Anda di halaman 1dari 7

MISI PERS

Ikut
mencerdaskan
bangsa
Menegakkan
keadilan
Memberantas
kebatilan
MEDIA CETAK Media Elektronik
Peredaran Majalah Playboy di
KASUS Indonesia
Menurut RH Siregar (Wakil Ketua Dewan Pers), Dewan Pers tidak
mempunyai otoritas untuk menghentikan atau melarang penerbitan karena
tidak ada pasal dalam UU No.40/1999 tentang Pers yang memberikan
kewenangan tersebut. Namun intinya ia tidak setuju dengan rencana
peluncuran Playboy versi Indonesia tersebut.
Penerbitan Playboy berbentuk waralaba (franchise). Departemen Hukum dan
HAM punya kewenangan untuk menolak pengesahan pendirian badan
hukum penerbitan Playboy di Indonesia dengan alasan merugikan bagi
tatanan kultur budaya Bangsa Indonesia.
Menurut UU No.40/1999 tentang Pers, perusahaan pers adalah perusahaan
berbadan hukum Indonesia yang berhak menerbitkannya. Rencananya
Playboy juga menggunakan badan hukum Indonesia termasuk melalui
pengesahan Dep. Hukum dan HAM RI.
Dep. Hukum dan HAM merupakan satu- satunya lembaga yang bisa
melarang terbitnya majalah Playboy. Mereka harus berperan dan tidak
memberikan pengesahan penerbitan badan hukum bagi penerbitan tersebut
dengan pertimbangan penerbitan itu akan mengedarkan hal-hal yang tidak
sesuai dengan kultur dan budaya bangsa Indonesia
Majalah Playboy yang diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan format isi
yang dicetak di Amerika Serikat, tentunya tidak akan sesuai dengan kultur
dan kehidupan sosial di Indonesia.

.
(cover majalah Playboy US)

 Kehadiran majalah Playboy akan


sangat menggangu kehidupan
masyarakat tertentu. Mereka tidak
akan bisa menerima kehadiran
majalah yang dalam beberapa
lembar halamannya memuat
gambar porno. Kehadirannya,
menurut dia, bisa mengganggu
identitas masyarakat. Pada kasus
majalah Playboy ini, katanya, yang
menonjol ada pada pornografinya,
bukan pada medianya
SKANDAL WATERGATE
 Skandal Watergate memaksa pengunduran diri Presiden
Richard Nixon bulan Agustus 1974.
 Deep Throat inilah yang membantu wartawan Washington
Post Bob Woodward dan Carl Bernstein membongkar kasus
Watergate.
 Skandal Watergate berkaitan dengan sebuah upaya
penyadapan di perkantoran Partai Demokrat yang menjadi
saingan Nixon di gedung Watergate, Washington tahun 1972.
 Upaya penyadapan itu berhubungan dengan pejabat di
lingkungan dekat Nixon di Gedung Putih, yang kemudian
berusaha menutupinya.
 Pembongkaran kasus Watergate ini diabadikan lewat film All
The President's Men tahun 1876.
 Harian The Washington Post membenarkan bahwa wakil
kepala Biro Investigasi Federal, FBI, adalah sumber yang
disebut Deep Throat, yang membocorkan skandal Watergate.
 Majalah Vanity Fair melaporkan bahwa Mark Felt mengakui
ialah sumber berita yang dirahasiakan selama berpuluh
tahun.
 Nixon diperiksa karena menyuruh dan menyembunyikan
pembongkaran kantor Partai Demokrat di kompleks perkantoran
Watergate yang juga mencakup daftar musuh dan berbagai "tipuan
kotor."
 Rekaman rahasia dari percakapannya di Gedung Putih di sita oleh
pengadilan, dan mengungkapkan rincian keterlibatannya dalam
penyembunyian.
 Ia kehilangan dukungan dari partainya sendiri dan juga negara
dalam Pembantaian Malam Sabtu. Di situ ia memerintahkan
Archibald Cox, jaksa khusus dalam kasus Watergate dipecat.
 Demikian pula sejumlah bawahannya sendiri yang keberatan
dengan langkah ini pun dipecat.
 Komite Kehakiman DPR membuka pemeriksaan pendengaran resmi
dan terbuka untuk pemecatan terhadap Nixon pada 9 Mei 1974.
Ketimbang dipecat DPR dan dibuktikan kesalahannya oleh Senat, ia
mengundurkan diri terhitung mulai 9 Agustus 1974. Praktis, ia
menjadi satu-satunya Presiden Amerika Serikat yang mengundurkan
diri.
Mark Felt (sumber yang
Richard Nixon membocorkan skandal
(mantan presiden AS) Watergate)