P. 1
25246707 Karo Dulu Dan Sekarang

25246707 Karo Dulu Dan Sekarang

|Views: 297|Likes:
Dipublikasikan oleh derdor

More info:

Published by: derdor on Jul 31, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PROFIL ORANG KARO
  • BAB II SEKILAS WILAYAH GEOGRAFI MASYARAKAT KARO
  • BAB III
  • BAB IV
  • BAB V
  • BAB VI
  • BAB VII
  • BAB VIII
  • BAB IX
  • BAB X

BAB I PROFIL ORANG KARO

1. Orang Karo

Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli
Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Sebagian besar masyarakat suku Karo enggan disebut sebagai orang Batak karena merasa berbeda. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Dalam beberapa literatur tentang Karo, etimologi Karo berasal dari kata Haru. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Pada jaman keemasannya kekuasaan Kerajaan Haru/Karo mulai dari Aceh Besar sampai sungai Siak di Riau. Eksistensi Haru/Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. Misalnya Kuta Raja atau Banda Aceh sekarang, Kuta Binjei di Aceh Timur, Kuta Karang, Kuta Alam, Kuta Lubok, Kuta Laksamana Mahmud, Kuta Cane, dan lainnya. Dan terdapat suku karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya "Aceh Sepanjang Abad", (1981). Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya "Tarikh Aceh dan Nusantara" (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya "Karo Sepanjang Zaman" mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi "Kaum Lhee Reutoih" atau kaum tiga ratus. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang, seperti: Kaum Hindu, Arab, Persia, dan lainnya. Sifat dan perwatakan manusia Karo yang berwujud pada perilaku atau perbuatan dan pola pikirnya, yang masih melekat pada anggota masyarakat Karo pada umumnya adalah sebagai berikut: jujur, tegas dan berani, percaya diri, pemalu, tidak serakah dan tahu akan hak, mudah tersinggung dan dendam, berpendirian tetap dan pragmatis, sopan, jaga nama keluarga dan harga diri, rasional dan kritis, mudah menyesuaikan diri, gigih mencari ilmu, tabah, beradat, suka membantu dan menolong, pengasih dan hemat, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di balik sifat-sifat baik di atas, masih ada sifat lain yang juga terdapat di dalam masayarakat Karo seperti anceng, cian, cikurak, yang merupakan sifat jelek yang dimiliki orang Karo, termasuk merupakan kritik terhadap sikap hidup orang Karo yang hendak mencelakakan sesamanya. Kalau dalam istilah orang Manado kita kenal baku cungkel. Umumnya sikap ini muncul oleh karena perasaan iri, motif dendam, atau atau perasaan kurang senang. Sifat jelek seperti ini dapat dipastikan tidak hanya ada pada masyarakat Karo, tetapi semua suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan suku bangsa di dunia memiliki sifat yang saling menjatuhkan, seperti yang juga diungkapkan oleh Sartre homo homini lupus. Istilah “cian” dalam bahasa Karo berarti iri atau dengki. Yang terdekat dari sifat ini adalah cemburu. Sifat ini biasanya selalu mengarah kepada hal-hal yang tidak baik, oleh karena tujuannya adalah merusak. Hal ini mestinya dapat dihilangkan dari setiap pikiran dan sikap manusia. Paling tidak berusaha untuk mengarahkan diri pada hal-hal yang tidak merugikan, atau lebih positif bersaing secara sehat. Masih ada dua sifat yang juga bersemi di atara orang-orang Karo, yang sebenarnya juga kurang bermanfaat, yaitu kebiasaan mengata-ngatai orang lain (menjelek-jelekan orang lain) secara negatif yang dikenal dalam bahasa Karo dengan istilah “cekurak”, dan satu lagi adalah istilah “anceng”, yaitu melakukan gangguan atau kendala bagi sesuatu pekerjaan orang lain dengan niat merusak35. Untuk membentengi diri dari sifat-sifat semacam ini, hendaknya insan Karo mengubah pola pikir untuk dapat menerima sebuah keadaan dengan terbuka. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah wawasan (belajar dari orang lain) dalam bangku pendidikan, atau juga mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga dapat hidup saling mengasihi. Ini berarti kemampuan penguasan diri terhadap naluri merusak (destruktif), juga pemanusiawian apa-apa yang membuatnya menjadi liar, brutal dan mau berkuasa liar

Pada seminar Adat istiadat Karo tahun 1977 (1983 : 1-2) menyimpulkan mengenai sifat orang Karo ada 6 macam yaitu : 1. Tabah 2. Beradat 3. Suka membantu dan menolong 4. Pengasih dan hemat

5. Dendam 6. Mengetahui harga diri Enam sifat ini ( tidak diiringi pembahasan) ditambah menjadi 9 macam dalam buku yang ditulis oleh Djaja S. Meliala, S.H. dan Aswin Perangin-angin, S.H. (1978 :1-2) yaitu dengan tambahan, jujur dan berani, hormat, sopan, dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembahasan mengenai sifat-sifat orang Karo yang relatif baru adalah dalam buku Manusia Karo oleh Drs. Tridah Bangun (1986 : 155-171 ) yang mengemukakan 15 macam sifat dan watak orang Karo dikemukakan dalam satu bab tersendiri), yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Jujur Tegas Berani Percaya diri Pemalu Tidak serakah Mudah tersinggung Berpendirian teguh Sopan Jaga nama baik diri dan keluarga Rasional dan kritis Mudah menyesuaikan diri Gigih mencari pengetahuan Pragmatis Iri, cemburu

Sifat-sifat orang Karo yang dikemukakan di atas adalah berdasar pendapat ‘orang dalam’ yaitu orang Karo sendiri. Jauh sebelum sifat-sifat tersebut diuraikan oleh penulisnya, seorang penulis barat yaitu Jhon Anderson tahun 1823 menulis mengenai orang Karo mempunyai sifat-sifat ; rajin, pelit, senang harta, kerja keras, tekun dan tidak suka pamer. Orang Batak Karo yang rajin, bersifat kikir dan senang pada harta itu, telah mendorong mereka untuk kerja keras berusaha sepanjang hari...... Karena kerajinannya dan ketekunannya, mampu mengumpulkan uang dalam jumlah besar dengan tidak memamerkan diri dan kekayaannya’ (Reid, 1987 D.H. Penny dan Masri Singarimbun (1967 :6) menjelaskan, sifat kikir yaitu hemat dan suka menabung, dulunya adalah tidak ekonomis. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan demi prestise, tetapi belakangan (mulai tahun 1960-an ) barulah aktif mengadakan investasi untuk Hal – hal yang produktif. Mengenai keadaan fisik orang Karo, berdasar pengamatan khusus terhadap orang yang telah uzur (umur 75 s\d 100 tahun ), Drs Tridah Bangun (1986 : 155-156) mengemukakan: • Tinggi rata-rata 150-160 cm • Rambut hitam antara lurus dan bergelombang • Mata biasa antara sipit dan miring • Wajah agak bundar mirip raut muka bangsa mongol • Hidung agak pesek • Bibir tebal, lebar • Kulit sawo matang Namun dijelaskan pula, bahwa saat ini keadaan fisik tersebut telah berubah, telah hampir sama dengan keadaan fisik suku bangsa Indonesia lainnya, sukar membedakannya sepintas lalu. Hal ini dibenarkan oleh Masri Singarimbun (1989), yang mengemukakan bahwa :

yang umumnya tinggi semampai dan ramping. yaitu : • Gelar na-e ateku lang ( caranya itu yang tidak aku setujui) . Kursi. yang cenderung untuk menerima posisi mereka yang lebih rendah. Dalam pembangunan desa. dalam cerita rakyat sering berperan sebagai pemegang peranan utama. Kamar menjadi Regina. Mengenai penampilan wanita pedesaan. walaupun dalam pelaksanaannya di lapangan. Bulan. bukan sesuatu yang sangat merugikan ataupun sesuatu yang perlu dirubah. oleh Ngukumi Barus dan Masri Singarimbun (1988) disimpulkan. Drs Tridah Bangun (1986 : 156-157) mengemukakan: • • • • • Gadis-gadis masih menunjukan cirri seperti leluhur mereka Aktif membantu ibunya bekerja keras dirumah dan diladang Tubuhnya kekar Betis atau kaki agak besar Leher pendek dan raut muka tegang Penampilan ini berbeda dengan gadis-gadis Karo di kota-kota. bergantung pada kaum pria dalam mengambil keputusan. Tetapi dalam banyak hal. Sikap tradisional turun temurun sebagai pengaruh di adat dan kebudayaan Karo terhadap wanita. Dalam banyak hal. dan tidak berani mengeluarkan pendapat sendiri. sosialisasi anak dan penentu dalam usaha pertanian (memilih bibit. kurang percaya diri. Reh Malem Sitepu (1986 : 24-25 ) mengemukakan. jauh berbeda dengan cerita rakyat tersebut. pendidikan. bahwa wanita Karo secara tradisional mempunyai peranan yang sangat penting dan peranan yang tidak penting. Malem. Ada beberapa ungkapan yang maknanya mempertegas perwatakan Karo. halus dan pemaaf. Beru Rengga Kuning dan dari Telu Turiturin si Adi. Kade. wanita selain bertugas sebagai istri dan ibu. tidak bisa lepas atau berdiri sendiri. Berdasar cerita Beru Ginting Pase. Bertalysa. Meja. dan laki – laki sangat berubah. panen dll ).Nama-namanya sudah berubah dari Batu. pada umumnya wanita tidak diajak dalam perencanaan. Hal ini diterima oleh wanita itu dengan sangat biasa sekali. dukun beranak dan guru sibaso. mempunyai pengaruh yang besar pada wanita pedesaan itu sendiri. Lita. Siska. sebab wanita tunduk terhadap peraturan adat rakut sitelu. Peranan wanita dalam adat hanyalah pelengkap. waktu tanam. Wallia Keliat Di daerah pedesaan Karo. Gajah. wanita aktif berperan serta. wanita adalah penentu kebijaksanaan seperti dalam hal kebersihan rumah tangga. wanita Karo adalah : • • • • • • • • Mempunyai kepribadian yang tangguh Menjadi juru selamat keluarga yang tangguh Tokoh yang sanggup mengambil keputusan yang menentukan Pintar an bijaksana Aktif dalam percintaan Tidak pasrah dalam menunggu Penggorbanan yang tinggi terhadap saudara Bukan tampil sebagai makhluk yang lembut. karena tidak mengerjakan pekerjaan kasar atau berat seperti di desa. Tetapi sebaliknya Gambaran wanita Karo yang jadi kenyataan memang sangat aktif dalam kehidupan ekonomi. seperti dikemukakan oleh Ny. Mengenai wanita yang lebih banyak jumlahnya dari pria di Kabupaten Karo. juga tulang punggung dalam produksi hasil pertanian.

kalau kita bicara tentang ekonomi atau dagang. Hampir-hampir pola kehidupan lama (tradisional) ditinggalkan. orang Jepang malu kalau tidak menghargai seniornya. sehingga rela berkorban demi menurutkan hati nuraninya. Ini mengajak orang Karo itu untuk bersifat diplomatis menghadapi sesuatu. Ada lagi ungkapan yang mengatakan : Ola belasken kata situhuna. yang lainnya termasuk ekonomi dinomorduakan. malu kalau tidak beradat. atau seperti adanya pergeseran nilai-nilai walaupun masih dalam batas-batas tertentu. norma. asalkan sampai disasaran. Begitu kadang idealismenya orang Karo ini. Saat ini. Hal ini relevan dengan sungaisungai yang bersumber. Sejajar dengan ini. aturan dinomorduakan. diam tidak bicara. hampirhampir hilang. pandai-pandai menyesuaikan diri. Kelemahannya ialah kurang berterus terang dan agak tertutup seperti yang telah kita sebut dimuka. umpamanya malu atau meminta. Sementara yang baru belum melembaga. terjemahan bebasnya : “Terbeloh-beloh kam muat Bapa Nandendu. ungkapan lama mengatakan : Cina mati karena uang dan katanya lagi : “yang penting adalah kucing itu bisa menangkap tikus. Keri pe lau pola e labo dalih gelah mejile penangketken kandi-kandina (Habispun nira itu diambil orang tidak apalah. andai kata zaman dahulu bisa saja gantung diri. Maka itu. orang Belanda malu kalau tidak menabung. ekonomi adalah di atas segala-galanya. Yak an apa saja kata orang asal kita mendapatkan apa yang kita inginkan Ketiga ungkapan yang saling mendukung dan satu paket ini bermakna . Kalau orang Jerman malu dikatakan pemalas. • Percian. bergurulah kita kepada Minang dan Cina. Demikianpun mehangke. mereha. dan mendapat. kakinya patah dan sebagainya”. berhulu dari dataran tinggi Tanah Karo Simalem. malu minta maaf. tidak peduli kucing itu berkurap. berarti iri hati dan dengki • Permbenceng/perbencit atau mudah merajuk . atau mindo malu minta tolong. dan disimpan sendiri. Budaya arih-arih. legowo. aturan dinomorsatukan. jadilah manok si-beru-beru”. keluhuran jiwa di atas segala-galanya. Kelemahan orang karo pada umumnya adalah: • Permela atau pemalu. rendah hati seperti ayam yang sedang mengeram. cara. namun aron atau taron secara fisik mulai menurun. nerimo. norma. diucapkannya : “Syukur alhamdulilah”. termasuk orang Karo mengatakan : mana setengah gelas lagi. tetapi nerpoh menerjang bila diganggu. runggu nampaknya masih terpelihara. Cara. Seperti menghalalkan seluruh cara . bahkan kalau tak berhasil. Sada matawari pe ateku la ras ia (tidak ada kompromi) Arah bas padang rusakna (isi yang penting bukan kulit) Kelimanya itu bermakna harga diri.• • • • Adi perbahan buahna maka mbongkar batangna labo dalih (Karena buahnya lebat maka jebol atau tumbuh batangnya tidak apalah). Tegasnya. iklas. maka Indonesia. • Pergelut atau mudah tersinggung • Permenek atau sakit hati yang melekat. banyak persamaan Karo dan Jawa. Diakui. Jawa lain lagi. sebahagian dari ciri-ciri modernisasi. mengapa tidak penuh dan seterusnya. Kalau dia diberi setengah gelas air minum. malu mengucapkan terimakasih. sudah menjalar ke desa-desa. mereka mengatakan rame in gawe seping pamrih. terima saja apa adanya dan tenggang rasa. berhasil. individualisme. Bukan seperti kita orang Sumatera. materialisme. lebih-lebih etnis Karo. Maksudnya banyak berbuat tanpa balas jasa. Tetapi orang Karo kurang pasrah dan kurang nerimo. belaskenlah kata sitengteng. Begitu berbeda dengan ungkapan Minang yang telah diterjemahkan : Kalau mau buah yang masak harus pandai menghujung dahan Menyuruk bukan berate pinggang yang patah. tepa seliro. lebih-lebih mengenai harga diri dan tepa salira. asalkan tempat nira tersebut diletakkan dengan baik pada tempatnya).

naum sering juga tampak memiliki keterkaitan dengan nama-nama marga dari kelompok masyarakat suku-suku Batak lain. nama Bancin dan Berutu adalah marga khas Batak Pakpak. maka namanama tertentu semacam ini biasanya selalu disebutkan berikut dengan subetnisnya pada saat memperkenalkan diri dengan anggota subentis Batak lain. Menurut Rita Kipp (1983) dalam bukunya: Beyond Samosir. sehingga secara keseluruhan dapat dijumpai sbanyak 83 submarga. selatan. walaupun suku Karo dalam Literatur Anthropologi dimasukkan sebagai salah satu suku dari 6 kelompok Batak yang dikenal sebagai system Patrilineal yang terkuat di Indonesia. serta bahasa yang khas satu sama lain. dan Peranginangin. tatanan sosial. tetapi orang Karo lebih suka menamakan dirinya Orang Karo atau Batak Karo. dan sebagainya. Selain kefasihan dalam berbahasa Karo. Recent Studies of Batak Peoples of Sumatera. khususnya masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak. misal marga Tarigan dan Sembiring adalah marga khas Batak Karo. Identitas dan subetnis orang Batak ini pada umumnya dapat langsung diketahui dari nama marganya. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur.barulah aktif mengadakan investasi. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan prestise. maupun di berbagai wilayah suku Batak lain. dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H. Ohio University Center for International Studies South Asia Program. Dalam tulisannya. Seluruh marga dan submarga ini merupakan nama-nama khas yang ada pada masyarakat Karoo. Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. misalnya “Saya Purba Karo” atau “Saya Purba Simalungun”. di Aceh. dan juga di Pulau Jawa. yaitu Karo-karo. tetapi belakangan ini (mulai tahun 1960-an). Seseorang yang berasal dari luar masyarakat Karo yang hendak bergabung ke dalam masyarakat Karo juga diberikan nama marga patrilineal atau matrilineal Karo .06 (hal 31-65) David Penny dan Masri Singarimbun (1967) menjelaskan bahwa sifat orang Karo yang suka menghemat dan menabung. Tarigan.• Perdegil/puluk atau pelit dan kikir. ciri identitas terpenting seorang Karo dapat diketahui dari nama marga yang bersangkutan. Ohio menyatakan. istilah “Batak” ini telah hampir secara murni diselaraskan dengan pengertian “Batak Toba”. nama Saragih dan Damanik adalah marga khas Batak Simalungun.N. Di paruh abad terakhir ini terdapat sejumlah besar masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke seluruh penjuru wilayah dan menumbuhkan sejumlah besar komunitas masyarakat Batak Toba di sepanjang pesisir timur wilayah Sumatera Utara. Ginting. diladang atau dikolong rumah pada jaman dahulu. Orang-orang Karo memiliki lima macam klan patrilineal atau marga. Tiap-tiap marga ini terpecah lagi menjadi 13 hingga 18 submarga. Economic Activity among The Karo Batak of Indonesia : A case study of Economi Change BIES No. yang ditandai dengan menanam uang perak ditanah pekarangan. Terutama sebagai akibat dari mobilitas sosial mereka yang tinggi serta penyebaran yang meluas secara geografis. bukan Batak. dulunya tidak ekonomis. Dalam hal ini terdapat juga nama-nama marag yang sama dari asal subetnis Batak lain. Sembiring. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971).

ada dua atau tiga rumah adat waluh jabu ditambah beberapa rumah sederhana satu dua. baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan. menentukan hak-hak dan kewajiban di dalam masyarakat. masyarakat Karo belum begitu banyak terpengaruh oleh bahasa dan budaya masyarakat Batak Toba. Pekerjaan yang dilakukan hanyalah kesawah dan keladang (kujuma kurumah). Istilah “Batak” umumnya tidak digunakan pada saat mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain kecuali jika mereka sedang memperkenalkan diri mereka dengan orang-orang dari etnis lain (Sunda. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih dijumpai aktivitas religi yang berhubungan dengan pertanian. tempat air kuran. Kehidupan Masyarakat Karo Masyarakat Karo merupakan masyarakat yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat agraris yang religius. Kondisi kehidupan masyarakat Karo pada saat itu masih cukup sederhana dalam segala aspek. dan di zaman yang lampau mempunyai arti yang penting di dalam kehidupan ekonomi dan politik16. Di kalangan masyarakat mereka maupun subetnis Batak lain biasanya mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai “kalak Karo” atau orang Karo. seperti kerja tahun pada masa kini. perkampungan masih kecil. dan segala aktifitas sosial. Berikut adalah sistem kekerabatan di masyarakat Karo atau sering disebut Daliken Sitelu atau Rakut Sitelu. Selain dari kaum anak-anak dan kaum usia lanjut. Pada masa sebelum penjajahan Belanda. 1. Tulisan ini disadur dari makalah berjudul “Daliken Si Telu dan Solusi Masalah Sosial Pada Masyarakat Karo : Kajian Sistem Pengendalian Sosial” oleh Drs. Kegiatan ekonomi dan perputaran uang hanya baru sebagian kecil saja. 1. dan anak beru. dan musyawarah dalam arti kata yang sedalam-dalamnya. priuk tanah sebagai alat memasak nasi dan lauk pauknya. sedangkan si telu adalah tiga)15. Berbeda halnya dengan kaum masyarakat Batak Pakpak dan Batak Simalungun yang bertetangga dengan mereka. senina atau sembuyak. rakut si telu13. Dalam hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo. ditambah menggembalakan ternak bagi pria dan menganyam tikar bagi wanita. Pada suku-suku Batak yang lain seperti Toba. juga termasuk ritual. Jawa. Sarana dan prasarana jalan belum ada. iket si telu. Hubungan antara ketiganya tidak dapat dipisahkan di dalam hal adat. Kalau sudah ada sepuluh rumah adat baru dapat dikatakan perkampungan tersebut ramai. hukum. Daliken si telu (daliken adalah tungku batu tempat memasak di dapur14. Hanya pedagang yang disebut dengan “Perlanja Sira” yang sesekali datang untuk berdagang secara barter (barang tukar barang) 2. populasi penduduk belum ramai. hanya jalan setapak yang menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain. walau ada juga yang telah memasak dengan priuk gelang-gelang atau priuk tembaga/besi. Alat dapur yang dipakai masih sangat sederhana. orang-orang Karo umumnya juga mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia. dll). dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan. yaitu: kalimbubu. maksud yang sama dikenal dengan istilah dalihan na tolu. Sedangkan bahasa asli Karo mereka sebut sebagai “cakap Karo” atau “bahasa Karo“. Di dalam sangkep si telu inilah terletak azas gotong-royong. Pemerintahan yang ada hanya sebatas pemerintahan desa. . tetapi maksudnya sama yaitu: daliken si telu sama dengan sangkep si telu. menyusupi aspek-aspek kehidupan secara mendalam. Mandailing. di dalam upacara-upacara. dan Angkola.karena tanpa memiliki acuan identitas sosial semacam ini yang bersangkutan mustahil berinteraksi dalam acara-acara penting di luar batas kegiatan sehari-hari. Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. Pertampilan Brahmana. yang biasanya disimpulkan dalam banyak istilah.

daliken Sitelu berarti tungku yang tiga (Daliken = batu tungku. ➢ Kalimbubu Simajek Lulang adalah golongan kalimbubu yang ikut mendirikan kampung. masyarakat tidak lepas dari yang namanya tungku untuk menyalakan api (memasak). Oleh Darwan Prints. bila ini tidak ditaati dianggap tidak sopan. Mandailing)) Setiap anggota masyarakat Karo dapat berlaku baik sebagai kalimbubu. Dalam bahasa yang populer adalah bapak mertua berserta seluruh senina . demikian juga bila selesai makan. • Kalimbubu Kalimbubu adalah kelompok pihak pemberi wanita dan sangat dihormati dalam sistem kekerabatan masyarakat Karo. senina/sembuyak. tergantung pada situasi dan kondisi saat itu. konsep ini tidak hanya ada pada masyarakat Karo. perihal dilaksanakan atau tidak masalah lain. pihak kalimbubu selalu mendapat prioritas utama. anakberu. Telu tiga). (Petra : ego maksudnya orang. Lalu Rakut Sitelu berarti ikatan yang tiga. adalah pihak kelompok dari mertua ego. Pertampilan Brahmana. pihak anakberu tidak akan berani menutup piringnya sebelum pihak kalimbubunya selesai makan. kalimbubu diumpamakan sebagai legislatif. Penentuan kalimbubu ini dilihat berdasarkan merga. Dalam hal nasehat. objek yang dibicarakan) ➢ Kalimbubu I Perdemui atau (kalimbubu si erkimbang). atau pihak clan (semarga) dari ibu kandung ego (paman kandung ego). pembuat undang-undang. Masyarakat Karo menyakini bahwa kalimbubu adalah pembawa berkat sehingga kalimbubu itu disebut juga dengan Dibata Ni Idah (Tuhan yang nampak). Kalau dahulu pada acara jamuan makan. Kahanggi (Mandailing)) Anak Beru (Boru (Toba. Arti ini menunjuk pada kenyataan bahwa untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. tetapi juga ada dalam masyarakat Toba dan Mandailing dengan istilah Dalihan Na Tolu juga masyarakat NTT dengan istilah Lika Telo Unsur Daliken Sitelu ini adalah • • • Kalimbubu (Hula-hula (Toba). Kalimbubu dapat dibagi atas 2: ➢ Kalimbubu berdasarkan tutur ➢ Kalimbubu Bena-Bena disebut juga kalimbubu tua adalah kelompok keluarga pemberi dara kepada keluarga tertentu yang dianggap sebagai keluarga pemberi anak dara awal dari keluarga itu. karena kelompok ini telah berfungsi sebagai pemberi dara sekurang-kurangnya tiga generasi.Secara etimologis. Namun ada pula yang mengartikannya sebagai sangkep nggeluh (kelengkapan hidup). Status kalimbubu ini selamanya dan diwariskan secara turun temurun. para anakberu (kelompok pihak penerima istri) tidak akan berani mendahului makan sebelum pihak kalimbubu memulainya. Mora (Mandailing)) Sembuyak/Senina (Dongan sabutuha (Toba). Menurut Drs. Dikategorikan kalimbubu BenaBena. Kalimbubu ini selalu diundang bila diadakan pesta-pesta adat di desa di Tanah Karo. Si = yang. Artinya bahwa setiap individu Karo tidak lepas dari tiga kekerabatan ini. ➢ Kalimbubu berdasarkan kekerabatan (perkawinan) ➢ Kalimbubu Simupus/Simada Dareh adalah pihak pemberi wanita terhadap generasi ayah. Sikap menentang dan menyakiti hati kalimbubu sangat dicela. semua nasehat yang diberikan kalimbubu dalam suatu musyawarah keluarga menjadi masukan yang harus dihormati.

maneh-maneh (tanda mata atau kenangkenangan) dari salah seorang anggota anakberunya yang meninggal. Dalam bahasa sederhana pihak subclan dari istri saudara laki-laki istri ego. Ada pun hak kalimbubu ini dalam struktur masyarakat Karo ➢ Dihormati oleh anakberunya ➢ Dapat memberikan perintah kepada pihak anakberunya Tugas dan kewajiban dari kalimbubu ➢ Memberikan saran-saran kalau diminta oleh anakberunya ➢ Memerintahkan berselisih pendamaian kepada anakberu yang saling ➢ Sebagai lambang supremasi kehormatan keluarga ➢ Mengosei anak berunya (meminjamkan pakaian adat) di dalam acara-acara adat dan mengenakan ➢ Berhak menerima ulu mas. sepengalon (akan dijelaskan pada halaman-halaman selanjutnya) pemilik pesta. anakberu ini diumpamakan sebagai yudikatif. kekuasaan peradilan. dia mendapat kalimbubu si erkimbang • Anak Beru Anakberu adalah pihak pengambil anak dara atau penerima anak gadis untuk diperistri. ➢ Kalimbubu Senina. dan Cekoh Baka Buka). ➢ Puang Kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu. ➢ Kalimbubu Sendalanen/Sepengalon. Pada dasarnya setiap ego Karo. Kemudian bila ego (pria) menikah berdasarkan adat Karo. Cekoh Baka artinya orang yang langsung boleh mengambil barang simpanan kalimbubunya. peranannya adalah sebagai juru bicara bagi kelompok subclan kalimbubu ego. baik yang belum menikah pun mempunyai kalimbubu. Anakberu dapat dibagi atas 2: ➢ Anakberu berdasarkan tutur ➢ Anakberu Tua adalah pihak penerima anak wanita dalam tingkatan nenek moyang yang secara bertingkat terus menerus minimal tiga generasi. ➢ Anakberu berdasarkan kekerabatan ➢ Anakberu Jabu (Cekoh Baka Tutup. yang menerima seperti ini disebut Kalimbubu Simada Dareh. minimal kalimbubu si mada dareh. karena bila terjadi perselisihan dalam keluarga kalimbubunya. Oleh Darwan Prints. yaitu pihak subclan pemberi anak dara terhadap kalimbubu ego. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan kekerabatan dalam jalur kalimbubu dari senina sendalanen. bere-bere (bagian dari mahar) dari sebuah perkawinan. Dalam pestapesta adat. ketika sebuah kampung selesai didirikan. Hal ini maka anakberu disebut pula hakim moral. Dipercaya dan diberi kekuasaan seperti ini karena dia merupakan anak kandung saudara perempuan ayah. kedudukannya berada pada golongan kalimbubu ego. tugasnyalah mendamaikan perselisihan tersebut. .dan sembuyaknya dengan ketentuan bahwa si pemberi wanita ini tidak tergolong kepada tipe Kalimbubu BenaBena dan Kalimbubu Si Mada Dareh. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan jalur senina dari kalimbubu ego. ➢ Anakberu Taneh adalah penerima wanita pertama.

Warisan ini berupa barang dan disebut morah-morah atau maneh-maneh. adalah penerima wanita yang menciptakan jalinan keluarga yang pertama karena di atas generasinya belum pernah mengambil anak wanita dari pihak kalimbubunya yang sekarang. ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Anakberu berhak untuk ➢ Berhak mengawini putri kalimbubunya. Dalam pelaksanaan acara adat peran anakberu adalah yang paling penting. Fungsinya menjaga penyimpangan-penyimpangan adat. ➢ Memberi pesan kepada puang kalimbubunya agar membawa ose (pakaian adat) bagi kalimbubunya. biasanya pihak kalimbubu menunjukkan kemurahan hati dengan ➢ Meminjamkan tanah perladangan secara cuma-cuma kepada anakberunya. ➢ Menjadwal pertemuan keluarga. Masalah peranannya di dalam tugas-tugas adat. seperti parang. ➢ Anakberu Menteri adalah anakberu dari anakberu. fungsinya memberi saran.➢ Anakberu Iangkip. ➢ Mengantarkan makanan kepada anaknya pada waktu tertentu misalnya pada waktu menanti kelahiran bayi atau lanjut usia. Anakberulah yang pertama datang dan juga yang terakhir pada acara adat tersebut. Menyiapkan peralatan yang diperlukan pesta. Yang boleh mencampurinya hanyalah Anakberu Jabu. pisau. Ini akan melanjutkan dan mempererat hubungan kekerabatan yang sudah terjalin. Lebih lanjut tugas-tugasnya antara lain Mengatur jalannya pembicaraan runggu (musyawarah) adat. ➢ Merasa bangga dan senang bila anak perempuannya dipinang oleh pihak anakberunya. Anakberu Menteri ini memberi dukungan kepada kalimbubunya yaitu anakberu dari pemilik acara adat. Mengawasi semua harta milik kalimbubunya yaitu wajib menjaga dan mengetahui harta benda kalimbubunya. ➢ Memberikan hak untuk mengambil hasil hutan (dahulu karena pihak kalimbubu adalah pendiri kampung. ➢ Menjadi juru damai bagi pihak kalimbubunya. petunjuk di dalam landasan adat dan sekaligus memberi dukungan tenaga yang diperlukan. dan biasanya para kalimbubu tidak berhak menolak. harus dipilah lagi. kalau masih orang pertama yang menikahi keluarga tersebut. Anakberu ini disebut juga anakberu langsung yaitu karena dia langsung mengawini anak wanita dari keluarga tertentu. mereka mempunyai hutan sendiri di sekeliling desanya). ➢ Berhak mendapat warisan kalimbubu yang meninggal dunia. dia tidak dibenarkan mencampuri urusan warisan adat dari pihak mertuanya. . baik dalam bermusyawarah maupun ketika acara adat sedang berlangsung. ➢ Membawa pakaian atau ose (seperangkat pakaian kebesaran adat) bagi anakberunya pada waktu pesta besar di dalam clan anakberunya. Selain itu juga karena pentingnya kedudukan anakberu. Menanggulangi sementara semua biaya pesta. Menyiapkan hidangan pada pesta. ➢ Anakberu Singikuri adalah anakberu dari anakberu menteri.Memberi khabar kepada para kerabat yang lain bila ada pihak kalimbubunya berduka cita. pakaian almarhum dan lainnya sebagai kenang-kenangan.

atau Lemba-lemba. ini dianggap sebagai kutukan dari arwah nenek moyang mereka yang tetap melindungi kalimbubu. Dahulu sebelum ada alat transportasi hanya kuda. pisau dari pihak kalimbubu yang meninggal dunia diserahkan kepada anakberunya. ➢ Senina Sepemeren. maka anakberu yang selalu lupa kepada kalimbubunya dianggap tercela di mata masyarakat. Pisau ini disebut maneh-maneh. . mereka yang berkerabat karena ibu mereka saling bersaudara. Mereka bersaudara karena satu clan (merga). Atau mereka yang bersaudara karena satu subclan (beru) istri mereka sama. mulai dari menyediakan makanan sampai menyusun acaranya. anakberulah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas tersebut. atau hubungan lain yang berdasarkan kekerabatan. kepada anakberunya adalah ➢ Tumpak Perang. Ketiga jenis pekerjaan di atas. Senina ini dapat dibagi dua : ➢ Senina berdasarkan tutur yaitu senina semerga. ➢ • Senina/Sembuyak Hubungan perkerabatan senina disebabkan seclan. ➢ Kuda Dalan (Kuda jalan/beban). perkerabatan karena istri saling bersaudara. Maksudnya. sehingga mereka mempunyai bebere (beru (clan) ibu) yang sama. Tetapi dibedakan berdasarkan jauh dekatnya hubungan mereka dengan clan istri. Dalam bahasa lain anakberu sebagai tim pengaman jalan. Artinya adalah ujung tombak. dan sekaligus sebagai hiasan bagi kewibawaan martabat kalimbubunya. Setiap anakberu harus memiliki pisau yang yang demikian agar tangkas dan sempurna mengerjakan pekerjaan yang diberikan kalimbubunya. ➢ Senina Sepengalon (Sendalanen) persaudaraan karena pemberi wanita yang berbeda merga dan berada dalam kaitan wanita yang sama. ➢ Piso Entelap (pisau tajam). maka yang berada di depan sebagai pengaman jalan dan sebagai perisai dari bahaya adalah pihak anakberu. Bahkan dipercayai bila terjadi sesuatu bencana di dalam lingkungan keluarga dari anakberu yang melupakan kalimbubunya. untuk membawa barang-barang yang diperlukan pihak kalimbubunya atau untuk menyampaikan berita tentang kalimbubunya.Adapun istilah-istilah yang diberikan kalimbubu. mereka tidak akan memberikan tanggapan atau pendapat apabila tidak diminta. ➢ Senina berdasarkan kekerabatan ➢ Senina Siparibanen. termasuk untuk berperang. ➢ Senina Secimbangen (untuk wanita) mereka yang bersenina karena suami mereka sesubclan (bersembuyak). Menjadi kebiasaan dalam tradisi Karo. Dalam musyawarah adat. pemberiannya bertujuan agar pekerjaan kalimbubu terus tetap dilanjutkan oleh penerimanya. Dalam pesta adat atau pekerjaan adat pisau tajam dipergunakan untuk memotong daging atau kayu api atau untuk mendirikan teratak tempat berkumpul. Arti Kuda Dalam dalam istilah ini adalah alat atau kenderaan yang dipakai kemana saja. Dalam pengertian lain dalam acara-acara adat di dalam keluarga kalimbubu. dikerjakan tanpa mendapat imbalan materi apapun. bila kalimbubunya ingin pergi ke satu daerah. untuk membawa barang-barang atau untuk menyampaikan informasi dari satu desa ke desa lain. dipergunakanlah kuda.

pemakaian merga didasarkan pada Merga Silima. Untuk lebih jelasnya dapat di telaah cerita tentang Beru Ginting Pase. 3 Desember 1995 di Sibayak International Hotel Berastagi. sehingga tidak terjadi kerancuan mengenai pemakaian Merga dan Sub Merga tersebut. Cerita Lisan Karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja Pase dijual oleh bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal bakal kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Karo-Karo 3. dan ceritanya adalah sebagai berikut 1. Ginting Munthe Menurut cerita lisan Karo. ➢ Sembuyak Nande adalah ibu yang bersaudara kandung. ini dapat dibagi atas: ➢ Sembuyak Kakek adalah kakek yang bersaudara kandung. 1. bila dikondisikan dengan situasi sebuah organisasi adalah sebagai ketua dewan. Merga Ginting Merga Ginting terdiri atas beberapa Sub Merga seperti : ○ Ginting Pase Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting Munthe. Ginting Pase dulunya mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah sekarang. ➢ Sembuyak berdasarkan kekerabatan. Sembuyak dapat dibagi dua bagian ➢ Sembuyak berdasarkan tutur. Fungsinya adalah sebagai sekaku. Toba dan Simalungun. Mekanisme ini sesuai dengan konsep sembuyak. ○ Ginting Manik . baik ke dalam maupun keluar. Ginting Muthe di Kuala pecah menjadi Ginting Tampune. atau orang-orang yang seketurunan (dilahirkan dari satu rahim). ➢ Sembuyak Bapa adalah bapak yang bersaudara kandung. sama dengan seperut. Peranan sembuyak adalah bertanggungjawab kepada setiap upacara adat sembuyak-sembuyaknya. Tarigan Sementara Sub Merga. legenda. Saudara perempuan tidak termasuk sembuyak walaupun dilahirkan dari satu rahim. Mereka bersaudara karena sesubklen (merga). sama dengan saudara kandung. dipakai di belakang Merga. Bila perlu mengadopsi anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh saudara yang satu clan. Sebagian dari merga Ginting Munthe telah pergi ke Toba (Nuemann 1972 : 10). Berdasarkan Keputusan Kongres Kebudayaan Karo. sekat dalam pembicaraan adat. hal ini karena perempuan mengikuti suaminya. Adapun Merga dan Sub Merga serta sejarah. Satu subclan sama dengan saudara kandung. Sembiring 5. Peranginangin 4. Merga Ginting Munthe berasal dari Tongging. kemudian sebagian dari merga Munthe dari Toba ini kembali lagi ke Karo. tetapi tidak terbatas pada lingkungan keluarga batih. Ginting 2. Sembuyak adalah mereka yang satu subclan. Merga Pase juga ada di Pak-Pak. melainkan mencakup saudara seketurunan di dalam batas sejarah yang masih jelas diketahui. yaitu . kemudian ke Becih dan Kuta Sanggar serta kemudian ke Aji Nembah dan terakhir ke Munthe.Tugas senina adalah memimpin pembicaraan dalam musyawarah. agar tidak terjadi friksi-friksi ketika akan memusyawarahkan pekerjaan yang akan didelegasikan kepada anakberu.

yang menurut legenda tenggelam ke dalam tanah ketika sedang menari di Tiga Bembem atau sekarang Tiga Sukarame. di Toba menjadi Seragi. yaitu : ○ Karo-Karo Purba Merga Karo-Karo Purba menurut cerita berasal dari Simalungun. ○ Ginting Tumangger Marga ini juga ada di Pak Pak. ○ Ginting Sinusinga ○ Ginting Seragih Menurut J. Neumann (Nuemann 1972 : 10). Menurut budayawan Karo. dahulu juga memakai merga Ketaren. Ginting Seragih termasuk salah satu merga Ginting yang tua dan menyebar ke Simalungun menjadi Saragih.Purba. ○ Ginting Capah Capah berarti tempat makan besar terbuat dari kayu.  Ketaren Dahulu merga Karo-Karo Purba memakai nama merga Karo-Karo Ketaren. Dia disebutkan beristri dua orang. Merga Karo-Karo Merga Karo-Karo terbagi atas beberapa Sub Merga. yakni Tumanggor.Ginting Manik menurut cerita masih saudara dengan Ginting Munthe. Merga ini berasal dari Tongging terus ke Aji Nembah.  Sinukaban .E. ○ Ginting Sini Suka Menurut cerita lisan Karo berasal dari Kalasan (Pak-Pak). ke Munthe dan Kuta Bangun. yakni :  Ginting Babo  Ginting Sugihen  Ginting Guru Patih  Ginting Suka (ini juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Beras  Ginting Bukit (juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Garamat (di Toba menjadi Simarmata)  Ginting Ajar Tambun  Ginting Jadi Bata Kesembilan orang merga Ginting ini mempunyai seorang saudara perempuan bernama Bembem br Ginting. Nenek moyang merga Ketaren bernama Togan Raya dan Batu Maler (referensi K. Berastagi dan Kandibata. ○ Ginting Jawak Menurut cerita Ginting Jawak berasal dari Simalungun. M. Dari isteri umang lahirlah merga-merga :  Purba Merga ini mendiami kampung Kabanjahe. atau piring tradisional Karo. kecamatan Munte. Merga Manik juga terdapat di Pak-pak dan Toba. Merga ini hanya sedikit saja di daerah Karo. kemudian berpindah ke Samosir. dahulu yang memakai merga Purba adalah Pa Mbelgah. disana dikisahkan lahir Siwah Sada Ginting (Petra : bacanya Sembilan Satu Ginting). Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di Kabanjahe. Ketaren). 2. terus ke Tinjo dan kemudian ke Guru Benua. seorang puteri umang dan seorang ular.H.

disana mereka telah menemui Merga Ginting Munthe. Aji Mbelang dan Ujung Aji. bersaudara dengan merga Sinulingga. Sementara dari isteri ular lahirlah anak-anak yakni mergamerga :  Karo-Karo Sekali Karo-Karo sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau Gendek. Sebagian dari Merga Karo-Karo Lingga telah berpindah ke Kabupaten Karo sekarang dan mendirikan kampong lingga. Nenek moyang merga Karo-Karo Barus mengungsi ke Karo karena diusir kawan sekampung akibat kawin sumbang (incest).  Surbakti Merga Surbakti membagi diri menjadi Surbakti dan Gajah.  Jong/Kemit Merga ini mendirikan kampung Mulawari. ○ Karo-Karo Sinulingga Merga ini berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak. Merga ini juga kemudian sebagian menjadi Merga Torong. Beganding. dan Sukanalu.  Sinuraya/Sinuhaji Merga ini mendirikan kampung Seberaya dan Aji Siempat. Menilik asal katanya kemungkinan Merga Karo-karo Sinulingga berasal dari kerajaan Kalingga di India. Merga Lingga juga terdapat di Gayo/Alas dan Pak Pak. Demikian juga Sitepu Badiken menyebar ke daerah Langkat.  Kacaribu Merga ini medirikan kampung Kacaribu.Merga Sinukaban ini sekarang mendiami kampung Kaban. ○ Karo-Karo Kaban Merga ini menurut cerita.  Samura  Karo-Karo Bukit Kelima Sub Merga ini menurut cerita tidak boleh membunuh ular. terus ke Beras Tepu. Merga Sitepu di Naman sebagian disebut juga dengan nama Sitepu Pande Besi. Nenek moyangnya Sibelang Pinggel (atau Simbelang Cuping) atau si telinga lebar. serta Taneh Jawa. Di Karo ia tinggal di Aji Nembah dan diangkat saudara oleh merga Purba karena . sebagian dari merga Sinulingga ini disebut sebagai Karo-Karo Ulun Jandi. Sitepu dari Suka Nalu menyebar ke Nambiki dan sekitar Sei Bingai. ○ Karo-Karo Barus Merga Karo-Karo barus menurut cerita berasal dari Baros (Tapanuli Tengah). berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak dan menetap di Bintang Meriah dan Pernantin. Merga ini kemudian pecah menjadi sub-sub merga. yakni Aji Jahe. seperti Kuta Tepu. Ular dimaksud dalam legenda Karo tersebut. sedangkan Sitepu dari Toraja (Ndeskati) disebut Sitepu Badiken.. seperti :  Kaban Merga ini mendirikan kampung Pernantin dan Bintang Meriah. Naman. mungkin sekali menggambarkan keadaan lumpuh dari seseorang sehingga tidak bisa berdiri normal. Di Kuta Buloh. ○ Karo-Karo Sitepu Merga ini menurut legenda berasal dari Sihotang (Toba) kemudian berpindah ke si Ogung-Ogung.

Tapak. Di Bangun Mulia terjadi suatu peristiwa yang dihubungkan dengan Guru Pak-pak Pertandang Pitu Sedalanen. Di mana dikatakan Guru Pak-pak menyihir (sakat) kampung Bangun Mulia sehingga rumah-rumah saling berantuk (ersepah). dan lain-lain.  Peranginangin Jenabun Merga ini juga mendirikan kampong Jenabun. Kemudian bergerak ke arah pegunungan dan sampai di Sukatendel. Bangun Penampen ini kemudian mendirikan kampung di Tanjung. Mungkin pada waktu itu terjadi gempa bumi di kampung itu. Mburidi. yaitu Batu Karang. sejarah nenek moyang gw jelek juga. terdapat Karo Manik.) ○ Karo-Karo Manik Di Buluh Duri Dairi (Karo Baluren). Paulus Keliat. sehingga sering juga disebut Keliat Sibayak Barus Jahe. Di kampung ini sampai sekarang masih ada hutan (kerangen) bernama Koda Pelayar. Lau Buloh. Menurut cerita.  Beliter Di dekat Nambiki (Langkat). ada satu kampung bernama Beliter dan penduduknya menamakan diri Peranginangin Beliter.  Peranginangin Jombor Beringen Merga ini mendirikan. Jandi Meriah. tempat pertama nahkoda tersebut tinggal. Ada cerita yang mengatakan mereka berasal dari keturunan nahkoda (pelaut) yang dalam bahasa Karo disebut Anak Koda Pelayar. ya…. Kuta Talah (sudah mati). Di daerah Kuta Buloh. Sebagian menyebar ke Langkat mendirikan kampung Kaperas. Di Batu Karang. ○ Peranginangin Bangun Alkisah Peranginangin Bangun berasal dari Pematang Siantar. 3. (Petra : Wuih.. ○ Peranginangin Kacinambun Menurut cerita. Merga ini juga pecah menjadi :  Keliat Menurut budayawan Karo. Peranginangin Kacinambun datang dari Sikodonkodon ke Kacinambun. Selandi. Bahorok. dan Kuta Buloh Gugong serta sebagian ke Tanjung Pura (Langkat) dan menjadi Melayu. Belingking. yakni : ○ Peranginangin Sukatendel Menurut cerita lisan. kampung-kampung. merga ini tadinya telah menguasai daerah Binje dan Pematang Siantar. Merga Peranginangin Merga Peranginangin terbagi atas beberapa sub merga. Kuda dan Penampen. merga ini telah menemukan merga Menjerang dan sampai sekarang silaan di Batu Karang bernama Sigenderang. Disana mereka telah menemui Peranginangin Mano. mereka berasal dari merga . Merga ini pernah memangku kerajaan di Barus Jahe. Akibatnya penduduk Bangun Mulia pindah. merga Keliat merupakan pecahan dari rumah Mbelin di Batu Karang. Buah Raja.mengawini impal merga Purba yang disebut Piring-piringen Kalak Purba. kutu anjing (kutu biang) mejadi sebesar anak babi. datang ke Bangun Mulia. Dari Bangun Mulia mereka pindah ke Tanah Lima Senina. merga ini terbagi menjadi :  Peranginangin Kuta Buloh Mendiami kampung Kuta Buloh.. Itulah sebabnya mereka sering pula disebut Suka Piring.

ke Perbesi dan kemudian mendirikan kampung Kuala. Pertumbuken. dari Lingga bercerai dengan ayahnya lalu kawin dengan merga Pincawan. Di daerah Kuta Buluh dahulu juga ada kampung bernama Beliter tetapi tidak ditemukan hubungan anatara kedua nama kampung tersebut. Namun. Peranginangin Mano sekarang berdiam di Gunung. SH dan Darwin Prinst. SH berjudul Sejarah dan Kebudayaan Karo. ○ Peranginangin Singarimbun Peranginangin Singarimbun menurut cerita budayawati Karo. berasal dari Simaribun di Simalungun. Besadi (Langkat). ○ Peranginangin Pinem Nenek moyang Peranginangin Pinem bernama Enggang yang bersaudara dengan Lambing. Ibunya beru Sinulingga. dan lain-lain. SH dan Darwin Prinst. ini berkaitan dengan adanya perang urung dan kebiasaan menawan orang pada waktu itu. lalu mengusirnya. ○ Peranginangin Penggarun Penggarun berarti mengaduk. SH di desa Selawang-Sibolangit. yakni Kerenda. Penduduk kampung itu di sana juga disebut Peranginangin Beliter. yang datang dari Tuha di Pak-pak. Tiga Binanga. Pergi dari Perbesi. ○ Peranginangin Uwir ○ Peranginangin Sinurat Menurut cerita yang dikemukakan oleh budayawan Karo bermarga Sinurat seperti Karang dan Dautta. Merga ini pertama kali masuk literatur dalam buku Darwan Prinst. Menurut budayawan Karo Paulus .Bangun. Seh Ate br Brahmana. ○ Sebayang Nenek Moyang merga ini bernama Lambing. merga ini berasal dari Peranginangin Kuta Buloh. Disana ia menjadi gembala dan kemudian menyebar ke Temburun. ○ Peranginangin Pincawan Nama Pincawan berasal dari Tawan. ia mendirikan kampung dekat Limang dan diberi nama sesuai perladangan mereka di Kuta Buloh. Merga Sembayang (Sebayang) juga terdapat di Gayo/Alas. Ia pindah dari sana berhubung berkelahi dengan saudaranya. dan Tiga Nderket. Singarimbun kalah adu ilmu dengan saudaranya tersebut lalu sampailah ia di Tanjung Rimbun (Tanjong Pulo) sekarang. Kemudian merga Pincawan khawatir merga Sinurat akan menjadi Raja di Perbesi. nenek moyang merga Sebayang dan Utihnenek moyang merga Selian di Pakpak. Sinurat dibawa ke Perbesi menjadi juru tulis merga Pincawan (Sinurat). Kuta Gerat. biasanya untuk mengaduk nila (suka/telep) guna membuat kain tradisional suku Karo. anak laki-laki mereka dipanggil Ngundong. ○ Peranginangin Laksa Menurut cerita datang dari Tanah Pinem dan kemudian menetap di Juhar. Mardingding. ○ Peranginangin Limbeng Peranginangin Limbeng ditemukan di sekitar Pancur Batu. ○ Peranginangin Prasi Merga ini ditemukan oleh Darwan Prinst. ○ Peranginangin Mano Peranginangin Mano tadinya berdiam di Bangun Mulia. Mereka pada waktu itu sering melakukan penawananpenawanan dan akhirnya disebut Pincawan. Gunung.

Negerijahe. karena mereka masih dalam satu rumpun. Ujong Deleng. beberapa keluarga di Buah Raya dan Limang. Merga ini juga tersebar luas di Kab. Tumba dan Martogan. Di desa Guru Kinayan ini merga Brahmana memperoleh banyak kembali keturunan. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala. Mecu Brahmana yang keturunannya menyebar ke Ulan Julu. Rih Tengah dan lainlain. Batu Erjong-Jong. Sapo Padang. dan kaban Jahe. Adapun kelompok merga Sembiring Singombak tersebut adalah sebagai berikut :  Sembiring Brahmana Menurut cerita lisan Karo. dll. Longlong. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi.  Sembiring Sinupayung Merga ini menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren. merga ini berasal dari Aceh. Merga Sembiring Merga Sembiring secara umum membagi diri menjadi dua kelompok yaitu Sembiring yang memakan anjing dan Sembiring yang berpantang memakan anjing. dan disahkan menjadi Peranginangin ketika orang tuanya menjadi Pergajahen di Sibirubiru. kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. Merga ini sekarang terbanyak tinggal di Pergendangen. Pola Tebu.  Sembiring Sinulaki Sejarah merga Sembiring Sinulaki dikatakan juga sama dengan sejarah Sembiring Kembaren. Namo Cekala. Anak-anak dari Megit adalah. Langkat saperti Lau Damak. Merga Sembiring Keloko tinggal di Rumah Tualang. Paropo. Sampe Raya. Dari sana kemudian menyebar ke Liang Melas. sebuah desa yang sudah ditinggalkan antar Pola Tebu dengan Sampe Raya.Keliat. Sijagat.  Sembiring Keloko Menurut cerita. asal-usul merga ini terdiri dari Kuala Ayer Batu. ○ Sembiring Singombak Adalah kelompok merga Sembiring yang menghanyutkan abuabu jenasah keluarganya yang telah meninggal dunia dalam perahu kecil melalui Lau Biang (Sungai Wampu). ○ Sembiring Siman Biang (Sembiring yang memakan biang (anjing))  Sembiring Kembaren Menurut Pustaka Kembaren. saperti Kuta Mbelin. Dari . Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Tanjong Merahe. 4. Gunong Meriah. nenek moyang merga Brahmana ini adalah seorang keturunan India yang bernama Megitdan pertama kali tinggal di Talu Kaban. ○ Keempat merga ini boleh memakan anjing sehingga disebut Sembiring Siman Biang. Mereka ini tinggal di Juma Raja dan Negeri. berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama Pisau Bala Bari. Merga Sinulaki berasal dari Silalahi. Mbulan Brahmana menjadi cikal bakal kesain Rumah Mbulan Tandok Kabanjahe yang keturunannya kemudian pindah ke Guru Kinayan dan keturunannya mejadi Sembiring Guru Kinayan.

dan Sembiring Pandia. Daun bambo itu bertuliskan aksara Karo yang berisi obat-obatan. yang perempuan disebut Tajak. hujan turun dan lunturlah tepung beras itu.  Sembiring Keling Menurut cerita lisan Karo mengatakan. nama Muham ini lahir.  Sembiring Bunuaji Merga ini terdapat di Kuta Tengah dan Beganding. Pogo Muham. Sembiring Colia.  Sembiring Guru Kinayan Sembiring Guru Kinayan terjadi di Guru Kinayan. . karenanya terpaksalah Sembiring Keling bersembunyi dan melarikan diri.Guru Kinayan. bahwa merga Sembiring Pandia. sebagian keturunananya kemudian pindah ke Perbesi dan dari Perbesi kemudian pindah ke Limang. di daerah Kabupaen Karo nama kecil (Gelar Rurun) anak laki-laki disebut Kancan. Mereka mendirikan kampung Kubu Colia. yakni ketika salah seorang keturunan dari Mbulan Brahmana menemukan pokok bambo bertulis (Buloh Kanayan Ersurat). Sembiring Guru Kinayan. Sembiring Busok ini terjadi baru tiga generasi yang lalu. Menurut ahli sejarah Karo. dalam banyak praktek kehidupan sehari-hari merga ini sembuyak dengan Sembiring Brahmana.  Sembiring Muham Merga ini juga dikatakan sejarah. berasal dari India. Perbesi sampai ke Bekacan (Langkat). Nenek moyang mereka bernama Pagit pindah ke Sari Nembah. Untuk itu Sembiring Keling telah mencat seekor kerbau dengan tepung beras. Di Kabupaten Karo penyebarannya dimulai dari Beras Tepu. mereka masuk ke Sumatera Utara melalui Pantai Timur di dekat Teluk Haru.  Sembiring Milala Sembiring Milala. ( Keling juga ada di Wikipedia yakni orang India yang berasal dari Kalingga. juga menurut sejarah berasal dari India. Merka umumnya tinggal di kampung-kampung Sari Nembah. bahwa Sembiring Keling telah menipu Raja Aceh dengan mempersembahkan seekor Gajah Putih. Sembiring Depari kemudian pecah menjadi Sembiring Busok. yakni kerajaan Cola di India. Akan tetapi naas. Dewasa ini mereka umumnya tinggal di Payung. juga menurut sejarah berasal dari India. Sembiring Busok terdapat di Lau Perimbon dan Bekancan. Kidupen.  Sembiring Pandia Sebagaimana sudah disebutkan di atas. Mereka ini masuk Sembiring Singombak. Raja Berneh. juga berasal dari kerajaan Pandia di India. Keturunannya kemudian menjadi Sembiring Guru Kinayan. Di kampung itu menurut cerita dia mengajar ilmu silat (Mayan) dan dari situlah asal kata Guru Kinayan (Guru Ermayan). Mereka inilah yang disebut Sembiring Lima Bersaudara dan itulah asal kata nama kampung Limang. ketika diadakan Pekewaluh di Seberaya karena perahunya selalu bergempet (Muham).  Sembiring Colia Merga Sembiring Colia. India)  Sembiring Depari Sembiring Depari menurut cerita menyebar dari Seberaya. Sembiring Keling sekarang ada di Raja Berneh dan Juhar.

yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis itu. Di Buah Raya. menurut cerita. Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep. Kampung-kampung merga Sembiring Pelawi adalah : Ajijahe. Rurun untuk merga Milala adalah Jemput (laki-laki di Sari Nembah) / Sukat (laki-laki di Beras Tepu) dan Tekang (wanita). mereka tinggal di Pertumbuken. Legenda Merga Tarigan dalam bulletin KAMKA No. akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu. Kuta pantekennya adalah Kaban. karena anak merga Tekang diangkat anak oleh merga Sinulingga. daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan. 010/Maret 1978 ) yang menyebutkan merga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung. tiga orang keturunan merga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing. SH. Di Bekancan terdapat seorang Raja. Sembiring Tekang ini juga menyebut dirinya Sembiring Milala. Pada suatu hari. Kandibata. 5. Salah seorang merga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau. Di masa penjajahan Belanda daerah Bekancan ini masuk wilayah Pengulu Bale Nambiki. Perbesi. Pengeltep (ahli menyumpit) dan Pernangkih-nangkih (ahli panjat). Cingkes. yaitu Sierkilep Ngalehi. Tiga orang keturunan merga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-Gurda berkepala tujuh. Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. Bekancan dan lain-lain. atau penculikan anak-anak gadis di Tongging. Tarigan menyumpitkan eltepnya . Perbaji. dan Sarintonu. Kedekatan kedua merga ini juga terlihat dari nama Rurun anak-anak mereka.  Sembiring Pelawi Menurut cerita Sembiring Pelawi diduga berasa dari India (Palawa). merga ini tidak boleh kawinmengawin dengan merga Sinulingga. seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi. tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut. dan Tongtong Batu. Pengulu Tongging merga Ginting Manik lalu minta bantuan kepada merga Tarigan untuk mengalahkan musuhnya tersebut Beberapa generasi setelah kejadian ini. Enam kepala kena sumpit. Sementara di bawah gadis itu digali lobang tempat sebagai benteng merga Tarigan. Naman dan lain-lain. Pecahan dari merga ini adalah Sembiring Pande Bayang. dengan alasan ada perjanjian. Tarigan Pertendong (ahli telepati). Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik. Sidikalang. Maksud cerita ini mungkin sekali.  Sembiring Sinukapor Sejarah merga ini belum diketahui secara pasti. yakni . isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua.  Sembiring Tekang Sembiring Tekang dianggap dekat/bersaudara dengan Sembiring Milala. maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu. Mereka disebut sebagai bangsa Umang.Munte. Sementara Rurun Sembiring Tekang adalah Jambe (laki-laki) dan Gadong (perempuan). bahwa pada waktu itu sedang terjadi peperangan. Darah ini. Merga Tarigan Ada cerita lisan (Darwin Prinst.

dan Lingga ○ Tarigan Silangit di Gunung Meriah (Deli Serdang) ○ Tarigan Kerendam di Kuala. Tarigan. Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (wanita). Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan). Sembiring. Ada lima marga yang terdapat pada masyarakat Karo. yaitu: Karo-Karo. .sampai ke Tongtong Batu. Selakar. Tarigan lalu pergi kesana. Keriahen Munte. dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan (Gersang). dan Cingkes. ○ Tarigan Peken di Sukanalu dan Namo Enggang ○ Tarigan Tambak di Kebayaken dan Sukanalu ○ Tarigan Purba di Purba ○ Tarigan Sibero di Juhar. Tanjong Beringen. Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang Merga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar. Kuta Raja. beserta sub-sub marga yang ada dalam masing-masing marga itu. Adapun cabang-cabang dari merga Tarigan ini adalah sebagai berikut : ○ Tarigan Tua kampong asalnya di Purba Tua dekat Cingkes dan Pergendangen ○ Tarigan Bondong di Lingga ○ Tarigan Jampang di Pergendangen ○ Tarigan Gersang di Nagasaribu dan Beras Tepu ○ Tarigan Cingkes di Cingkes ○ Tarigan Gana-gana di Batu Karang . Ginting. Sibero. Pulo Berayan dan sebagian pindah ke Siak dan menjadi Sultan disana ○ Tarign Tegur di Suka ○ Tarigan Tambun di Rakut Besi dan Binangara ○ Tarigan Sahing di Sinaman Elemen yang paling mendasar di dalam masyarakat Karo adalah merga atau marga. Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba. baik yang di Toba maupun yang di Simalungun. Perangin-angin. yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng. yang oleh banyak orang Karo diartikan sebagai sesuatu yang “berharga”. Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Lumbung (laki-laki) dan Tarik (perempuan).

kaka (abang laki-laki/perempuan). di mana pun ia berada. misalnya antara istri kita dengan suami dari saudara perempuan kita). Setiap orang Karo.Dalam kesatuan lima marga itu (Merga Silima). Adapun melalui tutur seseorang dapat mengetahui tingkatannya dalam jenis-jenis sebagai berikut: bapa (bapak). kemudian bere-bere (marga ibu) seseorang yang juga bisa dikaitkan dengan keluarga yang masing-masing mereka kenal. Namun. nini tudung/nondong (nenek). Dua orang yang memiliki bere-bere yang sama dipandang sebagai saudara kandung dan juga menjadi senina (saudara kandung dalam jenis kelamin yang sama) atau turang (dalam jenis kelamin yang berbeda). seseorang yang telah menikah dan memiliki anak. bibi (panggilan istri terhadap mertua perempuan). kempu (cucu). turangku (hubungan yang dahulu tabu untuk berbicara langsung. permen (sebutan mertua laki-laki terhadap menantu perempuan). Biasanya diawali dengan menanyakan marga. bere-bere (seorang yang memiliki bere-bere yang sama dengan bere-bere seorang lainnya). Dengan memanggil seperti itu berarti ia telah dihormati. dan saling menghargai. itulah yang disebut orang Karo. karena seseorang yang sudah memiliki anak telah mendapatkan tuah(berkat). Menurut Henry Guntur Tarigan26. labo siat ku japa pe”. Akan terlihat bahwa adat tidak dapat dibedakan secara jelas dari kepercayaan. tutur adalah sebuah pemeo Karo yang berbunyi “Adi la beluh ertutur. anak (anak). ente (cicit). Ini sebagai sebuah tanda penghargaan. bahkan mungkin menanyakan trombo (silsilah) untuk mengetahui tingkat kekerabatan tersebut. Sebagai contoh. atau sembuyak untuk yang satu ibu). atau perempuan sama berunya dengan marga seorang laki-laki). Dalam proses ertutur inilah nantinya mereka akan menemukan (satu dengan yang lain) harus memanggil apa dan dalam posisi apa. ketika bertemu. itulah sebagai ungkapan hukum adat yang diberlakukan. empung (kakek dari ayah atau ibu) beru (nenek dari ayah atau ibu). Ertutur (ber-tutur) adalah salah satu ciri orang Karo bila ia berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenalnya. Nama tidak lagi dipakai. yang berarti “kalau tidak pandai ber-tutur. setiap orang Karo juga memiliki bere-bere (marga yang diperoleh dari ibu/beru). Di samping identitas marga dan beru. Banyak lagi panggilan-panggilan yang lain yang dibubuhkan kepada seseorang untuk menggantikan namanya sesuai dengan posisinya dan juga usianya. entah (buyut). senina (saudara karena marga. mama (paman). Jadi ia akan dipanggil sebagai bapak si “anu”. maka untuk memanggilnya tidak boleh lagi menyebut nama. nampaknya pemeo ini akan lebih terasa pada masyarakat Karo yang masih tinggal di pedesaan. kenyataan hidup yang sangat rumit bagi orang-orang Karo yang telah berpikiran modern dalam masyarakat pluralis saat ini. Sikap seperti ini tumbuh dalam sistem ikatan penghormatan terhadap sangkep si telu yang sudah disebutkan tadi. agama dan tindakan. silih (abang ipar atau adik ipar). Adat dipandang sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang supranatural dan memiliki hukum-hukumnya sendiri. Seorang perempuan akan menyandang juga marga ayahnya sebagai beru (perempuan). . pasangan yang ideal dalam peradatan Karo). Di dalam keluarga. Yang mempererat masyarakat Karo adalah adat. nande (ibu). untuk mengetahui posisi masing-masing dalam kekerabatan melakukan ertutur atau berkenalan. turang (laki-laki terhadap saudara perempuan. mami (bibi/istri paman). sebuah relasi tradisional untuk membuat keputusan dan melakukan apa saja. Impal (laki-laki yang bere-bere-nya sama dengan beru seorang wanita. bengkila (panggilan istri terhadap mertua lakilaki). Budaya Ertutur Untuk menunjukkan tingkatan kekerabatan di dalam masyarakat Karo dikenal istilah ertutur. baik suami maupun istri pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga satu dan yang lain. takkan ada tempat ke mana pun”. Seorang anak laki-laki akan terus mewariskan marga itu dari ayahnya. tetapi nama anaknya disebutkan. nini bulang (kakek). agi (adik). dan akan terus disandang sampai menikah.

(3) senina sepemeren. Binuang adalah nama keluarga yang diwarisi seorang suku Karo dari bere-bere ayahnya. Sedangkan pada lapis ketiga dan seterusnya hanya dipakai dalam acara-acara adat. maka jalinan hubungan kekerabatan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga ikatan yang dikenal dengan istilah rakut si telu (ikatan yang tiga). 6. ketika proses ertutur ini dilakukan antara satu orang dengan yang lain. Kemudian orang Karo juga mengenal istilah tutur si waluh yang sebenarnya kurang tepat artinya. bila dua orang yang hendak berkenalan. Berdasarkan pengalaman penulis saat melakukan penelitian. atau kawin dengan orang Karo dari suku yang lain. 3. Jadi jumlah keseluruhan menjadi 2+4+2=8. yang merupakan pengembangan fungsi dari rakut si telu30. 2. Itulah yang disebut sebagai sangkep nggeluh si waluh dalam masyarakat Karo. ataupun saat bergaul dengan pemuda-pemuda di gereja. proses ertutur dalam masyarakat Karo yang dipakai oleh seseorang hanya sampai kepada lapis kedua. rumit dan tidak populer seperti “identitas . Kempu (perkempun). Sangkep nggeluh si waluh itu antara lain adalah: pertama. 5. pengembangan dari tegun anak beru adalah: (1) anak beru dan (2) anak beru menteri. yang baru pertama kali bertemu. Kedua. Ini menandakan betapa perhatian terhadap hal-hal paling kecil. (2) sembuyak. Bere-bere adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru ibunya. Seseorang akan dikenal dengan baik kalau ia mampu menjelaskan hubungan-hubungan kekerabatan dalam ikatan keluarganya. paling mendasar dalam identitas kekaroan (yaitu masalah marga/beru) sudah tidak terlalu dipahami lagi. Setiap orang yang bertemu dengan orang Karo atau menetap dan tinggal di masyarakat Karo. untuk dapat membangun kekerabatan melalu proses ertutur ini akan dianugerahi atau dikenakan beru atau marga tertentu. sama sekali tidak memiliki hubungan marga atau beru yang pas. Jadi sebenarnya sangkep nggeluh si waluh (delapan kelengkapan hidup). secara cepat dan spontan salah satu atau kedua-duanya dari mereka mengatakan “Aku enggak bisa ertutur!”. sebagaimana telah dijelaskan dalam butir (a). Sebagaimana tentang tutur sudah disinggung sebelumnya. Ketiga. pengembangan dari tegun senina adalah: (1) senina. sehingga ketika melakukan perkenalan dengan orang lain (ertutur). 4. Di samping itu.Budaya ertutur dalam masyarakat Karo terdiri dari enam lapis. Berikut ini penjelasan dari keenam lapis proses ertutur yang dikenal di kalangan masyarakat Karo: 1. Ini jelas fenomena yang menunjukkan bahwa bentukan identitas yang diinginkan oleh sebagian generasi muda bukanlah identitas yang kaku. Setelah sistem kekerabatan dapat ditentukan dengan seorang Karo lainnya melalui ertutur ini. maka diusutlah sampai tingkat ke empat dan enam. tutur itu ada 23. Sedangkan bagi anak wanita marga ayahnya disebut beru yang tidak diwariskan bagi anaknya kemudian. Sedangkan yang disebut waluh (delapan) adalah sangkep nggeluh. (aku enggak bisa berkenalan). ia mampu mengenali marga/beru-nya dan bere-bere-nya. Kampah adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru yang dimiliki oleh nenek buyut (nenek dari ayah). Kecuali. Marga/Beru adalah nama keluarga yang diberikan (diwariskan bagi seseorang dari nama keluarga ayahnya secara turun temurun bagi anak laki-laki). Budaya ertutur ini merupakan salah satu bentuk pengungkapan identitas Karo. pengembangan dari tegun kalimbubu adalah (1) puang kalimbubu. Soler adalah nama keluraga yang diwarisi dari beru empong (nenek dari ibu)29. Lazimnya. (4) senina siparibanen. dan (2) kalimbubu. Bila ibu saya beru Karo. ia dapat memposisikan dirinya. maka bere-bere saya menjadi berebere Karo. adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari bere-bere ibu.

Dataran rendah Tanah Karo yang mencakup wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang terletak pada bagian ujung selatan secara geografis ( namun tertinggi secara topografis). yang mencakup seluruh wilayah Kabupaen Karo dan pusat administratifnya di kota Kabanjahe. serta ke arah timur masuk ke bagian wilayah Kecamatan Si Lima Kuta yang terletak di Kabupaten Simalungun. Namo Ukur. semangat mereka akan bangkit pula untuk melestarikan. atau kurang sadarnya pemuda/i Karo akan pentingnya nilai sebuah identitas. memelihara dan mengembangkan budayanya.kekaroan” (dalam pandangan mereka). Wilayah Tanah Karo tersusun atas dua wilayah utama sebagai berikut: • Dataran tinggi Tanah Karo. Masyarakat Karo menyebut wilayah pemukiman dataran tinggi ini dengan nama Karo Gugung.000 kilometer persegi yang secara astronomis terletak sekitar antara 3′ dan 3′30″ lintang utara serta 98′ dan 98′30″ bujur timur. harapan masih tetap ada. Padahal kekhasan orang Karo salah satunya adalah pada proses ertutur itu sendiri. Wilayah ini dimulai dari plato Tanah Karo yang membentang ke bawah hingga mencapai sekitar kampung-kampung Bahorok. Bukankah kepopulerannya akan sangat tergantung pada bagaimana cara kita memeliharanya? BAB II SEKILAS WILAYAH MASYARAKAT KARO Masyarakat GEOGRAFI Karo sendiri bermukim di wilayah sebelah barat laut Danau Toba yang mencakup luas wilayah sekitar 5. mungkin saja sikap-sikap yang ditunjukkan oleh generasi muda (dari pandangan orang tua terhadap orang muda yang diketahui penulis lewat wawancara) akibat dari ketidaktahuan. sekalipun hal itu kelihatannya rumit. Namun. Mungkin saja kalau kesadaran mereka dibangkitakan. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo ini menjorok ke selatan hingga masuk ke wilayah Kabupaten Dairi (khususnya Kecamatan Taneh Pinem dan Tiga Lingga). Pancur Batu. dan Namo Rambe yang ada di • .

sebelah utara. seperti yang disebutkan Sulalatus Salatin dan dikonfirmasi oleh Tome Pires[1]. dan Budaya 4 Rujukan [sunting] Lokasi Kerajaan Haru Terdapat perdebatan tentang lokasi tepatnya dari pusat Kerajaan Haru. yang menyebutkan Kublai Khan menuntut tunduknya penguasa Haru pada Cina pada 1282. Wilayah dataran rendah Karo ini lebih banyak menyerap pengaruh masyarakat Melayu pesisir yang pada umumnya menganut agama Islam dant erkadang mengharuskan mereka menyisihkan nama marga mereka sehingga hubungan kekerabatan dengan sanak-saudara mereka di dataran tinggi jadi terputus. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi Karo hidup dari bercocok tanam kecil-kecil dengan menanam padi dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari serta berbagai tanam-tanaman komersial untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Di wilayah ini. Dalam Sulalatus Salatin Haru disebut sebagai kerajaan yang setara kebesarannya dengan Malaka dan Pasai. seperti nama-nama pembesar Haru dalam Sulalatus Salatin yang mengandung nama dan marga Karo. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat). Winstedt meletakkannya di wilayah Deli yang berdiri kemudian. Tiga Juhar. Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Lokasi Kerajaan Haru 2 Sejarah 3 Sosial. [1]. serta Bangun Purba. Terdapat indikasi bahwa penduduk asli Haru berasal dari suku Karo. Masyarakat Karo menyebut daerah ini dengan nama Karo Jahe (Karo Hilir). namun saat itu Haru . [2] Pada abad ke-15 Sejarah Dinasti Ming menyebutkan bahwa "Su-lu-tang Husin". Sejarah Wilayah Kerajaan Aru atau Haru adalah diperkirakan pernah berdiri di wilayah pantai timur Sumatera Utara sekarang. penguasa Haru. dan Gunung Meriah di sisi timur. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo dianggap sebagai pusat kebudayaan dan tanah asli nenek moyang masyarakat Batak Karo. Pada 1431 Cheng Ho kembali mengirimkan hadiah pada raja Haru. Wilayah pemukiman dataran rendah yang ada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang umumnya lebih terorientasi pada produksi tanamtanaman budidaya seperti karet dan kelapa sawit. yang ditanggapi dengan pengiriman upeti oleh saudara penguasa Haru pada 1295. namun ada pula yang berpendapat Haru berpusat di muara Sungai Panai. Groeneveldt menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. Kemungkinan penduduk Haru lebih dulu memeluk agama Islam daripada Pasai. Islam masuk ke kerajaan Haru paling tidak pada abad ke-13[2]. Negarakartagama menyebut Haru sebagai salah satu negara bawahan Majapahit. [2] [sunting] Sejarah Haru pertama kali muncul dalam kronik Cina masa Dinasti Yuan. mengirimkan upeti pada Cina tahun 1411. bahasa tidak banyak tersentuh oleh pengaruh-pengaruh luar dan ikatan kekerabatan serta kehidupan tradisional masih terpelihara sangat kuat. Peninggalan arkeologi yang dihubungkan dengan Kerajaan Haru telah ditemukan di Kota Cina dan Kota Rantang. Setahun kemudian Haru dikunjungi oleh armada Laksamana Cheng Ho. Ekonomi. Nama Kerajaan Aru disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama sebagai salah satu kerajaan taklukan Majapahit.

tidak lagi membayar upeti pada Cina.[1] Aceh kembali menaklukkan Haru pada 1564. Haru menjalin hubungan baik dengan Portugal. Pada masa ini Haru menjadi saingan Kesultanan Malaka sebagai kekuatan maritim di Selat Malaka. Ekonomi. [sunting] Sosial.[1] Catatan Portugal menyebutkan dua serangan Aceh pada 1539. Istrinya. kemudian meminta bantuan baik pada Portugal di Malaka maupun pada Johor (yang merupakan penerus Kesultanan Malaka dan Bintan). Sumber-sumber Cina menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. kain sutera. Sultan Husain. ratu Haru. Mereka juga berternak unggas. Agaknya kerajaan ini kalah bersaing dengan Malaka dan Pasai dalam menarik minat pedagang yang pada masa sebelumnya aktif mengunjungi Kota Cina. manik-manik dan lain-lain. 1960: 94-96) [2]. dan Sultan Mahmud Syah menikahkan putrinya dengan raja Haru. (Groeneveldt. dan Budaya Raja Haru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. [1]. Pada abad ke-16 Haru merupakan salah satu kekuatan penting di Selat Malaka. Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke13. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain. Konflik kedua kerajaan ini dideskripsikan baik oleh Tome Pires dalam Suma Oriental maupun dalam Sejarah Melayu. . sementara bagian atas terbuka. Kemerdekaan Haru baru benar-benar berakhir pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Aceh. Armada Johor menghancurkan armada Aceh di Haru pada 1540. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu. dan dalam Sulalatus Salatin para pembesarnya menggunakan gelar-gelar Melayu seperti "Raja Pahlawan" dan "Sri Indera". Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam. dengan nama Kesultanan Deli. pada abad ke-15 Haru bukanlah pusat perdagangan yang besar. Hasil-hasil bumi dibarter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. Wilayah Haru kemudian mendapatkan kemerdekaannya dari Aceh pada 1669. Peninggalan arkeologi di Kota Cina menunjukkan wilayah Haru memiliki hubungan dagang dengan Cina dan India. Setelah Portugal mengusir Sultan Mahmud Syah dari Bintan pada 1526 Haru menjadi salah satu negara terkuat di Selat Malaka. adat penguburan jenazah. Sekali lagi Haru berkat bantuan Johor berhasil mendapatkan kemerdekaannya. [3]. karya Ma Huan yang ikut mendampingi Laksamana Cheng Ho dalam pengembaraannya . dan sekitar masa itu raja Haru terbunuh oleh pasukan Aceh.[3] Haru memakai adat Melayu. Hubungan Haru dengan Bintan lebih baik daripada sebelumnya. bebek. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu disebutkan kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. Dalam masa ini sebutan Haru atau Aru juga digantikan dengan nama Deli. yang juga mengislamkan Merah Silu. sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). kambing. maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa. Namun pada abad akhir ke-16 kerajaan ini hanyalah menjadi bidak dalam perebutan pengaruh antara Aceh dan Johor. tidak seperti Pasai atau Malaka. yang naik tahta pada 1607.Namun dalam catatan Ma Huan. dan hasil bumi Haru sama dengan Melaka. Raja-raja Haru kemudian mengalihkan perhatian mereka ke perompakan. seperti yang dicatat oleh Hikayat Aceh dan sumber-sumber Eropa. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. dan dengan bantuan mereka Haru menyerbu Pasai pada 1526 dan membantai ribuan penduduknya. bahasa. selain Pasai. serta bekas Kesultanan Malaka yang memindahkan ibukotanya ke Bintan. Dalam suratnya bertanggal tahun 1613 kemenangannya atas Haru. Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi. Namun ambisi Haru dihempang oleh munculnya Aceh yang mulai menanjak. Portugal yang pada 1511 menguasai Malaka. pertukangan. Samudera dan Jawa.

maupun kelugasan tutur dan sikap warganya. Kita ambil contohnya adalah.. Sebut saja sajian kuliner khasnya yakni bika ambon.Namun adopsi terhadap adat Melayu ini mungkin tidak sepenuhnya. seorang pujangga istana Majapahit pada pertengahan abad ke-14 M. Sumber tertulis tertua yang menyebutkan tentang Aru adalah yang berasal dari Prapanca. dan tidak terlewatkan adalah kemegahan Mesjid Raya Al-Mashun maupun keindahan Istana Maimun. Lalu bagaimana dengan Kota Medan ? Tentunya juga memiliki sejumlah kekhasan yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pengunjung baik dalam negeri maupun mancanegara. Haru. athawe Mandahiling. terletak di bumi Malayu (penyebutan Pulau Sumatera kala . Yogyakarta dalam benak kita mungkin akan tersimpan manis atau legitnya nasi gudeg. dan tentu tidak akan terlewatkan adalah kemegahan candicandi dari masa Mataram Kuno yang banyak bertebaran di sana seperti Prambanan dan Borobudur. [1] Menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Aru Oleh: Ery Soedewo dan R. Dalam pujasastra karyanya yang berjudul Desawarnana (Pemerincian/Deskripsi Negara) atau yang lebih dikenal sebagai Negarakertagama Prapanca menyebutkan sejumlah nama tempat yang berada di Pulau Sumatera. keseniannya.ksoni ri Malayu.. serta lemah lembut tutur masyarakatnya.. atau rancaknya gerakan para penari Serampang Duabelas. Sebab sejumlah data arkeologis menunjukkan embrio kota besar ini dapat dirunut sedini abad ke-11 M. Pada pupuh ke-13 bait ke-1 disebutkannya antara lain . atau gemulai tarian tradisionalnya. adat kebiasaannya maupun sejarah beserta tinggalan-tinggalan kunonya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari khasanah kebudayaan setempat. Jejak masa lalunya tidak terhenti pada keberadaan Mesjid Raya Al-Mashun atau Istana Maimun –yang keduanya berasal dari akhir abad XIX dan awal abad XX M. Wahyu Oetomo Bayangkan seusai pertama kali kita datang berkunjung ke suatu tempat. Kampe. yang artinya kurang lebih .. Embrio dimaksud adalah sebuah kerajaan yang pernah sangat berpengaruh di kawasan Selat Malaka yang dalam sumber-sumber sejarah dikenal sebagai Aru atau Haru...saja. Kilas Sejarah Aru Kata Aru atau Haru merupakan nama dari suatu kerajaan yang keberadaannya telah disebut-sebut dalam berbagai sumber tertulis baik lokal maupun mancanegara antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M. walaupun data historisnya merujuk pada abad ke-14 M. Sebagai sebuah kota besar... pasti akan tersimpan dalam ingatan kita beberapa hal yang khas dari tempat itu. . dan unsur-unsur adat non-Melayu (Batak/Karo) masih ada. perjalanan sejarah Medan sebenarnya tidak kalah panjangnya dibanding sejumlah kota besar lain di Indonesia. Entah makanannya.

seorang penerjemah muslim China yang turut dalam armada penjelajahan samudera Laksamana Cheng Ho. Data tertulis berikutnya berasal dari awal abad ke-15 M yang merujuk pada laporan Ma Huan. Dalam pandangan geopolitik masa itu keberadaan Aru sebagai kerajaan besar di pantai timur Sumatera jelas merupakan pesaing potensial bagi bandar Aceh. kerajaan Aceh mengerahkan segala daya yang dimilikinya termasuk satu kompi prajurit Turki yang terdiri dari 60 prajurit reguler dan 40 orang pasukan istimewa kesultanan Turki Utsmani (Ottoman) yang disebut Janisari.. Dalam karyanya yang berjudul Ying-Yai Sheng-Lan (Survei Menyeluruh Terhadap Pantai-Pantai Samudera) disebutkan tentang A-lu (Aru) yang berbatasan dengan Su-menta-la (Samudera-Pasai). Salah satu kerajaan yang diuntungkan oleh kondisi itu adalah kerajaan Aceh. Seiring berkembangnya perekonomiannya. Walaupun pusat kerajaannya di pedalaman dia memiliki armada lancara (nama sejenis perahu) yang digunakannya untuk merompak di lautan. Setelah bertahan sekian lama akhirnya benteng Aru berhasil ditembus pasukan Aceh. Orang-orang Aru yang selamat dalam sumber-sumber tertulis lokal di antaranya adalah janda penguasa Aru yang berhasil meloloskan diri melalui alur sungai Deli hingga menyeberangi Selat Malaka menuju Johor untuk memohon bantuan. . Data dari masa tersebut terutama berasal dari para penulis Eropa antara lain Tome Pires (orang Portugis) yang memerikan Aru di awal abad ke-16 M.itu) .. banyak pedagang yang mengalihkan perniagaannya ke Pulau Sumatera. Menyadari kekuatan yang akan diserangnya bukanlah kerajaan kecil.. Rajanya adalah seorang muslim yang hidup di daerah pedalaman yang banyak dialiri sungai. semakin besar pula pengaruh kerajaan Aceh terhadap daerah sekelilingnya. . dan hal itu terwujud ketika pada tahun 1539 Aru diserang oleh Aceh. Oleh karena itu maka keberadaan Aru sebagai ancaman potensial bagi Aceh harus ditundukkan. Setelah penaklukan bandar Malaka oleh Portugis pada tahun 1511. Haru. penduduknya adalah kaum muslim yang bercocok tanam dan menangkap ikan sebagai mata pencahariannya. Namun kejayaan Aru sebagai kerajaan dengan armada lautnya yang disegani mulai terancam oleh perkembangan kerajaan Aceh. Adakah tokoh perempuan ini (janda penguasa Aru) yang dalam sumber-sumber tutur tradisional --Melayu maupun Karo-disebut sebagai Puteri Hijau ? Kiranya hingga ditemukannya bukti sejarah yang relevan hal itu masih terus dipertanyakan. makin banyak sumber tertulis yang berkaitan dengan keberadaan Aru.Kampai. Dalam karyanya yang berjudul Suma Oriental (ditulis antara tahun 1512 hingga 1515). Mandailing. Memasuki abad ke-16 M. Aru disebut sebagai suatu kerajaan besar bahkan yang terbesar di antara kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Sumatera..

Situs ini secara administratif terletak di Desa Deli Tua. sedangkan 1 arca Buddha disimpan oleh satu keluarga Tionghoa tidak jauh dari Kota China sebagai sosok pujaan dalam pekong keluarga tersebut. Data lain yang memperkuat dugaan bahwa situs ini berasal dari kurun abad ke-15 adalah banyaknya pecahan keramik berwarna putih biru dari masa Dinasti Ming (antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M). Kota China adalah sebuah situs dengan bukti-bukti arkeologis yang sementara ini oleh para sejarawan dan ahli purbakala dianggap merupakan jejak tertua yang dapat dikaitkan dengan keberadaan kerajaan Aru. Data artefaktual lain yang ditemukan di situs ini oleh masyarakat setempat adalah koin-koin emas beraksara Jawi (Arab Melayu) yang oleh para pakar numismatik (mata . yang terdiri dari 2 arca Buddha dan dan 2 arca lainnya menggambarkan sosok dewa-dewa Hindu yakni Wisnu dan Laksmi. Masa kejayaan Kota China diperkirakan berlangsung antara abad ke-11 M hingga abad ke-14 M. Berdasarkan gaya seninya arca-arca dari Kota China tersebut tampak sangat dipengaruhi oleh gaya seni Chola (India selatan). Kini 3 dari keempat arca tersebut dapat dilihat di Museum Negeri Sumatera Utara di Jalan H. yang didasarkan atas penemuan pecahan-pecahan keramik China dari masa Dinasti Sung (abad ke-11 hingga ke-13 M) hingga Dinasti Yuan (abad ke-13 hingga ke-14 M). Kabupaten Deli Serdang. Medan. Situs lain yang berkaitan dengan keberadaan kerajaan Aru adalah situs Benteng Putri Hijau di daerah Deli Tua. Beberapa kali penelitian arkeologis terhadap situs ini menghasilkan sejumlah data kepurbakalaan baik yang sifatnya monumental maupun nonmonumental. Kecamatan Namorambe. Tinggalan monumental dimaksud adalah sisa-sisa dari struktur suatu bangunan bata yang diduga merupakan bangunan keagamaan Hindu atau Buddha. Keberadaan bangunan pertahanan yang dibuat dari timbunan tanah ini dapat dihubungkan dengan pemberitaan Tome Pires (dari awal abad ke-16 M) tentang pusat kerajaan Aru yang berada di pedalaman yang banyak dialiri sungai. Joni. daerah Medan Labuhan yang dikenal di kalangan arkeolog dan sejarawan sebagai situs Kota China.M. Mungkin yang dimaksud oleh Pires adalah aliran Sungai Deli yang di bagian hulu dikenal sebagai Sungai Petani.Jejak-jejak Kejayaan Aru Perjalanan menelusuri jejak kerajaan Aru kita mulai dari sebuah situs purbakala yang terletak di sekitar objek wisata Danau Siombak. Keberadaan situs yang meliputi kawasan seluas sekitar 10 hektar di daerah Medan Labuhan ini pertama kali dilaporkan oleh Edward McKinnon pada tahun 1972. Tidak jauh dari tempat ditemukannya struktur bata tersebut ditemukan 4 arca batu.

Lebih kompleks dari tingkah gajah itu adalah perilaku manusia yang tidak saja mendatangi makam keluarganya. Sepintas pendapat tersebut boleh jadi benar. Kedua sumber air tersebut hingga kini oleh sebagian anggota masyarakat dipercaya memiliki daya tertentu sehingga pada hari-hari tertentu tempat ini ramai dikunjungi. Setelah lelah menelusuri sisa-sisa Benteng Putri Hijau.yakni kita manusia dan yang lain adalah gajah. Refleksi Perjalanan Konon. yang tidak membawa dampak dan manfaat bagi kehidupan kini dan mendatang. oleh karena itu urusan perut tidak lagi menjadi prioritas bagi mereka. Seolah manusia yang menziarahi makam keluarganya. bahkan ke depan akan mendatangkan nilai . mahluk hidup yang mempunyai kemampuan menyimpan memori akan masa lalunya hanya 2 jenis –-keduanya dari kelas mamalia-.” Maaf bila jawaban berikut ini membuat telinga sebagian dari yang mempunyai pikiran seperti itu menjadi merah. gajah-gajah itu mengendus dan menghembuskan tanah di sekitar tempat matinya anggota kelompok mereka. Jepang. namun coba kita telaah lebih jernih dan tenang tentang kemajuan atau kemapanan negara-negara yang kita kenal sekarang. 2. Mungkin sebagian orang menganggap perjalanan ini sebagai suatu kesiasiaan belaka. atau jiran kita Singapura.uang kuno) dipastikan sebagai mata uang dari masa Kesultanan Aceh Darussalam atau yang dikenal sebagai uang Dirham. mereka juga sering mendatangi tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan sejarah masa lalu mereka. ”Semua negara yang Anda sebutkan itu sudah mapan secara ekonomi. Secara asal saja silahkan sebut barang 1. Para zoologist (ahli margasatwa) mengamati perilaku gajah di Afrika yang pada masa-masa tertentu datang di suatu tempat yang merupakan tempat matinya salah satu anggota kelompok mereka. Anda yang tidak sependapat dengan ide tersebut pasti akan berkilah. kita dapat menyegarkan diri dengan kesegaran dan kesejukan air dari sumber air yang oleh masyarakat dikenal sebagai Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading. atau 3 negara maju yang saat ini mapan secara perekonomiannya. Ketiga negara itu dalam kondisi seperti saat ini salah satu sebabnya adalah karena sedari awal mereka memiliki kesadaran bahwa segala bentuk warisan budaya bangsa yang dimilikinya adalah aset penting yang tidak saja memiliki arti penting secara ideologis atau akademis. keduanya berpangkal pada satu hal yakni kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. sehingga wajar jika mereka memiliki perhatian terhadap hal-hal seperti itu. semuanya memiliki apresiasi yang baik terhadap tinggalan budayanya termasuk di dalamnya tinggalan purbakalanya. Entah tujuannya itu dilatarbelakangi kebutuhan religius maupun yang sekedar rekreatif. seperti Amerika Serikat.

sehingga sebagai bangsa sepertinya kita selalu ceroboh dalam bertindak. ada yang bilang masa lalu kita termasuk di dalamnya sejarah perjalanan bangsa ini adalah kaca spion bagi kita agar dalam melangkah kita lebih bijak dalam bertindak. ••• Penulis adalah peneliti di Balai Arkeologi Medan. padahal apa yang terjadi saat ini. Situs bersehaja yang berupa bukit kecil ini sepintas dilihat hanyalah bukit biasa namun karena terdapat 1 museum kecil berkaitan dengan sejarahnya serta dikelola secara profesional. jejak perjalanan masa lalu mereka hanya sedikit meninggalkan tinggalan fisik (situs maupun artefaktual). Oleh karena itu marilah kita belajar dari masa lalu kita. Ambil contohnya Singapura. namun wujudnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. sebab dari situlah kita bercermin. Benteng Putri Hijau jauh lebih memiliki potensi dibanding situs Bukit Chandu. yang membedakannya hanyalah konteks masa dan budaya yang melingkupinya. sruduk sana sruduk sini tanpa kendali. menurut para sejarawan tidak lain adalah pengulangan dari peristiwa-peristiwa di masa lalu. . Adakah kita babi hutan ? jawabannya pasti tidak. salah satunya adalah situs dari masa Perang Dunia II yakni Bukit Chandu yang merupakan kubu pertahanan 1 kompi pasukan Inggris yang terdiri dari orang-orang Melayu. sebab situs yang terletak di Deli Tua ini masih menyisakan bentang fisiknya yang berupa benteng tanah. Tentu kita bukanlah bangsa babi hutan.ekonomis. serta ditunjang pula oleh keberadaan mata air Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading makin memberi nilai tambah dibanding apa yang dimiliki Singapura. maka berdatanganlah para wisatawan ke situs ini. Bila ditinjau dari segi ideologis-akademis. sejumlah artefak hasil temuan masyarakat. Jika tidak ada benda itu ibarat kita adalah --maaf-. Sarana untuk itu sebenarnya kita miliki namun belum sepenuhnya kita manfaatkan. dan ini berarti devisa (baca uang). juga bukan bangsa keledai (yang katanya tidak pernah terperosok di lubang yang sama). Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Sabtu.babi hutan yang --memang-. kita adalah manusia yang memiliki pikiran sehingga punya kebijakan sebelum bertindak.selalu maju terus tapi dalam wujud yang paling brutal. Kekacauan dan ketidakpastian bangsa ini salah satu sebabnya adalah kita malas untuk belajar dari masa lalu kita. 23/8/2008 Oleh Juraidi Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). dan tentunya untuk itu mari lestarikan jejak-jejak masa lalu itu jangan sampai lenyap.

menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit"." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). Srilangka.Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. Tuanku Luckman Sinar. Naniek H Wibisono. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. mengatakan. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). Dr Phill Ichwan. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. . Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. sejarah Melayu. Singosari dan Sriwijaya. Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". jelasnya. "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. kemudian di Lingga. Muangthai. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh." katanya. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). Berdasarkan sejumlah literatur. Barumun dan bahkan di Deli Tua. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. Namun demikian. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. Kabupaten Deli Serdang. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi.

selain untuk kepentingan riset arkeologi dan disiplin ilmu lain.09:41 WIB Situs Aru Harus Dilindungi Medan.banyak keuntungan yang dapat diperoleh. Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. penemuan arkeologis di tanah Melayu harus mendapat perhatian dari pemerintah. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. baik secara lokal maupun interlokal. mata uang. hal itu berkaitan dengan sejarah peradaban Melayu. Dia juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Sungai Bedra. Sebab.dan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut meminta pemerintah melindungi kawasan itu. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. sisa-sisa tulang. Kelurahan Terjun Medan Marelan––tempat ditemukannya peninggalan sejarah terakhir––turut menjaga dan melindungi penemuan tersebut. .kawasan peninggalan sejarah dapat juga dijadikan objek wisata sejarah dan budaya. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle)." katanya. katanya. Melalui keramik. (ANT) BERITA TERBARU 13 Juli 2008 . Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan.arkeolog. Zein menyatakan. ’’Jika pemerintah punya niat baik melindungi kawasan situs bersejarah. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Kerajaan Aru merupakan cikal bakal dari Kesultanan Deli. etnis Melayu akan kehilangan akar sejarahnya.”papar Ketua ISMI Sumut Umar Zein kepada wartawan ketika di Istana Maimun kemarin. tembikar.Menurut dia. Pemerintah juga dapat memberikan kompensasi ganti rugi bagi warga yang menemukan atau memiliki benda bersejarah. katanya. artefak batu. penting menggali kembali sisa-sisa peninggalan untuk penelitian lanjutan.Sejarawan. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang." tambahnya. Untuk itu. Muangthai. Begitu juga dengan kawasan lokasi penemuan.” ujarnya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan itu. damar dan batu nisan.Tanpa penelitian. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. untuk pengembangan hasil penelitian. Zein menambahkan. "Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman.Artefak berusia ratusan tahun peninggalan Kerajaan Aru kembali ditemukan.org . ’’Kami berkumpul di sini untuk meminta kepada pemerintah agar temuan-temuan benda bersejarah dilindungi. isekolah. Sri Langka maupun Burma. antara lain Kota Cina. keramik yang berasal dari China. Selain itu.

Cingkem yang menuju ke Sei Serdang maupun ke Sei Deli. guci. Lingga. Liang. Ketua Pusat Studi Ilmu Sosial dan Sejarah (Pusiss) Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari merasa yakin bahwa masih banyak peninggalan di kawasan tersebut yang belum tergali. Penulis Karo mengemukakan bahwa (H)Aru adalah asal kata ”Karo” yang berevolusi. mangkuk. Sepuluhdua Kuta. itu semua tidak akan pernah terungkap jika tidak ada dukungan dari pemerintah. Fokusnya diwilayah pantai diantara Sei Wampu dan Muara Deli (Catatan Anderson tentang pentingnya Muara Deli).Sebab. Keraksaan (Batak Timur). Oleh karena itu. Mabar. pecahan keramik dan guci yang ditemukan merupakan bukti bahwa tempat itu pernah menjadi pusat perdagangan internasional. disebut bahwa Teluk Aru adalah pusat kerajaan ARU dan belum pernah diteliti sama sekali. Maupun jalur sungai diantara Sei Wampu bagian hilir sekitar Stabat dan Sei Sunggal ke Belawan. tetapi berdasarkan jalur hinterland kurang mendukung Teluk Aru sebagai satu centrum kerajaan. kawasan tersebut terlebih dulu harus dilindungi dan dipugar. Lebih lanjut disebut bahwa kerajaan (H)Aru Balur ditaklukkan oleh Sultan Aceh pada tahun 1511 dalam rencana unifikasi Aceh hingga ke Melaka dan salah seorang rajanya clan Karo dan keturunan Hindu Tamil menjadi Islam bersama seluruh rakyatnya . Walau demikian. Diakui bahwa terdapat peninggalan di wilayah Teluk Aru.Beberapa peninggalan keramik dan tembikar berasal dari daerah Guangdong. kelompok ini mengklaim bahwa masyarakat Aru adalah masyarakat yang memiliki clan Karo dan didirikan oleh clan Kembaren. Negeri.”paparnya. dari utara ke selatan melalui gunung adalah: Buaya. penulis Karo seperti Brahmo Putro (1979) sependapat dan mengakui bahwa centrum kerajaan ini berpindah-pindah hingga ke Aceh. Edmund E. Disebutkan bahwa (H)Aru berada di Balur Lembah Gunung Seulawah di Aceh Besar sekarang yang pada awalnya juga telah banyak dihuni oleh orang Karo. Seperti diketahui bahwa jalur dari Karo plateau maupun hinterland menuju pantai timur.dapat dipastikan dari mana zaman kerajaan benda kuno tersebut berasal. maupun buli-buli tempat menyimpan minyak kamper. mulai tempayan. Wampu ke Bahorok. sangat dimungkinkan telah ada pemerintahan administratif berbentuk kerajaan di wilayah tersebut.”ungkapnya. Apa yang ditemukan masyarakat dan tim arkeologi membuktikan masih banyak peninggalan sejarah yang perlu terpendam. Deli Tua.dari penemuan yang mereka peroleh terdapat beberapa benda peninggalan dua dinasti di China. dan Jingdezhen. Karena itulah perlu ada ketegasan dari pemerintah untuk segera memugar tempat tersebut. Bekancan. McKinnon (Arkeolog Inggris) menolak apabila kawasan tersebut dinyatakan belum pernah diteliti sekaligus juga menolak apabila Teluk Aru disebut sebagai pusat kerajaan Aru. Berdasarkan logika. Minnan. ’’Saya yakin kami bisa menemukan prasasti sejarah jika dilakukan penelitian lebih lanjut. Keseluruhannya kami identifikasi dari Dinasti Song danYuan. ’’Kami menemukan beberapa peninggalan dari pengerukan Sungai Bedra tersebut. dan telah ada sebelum kesultanan Aceh pertama yakni Ali Mukhayat Syah pada tahun 1496-1528. jika terdapat pusat perdagangan. Namun. Namun. Teluk Aru telah diteliti pada tahun 1975-1976 dan hasilnya adalah ”Pulau Kompei”. yaitu Dinasti Song 1127–1279 masehi dan Yuan 1280–1360 masehi. maupun Barumun. Menurut dia. jika prasasti tersebut ditemukan.Namun. Sumber : Koran Sindo Menurut beberapa pendapat.Arkeolog dari Balai Besar Arkeologi Medan Eri Sudewo memaparkan.

nama ARU muncul pertama kalinya dalam catatan resmi Tiongkok pada saat ARU mengirimkan misi ke Tiongkok pada tahun 1282 pada era kepemimpinan Kublai-Khan. kuat dugaan bahwa centrum ARU yang telah terpengaruh Islam yang dimaksud pada laporan-laporan penulis Cina dan ”Sejarah Melayu” tersebut adalah Kota Rentang. Hal ini telah banyak dicatat oleh Lukman Sinar dalam jilid pertama bukunya dengan judul Sari Sedjarah Serdang (1986). Seperti yang dicatat dalam literature sejarah bahwa laskar Aceh tidak saja menyerang Kerajaan ARU tetapi juga Portugis dan kerajaan Johor yang merupakan sekutu ARU. maka centrum kerajaan ARU yang baru berpusat di Deli Tua (Old Deli) serta dipimpin oleh ratu ARU yang didukung oleh Portugis dan Kerajaan .dan bertugas sebagai Panglima Sultan Aceh di wilayah Batak Karo. Dengan demikian. Oleh karena itu. where she married the ruling Sultan who helped her oust the Acehnese and regain her kingdom”. yaitu: Sira Gajah Madapatih amangkubhumi tan ayun amuktia palapa. Dompo. Hal senada juga dikemukakan oleh Muh. ring Pahang. Menurutnya. Sunda. amun kalah ring Guran. Demikian pula penulis Melayu yang mengemukakan bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan Melayu yang sangat besar pada zamanya. Bukti-bukti ini telah menguatkan dugaan bahwa lokasi ARU berada di Kota Rentang sebelum jatuh ketangan Aceh. yang dimaksud oleh tulisan-tulisan tersebut adalah Kota Rentang karena berdasarkan bukti-bukti arkeologis serta carbon dating terhadap temuan keramik. ring Bali. Sebagai dampak serbuan yang terus menerus maka centrum ARU pindah ke Deli Tua yakni pada akhir abad ke-14. Berdasarkan literatur tersebut. “a sixteenth century account by the Portuguese writer Pinto states that Aru was conquered by the Acehnese in 1539 and recounts how the Queen of Aru made her way to Johor and the events that transpired thereafter”. Diyakini bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan yang besar dan kuat sehingga dianggap musuh oleh kerajaan Majapahit. Lukman Sinar dalam penjelasan lebih lanjut mengemukakan bahwa pusat kerajaan ARU adalah Deli Tua dan telah menganut Islam. Kemudian. Barangkali. samana isun amukti Palapa”. Sedangkan tanda-tanda ARU Deli Tua dinyatakan islam hampir tidak diketemukan selain sebuah meriam buatan Portugis bertuliskan aksara Arab dan Karo. dan pada permulaan abad ke-15 Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568) mulai berkuasa di Aceh. Tanjung Pura. berdasarkan laporan kunjungan admiral Cheng Ho yang mengunjungi Pasai pada tahun 1405-1407 menyebut bahwa nama raja ARU pada saat itu dituliskan So-Lo-Tan Hut-Sing (Sultan Husin) dan membayar upeti ke Tiongkok. ditemukannya batu kubur (nisan) yang terbuat dari batu Cadas (Volcanoic tuff) dengan ornamentasi Jawi dimana nisan sejenis banyak ditemukan di tanah Aceh. Demikian pula dalam buku ”Sejarah Melayu” yang banyak menyebut tentang kerajaan ARU. Benteng Putri Hijau Deli Tua Edmund Edwards McKinnon (2008) menulis ”Aru was attacked by Aceh and the ruler killed by subterfuge and treachery. His wife fled into the surrounding forest on the back of an elephant and eventually made her way to Johor. sejak kejatuhan ARU ketangan Aceh. Tumasik. Yamin dalam bukunya dengan judul ”Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara ”(2005). Hal ini dapat dibuktikan dari sumpah Amukti Palapa sebagaimana yang ditulis dalam kisah Pararaton (1966). Selanjutnya. Palembang. sira Gajah mada: ”Lamun awus kalah nusantara isun amuktia palapa. ring Seran. Demikian pula temuan berupa stonewares dan earthenwares ataupun mata uang yang berasal dari abad 13-14 yang banyak ditemukan dari Kota Rentang. dalam ”Sejarah Melayu” juga diceritakan suatu keadaan bahwa ARU telah berdiri sekurang-kurangnya telah berusia 100 tahun sebelum penyerbuan Iskandar Muda (1607-1636) pada tahun 1612 dan 1619. Pusat kerajaan ARU yang pertama ini adalah Kota Rentang dan telah terpengaruh Islam yang sesuai dengan buktibukti arkeologis yakni temuan nisan dengan ornamentasi Jawi yang percis sama dengan temuan di Aceh. Lagi pula. ring HARU. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa berdasarkan periodeisasinya maka kerajaan ARU berdiri pada awal abad ke-13 yakni pasca runtuhnya kerajaan NAGUR Batak Timur pada tahun 1285. lokasi kerajaanya tidak menetap akibat gempuran musuh terutama yang datangnya dari Aceh.

penguasa Portugis di Malaka tahun 1512-1515 bahwa ibukota (H)ARU berada di sungai ‘Panecitan’ (Lau Patani) yang dapat dilalui setelah lima hari pelayaran dari Malaka. yang dibeli dari seorang pelarian Portugis. Pada akhirnya pasukan Aceh melakukan taktik sogok yakni dengan memberikan uang emas kepada pengawal benteng. tetapi tetap gagal. Menurut catatan Pinto. menurut Lukman Sinar (1991) di Deli Tua pada tahun 1907 dijumpai guci yang berisi mata uang Aceh dan kini tersimpan di Museum Raffles Singapura. sehingga pasukan ARU berhamburan untuk mencari emas. Penyogokan pasukan ARU yang dilakukan oleh pasukan Aceh. (H)ARU mempunyai sebuah meriam besar. Akan tetapi di tengah meriam tersebut terdapat tulisan buatan Portugis. Temuan lainnya adalah berupa keramik dan tembikar yang pada umumnya percis sama dengan temuan di Kota Rentang. 1991). Pendapat yang mengemukakan bahwa ARU Deli Tua adalah Islam didasarkan pada temuan sebuah meriam bertuliskan Arab dengan bunyi: ’Sanat… alamat Balun Haru’ yang ditemukan oleh kontrolir Cats de Raet pada tahun 1868 di Deli Tua (Lukman Sinar. Gocah Pahlawan diangkat sebagai wali negeri Aceh di reruntuhan kerajaan ARU. Lagipula. keramik dan tembikar dapat ditemukan disembarang tempat disekitar lokasi benteng. Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa faktor serangan Aceh ke Deli Tua adalah akibat penolakan sang Putri untuk dinikahkan dengan Sultan Aceh. Akan tetapi. dimana masyarakat disekitar benteng masih kerap menemukanya. seperti yang telah disebutkan diatas bahwa ARU terdahulu ditaklukkan oleh laskar Aceh yang mengakibatkan berpindahnya ARU ke Deli Tua. Sedangkan nama ’Putri Hijau’ itu sendiri menurut McKinnon ada dikenal dalam cerita rakyat di India Selatan. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh pernah menyerang ARU Deli Tua dengan menyogok pengawal kerajaan dengan mata uang emas. ratu ARU inilah yang disebut sebagai Putri Hijau. dua kali serangan Aceh ke Deli Tua mengalami kegagalan. Akan tetapi. Menurut Pinto. dari bukti-bukti yang ada itu. Akhirnya permaisuri dengan sejumlah pengikutnya berlayar menuju Malaka dan menghadap kepada gubernur Portugis. Mengingat kuatnya benteng pertahanan ARU Deli Tua yang ditumbuhi bambu. Catatan resmi tentang benteng ini dapat diperoleh dari catatan P. Selanjutnya. Faktor penyebab serangan Aceh ke ARU yang berlangsung terus menerus adalah dalam rangka unifikasi kerajaan dalam genggaman kesultanan Aceh.Johor. Temuan keramik dan tembikar ini adalah barang bawaan dari Kota Rentang pada saat masyarakatnya mencari perlindungan dari serangan Aceh. Bukti-bukti peninggalan ARU Deli Tua adalah seperti benteng pertahanan (kombinasi alam dan bentukan manusia) yang masih bisa ditemukan hingga saat ini. Temuan lainnya adalah mata uang Aceh (Dirham) yang terbuat dari emas. Permaisuri kerajaan dengan laskar yang tersisa mencoba merebut Benteng. temuan berupa uang Aceh. Hal ini menjadi jelas bahwa hubungan diplomatik antara ARU dengan Aceh tidak pernah harmonis. ARU telah dikuasai oleh Aceh yang dipimpin oleh panglima Gocah Pahlawan. tidak diketahui secara jelas apakah ARU Deli Tua telah menganut Islam. Sultan Alauddin Riayatsyah II dan bersedia menikahinya apabila ARU dapat diselamatkan dari penguasaan Aceh.J. ARU Deli Tua pada masa pimpinan wali negeri Aceh ini menjadi cikal bakal kesultanan Deli yang . Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa pasukan Aceh menembakkan meriam berpeluru emas. Akhirnya permaisuri raja ARU menikah dengan raja Johor. Hal ini senada dengan tulisan Pinto bahwa ARU memiliki sebuah meriam yang besar. menjadi penyebab kehancuran kerajaan ARU Deli Tua. Dalam kisah Putri Hijau. sehingga menyulitkan serangan Aceh. Selanjutnya. Vet dalam bukunya Het Lanschap Deli op Sumatra (1866-1867) maupun Anderson pada tahun 1823 dimana digambarkan bahwa di Deli Tua terdapat benteng tua berbatu yang tingginya mencapai 30 kaki dan sesuai untuk pertahanan. Pinto juga mencatat bahwa raja (H)ARU sedang sibuk mempersiapkan kubu-kubu dan benteng-benteng dan letak istananya kira-kira satu kilometer kedalam benteng. Meriam inilah yang kemudian di sebut dalam kisah Putri Hijau ditembakkan secara terus menerus hingga puntung dan terbagi dua. Hingga saat ini. Tetapi ia tidak disambut dengan baik. Akhirnya permaisuri menjumpai Raja Johor.

Kuta Laksmana Mahmud. namun tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya. Muhammad Said dalam bukunya “Aceh Sepanjang Abad”. dalam bukunya “Karo dari Jaman ke Jaman” mengatakan bahwa pada abad 1 Masehi sudah ada kerajaan di Sumatera Utara yang rajanya bernama “Pa lagan”. dan lainnya. hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Brahma Putra. Eksistensi Kerajaan Haru-Karo Kerajaan Haru-Karo mulai menjadi kerajaan besar di Sumatera. Lokasi yang tepat berada diantara dua lembah serta dialiri oleh sungai. Johor. (D. pada masa kepemimpinan Iskandar Muda. Hal ini senada dengan pendapat Mohammad Said (1980) dimana peperangan yang terjadi pada masa sultan Iskandar Muda (1612-1619) tidaklah sehebat pertempuran pada masa Sultan Al-Kahar. Pada masa keemasannya. Sriwijaya. tidak terdapat suatu tulisan bahwa Melayu di pimpin oleh Sultan Perempuan. Kuta Binjei di Aceh Timur. SH: 2004) Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Oleh karenanya. Misalnya Kuta Raja (Sekarang Banda Aceh). musuh memerlukan energi yang cukup kuat untuk bisa sampai kepusat benteng. M. Menilik dari nama itu merupakan bahasa yang berasal dari suku Karo. Kuta Lubok. Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak.berkuasa pada tahun 1632-1653. kerajaan Haru-Karo mulai dari Aceh Besar hingga ke sungai Siak di Riau. nama ARU tidak pernah diberitakan lagi. Mungkinkah pada masa itu kerajaan haru sudah ada?. Temuan penting dari situs ini adalah ditemukannya benteng pertahanan yang terbuat secara alami maupun bentukan manusia. Kuta Alam. H. Benteng Putri Hijau yang terdapat di Deli Tua-Namu Rambe berdasarkan survei yang dilakukan oleh John Miksic (1979) luasnya adalah 1800 x 200 M2 atau 360 Ha. (bukan Iskandar Muda) pada tahun 1564. SH :2004) Kerajaan Haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit. Kuta Karang.(Darman Prinst.yaitu salah satu suku di Nusantara. Namun demikian. Letaknya percis diantarai dua lembah (splendid area) yang disebelah baratnya mengalir Lau Patani/Sungai Deli. Setelah diserang oleh laskar Aceh pada masa Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar yang berkuasa tahun 1537-1568. Lagi pula. (1981). menjadi alasan bahwa daerah tersebut sengaja dipilih untuk mengantisipasi serbuan musuh (Military Strategic Sistem). Eksistensi Haru-Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa nama desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan batak Karo. Blang Kejeren. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Kerajaan Haru identik dengan suku Karo. yakni musuh yang datang menyerang harus terlebih dahulu menyeberangi sungai. lagi pula pusat kerajaan selalu berada di tepi sungai mengingat pentingnya sungai sebagai jalur transportasi. Kuta Cane. Sementara itu. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Benteng ini termasuk dalam kategori local genius terutama dalam menghadapi musuh. Malaka dan Aceh. Serangan Aceh yang kedua ini adalah serangan yang terhebat dimana seluruh kerajaan ARU habis dibakar dan yang tersisa hanyalah Benteng yang masih eksis hingga sekarang.Prinst. kemudian mendaki lereng bukit (benteng alam) dan akhirnya sampai di benteng bentukan manusia. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Batak Karo ysng dalam . Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut.

Haru-Karo. Kecamatan Sunggal (Brahmana. dan lainnya. Entri ini ditulis oleh rapolo dan dikirimkan oleh Nopember 17. Tulis komen atau tinggalkan trackback: URL Trackback. seperti: Kaum Hindu. Akan tetapi bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional. Ginting. Karo sebagai wilayah adalah sebuah Kabupaten dengan luas wilayah 2. Kecamatan STM Hulu. MARGA SEMBIRING PADA MASYARAKAT KARO March 9. 1952:177-179). Kecamatan Sibolangit.25 Km2 atau 3. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. Kecamatan Patumbak. Di daerah tingkat II Dairi. Kecamatan Deli Tua. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Telusuri setiap komentar di sini dengan RSS feed kiriman ini. Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. Arab. Kecamatan Kuala.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara.bahasa Aceh disebut batak Karee. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang. Secara administrasi negara. masyarakat Karo tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. . Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang. Kecamatan Biru-Biru. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. 2008 by satya sembiring Oleh Pertampilan Sembiring Brahmana Pendahuluan Masyarakat Karo adalah salah satu etnis yang ada di Sumatera Utara. Karo dari Jaman ke Jaman. Etnis ini masuk ke dalam etnis Batak. di Kecamatan Tanah Pinem. Kecamatan STM Hilir. dan di daerah Aceh Tenggara (Prop NAD). Kecamatan Gunung Meriah. Di daerah-daerah ini banyak ditemukan masyarakat Karo. Kecamatan Kutalimbaru. Masyarakat Karo dan Hindu Dalam beberapa literatur tentang Karo. Kecamatan Bangun Purba. terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. etimologi Karo berasal dari kata Haru. Kecamatan Galang. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun. dalam bukunya “Karo Sepanjang Zaman” mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi “Kaum Lhee Reutoih” atau kaum tiga ratus. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. 2007 at 12:33 pm dan disimpan di bawah Eksistensi Kerajaan Haru-Karodengan pengait kata (tags) Brahma Putra. Tandai permalink.127. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Persia. Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. 1995:11). Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Kutabuluh. Brahma Putra. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Kecamatan Tanjong Morawa.

Tidak dapat disangkal. Sejak kapan resmi Sembiring menjadi bagian dari marga masyarakat Karo. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima (Marga yang lima). Marga Sembiring dan Keturunan Masyarakat Hindu Dari sekian banyak peninggalan Hindu yang terdapat pada masyarakat Karo. Kedatangan kelompok klen Karo-Karo. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). walaupun kebudayaan Hindu telah mengalami masa surut pada daerah di Indonesia akibat didesak oleh Islam dan Kristen. tidak diketahui pasti. seperti ke Deli Serdang. Kini hasil pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini. namun sisa-sisa keberadaannya yang bersifat monumental masih banyak ditemukan. boleh jadi terutama disebabkan terdesak oleh pedagang-pedagang Arab dengan Agama Islamnya. Sembiring berasal dari kata Si + e + mbiring. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Simalungun dan Dairi. Penyebaran atau kedatangan orang-orang Tamil ini diperkirakan tidak bersamaan waktunya. masih kokoh berdiri bangunan Candi. orang-orang yang berkulit hitam ini adalah orang Tamil atau Keling yang berasal dari Asia Selatan (India). Mbiring artinya hitam. bahasa maupun tatacara kehidupan masyarakat masih dapat ditemui pada kelompok-kelompok masyarakat Indonesia tertentu. Tarigan dan Perangin-Angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang. kondisi ini akhirnya. di Jawa maupun di daerah lainnya. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. Perangin-angin adalah petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. Ginting. barangkali yang keabadiannnya kelak melebihi usia bangunan Candi adalah marga yaitu marga Sembiring. Khusus pada masyarakat Karo. . karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. Boleh jadi setelah beberapa tahun atau puluhan tahun menetap di sekitar pantai Pulau Sumatera. Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Penyebarannya secara bergelombang. Tarigan dan Perangin-Angin. seperti agama Hindu. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di Dataran Tinggi. Di Sumatera. peninggalan Hindu yang paling monumental adalah marga yaitu marga Sembiring. tidak secara langsung. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali. Bagi penduduk Asia Tenggara. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. dalam bentuk fisik.Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617). sedangkan dalam bentuk nonfisik. Dairi Langkat. sebelum klen Karo-Karo. Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. kiranya cukup jelas bahwa yang dimaksud adalah segerombolan manusia yang berkulit hitam. Ginting. Mereka ini masuk ke dataran tinggi Karo. Tongging dan akhirnya sampai di Dataran Tinggi Karo. Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. Tetapi diperkirakan Sembiring ini adalah marga yang termuda dari lima cabang marga yang ada pada masyarakat Karo. Sembiring. Melihat makna kata Si e mbiring. Kedatangan mereka ke dataran tinggi Karo. Sembiring. Si e mbiring artinya yang ini hitam. akhirnya membuat klen pada masyarakat Karo semakin bertambah.

Menurut cerita-cerita dari tetua. Bekawar Sarinembah. Pandan. Paropo Pergendangen. Mereka disapa dengan si mbiring. Beganding Gurukinayan. Munte Seberaya. Perbesi. Rajaberneh. Pasirtengah 7 Meliala 8 9 Depari Pelawi 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 Maha Sinupayung Jumaraja. Perbesi. Akhirnya pengucapan si mbiring berubah menjadi Sembiring dan kemudian menjadi marga yang kedudukannya sama dengan marga yang lain. Perbesi. Paropo Seberaya. Adapun pembagian marga Sembiring. Perbaji. Tualang. Martelu. setelah resmi menjadi bagian dari masyarakat Karo adalah sebagai berikut N o 1 2 3 4 5 6 Sembiring Desa Asal (Kuta Kemulihen) Kembaren Sinulaki Keloko Pandia Gurukinayan Brahmana Samperaya. Liangmelas Silalahi. Seberaya Pandebayang Buluhnaman. Negeri Colia Kubucolia. Payung. akan tetapi ada pula yang memberikan hipotesa. penyebaran orang-orang Tamil ini akibat terdesak oleh pedagang-pedagang Arab (Islam) yang masuk dari Barus. Selandi. Perbesi Busok Kidupen. Munte Ajijahe. Gunungmeriah Rumah Kabanjahe. Gurusinga Tekang Kaban Muham Susuk. Orang-orang Tamil (+ pembauran) yang kalah bersaing ini lalu menyingkir ke pedalaman pulau Sumatera.Brahma Putro menyebutkan kedatangan orang Hindu ini ke pegunungan (Tanah Karo) di sekitar tahun l33l-l365 masehi. Lau Perimbon . Kandibata. salah satu daerah yang mereka datangi adalah Tanah Karo. Naman. kedatangan mereka di Tanah Karo diterima dengan baik. Limang. Mereka sampai di Karo disebabkan mengungsi karena kerajaan Haru Wampu tempat mereka berdiam selama ini diserang oleh Laskar Madjapahit. Kidupen.

Kelompok Sembiring ini juga memperabukan jenasah keluarga mereka yang meninggal dunia. Colia dari daerah Chola. Busok. Klen Sembiring pada masyarakat tersebut di atas berasal dari dua sumber. Pertumbuken Catatan: Desa asal ini dapat berarti desa yang dibangun atau didirikan oleh subklen marga tersebut. tetapi terletak dalam wilayah Batak yang lain. Demikian pula dengan Depari. atau desa awal yang mereka tempati sejak menjadi bagian dari masyarakat Karo atau desa asal mereka dari daerah luar budaya Karo. Juhar Bunu Aji Kutatengah. Pelawi. Aceh Tenggara dan sudah menjadi bagian dari masyarakat Alas. Mereka ini berpantang memakan daging anjing. Mereka ini tidak berpantang memakan daging anjing. Bunu Aji dan Busok. Sarintonu. Paropo. Meliala dari daerah Malaylam. Muham. tidak terletak dalam wilayah Kabupaten Karo. Kelompok ini sekarang berdomisili di Alas. Brahmana dari kelompok Pendeta Hindu. Bunu Aji. Sinupayung dan Bangko. Gurukinayan. kelompok Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung ini juga dilarang mengadakan perkawinan sesama mereka. Beganding Sinukapar Sidikalang. Tekang dan Kapur. Dijuluki Sembiring Singombak karena dahulu. Depari. Pandia. boleh mengadakan perkawinan sesama mereka di luar dari kelompoknya. diduga berasal dari nama daerah asal mereka di India. Sinulaki. tetapi abu jenasahnya mereka kubur. Saat ini pada umumnya kelompok marga Sembiring ini sudah memeluk agama Kristen atau Islam dan tidak lagi memperabukan jenasahnya seperti dahulu. Misalnya Sembiring Pandia diduga berasal dari daerah Pandya. Adapun penyebab lahirnya sub-sub marga ini beberapa diantaranya. sumber pertama yang berasal dari Hindu Tamil dan yang kedua berasal dari Kerajaan Pagarruyung. Namun kesembilan sub marga Sembiring yang terbagi ke dalam dua kelompok ini. Colia. Meliala. Beberapa desa asal ini seperti Silalahi. Khusus untuk Sembiring Bangko. sehingga mereka tidak boleh mengadakan perkawinan antar sesama mereka. apabila ada keluarga mereka yang meninggal dunia. Colia. Muham dari daerah Muoham. . Tekang dari daerah Teykaman. Bukan dibuang seperti yang dilakukan kelompok Sembiring Singombak. Sedangkan Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung terdiri dari lima sub marga yaitu Sembiring Kembaren. Kelompok Sembiring Brahmana. Keling. Pandia. mereka tidak mengubur jenasahnya tetapi memperabukannya (dibakar) dan abunya ditaburkan di Lau Biang (Sungai Wampu). Sama seperti kelompok Sembiring Singombak. Maha. Keloko. Pelawi. Gurukinayan dan Keling menganggap mereka seketurunan. mereka ini juga menganggap seketurunan dan pantang mengadakan perkawinan antar sesama mereka. seperti halnya para keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang menetap di Sumatera Barat sudah pula menjadi bagian dari masyarakat Minangkabau. Sembiring yang berasal dari Hindu Tamil disebut Sembiring Singombak. Sembiring Singombak ini terdiri dari 15 sub marga yaitu Brahmana.1 7 1 8 1 9 2 0 Sinukaban Tidak diketahui lagi desa asalnya Keling Rajaberneh. Pande Bayang.

Pandangan ini berasal dari kemiripan bentuk fisik orang Aceh saat ini dengan bangsa-bangsa yang disebut di atas. Manfaat Pengungkapan Histografi Tradisional Apa manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini? Manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini adalah untuk menunjukkan bahwa boleh jadi. malah banyak yang berkulit kuning langsat mirip bangsa lain seperti Cina. banyak yang . antara lain seperti yang terjadi pada masyarakat Karo. C (Campa). kasus yang sama dan hampir sama misalnya di Aceh. mereka akhirnya fasih berbahasa Karo dan diberi marga dan justru lebih Karo dari individu Karo sendiri. Jambi. Mereka adalah penduduk pendatang yang kemudian berbaur dengan penduduk setempat. yang akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo. Riau. Mereka yang mengidentifikasi kelompoknya sebagai etnis X. etnis Y tersebut pada hari ini. membaur yang akhirnya menjadi bagian etnis X. kelompok marga Sembiring dalam masyarakat Karo. apa yang kita klaim sebagai kemurnian etnis misalnya etnis X. Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. Di luar masyarakat Karo. tidak memitoskan asal usulnya seperti etnis atau kelompok marga lain. Misalnya Batak Toba. Penutup Dari uraian-uraian di atas. Artinya banyak dari mereka lebih memahami adat istiadat masyarakat Karo daripada individu Karo tersebut. tetapi dalam pengertian luas (lebih luas) bukan hanya yang terdapat pada masyarakat Karo saja. jelaslah bahwa orang-orang yang bermarga Sembiring pada masyarakat Karo pada mulanya bukanlah orang “Karo Asli”. yang ada di wilayah Indonesia. Dalam pengertian sempit Sembiring hanyalah yang terdapat dalam masyarakat Karo. Misalnya masyarakat Aceh yang tinggal di Kabupaten Aceh Besar. Di Sumatera Barat seperti keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang lain yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Minang. Banyak yang bermarga Sembiring tidak lagi berkulit Hitam seperti asal-usulnya. atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). apakah itu di Aceh yang sudah menjadi bagian dari masyarkat Aceh. bukanlah berasal dari klaim etnis yang murni. di Sumatera di luar masyarakat Karo yang sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat. Ciri-ciri utama yang kini masih dapat dikenali dari keturunan Hindu ini adalah marganya. Dari data sejarah etnis Aceh ada pandangan yang mengatakan Aceh itu adalah akronim dari A (Arab). tetapi semua keturunan yang berasal dari Asia Selatan yang sekarang sudah membaur dengan penduduk setempat. Di pedesaan Karo sekarang ini banyak penduduknya “bukan” lagi orang Karo tetapi sudah diisi dengan penduduk pendatang seperti dari Suku Jawa. atau yang mengusul asal usulnya dan berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana’a yang turun di wilayah Gomo (Nias). tetapi bila dilihat dari fisik atau warna kulit sudah semakin sulit. yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). Marganya mengingatkan kepada asal-usulnya. Burung Balam oleh subklen klen Tarigan.Dalam hal ini. Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem (totem yaitu kepercayaan adanya hubungan khusus antara sekelompok orang dengan binatang atau tanaman atau benda mati tertentu). etnis Y. etnis Y kini. oleh subklen Sebayang. dahulu kala sebenarnya boleh jadi berasal dari dukungan individu-individu etnis lain yang berasimiliasi. Anjing oleh subklen Sembiring Brahmana. E (Eropah – Portugis) dan H (Hindi – Hindu). Gejala-gejala seperti ini dapat disamakan dengan keadaan penduduk di pedesaan daerah Karo saat ini.

Putro. Jakarta: Bharata. 1986. 1986. 1987. untuk kelompok si elit atau mungkin aspirasi politik si elit di era otonomi daerah ini khususnya dalam kepentingan pilkada atau kepentingan lainnya yang bersifat merusak spirit multikulturalisme atau pluralisme bangsa yang sudah terbangun sejak dahulu kala. No. Brahmana. padahal dalam klaim itu ada spirit provokasi yang dilakukan oleh kalangan tertentu untuk kepentingannya apakah itu atas nama etnis untuk kepentingan diri si elit. Vol VII. Medan: Yayasan Massa. Karo Dari Jaman Ke Jaman I. M. Tarigan. Monografi Daerah Sumatera Utara. Hutauruk. Bunga Rampai Seminar Kebudayaan Karo Dan Kehidupan Masa Kini. Sejarah Ringkas Tapanuli: Suku Batak. ARTIKEL . Medan: Tenah. Medan: Ulamin Kisat. Bandung: Yirama. 2002. 2.com) Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Kebudayaan. Sebuah Sumbangan: Sejarah Batak Karo. Brahma. Inti Idayu Pers. Di Sumatera Barat. Sedangkan di luar Pulau Sumatera. Djalil. Denpasar 1. 1995. Manusia Batak Karo. dari Universitas Udayana Denpasar Tahun 1998 (kawarmedan@yahoo. Jakarta: Depdikbud. Sejarah dan Kebudayaan Karo. Sejarah Sebayang Mergana.bergelar Sayid atau Syarifah.H. Sebayang. Menelusuri Wilayah Bahasa Karo. Tambun. 1986. Yusuf. Medan. L. M. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1985. R. 1972. Brahmana. Tridah. pemahaman seperti ini sangat penting. Kini para pembauran tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat etnis tersebut. Bangun. Kepustakaan Anonim.S.K. Rakutta S. Perekat Hati Yang Tercabik. Neumann. Adat Istidat Karo. J. Darwan-Darwin. 2005 yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Unversitas Udayana. 1986. 1981. Masyarakat Betawi ada yang berasal dari keturunan bangsa Eropah (Portugis atau Belanda). masyarakat Aceh di Sigli (Pidie) dan Lhokseumawe (Aceh Utara) banyak yang mirip India (Tamil). Medan. Penulis adalah Magister Kajian Budaya dengan Pengkhususan Sistem Pengendalian Sosial. fisik mereka menyerupai orang Arab. Corat-Coret Budaya Karo. Jakarta: PT. misalnya masyarakat Betawi. agar kita sebagai individu atau sebagai kelompok tidak mudah terjebak dalam klaim kemurnian etnis. Sarjani (ed). Prinst. 1976. Masyarakat Lamno di Aceh Barat menyerupai orang Portugis. Banda Aceh-Yogya: Penerbit Yayasan Ulul Arham (YUA) dan Pustaka Pelajar. P. keturunan Raja Hindu Pagarruyung. Kesadaran. 1952. Djakarta: Balai Pustaka. sebelum Indonesia menjadi satu negara.

Daerah pantai terletak sepanjang pesisir timur dan barat dan bersambung dengan dataran rendah terutama di bagian timurnya.680 km2 dan terletak antara 1 dengan 4 lintang Utara dan antara 98 dengan 100 bujur timur. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. asal-usul suku di Sumatera Utara bervariasi. Anjing oleh subklen Brahmana. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Sembiring. Dengan kedatangan kelompok klen Karo-Karo. Mandailing dan Nias. Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. Toba dan Humbang merupakan dataran tinggi. penduduk asli Sumatera Utara ini berasal dari Hindia Belakang yang datang ke kawasan ini secara bertahap. Sembiring. karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. dengan mata pencaharian sehari-hari adalah bertani. oleh subklen Sebayang. petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. Tongging dan akhirnya sampai di dataran tinggi Karo. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima. kondisi ini akhirnya. dataran rendah. Tarigan dan Peranginangin. telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali. Ginting. Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem16. Dalam beberapa literatur tentang Karo. ada ditemukan mitos tentang asal usul etnis ini. Simalungun. Pesisir. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Dolok Simalungun dan Dairi.15:54 WIB Asal Usul Etnis dan Nama Karo Daerah Sumatera Utara terdiri dari daerah pantai. Pakpak Dairi. Burung Balam oleh subklen klen Tarigan. Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. Karo. Hal inilah maka kemudian corak ragam budaya penduduk pribumi Sumatera Utara ditemukan perbedaan-perbedaaan. tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada . Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617). sebelum klen Karo-Karo. Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. sedangkan pegunungan bukit barisan yang membujur di tengahtengah dari utara ke selatan merupakan daerah pegunungan. akhirnya membuat masyarakat Karo semakin banyak. Perangin-angin adalah 16 Totem yaitu kepercayaan akan adanya hubungan gaib antara sekelompok orang sesekali dengan seseorang . Dataran Karo. Batak Toba. Mitos ini tidak berkait erat dengan hal-hal yang sulit ditelusuri oleh akal seperti yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba).11 Juni 2006 . ada yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). etimologi Karo berasal dari kata Haru. atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). dataran tinggi dan pegunungan. ada yang berasal dari turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). Luas daerah Sumatera Utara sekitar 71.dengan segolongan binatang atau tanaman atau benda mati sebab dipercayai antara benda-benda itu dengan dirinya ada suatu hubungan yang erat dan sangat khusus. ada yang berasal dari lapisan yang paling indah yang disebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Ginting. atau yang mengusul asal usulnya dab berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Dalam masyarakat Karo pun. Penduduk pribumi Sumatera Utara terdiri dari suku Melayu. Berdasarkan perkiraan-perkiraan yang disusun para ahli. Berdasarkan mitos yang ada. Tarigan dan Perangin-angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang.

6. Pada tanggal 19 April 1912. Daerah Wilayah Budaya Masyarakat Karo Menurut Neumann (1972:8) wilayah Karo adalah suatu wilayah yang luas. yang terdiri dari kecamatan Serbanyaman. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. Pembagian ini bermotif kepentingan politik pemerintahan jajahan Belanda. 4. seperti ke Deli Serdang. Berdasarkan perkiraan Neumann dan Parlindungan di atas. Deli Serdang. Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. 2. wilayah budaya Karo pada zaman sebelum kedatangan Belanda sangat luas. Pak-Pak Dairi sampai Tanah Alas. 1. dengan memisahkan seluruh pantai Timur dengan Kabupaten Karo sekarang. kecamatan Sunggal dan kecamatan Delitua dimasukkan ke Kabupaten Deli Serdang. 7645. Kini pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini.masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. 100 meter di atas permukaan laut. 604) ditetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi. yang berbeda dengan Batak Toba. 3. Karo Dusun. wilayah Karo ini dibagi atas beberapa daerah.. wilayah ini terletak 1000 meter di atas permukaan laut yang mencakup di sekitar Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Bangsa Batak Karo berada di Langkat. telah ditetapkan pula batas antara Kabupaten Karo sekarang dengan Deli Hulu. 5.Batak Timur (?= Simalungun). Daerah ini boleh jadi mencakup Langkat. Pada tanggal 19 April 1912. 17. Pada tahun 1908 (stbl no. 1981). dimasukkan ke daerah tingkat II Kotamadya Medan. menetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun sekarang dengan memasukkan Urung Silima Kuta ke dalam daerah tingkat II Kabupaten Simalungun. Sementara itu Parlindungan (1964:495) membagi wilayah Karo menjadi dua bahagian yaitu Wilayah Karo Gunung. Wilayah ini berada di luar dari Wilayah Karo Gunung. dengan memasukkan daerah Karo Baluren. dengan besluit Goverment Bijblad No. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). yang terlepas dari perbedaan-perbedaan antar suku. Karo Bingei. sepanjang sungai renun kecamatan Tanah Pinem dan Kecamatan Lingga. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. dan Dataran Tinggi Karo sampai Tanah Alas (Propinsi Aceh = Aceh Tenggara). Namun setelah kedatangan Belanda (Putro. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di dataran tinggi. Batak Pak-Pak. Seluruh perpaduan suku-suku Batak Karo diikat oleh suatu dialek yang dapat dimengerti dimana-mana dan hampir tidak ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lain. Dairi Langkat. Deli Serdang. pemerintahan jajahan Belanda membagi daerah Karo dibagi menjadi 5 wilayah yang terdiri dari (1) Wilayah . yang terdiri dari kecamatan Selapian dan kecamatan Bahorok dimasukkan ke Kabupaten Langkat sekarang. Pada masa penjajahan Belanda. dengan besluit Goverment No. Karo Timur. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. yang menganggap dirinya termasuk ke dalam Batak Karo. dan wilayah Karo Dusun. Simalungun. masuk menjadi daerah Kabupaten Dairi. Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Merga dalam masyarakat Karo . 1995:11). Kabupaten Daerah tingkat Karo ini terletak pada kordinat 20 40' 30 10' LU dan 970 55' 980 38'. Kecamatan Kutabuluh. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. (4) Wilayah Barusjahe. Kecamatan Sunggal (Brahmana. bermukim di daerah pegunungan tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. dan di daerah Aceh Tenggara.127. Kecamatan Laubaleng. Kutabuluh. Kecamatan Tiga Binanga. Kecamatan Galang. dan (5) Wilayah Kutabuluh. Kecamatan Sibolangit. Kecamatan Payung. Kecamatan Merek. kini Kabupaten Karo dibagi atas 13 wilayah Kecamatan yang mencakup Kecamatan Barus Jahe. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun. Kecamatan Kutalimbaru. Kecamatan Deli Tua. Kecamatan Gunung Meriah. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang. Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. tutur siwaluh. Kecamatan STM Hulu. di kecamatan Tanah Pinem.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. Kecamatan Munte. Luas Kabupaten Tingkat II Karo 2. Di daerah tingkat II Dairi. terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. dan rakut sitelu. Kecamatan Tanjong Morawa. Kecamatan Simpang Empat. sedangkan untuk perempuan disebut beru. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Namun demikian bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional (kultural) tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. Marga atau dalam bahasa Karo disebut merga tersebut disebut untuk laki-laki.400 m di atas permukaan laut. Suhu udara di Kabupaten Tingkat II Karo antara 160 270 dengan kelembaban udara rata-rata 82%. Kecamatan Tiganderket. Indonesia. Kecamatan STM Hilir. Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. (2) Wilayah Sarinembah. Masing-masing wilayah ini terdiri dari beberapa desa. Ada sebagian dari suku ini tidak mau disebut etnis Batak karena mereka mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Secara administratif. Kecamatan Tigapanah Kecamatan Kabanjahe. Menganal lebih jauh Suku Karo di Sumatra Utara Suku Karo adalah salah satu suku yang berasal dari Sumatra Utara. batas-batasnya adalah: Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara dengan Langkat dan Deli Serdang Selatan dengan Dairi dan Danau Toba Timur dengan Simalungun dan Barat dengan Aceh Tenggara (Prop Aceh).Lingga. Kecamatan BiruBiru. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Masyarakat Karo mempunyai sistem marga (klan). (3) Wilayah Suka. Namun setelah Indonesia merdeka wilayah ini masuk menjadi bagian daerah tingkat II Kabupaten Karo yang dikepalai oleh seorang Bupati yang berkedudukan di Kabanjahe.25 Km2 atau 3. Kecamatan Brastagi. Kini yang masuk ke dalam daerah wilayah Karo secara politik adalah yang terletak dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Tingkat II Karo dengan ibukotanya berkedudukan di Kabanjahe. wilayah ini tidak mengalami perubahan. 1952:177-179). Pakaian adat suku ini didominasi dengan warna merah dan penuh dengan perhiasan emas. Pada masa Pemerintahan Jepang. Kecamatan Patumbak. Merga : Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima. Kecamatan Kuala. Kecamatan Bangun Purba. dan terletak pada ketinggian 140 m 1. Kecamatan Juhar dan Kecamatan Mardinding.

jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. sehingga dilarang melakukan perkawinan. karena tanpa kehadirannya dalam suatu . Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan. maka mereka disebut juga (b)ersenina. yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama. yang berarti marga yang lima. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok. Sipemeren. yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara. yaitu: kalimbubu. Peranginangin Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. Bagian ini didukung lagi oleh pihak sibaribanen. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga. anak beru.Anak beru ini terdiri lagi atas: anak beru tua. maka mereka disebut (b)ersenina. anak beru menteri Dalam pelaksanaan upacara adat. Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama. tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompokkelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan. maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat). dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti. karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya. Kalimbubu iperdemui. anak beru. Anak beru. kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi: Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua. berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. sembuyak. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu. yang berarti ikatan yang tiga. yaitu sebagai berikut: Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang. Rakut Sitelu : Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga). yaitu terdiri dari delapan golongan: puang kalimbubu. senina . adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. senina. kalimbubu. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Tarigan. Senina Sepengalon atau Sendalanen. Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. mereka disebut erturang. Sembuyak. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah. Anak beru tua adalah anak beru yang utama. yang disebut dengan merga silima. Ginting. yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama. demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama. Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo. Merga ayah juga merga anak. yang berhubungan dengan penuturan. Kalau laki-laki bermarga sama. anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan. berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu. dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. Jika A mempunyai anak. senina sepengalon/sendalanen. yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Sembiring. dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain. seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Kelima merga tersebut adalah: Karo-karo. secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan.terdiri dari lima kelompok. senina sipemeren. Senina. yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya).

Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk. dan Aceh pada sebuah pertalian. Gocoh Pahlawan meminang putri keturunan Karo dan mendirikan Kerajaan Deli di tempat yang sama. Medan. Berdasarkan catatan sejarah. yaitu anak berunya anak beru. Tanjung Balai.upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya. Melayu. mempunyai saudara perempuan Si B. Saat ini. Simalungun. setara dengan Kerajaan Pasai dan Malaka. Situs Sejarah yang Terlupakan [i][u]oleh: arbain rambey[/u][/i] SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang. yang membangun Istana Maimoen pada akhir abad ke19. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara). Asahan. yaitu anak berunya anak beru menteri. Karo. Ia adalah Panglima Perang Aceh yang ditempatkan di sekitar wilayah Kerajaan Haru. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Ada pula yang disebut anak beru singkuri. Sumatera Utara. Sultan pertama Kerajaan Deli yakni Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan. 6 April 2002. Pematang Siantar. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. yaitu Langkat. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama. Anak beru cekoh baka tutup. Tebing Tinggi. Istana itu bahkan masih berdiri megah hingga saat ini di tengah Kota Medan. Anak beru menteri. . Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata. yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Binjai. karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat. maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. dan Labuhan Batu. Salah satu Keturunan Gocah Pahlawan adalah Sultan Ma'moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. dan Deli bisa dilihat dari hal ini. Pertalian Aceh. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru. Penempatan tersebut dilakukan untuk meredam pemberontakan terhadap Kerajaan Aceh pada masa Raja Iskandar Muda. maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Sabtu. mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. pada abad ke-15. Setelah menguasai ibu kota Kerajaan Haru di Deli Tua. Karo. Kerajaan Haru itu termasuk salah satu kerajaan terbesar di Sumatera. Bujur Ras Mejuah juah/eddy surbakti DeliTua. di wilayah bekas Kerajaan Haru ini telah berdiri sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara bagian timur. Misalnya Si A seorang laki-laki. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo. antara lain wisata sejarah. Deli Serdang.

Setelah melalui jalan aspal beberapa saat. Lokasi bekas ibu kota Kerajaan Haru itu terletak sekitar lima kilometer dari Pasar Deli Tua Baru di Jalan Deli Tua. Situs itu kini hanya menyisakan gundukan tanah dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar empat meter sehingga membentuk parit-parit yang dalam dan panjang. letak gundukan tanah yang menghadap ke . puluhan orang bermalam di pancuran ini. Pada hari libur atau akhir pekan. Sumatera Utara. Mata air yang turun langsung dari bukit tersebut ditampung dalam sebuah bak tembok setinggi satu setengah meter. Air tersebut kemudian dikeluarkan melalui dua buah pipa plastik yang tidak pernah ditutup sehingga airnya yang jernih itu mengalir terus-menerus. Jadi. untuk mandi. Bukti bahwa gundukan tanah tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan jaman Kerajaan Haru adalah letak gundukan tanah itu yang mengelilingi tanah datar yang ada di atas bukit itu. semua pancuran air tersebut telah dibuat permanen. yaitu berasal dari tiga titik keluaran air. menyusuri pinggiran Sungai Deli dan menyeberangi sebuah jembatan gantung yang bergoyang saat dilewati. sering digunakan oleh penduduk di Kerajaan Haru. perjalanan ke situs itu kemudian dilanjutkan dengan melewati jalan berbatu dan sempit. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pancuranpancuran air tersebut. Cocok untuk trekking sambil berwisata. mulai dari raja hingga dayang-dayang kerajaan. sampailah kita pada jalan yang diberi nama Jalan Pancur Gading. Kabupaten Deli Serdang. Gundukan tanah tersebut dibangun sebagai benteng pertahanan Kerajaan Haru saat menghadapi serangan laskar Sultan Aceh Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat atau Sultan Alaiddin Riayat Shah Al Qahhar. Nama ini diberikan. Akan tetapi. seorang tokoh masyarakat Karo yang mengarang buku "Adat Karo". Dengan menaiki satu bukit lagi. Sementara. tidak ada peninggalan yang bisa kita rasakan saat ini. salah seorang penguasa terakhir Kerajaan Haru. Penduduk setempat mempercayai bahwa pancuran terbesar itu merupakan tempat Putri Hijau. sebab di sepanjang jalan tersebut akan ditemui dua dari sebelas pancuran air yang dikeramatkan penduduk setempat. Pancuran yang terbesar. KINI kita sudah dekat dengan situs sejarah peninggalan Kerajaan Haru. pada daerah yang udaranya masih bersih. "Orang Karo zaman dulu membangun rumah atau istana semata dari kayu. dulunya. sampailah kita di sana. Situs sejarah bekas Istana Kerajaan Haru berada dekat dengan pancuran yang kedua itu. Kini. jangan membayangkan akan menjumpai runtuhan istana atau serakan batu candi misalnya. Usai melewati jembatan gantung." kata Darwan Perangin-angin. terletak setelah kita melewati pancuran pertama yang berada di pangkal Jalan Pancur Gading. Tepat di atas tanah datar itulah tempat Istana Kerajaan Haru dan permukiman penduduk Kampung Deli Tua dulu berada.MENJELAJAHI situs Kerajaan Haru adalah sebuah keasyikan tersendiri.

000 segramnya. terasa betul betapa kuat dan strategisnya lokasi Istana Haru terhadap serangan musuh mana pun. yang diperoleh mereka secara lisan turun-temurun dari orang tuanya. Kampung Deli Tua. MASIH ada hal lebih menarik untuk kita telusuri. Ngirim Ginting juga mempunyai pengalaman sama. sedangkan peluru-peluru timah itu ia lebur dan dijadikan sebagai vas bunga di rumahnya. di Kabupaten Deli Serdang. dan dengarkan berbagai ceritera menarik dari penduduk. Sarung keris berlapis emas itu kemudian ia jual ke Pasar Deli Tua Baru." kata lelaki kelahiran tahun 1931 itu menambahkan. Bukti bahwa peristiwa penyebaran uang logam tersebut terjadi bisa kita dapatkan dari ceritera para penduduk di sini.arah Sungai Deli dimaksudkan untuk menangkal serangan dari musuh yang masuk lewat laut melalui aliran Sungai Deli. Di sekitar sini juga pernah ditemukan patung naga terbuat dari emas dan pada bagian matanya dari berlian. Tapi. Legenda rakyat yang berkembang tentang Kerajaan Haru. memperoleh penguatan dari bukti-bukti yang ditemukan oleh penduduk Kampung Deli Tua itu sendiri.000. Uang-uang emas itu ia temukan di sekitar pekarangan rumahnya pada sekitar tahun 1970. serta beberapa peluru timah berbentuk bulat. . hanya saja benda bersejarah yang ditemukannya berbeda. Sekarang saya tidak menyimpan satu pun. seperti Putri Hijau yang mempunyai dua orang saudara yang berubah wujud menjadi naga dan meriam puntung. sudah diamankan polisi saat itu juga. hanya Nambun yang masih menyimpan ceriteraceritera legenda. satunya masih laku Rp 4. misalnya dari kisah mata uang dirham (deraham dalam bahasa Karo). "Saya jual sarung keris itu waktu harga emas masih Rp 2. yang berbentuk logam dan konon yang terbuat dari emas. Sekitar abad ke-15. Dengan berada di situs bekas Istana Haru. Bukan hanya Nambun. pada beberapa bagian. Maka. Kisah tentang kemenangan laskar dari Sultan Aceh dalam perang melawan Kerajaan Haru. Perjalanan dilanjutkan ke permukiman penduduk yang terdekat dengan situs sejarah ibu kota Deli Tua tersebut. Ngirim menceritakan bahwa ia pernah menemukan sarung keris yang terbuat dari emas. Sebagai bagian yang menyatu dengan bekas reruntuhan ibu kota Kerajaan Haru. Nambun mengatakan sudah pernah menemukan lima keping uang logam emas yang dipercaya pernah digunakan oleh pasukan Kerajaan Aceh tersebut. yang masih tertinggal di dusun ini hanyalah ceritera-ceritera legenda yang dimiliki oleh hanya sebagian penduduknya. yaitu Dusun 1. mampirlah ke sebuah kedai kopi di sana. kampung ini merupakan ibu kota Kerajaan Haru dengan nama yang sama yakni Deli Tua. "Sudah saya jual. Waktu itu. kita merasakan betul bahwa lokasi istana itu sangatlah strategis. Uang logam emas bertuliskan huruf Arab tersebut digunakan pasukan Aceh untuk memancing pasukan Haru keluar dari bentengnya. Dengan membayangkan bahwa keliling istana itu dulu dikelilingi pohon bambu. Di kampung tersebut. sekitar 10 tahun lalu. misalnya dari Nambun Sembiring Milala (71).

mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa uang logam tersebut bernilai sejarah yang tinggi.: “Negarakertagama” mengenai penjajahan Majapahit juga menaklukkan “Haru” (lihat benteng Lalang Kota Jawa dipinggir Sei. 1310 M. Satu-satunya penduduk yang masih menyimpan uang logam tersebut adalah seorang ibu. Namun. 1292 M. 1290 M. dan segera akan terlupakan.Meriam Puntung Sunday. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah uang emas tipis seperti itu mampu mengungkapkan jati diri dan sejarah keluarganya. kini mulai digali. penduduk dusun yang sama.: Fadiullah bin Abd. Ia hanya mengetahui bahwa uang logam tersebut terbuat dari emas 24 karat dan bernilai uang jika dijual. Kadir Rasyiduddin dalam “Jamiul Tawarikh”. Penduduk setempat menyebut kaligrafi itu sebagai tulisan berbahasa Aceh. . 1365 M. Uang emas berdiameter kurang dari satu sentimeter itu ditunjukkannya kepada Kompas untuk difoto. 08 June 2008 02:28 WIB Catatan Tuanku Luckman Sinar Basarshah-II WASPADA ONLINE SEJARAH kerajaan –kerajaan di Sumatera Timur. Laksemana Zeng He (Cheng Ho) membawa Raja Haru Sultan Husin menghadap Kaisar Cina Yung Lo. Haru pulih perdagangannya kembali. baik Nambun maupun Ngirim mengakui.Hampir semua penduduk di sini pernah menemukan uang logam emas Deraham itu. (Sultan Malikussaleh wafat 1292 M). tapi pasti dijual. penulis ingin memaparkan sedikit tentang keberadaan sejarah tersebut yang dikutip dari referensi atau buku-buku yang ada di perpustakaan pribadi penulis. Terakhir masih ada yang menemukannya tahun kemarin. Namun. Berikut ini. "Mereka juga tidak mengerti bahwa selama ini rumah yang mereka diami berada di sebuah bekas ibu kota kerajaan besar di zaman dahulu. Selain Kota Cona Haru mempunyai juga Bandar di Medina (=Medan) menurut Laksemana Turki Ali Celebi 1554 M." kata Ngirim. Berhiaskan kaligrafi dalam huruf Arab dan ukiran berbentuk bulat di sekeliling pinggiran lingkarannya. Data Sejarah Haru-Deli Tua-Puteri Hijau. uang dirham itu memang tampak sangat tua.: “Pararaton” tentang Expedisi Pamalayu Kartanegara (Jawa Timur) juga menyebut menaklukkan “Haru Yang Bermusuhan”. yang enggan disebut namanya. Mereka tidak sadar bahwa dusun tempat mereka tinggal adalah sebuah situs sejarah yang mengenaskan karena tidak tersentuh usaha perlindungan sejarah. Deli (John Anderson1823). : “Hikayat Raja-raja Pasai” menulis Haru diIslamkan oleh Nakhoda Ismail (Malabar) dan Fakir Muhammad (Madinah) sebelum mereka ke Samudera-Pasai. 1412 M. sejauh itu referensi sejarah tersebut masih kurang atau sangat kurang sehingga kita kekurangan bahan untuk membicarakannya.: Armada China pp." ujar Darwan.

Raja Imperium Melayu Riau-Johor.Meriam puntung moncongnya di Sukanalu. 1423. Deli ke Sei. 1421.Belawan s/d batas Temiang) dan HARU (Sei. . : “Sejarah Melayu” (Variant Version) menceritakan ketika Sultan Mahmud Melaka terusir Portugis 1511 M.) 1588 M. 1521 M.Nama Pembesar HARU : Serbanyaman.Benteng di kepung 6 hari (Pinto.Sultan Haru Ali Boncar kepalanya dibawa ke Aceh (Pinto) . Hadramaut. : Menurut Pinto : Permaisuri Haru minta bantuan Sultan Aluddin Riayatsyah-II (Imperium Riau-Johor) di Bintan dan lalu kawin dengannya.Dikalangan pasukan Aceh tewas Raja Alamsjah (menantu Sultan Saidi Mukammil) dan dia adalah ayah dari Sultan Iskandar Muda. Raja Purba. .Raja Mansyursyah dimakamkan di “Kandang Medan” (Makam Keramat di Sukamulia Medan ?). HPH) . . Batu (Batak?) Hulu dikatan Hilir”. Laksemana Hang Nadim dengan 400 kapal perang mendarat di HARU dan menghancurkan tentera pendudukan Aceh disana. bila bersatu kembali pertanda Deli makmur (HPH). .Rokan). .Nama Raja Haru Maharaja Diraja bin Sultan Sujak asal dari “yang turun dari batu (Batak?) Hilir dikatakan Hulu. . dan menetap di Bintan. .Sultan Johor kirim surat kepada Sultan Aceh dari markasnya di “Siberaya Quendu” mengingatkan Haru sudah ditangannya (menurut Pinto.: Armada Zeng He membawa Raja Haru Tuanku Alamsjah dengan misi dagang ke Cina. Turki bahkan orang Belanda anak buah De Houtman yang ditawan). Raja Kembat yang berbau Karo. .Meriam besar yang bertahan (Pinto.Sultan Aceh mengangkat cucunya SULTAN ABDULLAH menjadi Raja Haru (ia kemudian tewas ketika Aceh menyerang Portugis di Melaka).Puteri Hijau = Permaisuri Anche Sini (Anggi Sini?) yang cantik menurut Pinto berlayar ke Melaka minta bantuan Gubernur Portugis (Menurut HPH ia naik Naga Ular Simangombus (Perahu berkepala Naga?). . : “Sejarah Melayu” Bab-24 menulis : . .HARU dianggap setara dengan Melaka dan Pasai . . Sultan Aluddin Riayatsyah-III (alias RAJA RADEN) lari dari markasnya di “Melaka Muda” (Gedong Johor Medan?) menuju pelabuhan Kuala Tanjung naik lancang kuning “Seri Paduka” . 1599-1603 M. 1540 M. Meriam Puntung di halaman Istana Maimoon. .Armada Johor pp. HPH bendera Biru) Aceh menyogok uang emas (Pinto.Haru berada sekarang dibawah kekuasaan Imperium Melayu Riau-Johor. Sultan Aceh Alaidin Riayatsyah-II (Saidi Mukammil) menyerang Haru yang dipertahankan oleh Panglima Guri Merah Miru.1419.Haru dipecah dua bagian yaitu : Guru (dari Sei. : Haru melepaskan diri dari Aceh (Laporan dari Laksemana Perancis Beauleu dan Van Warwyk Belanda). 1471-1488 M. diceritakan oleh orang Portugis Ferdinand Mendes Pinto dan juga “Hikayat Puteri Hijo” dari Siberaya (lihat Middendorp). (Hikayat Aceh). HPH adiknya Meriam Puntung) Bantuan Portugis senjata (Pinto. : Sultan Aceh Al Qahhar berhasil merebut Haru kembali dari tangan Johor.Aceh mempergunakan bantuan perajurit asing (Gujarat. itu menurut Pinto. Merah Miru telah menabalkan Sultan Imperium Melayu Riau-Johor bernama Sultan Alauddin Riayatsyah-III menjadi Sultan Haru/Guri. Malabar. 1431 M. 1539 M. : Penyerangan Sultan Aceh Alaidin Riayatsjah-I bilad Mahkota Alam (alias Al Qahhar) ke Haru. Mungkin asal Batak jadi Islam (masuk Melayu). Sultan Husin dari Haru berkunjung kesana dan kawin dengan Tun Puteh puteri Sultan Mahmud dan ribuan orang Melayu Johor/Riau turut mengantar tinggal di HARU. HPH) .

4. 13. “Hikayat Puteri Hijo” di Siberaya (lihat Middendorp) sama orangnya dengan Permaisuri Haru ANCHE SINI (Anggi Sini?) menurut Pinto. 2. 12. Ada ditemukan oleh Kontelir Belanda di Deli di sungai Deli dekat benteng Deli Tua sebuah meriam lela yang ada tulisan “Sanat……. lalu pergi ke Bintan.Deli dan Sei. Peta-peta kuno asing : Langenes 1598. Babura). 1612 M. Dia akhirnya berhasil mengikat kerjasama dengan Raja Urung Sunggal. 1613-1642 M. Petani/Sei. : Sultan Iskandar Muda Aceh menugaskan panglimanya Tuanku Gocah Pahlawan menindas pemberontakkan Deli Tua itu. Raja Urung XII Kuta Hamparan Perak. Ulama Aceh Ar Raniri dalam “Bustanussalatin”(1640 M) menyatakan bahwa GURI itu dahulu bernama HARU. 11. Peta Cina “Wu-pei-Shih” (1433 M) menurut Giles 3° 47’ Lintang Utara dan 98° 41’ Lintang Timur terletak didepan Kuala Deli. Menurut Pinto Permaisuri Haru berlayar naik perahu (berkepala Naga?) ke Melaka minta bantuan Portugis tetapi tidak berhasil. : Haru berganti nama dengan GURI dan berganti nama pula dengan Deli. Ada bantuan senjata Portugis (Pinto) = Tentera bendera Biru” (HPH). M. Polepon 1622. yaitu diseberang Pulau Sembilan (Perak). Banyak wanita dan pengiringnya serta harta benda yang tertinggal dan ditawan oleh Aceh (lihat kuburan tua dan benteng dipertemuan Sei. Deli terus ke Selat Melaka tinggal di bawah laut dekat Pulau Berhala (HPH). Meriam lela itu kini ada di Museum Pusat Jakarta. 7. Ada sogokan uang emas oleh pasukan Aceh sehingga benteng DeliTua kosong (Pinto = HPH). Kerajaan Deli berpusat di Deli Tua ini adalah Rajanya Suku Karo merga Karo Sekali dan rakyatnya Suku HARU (lihat keterangan Kejeruan Senembah 1879 kepada Residen Belanda tentang asalnya Si Mblang Pinggol dan Sawid Deli.03 Balon Haru”(Jika 1103 H = 1539 M. Demikianlah. Pinto) pusat Haru di sungai “Paneticao” (Sei. Ditemukan banyak mata uang emas Aceh di benteng Puteri Hijau. masa penyerangan Sultan Aceh Al Qahhar ke Haru. 3. Itinerario 1598 dan lain-lain peta Portugis dan Perancis menunjuk Gori (Guri) = DELI. Haru punya MERIAM BESAR di beli dari Pasai (Pinto) = Meriam Puntung adik Puteri Hijau (HPH) 6. Dimanakah Pusat Kerajaan Haru? 1. Makam Tuanku Gocah Pahlawan ada di Batu Jergok (Deli-Tua). Deli (lihat laporan JOHN ANDERSON 1823). Sumber Portugis (F.kembali ke Johor Lama. Dalam Pasar Malam Agustus 1908 di Medan oleh Sultan Deli dipamerkan intan berlian yang dapat di gali di Gedung Johor Medan. Raja Urung Sukapiring dan Raja Urung Senembah sehingga dia lalu diangkat oleh Sultan Iskandar Muda Aceh sebagai Wakil Sultan Aceh di Deli. 5. 9. Kerajaan Deli Suku Karo di Deli Tua itu terus menerus menentang dan berontak terhadap penjajahan ACEH. 10. Deli). Semoga tulisan atau data-data singkat ini dapat menjadi acuan kita dalam membicarakan sejarah kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur. “Negarakertagama” (1365 M) = Lalang Kota Jawa dimana pernah tinggal 5000 pasukan Jawa dipinggir Sei. 8. . Puteri Hijau selamat dilarikan adiknya Ular Simangombus via Sei. Markas Sultan Imperium Melayu Riau-Johor Sultan Alauddin RiayatsyahII di Haru (1540 M) ialah di “Siberaya Qendu”.

khususnya Sumatera Utara. aneka keramik yang ditemukan paling banyak berasal dari Dinasti Yuan abad ke-13-14. Adapun batu nisan yang ditemukan di lokasi bergaya Islam bertuliskan syahadat tanpa ada angka tahun. Selain itu ada keramik dari Dinasti Ming abad ke-15. Aru berbatasan dengan Bukit Barisan. catatan atau rekord tentang Kerajaan Aru sangat terbatas sekali. dan Amerika Serikat menemukan situs Kota Rantang yang terletak di Kec. Jika benar. Nani H Wibisono dalam salah satu media Jakarta terbitan 24 April 2008 mengatakan. dan dengan kondisi angin yang baik dapat dicapai selama 3 hari. Di sebelah selatan. dan keramik Khmer abad ke12.G. Untuk sampai ke Kerajaan Aru. keramik Thailand abad ke-14-16.V. Koordinator kegiatan penggalian situs. potongan kayu bekas kapal. Semua sumber China itu mengarahkan bahwa lokasi Kerajaan Aru itu berada di daerah Sumatera Utara. Singapura. di sebelah barat bertetangga dengan Sumentala (Samudera Pasai) dan di sebelah timur berbatasan dengan tanah datar. 2008 by kapasmerah Oleh: Suprayitno PADA April 2008. dan dapat ditempuh dengan perahu selama 3 hari 3 malam dari Melaka dengan kondisi angin yang baik. Yang menarik dari komentar para ahli sejarah dan arkeologi tentang temuan itu adalah.H. di sebelah utara dengan Laut. Samudera Pasai sudah jelas terbukti berdasarkan bukti arekologi berupa makam Sultan Malik Al-Saleh posisinya . batu bata dan nisan. Kerajaan Aru Dimanakah lokasi Kerajaan Aru dan benarkah Kerajaan Aru itu wujud dalam sejarah Indonesia. Temuan itu berupa keramik. Sementara menurut Sejarah Dinasti Ming (1368-1643) Buku 325 disebutkan bahwa lokasi Kerajaan Aru dekat dengan Kerajaan Melaka. Pertanyaannya: benarkah demikian? Bagaimanakah temuan-temuan di lokasi tersebut berkaitan dengan Kerajaan Aru. siapakah nama rajanya. A. Sebagaimana diketahui. Gilles sebagaimana dikutip J.Kota Rantang dan Hubungannya Dengan Kerajaan Aru Posted on Mei 21. Deli Serdang. Menurut Ma Huan dalam Ying Yai Sheng Lan (1416) di Kerajaan Aru terdapat sebuah muara sungai yang dikenal dengan “fresh water estuary”. Hamparan Perak. dan bisa dipahami oleh publik secara logik? Tulisan singkat ini berupaya menjawab soalan itu berdasarkan batu nisan Aceh yang berada di situs Kota Rantang. keramik Vietnam abad ke-14-16. Temuan situs Kota Rantang kembali mengingatkan kita kepada temuan situs Kota China di Labuhan Deli yang ditemukan pada tahun 1970-an. Dalam Hsingcha Shenglan (1426) disebutkan lokasi Kerajaan Aru berseberangan dengan Pulau Sembilan (wilayah pantai Negeri Perak. Pertanyaan ini penting untuk dijelaskan lebih awal sebagai entri point untuk menjelaskan isu tersebut diatas. karena sebelah barat Aru disebutkan adalah Samudera Pasai. temuan di kedua situs itu selalu dihubungkaitkan dengan keberadaan Kerajaan Aru. Tim Peneliti Gabungan dari Indonesia. Oleh karena itu Gilles menegaskan bahwa lokasi Aru berada di sekitar Belawan (3o 47` U 98o 41` T) wilayah Deli Pantai Timur Sumatera. Mills menyatakan “fresh water estuary” adalah muara Sungai Deli. bagaimanakah kehidupan sosial-ekonomi penduduk dan hasil bumi negeri itu. dibutuhkan pelayaran dari Melaka selama 4 hari 4 malam dengan kondisi angin yang baik. Malaysia).14. keramik Burma abad ke-14-16.

Penguasa. dan lainlainnya sebagaimana disebutkan di awal tulisan ini belum dapat dijadikan bukti yang kuat. apakah di sekitar Muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat) atau di sekitar Belawan. Aru menyerang Pasai karena Raja Pasai menghina utusan Raja Aru yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Pasai. khususnya bekas istana. maka pusat Kerajaan Aru memang berada di muara-muara sungai tersebut. Sungai Deli. yakni berhadapan dengan Pulau Sembilan di Pantai Perak Malaysia. bagi orang-orang Karo untuk berniaga. Namun. sekaligus bermigrasi ke pesisir pantai Sumatera Timur/Selat Melaka. merupakan nama yang mirip dengan nama-nama Karo. lokasi pusat Kerajaan Aru yang disebutkan dalam sumber China itu memang belum dapat dikenali pasti karena. Sesuai dengan sistem transportasi zaman dahulu yang masih bertumpu kepada jalur sungai. pada sekitar abad ke-15 M wilayah Kerajaan Aru meliputi seluruh Pesisir Timur Sumatera dari Tamiang sampai ke Rokan dan bahkan sampai ke Mandailing dan Barus. Groeneveldt (1960:95) menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. Jika begitu yang boleh kita pastikan adalah wilayah Kerajaan Aru berada di sebagian Pantai Timur Sumatera yang sekarang menjadi wilayah Provinsi Sumatera Utara. seperti Serbanyaman Raja Purba dan Raja Kembat dan nama Aru atau Haru juga dapat dikaitkan dengan Karo. ada beberapa sungai besar yang bermuara ke Selat Melaka. Misalnya Sungai Barumun.Luckman Sinar (2007) menjelaskan bahwa Batu Hilir maksudnya adalah Batak Hilir dan Batu Hulu adalah Batak Hulu. belum ditemukan. setidaknya sebelum penjajah Belanda membangun jalan raya pada awal abad ke-20. maka di sepanjang pantai Sumatera Timur. Dalam konteks ini. dapat kita pastikan bahwa bandar-bandar perdagangan yang sering berfungsi sebagai pusat sebuah kekuasaan politik (kerajaan) pastilah berada di sekitar muara sungai. Siam dan lain-lain. dan Sungai Bedera. putra Sultan Sujak “…yang turun daripada Batu Hilir di kota Hulu. makam-makam diraja Aru dsb. apalagi dihubungkaitkan dengan beberapa temuan-temuan arkeologis di Kota Rantang dan Labuhan Deli. Dalam sejarah Melayu. secara pasti belum dapat ditetapkan. Dua sungai yang disebut terakhir ini bermuara ke Belawan dan sekitarnya (Hamparan Perak). Namun. seperti nama Serbayaman Raja Purba. Hasil-hasil penggalian di kota China (Labuhan Deli) dan Kota Rantang sementara hanya membuktikan bahwa wilayah itu merupakan wilayah ekonomi yang penting sebagai tempat aktifitas perdagangan dengan para pedagang asing dari China. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat). Tetapi hingga hari ini didaerah itu belum ada ditemukan bukti-bukti arkeologis yang dapat mendukung pernyataan tersebut. bukti-bukti pendukung lainnya. sehingga yang tepat adalah “…yang turun daripada Batak Hilir di kota Hulu. Dua lokasi tempat ditemukannya sisa-sisa keramik China. Siapakah penguasa Kerajaan Aru? Dalam Sejarah Melayu karya Tun Sri Lanang (1612) disebutkan bahwa Kerajaan Aru pada periode 1477-1488 dipimpin oleh Maharaja Diraja. ada disebutkan tentang nama-nama pembesar Aru yang erat kaitannya dengan nama-nama/marga orang Karo. Sebagaimana kita ketahui di Deli Hulu ada . Memang apabila ditarik garis lurus dari Pulau Sembilan menyeberangi Selat Melaka akan bertemu dengan Teluk Haru yang terletak di Muara Sungai Wampu. Sungai Wampu. Raja Kembat. Batak Hulu. Ada beberapa pendapat tentang lokasi Kerajaan Aru. Jika informasi ini dikaitkan. di kota Hilir. Menurut beliau ada kesalahan tulis antara wau pada akhir “batu” dengan kaf. Tiga buah sungai yang disebutkan terakhir itu juga merupakan jalur lalulintas penting sepanjang sejarah. nisan. Pendapat terakhir ini tampaknya sesuai dengan keterangan geografi dari salah satu sumber China di atas.berada di daerah antara Sungai Jambu Air (Krueng Jambu Aye) dengan Sungai Pasai (Krueng Pase) di Aceh Utara. Jika demikian tampaknya pendapat Gilles lebih masuk akal. Dari nama-nama pembesar-pembesar Haru yang disebut dalam Sejarah Melayu. T. Batu Hulu di kota Hilir”. Dalam Atlas Sejarah karya Muhammad Yamin.

1960: 94-96). Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke-13. maksudnya belum ada temuan berupa batu nisan atau mata uang yang memuat nama tersebut. Namun nama itu secara arkeologis hingga hari ini belum dapat dibuktikan. Keduanya merupakan pendakwah dari Madinah dan Malabar. sementara bagian atas terbuka. Disebutkan. Sebutan Maharaja Diraja adalah sebuah gelar bagi seorang raja. Hasil-hasil bumi negeri itu mereka barter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. sebagaimana beberapa utusannya telah sampai ke Tiongkok. Dengan demikian hanya itulah nama-nama yang tercatat sebagai penguasa Aru. dan kunjungan Marcopolo ke Samudera Pasai tahun 1293. Inderagiri. Sultan Husin pernah datang ke Kampar bersama-sama dengan Raja-raja Melayu lainnya seperti Siak. maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa.L. Lhok Seumawe yang bertarikh 1270-1297. dan hasil bumi Kerajaan Aru sama dengan Kerajaan Melaka. yang merupakan nama salah satu Raja Urung Melayu di Deli yang berasal dari Suku Karo. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. bahasa. adat penguburan mayat. pada 1419 anak Raja Aru bernama Tuan A-lasa mengirim utusan ke negeri China untuk membawa upeti. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan data arkeologis berupa batu nisan Sultan Malikus Saleh di Geudong. Sinar. Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi.Nama tokoh inipun sukar mencari pembenarannya karena tidak ada sumber bandingannya dan apakah padanannya dalam bahasa Melayu atau Indonesia. Singosari berusaha menghempang kuasa Kaisar Kubilai Khan dengan melakukan ekspedisi Pamalayu tahun 1292 untuk membangun aliansi melawan Kaisar China. (Groeneveldt. pertukangan. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan dalam Sejarah Melayu. 24 April 2008). kain sutera. Sosial Ekonomi Bagaimanakah keadaan sosial-ekonomi penduduk Aru? Raja Aru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain. Samudera dan Jawa. kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. Sulutang Hutsin adalah sebutan orang China untuk mengucapkan nama Sultan Husin. Berdasarkan keterangan itu dapat dikatakan bahwa nama Sultan Husin sebagaimana disebut dalam catatan China dan Sejarah Melayu secara historis dapat dibenarkan. Namun demikian. Kerajaan Aru telah terwujud pada abad ke-13. 1976 dan McKinnon dalam Kompas. manik-manik dan lain-lain. disebutkan. dapat dipastikan agama Islam telah sampai ke Aru paling tidak sejak abad ke-13. Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam.Tetapi nama tokoh Maharaja Diraja anak Sultan Sujak masih perlu diperbandingkan dengan sumber lain untuk membuktikan kebenarannya. Sumber-sumber China menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. Kedua sumber itu sudah valid dan kredibel. Rokan dan Jambi atas undangan Sultan Mahmud Shah yang ketika itu sudah membangun basis pertahanan di Kampar karena Melaka sudah dikuasai Portugis untuk membangun aliansi Melayu melawan Portugis.daerah bernama Urung Serbayaman. Ketika itu telah muncul Kerajaan Singosari di Jawa yang berusaha mendominasi wilayah perdagangan di sekitar Selat Malaka (Asia Tenggara). sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). Oleh karena itu. bebek. nama Sulutang Hutsin yang disebutkan dalam catatan Dinasti Ming dapat dianggap benar karena dapat diperbandingkan dengan Sejarah Melayu. Nama Sultan Husin juga telah disebutsebut dalam Sejarah Melayu. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. bukan nama sebenarnya dan apakah Maharaja Diraja adalah Raja Aru yang pertama atau apakah itu gelar dari Sultan Sujak? Kedua pertanyaan ini sukar untuk memastikannya. yaitu pertama di tahun 1282 dan 1290 pada zaman pemerintahan Kubilai Khan (T. kambing. Mereka juga berternak unggas. Dalam catatan Dinasti Ming. yang juga mengislamkan Merah Silu. Negeri-negeri Melayu dipaksa . yaitu sebagai penguasa Aru sekaligus menantu Sultan Mahmud Shah (Raja Melaka) yang terakhir 1488-1528. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu (maksudnya mungkin susu kambing).

Aru berhasil dikuasai Aceh dan Sultan Abdullah ditempatkan sebagai Wakil Kerajaan Aceh di Aru. Setelah itu tidak ada lagi utusan Raja Aru yang dikirim untuk membawa persembahan kepada Kaisar China. Mengikut pendapat Selamat Mulyana. 1423. 2007: 164). Hanya negeri yang merdeka saja yang berhak mengirim utusan ke negeri China untuk menyampaikan upeti atau persembahan/surat kepada Kaisar China. Sultan Haru (Sultan Husin) dinikahkan dengan putri sultan Mahmud Shah pada tahun 1520 M.Said. Semua utusan dari Aru yang datang ke Melaka harus disambut dengan upacara kebesaran kerajaan. sebagaimana telah disebut dalam Sejarah Melayu. sebagaimana disebutkan dalam Negara Kertagama karangan Prapanca bahwa Harw (Aru) kemudian menjadi daerah vasal (bawahan) Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-14. masih perlu dikaji lebih teliti dengan memerlukan banyak bukti. Munculnya utusan-utusan dari Kerajaan Aru pada 1419. Pero de Faria. mata uang (siling) dan juga uang kertas. Pasukan Aceh yang pada tahun 1524 berhasil mengusir Portugis dari Pidi dan Pasai kemudian menguber sisa-sisa pasukan Portugis yang lari ke Aru. Akan tetapi hubungan Aru dengan Melaka tetap harmonis. Tamiang. Ratu Aru melarikan diri ke Melaka untuk meminta perlindungan kepada Gubernur Portugis. Hal ini dapat dipahami karena Aru pada pertengahan abad ke-15 sudah ditundukkan Melaka dibawah Sultan Mansyur Shah melaui perkawinan politik. Kampar. termasuk juga Rokan. Memasuki abad ke-15 Haru tampaknya mulai muncul menjadi kerajaan terbesar di Sumatera dan ingin menguasai lalu lintas perdagangan di Selat Melaka. Oleh karena itu dapat dipastikan Kerajaan Aru pada abad ke-15 adalah negeri yang merdeka dan berusaha pula untuk mendominasi perdagangan di sekitar Selat Melaka. Minggu. Sultan Haru datang membantu Melaka.tunduk dibawah kuasa Singosari. Namun benarkah istananya terdapat disekitar Belawan (Muara Sungai Deli) atau di Muara Sungai Barumun di Padang Lawas. Pasai. Menurut Sejarah Melayu (cerita ke-13). Singosari berhasil membangun aliansi melalui perkawinan politik. Kekuatan Aru juga dilirik oleh Portugis untuk dijadikan sekutu melawan Melaka. Aru menjadi bandar perdagangan yang penting di mata kaisar China. 1421. Kerajaan Aru menjadi medan pertempuran antara Portugis (penguasa Melaka) dan Aceh. Oleh karena itu. dan 1431 di istana Kaisar China dan kunjungan Laksamana Cheng Ho yang muslim itu membuktikan pernyataan itu. seperti Melayu (Jambi) dan Aru/Haru. kebesaran Kerajaan Haru sebanding dengan Melaka dan Pasai. Sementara dengan Champa. Haru berusaha menguasai Pasai dan menyerang Melaka berkali-kali. Pada saat Sultan Melaka (Sultan Mahmud Shah) diserang oleh Portugis dan mengungsi di Bintan. Sebab engkai. Kaisar China membalas pemberian raja Aru dengan memberikan hadiah berupa kain sutera. 18 Mei 2008 00:59 WIB Catatan: orang dalam foto bukan si penulis. Kerajaan Aru diserang Aceh sebanyak dua kali yakni pada bulan Januari dan November 1539. Siak. (M. Perlak. jelas Kerajaan Aru memang pernah wujud di Pantai Timur Sumatera paling tidak sejak abad ke 13 hingga awal abad ke-16. sehingga masing-masing menyebut dirinya “adinda”. (wns) sumber: WASPADA ONLINE. Dengan bukti-bukti itu secara tertulis. Kandis dan Madahaling. sebenarnya orang dalam foto tak ada urusan dgn tulisan ini. tergejap nge tuhu kuakap ibas kegeluhenta makana mbue nge usur perbahanen jelma sienterem . Utusan Aru yang datang ke Istana China terakhir tahun 1431. Banyak orang dari Johor dan Bintan mengiringi putri Sultan Melaka itu ke Aru. (1981:18) bahwa negeri-negeri di Asia Tenggara yang mengirim utusan ke China dipandang sebagai negeri merdeka. Memasuki abad ke16 M. hanya agaknya beliau cuma ingin numpang nampang Ertoto kita gelahna pendahin enda banci ilakoken.

Situs Putri Hijau terletak di Kecamatan Namorambe. 2009 02:20:01 Topik: [tanahkaro] Penelitian Besar Kerajaan Aru Digelar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar penelitian besar mengenai situs Putri Hijau.. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan membebaskan kawasan ini dari kepemilikan pribadi atau bisnis. situs ini pernah menjadi benteng pertahanan Putri Hijau yang juga pembesar kerajaan. 16 April. Peneliti dari National University of Singapore.. Pada akhir keruntuhan Aru. ”Tahap pertama kami perlu mengetahui dasar ilmiah letak situs Kerajaan Aru. salah satu jejak Kerajaan Aru.com> Kepada: infok. Tapi aminna gia bage kita kerinana ula megelut ukur.@yahoogroups.” tutur Kepala Bidang Kebudayaan dan Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deli Serdang Dani Hepianto.. Selasa (14/4) di Medan. dan Universitas Sumatera Utara (USU). penelitian ini melibatkan Balai Arkeologi Nasional (pusat). Universitas Negeri Medan (Unimed). Peninggalan yang masih tersisa adalah pancuran mandi Putri Hijau. Penelitian ini digelar pemerintah setempat untuk menyelamatkan situs dari kerusakan lebih parah. Balai Arkeologi Medan.@yahoogroups. tempat ini menjadi salah satu pusat kerajaan. Penelitian ini merupakan penelitian resmi kedua di situs Putri Hijau. tanahkaro@yahoogroups. Dani mengatakan. Gentar tempa ia adina sejarah e ituriken uga situhuna. meriam puntung (disimpan di . Mejuah-Juah! ________________________________ Dari: Alexander Firdaust <daustco. ula nembeh.. merawa tapi tetap kita mereken 'extra joss' man kerinana pihak sierkepentingen gelahna sura-sura simejile e tangkel.” tutur Dani. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Aceh-Sumut. juga siap bergabung dalam kegiatan ini. Situs ini merupakan salah satu situs yang diduga pusat Kerajaan Aru. komunitask. Lokasi penelitian mengacu pada penelitian yang pernah dilakukan oleh BP3 Aceh-Sumut pada 20-25 Oktober lalu.@yahoo. Pada masa pemerintahan Kerajaan Aru abad ke-11 sampai ke-16. Selanjutnya. Melalui dasar penelitian ini. ”Kami belum pernah menerima informasi resmi dari pihak yang berkepentingan tentang hasil penelitian di situs ini. Kabupaten Deli Serdang.'mbuniken' kerna Aru e. Edward E McKinnon.com. kami akan menerbitkan peraturan daerah tentang cagar budaya.com.com Terkirim: Kamis.. Maju peradaban Karo ras Indonesia..

Sumber: http://oase. Di dua tempat ini belum banyak dilakukan penelitian oleh pemangku kepentingan. pecahan kaca.Aru. tim BP3 Aceh-Sumut menemukan fakta penting. Situs ini sebelumnya menjadi sorotan pada akhir tahun 2008 karena ada pembangunan perumahan di lokasi tersebut. jejak Kerajaan Aru juga ditemukan di situs Kota Cina. Selain situs Putri Hijau. kalah . dan Situs Kota Rantang. Besar. Sudah saatnya penelitian serius mengenai situs ini digelar. Gratis. Langkah Pemkab Deli Serdang perlu menjadi teladan bagi daerah lain untuk menyelamatkan situs sejarah. tuturnya. Lucas berharap agar tidak ada perdebatan lagi mengenai letak situs Putri Hijau yang sesungguhnya. dan peralatan batu manusia prasejarah. besi bakar sisa perajin besi kuno. Kepala Balai Arkeologi Medan Lucas P Kustoro menyambut baik penelitian yang berlangsung pekan depan ini. peluru logam yang diduga dari tentara Turki. Digelar Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community Lebih aman saat online. Situs ini. pecahan gerabah. Hamparan Perak (Deli Serdang). Dapatkan IE8 di sini! http://downloads. Di delapan kotak eskavasi tim menemukan pecahan keramik China dari Dinasti Ming abad ke-15 sampai ke-17.com/ read/xml/ 2009/04/16/ 01095375/ Penelitian. Medan). penting artinya bagi penelusuran sejarah kehidupan manusia masa lampau di Sumut. ”Kami belum pernah mendapat masukan dari pihak berkepentingan mengenai situs ini. Pengembang perumahan. kompas.Istana Maimon. merasa tidak bersalah karena tidak ada informasi mengenai adanya situs.” tuturnya. yaitu Perusahaan Umum (Perum) Perumnas. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Dia mengatakan. sebelum pemerintah membebaskan kawasan ini sebagai cagar budaya perlu landasan yang kuat. Penelitian pertama pada Oktober lalu.com/id/internetexplorer/ 000 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. dan gundukan tanah di sekitar Sungai Petani yang diduga sebagai benteng pertahanan.yahoo. Medan Marelan (Medan).

pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka)." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. sejarah Melayu. Namun demikian. Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam . Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". Tuanku Luckman Sinar. Muangthai. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut." katanya. Srilangka. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. Barumun dan bahkan di Deli Tua. kemudian di Lingga. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. Dr Phill Ichwan. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. mengatakan. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan sejumlah literatur. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. jelasnya. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia.pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. Singosari dan Sriwijaya. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China.

kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian. Naniek H Wibisono. Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. Dr Phill Ichwan. tembikar. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". keramik yang berasal dari China. sisa-sisa tulang. Melalui keramik. Menurut dia.mengirim misi ke Cina. 23 Agustus 2008 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru 2." tambahnya. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Singosari dan Sriwijaya. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka)." katanya. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. 4. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). katanya. "Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. 3. . Muangthai. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. Sri Langka maupun Burma. damar dan batu nisan. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. artefak batu. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. sejarah Melayu. baik secara lokal maupun interlokal. Selain itu. mata uang." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). antara lain Kota Cina. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. katanya.

aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Barumun dan bahkan di Deli Tua. Namun demikian. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. 9." katanya. 11. kemudian di Lingga. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. Berdasarkan sejumlah literatur. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian.Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M.Terbesar 12. 8.Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. 18. Naniek H Wibisono.Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. Tuanku Luckman Sinar. Muangthai.Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan ArabMelayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). 6. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. Kabupaten Deli Serdang. 10. jelasnya.Menurut dia. . pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindah-pindah. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. 13.Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. 15. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia.5. 16. mengatakan. 14.Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. 17. 7. Srilangka.

Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya."Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisir-pedalaman." tambahnya. Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas). 23. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. damar dan batu nisan.H Neumann menduga. dan mereka disebut Karo Sekali (asli). Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan. Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. mata uang. dan bahkan sampai ke Siak. Seperti telah disinggung sebelumnya. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. katanya. Sri Langka maupun Burma. dan kampung-kampung ditinggalkan.Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. Barus. Ada juga yang . Di dataran tinggi Karo. 22. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai. di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). yang menurut suku Karo. katanya. pada awal abad ke-17.Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. 24. karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. sisa-sisa tulang. antara lain Kota Cina. yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). sehingga bandar-bandar hancur. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua)." katanya. 21. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar. baik secara lokal maupun interlokal. Muangthai. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. Kemungkinan lain ialah. Yaitu. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung. dan juga dari Lehe (Dairi). Selain itu.Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. Lingga dan Sitepu. Mereka inilah (yang Islam).Melalui keramik. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. itu bukan asli Karo. artefak batu. Mereka menuju ke utara. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. keramik yang berasal dari China. tembikar. sehingga dinamakan Karo-karo. Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo.19. 20. masuk Bahorok di Langkat. J. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba.

terus ke Tanah Alas. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana, Meliala, Depari dan lainnya), yang juga melalui jalan tadi, agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi, maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Merga-merga ini sangat sedikit, dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka, adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar. Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah, yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. Selain faktor kesuburan dataran rendah, juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo, terutama yang masih lajang, atau kalah perang dan harus mengungsi. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi, marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu, di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. Lalu di suatu tempat yang baik, mereka membuka kediaman yang baru, yang disebut ‘Dagang’. Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya, lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu, seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal, Hamparan Perak (XII Kuta), Sukapiring dan Senembah. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta, dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung, maka masing-masing marga mengepalai satu komplek, yang disebut kesain dari kampung itu. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja, dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. Penghulu tidak memerintah sendiri-sendiri, tetapi didampingi: 1. 2. 3. 4. 5. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa)

Jadi, ‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung), adalah republik-republik kecil. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk, maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. Karena itu,

jika ada perkara dan penduduknya kurang puas, bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal, Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring, dibagi lagi atas 2 wilayah ; 1. Sinuan Bunga, (dimana kapas ditanam). Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. 2. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam), ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. Jadi, daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a. Kampung – kampung (kuta) b. Urung (Perbapaan) c. Hoofd-Perbapaan d. Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu, tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham), telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur, tanggal 4 Maret 1946. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. Singkatnya, isi dokumen itu adalah sebagai berikut; RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. Dari perkawinan ini, lahirlah dua orang putera, masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita, yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa, dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). Sesampainya di sana, salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. Turunan suku Karo di XII Kuta, asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. Setelah perpisahan ini, Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. Disana ia memperoleh 3 orang anak. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini, sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Dan yang tertua bernama Patimpus, yang tak mau menjadi raja, namun suka merantau menambah ilmu, sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. Si Raja Hita meninggal. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung Pekan. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing, dan menetap sementara di sana. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. Benara, yang mendirikan kampung Benara 2. Kuluhu, yang mendirikan kampung Kuluhu 3. Batu, yang mendirikan kampung Batu 4. Salahan, yang mendirikan kampung Salahan 5. Paropa, yang mendirikan kampung Paropa 6. Liang, yang mendirikan kampung Liang 7. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing. Tiada berapa lama kemudian, terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. Ketika ia menuju Kaban, sampailah ia di Aji Jahe, yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu, sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu

dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). Tiada berapa lama, terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. Setelah diperoleh perdamaian, maka ia dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahir pula dua orang putera, yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji), dan Si Raja Hita, yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu). Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe, terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun, dinamakan Datuk Kota Bangun, sangat luar biasa tinggi ilmunya. Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya, lalu pergi ke arah hilir, dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. Dia menetap di sana selama 3 bulan. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing, akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul, akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya ; “… serupa juga aku di sini atau di sana, sebab kita punya tanah sampai ke laut, aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam, tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya, masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun, dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. Raja ini memiliki seorang putri yang cantik, kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. Guru Pa Timpus lalu sakit hati, kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri, maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. Tiada beberapa lama, Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung, lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya, masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). Saat berumur 7 dan 8 tahun, anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini, maka dibuatlah pesta yang besar, dengan mengundang kerabat yang dari gunung. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja, sedangkan Hafidz Tua dan Hafidz Muda sudah dewasa pula, maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya, lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung, yang kemudian disebut dengan Sukapiring, diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya, dan berpusat di Durian Sukapiring, setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. Atas nasihat Datuk Kota Bangun, maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh. Sesampai di sana, oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. Kemudian mereka pulang ke Medan. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening, lalu meninggal dunia, dan dimakamkan di sana. Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja, maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. Daerah yang dihuni oleh masyarakat Karo sebelum kedatangan pemerintah kolonial Belanda ke Sumatera Timur sangatlah luas. Mereka menganggap

dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka dan tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun. Selanjutnya, walaupun mereka tinggal di sekitar wilayah pegunungan, namun karena dipaksa oleh situasi kebutuhan hidup, masyarakat ini mulai mencari hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah pantai. Sebab, sebagai mahluk manusia, mereka tidak dapat melepaskan diri akan kebutuhan garam bagi tubuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagian dari mereka mulai turun menyusuri wilayah pegunungan menuju pantai dataran rendah melakukan perdagangan dengan cara barter. Dari pegunungan, mereka membawa sejumlah barang yang akan dibarter, dan sebaliknya, dari pantai mereka lalu mudik kembali ke dataran tinggi memikul garam untuk kebutuhan masyarakat di pegunungan. Kemudian, secara evolusi, karena jauhnya perjalanan, akhirnya sebahagian dari masyarakat ini mulai menetap di dataran rendah sambil berdagang, menanam lada dan tembakau Lambat laun, suku Karo semakin berkembang dan wilayah domisili mereka juga semakin bertambah luas. Hampir separuh daerah yang dulu dikenal Sumatera Timur, yaitu membentang dari Tamiang ( perbatasan Aceh ) sampai kerajaan Siak. Adapun tempat-tempat yang didiami oleh orang Karo membentang dari Sipispis disekitar Tebing Tinggi sebelah utara menyelusuri pantai sampai di Langkat, kemudian daerah selatan kearah Tanah Karo sekarang, dan Tiga Lingga ( Kabupaten Dairi sekarang ) terus ke Simalungun atas dan menyambung lagi ke Sipispis. Karena memiliki jiwa petualang yang agresif, suku Karo berkembang lebih lanjut sampai Aceh Tengah, terbukti dari kenyataan bahwa suku-suku di daerah Takengon, Blangkejeren, dan Alas masih memakai marga yang sama dengan suku Karo. Terutama di Aceh Tenggara atau Tanah Alas, selain persamaan bahasa yang masih komunikatif dengan Karo, juga masih banyak persamaan marga. Sampai sekarang apabila ada acara adat, hubungan keluarga antara etnis masih saling kunjung-mengunjungi. Gambaran tentang daerah domisili masyarakat Karo dapat pula dilihat seperti apa yang dilukiskan oleh J.H. Neuman dibawah ini : ‘Wilayah yang didiami oleh suku Karo dibatasi sebelah Timur oleh pinggir jalan yang memisahkan dataran tinggi dari Serdang. Di sebelah Selatan kirakira dibatasi oleh sungai Biang ( yang diberi nama sungai Wampu, apabila memasuki Langkat ), disebelah Barat dibatasi oleh gunung Sinabung dan disebelah Utara wilayah itu meluas sampai ke dataran rendah Deli dan Serdang.” Dalam gambaran luasnya, domisili masyarakat Karo ini memang tidak dapat pula dibantah, bahwa ada beberapa bahagian di daerah pantai yang dihuni oleh penduduk Melayu. Namun demikian, kedua suku bangsa ini hidup berdampingan, dan lebih jauh lagi saling berbaur atau berakulturasi diantara sesamanya. Setelah Belanda melaksanakan strategi politik pax Neerlandica dan misi pentration pasifique- nya, kepedalaman dan dataran tinggi Karo, maka wilayah Sumatera Timur yang hampir separuh dihuni oleh suku Karo, semakin dipersempit dan diciutkan oleh strategi politik devide et impera Belanda. Daerah –daerah yang dihuni oleh orang Karo seperti Simalungun Atas, masuk daerah Simalungun, Alas dimasukkan ke Aceh, Langkat Hilir masuk kerajaan Langkat, Deli Hilir dan Hulu menjadi wilayah Sultan Deli, Tiga Lingga masuk Tapanuli, sedangkan sekitar Bangun Purba, Lubuk Pakam dan Sipispis masuk kewilayah Sultan Serdang. Dataran tinggi Karo yang sebenarnya sebagi sentrum budaya ini, menjadi daerah yang paling kecil. Demikian juga jumlah penduduknya sangat sedikit dibandingkan dengan yang bermukim diluar tanah Karo Bentuk dataran tinggi Karo menyerupai sebuah kuali yang sangat besar karena dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian 140 s/d 1400 m di atas permukaan laut, terhampar di panggung Bukit Barisan serta terletak pada koordinat 20500L.U, 30190L.S, 970 550-980380 B.T diantara gununggunungnya yang terkenal adalah: disebelah Utara adalah Gunung Barus,

Karena penataan struktur pemerintahan yang dilakukan pemerintah Belanda di Sumatera Timur. dan turun di pantai Timur Sumatera untuk menanam lada.700 orang. berakhir bulan Januari dan musim hujan kedua dari bulan Maret sampai Mei setiap tahunnya. Lebih jauh digambarkan bahwa dalam kebiasaan menghemat dan keinginan mengumpulkan uang. Pasca revolusi. Di bagian lainnya tanah ini bercampur dengan bahan yang berasal dari letusan gunung Toba dizaman dulu. jumlah penduduk Kabupaten Karo. Sesuai dengan keadaan alamnya. Pada tahun 1930 populasi mereka bertambah menjadi 84. berkisar antara 160 s/d 270 C dengan kelembaban udara rata-rata 28%. Secara singkat kekayaan lahan dataran tinggi karo merupakan perpaduan dari faktor luasnya. yaitu masyarakat Karo. Sibayak. berdasarkan hasil sensus yang dilakukan pemerintah Indonesia pada tahun 1961. Keadaan tanah berbukit-bukit serta diselang selingi oleh lembah dan padang rumput. bahwa sebagian besar tanah di dataran tinggi ini terdiri dari tanah debu hitam-Andosol-sebagai hasil letusan kompleks gunung api Sibayak dan Sinabung di masa lalu.462. sensus ini tidak lagi memuat data penduduk berdasarkan kelompok etnis. dengan curah hujan pertahun antara 1000 s/d 4000 mm. kentang dan lainnya. maka. palawija. Oleh karena itu tidak mengherankan jika lingkungan yang sangat subur ini dimanfaatkan oleh masyarakatnya untuk bertani. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. sehingga secara pasti jumlah mereka tidak diketahui. dan hanya kembali sekali dalam setahun untuk beberapa hari dengan membawa hasil pekerjaannya. dua diantaranya masih aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Musim hujan lebih panjang dibanding kemarau dengan perbandingan 9:3. jumlah mereka diketahui lagi secara pasti. Wilayah Sumatera Timur yang hampir sepertiga luasnya dihuni masyarakat ini.568.429 orang. Faktor-faktor inilah yang menunjukkan dataran tinggi Karo menjadi pusat produksi holtikultura. Awal musim hujan bulan Agustus. populasinya adalah sebanyak 145. cengkeh. Hal inilah . dataran tinggi Karo menjadi sebuah kabupaten. wilayah dataran tinggi Karo dijadikan dengan Simalungun menjadi sebuah afdeling Simalungun en Karolanden. Tanah inilah yang cocok sekali untuk jeruk. mata pencaharian utama dari masyarakat Karo umumnya adalah bertani atau bercocok tanam. dan Tanah Karo yang terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana. Memang jika dibandingkan dengan luas domisili dan pemukiman masyarakat Karo sebelum kolonialisme Belanda masuk Sumatera Timur. Suatu anugrah Tuhan. dan hampir semua penduduknya bersifat homogen.3 km. orang Karo mempunyai persamaan dengan orang-orang Cina. Penduduknya berdasarkan sensus yang pernah dilakukan pemerintah Belanda tahu 1920 berjumlah 74. Hampir lima puluh persen mereka berada di luar sentrum budayanya. dataran tinggi sangatlah kecil. Bagaimana ketangguhan mereka hidup sebagai petani. letak yang dekat ke Medan. disebelah selatan terdapat Gunung Sibuaten. berjumlah 147. kesuburannya. jauh sebelumnya telah diuraikan oleh Anderson. Dari semua pegunungan itu. Zat belerang yang dihembuskan oleh angin dari kedua gunung berapi tadi mengakibatkan tanah disekitarnya menjadi subur. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa masyarakat Karo lebih banyak berdomisili di luar dataran tinggi Karo. RESTRUKTURISASI POLITIK DAN PEMERINTAHAN Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. Suhu udara di dataran tinggi Karo sangat sejuk. Simole dan Sinabung. ini dapat dilihat dalam statistik penduduk Sumatera Timur pada tahun 1930. Bagi mereka adalah biasa meninggalkan anak dan istri di pegunungan. Tetapi setelah kemerdekaan Indonesia. dan luaslah seluruh wilayahnya berkisar 2127.Pinto. Sedangkan dalam statistik jumlah penduduk yang dilakukan pemerintah pada tahun 1961.

3. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo. Belanda menata pemerintahan dan struktur politik lokal selalu dengan cara menanamkan kemungkinan-kemungkinan perpecahan atau devide et impera. maupun jaringan keamanannya. kehadiran para zendeling. perluasan wilayah ini erat kaitannya dengan tuntutan swasta untuk meluaskan jaringan eksploitasi. Dan yang berada di Bangun Purba serta kawasan Sipispis ditetapkan menjadi penduduk Sultan Serdang. dataran tinggi Karo sendiri dibagi menjadi lima landschap. Selain itu. tiap-tiap Landschapen dibagi pula atas beberapa urung yang membawahi beberapa buah desa atau kuta. dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Landschap Barusjahe terdiri dari dua urung: ➢ Urung Si enem Kuta berkedudukan di Sukanalu ➢ Urung Si Pitu Kuta berkedudukan di Barusjahe 4. Akhirnya. Sedangkan yang bermukin di sekitar Tigalingga. Langkat Hilir dan Langkat Hulu. politis. ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Suka berkedudukan di Suka Sukapiring berkedudukan di Seberaya Ajinembah berkedudukan di Ajinembah Tongging berkedudukan di Tongging Sepulu Dua Kuta berkedudukan di Kabanjahe Telu Kuru berkedudukan di Lingga Tiga Pancur berkedudukan di Tiga pancur Empat Teran berkedudukan di Lingga Tiganderket berkedudukan di Tiganderket 2. yang masing-masing dipimpin oleh seorang zelfbestuur dalam satu onder afdeling. menjadi kaula Sultan Langkat. 4. Landschap Lingga terdiri dari lima urung: 3. menjadi wilayah paling kecil dengan penduduk minoritas disbanding tempat lain. Pengaruh pietisme Barat. Demikian juga ke Karo. motivasi utamanya melancarkan perluasan wilayah ini adalah untuk keamanan investor perkebunan swasta di Sumatera Timur. masuk wilayah Tapanuli. Landschap Suka terdiri dari empat urung: 1. masuk wilayah Aceh. geopolitis. Landschap Sarinembah terdiri dari empat urung: ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung sepulu pitu kuta berkedudukan di Kabanjahe perbesi berkedudukan di Sembelang Juhar berkedudukan di Juhar Kutabangun berkedudukan di Kutabangun . Dalam melaksanakan politik pasifikasinya dan untuk menguasai daerahdaerah tertentu. Sedangkan mereka yang bermukim di Deli Hulu dan Deli Hilir menjadi penduduk Sultan Deli. baik dari sudut kultural. Kelima Landschapen tersebut adalah Landschap Suka Landschap Lingga Landschap Barusjahe Landschape Sarinembah Landschap Kuta Buluh Selanjutnya.yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain. 2. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. Masyarakat Karo yang berada di Tanah Alas. berarti Belanda berhasil memecah belah pemukiman masyarakat Karo yang sebelumnyabegitu luas. historis. Ditetapkannya wilayah adminsitratif onder afdeling Karolanden serta batasbatasannya dengan daerah lain. Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu. Orang-orang Karo yang bermukim di Simalungun Atas masuk ke wilayah Simalungun. dan lain-lain.Kolonial Belanda di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistemsistem pemerintahan. Adapun urung tersebut adalah sebagai berikut 1. raja atau guru.

Dalam menata struktur kekuasaan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah. orang akan mengetahui betapa tipisnya kewibawaannya. tidak mengherankan sistem penataan struktur kekuasaan yang diciptakan Belanda ini membawa perpecahan yang hamper merata diseluruh dataran tinggi Karo. maka jumlah desa yang harus diatur dan ditata pemerintahannya sebanyak limaratus. Akibat perubahan suksesi kekuasaan yang ditimbulkan Belanda ini muncullah rivalitas diantara sesama mereka yang pada hakekatnya masih sembuyak (bersaudara). Demikian juga pengangkatannya ditentukan oleh Belanda mulai dari pengulu. raja urung sampai sibayak beslitnya dibuat atas persetujuan Belanda setelah lebih dahulu diselidiki Kemudian garis perintah dala sistem pemerintahan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah sifatnya tidak langsung. jika seseorang melihat bagaimana seorang seorang sibayak dan raja urung disambut setiap kesain. maka gelar sibayak yang sebelumnya berkonotasi untuk orang kaya atau hartawan. sampai kepada anak beru. Belanda telah berhasil menciptakan sibayak dan raja-raja urung yang kelihatannya seolah-olah keturunan dari dinasti-dinasti. Artinya. Perseteruan yang diciptakan ini akhirnya menimbulkan permusuhan antara pihak yang bersangkutan dan sekaligus antara keluarga masing-masing. Bangsawan-bangsawan ini mendapatkan kewibawaannya bukan dari bawah. Tetapi kenyataannya. dan sembuyak. kalimbubu. elit birokrasi Belanda (Binenlands Bestuur) itu semakin memaksakan cara-cara pemerintahan mereka. yang sebelumnya juga tentu lebih tipis lagi. Demikian pula sistem pemerintahan raja yang sebelumnya tidak dikenal. Dalam ketentuan ini.5. selanjutnya ia menyampaikan pada pengulu baru kemudian sampai kepada rakyat. pemerintahan yang hirarkis ini harus mengikuti jenjang atau tingkatan di bawah apabila perintah. serta lazim pula dipakai bagi seluruh keturunan sibayak. mulai dilegitimasi oleh Belanda. Sedangkan dalam hal laporan berlaku pula sebaliknya sesuai dengan tingkatan yang berada di atasnya. Demikianlah dalam hal perintah controleur menyampaikan pada sibayak. demikian juga dalam hal penyampaian laporan bawahan ke atas. dan makin mengabaikan nilai-nilai lama yang berlaku pada masa sebelumnya. maka loyalitas Sibayak dan bawahannya terhadap pemerintah kolonial Belanda sudah semakin meningkat. Dengan dilaksanakannya sistem pemerintahan ini. ia membawahi beberapa buah desa atau kuta yang dipimpin oleh seorang pengulu. berubah konotasinya berubah menjadi gelar raja dan kepangkatan. . dan sebaliknya jika hal itu laporan. dan tatanan pemerintahan berdasarkan adat istiadat sudah semakin menipis. kemudian dia akan meneruskan pada raja urung. maka yang hidup akan menduduki jabatan tersebut secara turun temurun. raja-raja yang berdaulat. dan desa sendiri terbagi beberapa kesain yang dipimpin oleh seorang pengulu kesain. setelah pemerintah kolonial Belanda menguasai Tanah Karo. namun mereka tetap menjalankan fungsi sebagai penguasa lokal tetapi untuk kepentingan Belanda. Dengan demikian. diangkat dua orang untuk menduduki satu jabatan. Landschap Kutabuluh terbagi atas dua urung: ➢ Urung Namohaji berkedudukan di Kutabuluh ➢ Urung Liang Melas berkedudukan di Mardinding Masing-masing urung ini dipimpin oleh seorang bapa urung yang kemudian disebut juga raja urung. berarti beberapa sistem pemerintahan adat mulai diabaikan. Maka menjelang tahun tigapuluhan. akan tetapi wibawa ini direkayasa dari atau oleh pemerintah colonial Belanda Dengan demikian. siapa diantara mereka berdua duluan meninggal dunia. Setelah penataan struktur pemerintahan ini dijalankan. Ketika Karo tiba di dataran tinggi Karo.

dari tiap persidangan balai raja berempat.-.200. Sibayak Lingga menerima gaji dari kas landschap sebanyak f. maka struktur pemerintahan berubah pula. Berakhirnya era kekuasaan jepang bersamaan dengan dicetuskannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. hanya sebesar f. hanya jabatan controleur yang digantikan oleh seorang Gunseibu. Sedangkan dari balai kerapatan urung. Sama dengan sibayak.-. sedangkan sibayak Sarinembah f. Fakta ini.00.00. Berbeda dengan sibayak dan raja urung. Tiap-tiap tahun mereka memperoleh bonus f 10. Kemudian sibayak Barusjahe sebanyak f. tetapi sudah sangat luar biasa banyaknya dalam kondisi social dan tradisi didaerahnya.. pengulu sebagai aparatur pemerintahan paling bawah dalam hirarki ini tidak mendapat gaji dari kas landschap. sebayak 8% dan 5% dari rodi pajak yang tidak dikerjakan rakyat tetapi dibayar dengan uang.-. Menjelang akhir pemerintah kolonial Belanda. tatanan pemerintahan yang tercipta oleh pemerintah kolonial Belanda ini.230. mereka hanya memperoleh f.60. tetapi secara umum pemerintahan sudah semakin tertata dengan teratur jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya di dataran tinggi Karo. Keteraturan ini dilanjutkan oleh Jepang ketika mereka tiba di daerah ini. penghasilan mereka hanya kira-kira f.jika duduk sebagai anggota. masing-masing mendapat bonus uang perjalan dinas sebanyak f. Besar pendapatan seorang sibayak masing-masing berbeda.00. maka tiap-tiap 1000 orang akan ditambah f.250. 50.5 lagi.180.0. raja urung juga secara teratur juga mendapat penghasilan. terutama dari pajak yang ditagih.1.Berbeda dengan sebelumnya. dan melaporkan urusan keuangan ini kepada perbendaharaan pemerintah yang berada di Medan secara berkala Dengan demikian.dan uang duduk dalam balai raja diperoleh sebanyak f.000.. sangat kecil jika daibandingkan raja-raja lain di Sumatera Timur. maka sebagai aparatur zelfbestuur penghasilan dn pendapatan mereka setiap bulan diatur oleh amtenar-amtenar binendland bestuur Belanda. walaupun akhirnya menciptakan semacam pemerintahan yang berbau feodalistis. Penduduk Karo mulai berkenalan dengan pejabat-pejabat Belanda yang ditempatkan di daerah ini (para controleur). Tetapi setelah kedudukan mereka dilegitimasi. Perbendaharaan ini dipegang oleh bendaharawan pemerintah yang ditunjuk.75. karena mereka menikmati culturprocent. atau suatu persentase tertentu dari jumlah hasil yang diserahkan oleh rakyat. Wilayah Tanah Karo yang tadinya terdiri dari lima lansdchap menjadi .pendapatan seorang raja urung paling rendah adalah f. Sibayak Suka menerima sebanyak f. Dialah yang bertanggung jawab tentang semua urusan keuangan untuk keperluan pemerintahan. Dan sebagai bonus perjalanan dinas setiap bulan mereka menerima masingmasing f.00. serta diatur dan ditata oleh pemerintah kolonial Belanda.15.. Ke lima sibayak sebagai zelfbestuur pemerintah kolonial Belanda memiliki kas perbendaharaan kerajaan yang bernama onderafdelingkas. dan yang paling sedikit pendapatannya adalah sibayak Kutabuluh..-. mereka hanya memperoleh penghasilan dengan menerapkan model kultur procenten. Jika ditotal. disesuaikan dengan wilayah dan jumlah penduduknya.400 pertahun.-. Jika lebih.55.20. Selain menerima gaji sebagai penghasilan tetap. pendapatan dan penghasilan seorang aparatur pemerintahan diatur oleh adat.2. demikian pula dalam persidangan raja urung.70. Belanda sama sekali tidak mengalihkan control kekuasaan atas tanah di kesain kepada aristokrasi keningratan baru ini. ukuran ini diambil dari jumlah penduduknya yang kurang dari pada 2000 orang. di luar itu sebagai uang duduk diperoleh pula f. menunjukkan orang-orang Karo turun dari gunung membantu saudara-saudara sesukunya dalam perang Sunggal-Belanda menjamin tidak akan ada tanah yang dialih gunakan kepada perkebunan asing di tanah Karo.00. Selain itu. 0.bagi penduduknya 100 jiwa dan paling tinggi f.150. pejabat pemerintah lokal dan controleur mempunyai kepentingaan dalam mensukseskan sistem birokrasi pemerintahan.bagi yang berpenduduk 500 jiwa atau lebih.-.

Ketiga kewedanan ini. Kini semua hanya menjadi “Kenangan Yang Terindah” nina lagu Bams Reguna Bukit dari Grup Samsons. setelah beralih dari Negara Sumatera Timur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk di DPRD TK I Sumut kalau tidak salah ada 11 orang. Dan menurut Pt . Agar seluruh masyarakat Karo tahu bahwa rencana ini adalah rencana Mulia dan kita harapkan didukung oleh segenab rakyat Tanah Karo dan secara Khusus warga Berastagi sekitarnya. Kewedanan Kabanjahe dan Kewedanan Karo Jahe. Sangat menarik untuk didukung. Dimana “kesempatan emas” yang sangat memungkinkan sekali. mengapa Penulis katakan demikian? Bila hal ini terlaksana maka pasti Kabupaten atau Kota Berastagi itu membutuhkan Tenaga Kerja yang baru. seluruhnya terdiri dari 15 Kecamatan. masing-masing membawahi sejumlah kecamatan. Partai Tarigan. Tapi penulis berpikir Positip saja. Kala itu memang isu pemekaran sangat hangat dibicarakan dimanamana. Di majalah Maranatha GBKP edisi bulan Maret 2008 NO 203.Tapi apa yang terjadi. di Deliserdang pada saat itu dijabat oleh (bermarga Tarigan) dan di Kabupaten Langkat kalau tidak salah (bermarga Bangun) Maaf kalau salah penulisan marga. mungkin saja pada saat itu bukanlah saat yang tepat. sehingga beberapa tokoh-tokoh (mohon maaf Penulis lupa namanamanya) Karo berkumpul untuk membicarakannya secara serius. Seperti yang dilakukan oleh Ketua Presidium Pemekaran Pembentukan Kabupaten Deli oleh Pt. Adanya perubahan ini berarti wilayah dataran tinggi Karo kembali seperti sebentuk pemerintahan kolonial Belanda.sebuah kabupaten. Mungkin saat inilah saat yang tepat itu!! Beberapa waktu yang lalu Penulis membaca sebuah Berita di Internet bahwa ada Teman-teman kita yang berasal dari Berastagi yang memprakarsai berdirinya Kabupaten/Kota Brastagi. Kita tahu. Sebenarnya isu Pemekaran ini sudah mengemuka pada tahun 2003 pada bulan November lalu. Dan yang satunya lagi kita telah memiliki 2 pemerintahan di Tanah Karo ada Bupati Tanah Karo dan ada Walikota Berastagi Umpamanya. pada tahun 1999-2004 orang-orang Karo sangat banyak menjadi anggota DPRD dan yang menjadi anggota DPR RI. Pada saat itu sangat tepat sekali bila di lakukan pemekaran Kabupaten-Kabupaten. Secara Pribadi Penulis sangat mendukung sekali. BBA. kewedanan Karo Jahe dijadikan menjadi wilayah administratif pemerintah Kabupaten Deli Serdang.. dan terdiri dari tiga kewedanan yaitu: kewedanan Karo Hilir. seperti istilah “Ketinggalan Kereta” kita selalu ketinggalan dan hanya sebagai penonton.Tim Pemekaran pada saat itu kurang didukung oleh “Bapak-Bapak” kita yang berada di DPRD itu sendiri. Sedangkan di DPR RI ada 4 atau 5 orang Karo. Yakni Mayjend Raja Kami Sembiring. yang berasal dari orang Karo. Demikian juga Kabupaten Langkat mau di mekarkan menjadi Kabupaten Langkat Karo atau Karo Langkat. Selanjutnya. Berarti “teman-teman Pemrakarsa Kabupaten atau Kota” baru itu menciptakan sebuah lapangan Pekerjaan yang sangat banyak (pastilah Kabupaten/Kota Berastagi menerima Ratusan PNS maupun puluhan Anggota DPRD baru). mereka mencoba untuk mendiskusikan Isu Provinsi “Karo Area”. Akan tetapi penulis sangat mengharapkan kepada “Tim Pemrakarsa Kabupaten atau Kota Berastagi” ini hendaknya memaparkan Misi dan Visi dari keinginan Tim ini di Koran. di dalam DPRD Deliserdang dan Langkat banyak sekali anggotanya Orang Karo. Dan yang sangat mendukung lagi adalah kebetulan Ketuanya juga adalah orang Karo. Internet maupun di majalah Maranatha GBKP. Akan tetapi kita jangan berputus asa. pastilah ide dan gagasan ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan atau menata kota Berastagi dan Kecamatan-Kecamatan yang berada didalamnya kearah yang lebih baik. Rencana Kabupaten-Kabupaten yang mau dimekarkan saat itu adalah Kabupaten Deliserdang menjadi Kabupaten Serdang Karo atau Karo Serdang yaitu semua wilayah Kabupaten Deliserdang yang banyak penduduknya “Orangorang Karo”. Beliau menjelaskan bahwa tujuan pemekaran Kabupaten Deli adalah untuk Percepatan Pembangunan yang menyentuh Kesejahteraan Masyarakat Terpencil. NS Sembiring dan DR Sutradara Ginting. Beberapa tokoh Karo berkumpul di hotel Sumatera Village Ressort. Timbangen Ginting. Penulis tidak mengenal “nama-nama para Pemrakarsa” atau “Aktor Intelektual” yang telah menggulirkan Inisiatip agar berdirinya Kabupaten atau Kota Berastagi ini.

Pembicara Ketiga Bapak Bupati Karo DD Sinulingga (Pandangan Pemkab Tanah Karo tentang Pemekaran Wilayah). Istilah Penulis kalau bukan kita yang membangun Tanah Karo dan Daerah-daerah Karo ini lantas Siapa lagi?? Tidak mungkin orang “Papua atau orang Jawa” yang akan membangunnya. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. terserah siapapun Panitianya. Panitianya bisa mengundang seluruh Elemen Karo. Bahkan Penulis juga berkeingingan agar Kabupaten Langkat juga di mekarkan. Kiranya tujuan Anda yang mulia ini bisa BerhasiL Tuhan Yesus Memberkati AMEN. Klasis-klasis. Hal ini juga sangat membantu untuk meminimalkan Konflik karena sudah ada “Arih-arih atau Runggu bersama”. sekali lagi Selamat bagi panitia Pemekaran Berastagi dan Kabupaten Deli. majalah Maranatha GBKP maupun lewat internet. Hal ini bisa juga di pikirkan oleh para “tokoh Karo seperti Pak Nabari Ginting M. pertama di Kabanjahe. Delitua. Pt Ir Budi D Sinulingga (UU Otonomi Daerah). Bagi penulis. Ir Jonathan Ikuten Tarigan (Pandangan LSM melihat Pemekaran-Pemekaran Kabupaten/Kota tersebut). Tentunya Kabupaten-kabupaten atau Kotamadya yang baru atau apapun namanya akan menciptakan lapangan kerja yang baru sekaligus juga untuk menambah “Pejabat Bupati dan Walikota” yang berasal dari orang-orang Karo sebagai Putera-putri terbaik Karo. para Pendeta dan Permata juga Mahasiswa Karo sebagai pesertanya. Tidak tertutup juga Kemungkinan pada saatnya nanti akan lahir Provinsi Karo Area. Untuk membahas topik Pemekaran ini. Biru-Biru.Pd (tentang Pendidikan dan SDM Tanah Karo). Pt Drs Paulus Sitepu (bagaimana Pendapat Beliau sebagai Penduduk Berastagi tentang Pemekaran Berastagi) dr Robert Valentino Tarigan S. Penulis sangat merindukan Kegiatan ini berlangsung agar segala duduk persoalannya bisa di ketahui dan akhirnya bisa mendapatkan sebuah Rekomendasi atau Kesepakatan. Patumbak. LSM. Untuk masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo juga. ini adalah tugas Gereja GBKP dan para Kaum Muda Karo (PERMATA GBKP). Usulan Penulis. Dan ketahuilah. Tentunya ide-ide atau gagasan yang positip dan sangat baik ini perlu sekali kita dukung dan kita Doakan.Si” yang berasal dari Langkat. Penulis pikir ini sangat Menarik sekali. Mengapa harus tiga kali? Karena warga Karo banyak di ketiga daerah ini. Penulis pikir hal ini sangat baik untuk kita lakukan. Kutalimbaru. Bila sudah ada 4-5 Kabupaten/Kota yang merupakan basis-basis daerah orang Karo yang mungkin juga beberapa waktu yang lalu kurang di perhatikan oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat. Kegiatan ini bisa dilakukan 3 kali. Penulis menutup Artikel ini dengan Firman Tuhan Yesus dari Matius 28:20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan kepadamu.Timbangen Ginting BBA ini bahwa Pemekaran Kabupaten Deli ini adalah Aspirasi dari 10 Kecamatan diantaranya Kecamatan Sibolangit. Mengapa kita tidak dukung dan doakan!! Ini juga adalah ide yang baik sekali untuk menciptakan lapangan Kerja yang baru. STM Hilir. Dan agar seluruh warga Karo yang berada di ketiga daerah ini bisa menjadi wakil atau saksi sejarahnya kelak!! Dan yang terakhir seluruh hasilnya bisa di Bukukan dan disosialisasikan keseluruh Tokoh dan Masyarakat Karo baik itu lewat surat kabar. Mengapa kita tidak lakukan??. Pembicara kedua Dr Sutradara Ginting (Pemekaran Kabupaten/Kota ditinjau dari Politik Dalam Negeri RI). kedua di Medan dan yang ketiga di Jakarta. Sunggal dan Namorambe. . Secara Pribadi Penulis mau mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dan Moderamen GBKP Agar melakukan sesuatu! Misalnya Mengadakan sebuah Acara atau Kegiatan tentang Pemekaran Kabupaen/Kota ini! Panitia/penyelenggara Kegiatan sebaiknya mengundang semua Lembagalembaga. Usulan penulis di acara tersebut Pembicara 8 orang saja. Yayasan dan para tokoh Karo dalam acara yang diselengarakan oleh Pemkab dan GBKP tersebut. Baik Biro Litbang GBKP maupun Pemkab Tanah Karo dan juga mungkin Yayasan Ate Keleng dan Permata Pusat GBKP. Pt Timbangen Ginting (Visi dan Misi Pemekaran Kabupaten Deli). Pancurbatu. STM Hulu. Sekali lagi ini hanya usulan. Dengan demikian perlu di pikirkan!! Penulis mengajak seluruh Pembaca Majalah Maranatha GBKP agar mandukung dan Mendoakannya. Pertama Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin (Topiknya Pandangan GBKP terhadap Pemekaran atau Otonomi Daerah).

BAB III .

AGAMA DAN MASYARAKAT KARO
1 Aliran Kepercayaan

KEPERCAYAAN

Orang Karo telah memiliki kepercayaan atau sekarang disebut sebagai agama, yaitu Kiniteken Si Pemena (kepercayaan mula-mula). Kepercayaan orang Karo adalah perbegu yang berarti penyembah roh-roh orang mati. Kepercayaan ini tidak memiliki kitab suci, tidak ada teologi yang sistematik dan tidak ada dogma. Di dalam kepercayaan ini hal-hal yang menyangkut dengan ritual di dalamnya ditangani oleh seorang guru sibaso3. Guru menjadi pengantara antara orang-orang Karo dengan yang dipercayainya. Elemen yang paling kudus di dalam dunia orang Karo adalah begu (roh orang mati) dan secara khusus adalah roh nenek moyang. Dalam kepercayaan orang Karo terhadap begu ini, roh dan jiwa itu terpisah. Jiwa itu merupakan dasar dari kehidupan seseorang dan kekuatannya, dan ini diterima sebelum lahir, pada waktu pertama kali ia dikandung. Jiwa dapat hidup dalam organisme dan di dalam benda-benda seperti besi. Beras dipandang sebagai sesuatu yang memiliki jiwa yang kuat dan digunakan dalam memberkati ritus-ritus untuk menguatkan jiwa seseorang. Dalam diri seseorang terdapat tiga bentuk, pertama tubuh atau (kula), jiwa (tendi) dan nafas (kesah) dan setelah kematian ketiga bagian ini berubah menjadi bagian yang berbeda-beda. Tubuh menjadi tanah, jiwa menjadi begu dan nafas menjadi angin. Dalam kepercayaan Karo, begu itu bukanlah sebagai sesuatu yang menakutkan saja, tetapi sesuatu yang bisa memberikan pertolongan dan memberikan perhatian. Biasanya begu-begu ini disebut sebagai jin ujung walaupun istilah ini dalam pengertian lain adalah roh seseorang yang meninggal secara tidak wajar. Orang Karo juga memiliki ritual pemanggilan terhadap roh-roh yang sudah mati dalam rangka mengingat kembali orang yang sudah mati tersebut. Yang lebih penting lagi ialah bagaimana begu itu menjadi begu dalam keluarga yang dinamai dengan dibata jabu (tuhan keluarga). Ini adalah roh yang mati dalam satu hari oleh karena kecelakaan, kekerasan, atau mati bukan karena sakit. Roh seperti ini dalam pandangan orang Karo memiliki kekuatan yang hebat. Setelah melakukan ritus pemanggilan begu, maka roh orang mati tersebut menjadi roh pelindung di dalam rumah yang akan melindungi keluarganya dari kekuatan-kekuatan yang jahat. Namun apabila ritus pemanggilan itu tidak dilakukan, maka roh itu akan gentayangan dan dapat mengganggu orang-orang. Inilah yang sering membuat orang merasa takut. Dalam kepercayaan orang Karo, memperoleh keselamatan dirasakan ketika begu jabu (roh pelindung keluarga) melindungi keluarganya. Keselamatan bagaimanapun dipahami sebagai kekuatan yang menghindarkan keluarga dari penyebab-penyebab sakit dan permasalahan-permasalahan lain, sama sekali tidak sama dengan eskatologis keselamatan (kekristenan). Kepercayaan orang Karo itu adalah animisme dan dinamisme. Orang Karo merefleksikan trimurti agama Hindu; Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai penghancur. Di dalam pemahaman orang Karo ketiga ini disebut sebagai dibata i datas (tuhan di atas), dibata i tengah (tuhan di tengah), dibata i teruh (tuhan di bawah)4. Ketiga dibata ini bagaimanapun termasuk di dalam sejarah penciptaan orang Batak yang sama dengan Karo. Ketiga dibata inipun sering juga disebut sebagai dibata kaci-kaci, hal ini sering kali disebutkan dalam mantra-mantra orang Karo. Orang Karo juga memiliki banyak legenda, sejarah, mitos, kemudian memiliki musik Karo, tarian yang seluruhnya ada di dalam spirit kepercayaan orang Karo tadi. Kata dosa bagi orang Karo (tetapi tidak secara sempurna dipahami) dapat dirasakan dengan kenyataan-kenyataan yang menunjukkan ketidakberuntungan. Sebagai contoh, sakit. Di dalam keluarga, ini dipadankan dengan kata dosa, tetapi sebenarnya bukan dosa melainkan penghakiman. Bagi masyarakat Karo modern, tanpa dipengaruhi oleh

agama-agama, dosa dapat disebut sebagai sesuatu yang salah, yang secara sosial dipandang melanggar peraturan atau melakukan suatu yang dilarang. Hanya di dalam Kekristenan orang Karo kemudian memperoleh ide tentang dosa sebagai sebuah penyebab manusia berpisah dengan Allah. Jadi orientasi etika dunia Karo sebenarnya adalah kesalahan tindakan dan konsekuensinya. Di dalam kepercayaan Karo ini kita sudah dapat melihat bagaimana konsep tentang Allah itu ternyata sudah ada sebelum konsep allah yang diadopsi dari kepercayaan Hindu tentang tiga allah. Dua konsep yang sangat berpengaruh adalah tentang allah nenek moyang Batak, percaya kepada Si Mula Jadi Na Bolon dan kemudian konsep trimurti orang India yang telah bercampur sepertinya menawarkan sesuatu yang mendalam (baru), tetapi unsur-unsur yang berbeda ini sulit dibedakan oleh mereka yang telah menjadikan agama ini sebagai agama mereka sendiri. Dalam waktu yang sama, inilah yang membentuk agama terpenting orang Karo (perbegu), dan mereka melupakan asal-usulnya, inilah alasan mengapa kepercayaan kepada Allah adalah sesuatu yang abstrak dan sangat sempit dipahami orang Karo tradisional. Sebagai pemuja terhadap jiwa dan roh, dan ilmu pengetahuan dari guru, bagi orang Karo, semuanya itu jauh lebih menjanjikan bantuan pada waktu ada kebutuhan (persoalan-persoalan, atau masalah-masalah lainnya). Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari 1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit 2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia 3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan. Mereka juga percaya bahwa roh manusia yang masih hidup yang dinamakan “Tendi“, sewaktu-waktu bisa meninggalkan jasad/badan manusia. Kalau hal itu terjadi maka diadakan upacara kepercayaan yang dipimpin oleh Guru Si Baso (dukun) agar tendi tadi segera kembali kepada manusia yang bersangkutan. Jika tendi terlalu lama pergi, dipercaya bahwa kematian akan menimpa manusia tersebut. Mereka juga percaya bahwa jika manusia sudah meninggal maka tendi akan menjadi begu atau arwah. Banyak upacara ritual yang dilakukan oleh mereka yang ditujukan untuk keselamatan, kebahagiaan hidup, dan ketenangan berpikir. Upacara-upacara tersebut antara lain upacara kepercayaan menghadapi bahaya paceklik, menanam padi, menghadapi mimpi buruk, maju menuju medan perang, memasuki rumah baru, menghadapi kelahiran anak, kematian, menyucikan hati dan pikiran, dan lain lain. Di semua kegiatan ritual ini peranan para dukun atau Guru Si Baso tersebut cukup besar. Mereka yang berkepercayaan demikian itu lazim disebut sebagai perbegu atau sipelbegu. Tapi terlepas dari maksud pihak luar dengan penamaan istilah tersebut di atas, yang secara kasar dapat diartikan sebagai penyembah setan atau berhala, mereka menyatakan bahwa mereka percaya adanya Dibata yang menjadikan segala yang ada dan bahwa ada tenaga gaib atauu kekuatan maha dasyat darinya yang mampu berbuat apa saja

menurut kehendaknya. Kalaupun ada dilakukan upacara ritual berupa persembahan, maka persembahan itu maksudnya adalah kepada Dibata tadi, hanya saja penyalurannya dilakukan di tempat-tempat yang dikeramatkan. 1. Beberapa aliran kepercayaan masyarakat Karo yang pernah ada dan sampai saat ini pun masih mengikuti ritual-ritual untuk mencari tahu solusi setiap persoalan yang dihadapinya seperti dalam mencari jodoh, pekerjaan, peruntungan dagang, dll) yaitu : 2. DIBATA YANG TIGA 3. Orang yang menganut agama Perbegu, percaya pada Dibata yang tiga dan kekuatan-kekuatan majis yang tidak terlihat. Dibata yang tiga menurut keyakinan yang percaya terdiri dari tiga yaitu : 4. Dibata yang diatas, yaitu Guru Batara , Dibata yang menguasai langit 5. Dibata Tengah, biasa disebut Tuhan Padukah ni Aji, yaitu Dibata yang menguasai bagian tengah dari dunia. 6. Dibata yang dibawah, biasa disebut Tuhan Banua Koling, yaitu dibata yang menjadi penguasa dibawah dunia. 7. Menurut Kelahiran manusia, ada 4 sumber (Puang), yaitu : 8. Erpuangken Erpuangken Erpuangken Erpuangken Taneh Lau Angin Api

Si empat enda, lit pedauh kerina sifat ras carana, rukur, erdahin ras penggejapenna. Apaika pertubuhna, lit tubuh Senin-Selasa-Rabu-KamisJumat-Sabtu ras Minggu. Si enda pe lit nge ertina ibas sifat-sifat ras kegeluhenna. Adi kai kin ndai dasar ras puangna sada-sada kalak, em pagi ikutina ibas geluhna. Adi lawanna kin jabat-jabatenna, labo lolo kugapa pe susah nge iakapna. Pengindo enda em umpamaken bagi banurung i lau. Paranormal enda, sope ia tubuh pe enggo lit tersurat ibas badanna, enggo kin tendina pe lain asa jelma sideban. Paranormal tah guru enda maka ia tahan arus tendina piher, umpama ibas perkakas besi. Umpama tendina sekin, cabit, patuk, kapak, piso rempu pirak rsd. Lit ka pe deba tendina bedil, mariam, rsd. Tentu megegeh nge tendina maka banci ia jadi paranormal/guru. Paranormal enda banci nge ia erpuangken taneh, lau, angin tah api. Paranornal termasuk kalak si erjabat-jabaten. Sinikatekan paranormal/guru, lit pemetehna lain asa jelma sideban: Banci ia komunikasi ras roh-roh halus Ia banci seluken (kesurupen) Lit dua lapis pengenen matana, idahna roh-roh halus. Ersora kerahungna, banci ia ngerana ras roh-roh dunia. Tehna niktik wari si 30 desa si waluh beluh ia ndarami barang bene. Tehna erti nipi. Tehna ngoge suraten tubuh ayo, tan, bulu retak tan, endeng ibas kula rsd. Tehna ngenen pinakit, kena kai ia sakit, biasana tah kena setan. Tehna ngenen rasin, jelma, ngenen rasin, jelma, ingan tading, jabat-jabaten, rsd. Beluh ia ngarkari, ngulak, ersilihi, erbahan tangkal-tangkal, erbahan ajimatajimat, rsd. Beluh ia mah bahi nipi jahat gerek la mehuli, bahan-bahanen kalak si jahat. BEGU JABU Begu jabu tah begu kade-kade, eme gebu kalak si enggo mate, si ndeher ku

Kune begu enda nuhsahi keluarga. e me begu siganasna. ia rusur ngempangi i teruh karang tah i teruh redan rumah 5. begu enda emkap begu si nggit nganggu manusia. Ipakaina tah lahang. begu penjamin keluarga. Emaka metenget kalak si erdahin i juma. Emaka mulih lau nari seh i rumah ertambar. Begu enda banci suruh-suruhen . Syarat-syarat sinibanci jadi begu jabu emekap: Mate ibas bertin Mate lenga ripen Mate sada wari Mate nguda Mate enggo metua Sinikataken begu jabu. Inganna ibas jahen tapin. BEGU SI MATE SADA WARI E me begu kalak simate la erkiteken pinakit. la mempan. ia usur nganggu kalak si erdahin i juma. maka ibahan bere-berenna. 7. gelarna begu jaman. 4. I oge manuk sangkep si telu e. Antina. gelarna begu jabu. i kelengina nge kempuna e (simada begu jabu e). ibahan ka nge pangir ridi ku lau kerina sukut. Tah adi lit pinakit. Ku rumah begu jabu. Begu Sidangbela. Maka ola begu Batara Guru nuhsahi si enggeluh. biasana pinakit pe malem. BEGU BATARA GURU Enda jelma si mate ibas bertin. banci i selukina. tapi mate rempat (ndabuh. Adi begu jabu. enda begu kalak si mate secara umum. Anak-anak burakenna jerango e. Begu Menggep. Ikataken me begu perkaku si peduaken. mate erperang ngelawan musuh. baba jerango ibas layam kalak si mberat kulana. Emkap begu si danci nampati. Ikataken ka pe begu perkakun jabu sipeteluken. Simate kayat-kayaten. iturikenna kai ibahan tambarna. kerina kalak Karo lit nge begu jabuna. Begu Tungkup. Lit ka begu darat. terserah man sada-sada jelma tah jabu. eme begu jahat. ikataken pe teridah/tersendung. ia pagar jabu. Adi perumah begu jabu pe/cibal manuk telu. Gunana man penjaga jabu. maka ibahan me upacara ngelandekken galuh. mate mpertahanken kebenaren. nuri-nuri ia man sangkep. Begu Mentas. eme begu diberu-diberu si mberat kulana (sinatang tuah tah anak-anak). Situhuna. laeteh oratna pe mis ia rubati. bunuh kalak. Adi megegeh begu jabu e. bagepe begu keluarga bagi sitertulis si arah datas enda. 3. Begu Ganjang. amin kai pe ibahan kalak man bana. Bagepe labo kerina begu si banci jadi begu jabu. ERBAGE-BAGE BEGU Ibas kiniteken kalak Karo. ras berngina perumah begu. Simada jabu e tetap sehat ras mejuah-mejuah. eme begu jabu ibas kalak sideban nari. 6. eme begu nini opung.jabu e. Begu enda pe perlu sihamat-hamati sebab ia pe nggit ngeigei. Kempak begu si mate sada wari pe perlu ka ibahan bere-beren. Ikataken kape begu enda. kugapap pe. eme begu diberu singuda-nguda simate lenga sereh. ia mate sakit-sakiten 2. BEGU BICARA GURU E me begu ibas anak-anak nari si mate lenga ripen. Begu Juma. gelarna emkap: 1. Lit ka begu jinujung. rsd). lit erbage-bage begu. Ije biasana ibenaken alu erpangir ku lau. Ikataken kape begu perkaku jabu. ras pakaianna lengkap.

Lit ka pe Begu Jabu la mehuli. jumpa galuh cibalken belo. Mehamat man kalimbubu. Deba i cekakna. tapi ola nuhsahi kalak. a. ula cikurak. em asam gedang-gedang tinali dua tampukna. metami man anak beru. sebelah rumah pe perlu betehen. Sebab. Kerina lit positifna lit negatifna. gelarna Pajuh-pajuhen. adi getuk ateta kalak getuk lebe dagingta. jumpa lau cibalken belo. lit ka sikatna ersora. ula murbit. Tawa pe ola tawasa. Metenget ras terbeluh.simada begu ganjang e. pang empo. Banci rubat ibas jabu. ijenda sibatasi saja kerna gelar begu-begu enda. mbiar ia ku mbal-mbal. ula anceng. ola empo. tah mate sarapen dagingna e. Ula percian. Begu manusia si enggo mate b. meriah kal minter. Adi kita kalak Karo arus mbiar man Dibata. karina si enda lit beguna. tapi enda me lebe pedah-pedah ninita siman ingetenta. Pedah Nini Para Sini ikataken pedah nini para.. em pedah simehulina kal. Adi mbiar mbalu tah baluken kalak. danci erbahan kalak mate rempet. Begu e pe lit mehuli lit la ia mehuli. takalna nina ena lit begu juma. Adi reh pinangko e. jumpa kayu mbelin cibalken belo. em kataken perbegu. mis rere dilah si cekakna e. adi i pajuh mate 8. Lanai lit simajuhsa denga jadi kuan-kuan kalak seh asa sigenduari. Banci merawa tapi ola meringes. begu enda pe suruh-suruhen. mis i pasapna danci mate pinangko e. Begu binatang jinak (asuh-asuhen) c. ula jului kalak ridi. Adi la i pajuh mate 4. 10. Mbue denga. lit begu mbal-mbal nina. metenget man senina. I ajarina anakna mbiar. ena nah. meteh mehangke. kolam gelah ola i tangko kalak. ena lit begu lau. Kerina singgeluh adi enggo mate lit kerina beguna. seh uruk.Begu Jabu mehuli. pang nereh. nggeluh enda lit nge pernangkeng-nangkengen lit nge perngincuah-ngincuahen. Lit ka nge galuhna. adi i pajuh mate 8. Begu Sirudang Gara. 8. anak beru. lit pupukna. bekasna meratah kerahung. 9. eme benang megara. Dungna jadi sinaggel. i putur-putur. sitandailah man banta ise kita. bahan ajangta. Rakuti jerango e salu benang benalu e. Kerina si enggeluh adi enggo mate. cibalken belo. ula metik-tik. Tangis pe ola tangissa. pang rawin jemba. lit ka tongkat malaikatna. si eme persada. Mejingkat. Perbahan buena begu enda. Ngerana ula metuda. Tangkalna ibahan kalak jerango ras benang benalu. Kala sikugapa pe perlu tungkir. Maka Ikataken Perbegu Kalak sitek ku kempak kuasa – kuasa begu (roh-roh) maka ikataken ia perbegu (pemena). pasti lit mehulina lit ka si la mehulina. Kai saja si lit i doni enda. Begu Darat la mehuli. dungna enggo jadi kebiasaan. senina ntah kalimbubu. Sidungilah meter persoalen jabunta. jumpa berneh cibalken belo. nininta kalak karo melalakal pemetehna simehuli man asam geluhta. Dungna anakna jadi bodoh. mbacar ras metami. Adi la metenget. Begu binatang liar si enggo mate d. ula mederngas. la pajuh mate 4. Padanta ras Dibata si ndube labo terelukken. banci suruh gelah i cubanan kalak. Mbue denga kal kiniteken pemena si lenga i suratken ibas buku enda. gelar begu e seh kal buena. Inganilah ibas jabunta. Adi sidahi sada kerja. njaga kolam binurung. Adi tapin pancur. mbiar adi la lit belo manai pang anakna mentas. 11. adi kita erlajang. adi ridi ibas lau malir. 12. jumpa batu galang cibalken belo. Gelar Begu-begu Adi isungkun guru si erpemeteh. Ibaba kujapape lawes. ermboah lebe. mata bendil. daramilah bapa-nande. Erkite- . Lit nge pengadi-ngadin batu megulang. banci ia i suruh njaga juma. meteh mereha nggeluh ermalu-malu ibas simehuli Adi mengga ate bagin kalak. Meteh mela. lit nini para mbiring. Adi tawa kalak ikutken tawa. adi tangis kalak ikutken tangis. tengah rukur. Mula-mulana kehamaten. mbiring ras megersing. mbiar anak na i rumha. tah la mis itambari. Kehamaten Perbegu Mulai berkat cibalken belo.

Tatang baka i babo takalna. 5.Inganna ibas jabu sukut . 4. mulai genduari narilah gia ulihi sipelajari gelah ula bene pemeteh ninita si melias ndube.Tik – tik wari si telu puluh. lum lum i ia alu dagangen putih. erbahanca manusia banci nggeluh. 2. Tendi enda banci pindah-pindah ku ingan sideban. Sini aleng tendina.Sini pulung sangkep nggeluh anak beru.kiteken la sipelajari. RALENG TENDI Si ni kataken Raleng Tendi emkap . tendi ibas manusia lit buena 25. lit ka guru si ersora kerahungna. piahna enggo melala bene. Emaka aleng guru tendina. antara lain gelarna : 1. Nalang baka dua kalak TENDI Tendi lit ibas setiap jelma. buat wari mehuli 12 berngi bulan dates Pulungenna : Baka Bulung – bulung si melias gelar Beras meciho ibas pernakan Tinaruh manuk raja mulia Amak mentar Dagangen mentar Kumenen Pelaksanaanna : . kundul ibas amak mentar. . tendinta banci kawas ku sada ingan si ndauh. 6. Adi tendi sada-sada kalak la rumah tahpe la ras ia. Sandakara Sandakiri Dijungjung Sigulimang Sitandek Sihara-hara Sangkep marpulung Silindung bulan Rsd . Sinatang baka singuda-nguda si ernande erbapa. Lit ka guru si dua lapis pengenen matana. a di perlu idilona jinujungna. . . si ngalengsa guru si beluh ermangmang. ibahan kerja e gelarna Raleng Tendi. 9.Ngerjaken waktuna berngi ibas ingan si enggo tentuken. 7.Guru permangmang ersentabi lebe emaka idilona tendina. Tendi manusia rapat hubungenna ras kulana. . 3. Janah adi kita tunduk. Emaka labo tadingsa denga.Sukut ercibal belo lebe man begu jabuna ras man begu ninina si arah lebe. Lit sada kerja kalak pemena sada kalak sakit. Bagepe tah lit sada kerja berngir. Menurut surat kulit kayu tah pustaka laklak kayu gelarna pustaka najati (enda enggo ibaba Belanda ku negerina). kalimbubu. 8. maka manusia e medungen tah pe sakit. senina.

tunduh kurang. I tambari ku rumah sakit. lit bergaul senang. titik wari si 30 rembang wari mehuli. nahena ras tanna mbergeh. Lit guruna si erbahan bulung pengarkari tah pe ikalaken pangir e. Enda tersundung man guru sibaso maka ia lit sengget. lit gelah mejile. Idah kalak enterem kade-kadena. ngerana pe ia malas. tah mbacar gia ia kidekah nari. Emkap : Ersura-sura sukut jumpa rejeki ia Enggo lit malem ibas sada pinakit Lit ibas sukut gelah ipetunggungna atena sangkep geluhna. katikana salang sai bulan si mehuli. la atena bage. tah i kicik tendina. lit gelah megegeh (kuat). tapi ngue-ue pe ia lanai terkena. si erdemu urat ni jaba. Seh pe asa jaman sigundari. Adi enggo i galar utang e. si ndiher Desa Siwaluh. Si ngelakokenca eme guru sibaso. adi tunduh nipi-nipin. Sinoria adi Erpangir Kulau. lit ka deba mate) Adi kena keramat si bage. Pelaksanaanna : . kerja Erpangir Kulau enggo lit ibahan nininta. tentu lit sada-sada tujunna. Nambari enda pe labo bali kerina pinakit kalak sibirawan. Lit ka perlu i kiap tendina. ia la sakit nina dokter. orati keramat si ngulahisa. lit anak main. gelarna ranjab-anjab.Tendi enda lit gunana sada-sada. tah dilaki tah diberu. ermkap: Sengget ia perban jumpa ras nipe galang Lit ia i sergang beruang Lit ia sengget ibahan perkas angin Perban lau mbelin Lit birawan ibahan keramat (endam si meserana nambarisa. reh malasna kai pe. ceda dalan darehna. Ukurna la erturi-turin. bagepe kade-kade si ndauh. Tenahken kade-kade e kerina. la entabeh man. ayona mekuho (pucat). Lanai i rumah tendina. tua-tua. Sukut Anak Beru Senina Kalimbubu Ni kataken sangkep nggeluh ibas sukut. undang anak kuta. 2. Kalak birawan perlu ibahan kembarna gelarna. BIRAWAN Adi lit sengget sekalak anak-anak. Kalak e sakit. ia nggo jadi motu 3. danci gila. Enda me guna tendi ndai kerina. Lit gelah sehat. lit i pindo keramat e kambing putih. Lit i lepasken manuk kohul. Erpangir Kulau sada kerja mbelin ibas kalak Karo. i kiap tendina. ia birawan. mehangke kalak ngenehen ia Si pulung ibas Erpangir Kulau. ERPANGIR KU LAU Nai-nai nari. Adi la tengteng tambarna. banci terpelaga tendina. Tapi erbage-bage macam cara birawan . kai ibahan maka enggo noba (malem) pinakitna e. rsd. lit dengan ibahan kerja Erpangir Kulau. lit merawa. tempa-tempa marun. si pesawan taruk nu jambe. kataken pengulu. Adi nggo sue arih. lit gelah mejingkat. adon. Tandatandana kalak si lanai i rumah tendina emkap: 1. guna pesehat badan manusia. si pesanggeh ruhi ni page. maka si sakit aren malem pinakitna.

PERUMAH BEGU Erbage. mate sadawari. tah pe ibahan persembahen man nini-nini si enggo mate Arih anak beru. Ku rumah paluken gendang si enterem ikut arah pudi. telu tah empat. Toto em toto si mehuli. arah lebe sukut. . Atur perdalan. Lit pe kerja sukutna enterem. lit guruna dua. Maka Erpangir Kulau enda ibas kalak Karo perlu denga kal i lestariken i tiap-tiap desa. Pemerintah kita i Indonesia enda pe ermeriah ukur. bagem dalanna mate. anak beru. Teluna anak enda enggo si aduadun ku balai. ibas perumah beguna e. sebab i suruhna nge tiaptiap suku melestariken budaya suku masing-masing. Bernginna perumah begu simate-mate sibagenda rupa. mundur asa lalap. Lit ka Perumah Begu erkiteken riah-riah ukur. em kap ngampeken tulan-tulan ku geriten. tik-tik warina si 30. Mpepulung sembuyak. lembuna. Lit enggo seh sura-sura sukut. Enggo melala duit keri ongkos perkara. sura-sura pusuh. Telu tahun dekahna ia enggo erpekara lalap la erkedungen. Sebab. lalap la dat keputusenna. perkarana lalap la dung. Erpangir Kulau enda sada pesta budaya Karo simehuli. pekundul ibas jabuna sukut. em sada tujun Erpangir Kulau. Tujun Erpangir Buang sial. senina bagepe kalimbubu ras ise si atena erpangir banci ia ikut erpangir. mate la ieteh kena kai. Kai pe dahin i dahi anak beru. gelah seh sura-sura. sabahna mbelang. arus reh anak beru. Sukut. ibahan acara sukut. sebab. ridi erpangir ku lau malir. terang wari. Dung er pangir. ibahan me sada kerja perumah begu.bage Dalanna Perumah Begu Lit kalak mate rempet. Adi sinoria. kerbona. adi lit sukutna. Mate bapana ras nandena. mulih ku rumah. Sukut arah lebe. adi sangkep nggeluh arus pulung secara adat Karo. em maka asli kuga kin kejadianna ibas ia mate e. Adi sibagenda rupana. aminna pe mbarenda rusur ipedahi nande bapana asum nggeluh denga. anak beru. kalimbubu. kudana ras asuh-asuhenna mbue. Enggo dung pangir. jumpa ayo. senina. Manai lit perang-perang nina musuhna. adi bagoh teremna kade-kadena. kalimbubu.Adi nggurapasi kin matena. teridah kari arah guru sibaso e. senina ras sukut. berkat jabu sukut nari kulau arakken gendang. adi pemena ia perumah beguna. pendahinna. arakken kalimbubu ras anak beru. tenahken guru sibaso. teluna enggo erjabu. em kap lit sada jabu seh kal bayakna tanehna. labo pang kita musuhisa. kuga tata kerja ibas wari sipagi. man ras. Teluna anakna enda ndai lanai siangkaan. bagepe landek meriah. banci sempat kundul. ras kade-kade gelah ibas kerja e. kerina ridi. Gunana Perumah Begu Sejarah perumah begu. Adi ertenah kalimbubu. Seh i lau. gendang keluarga ras jelma si enterem.Berngina enggo pulung kade-kade. Kai pe agamana. ieteh kai arah kurumah beguna e. Si enda i perumah beguna. senina. Seh i rumah. Pepulung kerina keluarga. Anakna 3 kalak dilaki. ibas kerja em si enterem ngidah kuga teremna kade-kade sukut enda. ibahanna tototna man Dibatana ras begubegu ninina.

kuga akapndu agi kam duana. pekundul saja guru sibaso ibas jabunta. aku setuju. anak beru. kalimbubu su sudah ngembahken nakan) b. persoalen si kitik i masapken. kalimbubu. Berdasarkan Usia a.Jenis-jenis Kematian 1. Iba pusuhtalah lebe damai. terutama sembuyak. kaki (ibu jari) dan ikat (kalaki). Kerina salang sai. adi Dibata ras kalak sirate keleng mereken apul-apul. Mate enggo ripen (mati sesudah bergigi) f. dipanggil untuk runggu (musyawarah) tentang hari penguburan. Nehen wari-wari si 30. Budaya ras seni. Guru Batara/Sabutara (mati dalam kandungan dan kelamin belum dikenal) c. undangan untuk sangkep enggeluh. Guru Sibaso Pijer Podi Adi pekundul Guru Sibaso. harus ia jadi pijer podi man sukut. bagepe kerina jabu. NURUNKEN KALAK MATE A. Nilai Perumah Begu Perkara si mbelin pe kerina selesai adi perumah begu simate-mate. Sejalan dengan itu. bagepe anak beru. Emaka. dan lain-lain. Mate Ndahi Nini (mati anak perana/singuda-nguda) g. kalimbubu. Nina me singuda. patong kerja (baban simate). umur lanjut. persoalan si galang i pekitik. Lenga Ripen (mati belum bergigi) e. Ertina. dibagi atas : a. Guru sibaso em tugasna pedamaiken. jadilah guru sibaso simbaru. B. Cawer Metua (anak sudah berkeluarga semua. Membuat putar di kening dan pipinya (kuning). ibahan me lakon perumah begu. Keagungan Pesta Keagungan pesta kematian pada masyarakat Karo.Dungna. La perlu er perkara. maka semua sangkep nggeluh. Suei arihna. kerina danci selesai alu simehulina asang inemken madiin si inemken. Mate Sada Wari (tewas) C. diaken. Guru Sibaso paksa si e dilaki.Pengantar Apabila ada orang meninggal dunia. Mate Nguda (usia muda. adi siperumah begu nande. maka kerina permasalahen jadi dame. nina sintengah aku pe setuju. kerina masalah banci selesai. sesuai dengan zaman. enggo tudu warina. senina. Ipekundul guru sibaso. medate ibahanna ukur sibatu-batun. terutama sekali pada . pertua. ia sibahan nimbang perkaranta. berperan kal ibas-ibas ngelaksanaken adat tah sada keputusen. Mate Kayat-kayaten (sakit-sakitan h. maka tindakan pertama yang dilakukan adalah memandikannya. Tabah-tabah Galoh (anak sudah berkeluarga semua. Adi lit perkara tah persoalen. Berdasarkan Sebab/Keadaan Kematian. pendeta. Nuri-nuri Guru Sibaso. reh ukur sintua. anak belum semua berkeluarga) 2. Sibaso genduari perkolong-kolong. Kata-kata guru sibaso lit kesanna ras munusuk kubas pusuh peraten. Batara Guru (mati dalam kandungan) b. pastor tah pe imam-imam si ngasup ndamaiken masalah. guru sibasona pe haruslah modern. Bicara Guru (mati sesudah lahir) d. usia belum lanjut) c.

artinya semalam sebelum penguburan sudah mulai ergendang. sembuyak. Gendang Nangkih Adapun urutan menari pada acara Gendang Nangkih. kemudian dibawa ke kesain. lalu ditekteklah sebuah rotan. kalimbubu simada dareh dan kalimbubu simada ose (si erkimbang). kemudian di osei (di kepala dipasang sertali tanpa topi-bulang atau tudung). sepengalon dan sendalanen. Landek anak rumah Mayat lalu dikelilingi sebanyak empat kali. sepemeren. Landek anak beru. maka gendangnya “Nangkih Gendang”. puang kalimbubu. janda/duda simate erpanger (berlangir) di tiras rumah. Lige-lige (bangunan berbentuk geriten bertingkat tiga) 2. Menari sukut. Erpanger bas pas-pasen rumah Pagi-pagi. separibanen. bisanya hanyalah pating-pating lante empat mbeka ‘atau’ ‘sapo gunong’. E. Tek – tek Ketang Selesai berlangir diadakan acara tek-tek ketang. Selesai nangketken osei. senina. pisau tanggal-tanggal dipegang dengan tadengan tangan kiri. Gendang Jumpa Teroh Selesai acara tektek ketang janda/duda berjalan menuju ture (beranda) rumah.kematian cawer metua. anak beru menteri dan lain – lain d. Pas di bawah ture. Dalam adat cawer metua. Gendang Nangketken Ose Sesampai di kesain. memasangkan ose kepada bere-bere/kela dan anak masingmasing. lalu diadakan acara menari sebagai berikut : a. 1. mayat diturunkan dari rumah. dan kalimbubu maupun anak beru menari bersama. rudangnya dibuat dari daun ndokum sumsum atau tumba laling 3. dimana semua anak dan cucu rase (memakai pakaian adat). anak rumah dan keluarga dekat membuat sirang-sirang 2. Menari kalimbubu. kalimbubu maba ose. yang diosei nduduri isap/kampil kepada kalimbubu. sementara sementara pada waktu yang sama. F. semua yang rose. maka pertama diadakan “Gendang Nangketken Ose”. 4. Sesudah itu. ralep-ralep dan untuk itu. adalah : Landek Landek Landek Landek Landek Landek Landek Sukut Sembuyak Senina Sepemeren/Siparibanen/Sipengalon/Sendalanen Anak Rumah Kalimbubu Anak Beru Acara ini biasanya diadakan setelah selesai runggu pada malam itu. D. untuk membicarakan persiapan acara penguburan keesokan harinya. usungan/perlanja dapat berupa . b. dan di leher dikalungkan sertali (janda). . Kalimbubu/Kejaren (bangunan berbentuk geriten bertingkat 9 dan 11) Usungan untuk orang biasa (ginemgem). dan puang nu puang c. janda bertemu dengan mayat. Nurunken Simate Adapun acara untuk ‘nurunken’ (pesta penguburan) adalah sebagai berikut : Sirang-sirang Pagi-pagi.

Gendang Anak Beru Menteri Urutannya sama seperti Gendang Anak Beru Menteri. Kalimbubu Simada Dareh. 6. I. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh). dari sima diserahkan kepada : Kalimbubu. Pada saat ini erdalan belo kinaper.6. maka utang adat itu adalah sebagai berikut. Biasanya adalah putri kalimbubu yang tidak dikawini lagi (la iperdemui). berupa jas (bulang-bulang) + sejumlah uang (Rp. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh) kepada kalimbubu berupa sekin + sejumlah uang.000) Di Kuala dan Tiga Binanga. tetapi sering juga ditentukan sekali sekali menari saja.000) Anak Beru. H.G. separibanen. adapula yang membuatnya adalah beru puhun. sendalanen Selesai gendang sukut. berupa sekin + sejumlah uang (Rp. yaitu putri kalimbubu ditudungi. Gendang Naruhken Tudung Selanjutnya diadakan lagi “Gendang Naruhken Tudungen”.. Gendang Kalimbubu Landek kalimbubu taneh (tua) Landek kalimbubu bena-bena Landek kalimbubu simada dareh Landek kalimbubu si erkimbang Landek kalimbubu iperdemui Gendang Puang Kalimbubu Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Gendang Anak Beru Landek anak beru tua Landek anak beru cekoh baka Landek anak beru dareh Landek anak beruangkip/ampu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu tua bena – bena si mada dareh si erkimbang iperdemui 5. Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh Adapun utang adat. Sementara apabila yang meninggal dunia adalah wanita. biasanya dilanjutkan dengan acara makan.000) Puang Kalimbubu. berupa baju + sejumlah uang (Rp. morah-morah atau sapu iloh. Adapun urutan menari adalah sebagai berikut : Gendang Sukut Landek sukut Landek sembuyak Landek senina Landek sepemeren. berupa uis kapal/arintang+ sejumlah uang . selanjutnya diadakan runggu pedalan maneh-manhe. Dan bersamanya juga ikut menari anak beru sipemeren. Akan tetapi. sepengalon. Gendang Adat Selanjutnya diadakan “Gendat Adat” untuk menari. 12.

demikian juga di Perbesi. Landek Sukut. . Gendang Narsarken Rimah Sekembali dari kuburen. maka diadakan lagi acara yang disebut “Maba Lau Simalem-malem”. Pertiga . kalimbubu di arah kepala.Satu kepada Kalimbubu Bena-bena (Kampah) . J. Taka Ikor-ikor a.Kalimbubu Singalo Bere-bere. Untuk mengusung mayat. kepada Kalimbubu Simada Dareh b. Setiap berhenti. maka mayat itu dibakar. Ngamburi Lau Simalem-malem Empat hari setelah dilakukan penguburan. Jukut kepada Binuang (Sembuyak Tulan) c. M. Taka Alonken 1. Sepengalon ras Sendalanen 3. berupa benang telu rupa Selanjutnya diserahkan Tulan Putor kepada kalimbubu dan ikor-ikor kepada anak beru. anak beru di bagian kaki.Satu bagian kepada Anak Beru Sienterem K. roh si mati diserahkan kepada si empat terpok N. berupa uis kelam-kelam + sejumlah uang Kalimbub Singalo Perkempun. L. Apabila cawer metua. landek guru sibaso. Tulan kepada Anak Beru Tua b. dikelilingi sebanyak empat kali. Sembuyak. Aturan menari sebagai berikut.Satu bagian kepada Anak Beru Menteri .Dahulu mayat diberhentikan sebanyak empat kali di jalan. 1.Satu kepada Kalimbubu Tua . Landek Anak Beru/Anak Beru Menteri O. berupa pakaian + sejumlah uang Anak Beru. Perumah Begu Selesai narsarken rimah. Gendang buangken 2. a. maka sepanjang jalan diamburi page. Pembakaran Mayat/Penguburen Dahulu sebelum kekuasaan penjajah masuk di daerah Karo. diadakan Gendang Narsarken Rimah. pembakaran mayat itu terakhir sekitar tahun 1939.Satu kepada Kalimbubu Sienterem (iperdemui) 2. Menyerahkan Kepada Si Empat Terpok Selanjutnya. Landek Kalimbubu/Puang Kalimbubu 4. Di Buah Raya. yaitu perang empat kali. Taka Tulon Putor . Tulan. Untuk itu. . Senina. dan selanjutnya diadakan acara Perumah Begu P. Pertiga . Narohken Simate Ku Pendonen Selanjutnya. mayat diantar ke kubura (pendonen). dibawa Lau Simalem-malem. dan senina di bagian tengah. Gendang Serayan Selanjutnya gendang diserahkan kepada perayaan (muda-mudi) Q. Jukut kepada Anak Beru Cekoh Baka Tutup c. Sepemeren.

Untuk itu dipersiapkan . tetapi sekarang tulisan tersebut sudah diganti. atau si erjabaten. harus dilakukan menurut adat Karo. Cindang. Mereken Ciken/Toktok Adalah upacara memberikan tongkat/toktok kepada seorang yang sudah tua oleh sangkep enggeloh. sembuyak. Kuburan kemudian digali oleh kalimbubu. Untuk itu. Selanjutnya. Runggu Utang Ido Dalam runggu ini akan dibicarakan tentang . sedangkan toktok untuk perempuan. cimpa gulame dan nakan. kemudian diteruskan oleh anak beru. diberi lambe. misalnya : Guru. Setelah ketemu. ADAT KALAK CAWER METUA a. kemudian diadakan cibal-cibalen. lalu erduhap dan pulang. Ngembahken Nakan Adalah acara adat yang dilaksanakan oleh `Sangkep Enggeloh` dengan memberi makan orangtua yang sudah ujur atau lama sakit-sakitan. mangeri takal. b. Terlebih dahulu. ditarok belo bujur. yang pelaksanaannya sama seprti `Ngembahken Nakan`. diamburi lau simalem-malem. c. Tetapi disini tidak ada musyawarah antara sangkep enggeloh terlebih dahulu. atau dimasukkan ke dalam geriten.makanan numbang. R. tulangnya kembali diangkat oleh kalimbubu. KERAMAT DALAM ORANG KARO . Mindahken Tulan-tulan Ada kalanya setelah beberapa lama mayat dikubur. diadakan acara penguburen atau memasukkan ke dalam geriten. Acaranya adalah. serta tidak ada aturan pembagian hutang. naroh manok. Ciken diberikan kepada laki-laki. mengganti baka. erpanger kulau. Selesai makan.Silan Silan adalah suatu tempat yang dianggap angker oleh masyarakat karena . penggual. dan perumah begu. Geriten Limang dahulu disebut `Rumah Sibadia`. kuburannya kembali dibongkar untuk dipindahkan ke kuburan yang lebih baik. penarune. kalimbubu menanyakan kehendak dari yang sakit tentang tata cara penguburannya kemudian hari. Acara memberi makan pertama oleh sukut. Biaya penguburan Sisingkeh-singkehen Ingan sumpit cibal kalimbubu Pembagian harta warisan Dan lain-lain S. Kuburan lalu dipagar. dan lain sebagainya. Selanjutnya. dan lain-lain. dibersihkan lalu di uras. Nungkirken Pinakit Adalah acara untuk menjenguk orang sakit. diadakan runggu tentang penguburan itu. T. Geriten Adalah bangunan khusus untuk menyimpan tengkorak kepala dari orangorang yang pada jamannya sebagai panutan (pemimpin). kemudian dibungkus dengan dagangen. Geriten biasa secara peridik dirayakan setiap waktu tertentu (lima tahun sekali). kalimbubu dan anak beru.

duana enda ibahan sangana mbeltek page. masyarakat terhindar dari bahaya. Silan tidak disembah (silan la termasuk sembah-sembahen. Arah Julu kenca dung peranin. Dengan harapan. Bila Hulu Balang Na Malaga melihat adanya musuh mau masuk kampung. keteng-keteng dan sebagainya. Buah Huta – huta atau Tembunen Kuta terletak di dalam kampung (kesain). lit ka kerja tahun ngambur-ngamburi. . Nini Pagar berfungsi sebagai pelindung masyarakat dari malapetaka. lit kerja tahun sinigelari merdang-merdem. maka ia memberitahukan kepada Nini Pagar dan Buah Huta-huta untuk bersiap tempur. Lit kerja tahun sini i gelari nimpa bunga benih.Pagar Pagar. Penjaga Kampung (Pelindung) yang berada di luar kampung namanya ‘ Pengulu Balang Na Malaga’ yang fungsinya sebagai pengintai. Nandangi merdang iban kerja tabun rebu.Buah Huta – huta Buah Huta –huta sama dengan Pagar. enda i bahan sangana beltek page. Perbedaannya hanya mengenai letaknya. jenari pagi i galarina dung peranin).Pengawal – Penjaga Pagar adalah roh nenek moyang. si enda i rungguken uga jalan keluarna. maka lit dalan pulung setahun sekali ras kalimbubu. maka ibahan kerja tahun enda emekap. . dapat dilakukan dengan mengadakan gendang.Ndilo Tendi Ndilo – Memanggil. Biasana si la ngasup enda i pelebeken si pitu jabu. . Lain si enda. enda ibahan nandangi merdang. .Kerja Tahun Kerja Tahun i Taneh Karo lit piga-piga erbagena. ibahan kerja tahun gelarna mahpah. memanggil kembali roh (tendi) seorang yang telah ditawan oleh Silan. Jadi. ndigan ibahan warina. lit ka kerja tahun sini i gelari ngerires. Upacara Ndilo Tendi mempunyai acara-acara tertentu. senina ras anak beru ras notoken sanga encari ras mejuah-juah. Adi arah gunung-gunung. Tendi . Nini Pagar merupaken Sembah-sembahen kuta/kampung dan diadakan upacara persembahan dengan acara tertentu dan dalam waktu tertentu.. maka arih lebe simada rumah nentuken belin kerja (adi lit sekalak si la ngasup muat adangenna. batu besar dan sebagainya. MASUKI/MENGKET RUMAH MBARU Ope denga ibahan acara mengket rumah mbaru. Sedangkan Pagar letaknya persis di sekeliling (watas) kampung. mahluk halus (nini) yang menjadi pelindung/pengawal penduduk suatu kampung. I .mempunyai Penunggu mahluk halus (Keramat). Jinujung pada waktu-waktu tertentu diberi persembahen dengan mengadakan erpenper. emekap page simbaru i perani ndai i pah-pah.Jinujung Jinujung ialah mahluk halus yang menjadi penjaga diri seseorang. .Roh Ndilo Tendi maksudnya. pemberi rejeki dan lain-lain. Silan dapat berupa kayu besar.

eme uis arinteneng. Beras man nakan si enterem lit 20 ayan.Cimpa bicara siang + galuh ATUREN PERLAKON IBAS MENGKET RUMAH MBARU Ibas wari mata kerja si enggo i tentuken e. . a. persikapen kerina perbeliten ras netapken wari mata kerja.Muat ras nikapken daliken dapur. bertuk padang teguh. Kenca enggo dung rose kerina. . kerina anak jabu si jadi sukut ras temue si enggo reh ersikap-sikap. mena seri ras kandi-kandi janah lit tutupna. bagepe bengkauna lembu. Ngerencit (Kerja Sintua) Ngerencit eme kerja si mbelinna ibas kerja mengket rumah mbaru. kade-kade i tenahken kerina. . Ibas arih enda. BENTUK KERJA Sumalin Jabu. pulung sangkep nggeluh.Baka : ingan pemunin barang si meherga. rikut pe kalimbubu bena-bena.Rudang – rudang si melias gelar eme : bulung jabi-jabi.Si erbahan lape-lape i kesain.Luah kalimbubu sj majek daliken : manuk. sope denga matawari pultak.Kitang : ingan lau pola. senina tiap jabu. Ncakapken ras muat kata putus kerna belin kitikna iban kerja. Baka iban ibas rotan nari si ni i bayu. si majekkenca eme kalimbubu si majek daliken.sungkun guru sibeluh niktik wari. Nakan siman pangan lit 10 tah 12 ayan beras.Nikapken nakan dem ras bengkauna (nurung belin + kurung). I lebe-lebe ture ngadi lebe. Iban ibas buluh nari. Nikapken Keperlun Kerja . Kerina adangen na perlengiten kerja cukup sada tah dua ayan beras. sukut ras anak beru . Beras Pati tah pe Cukera Dua Puluh. lit pancurna. ibas wari Aditia Naik. Ibas tutupna e. maka i kataken kerja mengket rumah mbelin ngerencit.Tengguli : eme lau pola si enggo i gergeri nandangi danci jadi gual . pengulu kuta. ikut ka nge anak beru. i rakut alu kulit ambat tuah. Biasa i bahan kerja mengket rumah. Perlakon Ibas Nandangi Mata Kerja. . . banci berkat. sangketen. Ia nangkih arah ture jabu bena kayu. . Biasana mengket rumah bage teremna bandi lanai siat rencit-rencit i rumah. Jenari si pemena nangkih. tutupna kayu . ngikutkenca enggo leben. Sukut rose. bengkauna 4 tah 5 manuk. .Uis adat sini oseken ku tunjuk langit rumah. Kerja e erkata gendang. Bengkau lit 3 lembu. sanggar. emas-emas ras sidebannan.Ras-ras anak rumah narsarken lameb i kelewet rumah. ras kalimbubu si erkimbang : amak cur + beras + tinaruh. Terpaksa ibahan inganna deba ibas kesain. kade-kade enterem itenahken. 2 man temue. Emaka i ikuti anak jabu si deban. b.Enem binangun si cinder i bas rumah adat e i balut alu uis arinteneng. Emaka tiap anak jabu berkat ras-ras ku rumah. banci i kataken kerja sintengah. Mengket Rumah Erkata Gendang (Kerja Sintengah) Kerna mengket rumah erkata gendang. . eme kerja kitikkitik saja. . anak beru .Netapken si nujung ranting . anak beru.Muat bulung-bulung si melias gelar ku kerangen. Kade-kade sindeher-ndeher saja ras si labanci lang saja. mengkah dapur (kerja si nguda) Kerja Mengket Rumah Sumalin Jabu entah mengkah dapur. Erbahan arih entahpe runggu kerina sukut ras anak beru senina bagepe kalimbubu. sada man sukut. eme singiani jabu bena kayu. umpamana uis. sinangketkenca eme kalimbubu si mada dareh. Erkite-kiteken temue enggo rencit-encit.

Orang Karo meyakini bahwa selain dihuni oleh manusia alam juga merupakan tempat bagi roh-roh gaib atau mahluk-mahluk lain yang hidup bebas tanpa terikat pada suatu tempat tertentu. Perubahan kata dari perbegu menjadi pemena ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman orang-orang di luar orang Karo atas pengertian kata perbegu. Persepsi lain yaitu bahwa alam itu adalah sahabat karena itu harus disdayangi dan dirawat. Jadi kata pemena dapat diartikan merupakan kepercayaan yang asli (pertama) dari orangorang Karo sebelum masuknya pengaruh agama ‘baru’ seperti Katolik. Beberapa orang Karo lainnya mensinonimkan kata guru dengan kata dukun 2 . suatu kompleks penyembuhan. Kata perbegu bagi orang di luar orang Karo seolah-olah menunjuk ke arah penyembahan kepada setan. B. merupakan sebagian aspek penting dalam kepercayaan tradisional Karo yang pelaksanaanya terpusat pada guru. karena itu harus dihadapi dengan segala kekuatan. 2 WS. tetapi tidak jarang menjadi musuh yang menakutkan.Sembiring. M. Ada juga yang beranggapan bahwa alam itu sesuai dengan sifatnya. berasal dari kata bena yang berarti awal atau yang pertama (asli). Upacara keagamaan itu sendiri berhubungan dengan sistem kepercayaan yang hidup dalam suatu kelompok mayarakat tertentu. Upacara-upacara keagamaan tradisional yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan pemena. Konsep guru ini berhubungan erat dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut pemena atau perbegu. Tulisan ini merupakan hasil revisi dari sebahagian isi hasil skripsi tersebut. Islam. Demikian juga halnya dengan apa yang disebut dengan guru. Suatu peranan yang mencakup luas dan mempunyai kaitan yang erat sekali dengan konsepsi tentang kosmos dari guru sebagai pelaksana . Deskripsi berikut ini akan menguraikan bagaimana guru itu berperan dalam kehidupan orang Karo. baik secara individual maupun kelompok bagi kehidupan mereka (Dept. Upacara tradisional dapat didefenisikan sebagai upacara yang diselenggarakan oleh warga masyarakat sejak dahulu sampai sekarang dalam bentuk tata cara yang relaif tetap. Salah satu hal yang menyebabkan besarnya perhatian para ahli mengenai upacara atau ritus-ritus keagamaan disebabkan karena upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang paling ‘lahir’. kadang-kadang bisa menjadi sahabat.Si 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Sementara kata pemena berarti asli.Soemarno dalam penggolongan aliran-aliran kebatinan menyebutukan bahwa salah satu aliran tersebut adalah golongan pedukunan. untuk itu diperlukan beberapa aktivitasaktivitas yang dapat menjaga keseimbangan alam. sehingga lebih mudah diamati (Koentjaraningrat 1985:375). guna-guna dan ilmu gaib. Konsepsi Tentang Kosmos Manusia yang mengembangkan kebudayaannya selalu berorientasi kepada alam lingkungan dimana mereka bertempat tinggal. Beberapa persepsi manusia terhadap alam antara lain mengangap alam itu sebagai musuh. Guru ini sangat berperan dalam ritual-ritual keagamaan atau upacara-upacara tradisional bagi orang Karo. Protestan. karena itu harus ditaklukkan dan dikuasai. hantu dan roh jahat lainnya. Pendahuluan Guru adalah terminologi umum bagi orang Karo untuk menyebut seseorang yang berperan sebagai tabib. Tulisan ini akan diawali tentang konsepsi orang Karo tentang Kosmos sehubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan 1 Tulisan merupakan bagian dari hasil penelitian penulis untuk penulisan skripsi S-1 pada tahun 1992 di Jurusan Antropologi FISIP-USU. Pendukungan terhadap upacara itu dilakukan masyarkat karena dirasakan dapat memenuhi suatu kebutuhan. Penyebutan kata pemena ini disepakati sejak tahun 1946 oleh para pengetua adat dan guru-guru mbelin (dukun/tabib terkenal). Segala kegiaatan yang berhubungan dengan roh-roh gaib dan upacara ritual. Kemudian. Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut di atas kita dapat melihat bahwa semuanya berakar pada kebudayaan masyarakat setempat. Page 2 2002 digitized by USU digital library 2 pemena. Hindu dan Budha.GURU (TABIB) DALAM MASYARAKAT KARO: Kajian Antropologi mengenai Konsep Orang Karo tentang Guru dan Kosmos (Alam Semesta) Sri Alem Br. dimana ilmu pedukunan dan pengobatan asli dipraktekkan bagi masyarakat yang memerlukan. tulisan ini dilanjutkan dengan konsep dan klasifikasi orang Karo tentang guru dan keahliannya.P&K RI (1985:1).

pustima (barat). Penjuru mata angin ini dapat dibedakan atas dua sifat yang berbeda. Sedangkan si mada tenuang artinya yang menciptakan (tenuang berasal dari kata tuang = cipta.R. Selain itu digolongkan sebagai arah mati. Baik itu keseimbangan dalam diri manusia sendiri dan lingkungannya. yaitu desa ngeluh (arah hidup) dan desa mate (arah mate. Posisi rumah pribadi mayoritas menghadap ke arah utara dan selatan. Hal ini sesuai dengan keyakinan orang-orang Karo yang sangat dekat dengan suatu bentuk kepercayaan atau keyakinan terhadap tendi. para guru menyebutnya juga dengan Dibata si nurihi buk mecur atau Dibata si mada tenuang. Alam semesta merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh. butara (utara). 3 Penegasan mengenai ritual yang ditujukan untuk mencapai ‘equilibrium’ dalam masyarakat dapat dilihat dalam tulisan Geertz (1983). barat dan utara dikuasai oleh roh penolong yang memberikan kebahagiaan kepada manusia. Setiap manusia dianggap sebagai “mikro-kosmos� (semesta kecil) yang merupakan kesatuan bersama dari kula (tubuh). Penjuru mata angin ini disebut desa si waluh (delapan arah). Dibata yang yang dikenal dan dianggap penting adalah Dibata kaci-kai sebagai kesatuan keseluruhan dari Dibata. tendi (jiwa). pembagian kosmos yang diikuti dengan pembagia Dibata ternyata tidak begitu penting. selatan. yang dapat dibagi secara “vertikal� (tegak lurus) dan secara “horizontal� (mendatar). irisen (timur laut). sebagai kesatuan totalitas dari “kosmos� (alam semesta). benua tengah dan benua teruh yang masing-masing dikuasai oleh Dibata datas. selatan dan barat. selatan. Secara vertikal. daksina (selatan).utama. Guru dianggap memilki banyak pengetahuan yang mendetail tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan dan kejadian. Bagi mereka. Daya pikiran manusia dianggap bertanggung jawab ke luar guna menjaga . nariti (barat daya).kejadian dalam hubungannya dengan kehidupan 4 . mangabia (barat laut). dan akhirnya kematian 5 . Hubungan yang kacau atau tidak beres antara satu sama lain dapat menyebabkan berbagai bentuk kerugian seperti sakit. Sementara itu. Desa-desa yang digolongkan sebagai arah hidup adalah. sebab mengingat bahwa titik sentral dan tujuan utama segala aktivitas peranan guru adalah untuk mencapai kembali “equilibrium� atau keseimbangan 3 . pusuh peraten (perasaan). Setiap titik dalam “kosmos� mengandung tendi. Si nurihi buk mecur artinya yang mampu menghitung rambut (manusia) yang sangat banyak. maupun keseimbangan “makro-kosmos� dalam konteks yang lebih luas. aguni (tenggara). Kesatuan dari keseluruhan tendi yang mencakup segalanaya ini disebut Dibata. Sesuai dengan dengan pendapat dan pemikiran ini. malapetaka. posisi arah rumah dan areal pemakaman penduduk suatu desa (Desa Kidupen) mengikuti arah hidup. Sebaliknya pada arah mati terdapat mahluk-mahluk gaib yang jahat dan suka mencelakakan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari. bahwa si nasa lit (segala yang ada) dikuasai oleh Dibata. 1986:111). alam dapat dibagi ke dalam tiga bagian yang disebut benua. Dibata tengah dan Dibata teruh yang merupakan suatu kesatuan yang disebut Dibata si Telu ( Tuhan yang tiga) atau dianggap sebagai “tri tunggal� yang disebut juga Dibata kaci-kaci ( Kaci-kaci artinya Tuhan Perempuan) sebagai penguasa tunggal. Sedangkan posisi rumah-rumah adat mayoritas menghadap ke arah timur dan barat. dan ukur (pikiran). yaitu suatu kehidupan jiwa yang keberadaannya dibayangkan sama dengan roh-roh gaib (Ginting. Bagi masyarakat Desa Kidupen . Orang Karo meyakini bahwa alam semesta diisi oleh sekumpulan tendi. Kesatuan ini disebut sebagai ‘keseimbangan dalam manusia’. berasal dari kata desa yang berarti arah dan si waluh yang berarti delapan. Setiap bagian berhubungan satu sama lain. yaitu : benua atas. kekuasaannya meliputi segalanya dan dianggap serbagai sumber segalanya. barat dan utara. J. kesah (nafas). alam semesta dibagi ke dalam delapan penjuru mata angin: purba (timur). Menurut mereka Dibata adalah tendi (jiwa) yang dapat hadir di mana saja. timur. yang biasa dipakai menyebutkan pencipta manusia selagi dalam rahim seorang Ibu). Penggolongan kepada arah hidup dan arah mati didasarkan kepada pemikiran bahwa desa-desa timur. 4 Lihat dalam tulisan Ginting (1990) Page 3 2002 digitized by USU digital library 3 Secara horizontal. areal persawahan dan perladangan mayoritas di arah utara. Keteraturan dalam kosmos sudah terbentuk sejak Dibata (Tuhan) menciptakan manusia dan dunia.

beras pati air. jiwa adalah suatu kehadiran yang membuat tubuh menjadi seperti apa adanya.kosmos� (semesta kecil/tubuh manusia itu sendiri) tidak akan sempurna tanpa tercapainya suatu keseimbangan “kosmos� (alam semesta secara luas). kendit (tanah datar). seperti. Air jeruk dianggap sebagai lambang dari alam semesta yang mewakili ‘keseimbangan luar’ akan dimasukkan ke dalam diri manusia yang mewakili ‘“keseimbangan dalam� itu sendiri. Dalam ornamen Karo. Oleh karena itu kata malem digunakan juga sebagai arti sehat atau kesembuhan dalam bahasa Karo. Maka karena itu walaupun seseorang telah meninggal jiwanya tetap hisup. Orang Karo meyakini bahwa alam sekitar diri manusia sendiri dianggap sebagai “makro-kosmos�. yaitu keadaan sejuk dan seimbang antara “makrokosmos�. Belo cawir ini . Beraspati taneh dibedakan atas kerangan ( hutan). perasaan. Air jeruk purut diyakini menimbulkan rasa sejuk. pinang dan gambir). Beraspati rumah (inti kehidupan rumah) dibagi lagi atas bubungen (bubungan). malem pusuh (perasaan sejuk/tenang). mbal-mbal (padang rumput). yaitu. beraspati kerangen atau beraspati kabang dan kadang-kadang para guru menggabungkan beberapa beraspati yang dianggap penting dapat membantu kesuksesan suatu upacara ritual yang mereka adakan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam diri guru terdapat suatu pandangan bahwa keseimbangan dalam “mikro. palas (palas). 1983:12). Menurut para guru. uruk (bukit). CA. lau sirang (sungai yang bercabang). malem (sejuk/tenang). jiwa itu ada sebab tubuh sendiri tidak berjiwa. daliken (tungku dapur). seorang guru akan menyiramkannya ke kepala pasiennya. beraspati kerangen (inti kehidupan hutan). Ini yang menjadi dasar setiap guru di Karo selalu mengadakan persentabin (mohon ijin) kepada nini beraspati sebelum melakukan upacara ritual. nini beraspati ini dilambangkan dengan gambar cecak putih yang dianggap sebagai pelindung manusia. apakah kepada beraspati taneh. seperti dalam upacara perumah begu seorang guru si baso mengadakan persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah agar meraka masing-masing sebagai inti kehidupan tersebut tidak mengganggu atau menghambat jalannya upacara. pintun (pintu). Page 4 2002 digitized by USU digital library 4 Kesejukan badan dan pikiran merupakan dasar dari keadaan sehat. terganggunnya hubungan-hubungan dalam “mikro-kosmos� seseorang berarti adanya keadaan tidak seimbang dalam tubuhnya. 5 Keterangan lain mengenai jiwa dapat dibaca dalam tulisan van Peursen (1983). yaitu ketidakseimbangan antara tubuh. beraspati taneh (inti kehidupan tanah). jiwa meresapi tubuh. beraspati rumah (inti kehidupan rumah). nafas dan pikiran. ukur malem (pikiran tenang). kapur. Prinsip ini pula yang menyebabkan mengapa seorang guru melakukan beberapa upacara ritual dengan tujuan untuk mendapatkan keadaan yang serba malem (sejuk/tenang). tergantung dalam konteks mana upacara akan dilakukan. Tindakan ini diyakini akan menyempurnakan keseimbangan dalam diri seseorang. lingling (tebing). malem ate (hati sejuk/tenang). beraspati kabang (inti kehidupan udara). Biasanya dilakukan dengan meletakkan sirih yang disebut belo cawir (sirih. redan (tangga). seorang guru dalam beberapa ritusnya yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan pada diri manusia akan menggunakan air jeruk yang malem. kesatuan sosial dan lingkungan alam sekitar. Beraspati lau (inti kehidupan air) misalnya. tapin (tempat mandi di sungai) dan lain-lain. Tercapainya suatu “keseimbangan dalam� akan memperlihatkan berbagai keadaan menyenangkan. Oleh karena itu. Alam sekitar ini digolongkan ke dalam beberapa inti kehidupan yang masing-masing dikuasai oleh nini beraspati (nini = nenek).keseimbangan dalam dengan keseimbangan luar sebagai suatu “makrokosmos� (semesta besar) yang meliputi dunia gaib. Sementara itu kepala si pasien dipilih dengan pertimbangan bahwa kepala adalah tempat dari pikiran dan sebagai pusat dan pimpinan dari “mikro-kosmos� (semesta kecil) tersebut. deleng (gunung). dibedakan lagi atas sampuren (air terjun). oleh penganut pemena atau guru khususnya dibagi lagi ke dalam beberapa jenis lingkungan alam atau tempat dan keadaan. Kekekalan jiwa menurut Plotinus. kehadiran jiwa seolah-olah terpencar dari tubuh (van Peursen. para ( tempat menyimpan alat-alat masakdi atas tungku dapur) dan lain-lain. Dengan menggunakan air jeruk purut pada upacara berlangir (erpangir). embang (jurang). Beraspati. jiwa.

tidak mau menganggu manusia. kapur meciho. di setiap hutan ada satu keramat penungggu. Arwah itu tinggal di taneh kesilahen dengan . adina keramat ia singarak-ngarak.� (“Dalam tempat tinggal kita ini pun banyak sekali orang halus yang tidak terlihat oleh mereka yang tidak dua lapis matanya. Disamping hal di atas. hal ini terutama menandakan bahwa roh-roh yang telah mati tidak sama dengan manusia yang hidup. karaena itulah disebuat deangan i jah (di sana). dia menolong manusia. o nini beraspati rumah ujung kayu bena kayu . Sebutan i jah dan i jenda tidak berarati adanya suatu wujud pasti tertentu sebagai alam gaib. mengatakan bahwa: “I bas inganta enda pe melala kel orang-orang alus si la teridah bagi kalak si la dua lapis perngenin matana. pinang cawir. Adanya kehidupan pada manusia disebabkan bekerjanya ketiga unsur tersebut sebagai metabolisme tubuh manusia yang saling mengatur peredaran darah dalam tubuh. Ini dibuktikan dengan kata seberang yang dalam pengertian para guru dianggap maelewati suatu batas yang ditandai oleh lau (air).nurin Dibata si lakuidah. permohonan ijin dariku. dikatakan juga bahwa arwah orang yang telah meninggal mempunyai kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupan manusia.�). enda persentabinku. Supaya tidak ada yang menghalangi upacara ini. pinang dan gambir adalah lambang dari darah merah manusia karena perpaduan keduanya memberi warna merah. manusia tidak tahu pasti tempat dan wujudnya.merupakan lambang diri manusia. . ku letakkan sirih permohonanku. tiap-tiap kerangen lit sada keramatna. terdiri dari sirih bersih dan bagus demikian juga pinangnya. Alam gaib sendiri berada bersama-sama di sekitar manusia. Menurut seorang guru Pa Jawi (bukan nama sebenarnya). tidak ada seorangpun yang tahu pasti dimana. Hal ini pula yang menyebabkan banyak guru memakai air yang ditempatkan dalam suatu mangkuk putih. belo cawir. seorang guru dapat melakukannya dengan bantuan jenujung 6 . Alam gaib diatunjukkan dengan pemakaian kata ijah (di sana) dan alam manusia biasa dengan kata ijenda (di sini). .�) Dalam mengadakan hubungan dengan roh-roh orang yang telah meinggal. tiap keramat enda la ia engganggui jelma.�. Mantra (Karo = tabas) yang dipakai guru dalam rangka persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah adalah sebagai berikut: “enda ku sentabi kel aku o nini beraspati taneh kenjulu kenjahe . tapi adina Page 6 2002 digitized by USU digital library 6 orang alus. Kata tersebut di atas hanya untuk membedakan alam gaib dengan alam biasa. Semua tempat sekitar manusia adalah juga alam gaib. Page 5 2002 digitized by USU digital library 5 Sirih dalam belo cawir sebagai lambang tubuh manusia. kapur yang putih bersih dan terang atau jelaslah keterangan dan petunjuk dari Dibata yang tidak terlihat. sedangkan alam biasa tempat kehidupan manusia disebut doni enda (dunia ini). bage pe celaka man kita. .sider bertengna. demikian juga dengan keramat. khususnya mereka yang dijulluki sebagai guru si baso 7 melalui ritual perumah begu atau perumah tendi 8 . kosmologi Karo mempunyai perbedaan yang sifatnya umum antara alam gaib dan alam biasa. pinang meciho maka meciholah penuri . sehinga disebut negeri seberang. baik yang ada di ujung kayu ataupun di pangkal kayu . Dalam peristiwa pemanggilan roh-roh orang mati tersebut berasal/datang dari negeri seberang. Ini menunjukkan bahwa alam gaib itu berbeda jauh dengan alam tempat kehidupan manusia. Guru mengatakan bahwa hubungan itu dapat dilakukan melalui perantaraan angin si lumang-lumang (angin yang berhembus). sangat banyak juga. Sehubungan dengan itu. e banci ia erbahan penakit. tapi jika orang-orang halus bisa saja membuat penyakit bagi manusia dan mencelakakan kita. Dalam hal ini diungkapkan bahwa lau (air) merupakan penghubung antara manusia dan roh-roh yang telah mati. harus menyeberangi sesuatu untuk sampai ke tempat tersebut yang disebut sebagai i jah (di sana). namun alam gaib tersebut digambarkan sebagai suatu alam yang tidak terlihat dan tanpa wujud. Maka ula kari abat ula kari alih. tapi mahluk halus jenis keramat ini tidak menganggu sifatnya. (“ Ini aku datang memohon ijin kepada nenek sebagai inti kehidupan tanah dari segala sisi. kepada nenek beraspati rumah . . cibal beloku. terutama jika guru merasa bahwa penyebab dari keadaan yang tidak seimbang pada diri manusia tersebut disebabkan karena ada hubungannya dengan roh-roh orang mati yang mengganggu. bage pe keramat seh kel lalana. kapur lambang dari darah putih sesuai dengan warnanya putih.

J. Keseluruhan alam gaib disebut pertendiin (kejiwaan). guru adalah sebutan untuk orang-orang tertentu yang dianggap memiliki keahlian melakukan berbagai praktek dan kepercayaan tradisional. ahli penyembuhan. pagi berngina. malam bagi arwah adalah siang bagi kita manusia dan pagi bagi arwah adalah malam bagi kita manusia. ruas batang bambu. seperti: meramal. “Quardiant spirit’ ini diperlukan oleh seorang ‘shaman’ atau ‘spirit medium’ sebagai pelindung dirinya dan sebagai sumber kekuatan untuk hidup ataupun untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit (lihat dalam Pettitt 1966:137-243: Murdock 1974: Foster/Anderson 1986) 7 Deskripsi rinci mengenai guru si baso (‘shaman’) dapat dilihat dalam tulisan skripsi penulis (Sembiring 1992). ruas tebu.daunan tertetnu seperti besi-besi. seperti. mendaftar dan memakai sebagian besar pengetahuanpengetahuan yang ada dalam masyarakat.18) memandang guru sebagai suatu “kumpulan informasi�. Guru adalah juga pemellihara ceriteraceritera lama. “Pa Jawi adalah seorang guru pembuat langir (berlangir). Itulah sebabnya dalam melakukan hubungan dengan orang-orang yang telah meninggal. Dia harus mengetahui cerita yang menjelaskan asal upacara itu yang sering berkaitan dengan asal mula dunia. sangka sempilet. 1990: 1). Tetapi sebagai sebuah peranan biasanya diartikan dengan kata “dukun� dalam bahasa Indonesia (Ginting. Neumann (1910 : 1 . ahli theologi. Tetapi jiwanya tetap hidup dan dapat tinggal dimana saja dan masih dapat berhubungan dengan anggota keluarga lain yang masih hidup (lihat juga tulisan Singarimbun 1972:21: Bangun P 1976: Prinst. berngi suarina. Untuk membuat pangir seorang pasien yang mendapat mimpi buruk akan dikumpulkan bahan-bahan seperti. 8 Ritual perumah begu ini pada dasarnya dilakukan karena adanya kepercayaan akan kehidupan kekal dari jiwa. walaupun seseorang telah meninggal. berhubungan dengan roh atau mahluk gaib. juga beberapa ruas tumbuh-tumbuhan yang dalam bahasa Karo disebut buku-buku. Dia harus mengetahui tumbuh. ahli ekonomi dan juga merupakan suatu “ensiklopedi� yang mengembara di tengah-tengah masyarakat. ruas batang jagung dan lain-lain. perawatan serta penyembuhan kesehatan dan lain-lain. Dialah yang telah mengumpulkan. jeruk empat macam dan setiap macam berjumlah empat buah. Untuk melakukan suatu upacara dengan baik. Oleh karena itu hubungan manusia dengan alam gaib hanya dapat dilakukan melalui jiwa yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. C. tradisi-tradisi dan mitos-mitos yang merupakan harta karun sastera Batak (lihat dalamGinting 1986:121-122).tumbuhan mana yang diperlukan untuk melaksanakan suatu upacara dan dia harus mengetahui tindakan-tindakan dan mantera-mantera yang perlu dijelaskan kepada peserta-peserta lainnya. membuat upacara ritual. Dalam tulisannya yang berjudul “De Bataksche Guru� dalam Mededeelingen van wege het Nederlandsche Zendelinggenootschap. Pa Jawi harus menentukan berapa jumlah tumbuhtumbuhan yang harus dipakai sebagai bahan upacara dan juga manteramantera yang diucapkan untuk jeniss penyembuhan yan berbeda pula. DarwanDarwin 1985:22: Sembiring 1992) Page 7 2002 digitized by USU digital library 7 (lehrer) dalam bahasa Indonesia. seorang guru (guru si baso) menggunakan tendinya dengan bantuan tendi-tendi lain yang disebut jenujung (junjungan). Artinya. Alam gaib dikatakan juga sebagai alam jiwa. Seperti yang dituturkan oleh seorang guru perban pangir di Desa Kidupen (lokasi penelitian penulis) yang dipanggil “Pa Jawi�. Guru dan Keahliannya Bagi orang Karo. Junjungan ini adalah sebagai kekuatan dari luar diri seorang guru yang dapat membantunya sebagai roh gaib pelindung yang berasal dari “makro-kosmos�. Dimana pemilihan jenis tumbuhan . Itulah yang merupakan penyebab mengapa dikatakan begu banyak berkeliaran di malam hari. ahli sejarah. daun. kalinjuhang dan lain-lain. guru harus mengikuti aturan-aturan tertentu. Guru dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan. suatu hal yang memperlihatkan bahwa kemampuannya memang banyak.keadaan. Secara harfiah sama artinya dengan kata “guru� 6 Jenujung ini disebut juga sebagai roh pelindung (junjungan) atau dikenal secara ilmiah dengan sebutan ‘quardiant spirit’ (Pettit 1966) atau ‘ghost spirit’ (Mordock 1974).H. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan orang Karo yang sangat erat dengan tendi (jiwa). J.

atau sebagai tangkal. dan lain-lain.) Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa seorang guru harus mampu terlebih dahulu mendeteksi atau mendiagnosa apa penyebab keadaan sakit atau keadaan tidak seimbang dalam diri si individu (pasien). (“ Kita bertanya apa yang dianggap pasien kurang enak di badannya. ras pe ia ngerana. pemindona makana ia engganggui. seperti. maka si ban pangirna. guru nendung (peramal dengan bertanya pada roh-roh gaib) disebut juga sebagai guru si erkata kerahung/ guru perseka-seka. penyakitnya sembuh�. Jenujung ini diyakini berasal dari benua datas (dunia atas). Bahkan peran sebagai guru telah dianggap dimiliki seseorang sejak dia berada dalam kandungan Ibunya berdasarkan kata Dibata si mada tenuang atau kehendak dari Tuhan sang pencipta. guru si dua lapis pernin matana (seseorang yang dapat melihat roh-roh gaib). tidak lain dari pada yang lain ataupun tidak memiliki ciri fisik tertenu. guru peraji-aji (ahli guna-guna atau peamu racun). penolak bala. Junjungan ini dianggap memiliki kemampuan gaib yang dapat melindungi para guru dan membantunya dalam praktek-praktek penyembuhan ataupun pengobatan. banci idahna ise si reh i jah nari. jenis obat dan jenis mantera yang diperlukan. maka orangorang yang kelahirannya istimewa saja yang dapat mempunyai jenujung. bereken kai si i pindo si reh i jah nari. yaitu seseorang yang memiliki suara siulan di leher sebagai ucapan roh gaib. si leboh guru si deban si dua lapis perngenin matana. leher janin terbungkus oleh selaput pembungkus janin. D. e maka si ban pangirna. . gelah ia laus. lalu kita buat pangirnya. arah dan tempat). maka sembuhlah si pasien. Sifat tumbuhan itu diharapkan menyatu dengan tubuh pasien dan mencapai kembali keseimbangannya dan sembuh dari penyakit. guru nabas (seorang ahli mantera). guru perjinujung (seseorang yang disertai dan dibantu oleh roh-roh gaib untuk melaksanakan penyembuhan dan upacaraupacara ritual). guru pertapa (pertapa). ditanya apa kemauannya sehingga ia menganggu si pasien. guru permag-mag ( seseorang yang ahli dalam penyampaian doa melalui nyanyian). guru si baso (seseorang yang dapat berhubungan dan mengundang roh-roh gaib untuk memasuki tubuhnya sehingga kesurupan dan ahli dalam upacara pemanggilan roh-roh orang yang telah meninggal. guru si majak panteken (ahli membuat pangir/langir baik sebagai obat penyembuh. Pendapat umum termasuk para guru mengatakan bahwa seseorang jika paroses kelahirannya tidak istimewa. guru pertawar (penyembuh dengan ramuan obat-obatan). Dalam hal ini. Beberapa ciri tanda kelahiran yang dianggap istimewa seperti. tidak akan dapat menjadi guru jenis apa pun juga. janin yang dililit oleh tali pusar. guru tua dan guru si nguda/ guru sibeluh niktik wari (ahli dalam melihat hari-hari baik dengan perhitungan waktu. i sungkun kai kin atena. guru perseluken (seseorang yang ahli mengundang roh-roh gaib memasuki tubuh orang lain sehingga kemasukan). kadena si mesui. terdapat beberapa sebutan untuk jenis guru. dan mengundang roh tersebut untuk memasuki tubuhnya sebagai medium (perantara) untuk berbicara dengan kearabt-kerabat yang masih hidup. dan kita panggil guru yang dapat melihat mahluk halus dan yang mampu berkomunikasi dengan mahluk halus itu. apa yang sakit. malem pinakit�. kenca bage e maka si sakit pe malem ka lah ia. Junjungan ini diyakini pula dapat melindungi para guru dari niat jahat orang lain terhadapnya yang hendak mencelakakanya. Peran sebagai guru dianggap telah ditentukan dari sejak lahirnya seseorang dengan memiliki tanda-tanda kelahiran tertentu. Kemudian tahap berikutnya Page 8 2002 digitized by USU digital library 8 menentukan jenis upacara penyembuhan dan pengobatan. Mengingat setiap guru harus mempunyai apa yang disebut dengan jenujung (junjungan) yaitu roh gaib pelindung/pnolong. biasanya guru ini mempunyai apa yang disebut tungkat malaikat) 9 . peran sebagai guru sudah merupakan suratan takdir dari Yang Maha Kuasa. guru perbegu ganjang (pemelihara roh-roh jahat). Siapa Menjadi Guru Menurut keyakinan orang Karo hanya orang-orang pilihan saja yang dapat menjadi seorang guru. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan Karo. Pa Jawi mengatakan bahwa: “si sungkuni kai si akapna kurang ibas dagingna.ini disesuaikan dengan sifat dari tumbuhan itu sendiri yang secara simbolik dikaitkan dengan penyakit yang diderita oleh pasiennya. jika demikian. setelah diketahui lalu dibuatkan pangir untuk si pasien dan dipenuhi permintaan mahluk halus itu. adi enggo si eteh. guru baba-baban (ahli jimat isebut juga guru perberkaten).

terutama dengan tujuan untuk penyembuhan beberapa penyakit demi mencapai keseimbangan dalam diri individu yang disebut dengan keadaan sehat. Page 10 2002 digitized by USU digital library 10 kebudayaan kita selalu lebih baik dari kebudayaan orang lain. E. baik dan berguna terutama bagi pendukung kebudayaan tersebut. Ritual petampeken jenujung atau penolakan jenujung ini dapat dilakukan oleh jenis guru yang disebut dengan guru si baso. kita harus mengembangkan sikap ‘relativisme budaya’. Tetapi hal ini tidaklah selalu harus ada pada setiap guru secara mutalak. Setelah peresmian menjadi junjungan ini. Upacara-upacara ritual tersebut ada yang bersifat individual dan ada juga yang bersifat komunal yang meliputi kepentingan suatu penduduk desa. Penutup Berdasarkan deskripsi yang telah dipaparkan dalam tulisan ini. Pengertian konsep begu yang dimaksud adalah roh-roh (arwah) para leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia. Melainkan.Sementara itu. Page 9 2002 digitized by USU digital library 9 daerah tertentu di tubuhnya. Penolakan ini juga harus dilakukan melalui suatu upacara ritual. beberapa ciri fisik bawaan dari lahir yang juga dianggap sebagai hal istimewa adalah. tiba-tiba lehernya mengeluarkan suara siulan yang berdesis. atau terlebih dahulu menderita suatu penyakit yang disebabkan ole roh-roh gaib. setan begu ganjang. Satu hal yang perlu penulis tekankan adalah dalam mengkaji kebudayaan lain. kita harus membuang jauh-jauh sikap ‘ethnocentrisme’ yang hanya menganggap bahwa 10 Siti Dahsiar (1976) menyebutkan dari hasil penelitiannya di Jepang bahwa para shaman atau dukun yang mampu bertindak sebagai spirit medium cenderung sebanyak 99% adalah wanita dan struktur pemanggilan roh dengan jalan kesurupan (‘trance’). atau atas kehendak roh-roh gaib melalui peristiwa mimpi. Beberapa dari upacara-upacara ritual ini masih ditemukan tetap dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Karo. Untuk menyebut roh-roh jahat yang dapat membuat malapetaka bagi manusia disebut orang Karo dengan sebutan setan. lalu setelah sembuh diadakan suatu upacara untuk meresmikan rih gaib keramast tersebut menjdi jenujungnya (junjungan). seperti. Penulis berharap kiranya karya tulis dapat bermanfaat bagi kajian-kajian ritual atau religi untuk lebih memahami keragaman budya bangsa Indonesia. Dalam penyebutan sehari-hari dikenal beberapa jenis setan (roh jahat). setan naga lumayang. Keahlian dapat pula dimiliki melalui belajar. jumlah jari kaki ataupun tangannya lebih banyak dari orang biasa. didatangi roah gaib keramat dengan jalan kesurupan. Sebutan begu tetap disertakan karena kata itu menunjukkan sesuatu yang dimaksud sebagai mahluk halus yang tidak dapat diempiriskan secara indrawi biasa atau melalui pengelihatan dengan mata telanjang. Tulisan ini juga memberikan suatu cakrawala baru bagi pembaca untuk pencerahan pemikiran bahwa pengertian kata begu yang dimaksud oleh orang Karo tidaklah berkonotasi negatif untuk menyebutkan setan atau roh jahat. adanya daging tumbuh pada 9 Uraian lebih rinci dapat dilihat dalam tulisan Sembiring (1992). Guru si baso ini cenderung terdiri dari kaum wanita 10 . Seeorang dapat pula menolak menjadi guru walaupun dia bermimpi didatangi roh-roh gaib yang meyuruhnya menjadi seorang guru. keturunan. ________________ . jumlah gigi seri yang hanya dua buah. setan begu sidang bela. pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman budaya dan praktekpraktek upacara ritual atau ritus-ritus tradisional dari kebudayaan Karo. ritual itu cenderung dimaksudkan untuk mencegah malapetaka dalam tingkat desa. bertapa. sama halnya dengan penerimaan menjadi guru yang juga harus dilakukan melalui suatu ritual yang disebut petampeken jenujung. dimana kita harus melihat bahwa kebudayaan lain itu sebagaimana adanya. atau untuk keselamatan penduduk desa dari suatu ancaman keselamatan atau bencana alam. maka seseorang sudah menjadi guru dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit ataupun mampu mengundfang roh-roh gaib lainnya. Untuk tujuan komunal.

MS. dan hal-hal menarik di sana. Gayo yang berdagang kerbau ke Kabanjahe dan Medan. Binjai. Hal ini disebabkan karena orang Karo menganggap Aceh (Islam) sebagai musuh. sehingga Islam kurang mendapatkan perhatian dari orang-orang Karo. Demikianlah Islam kemudian timbul di Tanah Karo. ayam atau kerbau menurut keterangan orang tua saya . Menurut orang tua saya mereka juga mengenal agama Islam dari masyarakat karo yang telah memeluk agama Islam di Desa Tiga Beringin. pandangan itu tidak selamanya benar.Selain itu persentuhan dengan Islam juga terjadi dengan pedagang-pedagang Islam terutama pada masyarakat Karo yang tinggal di daerah dataran rendah (karo Jahe). MASUKNYA AGAMA ISLAM Suku Batak Karo termasuk dalam rumpun suku Batak yang mendiami daerah dataran Tinggi Karo(Kab. Dikampung saya Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Islam dikenal dari AcehTenggara melalui suku Alas. adat dan tradisi. Serdang Bedagai.Kaban dan Tifatul Sembiring yang berasal dari Suku Batak Karo. begitu juga dalam menyembelih ternak seperti . B. Aceh Tenggara. namuan hal ini menimbukan ketegangan dengan masyarakat yang sangat kuat dengan kepercayaan tradisonal. karena banyak suku Batak Karo yang beragama Islam. namun pengaruh Islam sudah lama dikenal jauh sebelum masuknya agama Kristen misalnya. Langkat. kemudian tahun 1970an beberapa penduduk memeluk agama Islam.PENGARUH ISLAM DALAM MASYARAKAT KARO Walaupun agama Islam tidak mendapat pengaruh yang besar seperti agama kristen. dalam pengobatan seorang dukun membaca Bismillahhirohmannirohim dalam memulai pengobatan. Medan. Kedatangan orang Eropa pertama kali adalah ketika William Marsden melaporkan perjalanannya ke Sumatera tahun 1783.Karo).juga konflik antara Kerjaan Aru(Putri Hijau) dengan Aceh.2 Agama Aceh telah menganut agama Islam dan jaya pada masa pemerintahan Iskandar Muda. yang tidak yang yang Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. Deli Serdang. A. Selain itu para putra daerah yang menuntut pendidikan keluar daerah seperti Rakut Sembiring (1939) . Umumnya orang berpandangan bahwa Suku Batak terutama Batak Karo identik dengan beragama Kristen.Menurut Baharuddin Pardosi Agama Islam masuk ke tanah Karo pada abad XI namun demkian masih banyak pendapat-pendapat lain tentang kapan masuknya agama Islam di Tanah Karo.. Walaupun masyarakat karo dalam satu keluarga memilki perbedaan kepercayaan namun hal itu tidak menimbulkan pertentangan karena ikatan kekerabatan dan adat yang kuat dan ini bisa menjadi contoh bagi toleransi beragama di Indonesia. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. Simalungun. dia merupakan orang pertama yang memeluk Islam. Walaupun ia mengunjungi Tanah Karo. Akan tetapi ada ketegangan waktu itu yang terjadi antara orang Karo dan Aceh. nenek saya (kakek) selalu membaca Bismillahorohmanirohim padahal ia sendiri memeliki kepercayaan tradisional. tetapi Marsden telah membuat observasi penting tentang kepercayaan Batak. kemudian orang tua saya Mayan Ginting (1947). dan Tanah Karo yang . bahkan ada diantaranya menjadi tokoh penting di Negara Indonesia lihat saja . Agama Islam dikenal oleh Suku Bangsa Batak Karo melalui persentuhan dengan dunia luar terutama dengan Aceh.Dairi. Permusuhan antara Aceh dan Karo ini bisa kita lihat melalui cerita-cerita seperti Putri Hijau dan lain-lain. juga penduduk desa yang pindah ke Aceh Tenggara untuk membuka areal pertanian .

dan pendidikan. ketika misionaris mengakhiri karyanya dan menghasilkan berbagai hal-hal yang berkembang. seperti sebuah pekerjaan yang mendorong partisipasi orang Karo Kristen untuk ikut ambil bagian. Dairi adalah dasar pendekatan yang pada akhirnya menyentuh Tanah Karo. Sepanjang revolusi sosial tahun 1946. dan membentuk klasis yang pada akhirnya bertumbuh menjadi Sinode. kehadiran para zendeling. Katolik yang masuk ke Tanah Karo juga berkembang. Bagaimanapun juga kehadiran orang Eropa di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistem-sistem pemerintahan. Pengaruh pietisme Barat. Kemudian kekristenan ini berkembang walaupun menghadapi tantangan karena pada waktu itu. mempelajari bahasa. sebuah kampung yang terdiri dari dua ratus rumah tangga. Semua ini merupakan sumbangan yang berharga dari para misionaris kepada orangorang Karo. Pa Rita Tarigan juga dibunuh oleh orang tak dikenal di Kabanjahe karena diduga bersekutu dengan . dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Misi Katolik yang ditujukkan ke daerah Simalungun. sekitar lima puluh kilometer sebelah selatan kota Medan. Baru ketika H. Dalam periode ini pengajaran hanya dilakukan pada saat-saat tertentu dilakukan oleh seorang imam yang berasal dari Jawa. yaitu mengkomunikasikan kepercayaan orang Kristen bagi mereka yang masih hidup dalam agama awal dan mengajak orang-orang Karo untuk tidak memandang Kristen itu secara otomatis adalah Belanda Hitam. hanya ada sekitar lima ribu orang Karo yang dibaptis yang dilayani oleh misionaris NZG dan tiga puluh delapan guru evangelis Karo. akan tetapi kekristenan belum diterima oleh orang Karo pada masa itu. Indonesia Timur. Wijngaarden yang dipindahkan dari Sawu. Hal ini disebabkan karena hampir semua imam-imam Belanda tidak boleh diizinkan lagi menjalankan pekerjaannya sepanjang revolusi. kemudian juga mencetak tenaga pendeta melalui sekolah-sekolah di Sipoholon. lalu mereka membuat tempat perhentian di Buluhawar. raja atau guru. Dalam kongres sejarah budaya Karo 1958 disimpulkan. Di sinilah kemudian dibangun sekolah yang pertama. Tahun 1940 setelah lima puluh tahun aktivitas misionaris di Tanah Karo. Perkembangan misi yang lebih sukses terjadi ketika perang dunia ke II berakhir. Kruyt digantikan oleh J. Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu. Selain masuknya Protestan di Tanah Karo. Pasaribu dan Guru Agama Simatupang ditangkap oleh orang lain di Lingga dan dibunuh oleh anggota-anggota dari Barisan Harimau Liar. dengan kesetiaan kepada bangsa yang baru dan untuk mewujudnyatakan sebuah bangsa yang ideal. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. Dalam perjuangan revolusi untuk kesatuan bangsa dan kebebasan. sebagian orang Karo Kristen menderita. melalui misi yang memperkenalkan teknologi. Hal inilah yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain.C. Demikanlah pada akhirnya masyarakat Karo sebagian dipengaruhi oleh kekristenan. Setelah melihat situasi yang ada. Misi Kristen di Tanah Karo tahun 1890-1942 secara signifikan dapat dilihat melalui komunikasi-komunikasi orang Eropa. ini sangat terlihat dengan bagaimana Zending membentuk persekutuan orang muda Karo. yang sepanjang tahun 1946 melakukan pesta pembantaian di Tanah Karo. tetapi bagi mereka yang non-Kristen kadang-kadang kurang bisa terbuka. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo.terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana. Setiap orang Karo yang menjadi Kristen memiliki dua tantangan. Baru setelah tahun 1947 dimulailah misi yang sebenarnya di Tanah Karo. dan komunitas Katolik Batak sepanjang periode ini sesekali didatangi oleh imam dari Jawa. Misi Katolik di Tanah Karo kemudian dihentikan oleh Jepang. sedikit banyak telah membuat keberhasilan bagi orang-orang lokal. melakukan pembaptisan pertama terhadap enam orang Karo pada bulan Agustus 1893. Kehadiran misi Protestan dan kolonialisasi di Tanah Karo dimulai ketika seorang zendeling dari badan NZG dan beberapa orang dari Minahasa pada tahun 1890.K. Pdt.

semasa konflik pertama. 150). sehingga ia tidak dipandang sebagai bagian dari pendukung kolonial. December 18. GBKP dituntut menjadi saksi. Hasil-hasil KGM mengenai hukum dan politik. Sungguh tantangan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Belajar dari sejarah bahwa Gereja dan Pemerintah selalu merasa lebih berkepentingan untuk di dengar. Disharmoni tersebut. bukan untuk mengusahakan Perda-Perda Kristiani. di mana banyak anggota gereja yang juga secara aktif termasuk di dalamnya. PGI dengan Pemerintah Indonesia). Sepertinya. bukan timbul dengan sendirinya. Selain itu di beberapa tempat. GBKP harus masuk ke dalam struktural sistem politik Indonesia. terasa adanya kebingungan sebagian warga jemaat dalam menampakkan hidup kristiani tapi juga harus memelihara berbagai norma pemerintah. GBKP Dan Politik Filed under: Seminar — mamatepu at 7:38 pm on Thursday. Bersama bekerja bukan bekerja sama. Pemerintah merasa Gereja berada dalam kekuasaannya (Band. Satu-satunya cara. Pendirianpendirian lembaga pendidikan (Sekolah-sekolah). lembaga kesehatan (Rumah sakit dan balai pengobatan). walaupun ia adalah seorang mantan misionari dan fasih berbahasa Karo. komunikasi dan transportasi (pasar. Namun GBKP. merasakan sangat kurang dana yang diperuntukkan kegiatan pembinaan. Gereja merasa di atas Pemerintah dan juga sebaliknya. namun tidak sejalan beriringan. cukup banyak menyumbang modernisasi bagi masyarakat. yang hanya sebagai salah satu motor penggerak dinamika masyarakat. Banyak orang Kristen yang lain juga mengalami penderitaan kekerasan karena diduga mendukung rezim kolonial. berdoa pada hari Minggu untuk perjuangan republik. namun karena Gereja dan Pemerintah seperti bekerja di dua aspek yang sepertinya sama. Tapi bagaimana ? Mungkin hanya Tuhan yang tahu. sementara sumber dana kemasyarakatan dari pemerintah tidak bisa disentuh sama sekali (Band. GBKP DAN PEMERINTAH Dalam sejarahnya. tidak dapat bergerak sendirian. Umat beragama lain dan terutama pemerintah. tapi untuk mengusahakan masyarakat yang berlandaskan kebenaran dan keadilan. hal. pemimpin GBKP menolak untuk mengakui kebenaran campur tangan kolonial dan menolak ijin kepada seorang militer Belanda berkhotbah di GBKP. GBKP masih harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya. seperti Gereja lainnya. untuk menjaga keamanannya. Pernyataan Keputusan Rapat Kerja PGI Sumut. Masuknya GBKP (sebagai salah satu gereja wilayah) ke dalam struktural. Baik dalam pembangunan fisik dan moral masyarakat. Medan 3-8 Juli 2007). lembaga kemasyarakatan (sistem koperasi dan perekonomian). pemimpin gereja itu dan jemaat-jemaat Kristen mengambil posisi yang pro-republik. Di dalamnya. antara pejabat gerejawi dengan pemerintahan setempat.Belanda. . Caranya ? Jelas harus adanya kesinambungan komunikasi yang baik dan sejajar. menjadi garam dan terang. Ketika sinode membuat keputusan formal. Ada kalanya. maka gereja turut berperan dalam perjuangan bangsa. GBKP sebagai salah satu perintis pembangunan Tanah Karo. Di berbagai tempat ada kecenderungan perasaan saling curiga. 2008 PENDAHULUAN Masalah mendasar hubungan GBKP dan pemerintah saat ini adalah tidak adanya komunikasi. Ketika tentara Belanda memasuki dataran tinggi Karo pada bulan Juli dan Agustus 1947. Tugas dan panggilan Jemaah terhadap lingkungannya. Dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. masih ada Majelis Gereja yang berorientasi pada pembangunan. Begitulah seterusnya. perhubungan jalan darat) dan pertanian dan lain-lain adalah sebagian contoh saja. gambaran pro-kolonial gereja menjadi ancaman bagi beberapa anggotanya dalam memperjuangkan kebebasan republik. bagi Pemda Kabupaten Karo (lebih jauh lagi.

BEBERAPA KENDALA Ada pendapat umum mengatakan bahwa yang terpilih menjadi pendeta merupakan “ping-pingna” atau menjadi pendeta merupakan pilihan terakhir. Seumpama sebuah partai/golongan. sejak dulu. supaya mereka dapat ber-PI. diperlukan program-program partai yang menyentuh kebutuhan masyarakat. dengan perkembangan terbaru akibat terjadinya reformasi di segala sisi. gereja-gereja di Belanda mengirim pendeta ke Asia terutama di daerah-daerah koloni. Tidak hanya mampu berbicara mengenai baptisan dan Roh kudus. dan pemerintah masih menyesuaikan diri dengan sistem yang baru. Kemudian berkembang untuk menjangkau kaum turunan Belanda dan pribumi.Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sendiri berkembang dari ajaran Calvinis yang menganut presbiterial sinodal. Dan tidak hanya mampu berbicara mengenai kolekte dan berkat. Kruyt yang datang ke dataran tinggi Karo tahun 1890. Partai ini akan ditinggalkan pendukungnya yang kebanyakan orang Karo. Masuk akal pada masa itu. tapi belum menyentuh pendidikan dasar masyarakat). tapi juga mengenai wabah Jeruk. hingga akhir 2008 ini. Singgih. dan seterusnya. yaitu budaya Karo. tapi juga mengenai peluang-peluang tenaga kerja yang menguntungkan. Bila tidak. apalagi maksimal.J van den Berg. untuk menginjili masyarakat lokal mereka harus terlebih dahulu mempelajari bahasa dan budaya lokal. Mereka mempelajari budaya lokal. Hal yang sama dilakukan kolega-koleganya dari Netherlands Zendeling Geenoschap di Tanah Karo. masih mencari bentuknya sendiri. belum menyentuh hakikat pertanian itu sendiri).H. programprogram GBKP. serta akhirnya melahirkan gereja-gereja lokal (Lihat Ragi Cerita I. GBKP pada awalnya sungguh-sungguh berorientasi pada pembangunan modernisasi masyarakat luas. GBKP sudah kurang mencermati pembangunan pendidikan (ada beberapa program. SDM dalam GBKP bukan nomor 2. Tapi berapa banyak yang anaknya sungguh-sungguh diarahkan menjadi pendeta ? Akibatnya.K. tapi juga mengenai krisis ekonomi dan penanggulangannya. melalui buku Institutio yang ditulis semasa reformasi gereja di Eropa. hal 41-42). Joustra. GBKP perlu . lebih banyak berorientasi pada Pembinaan Jemaatnya. Masyarakat luas hanya bisa menunggu. Orang Barat datang ke Indonesia). Seorang Pendeta. Sudah saatnya diberi penekanan pada “service intelligence quality”. Pemerintah di lain sisi. Artinya dalam menentukan arah gereja diputuskan oleh suara jemaat melalui sidang-sidang. tapi tidak optimal.C. Dekade perintisan hingga pembinaan) Artinya. Sekalipun demikian lebih dua tahun kemudian baru ada 6 orang Karo yang menjadi Kristen. G. jabatan pendeta memang kurang menarik bagi jemaat GBKP. Pemberdayaan wacana generasi muda Kristen guna meningkatkan pelayanan masyarakat dalam era reformasi di Indonesia. figur-figur partai yang berkharisma dan mampu memberikan solusi di masa sulit. GBKP lebih memikirkan perkembangan jemaatnya. Tidak hanya mampu berbicara mengenai dosa dan kematian. Semua merasakan profesi pendeta yang mulia. seperti: M. Sistem ini diadopsi langsung dari pemikiran John Calvin. Dalam pengamatan penulis. kurangnya dana (???) dan kurangnya ahli yang berpengalaman dalam pelayanan (tulus) serupa ini. Jadi. sebab banyaknya pemikir (konseptor) yang tidak ditindaklanjuti. kesehatan (sering juga diperbincangkan belakangan ini. Wijngaarden. Neumann. tapi juga mengenai hukum pidana dan perdata. J. Untuk melayani para pedagang dan pelayar Eropa pada abad XVII. E. Pemerintahan mencari-cari dan berusaha menyesuaikan diri dengan sistemnya yang sebagian besar baru (Lihat E. pupuk Kol dan sistem finansial keluarga yang baik. J. untuk menarik peminat. Iman & Politik dalam era reformasi. (Lihat Bunga Rampai Sejarah GBKP I. Hal ini dapat dimaklumi. tapi hanya mengulang-ulang program dulu) dan yang terutama pertanian (masih dalam wacana diskusi. Untuk saat ini. Seperti halnya dilakukan H. Cara itu merupakan metode yang kontekstual pada saat itu. tidak hanya mampu berbicara mengenai Kerajaan Surga dan keselamatan.

Mengapa tidak disatukan ? Momentum ini. antara lain. Matius 10:17. dalam hal ini Pemerintah. untuk sekarang ini. mehuli menai pendahin. misi : “menjadi kesaksian”. Pemerintah memiliki APBD dan staf ahlinya. yang dimiliki kedua motor tersebut. Matius 10:16. yang dijadikan satu kekuatan. ekonomi. perlu ibahan ngarkari. dan hanya jika. Hanya saja. Namun. GBKP memiliki ruang gerak dan ruang wilayah. Setara dan saling membangun. Jadi bagaimana ? Sambil tetap mengusahakan hal tersebut di atas. GBKP memiliki masyarakat dan penggeraknya (Pendeta).menyekolahkan pendetanya yang mampu dan berkualitas. pertanian. ADITIA : Wari Medalit. sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. Dan karena Aku. 3. Tidak sedikit peluang pembangunan masyarakat. Klasis dan Runggun) memiliki hubungan yang berstruktur dengan Pemerintah (Baik PemDa Kab. hanya dapat dijalankan jika. Lihat. Matius 10:18. wari kurang ulina. GBKP (Moderamen. Bukan untuk BAB IV WARI-WARI KARO GUNA WARI SI 30 1. SUMA : Wari piangko. Penulis teringat kata-kata Yesus. Pemerintah memiliki Dana Bantuan Pembangunan dan aparat hukumnya. di dalamnya ada mengusahakan kolusi. Camat dan Kepala Kampung/Desa). teknik dan lain-lainnya. ke bidang-bidang hukum. rentan juga terjadi kolusi di dalamnya. GBKP mengarahkan kependidikan kependetaannya memiliki intelektual setinggi langit dan motivasi pelayanan sedalam lautan. metenget kerna erkaipe. 2. Tapi itulah yang perlu diusahakan. Artinya. wari mehuli. pemikiran tersebut masih merupakan angan-angan Pa Cendol menunggu hujan reda. NGGARA : . GBKP masih memiliki masyarakat dan Pemerintah memiliki Sumber Daya. Itu satu pemikiran yang baik. Jadi. tapi lihat ayat selanjutnya. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. di antara keduanya Pemerintah dan Pendeta memiliki komunikasi yang baik. karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. kamu akan digiring ke muka penguasapenguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. GBKP perlu bekerja sama dengan motor penggerak lainnya. wari sidua nahe. Tidak berhenti di situ. Ideal ya ? Anggota Moderamen menjadi Ketua DPRD (Why not ?). adi motong manuk lantabeh adi lit kematen ibas wari e.

nampeken upah tendi. guro-guro aron. BELAH PURNAMA RAYA: Wari raja. nampeken tendi. mulai erpangir kulau. muncang kuta. nampaiken rejeki. mereken upah tendi. mena nuan. ertoto man Dibata. erjinujung erpangir kulau. wari salang sai. mere penjaga rumah/pagar jabu. kalak bayak rsd. erkata gendang. pandai. ergendang. ngarkari. mulai nanggerken gula. mehuli mengket rumah mbaru. metenget kerna kai pe. sinerang menang. ngulak. wari erperang. kerja mbelin. erpangir enggo seh sura-sura. ngelamar. panggil semangat.NGGARA SEPULUH : Wari melas. ndahi simbelin. kerina kerja-kerja mehuli. ertambul. ngarkari. merenaken man orang tua. erpangir nguras. guru penggual. kerja mbelin. 8. murah mambur dareh. buang sial. mehuli erbahan tambar. mehuli nuan-nuan. dahin kai saja pe perlu metenget. mola-mola. BERASPATI : Wari medalit. majek rumah. muka usaha. mengket rumah. mulai erbinaga. ertahan talu. mere babah. kerina mehuli erbahan kerja mbelin ras kitik. 9. 7. ngawil. murah rubat. mehuli erbahan kerja mbelin (gendang). ngerabi juma. ndahi kalinbubu. 4.ADITIA NAIK: Wari mehuli. mengket rumah. CUKARA DUDU CUKERA LAU: Wari erpangir kulau. mehuli erbahan tambar. kerja tahun. erbahan tambar. mehuli njumpai simbelin. mengket rumah. penaik erjeki. mulai kujuma. wari Raja. berkat erdahin ndauh. erpangir enggo seh sura-sura. simehuli erburu. buang kengalen. 10. 14. raja. ngosei orang tua. BUDAHA : Wari si empat nahe.kerja mbelin. mena mutik. ngelamar kerja. kerja-kerja kitik tah mbelin kerina mehuli.Wari Melas (wari merawa).CUKERA 6 BERNGI: Wari pembukui. nampeken tulan-tulan.SUMANA SIWAH : Wari kurang ulina. 5. mulai wari-wari e arih-arih kerina tembe. erpangir silamsam. 11. muat page ku keben. mereken nakan man . mola-moal begu jabu. metenget api. engkicik tendi. 13. wari kerja kalk erjabatan. nungkuni. 12. nerang menang. wari pinangko. kerjakerja banci ibahan. erpangir nguras. mere babah. kerja simehuli mehuli krina. wari salang sai. tukang. ndarami dahin. erpangir kulau. guro-guro aron. BELAH NAIK: Wari pengguntur. erburu. ndilo tendi. mulai erbinaga. kalak simantandangen latahan. La mehuli erdaya si empat nahe. erbahan tambat. 6. rerpangir nguras. muka usaha. ndarami pendahin. kalak sireh mehuli. kerja erkata gendang mehuli. rayat erkerja banci latahan. BERAS PATI TANGKEP : Wari mehuli. mehuli berkat erlajang. wari merawa. nampeken rejeki. wari erdaulat. wari page mbuah. ngalakken pinakit. BUDAHA NGADEP: Wari salangsai. jaga pintun rumah. nampeken tulan-tulan. nuan galuh lape-lape tendi. mulai erbinaga.Kerja. wari mehuli. sitandangi la tahan. mehuli erbahan kerja. awas api. niding. ngelegi pengambat.

buang sial. lamehuli lawes la erturin/la ertujun. CUKERA SIDUA PULUH : Mehuli erbahan tambar. mekisat kalak erbahan kerja ibas wari tula. 24. erbahan tangkal penjaga badan.tambar-tambar penjaga diri. mereken ciken. ngerabi juma. emak ibahan kalak ibahbahi alu bulung simalem-malem. mere page. ndaramii pemeteh. ngawil. mereken nakan. ngerabi juma. kerja simehuli nuan tualah. BUDAHA GOK: Wari page mbuah. sinerang menang. buang kengalen. kekurangen. maba nangkih diberu . wari perperangen. erbahn tambar. nungkuni anak kalimbubu. ngulakken pinakit. niding. niding. berkat lajang. mehuli munuhi tambar. lamehuli pajentik ras anak/ndehara. nampeken/ngurkuri tulan-tulan simate. erdalan ndauh. kekurangen lit siman buaten. metenget rubati murah sipaten. erperang. ngerabi juma. 26. ngaci. BERAS PATI SEPULUH SIWAH (19): Mulai menaken dahin. erpangir silamsam. pesikap parik. 15. ndungi tambar. SUMA CEPIK: Wari kurang mehulina. ngerabi kujuma. mindo pengambat. 23. mulai mutik. mutik page menaken ranan/nungkuni ngena ate. NGGARA SIMBELIN : Mehuli erbahan tambar. adi lit urak bilangen ibas wari e ibahan bulung simalem-malem. erpangir silamsam. eburu kekurangen ngkawil. SUMANA MATE : Wari munuh. wari melas. mehuli erbahan runggun. 25. kulawit muat binurung.ADITIA TURUN : Mehuli erbahan tangkal pinakit. BUDAHA MEDEM : Wari simalem-malem. mehuli osei man orangtua. pesikap tapak rumah. erbahan tawar. ngelegi besi mersik man kalimbubu. 22. 27. tupuk. BERAS PATI MEDEM : Wari damai. ngulakken pinakit. CUKERA MATE : Mehuli kerja ngulaken pinakit. ngerabi.orang tua. kerja-kerja pe mehuli. erdaya kurang ulina. 18. ngaci. 16.ndungi perarihen. 21.. ngaluni/nambari pinakit mulajadi. ndarami dahin perkuta-kutaken. wari merawa. 20. metenget ngerana man ise pe. ertahan talu. erpangir kulau. mulai aron kujuma. caburken bulung.BELAH TURUN : Mehuli erbahan tambar. erburu kekurangen. kerina nuan-nuan kujuma. erpangir pinakit erden-den. erbahan lipo manuk. tangkal juma. lamurah pesimbak sora. buang sial. TULA : Wari sial. ngulaken pinakit. mulai nuan. awas api. kerja simehuli. wari . buang sial kulau malir. wari melas. mekisat kalak mambur dareh. NGGARA ENGGO TULA: Wari merawa. ndilo tendi. 19. nukur barang rsd. ngeranaken kai pe muat simehuli. ndurui. erbahan sambar/pengganti diri. mulai muat page kukeben. ngarkari nipi gulut/selamsam. adi lit anak tubuh banci nunda kubapana ras nandena. simehuli erbahan tambar. 17. erburu. ngekawil. munuhi tambar. berkat erlajang.mehuli nukur asuhen siempat nahe.wari pesalangken.

Ibas se e kerina pang ia I uji. erbahan kerja saber lebe. adi nambari eteh gerek-gerekenna. adi tengteng warina. kurang ulina berkat adi la pentingkal. tahun 1200 kalak Karo enggo ngiani Taneh Karo.e ngerim-rim setan. ras guna-guna wari Karo. kalak Karo nggo lit ngiani Taneh Karo. MATE BULAN : Wari bicuk.erbahan sapo. terlebih kerja erpudun. erbahan tambar pe kisat kalak. mekisat kalak erbahan kerja-kerja simehuli. perlu metenget. ketika sipinang rambai. ndungi runggun. erbahan pengkalaki. bintang sayep rsd. erbhan lumbung wili. Adi lit kalak lawes i rumah nari. nitik wari si 30 lameleset. nutup pertambaran/pertapaan. SAMISARA : Wari pendungi. KETIKA ketiken kalak Karo Ibas nini-nininta nari. . niding. Menurut bangsa Belanda. sinoria pe enggo meteh ketika. jandi pe murah mobar. Ibas kalak Karo enda. bancipe idilona anem ijapape kalk lawes e. adi ia berkat kujapa pe nehen lebe warina. 28. mesti mulih ku rumah. Tehna anak-anak sape tubuh dilaki tah diberu. nehen ketikana kai pe lalit alangen nina wari-wari emaka berkat. 30. mehuli nutup kerja. murah la siteken. labanci rubat. kecuali terpaksa kal. numbuki pola. Sope denga reh bangsa sideban. dahin-dahin biasa saja mehuli. sabar lebe erbahan kerja-kerja. banci lampas malem tah lang. kurang ulina erbahan kerja-kerja. DALAN BULAN: Endek-endek bulan. bintang nuan. Banci datca bunin-bunin. banci malem tah lang. cocok ketikana. erdahin banci. numbuki gegeh aron. wari pesalangken. mulung tambar. Menurut kata orang tua siadi. Menurut sinoria. lit ketika nininta nai tehna nge ngenehen bintang I langit. Beluh ia ndarami kalak lawes. bintang merdang. ras menurut Pustaka Najati. eteh kuja per lawesna. adi tiktik wari eteh kapal tombang itengah laut. 29.

Deba begu jabu ngataken tambarna ipepulung. nina mari ku cetak alu mehuli gelah mejile. Tuhu kata pustaka e. Tambar Karo em sada masuk budaya sibanci ngangkat suku ras gelar Karo ku permukaan. guruguru. Melala kalak sakit totoken man begu jabu. Lit nge tambar-tambar Karo reh sendiri ibas Dibata nari. Ipindo Belanda buku pustaka e. sibayak-sibayak. Mang-mang. arah suku Toba. pertawar penggel. Ngenehen nasib rasa tuah rejeki.Patah tulang. Tik-tik pustaka e. nambar-nambar pinakit mesinting melala pinakit madan. Genduari Pustaka Najati I negeri Belanda. Tambartambar enda asalna erbage-bage sumber.BAB V TAMBAR-TAMBAR KARO Tambar-tambar Karo ndauh sope reh penjajah Belanda enggo lit.Adi sinehen sumber-sumber tambar Karo enda. melala ilmu-ilmuna. situhuna piga-piga kita kalak Karo lit hubungenna ras Dibata secara langsung. Asum Belanda I taneh Karo njajah. Asa paksa sigenduari pe lit denga. Pustaka laklak kayu enda mbue erbagena. Tambar-tambar.Tawar sembelit. reh arah nipi. Arah nini-nini nari. em isuratken ibas lak-lak kayu. jinujung. Enda pertanda kalak Karo labo lebih kitik asa suku-suku sideban. 1. Isi Pustaka Najati e lengkap emkap : 1. mis malem. Kalak Karo melala kelebihenna. Lit ka perantara keramat-keramat. penghulu rsd. Sumber Tambar-tambar Karo. 6. gelarna PUSTAKA. ipepulungna kerina kalak sipintar. pemetehna. cara-carana. Arah buku pustaka lak-lak kayu Arah nipi. Guru Patimpus simeteh tambar. Guna Tambar-tambar Karo. ieteh tombang kapal ilawit. Lit arah suku ras bangsa sideban. Arah ilham. Pustaka Najati Ibaba Belanda ku Megerina. Sungkun berita. ras akalna. Guru Patimpus Sembiring Pelawi em pendiri kota Medan. nini pagar rsd. tambarken. Pustaka NAJATI enda seh kal jilena. Lit ka perantara nabi-nabi rsd. Pustaka jali enggo negeri Belanda gantina alu Pustaka Sibadia. arah suku Cina. 2. mehulika. Niktik wari desa si waluh. keramat. 5. Ras sumber-sumber sideban. Suku Karo itandai kalak ras bangsa luas em salah sada alu tambar Karo. pinaket e.Tambar batu karang. orang halus. baban nggeluh rsd. Pinakit Sitambari Kalak Karo. misalna arah agama Islam. Timpusna tambar-tambar piah ia pe igelari guru Patimpus. Ia reh arah ilham. maka melala ipake kalak sebab seh jilena. Pustaka lak-lak kayu e ibas piga-piga kalak Karo si terkenal em Pustaka NAJATI. suku India atau agama Hindu. 3. Arah pustaka enda melala erlajar guru-guru kalak Karo. begu jabu. Guna wari Karo. 4. 3. . 2.

suci ukurna bersih. simesera. Ibas guru belin e. perbahenna bersih. 4. 3. Guru lit erbagai-bagai. adi ipakaina kin tawar ras bisa. nasak sibiangsa.Tambar pustab. lit kai pe. Duit enggo keri. Jarina. Lit nge tawar. tehna gelar bulung-bulung si erbisa. Tehna gelar bulung-bulung tawar. Arah iguruken: Keturunen nini-nini nari: Arah nipi: Ilham: Ibas keramat nari : rsd. rsd. Guru Pedewal-dewal.Tambar sakit gula. ibahanna bage. lit begu-beguna. guru singoge gerek-gereken. lit dewal-dewal. Pinakit kai pe banci iperiksa ras itambari ibas Karo nari. nasak pupuk sangga bunuh. Katakenna arah nipi. siausah. Buat bulung besi-besi sangke sempilet. tongkat malaikat.Tambar beltek (maagh) 8. Kerina guru enda termasuk sierjabat-jabaten. Ngenehen kelek pinakitna. lit guru Namura. (Rematik) 7. Adi guru belin lit isina. laklak ndarasi. lit sikat. Enggo puas ertambar la malem pinakit.Tambar-tambar sideban. tapi beluh ka ia nasak bisa-bisa. lit Guru Ngulak.4. mis tergejap. Erbagai-bagai Guru. 6. lit tongkat malaikat. ia i doni enda nampati manusia sisakit. ibas kata-katana nina : Lit bisa. piso. lit Guru Pengarkari.Tambar aji (kelangker). entebu melam kerina simehuli. ertambar ku dokter la malem-malem. begina sora ibahanna tambarna. Genduari guru sibagenda lanai zamanna. 9. Mesera muat guru penawar ibabo doni enda. Sebab guru penawar. kerin renjom. Tongkat penaluan cincin siadi. lit bisa-bisa. Ia dahinna bagi Nabi ras Rasul. 2. simesui tah kalak suin. Guru dua lapis pengenen matana. 5. tongkat penalian. lambarna e campur dadih. lit guru simeteh benda-benda sakti. Ia enggo lit suraten tubuhna. lanai diate kalak adi ndekahsa sakit. bulung lelesi.Tambar pinakit mulajadi. ibas tanna sikawes dadih. ia arus suci jiwana. Tengguli ras Dadih. beluh ia erbahan tawar.Turah nipina. lit pupuk tawar. lit guru Belin lit guru Penawar. tapi ia sakit. bengket kupusuhna. Beluh ia ngarkari.Tambar pusuhen (sakit jantung). Guru Penawar. em tanggapan kalak sinoria. harta lanai lit. malem kerina pinakitna. lit sarana. begina sora. reh penggejapenna. Enda maka enggo tambar ngenca ibaba guru penawar e. Enda sinai ngenca lako. Guru Ersilihi. Dungna ia . benda-benda gaib. Guru Belin. Guru Penawar la perlu ngarak-ngarak harta doni. launa inem. labanci ibaba tawar ras bisa merawa Dibata. Guru Singoge wari si telu puluh (30). 5. Melala guru labo sura-surana jadi guru. lit pengentasan. guru lit penggejapenna.Guru belin enda genduari lanai mehuli. Lit guru sibaso. lit ibas ia tawar ras bisa. nasak ipuh. beluh ngulak. malem pinakitna. kikuta kalak. nungkun kalak ija ia ertambar. 6. umpana batu cincin.Ibas ia lit erbagai-bagai tawar. Pemeteh guru e lit dalanna erbage-bage em kap : 1. Adi ia kin guru penawar. 10. em kalak si enggo ipilih Dibata. beluh ia ersilihi. Guru Siniktik Wari. Guru Sungkun Berita. kade-kade enggo bosan. dahinna perumah begu. nasak racun. Suraten tubuh/Padan sindube. lit buku lak-lak kayu (pustaka).

Sakit syaraf (gila) . Gigit ular berbisa . tangkal. tuah.nambari kalak piah pe jadi guru penawar. Alum-alum (kanker ganas). Lit ka ia tabib.Tapi erbahan kalak sakit pe beloh ka. Sakit beltek (magg). Dwi fungsi ia nambari. kai dirulahi adi lit kin pinakit. urat. gelar bulung-bulung ras uraturat. Sakit gadam . TERAKA Teraka (tato) adalah suatu seni untuk merajah diri dengan gambar-gambar yang kita sukai. Pendapat sienterem. (Guru penawar) : Tabib nambari pakai pulungen (ramuan). pawang lebas. beluh ia. emekap: Sakit batu karang. Tabib (guru penawar) sini andalkenna em gegeh ramuan tambar-tambar e. . pawang beraga. Beda Tabib ras Dukun. TABAS-TABAS Tabas-tabas ibas kalak Karo melala sumberna emekap: Islam nari. Tawar gadam . arimo.Lain tabib. dll. Pengertian dukun ialah: Sini ikataken dukun em kap kalak si lit pemetehna nambari tah pe lit kelebihenna asa kalak biasa.. rejeki. janah tehna barang-barang siertuah. Tumor/bareh . Dukun menguasai pawang perkara pawang. dalim dareh. tah pe alu sembur belo saja. gajah. Dukun melala nabas tah kataken tabas-tabas. Beluhka ia erbahan ajimat. kalak sakit ipen. minyak gelanggang. ras sidebanna. Luka bakar/kena api . ras sidebanna. Tabib em guru Dokter. Bismillah Islam nari. tidak luntur dan sukar untuk dihilangkan. Lit ibahanna tambar guna kalak sakit spesial sada kalak. makai pulung-pulungen.Dukun seri ras guru timur. misalna. India nari. Cina nari. Teraka (Tato) sudah mempunyai sejarah amat panjang. Endam adi enggo suraten tubuh. Tabib membuat pil (kuning) jamu (tawar) minyak urat. lain dukun. Ilmu tulang-tulang. Dukun banci nambari secara gaib. tabib ras dukun seri. sebab 2000 tahun sebelum masehi seni merajah diri ini sudah dikenal. beluh ia ngenen retak tubuh. nipe. ras erbagai pulungen bagepe untuk tambar. Luka kena piso . pawang udan rsd. Tabib (guru penawar) ipelajarina ilmu anatomi. Hong nina mirip bahasa Cina. Dukun em guru sierpemeteh ningen ia banci nambari erbagai-bagai pinakit alu singkibul rimi mungkur. Sakit mulajadi (sawan). Lit ka ibahanna tambar banci guna sienterem (obat jadi) siap pakai. Sini tambari Karo malem. ia ka dukun. karat lipan. Gambar atau rajahan yang terjadi meresap kedalam kulit. Tabib banci mbuka Balai Pengobatan (rumah obat) jadi gorosen tambar. Kena setan-setan . tehna Yesus tubuh. nasib. Perkesah timbarna. guna pepalemken pinakit. nambari kalak sakit banci jarak jauh.

Tato ini sudah lama pula dikenal. maka ia akan semaput. perempuan yang sedang melahirkan. antara lain: karena terkejut (sengget).Teraka ini sudah dibuat pada diri seseorang ketika ia masih gadis. terutama pada kam wanitanya. kemudian sebagai alat gambarnya dapat dipergunakan getah limus atau tahi pantat kuali yang dicampur dengan minyak tanah lalu ditisukan kedalam kulit. Menarik lawan jenis . yang dibuat dari rumputan. Adapun cara Sedang Bela ini menyerang manusia. . yang dikenal dengan nama : Teraka Sipitu-pitu. untuk mengintai korbannya. Pada masyarakat Indonesia. Memperindah diri .Tato berasal dari bahasa Tahiti.I Gusti Putu Panteri. Mengobati /menyembuhkan penyakit tertentu. sebagai berikut: Untuk mendapat kekuatan magis . perempuan yang baru melahirkan. Pembuatan teraka (Tato) pada suku ini berhubungan dengan religi setempat. mudah sekali di serang oleh setan yang disebut dengan “Sedang Bela”. Untuk menghindari serangan Sedang Bela ini. seperti dikatakan oleh: dr. simpangan jalan (serpang). dari generasi ke generasi berikutnya dikalangan wanita Karo. Sedang Bela atau setan. Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa UNUD (kompas 25-71983). dan anak yang baru lahir. atau sedang. pada saat –saat sedang melampaui masa-masa kritis. atau baru melahirkan. Pembuatan teraka Pembuatan teraka pada umumnya diwariskan secara turun temurun.Seperti telah diuraika. bahwa orang yang mudah diserang Sedang Bela ini. Adapun pemakaian teraka pada suku Karo berhubungan dengan masalah religi (kepercayaan). adalah perempuan yang sedang hamil. melihat (pengidah) melalui mata dan kemungkinan mati. yang diketemukan oleh ekspedisi James Cook pada tahun 1969. Pada waktu itu sudah ada kebiasaan merajah diri pada masyarakat polinesia. kemudian meninggal atau gila. TUJUAN MEMBUAT TERAKA (TATO) Adapun tujuan dari pembuatan teraka (rajah) ini. karena teraka itu diyakini dapat menolak atau menangkal serangan. Sedang Bela mahluk halus yang selalu berpindah-pindah tempatnya. maka dibuatlah penangkalnya yaitu teraka (rajahan) tertentu pada diri orang tersebut. Ada kepercayaan bahwa wanita yang sedang hamil. Apabila seseorang diserang Sedang Bela. dapat melalui beberapa cara. Demikianlah Sedang Bela bertempat tinggal di hilir pemandian (jahen tapin). dapur (dapur) dan menyembul pada kirai tempat tidur (menggep-menggep bas kire-kire). Untuk membuat terka ini dipergunakanlah : patron. yaitu: Tatu. kalau tidak diobati. Gambar itu sudah tertentu. seperti kebiasaan yang terdapat pada masyarakat Mentawai di Sumatera dan Dayak Kalimantan. Di kalangan masyarakat Karo juga terdapat kebiasaan merajah diri ini.

Jenis-jenis Perkawinan 1.Ini terjadi karena penghulu Pincawan dan penghulu parti mempunyai dua orang isteri dan salah satu diantaranya (beru Perangin-angin) tidak mempunyai keturunan. bukan antara individu di dalam suatu merga trsebut.Petuturken (perkawinan bukan dengan impal tetapi arus).Merkat Sinuan (Mengawini putri Puang Kalimbubu) 2. Berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekeluargaan : a.BAB VI SISTEM PERKAWINAN PADA MASYARAKAT KARO A. Exogami Ini dianut oleh marga Ginting. Letak keterbatasannya adalah eleutrogamie itu hanya dapat diadakan diantara sub merga. sementara Lambing (Sebayang) dan sijagat Kembaren tidak mempunyai isteri. b. Karo-Karo. Cara perkawinan 1. 2) Mindo Cina (Lakoman kepada isteri kakek) 3) Ciken (Lakoman yang sebelumnya telah diperjanjikan terlebih dahulu. . Berdasarkan kesungguhan perkawinan : a. c. dan Tarigan. ini menurut cerita yang terjadi pada merga sebayang dengan Pincawan dan Merga Kembaren antara Sijagat dengan Penghulu Parti di Gunung Meriah). karena si wanita kawin dengan pria yang sudah tua) 4) Iyaken (Lakoman kepada suaminya yang masih hidup. Untik itu terlebih dahulu diadakan upacara “Nabei” d. Berdasarkan Keadaan Sekawinan : 1) Mindo nakan (Lakoman kepada isteri saudara ayah). 3.Kawin Cabur Bulong (Tarohken persadaan man). 2. B. La arus/sumbang (perkawinan yang menurut adat sumbang. Eleutrogamie Terbatas Ini dianut oleh marga Perangin-angin dan Sembiring. seperti mengawini turang impal). b. Erdemu bayu (perkawinan dengan impal). Kawin sesungguhnya .

D. Persiapan Pedalan Emas. adapun isi runggun pada waktu itu adalah : 1.Sijalapen .Dilaki ku rumah kalimbubu (Erdemu bayu) E. Nungkun kata kalimbubu (acara pinangan). b. Pada waktu makan : a.C. Kerja 1. Bere-bere d. c. kapor) . Sijalapen . b. erdalan kampil pengarihi/pengorati. Ulu Emas c.Diberu baba nangkih (petuturken) 2. 6.Kehendak orangtua (sungkuni). Ulu Emas + 1 buah dirham . Sijalapen 7. Pedalan Emas Dahulu yang diserahkan melalui pinggan hanyalah simecur. gamber. Ose sierjabu. . deraham 2 buah. Lanam uis arinteneng. Perkempun dan e. Perbibin . 3. Acara Pesta (kerja) . Bena Emas/ Batang Unjuken + 1 buah dirham b. Adapun si mecur terdiri dari : a. c.Karena pacaran (arih simedanan). 2. beras meciho. Erdalan luah cimpa gulame/rires . G. Senina ku ranan . Bere-bere . Nganting Manok. Perbibin Akan tetapi sekarang penyerahan Gantang Tumba/ Unjuken ini adakalanya sebagai berikut : Pertama a. Persentabin (Kampil penjujuri). b. lada. Nangkih 1. F. Perkempun . Erdalan nakan baluten (adat 5 buah) . sementara sisanya diserahkan langsung oleh Anak Beru si empo kepada Anak Beru si Nereh. Singet-singet Gantang Tumba/Unjuken . 3. Maba Belo Selambar Adalah upacara meminang seorang gadis menurut tata cara adat karo. Ketiga Perkembaren (erdemu bayu) /Perseninan (Petutorken) / Sabe (ade ibaba . amak cur. Proses perkawinan : 1. 5. 4. 2. Kedua a. c. Pedalan pudun dan penindih pudun. Kerna kerja . 2.Alat-alat penyerahan uang jujuren (pinggan pasu. 6. 5. Gantang Tumba/Unjuken . Pedalan pudun. .Tanyakan apakah ada perubahan pada Gantang Tumba/Unjuken : . mbako. 4. d. Adapun acara dalam Nganting Manok adalah : 1. Rudang-rudang . Pedalin Kampil Penjujuri (persentabin) . 2. orang tua dan sembuyak. Bena Emas (Erdemu Bayu)/ Batang Unjuken (Petutorken). belo berkis-berkisen. Gulen manok i ciperai.

ngalongalo sukut. Rudang-rudang. perseninan (petuturken) dan sabe untuk perkawinan yang di awali dengan “ Nangkih”. 2. b) Landek sembuyak. akan tetapi hanya ditujukan kepada yang hadir. atau boleh juga bersama Anak Beru Menteri dan Anak Beru Pemeren. ngalo-ngalo sukut . 2. Perninin . Nganting Manok dan pedalan Ulu Emas biasanya diadakan “Sijalapen” yakni menanyakan “Sangkep Enggeluh” dari masing-masing pihak. Singalo perkempun Singalo perbibin (arah sinereh). 3. disamping yang telah disebutkan di atas. c) Landek Senina/Sepemeren/Siparibanen/Sepengalon/Sendalanen. terdiri dari : .nangkih) Dahuku Gantang Tumba/ Unjuken ini sering disebut perkerbon atau ganti gigeh. Aloken Anak Beru. Perbibin . Uang Jujuren Uang Jujuren dalam adat Karo disebut Gantang Tumba (Erdemu Bayu). 2. Si rembah ku lau . Demikian juga di daerah Juhar. yakni 9 kampung mengikuti adat Kuta bBluh dan 11 kampung mengikuti adat Lingga.Unjuken (Petutorken) dan Nungsang Galum (La arus/Sumbang). Dahulu yang memberikan telah-telah dari pihak perempuan hanyalah singalo bere-bere dan singalo bere-bere dan singalo perkempun. Gendang Anak Beru : Landek Anak Beru. Akan tetapi semua (Sangkep Enggeloh) memberikan telah-telah. 3. F. Bentuknya dahulu adalah barang. Bagi kampung yang mengikuti adat Lingga. G. Sijalapen Pada acara maba belo selambar. ngalo-ngalo Anak beru . Singalo Perkempun ras Perbibin. Didaerah Kecamatan Payung adat terbagi dua.Selesai menari dan memberikan telah-telah diikuti dengan memberikan luah. Acara landek/ Mereken Telah-telah. Gantang Tumba / Unjuken. 3. sementara dari pihak pria kalimbubu Singalo Ulu Emas. 4. juga ada : 1. ada utang adat yang disebut : Ciken-ciken yang di serahkan kepada Binuang (Kalimbubu Bapa). Urutan menari ini boleh di pecah-pecah menurut urutan anak beru. Senina ku ranan Aloken Kalimbubu terdiri dari : 1. Adapun bentukmya adalah sebagai berikut : 1. sementara dari siempo disebut : landek Kalimbubu sitelu sada dalanen erkiteken Kalimbubu Singalo Ulu Emas. Bere-bere . Adapun urutan menari dalam pesta perkawinan sentua adalah sebagai berikut : Gendang Sukut : a) Landek sukut. adalah : Perkembaren (Erdemu Bayu). Bena Emas / Batang Unjuken. Gendang Kalimbubu : Landek Kalimbubu Singalo Bere-bere. Perkempun . emekap Kalimbubu Singalo Ulu Emas. apkah emas (perhiasan) atau pisau (barang Pusaka) dan tidak dibagikan.

Nama baik kalimbubu kita harus dijaga. anakberu dan Kalimbubu-nya. “parboru” dalam bahasa Toba). kita harus menghormati kalimbubu serta dapat menyelesaikan segala persoalan dan pekerjaan dengan sebaikbaiknya.1. Senina ku ranan . mengadakan pesta atau perjanjian berat lainnya. “peranak” dalam bahasa Toba) dengan kaum kerabat si wanita (“sinereh” dalam bahasa Karo. Ditulisnya antara lain : Poligami (seorang suami mempunyai isteri lebih dari seorang) dan perceraian pada prinsipnya tidak diingini oleh seluruh kerabat pada masyarakat Karo. Anak Beru Cekoh Baka Tutup . dengan demikian maka seorang laki-laki Batak sangat pantang kawin dengan wanita marganya sendiri dan juga dengan anak perempuan dari saudara perempuan ayah. Simupus (yang melahirkan) .Henry Guntur Tarigan. Sebagai penerima dara atau anak beru. Demikianlah suatu keluarga selalu berada di . ibarat menelan duri campur empedu. dapat ditoleransi oleh seluruh kerabat. 3. kaum kerabat dari si laki-laki (“sipempoken”. seorang laki-laki tidak bebas dalam hal memilih jodohnya. disegani oleh anak beru kita. tetapi juga mengikat juga dalam suatu hubungan tertentu. Berbahagialah suatu keluarga yang mempunyai anak beru yang bijaksana yang dapat memecahkan segala pekerjaan dengan sebaik-baiknya sehingga memuaskan segala pihak. 4. Sipempoken / sinerehkenca (sembuyak) . Wanita manakah yang rela dimadu atau “erkidua”? Wanita manakah yang rela di cerai/ ditalak begitu saja? Apalagi orang tua beserta senina. Bila menghadapi suatu masalah.Dr Payung Bangun BA. Mereka tidak akan rela hal itu terjadi. Namun dalam beberapa hal. apalagi sampai membuat hal-hal yang memalukan pula. Anak Beru Menteri (khusus pihak pria). 7. kita akan meninjau dan meneliti dalam hal-hal bagaimanakah poligami dan perceraian pada masyarakat Karo dapat diterima. maka anak beru akan menyelesaikan semuanya dengan sebaik-baiknya. prof.Henry Guntur Tarigan yang berjudul “Poligami dan Perceraian pada Masyarakat Karo” dimuat pada majalah “Dalihan Na Tolu” No. Nama yang berkawin (pria/wanita) . Karena itu.2 Tahun 1977. 2. yang antara lain menulis sebagai berikut : Sebagai pemberi dara (Kalimbubu) kita akan dihormati. Anak Beru Tua . Disini jelas betapa beratnya tugas kita sebagai anak beru. yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita. Tentu sebaiknya begitu : sungguh sedih dan sial-lah kita.dalam bahasa Karo. Perkawinan yang dianggap ideal dalam masyarakat Batak adalah perkawinan antara orang-orang “rimpal” (marpariban dalam bahasa Toba) ialah antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya. 5. merupakan suatu pranata. Pada zaman sekarang sudah banyak pemuda yang tidak lagi menuruti adat kuno ini. menulis dalam buku “Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia” tentang “Kebudayaan Batak”. hal ini dijelaskan demi kepentingan seluruh kerabat dan kelangsungan keturunan: ibarat menelan pil kina yan pahit dan menyembuhkan penyakit demam yang mencekam. berdasar rujukan yang sama. Kami kutipkan kembali tulisan DR. menurut adat kuno. 6. Perlu diketahui bahwa sepanjang pengetahuan penulis apa yang disebut poliandri (yaitu suatu bentuk perkawinan yang mengizinkan seorang isteri mempunyai lebih dari seorang suami) tidak terdapat pada masyarakat Karo. Dalam hal perkawinan. bila anak beru kita tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Dalam hal ini dipetik pula tulilsan DR. oleh adat kebiasaan ? Memang poligami dan pereceraian merupakan kejadian yang menyedihkan dan yang pahit dan getir. sebagai berikut : Perkawinan pada orang Batak pada umumnya. Dalam kesempatan ini.

dan kalau adapun yang menempuhnya. diperingatkan benar-benar untuk menjaga rahasia ini sebaik-baiknya. Kalau dia rela melakukan hal itu. bagaimana halnya kalau sang isteri yang mandul ? Kalau segala usaha yang telah dijalankan untuk mengobati kemandulan sang isteri tidak berhasil. mengambil inisiatif dalam hal ini. biasanya wanita yang telah tua. dan sampai kinipun kasus perkawinan semarga ini cukup kontroversial.”Dalihan Na Tolu” Yang berjudul “Mengapa perkawinan Se-Marga Dilarang ?” sebagai berikut : Bagaimanapun juga. jalan yang penuh duri harus ditempuh secara bijaksana. mengadakan hubungan kelamin itu. yaitu melakukan suatu pekerjaan secara mencuri-curi. namun prinsip yang masih dipegang sekarang dengan teguh menolak perkawinan semarga. baik kepada sang isteri. diberi penjelasan betapa pentingnya anak dalam satu keluarga untuk melangsungkan garis keturunan.Tetapi mengingat pentingnya garis keturunan dan garis marga. Hal ini tentu tidak diingini. lebih-lebih sang suami yang mandul itu yang mengetahuinya. hal tersebut akan menjadi pergunjingan yang cukup ramai dikalangan masyarakat Batak. supaya garis keturunan suaminya jangan sempat putus dan punah.”senina” serta “kalimbubu” kalau perlu) memohon kesediaan sang isteri untuk mengizinkan sang suami untuk kawin lagi dengan wanita lain. maka ada isteri yang mau (dan ada juga yang tidak mau). maka orang tua-tua menentukan waktunya dan tempat. Sehingga. di pihak lain menjadi kalimbubu. Orang tua-tua. anak kedua mungkin lahir pula atas hubungan suami isteri itu sendiri. maupun kepada saudara sang suami. yang telah diatur secara rapih dan rahasia. Orang tua-tua yang mengatur beberapa lama kedunya harus tidur bersama. tabah dan rahasia. secara rahasia. Dalam hal inilah poligami dapat diizinkan dalam masyarakat Karo. kalau kita mau dihormati. karena memang benar-benar dirahasiakan oleh orang-orang yang bersangkutan. Tahap kedua adalah meng-approach salah seorang saudara suami. Kami kutip tulisan orang Batak sendiri. agar ia mau meniduri isteri saudaranya demi keselamamatan keluarga serta keturunan sauadaranya itu. hubungan itu diputuskan. Agar jangan ada orang lain dalam kerabat. maka orang tua-tua (setelah berunding dengan “anak beru”. sulit sekali untuk mengetahuinya. Biasanya kalau sang wanita telah hamil (atau dalam bahasa Karo disebut “mehulidagingna”). Memang hal ini sungguh sulit untuk dilaksanakan. Menurut catatan –catatan yang dapat diperoleh hingga saat ini. dapat kita menyadari pentingnya anak bagi masyarakat dengan sistem kekeluargaan patrilineal. sebab adik suaminya toh sedarah dan semarga dengan suaminya. maka kalau tidak dicari jalan keluar tentu garis keturunan berdasarkan marga sang suami akan putus. Kemungkinan ketiga (sebagai penyebab tidak mendapat keturunan. yang dimuat dalam Nomor Perdana Majalah Kebudayaan Batak. disegani oleh anak beru. Perlu dicatat. sang isteri dimohon dengan sangat agar dia mau mengadakan hubungan kelamin dengan salah seorang saudara suami. bahwa jalan yang telah kita utarakan diatas jarang sekali terjadi. Dari kutipan tersebut di atas. apalagi anak laki-laki. larangan perkawinan di kalangan masyarakat . maka kitapun harus mau menghormati mengangkat derajat kalimbubu kita. hingga saat ini masyarakat Batak masih melarang pekawinan semarga. yaitu baik suami maupun isteri yang mandul) tidak perlu kita perbincangkan dalam hal ini. Oleh karena itu.antara anak beru dan kalimbubu : disuatu pihak menjadi anak beru. secara diam-diam. Anehnya setelah anak pertama lahir. Peristiwanya juga sangat jarang sekali terjadi. Demikian kiranya dapat ditegaskan kembali bahwa tindakan ini tidak perlu disepakati oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam bahasa Karo seperti ini disebut dengan “ipetangkoken”. Sang isteri dari sang suami yang mandul itu di approachkan dengan baik. Kalau ternyata bahwa sang suami yang mandul. Orang tua-tua putus asa. bilapun perkawinan semarga. Meskipun pad kenyataannya saat ini sudah banyak yang melanggar adat sedemikian ini.

sebab bila mana dua orang satu marga melakukan perkawinan. Demikian pula peran-peran “anak beru” “senina” dan “kalimbubu”. perkawinan dengan pariban sebenarnya adalah sama dengan perkawinan ‘keluarga’. perkawinan antara mereka juga dianggap merupakan perkawian semerga yang berarti terlarang. bukanlah ada maksud untuk menentang adat. (sudah pasti putra dan putri) ada suatu ikatan ‘cinta’. artinya dua orang yang ‘marpariban’ masih diikat suatu pertalian darah yang langsung. Hubungan pariban. meskipun mungkin antara keduanya. Bahkan tidak jarang terjadi. lingkungan larangan perkawinan semakin luas. adalah hubungan darah. akan tetapi masih dalam lingkungan suku Batak. Jadi sebenarnya . . Oleh karenanya.Batak erat hubungannya dengan eksistensi “Dalihan Na Tolu”. Sebabnya karena keduanya masih dianggap kakak beradik. Sedangkan antara dua orang yang marpariban. meski mereka adalah berasal dari dua marga yang berbeda. Suatu marga yang sama dari dua orang misalnya. dapat dilihat sejak Sariburaja yang mengawini adiknya sendiri ‘Siboru Pareme’ sehingga ia diusir dari ‘Sianjur mula-mula’. sebagai berikut : Gambaran-gambaran diatas ini menunjukan bahwa ‘filsafat’ larangan kawin semerga adalah karena perikatan atau hubungan darah. namun amatlah dekat. sama dengan Sijabat atau Saragih pada suku Tapanuli dan Simalungun. Dengan keadaan sedemikian. Sedangkan Dalihan na tolu adalah eksistensi sosiologis masyarakat Batak. Kontruksi “Dalihan Na Tolu”. yaitu fungsi ‘boru’. justru perkawinan semerga ini telah merupakan asal mula perkembangan masyarakat Batak. mungkin amatlah jauh pertalian ‘darah-nya’. seperti telah diungkapkan. kaitannya dengan suku-suku lain. maka yang menjadi boru dan hula-hula. namun apakah hal-hal sedemikian ini tidak pernah untuk dipikirkan ?”. meski hal itu berlangsung selama antar generasi. merga Ginting pada suku Karo. adalah karena mereka masih dianggap satu darah. Masyarakat Batak mengenal hubungan perkawinan dengan anak paman (tulang) yaitu disebut ‘pariban’. yang dengan demikian juga berarti ‘sedarah’. adanya marga yang dianggap sama kendati ia berasal dari Batak yang lain. tidak dilarang untuk kawin bahkan mungkin sering untuk ‘dijodohkan’ meskipun antara keduanya tidak ada saling saling mencintai.Tetapi antara dua orang yang marpariban antara marga Silitonga dengan paribannya boru Siregar misalnya. maka hal ini berarti hilangnya sebuah fungsi dalihan na tolu. Layak kiranya dalam hal ini di kutipan kembali pendapat dari rujukan yang sama. Mereka yang satu merga adalah mereka yang dianggap satu darah satu ayah satu ibu. Kemungkinan atas sedemikian inilah yang menjadi ‘rasionalisasi’ dilarangnya perkawinan semarga. Sebab kasus sedemikian ini. tak berbeda dengan “Sangkep Si Telu”. Permasalahan lebih lanjut. seseorang yang mempunyai pariban (putri paman). Namun bilamana kita mengikuti pendapat bahwa larangan perkawinan satu marga adalah karena mereka dianggap ‘satu darah’. para orangtua menjodohkan atau memaksa putranya atau putrinya. Walaupun bila kita telusuri lebih lanjut. dilarang untuk dapat kawin. Sebagaimana diketahui. Dua orang yang bermarga panggabean misalnya. Dan anggapan satu ayah satu ibu itu mengakibatkan bahwa perkawinan antar satu marga adalah tabu. atau masih dalam pertalian kakak-adik. dan menghasilkan migrasi pertama orang Batak Jelas bahwa gambaran bisa diproyeksikan pada lingkungan masyarakat kita. dalam kebiasaan masyarakat Batak dahulu (mungkin juga masih dianut dewasa ini) mempunyai ‘hak’ untuk mengawini sang pariban tersebut. maka akan terdapat beberapa ‘kejanggalan di dalam masyarakat Batak dalam hubungannya dengan hubungan perkawinan ini. adalah teman semarga (dongan sabutuha) jua. masih satu ‘nenek’. Dengan uraian ini. Misalnya. maka adalah suatu kejanggalan bila masyarakat Batak sejak dulu mengakui bahkan sering memaksakan perkawinan pariban. untuk mengambil paribannya sebagai isteri atau suami. Sehingga bila kasus demikian ini kita gunakan untuk melihat larangan kawin antara satu marga.

b). Rebu yang sangat dikenal adalah : . Ucapan mami yang dikeluarkan sang kela terasa sebagai ucapan mami sendiri. Kedua. begitu juga dengan ucapan yang dikeluarkan oleh mami terasa sebagai ucapan kela sendiri dengan adanya “nina kela” itu. akan tetapi lebih tepat : berpantang. tanpa ada orang lain yang duduk diantara mereka. Dalam hal ini. setiap akhir kalimat yang mereka yang ucapkan harus dibubuhi/ diikuti ucapan “ nindu o batu” yang berarti “anda katakanlah (begitu) hai batu. maka terjagalah jarak diantara mereka. sebagai berikut : Pertama. adalah pantang bersentuhan badan.Istilah ini sebenarnya tak bermakna terlarang. rebu antara mami dan kela ini berlaku pula bagi bengkila/ permain dan turangku dengan turangku Pada dasarnya alasan moral. yang diharapkan akan menerbitkan rasa segan-menyegan.Hal lain. Antara ‘mami’ dengan ‘kela’ . yang fungsinya dapat disamakan dengan orang ketiga. Marilah kita mengandaikan mereka mengadakan komunikasi dengan memprgunakan benda mati batu sebagai perantara dalam pembicaraan. sebab sudah mempergunakan batu itu sebagai perantara. seperti yang ditulis DR. seolah-olah terasa bahwa komunikasi itu bukan komunikasi langsung. dengan mempergunakan benda-benda yang kebetulan ada pada tempat mereka mengadakan komunikasi itu sebagai perantara. Menyampaikan isi pembicaraan dalam hal keadaan sedemikian. Sementara rebu yang lain adalah berupa duduk berhadap-hadapan atau duduk pada sehelai tikar. adalah masalah yang dalam lingkungan masyarakat Karo dikenal dengan istilah “rebu”. . seandainya “rebu” tadi dilanggar. mereka merasa bahwa komunikasi yang mereka adakan bukanlah komunikasi langsung. sang kela harus pandai mempergunakan “nina mami” atau “ber-nina mami”. Dengan kata lain.Suatu tingkah yang dianggap tidak pantas. sang kela membubuhkan perkataan “nina mami” (berarti “kata mertua”) dan sang mami membubuhkan perkataan “nina kela” (berarti “kata menantu”) pada setiap kalimat yang hendak mereka ucapakan. Dengan berbuat demikian. Begitu juga mami harus pandai “ngerana ernina kela”berbicara ber-nina kela. yang dalam bahasa Karo disebut “ngerana ernina mami” – berbicara ber-nina mami. yang masih berkaitan dengan soal larangan.Henry Guntur Tarigan. ada dua cara yang bisa ditempuh. Pada umumnya. Antara “bengkila” dengan “permain” dan antara “turangku” dengan “turangku”. kekhawatiran tingkah sumbang merupakan pokok serta alasan sikap dari “terciptanya” susunan demikian. sebab membubuhi perkataan dengan perkataan ‘nina mami’. Dengan berbuat demikian.a). Lebih jauh dari sekedar komunikasi langsung. rasa hormat menghormati. atau sekeping papan. sesuai posisi masing-masing dalam keluarga.

h. karena kain ini dibuat dari benang kapas yang dicelup dengan sejenis bahan yang warnanya hitam (proses tradisionil). JENIS-JENIS UIS (KAIN ADAT). Warnanya hitam agak pekat. i. Uis Nipes. Gelang Sarong. sebagai tudong (Teger Limpek) b.Ose Pengantin Wanita. Pinggan pasu (piring). dan pada upacara-upacara perkawinan adat. 3. warnanya putih. dalam bahasa Karo disebut ipelebuhken pemakainnya : Kain ini dipergunakan dalam acara pesta perkawinan yaitu pada waktu emas kawin diserahkan. Warnanya dan bahannya sama dengan uis gatip. kain ini di pakai sebagai alas pinggan pasu. hanya saja uis jongkit di . Uis Arinteneng. Jenis kainnya agak tebal hingga disebut dengan uis kapal (kain tebal). c.Ose Orangtua Pengantin.Ose Ibu (Nande) : a. f. Pemakaiannya : Dipakai sebagai ose laki-laki. sebagai kadang-kadangen . c. b. dan piring ini biasanya punya makna tersendiri. a. sebagai jujungen . 2. memasuki rumah baru. sebagai cimberah .Pakaian (ose) Pengantin Pria. hiasan tangan kanan . Uis Nipes. sebagai langge-langge . Sertali. a. c. Uis remas-emas. Uis Nipes/Beka Buloh. Uis Arinteneng. sebagai gonje . c. sebagai Bulang . sebagai jujungen . Ose Orang Kawin (Pengantin) 1. sebagai ikat pinggang (Benting). g. untuk hiasan bulang-bulang dan kalung-kalung .BAB VII TATA BUSANA ADAT-KARO A. d. UIS GATIP. Uis arinteneng. Rudang-rudang. sebagai abit (sinjang) . B. Uis Arinteneng/ julu. yang bentuknya cekung dan lebih besar dari piring biasa. Cincin Tapak Gajah. sebagai cengkok-cengkok . 1. cengkok-cengkok . e. hiasan bulang-bulang . b. sebagai kadang-kadangen . sebagai abit . f. Uis remas-emas. untuk bulang-bulang . guro-guro aron (pesta muda-mudi) dsb. e. tepian kain warnanya hitam pekat dan ujungnya terjalin dan berumbai. Uis Nipes. Uis Nipes/ Beka Buloh. terdiri dari : 1.Ose Ayah (Bapa) : a. 2. sebagai hiasan tudung tudung dan kalung . Kelam-kelam. e. Ragi Jenggi. UIS ARINTENENG. d. 2. Uis Nipes. Warnanya hitam dan berbintik-bintik putih di tengah. UIS JONGKIT. sebagai Langge-langge. sebagai gonje. Ragi Jenggi. Uis rambu-rambu. Kelam-kelam. Sertali. d. d. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. sebagai tudong (Teger Limpek) b. sebagai ikat pinggang . Uis remas-emas. Anting-anting kodang-kodang. sebagai hiasan jari .

bagian tengah bergaris kuning. Pada saat sekarang kain ini jarang digunakan. warnanya hitam kebiru-biruan. bentuknya khas dan unik. tebal kain hampir sama dengan uis gara. Warnanya merah tua. dan juga dipakai juga sebagai cekok-cekok (penghias bahu) yang diletakan sedemikian rupa pada bahu laki-laki. Pemakaiannya : Dipakai oleh wanita dan biasanya letaknya di atas tudung dan rumbainya terletak di sebelah depan. dan sebagian kain ini memakai benang emas. kain ini jenisnya agak tebal dan sekarang sudah banyak motif baru. dan . Proses pembuatan tudung ini memang sangat unik. kain ini tidak selebar kain yang lainnya. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. UIS GARA. Dan yang memakai benang emas dipakai juga pada upacara-upacara pesta adat sebagai tudung. Pemakainnya : Dipakai oleh wanita sebagai tudung pada upacara-upacara adat. bahan kainnya lebih tipis dan polos tanpa motif. yang tidak memakai benang emas biasa dipakai wanita sehari-hari sebagai penutup kepala di desa. 9. hingga saat ini tidak semua orang dapat membuat tudung ini. tepian kain ini warnanya merah tua dan ujungnya berumbai. Warnanya hitam pekat. UIS JUJUNG-JUJUNGEN. Kain ini tebal seperti kain jongkit/ gatip. Kain ini juga biasa diletakkan di atas tudung wanita.tengah-tengah kain memakai benang emas yang motifnya melintangmelintang pada kain tersebut. Pemakainnya : Dipakai sebagai tudung oleh wanita. UIS JULU. ungu. kain ini sekarang lebih disenangi dan banyak dipakai pada upacara-upacara adat. UIS KELAM-KELAM. Pemakaiannya : Pemakaiannya sama seperti uis gatip. Pemakaiannya : Kain ini dipakai sebagai Bulang (penutup kepala/topi) pada laki-laki. Warna dasar kainnya merah cerah. hanya ini lebih sederhana. 7. putih dan pada tepian kain motif-motif Karo dengan benang emas. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. tudung yang bahannya dari uis kelam-kelam disebut Tudung Teger Limpek. Warnanya merah bersulamkan benang emas dan kedua ujungnya berumbai benang emas. 4. UIS BEKA BULUH. hanya kain ini lebih keras karena proses pembuatannya juga masih tradisionil. bentuknya hampir sama dengan selendang. Proses pembuatannya juga sama dengan teger limpek. demikian juga pada ujung kain. UIS TEBA Warnanya kebiru-biruan dan bergaris-garis putih. Sepintas seperti kain hitam biasa. 6. dan bentuknya lebih pendek dari tudung teger limpek. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. hingga warna dan bentuknya lebih cerah. dan ada juga yang bergaris-garis kecil warnanya putih di tengah. Pemakaiannya : Dipakai oleh para wanita sebagai abit (kain sarung/kampuh) pada waktu upacara adat. 8. Pemakainnya : Biasanya dipakai sebagai tudung oleh wanita yang sudah tua dan juga dipakai sebagai maneh-maneh (tanda mata) dari wanita yang sudah tua meninggal untuk kalimbubnya (garis ayah) atau asalnya. 5.

OSE PENGANTIN PRIA TERDIRI DARI : .Tudung mbiring (Teger Limpek) . 2. 10.Baju kebaya . Bulang-bulang Beka buluh.Sertali (perhiasan).diganti dengan uis beka buluh. Pemakaian : Sebagai selendang bagi wanita. Cengkok-cengkok Baka Buluh. Abid julu (Abid khusus). Ragi Barat). Kadangen (selempang) 5. Bulang 2. OSE PADA PENGANTIN WANITA TERDIRI DARI : . Ragi Barat dan lain-lain. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa “ose” adalah seperangkat kainkain adat yang dipakai pada upacara adat-adat tertentu. Osei pengantin wanita Rose kuh terdiri dari : 1. Kategori pengantin pria 1.Hem lengan panjang . Kampil kuh ibas isina. UIS NIPES. Sedangkan “rose” yaitu orang yang memakai kain lengkap pada upacara adat tersebut. Pengalkal uis nipes Sutra Ulat. hijau. Osei Pengantin Pria. Kain ini jenisnya lebih tipis dari kain-kain lainnya dan bermacam-macam motif dan warnanya (merah. Pengalkal Uis Nipis.Uis jujung-jujungen .Uis Beka Buluh (3 lembar) . 5. 1. Emas-emas. Ragi Barat. Tudung lengkap jujungen (Dasar kelam-kelam. 6.Sertali (perhiasan) Osei-osei Pengantin Pengantin Rosei kuh pakai emas-emas atau sekarang disebut AKSESORIS pengantin. Abid Gatib. OSE PENGANTIN WANITA KARO. (sertali) Kategori Pengantin Wanita. 4. junjungen uis remas-emas) 2. 4. 2. 1.Uis Nipes .Dasi (bila diperlukan) . (taba/julu) 3. Abid julu 4. Abid dasar teba (tidak pernah pakai batik) 3. Cengkok 3.1 (satu) pasang jas . Emas-emas. coklat. Torus Tarutung.Kampil . Tudung kelam-kelam model teger limpek erjujungen (Beka buluh. Abid Dasar. 6.Uis julu . Tumbuk lada. ungu) dsb. Kampil kuh isisna. 5.Uis Jongkit (2 lembar) . . Pilo-pilo.

Osei pengantin pria 1. teger limpek. Baik yang masuk rumah.3. 2. layang-layang. Bulang : Beka Buluh. 3. Simupus pekepar ras sukut sama dengan osei pengantin kerja sintengah. 2. Endame osei-osei Pengantin Kerja Sintua. Kerja mbelin (pesta besar). maka malamnya acara mukul ras acara ngobah tutur. OSEI MENGGKET RUMAH MBARU Osei untuk mengket rumah mbaru ini tergantung dengan besar kecilnya pesta tersebut. Tidak pakai baju jas. simupus. OSEI MUKUL Osei pengantin sesudah selesai pesta siang. sukut. Osei orang tua pekepar Seri ras osei pengantin. Emas-emas sertali. Tanda-tanda 2. Abid Gatib 20. Kadangen : Uis Teba. Tudung 2. Langge-langge : Uis nipes. Osei Sukut si dilaki 1. Untuk itu pengantin di osei lagi. Selampang teba (kadangen) 5. Pengalkal uis nipes sutra ulet. 3. rudang emas. Keterangan 1. hanya orangtua la pakai emas-emas (yang laki-laki). Endame osei-osei mengket rumah mbaru. 3. Abid : Samarenda. Osei kerja biasa. tepas dan lain-lain. Enda me osei mukul ras ngobah tutur. Osei orangtua sidiberu 1. 4. Abid dasar songkit. Simada rumah rosei kuh tapi tidak pakai emas-emas. samarenda dan lain-lain. Osei pengantin si diberu 1. gatib 9. 2. OSEI KERJA CEDA ATE . Tudung : Jongkit model limpek. Ragi barat dan lain-lain. gelang sarong. Pengalkal. Abid : Gatib 9 (Gatip 20) 2. Abid (kampuh) Keterangan : Tanda-tanda i cengkokken I kuduk Abid i sampanken sebatas lutut Osei Anak Beru Pekepar : Sidiberu erbenting kibul (uis nipes diikatkan di pinggang) si dilaki kampuh diikat di pinggang (Ersampan sebatas lutut). Abid 3. tambah cincin. hanya saja untuk mengket rumah ini ada dua tingkat : 1. Tudung jongkit 9 model limpek. 6. Osei Kerja Mbelin Sama dengan osei-osei pengantin kerja sintua. Tumbuk lada. Kerja biasa (pesta umum).

biasanya yang harus diosei adalah seorang cucu dari pihak anak laki-laki yakni yang perempuan. 3. di khususkan untuk yang meninggal lanjut usia (cawir metua) dan orang yang berpengaruh. 3. Seperti tudung tidak pernah di buat dari jongkit atau pakai emas-emas. 2. inilah yang disebut cawir metua. Osei si dilaki (si mantek) 1. rosei kuh tapi la pake emas-emas. Anak si diberu ertudung uis gara la ertudung jongkit. janah banci la erjujungen. Erbulang (Beka Buluh). Yang pria bawa kampuh baik dikampuhkan maupun hanya sekedar dilengketken saja. Pengulu aron ras nande aron rosei lengkap (kuh) tapi lapake emas-emas. Erjujungen. . Dan pakaian seperti halnya orang indonesia lainnya. Erkampuh (ersampan kampoh). Ertudung kelam-kelam model tiger limpek. tetapi di jauhkan dari warna-warni dan ber emas-emas atau warna menyolok. atau yang dapat dikatakan meninggal sudah tidak ada lagi meninggalkan anak yang belum kawin (berumah tangga). Ragi Barat) Osei si diberu (Simantek) 1. Osei-osei kebanyakan bebas. Osei Sehari-hari : Osei ini pada umumnya hanya orang-orang tua saja yang memakainya yakni : 1. Ndehara adi simate si dilaki. dalam bahasa Karo disebut Kalimbubu singalo ulu emas ras kalimbubu si perdemui. 2. pembantu pengulu aron seri ras osei si mantek. 2. Rabit dasar tapi tak pernah batik. Anak beru tanda-tanda. NB: Osei ini pada dasarnya yang memakaikan kepada pemakai adalah orangtua dari isteri atau saudaranya. Cengkok-cengkok (Beka Buluh.Untuk osei erceda ate ini. 3. Pembantu mereka adalah merga silima dan salah seorang diantara mereka harus ada yang menjunjung kampil (sinjujung kampil) yakni biasanya diangkat putri raja ataupun anak simanteki kuta. OSEI PENARI (OSEI GURO-GURO ARON) Penghulu aron ras nande aron biasanya disahkan salah seorang anak pengulu atau anak si manteki kuta. dan juga kemberahen ataupun nande aron salah seorang anak kalimbubu kuta yakni berimpal. Orang inilah yang diosei kuh rosei lengkap dan perbulangen adi simate si diberu. dan cucu laki-laki dari anak yang perempuan boleh dikatakan (harus berimpal). Wanita pakai tudung lompek dan langge-langge.

keberadaan landek ditentukan konteks penyajiannya.Tari perkolong-kolong merupakan salah satu tehnik penyajian yang sangat rumit.Festival.Tari khusus (tari yang telah mempunyai pola lantai). Dari semua bentuk pertunjukan di atas. Akibat adanya perbedaan konteks penyajian. Karena . 2. Konteks penyajian hiburan. Karo secara umum dapat dibagi menjadi tiga. dan 3. religi. . maka seni musik Karo adalah budaya musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan.BAB VIII TARI-TARI KARO Secara umum.Pameran. yaitu : 1. Pada umumnya. Melihat tehnik penyajian. ketiga tehnik penyajian tersebut dibuat berpasangpasangan. dan tari hiburan. .Ngalo-ngalo tamu. . Konteks penyajian dalam adat istiadat. Karena seni tari yang terdapat pada guro-guro aron dapat merangkum semua jenis tari yang terdapat pada pertunjukan lain. penyajian landek erat hubungan dengan kontekstual.Tari aron. Konteks penyajian dalam religi. maka dalam budaya tari Karo dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu : tari adat. seni tari pada masyarakat Karo dapat dibagi menjadi : . Sejauh ini saya dapat melihat bahwa konteks penyajian landek pada masyarakat. Bentuk Pertunjukan dan Teknik Penyajian. yang terpenting adalah guro-guro aron. .Perlombaan. Berdasarkan bentuk pertunjukan penyajian.Guro-guro aron (pertujukan seni tari dan musik pada masyarakat Karo yang dilaksanakan oleh muda-mudi). . tari pada masyarakat Karo disebut “landek”. Dengan perkataan lain. Berdasarkan konteks penyajian tersebut. . Dalam budaya Karo.Tari perkolong-kolong. Karena penari melakukan dengan penuh improvisasi. tari Karo dapat ditemukan pada : .

sebab teman landek la banci la arus.TOROSEN ERBAHAN GURO-GURO ARON . Untuk hiburan yang bersifat umum adalah guro-guro aron. Erio-io. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh ras reh jilena landek ngikutken gendang Karo sini palu penggual lima sedalinen. . sebagai pembawa kolotomis. Memperhatikan musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan. 2. (erlajar metik). diantaranya : Nurdam. anak perana/singuda-nguda lampas jumpa atena ngena. 5. erlajar jadi pemimpin ngaturken uga maka guro-guro e erdalan bagi sura-sura. Janah adi bas gendang e lit perende-pernde eme perkolong-perkolong gundari. satu buah gung dan penganak. nina ranan eme : 1.tujuan utama penyajian. meriah manuk niasuh. 6. Sedangkan untuk hiburan yang bersifat pribadi. gitek ras geol. Maka anak perana ras singuda-nguda erlajar ertutur (meteh adat). Penonjolan nilai estetis merupakan ciri utama seni (fine arts). semata-mata untuk memeperlihatkan nilai estetis dari musik tersebut. satu buah gendang indung. yaitu : untuk hiburan yang bersifat umum (entertaiment) dan untuk hiburan pribadi (self amusement). si perlu teridah cibal daging metunggung. Tambah sie. (erlajar landek). pernen mata la banci meliar. dan satu buah gendang anak. tersinget ibas rende. pesta. simbelin maka ajar meteh mehuli. metunggung ngidah perlandekken jemah jemole banci rutang tah pe ndabuh pusuhna pekepar. endek pe sikap ngikutken buku gendang. ras ija ingan kundul. 4. Sebab enggo kenca ia metik pekepar tuhu enggo mejile. perlandek sapih-sapih anak perana/singudanguda. bagepe ikut jolena. Notoken mbuah page nisuan. Jadi GURO-GURO ARON eme sada kerja si ipantek anak perana ras singuda-nguda si enggo ikut ibas aron alu make gendang seperanggun ras penggual 5 sedalanen + perkolong-kolong (adit lit). Maka anak perana ras singuda-nguda banci jumpa atena ngena. Maka anak perana singuda-nguda ibas kuta e mejingkat dingen ergiahgiah ukurna erdahin ku juma. hiburan. 2. Landek ibas kalak Karo pantang “goyang pinggul”. si enggo metua cawir metua. tan lempir. Erpingko-pingko. Erbalobat.Guna ras sura-sura erbahan guro-guro aron. 7. ndarami duit man penukur uis na ras patung kerja. sebagai pembawa ritmis variabel. Biasana kerna sie tergejap bas ukur sekalak-sekalak. Bagepe arus ipelajarina uga cara ngalo-ngalo temue alu mehamat. enca natap ras ngidah pemetik. Maka lit siman dedahen si banci nambahi keriahan ibas kuta bagepe man kerina anak kuta. (hiburen). terdiri atas : satu buah sarune sebagai pembawa melodi. GURO-GURO ARON 1. Guro-guro ertina main-main. si enggo erjabu sangap njabuken bana. sebagai pembawa ritmis variasi. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh makeken entahpe metik uis adat Karo. rikut uis/paken simeherga sidebanna. sejauh ini saya hanya membagi dua. 3. 8. rende dalam arti yang luas. Maka piga-piga anak perana sini iangkat jadi pengulu aron.Guro-guro aron asal katana ibas “guro-guro” ras “aron”.PENGANGKAAN . ayo pe cirem. Lit pe deba anak perana sibeluh ermayan entahpe “ndikkar”. Komposisi Alat Musik Melihat komposisi alat musik yang dimainkan dalam guro-guro aron. si danak-danak lampas mbelin. entahpe anak beru aron bagepe singuda-nguda sini jadi kemberahen aron. (ndarami-ndarami ate jadi). Aron ertina anak perana/singuda-nguda si ras-ras erdahin ku juma. sadape lalit sibangger-bangger ras simaginmagin.

aron singuda-nguda ersurak. . si natang wari. tapi aron belin enggo ngasup ngengkal. b. .Landek perbapaan si lima merga. Emaka landek aron. landek si landek. . . Landek kalimbubu kuta. iumputi denga gendang. Sangana gendang ipalu.. . Ngidah sie sekalak anak perana ngerana. Landek per merga-merga ras kemberahenna (5 merga). jemaka nandangi singgem gelap. Nandangi ciger matawari. Aturen Perlandek : . gendang ipengadi lebe. Adi lalit sie. banci ka piga. Gendang sie buen si landek anak perana ras singudanguda. maka gendang enda mehaga. Cara perlandek si dekah : 1. 2. Gendang bas nangkih-nangkih matawari eme si igelari gendang “pesalang sai”.. aron ngadi-ngadi i juma perbahan enggo latih erdahin. Ijeme kerina aron radu ras mindo ola sisangkuten ukur entah ija kurang lebihna ibas pengerana. Aron lit dua erbage. ras ertepuk. gendang enda tempa gendang simate-mate entah nurun-nurun. Ibenaken nangkih-nangkih matawari seh asa nandangi ciger.Iumputi landek aron perana/singuda-nguda. lit sekalak singudanguda landek janah rende. ngalo-ngalo kerina aron.Adi lit perkolong-kolong banci ia tetap ikut landek ras masu-masu.Landek pengulu ras kemberahen naruhken anak beru. 3. erguro-guro aron bagenda rupana iadap-adap nande bapanta ras sangkep nggeluh.Nai ibas kuta kalak Karo lit si erdahin ku juma siurup-urupen. tapi ibas kuta si kitik 2 tah 3 terpuk. eme ngerukah juma. .Landek pernanden ras beru silima.Landek anak kuta sideban (aron) si itenahken. Meriah kal siakap. perlandek sapih-sapih ia. Aron tanggung pendahinna la uga beratna. eme aron tanggung ras aron belin. meriah ras rejin.pipiga saja ia ikut. nina : Nari. c. a. . . Landek anak beru kuta. Rende kami itengah-itengah enda. Landek si mantek kuta.Gendang iumputi berngina enca elah man. Gelah mburo latihna. Bagepe perkolong-kolong rende erbahan persentabin nandangi sirang gendang ipalu. pande. eme si igelari Aron. guru. Pepegina.Emaka landek sierjabaten-jabaten kuta. Janah ibas kuta simbelin banci lit 5 entah 6 terpuk.

hampir tidak ada selisih pendapat mengenai value judgement tentang kebudayaan. kebudayaan adalah Aufgabe (tugas). Berbicara tentang kebudayaan. Akan tetapi. antara penemuan dan pencarian. antara integrasi dan disintegrasi. kebudayaan adalah realitas objektif yakni sebagai reality judgement terhadap mana setiap kelompok akan mencari persepsinya. tanpa tradisi dan integrasi suatu kebudayaan menjadi tanpa identitas. dengan meminjam bahasa Dove (1985) pembangunan diartikan sebagai perubahan yang dikehendaki dan dibutuhkan. untuk memperbaharui diri. Dalam arti yang lebih luas. Dalam arti bahwa apa saja yang dianggap . Dengan singkat. 1967) dan kebudayaan itu diturunkan sebagai ’warisan yang diturunkan tanpa surat wasiat’ . sedangkan tanpa reformasi atau tanpa disintegrasi kebudayaan akan kehilangan kemungkinan untuk berkembang.BAB IX KEBUDAYAAN KARO DAN PERUBAHAN SOSIAL Kebudayaan (culture) sebagaimana yang dikemukakan oleh Ignas Kleden (1987) adalah dialektika antara ketengangan dan kegelisahan. Dalam pengertian seperti itu. jauh daripada itu. dipertegas dan dijadikan sebagai identitas kelompoknya . baik karena ia manusiawi ataupun karena ia mampu memanusiakan dan karena itu selalu dihubungkan dengan keindahan. atau untuk menyesuaikan diri dengan paksaan perubahan sosial (social change coercion). selalu dipandang sebagai sesuatu yang khas manusia. kebudayaan adalah a pursuit of total perfection (Karober dan Kluckhohn. kebaikan atau keluhuran. Menyoal hubungan antara pembangunan dengan kebudayaan. antara tradisi dan reformasi. Dengan demikian.

Padahal di museum tersebut dapat dilihat beragam artifak kebudayaan yang menandai aspek kebudayaan dan sejarah masyarakat pada kawasan dimana museum tersebut didirikan. Negara khawatir bahwa ’ikatan-ikatan primordial’ (primordial ties) yakni ikatan terhadap tradisi lokal akan menjadi lebih kuat daripada perasaan memiliki negara dan pada akhirnya mungkin akan menggoyahkan integrasi bangsa. belajar di Museum masih harus dibudayakan pada masyarakat Sumatra Utara. Oleh karenanya. adanya kepincangan dalam pembangunan nasional (national development) adalah sebagai dampak daripada keniscayaan kebudayaan dan mentalitas terhadap pembangunan. Sehingga. undang-undang No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB) misalnya. mentalitas dengan pembangunan. tepatnya penghambat pembangunan. tetapi lebih dari itu adalah untuk melihat ciri khas daerah dimasa lalu. McKinnon (2008) mengemukakan bahwa Ironis sekali bahwa pada ‘Visit Indonesia Year’ dan pada waktu pemerintah ingin membangkitkan usaha parawisata di seluruh Indonesia. dirusak dan dimusnahkan dan segera digantikan dengan unsurunsur budaya yang dianggap lebih elegans. kita patut bertanya apa yang kita maksud dengan budaya ketimuran kita itu? bukankah kita sudah mengalami degradasi kebudayaan kita? II Boleh jadi. bermartabat dan beradab. Dalam bukunya. salah satu hal yang diusahakan adalah mengutuk dan mengubah. Dalam satu pemaparannya terhadap pengrusakan terhadap Benteng Putri Hijau Delitua Medan. Inilah yang dimaksud dengan dilema kebudayaan (daerah) Indonesia. Dove (1982) mengemukakan bahwa agen perubahan (agent of change) tidak pernah menganggap masyarakat kebudayaan sebagai ’guru’ tetapi justru ’menggurui’nya dengan hal-hal yang ’dianggap’ baru dan lebih ’beradab’ (civilized) . dalam perencanaan pembangunan. Oleh karena itu. ternyata kurang mampu melindungi benda-benda cagar budaya. tampaknya. ditinggalkan. dirasa perlu untuk membentuk identitas nasional melalui apa yang disebut dengan kebudayaan nasional. Konsep yang tepat untuk menjelaskan kenyataan ini adalah dengan . Ironisnya. Harus diakui bahwa. dalam konteks yang lebih luas. Lebih daripada itu. Menyoal tentang tahun kunjungan wisata Indonesia. Koentjaraningrat (1992) menyangkal adanya hubungan antara kebudayaan. kebudayaan dan gaya hidup tradisional itu juga dianggap sebagai penghalang besar bagi pembangunan sosio-ekonomi (socio-economic development). Disatu sisi ia diharapkan mampu bangkit dan bertahansebagai common heritages. wisatawan datang berkunjung ke satu negara bukan lagi untuk melihat keindahan panorama. Karena itu. akibatnya banyak diantara BCB tersebut terlantar. Namun. Akibatnya. bahkan menyingkirkan kebudayaan tradisional itu. museum sebagaimana yang diberitakan oleh Waspada tanggal 1 Juli 2008 dan Kompas pada 20 Agustus 2008 justru tidak layak dikunjungi. Dalam pada itu. mungkin ada baiknya kita menoleh kembali terhadap produk yang ditawarkan yang mampu menarik wisatawan dimaksud. tidak ayal.kuno dan tidak mengalami perubahan dengan sendirinya dianggap sebagai keterbelakangan. sebagai ethnic and local identity -yang memiliki kemampuan menyaring budaya asing. tidak mengherankan apabila permuseuman di negara maju berlomba menghadirkan koleksi-koleksi lengkap dari seluruh dunia dan menggangapnya sebagai miniatur global village. tidak terawat dan musnah . Oleh karena itu. Bahkan. sebagai bangsa yang majemuk (plural societies) ada semacam ketakutan dari negara apabila ’identitas kebudayaan’ (cultural identity) lebih terasa daripada ’identitas nasional’ (national identity). melihat fenomena di Indonesia. Adalah cukup berbeda dengan eksistensi museum di negara Barat seperti Jerman dimana museum dianggap sebagai old palace dan kota-kota akan merasa bangga apabila museum terdapat dan banyak dikunjungi dikotanya. sebagian dari satu warisan budaya dan peninggalan kuno yang menonjol di Sumatera Utara diancam punah. warisan-warisan budaya dan sejarah (cultural and historical heritages) daerah cenderung memudar. tetapi disisi lain ia justru dianggap sebagai bianglala. Disebutkan bahwa kedua varian tersebut-untuk kasus Indonesia-tidak memiliki hubungan sama sekali atau bahkan tidak cocok sama sekali dengan arus modernisasi.

Dove (1985) menyimpulkan bahwa kebudayaan tradisional terkait erat dengan dan secara langsung menunjang proses sosial. Dalam arti kata ’bagaimana untuk membuat penilaian estetis’ yang terhubung dengan pertanyaan praktis seperti ’bagaimana kita harus hidup?’ (Featherstone. ekonomis dan ekologis masyarakat secara mendasar.40 persen penghasilan negara non taxes.menggalakkan wisata budaya dan sejarah (cultural and historical tours). Dalam penyelidikannya tentang Peranan Kebudayaan Tradisional Dalam Modernisasi yang disunting oleh Michael R. 2001). etika dan estetika bangsa ini akan runtuh sebagai dampak dan pengaruh budaya global yang bergerak tanpa batas. baik mengenai perencanaan itu sendiri maupun mengenai kebudayan tradisional dimana rencana-rencana itu diterapkan. Resink (1987). . Italia. Selanjutnya. Menurutnya. Gejala ini sama artinya pada saat kita berbicara tentang nasionalisme kita yang semakin kerdil dan melayu karena nasionalisme itu sendiri tidak mendapat tempat berpijak pada budaya Indonesia. tetapi lebih daripada itu adalah untuk mengupayakannya sebagai sumber inspirasi atau sumber perubahan.25-0. justru lebih terbuka dan menerima segala sesuatu yang dipertontonkan oleh dunia Barat karena dianggap lebih berbudaya. banyak artifak dan situs sejarah dan budaya kita yang sudah dirusak hingga tidak ada lagi semacam bukti autentik dimana sejarah dan budaya dimasa lalu pernah dibentangkan. moral. kebudayaan nasional yang diperjuangkan tidak kunjung ditemukan dan tidak dapat dijelaskan posisinya diantara kebudayaan lokal. Sementara itu. Hatta (1970) ataupun Asvi Warman Adam (2007) yang menyebutkan sekitar 25 kontroversi sejarah Indonesia. Dari sudut ekonomi. Begitu mudahnya bangsa ini larut dalam konsumerisme. Lain daripada itu adalah terlalu banyak kebohongan dan penyesatan yang dilakukan oleh Sejarah bangsa ini seperti yang disebutkan oleh Foulcher (2000). Di negara maju misalnya-tidak tanggung-tanggung-proyek pembangunan kejayaan budaya dan sejarah masa lalu kembali di lakukan seperti yang dilakukan oleh China. sektor wisata sejarah dan budaya ini ternyata mampu menyumbang hingga 0. kebudayaan adalah sistem gagasan yang harus dikembangkan dan diberdayakan. kebudayaan tradisional bersifat dinamis. kita justru lebih tertarik untuk minum Cocacola daripada Air Tebu dibawah pohon Beringin. Masyarakat kita. atau juga makan KFC daripada makan sate Padang di pinggir jalan WR. Etnonationalism yang berkembang sebelum deklarasi pembentukan negara bangsa (nation state) dan digantikan dengan konsep nasionalisme negara pasca deklarasi adalah tantangan yang hingga kini belum mampu dijawab. III Budaya lokal sebagai identitas budaya daerah. Pada tataran konsep seperti ini. atau makan Spaghetti daripada Rendang Jengkol di warung mbok Inah. kebudayaan sebagai pola tindakan yakni menjadikannya sebagai acuan perilaku. selalu mengalami perubahan dan karena itu tidak pernah bertentangan dengan proses pembangunan itu sendiri. Dalam pada itu. Kesulitan yang dialami oleh bangsa Indonesia dewasa ini terutama menjawab tantangan globalisasi adalah riskannya kebudayaan daerah terhadap pengaruh-pengaruh budaya ’universal’. Dengan demikian. bisa jadi karena rapuhnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebudayaan daerah itu sendiri. Dengan begitu. kebudayaan yang menjadi simbol masyarakatnya justru dianggap kolot dan tidak pantas diadopsi atau dikembangkan. dan bahkan Jerman. Menyinggung soal konsumerisme yang menggejala pada masyarakat kita. tidaklah sekedar mampu menyebutkan dan memahaminya. adanya kekeliruan terhadap proses pembangunan selama ini adalah karena tidak didasarkan pada evaluasi empiris. dapat dipahami bahwa terdegradasinya budaya daerah seakan menjadi jawaban terhadap coercion of cultural universalism yang selama ini dilakukan oleh perencana pembangunan. hedonisme dan seakan melompat pada era postmo . Supratman Dikhawatirkan. Lebih dari pada itu. Masyarakat kita justru menjadi objek yang disusun dalam kapitalisme global yang dipercepat dengan budaya konsumen (consumer culture) ataupun sebagai budaya massa (mass culture) yang mempertentangkan sesuatu yang dianggap sesungguhnya dengan sesuatu yang dianggap semu. Tetapi persoalannya adalah.

piring. kiskis. Menyoroti penelantaran dan pengrusakan terhadap artifak dan situs sejarah dan budaya. gunung. kehidupan tradisional masyarakat Karo berlangsung secara murni. belobat. dlsb. kemalangan. dlsb. ngelandekken galuh. Ragam busana. potret. ’Kebudayaan adalah Agenda Buat Daya Cipta’ yang menonjolkan kemampuan untuk membangkitkan identitas bangsa yang sedang melayu itu. Dan lain-lain Demikianlah beberapa data yang dapat membuktikan. seperti aditia. Rakut Sitelu. bahwa suku Karo memang memiliki suatu budaya yang cukup tinggi. Seperti pesta perkawinan. yaitu : Merga Silima. bukan berasal dari bahasa asing. cuan. seperti cangkul. Semua acara ini memiliki bentuk busana yang berbeda-beda. Alat-alat kesenian Karo yang beragam jenisnya. ketteng-ketteng. gendang. Pembinaan rohaniah/kepercayaan serta tata cara pelaksanaannya seperti ngaleng tendi. erpangir ku lau. sordam. palas. permalna. Suku Karo sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar. Tutur Siwaluh. adalah gambaran cara hidup masyarakat dari bangsa yang bersangkutan. suma. adalah mahal ongkos yang harus dibebankan untuk menghidupkan kembali nuansa masa lalu itu. dengan meminjam bahasa Ignas Kleden. Tinggi rendahnya budaya suatu bangsa. sesuai dengan kepentingannya. d. yang dapat dibuktikan dari materi budaya Karo yang dapat dikatakan telah lengkap. guro-guro aron. kampoh. aksesoris maupun tinggalan kebudayaan masa lalu itu dapat dilestarikan. Peralatan hidup yang cukup lengkap. Pendirian rumah sakit Zending di Sibolangit dan Kabanjahe. f. daluna. penganak. g. karena proses itu berlangsung dalam satu generasi. gambar. tidak mendapat tanggapan dari masyarakat. terlampau kecil pengaruhnya. sekin. capah. sarune. ukat. iluh. Dalam masyarakat Batak Karo. Pada periode sebelumnya. tanpa upaya dan usaha yang gigih. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pola hidup tradisional bangsa Batak Karo. agaknya kita harus belajar dari Malaysia yang hingga kini gencar berburu aset-aset budaya yang dapat diklaim sebagai warisan budaya mereka meski itu dicap sebagai pencuri kebudayaan. Penjajah Belanda yang efektif di Tanah Karo menjelang akhir abad ke-19. tendang. yang masih banyak lagi). Niscaya. garpu. sangketen. maka mustahil artifak. pada masa lampau telah memiliki budaya yang cukup tinggi (kata cukup tinggi menunjukkan nilai luhur). seperti : a. dlsb. Pengaruh luar terhadap budaya Karo dimulai sekitar tahun 30-an dan masa pendudukan Jepang. Zending dari negeri Belanda yang berusaha meng-kristen-kan masyarakat Karo ternyata kurang berhasil. mbergohna. Hal ini sangat tinggi nilainya karena nama-namanya “asli” bahasa Karo. dlsb. dlsb. sapo. Penentuan hari untuk turun ke ladang menanam padi. Nama-nama hari. Tulisan dan bahasa Karo yang cukup kaya (perhatikan istilah bisbis. busan-busan.Bagaimanapun. dlsb. bentuk busananya berbeda-beda dalam berbagai jenis dan ragam pesta. c. perumah begu. benangun. nggara. sendok. Tatanan kehidupan masyarakat Karo yang terikat di dalam suatu sistem. e. Memang. tercermin dari materi-materi budaya yang ada pada bangsa itu. Walaupun mampu mendidik putra-putri Karo menjadi . bajarna. didasarkan kepada musim (semacam ramalan cuaca) h. seperti : kudin. baik untuk pria maupun wanita. b. Budaya suatu bangsa. dlsb. cekurang. tajak. yang justru perlu dilakukan adalah preservasi terhadap objek dimaksud dan menjadikkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. ret-ret-sangka mamok. Tetapi. masa atau periode transisi ini jelas terlihat. seperti perangkat gendang. persilihi. i. meluat. Sekolah-sekolah Zending yang didirikan di beberapa tempat. kulcapi. kerpe. buganna.

paramedis. Peristiwa itu terjadi sekitar tahu 19200-an. yang juga sekaligus berubah agamanya. penulis ingin mengutipkan beberapa catatan yang dibuat oleh Budhi K. adalah berasal dari Hindu. Yamin mengatakan. Barulah pada masa pendudukan Jepang terjadi suatu dinamika radikal. berkumandang hingga ke desa-desa. dimana pemuda-pemuda Karo dididik menjadi prajurit. sistem catu. Nyanyian-nyanyian Jepang yang membangkitkan semangat. Mobilitas masyarakat Karo juga mulai meningkat. sistem kedewataan Hindu tidak sepenuhnya diterima masyarakat Karo. Tentang adanya pengaruh Hindu ini. ‘Ndilo Tendi’ adalah pemanggilan tendi dari orang yang dianggap telah mengembara atau ditawan oleh kuasa-kuasa natural. atau Meliala yang dianggap berasal dari Malyalah: Pandia – Pandya. yaitu bahasa Aceh yang berarti air. TekangTekhanam. Dengan demikian. Dalam hal ini dapat pula dilihat adanya cabang-cabang marga Sembiring memakai nama-nama berbau Sanserkerta. Sinulingga. Dalam upacara Perselihi. Seperti penguasaan produksi. karena tipisnya pengetahuan suku ini tentang dewa-dewa yang universil sifatnya. yaitu . adalah berasal pengaruh Hindu. disamping bukti-bukti tentang ditemukannya temple di Sembahe. ketika Islam pertama kali masuk di Baros. berasal dari pengaruh . Karo. dari pelebegu menjadi kristen. Porf. terutama frekwensi kunjungan ke kota-kota. pengaruh Hindu di Sumatera hanya sampai di Jambi. Dapatlah disimpulkan. Perselihi adalah upacara substitusi dimana gana-gana atau patung dijadikan ganti dari orang yang telah dinyatakan dukun atau guru akan mengalami bahaya maut. Hindu menyingkir ke arah Dairi dan Kab. latihan baris-berbaris. Tapi kurang diketahui dasarnya. Muhammad Said. Colia-Solyan. dan lain sebagainya. Pengaruh kekuasaan Jepang juga terasa hingga ke desa-desa. Moh. Katanya. Masyarakat Karo telah siap menerima kemerdekaan dan sekaligus mempertahankannya. Adanya pengaruh Hindu makin jelas apabila kita amati mantera-mantera. yaiut upacara penghanyutan abu jenazah. Hindu juga mempunya pengaruh hingga ke Dairi dan Dataran Tinggi Karo. Upacara-upara ini hanya berhubungan dengan mytho kejadian dunia. Hal ini semua mengakibatkan kesiagaan masyarakat Karo untuk menyongsong kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Umpamanya dalam upacara `Persilihi` dan Erpangir ku Lau. dalam artikelnya berjudul “Selayang Pandang Sejarah Suku Karo” yang dimuat majalah “Dalihan Na Tolu”. guru-guru diperbanyak. juga terlihat dari upacara-upacara yang berhubungan dengan roh-roh atau tendi. Pemimpin Harian Waspada di Medan mengatakan. Si Kosar Baru Dayang dan sebagainya. ADAT SEBAGAI SUMBER NORMA Mengantar awal dari tulisan (bagian) ini. Bangun Purba dan Sarinembah (1923). Perkataan Perkualuhberasal dari kata “aloe”. Jelasnya. Si Dunda Katekuten. Mantera yang dimulia dengan kata ‘hong’. Dewa atau Dibata Batara Guru yang bersemayang di atas. Sekolah-sekolah ditingkatkan. Nomor 4 tahun 1978 sebagai berikut: Seorang ahli sejarah di Indonesia. Sementara yang dimulai dari ‘Bismillah’. serta Dewa Banua Koling di dunia bawah. Sedang Erpangir ku Lau adalah upacara untuk memulihkan rezeki dengan berlangir ke sungai. maka masyarakat Karo juga telah siap dan sadar dengan perubahan sosial yang ditimbulkan pendudukan Jepang dan proklamasi kemerdekaan itu. bahwa penjajah Belanda hanya sedikit pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat Karo. Upacara `Perkualuh` di Suka Piring. yaitu Brahmana. Paduka Aji atau dewa yang bersemayam di bumi tengah. nama Debata Keci-keci disebut-sebut sebagai kesatuan dari Tiga Dewa yang dikenal.

‘Upacara Pe (te) rumah Nini’. Hubungan Lingga dengan Gayo diperkuat dengan adanya makam Tengku Syeh. Keterikatan masyarakat Karo terhadap pengaruh ini. berbeda dari satu daerah ke daerah yang lain. Tentu saja dalam hal ini tak perlu membuat gusar benar. Kejurusan Bahorok (Langkat Hulu) dan lain-lain. wajar adanya. Erlige-lige yang terakhir dilakukan yaitu tahun 1960 di Medan. Upacara-upacara sedemikian. Bukti lain dari adanya pengaruh Hindu pada masyarakat Karo terlihat dari ‘Erlige-lige’. Panglima Hamzah dan lain-lain. sebuah bukit antara desa Perbesi dan Bintang Meriah di Kabupaten Karo. Tengku Syeh yang dimakamkan di Uruk Ndoli itu. Makam itu hingga kini terawat baik. mas putu batara langgeng. Perkataan ‘Lau Bahing’ yaitu pemandian Bintang Meriah. Di samping itu. juga dikenal antara lain dalam bentuk : hong wilaheng awigena. yaitu suatu upacara penguburan yang menarik jenazah di atas lige-lige. penulis ‘Mission to the East Coast of Sumatera’. seorang penganjur Islam di Uruk Ndoli. Pemena. patut kiranya dicatat bahwa. yang bersamaan dengan marga Sinulingga di Lingga. Dalam hal ini. Bintang Meriah dan Kuta Buluh. menyebutnyebut bahwa orang Karo turut membantu Sultan Deli memberontak terhadap Kesultanan Aceh. yang hingga kini masih terdapat pada pemeluk Hindu Bali di Pulau Bali. dalam bukunya ‘The Gayo Land’. almarhum sering mandi dan bersembahyang di Tambak Malim. dalam mantera itu juga terdengar nama-nama : Muhammad. Pengaruh lain dari agama Islam. memintas pegunungan Bukit Barisan menuju Bahorok di sekitar-sekitar desa Perbesi. Akan tetapi masih ada bekas sisa-sisa kepercayaan lama. Pendapat ini didasarkan atas terdapatnya marga Lingga di Gayo. Kejurusan Sanembah Deli. dikatakan berasal dari kata ‘Perbandingan’. bahwa orang Karo yang dimaksud di sini. di atas kuburan-kuburan orang Karo biasa dikibarkan bendera putih. Snouck Hurgronje. yang hingga kini masih dilakukan di Bali. Datuk Sabernaman. Ada dugaan. 1923. sangat kuat pengaruh Islam terutama dalam pemerintahan Sultan Iskandar Muda (sekitar tahun 1650an). seorang Belanda yang banyak menulis tentang sejarah Aceh dan Islam. yaitu yang lazim disebut. Bahwa ia dimakamkan di Uruk Ndoli tidak perlu diherankan apabila diingat bahwa di kaki bukit itu terdapat pancuran bernama Tambak Malim. Ketika itu Jamin Gintings menjabat Pangdam II/Bukit Barisan. yaitu suatu bangunan tinggi yang ditarik ratusan orang. sebenarnya bukanlah pengaruh agama Hindu semata. dalam misinya berjalan dari Gayo ke Kabupaten Karo. Pelbegu dan lain-lain. malaikat Jibril. Selain itu. Upacara ini sangat mirip dengan upacara-upacara yang ada di agama Hindu. seperti Datuk Sukapiring. sebab pengaruh-pengaruh demikian. adalah orang Karo yang telah masuk Islam di bawah raja-raja yang memakai marga Karo. dan banyak orang datang mengunjunginya.Islam. sehingga si nini bisa berdialog dengan keturunannya. Bintang meriah diakui sebagai marga Sinulingga yang berasal dari Lingga. sebuah tempat mandi di Lingga. Upacara Erlige-lige masih dilakukan di Tanah Karo sebelum kedatangan Jepang tahun 1942. Terutama mereka yang percaya . Suatu ungkapan yang biasa terjadi di dalam dunia perwayangan. berpendapat bahwa penduduk Lingga pernah beremigrasi ke Gayo. Diduga dalam perjalanannya yang panjang itu. Jadi Islam telah masuk kurang lebih tiga ratus tahun yang lalu. Ungkapan mantera yang memakai ‘hong’. lengkap diikuti dengan segala macam “Sajen” (Sajian) juga terjadi di Jawa. Anderson. Pada masa inilah suku bangsa Karo yang tinggal di Langkat dan Deli Serdang masuk agama Islam. khususnya di atas kuburan dukun. yang kurang lebih merupakan upacara pemanggilan roh nenek moyang untuk memasuki raga Guru si Baso. Dalam hal tentang pengaruh Islam dalam masyarakat Karo sangat jelas terlihat bahwa di Kesultanan Aceh. ujung utara pulau Sumatera hingga sungai Asahan di Timur Danau Toba.

mulai dari Medan menembus jantung dataran tinggi Karo terus ke Kuta Cane di daerah Aceh Tenggara. Isolasi physik geografis oleh Belanda. kemungkinan lainnya asal kata tersebut adalah Tambar Malem. dan tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan tenaga administratif lapisan bawah dalam rangka menjalankan pemerintahan Kolonial. Serta tidak pernah memiliki satu pemerintahan sentral. Belanda berusaha meniadakan isolasi daerah Karo dengan membuka jalan yang dikeraskan (kemudian diaspal). Tindakannya yang pertama adalah membagi tanah Karo. meskipun masih dalam tingkat rendah. Dengan bertambahnya mata-dagangan akibat perbaikan pertanian dan peternakan dan usaha lainnya. Dalam hal pemerintahan tradisional selama ini yang sifatnya sangat demokratis. bertindak selaku penasehat. baik yang berbahasa pengantar Melayu maupun yang berbahasa Belanda. Pada tahun 1905. dan sebagainya. anti hama. Poortman menemukan kesulitan. Kontelir Poortman segera mengusahakan agar pemerintahan kolonial berjalan secara efektif.Usaha pertanian juga dipermodern. Peternakan juga diberi perhatian secukupnya. namun masih tetap merupakan daerah rawan. yang bersifat hereditair. Sukar sekali memperoleh orang yang dapat ditokohkan sebagai kepala swapraja. kol. Colijn sebagai penguasa perang (militaire gezagheber) di Tanah Karo. Letnan Kolonel Van Daleen dengan para serdadunya dalam rangka operasi pembersihan dalam perang Aceh yang formil telah berakhir dengan menyerahnya Sultan Aceh pada tahun 1903 memasuki dataran tinggi Karo dan menempatkan di sini Kapten H. usaha menaikkan jumlah populasi ternak. Malim diduga berasal dari kata alim. karena perlawanan rakyat masih terus berjalan meskipun bersifat sporadis. Didirikanlah sekolah-sekolah dasar. Dua kata ini mempunya arti yang sangat baik dalam bahasa Karo. Karena daerah Karo yang tidak pernah mengenal sistem kerajaan dalam arti yang sesungguhnya.kepada ilmu gaib. Namun dengan dibukanya jalan tersebut. Tidak ada orang yang menonjol keahliannya dalam melaksanakan pemerintahan. dengan memberi pemberantasan penyakit hewan. Maka mulailah berlangsung penjajahan Belanda di daerah tersebut yang mana berakhir pada Maret 1942 dengan kedatangan tentara Jepang yang dapat menaklukkan seluruh Hindia Belanda dalam waktu yang sangat singkat. Sedangkan Kontelir yang ditempatkan di Kabanjahe. dlsb) maupun dengan cara memasukkan jenis tanaman baru (kentang. dlsb). Pertimbangan strategi militer dalam pembangunan jalan ini. rakyat Karo memperoleh manfaat besar. Dalam tahun-tahun berikutnya. Karena sekarang daerah Karo menjadi daerah yang terbuka bagi dunia luar. baik dengan cara memperkenalkan teknik pertanian modern ( pemupukan. yang memegang tampuk pimpinan hanyalah ‘orang pertama diantara sesamanya’ (primus inter pares) Poortman mengatasi kesulitan ini dengan mengangkat dua orang yang semarga sebagai kepala swaparaja (twee hoofdige zelfbetuur) secara temporer dengan ketentuan bahwa yang terpanjang usianya diantara yang semarga ini kelak akan ditetapkan sebagai kepala swapraja dengan titel sibayak. Dalam hal ini. Ada dugaan bahwa pemandian itu mendapat nama Tambak Malim dari dari Tengku Syeh. Dalam menetapkan para kepala dari swaparaja tersebut. Setiap Sibayak memerintah daerahnya masing-masing secara otonom. wortel. maka guna menyalurkan hasil-hasil baru . yakni untuk mempermudahkan transportasi militer berikut alat-alatnya tentu juga merupakan faktor yang penting. mengingat bahwa meskipun Perang Aceh telah resmi berakhir. Tanah Karo pernah terkenal karena bungabungaan yang pohon induknya berasal dari Eropah. Kemudian Colijn digantikan oleh Kontelir Poortman yang dipindahkan dari Sipirok ke Tanah Karo. meskipun dalam prakteknya dalam masalah penting kata terakhir terletak pada penasehat tersebut.

Hanya beberapa jenis kebutuhan yang dimasukkan dari daerah luar. dsb). Seperti telah diuraikan di atas. antara lain garam. Berastagi dan Kabanjahe dijadikan daerah peristirahatan sehingga benih bagi dunia kepariwisataan mulai ditanamkan. yang dikemudian hari dikembangkan oleh masyarakat Karo untuk kebaikan dirinya sendiri. Sewaktu Belanda datang. daerah kediaman orang Karo di luar dataran tinggi Karo. baik dari segi positif maupun negatif. Di atas sudah dikemukakan apa yang telah diperbuat Belanda. Semua kebutuhan diprodusir – dan hanya diprodusir – untuk konsumsi sendiri. Susunan perekonomiannya dan budayanya masih bersifat agratis. merawat dan panen padian. Waktu yang relatif singkat itu menyebabkan Belandabelum mempunyai kesempatan cukup banyak untuk merubah wajah dan isi masyarakat Karo. Perdagangan hampir tidak dikenal. Dapat dikonstatir bahwa sebelum perang dunia ke-II. digiatkan. Dibukanya usaha-usaha perkebunan oleh maskapai-maskapai Belanda di daerah Langkat dan Deli Serdang menyebabkan selimut isolasi yang selama ini meliputi masyarakat Karo. Belanda telah menanam benih-benih perubahan sosial. Kegiatan perdaganganpun mulai dikenal. bahwa apa yang dibuatnya itu. Kontak dengan Belanda menyebabkan jendela untuk melihat dunia yang . Perubahan ke arah yang lebih baik. sehingga dapat dikatakan bahwa daerah tersebut bahwa daerah di Indonesia yang paling singkat berada di bawah penjajahan. Namun harus diakui bahwa. secara berangsur-angsur semakin terbuka. orang cenderung untuk lekas merasa puas. Sanitasi dan pengobatan modern juga dipentingkan dengan mendirikan Rumah Sakit dan leproserie (oleh Zending) dan Balai Pengobatan. ditinjau dalam rangka apa yang mungkin dilakukan dalam jangka panjang. Deli Serdang dan Dairi. bahkan jauh di luar perhitungan Belanda sendiri. Dalam pada itu tidak boleh dilupakan. terutama pengaruh Melayu. menyebabkan masyarakatnya sekaligus bersifat swasembada. kalaupun ada hanya dalam bentuk bartar. Yang selebihnya mereka pergunakan untuk bersantai. adalah sangat minim dan tidak berarti banyak dalam skala modernisasi. PERUBAHAN SOSIAL Penjajahan Belanda di daerah dataran tinggi Karo hanya berlangsung singkat. maupun kemungkinan ke arah itu tidak pernah terpikirkan.tersebut. Jenis dan jumlah kebutuhan tidak pernah bertambah. kolera. Dapat dimaklumi bahwa dalam masyarakat yang demikian itu. thypus. sedangkan usaha-usaha perindustrian tidak diperkenalkan secara mendalam. Namun dampak dari kontak budaya Karo dengan Belanda yang modern sungguh di luar dugaan. Setiap orang dapat memenuhi sendiri kebutuhan pokoknya. Kesuburan tanah dan iklim yang baik. kontak tersebut telah mengangkat tirai/selubung isolasi yang selama ini meliputi masyarakat. Secara tidak sadar. pemberantasan penyakit menular antara lain cacar. Tidak diragukan lagi. telah mendapat sentuhan pengaruh luar. peningkatan mutu perumahan kurang diperhatikan. di daerah Langkat banyak orang Karo ‘masuk’ Melayu (menjadi orang Melayu dengan meresipier kebudayaan Melayu inklusi agama Islam). masyarakat Karo masih merupakan masyarakat murni tradisional. hanya beberapa bulan saja sepanjang tahun. Masyarakat menjadi statis. tidak lebih dari 37 tahun (1905-1942). misalnya daerah Langkat. bahwa sebelum tahun 1905. Waktu yang diperlukan untuk itu (menanam. Anggota masyarakat menerima keadaan statis itu sebagai suatu hal yang wajar. didirikanlah beberapa lokasi pertemuan antara pembeli-penjual berupa pekan-pekan yang diadakan secara bergilir menurut jalannya harihari per-minggu.

terlebih kenca penyerahen kedaulatan tahun 1949. Kemungkinan-kemungkinan terbaru terhampar dihadapan mata. se Jakarta tahpe acara masyarakat Sumatera Utara i Jakarta. gambaran itu semakin jelas. Lenteng Agung bagepe Taneh Kusir. situhuna ibas tahun 1954. oleh karena itu kita perjuangkan dengan sungguh dan secara berencana. Tapi kenca proklamasi 1945. kerina merga lit arisenna. terselip pula benih-benih perubahan. enggo lit perusahaan angkutan PO Saudaranta. umpamana : Cililitan. KSK enggo mereken pengepkeppen perpulungen ras persadaan man kalak Karo i Jakarta. JAKARTA PERIODE : 1950-AN Paksa Belanda jadi penguasa denga i Indonesia enda. acara tahun baru. Lit perbahan erdahin bas pemerintahen. melainkan efek sampingan dari kedatangan politik kolonial Belanda yang menjadikan Indonesia termasuk daerah Karo. Pemerintahan pendudukan Jepang yang hanya singkat itu. hanyalah dalam rangka penegakan dan kelanjutan pemerintahan kolonial. enggo kal bali bagi kalak Karo mengketi Medan tahun 1950-an. la she 20 jabu kalak Karo i Jakarta. Ngadi-ngadi tahun 1960. semakin membuka mata orang Karo. enggo me lit perpulungen kalak Karo. yang kemudian ternyata bermanfaat dalam usaha perjuangan kemerdekaan. La persoalen lit SIMna ntah lahang. guro-guro aron. labo piga kalak Karo tading i Jakarta. Malahen sub merga ngikutken kesain tahpe ripe i kuta lit arisenna. kerja tahun. Mulai me tubuh perpulungen-perpulungen merga. kepaten. Perubahan lainnya yang diadakan Belanda. per reh kalak Karo ku Jakarta. Diher terminal/Pool Saudaranta. JAKARTA PERIODE : 1970-AN Mengketi periode tahun 1970-an. piga-piga kalak Karo berkat ku Jakarta. KSK enggo berperan persada ras pepulung kalak Karo i Jakarta. antara lain dibukanya jalan-jalan seperti tersebut sebelumnya. telah mampu menimbulkan rasa cinta kepahlawanan dan disiplin. Untuk mengisi kemerdekaan yang telah berhasil diperjuangkan bangsa Indonesia. Dunia pendidikan yang meskipun masih dalam tingkatan rendah. Pada mulanya secara kabur dan tidak mempunyai bentuk yang tegas dan karena itu kurang mempesona. Lebih asa merga. yang pada waktunya kelak akan berkembang menjadi perubahan yang membawa manfaat kepada rakyat Karo. Terlebih bas paksa si e. she asa gundari enggo jadi perkutaan kalak Karo. sub merga pe lit arisenna. Tapi bage gia. Namun dalam perubahan tersebut. terutama dalam bidang kekuasaan pemerintahan dengan digesernya kekuasaan tersebut dari tangan rakyat Karo ke tangan Pemerintahan Belanda. pagelaran budaya bas acara nasional. Sekaligus juga menjadikan Indonesia menjadi tempat pelemparan hasil industri Eropah Barat. ersada denga ras Klasis Medan. Kedatangan Belanda sendiri membawa serta perubahan sosial yang bersifat fundamental. nerusken pendidikan ku perguruan tinggi. Sedekah kurang lebih 20 tahunen. Terbukanya mata masyarakat Karo terhadap orang luar bukanlah tujuan utama kedatangan Belanda. Radu ras runggun Gereja GBKP si paksa si e. Megati ikataken arisen. gelarna : KARO SADA KATA. janah enggo ka danci gawah-gawah tare motor ndedah Jakarta. sebagai suplier bahan mentah pasaran dunia. Secara berangsur-angsur dan perlahan tapi pasti. Umpamana. si karina karyawanna kalak Karo.lebih luas menjadi terbuka. Kerina acara kebudayaan Karo lit i teruh panji-panji KSK. Asal nggit ngarak-ngarak motor nggo dat nakan ras belanja. lit berusaha. tapi si melalana anak sekolah. Perubahan sosial adalah suatu hal yang perlu dan harus. Acara . ras acara halal bi halal. acara perjabun.

tapi ikut se Pulau Jawa ras Lampung. itu bukan asli Karo. Lingga dan Sitepu.H Neumann menduga. enggo erperan mbelin ibas mpepulung kalak Karo. PERPINDAHAN SUKU-SUKU KARO DARI DATARAN TINGGI KE WILAYAH DUSUN-DUSUN DELI GURU PATIMPUS SEMBIRING MENDIRIKAN KUTA MEDAN Seperti telah disinggung sebelumnya. khususna perluasen pemukimen. Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. dan juga dari Lehe (Dairi). ngengkep 12 runggun. Adi tiap runggun. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. Tambah si e tentuna. Barus. enggo lit 36 perpulungen jabu-jabu tiap minggu. ras perpulungen ngikutken wilayah. tempa-tempa jadi sada kuta si mbelin. ripe ras anak beruna. Tanggerang. enggo erdalan ngikutken pemukimen saja. yang menurut suku Karo. Benana 36 kali kebaktian bas cakap Karo tiap bulan. Bekasi. tambah ka PA Moria. lit 3 sektor saja. ras Bekasi (Jabotabek). karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari . selain ngikutken perpulungen se Jabotabek. JAKARTA PERIODE : 1980-AN Kenca tahun 1980-an. Emkap Jakarta Pusat. Depok/LA. Tiap minggu lit acara petandaken anggota si mbaru reh. menam-menam lit registrasi otomatis kerehen kalak Karo ku Jakarta. dan bahkan sampai ke Siak. Rawamangun. Tapi adi lit kerja. Yaitu. Lit gendang Tanah Kusir. Gendang Tj Priok. Mereka inilah (yang Islam). lit ka perpulungen ngikutken kiniteken (religi). gundari enggo merupaken sada perpulungen si mbelin kalak Karo se: Jakarta. di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar. GBKP Klasis Jakarta umpamana. Bogor. Pondok Gede ras Pengumben. Kristen ras Islam. Cijantung.guro-guro aron. 144 perpulungen tiap bulan. Tanggerang. pada awal abad ke-17. Lit ngikutken merga. dan mereka disebut Karo Sekali (asli). Perpulungen kuta-kuta kemulihen. mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo. Arah si e. Kebayoran Lama. kesain. sehingga dinamakan Karo-karo. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai. perpulungen kalak Karo enggo tuhu-tuhu melala erbagena. datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba. khusus untuk wilayah Jakarta. Cililitan. Tanjung Priok. janah si erjabaten I tenahken tahpe I legi nangkeng. Di dataran tinggi Karo. J. Gendang Cililiten ras sidebanna. Bogor ras Bekasi. janah iban surat undangen kade-kade/keluarga si ikut ngundang labo si se Jabotabek ngenca. ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua). Tanggerang. Perbahan metirna arus pembangunen. yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). sub merga. Bogor. Permata KKR tahpe Mamre. janah la enggo pernah lit minggu kosong bas acara petandaken. Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan.

atau kalah perang dan harus mengungsi. dan kampung-kampung ditinggalkan. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja. Selain faktor kesuburan dataran rendah. Ada juga yang terus ke Tanah Alas. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. maka masing-masing marga mengepalai satu komplek. Merga-merga ini sangat sedikit. yang juga melalui jalan tadi. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah. marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. masuk Bahorok di Langkat. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung. Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi. sehingga bandar-bandar hancur. maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. Meliala. di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. terutama yang masih lajang. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta. Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya. yang disebut ‘Dagang’. Lalu di suatu tempat yang baik. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu. mereka membuka kediaman yang baru. Depari dan lainnya). Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung.arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas). dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka. Kemungkinan lain ialah. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. Mereka menuju ke utara. seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal. yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi. Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. Penghulu tidak memerintah . Sukapiring dan Senembah. yang disebut kesain dari kampung itu. adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar. Hamparan Perak (XII Kuta). Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo. agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi.

Dari perkawinan ini. (dimana kapas ditanam). Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. 5. Dan yang tertua bernama Patimpus. Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa) Jadi. 1. Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham). bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). Disana ia memperoleh 3 orang anak. salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini. Sinuan Bunga. Setelah perpisahan ini. lahirlah dua orang putera. ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam). Hoofd-Perbapaan d. maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal. adalah republik-republik kecil. Jadi. 2. yang tak mau menjadi raja. tanggal 4 Maret 1946. 3. sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. Si Raja Hita meninggal. Kampung – kampung (kuta) b. 4. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung . tetapi didampingi: 1. jika ada perkara dan penduduknya kurang puas. Singkatnya. yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu. ‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung). Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur. Turunan suku Karo di XII Kuta. dibagi lagi atas 2 wilayah . Urung (Perbapaan) c. Karena itu. Sesampainya di sana. masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita. Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. namun suka merantau menambah ilmu. asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. isi dokumen itu adalah sebagai berikut. Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. 2. daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a.sendiri-sendiri.

maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya . dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. yang mendirikan kampung Liang 7. Tiada berapa lama kemudian. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing. sangat luar biasa tinggi ilmunya. terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. Benara. lahir pula dua orang putera. dinamakan Datuk Kota Bangun. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. Tiada berapa lama. masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. yang mendirikan kampung Benara 2. lalu pergi ke arah hilir. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja. maka ia dikawinkan di sana. kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. Saat berumur 7 dan 8 tahun. Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe. maka dibuatlah pesta yang besar. yang mendirikan kampung Batu 4. dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. Ketika ia menuju Kaban. Raja ini memiliki seorang putri yang cantik. masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). Batu. Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini. yang mendirikan kampung Paropa 6. akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul. dan menetap sementara di sana. Guru Pa Timpus lalu sakit hati. dan Si Raja Hita. Tiada beberapa lama. terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun. sebab kita punya tanah sampai ke laut. “… serupa juga aku di sini atau di sana. Kuluhu. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing. Setelah diperoleh perdamaian. Liang. yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu). Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya. Dari perkawinan itu. Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun. sampailah ia di Aji Jahe. Paropa. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Salahan. sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu dikawinkan di sana. tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya. anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. yang mendirikan kampung Kuluhu 3. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing.Pekan. Dia menetap di sana selama 3 bulan. akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. Dari perkawinan itu. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu. aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam. yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji). Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. sedangkan Hafidz Tua dan . terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. yang mendirikan kampung Salahan 5. kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. dengan mengundang kerabat yang dari gunung. lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri.

Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja. Namun. Sesampai di sana. maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. biasanya didendangkan dengan . setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. lalu meninggal dunia. Dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris terakhir merupakan isi. Kemudian mereka pulang ke Medan. dan berpusat di Durian Sukapiring. BAB X KESUSASTERAAN KARO Kesusasteraan Karo memiliki dua bentuk. lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung. dan dimakamkan di sana. Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya. yang kemudian disebut dengan Sukapiring. sastra bentuk lisan lebih dikenal dibandingkan tulisan. maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh.Hafidz Muda sudah dewasa pula. diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya. Atas nasihat Datuk Kota Bangun. yakni lisan dan tulisan. Bilang-bilang : Yang berupa ‘dendang duka’. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening. antara lain: Ndungdungen : Dapat disamakan dengan pantun Melayu. BENTUK-BENTUK SASTRA LISAN Bentuk-Bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. biasanya terdiri dari 4 baris bersajak abad.

BENTUK SASTRA TULIS Bentuk Sastra Tulis Yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. Buku tersebut dimaksudkan oleh penyusunnya sebagai bahan bacaan bagi masyarakat Karo. Konon kabarnya kalau para mantra sudah diketahui orang banyak maka keampuhannya akan hilang. lalu diberikan arti secara penjelasannya dalam bahasa Belanda.orang dewasa diwaktu senggang sebagai permainan disamping mengasah otak. pemuda-pemudi. misalnya upacara meminang gadis.J. teka-teki. Buku bacaan yang setebal 64 halaman itu berjudul “ Surat ogen man guna urang Karo. di Leiden Negeri Belanda. cerita jenaka dan lain-lain. pepatah pepitih.1955:36). pantun. Antara Lain: Sastra tulis juga dikenal oleh masyarakat Karo. setiap artikel atau entry atau kepala ditulis dengan aksara Karo. barulah ada usaha dari putra Karo untuk menyusun bahan bacaan untuk anak-anak sekolah di Tanah Karo. dan budaya Karo memang relatif sedikit sampai kini. disertai dengan transkripsinya dalam aksara latin. cerita bintang. Turin-turin : Atau cerita berbentuk prosa. cerita orang sakti. E. misalnya mengenai asal usul marga. Cakap Lumat : Atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. Biasanya diceritakan oleh orangtua pada malam hari menjelang tidur. dan PENELITIAN. BIDANG PERKAMUSAN M. KEPUSTAKAAN KARO Karya-karya tulis mengenai bahasa. Tabas-tabas : Atau mantra-mantra yang pada umumnya hanya para dukun saja yang mengetahuinya. KEBAHASAAN. termasuk bahan bacaan yang mempergunakan aksara Karo. Buku bacaan G. asal-usul kampung. iapke surat Karo jine” atau ‘kitab bacaan untuk kepentingan orang Karo dengan menakai aksara Karo’ (Voorhoeve. seperti ibu yang telah meninggal dunia. KESUSASTERAAN. A. Joustra yang berudul Karo Bataksch Woordenboek (IX + 244 halaman) di Leiden. Joustra merupakan pelopor dalam penyusunan kamus bahasa Karo. Pada tahun 1907. Kuning-kuningen : Atau ‘teka-teki’ yang dipergunakan oleh anak-anak. Smit menerbitkan sebuah buku yang ditulis dalam aksara Karo. Sastra tulis itu pada itu pada masa dulu dituliskan pada laklak atau kulit kayu dan bambu dengan surat Karo ’Aksara Karo’ yang berupa huruf silabis ( semua huruf atau silabe dasar berbunyi a ) yang biasa disebut: haka bapa nawa yang merupakan enam silabe pertama aksara Karo: Pada tahun 1961 G. Cakap lumat biasanya digunakan oleh bujang dan gadis bersahut-sahutan pada masa pacaran dimalam terang bulan. Brill menerbitkan kamus karya M. . Kiranya setengah abad setelah terbitnya buku Smit tersebut. Negeri Belanda. meratapi idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara ke rantau orang.ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. Dalam kamus ini. Smit itu adalah buku bacaan pertama yang mempergunakan aksara Karo. dapat dibuat pengklasifikasian atas bidang-bidang PERKAMUSAN. atau oleh orang tua pemuka adat dalam berbagai upacara. Dari karya yang sedikit ini. sastra. terlebih lebih untuk anak-anak sekolah. perumpamaan. dan lain-lain.

Upacara ini dipimpin oleh seorang guru (dukun) yang mempergunakan mantra khusus yang disebut: tabas persilihi mbelin ( mantra patung besar). dimuat sebuah artikael M.Joustra yang berturutturut dimuat dalam MNZG 45(1901) halaman 165-185. J. nama-nama M Joustra dan J.18. Berdasarkan jumlah suku katanya.16 dan sepuluh tipe pula. pada tahun 1951 menyusullah J. Dalam Mededelingen yang wege het Nederlansche Zendelinggenootschap ( disingkat MNZG) 45 (1901) halaman 91-101. Buku kecil ini mengetengahkan suatu teori untuk menghitung kata dasar suatu bahasa termasuk bahasa Karo.H. Ai Adji Deonda Katekoetan. dan MNZG 47 (1903) halaman 140-165. serta penjelasannya diberikan dalam bahasa Belanda. yang mengetengahkan sejumlah teka-teki dalam bahasa Karo beserta terjemahaannya dalam bahasa Belanda. yang memperbincangkan frase. BIDANG KEBAHASAAN. Iets over Bataksche litteratur adalah judul tulisan M. Pada tahun 1992. Pada tahun 1967. Pada tahun 1966. Kata dasar dwisuku menduduki tempat teratas bila ditinjau dari segi kwalitas tipe maupun butirnya (18 tipe.H Neumann tetap akan dikenang.Empat puluh tahun kemudian. . perumpamaan. karena mereka merupakan pelopor dalam pendokumentasian cerita-cerita rakyat di Tanak Karo dari awal abad kedua puluh.5005 butir) B. Juga dalam MNZG 46(1902) halaman1-22 dimuat tulisan M. Berturut-turut pada tahun 1972 dan 1975 penulis ini menyelesaikan Fonologi Bahasa Karo (64 halaman) dan Morfologi Bahasa Karo (X+97 halaman) di Bandung.H Neuman dengan kamusnya KARO BATAKS NEDERLAND WOORDENBOEK ( 344 halaman) diterbitkan oleh Varekamp & Co di Medan. Neumann menerbitkan karyanya yang berjudul Schet der Karo Bataks Spraakkunst ‘Sketsa Ilmu Bahasa Batak Karo’ (IV +138 halaman) dalam VBC 63/4 di Welkvreden/’s. Kamus berbahasa Karo – Belanda ini disusun menurut abjad atau alfabet Latin dan arti. Pada tahun 1971. Joustra yang berjudul: Een en ander uit de litteratur der Karo Bataks. majalah VBC 56/1 memuat karya M. dan kalimat bahasa Karo. dwisuku. yaitu si Laga Man. Pada tahun 1904. C. Henry Guntur Tarigan menulis kata KATA TUGAS BAHASA KARO (30 halaman) di Bandung. Sarindoe Tubuh dan Raja Ketengahen. BIDANG KESUSASTERAAN Dalam bidang kesusasteraan pun. dalam tulisan berturut-turut diketengahkan nyanyian anak-anak. Joustra yang berjudul Karo Bataksche Vertelinggen ( cerita-cerita Batak Karo ) yang agak panjang (123 halaman). pantun.Hage. trisuku. Setiap teks cerita Karo disertai terjemahaan dan penjelasan dalam bahasa Belanda. Joustra yang berjudul HET PERSILIHI MBELIN yang memaparkan upacara persilihi atau upacara untuk menggantikan tendi (roh) seseorang dengan gana-gana (patung) agar orang tersebut selamat. MNZG 46 (1902) halaman 357-372. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan menulis SINTAKSIS BAHASA KARO ( 97 halaman) di Bandung. klausa. catursuku. Tulisan tersebut memuat empat buah cerita Karo. dendang duka dan beberapa cerita Karo. kata dasar bahasa Karo dapat dibagi atas ekasuku. Henry Guntur Tarigan menerbitkan dalam berstensil KATA DASAR BAHASA KARO ( IV + 65 halaman) di Bandung. Karya Neumann ini merupakan pelopor dalam bidang kebahasaan Karo. yang masingmasing mempunyai 2.

Jilid pertama (27 halaman) terbit pada tahun 1907 di Rotterdam. begu tungkup. Dan untuk menghormati/memanggil ada beberapa cara. Ginting. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia telah diterbitkan oleh LIPI Jakarta.matahari. masalah nasib sial. Si Galimang.MNZG 49(1905) halaman 54-67. Sekarang kita beralih kepada J. Sembiring. Baik dalam upacara memanggil atau mengusir roh itu sang dukun mempergunakan tabas atau mantra. Joustra yang terdiri dari dua jilid. . Sibayak Baroes Jahe (52 halaman).Neumann.Neumann yang dimuat berturut-turut secara bersambung dalam MNZG 48 (1904) halaman 361-377.Tarigan). Si Olah Lapat/ Si Lindung Bulan. yaitu: ngicik tendi. Demikian telah kami utarakan beberapa karya M. Si Berka Kondang. begu mate sada wari.jilid (kedua 35 halaman) terbit pada tahun 1911. JH. tempat pendeta Neumann bertugas sebagai pengembala domba-domba Tuhan. raleng tendi. MNZG 50(1906) halaman 26-40. MNZG 51(1907) halaman 347-364.bulan dan bintang. dan simandupa (46 halaman). manggil tendi. Jilid kedua terbit pada tahun 1918 dan hanya memuat sebuah cerita yang berjudul: Teori-teori anak Karo Mergana.Neumann yang berjudul De Begoe in de godsdienstige begrippen der Karo – Bataks in de Doesoen (Begu dalam pengertian Ketuhanan orang Batak Karo di dusun). Jilid pertama terbit pada tahun 1914 yang memuat tiga buah cerita: Beru Patimar.Neumann menyajikan Pustaka Kenbaren beserta terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Belanda. Peranginangin. halilintar.negeri Belanda. Jilid kedua berisi 12 cerita. dan juga asal usul setiap marga yang terdapat pada masyarakat Karo ( Karo-karo. yaitu : Si Junjung. Menurut guru. J. ndilo tendi.Neumann mengemukakan sejarah asal – usul suku batak Karo.hari dan bulan. ngkap tendi. naga lumayang.H. Keempat cerita itu tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Belanda.Neumann mengemukakan serba serbi mengenai budaya Karo. di lagoeboti. begu naga lumayang. Untuk keperluan anak-anak sekolah ditanah Karo. beliau menyusun pula dua jilid buku bacaan yang bejudul ERBAGE BAGE TEORITORIN.Joustra dalam bidang kesusasteraan Karo. Dalam tulisan di atas Neubegu ganjang.masalah tapa. Dalam tulisan ini dikatakan bahwa asal usul merga Kembaren adalah dari pagarruyung. Dalam tulisan ini dibicarakan bagaimana hubungan tendi dengan si Dayang yang melambangkan kecantikan kehalusan budi seorang wanita. tafsir mimpi. Dalam tulisannya yang berjudul “Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen(I)” yang dimuat dalam BKI 82 (1926)halaman 1-36. antara lain: persebahan pada nenek moyang. van Doesburgh di leiden. Ben en ander aangaande de Karo-Bataks adalah judul karangan JH. dalam tulisan ini JH.mantra.H. Dalam Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen (II) dalam BKI 83 (1927 ) halaman 162-180. Dalam MNZG 46(1902) halaman 23-39 dimuat karya J. diterbitkan oleh S. Sibayak kuta buluh. ada yang bersal dari cerita rakyat Karo asli dan ada juga yang berasal dari cerita Melau yang diterjemahakan kedalam bahasa Karo. begu menggep. Si Berkah Kasih.Tapanuli. Dalam MNZG 48(1904) halaman 101-145 dapat dibaca tulisan J. begu bicara guru.H.C. dan upacara mengusir/mengenyahkan tendi dan roh disebut: ngeleka tendi. dan permainan anak-anak. Semua cerita ini tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan. begu jabu. begu sidangbela/begu mentas.Toeri-toeri Karo adalah karya M.memanggil roh. Disamping bahasa Karo disertakan pula terjemahan dan keterangan dalam bahasa Belanda. Si Ndakara. neumann yang berjudul De Tendi in verband metsi dayang. SiNdakiri.membawa bayi kepancuran. ada tiga jenis tendi yang memiliki nama sendiri. pawang lebah. ngkirep tendi.H. minangkabau.

H. masa pacaran. masih ada penulis yang menulis hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan sastra dan budaya Karo. sastra dan budaya mereka sendiri. halaman 184-215.Dalam Feesbundel BKI vol. Dalam TBG 70 (1930 ) halaman1-47. antara lain Dr.Romer yang berjudul ‘Bijdrage tot de Geneeskunst der Karo-Bataks’. dan bebere Walaupun tak seproduktif M.H Neumann. ‘Asnteekeningen over de Karo Bataks’ adalah tulisan J. Dari kedua perpustakaan inilah penulis memperoleh serta mengumpulkan bahan-bahan berharga di atas pada tahun 1971-1973. waktu mengikuti kuliah pasca sarjana linguistik di Universitas Leiden. antara lain perpustakaan KITLV di Leiden. pantun. Nama-nama penyakit. bahanbahan ramuannya ditulis baik dalam bahasa Karo dan bahasa Melayu. sampai perkawinan. Teks tabas erkiker ini disertai pula dengan terjemahan dan penjelasannya dalam bahasa Belanda. yaitu upacara pengikiran/pemotongan gigi pada masyarakat Karo di desa Bukum. Dalam tulisan tersebut. antara lain: a) Sumpah serapah kepada orang yang sangat dibenci b) Ketakutan dengan halilintar c) Kematian dan penguburan mayat d) Pacaran dan perkawinan e) Merga. bahkan dimana perlu disertakan pula istilah-istilahnya dalam bahasa Latin. Upacara erkiker ini dipimpin oleh seorang dukun yang mengucapkan mantra khusus yaitu tabas erkiker. J.II (1929) halaman 215-222 dan dalam TGB & 3 (1933). dalam tulisan tersebut pendeta Neumann mengemukakan beberapa catatan mengenai aneka budaya Karo. nama-nama obat tradisionil. pepatah-pepitih. Perpustakaan Rumah Zending di Oegstgeest Negeri Belanda.Romer dan H.R. bahan-bahannya. serta bahasa halus lainnya. yang memuat percakapan dalam cakap lumat ‘bahasa halus’ antara bujang dan gadis. serta berkembang biak menjadi ‘ Siwah Sada Ginting’ ( sembilan putra dan seorang putri Ginting). Pada tahun 1965. Dalam MNZG 47 (1903 )halaman 1-14 dimuat tulisan H. dia mengakui akan adanya obat-obat tradisionil Karo. Guillaume memaparkan sebuah upacara adat. perpisahan dengan orang yang dikasihi. Guillaume yang berjudul’Beschrijering van het tandenveilen ( erkiker ) bij de Karo-Bataks. Neumann yang dimuat dalam TBG 79 (1939) halaman 529-571. mulai dari pertemuan pertama.Joustra dan J. Keterangan-katerangannya diberikan dalam bahasa Belanda. Dalam TBG 50 (1908) halaman 205-287 dimuat tulisan DR. dan cara mengobatkannya. ataupun pengalaman serta penderitaan dalam perantauan. Sebagai seorang Doktor yang bertugas pada Deli Maatschappij. Berikut ini akan kita perbincangkan pula beberapa karya tulis putera-puteri Karo mengenai Bahasa. Karo Jahe.neumann mengenai bilang-bilang adalah karya sastra berupa prosa berirama yang penuh dengan kata-kata kias. yang mengandung dendang duka seseorang akan kematian. Demikianlah telah kita utarakan karya-karya tulis beberapa orang Belanda mengenai bahasa dan budaya Karo.H Neumann muncul dengan karyanya “ Poestaka Ginting’ yang menceritakan asal usul orang Karo yang bermarga ginting yang datang dari Kalasen melalui Tinjo ke Tanah Karo. cara membuatnya.H. dimuat karya J. .Guillaume. Di samping teks disertakan pula terjemahannya dan penjelasan dalam bahasa Belanda. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘nurenure di Karo’ (85 halaman) di bandung.R. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. beru. Segala bahan di atas yang merupakan karya orang Belanda yang memang telah berusia relatif lama’ dan kini hanya terdapat pada orang-orang tertentu dan perpustakaan-perpustakaan tertentu saja.

Pada tahun 1960. Setiap teks mimpi disertai terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Indonesia. Teks bahasa Karo disertai terjemahan bahasa Indonesia. terutama majalah ‘Suara Pemuda’ yang terbit di Medan pada tahun lima puluhan. Suatu usaha yang amat berguna bagi masyarakat Karo serta pendokumentasian bahasa dan sastra Karo. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘Percikan Budaya Karo’ yang merupakan kumpulan karangan mengenai budaya Karo yang pernah dimuat dalam beberapa majalah di Jakarta.P. Sayang teks perumpamaan Karo itu tidak disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia.Pada tahun 1976 itu juga. Pada tahun 1952. Teks bahasa Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1977. Masri Singarimbun menampilkan karyanya ‘1000 Perumpamaan Karo’ yang diterbitkan oleh CV. Hal ini menyebabkan penyebarluasannya terbatas pada masyarakat Karo serta orang-orang yang mengerti bahasa Karo saja. Dan pada tahun 1978 Toko Bukit pun menerbitkan ‘ Sekelumit Dari Cerita-cerita Karo’ (30 halaman) yang dikumpulkan oleh S. Pada tahun 1972. Toko Bukit pada tahun 1977 menerbitkan karya Ngukumi Barus dengan judul ‘Guru Pertawar Reme ras Perdagang Ganggang’ ( 24 halaman ) dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Indonesia. Rahmat Tarigan tampil dengan karyanya ‘Tambaten Pusuh’ (108 halaman) yang merupakan kumpulan 4 cerita pendek dan 26 puisi. Henry Guntur Tarigan telah pula menyelesaikan naskah ‘Tendi Nipi’ Tafsir Mimpi. Henry Guntur Tarigan menghimpun 25 buah cerita Rakyat Karo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1977. yang diperoleh dari sumber tertulis di Leiden dan Oegstgeest. Pada tahun 1972 di Bandung. Buku ini berisi 17 karya penyair Karo. Jaman Tarigan telah menyelesaikan penyusunan Pantun Karo: Anak Perana ras Singuda-nguda yang diterbitkan oleh Percetakan Toko Buku Mbelin Gunana di Kabanjahe ( 145 untai pantun ) Sebuah antologi Puisi Karo (122 halaman ) diterbitkan oleh Henry Guntur Tarigan pada tahun 1972 di Bandung. Setiap perumpamaan Karo disertai terjemahan dan arti kiasannya dalam bahasa Indonesia ( 140 halaman ). Penerbit Yayasan Kobe di Delitua Medan pada tahun 1975 telah menerbitkan cerita ‘Pawang Ternalem’( dalam dua jilid ). Tamboen ‘Adat . Pada awal tahun 1978. Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah yang memuat kumpulan perumpamaan Karo di Bandung. Ulih Saber di Medan. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh penyusun. Keliat. Pada tahun 1977. Jogya (229 halaman ). yang pernah dimuat dalam beberapa majalah. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan telah menerbitkan dua jilid ‘ Syair Lagu-lagu Karo’. dalam naskah tersebut. Henry Guntur Tarigan telah menyusun sebuah naskah ‘Tabas-tabas Karo’ ( 40 halaman). (100 halaman). Bandung. Tebal buku 175 halaman. Begitu pula naskah ‘Turin-turin Karo’ (500 halaman) telah selesai pula di Bandung pada tahun 1977. masing-masing 105 halaman dan 110 halaman yang masing-masing memuat 41 dan 45 teks syair lagu Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Teks bahasa Karo disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Pada tahun ini juga Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah ‘Pantengan Karo’ ( 100 halaman ) dan ‘ Kuningkuningen Karo’ (100 halaman ). dan sumber lain di Indonesia. Balai Pustaka menerbitkan karya P.

Roga Ginting terdapat seksi adat yang terdiri atas 4 subseksi. anak beru) dan apa yang disebut ‘Tutur Siwaluh’ (sembuyak. persawahan. ose-ose (busana tradisional Karo). Dalam Kongres Kebudayaan Karo yang diketuai oleh Mr. guro-guro aron. Tutur Siwaluh Kalak Karo” (25 halaman). Pada tahun 1978. 4. upacara kematian. yaitu karya Jaman Tarigan dan Raja Malem Bukit dapat saling mengisi. Adat Istiadat Batak Karo ( 20 halaman ) II. yang berturutturut memaparkan mengenai letak geografis.Istiadat Karo’ (206). kalimbubu. pada masa-masa akhir ini Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah (teks. rumah adat Karo. apa yang disebut ‘Iket Sitelu’ (senina. Iket Sitelu. dan menulis buku. Buku ini terdiri atas 11 bab. yaitu : 1. menatar. Perangin-angin. bahkan telah muncul beberapa ‘disertasi’ . yaitu: I. terjemahan. Turi-turin si Katak-katak ( 100 halaman ) IV. saling melengkapi satu sama lain. dan penjelasan ) : I. pola teori Karo tradisionil. merga silima. Kedua karya di atas. Kesimpulan dan Saran ( 2 halaman ) Disela-sela kesibukan mengajar. nure-nure. 3. Pada awal tahun 1977. yang memaparkan apa yang disebut ‘Merga Silima’ (Karokaro. Turi-turin Beru Ginting Sope Mbelin ( 200 halaman ) II. Sembiring. Puisi Jaga Depari ( 320 halaman ) D. Pada tahun 1983. Ginting. kesehatan. pengadilan. Turi-turin Tangtung Batu ( 150 halaman ) III. bank anak negeri. Majekken Rumah ( 30 halaman ) IV. Moderamen GBKP mengadakan Seminar Adat Istiadat Karo di Berastagi dan hasilnya telah terekam dalam buku ‘Adat Istiadat Karo’ yang merupakan kumpulan makalah (+ 200 halaman) yang terdiri dari 5 bab. senina. senina sipemeren. yaitu karya Raja Malem Bukit yang berjudul “Peranan Marga Dalam Perkawinan Adat Karo” (30 halaman). pentahbisan merga kepada orang bukan orang Karo. upacara-upacara religius. Perjabun ( 120 halaman ) III. Palestin Sitepu muncul dengan karyanya yang berjudul “Kesenian Tradisional Karo” (58 halaman) di Medan. anak beru menteri. Sejarah Adat/Tata Susunan Rakyat Adat Kekeluargaan Hukum Adat Tanah Hukum Perselisihan. Buku ini merupakan pelopor mengenai adat istiadat Karo karya putra Karo sendiri. pemerintahan. Pada tahun 1958 Toko Bukit menerbitkan “Isi Kongres 1958” yang berjudul Sejarah Adat Istiadat dan Tata Susunan Rakyat Karo (134 halaman). pengajaran. Pada tahun 1976 itu juga. teori jenis hiburan. Buku ini terdiri atas 14 bab yang berturut-turut membicarakan : seni musik Karo tradisionil. Jaman Tarigan yang berjudul “Gelemen Merga Silima. senina siperibanen. sejarah penduduk. Turi-turin kerna Peradaten Kalak Mate ( 28 halaman ) V. 2. upacara berhubungan dengan adat-istiadat. puang kalimbubu). anak beru. Toko Bukit menerbitkan sebuah brosur karya seorang pensiunan ABRI. para seniman tradisionil Karo. keuangan. peraturan-peraturan gendang. Tarigan). berseminar. BIDANG PENELITIAN Penelitian terhadap budaya Karo yang dilakukan para sarjana dalam dan luar negeri cukup menggembirakan. kalimbubu. Toko Bukit menerbitkan brosur lain.

mengenai Batak Karo. Hal ini menandakan bahwa perhatian kalangan ilmuwan di dalam dan luar negeri sudah bertambah meningkat akan budaya dan bahasa Karo. Pada tahun 1965, Masri Singarimbun menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul Kinship and Affinal Relations among the Karo of North Sumatera (Kekerabatan dan hubungan Kesemendaan pada orang Karo di Sumatera Utara ) pada Australian National University di Canberra (357 halaman ). Pengumpulan data dilakukan oleh Masri Singarimbun dan istrinya di Kuta Gember dan Liren dari September 1960 sampai April 1962. Setelah direvisi, diterbitkan dengan judul : Kinship, Descent and Alliance among the Karo Batak pada tahun 1975 oleh University of California Press, Berkeley (246 halaman ). Daftar isi buku ini adalah sebagai berikut : Pengantar : Tanah Karo dan Rakyatnya. Kampung Keluarga Karo Rumah Adat Kelompok Keturunan Hubungan Anakberu – Kalimbubu, I Hubungan Anakberu – Kalimbubu, II Perkawinan Ringkasan Apendiks 1 : Mite Siwah Sada Ginting, suatu singkatan. Apendiks 2 : Klasifikasi Kekerabatan Karo Apendiks 3 :Analisis Semantik Struktural daripada Sistem Klasifikasi kekerabatan Karo. M oleh : H .W. Scheffler. Pada tahun 1976, Rita Smith Kipp memperoleh gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Ideology of Kinship in Karo Batak Ritual (Ideologi Kekerabatan dalam Ritual Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA ( 296 halaman ). Daftar isinya adalah sebagai berikut : Pengantar Tanah Karo dan Kampung Payung Kekerabatan Karo Agama dan Ritual Perkawinan Penguburan Kesimpulan. Pada tahun 1978, suami Rita Kipp yang bernama Richard Dean Kipp berhasil menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Social Organization of Karo Batak Rural Migration ( Organisasi Sosial Migrasi Pedesaan pada Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA (230 halaman ). Suami isteri Kipp berdiam di kampung Payung untuk pengumpulan data disertasi mereka. Daftar isi disertasi itu adalah sebagai berikut : Pengantar Latar Belakang Sejarah Migrasi Pedesaan Tanah Karo dan Lingkungan Pedesaan Organisasi Sosial Studi Kasus Seseorang Migran Pedesaan Migrasi ke Sungai Netek Migrasi ke Sungai Beras Sekata Kesimpulan ( Singarimbun, 1980 ; 110 – 11 ) Pada tahun 1978, Payung Bangun juga menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berkenaan dengan Karo. Sayang, saya belum memperoleh keterangan mengenai hal ini. Lain kali akan saya lengkapi setelah bertemu dengan pengarangnya, yang nota bene teman seangkatan saya. Pada tahun 1981, suami isteri H. Slaats dan K. Portier dari negeri Belanda menggondol gelar doktor dengan disertasi mereka yang berjudul :

Crodenrecht en Zijn Verwekelijking in de Karo Batakse Dorpsamenleving dari Universitas Nijmegen dan merupakan Publicaties over Volksrecht, No. IX. Sayang, saya belum memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dari mereka. Lain kali saya berusaha memperoleh karya tersebut dari pengarangya. Artikel-artikel suami-istri Kipp dan suami-istri Slaats-Portier mengenai Karo, dapat juga kita baca dalam ‘Beyond Samosir’ : Recent Studies of the Batak People of Sumatera, yang disunting oleh suami-istri Kipp dan diterbitkan oleh Ohio University Center for International Studies, Southeast Asia Program, Athens, Ohio 1983, terlebih-lebih halaman 125 – 155. Pada pertengahan tahun 1978, Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan mengadakan penelitian mengenai struktur bahasa Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Sebagai hasilnya telah terbit pada tahun 1979, BAHASA KARO ( 225 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Fonologi Morfologi Sintaksis Pada pertengahan tahun 1980, Henry Guntur Tarigan dan kawan-kawan mengadakan penelitian mengenai sastra lisan Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sebagai hasilnya telah selesai naskah ‘Sastra Lisan Karo’ (580 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Tinjauan Terhadap Sastra Lisan Karo Cerita, Terjemahan, dan Keterangan Buku ini menganalisa 32 buah buku cerita atau Turi-turin Karo. Hanya dengan memiliki tata bahasa baku bahasa Karo lah kita semua dapat menjunjung dan melestarikan cir-ciri khas masyarakat kita, masyarakat Karo, yaitu: A. Dalikan si telu : a. Senina b. Kalimbubu c. Anak beru B. Merga si Lima : a. Karo-karo b. Ginting c. Perangin-angin d. Sembiring e. Tarigan C. Tutur si Waluh : a. Sembuyak b. Senina c. Senina sipemeren d. Senina siparebanen e. Anak beru f. Anak beru menteri g. Kalimbubu h. Puang kalimbubu. Berbahagialah orang yang dapat menghargai, apalagi menerapkan bahasa dan budayanya dengan baik dan benar. APA SUMBANGANKU TERHADAP BUDAYA KARO Jangan tanya “apa yang dapat disumbangkan oleh budaya Karo terhadapku” tetapi tanyakanlah “apa yang dapat kusumbangkan bagi budaya Karo”.

Pertanyaan diatas khusus ditujukan kepada para mahasiswa dan terutama sekali kepada para sarjana dan cendikiawan Karo. Kalau direnungkan dalamdalam, jelas pertanyaan itu “menggelitik” dan “merangsang”. Mungkin ada orang yang menjawab dengan pertanyaan “apa lagi yang dapat saya perbuat bagi budaya Karo”. Aduh, masih banyak, masih sangat banyak bidang-bidang yang menanti uluran tangan anda, bahkan ada yang sangat rawan, kalau tidak segara ditangani akan punah dan akan membuat kita menyesal meratapi nasib karena kita tidak dapat berpacu dengan sang waktu. Apakah kita rela menyesali kelalaian kita dan hanya mengeluh karena “tading kune-kune nari kal ngenca”? saya yakin tidak!!. Agar para mahasiswa mendapat gambaran mengenai hal-hal apa saja yang dapat disumbangkan bagi kejayaan dan kelestarian budaya Karo, marilah kita telaah kehidupan rakyat atau folklife Karo. Kehidupan rakyat mencakup lima bagian utama, dalam setiap bagian mempunyai, memiliki komponen-komponen tertentu pula, sebagai berikut ini:

Telaah Kehidupan Rakyat Karo A.Foklore Lisan : 1. cerita rakyat 2. puisi rakyat 3. epik rakyat 4. peribahasa rakyat 5. teka-teki rakyat 6. pidato rakyat B. Kebiasaan Rakyat Karo : 7. pesta perayaan rakyat 8. rekreasi, permainan rakyat 9. obat-obat rakyat 10. agama / kepercayaan rakyat C. Kebudayaan Material : 11. keterampilan rakyat 12. seni rupa rakyat 13. arsitektur rakyat 14. busana rakyat 15. masakan rakyat D. Seni Rakyat : 16. drama rakyat 17. musik rakyat 18. tarian rakyat (disarikan dari : Dorson, 1972 ). Demikianlah, dari segi “kehidupan rakyat” Karo saja terdapat 18 aspek yang perlu digarap. Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah : “siapa yang akan menggarap lahan-lahan yang luas terbentang itu?”. Jawabnya sudah tegas : “kita putra-putri Karo, kita para mahasiswa dan para sarjana Karo yang harus menggarap lahan-lahan ‘kehidupan rakyat’ Karo tersebut’. Marilah kita menyingsingkan lengan baju, memilih bidang yang sesuai dengan diri masing-masing; kita membuat skripsi, tesis, disertasi, paper, makalah, tulisan mengenai budaya Karo. Kalau hal ini kita sadari dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, barulah SEMINAR BUDAYA KARO yang kita adakan ini ada manfaatnya, kalau tidak, percuma saja membuangbuang waktu, daya dan dana yang begitu banyak. Malu dong!!. Sebagai akhir dari pembicaraan ini, saya menghimbau putra-putri Karo, para mahasiswa Karo, para sarjana Karo, untuk bersama-sama melestarikan budaya Karo kebanggaan kita semua, dengan berkarya tulis. Khusus untuk para sarjana Karo saya mengajak anda semua bergotong-royong membina,

sarjana mati meninggalkan karya”. Biasanya diceritakan oleh orang tua-tua pada malam hari menjelang tidur. Tarigan ( 1979) membaginya sebagai berikut: 1. saya mengingatkan anda kembali : “gajah mati meninggalkan gading. ndungndungen 2. Mengenai bentuk sastra Karo. sastra lisan Karo itu dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu: 1. ndungndungen 2. NDUNGNDUNGEN ( PANTUN ) Contoh: Gundera salak gundera : Bawang salak bawang Buluh belin kubenteri : Bambu besar kulempari Kutera kalak kutera : Bagaimana orang bagaimana Beltekku mbelin kubesuri : Perutku besar kukenyangi Mejile tuhu bunga ndapdap : Sungguh cantik bunga ndapdap . teka-teki. cakap lumat dan 3. bentuk puisi 2. Bilang-bilang. Cakap lumat atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. tabas Berikut ini akan diterangkan masing-masing contohnya: 1. Tabas atau ‘mantra’. 5. cerita binatang. BENTUK PUISI Di muka telah dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam bentuk puisi ada tiga yaitu : 1.mengembangkan karya Karo sebagai salah satu aspek kebudayaan Nasional kita. yang berupa dendang duka. Konon kabarnya kalau mantra itu sudah diketahui oleh orang banyak maka keampuhannya akan hilang. perumpamaan. seperti ratapan terhadap ibu yang telah meninggal dunia. 1. bentuk prosa yang termasuk kedalam bentuk puisi ialah 1. cerita jenaka dan lain-lain.1. misalnya mengenai asal usul merga. pantun. Maaf. dan lain-lain. bentuk prosa liris dan 3. meratapi kekasih idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara kerantau orang. dapat disamakan dengan pantun biasanya terdiri dari 4 baris bersajak dan dua baris terakhir merupakan isi. cerita orang-orang sakti. biasanya didendangkan dengan ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. Turin-turin atau ‘cerita’ yang berbentuk prosa. Setiap baris umumnya terdiri atas tiga atau empat kata dan setiap baris mempunyai suku kata 710. Dari apa yang dikemukakan oleh Tarigan di atas dapat disimpulkan bahwa menurut bentuknya. 2. asal usul kampung. 4. pepatah pepitih. cakap lumat 3. umumnya hanya dukun yang mengetahuinya. tabas yang termasuk kedalam bentuk prosa liris yaitu: bilang-bilang yang termasuk ke dalam bentuk prosa ialah turin-turin. Ndungndungen. 3.

2. bila kemarau berabuabu. harta sudah habis. CAKAP LUMAT ( BAHASA HALUS ) Cakap lumat ( bahasa halus ) ini dapat dibedakan atas: 1. tetapi ia tak mati-mati. 4. badan sudah kurus. Contoh : Bagi kurmak sampe rakit. b. Perumpamaan contoh : Bagi nimai buah parimbalang. Rirang-rirang gumpari : nama tumbuh-tubuhan Rirang meruah-ruah : Rirang tercabut-cabut Sirang gia kita pagi : Berpisahpun kita nanti Gelah sirang mejuah-juah : Asal dalam keadaan sehat-sehat. adi udan erkubang-kubang adi lego rabu-abu. Contoh : Siksik lebe maka tindes Artinya : Dicari terlebih dahulu baru dibunuh Maksudnya : pikirkan terlebih dahulu baru diambil keputusan. Contoh : Pengindo sikaciwer. Dikiaskan kepada orang yang selalu mendapat kesusahan (pikiran kusut). Diumpamakan kepada orang yang mengharapkan sesuatu yang tak mungkin diperoleh. nggeluh erpala-pala mate terbiar-biar. Artinya : Seperti kerakap tumbuh di batu hidup segan mati tak mau. Bahasa kias Pepatah-pepitih Perumpamaan Pantun dan Teka-teki ( sikuning-kuningan ). c. Artinya : Seperti menanti buah parimbalang. berbunga pun tidak konon pula berbuah. Di bawah ini akan diterangkan contoh masing-masing cakap lumat ( bahasa halus ) ini. kambing yang dipukuli Dikiaskan kepada orang yang menghukum orang yang tidak bersalah. Bahasa Kias Contoh: Biang nangko beltu-beltu.2. Artinya : Nasib kencur. lain yang mendapat hukuman. Diumpamakan kepada yang susah penghidupannya. kambing ipekpeki Artinya: Anjing yang mencuri daging. . 3. 5. mungkin disebabkan oleh penyakit yang dideritanya.Rupa megara la erbau : Warna merah tak berbau Mejile tuhu rupandu itatap : Sungguh cantik wajahmu dipandang Tapi pacik kena erlagu : tetapi busuk tingkah lakumu. bila hujan berkubang-kubang. 1. lain yang bersalah. Pepatah-petitih contoh : Adi pang ridi ula mbiar litap Artinya : kalau berani mandi jangan takut basah Maksudnya : kalau berani melakukan sesuatu perbuatan harus berani pula menanggung resikonya. a. erbunga pe lang apai ka erbuah.

Apakah itu ? Jawabnya : Jantung galuh ‘ jantung pisang’ Contoh : Elah kenca man. Apakah itu ? Jawabnya : Dalan ‘ Jalan’ Contoh : Bide kalak i idah bidente lang. Apakah itu ? Jawabnya : Sumpit nakan ‘sumpit nasi’ Contoh : Nguda-ngudana erlayam pukul Tua-tuana narsak buk. kesip beltekna. Kai ? Artinya : Kalau kita ingat tidak kita bawa Kalau tidak ingat kita bawa. kai ? Artinya : Pagar orang kita lihat pagar kita tidak. Pantun Contoh : Tah kurung tah labang Tah surung tah lahang Artinya : Entah jangkrik tanah Entah jangkrik ilalang Entah jadi entah tidak Contoh : Sere-sere sala gundi Siarah lebe arah pudi Artinya : Sere-sere sala gundi Yang di depan menjadi ke belakang. apakah itu ? Jawabnya : cuping ‘ Telinga’ Contoh : Ipake reh baruna. Kai ? Artinya : Pada waktu mudanya bersanggul Pada waktu tuanya berurai rambut. Apakah itu ? Jawabnya : Ersam ‘pakis’ Contoh : Nguda-ngudana erbaju ratah Tua-tuana erbaju gara. Kai ? Artinya : bila tertawa jatuh giginya. Kai ? Artinya : Dipakai bertambah baru. e.d. apakah itu ? Jawabnya : ukat ‘ sendok nasi’ Contoh : Tawa kenca ia naktak ipenna. Kai ? Artinya : Setelah selesai makan kempis perutnya. Kai ? Artinya : Pada waktu muda berbaju hitam Pada waktu tuanya berbaju merah. Apakah itu ? Jawabnya : Lacina ‘cabai’ Contoh : Adi siinget la sibaba Adi la siinget sibaba. Teka-teki ( Sikuning-kuningen ) contoh : Tulihken reh dohna. Kai? Artinya : Semakin dilihat kebelakang semakin jauh. Apakah itu ? Jawabnya : Kacileket ‘ sejenis rumput yang bijinya lengket dibaju bila disenggol baju . Kai ? Artinya : Selesai makan gantung diri. Apakah itu ? Jawabnya : Ipen ‘ gigi’ Contoh : Elah man ndelis.

diam. Kai ? Artinya : kalau ia dibelah jumpa kulit Kalau kulit dibelah jumpa tulang Kalau daging dibelah jumpa air. oleh sebab itu. Kun kata Allah paya kun kata Muhammad. Kun payakun. Mungkin pada kesempatan lain tabas yang kena pengaruh Hindu akan terpenuhi. Biasanya dimulai dengan kata-kata : Toron kaci-kaci ‘turunlah dewa-dewa’ dan seterusnya sebelum pengaruh Islam masuk. pekasih si alam. Contoh: Entah nidarami kin pe jelma ibabo taneh mekapal enda ni taruh langit meganjang enda entah di langir nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. onande bibingku karina. Apai nge dah kam la bage ningku. Nuri pa Tujum kabul aku perkasih.diam.diam.diam. 2. mmat.3. Apakah itu? Jawabnya : Tualah ‘kelapa’ 1. Di turinna jalang kedataran sekali kelajangen pe labo lit singembarisa amina sekali penggel pe. Sebelum obat yang di pakai untuk mengobati orang sakit itu itabasi ( dimantrai ) baru kemudian obat itu dimakan ( diobatkan ) kepada orang yang sakit. mmat. Mmat. Man ukurenku. Bilang-bilang ini berbentuk prosa. atau dikucilkan dari masyarakat. Artinya : Tunduk. BENTUK PROSA LIRIS Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa lisan liris hanya ada satu yang disebut bilang-bilang. TABAS ATAU MANTRA Sastra lisan Karo yang berbentuk tabas atau mantra ini terbatas yang mengetahui dan menggunakannya. peneliti hanya berhasil memperoleh contohnya yang telah kena pengaruh Islam. Contoh Tabas yang telah kena pengaruh Islam. Setelah pengaruh Islam masuk ke Karo. o turang beru Sembiringku. atau karena penderitaan yang dialami di rantau. Hanya para datu atau dukun yang biasanya yang bisa mengucapkan tabas ini pada waktu mengobati orang sakit.diam. atau karena ditinggal oleh ibu yang meninggal dunia. Di turina ateku mesui kidah bagi ranting taman ku para nge kidah rusur. Diam.mmat. Enggo kuidah ajangku endah bagi sumpamana jelang kedataren kutera kin nge turinna jelang kedataren aji nindu gia min. Memnohon pak Tujum supaya dikabulkan memakai Pekasih. nasa ula aku terukum si dua mata sah mmat si dua mata.mmat. durma si Alam keturunan Nabi Ullah.agar aku tidak di hukum si mata dua. Keturunan Nabi Allah. maka tabas itu ada pula yang dimulai denga kata – kata Arab yaitu sebagai berikut : Bismillah irohmani irohim ‘dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang’. supaya tunduk. onande beru Tariganku. mmat. Begitu sulitnya memperoleh tabas ini.mmat. tunduk kata Allah supaya tunduk kata Muhammad.( rumput Genit ) Contoh : Adi itaka ia jumpa kuling Adi itaka kuling jumpa tulan Adi itaka tulan jumpa daging Adi itaka daging jumpa lau. yang melanggar adat. Emaka lanai bo kueteh nurikenca de suntuk nari nge kuidak kerina te mesui. hukum kata Ali. Apakah ditinggal oleh kekasih idaman hati. I je makana entah nidarami kal pe jelma perliah si la lit nge bagi turina ajang mama nak Karo-karo mergana endah sera suine. Labo kenan tambaren sekali kedabuhen gelap auri pe la lit sipekarangsa amina sekali bene pe la lit .diam. tetapi terikat pada lagu karena bilang-bilang ini biasanya didendangkan dengan ratapan atau ditiup melalui seruling bambu oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa.

amina la ndabuh pe sea tama urakna. yaitu benar-benar dianggap terjadi. perihal adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Karo dapat diikuti dalam : a Cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. Cerita tentang ciptaan dunia. sering dibantu oleh makhluk-makhluk gaib. dapat pula dilihat pada cerita. 2. jenis sastra lisan Karo dapat di bedakan atas : 1. anima ndabuh pe sea tama buena. b “ Beru Dayang”. o me taktak cibal geluahku ras adumku o nandengku kerina. hal ini dapat diikuti pada cerita c “ Padan Pengindo” dan juga pada cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. dapat diikuti pada cerita “ Beru Ginting Pase ‘. 4. dongeng Mite adalah cerita yang benar-benar dianggap terjadi dan dianggap sakral oleh pemilik cerita. o enda beru Sembiring. Tokoh legenda adalah manusia biasa yang memiliki sifat-sifat yang luar biasa. tetapi tidak dianggap sakral. Turin-turin atau cerita ini ada bermacam-macam. 4. Dari uraian di atas dapatlah diklasifikasikan jenis sastra lisan Karo itu sebagai berikut. cerita cerita cerita cerita cerita mengenai asal-usul merga mengenai asal usul kampung binatang orang-orang sakti jenaka dan lain-lain. 3. Tempat terjadinya legenda di dunia kini waktu terjadinya tidak setua mite. Yang dinamakan sastra lisan karo adalah bentuk penuturan cerita yang disebarkan dan diturunkan secara lisan ( dari mulut ke mulut ). E kal me turina ajang anak karo-karo mergana enda. Berdasarkan isi cerita. MITE Cerita yang berhubungan dengan keajaiban dan erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa mendapat tempat luas dalam masyarakat. dan masa terjadinya sudah jauh di zaman purba. Mengapa merga Ginting Pase lenyap dari induk merga Ginting terkenal dengan julukan “Siwah Sada Ginting “. Mite mengandung tokoh-tokoh dewa atau setengah dewa. o turang. E makana nidarami kin pe jelma perliah si la lit nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. Selanjutnya pada cerita “ Si Aji Bonar “. Ngkai maka la bage ningku. Legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan mite. Menurut Tarigan ( 1979:9 ) Turin-turin atau cerita yang berbentuk prosa ini dibedakan atas : 1. 3. penciptaan merga silima. Tempat terjadinya dunia lain. mite 2. BENTUK PROSA Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa pun hanya ada satu. yang disebut Turin-turin. enggo kalajangku enda bagi sarintantang ndabuh ku namo. legenda 3.sidaram-daram. Dongeng tidak terikat dengan waktu dan tempat. d “ Begu Ganjang “ ‘hantu’ termasuk cerita yang masih tetap hidup dan . Emakana labo lit gunan turiken ningku. Mengapa masyarakat Karo sangat menghargai padi dan mengapa padi dikaitkan dengan sistem dan nilai-nilai kekerabatan pada masyarakat Karo. 5. Dongeng adalah cerita yang dianggap tidak benar-benar terjadi oleh yang menceritakan atau yang mendengarkannya.1.

b “ Cincing Ganjang Panura” diajarkan agar anak-anak jangan terlalu tinggi angan-angan. kuda tidak bertanduk. b “ Telagah Pitu i Sarinembah” c “ Tengku Lau Bahun’. antara lain: a “ Turi-turin Si Beru Tole” yang menceritakan hubungan seks yang terlarang antara paman dan kemanakan yang membuahkan keturunan sehingga mereka kena kutuk oleh dewata. Oleh sebab itu si Jinaka yang dijual pamannya.dianggap menyeramkan dan menegakkan bulu tengkuk pendengaran. Ini semua karena kutukan akibat ketamakannya. Sebagaimana cerita lainnya. bertindaklah sejujurnya karena bila tidak jujur yang diadili itu akan mengutuknya dan kutukannya itu akan dikabulkan Tuhan seperti apa yang diminta Solmih kepada Tuhan atas putusan pengadilan yang tidak jujur terhadap dirinya. 4. d “ Nipe Sipurih-purih” diceritakan mengapa ular lidi hanya bisa menelan binatang kecil seperti jangkrik dan kayu busuk. Dalam perjalanan si Jinaka menipu pembelinya. telaga.3 DONGENG Masyarakat Karo juga mendengar certa-cerita dongeng. Dongeng yang tersebar luas dalam masyarakat Karo antara lain: a “ Kucing Siam” yang menceritakan seorang anak yang mencari ibu sejati. LEGENDA Masyarakat Karo umumnya mempercayai cerita-cerita yang berhubungan dengan asal-usul kejadian suatu tempat. kepiting berbentuk gepeng. Pekerjaannya sehari-hari hanya menemani pamannya ketempat perjudian. jangan lebih besar kemauan dari kemampuan. Sebab cerita dongeng itu disamping ada yang berisi hiburan. baik cerita dongeng mengenai binatang maupun cerita dongeng mengenai manusia. Benda-benda peninggalan termasuk tempat dianggap sebagai bukti kebenaran cerita. sehingga Si Jinaka berhasil lolos dan kembali ke kampungnya. Sebagaimana cerita lainnya. 4. e “ Pais Ma Solmih” pendengar diajarkan agar saat mengadili suatu perkara. Solmih tetap pada pendiriannya walau apaun hukuman yang diberikan kepadanya. besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat. bukit. Di kampung ia mengaku kembali dari tempat orang mati dan menceritakan kepada penduduk kampung tentang keadaan saudara-saudaranya yang telah meninggal itu dan membawa segala harta bendanya. dan lain-lain. Si Jinaka dianggap orang bodoh. Oleh Si Jinaka mereka dibawa melalui jalan yang sukar melalui tepi jurang sudah dipasang tali rotan oleh Jinaka. Legenda yang tersebar luas dalam masyarakat Karo. Dongeng sebagai warisan dari nenek moyang. Apa yang diperintahkan pamannya selalu diturutinya. dongeng ini juga tersebar dan diceritakan turun temurun. Ia menumpang di rumah pamannya. Ia sudah yatim-piatu sejak kecil. diperhebat dengan cerita mengenai kematian karena begu ganjang. kaki kerbau pecah. merga. Apalagi. legenda sebagai warisan dari nenek moyang besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat.2. dan tumbuhan pakis ( tenggiang ) berbulu seperti warna rambut curai kuda. g“Si Jinaka” merupakan kisah yang kocak. Semua barang mereka Si Jinaka yang membawanya. Hanya dia bermohon kepada Tuhan agar menghukum orang yang mengadilinya itu. Doa Solmih dikabulkan Tuhan. pelangi. sebab mengandung ajaran moral. tetapi bila tidak disuruh apa pun yang terjadi tidak diperdulikannya sehingga pamannya merasa kesal. ada juga yang berisi pengajaran atau edukatif. berhasil menipu pembelinya. f “ Kekelengan Nande’ dikisahkan bagaimana kisah seorang ibu terhadap anaknya. Maka mereka berubah menjadi pelangi. dan . c “Sibetah-betah” dikisahkan mengapa burung puyuh tidak berekor.

Mereka semua jatuh dan Si Jinaka menjadi kaya raya. Demikianlah beberapa contoh cerita dongeng yang ditemui dalam cerita lisan Karo. dipotong Si Jinaka rotan itu. upacara pemanggilan roh. . maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut : .Menurut bentuknya. upacara perkawinan. upacara pesta tahunan. seperti upacara melamar gadis. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. 5. KESIMPULAN Dari apa yang telah diuraikan terlebih dahulu. upacara menanam dan menuai pada. upacara memasuki rumah baru.dia yang berjalan paling belakang. upacara menghormati orang yang lanjut usia. legenda 3. upacara kelahiran anak. upacara kematian. prosa 3. dongeng Sastra lisan biasanya dipergunakan pada upacara-upacara adat. upacara memanggil dan menolak hujan.Menurut jenisnya. upacara peletakan batu pertama pendirian rumah. upacara menolak bala dan roh-roh jahat. puisi 2. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. Ia kawin dengan putri pamannya. mite 2. dan lain-lain. prosa liris . Setelah semuanya berpegangan pada tali rotan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->