Anda di halaman 1dari 4

Tinjauan Pustaka

GANGGUAN MAKAN PADA ANAK DAN REMAJA


JOHAN S. LISAL
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin /
SMF ANAK RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

SUMMARY
Eating disorders are complex illnesses that affect children and adolescents. According to DSM IV there are three
kinds of eating disorders e.g. : anorexia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN) and unclassified one. These disorders
can be associated with serious biological, psychological and sociological morbidity and significant mortality.
The etiology of AN and BN are unknown, however some suggested factors may play a role, such as biological,
genetic and psychosocial factors. Because of the complex biopsychosocial aspects of these eating disorders, the
management of these conditions appear to be optimal with an interdisciplinary team consisting of professionals
from medical, nursing, nutritional and mental health disciplines. BN has better outcome than AN. The prevention
should be carried out by primary and secondary programs.(J Med Nus.2006;27:60-63)

RINGKASAN
Gangguan makan merupakan penyakit kompleks yang mengenai anak dan remaja. Berdasarkan DSM IV ada tiga
bentuk gangguan makan yaitu: anoreksia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN) dan gangguan makan yang tidak
tergolongkan. Gangguan tersebut dapat menyebabkan morbiditas biologik, psikologik dan sosial, serta kematian.
Penyebab gangguan makan belum diketahui dengan jelas, namun diduga terkait dengan berbagai faktor biologik,
genetik dan psikososial. Mengingat kompleksnya aspek-aspek biopsikososial kelainan ini maka diperlukan tim
yang profesional dalam penanganannya, yang melibatkan dokter, perawat, ahli gizi dan kesehatan jiwa. BN
memiliki prognosis yang lebih baik dari pada AN. Pencegahan dilakukan melalui program pencegahan primer
dan sekunder.(J Med Nus.2006;27:60-63)

PENDAHULUAN
Masalah kesulitan makan dan gangguan makan yang menyimpang yang terkait dengan karakteristik
pada anak sering dihadapi oleh orangtua sehingga hal psikologik yang berhubungan dengan makan, bentuk
ini sering menjadi alasan bagi mereka untuk tubuh dan berat badan. Berdasarkan DSM IV ada tiga
berkonsultasi pada dokter. Pada masa anak-anak bentuk gangguan makan yaitu: anoreksi nervosa (AN),
tanggung jawab makan ada pada orangtua, tetapi dalam bulimia nervosa (BN) dan gangguan makan yang tidak
perkembangannya pada masa remaja tanggung jawab tergolongkan.1,2
tersebut ada pada anak itu sendiri. Berdasarkan hal Dampak gangguan makan pada anak dan remaja
tersebut sistem klasifikasi psikiatrik (ICD-10 dan DSM tergantung pada berat dan lamanya gangguan makan
–IV) membedakan antara feeding disorders pada masa yang terjadi. Jika gangguan terjadi dalam waktu
anak-anak dengan eating disorders yang pada beberapa hari saja terjadi deplesi energi yang akut tanpa
umumnya terjadi pada masa remaja, sehingga pada gejala yang nyata, akan tetapi bila berlangsung lama
masa transisi ini diperlukan suatu pendekatan yang dapat berakibat hambatan pertumbuhan dan
berbeda baik untuk penilaian maupun penang- perkembangan bahkan kematian.3,4
gulangannya.1
Makalah ini membahas secara ringkas gangguan
Feeding disorders terjadi dalam 6 tahun pertama makan pada anak dan remaja berupa anoreksia nervosa
kehidupan berupa penolakan makanan atau extreme dan bulimia nervosa.
faddiness pada keadaan ada cukup makanan dan tidak
ada penyakit organik. Keadaan ini sering ditemukan. EPIDEMIOLOGI
Penolakan makan terjadi pada > 20 % anak prasekolah.
Tidak seperti pada masa remaja di sini tidak terdapat Insidens anoreksia nervosa (AN) dan bulimia
kecemasan akan kegemukan dan kelainan psikologik nervosa (BN) meningkat pada 2 dekade terakhir.
maupun prilaku. Diperkirakan 1 dari 100 wanita berumur 16 – 18 tahun
Eating disorders (gangguan makan) merupakan mengalami AN, 25 % terjadi pada umur kurang dari 13
suatu sindrom psikiatrik yang ditandai oleh pola makan tahun. 4 Wanita lebih sering mengalami gangguan

60 J Med Nus Vol. 27 No.1 Januari-Maret 2006


makan, dengan perbandingan wanita dengan laki-laki 2. Siklus banyak makan / minum dengan rakus (makan
10 : 1. Awalnya gangguan makan tersebut hanya dalam jumlah yang besar) yang tidak terkontrol dan
dilaporkan pada golongan sosial ekonomi menengah segera dimuntahkan. Tindakan ini termasuk
dan atas, tetapi pada saat ini dilaporkan juga pada merangsang diri sendiri agar muntah,
golongan sosial ekonomi rendah. Kelainan ini juga menggunakan obat pencahar / diuretik, menahan
ditemukan pada berbagai kelompok etnik dan ras. BN rasa lapar, diit dengan ketat, atau melakukan latihan
lebih sering dijumpai dari pada AN. Dilaporkan 19 % secara berlebihan. Siklus ini dapat muncul sekali
dari pelajar wanita usia remaja lanjut di Belanda dalam beberapa minggu, atau beberapa kali sehari
menunjukkan gejala bulimia. Prevalensi BN 1500 kasus pada kasus yang berat.1,5,6
dari 100.000 wanita muda. Onset rata-rata kejadian BN 3. Sakit tenggorokan yang kronik (akibat muntah yang
pada umur 18 – 19 tahun, kelainan tersebut relatif lebih berlebihan).4,5
jarang pada masa remaja awal.1,4
4. Kebiasaan buang air besar tidak teratur (akibat
ETIOLOGI penggunaan obat pencahar yang berlebihan).2,6
Etiologi gangguan makan belum diketahui, akan 5. Biasanya dengan berat badan normal, kecuali yang
tetapi sejumlah faktor dianggap berperan terhadap ada kaitannya dengan AN dapat terjadi penurunan
kelainan ini, faktor-faktor tersebut adalah : berat badan yang berat.2,6
1. Faktor psikososial berupa perkembangan individu,
PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG
dinamika keluarga, tekanan sosial untuk
berpenampilan kurus serta perjuangan untuk Pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk penderita
mendapatkan identitas diri.2,4 gangguan makan meliputi pemeriksaan tanda vital,
2. Faktor genetik: adanya bukti bahwa AN banyak mengukur tinggi dan berat badan penderita dan
didapat pada penderita dengan riwayat keluarga pemeriksaan status pubertas 1.5. Kelainan yang didapat
gangguan depresi dan kecemasan, serta lebih pada pemeriksaan fisik berupa kehilangan berat badan
banyak pada kembar monozigot dibandingkan yang nyata, bradikardi, hipotensi postural, hipotermi,
dizigot.2,4 penipisan email akibat tumpahan asam lambung, luka
pada anus akibat penggunaan pencahar yang
3. Faktor biologik: penurunan sintesis, uptake dan
berlebihan, kulit dan bibir kering akibat dehidrasi 1,5.
turnover serotonin serta penurunan sensitivitas
reseptor serotonin post sinaptik.2 Pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain
darah rutin, kadar elektrolit, kadar kalsium dan fosfat
GAMBARAN KLINIK serum, pemeriksaan fungsi hati dan tiroid. Pemeriksaan
AN dan BN terkait dengan gangguan hampir semua elektrokardiografi dilakukan bila ada gangguan fungsi
sistem organ, meskipun hal ini bukan kelainan primer jantung atau mendapat pengobatan antidepresan 1,5.
akan tetapi lebih merupakan hasil malnutrisi berat.4 DIAGNOSIS
Gejala klinik AN yang sering ditemukan berupa:
Dalam menegakkan diagnosis AN dapat digunakan
1. Sangat ingin menjadi kurus, selalu merasa gemuk kriteria diagnosis menurut WHO 1992 atau DSM IV.
meskipun berat badannya di bawah ukuran normal Kriteria AN menurut WHO 1992 sebagai berikut 1:
berdasarkan umur dan tinggi badan.2-5
1. Penurunan berat badan paling sedikit 15 % dari
2. Merasa segan terhadap makanan, hilangnya nafsu
yang seharusnya atau body mass index (BMI) di
makan, hampir tidak makan sama sekali, pura-pura
bawah 17,5. Penurunan berat badan terjadi akibat
makan tetapi sebenarnya makanan disembunyikan
perlakuan diri sendiri dengan cara menghindari
/ dibuang sebelum makan.1,5
makanan berlemak, olah raga, muntah atau purgasi.
3. Kelelahan, lemah.1,5
2. Gangguan pada citra badan (body image), merasa
4. Serangan bulimia (makan dengan rakus tetapi
masih gemuk meskipun sudah sangat kurus.
segera dimuntahkan kembali atau dikeluarkan
dengan obat pencahar), dapat terjadi pada 3. Gangguan endokrin pada wanita berupa amenore
beberapa kasus.1,4,5 dan pada pria berupa impotensi dan hilangnya
5. Gangguan tidur banyak didapatkan pada AN berupa ketertarikan seksual.
periode RAM (rapid eye movement) yang singkat 4. Jika terjadi pada masa prapubertas, perkembangan
seperti yang ditemukan pada pasien depresi 1,5. pubertas tertunda atau dapat juga tertahan.
6. Amenore akibat immaturitas pola sekresi luteinizing Menurut DSM IV kriteria AN sebagai berikut.4
hormone. 1,2,4,6 1. Adanya rasa takut menjadi gemuk.
Gejala klinik BN berupa: 2. Gangguan persepsi pada salah satu dari berat
badan, ukuran atau bentuk tubuh.
1. Rasa kekhawatiran yang sangat terhadap
3. Menolak untuk mempertahankan berat badan lebih
bertambahnya berat badan.2,4,6
dari berat badan normal minimal.

J Med Nus Vol. 27 No.1 Januari-Maret 2006 61


4. Tidak mengalami siklus menstruasi paling sedikit Namun dengan rawat inap pasien sering kehilangan
tiga kali secara berturut-turut. berat badan kembali setelah keluar dari rumah sakit.
Diagnosis BN dapat ditegakkan berdasarkan kriteria Pemutusan sosial yang normal dapat memperberat
WHO 1992 sebagai berikut 1: kondisi penderita sehingga keputusan untuk rawat inap
1. Terdapat preokupasi yang menetap untuk makan harus berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai
disertai ketagihan (craving) terhadap makanan yang berikut 1:
tidak dapat dilawan. 1. Keinginan pasien dan keluarganya.
2. Muntah, purgasi atau penggunaan obat-obat seperti 2. Anjuran ahli.
amfetamin, obat diit, diuretik dalam upaya untuk 3. Derajat beratnya penyakit.
mencegah efek akibat makan berlebihan. Program sehari (one-day program) menggabungkan
3. Gejala psikopatologinya berupa ketakutan yang luar beberapa keuntungan seperti terapi yang intensif, terapi
biasa akan kegemukan dan penderita mengatur suportif serta terapi prilaku, tanpa mengalami kerugian-
sendiri batasan yang ketat dari ambang berat kerugian rawat inap.1
badannya, sangat di bawah berat badan sebelum Pendekatan terapi berupa:
sakit yang dianggap berat badan sehat atau optimal.
Parental counseling: Pendekatan ini untuk mengajarkan
Menurut DSM IV kriteria BN sebagai berikut 4: hal-hal praktis seperti perencanaan makanan,
1. Episode makan berlebihan yang berulang. pendidikan dan mengembalikan aktivitas sehari-hari
penderita pada orangtua. Terapi keluarga akan sangat
2. Selama makan berlebihan ada perasaan takut
bermanfaat bila komunikasi dalam keluarga jelek,
untuk tidak dapat berhenti makan.
pemisahan keluarga (separated family therapy)
3. Menginduksi diri sendiri secara teratur melalui mungkin lebih efektif dari pada tetap tinggal dalam
muntah, pemakaian laksansia, diit ketat atau puasa. keluarga (cojoint therapy) terutama pada keluarga-
4. Rata-rata minimal 2 kali per minggu episode makan keluarga dengan tingkat emosi tinggi.1,5
berlebihan dalam minimal 3 bulan. Farmakoterapi: Pemberian obat-obatan pada terapi
5. Episode makan berlebihan terjadi pada anak muda anoreksia nervosa masih mengecewakan. Fluoxetine
dengan berat badan normal atau sedikit gemuk. mungkin dapat mencegah kekambuhan pada pasien-pasien
yang telah mencapai berat badan yang diinginkan .1,4
DIAGNOSIS BANDING
Anoreksia nervosa dan bulimia nervosa harus Bulimia nervosa
dibedakan dengan : Sebagian besar terapi BN didasarkan pengalaman
1. Chronic fatique syndrome pada orang dewasa. Banyak penelitian telah
Di sini gejala klinik yang timbul mirip anoreksia mengkonfirmasi efikasi dari psikoterapi dan farmakoterapi
nervosa berupa kelelahan, iritabilitas dan yang terutama diberikan secara rawat jalan 1,5,6.
memisahkan diri dari hubungan sosial, akan tetapi Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dan Terapi
di sini penderita tidak menyangkal bila diberitahu Interpersonal
bahwa status gizinya tidak memadai dan CBT dan terapi interpersonal dapat menurunkan
memerlukan diit yang lebih baik agar lebih sehat.5 kebiasaan makan berlebihan, muntah, serta sikap dan
2. Alergi makanan tingkah laku yang menyimpang pada wanita penderita
Alergi makanan seharusnya dipertimbangkan bila BN.
telah dilakukan uji eliminasi makanan atau Antidepresan seperti fluoxetine dan desipramine
penderita telah didiagnosa oleh dokter ahli alergi.5 tampak efektif bila dikombinasi dengan CBT, serta
3. Depresi kurang efektif bila diberikan tersendiri.
Depresi pada remaja jarang menyebabkan Terapi keluarga bermanfaat terutama bila terdapat
pembatasan diit yang selektif atau penurunan berat gangguan hubungan keluarga.
badan yang hebat kecuali bila didahului oleh
PROGNOSIS
anoreksia nervosa sebelumnya.1
Dari suatu penelitian jangka panjang pada remaja
4. Kelainan fisik tertentu seperti tumor intrakranial,
dengan AN didapatkan 2/3 tidak mengalami gangguan
tirotoksikosis dan defisiensi hormon pertumbuhan.1
makan setelah 10 tahun kemudian, tetapi 51 %
mengalami gangguan psikiatrik 1 . BN memiliki
TERAPI prognosis yang lebih baik dari pada AN dan lebih sering
Anoreksia nervosa
mengalami remisi sempurna. Dari suatu penelitian
Rawat inap di rumah sakit dianjurkan pada pasien- jangka panjang didapatkan bahwa 71 % dari pasien-
pasien dengan gangguan fisik berat atau pada mereka pasien BN yang mendapatkan terapi intensif dapat
yang gagal dengan pengobatan rawat jalan. mempertahankan hasil terapi lebih dari 6 tahun 1,5.

62 J Med Nus Vol. 27 No.1 Januari-Maret 2006


PENCEGAHAN DAFTAR RUJUKAN
Pencegahan terdiri atas dua bagian: 1. Gowers SG. Eating disorders in childhood and adolescence.
Program pencegahan primer ditujukan pada J Pediatr Obstetr Gynaecol 2004; 30 (no.1):3-8.
populasi berisiko tinggi seperti murid wanita SMP 2. La Via M, Marcus M. Eating Disorders. In: Daley DC, Salloum
untuk mencegah timbulnya gangguan makan pada IM, eds. Clinician’s guide to mental illness. Pittsburg:
McGrawhill, 2001:231-62.
mereka yang asimtomatik. Sejumlah program
pendidikan telah dicoba berdasarkan asumsi bahwa 3. Canadian Paediatric Society. Eating disorders in
adolescents: principles of diagnosis and treatment.
pengetahuan dapat mengubah sikap dan prilaku,
Available at: http//www.cps.ca/english/statements/AM/am
program tersebut ditekankan pada pemahaman 96-04 htm. Accessed, august; 12th ;2004.
tentang citra diri.1
4. Litt IF. Anorexia nervosa and bulimia. In: Behrman RE,
Program pencegahan sekunder bertujuan untuk Kliegman RM, Jenson HB, Eds. Nelson Textbook of
deteksi dan intervensi dini, dengan memberikan Pediatrics;16th edition. Philadelphia: WB Saunders Company,
pendidikan pada petugas kesehatan di pusat 2000:562-4.
pelayanan kesehatan primer. Dengan intervensi dini 5. Touyz SW. Anorexia nervosa: new approaches to
morbiditas dapat diturunkan.1 management. J Pediatr Obstetr Gynaecol 2000; 26(no.3):7-18.
6. Rowan P. Introducing bulimia nervosa. Available at: http//
www.priory hospital.Co.uk/htm/bulimia.htm. Accessed,
august; 12th ;2004.

J Med Nus Vol. 27 No.1 Januari-Maret 2006 63