P. 1
Pondok Pesantren

Pondok Pesantren

|Views: 2,556|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

Daftar Isi

i. ii. iii. DAFTAR ISI PENGANTAR REDAKSI EDITORIAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN 1. Menyambut Kedatangan Santri Baru 3. Berwisata Melalui Kegiatan MOS 8. Ni'matul Mufidah Lulusan Terbaik Raudhotul Athfal 11. Pembagian Rapor Semester Genap 2006/2007 13. Santri Darunnajah Jakarta Antusias Ikuti Training di Cipining PENGASUHAN SANTRI 17 2007 Tahun Prestasi Penuh Gengsi 20. Santri Juga Mesti Tanggap Bencana 22. PORSEKA XX Ajang Penampilan Perdana Drumband Putri 24. Peringatan HUT RI, Belepotan tapi Meriah 27.Dengan KMD Kembangkan Life Skill Bidang Kepramukaan 28. Pergantian Pengurus Wadah Pendidikan Pemimpin Yang Tangguh dan Bertanggung Jawab DAKWAH DAN KEMASYARAKATAN 33.Suasana Halalbihalal di Yayasan Darunnajah 34.Santunan Sosial Sikap Peduli Kelas Niha'ie di Bulan Nan Suci 36.Dan Merekapun Mengaji 37.Cipining Juara Tarik Tambang Family Gathering 38.Idul Qurban Mendidik Ummat Menjadi Khalilullah dan Hamba Yang Muhlis

REDAKTUR: Pimpinan Redaksi: Muhammad Musta'in Billah, Sekretaris: Asmari Ichsan, Anton Septiono, S.Pd.I., Editor: M. Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I., Reporter: Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., Nasikhun, S.E., Ela Khulasoh, S.Sos., Imam Ghozali, Mukhrizal, Sarki, Setting dan Layout: Sholeh Ibnu Ahmad, S.Kom., Fotografer: Amin songgirin, S.H.I., Keuangan: Tresna Amalia, A.Ma., Distribusi: Amin Songgirin, S.H.I. & Tresna Amalia, A.Ma.

REDAKTUR: Pimpinan Redaksi: Muhammad Musta'in Billah, Sekretaris: Asmari Ichsan, Anton Septiono, S.Pd.I., Editor: Muhamad Mufti Abd. Wakil, Reporter: Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., Nasikhun, S.E., Ela Khulasoh, S.Sos., Imam Ghozali, Mukhrizal, Sarki, Setting dan Layout: Sholeh Ibnu Ahmad, S.Kom., Fotografer: Amin songgirin, S.H.I., Keuangan: Tresna Amalia, A.Ma., Distribusi: Amin Songgirin, S.H.I. & Tresna Amalia, A.Ma.

A
A

Pengantar

Redaksi

lhamdulillah, tidak berhenti kita memuji dan bersyukur kepada Allah. Salah satu kesyukuran itu adalah hadirnya kembali Wardan di tangan pembaca yang budiman. Awal semester gasal ini suasana Darunnajah Cipining tampak lebih semarak. Sebanyak 74 santri TMI Darunnajah I Ulujami ikut bergabung selama 2 pekan dan 3 bulan dalam program Isyrafut Tafawwuq dan Isyrafus Suluk. Dari segi pendidikan dan pengasuhan hal ini memberi warna tersendiri. Lalu ada kegiatan pelatihan Taruna Siaga Bencana (Tagana), yang mengiringi berakhirnya rangkaian kegiatan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (Pramuka), awal Agustus silam. Waktu yang terasa singkat dengan adanya jeda liburan Idul Fitri tidak menyurutkan aktivitas dan kiprah para santri dalam pelbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar Darunnajah Cipining. Tercatat para santri mengikuti beberapa lomba dan pesta pramuka di Pondok Modern Darussalam Gontor, Pesantren Darul Qolam Tangerang, Seleksi Popda Provinsi Jabar, MTQ tingkat Kabupaten Bogor, dan sebagainya. Di penghujung semester, seraya menghadapi ujian dan ulangan umum, para santri sibuk menyelenggarakan rangkaia kegiatan pergantian pengurus Organisasi Santri/Siswa dan Gugus Depan Pramuka. Santri Kelas VI TMI pun sudah memulai program karantina guna persiapan kegiatan Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDMP) yang akan dilaksanakan Januari 2008. Patut kita syukuri pula, menjelang akhir semester ini 10 orang guru telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) bidang Pendidikan Agama Islam, Ekonomi, dan Sistem Informasi; sementara 2 orang guru lainnya lulus program D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam. Dari segi prasarana dan sarana, 2 unit rumah guru telah selesai dibangun di lokasi asrama putri, dan kini telah ditempati. Peningkatan dan pembangunan kamar madi baru juga tengah dilakukan. Di samping Waserda putra juga sedang dibangun gedung untuk unit usaha tailor, barber shop, foto kopi dan ATK. Idul Fitri dan Idul Adha tahun ini juga semarak dengan beberapa kegiatan, terutama halalbihalal, santunan fakir miskin dan yatim piatu, dan penyembelihan hewan dan penyaluran daging kurban. Masih banyak lagi hal yang bisa disimak melalui lembaran-lembaran berikut. Selamat membaca. Marilah kita berdoa agar para santri, putra-putri kita tercinta, yang baru saja mengikuti ujian semester gasal, memperoleh ilmu yang bermanfaat dan prestasi yang cemerlang. Semoga pimpinan pesantren, para staf dan guru, para santri, serta segenap warga Darunnajah Cipining senantiasa dilimpahi taufiq dan inayah oleh Allah swt, dan amal usaha mereka diridhai-Nya. Semoga segenap orang tua/wali santri/murid diberi kelancaran usaha dan rizqi yang halal lagi berkah guna mendukung pendidikan putra-putri mereka. Semoga Darunnajah Cipining semakin banyak berjasa, di bidang pendidikan khususnya, bagi kejayaan agama, nusa dan bangsa Indonesia tercinta. Amin ya Rabbal 'alamin. [Redaksi]

ii

Editorial

Kualitas

F F

Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujurat: 13)

irman Tuhan di atas menyebut kata taqwa dalam bentuk sifat superlatif (ism tafdhil). Kata itu disebut dalam konteks jawaban atas wacana atau diskursus tentang keunggulan: “Siapakah gerangan manusia terunggul dan termulia di dunia ini dalam pandangan Allah s.w.t.?” Jawaban pertanyaan itu sudah jelas tersebut dalam surah al-Hujurat ayat 13 di atas, yaitu “yang paling tinggi tingkatan takwanya, siapapun dia, dari suku, bangsa atau ras apapun ia berasal”. Dengan kata lain: ikatan primordial apapun (baik yang bersifat tradisional konvensional seperti ras, suku atau etnis; maupun yang bersifat modern kontemporer seperti status sosial-ekonomi, profesi, organisasi, partai dan sebagainya) tidak akan memberikan added-values dan competitive advantages bagi individu atau komunitas tertentu atas yang lain di hadapan Allah, jika tanpa disertai takwa. Untuk menambah ilustrasi penjelas ada baiknya kita simak firman Tuhan yang merekam klaim orang-orang Yahudi dan Kristen (yang masing-masing berbangga) sebagai anak-anak Tuhan dan kesayangan-

Nya serta hanya mereka sajalah yang berhak atas keselamatan di dunia dan di akhirat. Allah langsung menolak klaim palsu dan semu itu dengan firman-Nya:

… Katakanlah: “Maka mengapakah Allah menyiksamu karena dosa-dosamu? (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya), tetapi kamu hanyalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya”… (AlMaidah/5:18).

Mungkin sebagian orang berpikir dan berkomentar: “Ah, (kata takwa) itu kan dogma atau doktrin agama yang normatif idealis, yang mengawang-awang dan tidak membumi! Bagaimana pula dengan hawa nafsu yang inheren dan sekaligus ciptaan Allah pula agar kita menikmati kehidupan ini dengan melepaskan keinginan-keinginannya sepuas dan semau kita?” Iman itu adalah ibarat akar pohon dan takwa adalah batang pohonnya. Sebagaimana dilukiskan dalam firman Tuhan pada surah Ibrahim/14:24-25, bahwa pohon yang baik dan

iii

Editorial
bermanfaat itu adalah pohon yang kokoh akarnya dan setiap saat berbuah segar lagi manis sebagai rizki bagi yang menanam dan merawatnya. Oleh karena itu takwa harus membuahkan ihsan, yakni perbuatan dan usaha mutual konstruktif yang besar manfaatnya bagi diri pelaku dan orang lain. Ihsan secara teknis didefinisikan sebagai “menyembah (mengabdi kepada) Allah dalam arti seluas-luasnya seakan-akan hamba itu melihat-Nya. Dan jika tidak dapat melihatNya, maka –ia harus yakin bahwa— Dia (Tuhan) melihatnya”. Dengan pengertian itu, ihsan berarti perbuatan/amal usaha yang berstandar mutu tinggi dan merupakan produk dari individu dengan kualitas SDM tinggi pula. Mengapa? Karena pengertian ihsan sebagaimana tersebut di muka mensyaratkan adanya kemampuan dan sifat-sifat self-motivated, self directed, selfcontrolled dan strong personality yang stabil dan matang secara emosional. Harian umum Kompas (Jumu'ah, 16 Juli 1999) memberitakan kegiatan seminar yang mengangkat tentang pembangunan SDM. Intinya bahwa di Indonesia perhatian kepada kualitas SDM baru sekadar retorika. Hal itu terbukti dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index-HDI) yang pada tahun 1999 ada pada urutan ke-105 di antara 174 negara di dunia, turun dari urutan ke-96 pada tahun 1998 yang lalu. Bahkan, tahun 2007 ini posisi negeri kita tercinta belum bergeser dari kisaran angka tersebut. Menyentak, memprihatinkan sekaligus perlu disayangkan memang hal itu. Tetapi, itulah realitasnya. Demi mendengar hal itu rasanya istilah kualitas, mutu (jaudah, nau'iyah -Arab) itu kembali menjadi asing di telinga kita, seakan kita belum pernah mendengarnya. Belum berhasilnya pelaksanaan Gerakan Disiplin Nasional-GDN; masih (dan semakin) banyaknya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan (pra sejahtera dan sejahtera I); terungkapnya kasus-kasus KKN yang bukan saja mengakibatkan kerugian materi tak terhingga, tetapi juga ternyata melibatkan hampir segala unsur masyarakat dan bidang kehidupan/pekerjaan; bertambah maraknya kasus tawuran dan perkelahian antarpelajar dan antarwarga; serta ambruknya tatanan perekonomian dan moneter; ini semua adalah indikator yang cetho welo-welo tentang masalah dimaksud. Apa gerangan faktor penyebabnya? Marilah kita kembali kepada topik pembicaraan tentang iman dan takwa tadi. Iman dalam definisi yang masyhur adalah pembenaran dan keyakinan dalam hati; deklarasi dengan lisan/ucapan; dan pengamalan dalam bentuk tindakan dengan segenap jiwa dan raga. Manifestasi ubudiyah sebagai amanat dan tujuan penciptaan manusia telah dirincikan oleh Tuhan dalam al-Kitab dan alSunnah, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Ibadah mahdhah (habl min-Allah), seperti: wudlu', shalat, zakat, puasa dan haji; 2. Ibadah ghayru mahdhah (habl minan-nas), yang berupa muamalah, baik antarindividu maupun antarkelompok, seperti: nikah, jual beli (transaksi ekonomi), bekerja (profesi), interaksi sosial (bermasyarakat), penampilan diri, mencari rizki, politik dan ketatanegaraan, berorganisasi, penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan publik. Semua hal itu harus ditunaikan atau dikerjakan dengan ihsan, berarti memenuhi standar kualitas yang tinggi. Tidak sekadar asal gugur kewajiban (bara'atudz-dzimmah) atau bahkan semaunya. Marilah kita coba rincikan hal-hal tersebut di muka, meskipun dengan agak singkat. A. Dalam hal ibadah mahdhah. 1. Shalat. Allah memerintahkan orangorang beriman untuk mendirikan shalat, bukan sekadar mengerjakannya. Karena shalat yang ditegakkan/didirikan itulah yang akan dapat mencegah diri dari

iv

Editorial
perbuatan keji dan munkar (Q.s. al'Ankabut/29:45), di samping itu ia juga dapat melatih disiplin dan membiasakan tepat waktu dalam bekerja maupun berjanji (Q.s. AnNisa'/4:103), serta dapat menjadikan tenteram, karena shalat itu berfungsi juga sebagai dzikr (Q.s. Thaha/20:14 dan Al-Hadid/57:28). Yakni shalat yang ditegakkan atas syarat dan rukunnya dengan sempurna, disertai dengan sikap khusyu' –hadirnya hati yang dapat merasakan bahwa ia benar-benar sedang menghadap Allah Sang Pencipta. 2. Zakat, infak, sedekah dan sejenisnya. Pemberian/zakat tidak boleh disertai dengan pamrih dan unsur riya' (Q.s. al-Baqarah/2:262-264). Begitu pun materi yang diberikan haruslah baik (Q.s. al-Baqarah/2:267, s. Alu Imran/3:92). Selain itu, harta yang kotor dan haram tidak bisa dikeluarkan zakatnya. 3. Puasa. Rasulullah mengingatkan bahwa banyak orang yang berpayahpayah berpuasa, namun mereka tidak mendapat manfaat apapun dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus (padahal tujuan puasa adalah untuk mencapai takwa, AlBaqarah/2:183). Hal itu disebabkan karena pelakunya sekadar meninggalkan makan, minum dan syahwat secara lahiriah. Sementara itu masih banyak maksiat yang dilakukan oleh mata, telinga, tangan, kaki, hati dan anggota badan lainnya sewaktu ia “berpuasa”. 4. Haji. Haji yang diterima oleh Allah s.w.t. disebut haji mabrur. Pahalanya tiada lain adalah surga. Tetapi haji mabrur itu syaratnya harus terbebas dari rafats, fusuq dan jidal (Q.s. alBaqarah/2:197), yakni terhindar dari perilaku dan ucapan kotor. Sampai di sini kita dapat memahami keheranan dan kegusaran orang: “Mengapa si fulan itu masih juga melakukan maksiat dan kejahatan, padahal ia terlihat begitu rajin beribadah dan shalih?”. B. Dalam tataran muamalah. 1. Nikah, berkeluarga dan keturunan. Rasulullah s.a.w. memaparkan berbagai kecenderungan dan vested interests orang dalam menikah. Umumnya mereka menikah (memilih pasangan) karena empat pertimbangan: harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Lalu beliau menegaskan agar diutamakan faktor agama, niscaya hal-hal lain (insyaallah) akan menjadi mudah. Islam juga memperhatikan kualitas generasi dengan memerintahkan ibu menyusui bayinya sampai dengan berumur 2 tahun (Q.s. alBaqarah/2:233), menjaga kualitas kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, serta tentunya agama anak (Q.s. AnNisa'/4:9). 2. Jual beli, berdagang dan transaksi ekonomi lainnya. Berdagang adalah pekerjaan yang mulia. Namun harus diperhatikan unsur-unsur kejujuran, kerelaan, dan kewajaran dalam mengambil untung. Berdagang dan bertransaksi yang demikian adalah cara mencari rizki yang sangat baik. Rasulullah mengecam orang yang melakukan manipulasi dan kebohongan dalam jual beli. Allah s.w.t. juga mengancam dengan neraka dan laknat kepada orang yang curang dalam hal timbangan dan takaran (Q.s. Al-Muthaffifin:1-3). 3. Dalam hal cara mencari rizki dan memenuhi kebutuhan hidup. Rasulullah mengajarkan agar kita melakukannya dengan tetap menjaga martabat dan harga diri, karena (sesungguhnya) segala sesuatu itu

v

Editorial
berlaku sesuai ketentuan/takdir Allah s.w.t. (H.r. Ibnu 'Asakir dari Abdullah bin Busr). 4. Berorganisasi dan membentuk golongan/kelompok, hendaknya hal itu ditujukan untuk mendukung kebaikan dan mengarah kepada peningkatan takwa, bukan untuk kejahatan, merusak, dan makar serta menyebar benih kebencian di antara sesama manusia. 7. D a l a m h a l m e n y e l e n g g a r a k a n pemerintahan dan pelayanan publik. Allah s.w.t. berfirman:

“Sesungguhnya Allah s.w.t. memerintahkanmu untuk menunaikan amanat kepada ahli/pemilik yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil” (Q.s. An-Nisa'/4:58).

5. Dalam bekerja dan mendelegasikan pekerjaan. Islam mengajarkan keseriusan dan profesionalitas dalam bekerja, karena sesuai tuntunan Rasul, jika suatu urusan pekerjaan diserahkan kepada (dikerjakan oleh) orang yang bukan ahlinya, niscaya berakhir dengan kekacauan dan kebangkrutan. Allah s.w.t. mencintai orang yang profesional, bekerja menghasilkan produk yang berkualitas.

6. Berbicara, berjalan, berpakaian dan makan serta minum. Hendaknya seorang mukmin itu berbicara secukupnya dengan suara yang tidak lantang. (Q.s. Luqman/31:19). Dalam berjalan pun hendaknya ia bersahaja dan tawadlu' (Q.s. Luqman/31:18). Berpakaian juga mesti menutup aurat namun indah dan serasi (Q.s. AlA'raf/7:26). Makan dan minum hendaklah dari sumber yang halal dan bahan yang bergizi cukup (Q.s. AnNahl/16:114). Dengan begitu kualitas dan harga diri orang mukmin itu tetap terjaga.

Islam melarang tindakan sewenangwenang, penyelewengan, pilih kasih, penindasan dan sebagainya. Kepemimpinan i t u a m a n a t y a n g m e s t i dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Allah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat, lagi Maha Mengetahui. Contoh perhatian Islam terhadap kualitas begitu banyak, tidak cukup ruang untuk merincinya di sini. Implementasi konkretnya telah begitu jelas dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. dan para sahabat r.a. serta generasi salaf yang shalihin. Mestinya hal itu menjadi pengingat agar kita selalu meningkatkan kualitas diri dan takwa kita. Cukup pula kiranya ia untuk menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kepada manusia untuk meraih prestasi dan menghargai kualitas. Oleh karena itu mestinya pula kita tidak merasa asing, apatis apalagi alergi terhadap kata kualitas. Prestasi dan predikat takwa itu bukanlah utopia yang mustahil, tetapi bukan pula warisan atau keturunan. Ia hanya mungkin diperoleh dengan usaha keras (effort) lahir dan batin serta tentunya adanya faktor hidayah (petunjuk ilahi). Wallahu a'lam bissawab. <<M. MUFTI AW Pulungan>>

iv

Menyambut Kedatangan

Santri Baru
Memasuki tahun pelajaran 2007-2008, warga Darunnajah Cipining disibukkan dengan agenda penerimaan santri dan siswa baru, baik yang berasrama maupun nonasrama. Banyak hal yang dipersiapkan oleh pesantren, khususnya berkaitan dengan perwajahan pesantren dan pembenahan sarana prasarana. Kesibukan tahunan seperti ini selalu menjadi moment tersendiri untuk menyajikan excellent service.

had, 22 Juli 2007, suasana kantor Panitia Penerimaan Santri Baru (PPSB) di gedung sekretariat pesantren begitu meriah dengan kedatangan para calon santri asrama beserta orang tua/walinya. Mereka melakukan daftar ulang dan penyelesaian administrasi serta mengambil nomor almari dan ranjang. Setelah itu, mereka memboyong semua perlengkapan dan peralatan ke dalam kamar yang sudah ditentukan. Dengan diantar oleh panitia bantu dari santri senior, rombongan calon santri disambut oleh masing-masing wali kamar yang telah siap berada di kamar. Wali kamar tersebut memiliki peran sangat penting dalam pembinaan santri,

A

karena merekalah yang mendapat amanat sekaligus berperan menjadi wakil orang tua santri di pesantren. Untuk itu, mulai pada pekan-pekan pertama tahun pelajaran, wali kamar santri baru sudah harus mulai mengenal identitas santri dan profil orang tua/wali serta keluarganya dengan baik. Perjalanan panjang kepanitiaan yang diketuai oleh Ustadz Nasikun, S.E. dan Ustadz Syarqi dalam usaha recruitment santri sampai pada tahap menuai hasil. Berikut adalah rekapitulasi penerimaan santri dan siswa-siswi baru tahun pelajaran 2007-2008 dan jumlah keseluruhan santri:
Tabel 1 Jumlah Santri/Siswa Baru per-Unit Pendidikan

01

Dengan demikian, pada awal tahun pelajaran 2007 ini seluruh peserta didik pesantren Darunnajah Cipining berjumlah 1136 anak, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2 Jumlah Total Santri/Siswa per-Unit Pendidikan Tahun 2007

Tabel 5 Rombongan Belajar MI

Tabel 6 Rombongan Belajar RA

Dari tabel di atas dapat dijabarkan jumlah santri dari masing-masing unit/tingkat lembaga pendidikan pada tabel-tabel berikut ini:
Tabel 3 Rombongan Belajar TMI Asrama dan Nonasrama (MTs, Kelas Intensif, dan MA)

[Laporan M. Musta'in, S.E.]

Tabel 4 Rombongan Belajar SMP

Sebaik-baik Ketika duduk

02

I
kawan adalah

I
Mutiara Hikmah

II

II
BUKU

Berwisata
K

Melalui KEGIATAN MOS
egiatan perdana yang diikuti oleh para santri dan siswa-siswi di minggu pertama adalah Masa Orientasi Santri/siswa (MOS). Panitia kegiatan ini diketuai oleh Ustadz M. Nurrahman. Hari pertama (23/6/07), setelah upacara, seluruh peserta mendapatkan orientasi tentang visi dan misi Darunnajah oleh Drs. Abdur Rosyid (Kepala MA), Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag. (Kepala MTs) dan Ustadz Fatkhul Mu'min, S.Pd.I. (Kepala SMP). Hari kedua, bentuk kegiatannya berupa jelajah alam. Panorama alam kawasan Darunnajah dan lingkungan sekitarnya yang sarat dengan keindahan menjadikan penjelajahan kian asyik dan penuh kesan. Terjal dan jauhnya medan justru membakar adrenalin peserta menjadi motivasi. Rasa capek dan lelah yang bergelut dengan tantangan selama perjalanan menjadi sirna saat peserta tiba di lokasi akhir penjelajahan yaitu objek wisata Goa Gudawang. Di tempat ini, peserta mendapat kesempatan beberapa saat untuk menikmati dan mengakrabi pesona goa yang terletak 500 m sebelah selatan pesantren sambil melepas lelah. Acara dilanjutkan dengan tadabbur alam. Dengan duduk bersimpuh, menengadahkan doa, peserta MOS bermunajat. Tiada yang dikagumi selain Allah Pencipta alam, dan kepada-Nya pula peserta MOS memohon petunjuk dan kekuatan agar selalu ikhlas dan kuat tekad dalam thalabul ilmi. Hari ketiga, kegiatan diawali dengan berkumpul di gedung pertemuan. Dalam kesempatan ini, peserta diajak dalam permainan, kuis, door prize, dan intermezzo bersama Ustadz M. Musta'in, S.E. Baru kemudian, pada pukul 09.30 WIB peserta mendapatkan orientasi kepesantrenan dari K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc, hingga menjelang shalat zhuhur yang bertempat di masjid jami' Darunnajah. Pada saat itu pula, rentetan kegiatan MOS ditutup dengan sejuta kesan dan pengalaman. Semoga kesan baik selalu tersimpan di benak para santri dan mereka mampu menjadikan Experience is the best teacher. Wallahu a'lam bisshawab. [Laporan M. Musta'in, S.E.]

03

Pimpinan Pesantren Mengikuti Sarasehan Dan Seminar Nasional
Beberapa waktu lalu Departemen Agama menyelenggarakan Sarasehan Nasional Pimpinan Pondok Pesantren dan Seminar Pendidikan dalam rangka perayaan Ulang Tahun Emas (Golden Anniversary) ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke50. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Syahida Inn Kampus II UIN Jakarta. Hari pertama, 22 Juni 2007, acara diisi dengan sarasehan nasional pimpinan pondok pesantren. Dalam sesi ini, disampaikan mengenai Pengembangan Produk Pesantren (Menuju Watak Wirausaha Pendidikan Islam Indonesia) oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Drs. H. Amin Haedari, M.Pd.; dan Kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren: Desain, Pengembangan, dan Evaluasi oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Di samping itu, pimpinan Darunnajah Jakarta, K.H. Drs. Sofwan Manaf, M.Si. juga berkesempatan menyampaikan tentang Tantangan dan Jaringan Kerja Pondok P e s a n t r e n M o d e r n d i Te n g a h K o t a Metropolitan. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, menyampaikan ihwal Membangun Keunggulan Sistem Pendidikan Nasional melalui Pendidikan Pondok Pesantren. Acara sarasehan menjadi lebih lengkap dengan dibukanya sesi dialog antarpimpinan pondok pesantren di penghujung acara. Sebelumnya, Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu UIN Jakarta memaparkan tentang diagnosis kebutuhan pondok pesantren dengan mengambil objek studi kasus di pesantren An-Nuqayah Madura dan pesantren Roudlatut Thalibin Rembang Jawa Tengah. Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar nasional dengan tema Perjalanan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Menuju Keunggulan Pendidikan Nasional. Seminar ini dibuka dengan keynote speech oleh dr. Fasli Djalal, Ph.D., direktur PMTK Depdiknas. Dalam kesempatan ini, pengalaman Muhammadiyah dan NU dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional dipaparkan oleh Prof. Dr. Din Syamsudin dan Dr. Masdar Farid

Mas’udi. Selain itu, dipresentasikan pula model pendidikan nasional yang kokoh berdasarkan praksis pendidikan Muhammadiyah dan NU oleh Prof. Dr. H. Yahya Muhaimin dan Dr. H.M. Thoyib. [Laporan M. Mustain, S.E.]

21 Guru Darunnajah Nantikan Hasil Uji Sertifikasi

Dalam dunia pendidikan dikenal 3 faktor penting yang menentukan keberlangsungan pendidikan itu sendiri. Ketiganya ('awamilut tarbiyyah) adalah murid, guru (sekolah) dan keluarga (masyarakat). Masing-masing faktor ini memiliki hak dan kewajiban yang saling terkait satu dengan lainnya. Signifikansi peranan ketiga faktor tersebut sudah menjadi sebuah aksioma. Jika salah satunya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dapat dipastikan bahwa proses pendidikan akan berjalan dengan tidak maksimal. Guru dalam idiom Jawa dikenal dengan istilah 'digugu' artinya dita'ati dan 'ditiru' (kalaamuhu masmu' wa amruhu mutha'). Pahlawan tanpa tanda jasa ini, baik yang berstatus PNS maupun swasta, kini mulai mendapat perhatian lebih dari Pemerintah. Hal ini patut disyukuri, mengingat selama ini kaum Oemar Bakri ini, terutama yang swasta, masih sangat termarginalkan, khususnya dalam memperoleh hak kesejahteraan hidup. Perhatian pemerintah yang dimaksud adalah dengan diadakannya sertifikasi guru. Dalam halaman 2 Pedoman Sertifikasi Guru Di Pesantren Muadalah Dalam Jabatan disebutkan bahwa bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut

04

berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta). Pada bulan Agustus 2007 para pimpinan pondok pesantren Mu'adalah mengikuti sosialisasi sertfikasi guru di asrama haji Sukolilo Surabaya, atas undangan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama. Pimpinan pesantren Darunnajah Cipining menugaskan Direktur TMI, Ustadz Muhammad Mufti untuk menghadirinya. Perlu diketahui bahwa Pesantren Darunnajah Cipining termasuk di antara sedikit pesantren di Indonesia yang sudah Mu'adalah (disetarakan dengan SMA) oleh Departemen Pendidikan Nasional. Di antara point penting pertemuan adalah jatah sertifikasi guru sebanyak 300 (tiga ratus) orang. Dari jumlah tersebut Darunnajah Cipining mendapat porsi 21 (dua puluh satu) orang. Mereka harus mengikuti pembekalan dan pelatihan pada 2 s.d 4 September 2007, di lokasi yang sama. Peserta dari Darunnajah Cipining adalah Ustadz Drs. Abdur Rasyid Sholeh, Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag., Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I., Ustadz Syaeful Hadi Scada, S.Pd.I., Ustadz Bashori, S.Ag., Ustadz Husnan Rosyid, S.Pd.I., Ustadz Muhammad Syukron, S.Ag., Ustadz Drs. Zaenal Adnan, Ustadz Nu'manul Hakim, S.Ag., Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I., Ustadz Katena, S.Pd.I., Ustadz Irpan, S.Ag., Ustadz Trimo, S.Ag., Ustadz Fatkhul Mukmin, S.Pd.I., Ustadz Muhammad Zakaria, M.A., Ustadz Musa Yuliadi, S.Ag., Ustadz Mukhammad Muddatsir, S.H.I., Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., Ustadz Amin Songgirin, S.H.I., dan Ustadz Nasihun Sugik, S.E., serta Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. Pada praktiknya sertifikasi guru dalam jabatan ini dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio terhadap kompetensi guru (pedagogik, kepribadian, sosial dan profesinal). Secara pelan namun pasti, proses sertifikasi ini terus berlangsung. Dan sampai tulisan ini dimuat, para peserta dari Darunnajah Cipining boleh dibilang dalam kondisi harap-harap cemas menanti hasil pemeriksaan dan penilaian portofolio berikut bukti fisik/dokumen portofolio yang telah dikirimkan 2 minggu sebelumnya. Semoga para peserta sertifikasi secara umum dan khususnya dari Pesantren

Darunnajah Cipining dapat lulus, sehingga tujuan sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru dapat kita rasakan. Semoga! [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah Ikuti Orientasi MGMP PAI di Bandung
Pada tanggal 28 s.d 30 November 2007 lalu Bidang Mapenda Islam Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat mengadakan orientasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI), bertempat di hotel Tegal Sari Bandung Jawa Barat. Pertemuan tingkat Propinsi ini dihadiri 150 orang guru PAI dan Kepala MAN/MAS se-Jawa Barat. Dalam forum tersebut delegasi dari MA Darunnajah adalah Kepala MA, Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh. Latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah minimnya kegiatan kelompok-kelompok MGMP yang sudah ada, bahkan disinyalir di beberapa wilayah tidak memiliki MGMP sama sekali. Maka dengan digelarnya forum ini diharapkan para guru MAN/MAS itu dapat mengaktifkan kembali MGMP yang sudah ada, sekaligus mendorong terbentuknya MGMPMGMP baru atau Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di daerah-daerah. Beberapa materi yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut adalah: Kebijakan Kanwil Depag Jawa Barat, Kebijakan Bidang Mapenda Islam dalam Pengembangan MGMP PAI, Fungsi-fungsi dan Peranan MGMP, Evaluasi Hasil Belajar dan Action Plan. Forum ini menggunakan metode diskusi dan ceramah (tutorial). Diharapkan hasil dari musyawarah ini dapat diaplikasikan dengan optimal dan maksimal. Para peserta musyawarah tampak dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik, karena didukung sarana dan fasilitas yang memadai. “Wah, (mewah-red) tempatnya...!” demikian kesan singkat delegasi Darunnajah kepada WARDAN. Dalam kesempatan tersebut, salah satu ustadz assabiqun alawwalun Darunnajah Cipining itu juga mendapat informasi penting bahwa Ujian Nasional (UN) SMA/MA akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 April 2007. [Laporan Muhlisin, S.H.I]

05

Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Ikuti Orientasi Sarana Prasarana Madrasah Se-Jawa Barat
Output pendidikan MTs dirasa masih rendah, ditandai antara lain dengan sebagian tenaga pendidiknya belum standar, dan kondisi bangunan fisiknya yang belum memadai. Setidaknya hal itulah yang melatarbelakangi diadakannya Orientasi Peningkatan Sarana Prasarana Madrasah Tsanawiyah oleh Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Barat. Pertemuan berlokasi di hotel Telaga Sari Bandung, berlangsung selama 3 hari, 12 s.d 14 November 2007. Hadir dalam pertemuan tingkat propinsi ini 100 orang yang mewakili seluruh kabupaten yang ada di Jawa Barat. Adalah Kepala MTs Darunnajah Cipining, Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag. bersama dua rekan dari MTs lain mendapat kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Bogor. Dalam forum dengan metode tutorial dan pratikum tersebut, dipaparkan beberapa materi, antara lain: Kebijakan Kepala Bidang Mapenda Islam Kamwil Depag Jawa Barat oleh Kepala Bidang Mapenda (H. E. Suparman, M.B.A.), Peningkatan Sarana Prasarana Madrasah Untuk Menunjang Proses Belajar Mengajar oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat (Dr. H. Dadang Dally), Perencanaan Pembangunan pada Madrasah oleh Kasubbag PIK (Ismail Suroso, M.E.), Peningkatan Pembangunan Fisik pada Madrasah oleh Dinas Kimpraswil (Yuliardi Harja), dan Optimalisasi Sarana Prasarana Pendidikan di Madrasah oleh Kasie. Sarana Bidang Mapenda. Dengan pertemuan ini diharapkan sekolah/madrasah berani mengambil sikap tegas dalam mengatasi masalah-masalah yang berpotensi merendahkan kualitas pendidikan, juga agar selalu aktif dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarananya. Dalam forum tersebut juga disampaikan hal-hal seputar Ujian Nasional (UN), profesionalisme dan sertifikasi guru. “Cukup bagus, disamping untuk mengetahui standarisasi bangunan fisik madrasah, juga dapat bersilaturrahmi, bersilatulqolbi dan bersilatulfikri antarkepala

madrasah se-Jawa Barat” demikian kesan Ustadz Jeje Jeraemi, S.Ag. yang sedang giat menggerakkan kebersihan di lingkungan MTs tersebut kepada WARDAN. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

Orientasi Implementasi Life Skills di Madrasah
Life skills (kecakapan hidup) adalah kemampuan seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. Kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Kecakapan hidup merupakan hal mendasar dan esensial bagi setiap peserta didik karena dalam menjalani hidup dan kehidupan, seseorang senantiasa dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang mesti dilaluinya. Pelatihan life skill memberikan bekal bagi peserta didik untuk menghadapi dan memecahkan problema hidup, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat maupun sebagai warga negara. Madrasah Aliyah Darunnajah Cipining baru saja mengikuti kegiatan Orientasi Implementasi Life Skills di Madrasah pada tanggal 14 s.d 16 November 2007 di Hotel Endah Parahyangan Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Agama dan diikuti oleh 100 orang guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) utusan dari Madrasah Aliyah se-Jawa Barat. Adapun peserta yang mewakili Kabupaten Bogor berjumlah 4 orang, salah satunya adalah dari Madrasah Aliyah Darunnajah Cipining (Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I, Kepala Laboraturium Komputer). Peresmian pembukaan kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dilakukan oleh Kepala Kantor Departemen Agama Propinsi Jawa Barat, Drs. H. Muhaimien Luthfi, M.M. Sesi berikutnya mengangkat tema Kebijakan Mapenda Islam dalam Meningkatkan Kualitas Madrasah, disampaikan oleh Kabid. Mapenda, H. Dedy Rokhaedie Arief. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa salah satu wujud yang nyata dalam meningkatkan kualitas madrasah adalah dengan

06

meningkatkan SDM gurunya melalui program sertifikasi dan pemberian beasiswa studi S-1 yang sedang dilaksanakan pada saat ini. Acara kemudian dilanjutkan oleh Kasubdit. Dikmenti Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, Bapak Syarif Hidayat, yang menyampaikan informasi tentang petunjuk teknis pelaksanaan Ujian Nasional SLTP dan SLTA, dan UNTUS Sekolah Dasar. Materi lain yang disampaikan antara lain adalah: (1) Kebijakan Kanwil Depag Jawa Barat dalam pengembangan program life skills pada madrasah, (2) Konsep dasar life skills madrasah aliyah (MA), (3) Model pembelajaran life skills utama di MA, (4) Teknik penyusunan silabus dan RPP TIK dan Keterampilan, (5) Praktik pembelajaran life skills dan produknya, (6) Refleksi Implementasi life skills MA, dan (7) STL/Action Plan. [Laporan Anton Septiono, S.Pd.I.]

SMP Darunnajah Terapkan Pendidikan Peduli Lingkungan
Bertempat di YPI Ciawi, Ustadz Ahmad Abdulloh Husaeni (guru SMP Darunnajah Cipining), berperan aktif dalam Work Shop 'Pendidikan Peduli Lingkungan'. Agenda pertemuan ini berlangsung dari tanggal 15-16 Agustus 2007. Kegiatan tersebut diikuti oleh 300 peserta dari SMP dan MTs se-Provinsi Jawa Barat dan terbagi dalam 3 tahap. Disamping bersifat tutorial yang mencapai 50 % terkait tema-tema tentang pendidikan berbasis ramah lingkungan, para peserta juga berjibaku dalam praktikum pembuatan silabus dan rencana progam pembelajaran (RPP). “Sesuai dengan agenda kegiatan tahunan, muatan lokal ini akan mulai diajarkan di semester 2”, ucap Ustadz Fathul Mu'min Wasyraf, S.Pd.I, Kepala SMP Darunnajah Cipining, kepada WARDAN di kediamannya, di lingkungan asrama santri putri yang kian asri. Menurut informasi dari delegasi Darunnajah, sedianya muatan lokal ini sudah harus mulai

diajarkan pada semester gasal kemarin. Namun, karena adanya keterlambatan pada penyiapan komponen pembelajaran oleh dinas terkait, maka disepakati untuk mulai diajarkan pada semester genap. Mengacu pada silabus yang masih 'hangat' tersebut, pendidikan peduli lingkungan hidup ini sangat relevan untuk diajarkan serta dikembangkan di SMP Darunnajah, mengingat tersedianya lahan pertanian, sumber air dan kemitraan pesantren dengan lembaga lain dalam hal terkait –BPPT dan IPB- sudah teruji. Di sisi lain, belum lama ini SMP Darunnajah juga telah menerima bantuan DVD player dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, melengkapi bantuan sebelumnya berupa 2 unit TV 29 inch. Bantuan tersebut diharapkan dapat memacu para guru dan siswa/i SMP dalam mengikuti perkembangan informasi global, termasuk tentang perubahan iklim dan pemanasan global (global warming), yang sedang menjadi 'buah bibir' akhir-akhir ini. Semoga muatan lokal ini juga menambah daya tarik warga sekitar pesantren untuk menyekolahkan putra-putri mereka di SMP Darunnajah. Demikian harapan kepala sekolah- dan kita semua- yang kini sedang sibuk mengawasi pemasangan keramik lantai kantor SMP tersebut. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

Rapat Evaluasi Akhir Tahun
Sabtu, 30 Juni 2007, para pengurus pesantren Darunnajah Cipining yang terdiri atas 7 biro, melaksanakan rapat evaluasi akhir tahun. Rapat yang sudah menjadi agenda tahunan ini merupakan media untuk saling mengontrol dan mengoreksi program kerja yang telah dilakukan oleh pengurus pesantren selama 1 tahun. Meski sedikit lambat dengan banyaknya interupsi dari peserta, namun rapat dapat diselesaikan dalam 1 hari. Rapat evaluasi tersebut dipimpin oleh pimpinan pesantren, dan dihadiri oleh segenap dewan guru dan administratur. Banyak agenda dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh para pengurus. Namun demikian, di akhir rapat, pimpinan pesantren memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggitingginya kepada para pengurus dan semua pihak yang membantu jalannya program pesantren selama 1 tahun tersebut. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

07

endidikan usia dini memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupan seseorang secara keseluruhan. Dalam tahap ini anak didik dikenalkan bagaimana mulai berinteraksi dengan orang lain, dan secara alami mereka akan menyadari keberadaan dirinya dan orang lain. Dunia anak-anak memang identik dengan bermain, bercerita dan bernyanyi (BCM). Demikian pula kegiatan yang berlangsung di Raudhatul Athfal (RA) Darunnajah, di samping menggunakan metode BCM, para anak didik juga sudah mulai diajari –sesuai kemampuan mereka- untuk menjadi muslim sejati seperti berdo'a sebelum masuk kelas, hafalan do'a harian, hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, mengenal angka, mengenal huruf, menggambar dan beberapa keterampilan dasar. Dan pada semester genap anak didik sudah mulai diajar membaca sebagai materi tambahan/tunjangan untuk persiapan masuk ke SD/MI. Sebagai kegiatan akhir tahun pelajaran, dan untuk mengantarkan para siswa/i memasuki pendidikan dasar, pada hari Senin, 30 Juli 2007, RA Darunnajah Cipining mengadakan Wisuda dan Perpisahan Siswa/i di aula Pesantren. Dalam pertemuan tersebut hadir pula menyampaikan sambutan ibu pimpinan pesantren, Ustadzah Hj. Rahmah M a n a f M u k h a y a r. S a m b u t a n l a i n n y a disampaikan oleh Kepala RA, Ustadzah Muthmainnah, A.Ma.Pd. Adapun sambutan orang tua/wali murid disampaikan oleh ibu Euis Is Budiyanti wali dari Pradita Nur Hidayanti (kampung Bolang).

P

Pertemuan tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan dan unjuk prestasi murid RA, seperti: Hafalan Surat Pendek, Hafalan Do'a Harian, Hafalan Bacaan Sholat, Puisi, Mengucap Syair, Koor dan Tari Daerah. Adalah Ni'matul Mufidah binti Ma'ruf dari Cipining terpilih menjadi lulusan terbaik di antara 32 siswa/i lainnya. Rincian asal para generasi harapan tersebut sebagai berikut: 1. Darunnajah : 2 anak 2. Cipining : 10 anak 3. Nanggung : 11 anak 4. Bolang : 2 anak 5. Lebak Wangi : 2 anak 6. Leuwi Ceuri : 1 anak 7. Cibungur : 2 anak 8. Mede : 1 anak 9. Tipar : 1 anak Hal lain yang juga menggembirakan adalah antusiasme para orang tua/wali murid dalam menyukseskan acara tahunan tersebut. Pada tahun pelajaran 2007/2008 tercatat 64 siswa/i (Kelompok B-1 sejumlah 32 anak terdiri dari 17 putra, dan 15 putri; Kelompok B-2 sejumlah 32 anak terdiri dari 15 putra, dan 17 putri), sedang aktif mengikuti kegiatan akhir semester gasal dan persiapan pembagian r a p o r, d i b a w a h a s u h a n U s t a d z a h Muthmainnah, A.Ma.Pd., Ustadzah Munaroh, A.Ma.Pd., Ustadzah Musyarofah, A.Ma.Pd., dan Ustadzah Enok Putriana. Kita berharap agar warga sekitar pesantren semakin tertarik untuk menyekolahkan putra-putri mereka di RA Darunnajah. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

08

Yusep Supriyatna Goes to America
Yusep Supriatna (santri kelas 6 TMI) yang telah lolos seleksi pada program Youth Exchange Studies (YES) oleh lembaga Bina Antarbudaya pada awal tahun 2007 lalu, telah bertolak ke Amerika. Dengan diantar oleh keluarga dan teman-teman satu angkatan, ia bersama rombongan meninggalkan bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 4 Agustus 2007. Yusep merupakan santri Darunnajah Cipining keempat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar selama 1 tahun di Amerika Serikat. Sebelumnya tiga orang kakak kelasnya juga lolos dalam program yang sama. Saat ini, 5 bulan sudah ia berada di negeri Paman Sam. Dalam beberapa korespondensinya melalui e-mail, ia menitipkan salam buat adik-adik kelas, para guru, pak Kiai, dan keluarga serta memohon doa, agar diberikan kemudahan belajar dan beradaptasi di negeri orang.[Laporan M. Musta'in, S.E.]

seorang jurnalis. Mereka melakukan wawancara dengan para santri dan beberapa dewan guru pembimbing santri kanak-kanak Darunnajah Cipining. Mereka juga berkesempatan berdialog dengan kepala biro pengasuhan santri, Ustadz Achmad Rosichin, S.Pd.I. Semoga kunjungan ini tidak hanya sementara, akan tetapi bisa berkesinambungan di kemudian hari guna mempererat silaturahmi antara santri kanakkanak Darunnajah Cipining dengan Darunnajah Jakarta. [Laporan M. Musta'in, S.E.]

Wisuda Guru
Sudah menjadi cita-cita pesantren Darunnajah Cipining bahwa semua guru di pesantren minimal berkualifikasi sarjana, sesuai dengan tuntutan dalam Undang-undang Guru dan Dosen. Saat ini sudah hampir 50% dari mereka telah meraih gelar tersebut. Bahkan, satu orang guru sudah selesai S-2, dan seorang lagi sedang menempuh studinya di program pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan beasiswa dari Departemen Agama. Dan yang patut disyukuri, pada akhir semester gasal tahun pelajaran ini terdapat 10 orang guru yang diwisuda S-1 dan 2 orang guru lainnya D-2. [Laporan M. Mufti,S.Pd.I.]

Santri Cilik Ulujami Berkunjung ke Cipining
Jumat, 16 Nopember 2007, santri cilik (sanlik) MI Darunnajah Ulujami beserta rombongan mengagendakan untuk bermalam di pesantren Darunnajah Cipining. Dalam kesempatan itu, mereka ingin menyaksikan kegiatan harian yang dilaksanakan sanlik Darunnajah Cipining. Kegiatan seperti ini baru dilaksanakan untuk yang pertama kalinya. Menurut ketua rombongan, Ustadz Bunasar Utsman, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mengambil hal-hal positif yang ada di sanlik Darunnajah Cipining sekalian refreshing, karena bagi mereka suasana Darunnajah memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan utama rombongan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas santri khususunya dalam kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik. Pada kesempatan itulah para santri kecil ini mencoba menjadi layaknya

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat (Q.S. Al-Mujadalah:11)

09

Supervisi Ulangan Mid Semester oleh Yayasan Darunnajah
Pelaksanaan ujian mid semester gasal pada tahun ini agak berbeda dengan tahuntahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kehadiran dua orang supervisor dari Darunnajah Jakarta di tengah-tengah pelaksanaan mid semester, yaitu Ustadz H. Sulaiman Efendi, S.Ag. dan Ustadz Odik Sumardi, Bsc. Mereka datang pada Senin sore, 24 September 2007. Bertempat di kediaman pimpinan pesantren, mereka berdua mendapat penjelasan tentang warna-warni serta lika-liku perjalanan Darunnajah Cipining yang disampaikan langsung oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Beliau menyampaikan bahwa di antara yang berbeda dengan Darunnajah Jakarta adalah bahwa di Darunnajah Cipining terdapat santri nonasrama (MTs, SMP dan MA yang pulang pergi). Di samping itu mereka juga mendapatkan penjelasan KBM dari Kepala MA Darunnajah Cipining, Ustadz Drs. Abdur Rosyid Sholeh dan Kepala MTs Darunnajah Cipining, Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag. Adapun yang berkenaan dengan teknis pelaksanaan ujian mid semester yang berlangsung dari tanggal 17 s.d 30 September 2007, disampaikan oleh ketua Panitia ujian 2007-2008, Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I. Keesokan harinya, tim supervisi ini melihat langsung pelaksanaan ujian mid semester. Dimulai dari kampus 1 (TMI Asrama), kedua ustadz ini dengan teliti mengamati teknis pelaksanaan ujian itu. Bahkan, di beberapa kelas mereka masuk dan mencari informasi langsung dari para santri. Di sisi lain mereka juga mencari informasi via TU sekolah tentang keterlambatan kedatangan guru, kekosongan kelas dan cara penanggulangannya. Dengan didampingi ketua panitia ujian, mereka melanjutkan supervisi ke kampus 2 (TMI Nonasrama). Mereka juga menyempatkan menengok dan mewancarai kepala MI Darunnajah Cipining, Ustadz Nur Fathoni Archamuni, S.H.I., yang juga sedang menyelenggarakan ujian mid semerter. Usai sholat Zhuhur, tim supervisi

menyampaikan hasil kunjungan mereka. Di depan Direktur TMI, Kepala MTs, ketua panitia ujian, kepala biro pengasuhan dan beberapa guru lainnya, tim supervisi menyimpulkan bahwa secara umum pelaksananaan ujian mid semester berjalan dengan baik dan sudah standar dengan aturan yayasan Darunnajah. Indikator penilaian tersebut antara lain: Para santri mengetahui target pelajaran, tempat dan waktu belajar di luar jam formal yang kondusif, belajar santri terbimbing bahkan dipimpin langsung oleh pimpinan pesantren dengan do'a penyemangat, ujian dilaksanakan dengan terjadwal dan diawasi oleh guru. Meskipun demikian, beberapa instrumen masih perlu diperbaiki dan dikaji ulang, terutama pelaksanaan ujian semester yang masih dibarengi dengan KBM. Supervisor juga menyoroti pentingnya meningkatkan kebersihan, tabkir (masuk ke ruang kelas pagi hari tanpa terlambat) dan antisipasi kekosongan kelas dengan lebih maksimal. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

Ujian Sumester Gasal
Adapun ujian semerter gasal dilaksanakan dari tanggal 1 s.d 19 Desember 2007, didahului dengan ujian lisan Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Ibadah Amaliah. Bagi para santri yang belum mencapai target nilai lulus yaitu 6,00 –kecuali materi pelajaran yang memiliki standar kelulusan berbeda seperti Matematika-, maka diberikan kesempatan remedial selama satu pekan, mulai tanggal 22 s.d 27 Desember 2007. Pada hari Sabtu, 29 Desember 2007 para santri dan orang tua/wali mereka dijadwalkan sudah dapat melihat dan menerima rapor hasil belajarnya. Terkait dengan ujian pada tahun ajaran ini, ada satu hal baru yang akan dilakukan, yaitu seluruh lembar jawaban para santri akan dibagikan apa adanya kepada orang tua/wali mereka. Diharapkan dengan cara demikian akan menjadi stimulus dan meningkatkan perhatian orang tua/wali santri terhadap proses dan hasil belajar putra/i mereka. Di sisi lain hal ini menjadi wujud pertanggungjawaban guru terhadap para orang tua/wali para santri. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

10

Pembagian

Semester Genap 2006-2007

Rapor

etelah selesai ujian semester genap, para santri (TMI, MTs, SMP, dan MA) menerima rapor hasil belajar mereka yang dibagikan pada 27 Juni 2007. Dalam kesempatan tersebut diundang para orang tua/wali dalam suatu acara pertemuan. Forum ini difungsikan oleh pesantren sebagai media sosialisasi dan saling mengingatkan tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Adapun pembagian rapor untuk Raudhatul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah, seperti biasanya, diadakan tersendiri. Acara itu juga dibarengi dengan pertemuan dengan orang tua/wali murid. Begitu pula dengan pembagian rapor Madrasah Diniyah. Kegiatan ini lebih populer dengan sebutan Samenan, diadakan di kampung Cipining, dengan mengundang tokoh masyarakat sekitar. Hal yang menarik pada semester genap kali ini adalah terdapat 6 (enam) orang santri

S

TMI yang berhak mendapat beasiswa prestasi selama satu semester ke depan. Mereka berhasil memperoleh nilai ujian dengan ratarata >= 86,00. Keenam santri dimaksud ialah: 1. Nadya Sofia K. binti Lukman ( 1-C, 88.56) 2. Nur Rafidah binti Marzuki (1-C, 87.99) 3. Syahamah At-Tsauri binti Edi Handaga (1-C, 87.28) 4. Hayu Susanti binti Suha (1-C, 86.65) 5. Yudi Taqiyudin (Intensif, 88.58) 6. Syamsul Bahri Lubis (Intensif, 86.58) Semoga prestasi keempat santri tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang. Semoga pula hal ini menjadi motivasi dan insentif bagi santri lainnya untuk lebih berprestasi, terutama di bidang akademik. Adapun rincian prestasi akademik yang dicapai oleh para santri pada semester ini tergambar dalam tabel peringkat kelas sebagai berikut:

11

DAFTAR PERINGKAT KELAS SEMESTER GENAP TMI PESANTREN DARUNNAJAH CIPINING Tahun Pelajaran : 2006 – 2007

Santri TMI berasrama
Kelas Ia (vii) Ranking 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Nama Siswa Fateh Abdul Aziz Abdul Jhabar Aji Rohmat Ghofur Giyanto Fajar Kurniawan Ahmad Fahmi Kamil Nadya Sofia Karamy Nur Rafidah Syahamah At-tsauri Hayu Susanti Chaerul Rahmat Takiyudin Abid Mansurudin Rizky Maulana Ardiansyah M. Andi Rahman Gitta Marsella Cahaya Putri Chan Lutfia Tanti Helmi Firdaus Lukman Nur Hakim Aan Hasmuni Abdillah Pipit Fitriani Kurrota A'yuni Endah Wardani S. Yudi Taqiyudin Syamsul Bahri Lubis Budiman Siregar Andi Sulaiman Dede Maryadi Dede Wahyu Hidayat Eva Fauziah Asma Munadiyah Arina Septiana Ch. Habibi Azhar Hidayatullah Nur Rochim Rifaatul Maftuhah Suherni Hidayatul Mustafidah Jml Nilai Rata-rata 1954 1835 1695 1939 1934 1866 2037 2024 2008 1993 1796 1713 1709 1875 1753 1741 1992 1830 1789 1221 1095 1020 1232 1215 1200 1772 1732 1679 2271 2173 2098 2386 2293 2224 2469 2327 2312 2277 2255 2244 84.96 79.76 73.68 84.31 84.10 81.14 88.56 87.99 87.28 86.65 74.82 71.36 71.22 78.14 73.06 72.55 82.98 76.26 74.55 81.40 73.03 67.98 82.15 81.01 80.02 88.58 86.58 83.96 73.25 70.09 67.66 76.96 73.96 71.73 82.30 77.56 77.08 75.91 75.18 74.81

TMI Non asrama
Kelas Id (vii) Ranking 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Nama Siswa Muhammad Sholeh Surya Adi Pratama Muhammad Mukhtarudin Siti Istiqomah Siti Khodijah Siti Aisyah Robbi Kurniawan Nazmi Nur Sunandar Reza Pahlevi Badriah Neng Putri Asih Uniah Nur Utami Prihatin Komarudin Salviana Teti Maryati Nunur Nuryanah Yayan Husnayanni Tini Rustini Rina Nafisatun M. Nina Hariyani Jml Nilai Rata-rata 1602 1427 1417 1544 1528 1507 1600 1589 1504 1620 1569 1543 1797 1738 1687 1785 1772 1745 1955 1686 1653 80.12 71.33 70.85 77.18 76.41 75.36 76.17 75.65 71.60 77.16 74.71 73.46 71.87 69.53 67.46 71.41 70.89 69.81 81.45 70.23 68.88

Ib (vii)

Ie (vii)

Ic (vii)

2d (viii)

2e (viii)

2a (viii)

4c (x)

2b (viii)

4d (x)

2c (viii)

5c (xi)

3a (ix)

3b (ix)

SMP
Kelas 1a (vii) Ranking 1 2 3 1 2 3 1 2 3 2b (viii) 1 2 3 Nama Siswa Jml Nilai Rata-rata 74.57 68.79 67.35 79.33 71.36 64.72 75.55 75.06 70.47 73.90 72.96 69.35

Int.

4a (x)

David Ilham 1193 Mohammad Agus Sulaiman 1101 Wildan Lutfiansyah 1078 Fitria Wulan Nasroh Vivin Mufidah Siti Fatimah Choirul Anam Mahmun Pakihudin Yayat Sumiyati Siti Iyos Habibah Siti Ahdaniyah 1269 1142 1036 1209 1201 1128 1182 1167 1110

4b (x)

1b (vii)

5a (xi)

2a (viii)

5b (xi)

Sumber data : Biro Pendidikan,c.q. Panitia Ujian Tahun Pelajaran 2006/2007

12

I
Santri Darunnajah Jakarta

IIII
K

Antusias

Ikuti Training di Cipining

egiatan training ini merupakan hasil musyawarah di pesantren Al-Mansur Serang pada awal Juli 2007. Pertemuan tersebut dihadiri para pimpinan pesantren, biro pendidikan, biro pengasuhan dan beberapa guru dari pesantren Darunnjah Jakarta, Darunnajah Cipining dan Al-Mansur Serang. Delegasi Darunnajah Cipining pada musyawarah tersebut terdiri dari K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc (pimpinan pesantren), Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I (Kepala Biro Pengasuhan Santri), Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag.(Kepala MTs.), Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. (Kepala Asrama Santri Putra), dan Ustadz Asmari Ihsan Al-Hafidz (Kepala Asrama Santri Tahfidz AlQur'an). Musyawarah itu dibuka oleh pimpinan pesantren Darunnjah Jakarta, Drs. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pemikiran, akhirnya disepakati bahwa 74 santri putra ditempatkan di Darunajah Cipining, dan 40 santri putri ditempatkan di Al-Mansur Serang. Berkenaan dengan keputusan tersebut, di Darunnajah Cipining ditunjuk Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. sebagai penanggung jawab program. Program ini dibagi menjadi 2 (dua) kategori: (1) Kategori Isyrafut Tafawwuq, selama 2 pekan (16-30 Juli 2007),

bagi santri yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis Arab. Jumlah pesertanya 52 anak; dan (2) Kategori Isyrafus Suluk, selama 3 bulan (16 Juli-30 September 2007), bagi santri yang mempunyai masalah disiplin dan akhlak. Jumlah pesertanya 22 anak. Mereka berasal dari berbagai kelas, baik tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah. Dalam praktiknya, progam kategori Isyrafut Tafawwuq dilakukan ba'da Shubuh, pagi hari (jam 08.00-10.00), ba'da Ashar dan ba'da Maghrib. Adapun ba'da Isya diisi dengan materi imla' atau belajar menulis mandiri. Para santri diberi tugas menulis/menyalin beberapa halaman dari buku panduan: 10 Jam Belajar Membaca Al-Qur'an, yang disusun oleh Dr. Habib Chirzin, kemudian diperiksa oleh musyrif pada keesokan harinya. Para santri yang terdiri dari kelas II, III dan V TMI tersebut dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 15-18 anak, dibimbing oleh dua ustadz sekaligus wali kamar mereka. Para trainer tersebut adalah Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. dan Ustadz Asmari Ichsan Al-Hafidz (Kelompok I, kamar 14), Ustadz Mu'allim Fajri Rustam dan Ustadz Syarqi Suganda Sa'in (Kelompok 2, kamar tengah), dan Ustadz Hanafi Salman dan Ustadz Ahmad Abdulloh Husaeni (Kelompok 3, kamar 12).

13

Adapun santri yang mengikuti progam tiga bulan bertempat tinggal di kamar 13 di bawah asuhan Ustsdz Irfan Nuryani, S.Ag. Di samping belajar mengaji Al-Qur'an dan menulis huruf Arab, para santri yang tampak bersemangat tersebut juga mendapatkan materi tambahan lain, seperti: kuliah umum oleh pimpinan pesantren setiap Jum'at pagi, ESQ for Kids oleh Ustadz Mukhammad Mudatstsir, S.H.I. (alumnus pelatihan ESQ tahun 2006), pendalaman aqidah Islamiyah oleh Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., dan hafalan ayat-ayat pilihan oleh Ustadz Asmari Ichsan Al-Hafidz. Mereka juga dibiasakan untuk mudzakarah dan mempraktikkan adab-adab harian yang dipandu oleh wali kamar masingmasing. Di penghujung progam, para peserta yang terlihat enjoy dengan keasrian dan kesejukan lingkungan Darunnajah Cipining ini, diadu kebolehannya dalam aneka lomba seperti: mengarang cerita pendek (cerpen), cerdas cermat agama, kebersihan kamar, juga lomba 'santri paling gaul,' yaitu peserta yang terbanyak mengenal dan menghafal nama ustadz dan santri Darunnajah Cipining. Sementara itu, peserta progam Isyrafus Suluk selama tiga bulan, mereka mengikuti rutinitas kegiatan seperti santri Darunnajah Cipining pada umumnya. Mereka belajar di kelas dari pukul 06.45-13.40 WIB setiap hari. Di luar itu mereka mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti: menjadi peserta TAGANA, menjadi panitia PORSEKA, menjadi panitia kegiatan Santunan Sosial, melatih kegiatan kepramukaan, bahkan salah seorang dari mereka ikut terlibat magang mengajar di Madrasah Diniyah. Meskipun pada awalnya agak kaget dengan sistim pengasuhan Darunnajah Cipining yang 'agak berbeda' dengan Darunnajah Jakarta, namun secara umum, mereka dapat mengikuti progam tersebut dengan baik. “Kita pasti bisa berubah ke arah yang lebih baik, (karena) Umar bin Khottob yang pernah membunuh putrinya hidup-hidup saja, bisa berubah menjadi sahabat Rosul yang dijamin masuk Surga !” Demikian kesan dan pesan salah seorang peserta santri kelas 6 TMI yang disampaikannya dengan mantap kepada panitia. Kita pasti bisa lebih baik, semoga! [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

Guru, Administratur Dan Karyawan Berprestasi
Today must be better than yesterday, demikian motto dan semangat yang selalu hidup di tengah-tengah komunitas pesantren. Nabi Muhammad SAW. mengajarkan bahwa siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka dia beruntung dan sukses, demikian pula sebaliknya. Memang, penilaian yang sesungguhnya atas segala perilaku kita, baru akan didapatkan di akhirat kelak oleh Sang Ahkamul Hakimin (Allah swt, Hakim yang paling bijaksana). Dalam hal penilaian ini, Imam Syafi'i juga menegaskan sebuah kaidah: Nahnu nahkumu bizh-zhawahir wallahu yatawallassarair, (kita hanya mampu menilai aspek fisik/lahiriah, adapun aspek bathin yang tidak nampak, menjadi hak prerogatif Allah untuk menghakiminya). Yang pasti, Islam tidak mengajarkan umatnya menjadi jumud/statis, tidak berkembang, sehingga menjadi a-historis bagi generasi mendatang. Berangkat dari pemikiran tersebut, dimulai pada tahun ajaran 2006-2007 Yayasan Darunnajah mengadakan pemilihan yang melibatkan unsur guru, administratur dan karyawan, yang dilakukan di pesantren masing-masing. Penilaian di Darunnajah Cipining dilakukan dalam musyawarah dewan guru tanggal 26 Juli 2006, kemudian diperkuat dengan Piagam Penghargaan Yayasan Nomor: 1075.05/DN/VIII/2007, tanggal 25 Agustus 2007, ditetapkan: Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. (guru), Ustadz Mukhammad Mudatstsir Sholihin, S.H.I. (administratur), dan H. Solihin (karyawan), sebagai Guru, Administratur dan Karyawan Berprestasi Darunnajah Cipining tahun ajaran 2006-2007. Ketiganya berhak atas voucher belanja di koperasi pesantren senilai 400.000.00. Diharapkan dengan adanya penilaian dan pemilihan seperti ini, akan menjadi motivasi dan stimulus untuk meningkatkan kinerja para anshar al-ma'had, juga menjadi tolok ukur menuju pribadi yang lebih unggul di masa depan, sehingga jauh dari split personality. [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

14

Berikut sekilas profil ketiganya:
Nama Tetala Pendidikan : : : Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. Kendal, 13 Oktober 1979 - Bustanul Athfal Aisyiah Pagersari, Patean kendal (1986) - MI Muhammadiyah Pagersari, Patean, Kendal (1992) - MTs Muhammadiyah 02 Patean Kendal (1995) - MA Darunnajah Cipining Bogor (2000) - Fakultas Syari'ah, Jurusan Ahwal Syakhshiyyah, IAI Al Aqidah Jakarta (2004) - Dauroh guru Tauhid di pondok Modern Gontor, 200 - Dauroh Syar'iyyah di pesntren An Najah Bekasi, 2002 - Seminar Internasional Bahasa dan Penafsiran Alqur'an di UNJ, 2006 tahun 2000-sekarang - Staff Biro Pengasuhan Santri (Kepala Asrama santri Putra) - Staff Biro Da'wah dan Humas, staff Biro Pengkaderan - Reporter WARDAN. Lajang Muhammad Muddatsir Sholihin, S.H.I. Kendal, 19 Maret 1978 - Fakultas Syari'ah, Jurusan Ahwal Syakhshiyyah, IAI Al Aqidah Jakarta (2004) - Komputer Akuntansi 2 tahun LP3i Jakarta, 2001 - MA Darunnajah Cipining Bogor (1999) - MTs Al Hikmah Singorojo Kendal (1994) - SDN Singorojo 02 Kendal (1991) - ESQ Angkatan I, di Jakarta 2006 - Kewirausahaan BPEEI Departemen Perdagangan RI di Jakarta 2006 - BINTEK Bendaharawan BOS SMP di Puncak 2007 tahun 1999-sekarang TU Keuangan Darunnajah Cipining Susilowati, A.Ma. Pd. 1 putra (Dhafa Hanifurridha Al Mu'taz) H. Sholihin bin Mail Bogor, 1957 SD tahun 1986-sekarang Mandor Karyawan pesantren Hj. Sarmi 3 putra, 2 putri (Suhaeti, Soraya, Sarmili, Sapin, Syamsuddin)

Pelatihan

:

Mulai tugas Bagian

: :

Status Nama Tetala Pendidikan

: : : :

Pelatihan

:

Mulai tugas Bagian Istri Anak Nama Tetala Pendidikan Mulai Tugas Bagian Istri Anak

: : : : : : : : : : :

15

Selamat dan sukses

kepada

DEWAN GURU yang baru saja menyelesaikan studinya di perguruan tinggi

Ustadz Isa Abdillah, SE. (Ekonomi Studi Pembangunan, STIE Pandu Madania)

Ustadz M. Musta'in Billah, SE. (Manajemen, STIE Pandu Madania)

Ustadz Sholeh Ibnu Ahmad, S.Kom. (Sis. Inf., STMIK M.H. TAMRIN).

Ustadz Muhamad Mufti, S.Pd.I. (STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta)

Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I (STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta)

Ustadz A. Rosichin, S.Pd.I. (STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta)

Ustadz Munip Rahman, S.Pd.I. (STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta)

Ustadz Sarwito, S.Pd.I. (STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta)

Ustadzah. Turihatun, A.Ma.Pd. STAI Laa Roiba Bogor

Ustadz Abdul Munir, S.Pd.I. STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta

Ustadz A. Qomarudin, S.Pd.I. STAI Salahuddin Al-Ayyubi Jakarta

Ustadzah Sri Isnawati, A.Ma.Pd. (STAI Laa Roiba Bogor)

16

Pengasuhan Santri

2007 tahun Prestasi
Penuh gengsi
a d a tahun 2005 Pesantren Darunnajah Cipining m e n d i r i k a n Lembaga P e m b i n a a n Prestasi Santri (LP2S), sebagai perpanjangan tangan Biro Pengasuhan Santri. Sebelumnya, setiap ada kegiatan pertandingan atau lomba, dibentuk kepanitiaan secara ad hoc. Setelah dievaluasi, ternyata model seperti itu tidak efektif, karena bersifat sementara dan sering berganti penanggung jawab. Kini para santri lebih banyak mendapatkan kesempatan mengikuti perlombaan di luar pesantren dengan level yang lebih tinggi, dan tidak terbatas pada perlombaan olahraga dan seni melainkan juga pramuka, seni budaya dan teknologi. Lembaga yang kini diketuai oleh Ustadz Amin Songgirin, S.H.I. itu pada tahun 2007 setelah mempersiapkan para santri untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten dan Propinsi, bahkan juga tingkat Nasional, dengan berbagai macam prestasi yang sarat gengsi. Beberapa cabang lomba yang telah diikuti dan menorehkan prestasi di antaranya:

P

kategori tanding dan seni, tim yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sholehudin itu berhasil menyabet 6 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Pertandingan yang berlangsung sejak tanggal 1 s.d 5 Oktober 2007 di Gedung Arafah Leuwiliang Bogor tersebut diikuti oleh seluruh perguruan silat yang ada di Bogor diantaranya: Tapak Suci, Gagak Putih, Merpati Putih, Satria Muda Indonesia, Tapak Suci Cileungsi, dll. Adapun dewan juri berasal dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bogor. Berikut daftar pesilat yang membukukan prestasi dalam kejuaraan ini:

1

Juara Umum Antarperguruan di Bogor

Sudah menjadi tradisi bila kontingen pencak silat Darunnajah Cipining mengukir prestasi dan memperoleh medali. Kali ini giliran kejuaraan antarperguruan yang merasakan keperkasaan perguruan silat Darunnajah Cipining di hadapan mata perguruanperguruan lainnya. Turun pada kelas putra

17

Pengasuhan Santri
Afrizal Eka Rustandi, selain menyabet medali emas di kelas A, juga dinobatkan oleh Dewan Juri sebagai pesilat terbaik setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan nilai mutlak dari babak penyisihan hingga final. Ia juga dinilai sebagai atlet yang memiliki gerakan halus dan indah serta bermain sportif (fair play). Mei 2008 mendatang. Ketertarikan Pemkab Bogor ini karena prestasi yang sudah ditorehkan anak-anak selama ini cukup menggembirakan dan telah sampai pada level nasional bahkan internasional. Para duta yang akan mengikuti popda Jawa Barat nanti harus terlebih dahulu mengikuti seleksi wilayah tingkat I, 23 s.d 29 Nopember 2007 di Cianjur Jawa Barat. Wilayah ini meliputi Kabupaten Bogor, Kotamadya Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kotamadya Sukabumi, Kota Depok, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat). Dalam seleksi ini dari 6 pesilat Darunnajah Cipining yang ikut berlaga, 4 orang memastikan diri maju ke Popda Jawa Barat, setelah berhasil menaklukan lawan-lawannya. Keempat orang tersebut adalah Afrizal Eka Rustandi (kelas A), Djati Kahfi (kelas G), Aan Hasmuni (kelas F), dan Deky Chaerul Fikri (kelas H).

2

Empat Pesilat lolos seleksi wilayah mewakili Bogor di Popda Jawa Barat

Setelah berhasil menjuari even silat antarperguruan, kini giliran Pemkab Bogor mempercayai pesilat-pesilat Darunnajah Cipining untuk mewakili Kabupaten Bogor pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jawa Barat

3

Juara Marawis Putra di Darul Qolam Banten

Untuk yang pertama kalinya grup marawis putra Darunnajah Cipining mencapai prestasi tertinggi yaitu Juara I lomba marawis di Pekan Olah Raga Seni Pondok Pesantren se-Jabotabek dan Banten 2007. Kegiatan dalam rangka memperingati milad ke-40 Pesantren Daar El-Qolam ini berlangsung dari tanggal 6 sampai dengan 15 November 2007. Dengan anggota 12 orang santri di bawah pimpinan vokalis Abdul Rohman Nawi, grup yang baru saja lahir ini mampu mengungguli lawan-lawannya seperti Pesantren Al-Mubarok Rangkas, Al-Bayan Pandeglang, La Tansa, Al-Mizan maupun Darul Rahman Leuwiliang dalam perolehan nilai. Selain Marawis yang berhasil menjadi juara I terdapat beberapa lomba yang diikuti oleh kontingen Darunnajah Cipining berhasil

18

Pengasuhan Santri
4
Cordoba bertandang ke Gontor, Mawar Kampus ke Daar El-Qolam, Simpanse ke Madinatunnajah
Regu

erobati sudah kerinduan Pramuka Darunnajah Cipining selama sepuluh tahun untuk kembali berlaga di Pondok Modern Gontor. Dua regu Penggalang diberangkatkan untuk bertanding antarpesantren cabang dan pesantren alumni Gontor. Selain pengalaman dan pengetahuan tentang kepramukaan, even lomba pramuka penegak dan penggalang ke 20 ini oleh regu Darunnajah Cipining juga dijadikan sebagai kesempatan untuk mengukur kemajuan kepramukaan di tempat lain, dan sebagai bahan evaluasi pembinaan kegiatan pramuka selama ini. Kegiatan yang diikuti oleh 58 pesantren cabang dan alumni seluruh Indonesia ini berlangsung mulai tanggal 18 s.d 22 Nopember 2007, bertempat di Pondok Modern Gontor I Ponorogo Jawa Timur. Mengirimkan Regu Macan Kampus (Penggalang) dan Sangga Cordoba (Penegak), pesantren Darunnajah Cipining berhasil menduduki peringkat ke 11 untuk penegak, setelah berhasil menjadi juara 1 pada lomba Cerpen dan Penzoil oleh Syamsul Bahri Lubis dan Hari Wijaya. Sementara untuk penggalang berada di urutan ke 28 dari pesantren yang ikut berlaga setelah Suhendi berhasil menjadi juara1 pada lomba pembuatan maket bangunan. Sementara itu, berbarengan dengan Miladnya yang ke-40, Pesantren Daar El-Qolam juga menyelenggarakan kegiatan pramuka. Sangga Mawar Kampus yang dikirim pada perhelatan ini berhasil meraih juara ke 3 dari 18 pesantren, setelah berhasil menjadi juara I pada lomba broadcasting, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Maket Bangunan, Parade Iklan dan Lari Bakiak. Sementara itu event lain yang juga sempat diikuti oleh Regu Simpanse adalah Camping dan Outbond Pertama Madinatunnajah, 23 s.d 24 Nopember 2007. Regu yang diketuai oleh Bimo Wahyu Ramdhani ini berhasil menyabet juara ke-3 setelah dalam berbagai cabang lomba menjadi yang terbaik seperti outbond (wide game), memasak, hasta karya, dan baca puisi.

T

5

Santri Aliyah Mengikuti Cerdas Cermat Matematika

Latar belakang Madrasah Aliyah jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, tidak menjadikan gentar 3 orang santri untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat Matematika ke-7 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka adalah Hidayatullah (kelas XII), Nur Rochim (kelas XII) dan M. Arif Hidayatullah (kelas XI), di bawah bimbingan Ustadz Kamilin. Lomba ini terdiri atas 2 tahap. Pada tahapan pertama (seleksi) lomba berbentuk ujian tertulis beregu, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan lisan kepada 4 regu terbaik. Seleksi Kabupaten Bogor diadakan di MAN Parungpanjang. Pada tahap ini Darunnajah Cipining lulus dan berhak mengikuti tahap berikutnya di UIN Jakarta. Sebagai wakil kabupaten Bogor, Darunnajah Cipining berhasil memperoleh peringkat 10 besar dari 20 lembaga peserta. [laporan Nasikun, S.E.]

19

Pengasuhan Santri

Tanggap BENCANA

Juga

SANTRI MESTI

ejak beberapa tahun terakhir ini, kita menyaksikan dan merasakan betapa dahsyatnya amukan alam datang silih berganti, susul menyusul: dari peristiwa gempa bumi dan Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara, gempa bumi di Yogyakarta, banjir, kebakaran, kekeringan, gunung meletus, sampai meluapnya lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo. Semua bencana itu mengancam keselamatan jiwa manusia tanpa membedakan dari mana ia berasal, serta merusak tata lingkungan dan ekosistem. Belajar dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita menjadi mafum betapa banyak korban yang membutuhkan pertolongan dan bantuan, karena dalam keadaan darurat, tenaga medis, aparat, pemerintah, polisi maupun TNI tidak mencukupi guna menanggulangi musibah tersebut. Dalam hal inilah peranan para sukarelawan akan sangat membantu mempercepat dan meringankan evakuasi para koban yang menderita baik secara materi, fisik maupun psikis. Langkah inisiatif yang diambil Darunnajah Cipining untuk membekali santri menjadi sukarelawan yang handal, memiliki gerak cepat, tanggap terhadap bencana mendapatkan sambutan yang cukup hangat dari Direktorat Jenderal Bantuan Sosial

S

20

Pengasuhan Santri

Departemen Sosial dan pesantren-pesantren sekitar serta lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Untuk itu, pada awal Agustus lalu diselenggarakan kegiatan pelatihan Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Para peserta dari Darunnajah Cipining dan beberapa pesantren serta sekolah sekitar, ditatar langsung oleh tim pusat. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 6 s.d 7 Agustus 2007, bertempat di lapangan sepak bola kampus 2. Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Dirjen Bantuan Sosial Korban Bencana Alam, Ketua Yayasan Darunnajah, Pimpinan Pesantren Darunnajah I, II & III, dewan guru, Muspika Kecamatan Cigudeg, serta Anggota tim TAGANA dibawah komando Bapak Agus Karyadi. Acara tersebut dimeriahkan pula dengan simulasi penanganan korban bencana banjir dan kebakaran yang terjadi di danau Darunnajah, yang diperankan oleh peserta pelatihan dan Tim TAGANA dengan menggunakan peralatan kapal karet, jaket pelampung, refling serta tandu untuk mengangkut korban yang tenggelam. Bersama itu pula diberikan penghargaan kepada para guru, administratur dan karyawan teladan oleh Ketua Yayasan Darunnajah. Pelatihan diikuti oleh 343 siswa dari 300 siswa yang direncanakan. Mereka berasal dari Pesantren Darul Muttaqien Bogor (34 siswa), Darunnajah I Jakarta (70 siswa), La Tansa (30 siswa), serta MA Ta'dibul Ummah dan SMAN I Cigudeg yang masing-masing mengirim 10 orang siswa. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk perkemahan alam terbuka yang terbagi dalam dua sesi, yaitu orientasi dan praktikum. Sesi orientasi yang diberikan meliputi: Disorter Management/Manajemen Bencana Alam, Mapping (pemetaan lokasi) Childern Trauma Healing, First Aid (pertolongan pertama) dan orientasi perlengkapan rescue,

sementara sesi praktikum yang diberikan diantaranya adalah: Andrenalin dan Out Bond, Team Building, tanggap darurat bencana, SAR (Search and Rescue), olah fisik (caving/susur gua), selain dua sesi yang diberikan, para peserta juga dibagi dalam 7 kelompok/tim penanggulangan bencana, diantaranya: tim medis, komunikasi, transportasi, logistik, shalter, TRC, dan tim dapur umum yang merupakan posko-posko yang harus ada dalam penanggulangan bencana alam. Adapun tujuan dari kegiatan ini yang paling utama adalah membekali santri dengan pengetahuan tanggap bencana, santri terlibat langsung dalam memberikan bantuan terhadap korban bencana dalam bentuk penyelamatan, pertolongan pertama sampai pada distribusi logistik serta menjadi rekanan Departemen Sosial di tingkat pusat atau daerah untuk gerak dan reaksi cepat, tanggap bencana. Sementara itu ketua pelaksana kegiatan ini Ustadz Saiful Hadi Scada, S.Pd.I saat ditemui WARDAN menjelaskan tentang berlangsungnya kegiatan ini yang menurutnya secara umum kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, bahkan dari pengalaman penyelenggaraan ini beliau berharap pelatihan santri tanggap bencana bisa dilaksanakan kembali di Darunnajah Cipining dengan waktu, jumlah peserta lebih banyak dengan bertarapkan kegiatan level Nasional [Laporan Nasikun, S.E.]

21

Pengasuhan Santri

PORSEKA

AJANG PENAMPILAN Perdana

XX

DRUMBAND PUTRI

ada minggu perdana setiap awal tahun pelajaran biasanya para santri tidak belajar di kelas, melainkan mempersiapkan diri untuk kegiatan pekan perkenalan (Khutbatul Arsy), yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai macam kegiatan pesantren, khususnya bagi santri baru. Salah satu agendanya adalah pekan olahraga seni dan pramuka (PORSEKA), yang pada tahun ini telah sampai pada Porseka ke-20. Kegiatan ini berlangsung mulai 26 Juli s.d 2 Agustus 2007. Mengusung tema “Together to be Better”, para santri terlihat ramai dan sibuk mempersiapkan berbagai macam hal yang akan ditunjukkan pada upacara pembukaan. Sebagian santri tampak berlatih menjadi petugas upacara, sedangkan sebagian yang lainnya mempersiapkan alat-alat serta fasilitas, dengan bantuan dewan guru. Semua ikut serta, tidak ada yang berpangku tangan. Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penyulutan obor Porseka oleh Pimpinan Pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc, yang didahului dengan pekikan takbir oleh para peserta upacara. Upacara kali ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ditandai dengan kaos seragam yang dikenakan seluruh

P

peserta upacara, dan drumband putri yang untuk kali pertamanya tampil di hadapan umum dengan formasi dan lagu yang sedang hit saat ini. Dalam sambutannya Pimpinan Pesantren berpesan agar para santri tidak ada yang diam: semua harus berperan aktif dalam kegiatan ini, semua harus jadi pemain (bukan penonton), karena porseka ini untuk semua santri. Sudah dua tahun terakhir ini sistem pertandingan dan lomba porseka tidak lagi mempertemukan pertandingan antar kelas melainkan antar klub yang komposisi anggotanya berasal dari santri kelas I sampai dengan kelas VI TMI, dengan nama klub yang sesuai dengan kesepakatan bersama. Langkah ini diambil agar tidak terjadi dominasi juara oleh anak-anak tingkat Aliyah saja.

22

Pengasuhan Santri
Cabang olahraga yang dipertandingkan pada porseka kali ini diantaranya: sepakbola, bola voli, badminton, tenis meja, sepak takraw, futsal, serta atletik. Sementara pada cabang seni yang dipertandingkan meliputi pidato 3 bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris), tilawatul Qur'an (MTQ), hafalan surah Yaasin, membaca berita, nasyid, drama, language game, dan lain-lain pada perlombaan putra. Sementara perlombaan untuk putri selain lomba-lomba yang ada di putra terdapat lomba tata rias pengantin, dekorasi serta memasak dengan melibatkan ustadz dan uztadzah sebagai dewan juri. Dari kegiatan ini para santri selain mempunyai sarana untuk menggali dan mengembagan potensi diri, mereka dapat memperoleh hiburan yang bermanfaat besar. Kegiatan ini juga merupakan wadah penjaringan bakat dan potensi santri yang dapat dipegunakan bertanding pada level regional maupun nasional. Perlombaan bidang olahraga dan seni berlangsung selama 4 hari. Sementara 3 hari berikutnya digunakan untuk kegiatan Jambore dan Raimuna (Jamrana) dengan mengambil tempat di lapangan kampus II untuk pramuka putra, dan lapangan parkir kampus I untuk putri. Selain memperlombakan berbagai jenis permainan, para peserta penggalang melakukan kegiatan bakti sosial berupa kebersihan. Adapun penegak, sebagian mereka mengikuti kegiatan kesakaan, dan sebagian lagi bertindak sebagai sangga kerja. Di penghujung kegiatan Jamrana, wide game menjadi agenda puncak. Para peserta mengelilingi alam sekitar pesantren dengan berjalan kaki sekitar 10 km, sebagai wahana rekreasi dan tadabur alam. Rangkaian kegiatan Porseka ditutup pada tanggal 2 Agustus 2007, sore hari, sekaligus pembagian hadiah untuk klub-klub yang memperoleh juara selama pelaksanaan lomba olahraga, seni dan pramuka. Upacara penutupan dihadiri oleh Pimpinan Pesantren, Kepala Biro Pengasuhan, Majelis Pembimbing Harian Pramuka, Ketua Porseka Ke-20 dan dewan guru. [Laporan Nasikun, S.E.]

HARI PRAMUKA SEMARAK DENGAN LOMBA
Empat belas Agustus. Tanggal dan bulan tersebut sudah sangat melekat sekali di hati para santri terutama para aktivis pramuka sejati. Ialah peringatan hari pramuka. Kali ini dalam rangka memperingatinya para aktivis pramuka putri TMI (MTs. & MA nonasrama) Darunnajah Cipining mengisinya dengan aneka lomba di obyek wisata Gua Gudawang. Dengan dikomandani oleh Kak Nur Eka Riani (Ka Koordinator Gudep 03 002), seluruh pramuka penggalang dan penegak putri bergegas menuju lokasi kegiatan, diawali long march sejauh

1500 m. Para andika bersemangat menyuarakan yel-yel kebanggaan mereka di sepanjang jalan. Sesampainya di lokasi, para santri menggelar upacara peringatan hari pramuka, dilanjutkan dengan acara lomba untuk saling adu kebolehan dan kemahiran masing-masing regu dan sangga. Adapun lomba-lomba yang diselenggarakan ialah cerdas cermat, LKBB, cari uang dalam terigu, variasi barisan, yel-yel, dan lainnya. Tak hanya sampai di situ kemeriahan acara. Ketika pengumuman pemenang lomba dibacakan, suasana semakin meriah manakala yel-yel keluar dari regu dan sangga pemenang, bagaikan penonton sepakbola yang gembira menyaksikan tim favoritnya menang. Acara kemudian diakhiri dengan upacara penutupan sekaligus do'a bersama. Kegiatan ini bukan sekadar untuk bersenangsenang, tapi juga sebagai titik tolak guna menumbuhkan semangat demi kemajuan pramuka di Darunnajah Cipining, khususnya pramuka TMI nonasrama di kemudian hari. Di samping itu juga untuk mengenang para perintis terdahulu dan sebagai rasa syukur kita ke hadirat Ilahi Rabbi. [Laporan Muhrizal S]

23

Pengasuhan Santri

Peringatan HUT RI Belepotan, tapi Meriah

i tempat mana yang tidak ramai saat merayakan HUT RI setiap tahunnya. Darunnajah, juga terlihat meriah saat memperingati HUT RI yang ke-62 ini. Puncak keramaian terjadi ketika para santri mengadakan lomba panjat pinang antarkamar di lapangan depan masjid Jami' Darunnajah. Berbagai usaha dan strategi dilakukan para peserta lomba untuk mencoba meraih puncak pinang yang sudah tersedia dengan berbagai bingkisan.. Namun apa daya, pinang yang diluluri minyak dan oli itu terlalu licin untuk dipanjat. Walhasil, kerja sama yang sudah susah payah mereka bangun, terpaksa harus roboh kembali. Mereka terjatuh, badan merekapun belepotan begitu rupa. Kesempatan pertama tidak berhasil, mereka kemudian mengulangi pada kesempatan selanjutnya. Meski sulit dan penuh risiko, mereka pantang putus asa. Sesulit apapun tantangan, kalau bersatu dan bekerja sama, mereka yakin akan mendapat apa yang diinginkan. Begitulah tekad yang sudah diwariskan para pahlawan kepada generasi saat ini dalam meraih kemerdekaan dari tangan penjajah. Semangat itu, kini digambarkan oleh para anak bangsa dalam perlombaan panjat pinang. Lomba yang menyedot banyak simpati penonton itu, akhirnya dimenangkan oleh kamar Al-Masyhur (kamar anak asuh).[Laporan Nasikun, S.E.]

D

24

Pengasuhan Santri
Santri Kelas 2 MTs./TMI ber-Weekend ke Cipanas
Weekend bagi kebanyakan orang adalah hari yang dinanti-nanti. Di kalangan santri weekend juga sudah sedemikian ngetrend. Berkenaan dengan kebijakan pesantren yang memulai hari belajar adalah Sabtu, maka Jum'at menjadi weekend day. Hari Jum'at, 7 September 2007, bagi santri kelas 2 MTs merupakan hari yang cukup istimewa. Pasalnya, pada hari itu, mereka dapat melaksanakan rekreasi ke objek wisata pemandian air panas Cipanas Lebak Banten. Jam 07.00 WIB, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, mereka menyewa 2 mobil angkutan kota. Setelah menempuh waktu + 2 jam, mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pun mulai berendam, bermain dan mandi dalam keadaan riang gembira. Dalam kesempatan itu, wali kelas yang turut bersama mereka, mengaku sangat senang melihat anak didiknya dapat melewatkan hari itu dengan kegembiraan. Dan pada sore harinya, merekapun kembali ke pesantren.[Laporan M. Musta’in, S.E.] sementara waktu kegiatan ekstrakurikuler santri dihentikan, demi memaksimalkan santri dalam belajar. Dalam rangka penutupan kegiatan ini para pengurus OSDC Putri pun menggelar bazaar pada Kamis malam, 22 November 2007. Produk yang digelar cukup variatif, sebagian besarnya adalah hasil karya para pengurus, berupa aneka jajanan yang cocok di lidah dan enteng di kantong, seperti: es teh, es susu, pop ice, pisang coklat, aneka gorengan, gado-gado, bubur sumsum, bakso, dan pempek, serta asinan sayur. Respon para santri sangat positif. Para penguruspun dibuat kewalahan dengan membanjirnya pesanan. Para ustadz dan ustadzah juga tidak melewatkan momen yang jarang terjadi ini dengan ikut berbaur berburu makanan favorit. Selain itu, dalam bazaar tersebut diadakan juga kursus memasak langsung yang dipandu oleh Ustadzah Musyarofah dan Ibu Yuli (orangtua santri) yang selama ini memberikan bimbingan dan kursus tata boga kepada santri. Dalam bazaar itu juga dipamerkan bukubuku terbaru yang edukatif serta asesoris Islami. [Laporan Ella Khulashoh, S.Sos.]

Cigamea, Curug Para Khuffadz
Para santri program Tahfidzul Qur'an pada hari Jumat, 2 November 2007, mengadakan kegiatan halalbihalal yang bertempat di Desa Puraseda Bogor. Untuk menambah keakraban dan menjalin ukhuwwah, acara dilanjutkan dengan berwisata ke Curug Cigamea yang terletak + 25 KM dari pesantren. Mendapati tempat yang luar biasa, mereka mengabadikannya dengan berpose bersama di depan kamera. Acara selanjutnya adalah mandi. Di tempat itu juga tersedia pemandian air panas. Setelah itu mereka kembali ke pesantren dalam keadaan fresh and fun.[Laporan M. Musta’in, S.E.]

Melatih Kecakapan Berbahasa dengan Public Speaking
Pada hari Ahad, 28 Oktober 2007 para guru Darunnajah Cipining, karyawan dan administratur beserta keluarga mereka berangkat mengikuti acara Halalbihalal Yayasan di Darunnajah I Jakarta. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar pada hari itu diliburkan, dan diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Para santri putri menyelenggarakan kegiatan Muhadhoroh Kubro, dibimbing oleh Ustadzah Masfufah dan Ustadzah Nurmah Jayanti, diikuti oleh santri kelas I s.d IV TMI Asrama dan Nonasrama. Berrtindak selaku panitia adalah pengurus OSDC Pi dan OSIDC. Para santri berlomba kemahiran berpidato antarkelas dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan lantunan nasyid. [Laporan Ella Khulashoh, S.Sos.I]

Gelar Kreativitas dan Raup Rezeki dalam Bazaar Santriwati

Menjelang ujian semester gasal, untuk

25

Pengasuhan Santri
Santri Jurnalis, Mengapa Tidak?
Dunia tulis menulis tidak hanya milik mereka yang berprofesi sebagai pemburu berita, ataupun mereka yang berkerja di media. Siapapun bisa berkecimpung dalam jurnalistik, tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan, agama maupun budaya. Bahkan, dewasa ini jurnalistik sudah digandrungi oleh remaja, terutama santri. Di bawah bimbingan Ustadz M. Mustain Billah, SE, para santri putri Darunnajah Cipining membentuk sebuah wadah untuk penyaluran bakat dan minat di bidang tulis menulis, yang diberi nama WARNA (Wahana Aktualisasi Remaja Santri Aktif). Untuk itu, agar semakin terarah dan bertambah wawasan para santri di bidang jurnalistik, pengurus Organisasi Santri Putri Darunnajah Cipining (OSDC Pi) mengadakan pelatihan jurnalistik sehari, pada hari Jum'at, 16 November 2007. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Mauidhatul Hasanah, alumnus MTs Darunnajah Cipining tahun 1999. Ia adalah juga kakak Khozinatul Hikmah (Kelas V TMI). Peserta yang terdiri dari santri kelas I s.d IV TMI itu tampak begitu tenang mendengarkan satu persatu penjelasan materi yang disampaikan. Lalu pada saat sesi tanya jawab dibuka, narasumber lumayan kerepotan dengan berbagai pertanyaan seputar dunia tulis menulis, baik itu tentang cerpen, novel dan karya-karya ilmiah. Dan yang membuat siswa semakin antusias adalah materi yang disampaikan sangat mudah dipahami. [Laporan Ella Khulashoh, S.Sos.I]

Panggung Gembira Semester I

Panggung gembira selalu menjadi hal yang sangat dinantikan oleh santri, juga saat yang mendebarkan karena pada saat itu pemenang berbagai perlombaan diumumkan. Kegiatan yang diselenggarakan pada akhir November yang lalu ini adalah untuk menutup s e m e n t a r a k e g i a t a n e k s t r a k u r i k u l e r, menghadapi ujian semester gasal. Kegiatan dilaksanakan di lapangan badminton, pada tanggal 22 November 2007, pukul 20.00 WIB s.d selesai. Acara tersebut dibuka dengan penampilan grup qasidah, dan dilanjutkan dengan vocal group, lenong, drama, nasyid dan fashion show yang merupakan acara primadona malam itu. Kesan unik, estetik dan nyentrik sangat terasa dalam fashion show tersebut. Para peserta dituntut untuk membuat busana kreasi sendiri dengan bahan dari kain sarung dan kain kerudung. Hasilnya, tidak tampak bahwa busana yang digunakan dari kain sederhana, karena umumnya peserta terlihat bak putri yang anggun. Di akhir acara, panitia mengumumkan jawara-jawara lomba, sebagai berikut :
Ÿ Ÿ Ÿ Ÿ

Ÿ

Ÿ Ÿ

: Lulu Rahmatul Asiah : Gita Marsela : Lutfia Tanty : Dayu Hari Mulyati Nasyid :K e l o m p o k Muhadhoroh IV Tak Tik Muf : Kamar 30 dan 35 C e r d a s Cermat :Kamar 30 dan 35 Pesona Nahwu Shorof : Kamar 30 dan 35 Drama Dua Bahasa : Kamar 24 dan 27 Broadcasting : Nadia Sofia Karamy

Pidato B. Indonesia Pidato B. Inggris Pidato B. Arab Puisi

Ÿ

Ÿ

Ÿ

Semoga dengan kemeriahan panggung

26

Pengasuhan Santri

KMD
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar

Dengan

Kembangkan

LIFE SKILL

Bidang KEPRAMUKAAN
pelaksanaan kursus, bumi perkemahan (buper) didesain layaknya sebuah desa dengan nama Desa Makmur Jaya. Desa ini memiliki 2 kelurahan, yaitu Kelurahan I (putra), dengan Bimo Wahyu untuk lurahnya, terdiri atas 7 RT; dan Kelurahan II (putrid), dengan Sarah Syaepiana sebagai lurahnya, terdiri atas 6 RT. Sesi-sesi kursus dilaksanakan dalam bentuk tutorial secara variatif dengan banyak trik mengajarkan pramuka oleh para pelatih, baik indoor maupun outdoor. Hal ini membuat peserta KMD menjadi lebih fun dan antusias. Materi kursus meliputi sejarah kepramukaan, tata cara upacara siaga, penggalang dan penegak, serta tentang kepramukaan lainnya. Di akhir kursus, panitia menetapkan peserta-peserta terbaik sebagai The Best Ten. Mereka adalah:
Putra 1. M. Nurmukhsin 2. Cahyono 3. Nazmuddin 4. Johan Fauzi 5. A. Abda Zaronja 6. Dede Maryadi 7. Bimo Wahyu 8. Kamal 9. Rahmat Hidayat 10. M. Yusuf Fadhillah Putri 1. Syarah Syaepiana 2. Asthma Munadiyah 3. Nur Ekariani 4. Khoirul Inayah 5. Khozinatul Hikmah 6. Eva Fauziyah 7. Laelatus Salamah 8. Ervina Rusliani 9. Selvi Andayani 10. Arina Septiana

ra persaingan global yang ketat memaksa individu dan organisasi untuk tetap fokus terhadap peningkatan SDM-nya. Karenanya, kesempatan ini dilirik banyak pihak untuk melakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan dengan berbagai model pelatihan, seperti: pelatihan life skills, Training of Trainers (TOT), dan model motivation training lainnya. Darunnajah Cipining adalah lembaga pendidikan yang memiliki responsibilitas dalam peningkatan SDM, tidak saja pada level tenaga pengajar, tapi juga pada peserta didik (santri). Hal ini dilatarbelakangi, bahwa santri senior (tingkat Aliyah) sudah mendapatkan amanat sebagai pengurus organisasi, salah satunya adalah bidang kepramukaan. Melalui kepramukaan ini, Darunnajah Cipining mengembangkan berbagai kecakapan santri. Santri senior mendapatkan tugas sebagai pembina dan pemandu kegiatan kepramukaan pada latihan mingguan secara bergiliran di bawah bimbingan Mabikori, Kak Syaeful Hadi Scada, S.Pd.I., M.T. Untuk menunjang kemampuan santri senior dalam membina pramuka, Darunnajah Cipining setiap tahunnya mengadakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang dilaksanakan pada liburan kenaikan kelas. KMD tahun ini dilaksanakan tanggal 18 s.d. 23 Juli 2007 di bumi perkemahan kampus 2 Darunnajah Cipining. Pelaksanaan KMD kali ini terasa agak berbeda, dengan bergabungnya peserta dari pesantren Ummul Quro Leuwiliang. Keseluruhan peserta berjumlah 107: 50 peserta putra dan 57 peserta putri. Adapun pelatih sebanyak 17 orang: 11 pelatih putri, 6 pelatih putra dari Lemdikacab Kabupaten Bogor. Guna memudahkan proses

E

[Laporan M. Musta’in , S.E.]

27

Pengasuhan Santri

Pergantian Pengurus

ORGANISASI SANTRI
Wadah Pendidikan Pemimpin Yang Tangguh Dan Bertanggung Jawab
empersiapkan pemimpinpemimpin muslim yang luas pengetahuannya agamanya dan memiliki keterampilan merupakan salah satu dari misi/tujuan didirikannya pesantren Darunnajah Cipining. Para santri saat ini dididik dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di masa mendatang yang cerdas dalam memecahkan berbagai macam persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini (dan terlebih lagi di masa mendatang) adalah pemimpin-pemimpin luas ilmu pengetahuannya dan terampil, dengan tingkat ketakwaan serta kualitas keimanan yang tinggi. Menjadi pengurus organisasi santri dan kepramukaan adalah keniscayaan bagi santri senior TMI Darunnajah Cipining (kelas V dan VI). Secara bergantian tongkat kepemimpinan tersebut setiap tahunnya diserahterimakan dari generasi ke generasi berikutnya. Kepengurusan organisasi tersebut terpisah antara santri asrama serta nonasrama, putra dan putri. Rangkaian kegiatan pergantian pengurus tahun ini diawali dengan penjaringan bakal calon ketua organisasi dan pramuka. Acara ini dilangsungkan pada tanggal 18 Nopember 2007, dihadiri oleh pengurus lama dan dewan pembimbing dari jajaran biro pengasuhan santri. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi bakal calon ketua melalui tulisan, poster dan pengumuman. Tahap berikutnya adalah pemilihan calon ketua

II
organisasi santri dan pramuka oleh seluruh santri dan dewan guru TMI. Pada acara pemilihan calon ketua yang berlangsung di gedung pertemuan Darunnajah Cipining pada tanggal 23 Nopember 2007, para calon ketua ditantang untuk menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan para hadirin, sekaligus menjawab pertanyaan hadirin, termasuk dewan guru. Bertindak sebagai moderator dalam acara ini adalah Ustadz Syarqi. Setelah terpilih ketua dan wakil ketua, program berikutnya adalah laporan umum pertanggungjawaban oleh pengurus lama di hadapan para calon pengurus baru dan seluruh santri tentang kinerja dan pelaksanaan program-program kerja selama setahun. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2007 s.d 2 Januari 2008. Adapun pelantikan dan serahterima jabatan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Januari 2008. Untuk membekali pengurus baru tentang keorganisasian dan kepemimpinan maka pada tanggal 5 dan 6 Januari 2008 diadakan pelatihan dasar kepemimpinan (LDK). Rangkaian kegiatan pergantian pengurus kemudian diakhiri dengan musyawarah kerja untuk membahas program kerja selama satu tahun ke depan bagi tiap-tiap bagian, dengan didampingi oleh guru pembimbing dan jajaran biro pengasuhan santri. Berikut susunan kepengurusan masa bhakti 2008-2009:

M

28

Pengasuhan Santri
Struktur Organisasi Santri Darunnajah Cipining Masa Bhakti 2008/2009
OSDC (Organisasi Santri Darunajah Cipining) Putra Asrama
Ketua Abdul Rohman Nawi Bekasi Jayadi Bogor Sekretaris Shawaludin Bekasi Angga M. Latif A. Tangerang Bendahara Aan Hasmuni Abdillah Tangerang Bag. Keamanan Sadam Husein Jambi M. Romadon Lampung Arizki Insan Pratama Bogor Fikri Fadilah Faris Bogor Bag. Bahasa & Dwimar Nurwato Jakarta Timur Penerangan Nur Muhsin Tangerang Helmi Firdaus Bogor Fajar Sepdiantoro Jakarta Yudi Taqiyudin Bogor Bag.Pengajaran Bimo Wahyu R. Depok Nurhadi Jakarta Barat Samsul Lubis Medan Bag. Peribadatan Abiyudin Bogor M. Asep Tangerang Diya Fakhrurrozi Labib Bekasi Fahmi Amrillah Tegal A. Fauzi Jakarta Bag. Kesehatan Rian Febri Tangerang Afrizal Eka Rustandi Tangerang Decky Chaerul Firizki Bekasi Bag. Olahraga M. Riza Akbar Tengerang Ade Tri Hermawan Bogor Zaa Hasbi Paria Bekasi Bag Perustakaan M. Arif Hidayatullah Sumatra Filliansyah Tegal Bag. Penerimaan Tamu Taopiq Anwar Garut Fahmi Arifudin Semarang Bag. Kesenian & Keterampilan Muh Merdeka Tangerang M. Adi Menggala Tangerang Bag. Kesejahteraan M. Syafii Tangerang Anwar Maulana Bogor Bag. Keamanan: Khozinatul Hikmah Bekasi Omayanti Bogor Nia Fuji Astuti Bogor Bag. Bahasa: Nur Fitri Serang Arina Septiana Bogor Rossi Afriani Solihat Bekasi Aepri Liwidiani Bekasi Bag. Pengajaran: Susi Suryanti Jakarta Selvi Andayani Bekasi Ririn Septiani Jawa Tengah Bag. Peribadatan: Tiharoh Jakarta Nurhayati Lampung Muntafsiroh Jawa Tengah Bag. Kesehatan: Novitasari Lampung Iis Apriyanti Bogor Aprianti Bogor Bag. Olahraga: Khoirul Inayah Kalimantan Eri Azzahro Bekasi Saria Ulfah Bekasi Bag. Perpustakaan: Lailatussalamah Bekasi Yayu Widiarti Bogor Fatmawati Rahmayati Serang Bag. Penerimaan Tamu: Endang Sri Andani Lampung Halimatussa'diyah Tangerang Bag. Kesejahteraan: Nadwa Arifah Jakarta Selatan Aizah Jawa Tengah

OSDC (Organisasi Santri Darunajah Cipining) Putri Asrama
Ketua: Eva Fauziah Bogor Ervina Selly Rusliani Serang Sekretaris: Yunita Komalasari Jakarta Barat Bendahara: Siti Komariah Bekasi

siap MEMIMPIN

& siap Dipimpin
29

Pengasuhan Santri
OSADC (Organisasi Siswa Darunajah Cipining) Putra Non Asrama
Ketua: Najmudin Saputra Cipining Salviana Sinengah Sekretaris: Subadri Kalong Sari Tafiyudin Cipining Bendahara: Komarudin Citatah Nurul Falah Cipining Bag. Keamanan: Darussalam Cipining Maftour Santosa Purwokerto Haki Nazili Rengganis Asep Maulana Nanggung Bag. Bahasa: Rifki Sanusi Citatah Bahrul Ulum Lebakwangi Aryadi Cimapag Bag. Pengajaran: M. Rafsanjani Kadaung Nandang Munandar Cibungur M. Zainudin Akbar Leuwi Ceuri Bag. Keagamaan: Rafiqul Umat Lebakwangi Aep Saefullah Cimapag Madyani Lebakwangi Bag. Olahraga: Abdul Rahman Cipining Lutfian Wahdiansyah Cipining RoJa Abunaji Cipining Miptahudin Cipining Abdul Aziz Sinengah Farid Abdurrahman Cipining Bag. Kesenian: M.Taufik Hidayat Nanggung Lutfian Wahdiansyah Lebakwangi Aripin Cipining

OSIDC (Organisasi Siswi Darunajah Cipining) Putri Non Asrama
Ketua: Nunur Nuryanah Cipining Rohmatunnisa Kadaung Sekretaris: Milla Rohila Bolang Ririn Amrina Kadaung Bendahara: Mia Mualifatunnisa Kadaung Atun Alawiyah Sinengah Bag. Keamanan: Nur Wahdatunnisa Lebakwangi Mulyati Lebakwangi Siti Solihat Nanggung Ule Suherman Nanggung Bag. Bahasa: Erni Haryani Leuwiliang Euis Ludiawati Nanggung Nenden Legok Neneng Unayah Cibungur Bag. Pengajaran: Mariasari Nanggung Hayaturrahmah Kadaung Ine Ratna Saomi Kadaung Maryeni Cibungur Bag. Peribadatan: Dini Khoiriani Cimapag Reni Komalasari Banar Mia Armianti Nanggung Eka Rostianti Cimapag Lusi Widya Putri Cipining Suhaemi Cipining Bag. O-K3: Eva Maria Ulpfah Kalongsari Irmawati Lebakwangi Lilis Damayanti Lebakwangi Nuroniah Leuwiceuri Asri Budiati Cipining

I
Patah
Tumbuh Hilang

Motto: Mati Satu Tumbuh Seribu

Berganti

II

Sebelum Patah Sudah Tumbuh Sebelum Hilang Sudah Berganti
30

Pengasuhan Santri
ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 03.001/03.002 Pondok Pesantren Darunnajah Cipining
PRAMUKA ASRAMA PUTRA Ka. Koordinator: M. Yusuf Fadhilah Jakarta Utara Farhan Maulana Depok Ankuset: Fajar Nurrahman Depok Ankuang: Agustiawan Bekasi Ankulat: Djati Kahfi Tangerang Cahyono Bengkulu Nopan Maulana Bogor Hari Wijaya Bogor Ankusani: Suhendi Bekasi Ankuperkap: Ahmad Noor Tangerang Maulana Yusuf R. Jakarta PRAMUKA ASRAMA PUTRI Ka. Koordinator: Sarah Syaepiana Tangerang Isnaeni Mahmuda NTT Ankuset: Diana Novika Lampung Ankuang: Dewi Nurasiah Bekasi Ankulat: Asma Munadiyah Serang Dewi Octaviani Lampung Ankusani: Suparti Bekasi Nihayatul Hasanah Tangerang Ankuperkap: Yulistia Rahmawati Bogor Sinta Nurlita Bekasi Sri Dewiyanti Bogor Ka. Koordinator : Teti Maryati Nanggung Baedah Cipining Ankuset: Wita Fujiawati Cikalong Neng Yanti Kadaung Ankuang: Yulianah Ulfah Cimapag Khoerunnisa Cipining Ankulat: Yayan Husnayani Kadaung Murniasih Cipining Tri Astuti Anjani Nanggung Devi Kartika Gunung Picung Ankusani: Sri Parwati Citatah Rohaeni Leuwiseuri Ucu Musyarofah Cipining Siti Fatmawati Lebakwangi Ankuperkap: Iim Rengganis Widiawati Cipining Siti Pauziah Cikalong Oktavia Sulisa Lebakwangi Ankuang: Ali Ghufron Jawa Tengah Aripin Cipining Ankulat: Sapin Cipining Awan Maulana Cipining M. Fadilah Cibungur M. Aminudin Lebakwangi Ankusani: Iwin Sumantri Jagabaya Andriana Cibungur Ankuperkap: Agus Setiawan Cipining Mumuh Muhtadin Nanggung Rizki Maulana Lebakwangi PRAMUKA NON ASRAMA PUTRI PRAMUKA NON ASRAMA PUTRA Ka. Koordinator: Beni Suhendra Ciawi Muhayar Lubis Cibungur Ankuset: Prihatin Cibungur Sirojudin Cipining

31

Pengasuhan Santri

OSTAQ (Organisasi Santri Tahfidzul Qur'an) Putra Asrama
Ketua Sekretaris Bendahara Bag. Keamanan Dede Wahyu Hidayat Bekasi M. Mahfud Bogor Fahmi Arifudin Nazar Semarang Ahmad Abda Zaronja Tangerang Sugianto M. Hamka Anwar Maulana M. Hasan Umar Andi Sulaiman Hari Wijyaya Dede Maryadi Rusmayunavi Budiman Siregar Yudi Taqiyudin Rizki Fahrudin Cahyono Samsul Bahri Lubis Bekasi Jakarta Selatan Bogor Jakarta Selatan Bogor Bogor Tangerang Bogor Riau Bogor Bogor Bengkulu Medan Bekasi Kalimantan Bekasi Jakarta Bekasi Jakarta Selatan Garut Ketua

OSTAQ (Organisasi Santri Tahfidzul Qur'an) Putri Asrama
Khozinatul Hikmah Ririn Septiani Selvi Andayani Muntafsiroh Sarah Syaepiana Suparti Nur Fitri Aizah Bekasi Semarang Bekasi Semarang Tangerang Bekasi Serang Semarang

Sekretaris Bendahara Bag. Ibadah

Bag. Prestasi & Kegiatan

Bag. Kegiatan Laikatussalamah Bekasi Omayanti Bogor Khoirul Inayah Kalimantan Fatmawati Serang

Bag. Bahasa & Penerangan

Bag.Pengajaran

Bag. Peribadatan M. Bayu Fahrul Hamam Abdul Aziz Mubarok Sofian Hadi Bag. Kesehatan Qori Amrullah Nasirudin Fadhilah Taufik Anwar

[Laporan Nasikun, S.E.]

Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan Hikmah dan nasihat yang baik, dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik

۳2

SUASANA
HALAL BIHALAL
etelah pada tahun 1427 H dilaksanakan di pesantren Darunnajah 2 Cipining, tahun 1428 ini Halal bihalal Yayasan Darunnajah diselenggarakan di pesantren Darunnajah 1 Jakarta, pada tanggal 28 Oktober 2007. Acara ini dihadiri oleh lebih kurang 800 orang guru, administratur, dan karyawan pesantren serta lembaga di bawah naungan Yayasan Darunnajah serta keluarga mereka. Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Hal ini tampak pada saat bertemu antara satu dengan yang lainnya mereka berjabat tangan dan saling melempar senyum, baik antara sesama guru, pendiri maupun pimpinan pesantren dan pengurus Yayasan. Kegiatan semacam ini merupakan wahana untuk selalu menjalin silaturrahmi, saling memaafkan, beramah tamah, tukar pengalaman, dan informasi antara warga satu pesantren dengan pesantren lainnya. Rombongan dua bus yang datang dari Darunnajah Cipining dipimpin K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Beliau ikut naik bus bersamasama para guru dan keluarga mereka yang berjumlah sekitar 120 orang, dengan seragam baju krem dan celana hitam. Rombongan bertolak dari Darunnajah 2 Cipining pukul 07.00 WIB. Setibanya di Ulujami pukul 09.30 WIB rombongan disambut oleh beberapa guru Darunnajah 1, dan juga oleh guru Darunnajah 3 Serang yang telah tiba terlebih dahulu. Acara dipandu oleh Ustadz Bunazar

S

di Yayasan Darunnajah
Usman (alumnus Darunnajah Cipining) dan Usatadz Arif. Selain dihadiri oleh pendiri dan pimpinan pesantren, turut hadir pula Bapak Drs H.M. Habib Chirzin (anggota Dewan Nadzir), dan ketua Kopertais DKI Jakarta. Dalam sambutannya ketua umum Yayasan Darunnajah Ustadz H. Saefuddin Arief, S.H., M.H. menyampaikan rasa syukurnya atas kemajuan yang telah dicapai oleh pesantren-pesantren di bawah naungan Yayasan Darunnajah selama ini, terutama dari segi kesejahteraan gurunya. Beliau berkata, “Kalau dulu untuk menggaji guru saya harus menjual truk, tetapi saat ini tidak perlu itu semua. Keuangan pesantren lebih stabil, bahkan mampu memberikan tunjangan hari raya”. Sedangkan pada acara tausiyah bertindak sebagai penceramah adalah ustadz Drs H. Romli Jawahir, Lc. Beliau banyak menyinggung tentang urgensi dan hikmah m e m p e r b a n y a k s i l a t u r r a h m i . Tu r u t memeriahkan acara ini grup rebana santri Darunnajah Jakarta yang akan tampil pada Pospenas mewakili DKI di kota Samarinda. Selesai acara pembacaan do'a, seluruh hadirin berjabat tangan melingkar, dilanjutkan dengan makan bersama, sambil menunggu pengumuman doorprize.Seusai pertemuan rombongan Darunnajah Cipining tidak langsung pulang, melainkan menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk berekreasi. Rombongan tiba kembali dengan selamat di Cipining pada pukul 21.00 WIB. [Laporan Nasikun, S.E.]

Santunan Sosial
Sikap Peduli Kelas Niha'i di Bulan nan Suci

abtu, 10 Ramadhan 1428 H bertepatan dengan 22 September 2007 merupakan hari bersejarah bagi segenap santri Niha'i (kelas VI TMI). Saat itu mereka didampingi Ustadz Syarqi Ali bekerja sama dengan Biro Dakwah dan Humas Pesantren menyelenggarakan kegiatan “Ifthar Jama'i dan Santunan Sosial”. Dalam kegiatan ini terkandung unsur memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa serta menyantuni anak yatim dan dhuafa. Tak ayal lagi kegiatan ini adalah moment yang tepat untuk menuai pahala di bulan suci Ramadhan. Sore itu suasana lapangan basket di depan masjid jami' terasa begitu semarak. Di sana sudah dipasang beberapa tenda. Di bagian depan juga sudah terpasang sebuah panggung berikut aksesoris dan dekorasinya. Grup Qasidah Putri kelas Niha'i tampil menyambut para tamu yang telah hadir dengan melantunkan shalawat Ahlan Wa Sahlan Ramadhan, disusul oleh Grup Marawis Putra

S

dengan lantunan lagu-lagu khas padang pasir yang memanjakan telinga para hadirin. Acara ini dihadiri oleh seluruh dewan guru, santri, dan karyawan pesantren. Waktu semakin sore, dan MC pun membuka acara. Bertindak selaku MC adalah Ahmad Haryadi dan Raden Rino (keduanya santri kelas Niha'i). Kemudian ayat-ayat suci Al Quran dilantunkan secara duet oleh Asnawi dan Khusnul Mubarok (kelas Niha'i). Para tamu yang hadir tampak khusyu' menyimak. Tampak hadir beberapa pengurus Yayasan Darunnajah Jakarta, Komandan Koramil Cigudeg, Babinsa Desa Argapura, Kapolsek Cigudeg, serta para tokoh Masyarakat dari Kampung Cipining, Lebak Wangi, dan Tipar. Terhitung warga pesantren dan seluruh tamu yang hadir berjumlah 1062 orang. Laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Hijrah Syaputra, dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Pesantren. Acara berikutnya adalah pemberian santunan secara simbolis oleh Pimpinan Pesantren kepada anak yatim dan kurang mampu sekaligus perfotoan. Turut memberikan santunan pula saat

itu, para tamu undangan dari Yayasan Darunnajah Jakarta, Ustadz Drs. H. Musthofa Hadi Chirzin (Pimpinan Pesantren Al-Mansur Serang), Ustadz Drs. H. Saefullah Kamalie, Lc., M.Hum. (Dosen STAIDA dan Univ. Al-Azhar Jakarta), Ustadz H. Abdul Haris Qodir (Sekretaris Yayasan Darunnajah), dan Ustadz H. Noor Badri, B.B.A (anggota Yayasan Darunnajah). Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kapolsek Cigudeg, disusul kemudian penampilan Grup Marawis dan Nasyid Islami Niha'i Putra. Pada saat yang sama segenap santriwan/ti kelas Niha'i yang tergabung dalam kepanitiaan tampak membagi-bagikan ta'jil karena waktu berbuka sudah menjelang tiba. Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan pembacaan doa oleh K.H. Abdul Wahab (tokoh masyarakat kampung Tipar). Maghrib telah tiba. Segenap tamu yang hadir berduyun-duyun ke masjid untuk menunaikan shalat Maghrib berjamaah seusai menikmati ta'jil. Usai shalat acara dilanjutkan dengan ramah tamah (makan malam) sekaligus pembagian door prize bagi yang mampu menjawab pertanyaan dari panitia. Suasana cukup hidup. Para santri berebut kesempatan untuk tunjuk jari dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Pada saat itu juga berlangsung pendistribusian santunan ke Kampung Cipining dan Lebak Wangi. Santunan berupa bingkisan berisi pakaian shalat dan sembako ini didistribusikan oleh panitia dibantu beberapa ustadz. Penerima santunan sosial ini terdiri dari 83 anak yatim dan 26 anak keluarga tidak mampu. Kegiatan ini menelan dana sebesar Rp. 26.351.500,- . Dana tersebut bersumber dari Kas kelas Niha'i, TU Pesantren dan para dermawan. Secara keseluruhan kegiatan santunan ini berjalan lancar berkat kerja sama Pesantren dengan berbagai pihak seperti PT Angkasa Pura II Cengkareng, Lemigas, PT Pos Indonesia, dan BAZNAS Pusat Jakarta. Orang tua/wali santri juga cukup berperan dalam hal ini, di antaranya keluarga Bapak Badaruddin (wali Nurdiansyah Kelas Niha'i) dan orang tua Bustanul Arifin kelas Intensif. [Laporan Imam Ghozali]

Dan Mereka pun Mengaji …
Pengajian Karyawan
Pengajian karyawan ini dilaksanakan setiap Kamis siang di gedung sekretariat pesantren, dipimpin langsung oleh Kepala Biro Rumah Tangga, Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. Pengajian ini diikuti oleh 45 orang yang terdiri dari karyawan bangunan, kebersihan, dan kebun. Pengajian diawali dengan membaca kalimat thayyibah (tahlil) bersama. Para karyawan boleh memohonkan do'a kepada pemimpin tahlil untuk saudara atau sanak famili yang sudah meninggal atau sedang sakit. Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Biro Rumah Tangga, disusul kemudian dengan mau'izhah hasanah dari Pimpinan Pesantren. Biasanya yang dibahas pada pengajian karyawan ini adalah Fiqih dan Hadits berkenaan dengan muamalah yaumiah yang dilakukan para karyawan. Setelah menyimak apa yang disampaikan oleh pimpinan pesantren, segenap karyawan melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Meski dalam lingkup kecil, pengajian karyawan ini mempunyai struktur yang jelas, yaitu Ketua: Kyai Rodi, Kyai Pawi, Karso, dan Juweni, Bagian Kesejahteraan: H. Sholihin. Harapan dari pelaksanaan pengajian ini adalah agar terjalin ukhuwah islamiyah yang kuat antarkaryawan dan antara karyawan dengan pihak pesantren, menyamakan persepsi para karyawan terhadap pesantren, peningkatan etos kerja dan kinerja. lain. Kajian keislaman dibawakan oleh pimpinan pesantren. Kajian yang dibahas adalah tentang muamalah yaumiah dengan acuan Fiqih dan Tauhid, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan do'a. Ketua forum pengajian tersebut saat ini adalah Ibu Rohimah (istri Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I) dan Ibu Sri Purwati (istri ustadz Katena, S.Pd.I), sedangkan sekretaris merangkap bendahara Ibu Enok Hasanah (istri Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I). Dengan adanya pengajian mingguan ini diharapkan para ibu keluarga dapat lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan jalinan silaturahim antara mereka lebih erat dan kokoh.

Pengajian Wali Murid RA & MI
Sejak tahun 2004 lalu pengajian ini sudah dimulai. Pelaksanaannya adalah setiap hari Jum'at pagi. Peserta sampai saat ini berjumlah 64 orang terdiri atas orang tua/wali murid (ibu-ibu) RA dan MI kelas I dan II yang setiap hari mengantar dan menjemput putraputri mereka. Kajian yang disampaikan oleh pimpinan pesantren pada pengajian ini lebih mengarah kepada cara islami dalam mendidik anak, termasuk pula cara menyikapi anak yang bandel. Pimpinan pesantren juga menggelar door prize. Bagi yang beruntung akan mendapatkan satu set mukena yang dibeli menggunakan kumpulan uang yang mereka sedekahkan. Alhasil, mereka pun kian antusias mengikuti pengajian ini, mereka juga aktif mengajukan pertanyaan dalam setiap kesempatan. Ketua forum ini adalah Ibu Yuyun Yuningsih (ibu Nabila Irawan, murid RA asal Bolang), dan wakilnya adalah Ibu Ating Suryati (ibu Ajeng, murid RA asal Bolang). Pengajian ini cukup efektif menambah pengetahuan agama dan membina silaturahim antarorang tua/wali murid dan antara orang tua dengan pesantren. [Laporan Imam Ghozali]

Pengajian Ibu Keluarga (Istri Guru)
Pengajian untuk ibu keluarga sudah lama dimulai, terhitung sejak tahun 2004 lalu. Pelaksanaannya adalah setiap hari Selasa sore, pukul 16.00 s.d 17.30 WIB. Pesertanya adalah para istri guru yang kini berjumlah 21 orang. Sebelum pengajian dimulai, terlebih dahulu mereka membaca shalawat bersama sambil menunggu kedatangan anggota yang

udah satu tahun tepat Ya y a s a n D a r u n n a j a h mengadakan Family Gathering Perdana di objek wisata Waduk Jati Luhur pada tanggal 3 Juli 2006 lalu. Setelah dirasakan adanya efek poisitif dari kegiatan tersebut (yaitu terjalinnya ukhuwwah imaniyah, ta'arruf dan ma'iyyah di antara anshor ma'had di bawah Yayasan Darunnajah), pada Senin, 3 Juli 2007 kembali diselenggarakan acara yang

S

Cipining

Juara Lomba Tarik Tambang Darunnajah Family Gathering
sama. Kini tempat yang dipilih adalah hotel Patra Beach Anyer Banten. Dengan mengendarai 2 bus, para guru Darunnajah Cipining beserta keluarga berangkat, melalui jalur Jasinga, Pandeglang, Cilegon, hingga sampai tujuan dengan selamat. Sesampainya di tempat, rombongan yang diketuai Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I. ini disambut dengan ucapan 'ahlan wa sahlan' oleh MC, Ustadz Bunasar Utsman (alumnus Darunnajah Cipining yang sedang khidmah di Darunnajah Jakarta) dan rombongan lain dari Darunnajah Jakarta dan Al-Mansur Serang yang jumlahnya mencapai hampir 600 orang lebih. Mereka telah lebih dahulu sampai dan sedang mengadakan aneka lomba. Segera saja asatidz dan ustadzat Darunnajah Cipining,

dengan support penuh dari Pak Kiai, berbaur dalam lomba tersebut. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Regu Darunnajah Cipining memenangi lomba tarik tambang (putra) dan Juara 1 lomba pakai sandal bakiak secara bersama-sama (putri). Untuk memeriahkan suasana, digelar pula live music nasyid Islami, dangdut, pop, hingga rock. Pada kesempatan ini salah seorang guru Darunnajah Cipining yang enggan disebut namanya, ikut menyanyikan sebuah lagu pop dan para pengunjung yang sedang menikmati makan siangnya seperti ada yang mengomando, mereka memberikan respon yang hangat. Seusai Zhuhur agenda dilanjutkan dengan permainan sepak bola Darunnajah II Cipining versus Al-Mansur (Darunnajah III) Serang. Disini Darunnjah Cipining menunjukkan kebolehannya, dengan memenangi friendly match tersebut dengan mencetak beberapa gol. Di tempat lain, tepatnya di pinggir pantai, sebagian guru bersama keluarga tampak asyik bermain pasir, berlari-lari atau berjalan santai, sebagian lainnya berenang dan mengendarai banana boat atau speed boat. Menjelang Maghrib rombongan kembali menuju 'medan jihad' mereka di Darunnajah Cipining. Meskipun terlihat cukup lelah, namun dari air muka mereka tercermin sebuah kepuasan dan kegembiraan. Diharapkan setelah mengadakan silaturrahmi sekaligus refreshing ini, mereka akan mempunyai semangat baru dalam melaksanakan aktifitas keummatan via pendidikan pada tahun ajaran 2007-2008. [Laporan Muhlisin, S.H.I]

Idul Adha

Mendidik Umat

Menjadi Khalilullah dan Hamba Yang Mukhlis

H

“Hari ini kita kembali diingatkan dengan keteladanan seorang hamba yang sangat mencintai dan dicintai Allah sehingga mendapat gelar Khalilullah (kekasih Allah) yaitu Nabi Ibrahim as. Kita juga mendapat gambaran pengejawantahan keihklasan yang sangat murni, yang diperankan oleh Nabi Ismail as. Salah satu manasik haji adalah thawaf (mengelilingi ka'bah 7 kali). Hal ini mengisyaratkan loyalitas dan ketaatan yang tinggi, sebagaimana bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, dan semua tata surya secara bersama-sama megeliling Arsy….” Demikian kutipan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Ustadz Nasihun Sugik, S.E., pada 10 Dzul Hijjah 1428 H di masjid Jami' Darunnajah. Pelaksanaan Sholat Idul Adha diimami oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, dan dihadiri oleh segenap warga pesantren dan masyarakat sekitar. Dua hari sebelumya, meskipun masih dalam suasana ujian, para santri, guru dan warga Darunnajah Cipining melakukan puasa Tarwiyyah dan Arafah. Pada malam 10 Dzulhijjah suasana pesantren tampak semarak oleh riuh rendah takbir, dipimpin oleh pembimbing bagian ibadah, Ustadz Syarqi Suganda Sa'in. Kumandang takbir ini terus berlangsung setiap usai sholat 5 waktu sampai akhir hari tasyriq. Pada tahun ini, jumlah hewan yang diamanatkan kepada panitia qurban yang diketuai oleh Ustadz Muhammad Nurrohman Archamuni, mencapai 34 ekor dengan rincian sebagai berikut:

Daftar Penyalur Hewan Qurban

Daging qurban tersebut, menurut Ustadz Mujiyanto selaku bagian distribusi, dibagikan kepada 180 mustahiq yang terdiri dari guru-guru berkeluarga, tetangga pesantren, karyawan dan warga dhuafa di empat RT di sekitar Darunnajah Cipining. Masing-masing mustahiq mendapat 6 ons daging. Selebihnya daging qurban juga dikonsumsi oleh para santri dan guru di asrama yang berjumlah lebih dari 500 orang. Semoga Allah swt berkenan menerima ibadah qurban, shadaqah dan aqiqah para muhsinin. Amin… [Laporan Muhlisin, S.H.I.]

٤٠

Rumah Tangga
Semakin Giat Berlatih
dengan Tambahan Lapangan Olah Biro Rumah Tangga (BRT) pesantren secara terus menerus mengadakan pembenahan dan penambahan inventaris dan infrastruktur pesantren. Baru-baru ini BRT telah merehab lantai kamar mandi putri yang semula menggunakan ubin biasa sekarang telah menggunakan keramik secara total, untuk memberikan rasa nyaman bagi para penggunanya.

Raga

Hobi berolahraga memang dominan di kalangan santri Darunnajah Cipining, sekaligus sebagai ajang refreshing, guna menghilangkan rasa bosan setelah seharian belajar di kelas dan juga berbagai aktivitas lainnya.

Unit Gedung Baru Pesantren Siap Huni
Selain merehab kamar mandi putri, BRT saat ini sedang membangun kamar mandi putra yang berlokasi di bawah kantor Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) putra, asrama unit 4. Pembangunan yang dimulai pada bulan Nopember 2007 lalu itu kini sudah mencapai 80%. Kamar mandi ini memiliki 14 ruang, masing-masing dilengkapi dengan shower seperti kamar mandi santri putri. Kamar mandi ini menambah kamar mandi yang telah ada, dengan harapan dapat mengurangi waktu antrean santri ketika hendak mandi. Di sisi lain BRT juga sedang membangun gedung baru di samping gedung waserda putra. Lantai atas gedung ini rencananya akan dipergunakan sebagai ruko yang berfungsi sebagai ruang penerimaan tamu santri putra, kantin khusus tamu, penjahit (tailor), dan pangkas rambut (barber shop). Adapun basement (lantai dasar)nya akan digunakan sebagai dapur khusus dan gudang. Bangunan yang dimulai pengerjaannya akhir November lalu itu ditargetkan dapat diselesaikan bulan Februari 2008. Proyek pembangunan selanjutnya antara lain membuat jalan khusus dari ruang tamu ke masjid, membuat lapangan bola voli di belakang masjid jami', dan menyelesaikan pembangunan gedung perkantoran di kampus 2. [Laporan Muhrizal S]

Di samping untuk menjaga kesehatan tubuh, olahraga juga dijadikan ajang menggali prestasi bagi santri. Sehingga sewaktu diperlukan untuk berlomba para santri telah siap untuk berprestasi. Berpijak dari cara berpikir di atas, sangatlah perlu tersedia fasilitas yang m e m a d a i untuk santri berlatih olahraga. Oleh karena itu pesantren terus berusaha melengkapi prasarana dan sarana dimaksud. Saat ini pesantren sedang membangun lapanganbulu tangkis dan sepak takraw yang terletakdi depan halaman masjid, melengkapi beberapa fasilitas yang telah ada, seperti lapangan sepak bola, lapangan bola basket, dan tenis meja. Kedua lapangan itu dibangun sejak bulan Juli lalu, dan kini sudah dapat digunakan. Dengan semakin lengkapnya sarana tersebut, tampak para santri juga semakin giat berolahraga. [Laporan Muhrizal S].

41

Rumah Tangga
Lebih Semangat Bertugas Dengan Rumah Dinas Baru
wal Juli lalu biro rumahtangga (BRT) pesantren mulai membangun dua unit rumah dinas guru. Rumah yang baru saja selesai sebulan lalu itu kini sudah ditempati oleh keluarga Ustadz Trimo, S.Ag. dan Ustadz Kamilin, berdampingan dengan rumah Ustadz Achmad Rosichin, S.Pd.I yang sudah berdiri tiga tahun lebih dahulu. Alasan pembangunan rumah dinas tersebut antara lain adalah bertambahnya jumlah santri putri sehingga perlu menambah unit asrama dan kelas. Ustadz Trimo, S.Ag. dan Ustadz Kamilin sebelumnya menempati rumah yang sebenarnya ruang kelas atau kamar. Untuk itu dengan telah dibangunnya dua unit rumah tersebut, kedua ruang tadi dikembalikan ke fungsi sebagai kamar santri dan tempat penerimaan tamu santri putri. Dengan bertambahnya ruang kini asrama santri putri menjadi lebih longgar dan nyaman, begitu pula dengan ustadznya (karena telah menempati rumah yang secara fungsional permanen). Alhasil semoga saja dengan menempati rumah dinas baru ini kedua keluarga anshar al-ma'had tersebut dapat memperoleh ketentraman dan kebahagiaan di bawah lindungan dan ridha Allah. Amin ... [Laporan Muhrizal S]

A

Kepala Biro Usaha Mengikuti Lokakarya Tentang Kemandirian Pesantren
epala Biro Usaha pesantren Darunnajah Cipining, Ustadz Trimo, S.Ag, telah mengikuti lokakarya tingkat nasional yang membahas tentang urgensi pesantren dalam 'tafaquh fiddin' dan kemandirian pesantren. Dalam lokakarya ini, dipaparkan tentang kebijakan pemerintah terhadap pesantren yang disampaikan oleh Sekretaris Menteri Pertanian dan penjelasan UU Sisdiknas & Kedudukan Pesantren di Indonesia oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pesantren. Lokakarya yang diprakarsai oleh Puslitbang Departemen Agama bekerja sama dengan PP Darul Falah Bogor ini dilaksanakan selama 4 hari (16 s.d 19 Desember 2007), diikuti oleh utusan dari 80 pesantren di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Dalam kesempatan itu pula, Bank Muamalat Indonesia melakukan presentasi berkaitan dengan rekanannya dengan Departemen Agama dalam pendampingan ekonomi pesantren. Adapun point-point lain yang dihasilkan dalam lokakarya tersebut adalah: (1) Pada umumnya Pesantren telah memiliki asas kemandirian semenjak awal pendiriannya; (2) Ada 3 (tiga) pesantren yang akan menjadi pilar projek model pendampingan di seluruh Indonesia; dan (3) Sepulang dari pesantren, diharapkan santri telah mampu dan terampil hidup di masyarakat, selain tafaquh fiddin, juga tangguh dalam ekonomi. [Laporan M. Musta'in, S.E.]

K

42

Penggalian Dana
Jasa Penggergajian Darunnajah

Menjual Kayu Aneka Ukuran

nit usaha penggergajian kayu pesantren Darunnajah Cipining sudah berusia setahun lebih. Unit usaha ini bukan hanya mengolah kayu yang berasal dan digunakan oleh pesantren Darunnajah, tetapi juga kayu dari luar hutan pesantren, baik yang dibeli sendiri maupun mereka yang menggunakan jasa penggergajian. Selain itu kini pesantren Darunnajah juga menjual kayu berbagai ukuran mulai dari kaso, papan, sampai ukuran yang biasa dipakai untuk membuat kusen. Pembelian dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke pesantren atau memesan. Sudah beberapa kali bagian penjualan mengirim kayu ke Parung, Serpong, dan lainnya. Kapasitas produksi per harinya mencapai 6-7 kubik kayu hasil gergaji. Bagi pembaca yang ingin memesan kayu, dapat datang langsung ke pessantren Darunnajah Cipining. [Laporan Syarqi].

U

emangat santri yang begitu tinggi untuk belajar komputer tersebut telah menggugah pimpinan pesantren untuk membuka usaha rental computer. Dan akhirnya pada pertengahan tahun 2006 dibukalah unit usaha ini. Adanya jasa rental komputer ternyata menambah semangat santri untuk belajar. Mereka berbondong-bondong mengunjungi lokasi rental, baik sekadar untuk mengulangi pelajaran yang telah didapat di sekolah maupun untuk keperluan organisasi santri semacam membuat surat, kartu anggota dan lainnya. Ustadz Nursodik selaku penanggung jawab unit usaha rental komputer menyatakan k e p a d a WA R D A N , p i h a k n y a s a m p a i kewalahan melayani santri. Tingginya minat santri menggunakan jasa ini mendorong biro usaha untuk menambah jumlah komputer. Beberapa minggu telah dibeli sebanyak 4 unit, sehingga saat ini jumlah keseluruhan berjumlah 8 unit komputer (4 unit di lokasi putra, dan 4 unit di lokasi putri). [Laporan Syarqi]

S

Rental Komputer Percepat Santri Kuasai Komputer
ntusiasme santri Darunnajah Cipining untuk bisa menguasai teknologi informasi khususnya komputer tenyata sangat tinggi. Hal ini terlihat pada saat jam praktik untuk pelajaran TIK, para santri sampai berlarian untuk segera masuk ruang labolatorium.

A

43

Administrasi & Keuangan

Biro Keuangan
Peranan dan fungsi biro keuangan di Pesantren Darunnajah Cipining tak kalah dibanding dengan biro-biro lain. Semua transaksi keuangan tertampung di biro ini. Dengan kebijakan yang semacam ini diharapkan tertananm rasa kebersamaan di antara pengurus pesantren. Hal ini dilakukan dengan maksud agar adanya pemerataan dan keberkahan yang akan dituai sebagai balasan keikhlasan dalam menjalankan amanat yang suci ini. Dengan sistem yang semacam ini diharapkan akan terwujud pemerataan dan keadilan serta adanya subsidi silang di antara satu biro dengan biro lainnya.

sekaligus mendampingi utusan DNC dalam penyusunan RAPB tahun pelajaran 2008–2009.

THR dan Bingkisan
Alhamdulillah, pada tahun ini pula pesantren dapat ikut berbagi kebahagiaan dengan keluarga besarnya dalam merayakan hari Idul Fitri 1428 H. Hal itu diwujudkan dengan membagikan bingkisan kepada para guru (mujahid) pesantren, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum. Bagi guru yang sudah berkeluarga dibagikan sembako. Adapun guru putra yang belum berkeluarga diberi baju dan sarung, sedangkan guru putri diberi jilbab dan baju seragam.

Pesantren dalam rangka memudahkan para orang tua/wali santri untuk melakukan transaksi pembayaran selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pelayanan, di antaranya dalam hal pembayaran iuran santri. Berkenaan dengan hal tersebut, maka biro keuangan memberikan alternatif pembayaran santri dengan cara sebagai berikut: a. Orang tua/wali santri membayar langsung ke Kantor TU Keuangan di Pesantren; b. Mengirim uang sejumlah ketentuan yang harus dibayarkan via wesel pos dengan mencantumkan nama santri dan kelasnya serta keterangan pembayaran; c. Mentransfer dana dimaksud via bank BNI Cabang Bogor a.n Pesantren Darunnajah Cipining No Rek. 3892167, dengan menunjukkan bukti transfer ke Kantor TU Keuangan atau konfirmasi kepada: 1. Ustadz M. Muddatsir, S.H.I., No HP 081 311 206 287 2. Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma.Pd, No HP 081 318 914 104 3. Ustadz Ismail Amin, No HP 081 806 556 856 [Laporan M Muddatsir, S.H.I.]

Sistem pembayaran santri

Administratur Darunnajah Ikuti Bimbingan Teknis Bendahara BOS
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan wujud perhatian pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan hadirnya BOS, anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak perlu lagi memendam impiannya untuk dapat bergabung menjadi anak sekolahan. Biaya sekolah untuk pendidikan dasar sembilan tahun (SD, MI dan SMP, MTs) kini ditanggung oleh pemerintah lewat dana BOS tersebut. Namun dalam pelaksanaannya

Rapat RAPBS
Belum lama ini ust M. Muddatsir, S.H.I. dan Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma.Pd. mengikuti rapat RAPB pesantren bagi seluruh pesantren dan lembaga di bawah Yayasan Darunnajah. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Darunnajah Cipanas puncak (depan Taman Bunga Nusantara). Dalam acara tersebut K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. memberikan sambutan

44

Administrasi & Keuangan
penyaluran dan penggunaan dana BOS banyak dijumpai hal-hal yang kurang sesuai dengan aturan baku pemerintah, di antaranya: penggelembungan jumlah penerima dana BOS, pengelolaan dana BOS yang belum tepat sasaran, pelaporan yang tidak tepat waktu, dan lainnya. Disinyalir sebagian besar sekolah penerima dana BOS di Kabupaten Bogor belum menguasai betul teknis pengelolaannya, karena berbagai pelatihan pengelolaan dana BOS yang selama ini diselenggarakan oleh pihak terkait dirasa kurang efektif dan tidak aplikatif. Untuk itu, Tim Manajemen BOS yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Departemen Agama dan Manajer BOS Kabupaten Bogor baru-baru ini telah menyelenggarakan “Bimbingan Teknis (Bintek) Bendahara BOS se-Kabupaten Bogor” di Hotel Mars, Hotel Ciliwung, dan Hotel Indra Jaya Cipayung Bogor. Terkait dengan kegiatan ini tiga orang administratur pesantren ikut ambil bagian sebagai peserta, yaitu: · Ustadz Imam Ghozali (Bendahara MI), 17 s.d 19 Nopember 2007 (gelombang VII), di Hotel Mars Cipayung Bogor. · Usth. Tresna Amalia, A.Ma.Pd. (Bendahara MTs), 19 s.d 21 Nopember 2007 (gelombang VIII), di Hotel Mars Cipayung Bogor. · Ustadz Mukhammad Muddatsir S.H.I. (Bendahara SMP), 21 s.d 23 Nopember 2007 (gelombang IX) di Hotel Ciliwung Cipayung Bogor. Rangkaian acara kegiatan ini cukup padat, mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Melalui kegiatan ini para peserta dibekali materi–materi berkenaan dengan pengelolaan dana BOS, antara lain Juknis/Juklak BOS dan Permasalahan Umum yang sering terjadi; Implementasi RAPBS dalam Realisasi; dan Tata Cara Administrasi Pertanggungjawaban BOS. Materi-materi ini disampaikan oleh Tim Asistensi BPKP Propinsi Jawa Barat. Pada hari keduanya, peserta dibekali materi sebagai berikut: Perpajakan oleh Tim Asistensi BPKP Prop. Jawa Barat, Kajian Kasus BOS dan Tindakan Kuratif oleh Tim Asistensi Bawasda Kab. Bogor, Tata Cara Penyaluran Dana BOS oleh Tim Asistensi Kantor Pos Kab. Bogor, Pembuatan Buku Kas Umum, Bukti-bukti Kas dan Pendukung, Simulasi Komprehensif Pembukuan oleh Tim Manajemen BOS Kab. Bogor. Pada hari terakhir, diadakan simulasi pertanggungjawaban BOS oleh Tim Asistensi BPKP Prop. Jawa Barat. Di akhir pelatihan diadakan evaluasi terhadap para peserta, baik secara lisan maupun tulisan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, sekolah–sekolah di Kabupaten Bogor menguasai teknis pengelolaan BOS (perencanaan, pelaksanaan, pelaporan keuangan, perpajakan, dan pembukuan) dengan sebaik-baiknya. [Laporan Imam Ghozali]

Struktur Biro Keuangan Pesantren Darunnajah Cipining Kepala Biro Ismail Amin Waka. Biro/Bag. Keuangan M. Muddatsir Bag. Akuntansi Tresna Amalia TU Keuangan Mts. dan MA Non Asrama Ahmad Idris TU Keuangan MI Zainal Muttaqin TU RA/TK Musyarofah TU Keuangan SMP Enok Putriana

45

Keluarga Besar
Pesantren Darunnajah Cipining

mengucapkan

Selamat Tahun Baru Hijriyah
1 Muharram 1429 H Semoga Allah menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Amin.

Redaktur Wardan

46

u n i m

Halalbihalal Alumni Jawa Tengah: Ajang Nostalgia Alumni Kader
lumni kader (Ashabunnajah) TMI Darunnajah Cipining terhitung dari angkatan perdana hingga sekarang ini berjumlah 113 orang. Sebagian dari mereka telah kembali ke kampung halaman untuk membangun dan mengembangkan tanah kelahiran masingmasing. Sebagian lain ada yang aktif di lembaga pendidikan, dunia marketing, serta sebagian lagi masih bertahan mengembangkan diri di Darunnajah Cipining, almamater tercinta. Dari jumlah alumni kader yang cukup besar dan dengan aktifitas mereka yang beragam tersebut, sangat sedikit sekali tersedia waktu untuk sekedar berjumpa dan bertukar pengalaman dengan sesama alumni. Membaca hal ini, Biro Pengkaderan Pesantren Darunnajah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal Konsulat Jawa Tengah di rumah Ustadz Ahmad Abdullah Khuseini, Parakan Sebaran, Pageruyung, Kendal pada hari Kamis, 6 Syawwal 1428 H bertepatan dengan 18 Oktober 2007. Acara ini dirasa sangat tepat, mengingat sebagian besar alumni kader memang berasal dari Jawa Tengah. Acara diawali dengan sambutan Pimpinan Pesantren Darunnajah. Beliau mengutarakan bahwa alumni kader harus “tetap hidup” di mana pun ia berada. Maksudnya adalah alumni kader hendaknya senantiasa berbakti dan berkarya dalam dakwah baik di almamater sendiri (Darunnajah Cipining), di lembaga pendidikan, ataupun di bidang yang lain. Alumni kader juga diharapkan mempunyai program yang jelas sehingga tetap bersatu padu menjalin silaturrahim. Usai sambutan pimpinan pesantren, acara dilanjutkan dengan introduksi profil alumni angkatan-angkatan awal untuk diketahui apa dan sejauh mana kiprah mereka di tempat tinggal masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada alumni yang lain dalam berjuang di “dunia”nya masing-masing. Banyak sekali pengalaman yang disampaikan dari yang menggugah

A

semangat, bahan ada yang lucu. Dengan begini alumni baru pun menjadi lebih mengenal senior-senior mereka. Tak terasa waktu shalat Zhuhur telah tiba. Acara pun dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat berjamaah. Selanjutnya adalah ramah tamah. Nuansa keakraban dan kekeluargaan tampak jelas sekali siang itu. Sebagian alumni membawa serta istri dan anak masing-masing. Tamu yang hadir di antaranya adalah dewan guru, santri ashabunnajah dan sejumlah karyawan asal Jawa Tengah. Sebelum acara berakhir, Bapak Sudiyono (asal Weleri) yang selama ini aktif urun rembug dalam hal pengkaderan menyampaikan sambutan dan motivasi kepada alumni yang hadir saat itu. Intisari sambutan beliau adalah bahwa kader Darunnajah hendaknya senantiasa menyelami falsafah lagu Himne Pondok, terutama dalam penggalan “Wahai Pondok tempatku, laksana ibu kandungku”. Artinya adalah, alumni kader yang tinggal di Darunnajah Cipining harus disiplin, gigih, dan pantang menyerah dalam mengembangkan serta memajukan almamater tercinta. Dan bagi alumni yang tinggal di luar berarti harus mampu mikul dhuwur, mendhem jero, menjaga dan mengharumkan nama Darunnajah Cipining. Usai menyimak sambutan dan motivasi tersebut, acara diisi dengan pemilihan Koordinator Konsulat Jawa Tengah. Formasi kepengurusannya adalah double person sehingga alumni kader yang tinggal di wilayah Jawa Tengah tetap terkoordinir sebagaimana alumni yang ada di Darunnajah Cipining. Terpilih sebagai ketua adalah Ustadz Romanto Pribadi S.Pd.I (Weleri) dan Ustadz Muhlisin Muhtarom S.H.I. (Darunnajah Cipining), sekretaris Zuhri M. Thoha dan Amin Songgirin S.H.I, bendahara Ustadz Ali Najib Al-Hafidz dan Ustadz Ahmad Idris. Dengan tersusunnya kepengurusan tadi, ke depannya diharapkan ada program-program yang berkesinambungan sehingga terjalin silaturahmi yang kuat antaralumni. (Laporan Imam Ghozali).

47

u n i m

Siswa MA Nonasrama Lakukan Riset Terhadap Alumni
“Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain”
Sampai tahun 2007 ini, MA Darunnajah telah meluluskan 8 angkatan santri TMI non asrama dengan jumlah + 250 orang. Angka tersebut dirasa cukup besar sebagai bukti kepercayaan masyarakat sekitar terhadap Darunnajah Cipining. Sebagai pesantren, Darunnajah Cipining bersifat social oriented. Dalam realisasinya, Darunnajah selalu berupaya membekali santrinya dengan berbagai disiplin ilmu, kegiatan, dan keterampilan yang memang dibutuhkan dalam masyarakat, karena pada akhirnya alumni akan kembali ke masyarakat luas.

Berkenaan dengan realisasi orientasi itulah, MA Darunnajah Cipining mencoba melakukan riset lapangan terhadap kiprah alumni Darunnajah Cipining nonsarama. Riset dilakukan oleh seluruh siswa-siswi MA di bawah bimbingan Ustadz Muhammad Mustain, S.E, dengan teknik wawancara kepada keluarga alumni pada tanggal 2 s.d. 3 September 2007. Sampel penelitian berjumlah 314 terdiri atas alumni MA, MTs dan SMP. Riset dilakukan berdasarkan asal tempat tinggal. Berikut adalah tabel data hasil riset. Hasil riset akan dijadikan modal utama penetapan strategi selanjutnya dalam manajemen pendidikan serta pengajaran di pesantren Darunnajah Cipining, untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dengan begitu, diharapkan, Darunnajah melahirkan alumni yang cerdas secara emosional, spiritual, dan intelektual, serta dapat mengaplikasikan semuanya itu dalam bermasyarakat. Amien. [Laporan Ella Khulashoh, S.Sos.]

Tabel Hasil Riset Alumni Nonasrama Tahun 2007

Sumber:Data primer * Alumni putra ** Peringatan Hari-hari Besar Islam

Hasil riset akan dijadikan modal utama penetapan strategi selanjutnya dalam manajemen pendidikan serta pengajaran di pesantren Darunnajah Cipining, untuk jangka pendek dan jangka panjang.,Dengan begitu, diharapkan, Darunnajah melahirkan alumni yang cerdas secara emotional, spiritual (SQ), dan intelektual, serta dapat mengaplikasikan semuanya itu dalam bermasyarakat. Amien. [Laporan Ella Khulashoh, S.Sos.I]

48

u n i m

Sapa Alumni
kereta api. Waktu tempuh Kairo ke Mansoura sekitar 2 jam. Secara umum transportasi di Mesir terbilang lancar (tidak macet) dan jalannya y a n g r e l a t i f l u r u s . Perjalanan tiga tahun di negri Nabi Musa ini sungguh terasa sangat cepat. Padahal waktu yang cukup lama tersebut tidak berbanding lurus dengan ilmu dan pengetahuan yang didapat. Mesir banyak memberikan peluang dan fasilitas keilmuan seperti majlis-majlis ilmu yang bertebaran di mesjid maupun kitab-kitab rujukan baik itu turats maupun kontemporer yang memenuhi toko buku dan perpustakaan. Begitu juga Universitas Al- Azhar sebagai benteng peradaban Islam yang tidak hentihentinya menyiarkan agama dengan “menampung” seluruh mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk dididik menjadi ulama yang berjuang demi tegaknya kalimat Laa ilaha illallah dengan penuh kesabaran dan keiklasan. Sering sekali mahasiswa di sini mendengar pesan dari para senior mereka, “jangan sampai anda seperti ayam yang mati dalam lumbung padi”. Ini artinya, jangan sampai mahasiswa Kairo yang hidup ditengahtengah limpahan ilmu tapi dirinya miskin akan ilmu. Saat-saat seperti sekarang ini, saya sering merenung, kalau ditakdirkan kuliah saya tahun ini selesai, apa yang akan saya bawa ke Indonesia, apa yang akan saya sampaikan ke masyarakat nanti, siapkah saya menjawab pertanyaan masyarakat kelak, sudahkah siap mendakwahkan Islam padahal ilmu saya masih minim dan terbatas dan masih banyak pertanyaan yang selau menghantui diri ini. Saya yakin perasaan-perasaan seperti ini dirasakan pula oleh kawan-kawan yang hendak pulang ke Indonesia.

Pengantar Redaksi:
Redaksi Wardan menerima dua surat (email) dari alumni yang sedang belajar di AlAzhar, Kairo Mesir. Sekalipun sudah beberapa kali berita dari Mesir dimuat, ada baiknya kita simak lagi, karena kali ini agak berbeda. Insyaallah ada manfaat yang bisa kita ambil darinya. Berikut tulisan mereka secara lengkap (setelah mengalami sedikit koreksi dan suntingan oleh redaksi).

S

urat dari Zayyan H.

Alhamdulilah dengan penuh rasa syukur dan bahagia, tahun ini saya memasuki tahun keempat berada di Mesir. Saya sudah duduk di tingkat akhir jurusan Tafsir Fakultas Ushuludin Universitas Al-Azhar cabang Mansoura. Semoga tahun ini saya bisa menyelesaikan k u l i a h S 1 d e n g a n b a i k . Mansoura adalah salah satu kota yang cukup indah, terletak 126 km dari ibukota Kairo. Tidaklah sulit untuk mencapai kota ini, karena banyak fasilitas transportasi, baik berupa bus, tramco (sejenis angkot) maupun

49

u n i m
Oleh karenanya, saya selalu menyempatkan diri bertanya dan berdialog dengan kawan-kawan yang habis pulang/berlibur dari Indonesia untuk mengetahui perkembangan mutakhir kondisi tanah air dan bekal-bekal apa yang harus dipersiapkan. Dan hampir bisa disimpulkan, rata-rata mereka berpesan untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin, banyak membaca agar berwawasan luas demi menghadapi heterogonitas keagamaan masyarakat Indonesia. Belajar di Al-Azhar membutuhkan beberapa bekal kemampuan, khususnya penguasaan bahasa Arab. Karena semua mata kuliah di sini diajarkan dengan bahasa Arab, kecuali mata kuliah bahasa Inggris, tentunya. Saya pribadi sangat bersyukur bisa nyantri di Darunnjah Cipining yang telah membiasakan para santrinya untuk berbahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Pelajaran Muthalaah yang dulu sering menyulitkan ternyata manfaatnya baru bisa dirasakan setelah berada di Mesir. Begitu juga kebiasaan menghafal seperti Mahfudzat dan Ibadah Amaliyah telah menjadikan diri saya terbiasa menghapal teks-teks Arab, yang itu semuanya sangat membantu kesuksesan studi di Mesir. Tahun ini ada 4 orang alumni Darunnjah Cipining yang duduk di tingkat akhir, yaitu Heriyanto (jurusan Syariah Islamiyah), Guntara (jurusan Hadits), Nurakhyari (jurusan Dakwah) dan saya sendiri (jurusan Tafsir). Semoga mereka semua bisa lulus dengan predikat memuaskan (mumtaz). Pada tahun kemarin, Sholehudin (Alumnus Angkatan 10) telah menyelesaikan kuliah S1nya di jurusan Hadits dengan predikat baik (jayyid).. Dan saat ini dia sedang menunggu keberangkatannya ke Maroko untuk melanjutkan program Magister (S2). Semoga prestasi ini bisa memacu teman-teman yang lain agar bisa menteladani dan mengikuti jejaknya. Alhamdulllah sampai saat ini tali persaudaraan ataupun komunikasi sesama alumni terjalin dengan baik. Pada momen-momen tertentu kami juga mengadakan kumpul bareng di rumah Ustadz Irwan Alizar, Lc (alumni pertama/Aldacipta). Beliau sangat “care” terhadap adik-adik kelasnya dan selalu memberikan motivasi agar bisa sukses studi di Mesir ini. Pada bulan Ramadhan dan Syawal yang lalu diadakan acara buka puasa bersama dan halal bihalal. Pada saat kumpul tersebut, tidak lupa kami selalu berdiskusi dan bermusyawarah mengenai kontribusi apa yang harus diberikan alumni Darunnajah Cipining yang sedang belajar di Mesir demi kemajuan dan kemaslahatan pesantren almamater tercinta. Akhirnya, saya pribadi dan umumnya alumni Darunnajah Cipining selalu mohon doa dan motivasi dari seluruh keluarga besar Pesantren Darunnajah Cipining demi kelancaran dan kesuksesan studi dan hidup di masa yang akan datang. Kami di sini juga tidak lupa berdoa untuk kesehatan Pak Kyai, dewan guru, santri dan untuk kemajuan Pesantren.

Sekilas tentang Mansoura
Mansuora adalah sebuah provinsi yang indah. Sungai Nil mengalir tepat di jantung kota, penduduknya masih sangat ramah, biaya kehidupan di sini relatif murah, tempat tinggal mahasiswa Indonesia dekat dengan kuliah dan angkutan bisa didapat dengan mudah. Jarak antara Kairo dan Mansoura sekitar 126 km, bisa ditempuh menggunakan tramco selama 2 atau 2 setengah jam. Kebanyakan mahasiswa Indonesia lebih memilih kuliah di Kairo dibandingkan Mansoura, Thanta, Zagazig atau Tafahna. Pertimbangan mereka adalah karena Kairo sebagai ibu kota Mesir, banyak kegiatan organisasi di sana, sering diadakan diskusi ilmiah dan lain sebagainya. Padahal, berapa banyak mereka yang tulus dan ikhlas datang ke Mesir untuk menuntut ilmu agama, harus menerima kenyataan pahit mengulang di kelas/tingkat yang sama hingga 2 atau 3 tahun bahkan lebih dari itu. Semua itu disebabkan banyaknya kegiatan keorganisasian yang melunturkan semangat untuk menghadiri kuliah yang diberikan oleh para doktor Al-Azhar, sehingga melemahkan niat dan tujuan awal kedatangan mereka ke Mesir.

50

u n i m
Hal lain yang menjadi kendala bagi mahasiswa yang kuliah di Kairo adalah tempat tinggal dan transportasi. Rumah sudah semakin susah dicari dan biayanya pun semakin mahal. Bagi mereka yang ingin masuk kuliah setiap hari, harus berjuang dan bersabar menunggu bus yang akan mengangkut mereka ke kuliah. Angkutannya lumayan jarang dan jaraknya cukup jauh. Juga segudang tantangan yang telah terbentang, sehingga membutuhkan perjuangan hebat untuk melawan semua itu. Mendengar kendala-kendala yang akan menghadang, dengan mantap kami memilih untuk kuliah di Al-Azhar cabang Mansoura ketika mengisi formulir untuk menentukan lokasi dan fakultas. Jumlah mahasiswa indonesia di Mansoura hingga saat ini baru berkisar 60 orang, hal ini membuat kami saling mengenal dengan baik, walaupun kami berasal dari tempat yang berbeda-beda, ada yang datang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Ternate. Semua mahasiswa yang tinggal di Mansoura dan provinsi lain pernah berkunjung ke Kairo, tapi tidak semua mahasiswa yang tinggal di Kairo pernah berkunjung ke daerah lain, ini merupakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang tinggal di provinsi. Selain itu, Mansoura merupakan tempat yang sangat kondusif untuk belajar, baik di kuliah maupun non kuliah, hal ini didukung oleh dekatnya jarak kuliah dengan tempat tinggal mahasiswa Indonesia, bahkan ada sebagian mahasiswa yang rumahnya hanya berjarak 50 hingga 100 meter dari kuliah, sehingga mereka tidak terlalu membutuhkan banyak tenaga untuk sampai kampus dan mengikuti kuliah yang diberikan oleh para Doktor Azhar. Kemudian dari segi non kuliah, ada beberapa masjid yang setiap hari mendatangkan syaikh-syaikh besar Mesir, sehingga mahasiswa Indonesia dapat mengikuti Talaqqi langsung kepada mereka. [Oleh: Khalid Imam]

51

“Barakallahu Laka Wa Baraka Alaika Wa Jama'a Bainakuma Fi Khair” Itulah do'a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita untuk saudara atau teman yang melangsungkan pernikahan. Semoga mereka dapat membentuk keluarga yang senantiasa diliputi dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta dikaruniai anak-anak yang shalih dan shalihah. Di antara keluarga besar Darunnajah Cipining yang pada semester ini melangsungkan pernikahan adalah sebagai berikut: 1. Arlia Noviana dengan Enjang Jazuli, S.H.I (keduanya alumni TMI), di Tangerang, Rabu, 4 Juli 2007. 2. Rukhyat dengan Marinda (keduanya alumni TMI Nonasrama), di Cipining Bogor, Sabtu, 1 September 2007. 3. Dewi Wulandari (alumnus TMI) dengan Muhydin, di Tangerang, 5 Agustus 2007. 4. Nur Akhyari dengan Sinta Komalasari (keduanya alumni TMI), di Lebak Bulus Jakarta Selatan, Jum'at, 10 Agustus 2007. 5. Rifkah (alumnus TMI Nonasrama) dengan Ir. Azwani, di Cibungur Bogor, Ahad, 2 Desember 2007. 6. Ustadz Sabik Arifin (Pengajar TMI Darunnajah) dengan Hujah Hujati di Serang 27 Desember 2007.

KELAHIRAN
Lahirnya seorang anak adalah anugrah sekaligus amanat dari Allah SW T bagi orang yang telah menikah. Selamat kepada keluarga yang telah dikaruniai sang buah hat, semoga Allah SWT senantiasa menjadikannya sebagai anak yang soleh dan solhihan, serta berbakti kepada orangtua dan berguna bagi nusa dan bangsa. 1. Hatfina Jananie Muslih, 27 September 2007, putri pertama dari pasangan Ustadz Muslih dengan Usth. Muanih.

esungguhnya kita semua milik Allah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Kami mengucapkan turut berdukacita dan berbelasungkawa yang sedalam dalamnya atas wafatnya beberapa kerabat kita keluarga besar Darunnajah Cipining dan relasi serta simpatisan. Semoga Allah SWT menerima amal shalih mereka, mengampuni dosa mereka, dan menempatkan mereka di tempat yang lapang dan layak di sisi-Nya. Dan semoga Allah senantiasa megaruniakan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir batin kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka yang telah berpulang ke rahmatullah antara lain sebagai berikut: 1. Maklar bin Talmah, Ciledug (kakek Chairul Imam & Badruzaman, alumnus TMI), 15 Juli 2007. 2. Samiah binti Suhaemi, Serang (nenek Asma Munadiah, kelas V TMI), Minggu, 15 Juli 2007. 3. H. Kino bin Ja'in, Bekasi (kakek Diya, kelas IV TMI), Kamis, 16 Agustus 2007 4. Ajen Fahreja, Tangerang (alumnus TMI angkatan XIV, 2007), Selasa, 28 Agustus 2007. 5. Hj. Juhanah, Magelang (Istri Alm. K.H. Hamam Dja'far, pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Pabelan), Sabtu, 9 September 2007. 6. Bapak Sukarta, Jakarta (kakek Rian Febri, kelas V TMI), Senin, 3 Desember 2007. 7. K.H. M. Tidjani Jauhari, M.A, Madura (Pengasuh Pondok Pesantren AlAmin), September 2007. 8. H. Laode Ladahi, Jakarta (kakek Laode Syawaludin, kelas V TMI), Senin, 3 Desember 2007. 9. Abdillah bin Abdurrohman, Bekasi (Kakek dari Nadwa Arifah Kelas IV b), Minggu, 16 Desember 2007. [Laporan Syarqi]

S

52

Brosur

Panduan Penerimaan Santri Murid Baru Tahun Pelajaran 2008/2009
PENDAHULUAN Pesantren Darunnajah 2 Cipining berdiri pada tanggal 18 Juli 1988, di bawah naungan Yayasan Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan, dengan sistem kurikulum terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris secara intensif dengan didukung lingkungan yang asri, kami mengupayakan terciptanya al-ulama al 'amilin wa as sholihin, para muballigh dan imam, guru-guru agama serta pemimpin yang agamis. Pesantren Darunnajah 2 Cipining dipimpin oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc., Alumnus Institut Pendidikan Darussalam Gontor dan Universitas Umm al-Qura Makkah. Pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari dilaksanakan oleh para guru/ustadz, dengan berlatar belakang pendidikan dari berbagai Perguruan Tinggi dan Pesantren Modern, yang sebagian besar (90%) tinggal di asrama, dan secara penuh mengawasi serta membina kegiatan para santri. S e l a i n mengelola Pesantren SMP dan SMA (TMI program 6 tahun) Pesantren Darunnajah 2 Cipining Juga mengembangkan Pesantren Kanak-kanak usia SD dan Pesantren Tahfizh al-Qur'an dari usia minimal SLTP. FASILITAS Asrama dan MCK ‫ ک‬Masjid ‫ ک‬Aula ‫ک‬ Gedung Sekretariat dan Kantor Bersama ‫ک‬ Ruang Belajar/Kelas ‫ ک‬Guest House v Mengulang pelajaran ‫ ک‬Belajar Formal di kelas ‫ ک‬Pengajian ‫ ک‬Olah raga/aktifitas diluar sekolah ‫ ک‬Ta'lim (pembacaan ayatayat Al-Qur'an dan Al-Hadits serta sejarah Instalasi Penjernihan Air ‫ ک‬Instalasi Air Minum (bersih/ ultraviolet) ‫ ک‬Lapangan Olah Raga (Basket, Volley, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Takraw, Tenis Meja) ‫ ک‬Perahu dayung ‫ ک‬Danau Rekreasi dan Pemancingan ‫ ک‬Laboratorium IPA ‫ ک‬Laboratorium Komputer ‫ ک‬Laboratorium Bahasa ‫ ک‬Studio Foto ‫ ک‬Rental Komputer ~ Perpustakaan ‫ک‬ Kantin dan Waserda Wartel ‫ ک‬Laundry ‫ ک‬Alat Musik (Rebana, Gitar Drumband, Keyboard, Marawis, dsb). PESANTREN SMP/SMA Tarbiyatul Mu'allimien Wal Mu'allimat al-Islamiyah (TMI) adalah program pendidikan 6 tahun bagi siswa lulusan SD/MI, sedangkan bagi lulusan MTs./SMP dapat ditempuh selama 4 tahun atau 3 tahun. Dalam pelaksanaan pendidikan tingkat Tarbiyatul Mu'allimien wa alMu'allimat al-Islamiyah, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Pesantren Salafiyah. Bagi santri yang lulus dari program ini akan mendapatkan dua ijazah yaitu STTB MTs. & MA dan Ijazah TMI. Kegiatan Harian (Disesuaikan dengan waktu shalat)

53

Brosur
kehidupan Shahabah) ‫ ک‬dan pelajaran bahasa. Kegiatan Mingguan Pengajian (Tafsir al-Qur'an ‫ ک‬Kitab Agama ‫ ک‬Iqro dan al-Hadits) ‫ ک‬Kebersihan umum ‫ ک‬Latihan pidato (Bahasa Arab, Indonesia, Inggris) ‫ ک‬Kursus ketrampilan ‫ک‬ Ibadah Amaliyah ‫ ک‬musyawarah pengurus (Semua unit) ‫ ک‬Latihan Pramuka ‫ ک‬Siraman Rohani oleh Pimpinan Pesantren, Seni Bela Diri ‫ ک‬Seni Membaca al-Qur'an ‫ ک‬Tasmi' Hifzhul Qur'an dan Safari Dakwah. Kegiatan Bulanan, Berkala dan Tahunan Aneka lomba ‫ ک‬Laporan Pengurus organisasi santri dan gudep kepada Pimpinan Pesantren (bulanan) ‫ ک‬Pekan Perkenalan (Porseka) dan Jamrana (awal tahun pelajaran) ‫ ک‬Rihlah Ilmiyah (Study Tour) dan rekreasi ‫ ک‬Pergantian Pengurus ‫ک‬ Laporan Umum dan Musyawarah Kerja Organisasi Santri dan Gudep Pramuka ‫ک‬ PDPM (Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat) ‫ ک‬Praktek mengajar ‫ ک‬Kursus Mahir tingkat Dasar ‫ ک‬Ujian kenaikan tingkat bela diri dan Pelatihan calon guru Madrasah Diniyah ‫ ک‬Riset ‫ ک‬Latihan Dasar Kepemimpinan ‫ ک‬Pers dan Jurnalistik dll. Persyaratan 1. F o t o k o p i i j a z a h / S T T B S D / M I (dilegalisir), 4 lembar bagi calon santri kelas I TMI/MTs. 2. Fotokopi ijazah/STTB SMP/MTs. (dilegalisir), 4 lembar, bagi calon santri kelas Intensif dan IV TMI/SMA. 3. Fotokopi Daftar Nilai UAN/UAM, 2 lembar 4. Fotokopi Rapor terakhir(dilegalisir), 2 lembar 5. Mengisi formulir pendaftaran 6. Santri pindahan (yang setara/berkurikulum Gontor), membawa surat pindah dari pesantren/sekolah, surat kenaikan, Rapor dan ijazah (SD/MI) atau (MTs/SMP), sesuai tingkat kelasnya Fotokopi Akte Kelahiran 1 Lembar Santri pindahan dari lembaga pendidikan non kurikulum Gontor, diuji/test tertulis dan lisan.

7. 8.

Keuangan 1. Dana Pendataran
2. 3. 4. Dana Pangkal Dana Bulanan (Juli 2007) Dana Kegiatan (1 Th) Jumlah

Rp Rp Rp Rp Rp

75.000,00 1.795.000,00 360.000,00 270.000,00 2.500.000,00

Keterangan Disediakan menu/lauk tambahan bagi santri yang menginginkan: 1. Paket 2 (1 kali/minggu) dengan menambah Rp. 15.000/bulan 2. Paket 3 (2 kali/minggu) dengan menambah Rp 30.000/bulan. 3. Jenis lauk yang diberikan bisa berupa ayam atau ikan laut 4. Buku Pelajaran atau seragam Sekolah, Peralatan Mandi dan Perlengkapan Tidur dapat dibeli di Koperasi Pesantren Darunnajah Cipining. PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN Kegiatan Harian Qiro’ah al-Qur’an (sebelum shalat fardhu) 2. Hifzhul Qur’an (menghafal al-Qur’an) 3. Takrir (pengulangan) 4. Tasmi’ (menyetorkan hafalan) dan Tadrib Imamah (latihan menjadi Imam). Kegiatan Mingguan Tasmi’ jama’i (menghafal secara 1.

54

Brosur
bergantian dan dikoreksi/didengar secara umum oleh seluruh santri). Persyaratan Pendaftaran 1. Menyerahkan fotokopi Ijazah/STTB terakhir 2 lembar 2. Menyerahkan pas foto ukuran 4 x 6, 3 lembar, dan ukuran 2 x 3, 2 lembar 3. Fotokopi KTP (Dewasa). PESANTREN KANAK-KANAK Pendahuluan Dalam rangka membantu orangtua/wali murid yang kedua-duanya sibuk bekerja, sehingga tidak punya waktu untuk mendidik dan memantau perkembangan putra-putrinya, atau mereka yang risau dengan pengaruh negatif di lingkungannya, serta membantu pelaksanaan program pemerintah, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan program wajib belajar 9 tahun serta membentuk pribadi seorang muslim yang beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur, Pesantren Darunnajah 2 membuka program Pesantren Kanakkanak. Pesantren Kanak-kanak 6 tahun dengan jenjang pendidikan SD Islam (Madrasah Ibtidaiyah) untuk putra dan putri. Kegiatan Santri Harian Harian Belajar membaca al-Qur'an ‫ک‬ Pemberian kosa kata (bahasa Arab dan Inggris) ‫ ک‬Sekolah di kelas/TPA ‫ک‬ Mengulang pelajaran dan olahraga. Mingguan Muhadatsah (percakapan bahasa Arab/Inggris) ‫ک‬ Praktik Ibadah ‫ک‬ Tahsin Qiro'ah al-Qur'an ‫ ک‬Keterampilan ‫ک‬ Hafalan Do'a dan Latihan Pidato ‫ ک‬Belajar Menulis al-Qur'an ‫ ک‬Komputer ‫ ک‬Silat Bulanan, Berkala, dan Tahunan Aneka Perlombaan ‫ ک‬Safari Dakwah ‫ ک‬Darmawisata dan rekreasi. Persyaratan Pendaftaran 1. Fotokopi akta kelahiran 2. Surat pernyataan dari orang tua/wali yang bertanggung jawab 4. Umur minimal 7 (tujuh) tahun. Keuangan
1. 2. 3. 4. Dana Pendataran Dana Pangkal Dana Bulanan (Juli 2007) Dana Kegiatan (1 Th) Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 75.000,00 1.795.000,00 360.000,00 270.000,00 2.500.000,00

PESANTREN KAMPUS II Pesantren Lokal diperuntukkan bagi siswa-siswi MTs/MA yang berminat untuk mukim di Pesantren dengan biaya yang relatif murah dengan aktifitas santri dan bimbingannya setara dengan santri TMI. Keuangan No. Keterangan
1 2. 3. 4. Dana Pendaftaran Dana Pangkal Dana Bulanan Kegiatan 1 th Jumlah

SMP
40.000 30.000 175.000 323.500 567.750

MTs
40.000 50.000 179.250 323.500 592.750

MA
40.000 65.000 203.250 335.500 643.750

*) Data diambil dari brosur penerimaan santri baru tahun 2007/2008

55

Peta

Pesantren Darunnajah Cipining

56

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->