P. 1
Diare-ppt (2)

Diare-ppt (2)

|Views: 1,902|Likes:
Dipublikasikan oleh adistratominded

More info:

Published by: adistratominded on Aug 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

GASTROENTEROLOGI

DIARE AKUT
KELOMPOK I Aguste Comte Bangun Tiur S Sitompul Wendell Ken I B Anom S P Analysa M B M Yoserizal

Definisi
Hippocrates Diare p pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair Bagian ilmu kesehatan anak FK UI / RSCM Diare p buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja encer, frekuensi lebih banyak dari biasanya

Diare (neonatus) p frekuensi buang air besar >4x (bayi >1 bulan dan anak) p frekuensinya >3x

Bayi (ASI) p tidak jarang frekuensi defekasinya > 3-4 X sehari 3p tidak disebut diare (fisiologis ) Bila seorang anak defekasinya < 3 x sehari p konsistensi encer p diare .

Secara umum diare p defekasi encer > 3 x sehari dengan/tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja. . Diare akut p diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung < 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.

Clostridium perfringens -infeksi virus: Enterovirus (virus Echo. Rotavirus . Adenovirus. E. Bacillus cereus. Coxsackie). Infeksi a. Salmonella. Coli. Infeksi Enteral (penyebab utama diare pada anak) Meliputi : -infeksi bakteri: Vibrio.Etiologi 1. Shigella.

Oxyuris). jamur (candida albicans) b. tonsilofaringitis. .Etiologi . enchepalitis) terutama terdapat pada bayi dan anak < 2 tahun. Infeksi Parenteral Infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan (OMA.Trichiuris. Protozoa (Entamoeba histolytica).investasi parasit: cacing (Ascaris. bronchopneumonia.

Malabsorbsi karbohidrat Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktosa. Immunodefisiensi 5. Malabsorbsi a. Makanan (basi.Etiologi 2. b. alergi terhadap makanan) 4. beracun. Malabsorbsi lemak c. Psikologis Rasa takut dan cemas . Malabsorbsi Protein 3.

Patogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare: diare: 1.Gangguan osmotik Makanan/zat yang tidak dapat diserap p tekanan osmotik dalam rongga usus o p pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. usus. Isi rongga usus yang berlebihan p merangsang usus untuk mengeluarkannya p diare osmotik .

Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik p berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan p diare.Patogenesis 2. Bila peristaltik usus menurun p bakteri tumbuh berlebihan p diare . Gangguan sekresi Rangsangan tertentu (toksin) pada dinding usus p peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus p diare sekretorik timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus 3. diare.

Patogenesis Diare Masuknya jasad renik yang masih hidup kedalam usus halus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung ¡ Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi) di dalam usus halus ¡ Oleh jasad renik dikeluarkan toksin (toksin diaregenik) ¡ .

¡ Diare akut ¡ Bila diare melanjut sampai 2 minggu/lebih. kehilangan BB atau tidak bertambah selama masa tersebut ¡ Diare kronik ¡ Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/lebih dan disertai gangguan pertumbuhan ¡ Melanjutnya Kerusakan Mukosa Diare persisten Perbaikan Mukosa yang terlambat .

gelisah.Manifestasi Klinik Cengeng. suhu tubuh o  Nafsu makan biasanya tidak ada p timbul diare  Tinja cair mungkin disertai lendir dan atau darah  Warna tinja p kehijau-hijauan kehijau(tercampur empedu)  Anus dan daerah sekitarnya lecet (sering defekasi)  .

turgor kulit berkurang. mata dan ubun-ubun besar ubuncekung.Manifestasi Klinik  Muntah (sebelum/sesudah diare) p lambung meradang atau ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit  Kehilangan banyak cairan dan elektrolit p dehidrasi (berat badan q. selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering) .

Higiene dan sanitasi Sosial budaya Pemberian makanan tambahan yang terlalu dini dan tidak tepat (faktor penting) p diare Kepadatan penduduk Sosial ekonomi . usus.Faktor Resiko Diare       Kuman penyebab diare Keadaan gizi Malnutrisi p korelasi positif dengan lama dan beratnya diare. q aktifitas enzim usus & hilangnya integritas usus.

Dehidrasi Berat Kehilangan cairan >10% Berat Badan 10% A.Dehidrasi Ringan Kehilangan cairan 5% Berat Badan 2.Klasifikasi Dehidrasi Derajat Dehidrasi Menurut Jumlah Cairan yang Hilang 1.Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5-10% Berat Badan 10% 3. .

rewel/mudah marah  Mata cekung  Haus.TandaTanda-tanda Dehidrasi (WHO 1997)  Dehidrasi ringan/sedang Terdapat 2 /lebih dari tanda-tanda tandaberikut:  Gelisah. minum banyak  Cubitan kulit perut kembalinya lambat .

 Dehidrasi berat Terdapat 2 /lebih dari tanda-tanda tandaberikut:  Letargi atau tidak sadar  Mata cekung  Tidak bisa minum/malas minum  Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat .

metabolik.Produk-produk metabolik asam tidak Produkdapat dikeluarkan p oliguria / anuria. 4. pasien dapat mengalami asidosis metabolik.Pada dehidrasi berat.Pindahnya ion natrium cairan ekstrasel ke cairan intrasel 5.Kehilangan bikarbonat >> melalui tinja 2. Asidosis metabolik terjadi karena : 1. anuria.Penimbunan asam laktat .Ketosis kelaparan 3.

muntah.Gambaran Klinik Asidosis Metabolik y Hiperventilasi (pernafasan cepat dan dalam / Kussmaul) y Terkadang diikuti syok. anoreksia . mual.

Bila asidosis hanya sedikit dan cukup cairan & elektrolit (CO2 combining power tidak kurang dari 40 vol % atau 18 mEq/liter) p dikoreksi oleh homeostasis tubuh sendiri. . Bila dibawah nilai diatas p dikoreksi dengan natrium laktat atau natrium bikarbonat.

5 3 gr KCl sehari (oral) atau KCl 2-4 mEq / kgBB / 24 jam (IV) 2Hipokalemia berat : diberikan KCL 0. Jumlah kalium total tubuh antara 50-55 mEq / 50kgBB (BB ideal) Diare kronik p hipokalemia Bila kadar K q: diberikan 1.Kebutuhan NaHCO3 = 0.5intra venous fluid drips.3 x kgBB x base excess. drips.5-1 mEq / kgBB /jam melalui 0. .

2 mmol / liter) p jangan tunda penatalaksanaan Penderita sadar p 20-30 gr karbohidrat (susu) per oral 20Penderita tidak dapat minum p glukosa (dekstrosa 50 % = 50mL) IV .Hiponatremia berat p koma/kejang p infus saline hipertonik terkontrol Penderita p hipoglikemia (glukosa darah < 2.

Dehidrasi hipertonik Kadar Na dalam > 150mEq/L 150mEq/L (dehidrasi hipernatremia) .Dehidrasi hipotonik Kadar Na dalam plasma < 130mEq/L 130mEq/L (dehidrasi hiponatremia) 3.B.Dehidrasi isotonik Kadar Na dalam plasma 130-150mEq/L 130-150mEq/L (dehidrasi isonatremia) 2. Derajat Dehidrasi Menurut Tonisitas Cairan 1.

Dietetik (pemberian makanan) 3.Obat-obatan Obat- .Terapi Diare Dasar pengobatan diare : 1.Pemberian cairan 2.

KCl dan glukosa) . NaHCO3. Cairan rehidrasi oral (Oral rehidration salts) salts) formula lengkap (NaCl. Jenis Cairan a.Pemberian cairan pada diare dengan dehidrasi 1.

Kadar Na 50 60 mEq/L : untuk diare akut pada anak < 6 bulan dengan dehidrasi ringan. . atau tanpa dehidrasi. sedang.Kadar Na 90 mEq/L : untuk diare akut pada anak > 6 bulan dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi (pencegahan dehidrasi).

larutan tepung beras garam) p pengobatan diare pertama di rumah dengan / tanpa dehidrasi ringan .Formula lengkap p oralit Formula Formula sederhana (tidak lengkap) hanya mengandung NaCl & sukrosa atau karbohidrat lain (larutan gula garam. larutan air tajin garam.

glukosa 5%) RL g (1 bgn.DG aa - - (1 bgn. Lar Darrow+1 bgn.b. Cairan . Ringer Laktat+1 bgn glukosa 5%) RL (ringer laktat) 3@ (1 bgn NaCl 0.9%) 5- .Cairan Parenteral b.9% +1 bgn glukosa 5% +1 bgn Na Laktat 1/6 mol/L) DG 1 : 2 (1 bgn lar Darrow + 2 bgn glukosa 5%) RL g 1 : 3 (1 bgn Ringer Laktat + 3 bgn glukosa 5-10%) 5Cairan 4 : 1 (4 bgn glukosa 5-10% + 1 bgn NaHCO3 1 ½ % 5atau 4 bgn glukosa 5-10% 1 bgn NaCl 0.

atau kesadaran menurun c. anak mau minum serta kesadaran baik b. sedang atau tanpa dehidrasi tetapi anak tidak mau minum. sedang dan tanpa dehidrasi.2. Intragastrik p dehidrasi ringan. Intravena p dehidrasi berat . Jalan Pemberian a.Per oral p dehidrasi ringan.

3. .Dehidrasi ringan 1 jam pertama: 25-50 mL/kgBB per oral atau pertama: 25intragastrik Selanjutnya 125 mL/kgBB/hari atau ad libitum.Jadwal 3. Belum ada dehidrasi oral : sebanyak anak mau minum (ad libitum)/1 gelas tiap buang air besar libitum)/1 Parenteral : dibagi rata dalam 24 jam b.Jadwal (kecepatan) pemberian cairan a. libitum.

d.c.1 jam pertama: 50-100 mL/kgBB per oral / 50intragastrik .Selanjutnya 125 mL/kgBB/hari atau ad libitum. Dehidrasi sedang . Dehidrasi berat  Untuk anak 1 bulan 2 tahun dengan BB 3-10 kg 1 jam pertama: 40mL/kgBB/jam atau pertama: 40mL/kgBB/jam 10 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 15 tetes) atau 13 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 20 tetes) .

7 jam kemudian: 12 mL/kgBB/jam atau kemudian: 3 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 15 tetes) atau 4 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 20 tetes) 16 jam berikut: 125 mL/kgBB oralit per oral atau intragastrik. Bila anak tidak mau minum. teruskan DG aa IV 2 tetes/kgBB/menit (1mL = 15 tetes) atau 3 tetes/kgBB/menit (1mL = 20 tetes) .

 Untuk anak > 2-5 tahun dengan berat badan 1010-15 kg 1 jam pertama: 30mL/kgBB/jam atau pertama: 30mL/kgBB/jam 8 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 15 tetes) atau 10 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 20 tetes) 7 jam kemudian: 10 mL/kgBB/jam atau kemudian: 3 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 15 tetes) atau 4 tetes/kgBB/menit (infus berukuran 1 mL = 20 tetes) 16 jam berikut: 105 mL/kgBB oralit per oral berikut: .

Kebutuhan cairan = 125 mL + 100 mL + 25 mL = 250 mL/kgBB/24 jam.Bila anak tidak mau minum. mL/kgBB/24 jam. teruskan DG aa IV 1 tetes/kgBB/menit (1mL = 15 tetes) atau 1.5 tetes/kgBB/menit (1mL = 20 tetes) Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan berat badan 2-3 kg. Jenis cairan yaitu Cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5%) + bagian NaHCO3 1.5% NaHCO3 . kg.

Kecepatan: Kecepatan: 4 jam pertama: 25 mL/kgBB/jam atau pertama: 6 tetes/kgBB/menit (1 mL = 15 tetes) atau 8 tetes/kgBB/menit (1 mL = 20 tetes) 20 jam berikut: 150 mL/kgBB/20 jam atau 2 tetes/kgBB/menit (1 mL = 15 tetes) atau 2.5 tetes/kgBB/menit (1 mL = 20 tetes) .

Untuk anak > 1 tahun dengan BB > 7 kg Jenis makanan: makanan: Makanan padat atau makanan cair/susu . Untuk anak < 1 tahun dan anak > 1 tahun dengan BB < 7 kg Jenis makanan: makanan:  Susu  Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim)  Susu khusus 2.Pengobatan Dietetik pada Diare dengan Dehidrasi 1.

ObatObat-obatan Prinsip pengobatan diare p menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah. dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain .

ekstrak beladona. Obat anti spasmolitik Papaverine.5-1 mg/kgBB/hari 0.52.  Klorpromazin Dosis: 0.Obat anti sekresi 1.Obat  Asetosal Dosis: 25 mg/tahun dengan dosis minimum 30 mg. Opium.Obat-obatan 1. Loperamide tidak untuk diare akut .

diberikan eritromisin 404050 mg/kgBB/hari . tabonal tidak ada manfaatnya untuk mengatasi diare 4. charcoal. diberikan tetrasiklin 25-50 25mg/kgBB/hari  Campylobacter.Antibiotika Tidak diperlukan kecuali :  Kolera. Obat pengeras tinja Kaolin. pektin.3.

sedang. isotonik atau hipertonik)  Renjatan hipovolemik  Hipokalemia (meteorismus. berat. hipotonik.Komplikasi Dehidrasi (Ringan. hipotoni. bradikardia. perubahan EKG)  Hipoglikemia  Intoleransi laktosa sekunder p defisiensi enzim laktase  Kejang  MEP  .

Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FK UI.Daftar Pustaka       Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). 1997 Hayes.H. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Buku kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak.Jilid I.Arif dkk. Jakarta. A. Jakarta : Media Aesculapius Markum.Peter C et al. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1988 . 1985 Suharyono. Buku Saku Diagnosis dan Terapi. dkk. Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta. Jakarta. Buku Gastroenterologi Anak Praktis. 2000.1997 Mansjoer. 1991 Staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI.

TeRiMa KaSiH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->