P. 1
Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2010

Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2010

|Views: 756|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

embaca yang budiman, segala puji hanya bagi Allah s.w.t.

Kita memuji dan bersyukur kepada-Nya karena program kegiatan pendidikan, pengajaran, dakwah dan segala amal usaha kita (Pesantren Darunnajah Cipining) selama satu tahun pelajaran terakhir dapat berjalan dan dipungkasi dengan baik. Menjelang akhir Mei yang baru lalu 71 orang santri TMI telah diwisuda. Bersamaan dengan itu 3 orang (di antara mereka) juga diwisuda sebagai hafizh al-Qur'an 30 Juz. Lebih daripada itu, 30 orang alumni tahun ini menyatakan siap mengabdi di Cipining atau di lembaga pendidikan lain yang bekerjasama dengan Darunnajah. Permintaan bantuan guru kepada Pesantren pun bertambah, terakhir dari Pondok Tidar Magelang Jawa Tengah. Pesantren Darunnajah Cipining mulai tahun pelajaran 2010/2011 juga menawarkan program Beasiswa Tahfizh al-Qur'an yang rinciannya dapat dibaca di Wardan edisi Juni 2010 ini. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini silakan hubungi kami melalui nomor telepon contact persons, atau melalui alamat e-mail yang tertera. Kegiatan ekstrakurikuler santri juga terus kita perhatikan dan kita dorong untuk lebih semarak. Santri Kelas 5 TMI tahun ini berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Pekan Baca Pelajar dan Bazaar Buku, dan telah berhasil terlaksana medio Januari lalu. Para santri juga konsisten berpartisipasi dalam berbagai event lomba olah raga, seni budaya, dan ilmiyah, terutama yang telah menjadi kalender rutin. Sebagai contoh Pekan Olah Raga dan Seni Pesantren tingkat Daerah (Provinsi), sebagai ajang seleksi ke tingkat Nasional (Pospenas). Minat santri mengikuti seleksi program pertukaran pelajar internasional (AFS dan YES) juga tinggi, kini proses situ sedang berjalan. Dari sisi fasilitas, Alhamdulillah kita dapat terus melengkapi dan merawat yang telah ada. Sekarang ini sedang dikerjakan pemasangan paving block lapangan parkir di bawah lapangan basket. Lahan ini akan digunakan untuk lapangan futsal. Di kampus 2 geliat pembangunan fisik juga tampak, yaitu asrama santri putra. Rehab masjidnya (marmer lantai dan keramik dindingnya) juga telah selesai. Kiprah di masyarakat dan kerja sama mutual dengan berbagai institusi pun menjadi perhatian utama kita. Beberapa waktu lalu kita kebagian giliran menjadi tuan rumah Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan. Kita juga concern terhadap isu-isu global, terutama terkait Global Warming dan Climate Change. Selain aksi nyata yang sehari-hari kita lakukan, kita juga turut

P

Pengantar Redaksi

RE

ENG P

SI AK D

TAR AN

berpartisipasi dalam The First International Islamic Conference on Moslem Action on Climate Change, awal Apri lalu. Itulah iktisar dari beberapa kegiatan Pesantren selama satu sem ester terakhir. Kepada para santri kita ucapkan, selamat berlibur akhir semester genap. Semoga dapat kembali ke Pesantren di awal tahun pelajaran 2010/2011 dengan jiwa dan raga yang fresh. Kepada para calon santri baru: selamat datang di kampus Darunnajah Cipining nan asri dan damai. Kita memohon dukungan dan doa dari segenap orang tua/wali santri, simpatisan, dan pembaca Wardan. Semoga Allah s.w.t. senantiasa melimpahkan taufiq dan inayah-Nya serta meridhai amal usaha kita. Semoga Dia menambahkan kekuatan lahir dan batin kepada segenap anshar Darunnajah Cipining, terutama pengasuh dan pimpinannya guna mengemban amanah ummat yang berupa penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, dan penyiapan generasi muslim yang berkarakter imam/pemimpin, muttaqi, 'alim,

Tanggung Jawab Orang Tua
Terhadap

Pendidikan Anak

Oleh Muhamad Mufti AW Pulungan

il

a

h

m

Di antara hal-hal penting yang Allah s.w.t. ingin hamba-hamba-Nya perhatikan dengan sungguhsungguh adalah masalah pendidikan anak-anak mereka. Hal ini adalah perkara yang sulit dan berat, terlebih lagi di era (sekarang yang) penuh dengan godaan-godaan dan berbagai kontradiksi. Sementara itu anak-anak, sebagaimana telah dimaklumi, merupakan amanat di pundak para orang tua. Bahkan, Islam telah menjadikan kedua ibu bapak sebagai faktor esensial bagi kesalihan maupun kebejatan anak-anak, sebagaimana Islam menjadikan keduanya bertanggung jawab secara langsung terhadap masalah dimaksud. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w.: “Setiap bayi itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (tauhid, iman). Orang tuanyalah yang (potensial) menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” Oleh karena itu tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak mereka amat besar. Mereka dituntut untuk bersungguh-sungguh mendidik, mengasuh, dan mengajar, serta memperhatikan anak-anak mereka sejak usia dini, baik dari segi agama (ibadah dan akidah), intelektualitas, mental, akhlak, maupun jasmani. Juga sikap istiqamah (konsistensi) terhadap kebenaran dan petunjuk agama yang lurus. Anak bagaikan permata yang dapat diasah sesuka kita. Dan tiada sesuatu pun yang setara pentingnya bagi anak dibanding dengan ilmu dan adab. Dengan keduanya anak dapat memilah hal yang buruk dari yang baik, membedakan yang hak dari yang batil, mengenali kewajibannya terhadap Allah dan RasulNya, dan kewajibannya terhadap ummat dan tanah airnya. Dalam konteks ini Nabi s.a.w. bersabda: “Tiadalah pemberian orang tua yang lebih utama bagi anak mereka daripada pendidikan adab yang mulia (al-akhlaq al-karimah).”

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Oleh Muhamad Mufti AW Pulungan

Di antara hal-hal penting yang Allah s.w.t. ingin hamba-hamba-Nya perhatikan dengan sungguhsungguh adalah masalah pendidikan anak-anak mereka. Hal ini adalah perkara yang sulit dan berat, terlebih lagi di era (sekarang yang) penuh dengan godaan-godaan dan berbagai kontradiksi. Sementara itu anak-anak, sebagaimana telah dimaklumi, merupakan amanat di pundak para orang tua. Bahkan, Islam telah menjadikan kedua ibu bapak sebagai faktor esensial bagi kesalihan maupun kebejatan anak-anak, sebagaimana Islam menjadikan keduanya bertanggung jawab secara langsung terhadap masalah dimaksud. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w.: “Setiap bayi itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (tauhid, iman). Orang tuanyalah yang (potensial) menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” Oleh karena itu tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak mereka amat besar. Mereka dituntut untuk bersungguh-sungguh mendidik, mengasuh, dan mengajar, serta memperhatikan anak-anak mereka sejak usia dini, baik dari segi agama (ibadah dan akidah), intelektualitas, mental, akhlak, maupun jasmani. Juga sikap istiqamah (konsistensi) terhadap kebenaran dan petunjuk agama yang lurus. Anak bagaikan permata yang dapat diasah sesuka kita. Dan tiada sesuatu pun yang setara pentingnya bagi anak dibanding dengan ilmu dan adab. Dengan keduanya anak dapat memilah hal yang buruk dari yang baik, membedakan yang hak dari yang batil, mengenali kewajibannya terhadap Allah dan RasulNya, dan kewajibannya terhadap ummat dan tanah airnya. Dalam konteks ini Nabi s.a.w. bersabda: “Tiadalah pemberian orang tua yang lebih utama bagi anak mereka daripada pendidikan adab yang mulia (al-akhlaq al-karimah).” Allah s.w.t. menjadikan pada diri manusia daya plastisitas (kemampuan menerima kebaikan maupun keburukan) yang didasari suatu hikmah (rahasia ilahi) yang Dia kehendaki atas mereka. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (yaitu jalan kebajikan dan jalan kejahatan). (Q.S. AlBalad [90]: 10). Allah s.w.t. juga menjadikan orang tua wasilah bagi a n a k - a n a k u nt u k m e n e r i m a ke b e n a ra n , sebagaimana sabda Rasul tersebut di muka. Jika seorang anak berada di lingkungan rumah (keluarga) yang istiqamah (seluruh anggotanya berpegang teguh pada agama mereka dan akhlak mulia, kedua ibu bapaknya berkomitmen kepada

ilmu, akhlak dan adab), niscaya ia tumbuh dan berkembang menjadi shalih dan istiqamah pula. Hal sebaliknya juga dapat terjadi. Oleh karena itu Nabi s.a.w. memerintahkan para orang tua untuk melatih dan menganjurkan anak untuk taat dan berbuat yang ma'ruf. Rasulullah bersabda: “Suruhlah anak-anakmu untuk mendirikan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika mengabaikannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah (tempat tidur) mereka.” Semuanya itu demi membiasakan anak-anak untuk berdisiplin. Rasulullah juga bersabda: “Jika seorang anak telah dapat membedakan tangan kanannya dari yang kiri maka suruhlah ia shalat.” Ini adalah petunjuk Nabi s.a.w. bagi para orang tua dalam hal mendidik anak-anak mereka untuk beribadah, agar kelak mereka menjadi self disciplined dan merasa ringan menunaikan ibadah. Dikatakan Abul A'la: “Para pemuda itu tumbuh dan berkembang dengan perilaku yang telah dibiasakan oleh kedua ibu bapaknya. Pemuda tidak dapat ditaklukkan oleh akal semata, melainkan oleh pembiasaan beragama dari orang-orang terdekatnya.” Pendidikan anak-anak merupakan kewajiban yang sulit dan berat, demikian pula mengajak mereka kepada kebaikan, dan mengarahkan mereka kepada amal shalih yang berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Hanya orang-orang yang Allah berikan taufiq dan inayah atasnya sajalah yang dapat mengembannya dengan baik. Allah s.w.t. memerintahkan orang-orang beriman untuk memelihara diri dan keluarga mereka dari (siksa api) neraka, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak m e n d u r h a ka i A l l a h t e r h a d a p a p a ya n g diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. AtTahrim [66]: 6) Tanggung jawab para bapak terhadap anak-anak mereka besar, tetapi tanggung jawab para ibu lebih lebih berat dan penting. Sungguh indah kata mutiara Ahmad Syauqi: “Ibu adalah sekolah (utama). Jika engkau persiapkan dia dengan sungguh-sungguh, engkau telah mem-persiapkan (lahirnya) sebuah generasi bangsa yang harum namanya.” Maka, jika ayah dan ibu bertolong-menolong dan serius dalam mendidik, mengasuh, dan mencurahkan perhatian, niscaya baiklah kehidupan anak-anak mereka, dan luruslah akhlak mereka. Kedua ibu bapak hidup berbahagia di dunia karena anak-anak berbakti, dan di akhirat dibalas dengan ganjaran yang lebih baik oleh Tuhan seru sekalian

alam, Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. (Q.S. Ath-Thur [52]: 21). Perkara melatih generasi muda (anak-anak dan remaja) untuk taat; mencintai kebaikan; suka beramal shalih; membaca al-Qur'an dan sunnah nabawiyah yang mulia; dan bergaul dengan ahli ilmu, kebajikan, dan takwa; sungguh adalah tanggung jawab yang berat, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.; “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas (rakyat) yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin di dalam keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas mereka; dan istri adalah (juga) pemimpin di rumah suaminya, dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Sungguh, setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” Beratnya tanggung jawab ini semakin kita rasakan pada era globalisasi ini. Hal mana pengaruh luar yang buruk, baik dari lingkungan masyarakat maupun dunia maya, dengan mudah menjalar dan meracuni generasi muda. Ruang lingkup dan cakupan tanggung jawab dimaksud sangat luas, sebagaimana dikandung oleh ayat 6 surah AtTahrim tersebut di muka. Hal ini berarti bukan hanya pendidikan profesional yang memungkingkan anak bekerja dan memperoleh penghidupan yang layak. Jauh di atas itu adalah pendidikan agama, yang dengannya anak dapat membina hablun min Allah secara benar dan baik. Tanggung jawab (pendidikan anak) itu pertama-tama terletak di pundak para orang tua di rumah, kemudian pada para pendidik (guru), dan masyarakat. Keteladanan mereka harus dapat dirasakan oleh anak-anak. Semoga Allah s.w.t. memperbaiki keadaan kita, dan menunjuki kita kepada jalan-Nya yang lurus, dengan karunia dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Shalawat dan salam semoga senantiasa tecurah atas Rasulullah Muhammad, dan atas keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin… Setelah (dan sambil terus) kita tunaikan kewajiban mulia itu, marilah kita bertawakkal kepada Allah s.w.t. dan memanjatkan doa, Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Furqan [25]: 74). Wallahu a'lam bish-shawab. [F]

Pengantar Redaksi Pembaca yang budiman, segala puji hanya bagi Allah s.w.t. Kita memuji dan bersyukur kepada-Nya karena program kegiatan pendidikan, pengajaran, dakwah dan segala amal usaha kita (Pesantren Darunnajah Cipining) selama satu tahun pelajaran terakhir dapat berjalan dan dipungkasi dengan baik. Menjelang akhir Mei yang baru lalu 71 orang santri TMI telah diwisuda. Bersamaan dengan itu 3 orang (di antara mereka) juga diwisuda sebagai hafizh al-Qur'an 30 Juz. Lebih daripada itu, 30 orang alumni tahun ini menyatakan siap mengabdi di Cipining atau di lembaga pendidikan lain yang bekerjasama dengan Darunnajah. Permintaan bantuan guru kepada Pesantren pun bertambah, terakhir dari Pondok Tidar Magelang Jawa Tengah. Pesantren Darunnajah Cipining mulai tahun pelajaran 2010/2011 juga menawarkan program Beasiswa Tahfizh al-Qur'an yang rinciannya dapat dibaca di Wardan edisi Juni 2010 ini. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini silakan hubungi kami melalui nomor telepon contact persons, atau melalui alamat e-mail yang tertera. Kegiatan ekstrakurikuler santri juga terus kita perhatikan dan kita dorong untuk lebih semarak. Santri Kelas 5 TMI tahun ini berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Pekan Baca Pelajar dan Bazaar Buku, dan telah berhasil terlaksana medio Januari lalu. Para santri juga konsisten berpartisipasi dalam berbagai event lomba olah raga, seni budaya, dan ilmiyah, terutama yang telah menjadi kalender rutin. Sebagai contoh Pekan Olah Raga dan Seni Pesantren tingkat Daerah (Provinsi), sebagai ajang seleksi ke tingkat Nasional (Pospenas). Minat santri mengikuti seleksi program pertukaran pelajar internasional (AFS dan YES) juga tinggi, kini proses situ sedang berjalan. Dari sisi fasilitas, Alhamdulillah kita dapat terus melengkapi dan merawat yang telah ada. Sekarang ini sedang dikerjakan pemasangan paving block lapangan parkir di bawah lapangan basket. Lahan ini akan digunakan untuk lapangan futsal. Di kampus 2 geliat pembangunan fisik juga tampak, yaitu asrama santri putra. Rehab masjidnya (marmer lantai dan keramik dindingnya) juga telah selesai. Kiprah di masyarakat dan kerja sama mutual dengan berbagai institusi pun menjadi perhatian utama kita. Beberapa waktu lalu kita kebagian giliran menjadi tuan rumah Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan. Kita juga concern terhadap isu-isu global, terutama terkait Global Warming dan Climate Change. Selain aksi nyata yang sehari-hari kita lakukan, kita juga turut berpartisipasi dalam The First International Islamic Conference on Moslem Action on Climate Change, awal April lalu. Itulah iktisar dari beberapa kegiatan Pesantren selama satu semester terakhir. Kepada para santri kita ucapkan, selamat berlibur akhir semester genap. Semoga dapat kembali ke Pesantren di awal tahun pelajaran 2010/2011 dengan jiwa dan raga yang fresh. Kepada para calon santri baru: selamat datang di kampus Darunnajah Cipining nan asri dan damai. Kita memohon dukungan dan doa dari segenap orang tua/wali santri, simpatisan, dan pembaca Wardan. Semoga Allah s.w.t. senantiasa melimpahkan taufiq dan inayah-Nya serta meridhai amal usaha kita. Semoga Dia menambahkan kekuatan lahir dan batin kepada segenap anshar Darunnajah Cipining, terutama pengasuh dan pimpinannya guna mengemban amanah ummat yang berupa penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, dan penyiapan generasi muslim yang berkarakter imam/pemimpin, muttaqi, 'alim, muballigh, dan amil bi'ilmihi (IMAMA).

Raudhatul Athfal

Membentuk
ara pengelola Raudhatul Athfal (RA/TK) Darunnajah Cipining, setiap saat selalu menjaga dedikasinya untuk membentuk generasi sholeh-sholehah di sekolah yang mereka bina. Dunia anak-anak yang digelutinya, merupakan sebuah pengalaman tersendiri yang mereka sadari telah menikmatinya. Ustadzah Musyarofah (Kepala RA) mengatakan, alangkah urgennya anak-anak diberikan edukasi relegius yang benar secara kognitif, afektif dan psikomotorik yang akan menuntunnya menempuh masa depan madani. Sifat anak sebagai duplikator dan imitator sejati, menjadikannya perlu sebuah keteladanan dari

P

Darunnajah Cipining

Generasi Muslim Madani
milieu yang akan membentuk dirinya. Dan program pendidikan di TK Darunnajah Cipining telah mengacu ke sana. Lokasi RA yang berada di kawasan pesantren, menjadikannya mendukung stabilitas pembelajaran serta kenyamanan. Wali murid pun tak perlu khawatir terhadap kondisi putraputrinya. Mereka, saat menanti putra-putrinya belajar di kelas, dapat beristirahat dan bersantai dengan leluasa karena area yang cukup memadai. U nt u k m e n a m b a h wawa s a n d i b i d a n g keagamaan, para wali murid ini juga mendapatkan kegiatan majelis taklim yang dipandu oleh pimpinan pesantren dan beberapa guru senior. Arena bermain dengan fasilitas memadai, tersedia di depan ruang kelas. Praktik ibadah sholat dan baca huruf Al-Qur'an juga dilakukan di dalam Masjid yang berada tidak jauh dari ruang kelas. Tidak lupa, senam sebagai salah satu komponen olah raga kebugaran, dilakukan bersama-sama pada setiap hari Sabtu. Saat ini RA DNC di asuh oleh 4 orang guru. Selain Bu Mus yang merangkap sebagai Kepala RA, terdapat Ustadzah Munaroh, A.Ma., Ustadzah Enok Putriana, dan Ustadzah Latifah Apriani. Para guru TK ini kini juga sedang menyelesaikan pendidikan S-1 di beberapa perguruan tinggi. “Agar tidak ketinggalan informasi dan kemajuan tentang dunia luar, maka kami tetap aktif mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal). Disana kami dapat berbagi pengalaman, permasalahan dan saling tukar informasi” tutur Bu Mus. (WARDAN/Billah)

Bersiap Mengikuti UASBN
Medio April 2010 MI Darunnajah Cipining menyelenggarakan kegiatan sosialisasi UASBN bagi orang tua/wali siswa kelas 6. Saat itu Kepala MI Ustadz Nurfathoni, S.H.I memohon dukungan kepada seluruh wali murid agar bersinergi membantu mempersiapkan ujian yang akan dilaksanakan awal Mei. Secara akademik pihak madrasah telah memprogramkan berbagai kegiatan pendukung. Namun Ustadz Toni masih merasa belum cukup. Karena, untuk menghadapi ujian tidak saja dibutuhkan kesiapan materi, tetapi harus pula didukung dengan mental dan suasana yang kondusif. Maka, pembagian tugas antara madrasah dan wali murid harus berimbang, saling mendukung. Upaya madrasah dalam hal ini, menurut Ustadz Toni, telah banyak yang dilakukan. Antara lain dengan memberikan bimbingan belajar (bimbel) secara intensif serta try out ujian berkala. Pada malam-malam tertentu, murid-murid (yang berasrama) juga dijadwalkan untuk melaksanakan shalat malam bersama dan bermunajat memohon kemudahan dan kesuksesan dalam ujian. Hal lain, Kepala MI juga menekankan agar setiap wali murid dapat melengkapi peralatan UASBN putra-putrinya seperti pensil, serutan, penghapus, penggaris dan lainnya. Wali murid juga diajak untuk memberikan memotivasi dan menguatkan mental anak-anak di dalam menghadapi ujian. Untuk lebih mendapatkan gambaran secara pasti tentang kondisi anak-anak didiknya di rumah, Kepala MI mengecek satu-persatu wali murid. Dari laporan itu, Kepala MI berencana menindaklanjuti demi tercapainya keberhasilan siswa-siswi dalam belajar (ujian). Dalam kesempatan itu orang tua/wali siswa juga diberi informasi tentang agebnda dab

Siswa-Siswi MI Darunnajah

Bingkisan Raksasa Untuk Pemenang MI Cup

kegiatan siswa kelas 6 sampai dengan pascaUASBN. Kepala MI juga membuka forum dialog (tanya jawab) dalam pertemuan tersebut. Dari hasil UASBN tahun pelajaran ini, kita peroleh peringkat 5 terbaik pertama sebagai berikut : 1. Sulaiman Tsani Arrasyid bin Mochamad Nasrullah asal Bogor

melihat bingkisan hadiah yang sangat besar. Bagi yang sudah mengetahui dirinya sebagai pemenang dalam perlombaan kemarin seperti lomba makan kerupuk, terlihat tersenyumsenyum melihat hadiah yang akan diterimanya. Sementara bagi yang belom mengetahui terlihat tegang dan penasaran, dihantui pertanyaan 'apakah saya pemenangnya? Setelah upacara dibuka, Ustadz Dede Maryadi mengumumkan para juara. Berikut ini adalah daftar juara “MI Cup 2010”; A. LOMBA CERDAS CERMAT Kelas 1 dan 2 a) Juara I Kelas 2 B Putra b) Juara II Kelas 2 A Putri c) Juara III Kelas 2 B Putri Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 b) Juara II Kelompok 6 c) Juara III Kelompok 3

2. Dede Halim Bin Enas Hasihin asal Cianjur 3. Afifah binti H. Abdul Halim asal Bogor 4. Muhammad Waliyudin bin KH. Asep Faqih asal Bogor 5. Burhanurabby bin KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. asal Bogor (WARDAN/Billah) Jum'at pagi, 7 Mei 2010, siswa-siswi kelas 1 s.d 5 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah Cipining menanti pengumuman hasil perlombaan yang dilaksanakan selama tiga hari. Mereka penasaran

B. LOMBA HAFALAN SURAT PENDEK Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Nadia b) Juara II, Urfa c) Juara III, Aisyah Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 5 b) Juara II Kelompok 1 c) Juara III Kelompok 4 C. LOMBA MAKAN KERUPUK Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Andika b) Juara II, Ulil c) Juara III, Nadia Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 b) Juara II Kelompok 4 c) Juara III Kelompok 3 D. PERTANDINGAN SEPAK BOLA a) Juara I Kelompok 2 b) Juara II Kelompok 6 E. LOMBA BACA PUISI Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Fani Dwi Rizkiyani b) Juara II, Icha c) Juara III, Andika Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 2 b) Juara II Kelompok 3 c) Juara III Kelompok 5

F. LOMBA FASHION SHOW Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Rasel b) Juara II, Nadia c) Juara III, Alya Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 (Adinda) b) Juara II Kelompok 5 (Fina) c) Juara III Kelompok 6 (Fira) G. JUARA UMUM KELOMPOK 1 Para pemenang berdiri dibarisan terdepan, untuk menerima hadiah sebagai hasil dari kesungguhannya dalam berkompetisi sehat. Acara penyerahan hadiah menjadi semakin semarak saat Ustadz Afif Maghfuri sebagai fotografer menggoda para pemenang dengan corong kameranya. Kegiatan class meeting ini diselenggarakan dengan maksud memberi kegiatan edukatif dan rekreatif bagi siswa-siswi kelas 1 s.d 5 pada saat kelas 6 mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). [WARDAN/kang DR]

SEMARAK SISWA MADRASAH DINIYAH MEMPERINGATI MAULID NABI

Darunnajah Cipining adalah pesantren yang memiliki orientasi dan tingkat kepedulian tinggi dalam bidang pendidikan umat. Oleh karena itu, Darunnajah Cipining selalu berpartisispasi dalam pembangunan pendidikan di lingkungan masyarakat sekitar, salah satunya adalah dengan mendirikan Madrasah Diniyah (MD). Berdiri sejak tahun 1992, kini, di bawah kepemimpinan Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. Madrasah Diniyah berganti nama menjadi Madrasah Diniyah Takmiliyah dan telah terdaftar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seluruh siswa Madrasah Diniyah mengadakan aneka perlombaan. Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 2-7 Maret 2010. Kegiatan yang panitia pelaksananya adalah para guru praktik dari santri kelas 5 TMI ini tampak meriah. Adapun perlombaan yang diselenggarakan adalah : 1. Cerdas Cermat 2. Mewarnai 3. Hafalan Do'a Sehari-hari 4. Hafalah Do'a-do'a Pilihan 5. Memasukan Paku Ke Dalam Botol 6. Balap Kelereng 7. Cepat Tepat Mufrodat (Kosakata Bahasa Arab/Inggris) Kegiatan yang dibimbing oleh Ustadz Sholehudin ini mendapat respon yang positif dari para siswa/siswi. Hal ini terbukti dari jumlah peserta (santri MD) kegiatan ini hampir mencapai 100 orang. Lomba diklasifikasikan perkelas, agar para peserta tertantang untuk mengasah kemampuannya masing-masing. “Sangat menyenangkan bisa ikutan lomba memasukkan paku ke dalam botol, walaupun cuma juara 2 juga”, ujar Mumuh. Dengan kegiatan ini para guru berharap siswa-siswi lebih giat lagi dalam belajar di Madrasah Diniyah. “Kami sepakat dalam kegiatan ini mudah-mudahan bisa jadi daya tarik kembali untuk para santri mengikuti kegiatan MD ini, karena sempat ada beberapa santri yang berhenti dan masuk lagi setelah mengetahui adanya lomba ini”, ujar Ibah Misbah salah satu guru Madrasah Diniyah. Walaupun sempat beberapa hari diguyur hujan, Alhamdulillah acara ini tetap berlangsung lancar. Hal ini berkat dukungan semua pihak, terutama para guru yang telah menyisihkan sebagian dari uang jajannya untuk membeli hadiah perlombaan. Dan semua yang telah dilakukan, mudah-mudahan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT, dan semakin bersemangat lagi dalam mengajar murid-murid Madrasah Diniyah, Amin. (WARDAN/BOOM Fawwaz )

MENJADI GURU SEHARI Salah satu kegiatan yang berlangsung di pesantren Darunnajah Cipining di medio Januari 2010 adalah ujian praktik mengajar (amaliah tadris) untuk santri kelas 6 TMI. Kegiatan ini telah dimulai pada hari Senin, 17 Januari 2010. Terdapat 3 tahapan dalam kegiatan ini, yaitu pembekalan, percontohan, dan ujian individu. Pembekalan dibuka oleh pimpinan pesantren didampingi kepala MA, Drs. Abd. Rosyid Sholeh. Dalam kesempatan itu ketua panitia Ustadz Nasikun, S.E. juga mensosialisasikan beberapa hal terkait dengan pelaksanaan amaliah tadris. Selain motivasi dan arahan oleh pimpinan pesantren dan kepala MA, point-point penting dalam pembekalan adalah penyampaian sifat-sifat guru berikut metodologi pengajaran setiap materi yang akan menjadi materi ujian mengajar santri. Dalam kesempatan itu pula, diajarkan bagaimana tata cara dan istilah yang digunakan dalam menulis kritik dalam mengajar, baik berbahasa Arab maupun Inggris. Hal ini dilakukan karena salah satu penilaian dalam amaliah tadris dilakukan oleh teman-teman satu tim yang terdiri dari lebih kurang 8 orang. Tahapan kedua adalah ujian percontohan di depan seluruh peserta dan pembimbing amaliah tadris. Ujian ini dilaksanakan dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Arab untuk materi lokal seperti mahfudzot, mutholaah, dll. Kemudian berbahasa Inggris untuk materi Inggris; dan berbahasa Indonesia untuk materi Akidah Akhlak, Qur'an Hadits dll. Amaliah tadris percontohan dilaksanakan Kamis, 20 Januari 2010, bertempat di aula pesantren. Terakhir, setelah pembagian kelompok dan proses bimbingan oleh pembimbing masingmasing, semua peserta melaksanakan ujian praktik di kelas sesuai jadwal yang dibuat oleh panitia. Sebelum melaksanakan ujian, setiap peserta harus mendapat 2 rekomendasi. Rekomendasi pertama dari guru pengajar asli materi, dan rekomendasi kedua dari guru yang jam pelajarannya digunakan ujian praktik. Usai ujian, setiap kelompok akan melakukan evaluasi satu tim dengan para pembimbing. Pada kesempatan itu, setiap peserta berhak menilai dan mengkritik guru yang melaksanakan ujian praktik mengajar. Setiap santri kelas 6 dinilai dari berbagai aspek antara lain: keaktifan kehadiran, kualitas I'dad (RPP); kemampuan mengajar; dan kemampuan mengkritik. Alhamdulillah para santri pada umumnya memperoleh nilai baik dan baik sekali. berikut adalah nama-nama santri peraih peringkat 5 terbaik pertama hasil ujian praktik mengajar tersebut: Kelas 6A (Asrama, Putra) 1. ....................., kriteria............... 2. 3. 4. 5. Kelas 6B (Asrama, Putra) 1. ....................., kriteria............... 2.

Siswa SMK Darunnajah Cipining

Praktik Kerja Industri Perdana
Jum'at pagi, 4 Mei 2010, Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) DNC bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta. Siswi sebanyak 16 orang tersebut akan melaksanakan kegiatan selama 1 (satu) bulan. Adapun siswanya telah diberangkatkan Kamis, 25 April 2010. Lokasi Prakerin siswa adalah PT Telkom dan LP3i Jakarta. Jumlah mereka 11 orang. Mengingat waktu dan tempat Prakerin yang sedemikian rupa (lama dan jauh), para siswa-siswi mempersiapakan bekal (pakaian dan peralatan) yang cukup banyak. Hal ini karena selama sebulan mereka akan menginap (menetap) di dekat lokasi prakerin, tidak pergi pulang setiap hari. Bahkan siswa-siswi yang praktek di LP3i dan Darunnajah menginap di asrama/mess. Oleh karena itu sempat terlihat suasana haru ketika orang tua/wali mengantar keberangkatan putra-putri mereka ke Darunnajah Cipining. Kegiatan praktik kerja industri siswa SMK memang berbeda dalam berbagai hal dengan Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) bagi santri TMI/MA. Fokus prakerin adalah semacam magang kerja profesional. Meskipun demikian para peserta prakerin tetap memikul tugas dakwah, sekurangkurangnya secara individu. Kegiatan prakerin kali ini diikuti oleh 28 siswa-siswi (26 orang dari kelas XI, dan 2 orang dari kelas X). “Diikutsertakannya sebagian siswa kelas X adalah karena permintaan dari dunia industri mitra SMK Darunnajah Cipining kali ini melebihi dari jumlah siswa kelas XI yang ada”, kata Kepala SMK Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom. Kepala SMK juga menuturkan, dengan prakerin ini para siswa benar-benar memperoleh pengalaman yang berharga dan wawasan tentang dunia kerja profesional secara nyata. hal itu diungkapkannya, merangkum kesan dan pesan para peserta seusai prakerin.

Santri Nihai
Tiada Hari

Tanpa Ujian dan Bimbingan

jian Nasional (UN) pada bulan Maret lalu bukan berarti akhir dari seluruh kegiatan santri nihai (kelas 6 TMI/kelas XII MA) Darunnajah Cipining Bogor. Selang satu hari berikutnya 71 santri senior tersebut segera melaksanakan Ujian Praktik Olah Raga yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Nurrohman. Dan pada tanggal 5-9 April 2010 mereka mengikuti Ujian Akhir Madrasah (UAM). Berikutnya para santri kembali disibukkan dengan Ujian Nihai tahap kedua, 10-18 April 2010. Ujian Nihai tahap pertama sudah dilaksanakan bersamaan dengan ujian Semester Gasal, dengan materi seluruh pelajaran lokal/muatan pesantren TMI yang sudah selesai diajarkan dari kelas 1-5 TMI seperti Mahfudzat, Imla, Tajwid, Shorf, Tarikh Islam, Al-Adyan, Mawarits/Faraidh, dan Khat. Pada Ujian Nihai tahap dua ini diujikan pelajaran yang masih diajarkan sampai kelas 6 TMI antara lain: Tarbiyyah, Nahwu, Balaghah, Fiqh, Tafsir, Hadits, Muthola'ah, Mustholah Hadits, Psikologi, Ta'bir, Compose, Ushul Fiqh, Mantiq dan TIK Praktek. Ujian Nihai diawali dengan Ujian Lisan Bahasa Arab dan Inggris, 30 Maret – 2 April 2010. Disela-sela padatnya agenda ujian, para santri juga mengikuti bimbingan dan persiapan Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM). Kegiatan lini akan dilaksanakan di dua

U

lokasi yaitu: di Bantar Gebang Bekasi (santri asrama); dandi Setu Jasinga (santri non asrama) pada tanggal 24 April – 03 Mei 2010. Bimbingan untuk 7 kelompok ini dipandu dan dinilai oleh para pembimbing kelompok masing-masing. Kegiatan ini meliputi: qira'atul qur'an, imamah, khithabah, adzan wa iqamah, mudzakarah adabadab harian, do'a-do'a dan wirid, dan nisaiyyah / keputrian. Sebelum pemberangkatan, para peserta PDPM juga mendapatkan pembekalan, termasuk simulasi dan Latihan Operasional pada tanggal 21- 23 April 2010.

bawahnya. Mereka tidak diliburkan selama pelaksanaan UN MA. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, memanfaatkan beberapa ruang kelas yang tidak digunakan UN, juga di masjid dan beberapa tempat lain yang memungkinkan. Para guru yang tidak menjadi pengawas dan panitia UN dimaksimalkan untuk mengajar dan/atau menjadi pengganti (badal) guru yang berhalangan.

Mts dan SMP Darunnajah Cipining Ujian Nasional
Ujian Nasional (UN) MTs dan SMP tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan mulai 29 Maret s.d. 1 April 2010. Pada tingkat ini Pesantren Darunnajah Cipining mengikut sertakan 168 orang siswa-siswi. Jumlah tersebut terdiri atas 126 siswa MTs dan 42 Siswa SMP. UN MTs dan SMP dilaksanakn 1 pekan setelah UN SMA/MA/SMK. Alhamdulillah para santri (siswa-siswi) dapat mengikuti UN dengan baik, tanpa ada halangan. Penyelenggara UN MTs dan SMP di Darunnajah Cipining juga wajar, tidak ditemukan indikasi kecurangan dan penyelewngan, baik oleh pribadi siswa maupun oleh guru atau pihak ketiga. Pesantren memang sejak awal berdirinya berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan dengan fair dan jujur, termasuk dalam hal ujian (lokal maupun nasional). Para santri dibiasakan (dan dididik) untuk “percaya pada diri sendiri”. Untuk itu seiring naiknya passing grade (nilai batas kelulusan) dari tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Darunnajah Cipining terus berupaya untuk meningkatkan kualitas belajar santri, demi mempersiapkan para peserta didik dalam menghadapi UN, sehingga mereka dapat lulus dengan niali yang memuaskan, hasil bimbingan belajar yang intensive. [WARDAN/Kang DR]

Santri Kelas 6 TMI Ikuti Ujian Nasional MA
Tanggal 22 s.d 26 Maret 2010 seluruh siswa kelas XII SMA/MA/SMK di Indonesia mengikuti Ujian Nasional tingkat SLTA, tak terkecuali para santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining. Pagi-pagi sekali, para 'Mujahid Niha'i' telah bergegas menuju 'Medan Jihad' di Kampus 2. Dalam upacara pembukaan Ujian Nasional, Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah Cipining Drs Abdul Rosyid memberi nasihat kepada seluruh peserta UN. Beliau meyakinkan bahwa Passing Grade yang ditetapkan Pemerintah hendaknya tidak menjadi sebuah beban, tapi justru menjadi suatu motivasi yang dapat memacu kita untuk lebih sungguh-sungguh guna meraih prestasi yang setinggi-tingginya. Di akhir upacara tersebut, Kepala Madrash memimpin doa yang diaminkan oleh seluruh peserta UN. Seusai upacara, peserta UN putri berkumpul sambil menundukkan kepala. Terliha begitu khusyuk 'menambah' doa untuk menguatkan mental, supaya apa yang telah dipelajari, tidak hilang karena adanya rasa 'kurang percaya diri'. Lain halnya peserta UN laki-laki. Beberapa diantara mereka menyempatkan diri untuk Sholat Dhuha, di Masjid Kampus 2 yang tidak jauh dari Ruang Ujian. Pelaksanaan UN ini tidak membawa dampak yang merugikan kepada santri dari kelas-kelas di

Berbagai Perguruan Tinggi

Berebut Presentasi di Hadapan
Santri Darunnajah Cipining

Sabtu, 8 Mei 2010 Pesantren Darunnajah Cipining dikunjungi representasi beberapa kampus perguruan tinggi. Mereka diundang untuk memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai pendidikan tinggi kepada para santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa studinya Seluruh santri kelas 6 TMI mengikuti kegiatan Orientasi Kemasyarakatan dan Perguruan Tinggi dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 7 Mei 2010. Pada hari Jum'at, kegiatan diawali dengan Orientasi Kemasyarakatan oleh Pimpinan Pesantren KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Acara dilanjutkan dengan orientasi perguruan tinggi berupa pengenalan kampus-kampus hingga sore

hari. Perguruan yang mengisi kegiatan ini cukup banyak, antara lain Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ), Akademi Kebidanan Wiyata Husada, Bogor. Selain kampus-kampus tersebut, hadir juga representasi Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) Jakarta, Universitas Islam Djuanda (UNIDA) Ciawi, Bogor, Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, LP3i Blok M Jakarta Selatan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania (STIE Pandu Madania) Bogor, dan Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Masing-masing kampus mengenalkan profilnya dan memberikan penjelasan kepada peserta mengenai dunia perguruan tinggi. Ustadz Imam Ghazali, S.Pd.I selaku penanggung jawab acara ini berpendapat kegiatan ini sangat positif bagi para santri akhir ka re n a b i s a m e m b u ka c a k ra wa l a d a n wawasannya mengenai dunia kampus yang akan digelutinya nanti. ”Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini para santri tidak salah melangkah ketika nanti memilih perguruan tinggi”, ujarnya. (wardan/dzikrillah).

embekalan Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining tahun 2010 dibuka selasa, 21 April 2010. Hadir menyampaikan sambutan Kepala Biro Da'wah dan Hubungan Masyarakat, Ustadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I. Dalam sambutannya alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan 2/1995 ini mengingatkan pentingnya progam PDPM. “PDPM tahun ini terasa istimewa, karena dilaksanakan setelah Ujian Nasional dan Ujian Nihai. Juga bagi santri asrama ini adalah yang pertama kalinya PDPM berlokasi di Bekasi, tepatnya di Bantar Gebang!” ungkap ustadz asal Ponorogo Jawa Timur in Selanjutnya, sambutan dan pengarahan Direktur TMI yang juga Kepala Biro Pendidikan Ustadz Muhamad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I. Dalam uraiannya, alumni pesantren Pabelan Magelang tersebut banyak mengingatkan pentingnya menjaga dan menunjukkan identitas santri sejati. “Selama ini ada kesan bahwa santri itu identik dengan 5 K; konservatif (kolot), kumuh, kuper, keras (teroris), dan kitab kuning!” ujar beliau. Selanjutnya ustadz

P

DIREKTUR TMI BUKA PEMBEKALAN PDPM
yang kini berdomisili di Bekasi ini menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar, justru santri adalah sosok muslim yang dekat dengan nilai-nilai agama dan juga berwawasan luas, tidak hanya terbatas pada kitab kuning saja. Beliau juga menegaskan pentingnya persiapan dan kesesuaian sikap dalam mengajar dan menyampaikan da'wah, antara lain dalam khutbah Jum'ah. Kemudian beliau mengungkapkan sabda Nabi yang memprediksi bahwa di akhir zaman akan muncul sekelompok umat Islam yang memanjang-manjangkan khutbah dan memperpendek sholat. Sesi pembukaan ini ditutup dengan pembacaan do'a Rabithah yang dipandu oleh koordinator panitia PDPM 2010, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom. Do'a Rabithah adalah do'a untuk meminta

ikatan ukhuwwah imaniyyah yang mantap sehingga menguatkan ghirah masing-masing individu muslim untuk berjama'ah dalam berda'wah. Karena, da'wah merupakan 'amal jama’i bukan 'amal infiradi. Seusai sesi pembukaan, alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-7 (2000) ini menjelaskan tata-tertib pembekalan.

Yang Baru Dalam PDPM 2010
'Today must be better than yesterday' (hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin). Itulah spirit yang selalu bergema di setiap relung jiwa santri Darunnajah Cipining. Terkait pelaksanaan salah satu kegiatan wajib santri kelas VI TMI/XII MA Darunnajah, berikut ini adalah hal-hal baru yang dilakukan pada PDPM 2010; Pertama, lokasi PDPM di Kelurahan Bantar Gebang Bekasi. Hal ini menjadi awal pelaksanaan PDPM di luar Kabupaten Bogor dan Tangerang. Diharapkan kegiatan PDPM kali ini akan memberi feedback yang positif bagi kemajuan pesantren. Kedua, upacara pemberangkatan peserta PDPM, Sabtu, 24 April 2010 juga disaksikan oleh seluruh adik-adik kelas mereka dari kelas 1-5 TMI/VII MTs-XI MA. Hal ini karena sebelumnya dari jam 07.00-07.30 para santri melakukan upacara mingguan di lapangan Basket. Sisi positifnya adalah dapat meningkatkan semangat peserta PDPM dan juga menjadi inspirasi positif bagi adik-adik kelas mereka. Ketiga, senandung nasyid Do'a Rabithah

m e n g ge m a s e l a m a 3 h a r i m a s a - m a s a pembekalan 20-22 April 2010. Nasyid ini telah dihafalkan oleh para peserta PDPM dan juga dilantunkan dengan penuh penghayatan dalam upacara pemberangkatan. Disaksikan oleh wakil pimpinan pesantren bidang Da'wah dan Humas, Ustsadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I ; wakil kepala Biro Pendidikan, Ustadz Drs. Abdul Rasyid (Kepala MA Darunnajah); wakil pimpinan pesantren bidang Pengasuhan Santri, Ustadz Ahmad Rosichin Wasyraf, S.Pd.I; panitia PDPM dan beberapa dewan guru TMI. Keempat, dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan PDPM dan mempermudah peserta dalam hal dokumentasi dan korespondensi, maka setiap kelompok diizinkan untuk membawa satu buah Laptop. Beberapa file yang sudah ditransfer oleh panitia dalam bentuk soft copy adalah aneka kegiatan PDPM, materi BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) yang termasuk kunci sukses mendekati anak-anak didik, beberapa makalah wa khithabah, dan slide presentasi mengenal lebih dekat dunia pesantren. Kelima, biasanya pelaksanaan PDPM pada liburan semester pertama yaitu akhir Desember dan awal Januari. Namun pada tahun ini mengingat adanya pengajuan pelaksanaan Ujian Nasional pada bulan Maret, maka PDPM diakhirkan setelah selesai Ujian nasional dan Ujian Nihai. Diharapkan mereka dapat lebih maksimal dalam melakukan rangkaian kegiatan PDPM karena beban belajar mereka sudah banyak berkurang. (WARDAN/Mr.MIM)

Oh Pondokku Perpisahan Calon Alumni TMI Angkatan Ke-17

Wahai Pondok Tempat ku Laksana Ibu Kandungku Nan Kasih Serta Sayang Padaku Oh Pondokku Ibuku

Menjelang haflatut takharruj (wisuda), santri putra kelas 6 TMI DNC mengadakan acara perpisahan dengan para guru dan adik kelas mereka. Acara panggung gembira ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 Mei 2010, malam. Pada sore harinya santri putri terlebih dulu mengadakan acara serupa di aula pesantren. Panggung Gembira santri kelas 6 putra digelar di lapangan basket. Hal ini mengingat audiens yang diundang sangat banyak, termasuk santri putri. Untuk keperluan itu dibuat sekat antara hadirin dan hadirat. Rangkaian acara diawali dengan sambutan penitia (santri kelas 6 TMI) dan Kepala Biro Pengasuhan, setelah itu giliran KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. menyampaikan nasihat dan pesan, terutama kepada para calon wisudawan. Sesi berikutnya adalah pentas seni yang menampilkan berbagai hal, qasidah, nasyid, teater/drama, dsb.

SUASANA HARU SELIMUTI WISUDA TMI

Di penghujung acara diatur jabat tangan antara calon alumni dengan dewan guru dan segenap santri (putra) yang hadir. Di sinilah Nampak suasana haru perpisahan dengan almamater dan segenap civitas akademika terbayang jelas di pelupuk mata para santri kelas 6, karena itulah satu persatu santri mulai menitikkan air mata. Suasana haru menyelimuti acara wisuda santri TMI Darunnajah Cipining, Kamis, 20 Mai 2010. Setelah menyelesaikan berbagai macam kegiatan,

juga memohon maaf apabila selama belajar di pesantren sering kali berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Setelah itu Tri Astuti Anjani mewakili para wisudawati menyampaikan sambutannya dalam bahasa Inggris. Dr. H. Imam Ad-Daruquthni, MA (wakil orang tua/wali wisudawan/wati) pun menyampaikan sambutannya dengan menggunakan dua bahasa, Arab dan Inggris. Ayah ananda Radian Mutahhari ini adalah Dekan Fak Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta dan fungsionaris PP Muhammadiyah. Di

mulai dari praktik mengajar, Ujian Nasional, Ujian Nihai, Praktik Dakwah dan Pengabdian Masyarakat (PDPM), dan Panggung Gembira, akhirnya sebanyak 71 santri putra dan putri diwisuda di aula pesantren dalam suatu seremoni yang sangat berkesan. Rangkaian acara wisuda dimulai pukul 09.00 dimulai, dipandu oleh dua orang MC: Ustadz Husnul Mubarak dan Ustadz Haryadi yang menggunakan dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris. Ayat suci al-Quran dibacakan oleh Ananda Isnaeini Mahmuda Kahar wisudawati asal Nusa Tenggara Timur. Acara dilanjutkan dengan sambutan wisudawan yang disampaikan oleh Helmi Firdaus, selaku ketua angkatan. Dalam sambutannya yang berbahasa Arab, dia mengucapkan terimakasih banyak kepada K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan segenap dewan guru serta orang tua yang telah ikhlas mendidik dan membina selama ini. Helmi

samping itu beliau adalah ketua umum DPP Partai Matahari Bangsa. Selanjutnya disampaikan sambutan Kepala MA Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh dan Direktur TMI Ustadz Muhamad Mufti, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Direktur TMI antara lain menyampaikan hasil Ujian Niha’i (Ujian Akhir TMI), beliau kemudian mengumumkan namanama santri peraih peringkat 5 (lima) terbaik

pertama. Rinciannya adalah sebagai berikut: Kelas 6A (Asrama Putra) 1. kriteria 2. 3. 4. 5. Kelas 6B (Asrama Putri) 1. 2. 3. 4. 5. kriteria

Kelas 6C (non-Asrama Putra-Putri) 1. 2. 3. 4. 5. kriteria

Pada hari tersebut juga dilakukan prosesi wisuda tahfizhul Quran. Mereka adalah Fahmi Arifuddin (asal Semarang); Yudi Taqiyudin (asal Bogor), dan Tatang (asal Garut). Setelah ketiga santri selesai mendemontrasikan hafalan AlQur'an, Pimpinan Pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. didampingi Direktur TMI; Kepala MA; dan Kepala Program Tahfizh Al-Quran Ustadz Asmari Ichsan tampil ke panggung untuk mewisuda para hafizh dengan simbol penyematan surban. Setelah wisuda tahfizh selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda TMI angkatan ke-17. Satu demi satu nama wisudawan/wisudawati disebutkan, sambil dibacakan prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing. Selesai prosesi wisuda, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc memberikan nasihat kepada para alumni. Beliau mengingatkan kembali tentang visi Pesantren Darunnajah Cipining, yaitu terbentuknya generasi IMAMA (Imam(pemimpin), Muttaqin, 'Alim, Muballigh, 'Amil bi 'ilmihi) yang diambil dari akhir ayat 74 surat Al-Furqan. Seusai nasihat pimpinan pesantren,

disampaikan orasi ilmiyah oleh Bapak Adnin Armas, MA. Alumni PM Darussalam Gontor dan fungsionaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat ini menyampaikan perihal “Tantangan Pemikiran Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme terhadap Generasi Muda Islam di Indonesia”. Sambutan Gubernur Jawa Barat disampaikan oleh H. Aep Rifa'I, S.H., M.Si (Asisten III Bidang Kesra pada setda Provinsi Jawa Barat). Dalam sambutan tertulisnya Gubernur antara lain menyampaikan apresiasinya kepada Pesantren Darunnajah Cipining yang telah meraih berbagai macam prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, zasional, bahkan Internasional. Acara kemudian ditutup dengan doa, dipimpin oleh Ustadz Ahmad Rosichin, S.Pd.I. (Kepala Biro Pengasuhan). Pada saat mushafahah (salam-salaman) dengan pimpinan pesantren, para tamu kehormatan, dan segenap guru serta orang tua/wali, para wisudawan tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Begitu pula dengan para orang tua/wali mereka. (oleh: dzikrillah).

Siswi Darunnajah Cipining

Belajar Membuat Film

Bersamaan dengan diselenggarakannya Ujian Nasional (UN) tingkat MTs/SMP, pengurus Organisasi Siswi Darunnajah Cipining dan Koordinator (Gugus Depan) Pramuka Darunnajah Cipining menyelenggarakan seminar selama 4 hari diaula pesantren. Tema yang diangkat adalah teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, dan multimedia. Motto kegiatan ini adalah “Menciptakan Generasi Muslim Modern”. Kegiatan ini diikuti oleh segenap siswi Mts, SMP, dan SMK (non asrama). Dua hari terakhir kegiatan seminar diikuti juga oleh para siswa (putra). Editing Film Siapa yang tak suka film? Rata-rata orang Indonesia hobi dan suka menonton film. Ini terbukti dengan kesuksesan besar yang dicapai oleh 21 (Twenty one) yang selalu menampilkan film-film terbarunya. Seperti Titanic, The Lord of

The Ring, Harry Potter, 2012, Suster Ngesot, Ada apa Dengan Cinta dan produk lokal lainnnya. Terdapat juga film-film yang direkomendasikan baik oleh berbagai kalangan seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan My Name is Khan. Nah, mengingat potensialnya film bagi pencitraan terhadap sesuatu, seyogianya para santri, nantinya dapat menelorkan film-film bermutu dan beradab. Sehingga film yang menghiasi layar-layar televisi juga bermuatan amar ma'ruf nahy mungkar selaras dengan canggihnya akses informasi. Untuk itulah pada hari pertama s e m i n a r, U sta d z S h o l e h A h m a d , S . Ko m mengenalkan computer (dan juga Laptop/notebook) sebagai alat pembuat film. Di akhir sesi, Kepala SMK Darunnajah Cipining ini meminta kepada peserta untuk menampilkan film hasil editing masing-masing di hadapan para siswi MTs, SMP, dan SMK.

Pendidikan Gratis 100%, Siapa Mau?
Pesantren Darunnajah Cipining memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada yang ingin belajar di Pesantren ini dengan Beasiswa Penuh. Kebijakan ini baru diterbitkan oleh Pimpinan Pesantren awal Caturwulan kedua tahun 2010. Beasiswa ini diperuntukkan calon santri yang berminat sungguh-sungguh menghafal al-Qur’an Adapun rincian ketentuan yang harus dipenuhi selaku Calon Penerima Beasiswa Tahfizh Al-Qur'an adalah sebagai berikut: 1. Siap untuk menghafal Al-Qur'an Sempurna 30 Juz, dengan tahapan : a. Semester Ke- I Menghafal 2 ½ Juz b. Semester Ke- II Menghafal 2 ½ Juz c. Semester Ke- III Menghafal 3 Juz d. Semester Ke- IV Menghafal 3 Juz e. Semester Ke- V Menghafal 2 ½ Juz f. Semester Ke- VI Menghafal 2 ½ Juz g. Semester Ke- VII Menghafal 4 Juz h. Semester Ke- VIII Menghafal 4 Juz i. Semester Ke- IX Menghafal 3 Juz j. Semester Ke- X Menghafal 3 Juz (Total 30 Juz) 2. Siap belajar di Tarbiyatul Mu'alimin Wal Mu'alimat Al-Islamiyah (TMI) sampai Tamat 3. Siap mentaati Aturan-aturan yang berlaku di Pesantren 4. Siap mencapai Target Hafalan yang ditetapkan setiap Semester (Point 1) 5. Siap melengkapi dan menyempurnakan hafalan yang ditargetkan dalam semester tersebut, sebelum naik kejenjang/kelas yang lebih tinggi 6. Siap untuk tidak menerima raport, ijazah dan surat-surat penting lainnya bila keluar sebelum menyelesaikan hafalan 30 Juz. Kesempatan ini juga bisa dinikmati oleh calon santri yang sudah hafal beberapa juz dari Al-Qur'an, dengan ketentuan siap melanjutkan hafalannya hingga selesai. Adapun bagi yang sudah hafal 30 Juz, bisa langsung belajar bersama santri-santri lainnya dengan menikmati beasiswa sampai tamat TMI. Bagaimana jika ditengah jalan santri tersebut tidak sanggup melanjutkan hafalannya dan ingin pindah ke program TMI/MTs/SMP/MA/SMK yang tidak harus menghafal Al-Qur'an? Tentu saja bisa! Santri tersebut bisa melanjutkan studinya di salah satu jenjang tersebut diatas, seperti santri lainnya. Ia diwajibkan membayar uang pangkal dan bulanan yang berlaku pada saat pindah. Apakah ada ikatan? Apakah ada kewajiban atau tugas lain saat santri tamat dari Pesantren? Jawabannya “Tidak”. Setelah santri tersebut menyelesaikan studinya, ia dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mana saja, atau mau langsung bekerja, atau kembali ke kampung halaman untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Yang jelas tugas Pesantren sudah selesai memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Selanjutnya tinggal mengamalkan ilmu dan menambahnya lagi. Bahkan Pimpinan Pesantren ingin agar alumni Program Beasiswa Tahfizh ini untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, seperti di Al-Azhar, Kairo Mesir. Ini kesempatan emas, sampaikan pada saudarasaudara dan orang terdekat anda. Segera berkunjung ke Pesantren Darunnajah. [WARDAN/Kang DR]

Menggugah Sisi Int
Ada rasa bangga plus bahagia, meski kelelahan dan keletihan tampak di muka para panitia Pekan Baca Pelajar (PBP) yang terdiri dari santri kelas 5 TMI. Kerja keras dan usaha maksimal telah dilakukan selama 3 bulan hingga hari pelaksanaan selama 3 hari, 15-17 Januari 2010. PBP bertujuan menggugah semangat para santri dan pelajar umumnya untuk mencintai buku. Konsep dari kegiatan ini adalah bazaar buku dengan mengundang berbagai perusahaan penerbit di Jabodetabek. Ketua panitia Chairul Rahmat saat memberikan sambutan pada acara pembukaan PBP mengatakan manusia Indonesia masih rendah minat bacanya. Hal ini berpengaruh pada kadar s u m b e r d aya m a n u s i a ( S D M ) . Pa d a h a l menurutnya, peningkatan sumber daya manusia menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini. untuk itulah PBP ini diselenggarakan. Dalam kegiatan ini, panitia bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pusat,

Pekan Baca Pelajar

telektualitas Santri
Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dll. Kegiatan ini mengusung tema 'Genggam Dunia dengan Lembaran Kertas'. Senada dengan Rahmat, Pimpinan Pesantren menekankan betapa urgennya kegiatan membaca bagi setiap muslim. “Perintah Iqra’ (membaca) dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada baginda Nabi menandakan

betapa perintah membaca memiliki tendensi serius dan signifikan” ungkap K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. “Padahal saat itu, baginda Nabi mengatakan lastu biqoriin (saya tidak bisa membaca”, tambah beliau melengkapi. Untuk itu, Pak Kiai mengingatkan para hadirin untuk memanfaatkan kesempatan bazaar buku ini sebagai peluang untuk mencerdaskan diri, dengan membeli dan membaca buku yang berkualitas. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Camat Cigudeg, E. Rismawan, S.Sos. menegaskan bahwa membaca adalah kunci pembuka jendela ilmu pengetahuan. Membaca juga penting untuk menkingkatkan SDM Bangsa. Karena itu, kegiatan PBP ini diharapkan dapat menggerakkan santri dan pelajar untuk mencintai buku serta menjadikan membaca sebagai kegiatan sehari-hari dalam rangka mencapai citra positif sebagai insan intelektual, bermoral, dan religius. Kegiatan PBP perdana ini dibuka secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Camat Cigudeg. Melengkapi pembukaan saat itu, persembahan buku karya alumni TMI Darunnajah Cipining, Yudy Efendy (angkatan 6, tahun 1999) berjudul Thank You Problem terbitan P.T. Buana Media disampaikan oleh pembimbing panitia Ustadz Asmari Ichsan kepada pimpinan pesantren. Novel 'Negeri 5 Menara' Sebagai Sesi Pembuka Hadirnya penulis novel best seller 'Negeri 5 Menara' (Ahmad Fuadi) di arena PBP menambah semarak suasana. Kehadiran alumnus Gontor ini

atas undangan panitia bekerja sama dengan Gramedia untuk acara bedah buku karyanya yang mengulas sisi unik dan fenomena kehidupan pesantren. Menurut A. Fuadi, novel yang terinspirasi dari karya Andrea Hirata 'Laskar Pelangi' ini seperti mereview kembali masa-masa di pesantren dulu meski telah jeda puluhan tahun. Dan kata ampuh yang menjadi jargon santri baru di setiap awal nyantri, yaitu man jadda wajada, menjadi semangatnya dalam menyelesaikan penulisan novel yang juga hendak ditularkan kepada semua pembaca novelnya. Bertempat di masjid jami Darunnajah Cipining, bedah buku berlangsung semarak, diikuti oleh para santri. Di akhir acara, A. Fuadi didaulat untuk membubuhkan tanda tangannya di setiap novel yang telah dibeli sebagai tanda kenang-kenangan. Beberapa acara seminar yang digelar di selasela pelaksanaan PBP adalah Genius Learning oleh Ustadz Bahrudin, Sabtu, 16 Januari 2010; dan Manajemen Keuangan oleh Ahmad Ghozali dari tim Safir Senduk, Ahad, 17/01/2010. Juga digelar seminar IT dengan narasumber Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom. (Kepala SMK Darunnajah Cipining). Aneka “Lomba”, Membuktikan Meriahnya Acara Panitia PBP juga mengagendakan beberapa perlombaan, yaitu: lomba Pidato 3 Bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris) tingkat SMP dan SMA se-derajat; dan Marawis se-JABODETABEK. Lomba pidato dilaksanakan hari, Sabtu, 16 Januari 2010. Sebanyak 47 peserta turut berpartisipasi dalam lomba Pidato 3 Bahasa. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, dan berakhir pukul 17.00 WIB.

Keesokan harinya, panitia mempersiapkan lomba marawis. Walau ditemani rintik hujan, kegiatan berlangsung sangat meriah. Kegiatan ini diikuti oleh utusan beberapa pesantren seperti: Darul Mattaqien, Madinatunnajah, Darul Rahman dll. “Walaupun peserta yang berpartisipasi relative sedikit, namun lomba marawis ini sungguh meriah”, ujar Syarief Hidayatullah selaku panitia saat diwawancarai oleh Warta Darunnajah. Kesan Penerbit Dalam acara kesan dan pesan oleh penerbit pada saat penutupan kegiatan, Bapak Fauzi Ahmad dari penerbit Koekoesan menyatakan apresiasi yang cukup mendalam. “Terimakasih banyak kepada para panitia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selama jangka waktu 3 hari dalam acara ini kami merasakan seolah olah menjadi bagian dari keluarga Darunnajah Cipining“ ujar pria berkacamata itu. Alhamdulillah bazaar buku perdana di DNC ini terbilang sukses. Sekian banyak penerbit dan distributor buku berpartisipasi, antara lain: Gramedia; Koekoesan; Daar el-Kutub al-Islamiyah; Serambi; Ummi Group; Robbani Press; Ikhlas Media; dan Buana Media. Akhirnya, panitia mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini. terutama pimpinan pesantren. Tanpa dukungan dan partsisipasi dari semua pihak terkait, niscaya acara ini tak dapat berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi sunnah yang baik dan dapat dilanjutkan di masa mendatang. laporan M. Fawwazul Haqie

Dua Guru Darunnajah Cipining Ikuti Upgrading Kompetensi Bahasa Arab Awal Februari 2010 Pesantren Darunnajah Cipining mengutus dua orang guru TMI untuk mengikuti pelatihan guru bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Jawa Timur. Mereka adalah Ustadz Nurochim dan Ustadz Husnul Mubarok. Daurah tadribiyah li mu'alimin al-lughah al-arabiyah was-tsaqafah al-islamiyah ini diselenggarakan berkat kerjasama PMDG dan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, peseta kegiatan ini mencapai 264 orang, utusan dari pesantren dan lebaga pendidikan islam sejenis dari seluruh Indonesia. Kegiatan bertempat di kampus PMDG Putra 2 Madusari. Pelatihan berlangsung selama 10 hari, mulai 6 s.d. 16 Februari 2010. Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok/kelas. Satu pekan pertama pelatihan dilakukan dengan metode pengajaran klasikal. Di akhir daurah diadakan ikhtibar (ujian). Di sela-sela masa daurah peserta diberi kesempatan mengikuti musabaqah menghafal hadits Arbain Nawawiyah. Bagi yang dinyatakan sebagai pemenang disediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 500.000. Upacara penutupan dilaksanakan di kampus PMDG Putra 1 (Gontor). Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia yang sekaligus menutup acara. Pada kesempatan itu pula diumumkan 10 peserta terbaik/teraktif. Sebagai bentuk penghargaan, masing-masing peserta diberi cendera mata (kenang-kenangan/bingkisan) berupa: pocket Al-Qur’an, kitab tafsir, nahwu, shorof, hadits arba’in, aqidah, hadits dll. “Dengan adanya acara seperti ini, mudah-mudahan hati kita selalu terikat pada agama Allah dengan selalu menjaganya sehingga menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa” ungkap ketua panitia dalam sambutannya pada upacara penutupan. Tiga Orang Guru Ikuti Brain Power And Entrepreneurship Seminar Akhir April yang lalu pesantren Darunnajah Cipining mendapat undangan untuk mengikuti seminar tentang kedahsyatan otak kanan. Undangan diberikan oleh Bapak Sarno G Wibowo, seorang Right Brain Navigator Indonesia dan pimpinan PT KKI Networkyang bergerak di bidang training SDM. Kapten Sar, begitu julukan beliau, adalah juga orang tua santri Darunnajah Cipining. Dua putra-putri beliau yang sedang belajar di pesantren adalah Adhi Surya (Kelas 3 TMI/Kelas IX MTs.), dan Adinda Maharani (Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah). Untuk itu pesantren mengutus 3 orang guru, yaitu Ustadz Muhamad Mufti, Ustadzah Ela Hulashoh, S.Sos, dan Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma.Pd. Seminar sehari ini dilaksanakan di Gedung Menara Cakrawala (Skyline building), Jl. M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Sabtu, 24 April 2010. Peserta seminar berjumlah lebih kurang 100 orang, terdiri atas berbagai latar belakang, antara lain pengusaha, guru, mahasiswa, dan wiraswastawan. Pembicara dan mentor seminar ini adalah Bapak H. Zakariah Hassan (Mr. Zack). Beliau adalah

SATU
esempatan kali ini, Darunnajah Cipining mengirimkan 3 kontingen. Dua regu penggalang bernama Seroja Kampus dan Mawar Kampus berhasil menyingkarkan 21 kontingan lawan yang berasal dari 21 pesantren lain. Sedangkan sangga penegak yang bernama Simpas Mania, berhasil menempati posisi ke-2 dari 13 sangga (13 pesantren), di bawah Daar El-Qolam Tangerang. Dalam kegiatan AGRASI ini, terdapat 3 tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk meningkatkan ibadah di jiwa andika pramuka. Meskipun pramuka adalah kegiatan permainan, tapi tidak boleh lepas dari unsur agama. Kedua sebagai wahana memupuk persahabatan dan silaturahmi. Sedangkan tujuan yang ketiga adalah sebagai wahana pengembangan kreativitas. Begitulah ungkap KH. Anang Azhari Alie, Pimpinan Pesantren Al-Mizan saat sambutan pembukaan. Berikut nama-nama andika gudep 03-002 peserta agrasi: 1. PENGGALANG 1. Fifi Romandati (Bogor) 2. N o v i a n a A n g g r a e n i (Tangerang) 3. Siti Muna Nafisah (Jakarta) 4. Putri Hilmi Azizah Noor (Jakarta)

KATA HATI TEKAD TUJUAN

JAYA
Raihana Rizki (Jakarta) Fillah Kholifah (Tangerang) Jauharotul Umroh (Bekasi) Latifatul Karimah (Tangerang) 9. Nunu (Jakarta) 10. Elis (Bogor) 2. PENEGAK 1. Anityas Kusuma Wardhani (Tangerang) 2. Dede Wahyuni (Jakarta) 3. Lulu Rahmatul Ashriyah (Tangerang) 4. Lutfia Tanty (Tangerang) 5. Miftahul Jannah (Jakarta) 6. Nur Halimah Siregar (Riau) 7. Hayu Susanti (Serang) 8. Sumarni (Bogor) 9. Nur Rafidah (Jambi) 10. S i t i M a e l a t u s s a l i k a h (Tangerang) Sementara itu, berbagai kesan mewarnai hati para andika pramuka Darunnajah Cipining, Salah satunya ialah tentang fans. “Ketika hari terakhir disana, kami mendapat surat dari salah satu santri Al-Mizan, bernama Nisa. Ia bilang bahwa ia fans berat kontingen DNC….Duh, jadi ge-er deh…”kata Lutfia Tanty. (Tyas, Lusi, Tanty) 5. 6. 7. 8.

PRAMUKA

Andika putri Gugus Depan 03-002 Pesantren Darunnajah Cipining kembali berjaya di ajang Al-Mizan Galang Kreasi (AGRASI) ke-5, 19 s.d. 22 Februari 2010. Para pramuka binaan Ustadzah Nani Karmila dan Ustadzah Anah Nurhasanah ini berhasil menyabet gelar juara I (penggalang) dan juara 2 (penegak).

K

Judul di depan menggambarkan masa depan yang gemilang bergantung pada faktor kualitas (kader) pemimpinnya di masa sekarang. Dalam rangka mempersiapkan kader pemimpin masa yang akan datang pesantren Darunnajah Cipining mendesain beberapa program kegiatan bagi para santrinya. Setiap santri harus pernah merasakan menjadi pemimpin dan berorganisasi. Oleh karena itu estafet kepengurusan organisasi santri Darunnajah Cipining selalu mendapat perhatian tinggi dari kiai dan para guru. Setiap tahun kepengurusan Organisasi Santri dan gugus depan pramuka Darunnajah Cipining diregenerasi. Rangkaian kegiatan pergantian pengurus itu didesain sedemikian rupa, sehingga menjadi media pembelajaran kepemimpinan dan berorganisasi yang benar. Tidak cukup sampai di situ, setiap awal masa kepengurusan baru, selalu diadakan 2 kegiatan penting yaitu: 1.) Musyawarah kerja; dan 2.) Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan LDKS bagi pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining dan Koordinator (Gudep) Pramuka tahun 2010/2011 dilaksanakan mulai tanggal 19 s.d 21 Februari 2010. leadership training ini di ikuti oleh seluruh pengurus organisasi yang ada yaitu: OSDC putra dan OSDC putri (asrama); OSADC (putra) dan OSIDC (putri) non asrama; Koordianator Pramuka putra & putri asrama dan non asrama; serta Organisasi Santri Tahfizhul Qur'an (OSTAQ). Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri Ustadz Ahmad Rosichin, S. Pd.I . sebelum memasuki sesi yang pertama, ketua panitia Ustadz Fahmi Dzikrillah, S.I.P, mengungkapkan keinginannya di hadapan para peserta. Dia menginginkan terjadi perubahan/peningkatan kualitas kepengurusan pada periode ini. Lebih lanjut dia mengutip katakata bijak, “Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada sejarahnya”. Di akhir sambutannya, Ustadz Fahmi berseru, “Ciptakan sejarah yang baik pada masa kapemimpinan kalian.

LEADERS

FUTURE

FUTURE
Jannah, S.H (angkatan 11, 2004). Berbagai macam game pun disisipkan agar kegiatan terasa asyik dan menarik, tidak jenuh dan membosankan. Tantangan flying fox, hand and foot, dan aneka game lain disajikan dalam out bound. Pada kata sambutan penutupan, Minggu, 12 Februari 2010 K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc mengingatkan bahwa menjadi pengurus bukan u n t u k m e ra i h ke ku a s a a n a p a l a g i g i l a penghormatan. Beliau melanjutkan, menjadi pengurus adalah kesempatan mahal untuk mentraining diri sebaik mungkin menjadi role model pemimpin yang bertanggung jawab. Selain itu, pengurus adalah uswah hasanah sekaligus agen perubahan ke arah kemajuan yang diidamidamkan. Beliau mengharapkan agar ilmu, wawasan, dan pengalaman yang di dapat selama training dapat diaplikasikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Dengan begitu, pengurus telah berhasil menjadikan dirinya sebagai seorang pengurus yang dibutuhkan, bukan pengurus yang mumpung ada kesempatan. Dan setelah adanya training, peluang untuk melakukan yang terbaik semakin terbuka lebar. Modal memimpin telah diberikan, tinggal mengembangkan sesuai dengan skill individu masing-masing. Menutup sambutan, Pak Kyai mengingatkan, “Bertambahnya usia pesantren, harusnya menjadi lebih baik, termasuk kepengurusan organisasinya” tutur Beliau. Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan hasil penilaian terhadap peserta pelatihan. Kali ini 2 peserta berpredikat terbaik diraih oleh Chairul Rahmat (putra) dan Gita Marsela (Putri). Masing-masing berhak mendapatkan sertifikat dan kenang-kenangan dari panitia.

FOR BRIGHTER

Sesi pertama diisi dengan materi team work building dipandu oleh tim Tazkia Learning Center pimpinan Ahmad Subekti (alumnus TMI DNC) angkatan ke-8 (tahun 2001) Selanjutnya para peserta yang berjumlah 200 santri/siswa-siswi kelas 4 dan 5 TMI (kelas X, dan XI MA dan SMK) ini diajak untuk belajar effektive communication, dan interpersonal relation. Sesi kedua diisi ;oleh Abu Ali, Sabtu, 20 Februari 2010. Beliau mengungkapkan, banyak jalan untuk mencapai kesuksesan. Salah satu teknik yang dipaparkan dalam pelatihan LDK kali ini adalah dengan memanfaatkan orang lain. Hal ini disampaikan langsung oleh sang penulis buku best seller nasional 'Pawang Manusia'. Bahkan menurut beliau, orang yang kita manfaatkan tersebut justru berterima kasih karena menjadi jembatan kesuksesan kita. Sesi berikutnya adalah sharing experience bersama alumni yang dahulu pernah menjabat di organisasi serupa. Sesi ini dipandu oleh Muhammad Nugraha, S.H. (angkatan 10, 2003); Ikhwan Maulana (angkatan 9,2002); dan Roihatul

Santri Darun

tak Jemu

Minat baca para santri Darunnajah Cipining semakin meningkat. Hal itu tampak antara lain dari animo mereka yang besar terhadap acara pameran buku semisal Islamic Book Fair (IBF). Berdasar pantauan WARDAN, sejak beberapa tahun belakangan, para santri mengunjungi event tahunan yang biasanya digelar oleh IKAPI Jakarta di Istora Gelora Bung Karno Senayan.

nnajah Cipining

Berburu

Buku
K
unjungan Santri Putri Kunjungan Santri Putra
Adapun santri putra, mereka mengunjungi pameran buku tersebut, Ahad, 14 Maret 2010, ba'da zhuhur. Hari tersebut adalah hari terakhir pameran. Para santri berada di Istora Senayan hingga pukul 21.00. Rombaongan berjumlah 90 orang santri, dengan 1 orang guru pembimbing. Para santri tiba kembali di Pesantren Darunnajah Cipining pukul 23.30.

Pada tahun 2010 ini minat santri mengunjungi pameran buku islami itu kembali dikoordinasikan dan difasilitasi oleh dewan guru (Biro Pengasuhan Santri). Para santri putri mendapat giliran berkunjung pada hari Jum'at, 12 Maret 2010. Koordinator kegiatan ini adalah pengurus Bagian Perpustakaan OSDC, di bawah bimbingan guru/ustadzah. Jumlah pengunjung putri ini + 130 orang santri, di dampingi 7 orang Ustadzah. Mereka menyewa 13 buah minibus carry. Dalam kesempatan itu pasa santri sempat mendengarkan ceramah Mamah Dedeh yang diselenggarakan oleh panitia IBF di panggung utama. Ketika sebagian santri mengunjungi salah satu stand mereka mendapat tegur sapa yang mengejutkan, “Dari Darunnajah Cipining ya ?” Selidik punya selidik, ternyata staf marketing stand Daar el-Kutub, Al-Itishom, Serambi, dan Mizan itu adalah mereka yang pernah bertugas di stand pameran buku dalam rangka Pekan Baca Pelajar di Darunnajah Cipining Januari 2010 lalu. Ada pula kisah unik saat kunjungan ke pameran buku. Salah seorang santri meminta izin kepada petugas pusat informasi untuk memanggil teman-temannya agar segera berkumpul untuk pulang. Santri kita ini mengumumkan dengan berbahasa Arab.

Berkah Kunjungan ke IBF
Banyak manfaat yang diperoleh dari berkunjung ke IBF tahun ini. Salah satunya sebagaimana tergambar dari kisah berikut. Beberapa waktu lalu, saat Ustadzah Ela Hulasoh, S.Sos bertugas menjaga kantor panitia penerimaan murid baru (PPMB), datang tamu dari Bekasi. Ketika ditanya dari mana Bapak/Ibu mengenal Darunnajah Cipining, sang tamu menjawab, “Dari IBF”. Ternyata, menurut informasi Ustadzah Ela, keluarga tersebut terkesan dengan kejadian santri putri Darunnajah Cipining yang memanggil teman-temannya melalui pusat informasi IBF dengan bahasa Arab. Pada saat itu sang tamu rupanya juga sedang berada di arena pamean. Subhanallah, walhamdulillah. (Reportase : Ela H)

PARA SANTRI PUTRA

DILATIH

Amaliyah

Dakwah

Rasulullah SAW bersabda,“Sampaikanlah dariku walau satu ayat”. Hadits Itulah yang selalu teringat dalam benak para da'i Pesantren Darunnajah Cipining. Hal ini selaras dengan citacita Pesantren yaitu menciptakan kader ulama al’amilin wa ash-shalihin. Berbagai kegiatan yang mengarah kepada visi tersebut secara rutin dan terprogram diselenggarakan oleh pesantren guna mempersiapkan para kader da'inya. Salah satu programnya adalah kegiatan safari dakwah. Selasa, 23 Februari 2010 sore, seluruh amir (ketua kelompok) dari masing-masing kelompok berkumpul dan mendapatkan arahan dari pimpinan pesantren mengenai persiapan keberangkatan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, 25 dan 26 Maret 2010. Pada kesempatan kali ini para mujahid dakwah tersebut disebar ke beberapa tempat di Bogor dan Tangerang. “Kegiatan ini merupakan kegiatan mingguan pesantren. Namun dikarenakan padatnya kegiatan pesantren, maka kebijakan pesantren hanya memberikan waktu-waktu tertentu. Dan pesantren mengaharapkan dalam waktu yang singkat ini para santri dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin“ ujar K.H. Jamhari Abdul Jalal,Lc. ketika mengawali pengarahannya. Dalam sesi pembekalan, pembimbing kegiatan ini, Ustadz Mukhlisin Ibnu Mukhtarom, S.H.I. memberikan wawasan serta pengalamannya tentang tata cara menjadi khotib yang baik dan benar. Dan dalam kegiatan yang diselenggarakan setelah maghrib itu, Chairul Rahmat (santri kelas V) mendapatkan kesempatan untuk belajar berkhutbah di depan santri yang lainnya. Begitu pula dengan M. Kurniawan Al-Basyir dan M. Fawwazul Haqie. “Sungguh menyenangkan bisa safari dakwah lagi, walaupun cuma sebentar” Ucap Ade Marantika santri kelas VIII TMI Asrama saat diwawancarai crew Warta Darunnajah. Mudahmudahan seluruh santri dapat mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut.

Pimpinan Pesantren Hadiri Konferensi Internasional Perubahan Iklim
Jum'at, 9 April 2010 Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining KH Jamhari Abdul Jalal, Lc menghadiri First International Islamic Conference on Climate Change. Konferensi yang dihadiri 150 Peserta dari 16 negara ini digelar di IPB Internasional Convention Centre (IICC), kota Bogor. Peserta yang hadir adalah Anggota International Councils for Local Environmental Initiative (ICLEI) yang tersebar di 45 kota di Indonesia, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), dan CITYNET. Selain Pimpinan Pesantren, turut hadir juga Direktur TMI Ustadz Muhamad Mufti, S.Pd.I dan Sekteraris Pesantren Ustadz Deni Rusman. Pesantren Darunnajah C i p i n i n g h a d i r ata s u n d a n ga n p a n i t i a penyelenggara, c.q. Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Jakarta. Konferensi yang berlangsung selama dua hari, 9-10 April 2010 memiliki tiga agenda penting, yakni; 1. Membahas Masalah perubahan Iklim dan Aksi yang bisa dilakukan oleh Umat Islam Se-Dunia. 2. Pembentukan MACCA (Muslim Association for Climate Change) yang diharapkan akan menjadi payung dan memandu mengimplementasikan program yang dicanangkan oleh The Muslim 7 Year action Plan (M7YAP) yang dideklarasikan di Turki pada Juli 2009 lalu. 3. Deklarasi empat kota di Negara Muslim sebagai Kota Hijau (Green City), yaitu Bogor di Indonesia, Madinah di Arab Saudi, Sale di Maroko, dan Sanaa di Yaman. Pada Pertemuan tersebut, Dr Mahmoud Akef (Director Earth Mates Dialog Center/EMDC)

menyatakan bahwa kota Bogor dirasakan paling tepat sebagai kota pertama yang mendapat dukungan sebagai Kota Hijau. Terlebih Bogor adalah representasi dari Indonesia, negara muslim terbesar di dunia. Salah satu kegiatan konferensi lainnya adalah peninjauan ke Pesantren Darul Muttaqin, Parung Bogor. Pesantren filial Darunnajah ini dipilih karena sudah terbukti andil dalam konservasi dengan menanam sekitar 2000 pohon jati. [WARDAN/Kang DR]

Ulama dan Umara Mengaji Bersama di Darunnajah
engajian Keliling bulanan se-Kecamatan Cigudeg, kamis 15 April 2010 dilaksanakan di Pesantren Darunnajah Cipining. Pengajian ini dihadiri oleh tokoh agama/ulama setiap desa, pimpinan majelis ta'lim, pimpinan pesantren, Ketua MUI Desa dan Ketua MUI Kecamatan Cigudeg., Pengajian ini juga dihadiri oleh aparat pemerintah Desa ; kepala desa, sekretaris Desa: Kepala Dusun, RT dan RW. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Danramil Cigudeg. Dari dalam pesantren turut hadir para guru keluarga yang sedang tidak bertugas/mengajar. Bertindak sebagai moderator adalah ustadz Ahmad Hariadi. Adapun Susunan Acara Pada pengajian bersama Ulama dan Umara ini adalah sebagai berikut; 1) Pembukaan 2) Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an 3) Pembacaan Surat Yaa Siin dan Dzikir 4) Sambutan-sambutan; a. Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining b. Ketua MUI Kecamatan Cigudeg c. Camat cigudeg 5) Ceramah Agama oleh Ustadz H. Rahmat Mulyana, dengan tema “Menjaga Kesehatan Menurut Petunjuk Allah dan Rasul-Nya” 6) Penutup. Yang unik dan menarik dari pengajian kali ini adalah pengajian dilakukan dengan metode presentasi. Materinya juga tidak seperti biasanya yang hanya membicarakan surga dan neraka,

P

pahala dan dosa, perintah dan larangan. Ide cemerlang ini datang dari Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, untuk mengangkat permasalahan urgen yang jarang disentuh oleh ulama dan da'i. Karena muslim yang kuat dan sehat, lebih dicintai Allah daripada muslim yang lemah. Penceramah kali ini adalah seorang terapis dan herbalis dari Akademi Farmasi Islam (AFI) HPA Internasional. Setelah pengajian usai, acara dilanjutkan d e n ga n t e ra p i ke s e h a t a n g ra t i s ya n g berkoordinasi dengan AFI HPA Leuwiliang. D i p e r ke n a l ka n j u ga b e b e ra p a m e to d e penyembuhan yang diajarkan oleh Rasulullah saw, diantaranya hijamah (bekam), pengobatan dengan madu, habatussauda dan obat-obatan yang berasal dari alam (herbal medicine). Rasulullah SAW, beliau saw selama hidupnya yang 63 tahun, hanya mengalami sakit dua kali. Itupun yang terakhir adalah sakit demam yang membawa Rasululah saw meninggalkan dunia yang fana ini. Tentu ada hal yang menarik dan penting untuk dipelajari. Sebenarnya bagaimana pola hidup Rasulullah SAW sehingga beliau tetap sehat. Dari sinilah gagasan ini bermula. Maka dari itu, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc sebagai tuan rumah Pengajian bersama Ulama dan Umara seKecamatan Cigudeg ini menawarkan tema: “Menjaga Kesehatan Menurut Petunjuk Allah dan Rasul-Nya”. [WARDAN/Kang DR]

USAHA PENGGERGAJIAN
alah satu unit usaha pesantren berupa jasa penggergajian (gesekan) kayu kembali dijalani secara serius, di bawah komando Ustadz Sarki, bersama rekannya Ustadz Suryadi. Kepada Wardan Ustadz Sarki menuturkan, untuk saat ini usaha gesekan (penggergajiankayu-red) memerlukan perhitungan yang matang dan akurat. “Di samping memerlukan dana yang tidak sedikit, semakin mahalnya harga kayu di petani menyebabkan para pembeli rugi. Karena itu, usaha ini harus dikelola secara profesional, ungkapnya. Selama 7 bulan memegang kendali, banyak hal yang harus dipelajari. Dari mencari petani yang menjual kayu hingga membuka relasi guna menjual hasil produksi. Beberapa relasi yang telah dirangkul antara lain adalah toko-toko material, para pembuat kusen, pabrik pembuatan palet juga kepada para suplayer yang berada di daerah Balaraja, Cikupa, atau daerah sekitar pesantren. Untuk menjalankan roda usaha, unit penggergajian kayu ini memiliki 10 karyawan tidak tetap yang terdiri dari penebang, pengangkut, dan pengergaji. Sedangkan bagian pemasaran dan lainnya masih dirangkap oleh pengelola. Meskipun di sekitar pesantren telah banyak usaha serupa dan memiliki modal yang kuat, namun Ustadz Sarki optimistis

Geliat

KAYU

S

melihat usaha ini. Dalam visinya, target yang ingin diwujudkan adalah menjadikannya unit usaha yang menguntungkan sehingga dapat membantu keuangan pesantren. Jika ada yang membutuhkan balok, papan, kaso, reng, palet, dan lainnya dapat langsung pesan dan menghubungi pengelola atau datang langsung ke tempat usaha yang terletak di samping pesantren. Pihak pengelola juga membuka diri kepada semua pihak yang menawarkan kerja sama dalam membangun bisnis jasa ini. (WARDAN/Billah) Pesantren Darunnajah Cipining, c.q. Biro Usaha telah mengembangkan kegiatan ekonomi dalam berbagai sector : peternakan, industri, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan kehutanan. Bulan Desember 2009 Biro Usaha melalui wadah Kopontren dan Madrasah Aliyah Darunnajah mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia berupa program Pengembangan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) pada Lembaga

Pendidikan Pedesaan. Program ini dimaksudkan sebagai laboratorium bagi para siswa/pemuda untuk memberikan pembekalan kecakapan hidup (life skills). Sehingga setelah lulus sekolah para santri mempunyai kompetensi sesuai dengan potensinya, mampu hidup mandiri dan mampu menghadapi tantangan sebagai bekal terjun ke masyarakat (berwirausaha). Melalui program dimaksud Kepala Biro Usaha Ustadz Trimo, S.Ag beserta jajarannya sudah menjalankan program pembuatan peti telor sebagaimana proposal yang diajukan. Dan saat ini sedang membangun gedung TPKU sebagai sarana pendukung pembelajaran siswa. Mudah-mudahan dengan sarana penunjang dimaksud salah satu tujuan mendorong berkembangnya kegiatan usaha lain di lingkungan lembaga pendidikan sesuai dengan potensi ekonomi lokal melalui perkuatan kelembagaan dan usaha Koperasi lembaga pendidikan sebagai sarana latihan bisnis (incubator) para siswa secara mandiri berkesinambungan dapat terwujud. Pada bulan Nopember 2009, pesantren juga mendapatkan amanah bantuan hibah dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui Program Life Skills budidaya ternak kambing sebagai suatu usaha peningkatan sumberdaya kader Darunnajah Cipining. Saat ini, budidaya kambing sudah mencapai 113 ekor. Sebagian dikelola pesantren sebagai pembelajaran kemandirian dan kewirausahaan kader pesantren, dan sebagian lagi bekerjasama dengan masyarakat melalui pola gaduh (bagi hasil). Usaha peternakan lain adalah penggemukan kerbau kerjasama pesantren dengan wali Santri di Karacak, Cibunian, Leuwiliang Bogor. Bapak Darto selaku koordinator menuturkan, bahwa perkembangan ternak cukup signifikan dan tidak menemui kendala-kendala karena memang wilayah sangat cocok. Beliau juga menambahkan, masih banyak petani-petani yang ingin turut serta dalam program bagi hasil ini. Mudah-mudahan kerbau yang sekarang berjumlah 15 ekor berikutnya bisa ditambah. Dengan jumlah kambing dan kerbau yang ada, pesantren belum mampu memenuhi kebutuhan pasar pada hari raya Idul Qurban, sehingga hal ini mendorong Biro Usaha untuk terus meningkatkan produktifitas dan kualitas ternak kambing dan kerbau guna melayani pelangganpelanggannya. (Amin Songgirin)

Economic Study Tour Pondok Pesantren Ainurrafiq ke Darunnajah Cipining

Nama Pesantren Darunnajah Cipining sudah cukup familiar dan dikenal di dunia maya. Sehingga ketika seseorang memasukkan kata kunci 'Pesantren' pada kolom pencarian di google, misalnya, nama Darunnajah Cipining akan muncul pada halaman pertama atau kedua. Berkat jasa d a r i i nfo r m a s i i nte r n et i n i j u ga ya n g mengantarkan Pondok Pesantren 'Ainurrafiq Cigandamekar Kuningan Jawa Barat berkunjung ke Cipining, dalam rangka Rihlah Iqthisodiyah atau “Economic Study Tour”. Rombongan terdiri atas 25 orang santri kelas 6 TMI, didampingi oleh 5 orang guru pembimbing dan pimpinan pesantren. Mereka tiba di Darunnajah, Senin, 3 Mei 2010, pukul 17.00. para tamu disambut dan kemudian dipersilakan untuk beristirahat di Guest House pesantren. Pertemuan dilaksanakan pukul 20.00 di aula pesantren. Dalam sambutannya, pimpinan pesantren Ainurrafiq, KH Ahmad Rofiq Rosyid, mengungkapkan kegembiraannya dapat sampai

ke Pesantren Darunnajah Cipining. Beliau berharap K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc berkenan berbagi ilmu dan pengetahuan, bagi perkembangan pesantren Ainurrafiq yang baru berumur 7 tahun. Selanjutnya disampaikan sambutan pimpinan pesantren Darunnajah. Beliau memaparkan visi, misi, organisasi, unit pendidikan, serta berbagai aspek mengenai Darunnajah Cipining. Sesi berikutnya adalah presentasi Kepala Biro Usaha Darunnajah Cipining, Ustadz Trimo, S.Ag. Pada kesempatan ini dijelaskan berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pesantren, terkait usaha ekonomi produktif. Hal mana, menurut penuturan Kiai Jamhari, laba dan hasil unit-unit usaha itu dimaksudkan untuk mendukung operasional pendidikan dan pengajaran di pesantren, sehingga terwujud “Land Grant School”. Di sisi lain Pak Kiai juga menawarkan program beasiswa bagi kader pesantren Ainurrafiq agar memperoleh pendidikan di Darunnajah Cipining. Pada sesi tanya jawab, terlihat para santri pesantren Ainurrafiq aktif menanyakan berbagai hal terkait seluk beluk pesantren Darunnajah Cipining dan unit-unit usahanya. Pertemuan berakhir pukul 22.00. Selasa pagi rombongan tamu berpamitan. Saat itu KH Jamhari Abdul Jalal, Lc sedang mengisi majlis ilmi para guru ba'da shubuh. Pada kesempatan itulah Kiai berpesan berbagai hal berikut kepada para tamu: 1. Apa yang dilakukan sekarang ini sudah benar. Harus sering silaturahim kepada Pesantrenpesantren dan sekolah-sekolah lain, karna dari situlah terdapat informasi berharga untuk mendapat dukungan kemajuan pesantren. 2. Jangan berhenti berusaha, jangan mundur tatkala rintangan menghadang. Teruslah berjuang untuk menolong Agama Allah SWT. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS Muhammad : 7) [WARDAN/Kang DR]

Alumni Kader dan Non Kader Mengikuti Pelatihan Calon Guru Yayasan Darunnajah kembali mengadakan pelatihan guru dan penugasan kader/non kader serta administrator Darunnajah Group, bertempat di Kampus Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan, dengan orientasi tersebut diharapkan para peserta bisa lebih memahami visi dan misi Pesantren Darunnajah. Juga, untuk menumbuhkan ruhul jihad para alumni kader/non kader. Pelatihan ini berlangsung 22 s.d. 27 mei 2010, diikuti oleh alumni kader/non kader dari Darunnajah Jakarta, Darunnnajah Cipining Bogor, Darunnajah 3 Al Mansyur Serang, Darunnajah 8 An-Nur Cidokom, Pesantren Madinatun Najah dan Mahasiswa STAIDA Jakarta. Kegiatan pelatihan dibuka oleh K.H. Drs Sofwan Manaf M.Si., (Ketua Yayasan bidang pendidikan) dan K.H. Drs. Mahrus Amin Pimpinan Darunnajah Jakarta (pendiri Darunnajah). Beberapa pengurus Yayasan Darunnnajah yang meyampaikan pengarahan dalam kegiatan tersebut, antara lain: K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc. (Ketua Dewan Nadzir Darunnajah). Beliau memaparkan tentang potensi Pengembangan dan pemberdayaan tanah wakaf Darunnajah. Bukan hanya itu masih banyak materi-materi tentang Pesantren Darunnajah yang disampaikan serta diadakannya

outbound yang menambah semangat calon guru untuk lebih aktif mengikuti pelatihan tersebut.
Para calon guru baru tampak mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat, tertib, dan aktif. Alhamdulillah para colon guru dari Darunnajah 2 Cipining mengikutinya dengan baik. Apalagi ketika outbound yang dilaksanakan di Pesantren Madinatun Najah Jombang Tanggerang Selatan, Rabu, 26 Mei 2010, seluruh peserta merasa senang karena banyak permainan yang mengasah diri untuk menjadi guru yang jujur, adil, tegas, bijaksana dan dapat memberi tauladan bagi anak didiknya kelak. serta dibantu oleh beberapa panitia. Setelah kembali dari out bond dilanjutkan dengan penutupan bertempat di aula Darunnajah Ulujami. Bersama dengan itu dibagikan amplop tertutup kepadsa setiap peserta. Amplop itu berisi ketentuan/keputusan penempatan masing-masing calon guru. Pembukaan amplop dipimpin oleh Kiai Sofwan Manaf begitu mengetahui isi amplop (tempat mengabdi), tampak berbagai ekspresi dari wajah para peserta : ada yang gembira, terharu, dan ada pula berat hati. Selanjutnya diumumkan pula nama-nama peserta pelatihan yang berhak/terpilih mengiktui tes psikologi keesokan harinya. Adapun mereka yang lain diizinkan meninggalkan Darunnajah Ulujami terlebih dulu.

Pembekalan Calon Guru Darunnajah Cipining
Para calon guru kader dan non kader Darunnajah Cipining dipisahkan menjadi 2 kategori pertama adalah mereka yang di utus mengiktui pelatihan di Darunnajah Jakarta. Adapun mereka yang termasuk kategori kedua diberikan pelatihan khusus di Cipining. Kegiatan pelatihan berlangsung selama 2 hari, 26 dan 27 Mei 2010 2010. Turut menyampaikan pengarahan dan nasihat bagi para mujahid muda ini, adalah Ustadz Muhamad Mufti, S.Pd.I, (Bidang Pendidikan), Ustadz Ahmadz Rosichin, S.Pd.I, (BIdang Kepengasuhan), Ustadz Muhlisin, S.H.I, (Bidang Keasramaan Putra), Ustdazah Ela Hulasoh, S.Sos, (Bidang Keasramaan Putri), Ustadz Amin Shogirin, S.J.I, (Bidang Kesekretariatan), Ustadz M. Mudatsir, S.H.I, (TU Keuangan)), dan Ustadzah Nani Karmila(Bidang Kepramukaan). Pelatihan diikuti oleh 14 peserta, mereka nantinya akan di tempatkan di beberpa lembaga pendidikan yang telah bekerjasama dengan Darunnajah Cipining.

Bahrul Ulum, M. Zainuddin Akbar, Fikri Fadilah Faris, Abdul Rojak, Ucu Musyarofah, Ririn Amrina, Dewi Oktaviani, Yayu Widiarti, (di Pesantren Serambi Mekkah, Padang Panjang); Mumuh Mhtadin, Ule Suherman, Mia Armiati (di Pesantren Tidar, Magelang): dan Hari Wijaya, Anwar Maulana, Taufik Anwar (di Pesantren Darunnajah Cipining). Pelatihan berlangsung singkat namun padat. Para peserta pelatihan mengikuti setiap sesi dengan serius dan antusias. Setelah pelatihan selesai, para alumni ini diberi tugas membantu Panitia Ujian, Panitia Penerimaan Santri Baru, dan di Pengasuhan dan Keasramaan. Bagi mereka yang akan dikirim ke luar Darunnajah Cipining, sambil menunggu kepastian tanggal pemberangkatan. (laporan Bahrul Ulum).

TEMU KANGEN ALUMNI KE-2
Berawal dari kegundahan para aktivis alumni angkatan ke-2 Darunnajah Cipining (tahun 1995) untuk menggugah rekan-rekannya yang sudah lama tak pernah berjumpa, maka digagaslah sebuah pertemuan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi disebarlah info melalui facebook dan SMS berantai dengan tajuk “temu kangen alumni 2 (Rothsan)” Ide ini mengalir dari Nur Muhammad Usman yang akrab dipanggil Emon dan Syaiful Huda, SH yang kerap dipanggil Ade ini. Bertempat di kediaman Ade di bilangan Pesantren Darunnajah Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2010 sejak pukul 12.00 wib alumni sudah mulai berdatangan. Ustadz Trimo, S.Ag, Ustadz Mulyadi Abbas Al-Hafidz, Ustadz Musa Yuliardi, S.Pd.I, dan Ustadz Katena Putu Ghandi, S.Pd.I berangkat dari Darunnajah Cipining sekitar pukul 10.00 WIB K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc yang kebetulan sedang ada acara di Darunnajah Jakarta, menyempatkan bertemu dengan para alumni. Kedatangan beliau disambut hangat penuh hormat dan keakraban oleh alumni yang telah lama tidak berjumpa dengan beliau. Bahkan dengan agak tersipu malu salah seorang alumni, Mukhtar Karim Weno, S.H. berterus terang bahwa semenjak dinyatakan tamat dari Darunnajah Cipining belum pernah sekalipun menyempatkan diri melihat kembali almamaternya. Tapi dengan sisa rasa bangga alumni kelahiran NTT ini menuturkan, “Berkat doa Pak Kyai sekarang saya telah menjadi pengacara di wilayah Kota Serang Banten”. Ada pula Agus Salim yang telah menjabat sebagai Lurah di Wilayah Bintaro. Beragam pengalaman dituturkan oleh mereka diselingi senda tawa. Acara dimulai pukul 14.00 WIB, dibuka oleh Syaeful Huda selaku tuan rumah. Dia memaparkan gagasan untuk menghimpun dana sosial dari seluruh alumni angkatan ke-2 dalam bentuk rekening bank. Dana yang kegunaanya untuk disalurkan kepada alumni yang mengalami musibah, alumni yang melangsungkan resepsi pernikahan, dan alumni yang berprestasi tapi kurang mampu dalam finansial untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Gagasan brilian dan mulia itulah yang disosialisasikan pada rekan-rekan alumni yang hadir kala itu. Beragam tanggapan dari alumni tapi pada kesimpulannya mereka sepakat. Untuk tindak lanjut ide bermutu tersebut digagas adanya pertemuan lagi pada tanggal 24 Juli 2010 di rumah Agus Salim di Bintaro. [WARDAN/Kang DR, Katena]

Raudhatul Athfal

Membentuk
ara pengelola Raudhatul Athfal (RA/TK) Darunnajah Cipining, setiap saat selalu menjaga dedikasinya untuk membentuk generasi sholeh-sholehah di sekolah yang mereka bina. Dunia anak-anak yang digelutinya, merupakan sebuah pengalaman tersendiri yang mereka sadari telah menikmatinya. Ustadzah Musyarofah (Kepala RA) mengatakan, alangkah urgennya anak-anak diberikan edukasi relegius yang benar secara kognitif, afektif dan psikomotorik yang akan menuntunnya menempuh masa depan madani. Sifat anak sebagai duplikator dan imitator sejati, menjadikannya perlu sebuah keteladanan dari

P

Darunnajah Cipining

Generasi Muslim Madani
milieu yang akan membentuk dirinya. Dan program pendidikan di TK Darunnajah Cipining telah mengacu ke sana. Lokasi RA yang berada di kawasan pesantren, menjadikannya mendukung stabilitas pembelajaran serta kenyamanan. Wali murid pun tak perlu khawatir terhadap kondisi putraputrinya. Mereka, saat menanti putra-putrinya belajar di kelas, dapat beristirahat dan bersantai dengan leluasa karena area yang cukup memadai. U nt u k m e n a m b a h wawa s a n d i b i d a n g keagamaan, para wali murid ini juga mendapatkan kegiatan majelis taklim yang dipandu oleh pimpinan pesantren dan beberapa guru senior. Arena bermain dengan fasilitas memadai, tersedia di depan ruang kelas. Praktik ibadah sholat dan baca huruf Al-Qur'an juga dilakukan di dalam Masjid yang berada tidak jauh dari ruang kelas. Tidak lupa, senam sebagai salah satu komponen olah raga kebugaran, dilakukan bersama-sama pada setiap hari Sabtu. Saat ini RA DNC di asuh oleh 4 orang guru. Selain Bu Mus yang merangkap sebagai Kepala RA, terdapat Ustadzah Munaroh, A.Ma., Ustadzah Enok Putriana, dan Ustadzah Latifah Apriani. Para guru TK ini kini juga sedang menyelesaikan pendidikan S-1 di beberapa perguruan tinggi. “Agar tidak ketinggalan informasi dan kemajuan tentang dunia luar, maka kami tetap aktif mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal). Disana kami dapat berbagi pengalaman, permasalahan dan saling tukar informasi” tutur Bu Mus. (WARDAN/Billah)

Bersiap Mengikuti UASBN
Medio April 2010 MI Darunnajah Cipining menyelenggarakan kegiatan sosialisasi UASBN bagi orang tua/wali siswa kelas 6. Saat itu Kepala MI Ustadz Nurfathoni, S.H.I memohon dukungan kepada seluruh wali murid agar bersinergi membantu mempersiapkan ujian yang akan dilaksanakan awal Mei. Secara akademik pihak madrasah telah memprogramkan berbagai kegiatan pendukung. Namun Ustadz Toni masih merasa belum cukup. Karena, untuk menghadapi ujian tidak saja dibutuhkan kesiapan materi, tetapi harus pula didukung dengan mental dan suasana yang kondusif. Maka, pembagian tugas antara madrasah dan wali murid harus berimbang, saling mendukung. Upaya madrasah dalam hal ini, menurut Ustadz Toni, telah banyak yang dilakukan. Antara lain dengan memberikan bimbingan belajar (bimbel) secara intensif serta try out ujian berkala. Pada malam-malam tertentu, murid-murid (yang berasrama) juga dijadwalkan untuk melaksanakan shalat malam bersama dan bermunajat memohon kemudahan dan kesuksesan dalam ujian. Hal lain, Kepala MI juga menekankan agar setiap wali murid dapat melengkapi peralatan UASBN putra-putrinya seperti pensil, serutan, penghapus, penggaris dan lainnya. Wali murid juga diajak untuk memberikan memotivasi dan menguatkan mental anak-anak di dalam menghadapi ujian. Untuk lebih mendapatkan gambaran secara pasti tentang kondisi anak-anak didiknya di rumah, Kepala MI mengecek satu-persatu wali murid. Dari laporan itu, Kepala MI berencana menindaklanjuti demi tercapainya keberhasilan siswa-siswi dalam belajar (ujian). Dalam kesempatan itu orang tua/wali siswa juga diberi informasi tentang agebnda dab

Siswa-Siswi MI Darunnajah

Bingkisan Raksasa Untuk Pemenang MI Cup

kegiatan siswa kelas 6 sampai dengan pascaUASBN. Kepala MI juga membuka forum dialog (tanya jawab) dalam pertemuan tersebut. Dari hasil UASBN tahun pelajaran ini, kita peroleh peringkat 5 terbaik pertama sebagai berikut : 1. Sulaiman Tsani Arrasyid bin Mochamad Nasrullah asal Bogor

melihat bingkisan hadiah yang sangat besar. Bagi yang sudah mengetahui dirinya sebagai pemenang dalam perlombaan kemarin seperti lomba makan kerupuk, terlihat tersenyumsenyum melihat hadiah yang akan diterimanya. Sementara bagi yang belom mengetahui terlihat tegang dan penasaran, dihantui pertanyaan 'apakah saya pemenangnya? Setelah upacara dibuka, Ustadz Dede Maryadi mengumumkan para juara. Berikut ini adalah daftar juara “MI Cup 2010”; A. LOMBA CERDAS CERMAT Kelas 1 dan 2 a) Juara I Kelas 2 B Putra b) Juara II Kelas 2 A Putri c) Juara III Kelas 2 B Putri Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 b) Juara II Kelompok 6 c) Juara III Kelompok 3

2. Dede Halim Bin Enas Hasihin asal Cianjur 3. Afifah binti H. Abdul Halim asal Bogor 4. Muhammad Waliyudin bin KH. Asep Faqih asal Bogor 5. Burhanurabby bin KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. asal Bogor (WARDAN/Billah) Jum'at pagi, 7 Mei 2010, siswa-siswi kelas 1 s.d 5 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah Cipining menanti pengumuman hasil perlombaan yang dilaksanakan selama tiga hari. Mereka penasaran

B. LOMBA HAFALAN SURAT PENDEK Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Nadia b) Juara II, Urfa c) Juara III, Aisyah Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 5 b) Juara II Kelompok 1 c) Juara III Kelompok 4 C. LOMBA MAKAN KERUPUK Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Andika b) Juara II, Ulil c) Juara III, Nadia Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 b) Juara II Kelompok 4 c) Juara III Kelompok 3 D. PERTANDINGAN SEPAK BOLA a) Juara I Kelompok 2 b) Juara II Kelompok 6 E. LOMBA BACA PUISI Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Fani Dwi Rizkiyani b) Juara II, Icha c) Juara III, Andika Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 2 b) Juara II Kelompok 3 c) Juara III Kelompok 5

F. LOMBA FASHION SHOW Kelas 1 dan 2 a) Juara I, Rasel b) Juara II, Nadia c) Juara III, Alya Kelas 3, 4 dan 5 a) Juara I Kelompok 1 (Adinda) b) Juara II Kelompok 5 (Fina) c) Juara III Kelompok 6 (Fira) G. JUARA UMUM KELOMPOK 1 Para pemenang berdiri dibarisan terdepan, untuk menerima hadiah sebagai hasil dari kesungguhannya dalam berkompetisi sehat. Acara penyerahan hadiah menjadi semakin semarak saat Ustadz Afif Maghfuri sebagai fotografer menggoda para pemenang dengan corong kameranya. Kegiatan class meeting ini diselenggarakan dengan maksud memberi kegiatan edukatif dan rekreatif bagi siswa-siswi kelas 1 s.d 5 pada saat kelas 6 mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). [WARDAN/kang DR]

arunnajah Cipining adalah pesantren yang memiliki orientasi dan tingkat kepedulian tinggi dalam bidang pendidikan umat. Oleh karena itu, Darunnajah Cipining selalu berpartisispasi dalam pembangunan pendidikan di lingkungan masyarakat sekitar, salah satunya adalah dengan mendirikan Madrasah Diniyah (MD). Berdiri sejak tahun 1992, kini, di bawah kepemimpinan Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. Madrasah Diniyah berganti nama menjadi Madrasah Diniyah Takmiliyah dan telah terdaftar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seluruh siswa Madrasah Diniyah mengadakan aneka perlombaan.

D

Kegiatan yang dibimbing oleh Ustadz Sholehudin ini mendapat respon yang positif dari para siswa/siswi. Hal ini terbukti dari jumlah peserta (santri MD) kegiatan ini hampir mencapai 100 orang. Lomba diklasifikasikan perkelas, agar para peserta tertantang untuk mengasah kemampuannya masing-masing. “Sangat menyenangkan bisa ikutan lomba memasukkan paku ke dalam botol, walaupun cuma juara 2 juga”, ujar Mumuh. Dengan kegiatan ini para guru berharap siswasiswi lebih giat lagi dalam belajar di Madrasah Diniyah. “Kami sepakat dalam kegiatan ini mudahmudahan bisa jadi daya tarik kembali untuk para santri mengikuti kegiatan MD ini, karena sempat ada beberapa santri yang berhenti dan masuk lagi

Siswa Madrasah Diniyah
SEMARAK MEMPERINGATI MAULID NABI
Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 2-7 Maret 2010. Kegiatan yang panitia pelaksananya adalah para guru praktik dari santri kelas 5 TMI ini tampak meriah. Adapun perlombaan yang diselenggarakan adalah : 1. Cerdas Cermat 2. Mewarnai 3. Hafalan Do'a Sehari-hari 4. Hafalah Do'a-do'a Pilihan 5. Memasukan Paku Ke Dalam Botol 6. Balap Kelereng 7. Cepat Tepat Mufrodat (Kosakata Bahasa Arab/Inggris) setelah mengetahui adanya lomba ini”, ujar Ibah Misbah salah satu guru Madrasah Diniyah. Walaupun sempat beberapa hari diguyur hujan, Alhamdulillah acara ini tetap berlangsung lancar. Hal ini berkat dukungan semua pihak, terutama para guru yang telah menyisihkan sebagian dari uang jajannya untuk membeli hadiah perlombaan. Dan semua yang telah dilakukan, mudah-mudahan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT, dan semakin bersemangat lagi dalam mengajar murid-murid Madrasah Diniyah, Amin. (WARDAN/BOOM Fawwaz )

Menjadi Gur
a l a h s a t u ke g i a t a n ya n g berlangsung di pesantren Darunnajah Cipining di medio Januari 2010 adalah ujian praktik mengajar (amaliah tadris) untuk santri kelas 6 TMI. Kegiatan ini telah dimulai pada hari Senin, 17 Januari 2010. Terdapat 3 tahapan dalam kegiatan ini, yaitu pembekalan, percontohan, dan ujian individu. Pembekalan dibuka oleh pimpinan pesantren didampingi kepala MA, Drs. Abd. Rosyid Sholeh. Dalam kesempatan itu ketua p a n i t i a U s t a d z N a s i ku n , S . E . j u ga mensosialisasikan beberapa hal terkait dengan pelaksanaan amaliah tadris. Selain motivasi dan arahan oleh pimpinan pesantren dan kepala MA, point-point p entin g d alam p emb ekalan ad alah penyampaian sifat-sifat guru berikut metodologi pengajaran setiap materi yang akan menjadi materi ujian mengajar santri.

S

ru Sehari
Dalam kesempatan itu pula, diajarkan bagaimana tata cara dan istilah yang digunakan dalam menulis kritik dalam mengajar, baik berbahasa Arab maupun Inggris. Hal ini dilakukan karena salah satu penilaian dalam amaliah tadris dilakukan oleh teman-teman satu tim yang terdiri dari lebih kurang 8 orang. Tahapan kedua adalah ujian percontohan di depan seluruh peserta dan pembimbing amaliah tadris. Ujian ini dilaksanakan dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Arab untuk materi lokal seperti mahfudzot, mutholaah, dll. Kemudian berbahasa Inggris untuk materi Inggris; dan berbahasa Indonesia untuk materi Akidah Akhlak, Qur'an Hadits dll. Amaliah tadris percontohan dilaksanakan Kamis, 20 Januari 2010, bertempat di aula pesantren. Terakhir, setelah pembagian kelompok dan proses bimbingan oleh pembimbing

masing-masing, semua peserta melaksanakan ujian praktik di kelas sesuai jadwal yang dibuat oleh panitia. Sebelum melaksanakan ujian, setiap peserta harus mendapat 2 rekomendasi. Rekomendasi pertama dari guru pengajar asli materi, dan rekomendasi kedua dari guru yang jam pelajarannya digunakan ujian praktik. Usai ujian, setiap kelompok akan melakukan evaluasi satu tim dengan para pembimbing. Pada kesempatan itu, setiap peserta berhak menilai dan mengkritik guru yang melaksanakan ujian praktik mengajar. Setiap santri kelas 6 dinilai dari berbagai aspek antara lain: keaktifan kehadiran, kualitas I'dad (RPP); kemampuan mengajar; dan kemampuan mengkritik. Alhamdulillah para santri pada umumnya memperoleh nilai baik dan baik sekali. berikut adalah nama-nama santri peraih peringkat 5 terbaik pertama hasil ujian praktik mengajar tersebut: Kelas 6A (Asrama, Putra) 1. ....................., kriteria............... 2. 3. 4. 5. Kelas 6B (Asrama, Putra) 1. ....................., kriteria............... 2. 3. 4. 5. Kelas 6C (Asrama, Putra) 1. ....................., kriteria............... 2. 3. 4. 5.

Siswa SMK Darunnajah Cipining

Praktik Kerja Industri Perdana
Jum'at pagi, 4 Mei 2010, Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) DNC bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta. Siswi sebanyak 16 orang tersebut akan melaksanakan kegiatan selama 1 (satu) bulan. Adapun siswanya telah diberangkatkan Kamis, 25 April 2010. Lokasi Prakerin siswa adalah PT Telkom dan LP3i Jakarta. Jumlah mereka 11 orang. Mengingat waktu dan tempat Prakerin yang sedemikian rupa (lama dan jauh), para siswa-siswi mempersiapakan bekal (pakaian dan peralatan) yang cukup banyak. Hal ini karena selama sebulan mereka akan menginap (menetap) di dekat lokasi prakerin, tidak pergi pulang setiap hari. Bahkan siswa-siswi yang praktek di LP3i dan Darunnajah menginap di asrama/mess. Oleh karena itu sempat terlihat suasana haru ketika orang tua/wali mengantar keberangkatan putra-putri mereka ke Darunnajah Cipining. Kegiatan praktik kerja industri siswa SMK memang berbeda dalam berbagai hal dengan Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) bagi santri TMI/MA. Fokus prakerin adalah semacam magang kerja profesional. Meskipun demikian para peserta prakerin tetap memikul tugas dakwah, sekurangkurangnya secara individu. Kegiatan prakerin kali ini diikuti oleh 28 siswa-siswi (26 orang dari kelas XI, dan 2 orang dari kelas X). “Diikutsertakannya sebagian siswa kelas X adalah karena permintaan dari dunia industri mitra SMK Darunnajah Cipining kali ini melebihi dari jumlah siswa kelas XI yang ada”, kata Kepala SMK Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom. Kepala SMK juga menuturkan, dengan prakerin ini para siswa benar-benar memperoleh pengalaman yang berharga dan wawasan tentang dunia kerja profesional secara nyata. hal itu diungkapkannya, merangkum kesan dan pesan para peserta seusai prakerin.

Santri Nihai
Tiada Hari

Tanpa Ujian dan Bimbingan

jian Nasional (UN) pada bulan Maret lalu bukan berarti akhir dari seluruh kegiatan santri nihai (kelas 6 TMI/kelas XII MA) Darunnajah Cipining Bogor. Selang satu hari berikutnya 71 santri senior tersebut segera melaksanakan Ujian Praktik Olah Raga yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Nurrohman. Dan pada tanggal 5-9 April 2010 mereka mengikuti Ujian Akhir Madrasah (UAM). Berikutnya para santri kembali disibukkan dengan Ujian Nihai tahap kedua, 10-18 April 2010. Ujian Nihai tahap pertama sudah dilaksanakan bersamaan dengan ujian Semester Gasal, dengan materi seluruh pelajaran lokal/muatan pesantren TMI yang sudah selesai diajarkan dari kelas 1-5 TMI seperti Mahfudzat, Imla, Tajwid, Shorf, Tarikh Islam, Al-Adyan, Mawarits/Faraidh, dan Khat. Pada Ujian Nihai tahap dua ini diujikan pelajaran yang masih diajarkan sampai kelas 6 TMI antara lain: Tarbiyyah, Nahwu, Balaghah, Fiqh, Tafsir, Hadits, Muthola'ah, Mustholah Hadits, Psikologi, Ta'bir, Compose, Ushul Fiqh, Mantiq dan TIK Praktek. Ujian Nihai diawali dengan Ujian Lisan Bahasa Arab dan Inggris, 30 Maret – 2 April 2010. Disela-sela padatnya agenda ujian, para santri juga mengikuti bimbingan dan persiapan Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM). Kegiatan lini akan dilaksanakan di dua

U

lokasi yaitu: di Bantar Gebang Bekasi (santri asrama); dandi Setu Jasinga (santri non asrama) pada tanggal 24 April – 03 Mei 2010. Bimbingan untuk 7 kelompok ini dipandu dan dinilai oleh para pembimbing kelompok masing-masing. Kegiatan ini meliputi: qira'atul qur'an, imamah, khithabah, adzan wa iqamah, mudzakarah adabadab harian, do'a-do'a dan wirid, dan nisaiyyah / keputrian. Sebelum pemberangkatan, para peserta PDPM juga mendapatkan pembekalan, termasuk simulasi dan Latihan Operasional pada tanggal 21- 23 April 2010.

bawahnya. Mereka tidak diliburkan selama pelaksanaan UN MA. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, memanfaatkan beberapa ruang kelas yang tidak digunakan UN, juga di masjid dan beberapa tempat lain yang memungkinkan. Para guru yang tidak menjadi pengawas dan panitia UN dimaksimalkan untuk mengajar dan/atau menjadi pengganti (badal) guru yang berhalangan.

Mts dan SMP Darunnajah Cipining Ujian Nasional
Ujian Nasional (UN) MTs dan SMP tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan mulai 29 Maret s.d. 1 April 2010. Pada tingkat ini Pesantren Darunnajah Cipining mengikut sertakan 168 orang siswa-siswi. Jumlah tersebut terdiri atas 126 siswa MTs dan 42 Siswa SMP. UN MTs dan SMP dilaksanakn 1 pekan setelah UN SMA/MA/SMK. Alhamdulillah para santri (siswa-siswi) dapat mengikuti UN dengan baik, tanpa ada halangan. Penyelenggara UN MTs dan SMP di Darunnajah Cipining juga wajar, tidak ditemukan indikasi kecurangan dan penyelewngan, baik oleh pribadi siswa maupun oleh guru atau pihak ketiga. Pesantren memang sejak awal berdirinya berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan dengan fair dan jujur, termasuk dalam hal ujian (lokal maupun nasional). Para santri dibiasakan (dan dididik) untuk “percaya pada diri sendiri”. Untuk itu seiring naiknya passing grade (nilai batas kelulusan) dari tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Darunnajah Cipining terus berupaya untuk meningkatkan kualitas belajar santri, demi mempersiapkan para peserta didik dalam menghadapi UN, sehingga mereka dapat lulus dengan niali yang memuaskan, hasil bimbingan belajar yang intensive. [WARDAN/Kang DR]

Santri Kelas 6 TMI Ikuti Ujian Nasional MA
Tanggal 22 s.d 26 Maret 2010 seluruh siswa kelas XII SMA/MA/SMK di Indonesia mengikuti Ujian Nasional tingkat SLTA, tak terkecuali para santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining. Pagi-pagi sekali, para 'Mujahid Niha'i' telah bergegas menuju 'Medan Jihad' di Kampus 2. Dalam upacara pembukaan Ujian Nasional, Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah Cipining Drs Abdul Rosyid memberi nasihat kepada seluruh peserta UN. Beliau meyakinkan bahwa Passing Grade yang ditetapkan Pemerintah hendaknya tidak menjadi sebuah beban, tapi justru menjadi suatu motivasi yang dapat memacu kita untuk lebih sungguh-sungguh guna meraih prestasi yang setinggi-tingginya. Di akhir upacara tersebut, Kepala Madrash memimpin doa yang diaminkan oleh seluruh peserta UN. Seusai upacara, peserta UN putri berkumpul sambil menundukkan kepala. Terliha begitu khusyuk 'menambah' doa untuk menguatkan mental, supaya apa yang telah dipelajari, tidak hilang karena adanya rasa 'kurang percaya diri'. Lain halnya peserta UN laki-laki. Beberapa diantara mereka menyempatkan diri untuk Sholat Dhuha, di Masjid Kampus 2 yang tidak jauh dari Ruang Ujian. Pelaksanaan UN ini tidak membawa dampak yang merugikan kepada santri dari kelas-kelas di

Berbagai Perguruan Tinggi

Berebut Presentasi di Hadapan
Santri Darunnajah Cipining

Sabtu, 8 Mei 2010 Pesantren Darunnajah Cipining dikunjungi representasi beberapa kampus perguruan tinggi. Mereka diundang untuk memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai pendidikan tinggi kepada para santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa studinya Seluruh santri kelas 6 TMI mengikuti kegiatan Orientasi Kemasyarakatan dan Perguruan Tinggi dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 7 Mei 2010. Pada hari Jum'at, kegiatan diawali dengan Orientasi Kemasyarakatan oleh Pimpinan Pesantren KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Acara dilanjutkan dengan orientasi perguruan tinggi berupa pengenalan kampus-kampus hingga sore

hari. Perguruan yang mengisi kegiatan ini cukup banyak, antara lain Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ), Akademi Kebidanan Wiyata Husada, Bogor. Selain kampus-kampus tersebut, hadir juga representasi Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) Jakarta, Universitas Islam Djuanda (UNIDA) Ciawi, Bogor, Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, LP3i Blok M Jakarta Selatan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania (STIE Pandu Madania) Bogor, dan Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Masing-masing kampus mengenalkan profilnya dan memberikan penjelasan kepada peserta mengenai dunia perguruan tinggi. Ustadz Imam Ghazali, S.Pd.I selaku penanggung jawab acara ini berpendapat kegiatan ini sangat positif bagi para santri akhir ka re n a b i s a m e m b u ka c a k ra wa l a d a n wawasannya mengenai dunia kampus yang akan digelutinya nanti. ”Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini para santri tidak salah melangkah ketika nanti memilih perguruan tinggi”, ujarnya. (wardan/dzikrillah).

embekalan Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) santri kelas 6 TMI Darunnajah Cipining tahun 2010 dibuka selasa, 21 April 2010. Hadir menyampaikan sambutan Kepala Biro Da'wah dan Hubungan Masyarakat, Ustadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I. Dalam sambutannya alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan 2/1995 ini mengingatkan pentingnya progam PDPM. “PDPM tahun ini terasa istimewa, karena dilaksanakan setelah Ujian Nasional dan Ujian Nihai. Juga bagi santri asrama ini adalah yang pertama kalinya PDPM berlokasi di Bekasi, tepatnya di Bantar Gebang!” ungkap ustadz asal Ponorogo Jawa Timur in Selanjutnya, sambutan dan pengarahan Direktur TMI yang juga Kepala Biro Pendidikan Ustadz Muhamad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I. Dalam uraiannya, alumni pesantren Pabelan Magelang tersebut banyak mengingatkan pentingnya menjaga dan menunjukkan identitas santri sejati. “Selama ini ada kesan bahwa santri itu identik dengan 5 K; konservatif (kolot), kumuh, kuper, keras (teroris), dan kitab kuning!” ujar beliau. Selanjutnya ustadz

P

DIREKTUR TMI BUKA PEMBEKALAN PDPM
yang kini berdomisili di Bekasi ini menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar, justru santri adalah sosok muslim yang dekat dengan nilai-nilai agama dan juga berwawasan luas, tidak hanya terbatas pada kitab kuning saja. Beliau juga menegaskan pentingnya persiapan dan kesesuaian sikap dalam mengajar dan menyampaikan da'wah, antara lain dalam khutbah Jum'ah. Kemudian beliau mengungkapkan sabda Nabi yang memprediksi bahwa di akhir zaman akan muncul sekelompok umat Islam yang memanjang-manjangkan khutbah dan memperpendek sholat. Sesi pembukaan ini ditutup dengan pembacaan do'a Rabithah yang dipandu oleh koordinator panitia PDPM 2010, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom. Do'a Rabithah adalah do'a untuk meminta

ikatan ukhuwwah imaniyyah yang mantap sehingga menguatkan ghirah masing-masing individu muslim untuk berjama'ah dalam berda'wah. Karena, da'wah merupakan 'amal jama’i bukan 'amal infiradi. Seusai sesi pembukaan, alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-7 (2000) ini menjelaskan tata-tertib pembekalan.

Yang Baru Dalam PDPM 2010
'Today must be better than yesterday' (hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin). Itulah spirit yang selalu bergema di setiap relung jiwa santri Darunnajah Cipining. Terkait pelaksanaan salah satu kegiatan wajib santri kelas VI TMI/XII MA Darunnajah, berikut ini adalah hal-hal baru yang dilakukan pada PDPM 2010; Pertama, lokasi PDPM di Kelurahan Bantar Gebang Bekasi. Hal ini menjadi awal pelaksanaan PDPM di luar Kabupaten Bogor dan Tangerang. Diharapkan kegiatan PDPM kali ini akan memberi feedback yang positif bagi kemajuan pesantren. Kedua, upacara pemberangkatan peserta PDPM, Sabtu, 24 April 2010 juga disaksikan oleh seluruh adik-adik kelas mereka dari kelas 1-5 TMI/VII MTs-XI MA. Hal ini karena sebelumnya dari jam 07.00-07.30 para santri melakukan upacara mingguan di lapangan Basket. Sisi positifnya adalah dapat meningkatkan semangat peserta PDPM dan juga menjadi inspirasi positif bagi adik-adik kelas mereka. Ketiga, senandung nasyid Do'a Rabithah

m e n g ge m a s e l a m a 3 h a r i m a s a - m a s a pembekalan 20-22 April 2010. Nasyid ini telah dihafalkan oleh para peserta PDPM dan juga dilantunkan dengan penuh penghayatan dalam upacara pemberangkatan. Disaksikan oleh wakil pimpinan pesantren bidang Da'wah dan Humas, Ustsadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I ; wakil kepala Biro Pendidikan, Ustadz Drs. Abdul Rasyid (Kepala MA Darunnajah); wakil pimpinan pesantren bidang Pengasuhan Santri, Ustadz Ahmad Rosichin Wasyraf, S.Pd.I; panitia PDPM dan beberapa dewan guru TMI. Keempat, dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan PDPM dan mempermudah peserta dalam hal dokumentasi dan korespondensi, maka setiap kelompok diizinkan untuk membawa satu buah Laptop. Beberapa file yang sudah ditransfer oleh panitia dalam bentuk soft copy adalah aneka kegiatan PDPM, materi BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) yang termasuk kunci sukses mendekati anak-anak didik, beberapa makalah wa khithabah, dan slide presentasi mengenal lebih dekat dunia pesantren. Kelima, biasanya pelaksanaan PDPM pada liburan semester pertama yaitu akhir Desember dan awal Januari. Namun pada tahun ini mengingat adanya pengajuan pelaksanaan Ujian Nasional pada bulan Maret, maka PDPM diakhirkan setelah selesai Ujian nasional dan Ujian Nihai. Diharapkan mereka dapat lebih maksimal dalam melakukan rangkaian kegiatan PDPM karena beban belajar mereka sudah banyak berkurang. (WARDAN/Mr.MIM)

Oh Pondokku Perpisahan Calon Alumni TMI Angkatan Ke-17

Wahai Pondok Tempat ku Laksana Ibu Kandungku Nan Kasih Serta Sayang Padaku Oh Pondokku Ibuku

Menjelang haflatut takharruj (wisuda), santri putra kelas 6 TMI DNC mengadakan acara perpisahan dengan para guru dan adik kelas mereka. Acara panggung gembira ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 Mei 2010, malam. Pada sore harinya santri putri terlebih dulu mengadakan acara serupa di aula pesantren. Panggung Gembira santri kelas 6 putra digelar di lapangan basket. Hal ini mengingat audiens yang diundang sangat banyak, termasuk santri putri. Untuk keperluan itu dibuat sekat antara hadirin dan hadirat. Rangkaian acara diawali dengan sambutan penitia (santri kelas 6 TMI) dan Kepala Biro Pengasuhan, setelah itu giliran KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. menyampaikan nasihat dan pesan, terutama kepada para calon wisudawan. Sesi berikutnya adalah pentas seni yang menampilkan berbagai hal, qasidah, nasyid, teater/drama, dsb.

SUASANA HARU SELIMUTI WISUDA TMI

Di penghujung acara diatur jabat tangan antara calon alumni dengan dewan guru dan segenap santri (putra) yang hadir. Di sinilah Nampak suasana haru perpisahan dengan almamater dan segenap civitas akademika terbayang jelas di pelupuk mata para santri kelas 6, karena itulah satu persatu santri mulai menitikkan air mata. Suasana haru menyelimuti acara wisuda santri TMI Darunnajah Cipining, Kamis, 20 Mai 2010. Setelah menyelesaikan berbagai macam kegiatan,

juga memohon maaf apabila selama belajar di pesantren sering kali berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Setelah itu Tri Astuti Anjani mewakili para wisudawati menyampaikan sambutannya dalam bahasa Inggris. Dr. H. Imam Ad-Daruquthni, MA (wakil orang tua/wali wisudawan/wati) pun menyampaikan sambutannya dengan menggunakan dua bahasa, Arab dan Inggris. Ayah ananda Radian Mutahhari ini adalah Dekan Fak Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta dan fungsionaris PP Muhammadiyah. Di

mulai dari praktik mengajar, Ujian Nasional, Ujian Nihai, Praktik Dakwah dan Pengabdian Masyarakat (PDPM), dan Panggung Gembira, akhirnya sebanyak 71 santri putra dan putri diwisuda di aula pesantren dalam suatu seremoni yang sangat berkesan. Rangkaian acara wisuda dimulai pukul 09.00 dimulai, dipandu oleh dua orang MC: Ustadz Husnul Mubarak dan Ustadz Haryadi yang menggunakan dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris. Ayat suci al-Quran dibacakan oleh Ananda Isnaeini Mahmuda Kahar wisudawati asal Nusa Tenggara Timur. Acara dilanjutkan dengan sambutan wisudawan yang disampaikan oleh Helmi Firdaus, selaku ketua angkatan. Dalam sambutannya yang berbahasa Arab, dia mengucapkan terimakasih banyak kepada K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan segenap dewan guru serta orang tua yang telah ikhlas mendidik dan membina selama ini. Helmi

samping itu beliau adalah ketua umum DPP Partai Matahari Bangsa. Selanjutnya disampaikan sambutan Kepala MA Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh dan Direktur TMI Ustadz Muhamad Mufti, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Direktur TMI antara lain menyampaikan hasil Ujian Niha’i (Ujian Akhir TMI), beliau kemudian mengumumkan namanama santri peraih peringkat 5 (lima) terbaik

pertama. Rinciannya adalah sebagai berikut: Kelas 6A (Asrama Putra) 1. kriteria 2. 3. 4. 5. Kelas 6B (Asrama Putri) 1. 2. 3. 4. 5. kriteria

Kelas 6C (non-Asrama Putra-Putri) 1. 2. 3. 4. 5. kriteria

Pada hari tersebut juga dilakukan prosesi wisuda tahfizhul Quran. Mereka adalah Fahmi Arifuddin (asal Semarang); Yudi Taqiyudin (asal Bogor), dan Tatang (asal Garut). Setelah ketiga santri selesai mendemontrasikan hafalan AlQur'an, Pimpinan Pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. didampingi Direktur TMI; Kepala MA; dan Kepala Program Tahfizh Al-Quran Ustadz Asmari Ichsan tampil ke panggung untuk mewisuda para hafizh dengan simbol penyematan surban. Setelah wisuda tahfizh selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda TMI angkatan ke-17. Satu demi satu nama wisudawan/wisudawati disebutkan, sambil dibacakan prestasi yang telah dicapai oleh masing-masing. Selesai prosesi wisuda, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc memberikan nasihat kepada para alumni. Beliau mengingatkan kembali tentang visi Pesantren Darunnajah Cipining, yaitu terbentuknya generasi IMAMA (Imam(pemimpin), Muttaqin, 'Alim, Muballigh, 'Amil bi 'ilmihi) yang diambil dari akhir ayat 74 surat Al-Furqan. Seusai nasihat pimpinan pesantren,

disampaikan orasi ilmiyah oleh Bapak Adnin Armas, MA. Alumni PM Darussalam Gontor dan fungsionaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat ini menyampaikan perihal “Tantangan Pemikiran Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme terhadap Generasi Muda Islam di Indonesia”. Sambutan Gubernur Jawa Barat disampaikan oleh H. Aep Rifa'I, S.H., M.Si (Asisten III Bidang Kesra pada setda Provinsi Jawa Barat). Dalam sambutan tertulisnya Gubernur antara lain menyampaikan apresiasinya kepada Pesantren Darunnajah Cipining yang telah meraih berbagai macam prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, zasional, bahkan Internasional. Acara kemudian ditutup dengan doa, dipimpin oleh Ustadz Ahmad Rosichin, S.Pd.I. (Kepala Biro Pengasuhan). Pada saat mushafahah (salam-salaman) dengan pimpinan pesantren, para tamu kehormatan, dan segenap guru serta orang tua/wali, para wisudawan tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Begitu pula dengan para orang tua/wali mereka. (oleh: dzikrillah).

Siswi Darunnajah Cipining

Belajar Membuat Film

Bersamaan dengan diselenggarakannya Ujian Nasional (UN) tingkat MTs/SMP, pengurus Organisasi Siswi Darunnajah Cipining dan Koordinator (Gugus Depan) Pramuka Darunnajah Cipining menyelenggarakan seminar selama 4 hari diaula pesantren. Tema yang diangkat adalah teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, dan multimedia. Motto kegiatan ini adalah “Menciptakan Generasi Muslim Modern”. Kegiatan ini diikuti oleh segenap siswi Mts, SMP, dan SMK (non asrama). Dua hari terakhir kegiatan seminar diikuti juga oleh para siswa (putra). Editing Film Siapa yang tak suka film? Rata-rata orang Indonesia hobi dan suka menonton film. Ini terbukti dengan kesuksesan besar yang dicapai oleh 21 (Twenty one) yang selalu menampilkan film-film terbarunya. Seperti Titanic, The Lord of

The Ring, Harry Potter, 2012, Suster Ngesot, Ada apa Dengan Cinta dan produk lokal lainnnya. Terdapat juga film-film yang direkomendasikan baik oleh berbagai kalangan seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan My Name is Khan. Nah, mengingat potensialnya film bagi pencitraan terhadap sesuatu, seyogianya para santri, nantinya dapat menelorkan film-film bermutu dan beradab. Sehingga film yang menghiasi layar-layar televisi juga bermuatan amar ma'ruf nahy mungkar selaras dengan canggihnya akses informasi. Untuk itulah pada hari pertama s e m i n a r, U sta d z S h o l e h A h m a d , S . Ko m mengenalkan computer (dan juga Laptop/notebook) sebagai alat pembuat film. Di akhir sesi, Kepala SMK Darunnajah Cipining ini meminta kepada peserta untuk menampilkan film hasil editing masing-masing di hadapan para siswi MTs, SMP, dan SMK.

Pendidikan Gratis 100%, Siapa Mau?
Pesantren Darunnajah Cipining memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada yang ingin belajar di Pesantren ini dengan Beasiswa Penuh. Kebijakan ini baru diterbitkan oleh Pimpinan Pesantren awal Caturwulan kedua tahun 2010. Beasiswa ini diperuntukkan calon santri yang berminat sungguh-sungguh menghafal al-Qur’an Adapun rincian ketentuan yang harus dipenuhi selaku Calon Penerima Beasiswa Tahfizh Al-Qur'an adalah sebagai berikut: 1. Siap untuk menghafal Al-Qur'an Sempurna 30 Juz, dengan tahapan : a. Semester Ke- I Menghafal 2 ½ Juz b. Semester Ke- II Menghafal 2 ½ Juz c. Semester Ke- III Menghafal 3 Juz d. Semester Ke- IV Menghafal 3 Juz e. Semester Ke- V Menghafal 2 ½ Juz f. Semester Ke- VI Menghafal 2 ½ Juz g. Semester Ke- VII Menghafal 4 Juz h. Semester Ke- VIII Menghafal 4 Juz i. Semester Ke- IX Menghafal 3 Juz j. Semester Ke- X Menghafal 3 Juz (Total 30 Juz) 2. Siap belajar di Tarbiyatul Mu'alimin Wal Mu'alimat Al-Islamiyah (TMI) sampai Tamat 3. Siap mentaati Aturan-aturan yang berlaku di Pesantren 4. Siap mencapai Target Hafalan yang ditetapkan setiap Semester (Point 1) 5. Siap melengkapi dan menyempurnakan hafalan yang ditargetkan dalam semester tersebut, sebelum naik kejenjang/kelas yang lebih tinggi 6. Siap untuk tidak menerima raport, ijazah dan surat-surat penting lainnya bila keluar sebelum menyelesaikan hafalan 30 Juz. Kesempatan ini juga bisa dinikmati oleh calon santri yang sudah hafal beberapa juz dari Al-Qur'an, dengan ketentuan siap melanjutkan hafalannya hingga selesai. Adapun bagi yang sudah hafal 30 Juz, bisa langsung belajar bersama santri-santri lainnya dengan menikmati beasiswa sampai tamat TMI. Bagaimana jika ditengah jalan santri tersebut tidak sanggup melanjutkan hafalannya dan ingin pindah ke program TMI/MTs/SMP/MA/SMK yang tidak harus menghafal Al-Qur'an? Tentu saja bisa! Santri tersebut bisa melanjutkan studinya di salah satu jenjang tersebut diatas, seperti santri lainnya. Ia diwajibkan membayar uang pangkal dan bulanan yang berlaku pada saat pindah. Apakah ada ikatan? Apakah ada kewajiban atau tugas lain saat santri tamat dari Pesantren? Jawabannya “Tidak”. Setelah santri tersebut menyelesaikan studinya, ia dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mana saja, atau mau langsung bekerja, atau kembali ke kampung halaman untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Yang jelas tugas Pesantren sudah selesai memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Selanjutnya tinggal mengamalkan ilmu dan menambahnya lagi. Bahkan Pimpinan Pesantren ingin agar alumni Program Beasiswa Tahfizh ini untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, seperti di Al-Azhar, Kairo Mesir. Ini kesempatan emas, sampaikan pada saudarasaudara dan orang terdekat anda. Segera berkunjung ke Pesantren Darunnajah. [WARDAN/Kang DR]

Menggugah Sisi Int
Ada rasa bangga plus bahagia, meski kelelahan dan keletihan tampak di muka para panitia Pekan Baca Pelajar (PBP) yang terdiri dari santri kelas 5 TMI. Kerja keras dan usaha maksimal telah dilakukan selama 3 bulan hingga hari pelaksanaan selama 3 hari, 15-17 Januari 2010. PBP bertujuan menggugah semangat para santri dan pelajar umumnya untuk mencintai buku. Konsep dari kegiatan ini adalah bazaar buku dengan mengundang berbagai perusahaan penerbit di Jabodetabek. Ketua panitia Chairul Rahmat saat memberikan sambutan pada acara pembukaan PBP mengatakan manusia Indonesia masih rendah minat bacanya. Hal ini berpengaruh pada kadar s u m b e r d aya m a n u s i a ( S D M ) . Pa d a h a l menurutnya, peningkatan sumber daya manusia menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini. untuk itulah PBP ini diselenggarakan. Dalam kegiatan ini, panitia bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pusat,

Pekan Baca Pelajar

telektualitas Santri
Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dll. Kegiatan ini mengusung tema 'Genggam Dunia dengan Lembaran Kertas'. Senada dengan Rahmat, Pimpinan Pesantren menekankan betapa urgennya kegiatan membaca bagi setiap muslim. “Perintah Iqra’ (membaca) dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada baginda Nabi menandakan

betapa perintah membaca memiliki tendensi serius dan signifikan” ungkap K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. “Padahal saat itu, baginda Nabi mengatakan lastu biqoriin (saya tidak bisa membaca”, tambah beliau melengkapi. Untuk itu, Pak Kiai mengingatkan para hadirin untuk memanfaatkan kesempatan bazaar buku ini sebagai peluang untuk mencerdaskan diri, dengan membeli dan membaca buku yang berkualitas. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Camat Cigudeg, E. Rismawan, S.Sos. menegaskan bahwa membaca adalah kunci pembuka jendela ilmu pengetahuan. Membaca juga penting untuk menkingkatkan SDM Bangsa. Karena itu, kegiatan PBP ini diharapkan dapat menggerakkan santri dan pelajar untuk mencintai buku serta menjadikan membaca sebagai kegiatan sehari-hari dalam rangka mencapai citra positif sebagai insan intelektual, bermoral, dan religius. Kegiatan PBP perdana ini dibuka secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Camat Cigudeg. Melengkapi pembukaan saat itu, persembahan buku karya alumni TMI Darunnajah Cipining, Yudy Efendy (angkatan 6, tahun 1999) berjudul Thank You Problem terbitan P.T. Buana Media disampaikan oleh pembimbing panitia Ustadz Asmari Ichsan kepada pimpinan pesantren. Novel 'Negeri 5 Menara' Sebagai Sesi Pembuka Hadirnya penulis novel best seller 'Negeri 5 Menara' (Ahmad Fuadi) di arena PBP menambah semarak suasana. Kehadiran alumnus Gontor ini

atas undangan panitia bekerja sama dengan Gramedia untuk acara bedah buku karyanya yang mengulas sisi unik dan fenomena kehidupan pesantren. Menurut A. Fuadi, novel yang terinspirasi dari karya Andrea Hirata 'Laskar Pelangi' ini seperti mereview kembali masa-masa di pesantren dulu meski telah jeda puluhan tahun. Dan kata ampuh yang menjadi jargon santri baru di setiap awal nyantri, yaitu man jadda wajada, menjadi semangatnya dalam menyelesaikan penulisan novel yang juga hendak ditularkan kepada semua pembaca novelnya. Bertempat di masjid jami Darunnajah Cipining, bedah buku berlangsung semarak, diikuti oleh para santri. Di akhir acara, A. Fuadi didaulat untuk membubuhkan tanda tangannya di setiap novel yang telah dibeli sebagai tanda kenang-kenangan. Beberapa acara seminar yang digelar di selasela pelaksanaan PBP adalah Genius Learning oleh Ustadz Bahrudin, Sabtu, 16 Januari 2010; dan Manajemen Keuangan oleh Ahmad Ghozali dari tim Safir Senduk, Ahad, 17/01/2010. Juga digelar seminar IT dengan narasumber Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom. (Kepala SMK Darunnajah Cipining). Aneka “Lomba”, Membuktikan Meriahnya Acara Panitia PBP juga mengagendakan beberapa perlombaan, yaitu: lomba Pidato 3 Bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris) tingkat SMP dan SMA se-derajat; dan Marawis se-JABODETABEK. Lomba pidato dilaksanakan hari, Sabtu, 16 Januari 2010. Sebanyak 47 peserta turut berpartisipasi dalam lomba Pidato 3 Bahasa. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, dan berakhir pukul 17.00 WIB.

Keesokan harinya, panitia mempersiapkan lomba marawis. Walau ditemani rintik hujan, kegiatan berlangsung sangat meriah. Kegiatan ini diikuti oleh utusan beberapa pesantren seperti: Darul Mattaqien, Madinatunnajah, Darul Rahman dll. “Walaupun peserta yang berpartisipasi relative sedikit, namun lomba marawis ini sungguh meriah”, ujar Syarief Hidayatullah selaku panitia saat diwawancarai oleh Warta Darunnajah. Kesan Penerbit Dalam acara kesan dan pesan oleh penerbit pada saat penutupan kegiatan, Bapak Fauzi Ahmad dari penerbit Koekoesan menyatakan apresiasi yang cukup mendalam. “Terimakasih banyak kepada para panitia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selama jangka waktu 3 hari dalam acara ini kami merasakan seolah olah menjadi bagian dari keluarga Darunnajah Cipining“ ujar pria berkacamata itu. Alhamdulillah bazaar buku perdana di DNC ini terbilang sukses. Sekian banyak penerbit dan distributor buku berpartisipasi, antara lain: Gramedia; Koekoesan; Daar el-Kutub al-Islamiyah; Serambi; Ummi Group; Robbani Press; Ikhlas Media; dan Buana Media. Akhirnya, panitia mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini. terutama pimpinan pesantren. Tanpa dukungan dan partsisipasi dari semua pihak terkait, niscaya acara ini tak dapat berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi sunnah yang baik dan dapat dilanjutkan di masa mendatang. laporan M. Fawwazul Haqie

Dua Guru Darunnajah Cipining Ikuti Upgrading Kompetensi Bahasa Arab Awal Februari 2010 Pesantren Darunnajah Cipining mengutus dua orang guru TMI untuk mengikuti pelatihan guru bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Jawa Timur. Mereka adalah Ustadz Nurochim dan Ustadz Husnul Mubarok. Daurah tadribiyah li mu'alimin al-lughah al-arabiyah was-tsaqafah al-islamiyah ini diselenggarakan berkat kerjasama PMDG dan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, peseta kegiatan ini mencapai 264 orang, utusan dari pesantren dan lebaga pendidikan islam sejenis dari seluruh Indonesia. Kegiatan bertempat di kampus PMDG Putra 2 Madusari. Pelatihan berlangsung selama 10 hari, mulai 6 s.d. 16 Februari 2010. Para peserta dibagi menjadi 5 kelompok/kelas. Satu pekan pertama pelatihan dilakukan dengan metode pengajaran klasikal. Di akhir daurah diadakan ikhtibar (ujian). Di sela-sela masa daurah peserta diberi kesempatan mengikuti musabaqah menghafal hadits Arbain Nawawiyah. Bagi yang dinyatakan sebagai pemenang disediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 500.000. Upacara penutupan dilaksanakan di kampus PMDG Putra 1 (Gontor). Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia yang sekaligus menutup acara. Pada kesempatan itu pula diumumkan 10 peserta terbaik/teraktif. Sebagai bentuk penghargaan, masing-masing peserta diberi cendera mata (kenang-kenangan/bingkisan) berupa: pocket Al-Qur’an, kitab tafsir, nahwu, shorof, hadits arba’in, aqidah, hadits dll. “Dengan adanya acara seperti ini, mudah-mudahan hati kita selalu terikat pada agama Allah dengan selalu menjaganya sehingga menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa” ungkap ketua panitia dalam sambutannya pada upacara penutupan. Tiga Orang Guru Ikuti Brain Power And Entrepreneurship Seminar Akhir April yang lalu pesantren Darunnajah Cipining mendapat undangan untuk mengikuti seminar tentang kedahsyatan otak kanan. Undangan diberikan oleh Bapak Sarno G Wibowo, seorang Right Brain Navigator Indonesia dan pimpinan PT KKI Networkyang bergerak di bidang training SDM. Kapten Sar, begitu julukan beliau, adalah juga orang tua santri Darunnajah Cipining. Dua putra-putri beliau yang sedang belajar di pesantren adalah Adhi Surya (Kelas 3 TMI/Kelas IX MTs.), dan Adinda Maharani (Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah). Untuk itu pesantren mengutus 3 orang guru, yaitu Ustadz Muhamad Mufti, Ustadzah Ela Hulashoh, S.Sos, dan Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma.Pd. Seminar sehari ini dilaksanakan di Gedung Menara Cakrawala (Skyline building), Jl. M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Sabtu, 24 April 2010. Peserta seminar berjumlah lebih kurang 100 orang, terdiri atas berbagai latar belakang, antara lain pengusaha, guru, mahasiswa, dan wiraswastawan. Pembicara dan mentor seminar ini adalah Bapak H. Zakariah Hassan (Mr. Zack). Beliau adalah

Lagi, Dua Ustadz Ikuti Training ESQ
Menyerap spirit 165

Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I (Kepala Biro Pengasuhan Santri) dan Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I (Kepala Asrama Santri Putra) mendapat kesempatan untuk mengikuti training ESQ tingkat Basic, 2 s.d 4 Maret 2010. Keduanya melebur bersama 400 lebih peserta yang terdiri dari asatidz, ustadzat, DKM, pengurus Ormas Islam dan penggiat kegiatan keagamaan di Jadebotabek. Training dengan tema Terima Kasih Ustadzah DKI dan sekitarnya angkatan ke-3 ini belokasi di Gedung Menara 165 Cilandak Jakarta Selatan. Dari DNC beberapa ustadz sudah pernah mengikuti pelatihan ESQ sebelumnya, Mereka adalah: Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I, M.T. Ustadz Mujiyanto, Ustadz Isa Abdillah Adnan, S.E, Ustadz Muhammad Mudatsir, S.H.I, Ustadz Syarqi Suganda Sain, Ustadz Fahmi Dzikrillah, S.IP. Training diawali dengan sambutan Alumni Training Support (ATS) dan perkenalan, diselingi game dan yel-yel. Setiap hari terdapat 3 sesi; pagi-zhuhur, ba'da dhuhur – ashar dan ba'da Ashar – maghrib. Dipandu trainer Abdul Jabir Uksim, para mujahid dan mujahidah pendidikan tersebut diajak meresapi dan memahami THE ESQ WAY 165 yang bersumber dari 1 Rukun Ihsan,6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Setiap sesi diakhiri dengan muhasabah yang khusyu' dan haru.

Suasana Training: Meyenangkan dan Sarat Makna
”Ada 3 macam kebahagiaan; Kebahagian fisik,kebahagian emosional dan kebahagiaan spiritual. Dua kebahagiaan pertama kita rasakan dengan MENDAPATKAN harta, tahta, atau sanjungan dan lain sejenisnya dari orang lain. Keduanya terbatas karena tergantung pada pemberian orang lain kepada kita. Adapun Kebahagiaan Spiritual justru kita rasakan ketika MEMBERIKAN berbagai kebaikan kepada orang lain. Ia tidak terbatas karena tidak tergantung dengan orang lain”! demikian di antara point penting yang dijelaskan oleh trainer asal Goa Sulawesi itu. Pada hari ketiga, pada sesi pagi hari segenap peserta disadarkan akan jati dirinya; Apa maumu dan siapa kamu? dengan sebuah metode pelatihan yang sering disebut Kantarsis. Di antara peserta nyaris ada yang pingsan, karena masygul dan dekatnya suasana dan perasaan jiwa kepada Sang Maha Sempurna. Hadir dalam sesi penutupan pada Kamis sore hari penemu metode The ESQ Way 165 Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian. Beliau yang baru saja pulang dari presentasi di Madinah, berkenan memberikan pencerahan kepada seluruh peserta. “Selama ini banyak orang Islam yang belajar manajemen, leadership dan SDM ke negeri barat. Padahal Islam telah memilki konsep manajemen, leadership dan SDM yang handal yang tercermin dalam rukun Ihsan, rukun iman dan rukun Islam. Insya Allah, tahun 2020 Indonesia Emas sebagai kebangkitan umat Islam akan terjadi di negeri ini!”, ungkap beliau dengan nada dan gaya yang mempesona. Salah satu hal yang patut disyukuri adalah keberadaan Ustadz Syamsul Rahman, M.Ag. sebagai salah-satu trainer terbaik ESQ dan banyak mengisi training ESQ untuk non muslim. Beliau adalah alumnus TMI DNC angkatan ke-1 1994, memberikan kemudahan dalam akomodasi, transportasi kepada kedua peserta dari DNC. Beliau juga berbagi informasi tentang perkembangan ESQ dan kemungkinan penerapannya dalam mendukung progam pendidikan di pesantren. (Mr/ Mim)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->