Anda di halaman 1dari 5

GANGGUAN MAKAN PASCA

KEMOTERAPI & RADIASI


Fitri Hudayani

Dietisien Instalasi Gizi RSCM

Mengkonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi khususnya pada penderita kanker bertujuan
untuk menghambat penurunan berat badan secara berlebihan dan mencapai serta mempertahankan status
gizi yang optimal. Diet merupakan bagian yang penting dari terapi pada kanker. Mengkonsumsi makanan
yang baik sebelum, selama dan setelah terapi dapat membantu pasien merasa lebih baik dan bertahan lebih
kuat.

Terapi pada kanker terdiri dari kemoterapi, radiasi, transpalantasi sumsum tulang belakang, imunoterapi
dan operasi. Dari setiap terapi pada kanker memiliki efek samping masing – masing yang dapat
menyebabkan masalah makan. Efek samping dari terpi kanker antara lain faktor psikologis berupa stress
dan depresi, perubahan rasa kecap, mual, muntah, maslah mengunyah dan menelan, tidak nafsu makan,
menurunnya produksi air liur, mulut kering, diare dan esophagitis.

Terapi pada kanker


Pada umumnya terapi pada kanker menimbulkan efek samping yang menimbulkan beberapa gangguan yang
berhubungan dengan makan, antara lain :
Pada terapi radiasi :

• Mual

• Muntah

• Berkurangnya produksi air liur

• Perubahan pengecapan

• Tidak nafsu makan


Pada kemotarapi :

• Mual

• Muntah

• Diare

• Perubahan pengecapan
• Tidak nafsu makan

• Malabsorpsi zat gizi

Cara—cara untuk mengatasi masalah makan

Kurang nafsu makan


Kurang nafsu makan dapat di di atasi dengan cara :
• Mengkonsumsi makanan padat yang tinggi energi dan protein
• Menyediakan makanan dalam porsi kecil
• Mengkonsumsi makanan lebih sering dari biasanya. Makanlah dalam 1– 2jam sekali
• Menyediakan selalu makanan favorit untuk menggugah selera
• Hindari bau makan yang menyengat
• Tambahkan bahan yang mengandung energi dan protein tinggi ke dalam makanan, seperti susu,
mentega, telur
• Mengolah makanan dengan bentuk yang menarik
• Tekankan pada diri bahwa makan adalah bagian yang penting dalam program pengobatan
• Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Perubahan indera kecap


Perubahan biasanya di sebabkan karena efek samping terapi radiasi dan kemoterapi. Biasanya pasien
menjadi tiba – tiba tidak suka terhadap makanan yang biasanya disukai, sehingga makanan yang dikonsumsi
menjadi berkurang. Cara mengatasinya dalah :

• Bilas mulut dengan air sebelum makan


• Konsumsi jus atau makanan selingan berbahan buah-buahan yang segar
• Campurkan makanan dengan rasa manis, seperti gula dan madu
• Gunakan bumbu yang dapat meningkatkan selera dari segi aroma maupun rasa
• Berkumur dengan air soda 5 g + air putih 500 ml

Mual dan Muntah


Gangguan ini sangat mempengaruhi asupan makanan pada pasien kanker dan dapat diatasi dengan cara :

• Makan makanan yang kering

• Porsi makanan kecil dengan frekuensi 6-8 kali/hari, diantaranya 3 kali porsi besar

• Hindari makanan yang berbau merangsang

• Hindari makanan yang berlemak tinggi karena akan merangsang rasa mual

• Makan dan minum perlahan-lahan

• Hindari makanan dan minuman terlalu manis


• Batasi cairan pada saat makan

• Tidak tiduran setelah makan ± 1 jam setelah makan

• Apabila muntah, minumlah banyak air untuk mengahindari terjadinya dehidrasi

Mulut kering
Pada kondisi ini sangat rentan untuk menyebabkan luka pada mulut dan dapat juga mempengaruhi rasa
serta dalam mengunyah makanan. cara mengatasinya adalah :

• Minumlah 8-10 gelas/hari. Gunakanlah sedotan untuk minum air

• Mengkonsumsi makanan yang lunak dan mudah untuk dikonsumsi

• Kunyah makanan dengan baik

• Kunyahlah permen rendah gula untuk menstimilasi kelenjar ludah

Rasa cepat kenyang

• Konsumsi makan dalam porsi kecil dan frekuensi sering

• Hindari minum sebelum makan

• Hindari makan dalam posisi tidur

Kesulitan mengunyah dan menelan


• Minum dengan menggunakan sedotan
• Makan/minum dengan suhu kamar atau dingin
• Bentuk makanan saring atau cair. Bila makanan lunak, bahan makanan dipotong kecil - kecil dan
masak hingga lunak
• Hindari makanan terlalu asin atau asam

Diare
Pada kondisi ini selain karena efek terapi juga dapat disebabkan karena faktor stres. Apabila terjadi diare
dapat diatasi dengan :

• minumlah banyak air. Air diminum dalam suhu kamar


• Mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil 6 - 8 kali/hari
• Hindari makanan terlalu manis.
• Hindari susu penuh selama diare
• Berikan makanan sumber serat larut air
• Hindari makanan yang ber gas
Konstipasi
Konstipasi dapat juga disebabkan karena kurangnya asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi dan
kurangnya aktifitas, untuk mengatasinya dapat dilakukan :

• Mengkonsumsi cukup serat


• Minum 8 - 10 gelas/hari
• Lakukan aktifitas fisik sesuai kemampuan

Mengolah makanan
• pastikan tangan dalam keadaan bersih, cuci dengan sabun dan air bersih sebelum mengolah
• Alas pemotong sayur dan daging harus berbeda/dipisah
• Masak bahan makanan sampai matang
• Pastikan sumber air bersih tidak terkontaminasi

Bahan makanan yang baik dikonsumsi

bahan makanan segar (tidak diawet)

Sayur—sayuran segar

Buah—buahan segar

Bahan makanan yang bernilai gizi tinggi

Bahan makanan yang sebaiknya dihindari

Makanan bergas seperti beras ketan, talas, ubi jalar, kacang merah, kol, lobak, nangka, durian

Cake / kue yang terlalu manis

Contoh menu sehari

Pukul 06.00

Biskuit / Krekers

Makan pagi

Nasi putih

Telur dadar
Stup wortel

Pukul 10.00

Susu

Pudding buah

Makan siang

Nasi putih

Semur daging

Perkedel tempe

Bening bayam

Jeruk

Pukul 16.00

Susu kedelai

Bolu

Makan malam

Nasi putih

Ikan bumbu pesmol

Pepes tahu

Sayur asem

pepaya