Anda di halaman 1dari 61

Aturan Belajar PKn

• Belajarlah dengan tekun sehingga dapat nilai yang terbaik, mulai dari awal sampai akhir,
karena nilai semester I mempengaruh nilai raport semester II/kenaikan kelas
• Pelajari materi sehari sebelum KBM di kelas (Pretest)
• Sumber belajar tidak terbatas asal sesuai dengan materi
• Penilain terdiri dari kognitif, tugas-tugas dan sikap dan perilaku selama KBM
• LKS merupakan tugas mandiri kerjakan dengan lengkap tampa diperintah, saat mau di
nilai sudah selesai.
• Tugas-tugas individual dan kelompok kumpulkan tepat waktu bila tidak waktu maka ada
pangurangan nilai, yang lebih cepat dapat point plus
• Ulangan kerjakan dengan jujur bila curang (ngebet) nilai 0 tidak ada remed, tingkat
kesulitan soal utama adalah standar rata-rata maka usahakan langsung tuntas
• Usahakan waktu ulangan tidak ada susulan
• Remedial dilaksanakan minggu berikutnya setelah kertas ulangan dibagikan, remedial
hanya 2 kali, tingkat kesulitan soal di naikan karena sudah mengetahui materi yang diuji.
• Tidak menerima ulangan susulan, remedial dan tugas 3 hari sebelum dateline entryscore
SAS di akhir semester
• Berhubung Moving class, siswa sudah ada di dalam kelas sebelum guru masuk, bila guru
sudah ada di kelas dianggap tidak hadir (alfa)
• Jika kehadiran kurang dari 90 % tidak di perkenankan Ulangan Blok terakhir pada
semester tersebut.
Waktu : 6 x 45 Menit
(Keseluruhan KD)

Kompetensi Dasar :
Standar 1.1. Mendeskripsikan pengertian budaya
Kompetensi : politik.
1. Menganalisis 1.2. Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang
budaya politik di berkembang dalam masyarakat Indonesia.
Indonesia 1.3. Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi
pengembangan budaya politik.
1.4. Menampilkan peran serta budaya politik
partisipan
Waktu : 4 x 45 Menit

Standar
Kompetensi :
Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia

Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan pengertian
budaya politik.
1.2. Menganalisis tipe-tipe budaya politik
yang berkembang dalam masyarakat
Indonesia.
(Indikator)
Hasil Yang Diharapkan :

• Menguraikan pengertian budaya politik secara umum dan


menurut para ahli.
• Mendeskripsikan orientasi politik WN terhadap objek politik
• Mengidentifikasi sikap warga negara terhadap peranannya sebagai
subjek politik
• Menguraikan tipe-tipe budaya politik.
• Mengidentifikasi ciri-ciri budaya politik parokial, Subjek/kaula
dan pertisipan
Pendapat Umum
1. Rusadi S.
Pengertian Pendapat Ahli 2. Sidney Verba
3. Austin R., dll

1. Kognitif
2. Afektif
BUDAYA 3. Evaluatif
Orientasi Politik WN thd
POLITIK objek politik

Sikap Yang
Ditunjukkan
Tipe-tipe Budaya
Politik dan Ciri-
cirinya
Orientasi
Politiknya
1. Budaya Politik

a. Pengertian
 Mrp aspek politik dari nilai-nilai
Budaya politik yang terdiri atas pengetahuan,
merupakan sistem adat istiadat, tahayul, & mitos.
nilai dan
 Dapat dilihat dari aspek doktrin
keyakinan yang
dan aspek generiknya (bentuk).
dimiliki bersama
oleh masyarakat.  Hakikat dan ciri budaya politik
yaitu menyangkut masalah nilai-
nilai sbg prinsip dasar.
 Bentuk budaya politik menyangkut
sikap dan norma.
Lanjut..t..t ………….!!!

b. Menurut Para ahli :

Gabriel A. Almond & Sidney Verba, budaya politik yaitu


terdapatnya satu perangkat yang meliputi seluruh nilai-nilai
politik yang terdapat di seluruh bangsa.

 Rusadi Sumintapura, budaya politik tidak lain adalah pola tingkah


laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang
dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
 Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sistem keperca-yaan
empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan
suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
Lanjutan ………….lihat buku paket…….!

• Alan R. Ball, budaya politik adalah suatu susunan yang


terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai
masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan
isu-isu politik.
• Austin Ranney, budaya politik adalah seperangkat
pandangan-pandangan tentang politik dan pemerin-tahan
yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-
orientasi terhadap objek-objek politik.
• Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr., budaya
politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan
yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan
pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu
dari populasi.
Lanjut.ttt…tt ………….

Dua manfaat jika dapat memahami


pengertian budaya politik :
• Adanya sikap warga negara terhadap sistem politik yang
mempengaruhi tuntutan-tuntutan, tanggapan, dukungan
serta orientasinya terhadap sistem politik yang ada;
• Dapat mengerti dan memahami hubungan antara budaya
politik dengan sistem politik atau faktor-faktor apa yang
menyebabkan terjadinya pergeseran politik.
c. Orientasi politik

Menurut Almond dan Powel, orientasi individu terhadap


sistem politik mencakup 3 aspek yaitu :
• Orientasi kognitif, yaitu berupa pengetahuan, wawasan,
kepercayaan dan keyakinan WN terhadap objek politik
• Orientasi afektif, yaitu sikap, niliai-nilai dan perasaan WN
terhadap objek politik, peranannya, para aktor dan penampilannya.
• Orientasi evaluatif, yaitu penilaian seseorang terhadap sistem
politik, keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang
secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan
informasi dan perasaan.
d. OBJEK POLITIK
• Objek politik umum :
Sistem politik secara keseluruhan meliputi sejarah bangsa,
simbol negara, wilayah negara, kekuasaan negara, konstitusi
negara lembaga negara pemimpin negara dll
• Objek politik Input :
Lembaga/pranata (Infra stuktur politik) meliputi partai
politik, kelompok kepentingan , Pers, dukungan dan
tuntutan dll
• Objek politik output :
Lembaga/pranata (Supra struktur politik) meliputi
lembaga-lembaga negara, lembaga peradilan, pengabil
kebijakan dan putusan, hukum, birokrasi dll
Sikap WN terhadap peranannya sebagai subjek politik

Sikap WN terhadap sistem politik menghasilkan 2 orientasi yaitu


• Orientasi yang partisipan atau aktif
• Orientasi yang pasif

Orientasi WN terhadap objek politik juga dapat menghasilkan 2


orientasi yang berbeda yaitu :
• Orientasi yang loyal atau setia terhadap sistem politik
(Alliegensi)
• Orientasi yang terasing atau tersisihkan dalam sistem politik

Diantara orientasi diatas terdapat juga orientasi apatis (apathy)


dimana orang tidak mau tau, masa bodoh.
Lanjutan …………. Lewat……..aja…….

Alfian, menganggap bahwa lahirnya kebudayaan politik


sebagai pantulan langsung dari keseluruhan sistem
sosial-budaya masyarakat dalam arti luas.

Menurut G. Almond dan S. Verba, bahwa objek


orientasi politik warga negara adalah sistem politik
yang terbagi ke dalam tiga golongan objek, yaitu :
a. Peranan atau struktur khusus seperti badan legislatif,
eksekutif atau birokrat.
b. Pemegang jabatan, seperti pemimpin monarki,
legislator dan administrator.
c. Kebijaksanaan, keputusan atau penguatan keputusan,
struktur pemegang jabatan.
BAGAIMANA BUDAYA
POLITIK
MENURUT ANDA ?

Coba rumuskan sendiri


Yaaaaa….!!!
Penugasan Praktik Kewarganegaraan 1
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Pengertian Budaya Politik dan
Komponen-komponen Budaya Politik, dilanjutkan Penugasan dengan
menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

1. Rusadi Sumintapura, mendefiniskan budaya politik sebagai pola tingkah laku


individu dan orientasi terhadap kehidupan politik...dst. Berikan penjelasn
singkatnya !
a. Pola tingkah laku individu : ...........................................................
b. Orientasi terhadap kehidupan politik : .........................................
2. Dalam klasifikasi tipe-tipe orientasi, yaitu orientasi kognitif, efektif dan
evaluatif. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini!
Orientasi Kognitif Orientasi Afektif
……………………………………… ………………………………………

3. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara dirasakan


penting untuk memahami “budaya politik” dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara!
2. Tipe-tipe Budaya Politik

a. Militan (usaha jahat & menentang)


BERDASARKAN
SIKAP YANG b. Toleransi (berpusat pd masalah)
DITUNJUKKAN

Sikap Mental Sikap Mental


Abasolut (sempurna Akomodatif
& tidak dapat (menerima apa saja
dirubah) yg berharga)
Lanjutan ………….

BERDASARKAN Parokial (partisipasi


ORIENTASI sangat rendah)
POLITIKNYA
Subjek/Kaula (relatif
maju tp masih pasif)

Sangat ideal untuk Parisipan (kesadaran


tumbuh suburnya sudah tinggi)
demokrasi
Lanjut…………….!!

Sistem Demokratik
Otoriter Industrial
MODEL
KEBUDAYAAN
POLITIK

Menurut Almond
Demokratis dan Verba, terdapat
variasi dlm 3 bentuk
Pra-
budaya politik :
Industrial  Subyek-parokial,
 Subyek-partisipan,
 Parokial-partisipan.
TIPE - TIPE BUDAYA POLITIK
( lihat buku paket halaman 10-13)
• Budaya politik parokial : Tingkat partisipasi politiknya rendah karena
tingkat pendidikan rendah
• Budaya politik kaula/subjek : Masyarakat sudah relatif maju (sosial
ekonomi) tetapi masih bersikap pasif.
• Budaya politik partisipan : Kesadaran dan partisipasi politik sudah tingg

Tidak ada negara yang murni memiliki budaya politik partisipan, parokial dan
subjek/kaula, Menurut Almond dan Verba ada variasi diantara ketiga tipe
budaya politik tersebut yaitu :
1. Budaya politik subjek - parokial
2. Budaya politik subjek - partisipan
3. Budaya politik parokial - partisipan

Berdasarkan tipe-tipe budaya politik diatas dapat disebutkan tiga model


kebudayaan politik yaitu : Demokratik Industrial, Sistem Otoriter dan
Demokratis Pra Industrial
Ciri-ciri
BUDAYA POLITIK PAROKIAL
( PAROCHIAL POLITICAL CULTURE )
• Anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat
terhadap objek politik yang luas
• Kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat
kewenangan atau kekuasaan dalam masyarakatnya.
• Warga negara tidak mengharapkan apapun dari sistem politik.
• Tidak ada peranan politik yang bersifat khas dan berdiri
sendiri.
• Belum adanya peran-peran politik yang khusus, peran politik
dilakukan serempak bersamaan dengan peran ekonomi,
agama, adat dll.
• Pelaku politik memiliki peran yang banyak.
• Biasanya terdapat pada masyarakat tradisional.
Ciri-ciri
BUDAYA POLITIK SUBJEK/KAULA
( SUBJECT POLITICAL CULTURE )

• Kehidupan ekonomi WN sudah baik dan tingkat pendidikan


relatif maju.
• Masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian dan
minat terhadap sistem politik terutama terhadap objek politik
output sedangkan kesadaran terhadap input dan
kesadarannya sebagai subjek politik rendah.
• Masyarakat menyadari otoritas pemerintah sepenuhnya.
• WN bersikap menerima saja putusan yang dianggapnya
sebagai sesuatu yang tidak boleh dikoreksi apalagi di tentang.
• Tidak ada keinginan untuk memberi masukan, tuntutan atau
bahkan mengkritisi pemerintah karena masyarakat
menganggap dirinya tidak berdaya mempengaruhi dan
mengubah sistem politik
• WN cukup puas untuk menerima apa yang berasal dari
pemerintah
Ciri-ciri
BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
( PARTICIPANT POLITICAL CULTURE )

• Warga memiliki pengetahuan dan kepekaan yang cukup terhadap


masalah atau isu-isu mengenai kehidupan politik negaranya.
• Warga mampu bersikap terhadap masalah atau isu politik,baik sikap yang
mendukung/menerima sikap yang menolak.
• Warga mampu menilai terhadap masalah atau isu politik yang timbul
dalam berkehidupan bernegara.
• Warga menyadari adanya kewenangan atau kekuasaan pemerintah.
• Warga memiliki kesadaran akan peran,hak,kewajiban,dan tanngung
jawabnya selaku warga negara.
• Warga mampu dan berani memberi masukan,gagasan,tuntutan,kritik
terhadap pemerintah.
• Warga memiliki kesadaran akan untuk taat pada peraturan dan kebijakan
yang dikeluarkan tanpa perasaan tertekan.
MACAM - MACAM BUDAYA POLITIK YANG
BERKEMBANG DI MASYARAKAT

• Budaya politik elit (terdiri dari kaum pelajar


sehingga memiliki pengaruh dan lebih berperan
dalam pemerintahan) dan budaya politik massa
(kurang memahami politik sehingga mudah
terbawa arus).
• Menurut Hebert Feith, sistem politik di
Indonesia di dominasi oleh budaya politik
aristokrat Jawa dan wiraswasta Islam.
• Menurut C. Geertz di Indonesia terdapat
budaya politik priyayi, santri dan abangan.
Budaya Politik Yang Berkembang di Indonesia
• Menurut Rusadi Kantaprawira
1. Adanya subbudaya yang beraneka ragam
2. Sifat ikatan primordial yang masih kuat yang dikenali melalui
indikator berupa sentimen kedaerahan,kesukuan,dan keagamaan.
3. Kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sifat
paternalisme dan sifat patimonial.
4. Budaya poliik Indonesia bersifat parokial subjek di satu pihakdan
partisipan di lain pihak
• Menurut Affan Gaffar
1. Hierarki yang tegas, adanya pembedaan atau tingkatan atas bawah,
pejabat disebut priayi rakyat sebagai bawahan
2. Kecendrungan patronage, pola hubungan patron-client, patron
(bapak) dengan clien (anak). Sang bapak bersifat memberi dan
melindungi sedangkan anak menerima dan patuh.
3. Kencederunga Neo-Patrimonialistik. Negara memiliki kelengkapan
yang sudah modren dan rasional tapi juga masih memperlihatkan
atribut patrimornial
PERKEMBANGAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT
INDONESIA

• Indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokial-kaula di


satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain.

• Sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam


masyarakat Indonesia. Primordialisme adalah sebuah pandangan
atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil,
baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala
sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya sikap ini dapat
membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu
suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang
budaya orang lain. Mereka akan selalu memandang budaya orang
lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang
telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah
daging (internalized value)

• Masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik Indonesia.


Paternalistik artinya selalu taat dan patuh kepada pemimpin tampa
ada sikap kritis. budaya Timur biasanya masih lekat dengan budaya
paternalisme, budaya Jawa mengenal sungkan, ewuh pakewuh, gak
enakan, takut menyakiti orang lain terutama pemimpin.
Bentuk-bentuk budaya politik yang ideal di Indonesia adalah
:

• Menyelesaikan perselisihan secara damai dan


melembaga.
• Menjamin perubahan secara damai dalam suatu
masyarakat yang berubah.
• Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara
teratur sesuai dengan konstitusi
• Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
• Mengakui dan menganggap wajar adanya
keanekaragaman termasuk perbedaan pendapat.
• Menjamin tegaknya keadilan dan penegakan hukum
yang objektif.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan 2

Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah, internet,
buletin & sebagainya, kemudian lakukan hal-hal berikut :

1. Rumuskan kembali tentang pemahaman tipe-tipe budaya politik baik


berdasarkan sikap yang ditunjukkan maupun orientasi politiknya !
2. Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan masyarakat dapat
muncul budaya politik yang memiliki sikap mental absolut !
3. Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan masyarakat ada
sebagian yg memiliki budaya politik parokial !
4. Jelaskan dengan alasan, bagaimana dalam kenyataan di dalam masyarakat
terdapat munculnya budaya politik campuran parokial – partisipan !
5. Berikan penjelasan singkat perbedaan pokok model-model kebudayaan antara
demokratik industrial dengan demokratis pra-industrial !
Waktu : 2 x 45 Menit

Standar
Kompetensi :
Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia

Kompetensi Dasar :
1.3. Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi
pengembangan budaya politik.
1.4. Menampilkan peran serta budaya politik
partisipan.
(Indikator)
Hasil Yang Diharapkan :
• Menguraikan pengertian sosialisai politik secara umum
dan menurut para ahli.
• Menganalisis proses sosialisasi politik
• Menganalisis sosialisasi politik dalam masyarakat
berkembang dan komunitas politik.
• Mendeskripsikan pengertian dan konsep partisipasi
politik.
• Menampilkan praktik dan tingkatan partisipasi politik.
Umum
1. G.A. Almond
Pengertian Pendapat Ahli 2. Irvin L. Child
3. Denis K., dll
Proses Sosialisasi Politik
PENGEM-
Sosialisasi Politik Dlm Masyarakat Berkembang
BANGAN
BUDAYA Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik
POLITIK
Pengertian & Konsep
Peran Serta Dalam
Praktik Partisipasi Politik
Budaya Politik
Partisipan
Tingkatan Partisipasi
Politik
Sosialisasi Secara Tidak
Hubungan Pribadi
politik Langsung

Magang
Secara
Tipe Sosialisasi
Langsung
politik
Generalisasi

Keluarga Peniruan

Klp Teman
Agen Sosialisasi Antisipatori
politik Sekolah

Pekerjaan Pendidikan Politik

Media Masa
Pengalaman
Politik
Kontak
Langsung
1. Sosialisasi Politik
a. Pengertian Melalui sosialisasi, suatu kebudayaan
dapat diwariskan kpd generasi berikut-
nya. Ada 3 sifat dasar mengapa sosiali-
Sosialisasi politik sasi perlu :
adalah proses dengan
mana individu- a. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa
individu dapat bantuan orang lain.
memperoleh b. ”Secara ekstrim” manusia tidak punya
pengetahuan, nilai- naluri sehingga sebagian besar perilaku
nilai, dan sikap-sikap untuk kelangsungan hidupnya harus
terhadap sistem dipelajari.
politik
masyarakatnya. c. Manusia harus belajar mengendali-kan
hubungan dgn sesamanya, yaitu hidup
menurut nilai-nilai dan membi-na
peranan bersama.
Lanjutan ………………. b. Menurut Para Ahli
a. Gabriel A. Almond, Sosialisasi politik menunjukkan pada
proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah
laku politik diperoleh atau dibentuk, dan juga
merupakan sarana bagi suatu generasi untuk
menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-
keyakinan politik kepada generasi berikutnya.
b. Irvin L. Child, Sosialisasi politik adalah segenap proses
dengan mana individu, yang dilahirkan dengan banyak
sekali jajaran potensi tingkah laku, dituntut untuk
mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di
dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa
diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari
kelompoknya.
Lanjutan ……………….

c. Richard E. Dawson dkk., Sosialisasi politik dapat


dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan,
nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari
orang tua, guru, dan sarana-sarana sosialisasi yang
lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang
menginjak dewasa.
d. Denis Kavanagh, Sosialisasi politik merupakan
suatu proses dimana seseorang mempelajari dan
menumbuhkan pandangannya tentang politik.
Lanjutan ……………….

Beberapa segi penting sosialisasi politik :


 Secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari
pengalaman/ pola-pola aksi.
 Memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan
kelompok dalam batas-batas yang luas, dan lebih khusus lagi,
berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai-nilai) dan
sikap-sikap.
 Tidak terbatas pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun
periode ini paling penting), tetapi berlangsung sepanjang hidup.
 Mrp prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, baik secara
implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah
laku sosial.
c. Proses Sosialisasi

Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk


menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar
tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik.

Dalam Proses
Sosialisasi Keluarga
Politik, metode Sarana
yang kerap dalam Sekolah
digunakan adalah : sosialisasi
Pendidikan Politik politik Partai
dan Indoktrinasi Politik
Politik.
d. Sosialisasi Politik Dalam Masyarakat Berkembang

Robert Le Vine, berpendapat bahwa sosialisasi politik di


negara-negara berkembang cenderung mempunyai relasi
lebih dekat pd sistem-­sistem lokal, kesukuan, etnis, dan
regional daripada dengan sistem-sistem politik nasional.
Masalah terberat yang dihadapi, yaitu adanya berbagai
macam kelompok dan tradisi di negara itu.

Pertumbuhan penduduk
3 (tiga)
faktor Pendidikan dan nilai-nilai
masalah tradisional
penting Pengaruh urbanisasi
e. Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik

Dalam proses sosialisasi politik kaitannya dengan


fungsi komunikasi politik, berhubungan dengan
struktur-struktur yang terlibat dalam sosialisasi
serta gaya sosialisasi itu sendiri.

Pada sistem politik masyarakat modern,


institusi seperti kelompok sebaya, komuniti,
sekolah, kelompok kerja, perkumpulan-
perkumpulan sukarela, media komunikasi,
partai-partai politik dan institusi pemerintah
semuanya dapat berperan dalam sosialisasi
politik.
Lanjutan ……………….

Negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan


sebagainya arus informasi yg dimiliki relatif homogen.
Para elite politik pemerintahan mempunyai sumber-sumber
informasi khusus melalui surat kabar tertentu yang
ditujukan pada kelompok kelas/politik tertentu.
Masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi dan
media massa sehingga hambatan-hambatan bahasa atau
orientasi kultural sangat minim.

Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite politik


dan sebaliknya kaum elite-pun dapat segera mengetahui tuntutan
masyarakat dan konsekuensi dari segala macam tindakan
pemerintah.
Pada
kekadnya
sosialisasi
palitik
Proses untuk
memasyarakatkan nilai
-nilai atau budaya politik
ke dalam suatu masyarakat.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan 3

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Sosialisasi


Pengembangan Politik, lakukan Strategi Pembelajaran dgn
Penugasan Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis.
Langkah-langkah :
1. Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 – 5 orang.
2. Diberikan “wacana” atau kliping sesuai topik bahasan.
3. Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan
menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap
wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas.
4. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
5. Buatlah kesimpulan bersama.
6. Penutup.
2. Peran Serta Dlm Budaya Politik Partisipan
Menurut Myron Weiner, terdapat
a. Partisipasi Politik
5 penyebab timbulnya gerakan
ke arah partisipasi politik :
Partisipasi Politik adalah
kegiatan seseorang atau
sekelompok orang untuk  Modernisasi dalam segala bidang
ikut serta secara aktif kehidupan.
dalam kehidupan politik,
 Perubahan-perubahan struktur kelas
seperti memilih
sosial.
pimpinan negara atau
upaya-upaya  Pengaruh kaum intelektual dan
mempengaruhi kemunikasi masa modern.
kebijakan pemerintah.  Konflik antar kelompok pemimpin
politik.
 Keterlibatan pemerintah yg meluas.
b. Konsep Partisipasi Politik
Dalam ilmu politik, dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk
memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik.
Sarjana Konsep Indikator
Kevin R. Partisipasi politik memberi perhatian  Terdapat interaksi
Hardwick pada cara-cara warga negara berin- antara warga negara
teraksi dengan pemerintah, dengan pemerintah
menyampaikan kepentingannya thd  Mempengaruhi
pejabat publik agar mampu pejabat publik.
mewujudkan kepentingan-kepentingan
tsb.
Miriam Partisipasi politik mrp kegiatan sese-  Berupa kegiatan
Budiardjo orang/sekelompok orang untuk ikut individu atau
serta secara aktif dalam kehidupan kelompok
politik, dng jalan memilih pimpinan  Bertujuan ikut aktif
negara, dan secara langsung atau tidak dalam kehidupan
langsung mempengaruhi kebijakan politik publik.
pemerintah.
Lanjutan ……………….

Ramlan Partisipasi politik ialah keikutser-taan  Keikutsertaan warga


Surbakti warga negara biasa dalam negara dalam pembuatan
menentukan segala keputusan dan pelaksanaan
menyangkut atau mempengaruhi kebijakan publik
hidupnya.  Dilakukan oleh warga
Partisipasi politik berarti keikut- negara biasa
sertaan warga negara biasa (yang
tidak mempunyai kewenangan) dalam
mempengaruhi proses pembuatan dan
pelaksanaan keputusan politik.

Michael Partisipasi politik adalah keterli-  Berwujud keterlibatan


Rush dan batan individu sampai pada individu dalam sistem
Philip bermacam-macam tingkatan di dalam politik
Althoft sistem politik.  Memiliki tingkatan-
tingkatan partisipasi
Lanjutan ……………….

Menurut Ramlan Surbakti, rambu-rambu konsep partisipasi politik :


• Berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga negara biasa yang
dapat diamati (bukan berupa sikap dan orientasi).
• Diarahkan untuk mempengaruhi pemerintah selaku pembuat dan
pelaksana keputusan politik.
• Kegiatan yang berhasil (efektif) maupun yang gagal mempenga-ruhi
pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.
• Untuk mempengaruhi pemerintah yang bisa dilakukan secara
langsung ataupun secara tidak langsung.
• Kegiatan mempengaruh pemerintah bisa dilakukan melalui prosedur
wajar (konvensional), non kekerasan (nonviolence), seperti ikut
memilih dalam pemilu dan mengajukan petisi, maupun dengan cara-
cara diluar prosedur (tak konvensional), dan kekerasan (violence),
seperti demonstrasi, pembangkangan halus, huru-hara, dan gerakan
politik seperti kudeta & revolusi.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan 4
Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah,
internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal
berikut :
1. Rumuskan kembali bagaimana suatu bangsa secara sosiologis
maupun politis dapat terbentuk !
2. Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia dgn
terbentuknya bangsa di dalam suatu negara tertentu !
3. Berikan penjelasan kembali mengapa unsur konstitutif,
merupakan unsur mutlak dalam berdirinya suatu negara !
4. Berikan sekurang-kurangnya 2 (dua) contoh persamaan dan
berbedaan antara warga negara dengan bukan warga negara
berdasarkan hak dan kewajibannya !
5. Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah batas suatu
negara dengan negara lain !
c. Praktik Partisipasi Politik

Huntington dan Nelson menemukan 5 bentuk kegiatan


utama yang dipraktikan dalam partisipasi politik :

Lobbying

Praktik
Pemilihan Partisipasi Organisasi
Politik

Mencari Koneksi Tindakan Kekerasan


Lanjutan ……………….
Milbrarth M.L. Goel mengidentifikasi tujuh bentuk partisipasi politik
individual :

No Bentuk Partisipasi Keterangan


1. Aphatetic Inactuves Tidak beraktifitas yang partisipatif, tidak pernah memilih.

2. Passive Supporters Memilih secara reguler/teratur, menghadiri parade patriatik,


membayar seluruh pajak, “mencintai negara”.
3. Contact Specialist Pejabat penghubung lokal (daerah), propinsi dan nasional dalam
masalah-masalah tertentu.
4. Communicators Mengikuti informasi politik, dan mengirim pesan-pesan dukungan
dan protes terhadap pemimpin politik.
5. Party and campign Bekerja untuk partai politik atau kandidat, bergabung dan
workers mendukung parpol, dan dipilih jadi kandidat partai politik.
6. Community activitis Bekerja dengan orang lain berkaitan dengan masalahlokal,
melakukan kontak kpd pejabat berkenan dgn isu-isu sosial.
7. Protesters Bergabung dengan demonstrasi di jalanan, melakukan protes,
menolak mematuhi aturan-aturan.
d. Tingkatan Partisipasi Politik

Pejabat
Partai sepenuh
Waktu. Pemimpin
Aktivis partai/kelompok
kepentingan

Petugas kampanye.
Anggota aktif dari partai/kelompok
Partisipan kepentingan dalam proyek-proyek sosial

Menghadiri rapat umum anggota partai/


kelompok kepentingan, membicarakan masalah politik,
mengikuti perkembangan politik melalui media massa,
memberikan suara dalam pemilu

Orang-orang yang apolitis


Lanjutan ……………….
Kriteria tingkatan partisipasi politik menurut Huntington dan
Nelson
Tingkatan
No Keterangan
Partisipasi
1. Kategori  Praktik Partisipasi, antara lain : menghadiri rapat umum,
Pengamat memberikan suara dalam pemilu, dan usaha meyakinkan orang
lain.
 Intensitas Partisipasi, tingkat hubungan rendah.
2. Kategori  Praktik Partisipasi, jumlahnya terbatas dan hanya bagi se-
Aktivis jumlah kecil orang (terutama elite politik). Kegiatan yang
dilakukan, tidak terbatas cara-cara formal-prosedural, akan
tetapi dapat juga dengan tindakan kekerasan.
 Intensitas Partisipasi, memiliki tingkat yang tinggi dan pe-nuh
waktu. Mereka memiliki akses yang cukup kuat untuk
melakukan hubungan “pribadi” dengan pejabat-pejabat
pemerintah, sehingga upaya-upaya untuk mempengaruhi
pembuatan kebijakan pemerintah menjadi efektif.
Lanjutan ……………….

Tingkatan partisipasi politik menurut Huntington dan Nelson, Rush


dan Althoff .

a. Menduduki jabatan politik atau administratif


b. Mencari jabatan politik atau administratif
c. Keanggotaan aktif suatu organisasi politik
d. Keanggotaan pasif suatu organisasi politik
e. Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik (quasi-political)
f. Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik (quasi-political)
g. Partisipasi dalam rapat umum, demonstrasi, dan sebagainya
h. Partisipasi dalam diskusi politik informal minat umum dalam bidang
politik
i. Voting (pemberian suara)
Lanjutan ……………….

Tingkatan partisipasi politik, mencerminkan kapasistas


partisipan dalam berpartisipasi politik. Semakin tinggi
tingkatan yang ditempati, maka semakin tinggi pula
tingkatan partisipasi politiknya. Dalam lingkup partisipasi
politiknya, jika semakin tinggi maka semakin sedikit
(semakin mengerucut pada jumlah tertentu).

Voting mrp tingkatan partisipasi politik terendah, yang


membedakan satu tingkat di atas orang yang apatis total,
sementara di atasnya terdapat orang atau sekelompok orang
yang sering terlibat dalam diskusi-diskusi politik informal, yang
proporsinya lebih rendah, namun intensitasnya lebih tinggi.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan 5
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Peran Serta Budaya Politik
Partisipan, dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan

1. Berikan ulasan pengertian kembali tentang “Politik Partisipan” sesuai


pendapat anda secara umum ! Bagaimana pendapat anda tentang budaya
politik partisipan ? …………………………………………………….

2. Milbarth M.L. Goel mengidentifikasi ada sebanyak 7 (tujuh) bentuk partisipasi


politik individual, diantaranya adalah aphatetic inactuves, passive
supporters, community activitis, dan lain-lain. Beri penjelasan singkat pada
kolom di bawah ini!

Passive Supporters Community Activitis


………………………………… .………….………………………..
Lanjutan ……………….

3. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara


dirasakan penting untuk memahami “partisipasi politik” dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara! .........................................................................................................
............................................................................................................................
.

4. Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara tingkatan


partisipasi “aktivis” dengan “pengamat” berkaitan dengan aktivitas
partisipasi politik di masyarakat di bawah ini !

Persamaan Perbedaan
…………………………………… .………….………………………..
……………………………... ………………………………….
SOAL ESSAY/URAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas !

1. Berikan tanggapan penjelasan yang dimaksud budaya politik dan mengapa


budaya politik antara suatu negara dengan negara lain memiliki perbedaan !
2. Tuliskan, apa sajakah unsur-unsur budaya politik yang menonjol dalam
sistem politik di Indonesia !
3. Jelaskan, bagaimana pengaruh birokrasi terhadap suatu budaya politik di
Indonesia !
4. Jelaskan 4 (empat) tahapan dalam sosialisai politik yang dilakukan seorang
anak menurut Easton dan Dennis !
5. Jelaskan perbedaan budaya politik partisipan dengan budaya politik
toleransi, berikan contoh dari perbedaan tersebut !
Lanjutan ……………….

6. Jelaskan dengan memberi alasan bagaimana metode yang kerap


diterapkan dalam sosialisasi politik di negara-negara berkembang pada
umumnya !
7. Jelaskan bagaimanakah penggolongan budaya politik ditinjau dari sikap,
nilai-nilai, informasi, dan orientasi-orientasi warga negara terhadap
kehidupan politik dan pemerintahannya !
8. Menurut Anda bagaimanakah hubungan sistem politik dengan Budaya
Politik di suatu negara, khususnya di Indonesia ?
9. Jelaskan bagaimana pandangan Hyman tentang hubungan antara
sosialisasi politik dengan komunikasi politik !
10. Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa jika pernyataan umum dari
salah satu pimpinan partai politik/tokoh masyarakat yang bernada
militan, dapat men­ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik dalam
suatu masyarakat luas !
STUDI KASUS

Sentimen Primordial

Salah satu masalah yang seringkali muncul dalam proses pemilihan


kepala daerah adalah menguatnya sentimen primordial yang lebih terikat
pada persamaan etnis, aliran, ikatan darah dan berbagai bentuk sifat
kedaerahan lainnya. Munculnya masalah ini lebih disebabkan karena
karakter masyarakat yang ada di daerah juga berbeda-beda, yang
ternyata dapat mempengaruhi preferensi (pilihan) politik masyarakat
untuk menentukan kepemimpinan daerah. Beberapa variabel seperti latar
belakang etnis, status sosial ekonomi, dan agama, dapat menciptakan
suatu polarisasi pilihan politik rakyat menjadi apakah itu sifatnya rasional
ataukah emosional.
Sumber : Andi Haris ; Dosen Sosiologi Politik Unhas
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=2103
Tagihan Tugas :
1. Setelah disimak dan baca baik-baik, jelaskan kembali apa yang telah
ditulis sesuai dengan persepsi yang ada dibenak anda !
2. Berikan beberapa penjelasan indikasi tentang munculnya “sentimen
primordial” dalam banyak pemilihan kepala daerah !
3. Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa sentimen primordial dapat
berpengaruh kuat terhadap preferensi (pilihan) politik rakyat !
4. Tentukan langkah-langkah nyata dalam upaya mengurangi sentimen
primordial guna membangun sistem politik yang sehat di Indonesia !
5. Berikan usulan konkrit, apa yang harus anda lakukan guna meningkatkan
partisipasi politik warga masyarakat :
a. Sebagai ketua organisasi pemuda !
b. Sebagai ketua suatu partai politik !
c. Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah !
INQUIRI

Carilah referensi dari berbagai sumber untuk mengkaji ulang


tentang rumusan dan penerapan sistem politik demokrasi
Pancasila (berikut gambar-gambar pendukungnya) yang
berkaitan dengan tata cara pengambilan keputusan !

1. Pahami kembali tentang rumusan “Sosialisasi Politik”, dan buatlah


skenario (simulasi atau role play) wujud implementasinya di
sekolah dan masyarakat !
2. Carilah topik-topik dari berbagai sumber (mass media cetak atau
elektronik) sekitar pelaksanaan sosialisasi politik (teknis
pelaksanaan),
3. Kemudian lakukan demonstrasi dalam bentuk simulasi atau role
play di dalam kelas !