Anda di halaman 1dari 12

Kejahatan dan

Gangguan Jiwa
Istilah-istilah
• Mental disorder • Psychopathic
• Mental sickness • Psychological
• Mental impairment (p. abnormality
253) • Insanity
• Mental illness • Psychiatric illness
• Mental defectiveness • Psychiatric
• Mental retardation abnormality
• Mental disease
• Mental dysfunction
Hubungan dengan
sosiologi dan hukum
• Sosiologi melihat adanya kecenderungan
ekspansi atas penyimpangan sosial –
psikiatrisasi, psikologisasi atas kejahatan
• Psikiatri melihat kejahatan sebagai
penyakit – DSM III memperluas definisi
• Hukum melihat gangguan jiwa sebagai
anteseden yang dapat meringankan
pertanggungjawaban sepanjang terdapat
bukti-bukti yang memperkuat
Fokus bahasan:

abnormalitas psikologis
sebagaimana didefinisikan oleh
dunia psikiatri sebagai gangguan
mental
Model medis
• Merupakan paradigma dominan
• Mengembangkan konsep “sakit” pada jiwa
yang terganggu
• Sakit jiwa sama dengan sakit tubuh
lainnya
Beberapa kritik
• Tidak ada kriteria tunggal untuk mendefinisikan
abnormalitas terhadap gejala gangguan jiwa
• Model ini mempergunakan cara berpikir
metafora, analogi saat melihat gangguan jiwa -
reductionism
• Bila mempergunakan konsep ‘penyakit’
(disease), penyebab gangguan jiwa tidak sama
dengan penyakit tubuh
• Boorse (p. 248): “….disease is defined by
functional rather than structural abnormality…”
Perilaku kriminil dan model medis
• Model medis amat mempengaruhi SPP
• Namun, sedikit yang mempercayai para pelaku
kejahatan memiliki gangguan jiwa
• Populer, konsep “cure”, “therapy”, “treatment” –
sebenarnya tidak pas bagi psikologi
• Kritik sosiologis: faktor kriminogenik tidak berada
dalam individu – bertentangan dengan prinsip
kebebasan individu dan tanggungjawab
individual
• Problem saat rehabilitasi individual – konsep
‘sakit’ menjadi sumber timbulnya penyimpangan
Hukum dan gangguan jiwa
• Tarik menarik antara perlindungan umum
dan perlindungan terhadap mereka yang
tidak dapat mengurusi dirinya sendiri
• Tidak jelas bahwa semangat legislasi
tentang kesehatan mental sepenuhnya
pro-parens patriae
• Psikiater lebih menjadi ‘polisi’ dan ‘lawan’
mereka yang terganggu jiwanya
Pelaku kejahatan dengan
kesakitjiwaan
• Walau mengenal “sane” dan “insane”, tetapi
insanity adalah konsep legal yang tidak
bermakna secara psikiatris
• Lima hal yang membuat hukum harus bergerak
(p. 251)
• Mentally disordered offenders senantiasa
menarik perhatian, sbg. simbol yang berbeda
dari masyarakat yang “sane”
• Walau ada yang berada di rumah sakit jiwa,
tetapi banyak yang tetap berada di penjara
Latar belakang historis
• Insanity sebagai legal excuse tidak diterima
secara luas hingga abad 13
• Absolute liability vs. unavailability of mens rea
• Secara umum, terdapat proses peradilan yang
makin kompleks terkait dengan pelaku kejahatan
dengan kesakitjiwaan
• Jenis hukuman: hospital orders, probation
orders, confinement in psychiatric sections of
prisons
Lihat buku lain
• The insanity defence
• Incompetence to stand trial
• Diminished responsibility
• Mental disorder and criminal responsibility
Gangguan kejiwaan khusus
• Schizophrenic tinggi ; menyumbang pada
kekerasan dengan mutilasi dan serial;
perbedaan agresivitas antara paranoid dan non-
paranoid
• Affective psychosis rendah ; depresi
diasosiasikan dengan pembunuhan oleh wanita.
• Mental retardation;
• Post-traumatic stress disorder
• Psychopathic