P. 1
RENSTRA

RENSTRA

|Views: 465|Likes:
Dipublikasikan oleh ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

PENYUSUNAN RENSTRA DINAS TPH KAB.

GUNUNGKIDUL TAHUN 2010-2014
Sumber Dana Tahun anggaran Jumlah Anggaran Dengan Perincian : : : : APBD II (Kabupaten Gunungkidul) 2009 Rp. 1.440.000,- (DPA-SKPD) a. Rapat 3 kali = Rp. 1.125.000,b. Lembur 3 orang (7 hari) = Rp. 315.000,Dengan dukungan anggaran tersebut hasil akhir penyusunan RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014 dirasa masih perlu ada penyelarasan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi aktual 5 (lima) tahun ke depan. Langkah-langkah penyusunan : 1. Mempelajari RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 2006-2010. 2. Mengumpulkan dan mempelajari data base pertanian serta dokumen pendukung yang lain. 3. Menginventarisasi aspirasi stakeholders pertanian Gunungkidul lewat : a. b. c. Diskusi-diskusi Rapat/ Pertemuan Usulan-usulan stakeholders (hasil musrenbang, proposal, dll) 4. Mempelajari peraturan-peraturan yang mendukung. 5. Melakukan koordinasi di lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul sambil mengumpulkan hasil kegiatan yang dicapai setiap Bidang 2 (dua) tahun terakhir. 6. Penyusunan Konsep/ Draft RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014 tanpa merubah rumusan dan kebijakan-kebijakan.vital di luar kewenangan dan Tupoksi Sub Bagian Perencanaan. 7. Mengedarkan Konsep/ Draft RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul ke seluruh Bidang atau Seksi dan meminta koreksi seperlunya.

8. Merangkum hasil koreksi dan masukan-masukan tersebut, yang dilengkapi dengan Program/ Kegiatan dan Sasaran Produksi Tanaman Pangan selama 5 (lima) tahun, mulai Tahun 2010-2014. 9. Garis besar hasil penyusunan RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014 tersebut adalah, sebagai berikut :

RENCANA STRATEGIS
DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GUNUNGKIDUL 2010-2014

OLEH : DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2009

Lembar Pengesahan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Gunungkidul Tentang Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Landasan Hukum D. Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan Lain E. Sistematika Penulisan F. Metodologi BAB II. TUGAS DAN FUNGSI SKPD A. Struktur Organisasi B. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan C. Tugas dan Fungsi BAB III. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Umum Daerah Masa Kini B. Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi ke depan BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN A. Visi dan Misi B. Tujuan C. Sasaran D. Strategi E. Kebijakan BAB V. PROGRAM DAN KEGIATAN A. Program dan Kegiatan Lokalitas Kewenangan SKPD B. Program Lintas SKPD C. Program Lintas Wilayah BAB VI. PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) merupakan isue populer yang harus direspon positifkan oleh seluruh penyelenggara pemerintahan melalui perbaikan berbagai bidang. Dengan berlakunya UU No. 33 Tahun 2004 tentang PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH serta UU No. 12 Tahun 2008 sebagai penyempurnaan dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memperkuat amanat bahwa PEMERINTAH DAERAH di era sekarang harus dapat mewujudkan “good governance” dengan meningkatkan kinerjanya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.. Tolok ukur penyelenggaraan pemerintahan yang baik dinilai dari akuntabilitas kinerja Instansi melalui Pemerintah, LAKIP yang secara periodik Kinerja dipertanggungjawabkan (Laporan Akuntabilitas

Pemerintahan). Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul yang merupakan salah satu Instansi Pemerintah Daerah dengan tugas melaksanakan urusan Pemerintah Daerah dan Tugas Pembantuan di Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan, selama 5 (lima) tahun yang lalu juga telah melaksanakan hal seperti itu, yang sasarannya selalu diarahkan sesuai dengan Rencana Strategis (RENSTRA) 2006-2010 yang telah disusunnya. Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul tersebut sengaja dibuat berdasarkan potensi/ kekuatan Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Buatan, kendala / kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi bidang Pertanian dan Perikanan di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional yang perencanaan (RENJA) maupun hasil capaiannya (LAKIP) selalu dilaporkan rutin setiap tahun. Dengan adanya Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul No. 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja SKPD dan Peraturan Bupati Gunungkidul No. 183 Tahun 2008 tentang Uraian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, maka Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul 2006-2010 (yang di dalamnya memuat kepentingan sektor perikanan) perlu direvisi sesuai dengan kebutuhan.

B.

Maksud dan tujuan MAKSUD dari penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014 adalah : 1. Merevisi RENSTRA 2006-2010 sesuai dengan Pembentukan SOTKSKPD yang baru (Perda Kabupaten Gunungkidul No. 11 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Gunungkidul No. 183 Tahun 2008) 2. Membuat Pedoman Perencanaan Pembangunan Pertanian dari tahun 2010 s/d 2014, yang arahnya jelas, sasarannya realistis, anggarannya proporsional dengan mengedepankan kerja sinergis, yang hasil capaiannya bisa diukur setiap tahun selama 5 (lima) tahun berturut-turut. 3. Memberi kontribusi nyata terhadap kemajuan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai Instansi Pemerintah Daerah yang menangani bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sedangkan TUJUAN dari Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 20102014 adalah : 1. 2. 3. Memiliki dokumen Perencanaan Pembangunan Pertanian yang sesuai Mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) di bidang Mewujudkan peran nyata sektor pertanian terhadap kemajuan dengan kebutuhan untuk tahun 2010 – 2014. pengelolaan potensi pertanian dan pelayanan prima kepada masyarakat. pembangunan daerah. C. Landasan Hukum Landasan Hukum Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014, adalah : 1. 2. 3. Landasan idiil adalah Pancasila Landasan konstitusional adalah UUD 1945 Ketetapan MPR No. XI/MPR/1998 tentang

Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme Undang-undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme

4. Depan 5. Negara 6. Negara 7. 8. 9. 2008 10. 11. 2005-2025 12.

Tap MPR No. VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Undang-undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Undang-undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Daerah yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 12 Tahun Undang-undang No. 33 tahun 2004 Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah UU No. 17 Tahun 2007 tentang RPJP Nasional Tahun Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2008 tentang

Pembagian Urusan Pemerintahan, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2001 tentang Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2001 tentang PP No. 39 Tahun 2006 tentang Tatacara Pengendalian dan PP No. 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan PP No. 41 Tahun 2007 tentang ………… Peraturan Pemerintah No……..Tahun……tentang Rencana Peraturan Pemerintah No……..Tahun……tentang Rencana Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Rencana Pembangunan

Kerja Pemerintah tahun 2010-2014 Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2010-2014 Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)

21.

Peraturan

Daerah

Kabupaten

Gunungkidul

No…..Tahun……...tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014 22. Daerah 23. Peraturan Bupati No. 183 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul D. Hubungan RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan Dokumen Perencanaan Lainnya Hubungan dokumen Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2010-2014 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014 adalah bahwa Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura merupakan salah satu dokumen teknis operasional dan merupakan penjabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2010-2014 yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Sstrategi, Kebijakan dan Indikasi rencana program 5 tahun meliputi program internal maupun eksternal lintas SKPD maupun lintas wilayah. Substansi Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul berisi Program dan Kegiatan selama 5 (lima) tahun, yang dirinci tiap tahun dengan masing-masing mempunyai target pencapaian tertentu yang diukur dengan beberapa parameter. E. Bagan Alur Secara praktis penggambaran proses penyusunan Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, adalah sbb: RPJPD Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul No. 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas

RPJMD RENJA RENJA SKPD SKPD Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Dokumen Perencanaan Nasional Tahun V

Daerah POTENSI POTENSI SKPD Dokumen Perencanaan Daerah RENSTRA SKPD

LAKIP

Kontribusi Terhadap Pembangunan Daerah

F. Sistematika Penulisan Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2014 disusun menurut sistematika sbb : BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Landasan Hukum D. Hubungan RENSTRA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul dengan Dokumen Lainnya E. Bagan Alur F. Sistematika Penulisan BAB II TUGAS DAN FUNGSI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GUNUNGKIDUL A. Struktur Organisasi B. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan C. Tugas dan Fungsi D. Hal-hal lain yang dianggap penting BAB III. GAMBARAN UMUM KONDISI PERTANIAN DAERAH A. Kondisi Umum Pertanian Daerah Masa Kini B. Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi Pembangunan Pertanian ke Depan BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. Visi, Misi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul

B. Tujuan C. Sasaran D. Strategi E. Kebijakan BAB V. PROGRAM DAN KEGIATAN A. Program dan Kegiatan Internal (sesuai kewenangan SKPD) B. Program dan Kegiatan Lintas SKPD C. Program dan Kegiatan Lintas Wilayah BAB VI. PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II TUGAS DAN FUNGSI SKPD A. Struktur Organisasi Berdasarkan Perda Kabupaten Gunungkidul No. 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Dinas-Dinas Daerah telah ditetapkan juga Struktur Organisasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terdiri dari : 1. 2. Unsur Pimpinan Unsur Pembantu Pimpinan : a. b. c. 3. 1) 2) 1) 2) 1) 2) Unsur Pelaksana a. Ka sie. Budidaya Tanaman Pangan Ka sie. Budidaya Hortikultura b. Kepala Bidang Bina Usaha, yang terdiri atas : Ka sie. Kelembagaan Ka sie. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian c. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, yang terdiri atas : Ka sie. Alat dan Mesin Pertanian Ka sie. Pupuk dan Pestisida d. atas : 1) 2) Ka sie. Penatagunaan Lahan dan Air Ka sie. Perlindungan Tanaman Kepala Bidang Pengendalian dan Perlindungan Tanaman, terdiri : Kepala Dinas Kepala Sekretariat, dibantu Sub. Bag Perencanaan Sub. Bag Keuangan Sub. Bag Umum : Kepala Bidang-bidang, yang terdiri dari : Kepala Bidang Bina Produksi, yang terdiri atas :

4. 5.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kab. Gunungkidul Kelompok-kelompok jabatan fungsional Bagan Struktur Organisasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul adalah sbb (terlampir):

B. Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan 1. Susunan Kepegawaian Sesuai dengan struktur organisasi yang tercantum dalam Perda Kabupaten Gunungkidul No.11/2008, maka jumlah keseluruhan pegawai Dinas berikut:: a. Jumlah esselon dan staf : 1) 2) 3) 4) Esselon II Esselon III Esselon IV Staf : : : : 1 orang 5 orang 13 orang 52 orang Jumlah : 71 orang b. Apabila dirinci berdasarkan : 1) a) b) c) d) Golongan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV : : : : Jumlah 2) Pendidikan a) SD b) SMP c) SMA : : : 3 orang 4 orang 24 orang 6 orang 4 orang 21 orang 42 orang 4 orang : 71 orang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul berdasarkan SOTK yang baru ada 71 orang, dengan perincian sebagai

d) D4/ D3 :

e) S1 f) S2 Jumlah

: :

30 orang 4 orang : 71 orang

c. Jumlah pegawai yang telah mengikuti pelatihan penjenjangan sebagai berikut : 1) 2) 3) DIKLAT PIM TK. II DIKLAT PIM TK III DIKLAT PIM TK IV 2. Perlengkapan a. Aset tanah yang dimiliki Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul berupa kebun dan areal perkantoran yang tersebar di 7 (tujuh) lokasi dengan luas keseluruhan 159.387 m2 yang perinciannya sebagai berikut : 1) Kebun Ngagel Karangmojo : 14.371 m2 2) Kebun Siraman 3) Kebun Karangrejek 4) Kebun Nglipar 5) Kebun Baleharjo 6) Areal kantor Dinas TPH Jumlah : 80.750 m2 : 23.174 m2 : : : 9.000 m2 2.000 m2 5.394 m2 + : : : 1 Orang 3 Orang 15 Orang

: 134.689 m2

b. Aset Gedung yang dimiliki Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul ada 11 unit dengan luas keseluruhan 1.425, 76 m2, yang perinciannya sbb : 1) Kantor induk 2) Gedung BPMD 3) Gedung Kebun Pelem 4) Gedung Bangun Deso 5) Green House 6) Gedung Obat : : : : : : 448,72 m2 211,60 m2 93,75 m2 109,00 m2 107,00 m2 24,00 m2 150,00 m2 38,44 m2 93,75 m2
2

7) Gedung Processing Benih : 8) Gedung Kultur Jaringan : 9) Gedung Perbenihan Jumlah 3. Kendaraan Bermotor :

+

: 1.276,26 m

Jumlah a. b.

kendaraan

bermotor

yang

dimiliki

Dinas

TPH

Kabupaten

Gunungkidul ada 43 unit , dengan perincian sebagai berikut : Kendaraan roda 4 Kendaraan roda 2 Jumlah : 2 unit : 41 unit : 43 unit +

Data Perlengkapan Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul No Nama Barang 1 Almari kayu 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Filing cabinet Rak kayu Rak besi Meja kursi tamu Meja rapat Kursi rapat AC Kipas angin Brankas Kamera digital Kamera manual LCD Meja komputer Komputer Mesin tik Wireless Sound system Layar Papan tulis Kursi OHP Laptop Meja kerja Kursi kayu Jumlah (Unit) 15 15 4 8 6 set 21 90 4 2 5 2 1 1 10 15 20 2 1 2 3 24 1 4 54 41 Keterangan Baik Baik Baik Baik Baik Baik 20 rusak berat Baik Baik Baik Baik Rusak Baik Baik 2 rusak 18 ada di kecamatan Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

C. Tugas dan Fungsi 1. Tugas Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul mempunyai tugas melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dan Tugas Pembantuan di Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. 2. Fungsi Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimasud pada butir 1, Dinas TPH mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan umum di bidang tanaman pangan dan hortikultura b. Perumusan kebijakan teknis di bidang tanaman pangan dan hortikultura c. Pelaksanaan pembinaan di bidang tanaman pangan dan hortikultura d. Peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan dan hortikultura e. Pembinaan dan pengembangan usaha tanaman pangan dan hortikultura f. Pengendalian tataguna lahan dan pembinaan pemanfaatan air irigasi g. Pelaksanaan perlindungan tanaman h. Pengkajian dan penerapan teknologi anjuran i. Pengelolaan sarana dan prasarana tanaman pangan dan hortikultura j. Pembinaan pembibitan dan perbenihan tanaman pangan dan hortikultura k. Pengawasan standar mutu alat, mesin, pupuk dan pestisida pertanian l. Pengelolaan dan pengembangan statistik dan sitim informasi tanaman pangan dan hortikultura m. Pengendalian dan pelaksanaan norma, standar, pedoman dan petunjuk operasional di bidang tanaman pangan dan hortikultura n. Pengelolaan UPT

o. Pengelolaan kesekretariatan Dinas

BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI PERTANIAN DAERAH Posisi Kabupaten Gunungkidul berada ± 39 km di ujung timur Propinsi DIY. Secara geografis Kabupaten Gunungkidul terletak di antara 7.46’ – 8.09 Lintang Selatan dan 110.21’ – 110.50’ Bujur Timur, sehingga luas wilayahnya ± hampir separuh luas Propinsi DIY (1.485,36 km2) yang terbagi menjadi 18 Kecamatan, 144 Desa dan 1.431 Pedukuhan, dengan batas wilayah sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah : Kabupaten Wonogiri- Jawa Tengah : Kabupaten Bantu dan Kabupaten Sleman- DIY Sebelah selatan : Samudera Indonesia/ Hindia

Kondisi topografi Kabupaten Gunungkidul berbukit-bukit dengan variasi ketinggian antara 0-700 m di atas permukaan air laut, jenis tanahnya cukup beragam, antara lain tanah aluvial, latosol, regosol, litosol, gromosol, rendzina, dan mediteran merah kuning. Iklimnya kering dengan musim penghujan ± 5 bulan dan musim kemarau ± 7 bulan. Temperatur udara rata-rata 20,7 °C dengan suhu maksimum pada bulan September-Oktiober 30,8 °C dan suhu minimum pada bulan Juni-Agustus 23,35 °C. Sumber air untuk penghidupan masyarakat diandalkan dari curah hujan dan sumber-sumber air yang ada di permukaan tanah maupun yang ada di bawah tanah (mata air, sungai, dan telaga), yang pengambilannya biasa dilakukan dengan cara ditimba (manual) atau dipompa (mekanis). Dalam rangka pengembangan potensi, pembangunan wilayah Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 3 zone pengembangan, yang masing-masing mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1.

Zone utara (Zone Batur Agung) Wilayahnya meliputi 6 (enam) Kecamatan, mulai dari Kecamatan Patuk Utara, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong utara. Topografi wilayahnya bergunung-gunung dengan ketinggian antara 200-700 m di atas permukaan air laut. Jenis tanah didominasi latosol dan bahan induk vulkanik dengan sedimen tufan Curah hujan per tahun berkisar antara 2.000-2.500 mm. Di zone ini banyak terdapat sungai-sungai di atas permukaan tanah dan banyak ditemukan sumber air.

2.

Zone Tengah (Zona Ledok Wonosari) Wilayahnya meliputi Kecamatan Patuk Selatan, Playen, Wonosari, Karangmojo, Ponjong tengah dan Semanu utara. Topografi wilayahnya landai hingga bergelombang dengan ketinggian antara 150-200 m di atas permukaan air laut. Jenis tanah didominasi asosiasi mediteran merah kuning dan gromosol hitam dengan bahan induk batu kapur. Curah hujan per tahun berkisar antara 1.8002.000 mm. Di zone ini juga banyak terdapat sungai-sungai maupun sumber-sumber air di atas tanah dan diduga terdapat telaga dan sungai bawah tanah.

3.

Zone Selatan (Zone Gunung Seribu) Wilayahnya meliputi Kecamatn Purwosari, Panggang, Saptosari, Paliyan, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Semanu selatan dan Ponjong selatan. Topografi wilayahnya berbukit-bukit dengan ketinggian antara 0-300 m di atas permukaan air laut. Jenis tanah didominasi tanah kompleks litosol dan mediteran merah dengan bahan induk batuan kapur. Di zone ini banyak ditemukan telaga dan sungai bawah tanah. A. Kondisi umum pertanian daerah masa kini Tataguna tanah di Kabupaten Gunungkidul saat ini adalah sebagai berikut : No Penggunaan Lahan 1. Irigasi a. Irigasi Teknis b. Irigasi ½ Teknis c. Irigasi Sederhana d. Irigasi Desa /Non PU 2. Lahan sawah tadah hujan 3. Tegal/ ladang (palawija dan hortikultura 4. Pekarangan yang ditanamu 5. Pertanian Pekarangan (Bangunan 6. dan Halaman) Luas (Ha) 2.344 130 1.092 1.051 71 5.514 67.114 11.650 13.754 38.988 % 1,581 0,0875 0,7352 0,7076 0,0478 3,7122 45,1837 7,8432 9,2597 26,2481

Usaha di luar TPH Lain-lain (jalan, telaga, sungai, dll) Jumlah

9.165 148.536

6,1702 100,00

Sumber : Gunungkidul dalam angka 2008 (Data ditampilkan sesuai kebutuhan SKPD)

1.

Sumber air Sumber air untuk mendukung kegiatan pertanian di Gunungkidul bisa berasal dari :

a.

Sungai di atas tanah Sungai yang paling besar adalah Sungai Oya dan Sungai Beton, sedang sungai kecil ada 14 yang apabila pada musim kemarau panjang selalu mengalami kekeringan.

b.

Sungai di bawah tanah Aliran sungai bawah tanah banyak dijumpai di seluruh Gunungkidul. Sumbernya berasal dari Daerah Wonogiri (Kecamatan Eromoko/ mata iar Waduk Gajah Mungkur) kemudian menyebar ke seluruh penjuru. Sungai bawah tanah yang telah diukur debitnya adalah : 1) 2) 3) 4) Seropan Bribin : Baron : Telaga Telaga banyak terdapat di Zone Selatan (Zone Gunung Seribu). Jumlah keseluruhannya ada 96 unit dengan luas genangan ( di musim penghujan) ± 497 Ha, sedang pada musim kemarau yang masih bisa bertahan hanya 17 unit saja. d. Bendungan/ Dam Jumlah bendungan yang telah dibangun sebanyak 21 unit, dengan luas rata-rata genangan 2-4 Ha per unit e. Mata Air : 800 lt/dt 180 lt/dt 1.500 lt/dt 650 lt/dt Seluruhnya telah dieksploitasi untuk air baku/ minum

Ngobaran :

c.

Mata air banyak terdapat di Zone Utara (Zone Batur Agung) dan Zone Selatan (Zone Ledok Wonosari) dengan kedalaman berkisar antara 20 m, sedangkan di Zone Selatan lebih dalam lagi. Jumlah mata air yang ada di seluruh Gunungkidul ada 918 unit, sedangkan lokasi perlindungan mata air ada sebanyak 321 unit. f. Sumur dan Sumur Bor Jumlah sumur pompa tangan dangkal ada sebanyak 17.214 unit. Sumur gali di seluruh Gunungkidul ada 30 unit sumur bor pertanian yang masingmasing dikelola oleh P3A (Paguyuban Petani Pemakai Air). 2. Rumah Tangga Tani Sampai dengan akhir tahun 2008 jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul ada 758.797 jiwa, dengan jumlah rumah tangga ada 185.878 KK. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu dapat diketahui tingkat kepadatan penduduk 461 jiwa/km2. Berdasarkan jenis kelaminnya, jumlah penduduk laki-laki ada 335.411 jiwa dan perempuan ada 349.794 jiwa, dengan perincian : Usia 0-4 tahun 5-9 tahun 10-14 tahun 15-19 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun 35-39 tahun 40-44 tahun 45-49 tahun 50-54 tahun 55-59 tahun >60 tahun Jenis Kelamin Perempuan 16.899 22.649 23.455 19.661 17.931 21.099 23.568 27.305 28.167 23.799 25.180 22.305 77.776 Laki-laki 25.036 23.392 29.688 30.069 14.572 19.885 22.678 25.197 21.088 20.599 19.229 22.679 61.299

Jumlah 349.794 335.411 Sumber : Dinas Kependudukan dan Statistik Gunungkidul Tahun 2008 Dari 513.907 jiwa penduduk (± 75% dari penduduk Gunungkidul) yang bermatapencaharian di sektor pertanian dan hortikultura, mereka telah membuat wadah spesifik sesuai profesi dan aktivitas-aktivitasnya. Maisng-

masing wadah dan jumlah di seluruh Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : No Nama Wadah 1. HKTI 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. KTNA Penangkar Padi Penangkar Kedelai Penangkar Jagung GP3A P3A UPJA (traktor roda 4) UPJA ( Hand traktor) UPJA (Huller) Asosiasi Jagung Asosiasi Kedelai Asosiasi Ubikayu Asosiasi Mete Asosisasi Hortikultura Kelompok Tani Kelompok Pengolah Hasil Kelompok Wanita Tani Kelompok Taruna Tani Koperasi Tani Gapoktan 144 1 1 1 1 1 1432 Jumlah (unit) 1 1

Sumber : Dinas Pertanian TPH Kab. Gunungkidul tahun 2008 3. Infrastruktur Pertanian Dari inventarisasi yang dilakukan Dinas TPH Kab. Gunungkidul tahun 2008 lalu infrastruktur pertanian yang telah dibangun dan sebagian telah diserahkan kepada masyarakat adalah : No Infrastruktur 1. Sumur bor (pompa diesel) 2. 3. Saluran irigasi teknis dan ½ teknis Saluran irigasi sederhana dan 1.122 Ha Jumlah/ Volume 30 Unit 1.222 Ha

Desa 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Sumur ladang Pompa listrik Dam Cek dam Jalan usaha tani Lantai jemur Saluran irigasi pipa/ paralon Instalasi irigasi tetes Gudang KUD 17.214 Unit 9.712 Unit 21 Unit 17 Unit 31 Ku 41 Unit - Ku - Unit 8 Unit 8 Unit

13. Lumbung desa Sumber : Dinas TPH Kab. Gunungkidul tahun 2008 4. Fasilitas Penunjang

Untuk menunjang keberhasilan pembangunan pertanian di Kabupaten Gunungkidul, sampai dengan akhir tahun 2008 telah tersedia berbagai fasilitas penunjang diantaranya adalah : No Fasilitas Penunjang 1. Kios saprodi 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Unit permodalan (UPPKP) Toko onderdil alsintan Bengkel alsintan Laboratorium kultur jaringan Green House (rumah karantina) Stasiun (pencatat parameter) cuaca Kelompok pengolah pupuk organik pupuk padat pupuk cair 9. 10. 11. Industri obat-obatan tanaman Silo pengeringan jagung Distributor pupuk anorganik 11 Unit 2 Unit - Unit 1 Unit 7 Unit Jumlah/ Volume 59 Unit 1 Unit 11 Unit 13 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit

5. Dokumen Perencanaan Pendukung Dalam rangka mengarahkan berbagai kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul, maka sejak beberapa tahun

yang lalu segala aktivitas kegiatan Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul selalu diselaraskan dengan beberapa Dokumen Perencanaan yang ada di Tingkat Kabupaten seperti : No Nama Dokumen Perencanaan SKPD Penyusun 1. RPJM Daerah Tahun 2010-2014 Bappeda Tahun……. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rencana Induk Pembangunan Bappeda Pertanian Kab. Gunungkidul Master Plan Pengembangan Ekonomi Bappeda Kab. Gunungkidul Rencana Tata Ruang Wilayah Bappeda (RTRW) Kab. Gunungkidul Road Map Pengembangan Komoditas Dinas TPH Kab. Gunungkidul Unggulan Kab. Gunungkidul Renstra Rencana Komoditas Gunungkidul 8. Rencana Produksi Pengembangan Tanaman Pangan Sentra Dinas TPH Kab. Gunungkidul dan Dinas TPH Kabupaten Dinas TPH Kab. Gunungkidul Investasi Dinas TPH Kab. Gunungkidul Kabupaten Gunungkidul Pengembangan Andalan

Hortikultura Kab. Gunungkidul 6. Program Akselerasi a. Program Akselerasi Lintas Sektor Beberapa program lintas sektor yang dapat mendukung percepatan (akselerasi) pembanguanan pertanian di Kabupaten Gunungkidul ada beberapa paket, yang masing-masing telah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu. Program-program tersebut adalah sebagai berikut : No 1. Program Akselerasi Lintas Sektor Pengembangan Kawasan Mulai Sentra Produksi Waktu Sifat Sentra Keterangan : Tahun 2002 : Multi years : Sinergi Lintas Sektor :

Hinterland :

2.

Pengembangan Kawasan Mulai Agropolitan Waktu Sifat Sentra

: Tahun 2004 : Multi years : Sinergi Lintas Sektor : Desa Karangmojo Bejiharjo,

Hinterland : 7 Kec 3. Pengembangan Kawasan DT) Mulai Sifat Sentra : Tahun 2005 : Multi years : Sinergi Lintas Sektor : 5 Desa di Kec. Tertinggal Hinterland : 5 Kec 4. Primatani Mulai Waktu Sifat Sentra Mulai 5. Pengembangan Mandiri Pangan Desa Waktu Sifat Sentra : Tahun 2006 : Multi years : Sinergi Lintas Sektor : Desa Semin : Tahun 2008 : Multi years : Sinergi Lintas Sektor : 3 Desa di 3 Zone Pengembangan Wilayah Hinterland : 5 Kec b. Program Akselerasi Sektor Pertanian Dari sektor pertanian sendiri ada beberapa program percepatan (akselerasi) untuk memacu peningkatan produksi dan produktivitas beberapa komoditas, seperti : No Komoditas 1. Padi sawah 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Padi gogo Padi hibrida Kedelai Jagung Ubi kayu Kacang tanah Sorgum Program BLBU, CBN BLBU, CBN Pengembangan padi hibrida Pengembangan kedelai Pengembangan Jagung Pengembangan ubi kayu Pengembangan kacang tanah Pengembangan sorgum Desa Tertinggal (P2KP- Waktu

Hinterland : 3 Kec

9. 10. 11.

Mangga malam Srikaya Pisang

Pengembangan mangga malam Pengembangan srikaya Pengembangan pisang

12. Sayuran Pengembangan sayuran 7. Pola Konsumsi dan Ketahanan Pangan Sebelum tahun 1960 pola konsumsi masyarakat Gunungkidul cenderung memilih pola makan diversifikasi. Pola makan seperti ini menjadi tradisi karena faktor alam, iklim dan minimnya aksesibilitas sehingga untuk “survive” masyarakat Gunungkidul cenderung mengkonsumsi makanan sesuai dengan musim dan jenis tanaman pangan yang dipanennya. Pola tanam yang umum dilakukan adalah dengan tumpangsari, yaitu dalam waktu yang bersamaan lahan ditanami dengan 2-3 jenis tanaman. Musim Tanam I (MT I) biasanya masyarakat menanam padi (gogo), jagung dan ubi kayu, sehingga pada waktu lalu Pola makan masyarakat pada panen MT I umumnya didominasi oleh nasi jagung. Musim Tanam II (MT II) biasanya masyarakat menanam jagung dikombinasi dengan kedelai atau kacang tanah dan ubi kayu, sehingga pada waktu lalu pola makan masyarakat pada panen MT II umumnya masih didominasi nasi jagung. Kedelai dan sebagaian jagung yang tersisa biasanya dijadikan komoditi dagang, yang sewaktu-waktu akan dijual untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Panen terakhir adalah ubi kayu, dan biasanya masyarakat langsung memprosesnya menjadi gaplek dengan cara dikupas dan dijemur 4-5 hari sampai kondisinya benar-benar kering, sehingga daya tahan simpannya bisa sampai 6-7 bulan. Pada waktu lalu ubi kayu dan gaplek juga dijadikan cadangan makan di musim paceklik, sehingga pola makan pada musim paceklik umumnya didominasi nasi tiwul atau gatot tiwul. Sebagai variasi menu makanannya di Musim Tanam I masyarakat Gunungkidul biasanya juga selalu menanam umbi-umbian (uwi, gembili, kimpul, suweg, tales-tales, garut, ganyong, dll) yang hasilnya dapat diambil sewaktu-waktu bila dibutuhkan. Namun seiring dengan kemajuan teknologi maka berbagai daya dan upaya selama rentang waktu lebih dari 1 (satu) dasawarsa menyebabkan pola konsumsi masyarakat di Gunungkidul kini telah berubah, masyarakatnya kini telah menjadi konsumen beras. Akibat dari itu, komoditas tanaman non beras seperti jagung, kedelai, kacangtanah, ubi kayu, dsb oleh masyarakat kini

hanya dijadikan komoditas perdagangan saja, sedangkan yang dijadikan andalan makanan pokok masyarakat adalah tetap padi/ beras.

8. Keadaan Produksi Tanaman Pangan Tanaman pangan yang dimaksud adalah meliputi padi dan palawija. Angka produksi padi dan palawija se Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun terakhir adalah seperti yang tercantum dalam table di bawah ini : Tabel Angka Produksi Tanaman Pangan Kabupaten Gunungkidul Selama 5 Tahun No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Komoditas Padi sawah Padi gogo Jagung Kedelai Kacang tanah Ubi kayu 2004 51.033 131.770 146.532 25.460 47.082 699.290 Produksi (Ton) 2005 2006 2007 53.889 67.704 66.555 121.791 178.329 24.322 47.252 799.453 146.435 156.435 29.466 54.802 894.106 137.503 180.880 21.306 45.898 864.138 2008 75.964 167.881 191.007 22.764 52.105 791631

Sumber : Dinas TPH Kab. Gunungkidul Tahun 2008 9. Standar Pelayanan Minimal Bidang Pertanian Sesuai dengan tupoksinya, maka Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul telah membuat standar pelayanan minimal kepada masyarakat yang substansinya sebagai berikut : a. Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura melalui pembinaan-pembinaan teknis b. Pembinaan dan pengembangan usaha berbasis tanaman pangan dan hortikultura c. Pengendalian tataguna lahan dan pembinaan pemanfaatan air irigasi d. Pelaksanaan perlindungan tanaman terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) e. Pengkajian dan penerapan tahun anggaran f. Pengelolaan sarana dan prasarana pertanian tanaman pangan dan hortikultura g. Pembinaan pembibitan dan pembenihan tanaman pangan dan hortikultura

h. Pengawasan standarisasi mutu alat, mesin, pupuk dan pestisida pertanian i. Pengelola dan pengembangan statistik, sistim informasi tanaman pangan dan hortikultura j. Pengendalian dan pelaksanaan norma, standar pedoman dan petunjuk operasional di bidang tanaman pangan dan hortikultura B. Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi Pembangunan Pertanian ke Depan Kondisi yang diinginkan dan proyeksi ke depan dari pembangunan pertanian di Kabupaten Gunungkidul akan tetap berpedoman pada RPJM dari tahun 2010 sampai tahun 2014 , yang memberikan prioritas terhadap : 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatnya pembinaan teknis terhadap petani Meningkatnya produksi dan produktifitas tanaman pangan dan Meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Berkembangnya program akselerasi yang dapat memacu

hortikultura

pengembangan investasi di bidang agrobisnis dan agroindustri Meningkatnya kreativitas dan inovasi di bidang aplikasi teknologi pertanian. Tujuan tersebut akan dilaksanakan dengan target utama peningkatan pelayanan terhadap petani, khusunya pada upaya mewujudkan peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan maupun hortikultura yang diiringi dengan meningkatnya pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang usaha tani, sehingga hasilnya mampu memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Selaras dengan itu berbagai program akselerasi di bidang pertanian perlu didorong agar dampaknya mampu memacu pengembangan investasi di bidang agribisnis maupun agroindustri, yang pada gilirannya akan mampu memacu kreatifitas dan inovasi masyarakat dalam mengaplikasikan teknologi pertanian. Dalam rangka mengarahkan pada tujuan tersebut, maka Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah menyusun angka ramalan tahun 2010, yang kemudian angka tersebut dijadikan rujukan untuk dasar meningkatkan 5% produksi tanaman pangan pada tahun berikutnya. Demikian seterusnya ditargetkan produksi tiap-tiap tahun dapat meningkat 5% hingga bisa terlaksana 5 tahun berturut-turut.

Tabel Angka Sasaran Produksi Tanaman Pangan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2010 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Komoditas Padi sawah Padi gogo Ubi kayu Jagung Kedelai Kacang tanah Tahun 2009 Luas panen Produksi (Ha) 11.752 35.140 50.968 52.191 29.450 47.880 (Ton) 58.878 129.350 743.139 142.370 30.274 51.232 Tahun 2010 Luas Panen Produksi (Ha) 13.795 38.146 55.904 55.347 24.974 56.290 (Ton) 81.391 171.657 875.568 232.513 27.771 54.264 215

7. Sorgum 1.235 531 498 Sumber : Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS TPH KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2010-2014 A. Visi dan Misi Dasar penyusunan Visi dan Misi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, adalah Arah Kebijakan Pembangunan Nasional, sehingga sebelum membuat Visi dan Misi terlebih dahulu perlu memahami makna beberapa hal yang mendasar, diantaranya adalah : 1. 2. 3. Tujuan Pembangunan Nasional, adalah cita-cita Pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang Mandiri, Adil, Makmur secara Merata. Azas Kemandirian adalah suatu keyakinan akan kemampuan diri untuk Azas Adil, Makmur, dan Merata adalah suatu keharusan agar hasil sehingga semua warga negara berkesempatan menikmati maju dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. pembangunan bisa merata di semua lapisan masyarakat dan di seluruh wilayah, 4. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. pembangunan dan segala hasilnya seauai pengabdian maupun kekaryaannya. Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian Nasional Jangka Panjang adalah : Meningkatkan potensi basis produksi dan skala usaha pertanian Mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (insan pertanian) Mewujudkan pemenuhan kebutuhan infrastruktur pertanian Mewujudkan sistem inovasi dan aplikasi teknologi pertanian Mewujudkan sistem pembiayaan pertanian tepat guna Mewujudkan kelembagaan pertanian yang kokoh Mewujudkan sistem insentif dan perlindungan bagi petani Mewujudkan perwilayahan pengembangan komodirtas unggulan Menerapkan praktek pertanian yang baik Mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih dan berpihak kepada petani 5. Sasaran Pembangunan Pertanian Nasional Jangka Panjang adalah a. Terwujudnya sistem pertanian industrial yang berdaya saing

b. Mantapnya ketahanan pangan secara mandiri c. Terciptanya kesempatan kerja penuh bagi masyarakat pertanian d. Hapusnya masyarakat petani miskin e. Meningkatnya pendapatan petani Mengingat Pembangunan Pertanian merupakan bagian integral dari Pembangunan Nasional, maka penyusunan Visi dan Misi Pembangunan Pertanian di suatu Daerah harus selalu berpedoman pada Arah Kebijakan dan Sasaran Pembangunan Pertanian Jangka Panjang Nasional yang tetap selalu berlandaskan pada permasalahan umum, prioritas pembangunan, kebijakan dan sasaran yang disesuaikan dengan potensi lokalita daerah. Karena permasalahan umum bidang pertanian di Kabupaten Gunungkidul adalah rendahnya produktivitas pertanian dalam arti luas dan belum terkelolanya Sumber Daya Alam secara optimal, maka kebijakan yang ditempuh sesuai prioritas daerah untuk melakukan Revitalisasi Pertanian di Kabupaten Gunungkidul adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Peningkatan Ketahanan Pangan, nilai tambah dan daya saing produk Peningkatan pemberdayaan petani dan kelembagaan Memberikan lapangan kerja dan berusaha terutama bagi penduduk Meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan sarana dan Pengembangan agribisnis pertanian Peningkatan nilai tambah hasil pertanian Peningkatan keterkaitan dengan industri pengolahan Peningkatan promosi dan pemasaran Diversifikasi ekonomi pedesaan Pengendalian konversi lahan pertanian subur Memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh

miskin di pedesaan prasarana serta akses permodalan

kelompok-kelompok tani Sedangkan Sasaran Pembangunan Pertanian di Kabupaten Gunungkidul adalah peningkatan produksi dan produktifitas pertanian (dalam arti luas termasuk tanaman pangan dan hortikultura). Selaras dengan itu maka Visi Dinas TPH Kabupaten Gunungkidul adalah :

“ Menjadi SKPD yang responsif terhadap dinamika kemajuan tanaman pangan dan hortikultura menuju terwujudnya petani yang mandiri dan sejahtera “. Yang dimaksud dengan SKPD Responsif terhadap dinamika kemajuan tanaman pangan dan hortikultura adalah perwujudan dari kemampuan birokrasi pemerintahan yang mampu melayani dan mengenali kebutuhan masyarakat tani secara cepat dan tepat serta mampu mengantisipasi permasalahan maupun menyusun agenda pembangunan dan prioritas pelayanan serta mampu mengembangkan program-program pelayanan sesuai dengan aspirasi/ kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat tani tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Gunungkidul. Yang dimaksud dengan Mandiri adalah merupakan perwujudan dari kondisi masyarakat berbudaya yang mempunyai semangat tinggi dalam membangun maupun mempunyai kemampuan dan kekuatan mengembangkan potensinya serta mampu menjaga kelangsungan proses dan hasil-hasil pembangunan. Yang dimaksud dengan Sejahtera adalah merupakan kondisi terpenuhinya berbagai kebutuhan dasar kehidupan/ kesejahteraan lahir maupun batin masyarakat yang meliputi sandang, papan, pangan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan rasa aman. Mendalami makna dari Visi tersebut di atas, maka Dinas Tanaman pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul mempunyai Misi sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. petani. Mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian Mewujudkan “Good Governance” di bidang pertanian tanaman Mewujudkan peningkatan kualitas SDM Pertanian baik petugas, peran Mewujudkan peningkatan pendayagunaan sumber daya lahan dan air. Mewujudkan peningkatan pendapatan petani, yang didukung dengan Mewujudkan kreativitas dan inovasi dalam penerapan teknologi tanaman pangan dan hortikultura. pangan dan hortikultultura dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Dinas. pelaku usaha maupun petani.

penyediaan sarana, prasarana, dan akses permodalan usaha tani. pengolahan hasil pertanian untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan

7.

Mewujudkan partisipasi dalam berbagai program akselerasi yang

disinergikan dengan SKPD terkait lainnya (di lingkup wilayah Gunungkidul maupun daerah perbatasan). 8. Mewujudkan iklim usaha pertanian yang dapat memicu dan memacu pengembangan industri di bidang pertanian.

B.

Tujuan Tujuan yang ingin diwujudkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan serta Meningkatkan kualitas sumber daya Dinas dan sarana prasarana Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya petani, Meningkatkan ketersediaan nsarana dan prasarana pertanian dalam Meningkatkan kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis lainnya Meningkatkan kualitas hasil pertanian yang berdaya saing dalam Meningkatkan kerjasama lintas instansi untuk memicu dan memacu hortikultura dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. pendukung kelancaran tugas serta fungsi Dinas. petugas, pelaku usaha pertanian serta mitra petani lainnya. rangka mewujudkan ketahanan pangan.

rangka peningkatan pendapatan petani. pengembangan industri di bidang pertanian di wilayah Kabupaten Gunungkidul maupun daerah perbatasan. C. SASARAN Sasaran yang ingin dituju oleh Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, adalah : 1. 2. 3. 4. Terciptanya target peningkatan produksi serta produktivitas tanaman Tercapainya peningkatan kinerja serta kelancaran pelaksanaan tugas Tercapainya peningkatan pengetahuan, sasaran dan ketrampilan yang Tercapainya peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian. pangan dan hortikultura. dan fungsi Dinas. dapat mendukung perubahan sikap mental para stakeholder pertanian.

5. 6. 7.

Terwujudnya kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis yang Tercapainya peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan Terwujudnya kerjasama lintas instansi yang dapat memicu dan

mantap. usaha pertanian yang berwawasan agribisnis. memacu pengembangan industri dibidang pertanian di wilayah Kabupaten Gunungkidul maupun daerah perbatasan. D. SRATEGI Untuk mewujudkan Misi, Tujuan dan Sasaran di atas, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul telah menyusun Strategi sbb : 1. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul akan concern mengarahkan program dan kegiatan kegiatanya sesuai dengan : a. Konsep pengembangan wilayah berbasis Tanaman Pangan dan Hortikultura. b. Dokumen perencanaan yang ada, yaitu: 1) Grand Design/ Rencana Induk Pengembangan Pertanian Kabupaten Gunungkidul. 2) Master Plan Pengembangan Pertanian Kabupaten Gunungkidul. 3) RTRWP & DED. 4) Rood Map Pengembangan Komoditas Unggulan. 5) Rencana Pengembangan Investasi di Bidang Pertanian. 6) dll c. RPJP Daerah dan RPJM Daerah 2. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul akan berusaha meningkatkan kontribusi terhadap angka PDRB, dengan cara: a. Meningkatkan fasilitas pelayanan. b. Meningkatkan kualitas SDM petugas maupun petani. c. Meningkatkan produksi dan produktivitas hasil Tanaman Pangan. d. Meningkatkan mutu produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura. e. Meningkatkan kemitraan dalam rangka memantapkan kelembagaan petani dengan pelaku usaha Agribisnis lainnya. f. Mengoptimalkan pendayagunaan potensi sumber daya air, sumber daya alam dan sumber daya buatan.

3. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Gunungkidul akan memberi alokasi kegiatan pada program program kolaborasi yang dikembangkan bersama SKPD lain (baik SKPD di lingkungan Pemkab Gunungkidul maupun Pemkab lain yang ada di sekitar Kab. Gunungkidul). 4. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Gunungkidul akan merinis kegiatan kolaborasi dengan pihak ketiga ( Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, BUMN, LSM, Swasta dll), sebagai embrio pengembangan industri di bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. E. KEBIJAKAN Kebijakan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Gunungkidul, adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Meningkatkan produksi dan produksifitas Tanaman Pangan serta Hortikultura dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan Meningkatkan pendapatan petani melalui pengembangan usaha Menjalin kerjasama lintas instansi yang dapat memicu dan memacu Mengoptimalkan kinerja kelembagaan pertanian. Mengoptimalkan pendayagunaan potensi Sumber Daya Air, Sumber mutu SDM dan ketersediakan fasilitas penunjang kerja Dinas yang memadai. Agribisnis dan Agroindustri. pengembangan industri dibidang Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Daya Alam dan Sumber Daya Buatan dalam rangka mendukung terlaksananya Revitalisasi Pertanian.

BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN Program serta kegiatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014 sengaja akan dijabarkan secara lengkap dan obyektive sesuai potensi lokalita, sehingga akan dapat mengampu semua kebutuhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun. Namun dalam pengusulan setiap tahunnya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan dimungkinkan ada penyelarasan, yang format dan nomenklaturnya disusun sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Dalam Negeri-RI (Depdagri-RI). Adapun penjabarannya sbb : A. Program dan Kegiatan yang Sesuai Kewenangan SKPD 1. Semua urusan Program dan kegiatan yang diperlukan untuk mendukung operasional setiap SKPD, termasuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul adalah : a. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyediaan Jasa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan PNS Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

Dinas/ Operasional

8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) undangan 16) 17) 18) b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21)

Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan

Bangunan Kantor Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan PerundangPenyediaan Makanan dan Minuman Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar Daerah Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi/ Teknik Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pembanguna Rumah Jabatan Pembangunan Rumah Dinas Pembangunan Gedung Kantor Pengadaan Mobil Jabatan Pengadaan Kendaraan Dinas/ Operasional Pengadaan Perlengkapan Rumah Jabatan/ Dinas Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Pengadaan Peralatan Rumah Jabatan/ Dinas Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mebelair Pemeliharaan Rutin/ Berkala Rumah Jabatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Rumah Dinas Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor Pemeliharaan Rutin/ Berkala Mobil Jabatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/ Operasional Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Rumah Jabatan/ Dinas Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Gedung Kantor Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Rumah Jabatan/ Dinas Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Gedung Kantor Pemeliharaan Rutin/ Berkala Mebelair Rehabilitasi Sedang/ Berat Rumah Jabatan

22) 23) 24) 25) c. 1) 2) 3) 4)

Rehabilitasi Sedang/ Berat Rumah Dinas Rehabilitasi Sedang/ Berat Gedung Kantor Rehabilitasi Sedang/ Berat Mobil Jabatan Rehabilitasi Sedang/ Berat Kendaraan Dinas/ Operasional

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan Pelatihan Formal Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan Penilaian Angka Kredit

d. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 1) 2) 3) 4) 5) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 2. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan/ SPJ Kinerja SKPD

e. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Pengelolaan Data dan Sistem Informasi SKPD Penyusunan Rencana Strategis SKPD Penyusunan Rencana Kerja SKPD Penyelenggaraan Rapat Teknis Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Program Kegiatan SKPD Penyelenggaraan Forum SKPD Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Survai dan Perencanaan Teknis Koordinasi dan Monev Dana Rekon Non Perumahan Koordinasi Penyusunan Rencana Kegiatan Bidang Pengendalian Pembangunan Koordinasi dan Evaluasi Pengendalian Pembangunan Pendataan dan Pengelolaan arsip SKPD Urusan Wajib

Program dan kegiatan yang Wajib dilaksanakan untuk mengarahkan sasaran objektive setiap SKPD termasuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah : a. Program Perencanaan Pembangunan 1) Koordinasi Perencanaan Internal dan Eksternal SKPD 2) Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) SKPD 3) Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Produksi dan Komoditas Unggulan 4) Penyusunan Data Potensi dan Data Statistik Kewenangan SKPD 5) Pembuatan Dokumen, Publikasi dan Informasi (leaflet, brosur, dll) sesuai Kewenangan SKPD b. Program Pemberdayaan Masyarakat 1) Fasilitasi Temu Karya Tingkat Daerah maupun Tingkat Nasional 2) Fasilitasi Peningkatan Prestasi dan Pemberdayaan POKMAS (Kelompok Masyarakat) dan Assosiasi Komoditas Spesifik 3) Partisipasi Pembentukan Jaringan Penelitian dan Pengembangan Teknologi sesuai Kewenangan SKPD 3. Urusan Pilihan Mengingat bahwa kontribusi bidang pertanian terhadap PDRB Daerah sangat tinggi, maka bidang pertanian menjadi pilihan untuk dikembangkan oleh Pemerintah kabupaten Gunungkidul. Adapun Program dan Kegiatan yang dapat dikembangkan sesuai dengan Kebijakan Nasional dan Tupoksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul adalah : a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1) 2) 3) 4) Pangan 5) 6) 7) 8) Laporan Berkala Kondisi Ketahanan Pangan Daerah Kajian Rantai Pasokan dan Pemasaran Pangan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kebijakan Perberasan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kebijakan Subsidi Pertanian Penanganan Daerah Rawan Pangan Penyusunan Data Base Potensi Produksi Pangan Analisis dan Penyusunan Pola Konsumsi dan Suplai Pangan Analisis Rasio Jumlah Penduduk Terhadap Jumlah Kebutuhan

9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 1) 2) 3) 4) 5) 6)

Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan Pemantauan dan Analisis Akses Pangan Masyarakat Pemantauan dan Analisa Harga Pangan Pokok Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian Pengembangan Cadangan Pangan Daerah Pengembangan Desa Mandiri Pangan Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi, Palawija Pengembangan Diversifikasi Tanaman Pengembangan Pertanian pada Lahan Kering Pengembangan Lumbung Pangan Desa Pengembangan Model Distribusi Pangan yang Efisien Pengembangan Pembenihan/ Pembibitan Pengembangan Sistem Informasi Pasar Peningkatan Mutu dan Kemanan Pangan Koordinasi Kebijakan Perberasan Koordinasi Perumusan Kebijakan Pertanahan dan Infrastruktur Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bioteknologi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Budidaya Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pasca Panen Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian Penyuluhan Sumber Pangan Alternatif Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Pendampingan Pengelolaan Lahan dan Air Pembinaan dan Pengembangan Pupuk dan Pestisida Intensifikasi Komoditas Unggulan Daerah Pengembangan Kawasan Produksi Komoditas Spesifik Pengembangan Kawasan Agropolitan Pengembangan Industri Berbasis Tanaman Pangan dan

Pertanian dan Perdesaan

b. Program Pengembangan Agribisnis

Hortikultura Fasilitasi Peningkatan Keterampilan Manajemen Usaha Pengembangan Prasarana dan Sarana Modernisasi Pertanian

7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 1) 2) 3) 4) Tani 5) Tidur

Aplikasi PANCA YASA PERTANIAN/ PANCA USAHA TANI Inovasi Teknologi Pasca Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura Pengembangan UKM berbasis Tanaman Pangan dan Hortikultura Fasilitasi Temu Usaha UKM berprestasi Fasilitasi Kemitraan UKM dengan Pihak Ketiga Fasilitasi Pemasaran dan Promosi Bagi UKM serta Kelompok Pembinaan Penangkar Benih/ Tanaman Pangan dan Hortikultura Pembinaan Assosiasi (Usaha) Bidang Tanaman Pangan dan Pendayagunaan Fasilitasi UPT Dinas Pemberian Rekomendasi Ijin Gangguan (HO) untuk Usaha Orientasi Pelaksanaan Pasar Lelang Pertanian di Jawa Tengah Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani Peningkatan Sistem Insenrif dan Disinsetif bagi Petani/ Kelompok Penyuluhan dan Bimbingan Pemanfaatan dan Produktivitas Lahan

dalam rangka peningkatan mutu hasil pertanian

Berprestasi Bersertifikasi Hortikultura

Pertanian c. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

B. Program Lintas SKPD (di wilayah Gunungkidul) 1. Lingkup Pertanian a. Program Pemberdayaan Masyarakat 1) Pengembangan Agropolitan 2) Partisipasi dalam Pengembangan Minapolitan 3) Partisipasi dalam Pengembangan HKM (Hutan Kemasyarakatan) dan HRL (Hutan Rakyat Lestari) 4) Partisipasi Peternakan) 5) Partisipasi dalam Pengembangan Desa Mandiri Energi dalam Pengembangan KINAK (Kawasan Industri

6) Partisipasi dalam Pengembangan KIMBUM 7) Partisipasi dalam Reklamasi Areal Penambangan 8) Partisipasi dalam Pengembangan Prima Tani 9) Partisipasi dalam Pengembangan PUAP 10) Partisipasi dalam PEDA (Pekan Daerah) b. Program Pengentasan Kemiskinan 1) 2) 3) 4) Pengembangan P2KP-DT-Bidang Pertanian Partisipasi dalam Pengembangan Desa MAPAN (Mandiri Pangan) Partisipasi dalam Pengembangan Lumbung Pangan Desa Partisipasi dalam Pengembangan Biogas

2. Di Luar Lingkup Pertanian a. Program Pemberdayaan Masyarakat 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) b. 1) 2) Pengembangan Irigasi WISM Partisipasi dalam Pengembangan BUM Des Partisipasi dalam PNPM Mandiri Partisipasi pada Kegiatan Sobermas Partisipasi Pengembangan Kampung Hijau Lestari Partisipasi dalam Konservasi Karts Pemberdayaan Pramuka Saka Bhumi Lestari Program Pengentasan Kemiskinan Partisipasi dalam TMMD Partisipasi dalam P2KP-DT (Bidang Umum) C. Program Lintas Wilayah 1. Lingkup Pertanian a. Program Pemberdayaan Masyarakat 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengembangan PAWONSARI Konservasi Daerah Perbatasan Partisipasi dalam PENAS (Pekan Nasional) Partisipasi dalam Jambore Organisasi Binaan SKPD Partisipasi dalam forum Silaturahmi SKPD Pertanian Pengembangan Perbatasan Gunungkidul Klaten Pengembangan Perbatasan Gunungkidul Bantul Pengembangan Perbatasan Gunungkidul Wonogiri Pengembangan Akses Agropolitan

10) b. 1) 2) 3)

Introduksi dan Aplikasi Teknologi yang difasilitasi Pihak Ketiga Program Pengentasan Kemiskinan Bantuan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Subsidi Pupuk dan Obat-obatan Pertanian Pengembangan Kedelai Hitam dengan Pihak Ketiga 2. Di Luar Lingkup Pertanian a. Program Pemberdayaan Masyarakat

1) 2) 1)

Forum Tanggap Darurat (Penanggulangan Bencana Alam) Pelatihan Keterampilan Difasilitasi Pihak Ketiga b. Program Pengentasan Kemiskinan Bantuan Saprodi dari Pihak Ketiga (NGO, Swasta dan BUMN)

BAB VI PENUTUP Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul ini merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJM-D) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014. Oleh karena itu untuk menjamin keberhasilannya harus ada komitmen kerjasama dari para pihak (stakeholders) yang berkompeten di seluruh Kabupaten Gunungkidul. Selanjutnya Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul ini harus dipakai sebagai pedoman perencanaan dan kegiatan seluruh jajaran Dinas selama lima tahun, mulai dari tahun 2010 s/d 2014. Untuk mengetahui kinerja dari pelaksanaan program dan kegiatan tersebut, maka pada setiap tahun akan dilakukan evaluasi yang nilai capaiannya akan ditetapkan berdasarkan skala ordinal. Skala ordinal untuk pengukuran capaian kinerja Dinas ada 3 (tiga) kategori, yaitu : Nilai Baik Skala Ordinal 85-100

Sedang Kurang

70-85 55-70

Sangat Kurang 55> Berdasarkan kategori tersebut kemudian akan dibuat analisis tentang pencapaian akuntabilitas kinerja Dinas secara keseluruhan. Caranya adalah dengan membandingkan indikator kinerja dengan realisasi program maupun kegiatan di tahun tersebut. Demikian Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2014. Beberapa hal yang masih perlu dikoreksi untuk perbaikan Rencana Strategis (RENSTRA) ini akan kami terima dengan senang hati. Semoga isi dari Rencana Strategis (RENSTRA) yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Sekian terimakasih. Wonosari, Kepala Dinas 2009

Ir. DWINGGO NIRWANTO NIP. 19590209 198603 1 013

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->