Anda di halaman 1dari 10

Sifat dan Pengaruh Narkoba Sifat dan

Pengaruh Narkoba
Menstimulir atau merangsang sistem syaraf pusat

Zat atau obat-obatan stimulan adalah jenis zat yang dapat


merangsang sistem syaraf pusat. Dan biasanya dapat
meningkatkan kesadaran. Kegairahan dan kesegaran (segar
dan bersemangat). Contoh yang paling dikenal atau paling
banyak disalahgunakan

1. Extacy zat sintetik amfetamin, bisanya dibuat dalam bentuk


pil, merangsang syaraf otonom, pemakai jadi gembira dan
pede
2. Shabu zat metilamfetamin (turunan amfetamin) larut dalam alkohol dan air, biasanya berbentuk
kristal putih, merangsang sistem syaraf pusat, dampaknya lebih kuat dari extacy. Biasanya lebih
gembira. Pede dan tambah berani

1. Depresan Zat atau obat depresan adalah sejenis obat yang berfungsi mengurangi aktivitas
fungsional tubuh pemakainya hingga ia merasa tenang, tertidur atau tidak sadar.2.Contoh yang
paling banyak disalahgunakan :
3.Ophium, heroin putaw à berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sintesis (tapi bukan psikotropika )
bentuknya bermacam-macam bisa padat, serbuk (putih atau coklat), cairan kental, dll, mengandung
zat pemabukan, merangsang system syaraf pusat/otak, pemakai jadi tenang, hilang rasa sakit,
gelisah, tidak peduli arah lingkungan/acuh
4.Halusinogen apat menimbulkan halusinasi atau kesan palsu merupakan zat atau obat alamiah atau
sintetik yang mengubah persepsi dan pikiran seseorang (halusinasi) sehingga hilang kesadaran akan
ruang, waktu, dan perasaan (curiga) yang berlebihan

Contoh yang paling dikenal atau banyak yang disalahgunakan adalah :

Daun Ganja Atau Daun Koka = berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sintesis (tapi bukan
psikotropika) biasanya dalam bentuk lintingan daun (ganja), atau serbuk putih (heroin) mengandung
zat memabukan, merangsang sistem syaraf pusat atau otak, pemakai tenang, hilang rasa sakit
gelisah, tidak peduli lingkungan atau acuh.
Dampak Buruk Narkoba

1. Ekstasy

1. Pada rongga mulut à mulut terasa kering. Kaku pada pangkal lidah dan otot rahang serta dapat
mengakibatkan luka pada lidah bibir
2. Pada jantung à memacu denyut jantung diatas normal. Dampak buruknya bisa mengakibatkan
pecahnya pembuluh darah jantung hingga kematian
3. Pada otak à mengakibatkan gangguan pada otak berupa depresi. Paranoid dan bahkan sampai
terjadi kerusakan permanen pada otak
4. Pada pencernakan –> nafsu makan turun, daya tahan tubuh menurun drastis, mudah sakit dan
mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pada ginjal dan hat yang
dapat menyebabkan kematian
2. Shabu-shabu

1. Pada mata à anda akan melihat sesuatu yang tidak ingin anda lihat
2. Pada kulit pembuluh darah akan mengalami panas yang berlebihan dan pecah
3. Pada otak menyebabkan depresi, kepanikan, kecemasan yang berlebihan dan padat menyebabkan
kerusakan otak secara permanen.
4. Pada hati bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sabu-sabu bisa melemahkan akitvitas sel-sel
hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati.

3. Cimeng

1. Pada kulit terlihat kering danm keriput, dan seperti usia tua
2. Pada pencernakan nafsu makan hilang melemahnya daya pikir dan rasa letih yang berlebihan,
sehingga dapat menimbulkan kematian
3. Pada otak à menimbulkan depresi, hiperaktif, tak bisa mengendalikan diri, dan penggunaan terus
menerus dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen
4. Pada mata à mata menjadi merah, sukar tidur, gangguan presepsi pemghilatan dan padat
menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal bagi dirinya.

4. Cocain

1. Pada otak à menyebabkan depresi yang tidak bisa mengendalikan diri, cepat marah, hiperaktif
dan mudah melakukan tindak pidana
2. Pada mata à pupil mata melebar yang menyebabkan insomnia (sukar tidur), gangguan persepsi
penglihatan dan gangguan kecepatan reaksi hingga dapat menyebabkan kecelakaan
3. Pada kulit à timbul bintik merah keriput pada kulit dan seperti lebih tua
Pada jantung à tekanan darah meningkat yang berakibat pecahnya pembuluh darah hingga dapat
menyebabkan kematian

5. Putaw

1. Pada otak à menyebabkan gangguan konesntrasi, penurunan daya ingat, gangguan proses
berpikir, gangguan perilaku dan pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otak
secara permanent.
2. Pada mulut à terasa kering, kaku, dan bicara cadel
3. Pada kulit à menjadi kering dan keriput, tampak usia lebih tua
4. Pada jantung à memacu denyut jantung, tekanan darah meningkat, dampak buruknya
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jantung dan menyebabkan kematian
5. Pada pecernakan à mempengaruhi metabolisme tubuh yang berakibat kerusakan permanen pda
organ-organ tubuh
Dampak Jangka Panjang

6. Magic mushrooms

1. Pada otak kenangan masa lalu akan bangkit, khususnya pengalaman buruk (bad trip) dapat juga
menimbulkan mimpi buruk (nightmare) seperti di neraka. Pemakaian yan terus menerus akan
menyababkan kerusakan dan kematian sel otak secara permanen
2. Pada lidah menyebabkan kekakuan dan gangguan sensifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit
menelan
3. Pada mata terjadi gangguan persepsi penglihtan sehingga dapat menyebabkan terjadinya
kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain
4. Pada pencernakan terjadi keracunan yang mengkibatkan mual dan muntah-muntah yang tak
tertahankan, sehingga dapat menimbulakan dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan
keseimbangan cairan tubuh yang dapat menimbulkan kematian.

Tiap Tahun 15 Ribu Mati Karena Narkoba

Sekitar 15 ribu orang meninggal di negeri ini setiap tahunnya


akibat pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), demikian dikatakan Mennegpora
Adhyaksa Dault.
“Belum lagi HIV/AIDS (pertumbuhannya) seperti tsunami sosial, dikarenakan kasus yang
terdeteksi saat ini baru kulit luarnya,” kata dia dalam sebuah acara di Palu, Sabtu (14/3) malam.
Ketika menyampaikan sambutan pada acara “Pengukuhan Kader Pemuda Bersih Narkoba dan HIV
AIDS” tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dihadiri sekitar 1.000 pelajar dan
mahasiswa setempat, Adhyaksa mengatakan, kedua masalah tersebut harus menjadi perhatian serius
semua elemen masyarakat. Proses penanggulangannya, menurut dia, perlu dilakukan secara
bersama dan terus-menerus karena dampaknya dapat melemahkan bangsa ini. Ia juga mengatakan,
salah satu pintu masuk narkoba adalah melalui rokok.
Karena itu, katanya mengimbau, bagi para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang belum merokok
janganlah mendekatinya. Juga kepada mereka yang telah telanjur menjadi perokok agar segera
menghentikannya. “Apalagi anak sekolah sangat rawan terjerumus narkoba, sehingga memerlukan
pengawasan diri yang kuat serta oleh orangtua dan keluarganya sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulteng HB Paliudju melaporkan bahwa daerahnya sangat rawan dengan
peredaran narkoba karena merupakan “daerah terbuka” yang memudahkan orang-orang dari
provinsi tetangga dan provinsi lainnya masuk-keluar. Bahkan, kata Gubernur dalam sambutan
tertulis yang dibacakan Asisten II Setprov Sulteng, Nadjib Godal, penggunaan narkoba di
daerahnya dewasa ini telah melebihi lima persen dari total generasi muda yang ada.
Karena itu, Gubernur Paliudju mengajak semua elemen masyarakat setempat yaitu pemuka agama,
tokoh masyarakat, pimpinan organisasi pemuda, pimpinan organisasi sosial-kemasyarakatan
bersama dengan pemerintah, untuk terus bergandengan tangan melakukan pemberantasan terhadap
bahaya narkoba.
Mengenai kasus HIV/AIDS, Gubernur Sulteng melaporkan hingga akhir tahun 2008 yang terdeteksi
di daerahnya sudah mencapai 71 kasus, terdiri atas 60 kasus HIV dan 11 kasus lainnya telah
meningkat ke AIDS.
Khusus mereka yang positif menderita AIDS, sebagian besarnya sudah meninggal dunia. “Kasus
HIV/AIDS di daerah ini dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga diperlukan pula langkah
kebersamaan antara pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat untuk aktif melakukan
penanggulangan,” katanya.
Sebelum acara ini dimulai, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut saat memasuki ruangan di
Gedung Manggala Sakti Palu berebutan membubuhkan tanda tangan mereka di atas kain putih
sepanjang lima meter, berisi pernyataan sikap “Pemuda/i dan Pelajar Sulawesi Tengah Menyatakan
Tidak!!! Pada Narkoba”. (Diposting dari Kompas)
• Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah
namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya
melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah
garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat
menyebabkan kecanduan.

• Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah


tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika
pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat
pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya
hippies yang pernah populer di
Amerika Serikat. Hal ini
biasanya dilambangkan dengan
daun ganja yang berbentuk khas.
Selain itu ganja dan opium juga
didengungkan sebagai simbol
perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara
berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk
derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa
Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
• Kontroversi
Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya
menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang
berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat
jelas bahayanya bagi umat manusia. Diantara pengguna ganja, beragam
efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan,
serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara para pengguna tertentu.
Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna
akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini
masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu
yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda
rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang
menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para
seniman dan musisi.
Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja
yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan
modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat, dimana
jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.
Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada
yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi
aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan
Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian
maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir
semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat
bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol,
yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan
berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan
manusia itu.

• Morfina

Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif
utama yang ditemukan pada opium. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk
menghilangkan sakit. Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa
kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan
meyebabkan konstipasi. Morfina menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya.
Pasien ketergantungan morfina juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.

• Kokain

Kokaina adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal
dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek
stimulan”.
Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata,
hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaina diklasifikasikan
sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina dan heroina karena efek adiktif.

PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN

Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau
teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan
fungsi sosial.
Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga
tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya
dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).
# PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA

Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :


1. Faktor individual :
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi,
psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar
menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak
b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
d. Kurang percaya diri
e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f. Murung, pemalu, pendiam
g. Merasa bosan dan jenuh
h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
j. Identitas diri kabur
k. Kemampuan komunikasi yang rendah
l. Putus sekolah
m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
2. Faktor Lingkungan :

Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah,
teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :
a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.
Lingkungan Sekolah :
a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri
secara kreatif dan positif
d. Adanya murid pengguna NAPZA.
Lingkungan Teman Sebaya :
a. Berteman dengan penyalahguna
b. Tekanan atau ancaman dari teman.
Lingkungan Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi
penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar
kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
# GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :
1. Perubahan Fisik :

- Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak
acuh ), mengantuk, agresif.
– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit
teraba dingin, bahkan meninggal.
– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit
seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan
kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku :

- Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang
bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota
keluarga yang lain.
– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya,
mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan
dan sering berurusan dengan polisi.
− Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan,
tertutup dan penuh rahasia.
# UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan
intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk
menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak
menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat
proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1. Mengasuh anak dengan baik.
- penuh kasih sayang
- penanaman disiplin yang baik
- ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
- mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang
terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1. Upaya terhadap siswa :
• Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
• Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan
NAPZA di sekolah.
• Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap
menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
• Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
• Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan
NAPZA untuk bisa menghentikannya.
• Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
• Razia dengan cara sidak
• Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
• Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
• Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
• Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
• Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang
harmonis antara pendidik dan anak didik.
• Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
• Sikap keteladanan guru amat penting
• Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah
yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA
sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan
dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

IV. KESIMPULAN
Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang
sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA
sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja,
melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan
sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan
tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi
pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.