P. 1
KULIAH PBT2

KULIAH PBT2

|Views: 366|Likes:
Dipublikasikan oleh himateta_ipb
GARDJITO2006 GARDJITO2005

Ini bahannya apa ya?!

GARDJITO2005

PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK

Selamat Pagi ...........!!! Nama saya:

GARDJITO

Semoga Tidak Mengantuk !!!

GARDJITO2005

CATATAN KULIAH UNTUK MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN

Oleh:

Gardjito

Proyek Peningkatan Institut Pertanian Bogor 2005 GARDJITO2005

Materials MicroCharacterization Collaboratory
GARDJITO2005

Figure 1: a) Measured SANS pattern of a Ni— 10at.% Al—5at.% Mo single crystal (face-centered cubic) after ageing at 1073 K f
GARDJITO2006 GARDJITO2005

Ini bahannya apa ya?!

GARDJITO2005

PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK

Selamat Pagi ...........!!! Nama saya:

GARDJITO

Semoga Tidak Mengantuk !!!

GARDJITO2005

CATATAN KULIAH UNTUK MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN

Oleh:

Gardjito

Proyek Peningkatan Institut Pertanian Bogor 2005 GARDJITO2005

Materials MicroCharacterization Collaboratory
GARDJITO2005

Figure 1: a) Measured SANS pattern of a Ni— 10at.% Al—5at.% Mo single crystal (face-centered cubic) after ageing at 1073 K f

More info:

Published by: himateta_ipb on Jul 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Sections

GARDJITO2006 GARDJITO2005

Ini bahannya apa ya?!

GARDJITO2005

PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK

Selamat Pagi ...........!!! Nama saya:

GARDJITO

Semoga Tidak Mengantuk !!!

GARDJITO2005

CATATAN KULIAH UNTUK MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN

Oleh:

Gardjito

Proyek Peningkatan Institut Pertanian Bogor 2005 GARDJITO2005

Materials MicroCharacterization Collaboratory
GARDJITO2005

Figure 1: a) Measured SANS pattern of a Ni— 10at.% Al—5at.% Mo single crystal (face-centered cubic) after ageing at 1073 K for 3 h. The incident beam was parallel to the <110> surface normal of the sample. The dotted lines represent lines of equal intensity as calculated for a cuboidal precipitate (Fig. 1b). b) Bestfitting cuboidal shape.
GARDJITO2005

Figure 2: SANS patterns of Ni-rich Ni-Ti single crystals (face-centered cubic) homogenised at 1440 K and annealed in-situ for a) 46 min at 1240 K, b) 10 min at 1220 K, c) 43 min at 1200 K. The patterns were symmetrised to highlight the dominating features. The incident beam was parallel to the <110> surface normal of the sample, the horizontal axis is along <100>.
GARDJITO2005

Organization of atoms in crystals

Order and Disorder

Materials and Devices
GARDJITO2005

Microstructure
The properties of any material are critically dependent upon its internal microstructure, which may consist of a 'simple' grain structure, or more complex, multiphase components
GARDJITO2005

Mechanical Behavior of Solids

Biomaterials
Living systems are composed of natural materials, some with remarkable combinations of properties. This course analyses these natural materials and draws inspiration for the design of manmade materials

Materials under Extreme Conditions
This course looks at how materials behave under extremes of temperature, pressure and stress

GARDJITO2005

High technology applications demand highly engineered materials and devices. Predominantly lead (Pb) based, electroceramic materials pose several processing problems of both ceramic and device natures. The materials should be dense, single phase and possess high mechanical strength

GARDJITO2005

Polymer foams and polymeric gels materials

The image shows a polymer glass that has been deformed into a craze at large strains

GARDJITO2005

These images show shapes that a computer program found as the optimum structure for a composite material that conducts both heat and electricity

Strength-toughness balance of metallic materials. As strength (e.g., yield stress against plastic deformation) increases, toughness (fracture strength) decreases in n general.
n n
GARDJITO2005

High strain rate superplasticity of an Fe-Cr-Ni-Mo dual-phase stainless steel. Grain refinement of ( + ) duplex structure up about 1µm has established a large elongation over 1000% even at high-strain rates in the order of 0.1 s-1
GARDJITO2005

SIFAT UMUM BAHAN
(GENERAL PROPERTIES OF MATERIALS)

1. Sifat Mekanik(a) 2. Sifat Fisik(a) 3. Sifat Kimia(wi)

A. Sifat Mekanik(a):
Sifat mekanik suatu bahan menyangkut karakteristik dan perilaku bahan dalam hubungannya dengan beban-beban luar atau beban-beban mekanis (gaya, momen, kopel, dsb) yang bekerja padanya P1 P2 Tegangan (Stress) C M
Reaksi Internal

Deformasi (Deformation)
GARDJITO2005

P3

Uji Tarik Bahan
• Kekuatan (strength) adalah ukuran besarnya gaya yang diperlukan untuk mematahkan atau merusak suatu bahan. Kekuatan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk tegangan (stress), yaitu gaya persatuan luas penampang atau bidang. • Deformasi bahan dinyatakan dalam bentuk regangan (strain).

Bentuk spesimen untuk bahan kayu dan karet

σ = -------

P A

Bentuk spesimen bahan GARDJITO2005 logam

 - o ΔL ε = ---------- = -------o L

Kurva Hubungan Tegangan dan Regangan
(Contoh: Baja Karbon Rendah)
σ (tegangan normal)
U

Keterangan: P = batas proporsional Y = titik luluh U = titik puncak B = titik patah EL = daerah elastis PL = daearah plastis σ Y = ketahanan terhadap deformasi plastis awal (kekuatan luluh) σ U = kekuatan puncak σ B = kekuatan patah

σU σB σY
Y

B P

EL
O

PL
ε (regangan)

Hukum HOOKE:

σ=Eε
(hanya berlaku di daerah elastis), dimana E adalah Modulus Elastisitas Young dan ε adalah nilai regangan
GARDJITO2005

P σ = ------A ΔL ε = ---------L

P L ΔL = --------A E

Keuletan (Ductility)
Keuletan (ductility) merupakan suatu sifat mekanik yang dikaitkan dengan besarnya regangan permanen (plastik) sebelum terjadinya perpatahan

f - o Ε

= -------------o

Ketangguhan (Toughness)
Ketangguhan (toughness) merupakan sifat mekanik yang dikaitkan dengan jumlah energi yang diserap oleh bahan sampai terjadi perpatahan
GARDJITO2005

Hasil kali dari tegangan dan regangan (σ x ε) merupakan energi per volume. Luasan dibawah kurva teganganregangan merupakan hasil energi yang dimaksud

Kekerasan (Hardness) Skala: Brinell
Indenter: Bulat
P BHN = -----------------------------------(2.6)(π D/2)(D - √ D2 – d2 )

Rockwell
Indenter: Bentuk Intan (Diamnond)

Vickers
Indenter: Bentuk intan (Diamond)
GARDJITO2005

Sifat Mekanik Lainnya (karena beban dinamis): Kelelahan (Fatigue): Reduksi kekuatan bahan akibat pembebanan yang bersifat variabel, vibrasi, dan siklus (Cycle) yang berulang

“Creep”:

Reduksi kekuatan bahan akibat lingkungan suhu tinggi dan jangka waktu lama : Sifat kemampuan bahan untuk menyimpan dan melepaskan kembali energi akibat pembebanan (terjadi pantulan)

Modulus Resiliens

GARDJITO2005

B. Sifat Fisik(a)
Secara umum, sifat fisik suatu bahan adalah karakteristik atau perilaku bahan itu dalam hubungannya dengan pengaruh lingkungan luar yang bukan merupakan beban. Faktor-faktor lingkungan luar tersebut dapat berupa faktor termal dan faktor listrik Sifat Termal:
Sifat-sifat termal suatu bahan berhubungan erat dengan energi panas atau termal. Karakteristik atau perilaku dari bahan secara fisik ditunjukkan oleh beberapa sifat seperti kapasitas panas, panas jenis, panas peleburan, panas penguapan, muai panas, dan konduktivitas panas.

Muai Panas

(∆ /) = α ∆ T
GARDJITO2005

Konduktivitas Panas

Konduktans (C) Resistan (R)

(T2 – T1) Jth = − k ---------------(x2 - x1)

Tabel 2.1. Koefisien muai panjang beberapa jenis bahan pada 20 °C

Bahan Aluminium Kuningan Tembaga Besi Batu bata Gelas (jendela) Beton Polyethylene Polystyrene Karet (vulkaniser)
Sumber: van Vlack, 1973.

α

(10-6 /°C)

22 20 16 12 9 9 13 110 – 180 72 81

GARDJITO2005

Tabel 2.2. Konduktivitas panas beberapa jenis bahan pada 20 °C

Bahan Aluminium Kuningan Tembaga Besi Batu bata Gelas (jendela) Polyethylene Polystyrene Karet
Sumber: van Vlack, 1973.

k (joule.cm)/(cm2.sec. °C) 2.23 1.24 3.99 0.72 0.0062 0.0072 0.0034 0.0008 0.0013

GARDJITO2005

Sifat Listrik
• Sifat-sifat fisik yang dipengaruhi oleh medan listrik antara lain adalah sifat dielektrik, kapasitas, dan konduktivitas listrik. • Sifat listrik yang berlawanan seperti halnya pada sifat termal adalah bahan yang memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah atau nol. Bahan semacam ini disebut bahan insulator listrik • Antara sifat termal dan sifat listrik terdapat kaitan yang sangat erat, terutama pada bahan-bahan yang memiliki elektron bebas yang mudah berpindah dari satu atom ke atom lainnya e e

• Bahan sejenis ini apabila memiliki konduktivitas panas yang tinggi maka dapat dipastikan akan memiliki konduktivitas listrik yang tinggi pula • Contohnya adalah logam tembaga, selain baik untuk digunakan dalam peralatan-peralatan yang berfungsi sebagai penukar panas (heat exchanger) juga baik digunakan sebagai konduktor (kabel) listrik
GARDJITO2005

Konduktivitas Listrik:

Sifat Fisik Lainnya: • Berat Jenis • Massa Jenis

κ
-1

= nqµ
-1

pembawa ohm . cm = ------------cm3

coul ------------pembawa

cm/detik ------------volt/cm

• Kadar Air • Permeabilitas • Densitas • Higroskopik, dll.

Mobilitas

µ =ν /E

B. Sifat Kimia(wi)
• Sifat-sifat kimia suatu bahan lebih ditekankan pada karakteristik kimiawi di dalam bahan itu sendiri yang dapat dimanfaatkan untuk reaksi-reaksi kimia untuk pembuatan suatu produk tertentu. Contoh sifat kimiawi yang penting pada logam adalah sifat korosif atau karatan yang disebabkan adanya reaksi oksidasi

GARDJITO2005

BAHAN (MATERIAL) ALAMIAH
Bahan bangunan untuk konstruksi yang langsung diambil (ditambang) dari alam dan langsung dapat digunakan tanpa atau sedikit melalui proses atau pengolahan yang rumit

BAHAN ALAMIAH AN-ORGANIK

BAHAN ALAMIAH ORGANIK

BAHAN BATUAN DAN PASIR
GARDJITO2005

BAHAN KAYU DAN BITUMEN

BAHAN BATUAN DAN PASIR
Batu Kapur (Lime stone): • • Batuan sedimen warna putih, umumnya digunakan untuk fondasi jalan (batu kapur hidrolik) Batu kapur non-hidrolik menjadi keras bila bereaksi dengan CO2; dibuat dengan pembakaran suu tinggi (900 – 1100 °C) menjadi
kapur aktif. Bila dicampur air menjadi bubur kapur dan digunakan sebagai semen bila dicampur dengan tumbukan bata merah

Batu Gunung/Batu Kali: • Batu gunung/kali berwarna abu-abu kehitaman, banyak terdapa di sungai atau lereng gunung (batu pasangan bulat, kerikil bulat dan pasir) Batu gnung merupakan bongkahan besar; dengan proses “quarrying” dapat dipecah (direduksi ukurannya) menjadi batu pasangan, kerikil (agregat), belahan (split), dan pasir buatan

GARDJITO2005

GARDJITO2005 GARDJITO2005

GARDJITO2005

Batu Pualam (Marmer):

GARDJITO2005

Batu Granit

GARDJITO2005

BAHAN KAYU DAN BITUMEN
Bahan Kayu: • • • • • • Bersifat ringan, kuat dan mudah dibentuk Struktur selulosa (polimer alamiah) dengan serat memanjang
(grain)

Berasal dari pohon dengan ribuan spesies dan diberi nama berdasarkan nama botani, nama daerah, dan nama dagang Berdasarkan tipe daun: kayu daun lebar (hardwood), hayu daun jarum (softwood), dan kayu palma (famili palmae) Bersifat unisotropik, yaiu kekuatan pada tiga arah sumbu(x,y,z) tidak sama Kestabilan dimensi, yaitu berdasarkan sifat higroskopiknya dapat mengembang atau menyusut tergantung RH lingkungan (HK tinggi KD rendah dan sebaliknya)

GARDJITO2005

GARDJITO2005 GARDJITO2005

GARDJITO2005

Tabel beberapa jenis kayu terpenting di Indonesia (contoh)
No. Suku Nama Botanis Nama Kelas Kuat Kelas Awet Perdagangan
Bugis Rengas Terentang Agathis (damar) Balsa Cemara I-III II III-IV III V I-II III-IV II V IV V II-III

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Anacardiaceae idem idem Araucariaceae Bombacaceae Casuarinaceae

Koordersiodendren pinnatum Merr. Gluta renghas L. Campnosperma suriculata Hook, f. Agathis borneoensis Warb. Ochroma spec. div. Casuarina equisetifolia Forst.

GARDJITO2005

Berdasarkan PKKI (Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia):
Tabel 3.2. Kelas keawetan kayu
Kelas (a) I II III IV V 8 5 3 singkat sekali singkat sekali Keawetan berdasarkan jenis tempat seperti keterangan diatas (dalam tahun) (b) 20 15 10 beberapa tahun singkat sekali (e) tak terbatas tak terbatas tak terbatas 10-20 singkat sekali (d) tak terbatas tak terbatas tak terbatas 20 20 (e) tak terserang tak terserang agak cepat cepat sekali cepat sekali (f) tak terserang tak terserang tak terserang tak berbahaya cepat sekali

Tabel 3.3. Kelas kekuatan kayu
Kelas Kuat Berat Jenis Kering Udara ≥ 0,90 0,90 – 0,60 0,60 – 0,40 0,40 – 0,30 ≤ Kukuh Lentur Mutlak Kukuh Tekanan Mutlak

a) b) c) d)

(dalam kg/cm2) ≥ 1100 1100 – 725 725 – 500 500 – 360 ≤ 360 ≥ 650 650 – 425 425 – 300 300 - 215 ≤ 215

I II III IV V

e) f)

GARDJITO2005

tempat terlindung tanpa ada air sama sekali, tanah yang lembab, tempat terlindung dan masih ada kemungkinan udara lembab, tempat terlindung dan terpelihara, tempat yang mudah terserang rayap, dan tempat yang mudah terserang serangga atau bubuk

Tabel 3.4. Contoh ukuran-ukuran kayu di perdagangan umum
Ukuran Penampang (cm)   1x5 2 x 3 dan 3 x 4 4 x 6 dan 5 x 7 6x8 5 x 10 10 x 10 6 x 12 8 x 12, 8 x 16, dan 8 x 18 2 x 20, 3 x 30, 3 ½ x 30, dan 3 x 40 Kegunaan Lis Lis dan reng Kaso, rangka dinding Kaki kuda-kuda, rangka dinding Balok pancang, rangka dinding, gording Tiang atau kolom Kusen pintu/jendela, gording Balok bubungan Papan lisplang, lantai

GARDJITO2005

Bahan Bambu: • • • Bahan bambu berasal dari tanaman bambu yang termasuk famili gramineae, sub-famili bambusoidea, dan suku bambuseae Di dunia ini ada ratusan sampai ribuan jenis atau spesies bambu yang masuk kedalam 80 genera Sekitar 200 spesies dari 20 genera terdapat di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia

GARDJITO2005

Bahan Bitumen: • Bahan bitumen atau yang biasa disebut aspal dapat merupakan bahan tambang asli atau dapat didistilasikan dari bahan minyak bumi Tambang aspal yang penting di Indonesia adalah di Pulau Buton. Produk aspal dari pulau ini dikenal dengan aspal buton atau lebih terkenal dengan “Buton Asphalt” yang disingkat menjadi “butas” Bahan aspal dicampur dengan pasir digunakan untuk pelapisan jalan, landasan pacu pesawat, pelataran parkir, untuk menstabilkan tanah, dan masih banyak kegunaan lain dalam bidang konstruksi Konstruksi jalan sekarang ini, terutama jalan raya atau jalan tol, menggunakan “hotmix” karena lebih praktis dan efisien di dalam pengerjaannya

GARDJITO2005

GARDJITO2005

BAHAN KERAMIK
Pengertian Umum: • Kata keramik dapat diartikan sebagai bahan atau material (ceramics) dan juga bisa diartikan sebagai produk • Asal kata keramik adalah dari bahasa Yunani keramos yang artinya tanah liat atau bahan lempung yang dibakar untuk pembuatan gerabah (pottery), dan keramikos yang artinya produk-produk atau barang keramik Pengertian Teknis: • Secara teknis, keramik adalah bahan atau material yang mengandung senyawa-senyawa dari unsur-unsur logam dan non-logam (senyawa dengan fasa logam dan non-logam, misalnya MgO, Al2O3, PbZrTiO3) • Senayawa-senyawa tersebut dapat tersusun secara sederhana, misalnya terdiri dari hanya dua atom seperti MgO. Dapat juga senyawasenyawa tersebut tersusun secara lebih kompleks, misalnya mika yang tersusun dari minimal lima tipe unsur yang berbeda
GARDJITO2005

Sifat Umum Keramik: 1. Senyawa kermik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimiawi dibandingkam elemen atau unsurnya 2. Keras, tahan terhadap beban tekan tetapi kurang ulet (lebih bersifat getas) dan tidak tahan terhadap beban tarik/lentur bila dibandingkan dengan bahan logam dan polimer 3. Karakteristik dielektrik, semikonduktif, dan magnetik dari beberapa jenis bahan keramik sangat penting untuk aplikasi dalam bidang peralatan elektronika 4. Sebagian bahan keramik merupakan bahan insulator termal dan listrik (memiliki resistensi atau tahanan termal dan listrik) yang
tinggi

5. Bahan keramik dalam bentuk PC (Portland Cement) memiliki sifat sebagai bahan pengikat hidrolik dengan aplikasi pada bahan mortar, plesteran dan beton
GARDJITO2005

Kategori dan Kegunaan Bahan Keramik KERAMIK TRADISIONAL Produk abrasif (ampelas) Roda gurinda, kain dan kertas ampelas, nozzle untuk penyemburan pasir, penggilingan Produk lempung Konstruksi Gelas Refraktori Bata, tembikar (pottery), pipa air kotor Bata, beton, ubin, plester, gelas Botol, piranti laboratorium, kaca Bata, wadah peleburan logam (crucibles), cetakan (molds), semen

Perangkat keramik putih Barang pecah-belah, ubin, perpipaan (plumbing), enamel

GARDJITO2005

KERAMIK TEKNIK Otomotif dan pesawat udara Komponen turbin, heat shields and exchangers, komponen reentry, seals Semikonduktor, insulator, tranduser, laser, dielektrik, elemen pemanas Refractories, brazing fixtures, kilns (tanur) Alat potong, komponen anti aus dan korosi, keramik gelas, magnit, serat optik Piranti laboratorium, pengendali, prostetika, dental (gigi) Bahan bakar, pengendali

Elektronika

Suhu-tinggi Manufacturing

Medikal Nuklir
GARDJITO2005

Struktur Bahan Keramik:
• Kristalin: struktur mikro merupakan susunan kristal dengan berbagai tipe, tetapi tidak banyak mengandung elektron bebas seperti pada struktur logam. Amorf: struktur mikro tidak beraturan seperti susunan kristal.

Struktur jarinngan kristal pada bahan keramik: A. 1-Dimensi (linier): Contohnya adalah bahan asbes untuk atap. B. 2-Dimensi: Contohnya adalah bahan mika dan bahan lempung. C. 3-Dimensi: Contohnya adalah BaTiO3 yang merupakan prototipe bahan kartrid pada piringan hitam perekam suara dan lebih kuat dan stabil pada tiga arah sb.X, sb.Y dan sb.Z

GARDJITO2005

Contoh Bentuk Kristal:
Struktur AX: misalnya MgO • • • Atom A terkoordinir dengan teratur dan baik dengan atom X sebagai tetangga Berbentuk kubus (kubikal) seperti pada kristal garam NaCl Dalam satu kristal, jumlah atom A dan atom X sama yang tersusun berdasarkan bilangan koordinasi (BK)

Tiga prototipe/struktur dasar: • • • CaCl dengan BK=8, dengan susunan kubik pemusatan ruang (KPR) NaCl dengan BK=6, dengan susunan kubik pemusatan sisi (KPS) ZnS dengan BK=4, dengan susunan kubik pemusatan sisi (KPS)

Catatan: lihat introceramics dan week3
GARDJITO2005

Struktur AmXp: Atom A dan/atau atom X dapat lebih dari satu jumlahnya Contoh: • CaF2 (fluorit) → struktur dasar VO2 → terdapat pada reaktor bahan bakar nuklir • Al2O3 (korundum), untuk pembuatan busi

Struktur Ganda AmBnXp: Contoh: • BaTiO3 → kartrid piringan hitam • PbZrO3 ; PbTiO3 → piezoelektrik (resonator untuk kontrol frequensi) • MFe2O4 → spinelfero/ferit, untuk bahan magnit bukan logam

Bahan Silikat: → SiO4, banyak terdapat pada berbagai keramik seperti bahan gelas, semen portland (portland cement / PC) sebagai bahan GARDJITO2005 pengikat hidrolik.

Proses Pembentukan Bahan Keramik:
1. Pembentukan viskos → pencairan dan peniupan (bahan-bahan dari gelas) untuk peralatan laboratorium (mis: pyrex) 2. Proses sinter (aglomerasi partikel halus menjadi bentuk yang dikehendaki) disusul dengan pembakaran untuk mengikat partikel (mis: bahan isolator listrik, bagian dari busi, barang-barang kerajinan, dll) 3. Proses hidrasi pada semen portlanf (PC) dalam proses pembentukan bahan beton (concrete) 4. Pencetakan dan pembakaran (mis: bata merah, genting, dll) Peralatan Semi Konduktor • • • • • Fotokonduktor → alat pengindraan cahaya Termistor → untuk mencatat perubahan suhu Dioda → pemancar cahaya seperti pada LED (light emission diode) Fotomultiplier → pengganda cahaya yang lemah Transistor → pemancar/amplifier audio

GARDJITO2005

BAHAN BETON (Semen PC + Pasir + Kerikil/Agregat + Air)
Portland Cement (PC): • Bahan pengikat hidrolis yang terbuat dari bahan kapur dan gypsum baik dengan proses basah maupun proses kering • Umumnya berwarna abu-abu, tapi juga dapat berwarna putih atau warnawarna lain sesuai kebutuhan • Terdiri dari semen aluminat (ada unsur Al) dan silikat (unsur Si) Pasir dan Kerikil (agregat): • Bahan awet seperti kuarsa berupa batu gunung/kapur • Kerikil bulat/pasir berasal dari dasar sungai atau ditambang dari lapisan bawah tanah • Ukuran agregat sudah tertentu, ditentukan dengan analisis ayakan (screen) • Contoh screen (US Series): No.1 (1”/25.4mm); No.2 (0.187”/4.75mm); No.100 (0.0059”/0.150mm)

GARDJITO2005

Proses Hidrasi Semen: → Reaksi pencampuran semen dengan air, dimana air (H2O) diikat oleh semen sedemikian rupa sehingga terjadi proses pengerasan terhadap waktu.

Reaksi Hidrasi Semen: A. CaAl2O6 + 6 H2O B. Ca2SiO4 + x H2O → Ca3Al2(OH)12 + (865 J/g)↑ → Ca2SiO4.xH2O + (260 J/g)↑

C. Ca3SiO5 + (x+1) H2O → Ca2SiO4.xH2O + Ca(OH)2 + (500 J/g)↑ Catatan: A = semen aluminat B = semen silikat rendah C = semen silikat tinggi
GARDJITO2005

Kurva Hidrasi Semen:
100

B C

80

60

40

) a P M nak e Tt au K (

20

A
180 360 540 720

0

Waktu (Hari)

GARDJITO2005

Contoh perbandingan volume campuran beton: PC : Pasir : Kerikil 1 : 2 1: : 3 3 : → 5 beton kedap air → beton kurang/tidak kedap air

Perbandingan berat → nisbah air/semen (water/cement ratio) → Mempengaruhi proses hidrasi semen dan kekuatan awal beton terhadap waktu → Campuran/adukan harus bersifat plastis untuk memudahkan pengecoran (pencetakan beton ke dalam bekisting/cetakan) → Secara umum proses hidrasi dianggap selesai setelah 28 hari (kekuatan
beton sudah stabil) dan cetakan beton sudah boleh dibuka → Namun, pada kasus khusus dengan perhitungan rancangan tertentu, cetakan beton boleh dibuka walaupun belum mencapai 28 hari
GARDJITO2005

7 Hari

28 Hari

40

40

30

30

20

20

) a P M nak e Tt au K (

10

) a P M nak e Tt au K (

10

0.4

0.5

0.6

0.7

0.4

0.5

0.6

0.7

Rasio Air/Semen

Rasio Air/Semen

GARDJITO2005

Penyempurnaan Proses Hidrasi Semen (Conditioning): → pengkondisian beton dengan air untuk beberapa waktu dengan tujuan untuk menjamin bahwa jumlah air yang dibutuhkan untuk proses hidrasi sempurna mencukupi → dapat dilakukan dengan cara “flooding” (penggenangan air) pada lantai/pelat beton/plesteran dan “mist” (penyemprotan dengan pengabutan air) pada bagian konstruksi beton lainnya
→ ‘Entrained Cement’ adalah semen yang diberi bahan kimia tertentu agar menimbulkan gelembung udara agar beton berpori-pori kecil

Jenis semen PC menurut American Society for Testing Materials (ASTM): Tipe I (multipurpose) → untuk bangunan umum tanpa syarat-syarat khusus Tipe II dan Tipe V
Tipe III Tipe IV
GARDJITO2005

→ pemakaian khusus dengan lingkungan yang mengandung asam (H2SO4) → untuk beton dengan kekuatan awal tinggi → untuk beton dengan panas hidrasi rendah (pada konstruksi bendung/dam)

BAHAN POLIMER
Polimer: → Nama teknik (engineering) untuk bahan yang sehari-hari disebut ‘plastik’ → Istilah polimer berasal dari bahasa Yunani: ‘poli’ yang berarti banyak dan ‘meros’ yang berarti bagian → ‘Mer’ berarti molekul besar/raksasa (giant molecule) yang merupakan ‘satuan’ yang dapat tersusun secara berulang-ulang → ‘Polimerisasi’ adalah proses pembentukan/pembuatan polimer → Merupakan bahan organik yang terdiri dari polimer alamiah (kayu dan karet alam yang berasal dari tanaman karet Hevea brasiliensis) dan polimer sintetik (buatan) → Bahan baku polimer terdiri atas unsur-unsur C, H, N, O yang membentuk senyawa organik
→ Secara umum merupakan senyawa hidrokarbon: CmH2m2 +
GARDJITO2005

Contoh Polimer: C2H3Cl (PoliVinilChlorida/PVC)

H C H
mer

H C Cl

H C H
mer

H C Cl

H C H
mer

H C Cl

H C H
mer

H C Cl

Penggunaan semakin meluas karena beberapa faktor: 1. Bahan baku/mentah melimpah (batu bara, minyak bumi, limbah pertanian, dan hasil hutan) 2. Sifat-sifat menguntungkan dari polimer (ringan, secara kimiawi stabil, ‘elastis’) 3. Mudah diproses secara efisien (ekstruksi, benturan termal,cetak injeksi, tuangan, dll)
GARDJITO2005

Secara geometris, struktur molekul polimer dapat berupa: • • Linier bercabang 2-dimensi Polimer Linier Rumus umum: H C H H C R n
massa molekul n = --------------------------massa mer

• •

3-dimensi Bentuk payung, bintang, dll

Dimana: n = derajat atau tingkat polimerisasi R = variasi kelompok tambahan

Molekul jenis vinil: H C H H C R vinil

Nama Polimer Poli Etilen Poli Vinil Klorida Poli Vinil Alkohol Poli Propilen Poli Vinil Asetat Poli Akrilonitril

R -H - Cl - OH - CH3 - OCOCH3 -C N

Singkatan PE PVC PVA PP PVAc PAN PS

Poli Stiren/benzen -

Molekul jenis vinil: H C H R” C R’ viniliden
Nama Polimer Iso Butilen Viniliden Klorida Metil Metrakilat R’ - CH3 - Cl - CH3 R” - CH3 Singkatan PIB

- Cl PVDC - COOCH3 PMMA

Contoh senyawa-senyawa lainnya F C F Proses Polimerisasi A. Penambahan: F n C F F C F → F C F Cl C F n F C F F C F Cl C F

Tetra Fluoro Etilen

Tri Fluoro Kloro Etilen

Analogi sederhananya → perangkaian gerbong kereta api

A. Proses Kondensasi: OH + H kondensasi Kopolimer: → Gabungan lebih dari satu jenis mer, miisalnya: mer vinil klorida dan vinil asetat → Tujuan pembuatan kopolimer adalah untuk meningkatkan sifatsifat fisik dan mekaniknya → Kopolimerisasi digunakan pada pembuatan karet sintetik → Contoh: ABS (Akrilonitril Butadiena Stirena) yang merupakan kopolimer rangkap tiga. N OH + …. → + nH2O

n

Termoplastik: → Sifat umum jenis polimer lnier, yaitu pada suhu tinggi (diatas suhu kamar) polimer dapat melelh/mencair,melunak dan bersifat plastis → Pembuatan barang/komponen dari polimer termoplastik: pada suhu tinggi bahan cair dibentuk melalui proses injeksik, ekstrusi, pencetakan (moulding), penuangan/cor, kemudian didinginkan agar mengeras dan stabil → Pada proses termoplastik ini dilakukan polimerisasi bahan baku sampai selesai, baru dilakukan pembentukan untuk pembuatan barang Polimer Non-linier: → Polimer membentuk ‘struktur jaringan’ bila monomer yang bereaksi bersifat fungsional ganda, yaitu dapat menghubungkan tiga atau lebih molekul yang berdekatan

→ Contoh: Formaldehida (CH2O) dan Fenol (C6H5OH); PF (Fenol Formaldehida) Termoset: → Sifat umum polimer tiga dimensi (non-linier) dimana bahan polimer tidak mudah menjadi lunak bila dipanaskan sampai suhu tinggi → Proses pembuatan barang/komponen polimer termoset: diawali dengan proses polimerisasi sebagian (belum lengkap/sempurna) kemudian dilakukan pembentukan, didiamkan pada suhu 200 – 300 0C danditunggu sampai polimerisasi sempurna atau lengkap → Catatan: produk dapat dikeluarkan dari cetakan tanpa menunggu pendinginan lebih lanjut → Pembentukan produk bersamaan dengan proses polimerisasi

Vulkanisasi: → Terbentuknya hubungan silang dari molekul karet oleh belerang → Menghasilkan karet yang secara mekanik stabil dan masih cukup fleksibel → Digunakan dalam industri pembuatan ban mobil, dll.

Deformasi Bahan Polimer: → Elastomer: polimer yang bersifat elastis dan memiliki deformasi elastis yang sangat besar → Kristalisasi parsial: terjadi pada bahan karet yang mengalami tarikan → Deformasi viskos: deformasi pada polimer dalam kondisi viskos

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->