siswa RSBI, termasuk memeriksa nilai rata-rata Ujian Nasional (UN). “Juli ini akan rampung pemeriksaan anggarannya, sedangkan pada Agustus nanti diharapkan sudah ada regulasi baru mengenai RSBI. Untuk diketahui, sesuai amanat UU 20/ 2003 tentang Sisdiknas, RSBI harus ada di setiap provinsi,” kata Mendiknas. >> Nokipa

Gaji Guru Masih di Bawah UMP
Jakarta (MR) Hingga kini masih banyak guru di pelosok yang gajinya jauh di bawah upah minimal provinsi (UMP), sehingga ini akan memmpengaruhi kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan. Demikian pendapat yang mengemuka dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Dialog Suara Daerah di Gedung DPD RI di Jakarta, Kamis (15/ 7). Hadir dalam dialog tersebut antara lain Mursyid (anggota DPD RI dari Aceh), Emanuel Babu Eha (NTT), dan M. Afnan Hadikusumo (DI Yogyakarta). Menurut Mursyid, banyak guru honorer terutama di sekolah-sekolah swasta hanya bergaji Rp100.000 atau Rp 200.000 per bulan, sehingga guru tersebut harus mencari tambahan di luar jam mengajar, yang membuat banyak guru letih saat mengajar. Ia juga menyoroti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang menurut dia tidak tepat dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa didik. “Sebaiknya UN tidak dijadikan tolok ukur

SMKN Cipanas Butuh Perhatian Pemerintah
Cianjur (MR) Tujuan pendidikan berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan takwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, cakap, kreatif dan mandiri sekaligus menjadi warga Negara yang demokratis dan tanggung jawab inilah yang menjadi dasar pendidikan bangsa, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Berkaitan dengan itu tentu harus di dukung dengan fasilitas dan sarana yang memadai dan di katakan, A. Sobandi komite sekolah SMKN 1 sewaktu ditemui MR di ruang kerjanya. Menurut A. Sobandi komitmen Pemerintah terhadap dunia pendidikan terkesan hambar, bagaimana tidak SMKN 1 Cipanas ini berada di daerah agrowisata dengan lokasi strategis kurang lebih 50 meter dari jalan raya Cibodas puncak, jadi sangat ironis jika tidak bisa di lalui roda empat, namun apa bisa di kota kenyataanya seperti ini. Seperti yang terlihat, jalan menuju ke sekolah SMKN 1 Cipanas hanya jalan setapak dengan bentangan jembatan gantung 1 meter sungguh memprihatikan, Yang jadi pertanyaan mana 20 % di APBN yang digembargemborkan untuk sektor pendidikan jika untuk satu SMKN 1 saja tidak terrealisasi, pungkas A. Subandi. >> Rus

Pendidikan Sarana Mencerdaskan Anak Bangsa
OKU Selatan (MR) Pendidikan merupakan sarana dalam membangun dan memcerdaskan putra bangsa sebagaimana yang tertuang dalam UUD 45 yang menyatakan bahwasanya mencerdaskan anak-anak bangsa dan pendidikan adalah tanggung jawab bersama, maka dari itu dalam rangka peningkata mutu dan kualitas serta prestasi anak didik harus benar-benar terjalin dan tercipta hubungan yang harmonis, agamais antara guru dan murid-murid MTS N.1 Muaradua. Menurut Khaerudin S.pd, Kepala sekolah MTS N.1 Muaradua, program-program pendidikan untuk meningkatkan kualitas perlu di dukung semua pihak, dengan dukungan yang telah di berikan semua pihak baik berupa materi maupun spiritual sangat menunjang kemajuan pendidikan itu sendiri, dalam hal ini di dukungan partisipasi serta kerja sama dari berbagai unsure yaitu, Orang Tua/Wali, lingkungan masyarakat serta instansi terkait harus benarbenar terwujud dan terjalin. Untuk meningkatkan kualitas anak didiknya MTS N.1 barubaru ini mengadakan MTQ antar siswa-siswi sekolah, “program MTQ sekolah itu untuk menunjang akhlak siswa /siswi dan saya mengharapkan semua siswa/siswi saya bias baca al-Qur’an” terang khaerudin S.pd. >> Ivan/Suardi

kelulusan siswa, ini karena kondisi sekolah di daerah satu dan lainnya tidak sama, baik sarana, prasarana maupun kualitas tenaga pengajarnya,” kata Mursyid. Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa belajar dari sistem kelulusan siswa didik terdahulu ketika kelulusan ditentukan oleh kepribadian, ujian sekolah dan ujian nasional, sehingga terasa adil bagi siswa, guru dan sekolah. Sedangkan Emanuel Babu Eha melihat bahwa hakikat pendidikan sebenarnya adalah membangun karakter bangsa yang bertanggung jawab, dan itu hanya bisa dilakukan oleh

guru yang mengajar dengan penuh kasih sayang. “Guru itu seharusnya mencintai profesinya, bukan mencari kekayaan. Menurut saya, keberhasilan anak didik tidak seratus persen ditentukan oleh faktor kesejahteraan guru,” katanya. Ia menjelaskan, ada guru yang gajinya besar namun malas mengajar, sehingga muridmuridnya tidak terpacu untuk belajar serius. Bahkan banyak siswa beranggapan bahwa semua bisa dibeli dengan uang, termasuk ‘membeli? nilai dari guru, dan hal ini mengakibatkan anak didik belajar seenaknya dan tidak menghormati guru. >> Nokipa

Pelajar Bandung Ikuti Internasional Leadership Academy Ke Amerika
Bandung (MR) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka pertukaran pelajar antar negara dengan Pemerintah Fort Worth Texas Amerika Serikat, mengirimkan para pelajarnya untuk mengikuti program International Leadership Academy atau akademi kepemimpinan, 17 Juli hingga 1 Agustus 2010. Delegasi terdiri 17 pelajar SMA Negeri 5 dan 1 pelajar dari SMAK Trinitas Bandung, didampingi 2 orang guru dan seorang chaperon dari Pemkot. Kepala Bagian Pemerintahan Umum (Bagpemum) Kota Bandung, H Medi Mahendra menuturkan, program international leadership academy, merupakan kalender tahunan Sister City Forth Worth Texas dengan sejumlah kota lain di dunia termasuk Kota Bandung. Keikut sertaan Kota Bandung dalam program ini, dikatakannya, sedianya akan dilaksanakan di 2009. Persiapan telah dilakukan, namun terkait merebaknya virus H5N1 (swain flu) yang melanda dunia, atas pertimbangan keselamatan serta kesepakatan bersama, pengiriman delegasi ditunda dan baru bisa diwujudkan di 2010. Selama mengikuti kegiatan, imbuh Medi, anggota delegasi khususnya para pelajar, selain tinggal diasrama, selama 3 hari mereka nantinya akan disebar dan dititipkan pada orang tua angkat. Untuk itu dirinya berpesan, agar pelajar delegasi Kota Bandung menjaga citra dan nama baik bangsa. “Kita bukan hanya mewakili sekolah atau Kota Bandung tetapi mewakili Indonesia. Tahun depan, giliran kita Kota Bandung menerima mereka,” tuturnya. Besarnya komposisi anggota delegasi SMAN 5 Bandung, imbuh Medi, merupakan tindak lanjut dari kunjungan langsung ketua komite kerja sama Bandung-Fort Worth, Mr Paul Geisel pada 2008, sekaligus apresiasi pada SMAN 5 yang seorang siswanya memenangkan lomba seni di Forth Worth. Medi menuturkan, selama lebih kurang 2 minggu di Forth Worth, delegasi Kota Bandung bersama delegasi lainnya diantaranya dari Reggio Emilia (Italy), Trier (Jerman), Nagoaka (Jepang), Budafest (Hungaria), Toluca (Meksiko) dan Mbabane (Swaziland-Afrika), diantaranya akan mengikuti kegiatan proses belajar mengajar di kelas, presentasi, debat, penampilan seni, dan kunjungan lapangan. Selain hubungan antar kota, hubungan kerja sama antar sekolah atau sister school diharapkan Edi, SMAN 5 yang telah berstandar internasional, bisa memaksimalkan kesempatan yang nantinya juga bisa dikomunikasikan dengan sekolah-sekolah lainnya yang sudah

Seorang Guru Tangani Sendiri Seluruh Kelas
Kalbar (MR) Seorang guru sekolah dasar negeri di Dusun Gun Jemak daerah tapal batas Kalimantan Barat - Sarawak (Malaysia), 3,5 tahun menangani sendiriseluruh kelas, dari kelas satu sampai enam sendirian, tanpa bantuan guru lain. “Pada awalnya memang kesulitan, tetapi lama kelamaan menjadi biasa,” kata Joni (38), guru SD 16 Gun Jemak, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Ia mulai mengajar sendiri tidak lama setelah diterima sebagai guru berstatus pegawai negeri sipil pada 2005 setelah selama dua tahun menjadi guru honorer. Kurang lebih 3,5 tahun lamanya ia menggabungkan enam kelas ke dalam tiga ruang kelas. Kelas satu digabung dengan kelas dua, kelas tiga digabung dengan kelas empat, dan kelas lima dengan kelas enam. “Penggabungan itu untuk mempermudah proses belajar dan mengajar,” katanya. Gun Jemak adalah sebuah dusun di hulu Sungai Sekayam dan hanya bisa ditempuh menggunakan alat transportasi sungai seperti “speed boat” atau sampan, yang waktu tempuhnya delapan jam dari kota kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Menurut dia, di daerah Gun Tembawang jumlah muridnya kurang lebih 43 siswa dari kelas satu sampai tiga. Sebelum adanya SD mini, katanya, kebanyakan anak-anak usia sekolah enggan menuntut ilmu, karena jarak tempuh cukup jauh dan menembus hutan lebat untuk bersekolah di SD Gun Jemak. “Mereka harus berangkat subuh jika tidak ingin terlambat bersekolah. Sangat memprihatinkan sekali,” katanya. >>Ant

SMA Negeri 1 Gantar Butuh Pembangunan Inprastruktur
Indramayu (MR) Keberadaan gedung baru SMA Negeri 1 Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang sudah diresmikan Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin, beberapa waktu silam, tampaknya masih membutuhkan pembangunan inprastruktur sekolah, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Gedung baru SMA Negeri 1 Gantar, yang berlokasi di Jalan Raya Tanjung Garut Desa Gantar itu, kondisinya perlu segera dirampungkan pembangunannya seperti pengarugan halaman sekolah, pemasangan pagar lingkungan dan ada ruang kelas yang belum dikeramik, plapon langit-langit serta pengecatan dinding. Bila pihak terkait tidak segera melengkapi pembangunan gedung SMA Negeri 1 Gantar, maka proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun pelajaran 2010/2011 terkesan kurang nyaman bagi para muridnya. Demikian Wartawan Lepas Daerah Indramayu Marlina, mengabarkan kepada Media Rakyat melalui ponsel. Drs. Ridwan, Kepala SMA Negeri 1 Gantar, ketika hendak ditemui yang bersangkutan sedang tidak ada dikantornya. “ Bapak Ridwan lagi pergi ke Bogor,” ungkap seorang guru disela-sela kesibukannya menerima Pendaftaran Siswa Baru (PSB) kelas 10 dan Daftar Ulang kelas 11 dan 12, Selasa siang pecan lalu. >> Mukromin

SBI di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, H Dada Rosada dalam sambutan tertulisnya menyatakan, program Internastional Leadership Academy disebutnya merupakan

program khusus kepemimpinan bagi para siswa. Peserta terbatas pada kota-kota Sister City (kota bersaudara) yang menjalin kerja sama dengan Kota Fort Worth. >>Dodi Sulaeman

Edisi 217 Tahun X Tahun 23 - 31 Juli 2010

Investigasi

9
juga kok katanya kontraktornya itu orang PNS, apakah orang PNS boleh angkat proyek, nama bapak PNS itu Pak Robin, entah proyek itu dari siapa untuk siapa tidak tahu yang penting kita tahu itu punya Pak Robin orang PNS itu yang kita tahu. Kami itu sudah musyawarah di masyarakat mengundang RT, RW dan Kadusnya. Bahkan hasil musyawarah pada malam itu kami serahkan kepada Kades tolong Desa proseskan masalah ini, sampai sekarang ini kan alasannya tidak tahu. Jadi RT, RW itu kan harus tahu, nanti masyarakat menganggap RT itu makan gaji saja, tapi kenyataannya kami sudah bekerja keras menegur masalah ini kan“. Beber Wan. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dirinya meminta agar material pembangunan jembatan yang ada secepat mungkin dapat diganti menggunkan jenis kayu yang layak pakai untuk dapat dinikmati lebih lama. Karena dirinya tidak ingin bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah itu dipergunkan sembarangan dan tidak mendatangkan manfaat untuk orang banyak. “ Harapan kita agar bapak kontraktor ini bisalah mengecek ulang, kami cuma minta digantikan sejenis kayu yang biasa di pakai bangunan. Karena permasalahannya ini masuk proyek masyarakat tidak tahu, masuk nyelonong saja tanpa permisi sama masyarakat setempat jangankan masyarakat Kepala Desanya saja enggak tahu. Kami bukannya mau menghambat pembangunan, bukan seperti itu maksudnya, kita sudah bersyukurlah kepada pemerintah, dan dapat memanfaatkan uang pemerintah itu sebaiknya. Padahal pemerintah sudah cukup membantu masyarakat, yang salah orang di lapangan ini, padahal kita mendapatkan pembangunan di lingkungan masing-masing itu berjuang keras. Setelah berhasil asal-asalan. Jadi maksud dan tujuan saya begitu karena kita orang pemerintah manfaatkanlah dana bangunan itu sebaik-baiknya jangan asalasalan. Karena masih banyak kayu-kayu bagus jadi ini yang dapat saya sampaikan terima kasih “. Katanya mengakhiri sekaligus berharap. Ditempat terpisah salah seorang masyarakat tempatan bernama Edi ketika diminta tanggapan terkait pembangunan jembatan yang ada kepada Media Rakyat juga merasa heran terhadap pembangunan yang sudah berlangsung tersebut karena tidak diketahui oleh pimpinan Desa setempat. Sehingga menjadi pertanyaan sejumlah kalangan masyarakat terutama keberadaan kayu yang dipergunkan. “Kami disini selaku masyarakat juga merasa heran mengapa ada pengerjaan seperti ini tanpa memberi tahu kepada Kades, dan kami masyarakat disini mau mengadu sama siapa terkecuali ke Kades kami disini. Tetapi Kadesnya saja tidak tahu, bagaimana Desa mau menberi keterangannya kepada kami sama siapa, asal proyeknya dari mana. Jadi pernah kita usul lagi kita tanya sama Dinas terkait yang bersangkutan, jadi sampai sekarang pun ibaratnya kami tidak tahu, jadi kami disinikan menemuka bahwa permasalahannya itu apakah benar kayu yang di pasang itu sesuai dengan yang sudah dianggarkan ?. Contohnya saja kayu yang mereka pakai itu adalah kayu balau yang kami sebut itu adalah untuk kayu api untuk memasak, apakah benar itu, dan sampai sekarangpun ibaratnya kami tidak tahu berapa anggaran dan berapa volumenya itu kami pun tidak tahu “. Tambah Edi. Sebagai masyarakat dia berharap agar apa yang ada itu dapat dikerjakan dengan baik dan sesui bestek. “ Saya selaku masyarakat tidak melarang membangun silahkan, tapi kasihlah informasi ke kami selaku warga setempat dan bangunan yang akan dibangun itu sesuaikanlah dengan biasa yang dipakai dalam pengerjaan yang selayaknya dipasang “. Bebernya berharap. >> Otoy

Pemkab Bogor Verifikasi Pondok Pesantren
Bogor (MR) Untuk memastikan data pasti jumlah pesantren yang berada di Kabupaten Bogor, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor akan melakukan verifikasi ulang pondok pesantren yang berada kabupaten ini, kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Bogor, Yos Sudrajat, (Sabtu.17/7) “Kami membutuhkan data akurat jumlah pesantren di Kabupaten Bogor sebagai basis untuk pengambilan kebijakan,” kata Yos. Berdasarkan catatan Pemkab Bogor, jumlah pesantren yang tersebar di Kabupaten Bogor mencapai 2.500 buah. Uniknya, data tersebut ternyata jauh lebih banyak lebih dari data yang dimiliki Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor. Menurut Kemenag, jumlah pesantren di Bogor berjumlah sekitar 700 buah. Karena itu, untuk menyingkronkan data yang dimiliki Pemkab Bogor dan Kemenag Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor melalui Bagian Kesra melakukan verifikasi ulang terhadap data pesantren. “Kami membutuhkan data pesantren yang lebih valid. Ini penting sebagai rujukan dalam pengambilan kebijakan,” papar Yos. Yos menampik bila data yang dimiliki Pemkab Bogor terlalu menggelembung dibandingkan data sesungguhnya. Menurut Yos, angka 2.500 yang ada pada Pemkab Bogor dikumpulkan dari 40 kecamatan yang ada di Bogor. “Angka 2.500 mungkin terlampau banyak. Tapi itu data yang kami temukan di lapangan. Bisa jadi sebagiannya ada yang berkembang, dan sebagiannya tidak berjalan. Karena itu akan diverifikasi ulang,” tutur Yos. Verifikasi tersebut melibatkan Bagian Kesra Setda Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Bogor. Ketiga unit kerja tersebut telah berkumpul di Cibinong untuk merumuskan langkah yang akan ditempuh bersama. “Verifikasi ini melibatkan Bagian Kesra dan Kemenag Kabupaten Bogor. Selain itu Dinas Pendidikan juga dilibatkan, karena sebagian pesantren terutama yang memiliki SMP merupakan penerima program BOS,” ujarnya.>> Ali

Material Bangunan Jembatan Batubi Diragukan

Pengerjaan Jembatan Batubi Jaya

Mantan Anggota DPRD Mencuri Pasir?
Denpasar (MR) Ida Made Alit, politikus mantan anggota DPRD Provinsi Bali, dilaporkan telah mencuri pasir di kawasan Dusun Butus, Desa Buana Giri, Bebandem, Kabupaten Karangasem. Anggota Fraksi Partai Nasional Indonesia Marhaenisme pada DPRD Bali periode 2004-2009 itu, dilaporkan oleh pemilik lahan tambang tersebut ke Markas Polda Bali di Denpasar, Jumat. Kasat I Ditreskrim Polda Bali AKBP Sakeus Ginting membenarkan pihaknya telah menerima laporan tentang kasus pencurian pasir yang dilakukan mantan anggota dewan. “Kami sudah minta anggota untuk melakukan penyelidikan terkait laporan itu,” ujar Sakeus Ginting. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar menambahkan, penyerobotan dan pencurian pasir oleh Alit dilaporkan oleh korban bernama Gede Baruna, warga Kabupaten Karangasem yang menetap di Denpasar. Dia adalah pemilik lahan tempat Alit mengambil pasir, dan kepemilikan tersebut berdasarkan atas pipil tanah nomor 138. Pipil atas lahan tersebut sempat dipersengketakan di PTUN Denpasar sekitar 2007, dengan BPN sebagai tergugat dan dimenangkan oleh Gede Baruna. Ginting menjelaskan, pengambilan pasir yang mengarah ke pencurian itu dilakukan Alit dari akhir 2005 sampai awal 2006. Menurut Ginting, kejadian tersebut juga ada kaitannya dengan pejabat pada Dinas Pasedehan Agung (instansi pemungut pajak milik daerah) Pemerintah Kabupaten Karangasem, yang berinisial GK. GK adalah pejabat Pasedehan Agung Pemerintah Kabupaten Karangasem yang diduga memalsukan dan mengalihkan nomor pipil dari 138 menjadi pipil bernomor 311. GK sendiri tidak bisa menunjukan bukti-bukti otentik terkait pemindahan nomor pipil itu. Gede mengaku pernah melaporkan Alit ke Polsek Bebandem, Karangasem, tapi dia tetap menggali pasir di lahan milik Gede, bahkan rekening Gede sempat diblokir saat membayar SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Teruang) di Bank BRI Singaraja. >> Nyoman

Natuna (MR) Wakil Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Wan Yus meragukan material bangunan yang dipergunkan oleh sejumlah pekerja pembangunan jembatan Batubi Jaya. Selain meragukan material yang ada dirinya juga masih meragukan kesiapan bangunan tersebut karena pengerjaan yang berlangsung di daerahnya itu tidak diketahui dengan jelas dari mana sumber dana dan seperti apa bentuk pengerjaan hingga pada jenis kayu yang akan dipergunkan. “ Kami selaku kepercayaan masyarakat bahwa kami melihat ada pengerjaan yang masuk ke Desa Batubi Jaya letaknya di Rt16/05 Dusun 03. Dari pandangan kami, bahwa pengerjaan itu matrial bangunan tidak layak di pakai, menurut bahan yang ada itukan lebih kuat dari pada bahan yang diganti. Sedangkan matrial itukan masih banyak, daerah kita ini kayu yang di pakai orang buat proyek ini seperti jenis kayu Balau inikan kayu yang dibangun itu kayu baker artinya kayu yang dibuat untuk memasak. Jadi kita selaku masyarakat kalau enggak di tegur kan jadi untuk apa kita selaku RT, RW masyarakat. Sedangkan pengerjaan atau

proyek yang masuk ke Desa tidak tahu, jadi apakah selama ini proyek masuk kita tidak tahu atau kita biar begitu saja ? “. Ungkap Wan Yus kepada MR Selasa ( 6/7 ) di kediamannya. Tegerun yang membuat dirinya memutuskan untuk mempublikasikan kepada salah satu media massa di Natuna itu dikarenakan atasan yang ada di daerahnya juga tidak mengetahui keberadaan bangunan tersebut. “ Bahkan Pak Kades sendiri pernah mengungkapkan bahwa pengerjaan yang masuk itu tidak tahu. Jadi kalau RT tidak tahu wajar RT melapor kepada Kades bahwa di lingkungannya ada proyek yang masuk dan di pandang masyarakat bahwa katuanya tidak layak di pasang. Tetapi Desa menganggap tidak tahu menahu, jadi kami selaku masyarakat kepada siapa lagi harus mengadu segala masalah “. Katanya menegaskan. Selaku BPD terkait pembangunan yang dikerjakan pada tahun 2010 belum lama itu, dirinya tidak mempersoalkan jenis bangunan yang akan masuk ke wilayah kerjanya bahkan dia sangat berterima kasih jika ada pihak yang ingin membangun daerah, hanya saja dia tidak ingin bangunan yang ada dibuat asal jadi dan tidak

sesui dengan bestek yang ada. “Pengerjaan itu baru dibangun tahun 2010 ini, yang pertama masuk itu sudah selesai karena yang pertama di SP dan masyarakatnya disana tidak ada yang komplin makanya tidak ada masalah. Tapi kami selaku perwakilan BPD dari masyarakat pandangankan tidak bagus, kami ini bukan masalah apa-apa tapi ini hanya masalah kayu. Kedua di tempat kami, kami kan minta digantikanlah kayu yang sejenis bangunan bukan untuk masalah-masalah yang lain. Tetapi itu jelas bukan kayu bangunan karena itu kayu api, kan kayu yang lain masih banyak“. Jelasnya kembali menceritakan. Dikatakannya pula sampai saat ini pihaknya juga tidak mengetahu dengan jelas sumber pengerjaan yang ada di wilayah kerjanya. Dia mengatakan bahwa pembangunan jembatan yang ada dilakukan oleh salah seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Terkait yang terjadi dirinya sudah membicarakan bersama masyarakat dan sejumlah perangkat Desa yang ada. “Sampai sekarangpun kita tidak tahu proyek yang masuk proyek apa, seharusnya Desakan tahu proyek apa, dari mana. Jadi kemarin saya pun kaget

Aliansi Wartawan dan LSM Laporkan Oknum Pegawai SPBU Ke Polisi
OKU Selatan (MR) Berawal dari konfirmasi via sms ke Nomor HP. 08137792xxxx rabu (07/07) sekitar pukul 15:00.Wib kepada salah seorang karyawan SPBU Gedung Lepihan Reg.24322.146. karena salah satu wartawan di kenal dengan karyawan tersebut dan ingin mengklarifikasi tentang temuan informasi dari masyarakat dan salah satu LSM Muaradua kepada salah satu media diduga telah terjadi mark-up harga jual BBM Bensin kepada para spekulan (Diriken) dengan harga berkisar Rp.4.800,-/liter dan diduga adanya perioritas jatah BBM sampai ribuan liter kepada oknum (B) di karenakan hal tersebut bisa memicu kenaikan harga BBM yang sudah sangat tidak setabil saat ini di wilayah Kabupaten OKU Selatan. Seorang yang mengaku bernama Abi Tasmir berprofesi sebagai seorang Wartawan yang tidak jelas nama Medianya, yang dipilih untuk mengepam di SPBU tersebut dan mengaku selaku atasan dari karyawan yang di hubungi wartawan Sumsel Post. Abi Tasmir melontarkan kata-kata pelecehan Profesi via Telphon genggam yang bukan miliknya kepada Sumsel Post “Saya Abi Tasmir atasan dari karyawan yang anda hubungi barusan, dan saya juga Wartawan, masalah harga mau kami jual Rp.6.000,- atau Rp.7.000,- itu bisa saja terjadi di lingkungan SPBU ini dan saya tau informasi yang kau dapat itu dari ulah para LSMLSM, Tai kucing itu, kalau kalian itu Profesional silakan angkat permasalahan yang kalian temukan itu, kalau ada bukti nota pembeliannya, tapi siap-siap bae kalian aku tuntut balik, kau belum tau aku ini wartawan yang di pilih SPBU ini kalu kalian kurang senang datang bae langsung ke SPBU aku tunggu biar jelas” dan kata-kata ini sekarang ada rekamannya di HP Sumsel Post sebagai bukti Penghinaan/Pelecehan Provesi. Yang kini sudah di serahkan di Polres OKUS pada hari Kamis (08/07) dalam bentuk copyan Plat CD. Di karenakan para Wartawan dan LSM merasa tidak senang dan tidak terima atas perlakuan Abi Tasmir dengan lontaran kata-kata penghinaan tersebut 13 orang Wartawan dan LSM sepakat melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib di Polres OKU Selatan dengan Nomor Laporan : STPLB/75/VII/SUMSEL/Res OKUS pada tanggal 08 Juli 2010. Sedangkan bukan rahasia umum lagi hal yang terjadi di SPBU tersebut mengenai Mark up harga dengan alasan uang Cor ke diriken dan menyangkut penyuitan jatah ribuan liter kepada kakak ipar pemilik SPBU (Faisal Ranofa) yang juga berdagang minyak di depan SPBU. sehingga mau tak mau para pengecer yang membeli BBM di SPBU karna sulitnya untuk mendapatkan pembelian BBM dan di tambah adanya harga tambahan perliter sebesar Rp.300,- per liter terpaksa untuk penjualan di pasaran dinaikan sehingga harga BBM tak setabil pada saat ini. Berdasarkan panduan dan aturan Hukum yang diatur dalam undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers pada BAB.II Pasal: 2-3-4-5-6 dan Bab.III Pasal 8 (Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan Hukum) dalam hal ini para rekan-rekan Pers dan LSM OKU Selatan meminta agar kiranya Pihak Aparat penegak hukum Polres OKU Selatan dapat menindak permasalahan ini secara tegas dan berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar hal-hal perlakuan sedemikian tidak terjadi lagi, demi menjamin kebebasan dan gerak para Jurnallist saat menjalankan kegiatan tugasnya berdasarkan aturan dan Kode Etik Jurnalistik Indonesia. >> Ivan/Suardi

Berbuat Mesum, Puluhan Pasang Pelajar Digaruk
Kudus (MR) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjaring lebih dari 30 pasang pelajar yang tengah berbuat mesum di sejumlah tempat selama Juni-Juli 2010. Jumlah ini meningkat 50 persen apabila dibandingkan jumlah pasangan pelajar yang terjaring selama April-Mei 2010 Peningkatan itu karena pertengahan Juni sampai awal Juli 2010 adalah musim liburan yang dimanfaatkan pelajar untuk pacaran. Tempat yang sering digunakan untuk berbuat mesum yakni Kompleks GOR Wergu Wetan Kudus, perkantoran Mejobo, Kompleks DPRD, Jalan Desa Rahtawu, serta Museum Kretek. Pelajar yang terjaring mendapatkan pembinaan di Kantor Satpol PP Kudus. Apabila diketahui melakukan hubungan badan, pihak sekolah, orang tua, dan perangkat desa setempat akan dipanggil saat itu juga. Pemanggilan terkait untuk memberikan efek jera agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Razia yang dilakukan petugas tidak hanya dilakukan pada siang hari bahkan juga malam hari. Perilaku pelajar di Kudus mulai kebablasan, karea petugas pernah menjumpai sepasang pelajar sudah telanjang bulat di kawasan Kecamatan Bae. Para orang diharapkan ikut memantau pergaulan anaknya. >> Ant

10
Aksi Permata Direspon Sekda Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya (MR) Sekitar 30 Mahasiswa yang mengatasnamakan Persatuan Mahasiswa Tasikmalaya (Permata) yang dimotori M.Farid selaku Kordinator Lapangan dengan berjalan kaki berunjuk rasa mengenai kebijakan pemkot Tasikmalaya yang dianggap kurang berpihak terhadap lingkungan. Setibanya Para mahasiswa di Halaman Balekota Tasikmalaya secara responsif diterima Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs.H. Tio Indera Setiadi didampingi unsur pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan tersebut para mahasiswa berorasi mengenai 115 kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mereka anggap belum berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta sempat memberikan adegan teaterikal kondisi masyarakat yang di mainkan 2 orang mahasiswa dengan kostum merah berantai sebagai ciri masyarakat Kota Tasikmalaya saat ini. Hal tersebut langsung ditanggapi Sekda Kota Tasikmalaya dengan menyampaikan bahwa memang dulu Tasikmalaya dikenal dengan seribu bukit namun sekarang kondisinya sudah berkurang “Hal tersebut merupakan permasalahan yang cukup menyulitkan pemkot dengan kepemilikan bukit oleh warga, disisi lain kita mencegah eksploitasi bukit namun disisi lain masyarakat mencukupi kebutuhan dengan mengeksploitasinya “lagi katanya. “ Pemkot sudah menghimbau untuk tidak mengekploitasi bukit-bukit yang ada serta melaksanakan langkah nyata yaitu Pemkot menganggarkan membeli 1 bukit tiap tahunnya serta contoh lain mengenai usaha Pemkot untuk penghijauan bisa dilihat disamping kiri kantor pemkot ada lahan yang ditanami ribuan albasiah dan beberapa tahun kedepan akan rindang banyak pohonnya, ungkapnya. Akhirnya demo berakhir dan para demonstran membubarkan diri setelah menerima penjelasan dari Sekretaris Daerah mengenai kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam melindungi kondisi alam Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

Nusantara
yang tidak layak ini, kita mengambil yang rusak dengan kapasitas yang kita bangunkan dengan cepat. Dari beberapa rumah-rumah dan kantor bangunan pemerintahan sebagian besar sudah ada perbaikannya melalui PNPM pemerintahan. Sedangkan yang tidak disetor oleh PNPM itu kita konfirmasi dengan Desa seperti Kantor Gedung Pertemuan Desa yang rusak, kita juga ada perbaikan “. Ungkap Aditya kepada MR beberapa waktu lalu. Menurut Aditya, program yang dilakukan oleh pihaknya selama ini adalah upaya membantu masyarakat yang berada disuatu wilayah. Munculnya program tersebut sama seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah yaitu melalui usulanusulan yang dimulai dari bawah. Sebagai upaya pendekatan diri dengan masayarakat banyak dalam ini pihaknya diwakili oleh bagian yang telah mereka bentuk melalui Babinsa. “ TMMD itu adalah manunggal pendekatan dari bawah. Maka dari itu setiap tahun itu kita ada program, sebelum program itu kita usulkan ke atas, itu kita di jajaran Kodim itu ada Koramil dan Babinsa. Babinsa itulah yang melaksanakan musyawarah dengan Kades, dengan pimpinan yang ada di Desa melalui musyawarah Desa. Setelah dia tahu ada kegiatan TMMD maka dia musyawarah. Kira-kira di Desa ini apa yang bisa kita usulkan, artinyakan usulan itu belum tentu pipti-pipti dipilih, itu disaring dulu di tingkat atas “. Katanya menjelaskan. Dia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program yang mereka lakukan kebanyakan memanfaatkan sejumlah bahan alami yang masih ada namun memilki kualitas tinggi. Namun demikian dalam membangun dan memperbaiki sejumlah kerusakan yang ada tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya akan menggunakan bahan yang berada di toko seperti semen. Menurutnya apa yang akan dipergunkan dalam program itu sudah dijelaskan semunya kepada pihak Desa setempat. “ Bahan baku kita maksimal menggunakan material setempat contohnya seperti, batu yang ada bisa kita pakai, kalau kayu juga sama yang penting tidak idialogin. Tadi juga sudah saya tegaskan kepada masyarakat, ada kayu kita manfaatkan kayu, kita tidak boleh dari toko-toko kecuali material yang lain seperti semen. Kalau untuk di wilayah setempat, namanya juga TMMD ya TNI manunggal. Manunggal itu kita ingin menumbuhkan namanya gotong royong, jadi masyarakat yang pertama mau peduli dengan sesamanya ke gotong royong untuk memberi semangat sama-sama itu yang kita lakukan. Makanya TMMD kita harapkan biaya kecil tapi manfaatnya besar, kita tidak ada namanya bayar tenaga tukang yang mahal, kecuali tenaga asli

Tahun Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

Melalui TMMD Tercipta Rasa Kebersamaan
yang kita gak mampu baru kita belajar. Soalnya kena pajak lain sebagainya dan jasa-jasa itu tidak jadi, itulah yang kita lakukan supaya menjadi kemanunggalan. Sampai kemanunggalan yang kita lakukan dari kegiatan itu tentu akan ada hal yang sangat positif, jadi sampai kemanunggalan kebersamaan pemerintah “. Jelasnya melanjutkan. Terkait adanya upaya yang selama ini mereka lakukan, kiranya dapat memberi sedikit kelonggoran dalam peningkatan kesejahteraan masayarakat yang berada di Desa. Selain itu pihaknya juga berharap agar apa yang mereka lakukan itu dapat menciptakan rasa kebersamaan antar sesama waraga serta dapat menimbulkan rasa semangat juang yang tinggi dalam mebangun daerah. “ Harapan saya kepada mereka dan kegiatan TMMD ini, harapan yang paling besar sasaran adalah meningkatkan kesejahtraan. Namun dalam proses ini mereka ada terciptanya gotong royong kebersamaan, dan meningkatkan wawasan. Karena disamping sasaran ini ada sasaran non muslim, contohnya kita memberi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan “. Tambahnya. Lebih jauh dia menjelaskan selain upaya peningktan rasa kebersamaan program yang mereka lakukan itu juga bertujuan untuk dapat menumbuhkembangkan rasa percaya diri untuk dapat memahami pentingnya memelihara kesehatan dan mematuhi segala peraturan yang ada di negara ini serta dapat menjadi manusia yang memiliki sekil dan keterampilan kerja sendiri. Karena itu dia berharap agar masayarakat tidak berfikir negatif terhadap upaya yang mereka lakukan selama ini. >> Otoy

Warga Anjatan Baru Gotong Royong Bangun Jalan
Indramayu, (MR) Masyarakat Desa Anjatan Baru Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dibawah kepemimpinan Kuwu/Kepala Desa Tarli, lebih giat melaksanakan pembangunan desanya. Diantaranya pembangunan inprastruktur perhubungan darat berupa pengaspalan jalan lingkungan di Blok Encle RT. 08/02 belum lama ini. Kuwu Desa Anjatan Baru ditengah kesibukannya mengatur dan mengawasi pekerjaan pengaspalan jalan lingkungan Blok Encle pihaknya mengatakan bahwa, pengaspalan jalan ini dananya bersumber dari urunan/swadaya masyarakat yang dalam peleksanaannya dikerjakan secara gotongroyong warga setempat. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh warga Anjatan Baru, yang telah berperan aktif serta berpatisipasi dalam mensukseskan pembangunan didesa ini, baik berupa materi maupun tenaga kerjanya, sehingga program pembangunan Indramayu Remaja 2 bisa sukses sesuai harapan semua pihak, terang Kuwu Tarli. Informasi yang dihimpun MR menyebutkan, komposisi panitia pengaspalan jalan lingkungan di Blok Encle RT. 08/ 02 Desa Anjatan Baru yakni Ketua : Ratib, Sekretaris : Andullah, Bendahara : Tolib, Seksi Pengawasan : Aska dan Toip, serta Penanggung Jawab Umum : Kuwu Anjatan Baru . >> Abdullah

Natuna (MR) Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh satuan Komando Distrik Militer (Kodim) dibawah pimpinan Dandim Kabupaten Natuna I Wayan Aditya terus digalakan. Kegiatan pendekatan diri antara masyarakat dengan TNI melalui proses pembangunan yang dilakukan secara gontong royong itu mulai memberikan banyak manfaat. Belum lama ini kegiatan yang membaur dengan masyarakat banyak itu baru saja berlangsung di Desa Semedang, Bunguran Barat. Dandim Kabupaten Natuna I Wayan Aditya usai berlangsungnya acara mengatakan

selain adanya pembangunan jalan, dan sejumlah bangunan perkantoran dalam hal ini pihaknya juga akan berupaya untuk dapat membatu perbaikan sejumlah rumah warga yang terlihat sudah tidak layak huni. “ Kalau jalan memang kondisi masih pada waktu hujan becek dan pada waktu panas pasti berdebu, karena dari Pemerintah Daerah belum ada tahap pemadatan atau pengerasan tanah, mungkin itu kedepan dari Pemerintah Daerah. Kalau masalah pembangunan memang kalau ada beberapa rumah yang masih rusak dari beberapa yang enggak layak. Maka dari sasaran TMMD kita juga akan mengambil beberapa rumah

Karpusda Kota Tasikmalaya Kembali Berprestasi
Kota Tasikmalaya (MR) Setelah sekian lama vacum dengan prestasi, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya kembali menyumbangkan prestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat, Lomba Bercerita, Pustakawan Terbaik dan Perpustakaan Umum Terbaik yang dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat bertempat di Aula Bapusipda Prov. Jawa Barat, Selasa (29/6) diikuti oleh Kabupaten dan Kota Se Provinsi Jawa Barat. Haula Azra Kamilah mewakili Kota Tasikmalaya meraih prestasi Juara II dalam Lomba Bercerita Tingkat SD/MI, sedangkan Hasriadi, S.Sos.meraih Juara III sebagai Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat. Kepala Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H Nuryadi, M.Si. mengungkapkan walaupun belum bisa memenuhi target Juara I, namun Ia berjanji akan terus meningkatkan pembinaan dan membenahi diri secara bertahap untuk menjadi yang terbaik di Tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan di Tingkat Nasional seperti beberapa

Hasriadi, S.Sos. Juara Ke-3 Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat

PNPM Mandiri Bangun 20 MCK
OKU Selatan (MR) Pemerataan pembangunan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat Desa Gunung terang kecamatan Buay Sandang Aji mendapat bantuan dana pembangunan MCK Mandi Cuci Kakus (MCK) dari Pemerintah sumber dana PNPM Mandiri TA 2010. Dengan pagu dana sebesar Rp.300.000,000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah) Pembangunan dilaksanakan untuk membangun MCK sebanyak 20.Unit yang di bagi lokasinya ke enam dusun wilayah Desa Gunung terang, masingmasing dusun mendapat 3.Unit dan satu unit dibangun di dekat Masjid Gunung terang 1(satu) unit di bangunkan di dekat Sekolah TK Gunung terang dan kini pembangunan 20 (Dua Puluh) unit MCK tersebut sudah berjalan dan mencapai 70% pekerjaan yang di kerjakan secara swakelola masyarakat. Juherman Kepala Desa Gunung terang saat di sambangi wartawan MR di kediamannya Sabtu (17/07) mengatakan. “Berdasarkan Juklak dan Juknisnya Pembangunan MCK yang bersumber dana dari PNPM Mandiri, saya bersama masyarakat bermusyawarah membentuk Struktur Pengurus Kelompok masyarakat yang akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama terpilih sebagai Ketua TPK (Tiem Pengelola Kegiatan) sdr. Zaidan, untuk membangun sebanyak 60.Unit MCK di Desa Gunung Terang ini, namun di karenakan dananya tidak cukup, maka kami realisasikan sebanyak 20.Unit MCK dengan ukuran masing-masing MCK seluas 2 x 3.m dengan kelengkapan Dua kamar mandi dan WC, dan satu unit bak Air untuk mencuci dan berdasarkan rapat Desa kesepakatan bersama untuk pelaksanaan sebanyak 18.Unit di bangunkan di lokasi 6.Dusun, masingmasing Dusun mendapat 3.Unit MCK, dan sisanya kami bangunkan di dekat Masjid dan satunya lagi di dekat Sekolahan TK Gunung terang. Saya rasa sudah cukup merata pembangunan tersebut, saya selaku kepala Desa selalu berupaya agar masyarakat saya dapat sejahtera, namun terlepas dari itu semuanya tak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kerjasama, dan saling mupakat dalam mencapai kehidupan masyarakat yang sejahtera” papar Juherman terkait pembangunan MCK di Desanya. >> Ivan/Suardi

MUI:

Lokalisir Judi Tetap Tak Dibenarkan
Medan (MR) Majelis Ulama Indonesia, Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumut untuk tidak memberikan izin lokalisir perjudian di daerah itu, karena kegiatan tersebut jelas bertentangan dengan hukum dan ajaran agama Islam. “Segala bentuk lokalisir perjudian skala besar maupun kecil tetap tidak dibenarkan,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Prof Dr.Abdullah Syah, MA, di Medan, Selasa. Hal tersebut ditegaskannya menanggapi komentar salah seorang Anggota DPRD Sumatera Utara, Syamsul Hilal yang mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumut untuk melokalisir perjudian. Sebab menurut Hilal, jika perjudian tersebut dilokalisir bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. “Karena bila tidak dimanfaatkan, judi itu hanya diutungkan oleh sekelompok dan oknum tertentu,” kata Hilal. Abdullah Syah mengatakan, melokalisir judi itu adalah perbuatan yang salah, dan tidak mungkin pemerintah mau mengeluarkan izinnya. Pemerintah daerah juga mengetahui judi adalah dilarang dan harus diberantas. Oleh karena itu, katanya, usul mengenai perjudian yang disampaikan anggota dewan itu, tidak mungkin akan diterima Pemerintah Provinsi Sumut. “Tidak mungkin Pemerintah Provinsi Sumut mengizinkan lokalisir perjudian di daerahnya,” katanya. Masyarakat Sumut dan umat Islam harus menghindari judi. “Bermain judi hukumnya adalah haram, dan pekerjaan tersebut sangat menyesatkan,” katanya. Apa pun bentuknya perjudian yang dilaksanakan di tempat yang jauh terpencil, seperti di sebuah pulau maupun di daerah pegunungan harus dilarang pemerintah. “Pemerintah harus bertindak tegas dalam memberantas segala bentuk yang berbau judi. Judi itu tidak pernah membuat kaya atau bisa mensejahterakan masyarakat, melainkan menimbulkan malapetaka dalam rumah tangga,” ujarnya. Ia mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya jatuh melarat akibat bermain judi. Selain itu, masyarakat banyak yang bercerai dengan isterinya akibat sering bermain judi. “Judi yang masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi juga perlu diberantas habis.Judi salah satu penyakit masyarakat yang harus dibersihkan,” tegas Abdullah Syah juga Gurubesar IAIN Sumut.>> Herwan/Siti

tahun lalu meraih Juara I Lomba Bercerita Tingkat Nasional, Katanya. Hal senada juga disampaikan Hasriadi peraih Juara III Pustakawan Berprestasi Terbaik “Kami akan terus menggembleng diri untuk memacu prestasi, karena Pustakawan Kota Tasikmalaya a.n. Tommy Bustomi pernah meraih Prestasi Pustakawan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006. Kami akan berusaha merebut prestasi itu kembali” tegasnya. Sedangkan untuk Lomba Perpustakaan Terbaik, Perpustakaan Kota Tasikmalaya belum bisa mengikuti lomba tersebut

dikarenakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Perpustakaan Kota Tasikmalaya belum memenuhi kriteria sebagai sebuah perpustakaan umum. Mengingat saat ini selain tempat yang kurang strategis dari jangkauan masyarakat umum karena berada di Belakang Lingkungan Komplek Perkantoran, luas bangunan Perpustakaan Kota Tasikmalaya juga belum memadai untuk disebut sebagai Perpustakaan Umum. Selain itu masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang menyebabkan Perpustakaan Kota Tasikmalaya “gugur” sebelum mengikuti lomba. >> Iin Kartiwan

Pemkot Tanjungpinang Adakan Lomba Cipta Menu 3B
Tanjungpinang (MR) Dra. Hj. Suryatati A Manan Walikota Tanjungpinang, secara resmi membuka kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Berimbang (3B) Tingkat Kelurahan Sekota Tanjungpinang Tahun 2010 di Museum Kota Tanjungpinang Selasa 13 Juli 2010. Acara yang diprakasai Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang dihadiri para pengurus PKK Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas KPPKE Kota Tanjungpinang, Camat dan Lurah sekota Tanjungpinang serta ibu-ibu peserta Lomba Cipta Menu 3B yang diutus dari kelurahan se Kota Tanjungpinang. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang Ny. Hj. Wan Fazillah Edward menegaskan makanan 3B ini harus diperkenalkan kepada keluarga dan masyarakat sehingga kebutuhan pangan atas gizi yang berimbang bisa terpenuhi dengan baik. Menu yang sehat tentunya merupakan syarat utama dalam sebuah makanan. Disamping sehat, makanan juga harus mempunyai variasi sebagai daya tarik sebuah makanan. Dan juga makanan tersebut harus memiliki gizi dan tentunya kadar gizi tersebut juga berimbang.jelasnya. Wan Fazillah juga menerangkan bahwa rangkaian kegiatan ini juga sebagai seleksi untuk bisa ikut serta pada Lomba Tingkat Provinsi yang menurut rencananya akan berlangsung pada akhir Juli 2010. “Tanjungpinang sudah 5 kali berturut-turut menjadi juara Lomba Cipta Menu Tingkat Provinsi Kepri”, papar Wan Fazillah yang juga selaku istri Wakil Walikota Tanjungpinang. “Tidak hanya tingkat Provinsi, kita berharap Tanjungpinang bisa menjadi juara di Tingkat Nasional”, tambahnya. Wan Fazillah Edward juga mendeklarasikan koin peduli posyandu, salah satu bentuk upaya Tim Penggerak PKK membantu kegiatan posyandu berikutnya. “Agar koin tidak tercecer sia-sia, lebih baik kita masukkan ke dalam koin peduli posyandu”, tuturnya. “Nantinya bisa terkumpul banyak dan bisa bantu-bantu pendanaan kegiatan”, sambungnya. Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan juga menyambut positif atas terlaksananya kegiatan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Berimbang (3B) Tingkat Kelurahan Sekota Tanjungpinang Tahun 2010. Walikota juga menjelaskan, bahwa suatu rasa dan penampilan makanan harus dijaga agar menjadi daya tariknya sendiri. “Manusia sangat senang dengan makanan, sehingga makanan tersebut harus diolah sedemikian rupa dengan rasa dan bentuk yang menarik”, tutur Suryatati. Suryatati, mengharapkan pemenang dari lomba ini bisa disosialisasikan atau dipromosikan untuk konsumsi kegiatankegiatan. “Nantinya makanan yang enak dan beragam ini juga bisa sebagai sumber pendapatan, karena bisa dijual kepada penikmat makanan yang lain”, jelas Suryatati. Kemudian acara dilanjutkan dengan mencicipi makanan dari satu meja ke meja lain bersama Walikota Tanjungpinang. >> Hms/Win/Jer

BERITA KEHILANGAN
Telah hilang STNK Nasha Tahun 2006 Nopol E 5399 KM Nomor Mesin NS4C100D62028025 Nomor Rangka ME7AA5 AB06L04624B Warna Silver Biru Atas Nama Hono Alamat DS. Kertawinangun 2/4 Kecamatan Cirebon Barat Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Bagi yang menemukan harap menghubungi alamat tersebut.

Kuwu Desa Anjatan Baru, Tarli, ketika mengatur/memimpin masyarakatnya dalam pelaksanaan kerja bakti membangun/ mengaspal ruas jalan lingkungan di Wilayah Desa Anjatan Baru Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dananya bersumber dari Imbal swadaya murni masyarakat, belum lama ini. (Foto: Abdullah)

Edisi 217 Tahun X Tahun 23 - 31 Juli 2010

Nusantara
Sidoarjo (MR) Dua orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang terseret kasus korupsi pelepasan tanah kas desa (TKD) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo resmi menjadi tersangka yakni Rochani mantan sekda (sekretaris daerah) dan H.Husmi Thamrin, SH. kepala Dinas Pehubungan. Mereka dianggap ikut bertanggung jawab atas pelepasan TKD Janti, karena saat itu menjadi Ketua dan sekretaris panitia pelepasan TKD seluas 7.229 meter persegi pada tahun 1998. Menurut Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus), Sugeng Riyanta, SH. selasa (21/ 07), penetapan 2 pejabat Pemkab Sidoarjo tersebut, setelah dalam sidang sebelumnya dengan terdakwa Sentot Kunradianto, kabag Organisasi, kepala desa M.AlIrsyad masing masing di vonis 4 tahun, dan Makelar tanah Komat yang di vonis 7 tahun penjara terungkap fakta-fakta yang menyakinkan bahwa tersangka ini juga terlibat. “dua tersangka baru ini, kita anggap terlibat setelah fakta baru terungkap dalam persidangan dan berkas kasus ini segera dilimpahan ke Pengadilan dalam waktu dekat”, ujarnya. Sugeng menambahkan, dalam minggu ini, kedua tersangka akan segera di panggil sebagai terdakwa. Mengenai status tersangka nantinya perlu ditahan ? Mantan Kasi Intel Bojonegoro ini menjawab secara diplomatis. “ tersangka nanti perlu di tahan atau tidak kita masih melihat perkembangan, situasi serta kondisi kasus ini“, tambahnya. Kasus TKD di Desa Janti bermula pada tahun 1998,. Komat mengajukan pembebasan tanah TKD Desa Janti untuk perumahan ke Kades Janti dan di teruskan ke Camat saat itu, sebagai gantinya Komat mengajukan penawaran dengan tambah seluas 14.645 meter persegi dan uang tunai Rp1,2 miliar. Ternyata permohonan tersebut dikabulkan dengan harga Rp210 ribu per meter persegi dengan syarat bahwa tanah TKD tidak di perbolehkan ada kegiatan sama sekali sebelum tanah pengganti TKD tersebut atas nama pemerintahan Desa Janti. Kenyataannya, Komat menjual tanah tersebut untuk proyek jalan tol Waru-Juanda dengan harga mencapai Rp550

11
ribu per meter persegi. Padahal, sesuai SK Bupati Sidoarjo, harga TKD sebesar Rp150 ribu meter persegi. Akibat praktik korupsi ini, negara dirugikan hingga Rp2,5 miliar. >> Guno

Muara Gembong Sekarang Tidak Seperti Dulu
Bekasi (MR) Dulu sekitar tahun tujupuluhan Muara Gembong masih wilayah yang terisolir jauh dari keramaian, ketika itu keadaan masih sepi, masih banyak semak belukar, jalanpun hanya jalan setapak yang berada diatas tanggul sungai Citarum, sarana pendidikan belum lengkap seperti sekarang, hanya ada dua Sekolah Dasar yang ada di Desa, Pantai-pantai sederhana dan Desa Pantai PT. M. Kamid (tokoh Masyarakat Bakti kecamatan Cabang Muara Gembong) Bungin, sekarang kecamatan tersebut telah diganti menjadi kecamatan Muara Gembong. Jarak kantor Desa dan kantor kecamatan sanagat jauh, mencapai puluhan kilometer, perangkat Desa pun jika mengadakan rapat dinas di kecamatan terpaksa menginap dan belum bisa pakai kendaraan bermotor karena kendaraan yang jarang dimiliki oleh masyarakat dan jalan yang sulit untuk di lalui. M.Kamid, tokoh masyarakat Muara Gembong yang di temui MR di kediamannya mengatakan “ Sekarang di Muara Gembong sudah banyak kemajuan, kita melihat saranan pendidikan sudah ada dari SD, SMP hingga SMA, Semua di bangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi”. katanya. Selain sarana pendidikan dalam bidang perekonomian rakyatpun Pemkab Bekasi sudah banyak sekali membantu untuk permodalan sehingga kecamatan Muara Gembong menjadi lebih maju. Sekarang Muara Gembong tidak seperti Muara Gembong yang dulu, Sekaran hampir setiap hari di kunjungi penggemar mancing, warung rakyat pun menjadi laku, kampung pun menjadi ramai dan tidak sepi >> Warsan/A.Nata W

Dua Tersangka Pejabat Pemkab Sidoarjo, Belum Di Tahan
KPK Tetapkan Tersangka Kasus Alkes Flu Burung
Jakarta (MR) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk penanganan wabah penyakit flu burung pada tahun 2006. “Tersangka berinisial MAH,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat. Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa MAH merupakan mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan. Tersangka diduga telah melakukan penggelembungan harga dalam proses pengadaan dan pembelian alkes tersebut. Penetapan tersangka sebenarnya sudah dilakukan sejak sepekan yang lalu tetapi baru diumumkan agar tidak mengganggu proses penyidikan. Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat yaitu di Kementerian Kesehatan dan dua perusahaan rekanan kementerian tersebut. Hasil dari penggeledahan tersebut, KPK telah menyita sejumlah berkas dokumen dan empat buah komputer. Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai sebesar Rp52 miliar. >> Tedy Sutisna

Sedang Mencari ................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
diskusi di Jakarta, Jumat. Lebih lanjut Yusril menjelaskan dalam UU no 16 tahun 2004 tentang kejaksaan pasal 21 menyebutkan bahwa jaksa memasuki masa pensiun pada usia 62 tahun. Menurut Yusril jika memang ada SK Pensiun Hendarman maka jelas-jelas posisi sebagai Jaksa Agung tidak sah. Yusril membeberkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi atas sah tidaknya posisi Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung akan memiliki dua akibat. Menurut Yusril jika ia dikalahkan oleh MKRI, maka akan menerima dan mengakui Hendarman sah sebagai Jaksa Agung. Namun tambahnya jika MKRI menyatakan Hendarman tidak sah sebagai Jaksa Agung maka implikasinya akan sangat luar biasa. “Kalau saya menang berarti Jaksa Agung tak sah. Ini dampaknya luar biasa. Semua keputusan selama ini tidak sah. Antasari harus keluar. Dan dampaknya tanggungjawab Presiden,” kata Yusril. Dalam diskusi tersebut Yusril menjelaskan posisi Jaksa Agung sejak Presiden Soekarno memang diangkat oleh Presiden. Menurut Yusril masa jabatan Jaksa Agung berakhir bersamaan dengan berakhirnya kabinet. Hal ini tambahnya sudah menjadi konvensi ketata negaraan Indonesia selama ini. “Saat KIB I SBY-JK saya yang mengetik, ada Keppres no 187 th 2004 tentang pembentukan KIB I,” Kata Yusril. Menurut Yusril dalam Keppres no 187 tersebut disebutkan pula bahwa Jaksa Agung Abdurahman Shaleh yang kedudukannya setingkat menteri. “Nah saya bingung soal sekretaris kabinet. Wapres JK waktu itu bilang Sekab bukan anggota kabinet, dia seperti sekretaris perusahaan yang bukan anggota direksi,” kata Yusril. Karena itu, tambahnya muncul Keppres no 188 tentang pengangkat sekretaris kabinet, yang bukan sebagai anggota kabinet. >> Sarif/Yanto S

Tahan Tanoe ....................... (Sambungan dari Hal 1)
Khusus Arminsyah menyatakan, pihak tidak menahan Hartono karena meyakini yang bersangkutan tidak akan melarikan diri. Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan mantan mantan Direktur PT Sarana Rekatama Dinamika Hartono Tanoesudibyo sebagai tersangka korupsi Sisminbakum. Diduga, kasus ini merugikan keuangan negara Rp 420 miliar. Hartono sempat meninggalkan Tanah Air ke Australia melalui Singapura satu hari menjelang penetapan dirinya sebagai tersangka dan pencekalan terhadap dirinya oleh Kejagung. Pada pemeriksaan pertama pada 1 Juli 2010, Hartono tidak memenuhi panggilan dan kuasa hukumnya berjanji bahwa kliennya akan tiba di Tanah Air pada 15 Juli 2010. >> Tedy Sutisna

Tanam Siram Bersama Iwan Fals

Enam Tahun ........................ (Sambungan dari Hal 1)
Provinsi Kepri selama lima tahun Pemerintah Provinsi ini berdiri. “Penghargaan dan ucapan terimaksih kita berikan kepada Bapak Ismeth Abdullah yang telah berjasa membangun Provinsi Kepri selama lima tahun terakhir,” kata Plt Gubernur Kepri HM Sani. Enam tahun yang lalu, berkat kerja keras seluruh stakeholder serta dukungan penuh dari masyarakat Provinsi Kepri, pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Kepri. Bahkan capaian yang dihasilkan mampu melampaui target pemerintah pusat. Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang setiap tahun mencapai enam persen, IPM memperoleh rangking enam dari 33 provinsi se- Indonesia, dan belum lama ini kafilah MTQ Provinsi Kepri berhasil juara 4 tingkat nasional dalam ajang MTQ Nasional ke-23 di Bengkulu. “Dibidang pendidikan prestasi yang kita raih memang sudah cukup baik, namun begitu masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satunya adalah pada tingkat rata-rata kelulusan sekolah di Kepri, dimana dari tingkat rata-rata lulusan SMP menjadi ratarata penduduk Kepri lulusan SMA maupun Starta I. Inilah pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah pada tahun masa mendatang,” kata HM Sani. Kematangan serta kedewasaan masyarakat Kepri juga telah teruji dalam ajang Pemilu Kada gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati Kabupaten Bintan dan kabupaten Lingga. “Ini menunjukkan demokrasi di Kepri cukup kondusif dan berjalan dengan baik, tanpa ada riak gejolak di masyarakat,” katanya. Namun, kata HM Sani hakekat dari peringatan ini adalah ajang wahana evaluasi dan interopeksi. “Yang belum baik diperbaiki kembali, yang baik kita tingkatkan. Yang utama adalah kebersamaan serta komitmen membangun Kepri,” katanya. Oleh karena itu, dimasa mendatang masih banyak tugas yang menunggu, salahsatunya adalah capaian Millineum Development Goals (MDGs) 2014 yang meliputi menurunkan angka kemiskinan 8-9 persen, pemberantasan buta aksara dengan target 96 persen, penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan, peningkatan kesehatan ibu serta perbaikan lingkunan hidup. “Untuk mencapainya dibutuhkan penyelenggara pemerintah ideal yang meliputi tiga hal yakni transpansi, akuntabilitas, serta dukungan langsung dari masyarakat,”katanya. Dalam perayaan enam tahun Pemprov Kepri juga dilakukan penyerahan bantuan dari Plt Gubernur HM Sani atas nama Pemerintah Provinsi Kepri. Bantuan-bantuan tersebut antara lain saguh hati bagi kafilah MTQ ke- 23, penyerahan intensif guru se Kepri, penyerahan bibit pohon karet dan buah, penyerahan bantuan usaha ekonomi, penyerahan bantuan sanggar seni dan seniman, penyerahan bantuan kepada forum komunikasi karang taruna. Selain memberikan bantuan, Plt HM Sani juga melepas kontingen Kepri yang akan mengikuti pekan olahraga dan seni antar pondok pesantren dan lomba ketrampilan pendidikan Agama Islam tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Pelepasan guru pendidikan berprestasi ke tingkat nasional. >> Win/Jer

Jembatan .......................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Rp10 Juta di anggarkan untuk merehap jembatan ini. “Kami bersama masyarakat setiap minggu bergotong royong merehab jembatan ini, namun hal itu belumlah cukup, kalau tidak sudah habis jembatan ini ”. jelas Wan Hasan Kepada Media Rakyat Rabu ( 7/7 ) di ruang dinasnya. Menurut Wan, “ Adanya pembangunan jembatan pelabuhan Desa Semedang itulah harapan kami, jadi manfaat jembatan ini untuk lima Desa yaitu, Desa Semedang, Desa Sedananu Timur, Desa SP 1, SP 2, dan Desa SP 3. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat disini, dan ini bisa dikatakan transit Sedanau ke Binjai dan kami juga sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan jembatan ini. Kedepannya bagaimana untuk jembatan yang menjadi pusat pelabuhan di semedang ini dapat di bangun. Disini kita melihat sudah ada beberapa korban yang jatuh, kemarin itu istri Pak H. Sara Saili orang Sedanau, kemudian ada juga yang jatuh sekalian dengan motornya ke laut. Jadi hal seperti itulah yang tidak kami inginkan “. Ungkap Wan menjelaskan. Dia menilai musibah yang dialami oleh beberapa orang warga setempat dikarenakan bangunan jembatan yang ada sudah lapuk tidak kuat, banyak papan lantai lepas, tiang jembatan yang hampir roboh dan patah. Terkait semua ini pihaknya sudah beberapa kali mengususlkan kepada Pemkab Natuna hanya saja belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. “ Jembatan ini sudah lapuk-lapuk kayunya. Sementara ini belum adanya perhatian dari pemerintah, kita pun sudah sering mengusulkan minta bantuan kepada Pemerintah Daerah, namun kurang di tanggapi apa penyebabnya kami pun tidak tahu. Kemungkinan dananya kurang kita juga kurang tahu itu, tapi bagaimanapun kita sudah mencoba beberapa kali masukan proposal untuk dapat membuat jembatan ini lebih baik atau di beton lah, itulah keinginan dari kami “. Katanya berharap datangnya pertolongan. >> Otoy

Kota Tasikmalaya (MR) Keadaan bumi saat ini makin memprihatinkan, kondisi musim yang berubah dan cenderung tidak bersahabat adalah pertanda rusaknya lingkungan. Menanggapi hal tersebut Pemerintah Daerah bersama seluruh elemen masyarakat Kota Tasikmalaya terus mengedepankan pembangunan yang berwawasan lingkungan tercermin saat digelar kegiatan “Tanam dan Siram” bersama Iwan Fals yang dipelopori Badan Pengurus OI Kota Tasikmalaya, bertempat di Objek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya, Sabtu (10/7). Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. Edi Sumardi, M.Ed. bersama Kepala Kantor Pengendalian Lingkungan Hidup Drs. H. Jeje menyambut kedatangan Iwan Fals musisi kawakan yang sangat peduli lingkungan. Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya memaparkan bahwa Pemerintah memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan “Tasikmalaya Hijau dan Berbudaya” bersama OI ini, serta akan terus berupaya menyelamatkan lingkungan hidup terutama menjaga keanekaragaman hayati melalui penghijauan hutan serta pembelian bukit-bukit yang menjadi sumber mata air. “Hampir 5.000 pohon yang telah ditanam oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama masyarakat dan saya juga menekankan kepada BAPPEDA Kota Tasikmalaya agar mengalokasikan dana untuk pembelian bukit-bukit setiap tahunnya serta pada kesempatan ini pula saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bersama-sama melestarikan lingkungan dengan mulai menanam pohon”, paparnya. Sementara Iwan Fals membacakan puisi yang berisi ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dan seluruh elemen masyarakat Kota Tasikmalaya terutama anggota OI yang peduli terhadap lingkungan. Pada kesempatan tersebut Walikota maupun Iwan Fals menanam satu pohon, diikuti oleh ribuan perwakilan OI se-Jawa Barat yang turut hadir. >> Iin Kartiwan

2 Anggota Polri ..................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
terdakwa? apa ada uang negara yang dirugikan, bahwa terdakwa saat peristiwa tersebut terdakwa sedang tidak mempunyai jabatan, hanya karena sebagai Pegawai Negeri atau seorang polisi saja”, ungkapnya. Ditambahkan, apa yang dilakukan terdakwa ada murni inisiatif pribadi masing-masing dan tidak ada surat perintah dari atasan atau instansi. Seharusnya pasal yang digunakan untuk menjerat terdakwa pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Menanggapi peryataan tersebut, Jaksa Bambang dengan santai menjawab apa harus ada kerugian uang negara yang hanya bisa di jerat dengan pasal korupsi ? menerima hadiah atau gratifikasi juga termasuk tindak pidana korupsi. Jadi wajar kalau terdakwa kita jerat dengan pasal 11 tentang gratifikasi dan pasal 12 a dan 12 b tentang suap, Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Menerima hadiah atau gratifikasi itu sudah termasuk korupsi, sampeyan tahukan seperti kasus Jaksa Urip, dari Kejaksaan Agung, teryata dirinya juga bisa di jerat dengan pasal korupsi", cetusnya. Diketahui sebelumnya, kasus yang menimpah 2 anggota Polri tersebut bermula penangkapan kepada Sausin warga Driyorejo, Gresik yang disangka sebagai pengedar Sabu-sabu dan penangkapan terhadap Supandik dan Sudar, warga Prambon, Sidoarjo yang di sangka sebagai bandar Togel. Namun setelah menangkap, terdakwa meminta sejumlah uang kepada mereka dengan total Rp20 juta. Setelah menerima apa yang diinginkan terdakwa melepaskan mereka. >> IT/GU

Pemdes Ujunggebang Bangun Poliklinik Bersalin
Indramayu (MR) Pemerintah Desa (Pemdes) Ujunggebang Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, saat ini sedang sibuk melaksanakan pembangunan Poli Klinik Bersalin, yang berlokasi dihalaman depan sebelah kiri Kantor Kuwu desa tersebut. H. Daim, selaku Kuwu Desa Ujunggebang dalam jumpa persnya mengatakan, maksud dan tujuan dibangunnya tempat pelayanan kesehatan persalinan Ibu melahirkan itu, sebagai upaya memberikan peningkatan pelayanan kesehatan dan mencegah musibah kematian Ibu dan anak dalam proses melahirkan. Kami mohon dukungan semua pihak agar pembangunan tempat kesehatan itu bias rampung sesuai jadual yang telah ditentukan. Karena tersedianya sarana dan prasarana medis yang siap 24 jam, bias memberikan pertolongan dengan cepat kepada warga yang membutuhkannya, papar H. Daim, didampingi Kuwu Sumuradem Timur Tarsudin beserta istri tercintanya, diaula Kantor Desa Ujunggebang, belum lama ini. Dilokasi terpisah sejumlah warga Desa Ujunggebang yang sempat ditemui MR menyatakan rasa bangga dan mengucapkan terimakasih kepada Kuwu H. Daim beserta Staf Pemerintahannya, yang telah berusaha menyedian sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, khususnya bagi proses persalinan Ibu hamil dan Ibu melahirkan. >> Abdullah

Satpol PP ................................. (Sambungan dari Hal 1)
senjata api. Hanya jabatan-jabatan tertentu. Bahkan untuk pengadaan senjata apinya dibiayai dari APBD “. Jadi tidak seluruh Kabupaten dan Kota melakukan pengadaan senjata api. disamping itu ada aturan, disesuaikan dengan situasi kondisi dan kemampuan APBD Kabupaten, Kota dan Provinsi. Paparnya Supratman. Disamping itu untuk kepemilikan senjata apipun masih melihat kesiapan mental anggotanya. Untuk itu orang yang memiliki senjata api itu sangat berat tanggung jawabnya. Sesuai dengan inflementasinya juga harus penuh integritas. Jelas dia. Untuk itu lanjutnya, selama keadaan masyarakat masih bisa dikendalikan “ dengan secara bekerjasama. Maka kepemilikan senjata api belum diperlukan”. tandasnya. Untuk itu, dalam operasional mengemban tugas dan kewajibanya, bila ditanya antara persuasive dan rehfrensif lebih rehefrensif mengutamakan bekerjasama antara masyarakat dan Pol PP untuk mengamankan Kota Banjar. Kepala Satpol PP Kota Banjar Drs. Supratman lebih lanjut menyampaikan terkait Permendagri No. 26 tahun 2010 tentang penggunaan senjata api bagi satuan polis pamong praja tersebut “ Demi melengkapi didalam tugas operasinya untuk Satpol PP Kota Banjar . pada saat ini, pihaknya belum siap merealisasikannya, mungkin perlu waktu untuk beberapa tahun atau 3 tahun kedepan. Sebab sampai pada saat ini bagi masyarakat Kota Banjar masih dalam keadaan kondusif. Pungkasnya. >> A-S

Koperasi ............................................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
Koperasi yang diberikan langsung secara simbolis oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. dilanjutkan dengan penandatanganan Direktori Koperasi oleh Walikota Tasikmalaya dan penandatanganan MOU antara Dewan Koperasi daerah Kota Tasikmalaya dengan ESIA.Senin, (5/7). Dalam sambutannya Walikota berharap agar Koperasi dijadikan wahana dan ujung tombak dalam upaya meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri khususnya produk lokal Kota Tasikmalaya. Dan dalam upaya meningkatkan peran Koperasi, pemerintah Kota Tasikmalaya mempunyai target agar setiap kelurahan mulai tahun depan sudah secara lengkap memiliki Koperasi Syari’ah yang berkualitas, sehingga setiap potensi dan pada tingkat tertentu kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh Koperasi. Ketua panitia Asep Haeruman menyampaikan tujuan dari Peringatan Hari Koperasi ini memberi makna kepada masyarakat tentang arti penting Koperasi sebagai dasar kekuatan ekonomi rakyat, menghidupkan kembali nilai-nilai dan jati diri Koperasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional serta mensosialisasikan potensi organisasi dan daya dukung Koperasi yang berkemampuan dalam menyediakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Rektor UNSIL Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Unsur Muspida Kota Tasikmalaya, Ketua DEKOPINDA Kota Tasikmalaya, Para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor beserta jajaran pegawai pemerintah Kota Tasikmalaya, Para pimpinan BUMN dan BUMS, para pengurus Koperasi se Kota Tasikmalaya dan tamu undangan. >> Iin Kartiwan

SURAT KABAR UMUM

Edisi 217 Tahun X 23 - 31 Juli 2010

12

Selamat Atas Terpilihnya

Drs. Tengku Mukhtaruddin
dan

Abdul Haris, SH.
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepualauan Anambas Periode 2010 - 2015
Semoga menjadi pemimpin yang dapat membangun seluruh Anambas yang sejahtera, maju, berahlak mulia dalam naungan budaya Melayu serta dapat mengupayakan terciptanya sektor-sektor perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang akan menumbuh kembangkan kegiatan industri dan pariwisata yang berbasis kelautan, sesuai dengan Visi dan Misinya

HISAR MT. SAGALA Pemimpin Redaksi

EDWARD SIHOMBING Ka. Biro Anambas

Beserta Seluruh Staf, Biro dan Wartawan Media Rakyat

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->