P. 1
Mingguan Medikom Edisi 380

Mingguan Medikom Edisi 380

|Views: 1,714|Likes:
Dipublikasikan oleh Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on Aug 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka
Bom Waktu

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

Stop Hiburan Malam di Bulan Ramadan
Selengkapnya baca Halaman 3

Dana PUAP Desa Ciomas Diduga Diselewengkan Kakek Tua Diduga Penculik Babak Belur Dihajar Massa
CIAMIS, Medikom-Kakek berusia kisaran 65 tahun diduga hendak menculik anak di Desa Sidaharja babak belur dan nyaris mampus dihakimi puluhan warga. Kejadian ini pun cepat merambah ke berbagai pelosok desa sekitar. Warga berduyun-duyun datang guna menyaksikan kejadian yang menggegerkan pedesaan ini. Kakek bernama Eded pengidap gangguan jiwa ini, pada Minggu (25/7) dengan menggunakan sepeda ontel berangkat dari daerah Lakbok hendak berkunjung ke rumah kerabatnya di Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican. Di tengah perjalanannya ia pun berhenti di pingir sebuah mesjid karena waktu magrib tiba. Ia berniat istirahat sejenak guna melepaskan penat. Di saat ia sedang beristirahat, lewatlah dua anak-anak. Karena kaget ia menyorot kedua anak itu dengan lampu senter yang ia bawa. Tak ayal si anak pun langsung kaget setelah melihat yang menyorotinya seperti sosok yang menakutkan. Mereka pun langsung berteriak minta tolong. Orang tua si anak pun kaget dan langsung keluar dari rumahnya lalu berteriak “penculik”. Hal itu tidak mengherankan mengingat akhir-akhir ini isu penculikan tengah santer di daerah ini.

Ahmadiyah Bentrok Ormas Islam
di hal 4

Pengangguran di Bogor Membeludak
Bursa Kerja Targetkan Serap 16% Pengangguran
BOGOR, Medikom-Panitia Bursa Kerja Expo 2010 menargetkan sedikitnya 3.000 pencari kerja dapat mengisi lowongan kerja yang ditawarkan 40 perusahaan. Dengan digelarnya Bursa Kerja ini, panitia berharap dapat menyerap 16% angka pengangguran di Kota Bogor. Karena berdasarkan data pencari kerja yang terdaftar dalam Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor, tercatat sedikitnya 18.000 pencari kerja di Kota Bogor. Stan pemberi kerja terbanyak ditawarkan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Dengan 1.250 lowongan kerja, alfamart menawarkan pencari kerja untuk ditempatkan di wilayah Bogor, Depok, dan Sukabumi. Sedangkan perusahaan lainnya, seperti PT Furnimart Mebeulindo Sakti (Olympic) menawarkan sekurangnya 87 lowongan. Seperti dituturkan oleh Arta, penjaga stan Olympic, minimal 87 pencari kerja harus menduduki beragam posisi pada bulan ini. Hal ini dilakukan karena Olympic tengah melakukan pengembangan cabang di 54 kota. “Syaratnya minimal D3. Penempatannya ada di Bogor dan di luar Bogor,” jelas Arta. Tingginya peminat pencari kerja juga diakui oleh Novi, penjaga stan PT Bank Panin Tbk. Sejak dibukanya bursa kerja, sudah ada 50 pencari kerja yang menitipkan lamarannya. “Padahal belum satu jam,” ujar Novi. Pencari kerja memang kerap memanfaatkan ajang Bursa Kerja untuk mendapatkan posisi atau lowongan yang sesuai dengan kriteria mereka. Seperti dikatakan Deny Rumansyah (23). Pria jebolan Fakultas Tehnik Universitas Pakuan ini bukan pertama kalinya mengikuti bursa kerja. “Saya sudah pernah ikut bursa kerja sebelumnya, yang di GOR. Tetapi sayang di sana kurang lengkap,” jelasnya. Terlebih, iming-iming gratis, membuat minat pencari kerja mendatangi bursa kerja semakin meninggi. Dengan publikasi yang baik, bursa kerja kali ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lowongan yang disediakan pemberi kerja. Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor Torijene menambahkan, ajang bursa kerja ini tidak memungut biaya baik dari pencari kerja maupun pemberi kerja. Malah, selain mendapat stan pameran berukuran 2 x 3 meter, juga disediakan jaringan internet, listrik, dan klinik kesehatan. “Kami mengharapkan terserapnya tenaga kerja di Kota Bogor. Para pencari kerja juga mendapat informasi lowongan kerja yang cukup banyak yang efisien seta efektif, baik dari segi biaya maupun waktu. Bagi perusahaan juga dapat memeroleh tenaga kerja yang berkualitas secara cepat dan tanpa perlu mengeluarkan biaya promosi melalui media. Dan pada akhirnya tingkat pengangguran di Kota Bogor akan berkurang,” harap Torijene. Namun Wakil Walikota Bogor sebelum membuka Bursa Kerja Expo ini mengingatkan agar para pencari kerja juga tidak menutup peluang kewirausahaan yang masih terbentang luas bila ternyata tidak menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai. Apalagi bila mengingat kondisi Indonesia yang kesempatan kerjanya masih terbatas. Untuk itu, masyarakat juga harus memotivasi dan menciptakan peluang kewirausahaan untuk keluar dari lubang kemiskinan. Bursa kerja online Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Bogor secara resmi merilis situs Bursa Kerja Online. Ke depan, masyarakat Kota Bogor dapat mengakses langsung lowongan kerja yang tersedia pada situs www.infokerja.depnakertrans.go.id. Situs kerja tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor Torijene sebelum membuka Bursa Kerja online di Jalan Merdeka 142 Bogor, Kamis (29/7). Dengan sistem ini pencari kerja dapat mengakses secara langsung di website Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Selain itu pula, pencari kerja dapat mengakses perubahan data yang dimiliki di mana saja tanpa harus datang ke Disosnakertrans Kota Bogor serta dapat mencari informasi lowonganlowongan yang ada di Web Site tersebut,” ujar Torijene. Kasi Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Nur Rohmaning pun menambahkan bahwa situs tersebut sudah ada sejak tahun 2003. Namun Kota Bogor baru akhir tahun kemarin mendapatkan peralatan penunjang. “Dan situsnya baru berjalan sejak Febuari 2010,” ujar Nur. Hingga Kamis tercatat 2.241 pencari kerja yang mendaftar pada situs tersebut. Sedangkan data pemberi kerja yang tercatat ada sekitar 34 perusahaan di Kota Bogor. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, kini para pencari kerja tidak perlu datang ke Dinas Tenaga Kerja untuk mencari daftar lowongan kerja. Tetapi dengan meng-klik situs tersebut, para pencari kerja sudah terhubung dengan perusahaan yang menawarkan pekerjaan. “Cukup lihat via internet, data pencari kerja maupun perusahaan pemberi kerja ada semua di sini,” promosi Nur. Selain itu, situs yang dikelola langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, membuat para pencari kerja juga dapat mengakses pekerjaan yang ditawarkan di luar Kota Bogor. Sedikitnya kini sudah ada 146 kabupaten dan kota se-Indonesia yang bergabung dalam situs tersebut. “Kan online se-Indonesia. Jadi kalau ada lowongan di Kalimantan Timur, juga bisa di akses di Bogor,” Kata Kepala Seksi Pengawasan Tenaga Kerja Kota Bogor Samson Purba. (gan)

Ke Halaman 11

TKW Indramayu Disiksa di Malaysia
INDRAMAYU, Medikom–Nasib tragis kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Indramayu yang disiksa majikannya saat menjadi TKW di Malaysia. Kali ini menimpa Eti (25), warga Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu. Saat berita ini dirilis, Jumat (30/7), korban masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu akibat penyiksaan majikannya saat bekerja menjadi TKW di Malaysia. Korban mengalami shock berat dan di sekujur tubuhnya terdapat luka bekas penganiyayaan, sehingga mengharuskan dia mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit umum (RSU) setempat. Ketua Pengurus Daerah TKI di Luar Negeri Kabupaten Indramayu Edi Rusta menjelaskan, korban dipulangkan setelah sempat disekap selama satu tahun di rumah majikannya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Selangor Malaysia. Menurutnya, korban bisa dipulangkan setelah pihak keluarga melaporkan kasus penganiayaan kepada KBRI di Malaysia. Suami korban, Edi Sunanta menuturkan, istrinya berangkat

Bentrokan warga Ahmadiyah dengan ormas Islam di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pekan lalu kembali menyulut polemik persoalan Ahmadiyah. Namun banyak pihak menilai, bila persoalan ini tidak dituntaskan oleh pemerintah secara serius bisa menjadi bom waktu yang sewaktuwaktu meledak yang mengakibatkan pergesekan di masyarakat. Tidak seperti sekarang, aparat keamanan terutama kepolisian dan masyarakat diombangambing dilarang atau diizinkan. Karenanya pemerintah diharapkan bisa segera mengambil keputusan yang tegas soal Ahmadiyah.

7 Butir SKB 3 Menteri, yaitu:
1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama. 2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. 3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai peraturan perundangan. 4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI. 5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah dapat dikenakan sanksi sesuai perundangan yang berlaku. 6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini. 7. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, 09 Juni 2008.

Ke Halaman 11

Wereng Coklat Serang Tanaman Padi
SUBANG, Medikom–Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Berbagai jenis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Su-bang, Ani pestisida sudah dia Sufyani saat di-temui Medikom pergunakan, tetapi menga-takan, ribuan hektare tanaman padi di Kabupa-ten hasilnya selalu Subang banyak diserang wereng gagal. Ia bahkan coklat. “Luas areal yang terkena serangan hama wereng coklat mengaku sudah terhitung hingga Jumat (30/7), tiga kali tanam padi sudah mencapai 6.532 hektare, 558 hektare di antaranya pada masa tanam dinyatakan puso. gadu atau tanam Ani mengatakan, selain puso pihaknya memberikan rincian kedua sekarang. bahwa tanaman padi yang “Selalu gagal mengalami rusak berat tercatat seluas 1.449 hektare, rusak karena selalu habis sedang 1.435 hektare, dan yang diserang wereng dikategorikan rusak sedang seluas 3.090 hektare. Serangan secara sporadis,” terluas terjadi di wilayah kata Gandi. Kecamatan Pabuaran dengan areal 1.834 hektare, Kecamatan Pagaden 1.195 hektare, Kecamatan Patokbeusi seluas 910 hektare, dan di Kecamatan Pagaden Barat seluas 816 hektare. H Sugandi, salah seorang petani di Kecamatan Pabuaran, mengaku sudah kewalahan untuk menghentikan serangan wereng coklat tersebut. Berbagai jenis pestisida sudah dia pergunakan, tetapi hasilnya selalu gagal. Ia bahkan mengaku sudah tiga kali tanam padi pada masa tanam gadu atau tanam kedua sekarang. “Selalu gagal karena selalu habis diserang wereng secara sporadis,” kata Gandi. Yang terakhir, Gandi terpaksa melakukan eksperimen pembasmian hama yang masuk dalam klasifikasi organisme pengganggu tanaman itu dengan formulasi di luar jangkauan “akal sehatnya”. “Saya menggunakan racikan bawang putih campur terasi, hasilnya cukup ampuh,” katanya. Tanaman padinya yang baru berumur sebulan, kini tampak menghijau. Menanggapi hal itu, Ani melarang petani menggunakan obatobatan di luar pestisida yang dianjurkan. “Karena akan sangat

Persoalan harapan ketegasan sikap pemerintah ini dikemukakan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Sutarman kepada wartawan, di Mapolda Jabar baru-baru ini. Menurut Kapolda, jika memang aliran Ahmadiyah sesat dan dilarang, maka ajukanlah kepada pemerintah untuk segera mengeluarkan larangan. “Kalau memang diizinkan, silakan izinkan sehingga ada kepastian bagi kami selaku penegak hukum, juga kepastian di masyarakat. Kalau memang (Ahmadiyah) diizinkan pemerintah, maka kami pun wajib memberikan perlindungan. Dan kalau dilarang, maka kami imbau agar membubarkan diri. Jadi ada satu kepastian, karena ini merupakan bom waktu bagi kita semua kalau ngambang seperti ini,” katanya. Sutarman yang didampingi

Kabid Humas Komisaris Besar Agus Rianto, juga mengimbau, agar masyarakat yang tidak setuju keberadaan Ahmadiyah di lingkungannya, supaya bisa menahan diri. “Kalau (Ahmadiyah) dianggap mencederai (Islam), mari perjuangkan dengan jalur yang benar. Fatwa MUI soal Ahmadiyah sudah ada. Sekarang tinggal ajukan melalui jalur yang resmi,” ujarnya. Sutarman berharap, masyarakat bisa menahan diri terkait pro kontra Ahmadiyah itu. Dia menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai. “Jangan main hakim sendiri. Karena jika terjadi pelanggaran hukum, pasti kami tindak tegas. Jangan sampai masalah yang satu tidak selesai, muncul masalah baru,” ucapnya. Bentrokan antara warga Ahmadiyah dan ormas Islam juga mendapat perhatian serius dari pengurus Reform Institute Dr Yudi Latif. Menurutnya, perbedaan pemahaman dan penafsiran agama

atau keyakinan seemstinya tidak diikuti aksi intimidasi dan kekerasan dengan alasan pembenaran kepentingan komunitas. Untuk itu, kata Yudi, negara harus melaksanakan landasan dasar negara yang sudah disepakati dalam persoalan Ahmadiyah ini. Di mana, kita menempatkan ideologi Pancasila sebagai penjamin setiap pemeluk agama untuk beribadah dan menjalankan keyakinannya. “Jika tidak, negara sudah melanggar konstitusi. Apalagi dalam pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 sudah jelas dijamin hak beribadah dan menjalankan keyakinan seluruh agama,” katanya. Jadi, masih kata Yudi, kalau negara tidak bisa menjamin hak dasar keyakinan itu berarti negara telah membiarkan warganya tidak bisa menjalankan ibadah dan keyakinannya. Senada Yudi, Ketua Badan

Ke Halaman 11

Warga Desa Cicangkanghilir Dipasung
BANDUNG BARAT, Medikom–Dinilai mengalami gangguan jiwa, Yudi (20), warga Kampung Bojong Mareme, RT 01/13, Desa Cicangkang Hilir, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat dipasung. Sudah tiga bulan, Yudi dipasung oleh orangtuanya di belakang rumah, berdekatan dengan kandang domba. Suryana (48), ayah Yudi memasung anaknya tersebut menggunakan pohon pinang sepanjang 2 m. Menurut Nining, ibunya Yudi, saat ditemui Medikom Minggu (25/ 7) di rumahnya, Yudi dipasung karena kerap meresahkan masyarakat di sekitar rumah. Dirinya juga, jelas Nining, pernah dipukul. Bahkan, Yudi mengancam akan membunuh orangtuanya sendiri. Karena itu, pihak keluarga akhirnya melakukan pemasungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk penyembuhan anaknya. “Sejauh ini pihak keluarga sudah berupaya membawanya ke Rumah Sakit Cisarua, tapi belum ada hasil,” tutur Nining. Dikatakan, Kakak Yudi, bernama Ida (25) bernasib sama. Hanya saja, tidak sampai melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat sekitar. Jadi, enggak perlu dipasung. Namun, masih di Desa Cicangkanghilir, Dawan Kurniawan sudah hampir tiga tahun dikerangkeng orang tuanya. Warga Kampung Cijambe, RT 03/ 09 ini, mulai dikerangkeng dari usia 22 tahun. “Kami sudah berupaya mengobati melalui jalur medis dan alternatif, tapi sembuhnya tidak permanen,” tutur Warsito, ayah Dawan. Sejauh ini, jelasnya, pihak keluarga tidak melepaskan Dawan dari krangkeng. Lantaran, putra kedua dari tiga bersaudara hasil pernikahannya dengan Ade Komariah ini, kerap mengganggu masyarakat. “Saat Dawan belum dikrangkeng, sampai melakukan pemukulan ke salah satu anak mantan kepala desa. Dari kejadain itu keluarga trauma, akhirnya Dawan pun dikrangkeng di belakang rumah,” imbuhnya. Kepala Desa Cicangkanghilir Ajat didampingi oleh Sekretaris Desa Mu’min mengatakan, pihak desa pernah memfasilitasi pihak Dawan dan Yudi untuk dirawat, dengan cara memberikan kartu gakinda. Kejadian seperti ini, Ajat bercerita, terakhir kali terjadi pada tahun 2001. Bahkan korban pemasungan sampai meninggal dunia. Menurut catatan desa, ada sekitar enam orang yang terganggu kejiwaannya, di antaranya Yudi dan Dawan. (K Fauzi R)

Sudah tiga bulan, Yudi dipasung oleh orangtuanya di belakang rumah, berdekatan dengan kandang domba.

Ke Halaman 11

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

Sisi Lain
Jelang Pemilukada, Polres Gelar Istighosah
INDRAMAYU, Medikom–Demi terciptanya situasi aman dan damai dalam menghadapi pemilukada pada 18 Agustus mendatang, jajaran Kepolisian Polres Indramayu pekan kemarin menggelar istigotsah. Acara yang bertempat di halaman Mapolres Indramayu tersebut dihadiri Kapolres Indramayu, Dandim 0616 Indramayu, Sekda Indramayu Drs Cecep Suryana, Ketua DPRD Indramayu Abdul Rojak Muslim serta satu calon Bupati Toto Sucartono dan tiga calon wakil bupati yakni Khasan Basari, Abas Asafah, serta Rawita. Selain mereka, ratusan ulama dan umaroh di Kabupaten Indramayu ikut hadir pada acara tersebut. Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto mengatakan, istigosha dilakukan untuk bermunajab ke Pencipta Alam agar dalam pelaksanaan Pemilukada Indramayu berjalan aman dan damai. Momentum ini juga ungkap Kapolres Nasri bertujuan menyamakan persepsi antara calon bupati dan wakil bupati, muspida maupun para tokoh dan ulama untuk bersama-sama menjaga jalannya pemilukada agar tercipta situasi yang aman damai dan kondusif demi Indramayu yang akan datang. Istighosah diakhiri dengan ceramah oleh KH Ahmad Mansyur dari Jakarta. (H YF)

2

Jawa Barat

Dijual Dalam Bandara

Asuransi Jasindo Tidak Wajib Dibeli Penumpang
BANDUNG, Medikom - Meningkatnya mobilitas masyarakat dalam penggunaan berbagai moda transportasi darat, laut dan udara menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan yang menelan banyak korban meninggal dunia, luka-luka dan cacat. Untuk melindungi masyarakat dari kecelakaan tersebut, negara melalui Badan Usaha Milik Negara PT Jasa Raharja mengelola program asuransi sosial sesuai dengan Undang Undang nomor 33 tahun 1964 jo Peraturan Pemerintah nomor 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang Undang nomor 34 tahun 1964 jo Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Kedua Undang Undang tersebut mengamanahkan kepada Jasa Raharja untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk membayar santunan melalui dua sumber. Pertama, pengutipan iuran wajib (premi) dari setiap penumpang alat angkutan umum baik di darat, laut, udara, sungai, danau dan penyeberangan yang besarannya sudah disatukan dengan ongkos atau tiket. Kedua, pengutipan SWDKLLJ (premi) dari para pemilik kendaraan bermotor yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan pada saat pendaftaran atau perpanjangan STNK setiap tahunnya di Kantor SAMSAT seluruh Indonesia. Khusus untuk penumpang angkutan udara, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 37/ PMK.010/2008 tentang Besaran Santunan dan Iuran Wajib (IW), jumlah Premi Iuran Wajib sebesar Rp5.000. Premi tersebut sudah dibayar oleh penumpang angkutan udara ketika membeli tiket pesawat udara. Jumlah nilai santunan bagi penumpang angkutan udara ini sebesar Rp50.000.000 bila meninggal dunia, maksimal Rp50.000.000 untuk cacat tetap, maksimal Rp25.000.000 untuk perawatan, dan Rp2.000.000 untuk biaya pemakaman. Dengan melihat jumlah nilai santunan di atas, bagi sebagian masyarakat mungkin nilainya tidak terlalu besar. Oleh karena itu, ada peluang bagi perusahaan asuransi lain untuk menjual produknya kepada penumpang pesawat dengan jumlah nilai premi dan santunan yang lebih besar. Peluang ini barangkali yang digunakan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan menjual produk asuransinya di dalam Bandara Husein Sastranegara. Produk asuransi Jasindo ini ditawarkan kepada penumpang setelah penumpang melakukan proses check in dan membayar passanger service charge sebesar Rp25.000 kepada PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Husein Sastranegara. Ketika petugas Asuransi Jasindo menjual produk asuransinya, sebagian penumpang ada yang membeli dan sebagian lagi tidak membeli. Namun menurut sumber Medikom yang juga menjadi penumpang pesawat udara melalui Bandara Husein Sastranegara, sebagian penumpang bingung atas tawaran asuransi Jasindo ini yang loket penjualannya berada di dalam bandara lantai II, apalagi tidak semua penumpang mengetahui banyak tentang informasi asuransi Jasindo ini. Sementara ketika para penumpang ditawari asuransi ini, para penumpang masih dalam tahap menyelesaikan administrasi untuk bisa sampai pada ruang tunggu pesawat. Jadi penjualan asuransi Jasindo ini seolah-olah bagian dari proses administrasi untuk bisa sampai ke ruang tunggu tersebut, sehingga terkesan mengikat bagi para penumpang. Menanggapi penjualan asuransi Jasindo di dalam Bandara Husein Sastranegara, lantai 2, General Manager Bandara Husein Sastranegara Mulya Abdi mengatakan, pembelian asuransi Jasindo ini tidak wajib bagi para penumpang. “Jadi sifatnya hanya tambahan. Tidak ada paksaan untuk membeli,” ujarnya kepada Medikom baru-baru ini di kantornya. Ia mengakui, antara PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Husein Sastranegara memang ada kerja sama. PT Asuransi Jasa Indonesia menyewa tempat kepada Angkasa Pura untuk menjual produk asuransinya di dalam bandara. Selain itu, karena yang mempunyai hak berjualan di dalam bandara kesan memaksa,” ujar sumber Medikom. Sumber juga menambahkan, karena tiket pesawat relatif terjangkau oleh berbagai lapisan ekonomi masyarakat, saat ini penumpang pesawat udara tidak hanya dari kalangan masyarakat kaya dan berpendidikan, tetapi juga masyarakat ekonomi menengah dari pedesaan yang sebagian tidak berpendidikan tinggi. Jadi para penumpang pesawat yang kurang mendapatkan informasi tentang asuransi ini, bisa saja tidak mengetahui bahwa asuransi itu tidak diwajibkan. Untuk itu, sudah seharusnya PT Asuransi Jasa Indonesia membuat loket penjualan produk asuransinya tidak di dalam bandara, tetapi di ruang tunggu Bandara Husein Sastanegara seperti halnya loket penjualan tiket pesawat udara. Dengan demikian, para penumpang bisa mendapatkan informasi yang jelas atas produks asuransi Jasindo tersebut. Jadi penumpang pesawat udara yang telah diasuransikan di PT Jasa Raharja, dengan penuh kesadaran bisa memutuskan untuk membeli atau tidak membeli asuransi Jasindo ini. Angkasa Pura asuransikan penumpang Untuk melindungi para penumpang pesawat dari kecelakaan selama berada di wilayah Bandara Husein Sastranegara, Angkasa Pura II telah mengasuransikan para penumpang. Premi asuransi tersebut diambil dari passanger service charge sebesar Rp25.000 yang dibayar penumpang pesawat kepada Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Husein Sastranegara. Hal ini ditegaskan General Manager Bandara Husein Sastranegara Mulya Abdi. Namun perlindungan asuransi tersebut hanya berlaku pada saat penumpang berada di lingkungan bandara sampai naik pesawat. Ketika penumpang sudah naik pesawat, Angkasa Pura tidak lagi menjamin asuransi para penumpang. Menurut Mulya, perlindungan asuransi kepada penumpang selama berada dalam lingkungan bandara merupakan wujud peningkatan layanan Angkasa Pura kepada para penumpang pesawat udara. (IthinK)

Asuransi Jasa Raharja yang Utama
BANDUNG, Medikom – Keuangan No. 36 dan 37/ Untuk melindungi PMK.010/2008 yaitu: masyarakat Indonesia meninggal dunia Rp25 dari kecelakaan juta untuk angkutan angkutan baik darat, darat/laut dan Rp50 juta laut dan udara, PT Jasa untuk udara, cacat tetap Raharja memberikan maksimal Rp25 juta perlindungan asurasnsi untuk angkutan darat/ yang utama. Hal ini laut dan Rp50 juta untuk Iskandar ditegaskan dalam udara, perawatan Sukmana Undang Undang nomor maksimal Rp10 juta 33 tahun 1964 jo untuk angkutan darat/ Peraturan Pemerintah nomor 17 laut dan Rp25 juta untuk udara, biaya Tahun 1965 tentang Dana pemakaman Rp2 juta untuk Pertanggungan Wajib Kecelakaan angkutan darat, laut dan udara. Penumpang dan Undang Undang Sedangkan besaran nilai nomor 34 tahun 1964 jo Peraturan santunan Korban Kecelakaan Lalu Pemerintah No-mor 18 Tahun 1965 Lintas Jalan sesuai Peraturan tentang Dana Kecelakaan Lalu Menteri Keuangan No. 36 dan 37/ Lintas Jalan. PMK.010/2008 yaitu meninggal Hal tersebut ditegaskan Kepala dunia Rp25 juta, cacat tetap Humas dan Hukum PT Jasa maksimal Rp25 juta, perawatan Raharja Cabang Jawa Barat maksimal Rp10 juta, dan biaya Iskandar Sukmana kepada pemakaman Rp2 juta. Medikom baru-baru ini di ruang Iskandar menambahkan, dalam kerjanya. Lanjutnya, untuk operasional pelayanan santunan, memberikan manfaat lebih besar Jasa Raharja menerapkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah jemput bola agar proses penyelesaian merespons keinginan dan kondisi santunan lebih cepat. Pada tahun yang ada di masyarakat selama ini 2007 target rata-rata kecepatan untuk menyesuaikan nilai pelayanan santunan secara nasional manfaat santunan Jasa Raharja bagi korban meninggal dunia di dengan menerbitkan Peraturan tempat kejadian perkara yaitu 7 Menteri Keuangan RI Nomor 36/ (tujuh) hari, dan 1 hari sejak berkas PMK.010/2008 tanggal 26 Februari lengkap diterima di Kantor Jasa 2008 tentang Besaran Santunan Raharja. dan Sumbangan Wajib Dana Berkaitan dengan adanya Kecelakaan Lalu Lintas Jalan penjualan asuransi Jasindo di dalam (SWDKLJJ) dan Nomor 37/ Bandara Husein Sastranegara bagi PMK.010/2008 tanggal 26 Februari para penumpang pesawat udara yang 2008 tentang Besaran Santunan telah diasuransikan di PT Jasa dan Iuran Wajib (IW). Raharja, Iskandar menjelaskan, Kedua Peraturan Menteri Keu- memang perlindungan asuransi yang angan tersebut mengatur besaran utama diberikan oleh PT Jasa santunan untuk korban mening- Raharja kepada para penumpang pegal dunia, luka-luka, dan cacat sawat. Namun saat ini nilai santutetap yang diakibatkan kecelakaan nan yang diberikan Jasa Raharja alat angkutan penumpang umum baru sebesar Rp50.000.000. “Barangdi darat dan laut dan kecelakaan kali asuransi lain mampu membelalu lintas jalan akibat tertabrak rikan nilai santunan yang lebih besar kendaraan bermotor. dari Jasa Raharja sehingga ada Besaran nilai santunan bagi peluang untuk menjual produk penumpang alat angkutan umum tersebut,” ujar Iskandar. sesuai Peraturan Menteri (IthinK)

Kabar Penculikan Anak Melalui SMS Kabar Bohong
MAJALENGKA, Medikom–Kabar penculikan anak yang belakangan ini cukup marak tersebar melalui pesan singat (SMS) adalah bohong. Isu ini hanya menguntungkan operator selular saja dari biaya ribuan SMS yang dikirimkan. Karenanya masyarakat jangan terpengaruh dan merasa resah dengan beredarnya kabar tersebut. Kalaupun ada kejadian mutilasi yang terjadi di Bandung, Garut, serta Tasikmalaya adalah tindakan kriminal murni yang kasusnya sudah terungkap dan perkaranya tengah ditangani pihak kepolisian. Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Sutarman, Rabu (28/8) saat dimintai keterangannya mengenai beredarnya kabar melalui SMS yang menyebutkan banyaknya terjadi penculikan serta pembunuhan terhadap anak-anak yang organ tubuhnya diambil guna kepentingan tertentu. “Sekarang ini tren teknologi, era teknologi ini memiliki keuntungan dan kemudahan bagi masyarkat. Akan tetapi, teknologi pun bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, termasuk pesan pendek yang isinya tentang penculikan orang. Semua teknologi bisa dimanfaatkan dan diakses semua masyarakat, termasuk SMS. Kemudian hal itu dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab atau hanya sekadar ingin meresahkan masyarakat,” ungkap Kapolda usai memberikan pengarahan terhadap anggota Kepolisian Resor Majalengka. Menurutnya pengiriman pesan pendek yang terus-menerus dilansir oleh masyarakat hingga ribuan pesan yang dikirim, jika itu terus terjadi maka yang memiliki keuntungan adalah BTS. Ketika ditanya soal adanya penculikan yang terjadi di Tasikmalaya dan Garut, Kapolda menyebutkan, tiga kejadian di Jawa Barat adalah kasus kriminal murni, sebuah pembunuhan yang kini tengah ditangani kepolisian. “Motif dari kejadian pembunuhan di Bandung sudah terungkap, itu dilatarbelakangi oleh utang piutang. Sedangkan yang terjadi di Garut dan Tasik akibat pacaran. Jadi, tidak ada kejadian penculikan sebagaimana diinformasikan melalui SMS,” jelas Sutarman Kehadirannya ke Polres Majalengka dan sejumlah polres lainnya di wilayah III Cirebon, menurut Kapolda adalah sebagai upaya untuk memberikan semangat kerja bagi seluruh anggota kepolisian di Jawa Barat. Tujuannya agar kepolisian bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, dan tidak terjadi pembebanan terhadap masyarakat. Pembebanan dimaksud menurut Kapolda misalnya saja adalah, apakah pada pembuatan SIM, STNK atau pembuatan SKCK masih membebani masyarakat atau tidak. (Jur)

Mulya Abdi adalah Angkasa Pura, maka Asuransi Jasa Indonesia juga harus membayar konsesi atas penjualan produk asuransinya kepada para penumpang. Sementara Kepala Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia Bandung Oka Sutisna yang dikonfirmasi Medikom berkali-kali ke kantornya perihal informasi produk asuransi Jasindo yang dijual di dalam Bandara Husein Sastranegara, menurut sekretarisnya Nani, Kepala Cabang belum ada waktu menjelaskan hal tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Oka juga belum memberikan informasi tentang asuransi Jasindo tersebut. Tidak etis Meskipun pembelian asuransi Jasindo ini tidak diwajibkan kepada para penumpang pesawat udara, namun menurut sumber Medikom, penjualan asuransi Jasindo ini sangat tidak etis dilakukan di dalam Bandara Husein Sastranegara. Apalagai katanya, penjualan produk asuransi Jasindo ini dilakukan ketika para penumpang pesawat dalam proses penyelesaian administrasi. “Jadi penjualan asuransi Jasindo itu seolah bagian dari persyaratan administrasi penumpang pesawat dari otoritas pengelola bandara karena dilakukan ketika penumpang masih dalam proses menyelesaikan administrasi. Meskipun pembelian asuransi Jasindo ini tidak diwajibkan, tetapi tetap saja ada

Polres Selidiki Penyebar Isu

Isu Culik Sengaja Digulirkan untuk Ciptakan Konflik
GARUT, Medikom– Jajaran Polres Garut saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait orang yang sengaja menggulirkan isu culik yang saat ini begitu marak di beberapa daerah di Kabupaten Garut. Isu tersebut telah menimbulkan keresahan warga sehingga riskan sekali terjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar. Bahkan isu tersebut di Garut kini telah memakan sedikitnya lima orang korban yang menjadi “tumbal” aksi main hakim sendiri.
Dikatakan, maraknya isu tersebut hingga saat ini memang belum memakan korban jiwa, namun sedikitnya enam orang warga telah menjadi korban penganiayaan akibat aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga. Jika keadaan seperti ini terus dibiarkan, maka tak menutup kemungkinan jumlah korban aksi main hakim sendiri terus bertambah bahkan bisa juga menimbulkan korban jiwa. Dikatakannya, isu tentang culik di Kabupaten Garut selama ini adalah kabar bohong karena sebenarnya di Garut tidak pernah ada kasus penculikan. Isu ini, lanjutnya sengaja diembuskan orang atau kelempok tertentu yang menginginkan terciptanya suasana tidak kondusif di Garut. Isu ini digulirkan agar perekonomian serta aktivitas di Garut lumpuh. “Dengan maraknya isu penculikan ini, masyarakat jadi resah sehingga hal ini sangat berdampak terhadap lumpuhnya aktivitas dan perekonomian. Ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondusivitas keamanan, apalagi isu ini juga mampu membuat tingkat emosi warga menjadi tak terkendali. Itu yang mereka harapkan,” katanya. Oleh karena itu, Bambang mengimbau agar warga tidak mudah terpancing isu penculikan karena hal ini akan sangat membahayakan dan berpengaruh terhadap kondusivitas kemanan. Untuk mengungkap kasus ini, lanjutnya, pihaknya kini gencar melakukan penyelidikan terkait orang atau kelompok yang sengaja menggulirkan isu tersebut. “Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang atau kelompok yang sengaja menggulirkan isu ini. Isu ini sama sekali tidak benar dan bohong besar. Saya imbau agar masyarakat tidak mempercayainya. Isu ini murni digulirkan kelompok tertentu untuk ciptakan konplik di Garut,” tandasnya. Diterangkannya, maraknya isu culik di Garut saat ini telah menyebabkan sedikitnya lima orang warga menjadi korban aksi main hakim sendiri karena dituduh sebagai penculik anak. Padahal setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, ternyata ke-5 korban termasuk bukan penculik anak tapi hanya orang luar daerah yang ingin bertamu dan dua di antaranya adalah orang yang mengalami sakit ingatan. Aksi main hakim sendiri yang dilakukan massa terhadap orang yang diduga penculik anak tersebut, tuturnya selama ini telah terjadi di sejumlah daerah di Garut, terutama di daerah Garut selatan, di antaranya di Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Pameungpeuk dan Cihurip. Akibatnya, lima orang warga tak berdosa menjadi korban amuk massa sehingga babak belur. Untuk mencegah terulangnya aksi serupa, menurut Bambang, pihaknya melalui polsek telah mengumpulkan para tokoh masyarakat. Mereka diberi pengertian tentang bahayanya isu tersebut dan diminta untuk menyampaikan hal ini kepada masyarakat di daerahnya masingmasing. Lebih jauh diungkapkan Bambang, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan jika terjadi kembali aksi main hakim sendiri. “Kita akan proses setiap kasus main hakim sendiri termasuk terhadap orang yang didtuduh sebagai penculik sesuai hukum yang berlaku. Mereka yang melakukan aksi main hakim sendiri bisa dijerat pasal 338 atau 340 sesuai akibat yang ditimbulkannya. “Jika orang yang menjadi korban mengalami luka, maka sipenganiaya akan kita jerat pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun. Dan jika korbannya sampai meninggal, maka kita terapkan pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 9 tahun,” tandasnya. (nik)

KPU Tetapkan Jadwal Kampanye Cabup/Cawabup
INDRAMAYU, Medikom–Bertempat di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU), belum lama ini KPU Indramayu menetapkan jadwal kampanye bagi enam pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup/Cawabup) pada Pemilukada 18 Agustus 2010 mendatang. Penetapan jadwal kampanye disaksikan Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto SIK, Dandim 0616 Indramayu Letkol Arh Hindro Martono, Kepala Badan Kesbang, dan Linmas Indramayu Drs H Munjaki Msi, Panwaskab Indramayu serta para tim sukses dari masing masing calon. Dalam penetapan jadwal ini, setiap cabup/cawabup mendapatkan kesempatan untuk melakukan kampanye terbuka maupun kampanye tertutup. Divisi Sosialisasi dan Kampanye KPU Indramayu Markatab menjelaskan, penetapan jadwal kampanye bagi enam cabup/ cawabup dimulai tanggal 3 hingga 14 Agustus. Masing-masing calon mendapatkan kesempatan dua kali untuk melakukan kampanye. Berdasarkan jadwal KPU Indramayu, pasangan nomor urut satu (Cabup/Cawabup Api KarpiRawita) mendapatkan kesempatan kampanye paling pertama yakni tanggal 3 Agustus dan 9 Agustus. Nomor urut 2 pasangan Cabup/ Cawabup Drs Mulyono MartonoHandaru Wijaya, berkesempatan untuk kampanye pada tanggal 4 dan 10 Agustus. Nomor urut tiga pasangan Cabup/Cawabup Gori Sanuri-Ruslandi mendapat kesempatan kampanye tanggal 5 dan 11 Agustus. Pasangan Cabup/ Cawabup Hj Anna Sophana-Drs H Supendi MSi yang mendapatkan nomor urut empat, berkesempatan untuk melakukan kampanye pada tanggal 6 dan 12 Agustus. Kemudian nomor urut 5, yakni pasangan Cabup/Cawabup Toto SucartonoKhasan Basari mulai kampanye tanggal 7 dan 13 Agustus. Dan pasangan dengan nomor urut enam, yakni Cabup/Cawabup H Uryanto Hadi-Abas Asafah berkesempatan melakukan kampanye tanggal 8 dan 14 Agustus 2010. Lebih jauh Markatab menjelaskan, tempat yang ditunjuk untuk melakukan kampanye terbuka yakni Lapangan Singalodra Sindang, Lapangan Bola Gabus Wetan, dan Lapangan Bola Jatibarang. Sedangkan untuk kampanye tertutup, KPU Indramayu hanya menunjuk satu gedung yakni di GOR Darma Ayu Indramayu. Sementara itu, sepanjang jalur protokol di Kota Indramayu, tidak diperbolehkan untuk dipasang alat peraga bagi enam cabup/cawabup yang akan maju dalam Pemilukada 2010. Jalur protokol itu yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan DI Panjaitan, Jalan RA Kartini maupun jalan protokol lainnya yang ada di Kota Indramayu. Hal itu dikatakan Kepala Badan Kesbang Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Indramayu Drs H Munjaki MSi saat menghadiri penetapan jadwal kampanye bagi enam pasang cabup/cawabup di KPU Indramayu belum lama ini. Selain jalan protokol di Kota Indramayu, pelarangan pemasangan alat peraga juga diberlakukan di sejumlah tempat fasilitas milik pemerintah seperti sekolah/masjid/ rumah sakit/pasar serta jalan protokol di setiap kecamatan. Dikatakan, fasilitas yang digunakan untuk pemasangan alat peraga seperti baliho/spanduk/ maupun stiker bagi para cabup/ cawabup hanya diperbolehkan di tempat-tempat umum lainnya, yakni sepanjang jalur pantura/jalan desa/ jalan gang serta fasilitas lainnya milik swasta. Ketua Panwaskab Indramayu Sugeng mengatakan, pihaknya juga akan menindak tegas bila ditemukan ada sejumlah gambar cabup/ cawabup yang melakukan pemasangan alat peraga yang telah dilarang. Tindakan tegas itu menurutnya yakni dengan menurunkan alat peraga bila diketahui dipasang di salah satu tempat yang dilarang. Panwaskab juga meminta kepada para tim kampanye dari masingmasing pasangan untuk ikut menyosialisasikan ke para kadernya baik di tiap kecamatan, maupun di desa-desa yang ada di Kabupaten Indramayu, terkait pelarangan pemasangan alat peraga yang telah disepekati bersama. (H YF)

TELKOM Meraih Penghargaan Best Managed Company 2010
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) memborong lima penghargaan sekaligus dalam ajang “FinanceAsia Best Managed Company Award” yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini. Penghargaan yang diraih tersebut meliputi kategori: Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Corporate Social Responsibilty dan Most Committed to Strong Dividend Policy. Menurut Vice President Public and Marketing Communication TELKOM Eddy Kurnia, penghargaan tersebut merupakan kali ketiga yang diraih TELKOM dari ajang yang sama. Pada tahun 2009 lalu, TELKOM juga meraih penghargaan untuk kategori yang sama. “Jadi penghargaan yang kami peroleh tahun ini membuktikan konsistensi TELKOM dalam menangani portofolio bisnis kami,” ujarnya. Dijelaskan, pada 2006 Majalah Finance Asia memberikan penghargaan serupa untuk kategori Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Commitment To Strong Dividends, dan Best Chief Financial Officer (CFO) yang disematkan kepada Rinaldi Firmansyah (sekarang Direktur Utama TELKOM). “Tentu saja, kami merasa bangga dapat kembali meraih penghargaan dari sebuah lembaga bereputasi internasional seperti FinanceAsia. Kami percaya prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh manajemen dan karyawan TELKOM,” ujar Eddy. Ditambahkannya, pada bulan Juni lalu, TELKOM juga meraih penghargaan berskala internasional berupa “Data Communication Service Provider of The Year” dan “Broadband Service of The Year” pada ajang Asia di Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Award 2010 di Singapura. Eddy memandang, penghargaan berskala internasional ini akan menjadi pemacu semangat dan motivasi seluruh jajaran TELKOM untuk terus melakukan yang terbaik. Majalah Finance Asia memutuskan memberikan penghargaan kepada TELKOM berdasarkan hasil polling dan wawancara kepada para investor dan analis yang berbeda dari masing-masing negara untuk memperoleh informasi dari tangan pertama. (IthinK)

Jelang Lebaran Dishub Siapkan 1.423 Unit Bus
BANDUNG, Medikom–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai bersiap diri menghadapi Idulfitri atau Lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, angkutan Lebaran dipersiapkan untuk mengangkut masyarakat yang akan mudik Lebaran. Tahun ini, seperti halnya tahun lalu, 1.423 unit bus antarkota dan provinsi akan disiapkan. Selain menyiapkan angkutan Lebaran, Dishub juga sudah sejak dini menjamin dan mengingatkan pengusaha untuk tidak menaikkan tarif angkutan. Jika hal itu tetap terjadi, maka pengusaha akan diberi sanksi tegas hingga pencabutan izin trayek angkutan. Kepala Dishub Kota Bandung Prijo Soebiandono menjelaskan, jumlah armada yang disiapkan pada Lebaran tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Sebanyak 1.423 unit bus itu disebar di dua terminal, yaitu Leuwipanjang sebanyak 996 unit dan Cicaheum 427 unit. Jumlah armada itu, tambah Prijo, sangat cukup untuk menampung warga yang akan mudik Lebaran. “Jumlah tersebut sangat cukup dan tidak akan kekurangan,” kata Prijo kepada wartawan di Balai Kota Bandung. Ia menyatakan, tidak akan terjadi kekurangan armada karena seperti tahun sebelumnya pemudik banyak yang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi untuk mudik. Pengalaman tahun lalu, dari jumlah armada yang disiapkan, hanya 30% yang terisi. “Tahun lalu sebenarnya banyak seat (kursi) yang tidak terisi. Yang terisi hanya 30 persen saja karena banyak pemudik menggunakan sepeda motor dan kendaraan pribadi. Tahun ini juga sepertinya kondisi itu tidak akan jauh berubah,” terang Prijo. Namun demikian, tambahnya, banyaknya armada yang disiapkan adalah untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu jumlah pemudik yang menggunakan bus membeludak. Prijo tidak ingin ada kekurangan sheet sehingga warga yang akan mudik jadi kesulitan. Ia melihat kondisi cuaca yang tidak menentu sedikitnya bisa mengubah keadaan. “Lebaran ‘kan bulan September, jadi bisa saja cuaca masih hujan. Ada kemungkinan pemudik yang sebelumnya menggunakan sepeda motor memilih memakai bus, meski peningkatannya kami prediksi tidak akan terlalu signifikan,” ungkapnya. Mengenai masalah tarif angkutan yang akan diberlakukan, Prijo menjamin tidak akan ada kenaikan. Ia berharap pengusaha tidak menganut sistem aji mumpung untuk menarik keuntungan dari masyarakat yang akan mudik. Jika pengusaha nekat menaikkan tarif, maka pihaknya mengancam akan mencabut izin trayek angkutan Lebaran tersebut. “Apalagi jika kenaikannya sepihak. Kita akan tegas, bahkan sampai mencabut izin trayek Lebarannya,” tegas Prijo. Ia menambahkan, tidak naiknya tarif angkutan lebih didasari pada stabilnya harga bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, sejauh ini dari pemerintah pusat belum ada wacana untuk menaikkan tarif. (Dudi)

Kapolres Garut AKBP Amur Chandra JB SH melalui Kabag Bina Mitra Kompol Bambang Sugito SH menyebutkan, maraknya isu culik di Garut saat ini telah membuat situasi menjadi kurang kondusif. Masyarakat, terutama yang berada di daerah sangat mudah terpancing isu sehingga mereka tak bisa lagi mengontrol emosi dan berani melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang dicurigai sebagai culik. “Isu ini sangat membahayakan dan mengganggu. Bayangkan, hanya karena isu, seseorang yang belum jelas melakukan kesalahan langsung diringkus dan dianiaya. Bahkan kalau pihak kepolisian tidak cepat turun tangan, mungkin para korban sudah mati terbunuh,” ujar Bambang.

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

3

Lintas Kota
Pekerja Biliar Keberatan
Asep (25), kasir “Bio 21 Billyard and Karaoke” di Jalan Soekarno-Hatta Dengan tidak Bandung, sangat menyayangkan beroperasinya kebijakan pemerintah: usaha hiburan, khususnya biliar, tidak beroperasi usaha hiburan selama bulan Ramadan. Asep yang selama bulan telah bekerja selama enam tahun di “Bio 21” mengaku sangat enjoy dan Ramadan, dia menikmati pekerjaannya saat ini dan terpaksa menganggapnya sebagai usaha sendiri. Tetapi, dengan tidak beroperasinya menghadapi situasi usaha hiburan selama bulan Ramadan, dia terpaksa menghadapi situasi sulit. sulit. Beban hidup Beban hidup bertambah berat, terlebih- bertambah berat, lebih setelah ada kenaikan TDL berakibat harga-harga bahan pokok terlebih-lebih ikut naik. Justru, saat itu pula setelah ada penghasilannya berkurang. Dengan tidak bekerja, otomatis dia tidak kenaikan TDL mendapat upah. Dia hanya mendapat berakibat hargaTHR setengah dari gajinya. Upah yang diterima Asep lebih- harga bahan pokok kurang Rp600.000 per bulan. Cukup ikut naik. kecil untuk zaman sekarang ini. Untuk mencari lapangan kerja, sangat susah. Untuk itu, kata Asep, Pemerintah harus mencari kebijakan yang adil untuk melindungi pengusaha dan pekerja. Khusus untuk usaha hiburan biliar, menurutnya, bisa diatur pengoperasiannya. Misalnya, pada siang hari dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB. Sedangkan pada malam hari dibuka setelah salat tarawih sampai pukul 01.00 WIB. Dengan demikian pengusaha juga tidak terbebani untuk membayar upah pekerjanya, dan tidak ada alasan untuk tidak membayar gaji karyawannya. Lebih jauh, Asep juga mengharapkan pengusaha dapat meningkatkan upah karyawan. Karena situasi sekarang ini beban hidup sudah semakin berat, apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Untuk Asep yang masih berstatus lajang saja upah seperti ini masih termasuk cukup kecil. Tetapi pada akhirnya dia juga menyadari pihaknya hanyalah sebatas pekerja lepas. Hal senada diungkapkan Tantan (25), bekerja sebagai waiter. Tantan yang sudah berkeluarga dan punya anak satu ini juga merasa keberatan atas tidak beroperasinya usaha billiar di bulah Ramadan. Dengan tidak bekerja, otomatis dirinya harus berpikir bagaimana untuk mendapatkan penghasilan. Itu pun kalau ada. Pihaknya selaku waiter dengan status pekerja lepas menerima upah lebih kurang Rp600.000 per bulan. Sedangkan THR biasanya diterima pada pertengahan bulan menjelang Idulfitri. Nilainya setengah dari upah bulanan. Dengan penghasilan seperti ini, baginya yang sudah berkeluarga, tentu cukup berat. Harapannya ke depan, pihak pemerintah dan pengusaha dapat meningkatkan penghasilan pekerja. Sementara itu Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pariwisata Hiburan (HIPHI) Kota Bandung, Barli Iskandar SH, kepada Medikom, Kamis (29/ 7), di Bandung, mengimbau dan mengharapkan kepada seluruh pengusaha pariwisata hiburan di Kota Bandung, agar menaati aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Selama bulan Ramadan kegiatan/aktivitas usaha hiburan tidak beroperasi. Disinggung tentang kesejahteraan karyawan/pekerja sektor usaha hiburan dengan tidak beroperasinya selama bulan Ramadan, Barli menyebutkan bahwa pihak pengusaha harus tetap membayarkan uang THR karyawan. Nilainya tergantung dari status pekerjanya, apakah pekerja tetap, pekerja kontrak, dan pegawai lepas. Menyangkut perhatian Pemerintah Kota Bandung terhadap industri usaha hiburan di Kota Bandung, menurutnya selama ini terjalin dengan baik. Bahkan, pada bulan Juli 2010 telah terbentuk kemitraan dalam pembinaan. Di samping dengan Dinas Pariwisata Kota Bandung, di dalamnya termasuk unsur muspida plus, antara lain kejaksaan, garnisum, kepolisian, satpol PP, danlanud dan dari unsur masyarakat, MUI. Dengan adanya kerja sama ini, kata Barli, diharapkan ada suatu kesepahaman, termasuk dengan masyarakat. “Karena dalam pembinaan ini, menyangkut dalam bentuk bidang pembinaan dan penyuluhan, serta bidang pengawasan dan pengendalian,” ujarnya. (Laures)

Stop Hiburan Malam di Bulan Ramadan
Para pemuja dunia hiburan malam mesti pintar menahan hasrat. Pasalnya, memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas glamour hiburan malam memasuki masa rehat. Bagi para pengusaha hiburan malam yang nekat beroperasi, siap-siap saja berhadapan dengan sanksi berat.
Seluruh tempat hiburan di Kota Bandung misalnya, harus menutup pintu rapat-rapat selama bulan Ramadan. Jika ditemukan ada tempat hiburan yang beroperasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung akan tegas memberikan sanksi. Mulai dari sanksi administrasi hingga pencabutan izin atau penutupan tempat hiburan secara permanen. Begitupun di Kabupaten Garut. Bupati Garut Aceng HM Fikri SAg mengimbau tempat-tempat hiburan malam yang ada di kota dodol itu, untuk tutup selama Ramadan. Aceng meminta para pengelola tempat hiburan malam menghormati umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. “Haruslah, semua tempat hiburan malam yang ada di Garut selama bulan Ramadhan ini tentu harus tutup. Hargailah umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasanya,” ujar Aceng yang ditemui usai peresmian Pasar Wisata Kawasan Situ Bagendit, akhir minggu lalu. Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian Resor Subang pun tak mau ketinggalan. Kedua belah pihak bersepakat menghentikan izin operasional tempat-tempat hiburan dan rumah makan selama bulan puasa. “Para pengusahanya pun sudah menyatakan setuju,” tutur Suntanggiono, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Subang. Walaupun bagi para pengusaha rumah makan, kata Suntanggiono, masih diberi ruang berusaha dengan waktu operasional mulai menjelang buka hingga usai waktu sahur. “Jika ada yang melanggar kesepakatan, para pengusahanya bisa dikenakan sanksi,” kata Suntanggiono. Tapi, ia tidak menjelaskan ihwal sanksi apa saja yang akan diterapkan kepada para pelanggarnya. Kepala Disbudpar Kota Bandung Priana Wirasaputra menyatakan, aturan penutupan usaha tempat hiburan didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) No 10/2004 tentang Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan. Di dalam pasal 5 ayat 2 huruf c perda tersebut disebutkan, dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, maka tempat usaha kepariwisataan atau tempat hiburan diwajibkan tutup. Dikatakan, di Kota Bandung saat ini terdapat 68 tempat karaoke, 36 arena bola sodok, 11 klub malam, 52 panti pijat/pusat kebugaran, serta 24 pub dan karaoke. Jenis usaha klub malam, diskotek, pub, pub dan karaoke, karaoke, sanggar tari, panti pijat, panti mandi uap/sauna/spa serta arena bola sodok, tegas Priana, diwajibkan menutup usahanya mulai Selasa, 10 Agustus 2010 mulai pukul 18.00 WIB hingga Selasa, 14 September 2010 pukul 18.00 WIB. Aturan tersebut disampaikan kepada para pengusaha tempat hiburan melalui Surat Eddaran No 556/SE.437-Disbudpar yang akan diberikan dalam waktu dekat. “Aturan ini wajib dilaksanakan oleh seluruh tempat usaha kepariwisataan itu,” tegas Priana kepada wartawan di kantornya, Jln Ahmad Yani, Kamis (29/7). Ia menambahkan, aturan mengenai larangan operasional juga berlaku bagi jenis usahausaha kepariwisataan tersebut yang selama ini menjadi bagian dari fasilitas hotel berbintang. Sementara untuk hotel, rumah makan, dan restoran, diha-rapkan menyesuaikan waktunya dengan pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. “Jika ada pengusaha yang tidak mangikuti aturan tersebut, kita kategorikan sebagai pelanggaran dan akan dikenai sanksi administrasi atau pidana,” kata Priana. Kebijakan itu direspons positif baik oleh Ahmad Nugraha. Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung ini, mendukung sepenuhnya upaya Pemkot untuk menutup usaha tempat hiburan pada bulan Ramadan.”Jelas dong tempat hiburan pada bulan Ramadan harus tutup. Hal ini untuk menjaga kesucian umat muslim di dalam menjalankan ibadah puasa,” ungkap Ahmad. Bila berbicara untung rugi, lanjut Ahmad, bagi pengusaha hiburan jelas rugi. Karena selama satu bulan harus menyetop tempat usahanya. Namun, sesuatu hal yang wajar dalam setahun pemkot dan umat muslim umumnya meminta untuk menutup selama satu bulan. Ahmad berkakulasi, jika dalam setahun ada 12 bulan, maka selama 11 bulan itu mereka menjalankan usahanya. “Ya sekarang kami minta satu bulan untuk menghentikan dulu usahanya, demi kepentingan bersama. Jadi saya anggap tidak akan merugikan,” tuturnya. Ia juga mewanti-wanti agar pengusaha hiburan membayar gaji pegawainya selama diliburkan. Bulan penuh berkah Menurut Prof Dr H Dadang Kahmad MSi, bulan Ramadan penuh dengan berkah. Bulan Ramadan ialah sebuah bulan ke10 Zulhijah di mana Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berpuasa. Menurut Direktur Pascasarjana UIN Bandung, Nabi mengatakan, bulan suci Ramadan bulan teramat istimewa. Pada bulan ini, Allah SWT melipatgandakan amal-amal umat muslim. “Kita semua harus menghormati bulan suci Ramadhan!” tegasnya. Karenanya, ia sepakat tempattempat hiburan malam ditutup selama bulan Ramadan. “Supaya tidak ada celah lagi bagi orang untuk melakukan kejahatan. Hal ini diharapkan dapat mendidik mentalitas umat,” ujarnya saat ditemui Medikom, Selasa (27/7). Dadang mengimbau kepada para pemilik bisnis hiburan untuk menghentikan kegiatan yang tidak mendukung dan bermanfaat selama bulan puasa. Karena dapat memengaruhi kekhusyuan umat muslim dalam beribadah selama bulan puasa. Ketua PP Muhammadyah Jabar ini, juga memandang bisnis hiburan belum saatnya dinikmati. Alasannya, tingkat (PAD) penghasilan masyarakat masih relatif minim ditambah kemiskinan yang masih membelit negeri ini. “Bagi masyarakat kita kehadiran bisnis hiburan ini tidak seperti di luar negeri yang ritme kerjanya bisa dikatakan tinggi dan sangat menyita waktu, sehingga hiburan ini betul-betul sangat dibutuhkan,” ujarnya. Bagi warga Bandung khususnya, hiburan malam hanya dijadikan kesenangan bukan untuk melepaskan kepenatan karena rutinitas kerja. “Bisnis hiburan malam tidak cocok bagi masyarakat Indonesia,” tandanya lagi. Hanya saja, tutur Dadang, tidaklah mudah bagi pengelola dan pemilik bisnis hiburan untuk bating stir selama bulan Ramadan. Sebab, mereka hanya memikirkan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan kehidupan sesudahnya. (Wulan, Dudi, Slamet, Nik-nik, Dadan)

Dari Buruh Pabrik ke Waitress Billiard
Asap rokok mengepul di sudut ruang remang-remang di tengah hingar bingarnya musik. Duduk seorang perempuan cantik berambut sebahu, menanti tamu. Sambil menghisap rokok dalam-dalam seulas senyum tipis dilemparkan kepada tamu yang mulai berdatangan. Sesekali melirik jam tangan seperti sedang menunggu seseorang. Itulah keseharian Rita (33), waitress Biliard Bio 21 yang terletak di jalan Soekarno Hatta No 643. Janda beranak satu ini cukup lama bekerja di dunia hiburan malam. Dengan pengalaman kurang lebih tiga tahun tentu mudah bagi Rita untuk berbaur dengan tamu yang datang, walaupun sekadar minum dan mengobrol ataupun ikut bermain menemani sang tamu yang rata-rata kaum adam. Profesi ini ia geluti demi menyambung hidup. Sebab, tempat dulu ia bekerja, sebuah pabrik rajutan berlabel Wanbe Industry jatuh bangkrut. Hingga sekarang ia masih bekerja sebagai watress billiard dengan penghasilan Rp700.000 per bulan. “Tapi itu belum uang tip dari tamu, biasanya sih Rp50.000,” ujarnya. Mojang priangan anak ke-4 dari lima bersaudara ini bermukim agaj jauh dari tempat kerjanya. Namun itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari sesuap nasi demi kelangsungan hidup ia dan anak laki-laki satu-satunya. Ia sadar, masyarakat sekitar kerap menggunjingkan profesi yang digelutinya. Namun bagi Rita hal itu biasa. Menurutnya, ia hanya bekerja seperti layaknya seorang waitress. “Saya di sini hanya bekerja tidak menjual diri!” tegasnya. Beralih profesi dari buruh pabrik menjadi waitress dirasakan Rita tidaklah mudah. Mulai dari padatnya jam kerja hingga perubahan lingkungan pernah dialami. Terlebih lagi, dengan status yang ia sandang saat ini. Jadi, suka dukanya bekerja sebagai waitress, pernah dialami Rita. Menurutnya, ada juga pelanggan yang “nakal”. Bahkan mungkin terkesan berlebihan. Namun ia tanggapi hal itu dengan sikap sewajarnya. “Saya tahu pandangan masyarakat terhadap cewek billiard itu seperti apa, tapi itu kan tergantung kitanya,” tutur lulusan SMU yang bercita-cita ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik ini. Sebab, kata dia, “Kerja seperti ini memang konotasinya jelek, saya lebih senang mengurus rumah tangga.” Memasuki bulan Ramadan, ada kesan tersendiri bagi Rita. Ia bertekad akan menjalankan ibadah puasa sekhusu-khusunya. Bulan Ramadan lebih mengenangkan dirinya kepada kedua orangtuanya sudah wafat. Selain itu, bagaimanapun Rita masih berobsesi nasib baik akan ditemuinya. Di sisi lain, Rita merasa lega. Sebab walaupun diliburkan di bulan Ramadan, pihak manajemen tetap memenuhi hak-haknya. Seperti disampaikan Nur Iman Ismail, Asisten Manager Bio 21, “Kami menurut pada aturan yang ditetapkan oleh Disbudpar dan pemerintah untuk meliburkan karyawan kami selama bulan puasa. Namun, gaji dan uang ketupat kami berikan. Karena kami juga tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan.” (Wulan)

Jadi PL Buat Biaya Kuliah
Menjadikan seorang pemandu lagu (PL) bukan-cita nya. Namun gemerlap kehidupan di Kota Bandung dan tuntutan ekonomi mendorong untuk menjadikan pemandu lagu sebagai profesi. Sebut saja Santi. Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung ini, sudah dua tahun menjalani kehidupan malam. Ia menjadikan PL sebagai profesi sampingan guna mencukupi kebutuhan hidupnya selama menjalani kuliah yang tinggal 1 tahun lagi. Wanita asal Palembang berkulit putih, bersuara merdu, ditambah body aduhai, memang menunjang profesinya sebagai pemandu lagu. “Jujur saja aku lakukan profesi ini hanya sebagai sampingan, memang yang utama adalah mencari uang. Namun, untuk mendapatkanya saya tidak mau menghalalkan segala cara. Saya tinggal di Bandung sudah lebih dari 4 tahun, kos dibilangan Dago,”tutur Santi dalam sebuah kesempatan di salah satu tempat karoke di kawasan Braga. Sebagai anak kos yang mengandalkan kiriman dari orang tua, tentunya kiriman uang dari ortunya kurang mencukupi untuk menjalani kuliah dan kehidupan di Kota Bandung. Orang tuanya di Palembang sampai saat ini memang masih suka kirim uang, namun waktunya sekarang sudah tidak menentu. “Menjalani kehidupan ini bagi saya enjoy aja. Dapat uang sukur tidak juga ga masalah. Saya sebenarnya bukan pekerja, karena saya tidak terikat dengan pemilik tempat hiburan (freelance). Saya bisa menemani tamu bisa ditempat hiburan mana aja tergantung tamu ngajak di mana. Berbicara pendapatan sehari bisa sejuta, bisa cuman seratus ribu, terkadang tidak sama sekali. Karena pekerjaan ini, tergantung tamu kita yang ngajaknya,” tutur Santi. “Berbicara suka duka tentu ada, sukanya kalau dapat tamu berduit, namun tidak macam-macam. Kalau dia (tamu) merasa terhibur dengan kita, bisa ngasih uang banyak. Namun tidak sedikit dukanya. Udah mintanya macem-macem eh ngasih uangnya ga seberapa. Namun semua itu menjadikan sebuah pelajaran,” papar Santi menerangkan. Secara pribadi, Santi menilai profesi PL positif. Karena dengan melakukan pekerjaan ini bisa mengenal berbagai karakter cowok. “Yang mencari hiburan ke sini juga dari berbagai golongan. Pengusaha, pejabat, mungkin juga penjahat,” he’he ia ketawa. Namun bagi Santi, ketika menemani tidak membeda-bedakan tamu. Selama dia juga tidak berbuat yang macem-macem. “Pada dasarnya manusia itu itu butuh hiburan, yang membedakanya hanya caranya saja. Mungkin sebagian orang mencari hiburan di tempat seperti ini tidak baik, itu ada bener-nya juga. Karena jujur aja kalau kita tidak kuat-kuat mah kadang ya, sebagai manusia normal tentu memang membutuhkan juga. Saya memang suka juga tertarik ama tamu yang saya temenin. Kalau sudah suka sama suka terkadang tanpa dibayar pun saya mau melakukan lebih dari sekadar menemanin nyanyi,” ungkapnya polos. (Dudi)

Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer Diawasi
BANDUNG, Medikom–Untuk menghindari terjadinya manipulasi data kepegawaian dalam pengangkatan tenaga kerja honorer menjadi pegawai negeri sipil, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung menganggap perlu mengeluarkan Surat Edaran No 5 Tahun 2010. “Pengangkatan tenaga kerja honorer perlu pengawasan sehingga tidak terjadi masalah,” ungkap Kepala BKD Kota Bandung Evi S Shaleha usai menghadiri rapat penandatanganan tenaga kerja honorer di lingkungan Pemkot Bandung, pekan kemarin. Evi menjelaskan, dalam Surat Edaran No 5 Tahun 2010 tersebut ada beberapa kategori tenaga honorer yang bisa diangkat. Kategori pertama adalah Satuan Polisi Pamong Praja dan guru dengan syarat memiliki masa kerja minimal satu tahun dari 31 Desember 2005, masih aktif bekerja, berusia minimal 19 maksimal 46 tahun per 1 Januari 2006 dan bekerja di instansi pemerintah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang, serta mendapatkan penghasilan yang dibiayai oleh APBN dan APBD. “Sedangkan kategori kedua adalah guru bantu dengan kriteria seperti di atas namun penghasilan yang mereka terima tidak bersumber dari APBN maupun APBD,” ujarnya. Sementara untuk memperlancar pendataan, lanjut Evi, para tenaga kerja honorer juga diminta untuk mengisi formulir yang harus dikembalikan paling lambat tanggal 31 Juli 2010 (kategori satu) dan 31 November (kategori dua). “Dengan pendataan ini maka akan ada jaminan pengangkatan sejumlah tenaga kerja honorer menjadi pegawai negeri sipil. Asalkan semua syarat tersebut terpenuhi,” tandasnya. (SR)

Keberhasilan MTsN Ciparay Berkat Kerja Sama Semua Pihak
CIPARAY, Medikomdengan visi dan Beberapa kalangan, misi. MTsN termasuk orang tua Ciparay yang siswa menilai bahwa mempunyai keberadaan MTsN siswa sebanyak Ciparay, saat ini 1.000 orang telah mengalami dengan jumlah banyak kemajuan. guru 61 orang Berbagai prestasi d a n telah diraih, baik mempunyai bidang akademis kelas sebanyak maupun non 24 kelas. a k a d e m i s . Pendekatan Kemajuaan ini pun yang dilakukan dirasakan semakin oleh pihak pesat selama masa sekolah secara kepemimpinan Drs persuasif HD Setia Budi. terhadap orang Namun apa yang tua murid dan diraih selama ini jajarannya. Drs HD Setia Budi tidak membuat Setia Mendorong Budi tinggal diam. Ia terlaksananya terus berupaya dalam segala hal semua program, dalam rangka untuk memajukan sekolah. Dari segi peningkatan mutu, baik terhadap sarana dan prasarana pendukung siswa maupun peningkatan mutu pembelajaran yang ada saat ini MTsN terhadap para guru. Ciparay sudah cukup memadai, Dalam hal peningkatan sarana sehingga mutu lulusannya pun dan prasarana Setia mengatakan mampu disejajarkan dengan lulusan bahwa pada tahun ini sekolahnya sekolah lain. juga sedang melakukan Seperti yang dikatakan Wakil pembangunan penambahan Kepala MTsN kepada medikom saat beberapa ruang kelas baru, yang ditemui di ruang kerjanya belum dananya bersumber dari bantuan lama ini, apa yang telah diraih pemerintah pusat. selama ini adalah berkat kerja sama Sebagai ketua pembangunan dan dan dukungan dari semua elemen, mewakili kepala sekolah, juga termasuk para guru, TU, para siswa mengucapkan banyak terimakasih dan orang tua murid. Kesuksesan atas segala kepercayaan yang telah itu juga dapat diraih karena diberikan oleh pemerintah pusat kedisiplinan yang diterapkan sejalan atau pun daerah terhadapnya, sehingga pembangunan bisa berjalan seperti apa yang diharapkan. Mudah-mudahan, tambahnya lagi, segala kepercayaan ini bisa terus berjalan dan terjalin dengan baik untuk memenuhi harapan orang tua murid dan siswa sendiri, terutama dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada siswanya, sehingga program peningkatan mutu di sekolah dapat berjalan dengan baik. Berbagai pembnguanan seperti pembangunan kelas dan rehab kelas dilakukan demi kemajuan sekolah. Selain itu pihak sekolah juga mengucapkan terimaksih kepada Kementerian Agama yang telah memberiakan bantuan rehab kelas, bantuan BOS, BSM dan bantuan lainnya, sehingga kegiatan KBM bisa berjalan dengan baik. Adapun visi dan misi MTsN Ciparai yaitu disiplin dalam pembelajaran istikomah dalam kejujuran normatif dalam sikap dan perilaku aktif memahami ilmu agama dan santun dalam pergaulan masyarakat Misi meningkatkan fungsi ruhaniah ke arah positif, mengendalikan dan mengarahkan IQ, mencerdaskan emosional dan integrasi menumbuhkan semangat berprestasi belajar menggali kemampuan untuk memahami agama dan ilmu pengetahuan, mencari cara sikap positif. (S Rohmani)

Majelis Hakim Nyatakan Naripan 78 Non Eksekutable
BANDUNG, Medikom-Sekian kali persidangan perkara bantahan eksekusi tanah Jalan Naripan 78 dengan nomor perkara 42/PDT/ G/2010/PN.BDG digelar di Pengadilan Negeri Bandung. Sekian kali bantahan dilayangkan Vincensius B Ronny Hutabarat SH, selaku kuasa hukum Taufan Trisjono (pembantah), kepada Ny Sweety Uiti Puteri (terbantah atau pemohon eksekusi) dan Tan Khin Hin (turut terbantah atau termohon eksekusi). Akhirnya ada keadilan dari PN Bandung. Majelis hakim yang diketuai Mula Pangaribuan SH menyatakan bahwa tanah Naripan 78 non eksekutable. Hal tersebut dibenarkan, sebagaimana dituturkan kuasa hukum pembantah, kepada Medikom, bahwa amar putusan majelis hakim telah mengabulkan bantahan untuk sebagian sebagaimana isinya menyatakan bahwa pembantah adalah pembantah yang baik dan benar. Selanjutnya hakim menyatakan pembantah adalah pemilik sah atas tanah yang beralamat di Jalan Naripan No 78 kota Bandung, sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No 25/ Kelurahan Kebon Pisang, Surat Ukur tanggal 28-06-2000 No.25/ Kebon Pisang/2000, luas 42 m2, tertulis atas nama pembantah Taufan Trisjono, berdasarkan Akta Jual Beli No 28/2000 tertanggal 4 September 2000 yang dibuat di hadapan notaris Sri Muhardini SH, selaku PPAT, dan bangunan yang beralamat di Jalan Naripan No 78 Kota Bandung sesuai dengan Surat Izin Mendirikan Bangunan No 503.648./SI-2523 Disbang 2006 tentang Surat Izin Mendirikan Bangunan tertanggal 5 September 2006. Berikutnya hakim memerintahkan untuk mengangkat kembali sita eksekutorial, berdasarkan Surat Penetapan Eksekusi PN Kelas IA Bandung No 31/PDT/EKS/2006/ PUT/PN.Bdg tertanggal 23 Desember 2009, sepanjang tanah dan bangunan milik pembantah sebagaimana dimaksud dalam Sertipikat Hak Milik No 00556/ Kelurahan Kebon Pisang, Surat Ukur tanggal 28-06-2000 No.25/ Kebon Pisang/2000, luas 42 m2, tertulis atas nama pembantah Taufan Trisjono, berdasarkan akta jual beli, alamat bangunan, dan surat IMB sebagaimana di atas. Kemudian hakim memerintahkan turut terbantah untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara dan menghukum terbantah untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara bantahan ini. Menurut Ronny, putusan majelis hakim tersebut telah sesuai dengan keadilan. Berdasarkan fakta di lapangan yang diperkuat oleh keterangan dari staf penyelesaian permasalahan pertanahan dan petugas ukur Kantor Pertanahan Kota Bandung serta diakui pula oleh kuasa terbantah (pemohon eksekusi), menunjukkan bahwa di atas lokasi objek eksekusi telah berdiri bangunan dua lantai milik pembantah sebagaimana dimaksud dalam Surat Izin Nomor 503.648.1/ SI-2523.Disbang/2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan tertanggal 5 September 2006. Maka jelas, kata Ronny, secara yuridis penetapan eksekusi pengosongan Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Bandung adalah tidak dapat dilaksanakan/non eksekutabel. Diktum penetapan eksekusi pengosongan tersebut tidak sesuai/tidak sejalan dengan amar putusan Perkara No 464/pdt/1996/ PT.Bdg tertanggal 4 Maret 1997 yang menjadi dasar lahirnya penetapan eksekusi pengosongan tersebut. “Di mana amar putusan perkara No 464/pdt/1996/PT.Bdg tertanggal 4 Maret 1997 yang bersifat penghukuman, dan kaitannya dengan eksekusi pengosongan hanya menghukum tergugat/ terbanding untuk menyerahkan tanah dan bangunan tersebut di atas dalam keadaan kosong kepada penggugat untuk bebas dikuasai penggugat dan para ahli waris lainnya, tanpa ada klausul tambahan, atau siapa saja yang mendapat hak dari padanya, sebagaimana diktum dari surat penetapan eksekusi pengosongan secara paksa. (IWAN)

Moka 2010 Harus Menjadi Terdepan
BANDUNG, Medikom–Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, meminta kepada ke-24 finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Kota Bandung 2010 untuk memahami permasalahan yang ada di Kota Bandung. Mereka juga diminta untuk berperan di lini terdepan membangun kota, melalui kampanye sosial kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Permasalahan Kota Bandung seperti pedagang kaki lima, anak jalanan, kemacetan, banjir, gelandangan, hingga masalah polusi udara harus dipahami kalian semua (Moka),” harap Ayi saat menerima kunjungan 24 finalis Pasanggiri Moka 2010 di Balai Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Untuk menguji pengetahuan, Ayi meminta pendapat para finalis terkait pasar kaget di Lapangan Gasibu yang muncul setiap Minggu pagi. Dari ke-24 finalis, kebanyakan di antara mereka berpendapat perlu dilakukan relokasi sehingga keberadaannya sesuai dengan fungsinya. Namun, di antara finalis ada juga yang berpendapat agar keberadaan pasar kaget itu dilegalkan saja. “Lebih baik dilegalkan saja pak,” celetuk salah seorang finalis sambil tersenyum. Kepada para finalis Ayi menjelaskan, peliknya mengatasi pemasalahan, membuat Pemkot Bandung sedikit kewalahan. Karena itu, ia berharap agar para finalis ikut mengambil peran melalui kampanye dan ajakan kepada masyarakat unut memelihara lingkungan hidup dari sampah, polusi udara, dan lainnya. “Ini menjadi bagian tugas kalian uintuk menjelaskan berbagai permasalahan kota dan solusinya. Jangan sampai tidak tahu, karena kalian adalah wakil remaja Bandung,” kata Ayi. Sementara Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung, Agus Supriatna menjelaskan, kunjungan ke Balai Kota Bandung dan berdialog dengan wakil wali kota adalah salah satu program karantina Pasanggiri Moka 2010. Diharapkan, dialog tersebut dapat memberikan pengetahuan lebih bagi para finalis tentang berbagai masalah di pemerintahan dan solusinya sehingga kelak menjadi tugas mereka untuk menjelaskan kepada masyarakat. (SR)

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

Hukum
Terkait Dukun Santet, Hani dan Onah Babakbelur
MAJALENGKA, Medikom–Akibat menuduh dan dituduh dukun santet, dua warga asal Blok Cipadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka Hani (58) dan Onah (70) dipukuli hingga keduanya babak belur. Keduanya mengalami luka cukup serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit, Rabu (28/7). Menurut Kapolsek Panyingkiran Ajun Komisaris Polsisi Wagino, aksi penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Onah yang selama ini tinggal sendiri di rumahnya dituduh beberapa warga sebagai dukun santet, Rabu siang didatangi oleh Hani sambil membawa pentungan yang terbuat dari dahan asem. Hani langsung memukuli Onah tanpa ampun hingga korban mengalami luka robek di bagian kepala dan kening. Kejadian tersebut diketahui oleh keluarga Onah, sehingga dia berusaha melerai dengan merebut tongkat sepanjang 60 cm tersebut, namun akhirnya Hani balik dipukuli hingga tak sadarkan diri. “Kejadiannya sendiri hasil keterangan sementara berawal dari adanya tuduhan dukun santet terhadap Onah, sehingga Hani mendatanginya dan memukuli Onah. Namun aksi Hani balik dipukuli oleh keluarga Onah yang hingga kini identitasnya belum kita ketahui. Keduanya kini dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Wagino seraya menyebutkan Onah kini dirawat di RSU Majalengka sedangkan Hani di Rumah Sakit Hideres. Hani sendiri hingga sore pukul 18.00 WIB belum sadarkan diri. “Kita sekarang masih melakukan penyelidikan, termasuk akan memintai keterangan sejumlah saksi,” tambah Kapolsek. (Jur)

4

Pembangunan Kejaksaan Negeri Sumedang,
SUMEDANG, Medikom–Meminjam perumpamaan zaman dahulu kala, “Gajah di seberang lautan kelihatan, sementara semut di pelupuk mata tidak tampak”. Barangkali, perumpamaan tersebut tidaklah berlebihan bila ditujukan ke Kejaksaan Negeri Sumedang, Jawa Barat. Bagaimana tidak, di satu sisi, proses berbagai persoalan dan pelanggaran hukum yang terjadi khususnya di Kabupaten Sumedang, kantor yang satu inilah tempatnya. Namun di sisi lain, di balik pembangunan gedung megah berlantai dua yang menyedot anggaran miliaran rupiah tersebut, belakangan justru terkuak adanya dugaan persekongkolan “beraroma busuk” yang berpotensi merugikan keuangan Negara. Ironis memang, namun kenyataan tersebut sepertinya serasa sulit untuk dibantah. Pasalnya, seperti dilansir Medikom pada edisi sebelumnya, dugaan persekongkolan “beraroma busuk” yang konon melibatkan orang dalam Kejaksaan tersebut, muncul dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang patut diyakini kredibilitas dan akuntabilitasnya. Sebut saja misalnya LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), LSM Gerakan Bersama Peduli Rakyat Sumedang (GEBPRAKS) dan LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA). Tidak tanggung-tanggung, LSM Penjara Sumedang di bawah komando Chevy SP Loebis tertanggal 12 Juli lalu, telah pula melayangkan surat laporan/pengaduan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia c.q Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Surat laporan/pengaduan LSM Penjara Sumedang bernomor :026/ LSMPJR/VII/2010 tersebut, secara spesifik menyoroti pelaksanaan proyek pembangunan kantor Kejaksaan Sumedang tahun anggaran 2009 yang diduga tidak sesuai dengan spek. Khususnya dalam penggunaan matrial kayu jenis albasiah, yang seharusnya menggunakan jenis kayu kelas dua. Bukan itu saja, pada butir dua surat tersebut diuraikan bahwa pelaksanaan pembangunan Kejaksaan Negeri Sumedang tahun anggaran 2010, juga diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang melibatkan orang dalam Kejaksaan. Caranya, merekayasa proses pelelangan sekaligus menyewa perusahaan sebesar 3% dari nilai kontrak. Namun, sangat disayangkan, reaksi keras sejumlah LSM tersebut hanya disikapi dingin Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang Bambang Riadi Lany SH. Menurut Bambang, masalah tersebut sudah basi. “Itu sudah basi. Kalau masih

Dana PUAP Desa Cermin Jebloknya Penegakan Hukum? Ciomas Diduga Diselewengkan
ada LSM yang menyurati masalah tersebut, itu sudah basi,” kata Bambang kepada wartawan usai acara peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-50 baru-baru ini. Sontak, bak bola api yang mengelinding, pernyataan sang Kajari tersebut melahirkan tanggapan miring dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak kepada Medikom selama sepekan terakhir mengatakan rasa kecewa dan sangat menyayangkan pernyataan Kajari tersebut. “Sangat tidak patut dan tidak pantas seorang Kajari membuat pernyataan seperti itu. Apa dasarnya mengatakan basi, sementara pembangunan itu sendiri belum diresmikan. Ada apa di balik semua itu? Jangan-jangan yang disuarakan LSM tersebut benar adanya,” ujar sumber Medikom yang tidak berkenan disebut jati diirinya seraya menambahkan, agar kasus tersebut segera diusut secara tuntas, kalau tidak akan menjadi preseden buruk bagi Kejaksaan Sumedang. Ketua DPC LSM Penjara Sumedang Chevy SP Loebis didampingi Sekretarisnya, Yus Yudhistira di ruang kerjaya, Jumat (30/7) kepada Medikom mengatakan, pernyataan Kajari Sumedang yang menganggap basi kasus pembangunan Kantor Kejaksaan merupakan bentuk arogansi yang berlebihan dan terkesan melecehkan LSM. “Ini bentuk arogansi yang berlebihan dari seorang Kajari. Pernyataan tersebut juga merupakan pelecehan terhadap LSM. Kajari Sumedang lupa bahwa Sumedang sebagai puser budaya Sunda dan bukan puser budaya persekongkolan yang bermuara kepada tindak pidana korupsi. Perlu dicatat, LSM Penjara Sumedang akan mengawal kasus ini sampai tuntas karena menyangkut kepentingan masyarakat Sumedang,” ujar Chevy dengan nada sengit. Untuk sekadar diketahui, berdasarkan pantauan Medikom Jumat (30/7) di Gedung Kejaksaan Negeri Sumedang, kasat mata di sejumlah titik tampak retakanretakan panjang pada didinding bangunan, juga di bagian internit yang tidak enak dipandang. Parahnya lagi, keramik di lantai dua gedung seumur jagung tersebut, tampak berserakan seolah-olah melengkapi, betapa kualitas pekerjaan pembangunan kantor yang dihuni para hamba hukum tersebut patut diragukan. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan pejabat yang berkompoten di Kejaksaan yang satu ini belum diperoleh konfirmasinya. Nah, kalau sudah begini, elok, angin yang bergoyang yang bisa cerita. (Aidin Sinaga) MAJALENGKA, Medikom-Dalam rangka penguatan modal untuk para petani, pemerintah telah mengucurkan sejumlah dana melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang disalurkan melalui Gapoktan yang ada di pelosok desa. Uang tersebut diperuntukkan bagi penguatan modal para petani dalam upaya meningkatkan pendapatan hasil pertaniannya di berbagai sektor. Namun, dana yang seharusnya digulirkan untuk masyarakat/petani, tidak sedikit yang disalahgunakan oleh pengurus Gapoktan itu sendiri, sehingga hasil dari program tersebut banyak yang tidak optimal. Hal seperti ini yang diduga terjadi pada Gapoktan Cipada Bahu Desa Ciomas, Kecamatan Sukahaji, Majalengka, yang hingga saat ini masih bermasalah. PUAP tahun 2009 telah disalurkan dana sebesar Rp100 juta ke Desa Ciomas. Tetapi penyalurannya terhadap para petani sangat kecil, hanya 30%. Sedang sisanya diduga disalahgunakan oleh para pengurus gapoktan. Seperti diutarakan salah seorang masyarakat Desa Ciomas yang namanya tidak mau dikorankan, dana yang seharusnya dipinjamkan kepada masyarakat malah dipakai oleh para pengurus. Sementara ke masyarakat sangat kecil jumlahnya, sehingga timbul curiga di masyarakat. Saat dikonfirmasi Kepala Desa Ciomas Ade membenarkan uang tersebut berceceran di pengurus. Setelah didesak oleh masyarakat, akhirnya ada pengembalian uang. Dijelaskannya, saat itu uang yang dititipkan sebesar Rp48.000.000 dan berdasarkan pengakuan mereka (pengurus), yang disalurkan sebesar Rp33.000.000 yang saat ini masih ditelusuri. Jadi, yang sudah terinventarisir sejumlah Rp81.000.000, sementara sisanya masih diketahui, walaupun ada barang satu unit komputer dan satu unit mesin rontogan jagung. “Uang yang dititipkan sudah diberikan kepada pengurus baru, namun sampai saat ini belum digulirkan. Lagi menunggu hasil penyelusuran yang Rp33.000.000, apa benar uang tersebut ada di masyarakat atau tidak. Kalau sudah beres, akan digulirkan lagi pada petani,” jelas Ade. (Tatang)

Pengedar Ganja Ditangkap Aparat
MAJALENGKA, Medikom-Budi Burhanudin (31) yang bekerja tidak tetap di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Majalengka ditangkap aparat Kepolisian Resor Majalengka, karena diketahui membawa dan mengedarkan ganja kering. Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka satu paket besar dibungkus kertas koran dan satu paket kecil dibungkus kertas HPS serta satu linting dibungkus kertas pahpir. Nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai Rp700.000. Menurut Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Luhut Sitohang, Jumat (29/7), tersangka yang tinggal di Bkol Kamis, Desa Sukahaji, Kecamatan Sukahaji ini ditangkap Rabu (28/7) di jalan raya Desa Cikoneng, Kecamatan Sukahaji sekitar pukul 12.00 siang. Penangkapan terhadap tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan tersangka seringkali mengedarkan narkoba. Sehingga segera dilakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukan saat membawa ganja kering. Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat memberontak dan memberikan perlawanan sehingga perkelahian pun terjadi, namun akhirnya tersangka segera dilumpuhkan. “Dia sempat melawan dan berkelahi dengan anggota, namun tersangka akhirnya bisa kita tangkap,” ungkap Luhut seraya menjelaskan barang bukti tersebut sebagian dari saku celana belakang tersangka dan satu bungkus besar dibawa dengan cara ditenteng. Hasil pemeriksaan sementara ganja tersebut diperoleh Budi dari tersangka bernama Ading warga Karawang yang kini masih buron. Namun pihak kepolisian belum memastikan apakah nama tersebut sebagai nama samaran atau bukan. Karena saat dilakukan penyelidikan, nama tersebut tidak pernah muncul di lokasi yang ditunjuk oleh tersangka. “Budi mengaku selalu melakukan transaksi ganja tersebut di terminal Cigasong, namun apakah nama terebut benar atau nama palsu kita masih selidiki,” kata Luhut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 junto 111, (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Jur)

Eksekusi Pengosongan

Dituntut Penangguhan, PN Bandung Bersikukuh
BANDUNG, Medikom-Kebijakan Pengadilan Negeri Bandung (PNB) bersikukuh melaksanakan penetapan eksekusi pengosongan, mendapat protes dan perlawanan. Penetapan eksekusi paksa dan penyerahan objek tanah dan bangunan di Jl Dr Junjunan No 86 Bandung yang hendak dijadwalkan kembali (pascapenundaan jadwal Kamis (22/7)), dinilai ganjil. Pernyataan ini dikemukakan Purnama Sutanto SH, selaku pengacara termohon eksekusi I dan II (Itok Setiawan/IS dan Sucipto Lustojoputro/SL), dalam keterangan pers, diterima Medikom, Jumat (30/7). Menurutnya, surat penetapan Wakil Ketua PN Bandung itu keliru. Surat itu menjelaskan bahwa eksekusi pengosongan berdasarkan putusan perkara perdata yang sudah berkekuatan hukum tetap dan tidak terkait perkara pidana. Sebab, kata advokat Purnama Sutanto SH, alas hak kepemilikan yang dimohonkan pemohon eksekusi Ny Hj Oyoh dkk yang dikabulkan dalam putusan perkara perdata itu, diduga kuat palsu. Surat segel yang menjadi dasar kepemilikan pemohon eksekusi itu diduga kuat palsu. Proses hukumnya juga sedang berjalan, yaitu perkara pidana di PN Bandung. Maka sangat beralasan dan semestinya PNB menangguhkan pelaksanaan eksekusi. Termohon eksekusi menguasai objek berdasarkan sertifikat kepemilikan sah sekaligus sebagai pembeli yang beriktikad baik. Pengacaranya merasa lebih aneh lagi dengan kengototan PNB untuk melaksanakan eksekusi sebagaimana surat yang disampaikan, termasuk kala aparat keamanan menyatakan tidak siap dan perintah Ketua Pengadilan Tinggi Bandung (PTB) untuk meninjau pelaksanaan eksekusi pengosongan itu. Mengenai argumentasi Wakil Ketua PNB bahwa sesungguhnya alas hak kepemilikan yang menjadi dasar pemohon tidak terkait surat segel yang disoal itu, kembali disanggah. Argumentasi PNB bahwa dasar kepemilikan pemohon adalah DIV Letter C persil No 200 dengan Kohir No 662 seluas 2.500 m 2 itu tidak berdasar. Sebab sesungguhnya surat segel tanggal 10 Desember 1936 sebagai alas hak dalam perkara perdata yang dipertimbangkan diduga kuat palsu dan sedang disidangkan di PNB. Sementara kala sengketa masih berlangsung di PTUN Bandung dan proses pidana dilakukan pertama kali, pemohon eksekusi mengakui kepemilikan sah adalah termohon atau IS dan SL. Begitu juga dalam sengketa perdata ditegaskan bahwa pemilik yang sah IS dan SL. “Namun dalam perkembangannya, kembali mencoba dengan cara melakukan gugatan perdata berdasar kepada segel atau surat hibah atau wasiat yang palsu, itu yang dipertimbangkan majelis hakim itu hingga berkekuatan hukum tetap dalam perkara perdata,” papar pimpinan kantor advokat ini. Mengutip surat jawaban yang diterimanya, atas permohonan perlindungan hukum untuk menangguhkan eksekusi perkara perdata, Ketua PTB memerintahkan untuk ditinjau dan diklarifikasi. Penetapan eksekusi merujuk hanya pada putusan perdata, tanpa mempertimbangkan proses persidangan pidana yang sedang berjalan di PN Bandung, menurut Purnama, sangat beralasan untuk ditinjau demi keadilan. Sebab alas hak pemohon Hj Oyoh dkk, berupa surat segel yang menjadi dasar eksekusi berdasarkan putusan perdata No 213/Pdt/G/2007/ PN.Bdg Jo No 284/Pdt/2008/ PT.Bdg jo No 607 K/Pdt/2009, diduga kuat palsu sebagaimana dakwaan jaksa. “Oleh karena itu proses persidangannya dalam dua berkas perkara pidana: PDM-570 571/BDUNG/05/2010 yang sedang berjalan sangat beralasan dipertimbangkan dengan mengeluarkan penangguhan pelaksanaan eksekusi dalam perkara perdata demi kepentingan hukum publik atau pidana dan persoalan hukum yang timbul di belakang hari,” tutur para advokat. Surat segel itu berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratorium forensik dalam surat No.Lab:361/DCF/2008 tertanggal 12 Maret 2008 ditemukan sejumlah keganjilan, seperti produk cetak yang berbeda sebagaimana dokumen pembanding tentang kertas segel yang bermaterai Zagel Van Ned Indie 1 ½ G tahun 1936 tanggal 10 Desember 1936. “Begitu juga surat tanda terima setoran (STTS) tahun 1993,” tegas jaksa penuntut umum (JPU) Dede Sutisma SH, Wahyu SH. Menanggapi keberatan dari termohon eksekusi, Singap A Pandjaitan SH MH, selaku pengacara terdakwa (pemohon eksekusi Amin Mustofa Cs) kembali menilai itu tidak beralasan, demi keadilan dan kepastian hukum serta bukan mengada-ngada. Para terdakwa, sesungguhnya, secara fakta hukum, benar-benar sama sekali tidak melakukan tindakan apapun sehubungan dengan tindak pidana dalam surat dakwaan. “Perkara pidana yang disoal dan dikaitkan dengan perkara perdata yang hendak dieksekusi jelas berbeda,” tegasnya kepada Medikom, baru-baru ini, seraya mengingatkan tentang pemilik objek itu adalah Ny Djuarsih Hanafiah dan Idi Rasidi (suami terdakwa Hj Oyoh) yang tak terbantahkan. Menurut advokat Singap, jelas surat segel itu dinyatakan non identik dan bukan sebagai surat palsu, karena tidak didukung alat bukti lain, sehingga perkara pidana ini dinilai prematur. Singap mendesak eksekusi pengosongan perkara perdata segera dilaksanakan demi keadilan dan wibawa hukum. Aparat keamanan juga mestinya siap melaksanakan. “Sebab penolakan termohon itu bentuk intervensi untuk menghalangi eksekusi dan rekayasa kriminalisasi yang harus ditolak,” tegas Singap. (Zaz)

Ngutil Jaket Kulit dan Laptop, Tiga Warga Bandung Digebugi Warga
GARUT, Medikom-Berniat dapat keuntungan, dua orang warga Kabupaten Bandung Barat serta seorang warga Kota Bandung justru malah mengalami nasib naas. Wajah dan sekujur tubuh mereka babak belur karena dihakimi massa. Bukan hanya itu, mereka juga kini terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Garut setelah diamankan petugas kepolisian. Nasib naas yang dialami Rohaedi (28), warga Kampung Simpati RT 04/05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Nandang Sonjaya (47), warga Kampung/ Desa Ciroyom RT 07/04, Kecamatan Andir, Kota Bandung, serta seorang wanita bernama Nova Pani Asmara (26), warga Kampung Citiis RT 03/07, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, berawal ketika perbuatan mereka melakukan pencurian satu buah jaket kulit serta satu unit laptop berhasil diketahui pemilik toko. Teriakan pemilik toko yang menyebut mereka maling spontan menarik perhatian warga sekitar yang dengan serta merta langsung melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku. Begitu tertangkap, ketiga orang ini langsung mendapat hadiah bogem mentah dari puluhan warga sehingga wajah serta tubuh mereka pun babak belur. Tak puas dengan hanya memukuli para pelaku, warga pun melucuti pakaian dua di antara tiga pelaku sehingga mereka hanya tinggal mengenkan celana dalam saja. Sedangkan pelaku yang perempuan, hanya mendapat tamparan serta bogem mentah saja. Kapolres Garut, AKBP Amur Chandra JB SH didampingi Kabag Bina Mitra Kompol Bambang Sugito SH dan Kasat Reskrim AKP Oon Suhendar SH membenarkan, telah mengamankan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan di toko jaket kulit Astiga, Jln A Yani 320, Kampung Sukaregang, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota. Diterangkannya, modus operandi yang digunakan para pelaku adalah pelaku Nova mengambil jaket kulit dan laptop, kemudian pergi dibonceng pelaku Rohaedi yang diikuti pelaku Nandang. Namun aksi mereka diketahui pemilik toko yang saat itu langsung meneriaki mereka sehingga menarik perhatian warga sekitar. Masih menurut Amur, atas perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ag)

Anak Jalanan Dirazia Saat Menghisap Lem
GARUT, Medikom-Tiga anak penghisap lem kaleng ditangkap petugas Sat Pol PP dalam razia pecan kemarin. Ketiganya ditangkap petugas saat kedapatan sedang menghisap lem di kawasan Pasar Guntur Garut. Selain menangkap ketiga anak tersebut, dalam operasi penertiban yang berlangsung di berbagai tempat itu juga petugas berhasil menangkap 39 orang lainnya yang terdiri dari pengamen jalanan dan gepeng. Kepala Bidang Operasi Sat Pol PP Kabupaten Garut Ujang Permana, mengatakan, operasi penertiban ini lebih dititikberatkan untuk menertibkan sejumlah pengamen jalanan yang masih berusia anakanak. Diungkapkan Ujang, dari jumlah total pengamen jalanan yang berhasil ditangkap petugas, 75% persen di antaranya adalah para pengamen anak-anak yang masih berusia antara 9 hingga 15 tahun. Diterangkan Ujang, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti sejumlah lem kaleng. Lem kaleng tersebut, diakui Ujang, digunakan para pengamen jalanan yang masih anak-anak untuk menghindarkan rasa malu saat mengamen. “Kita berhasil menyita beberapa kaleng lem yang sering mereka gunakan untuk dihisap. Katanya sih agar menghilangkan rasa malu saat mengamen,” ungkapnya. (Nik)

Kapolda Didesak Tindak Lanjuti Laporan Kematian Eka Gunawan
BANDUNG, MedikomSejumlah laporan pidana Eka Gunawan (EG) terkait penguasaan aset Metro Garmin (MG) dan keganjilan di balik kematiannya, mestinya diusut serius oleh Kapolda Jabar bersama seluruh jajarannya.
“Sebagai pendiri dan pemilik MG, Eka Gunawan disingkirkan dengan melawan hukum. Anda bisa saksikan sendiri. Sehingga, sejumlah laporan pidana telah dilayangkannya, di antaranya Laporan No STBL/187/ VII/2008 tentang kerugian pembelian saham dan Laporan (LP) No 421/X/ 2008/Siaga Ops tentang perusakan dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun patut disayangkan, hingga kini tidak jelas perkembangan proses hukumnya, sehingga mendesak Kapolda Jabar untuk menindaklanjutinya dengan serius dan cepat,” jelas advokat Jonggi Simorangkir SH, Jumat (30/7), selaku pengacara keluarga Eka Gunawan, menjelaskan kepada Medikom. Pernyataan mengenai putusan kasasi perdata yang diklaim saham seluruhnya menjadi milik Soegiyanto, pihak EG sedang mempersiapkan upaya hukum luar biasa (PK). “Upaya hukum PK terkait putusan itu sedang dipersiapkan dan kita punya bukti untuk itu,” tegas advokat Jonggi. Segala keganjilan di balik kematian EG, tambahnya, mestinya segera diusut jajaran kepolisian secara aktif, sebab kasusnya bukan delik aduan, tetapi delik biasa. “Proses hukumnya harus berjalan termasuk otopsi ulang jenazah EG yang meninggal dunia pada 19 Mei 2010. Hasil otopsi yang terdahulu, kami dari pihak keluarga EG meragukannya berdasarkan tanda-tanda fisik posisi jeratan tali yang terdapat di leher jenazah yang bukan akibat bunuh diri,” tandas pengurus DPP Ikadin ini dengan nada tinggi seraya berharap ahli forensik dari luar negeri siap dibiayai dan didatangkan untuk otopsi ulang. Advokat Singap A Pandjaitan SH MH, selaku pengacara Soegiyanto, mendukung pengusutan di balik kematian EG. Sebab sejumlah keganjilan tampak mengindikasikan perbuatan itu bukan bunuh diri. Oleh karenanya secara teknis forensik harus dipersiapkan, di bagian-bagian tubuh mana saja dari jenazah yang harus diotopsi untuk mendapatkan bukti, sehingga bisa diungkap peristiwa hukum yang sesungguhnya. Kliennya, Soegiyanto, sejak awal prihatin dengan kematian kakak kandungnya itu. Apalagi mereka sudah sepakat untuk membicarakan perdamaian pada 20 Mei 2010. “Soegiyanto sudah berinisiatif hendak melaporkan segala keganjilan itu jika istri kakak kandungnya EG tidak berkesempatan,” tandas Singap, yang mendesak aparat kepolisian untuk mengusut. Sementara terkait putusan Mahkamah Agung RI tanggal 22 Maret 2010 No 2821 K/Pdt/2009 yang sudah berkekuatan hukum tetap, dijelaskan bahwa sudah jelas Soegiyanto pemilik seluruh saham PT Metro Garmin dan Grup (PT Metro Garmin, PT Mascotindo Jaya Abadi, PT Daese Garmin, PT Stock Centre, PT Multi Mandisi, PT Picarinjaya Abadi, PT Metrotara, PT Cotexi Inas). Berdasarkan putusan itu menunjukkan Soegiyanto yang memenangkan perkara sekaligus berhasil menyelamatkan nasib kehidupan karyawan perseroan setidaknya 15.000 orang. “Dalam pokok perkara itu telah terjadi jual-beli saham antara para penggugat (Soegiyanto dan istri) dengan para tergugat (Eka Gunawan dan istri) yang mengakhiri kebersamaan kepemilikan sebagaimana dimaksud tanggal 23 Mei 2005,” tegas Singap. (Zaz)

PLN UPJ Banjar Tidak Konsekuen Pada Janji
CIAMIS, Medikom-Pelayanan oleh UPJ Banjar kurang efisien kepada masyarakat. Hal ini dirasakan oleh enam warga Dusun Sukamaju (Cibeureum) Desa Kutawaringin Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, yaitu Sumardi, Sutardi, Parman, Sawil, Pidin dan Suyatno. Namanama tersebut merupakan konsumen yang merasa dirugikan oleh pihak PLN UPJ Banjar. Mereka menerangkan kekecewaan dan kekesalan mendalam atas mutu pelayanan PLN kepada mereka. Mereka semua telah melunasi pembayaran biaya administrasi serentak dengan puluhan warga lainnya pada 16 Juni 2008, sebesar Rp1.150.000. Biaya tersebut meliputi ganti rugi penebangan kayu-kayu yang terlintasi oleh jaringan tersebut. Namun sangat disayangkan, saat konsumen yang lainnya menyala, ke enam warga ini ditinggalkan tanpa ada pemberitahuan. Saat mereka mempertanyakan hal ini kepada Iwong, petugas PLN UPJ Banjar di bagian logistik, mereka tidak mendapatkan jawaban pasti. Malah mereka dimintai kembali uang sebesar Rp85.000 per orang dengan alasan guna mempercepat proses pemasangan instalasi di rumah mereka. Berenam pun mengikuti aturan main petugas itu. Namun apa hasilnya. Sayang seribu kali sayang. Mereka hanyalah jadi bahan objekan oleh oknum pegawai PLN itu. Buktinya, hingga saat ini rumah mereka masih tetap memakai penerangan listrik dengan cara mengeting dari tetangga. Menurut Sutardi, dia dan kelima warga lainnya sudah sering mempertanyakan hal ini kepada Iwong. Namun hanya diberikan janji-janji yang tak pernah ditepati. Hingga saat Medikom menemui Iwong dan mengkonfirmasinya di Kantor Konsuil Banjar, ia kelihatan gugup. Sampai-sampai ia salah memberikan data ke rekannya guna disesuaikan dengan data yang sudah tersimpan di komputer. Namanama yang ia sodorkan bukannya keenam nama yang terisolir. Untung saja wartawan membawa data keenam orang yang bermasalah itu. Dari keenam nama, cuma satu yakni nama Sutardi yang tidak ada datanya. Padahal Sutardi sudah melunasi pembayarannya. Saat Iwong dipintai keterangan tentang hal ini, ia mengatakan ada kesalahan administrasi. Ia pun menyanggupi kalau yang atas nama Sutardi dia bertanggung jawab untuk mengondisikannya. Setelah mendapatkan jawaban dan data dari Kantor Konsuil Banjar, Medikom pun langsung menyampaikan hasil jawaban dari Iwong kepada keenam warga yang terisolir. Warga pun mulai merasa lega dengan adanya kesanggupan dari pihak PLN. Namun lagi-lagi sangat disayangkan. Tetap saja tidak terlihat adanya konsuekensi dan tanggung jawab PLN. Pemasangan tak kunjung terlaksana. Saat Medikom pun kembali menanyakan hal ini kepada Iwong melalui telepon selularnya ia menjawab BP sekarang ada kenaikan sekitar Rp350.000. Ia pun menyatakan pihaknya sudah melaksanakan survei ke lokasi. Namun keenam warga membantah segala jawaban dari Iwong. Akhirnya kembali Iwong ditemui di daerah Pongporang, Kamis (29/7), saat sedang melaksanakan tugasnya di daerah itu. Ia menerangkan kembali seolah tak bersalah dan memberikan janjijanji akan segera sosialisasi kembali kepada keenam warga atas dasar ada kenaikan tarif yang harus dibebankan kepada konsumen. (Herman)

Kapolres Pastikan Polisi Tersangka Penembakan Mahasiswa Dijerat Dua Jenis Hukuman
GARUT, Medikom-Selain akan diajukan ke persidangan umum, Briptu Sofyan (20) yang menjadi tersangka dalam kasus tewasnya Herman (23), mahasiswa STKIP, Senin (19/7) lalu, juga dipastikan akan mendapatkan sanksi disiplin dari institusi kepolisian. Meski murni merupakan kelalaian, namun tindakan Sofyan benar-benar mencoreng citra kepolisian. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut, AKBP Amur Chandra JB SH, Kamis (22/7). “Saya berjanji akan mengusut kasus ini secara profesional dan porporsional. Bahkan saya juga meminta bantuan masyarakat untuk menghadirkan saksi yang dapat memberatkan tersangka kalau memang ada. Tim penyidik juga akan menjeratnya dengan pasal berlapis. Pasalnya perbuatan tersangka itu dianggap telah mencemarkan nama baik kepolisian,” ujar Kapolres. Dikatakan, ada berbagai jenis hukuman disiplin yang bisa diterapkan internal kepolisian terhadap tersangka, di antaranya penundaan kenaikan pangkat, mutasi dan bahkan bisa juga sampai pemecatan. “Jika hasil vonis persidangan nanti hukumannya di atas tiga bulan, maka secara otomatis tersangka dipecat dari kepolisian,” tambahnya. Kapolres berjanji pihaknya tidak akan pernah mencoba melakukan pembelaan terhadap tersangka yang nyata-nyata telah bersalah dalam kasus ini. Bahkan Kapolres berani mempertaruhkan jabatannya jika dalam proses pengungkapan kasus ini terdapat unsur ketidakbenaran sehingga menyebabkan tersangka mendapatkan hukuman ringan. “Saya janji akan mengusut tuntas kasus ini secara profesional. Jika saya main-main, jabatan saya taruhannya. Saya rela melatakkan jabatan jika terdapat ketidakadilan yang bisa merugikan pihak korban dalam kasus ini,” tandasnya. Diakuinya, peristiwa terbunuhnya seorang anggota kepolisian Polwiltabes Bandung di wilayah hukumnya merupakan kasus yang memprihatinkan bagi dirinya. Namun peristiwa terbunuhnya mahasiswa tingkat III STKIP kali ini, dirasanya jauh lebih memprihatinkan dan menyakitkan bagi dirinya. “Saya memang merasa prihatin dengan kaus terbunuhnya Wahyu, seorang anggota kepolisian beberapa waktu lalu, namun kasus tewasnya Herman ini justru lebih memprihatinkan sekaligus menyakitkan hati saya. Wahyu tewas sebagai konsekuensi tugas kepolisian, namun Herman tewas oleh oknum anggota polisi sehingga hal ini mencoreng citra kepolisian. Hal yang wajar kalau kepolisian menerapkan sanksi tegas ,” tandasnya. (ag)

Halaman Khusus

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang
SUBANG, Medikom–Tim pengawasan penjualan gas elpiji tiga kilogram di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali menemukan ribuan tabung gas tiga kilogram yang rusak dan bocor di belasan agen dan penyalur yang disambangi tim sepanjang Rabu (28/7). “Di wilayah utara, kami temukan 3.334 tabung dan di wilayah selatan ada tiga ratusan lebih,” kata Bambang Hartoyo, koordinator tim pengawas yang melakukan aksi operasi mendadak di wilayah Subang. Bahkan di wilayah Pamanukan, tim menemukan lima tabung yang diduga imitasi. Indikasinya tak ada label standar nasional Indonesia (SNI), ketebalan dan berat tabung beda dengan yang berlabel SNI. Bambang berjanji akan terus memburu para pemilik pangkalan dan agen penjual elpiji tiga kilogram yang bermasalah. “Itu pasti,” tutur pejabat Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Subang itu. Tim pengawasan yang terdiri dari unsur kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, dan koordinator asosiasi pengusaha gas elpiji, juga menemukan sejumlah gudang milik agen yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan Pertamina. “Misalnya gudang tidak dilengkapi sirkulasi udara dan perangkat pemadam kebakaran,” kata Bambang sambil menambahkan bahwa di antara agen dan penyalur bahkan ada yang belum memiliki gudang. Sementara, Tedy Rahman, Pengelola Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Elpiji, mengaku setiap hari pihaknya menerima sedikitnya 300 tabung yang dikembalikan pihak penyalur dan agen karena rusak dan bocor. “Tabung tersebut kami tampung di gudang dan akan dikembalikan ke Pertamina,” kata Tedy. Selain itu, Tim juga meminta para konsumen yang memiliki selang dan regulator yang tidak sesuai standar SNI menukarnya dengan yang berlabel SNI ke agen yang telah ditunjuk. Ada 10 agen di Subang yang siap melayaninya. “Ongkos tukarnya hanya Rp35.000 saja,” tutur Tedy. Bambang dan Tedy berharap dengan operasi mendadak secara rutin dan penukaran slang dan regulator elpiji tiga kilogram tersebut, tak muncul kembali kasus meledaknya tabung elpiji. (Loy/Lbb)

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Subang Ditetapkan sebagai Kabupaten Koperasi Wanita
SUBANG, Medikom–Kabupaten Subang ditetapkan sebagai Kabupaten Koperasi Wanita. Karena daerah tersebut dinilai telah berhasil menumbuhkan ratusan koperasi wanita sebagai garda terdepan perekonomian di pedesaan. Penetapan Kabupaten Subang sebagai Kabupaten Koperasi Wanita dilakukan oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Syarif Hasan pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-63 Provinsi Jawa Barat yang digelar di Alun-alun Subang. Menurut Syarif, Subang pantas dijadikan pelopor Kabupaten Koperasi Wanita karena di daerah tersebut saat ini muncul kesadaran yang sangat tinggi dari kaum wanitanya buat mengembangan perekonomian melalui wadah koperasi. “Dan dalam perkembangannya, koperasi wanita ternyata lebih banyak mengalami kemajuan,” kata Syarif. menyalurkan kredit lunak Bupati Subang Eep tanpa agunan bagi para Hidayat mengatakan, nasabah kredit di bawah saat ini di daerahnya Rp5 juta. Sebaliknya sudah terbentuk sedikepada pihak kreditur kitnya 150 koperasi waharus mampu menepati nita yang sudah memikesepakatan akad kredit liki badan hukum dan dan bisa unit-unit usahanya mempergunakan kredit pun maju pesat. “Tingdalam bentuk usaha yang kat kemacetan dalam Syarif Hasan tepat sehingga tidak ada pengembalian modal kredit macet. kepada semua lembaga perbankan Lebih khusus lagi, Sekda hanya 0,1 persen,” kata Eep. Kabupaten Subang Drs Rahmat Dari 150 unit koperasi wanita yang Solihin menyampaikan bahwa ada sudah memiliki modal Rp5 pihak pemkab dan perbankan untuk miliar dengan modal bergulir hingga mengutamakan kredit modal bagi Rp32 miliar. Sekarang, sedikitnya PNS. Untuk itu selaku Pemerintah sudah ada 100 lagi koperasi wanita Kabupaten Subang sangat yang bakal segera berbadan hukum mengharapkan kepada perbankan dan melakukan fungsi ekonominya untuk fleksible menerapkan dengan perkembangan yang sangat persyaratan bagi PNS yang menggembirakan. mengajukan kredit. Misalnya untuk Sementara, pada peringatan Hari perbaikan rumah, memanfaatkan Koperasi di Subang yang baru lalu, lahan dengan pertanian ataupun ternyata pihak pemerintah telah biaya sekolah. (Asep Loy)

Ribuan Tabung Gas 3 Kg Banyak yang Bocor

Iman Soemantri: Anak Adalah Titipan
KARAWANG, Medikom-Sebagai salah satu upaya mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang awal bulan Juli 2010 menggelar kegiatan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2010. Peringatan yang bertema Anak Indonesia Berkarya Untuk Masa Depan Tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang Ir Iman Soemantri bertempat di Aula Husni Hamid Pemkab Karawang. Dalam sambutan Bupati Karawang Dadang S Muchtar yang dibacakan langsung oleh Sekda (Sekretaris Daerah) Iman Soemantri menjelaskan tema HAN 2010 ini dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak Indonesia sehingga memiliki karakter, tanggung jawab, dan jati diri guna menghadapi tantangan masa depan. “Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dipelihara, dididik, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang,” ujarnya. Selanjutnya Iman mengimbau agar Pemerintah melaksanakan kewajiban menyediakan berbagai fasilitas yang dubutuhkan anakanak, khususnya fasilitas pendidikan dalam rangka membangun masa depan anak. “Setiap anak berhak memperoleh kehidupan yang sejahtera lahir dan batin, sehingga mereka dapat berkembang menjadi generasi penerus yang lebih baik serta unggul di masa depan,” jelasnya. Oleh karena itu, melalui peringatan HAN ini, mampu menumbuhkan kesadaran dan peran aktif para orang tua, keluarga, masyarakat, pengusaha, dan pemerintah dalam memberikan perlindungan, perawatan, pengasuhan terhadap anak. “Sehingga kelak mereka memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang kehidupan sebagai generasi penerus perjuangan bangsa,” imbuhnya. Iman Soemantri juga menambahkan, masa depan anak bergantung dari pola pembinaan dan pengasuhan anak dalam keluarga. Hal ini penting diperhatikan, terlebih perkembangan globalisasi selain memberikan manfaat juga menyimpan dampak negatif bagi perkembangan anak. “Oleh karena itu, kita wajib melindungi anak dari berbagai dampak tersebut,” tambahnya. (Andy Nugroho)

Pola Papaja Memutus Serangan Hama Padi
SUBANG, Medikom–Bupati Subang, Eep Hidayat mencanangkan program pengolahan lahan sawah dengan padi-padi-palawija (papaja) karena belakangan ini sudah banyak ditinggalkan para petani di daerahnya. Bahkan papaja bisa menekan organisme pengganggu tanaman. “Pola tanam padi-padi-palawija sangat menguntungkan petani dan untuk sementara di sini sudah diteken kesepakatan dengan petani dalam pelaksanaannya,” katanya usai panen raya lahan yang menggunakan pupuk organik Herbafarm seluas 40 ha di Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Subang, Kamis (29/7). Eep mengatakan, menanam palawija pada musim tanam ketiga, bisa memutus siklus berbagai hama serta menyuburkan kembali unsur hara tanah. Salah satu buktinya, munculnya berbagai serangan hama wereng batang coklat dan tikus serta organisme pengganggu tanaman lainnya yang sekarang sudah merusak ribuan hektare tanaman dan menjadikannya puso. Ia juga tidak bisa berbuat banyak bila warga lebih memilih pola tanam padi-padi-padi. Padahal risikonya tinggi. Namun untuk sekarang dan selanjutnya, harus diubah dan dimulai dari Desa Gunungsari. “Saya juga mohon persetujuan dewan karena pada tahun 2011 mendatang akan dilombakan hasil padi-padipalawija yang terbaik dengan hadiah kerbau atau sapi,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Agus Taruna mengatakan, hingga Juli ini tanaman padi yang rusak akibat serangan hama wereng batang coklat sudah mencapai 6.532 ha dan 558 ha di antaranya dinyatakan puso. Sedangkan 3.000 ha lainnya yang terkena virus kerdil hampa dan kerdil rumput, tidak bisa dipanen. Padahal pihaknya sudah sering menyarankan agar para petani kembali menggunakan pola tanam yang benar. (Asep Loy)

Dubes AS Resmikan ICT Laboratorium Madrasah Al-Ahliyah Karawang
KARAWANG, Medikom-Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Cameron Hume bersama Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Deputi IV Kementerian Kesejahteraan Rakyat Fuad Al-Hamid, dan Bupati Karawang Dadang S Muchtar, meresmikan Information Communication Technology Lab (Laboratorium Komputer) Madrasah Tsanawiyah Al-Ahliyah Karawang di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin pekan lalu. Laboratorium tersebut merupakan bantuan dari Kedutaan Besar Amerika melalui program Decentralized Based Education (DBE) USAID yang didukung oleh Kementerian Kesejahteraan Rakyat dan Kementerian Pendidikan Nasional serta sejumlah perusahaan mitra DBE, seperti Intel, Microsoft, Cisco, Qualcomm, Indosat, Hewlett Packard, dan Oracle. Dubes Cameron Hume dalam kesempatan tersebut mengatakan, keberadaan laboratorium yang merupakan bantuan dari berbagai pihak tersebut merupakan salah satu contoh penting dari keberhasilan yang bisa dicapai melalui adanya kemitraan. “Kita akan dapat mencapai sesuatu yang lebih baik apabila kita lakukan dengan mitra, daripada bila kita mengerjakannya seorang diri,” ujarnya. Namun demikian, lanjut Cameron, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kelanjutan laboratorium setelah diresmikan hari ini. Terlebih, sebagaimana apa yang telah dipaparkan Bupati Karawang, bila kita mampu membangun pendidikan yang baik, murid-murid akan semakin baik, dan daerah pun akan menjadi lebih baik. “Bahkan di antara murid-murid di sini suatu saat nanti mungkin akan menggantikan pekerjaan anda di masa datang,” jelasnya. Cameron melanjutkan, dengan adanya laboratorium ini, muridmurid akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai apapun di seluruh dunia. “Mereka akan mendapatkan informasi yang lebih, membawanya ke dalam desktop mereka, mempelajari dan memperbaharuinya dalam dokumen baru, dan menyebarluaskannya kembali kepada seluruh dunia,” imbuhnya. Cameron menambahkan, inti dari bantuan ini adalah untuk lebih mengetahui dunia. Dan hal ini bisa dilakukan mereka sejak mereka masih berusia 12 tahun, di mana apa yang dipelajari pada masa itu tidak akan dilupakan. “Dengan demikian ke depan kita akan mempunyai masyarakat yang lebih baik, serta ekonomi yang lebih kuat,” tambahnya. Wakil Mendiknas, Fasli Jalal mengatakan, meskipun perkembangan teknologi, seperti komputer dan internet memiliki dampak buruk, namun harus percaya bahwa akan mampu mengontrol teknologi. “Sehingga manfaatnya tidak jatuh kepada mudharat, melainkan bisa kita maksimalkan,” jelasnya Di sisi lain, Deputi IV Kemenkokesra, Fuad Al-Hamid, berharap bantuan serupa tidak hanya diberikan di Kabupaten Karawang, melainkan juga di sekolah dan madrasah lain. Pendayagunaan TI sendiri amat diperlukan, karena keberadaan TI diharapkan dapat meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Bupati Dadang S Muchtar mengatakan bantuan ini akan menjadi salah satu stimulan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan lagi berbagai macam kebijakan di bidang pendidikan. Di Kabupaten Karawang sendiri terdapat tiga isu sentral terkait bidang pendidikan, yaitu infrastruktur rusak dan tidak memadai, biaya sekolah mahal, serta kualitas guru dan mutu peserta didik menurun. “Permasalahan tersebut telah diselesaikan secara integral dan komprehensif,” ujarnya. (Andy Nugroho)

Kades Jabong S Kuswanda Dilantik
SUBANG, Medikom–Wakil Bupati Subang Ojang Sohandi melantik Kepala Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang S Kuswanda di Aula Kantor Desa Jabong pekan kemarin. Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa masyarakat bersama aparatur pemerintah, khususnya di desa-desa harus kembali berkonsentrasi pada pembangunan setelah berhasil memilih kepala desa berdasarkan pilihan rakyat. “Intinya suasana pemilihan harus diakhiri dengan legowo serta kembali bersatu untuk membangun desanya. Sekarang setelah Kepala Desa berhasil terpilih sebaiknya kembali bersatu. Dukung-mendukung calon adalah sebuah dinamika pesta demokrasi. Kemarin ada balad si Anu dan balad si Ini. Sekarang harus bersatu untuk bahu-membahu,” ujar Wakil Bupati. Dikatakan, pihaknya berpesan kepada kepala desa yang baru saja dilantik supaya bisa lebih dekat kepada rakyat dan bisa mendengarkan suara rakyat yang dipimpinnya. Sehingga kewibawaan aparatur pemerintah khususnya di Desa Jabong tetap terjaga dengan baik. Adapun dalam kinerjanya, kepala desa sebaiknya menerapkan empat konsep kerja. Sebaliknya kepada para calon yang telah berpartisipasi bisa menerima pilihan mayoritas rakyat Desa Jabong. “Jika tidak bisa menerima pilihan rakyat kemarin, harus ditanya kembali tentang Rukun Imannya. Karena hal-hal tersebut sudah menjadi ketentuan Allah SWT,” ungkap Wakil Bupati. Sementara Kepala Desa terpilih S Kuswanda menggantikan Pjs Kades MS Wardana berdasarkan surat Surat Keputusan Bupati Subang Nomor 141.1/Kep.191-Pem/2010 tanggal 28 Juli 2010 tentang Pemberhentian Pejabat Kepala Desa dan Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Terpilihh Desa Jabong Kecamatan Subang Kabupaten Subang. Surat tersebut dibacakan oleh Kasubag Pemerintahan Desa, Dadan Dwiana AP ang disaksikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Subang Drs H Cecep Supriatin MSi. Turut hadir dalam pelantikan Muspika Kecamatan Pagaden, Anggota Komisi A Nining dan warga masyarakat Desa Jabong Pagaden. (Asep Loy)

Bupati Sampaikan Nota Perhitungan APBD 2009 dan KUA-PPAS APBD-P 2010
KARAWANG, Medikom-Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar menyampaikan Nota Perhitungan Keuangan APBD Tahun 2009 dan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafond Anggaran Sementara (KUA–PPAS) APBD Perubahan Tahun 2010, kepada DPRD Kabupaten Karawang saat Rapat Paripurna DPRD, Selasa pekan lalu. Dalam nota perhitungan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa Pendapatan APBD Perubahan tahun 2009 ditetapkan sebesar Rp1,25 triliun, dan realisasinya mencapai Rp1,34 triliun, atau naik 7,22 persen. Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan PAD menjadi Rp133,73 miliar, kenaikan Dana Perimbangan menjadi Rp1,25 triliun, dan kenaikan lain-lain pendapatan yang sah menjadi Rp181,73 miliar. Sedangkan untuk Belanja APBD Perubahan tahun 2009 ditetapkan sebesar Rp1,432 triliun, dan realisasinya mencapai Rp1,274 triliun, atau terjadi efisiensi sebesar Rp157,83 miliar atau 10,97 persen. Capaian tersebut berasal dari efisiensi Belanja Tidak Langsung dari Rp911,69 miliar menjadi hanya Rp823,19 miliar, dan efesiensi Belanja Langsung dari Rp520,35 miliar menjadi hanya Rp451,77 miliar. Di sisi lain, terkait KUA–PPAS APBD-P 2010, Bupati menjelaskan bahwa Pendapatan meningkat dari Rp1,288 triliun menjadi Rp1,506 triliun, atau naik Rp218 miliar (16,9%). Kenaikan juga terjadi pada Belanja dari Rp1,478 triliun menjadi Rp1,740 triliun, atau naik Rp261 miliar (17,6%). Dari kenaikan belanja tersebut, sudah terisi program/ kegiatan sebesar Rp176,2 miliar, usulan baru Rp85 miliar, dan terdapat defisit Rp43,2 miliar. Untuk menutup defisit tersebut bersumber dari kenaikan pembiayaan sebesar Rp43,2 miliar (22,6 %). Bupati melanjutkan, kenaikan tersebut digunakan untuk membiayai program prioritas pada APBD Tahun 2010, di antaranya Belanja Pegawai Rp6,7 miliar, KPUD Rp8,9 miliar, Panwaslu Rp1,4 miliar, Prototype sebanyak 58 kantor desa Rp11,8 miliar, Protoype SD/SMP/ SMA Rp2 miliar, Rehab/RKB SD Rp8 miliar, Rehab/RKB SMP/SMA sebanyak 2 sekolah Rp2 miliar, Tugas Belajar Guru dan Penyuluh sebanyak 1.036 orang Rp5,1 miliar, Pendamping PNPM Rp3,8 miliar, dan KONI/ PERSIKA Rp2,3 miliar. Sementara itu, agenda lain dalam rapat paripurna tersebut adalah Persetujuan DPRD terhadap Raperda PDAM Tirta Tarum dan Raperda Penyertaan Modal Kepada PDAM Tirta Tarum Untuk Program Bantuan Air Bersih Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, serta Pembentukan Pansus Raperda Biaya Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan dan Raperda Ketenagakerjaan. Raperda Ketenagakerjaan sendiri merupakan Raperda inisiatif dari DPRD Kabupaten Karawang. Hal ini terkait dari permintaan gabungan organiasasi tenaga kerja yang menuntut adanya perda yang mengatur ketenagakerjaan di Karawang, karena Kabupaten Karawang belum memiliki perda tersebut. Menurut Nanda Suhanda, Anggota DPRD dari Komisi B, UU No 13 Tahun 2003 sudah banyak mengatur mengenai permasalahan tenagakerja. Akan tetapi kondisi di lapangan terlihat bahwa masih banyak permasalahan tenaga kerja yang harus diakomodir di daerah, seperti kesempatan dan kerja, outsorcing yang tidak terkendali, TKI, maupun sistem pengupahan. “Permasalahan tersebut belum diatur secara tegas dalam undangundang, PP maupun peraturan lainnya,” tambahnya. (Andy Nugroho)

Jelang Ramadan, Razia Gencar Dilakukan
SUBANG, Medikom–Menjelang bulan suci Ramadan, razia aparat digencarkan lagi di mana-mana. Kali ini lewat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Gabungan di Subang, Jawa Barat. Operasi itu melibatkan banyak pihak dengan dukungan 250 personel, mulai dari anggota Polri, TNI AU Lanud Suryadarma, Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam, Komando Distrik Militer 0605, Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) sampai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Subang. Dalam operasi tersebut mereka menyita 132 botol minuman beralkohol antara 4,7-19,7 persen. Menurut Kepala Bagian Operasi Polres Subang, Komisaris Polisi Purwito, kelima orang yang terjaring ditahan karena tidak memiliki identitas lengkap serta ditemukan dalam keadaan mabuk. “Tiga perempuan yang berhasil terjaring ditemukan dalam keadaan mabuk sehingga harus diamankan, begitu pun dengan dua laki-laki dalam keadaan mabuk serta tidak memiliki surat kendaraan yang lengkap sehingga dua motornya kami amankan,” ungkap Purwito. Aparat gabungan itu menyisir tempat-tempat keramaian serta sarana hiburan seperti karoke. “Tempat-tempat itu sangat rawan akan adanya tindakan kriminal,” katanya. Operasi Pekat Gabungan yang melibatkan total sebanyak 250 personel itu, katanya, dilakukan dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan puasa serta hari raya Idulfitri tahun ini. (Ssp)

Kecamatan Tanjungsiang Memasuki Usia 23 Tahun
SUBANG, Medikom–Selama bulan Juli 2010, kegiatan di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang terasa lebih semarak. Hal itu, berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (Milangkala) yang ke-23 Kecamatan Tanjungsiang, HUT Kemerdekaan RI, dan HUT ke-63 KPRI. Selain itu, pada bulan yang sama tepatnya tanggal 20 Juli, digelar agenda Bakti Pertanian yang dihadiri Menteri Pertanian di Kecamatan Tanjungsiang. Hadir pada acara, Bupati Subang Eep Hidayat, Muspida Kabupaten Subang, camat se-Kabupaten Subang. Kedatangan Menteri Pertanian disambut atraksi dan kreasi seni Sunda Singa Depok dan Kuda Renggong. Warga Kecamatan Tanjungsiang pun antusias menyambut kedatangan menteri. Camat Tanjungsiang Solih AP MSi dalam sambutan tertulisnya mengajak kepada semua warga kecamatan Tankjungsiang agar meningkatkan eksistensi dalam moto Gotong-royong sebagaimana Visi Kabupaten Subang. Dikatakan, peringatan HUT RI sengaja dilaksanakan sebelum bulan Agustus untuk menghormati pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan. Berbagai kereasi seni dan lomba dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus di sembilan desa yang ada di Tanjungsiang. Di antaranya, rajaban/pembukaan, gerak jalan, nikah masal, gotong singa, ditutup dengan kegiatan pawai pembangunan dan malam kesenian tanggal 2 Agustus 2010. Sementara HUT ke-63 KPRI dilaksanakan Sabtu 24 Juli 2010 di Kantor KPRI yang beralamat di Jalan Raya Tanjungsiang Desa Kawungluwuk. Beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan antara lain sunatan masal, pembagian zakat hizaroh, dan donor darah. Ketua KPRI H Kusdinar mengatakan, kegiatan menyambut HUT KPRI hampir seluruhnya dilaksanakan oleh jajaran guru yang ada di Kecamatan Tanjungsiang serta staf dan karyawan UPTD Kecamatan Tanjungsiang. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pertandingan bulu tangkis, lomba gerak jalan pelajar SMP dan SMA se Kecamatan Tanjungsiang. (Asep Nasa)

Rakor Operasi Ketupat Lodaya 2010
SUBANG, Medikom–Menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri 1431 H, banyak persoalan yang akan muncul. Di antaranya kenaikan harga-harga, ancaman tindak kriminal dan meningkatnya kecelakaan lalu-lintas. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi instansi terkait di Kabupaten Subang dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2010 di Jajaran Polres Subang yang diselenggarakan di Aula Pemda Subang baru-baru ini. Sekda Kabupaten Subang Drs H Rahmat Solihin dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar berbagai permasalahan yang diidetifikasi bisa diselesaikan dengan baik. Terutama persoalan arus mudik yang merupakan hal rutin biasa terjadi. Diharapkan semua pihak bisa menikmati Idulfitri dengan lancar. Kenyamanan mudik bisa dinikmati dan angka kecelakaan bisa ditekan secara maksimal. Begitu pula dengan ancaman tindak kriminalitas bisa diantisipasi dengan kewaspadaan bersama. Kasat Intel AKP Asep Hamim menyampaikan, menjelang Ramadan tahun ini persoalan yang dihadapi adalah melonjaknya hargaharga kebutuhan pokok. Sedangkan pada bulan Puasa berpotensi meningkatnya kecelakan lalu-lintas dari efek perubahan kebiasaan. Menurut Asep, biasanya para pekerja yang masuk tugas pagi-pagi akan mengalami kecenderungan penurunan konsentrasi saat mengemudi kendaraan. “Kami peroleh keterangan dari yang ditahan mengatakan bahwa saat kejadian (kecelakaan) mereka sebagian besar mengatakan bahwa tidak melihat jalan atau sempat ngalenyap sehingga menimbulkan kecelakaan,” jelas Asep. Sementara, untuk mengantisipasi arus mudik, Kabagops Polres Subang Kompol Purwito memaparkan, pihaknya telah menyiapkan 15 Pos Aju yang terdiri dari 10 di Jalur Pantura, 4 di Jalur Tengah dan 1 Pos Aju di Selatan. Untuk antisipasi kemacetan di Jalur Pantura, kuncinya ada di Jalan Tol Km 68 dan Km 62 yang akan dikendalikan oleh Polda Jabar. “Jika terdeteksi terjadi kemacetan di jalur Pantura maka akan dialihkan ke Jalur Tengah Subang dan Wanayasa Purwakarta,” jelas Purwito. Sementara itu di Pos Pengamanan (Pos Pam) disiagakan unit derek, tim kesehatan dan unit pemadam kebakaran dengan dukungan personel 12 bintara polisi dan 6 Sat Pol PP. Untuk menghindari antrean di SPBU-SPBU diharapkan untuk memberikan peluang masyarakat membuka layanan “2 tax” selama arus mudik. “Jika terjadi antrean panjang di SPBU akan berpotensi menghambat arus di jalan raya,” jelasnya lagi. Khususnya H+1 sampai H+7 akan berkosentrasi pada lokasi objek wisata terutama di wilayah Ciater yang biasanya banyak mendapat kunjungan dan berakibat terjadinya kemacetan. Untuk itu telah dipersiapkan beberapa jalur sebagai antisipasi kemacetan. (Loy)

Kegiatan nikah masal sebagai salah satu acara yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kecamatan Tanjung Siang

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

6

OPINI

Kontroversi Ahmadiyah
Bentrokan warga Ahmadiyah dengan ormas Islam di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pekan lalu kembali menyulut polemik persoalan Ahmadiyah. Walaupun Ahmadiyah bukanlah hal baru dalam sejarah Indonesia. Hampir seabad lalu gerakan itu sudah masuk ke tanah air dan selama berpuluh tahun tidak mengalami masalah dengan kelompok lain. Karenanya, penyelesaian menyangkut kontroversi Ahmadiyah ini haruslah diselesaikan secara arif dan bijaksana. Ada dua pemaknaan penyelesaian persoalan Ahmadiyah ini yang bisa mengurai persoalan dalam mencarikan solusi. Terutama pemahaman dari pihakpihak yang tidak sepaham. Karena hasil penelitian Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) ditemukan butir-butir kesesatan dan penyimpangan Ahmadiyah ditinjau dari ajaran Islam yang sebenarnya. Butir-butir kesesatan dan penyimpangan itu bisa diringkas sebagai berikut: 1.Ahmadiyah Qadyan berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dari India itu adalah nabi dan rasul. Siapa saja yang tidak mempercayainya adalah kafir dan murtad. 2.Ahmadiyah Qadyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”. 3.Kitab suci “Tadzkirah”adalah kumpulan “wahyu” yang diturunkan “Tuhan”kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad” yang kesuciannya sama dengan Kitab Suci Alquran dan kitab-kitab suci yang lain seperti Taurat, Zabur, dan Injil, karena sama-sama wahyu dari Tuhan. 4.Orang Ahmadiyah mempunyai tempat suci sendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam Haji Akbar ke Qadyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “Nabi” Mirza Ghulam Ahmad tidak pernah pergi haji ke Makkah. 5.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama-nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan HS. Dan tahun Ahmadiyah saat penelitian ini dibuat 1994M/ 1414H adalah tahun 1373 HS. Bila melihat hasil penelitian ini, maka kita sangat setuju ketika Majelis Ulama pusat mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa aliran Ahmadiyah dari sisi Islam adalah sebuah aliran yang sesat. Sampai di sini persoalan sebenarnya sudah tuntas. Apalagi, pemerintah mengeluarkan SKB 3 menteri berkaitan dengan Ahmadiyah. Persoalannya kini, mengapa Ahmadiyah masih juga menggunakan atribut-atribut keislaman? Padahal, berdasarkan kitab suci kaum Ahmadiyah “Tadzkirah” menunjukkan bahwa Ahmadiyah bukan aliran dalam Islam tetapi merupakan agama tersendiri. Berangkat dari itulah dalam menyikapi persoalan Ahmadiyah ini umat Islam Indonesia harus menunjukkan toleransinya agar kontroversi ini tidak berkepanjangan. Sebab secara faktual Ahmadiyah bukanlah suatu aliran dalam Islam. Persoalan inilah yang perlu disosialisasikan kepada seluruh umat Islam, agar terjadi sebuah pemahaman yang kolektif dan bisa dijadikan panduan dalam menyikapi keberadaan Ahmadiyah. Sehingga, kekerasan-kekerasan yang dilakukan umat pun tidak terjadi karena pemahamannya menyangkut Ahmadiyah komprehensif. Dan hal itu bisa dijadikan panduan dalam bersikap menghadapi Ahmadiyah. ***

Tulalit
+ Mendagri Gamawan Fauzi menegaskan tidak ada satu pun Peraturan Mendagri yang mengatur dan memperbolehkan pengangkatan tenaga ahli untuk staf ahli Siap bos sudah dicabut.

+ Pistol pimpinan KPK hilang. Ketua KPK Muhammad Jasin akan didenda Rp16 juta. Jangan denda doang dong.

Dewan Pimpinan Pusat PERSATUAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) Jalan Daan Mogot No.19-C Grogol, Jakarta Barat Telp. : 021 – 5671304, 5670892, Fax. 5672286 E-mail: dpp.peradin@yahoo.com – www.peradin.com
SIARAN PERS Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN)
Berita yang memuncak saat ini mengenai Wadah Tunggal Advokat Indonesia sehubungan dengan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009 dan Putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No.101/PUU-VII/2009 serta Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Indonesia (DPP PERADIN) menyampaikan siaran pers sebagai berikut: DPP PERADIN telah mengirim surat tertanggal Jakarta, 23 Juli 2010 No.16/DPP.PERADIN/V/2010 Perihal Mohon Audiensi dan Dengar Pendapat ditujukan Kepada Yth Ketua Komisi-III DPR R.I. yang pada pokoknya bahwa: 1. PERADIN merupakan wadah pertama organisasi advokat hasil Musyawarah Nasional Advokat Indonesia tahun 1964 di Surakarta. Kemudian dalam perjalanan nya disana sini tumbuh organisasi yang dikenal dengan Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia(AAI), Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM), dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI). 2. Namun semua itu PERADIN tetap keberadaannya dan tidak pernah membubarkan diri atau dibubarkan Pemerintah, dan terdaftar di Departemen Dalam Negeri (DEPDAGRI) sebagai organisasi profesi advokat terakhir sesuai Surat Keterangan Nomor 114/D.III.2/ XI/2008 tanggal 7 November 2008 sesuai Perintah Undang-Undang Ormas Nomor 8 Tahun 1985 -a quo- Organisasi PERADI dan KAI belum terdaftar di Direktorat Jenderal Kesatuan bangsa dan Politik, Depdagri berdasarkan Surat Dirjen Kesatuan Bangsa Dan Politik DEPDAGRI RI No.: 234/69.DIII tertanggal Jakarta, 9 Januari 2009 -in casu- organisasi PERADI dan KAI tidak dapat difasilitasi oleh Pemerintah dan melanggar hukum Undang -Undang Organisasi Kemasyarakatan Nomor 8 Tahun 1985 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1986 ; 3. Bahwa amanat UndangUndang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat Pasal 28 ayat 1: “Organisasi Advokat merupakan satu-satunya wadah profesi advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas profesi advokat” dan Pasal 32 ayat 4 :”Dalam waktu paling lambat 2(dua) tahun setelah berlakunya undang-undang ini organisasi advokat telah terbentuk” dengan tenggat waktu jatuh tempo tanggal 06 Maret 2003 sampai dengan 06 Maret 2005 -a quo- PERADI didirikan pada tgl. 8 September 2005 bedasarkan Akta No.30 yang dibuat Buntario Tigris Darmawa Ng,SH.MH Notaris di Jakarta dan K.A.I. didirikan pada tgl. 30 Mei 2008 berdasarkan hasil Kongres-I di Jakarta ; 4. Dewan Pimpinan Pusat PERADIN mencermati Amanat Undang-Undang Advokat Pasal-28 ayat (1) dan Pasal-32 ayat (4) tersebut bersifat “imperatif” dan tidak dapat disimpangi, tenggat waktu pembentukan organisasi advokat dimaksud tidak tercapai oleh karenanya secara mutatis mutandis sebagai wadah organisasi advokat adalah Persatuan advokat Indonesia (PERADIN) dan exsisting melebarkan sayapnya sampai saat ini telah terbentuk 22 Kordinator Wilayah (tingkat Propinsi) dan 23 DPC dari Tingkat Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan jumlah Anggota 10.000 (Sepuluh Ribu) lebih Advokat serta terdaftar pada Badan Kesatuan Bangsa DEPDAGRI Pusat, Propinsi

dan Kabupaten/Kota se-Indonesia; 5. Implementasi Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 dan untuk menindak lanjuti hasil Kongres-VII PERADIN dan Kongres Luar Biasa Peradin tgl.22 April 2010 di Jakarta maka PERADIN membangun Advokat Indonesia Profesional yang Officium Nobile dengan dan telah membentuk/ mendirikan : a. Lembaga Pendidikan Advokat Indonesia (LPAI): Dasar pendiriannya Undangundang Advokat Nomor 18 tahun 2003 Pasal-2 ayat(1), sudah memeliki Izin Penyelenggaraan Pendidikan sesuai Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. Dengan sistim penyelenggaraan “Garis Besar Pokok Program Pendidikan Advokat”. Telah melaksanakan Pendidikan Profesi Advokat (DIKPA), menghasilkan Advokat Muda 5.000 (lima ribu) lebih alumni di seluruh Indonesia; b. Lembaga Informasi: Untuk menjalin informasi timbalbalik antar sesama Advokat sebagai sarana komunikasi antara dari sesama Advokat Indonesia khususnya PERADIN serta sebagai pencerahan dan merupakan tuntutan profesi Majalah bulanan “Varia Advokat” telah terbit tiga puluh edisi dengan oplah 3 (tiga ribu) eksemplar dan pelanggan seluruh advokat Se-Indonesia; c. Lembaga Komisi Pengawas Advokat Indonesia (KOMPADIN): Dasar pembentukannya UndangUndang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 Pasal-13 untuk menerima pengaduan/laporan semua lapisan masyarakat untuk mengaktualisasikan Kode Etik Advokat, dan telah menerima dan menindak-lanjuti pengaduan/ laporan masyarakat mengenai perilaku advokat sebanyak 1.000 (seribu) lebih kasus disampaikan kepada Dewan Kohormatan masingmasing Organisasi Advokat yang ada (PERADI dan KAI serta PERADIN); d. Lembaga Sertifikasi Profesi Advokat Indonesia (LESPADIN): Dasar pendiriannya UndangUndang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Guna untuk membangun Advokat Indonesia setara dengan Advokat Internasional perlu dilakukan Sertifikasi Profesi Advokat sesuai Standard Kompe tensi Profesi Advokat International Bar Association (IBA) telah melakukan kordinasi/komunikasi dengan Badan Sertifikasi Profesi Advokat Indonesia (BNSP) untuk pemberian Lisensi mengenai Standar Kompetensi Profesi Advokat kepada PERADIN.7. Membaca dan menelaah Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor: 052/ KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009, Perihal: Sikap Mahkamah Agung terhadap Organisasi Advokat. Isi surat a-quo; pada halaman-1, Alinea pertama....Begitu pula Mahkamah Agung Republik Indonesia banyak menerima Surat dari Organisasi Advokat, baik dari PERADI, KAI maupun dari PERADIN, yang kesemuanya menyatakan diri sebagai organisasi Advokat yang sah...; dan pada halaman-2, Alinea kedua, Butir kedua ...di dalam kenyataannya sekarang ini ada tiga organisasi yang menyatakan diri sebagai satu-satunya organisasi advokat yang sah...; 8. Mencermati dan mengamati Surat Mahkamah Agung R. I. Nomor: 089/KMA/VI /2010 tertanggal 25 Juni 2010, Perihal: Penyumpahan Advokat -a quo-; pada Alinea pertama ....yang pada intinya organisasi advokat yang disepakati dan merupakan satusatunya wadah profesi advokat adalah Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)............; 9. Ketua Mahkamah Agung R.I. mengeluarkan surat Nomor: 089/ KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 -a quo- dengan jelas telah

melanggar tugas dan kewajibannya sebagai Poros Senteral Badan Peradilan dan Lembaga Tinggi Negara, karena dengan adanya Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 tidak ada lagi kewenangan Ketua Mahkamah Agung mencampuri urusan permasalahan tentang Organisasi Advokat termasuk pengambilan Sumpah Advokat sebagai atributiv profesi.10. Ketua Mahkamah Agung R.I telah mengeluarkan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/ KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dan Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009, terdapat ketidakselarasan sehingga menimbulkan adanya ketidakpastian hukum dan ketidak-adilan.in casu- kesepakatan antara Pengurus Pusat PERADI dengan Pengurus Pusat KAI pada tanggal 24 Juni 2010 “tidak ikut serta” Pengurus Pusat Peradin adalah cacat hukum dan bertentangan dengan Sikap Mahkamah Agung R.I yang mengakui ada 3 (tiga) Organisasi Advokat (PERADI, KAI, PERADIN) sesuai suratnya Nomor 052/ KMA/ V/2009 a quo; Pengurus DPP Peradin memohon untuk Audiensi pada Ketua Komisi III DPR R.I. dan memohon pula berkenan memfasilitasi dengar pendapat dengan mengundang Ketua Mahkamah Agung R.I sehubungan dengan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/ KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 (terlampir) dengan Nomor 052/ KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009 untuk mengklarifikasinya.Pengurus DPP PERADIN telah mengirim surat tertanggal Jakarta, 23 Juli 2010 No.17/DPP.PERADIN/ V/2010 Perihal Untuk Keadilan, agar ditinjau ulang Surat Mahkamah Agung No.089 /KMA/VI/2010 yang ditujukan Kepada yth. Ketua Mahkamah Agung R.I. dan Para Wakil Ketua Mahkamah Agung R.I. serta Para Ketua Muda Mahkamah Agung R.I. yang pada pokoknya bahwa Pengurus DPP Peradin meminta kepada Ketua Mahkamah Agung R.I untuk keadilan agar meninjau ulang Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dengan Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009, terdapat ketidakselarasan sehingga menimbulkan adanya ketidakpastian hukum dan ketidak-adilan.in casu- kesepakatan antara Pengurus Pusat PERADI dengan Pengurus Pusat KAI pada tanggal 24 Juni 2010 “tidak ikut serta” Pengurus Pusat Peradin adalah cacat hukum dan bertentangan dengan Sikap Mahkamah Agung R.I yang mengakui ada 3 (tiga) Organisasi Advokat (PERADI, KAI, PERADIN) sesuai suratnya Nomor 052/ KMA/ V/2009 a quo; DPP PERADIN telah mengirim surat tertanggal Jakarta, 23 Juli 2010 No. 18/DPP.PERADIN/V/2010 Perihal Mohon Audiensi dan Dengar Pendapat ditujukan Kepada yth.Menteri Hukum & HAM R.I. pada pokoknya bahwa Ketua Mahkamah Agung R.I. mengeluarkan surat Nomor: 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 -a quodengan jelas telah melanggar tugas dan kewajibannya sebagai Poros Sentral Badan Peradilan dan Lembaga Tinggi Negara, karena dengan adanya Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 tidak ada lagi kewenangan Ketua Mahkamah Agung mencampuri urusan permasalahan tentang Organisasi Advokat termasuk pengambilan Sumpah Advokat sebagai atributiv profesi.Ketua Mahkamah Agung R.I telah mengeluarkan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dan Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009, terdapat ketidakselarasan sehingga menimbulkan adanya ketidak-pastian hukum dan ketidakadilan.-in casu- kesepakatan antara Pengurus Pusat PERADI dengan Pengurus Pusat KAI pada tanggal 24 Juni 2010 “tidak ikut serta” Pengurus

Pusat Peradin adalah cacat hukum dan bertentangan dengan Sikap Mahkamah Agung R.I yang mengakui ada 3 (tiga) Organisasi Advokat (PERADI, KAI, PERADIN) sesuai suratnya Nomor 052/ KMA/ V/2009 a quo; Pengurus DPP Peradin memohon audiensi dengan Menteri Hukum & HAM R.I. dan berkenan memfasilitasi untuk konsultasi dengan mengundang Ketua Mahkamah Agung R.I sehubungan dengan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dengan Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009 untuk mengklarifikasinya.DPP PERADIN telah mengirim surat tertanggal Jakarta, 23 Juli 2010 No. 19/DPP. PERADIN/V/2010 Perihal Mohon Audiensi yang ditujukan Kepada yth. Ketua Mahkamah Konstitusi R.I. yang pada pokoknya bahwa Mengenai Surat Mahkamah Agung R. I. Nomor: 052/ KMA/V/2009 a quo sejalan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No.101/PUU-VII/2009 dan sudah tepat dan benar sebagai putusan hukum yang harus dihormati semua pihak termasuk Mahkamah Agung R.I. dan Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) sangat meng hormati dan menjadikan pedoman/ pegangan untuk membangun Advokat Indonesia yang Profesional dan Officium Nobile. Mempelajari secara seksama Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/ KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dan Nomor 052/KMA/V/2009 tertanggal 01 Mei 2009 serta Putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No.101/ PUU-VII/2009, terdapat ketidakselarasan sehingga menimbulkan adanya ketidakpastian hukum dan ketidak-adilan.in casu- kesepakatan antara Pengurus Pusat PERADI dengan Pengurus Pusat KAI pada tanggal 24 Juni 2010 “tidak ikut serta” Pengurus Pusat Peradin adalah cacat hukum dan bertentangan dengan Sikap Mahkamah Agung R.I yang mengakui ada 3 (tiga) Organisasi Advokat (PERADI, KAI, PERADIN) sesuai suratnya Nomor 052/ KMA/ V/2009 a quo; Pengurus DPP Peradin memohon untuk audiensi dengan Ketua Mahkamah Konstitusi R.I. sehubungan dengan Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/ KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 dengan Putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No.101/PUU-VII/2009 aquo.DPP PERADIN telah mengirim surat tertanggal Jakarta, 23 Juli 2010 No. 020/DPP.PERADIN/V/ 2010 Perihal Laporan tindakan/ perbuatan Ketua Mahkamah Agung R.I. yang ditujukan Kepada yth. Ketua Komisi Yudisial R.I. yang pada pokoknya bahwa Akibat dari diterbitkannya Surat Mahkamah Agung R.I. Nomor 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 telah terjadi keresahan Komunitas Advokat Indonesia pada umumnya dan khusus terhadap 10.000 lebih Advokat serta 5.000 lebih Advokat Muda yang bergabung pada Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN).Pengurus DPP Peradin meminta kehadapan Yth. Ketua Komisi Yudisial R.I. untuk menindak DR Harifin A.Tumpa,SH.MH selaku Ketua Mahkamah Agung R.I. demi kehormatan Institusi Mahkamah Agung R.I. sebagai Poros Sentral Peradilan di Negara R.I. yang tercinta ini.SALAM PERADIN “Fiat Justitia Ruat Coelum”

PPK Proyek BBWS Terkesan Menutupi,

Pekerjaan Diduga Bermasalah
CIAMIS, Medikom-Atas munculnya pemberitaan proyek irigasi yang dibangun terkesan asal-asalan serta sarat masalah (Medikom edisi sebelumnya), Tarsuci selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi terkesan menutup mata. Juga seperti dianggap angin lalu adanya kontrol sosial dari masyarakat yang mengkritisi terkait pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Balai Besar Wilayah Sugai Citanduy (BBWS). Padahal, menurut masyarakat di sana, pekerjaan yang dilakukan oleh CV Perdana Bhakti senilai kontrak Rp687 juta, diduga ada kejanggalan. “Tidak menggunakan mesin molen, dan terlihat secara kasat mata pengerjaan pasangan tipis. Dengan hal itu timbul yang namanya mengurangi pekerjaan proyek, tidak sesuai bestek, pada saluran yang terletak di Desa Bangun Harja Kecamatan Cisaga. Kemungkinan akan merugikan keuangan negara,” terang Aef, salah satu aktivis asal kota Ciamis. Seraya dikatakan seharusnya pihak PPK menanggapi serius munculnya hal tersebut, agar tidak ada yang ditutup-tutupi terkait pelaksanaan pekerjaan itu. “Dan apabila akan dilakukan pembongkaran, proyek tersebut tidak ada salahnya, pihak media massa yang terkait bisa dihadirkan supaya akan lebih jelas akar permasalahannya. Sehingga dengan hal itu tidak ada tudingan miring terhadap pihak pejabat yang terkait, maka dari itu tidak ada kesan ditutup-tutupi,” tambah Aef Saefudin, warga masyarakat. Saat dikonfimasi mengenai hal tersebut, Tarsuci, selaku PPK Irigasi, Jumat (30/7), di ruang kerjanya, mengatakan, akan memangil dulu pihak pemborong yang mengerjakannya. “Apabila harus dibongkar harus dikoordinasikan dulu mengenai pembongkarannya. Dalam hal pembongkaran proyek, tidak harus disaksikan oleh pihak media massa, karena hal ini intern kami saja. Akan tetapi, apabila temuan tersebut tidak benar, saya akan komplain terhadap wartawan,” tegas Tarsuci. (Herz)

GOW Gelar Senam Sehat Peduli Osteoporosis
TASIKMALAYA, Medikom– Bertempat di Alun-alun Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tasikmalaya, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya dan PT Askses mengadakan Senam Sehat Peduli Osteoporosis dalam rangka memperingati HUT ke-42 PT Askes dan HUT Perwosi Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (24/7). Kegiatan tersebut, dimeriahkan pula dengan gerak jalan santai dan Festival Kaulinan Urang Lembur “Alim Dipaido” dari Teater Polos. Hadir saat itu, Bupati Tasikmalaya Drs H T Farhanul Hakim MPd, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya beserta anggota, unsur muspida, Wakil Bupati Tasikmalaya H E Hidayat SH MH, para kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, para camat dan kepala desa, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PT Askes, alim ulama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. Bupati Tasikmalaya Drs H T Farhanul Hakim MPd mengatakan, senam merupakan salah satu cara untuk membangun jasmani menjadi sehat. Kalau jasmaninya sehat, insyaalloh rohaninya pun akan sehat. Seiring dengan bangunan dua sisi dari proses pembangunan manusia seutuhnya itu, tentu ini merupakan salah satu kewajiban baik secara individu maupun kelompok. “Secara khusus saya juga menyampaikan terimakasih kepada pimpinan dan segenap keluarga besar Teater Polos yang mengolah penggalian seni dan budaya Sunda, minimalnya bisa mempertahankan kesenian tradisional yang ada dan maksimalnya bisa mengkolaborasikan atau memadukan antara seni-seni tradisional dengan seni yang agak modern. Paling tidak diorientasikan pada penggalian potensi seni yang didasarkan pada perkembangan nilai-nilai budaya bangsa,” ungkap Bupati. Pada kesempatan yang sama Ketua Penyelenggara Senam Sehat Peduli Osteoporosis E Maemunah Abdul Kodir mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk memasyarakatkan olahraga sebagai salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat menuju terwujudnya masyarakat yang sehat, maju, dan mandiri serta melestarikan kebudayaan Sunda, yaitu audisi festival “Alim Dipaido” kaulinan urang lembur pimpinan Kang Cupit dari Sanggar Seni Sunda Teater Polos. (A Cucu)

Garut Kini Memiliki Robot Tenis Meja
GARUT, Medikom- Kabupaten Garut memiliki potensi yang sangat besar dalam dunia olah raga tenis meja. Hal ini dibuktikan dengan cukup banyaknya atlet tenis meja dari Garut yang berhasil meraih prestasi membanggakan baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Padahal selama ini, sarana dan prasarana pendukung olahraga tenis meja di Kabupaten Garut masih sangat minim. Dengan alasan itulah, seorang yang mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap perkembangan dunia olah raga tenis meja di Garut, AA Hardaya secara swadaya membeli sebuah robot untuk pendukung sarana latihan tenis meja di Garut. Peralatan yang masih tergolong mewah ini, merupakan peralatan pertama dan satu-satunya yang ada di Garut saat ini. “Saya memang bukan pengurus PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia-Red) di Garut ini. Namun saya mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap perkembangan olah raga yang mempunyai potensi sangat besar ini. Itulah alasan kenapa saya rela menyisihkan harta demi membeli peralatan ini,” ujar AA Hardaya yang ditemui di GOR Al Umari di Kampung Sukaregang, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan. Garut Kota saat launching penggunaan robot tenis meja tersebut, Minggu (25/7). Dikatakan, pengadaan alat robot ini diharapkan bisa semakin memajukan perkembangan olahraga tenis meja di Kabupaten Garut yang potensinya luar biasa. Namun di sisi lain, pembinaan serta penyediaan sarana dan prasarana untuk olahraga yang satu ini, saat ini dirasanya masih sangat kurang. “Saya membeli alat ini untuk sepenuhnya digunakan bagi kemajuan olah raga tenis meja di Garut. Tak ada sedikit pun niatan saya untuk mengkomersilkan alat ini. Siapa yang mau berlatih dan menggunakan alat ini, silakan saja,” ujar AA Hardaya yang juga Camat Banyuresmi ini. Disebutkan, dengan pembinaan serta keberadaan sarana/prasarana yang kurang saja, Garut mampu menghasilkan atlet tenis meja yang membanggakan. Salah satu contohnya adalah masuknya Adang, warga Limbangan Garut di deretan petenis junior nasional saat ini. Di tempat yang sama, Sekda Garut yang juga bapak angkat dari Cabor Tenis Meja Garut, Hilman Faridz SE MSi mengaku sangat apresiatif dengan partisipasi yang ditunjukkan AA Hardaya terhadap perkembangan olahraga tenis meja. Hilman mengakui jika selama ini sarana dan prasarana yang ada untuk cabang olah raga tenis meja masih sangat minim. “Alhamdulillah, meski bukan merupakan pengusurus PTMSI, AA Hardaya ini ternyata mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan olahraga tenis meja di Garut. Saya sangat kagum dan apresiatif terhadap kepedulian dan pengorbanannya ini,” ujar Hilman yang juga sempat mencoba alat tersebut. Setelah adanya alat tersebut,

...pengadaan alat robot ini diharapkan bisa semakin memajukan perkembangan olahraga tenis meja di Kabupaten Garut yang potensinya luar biasa. Namun di sisi lain, pembinaan serta penyediaan sarana dan prasarana untuk olahraga yang satu ini, saat ini dirasanya masih sangat kurang.
Hilman berharap perkembangan olahraga tenis meja di Garut bisa semakin maju. Diungkapkannya, selaku bapak angkat cabor tenis meja, dirinya sangat bangga manakala kontingen tenis meja dari Garut berhasil meraih gelar juara umum pada ajang Porda XI beberapa waktu lalu di Bandung. “Terus terang saat pertama kali mendapat kabar dari Kabag Informatika bahwa di GOR yang juga lingkungan pesantren milik keluarga besar AA Hardaya ini ada alat canggih seperti ini, saya sangat kaget. Makanya begitu mendengar hal itu, saya langsung datang ke sini untuk melihatnya secara langsung,” tutur Hilman. Diungkapkan Hilman, dirinya juga akan mengajak Ketua KONI serta jajaran pengurus lainnya dan juga para pengurus PTMSI untuk datang ke tempat ini. Dan jika nanti pihak KONI menginginkan untuk penyediaan alat seperti ini, maka dirinya akan berupaya maksimal untuk menambah anggaran KONI. (Nik)

Jakarta, 29 Juli 2010 DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN, ADVOKAT ROPAUN RAMBE Ketua Umum ADVOKAT SAMUEL KIKILAITETY Sekretaris Jenderal

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

7

Sudut
SMPN 8 Cirebon Unggul Berbudaya Lingkungan
CIREBON, Medikom-Kebahagiaan yang dirasakan Wali Kota Cirebon Subardi semakin sempurna ketika mengetahui jika peraih penghargaan dalam kebersihan lingkungan bukan saja Kota Cirebon yang meraih Adipura tahun 2010, untuk kategori Kota Sedang namun SMPN 8 Kota Cirebon juga meraih hal sama. Sekolah berbasis lingkungan hidup itu meraih Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kepala SMPN 8 Kota Cierbon, Poniran SPd MPd mengungkapkan, sekolahnya selama ini telah berusaha unggul dalam berbudaya lingkungan, tapi baru tahun ini meraih juara I tingkat nasional. Ini terbukti dengan diraihnya penghargaan piala Adiwiyata tingkat Nasional belum lama ini. Poniran juga menambahkan, siswa didiknya banyak yang telah meraih prestasi baik di tingkat kota maupun di tingkat provinsi. Belum lama ini siswa didiknya juga mengikuti lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Cirebon dan turut andil dalam POPDA (Pekan Olah Raga Pelajar Daerah). Menurutnya apa yang telah diraih selama ini berkat adanya kerja sama semua pihak, baik guru, siswa maupun peran orang tua siswa. (Rudi)

BMPS, Guru dan Ribuan Siwa Tuntut Keadilan
PPDB Curang, Rugikan Sekolah Swasta
CIREBON, Medikom-Kekecewaan pengelola pendidikan swasta di Kota Cirebon rupanya sudak tidak bisa dibendung lagi. Ribuan massa yang berasal dari sejumlah komponen pendidikan swasta memadati ruas Jalan Siliwangi, persis di depan Balaikota Cirebon dan Kantor DPRD Kota Cirebon, Senin pagi (26/7). Mereka menggelar unjuk rasa dengan tajuk Silahturahmi Akbar dan BPMS Mengugat. Massa yang dimotori Badan Musyawarah Pendidikan Swasta (BPMS) Kota Cirebon itu melibatkan sekolah dari tingkat TK sampai SMA/ madrasah aliyah dan guru-guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Independen Indonesia. Aksi tersebut juga dihadiri para siswa dengan membawa atribut yang menggambarkan luapan kekecewaan. Mereka menuntut beberapa hal, di antaranya hapuskan politisi pendidikan, batasi kuota dan rombongan belajar (rombel) pada sekolah negeri, lakukan sistem on line pada pelaksanaan PPDB tahun berikutnya, masukkan sekolah swasta dalam Bantuan Operasional Siswa (BOS) Kota, dan batasi pendirian PAUD dengan memperhatikan jumlah TK yang ada. Selain itu mereka juga mendesak DPRD Kota Cirebon untuk membentuk tim investigasi dan langsung turun ke sekolah-sekolah negeri untuk memantau pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2010/2011, hapuskan pembatasan 10 persen untuk pendaftar luar kota dan 90 persen untuk dalam kota pada Perwali PPDB, dan yang paling utama libatkan sekolah swasta dalam visi Perwali PPDB. Dengan segala fakta dan data yang dimiliki, mereka menilai pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2010/2011 telah terjadi pelanggaran hingga mengakibatkan sekolah swasta perlahan-lahan dibinasakan. Ditambah lagi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota dewan yang ikut menitipkan calon siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2010, sehingga menambah jumlah rombongan belajar (rombel) yang sudah ditetapkan dalam Peraaturan Walikota (Perwali) Dalam orasinya, Wakil Ketua BMPS yang juga Kepala SMA Islam Al-Azhar, H Abu Malik menduga ada sekitar 10 jenis pelanggaran dalam Perwali selama PPDB berlangsung. “Apa yang diatur dalam Perwali, salah satunya asas PPDB harus transparan ternyata bohong belaka, dari mulai perencanaan sampai pelaksanaan. Terbukti, setelah waktu penutupan, justru sekolah negeri masih menerima,” kata Abu. Tidak heran jika beberapa sekolah kelebihan siswa. Di antaranya SMAN 3 yang kelebihan tiga rombongan belajar. Dari enam rombongan belajar yang ditetapkan, akhirnya harus menerima sembilan rombongan belajar karena banyak siswa titipan. Akibatnya, sekolah swasta kehilangan siswa. Bahkan tidak sedikit SMP dan SMA swasta yang jumlah siswa barunya turun hingga 10-50 persen. “Yang terjadi saat ini di Kota Cirebon, swasta kekurangan siwa karena dizalimi oknum legislatif dan eksekutif. Karena itu, oknum anggota legislatif dari komisi C yang terlibat titip menitip harus ditindak,” tegas Abu Malik. Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah agar segera membentuk tim investigasi terkait dengan pelanggaran-pelanggaran PPDB, untuk mencari kebenaran mengenai kondisi PPDB tahun 2010 ini. Menurut Abu Malik, investigasi tersebut perlu dilakukan agar kelihatan siapa sebernarnya yang salah. Pengunjuk rasa mengancam bakal menggugat secara hukum dewan dan wali kota, kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Kami sudah mendapat back up dari tim pengacara dari Bandung. Bahkan, alumni-alumni sekolah swasta yang kini sukses menjadi politisi dan jaksa siap membantu,” katanya. Sementara itu, Ketua BMPS Kota Cirebon, H Halim Faletehan dalam orasinya juga mengecam pelanggaran serupa sebab setiap tahun terjadi, tapi tidak terselesaikan. Apabila alasan surat sakti (memo) atau gratifikasi, maka penegak hukum harus bangkit. “Kalau tidak juga, maka yang bertanggung jawab adalah pejabat tinggi di Kota Cirebon untuk mempertanggungjawabkannya,” katanya. Puas berorasi, ribuan pendemo kemudian menggelar doa bersama. Pengunjuk rasa pun menolak dengan tegas, upaya anggota dewan yang hendak memberikan penjelasan. Padahal Ketua DPRD H Nasrudin Azis, Wakil Ketua DPRD Edi Suripto dan Ketua Komisi C, DJoko Poerwanto bersedia menerima para pengunjuk rasa. Menurut Abu Malik, forum tersebut bukan forum klarifikasi, apalagi negosiasi. “Forum ini adalah penyampaian aspirasi kami, karena kami juga punya cara sendiri untuk mencari solusi. Terus terang kami sudah lelah dan tidak percaya lagi dengan janji-janji anggota dewan,” katanya. Sementara itu Ketua DPRD H Nasrudin Azis, ketika dimintai keterangan mengenai banyak anggota DPRD Kota Cirebon yang menitipkan siswa-siswa ke sekolahsekolah negeri, secara tidak langsung ia mengakuinya. “Kami memang menitipkan seluruh warga Kota Cirebon agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya. (Rudi/Yuyun)

15 Perwira Siswa Mancanegara Datangi Garut

Calon Kepala SD Dibekali Ilmu Pengetahuan dan Pemahaman
LUBUK PAKAM, Medikom-Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PNS guru tentang kedudukan, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Pemerintah Kabupaten Deliserdang menyelenggarakan Diklat Calon Kepala Sekolah Dasar (SD) Tahun 2010, yang dibuka Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan yang diwakili Asisten III Administrasi Umum H Irham Dinni SSos, Kamis (29/7) di Aula Cendana Kantor Bupati. Acara pembukaan dihadiri wakil dari Badan Diklat Provinsi, LPMP Sumut, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga, para Widyaswara, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Deli Serdang, yang diawali dengan penyematan secara simbolis badge tanda peserta oleh Asisten III Administrasi Umum H Irham Dinni SSos. Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten III Administrasi Umum, H Irham Dinni SSos mengatakan, kebijakan strategis pendidikan harus dilakukan melalui manajemen sekolah yang baik dan terarah serta terukur oleh para kepala sekolah untuk menghasilkan pendidikan yang berdaya guna dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan untuk menetapkan program di bidang pendidikan di sekolah masing-masing. Program pendidikan harus diarahkan bagi perwujudan sistem dan iklim pendidikan yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, dan bertanggung jawab diiringi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin tinggi. Kita mengetahui bahwa dalam pelaksanaan otonomi daerah, kebijakan pendidikan yang selama ini sentralistik telah berubah menjadi desentralistik. Itu berarti, keputusan yang bersifat autokratik menjadi demokratik. Manajemen yang selama ini berbasis pusat menjadi menajemen berbasis daerah. Bupati berharap agar melakukan yang terbaik untuk bangsa ini, dengan meningkatkan fungsi dan peran sebagai kepala sekolah, karena seluruh kebijakan yang ditetapkan di setiap sekolah tidak akan berjalan efektif, jika tidak memenej seluruh kegiatan sekolah dengan baik. Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah Deli Serdang, Sahnan SH dalam laporannya mengatakan peserta yang mengikuti Diklat ini sebanyak 40 orang PNS Guru yang telah memenuhi persyaratan menjadi kepala sekolah. Diklat yang dilaksanakan selama 6 hari atau 50 jam pelajaran, menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). (R David Sagala)

GARUT, Medikom-Bertempat di Aula Lapangan Golf Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu Wakil Bupati Garut Dicky Chandra menerima kunjungan para siswa perwira mancanegara Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI. Perwakilan siswa perwira dari mancanegara yang hadir pada acara tersebut sebanyak 15 orang yang berasal dari beberapa negara, di antaranya Papua New Gunea, Mali Afrika Selatan, Malaysia, Philipina, Cina, Pakistan, Australia, Singapura, Brunei, Timor Leste, Jerman, Korea, India, Tahailand dan USA. Koordinator Kegiatan Pertukaran Perwira Siswa Mancanegara, H Deden Ruclia menyatakan kegiatan ini merupakan suatu studi tentang pengkajian budaya. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan para perwira siswa mancanegara tentang potensi dan budaya yang ada di Kabupaten Garut. Melalui cara seperti ini, lanjutnya diharapkan beberapa potensi unggulan yang ada di Kabupaten Garut dapat terinformasikan dan menyebar ke berbagai negara. Sedangkan Wakil Bupati Garut Diky Chandra, menyampaikan rasa bangganya karena Kabupaten Garut dikunjungi para perwira siswa Sesko TNI ini. Dalam kesempatan tersebut, Dicky tak henti-hentinya mempromosikan beberapa potensi wisata yang ada di Kabupaten Garut mulai dari wisata air panas di Cipanas Tarogong, kawah Gunung Papandayan, Candi Cangkuang, Situ Bagendit dan pantai Santolo yang terbentang luas di daerah selatan Kabupaten Garut. “Tak kalah menariknya dengan tempat wisata unggulan lainnya yang ada, kami juga mempunyai Taman Satwa Cikembulan yang berada di Kecamatan Kadungora. Taman wisata ini mempuyai kekhasan dan keunikan beragam binatang mulai dari harimau sampai burung garuda,” ujar Dicky. Dicky juga menjelaskan, di Garut terdapat beberapa khas kuliner, di antaranya unggulan makannan seperti dodol garut dan penyamakan kulit di Sukaregang. Hadir dalam acara tersebut Dandim 0611 Garut yang baru dua hari dilantik, Letkol ARM Edi Yusnandar, Sekda Kabupaten Garut H Hilman Faridz SE MSi, serta Kabag Informatika Setda Garut, Drs Dik Dik Hendrajaya MSi. (ag)

Orang Tua Siswa Keluhkan Adanya Pungutan di SMPN 3 GARUT
GARUT, Medikom–Sudah menjadi rahasia umum, sejak diberlakukannya program pemerintah terkait Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 Tahun yang didukung dengan adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di level pendidikan dasar, pemerintah berupaya agar siswa usia pendidikan dasar (SD dan SMP) dapat bersekolah tanpa dibebani lagi dengan berbagai pungutan. Namun apa yang terjadi? Ternyata masih banyak sekolah yang tetap nekat melakukan pungutan kepada siswanya dengan berbagai dalih. Terkait dengan adanya pungutan liar di sekolah, salah seorang wali murid atau orang tua siswa yang kebetulan anaknya bersekolah di SMPN 3 Garut, mengeluhkan adanya pungutan yang mengharuskan siswanya mebayar uang sebesar Rp130.000 sebelum ijazahnya diambil. “Ya, saya tidak bisa mengambil ijazah anak saya, padahal dalam kesepakatan rapat dengan orang tua siswa sebelumnya, pihak sekolah berjanji tidak akan memungut biaya untuk orang tua siswa yang tidak mampu seperti saya, tapi sekarang kenyataannya mereka tetap meminta. Karena tidak ada uang, akhirnya ijazah anak saya pun terpaksa ditahan dulu oleh pihak sekolah,” demikian diungkapkan salah seorang orang tua siswa yang berpesan identitasnya tidak dipublikasikan di media. Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala SMPN 3 Garut Drs H Achmada kebetulan sedang tidak ada di tempat, namun ketika itu wakaseknya Drs Aceng Muslim sempat menyampaikan pernyataan, dan pihaknya membantah adanya kabar tersebut. Menurutnya memang ada pungutan uang kepada siswa, namun uang tersebut diperuntukan bagi biaya perpisahaan dan jam tambahan atau les. Jumlahnya pun tidak sebesar yang dikeluhkan oleh orang tua siswa tadi dan pungutan tersebut sebelumnya telah disepakati sama-sama dengan orang tua siswa ataupun wali murid dan itu pun sifatnya tidak mengikat. “Ah, itu tidak benar jika ada informai ijazah harus ditebus, barangkali siswanya tidak menjelaskan kepada orang tuanya dengan rinci, makanya terjadi salah pengertian. Dan sekarang pun ijazah telah diambil oleh masing masing orangtua siswa,” tandasnya. Setelah sebuah media harian lokal memberitakan terkait adanya kasus bahwa di SMPN 3 Garut ijazah harus ditebus, sepertinya cerita pungutan ini telah usai, namun ketika Medikom mengkonfirmasi orang tua siswa yang sempat menyatakan bahwa ijazah anaknya ditahan gara-gara tidak mampu mebayar uang yang telah ditentukan, ternyata masih juga dimintai uang, namun kali ini lebih lunak katanya, pihak sekolah tetap meminta namun seridonya. “Iya, saya kira setelah diberitakan di koran mah tidak akan ada lagi permintaan uang, alias gratis, eh nyatanya masih tatap saja, ya daripada anak saya ga dapat ijazah, dan akhirnya saya mengalah, dan memberikan uang sebesar Rp30.000, walau sebenarnya saya masih keberatan, karena bagi saya uang segitu sangatlah berarti,” katanya memelas. (Kus)

Akibat Kurang Kelas Siswa Terpaksa Belajar di Masjid
MAJALENGKA, Medikom-Satu kelas siswa Madrasah Aliyah Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di masjid sehubungan tidak ada ruang belajar yang bisa menampung seluruh siswa. Hal itu akibat membludaknya siswa baru yang mendaftar di sekolah tersebut. Menurut Kepala MA Cisambeng, Toto Winata, siswa yang belajar di masjid tersebut adalah kelas sebelas sehubungan ruang kelas yang tersedia di sekolah tersebut hanya ada enam, sementara jumlah siswa saat ini mencapai tujuh kelas. Sehingga satu kelas di antaranya terpaksa belajar di masjid yang letaknya masih berada di sekitar sekolah. Untuk kelas sepuluh tahun ini menerima jumlah kelas mencapai tiga kelas , kelas XI sebanyak dua kelas serta kelas XII sebanyak tiga kelas. Jumlah siswa untuk kelas X rata-rata sebanyak tiga puluh dua orang demikian juga dengan kelas XI. Sedangkan untuk kelas XII ada beberapa yang tidak mencapai tiga puluh dua orang. “Tahun ini pendaftar siswa baru sangat membludak, kita tidak bisa menolak pendaftar karena orang tua mereka menghendaki sekolah di sini, alasannya dengan sekolah di MA siswa juga bisa belajar dan tinggal di pesantren,” ungkap Toto seraya menyebutkan para siswa yang sekolah di MA Cisambeng tersebut hampir kebanyakan berasal dari luar Kecamatan Palasah bahkan dari luar kabupaten seperti Indramayu, Subang, Cirebon, dan Sumedang. Disampaikan Toto, tahun sebelumnya juga pernah terjadi siswa belajar di masjid, namun ketika itu tidak berlangsung lama karena akhirnya, ruang kantor guru yang dipindah ke masjid sehingga murid bisa belajar dengan nyaman. Serta beberapa bulan berikutnya sekolah bisa membangun kelas baru. “Sebetulnya kalau anggarannya tersedia kita bisa membangun ruang kelas baru karena lahan masih sangat luas, masih ada sekitar lima ribu meter lebih. Namun anggarannya untuk membangun belum ada sehingga sementara ini terpaksa belajar di masjid,” kata Toto. Kelas jauh Sementara itu di beberapa sekolah kejuruan di Majalengka saat ini banyak yang membuka kelas jauh atau filial, dengan menggunakan ruang kelas milik sekolah lain sehingga kegiatan belajar mengajar dilakukan pada sore hari. Persoalannya menurut beberapa warga, dengan dibukanya kelas jauh fasilitas belajar para siswa SMK akan sangat tidak memadai, sedangkan siswa SMK membutuhkan fasilitas praktik dan labolatoroum lainnya. Sementara di kelas jauh tidak ada fasilitas praktik seperti halnya untuk jurusan komputer tidak tersedia komputer, demikian juga dengan jurusan mesin dan jurusan-jurusan lainnya. “Satu sisi dengan dibuka kelas jauh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pendidikan dengan mudah dan murah, namun di sisi lain fasilitas belajar sangat tidak memenuhi standar sehingga lulusannya khawatir tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Padahal dengan sekolah di SMK diharapkan bisa lebih kreatif dan lulusannya bisa diterima di pasar kerja karena mereka harusnya lebih siap pakai,” ungkap Hendi salah seorang warga. (Jur)

Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Sekolah Memungut DSP Direstui Komisi D? Menghadapi Perosalan Dilematis
CIBINONG, Medikom-Permasalahan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang banyak dikeluhkan orang tua murid masih hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, sekarang muncul lagi fenomena lainnya yakni sekolah diperbolehkan memungut Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), bahkan didukung penuh oleh wakil rakyat yang duduk di Komisi D DPRD Kabupaten Bogor. Banyak pihak menyayangkan terjadinya hal ini. Bagaimana tidak, Perbub No 32 Tahun 2010 yang bunyinya melarang dengan keras menerima siswa titipan, harus akuntabel dan transparan serta tidak diperbolehkan melakukan pungutan dana sumbangan, eh malah Komisi D DPRD Kabupaten Bogor mengizinkan sekolah-sekolah untuk melakukan pungutan sumbangan. Hal ini terungkap setelah Komisi D memanggil semua unsur kepala sekolah seKabupaten Bogor di ruang rapat paripurna, Kamis (29/7). Di hadapan wartawan Ketua Komisi D N Ety Sunarti SH menyampaikan, kami dari komisi yang membawahi pendidikan sengaja memanggil semua kepala sekolah dari tingkat SMP, SMA dan SMK, karena ingin tahu secara langsung alasan mereka melakukan pungutan DSP dari orang tua siswa. Menurutnya pungutan DSP yang sering dikeluhkan orang tua siswa, ke depannya harus diatur dalam sebuah peraturan daerah (Perda) supaya pungutan tersebut bisa dikontrol dan tidak dipukul rata, ya, tergantung orang tua siswa mampu atau tidaknya orang tua tersebut. “Ini telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 49, pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama pemerintah, guru dan masyarakat. Jadi menurut saya penarikan DSP sah-sah saja, asalkan tidak terlalu memberatkan orang tua siswa,” kata politisi Partai Demokrat ini. Tapi pertanyaannya apa bisa ini terlaksana dengan baik, bahwa pihak sekolah akan memungut DSP sesuai dengan kemampuan orang tua siswa dan bisa dikontrol oleh anggota dewan tersebut? Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Didi Kurnia SH MSi melalui humas Dinas Pendidikan Rony Kusmaya, menyambaut baik imbauan dari anggota dewan Komisi D untuk mengizinkan sekolah-sekolah untuk melakukan pungutan DSP yang diatur didalam Perda. Rony menambahkan juga pungutan tersebut tidak semertamerta semuanya disamaratakan, tergantung wilayahnya masingmasing. Contoh siswa yang sekolahnya di perkotaan tentu DSPnya beda dengan siswa yang sekolah di pedesaan, ini dilakukan supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat. Dulu kata Rony pungutan DSP melalui kesepakatan antara orang tua siswa dengan komite sekolah dan selalu menimbulkan pro kontra, nah sekarang pungutan DSP akan diatur dalam Perda. “Untuk itu pihak sekolah tidak lagi dituduh melakukan pungutan,” tandasnya. (Edison) BALEENDAH, Medikom– Kemandirian pendidikan di sekolah negeri memang harus bisa diwujudkan. Namun untuk menuju arah itu bukan persoalan yang mudah. Di antara kemandirian yang harus dimiliki sebuah sekolah, antara lain bagaimana caranya mandiri terhadap layanan masyarakat, bagaimana mengembangkan manajemen, serta bagaimana pula membangun profesionalisme guru. Demikian dikatakan Kepala SMKN 2 Baleendah Drs Carma Rahmat MPd saat berbincangbincang dengan Medikom belum lama ini. Untuk mewujudkan sekolah yang mandiri, ujarnya, diakui atau tidak, pendidikan kita dihadapkan pada berbagai kendala. Di antaranya kita dituntut harus menciptakan pendidikan yang berkualitas, namun berdimensi biaya. “Ini yang menjadi persoalan dilematis, jika tidak dibarengi dengan biaya. Apalagi hingga saat ini, untuk masalah pembiayaan pendidikan kita lebih banyak dibebankan kepada masyarakat,” ujarnya. Carma Rahmat menuturkan, siswa yang menjadi tanggung jawabnya di SMKN 2 Baleendah saat ini mencapai 1.106 orang dengan tenaga guru sebanyak 81 orang ditambah tenaga TU sebanyak 32 orang. Program keahlian yang menjadi adalan yakni tata boga, tata kecantikan, tata busana, kimia industri dan teknik komputer jaringan, ditambah dengan ekstrakurikuler seperti pramuka, mandiri. Masalahnya, paskibra, paduan suara, yang dimaksud dengan futsal, modeling dan kemandirian sekolah kegiatan lainnya. mampu meningkatkan SMK 2 Baleendah yang mutu pendidikan daberalamat di Jln lam kaitannya dengan Wiranatakusumah kurikulum, pengeBaleendah, Kecamatan lolaan keuangan, dan Baleendah Kabupaten pembenahan manaBandung ini telah berdiri jemen. “Jadi, kemansejak tahun 1961 yang dirian sekolah itu awalnya bernama SKKA, bukan berarti sekolah Drs Carma kemudian berganti nama harus mencari duit Rahmat MPd menjadi SMKK, SMTK, sendiri. Bukan, bukan dan selanjutnya menjadi itu,” papar Carma. SMKN 2 Baleendah. Semenjak dia menjabat sebagai Untuk menangani masalah kepala sekolah di SMKN 2 Baleendah, pembiayaan operasional sekolah, Carma yang 1 tahun lalu masih menurut Carma, sampai saat ini memimpin SMKN 1 Katapang ini peran masyarakat mencapai 90 menuturkan, dirinya telah berupaya persen dan bantuan dari pemerintah sekuat tenaga dan dibantu oleh hanya sekitar 10 persennya saja. seluruh staf dan unsur lainnya “Kita belum melihat ada peluang lain untuk meningkatkan mutu sebagai solusi yang tepat pembelajaran di SMKN 2 Baleendah. menggantikan peran masyarakat Hasilnya tidak sia-sia, lapangan agar tidak terbebani. Apalagi, upacara kini sudah tersedia, dan masyarakat sendiri saat ini sudah dalam waktu dekat akan segera negeri minded, cenderung tuntas pembangunan penambahan beranggapan kalau sekolah di negeri ruang kelas sebanyak 6 ruang, itu lebih murah,” ujar Carma. termasuk untuk kegiatan TKJ yang Menurutnya, nonsen bisa dibangun dengan dana sebesar menciptakan pendidikan yang Rp682 juta yang berasal dari berkualitas, tanpa didukung bantuan pemerintah dan peran serta finansial yang memadai. Terlebih, masyarakat. hingga saat ini bantuan dari “Untuk memajukan sekolah ini pemerintah untuk oprasional kami masih berharap adanya peran pendidikan, baru mencapai angka masyarakat melalui orang tua siswa,” 10 hingga 20 persennya saja. ujar Carma yang juga saat ini Ditambahkannya, adanya bantuan menjabat sebagai Ketua MKKS SMK oprasional dari pemerintah yang Kabupaten Bandung. Carma juga berjumlah 10 persen dan sisanya menambahkan, program pembamerupakan bantuan dari ngunan ke depan akan terus masyarakat, tidak ada kaitannya diupayakan sejalan dengan visi dan kalau sekolah dikatakan belum misi sekolah. (S Rohmani)

Cianjur Terbaik pada Penyelenggaraan UNPK Paket C
CIANJUR, Medikom–Menuntut ilmu tidak hanya melalui bangku sekolah formal saja, melalui sekolah non formal pun sama saja. Karena pelajaran yang diajarkan di sekolah formal sama dengan mata pelajaran yang ada di sekolah non formal. Sehingga ijazah yang didapat di sekolah non formal pun sama kedudukannya dengan sekolah formal, dikeluarkan oleh negara. Ijazah paket A, B dan C bisa digunakan sebagai persyaratan untuk melanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di sekolah formal dan bisa digunakan sebagai persyaratan melamar pekerjaan sebagaimana halnya ijazah yang didapat dari sekolah formal. Belum lama ini secara serempak di seluruh Indonesia telah dilakukan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C setara SMA tahap ke-1. Di Kabupaten Cianjur, UNPK Paket C yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur belum lama ini diikuti oleh sebanyak 648 peserta. Sekitar 76 persennya dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan ijazah Paket C setara SMA. Hal ini dikemukakan oleh Ori, salah seorang staf di bidang PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur saat berbincang-bincang dengan Medikom di salah satu ruang Dinas Pendidikan Cianjur, Rabu (28/7). Menurut Ori, tingginya tingkat kelulusan di Cianjur ini menempatkan Kabupaten Cianjur pada peringkat III terbaik se Provinsi Jawa Barat. Dia menambahkan, tingginya tingkat kelulusan tahun ini ada kenaikan sekitar 10 persen jika dibanding tahun lalu. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari keseriusan pihak dinas dan seluruh pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang ada di Kabupaten Cianjur dalam menangani penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan pembinaan terhadap warga belajar (WB). Ori mengaku bahwa pihak dinas terus melakukan koordinasi dengan seluruh penyelenggara PKBM yang ada di Kabupaten Cianjur agar memberikan yang terbaik kepada warga belajar. Hal ini terkait dengan peningkatan mutu sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur. “Kita mempunyai komitmen, akan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik terhadap warga belajar yang merupakan masyarakat Cianjur dan tidak terlayani oleh pendidikan formal,” ujar Ori. Ia berharap peningkatan jumlah kelulusan pada UNPK Paket C ini dapat lebih tinggi lagi persentasenya di tahun depan. Sehingga Penyelenggaraan UNPK Paket C di Kabupaten Cianjur menjadi yang terbaik di tingkat Jawa Barat. Lebih lanjut Ori mengatakan, bagi para peserta UNPK Paket C yang tidak lulus bisa mengikuti UNPK Paket C Tahap II yang akan dilaksanakan sekitar bulan September ini. “Diharapkan pada UNPK Paket C tahap II ini nanti para peserta bisa lulus,” jelasnya. (Tim)

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

Lintas
Gembong Curas Ditembak Mati Polisi
INDRAMAYU, Medikom–Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil menembak mati gembong pencurian dengan kekerasan di jalur Pantura Desa Widasari belum lama ini. Pelaku yakni Gal (27), warga Magetan, Jawa Timur tewas setelah dua dadanya ditembus peluru oleh tim Buser Polres Indramayu saat ditangkap melakukan perlawanan. Dari barang bukti yang didapat, polisi mengamankan satu buah clurit dari pelaku. Kapolres Indramayu saat jumpa pers di Ruang Pokja Media Polres Indramayu baru-baru ini menjelaskan, pelaku Gal adalah satu dari rangkaian empat pelaku yang sebelumnya sudah dilumpuhkan. Dalam aksinya, kawanan pelaku ini tidak segan-segan melumpuhkan korban-korbannya dengan kejam. Selain di Indramayu, kawanan perampok ini melancarkan aksinya di wilayah Cirebon, Sumedang, Majalengka serta Subang. Menurut Nasri, pelaku yang ditembak mati ini juga menjadi residivis polisi, karena terlibat beberapa rangkaian pembunuhan di wilayah Magetan dan Solo, Jawa Timur. Kapolres menambahkan, jajarannya juga terus melakukan operasi di sepanjang jalur Pantura dan daerah lainnya yang dicurigai menjadi titik kerawanan tindak kriminalitas, pencurian maupun tindak kejahatan lainnya. “Hal ini juga dilakukan secara serentak di jajaran lainnya dengan nama Operasi Libas Cipta Kondisi Jelang Bulan Suci Ramadan,” jelasnya. (H YF)

8

Perda 14 Tahun 2006 dan “PKK Sebaiknya Tidak SE Mendagri Diabaikan Hanya Bersifat Internal”
MAJALENGKA, MedikomPemerintah Kabupaten Majalengka bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah membuat salah satu perda yang mengatur tentang pemerintahan desa, yaitu Perda No 14 Tahun 2006. Penjabarannya mengatur semua hal yang berhubungan dengan pemerintahan desa, seperti masa jabatan kepala desa, batas usia perangkat desa, badan permusyawaratan desa, kedudukan keuangan kepala desa, tunjangan kepala desa, dan hal-hal lainnya. Dalam pembuatannya perda itu sendiri selalu berjalan a lot. Bahkan tidak jarang banyak beda pandangan, walaupun akhirnya terbetuk pula perda tersebut. Namun, setelah jadi, perda tersebut tidak pernah dievaluasi oleh pembuat perda itu sendiri. Apakah sudah dilaksanakan atau belum perda tersebut, terutama pasal-pasal yang menyangkut kedudukan keuangan pemerintahan desa, seperti Pasal 27, 28, dan 29, sama sekali tidak dilaksanakan, karena dibebankan kepada APBD. Menurut Juhari SSos, Kepala Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, perda tersebut seharusnya sudah dilaksanakan karena perda tersebut belum dicabut. Dan kalau memang tidak ada dana dengan alasan kekurangan, bisa mengajukan lagi kekurangan ke pusat. “Karena kami beraudensi dengan Dirjen Pemberdayaan Masarakat Desa (PMD) Persada Girsang, mengatakan jika kekurangan bisa mengajukan dana alokasi umum (DAU) tersebut,” katanya. Selama ini pemeritah kabupaten kekurangan dana untuk membayar pendapatan tetap kepala desa dan perangkat desa. Namun, sampai saat ini pemerintah kabupaten belum ada yang mengajukan kekurangan tersebut, termasuk Kabupaten Majalengka. Masih menurut Juhari, pemberian tunjangan penghasilan kepala desa dan perangkat desa sebenarnya sudah dituangkan dalan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/1303/bj.tertanggal 16 April 2009 perihal Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa di seluruh Indonesia. Isinya terdiri atas sebelas poin. Dalam poin 5 huruf A bunyinya: Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007. Tepatnya pada nomor 3 perihal pemberdayaan Pemerintahan Desa pasal huruf a bidang pemerintahan desa (hal 55) disebutkan bahwa kabupaten/kota supaya menganggarkan dalam APBD sesuai dengan prioritas dan kebutuhan serta kemampuan keungan daerah. Antara lain itu untuk bidang pemerintahan desa meliputi alokasi dana desa (ADD), penghasilan aparat pemerintah desa. Untuk terpenuhinya penghasilan kepala desa dan perangkat desa, penataan batas desa dalam rangka terciptanya tertib pengelolaan batas desa, ditetapkan sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Begitu pula poin 7 yang bunyinya penghasilan tetap yang diberikan kepada kepala desa dan perangkat desa merupakan penghasilan tetap perangkat pemerintah non PNS dan harus dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagaimana telah dilaksanakan di kabupaten/kota di luar Jawa. (Tatang) BOGOR, Medikom–Ibu-ibu anggota PKK se-Wilayah I Bogor diharap dapat ikut serta membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam menyikapi berbagai kejadian memprihatinkan belakangan ini. Demikian disampaikan Koordinator Tim Penggerak PKK (TP-PKK) dan Dharma Wanita Persatuan Wilayah I Bogor, Iha Wawan Sofwan, dalam pertemuan rutin TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan se-Wilayah I Bogor di Ruang Rapat III Balikota Bogor, Rabu (28/7). “Event triwulanan ini dihadiri 80 undangan, termasuk para Ketua TP PKK se Wilayah I Bogor, antara lain hadir Ketua TP PKK Kota Bogor Fauziah Diani Budiarto. Kejadian-kejadian memprihatinkan itu antara lain, peredaran video porno, narkotika, human trafficking, ataupun ledakan gas di beberapa daerah,” urai Iha. Bahkan, lanjutnya, menurut survei yang ia peroleh, Provinsi Jawa Barat saat ini menduduki peringkat ketiga untuk jumlah penyalahgunaan narkotika seIndonesia, di bawah DKI Jakarta dan Sumatera Utara. “Seiring dengan berkembangnya teknologi, akan berpengaruh pada pola pikir dan tingkah laku masyarakat. Karena itu, PKK sebaiknya tidak hanya bersifat internal saja, tapi juga bisa membantu pemerintah demi kepentingan masyarakat,” harapnya. Kegiatan yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi, tukar pikiran, dan berbagi pengalaman ini, dihadiri pula oleh perwakilan dari WOCARE Clinic Bogor. Irma Puspita, Manajer Klinik, memberikan sosialisasi mengenai perawatan luka dan stoma. Tema ini diangkat dengan pertimbangan banyaknya kasus pada masyarakat yang menggugah penyelenggara untuk berbagi informasi. Stoma sendiri adalah lubang sekresi buatan, yang ditujukan bagi orang yang mengalami kendala dengan saluran pembuangan akibat alasan tertentu, seperti kecelakaan yang mengenai usus, kanker, atau bayi yang lahir tanpa anus. Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, di akhir acara disisipkan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz M Entis Sutisna, dari Pondok Pesantren Ibnu Yaman, Cimande, dengan mengambil tema introspeksi diri menjelang puasa. (WAN/GN)

Banyaknya Kejadian di Masyarakat

Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis Gelar Rapat Kerja
CIAMIS, Medikom–Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis bersama anggota melakukan rapat kerja bersama Dinas Sosial Tenagakerja dan Tranmigrasi, Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Polres Ciamis, Jumat (30/ 7). Rapat kerja tersebut digelar untuk mengingatkan Dinsosnakertrans Ciamis maupun pihak terkait agar menangani dan mengantisipasi penyakit masyarakat yang sering terjadi jelang bulan Ramadan dan Idulfitri tahun 2010. Salah satu penyakit masyarakat dimaksud kata Ketua Komisi IV, meningkatnya keberadaan anak jalanan (gepeng) dan penjahat kambuhan. Mengingat kata dia, setiap jelang Ramadan maupun Idulfitri kebutuhan seperti bahan makanan dan lainnya meningkat, maka tak sedikit orang akan menjadi gelap mata dan terpaksa melakukan tindak kejahatan guna memenuhi kebutuhannya. “Dalam penanganan ini memang harus ditangani secara menyuluruh dan melibatkan stakeholder serta pihak-pihak terkait, Pol PP dan anggota kepolisian Polres Ciamis. Karena apabila tidak ditangani secara dini ditakutkan penyakit masyarakat ini akan cepat menjamur,” tegasnya seraya menambahkan secepatnya operasi identitas dan penyakit masyarakat lainnya digelar sebelum bulan Ramadan tiba. Anggota komisi IV lainnya, Dadang Hamara mengatakan, dalam rangka menghadapi bulan Ramadan kali ini masyarakat Kabupaten Ciamis kembali mengingginkan suasana yang kondusif di kala menjalankan ibadah bulan puasa nanti. Oleh karena itu, diperlukan antisipasi dini tindak kejahatan dan permasalahan sosial lainnya dan penangganannya. Namun diakui Dadang terkadang penangganan permasalahan gepeng, PSK dan premanisme terhalang dengan minimnya anggaran. “Namanya operasi itu kan sifatnya insidentil, jadi perlu penangganan cepat. Jadi ada baiknya kalau Dinsosnakertrans selaku stakeholder memperjuangkan operasi tersebut berlangsung sebelum bulan Ramadan dengan terlebih dahulu dikoordinasikan sama pihak Pol PP dan Polres Ciamis. Masalah pendanaan operasional operasi nanti bisa dimasukkan pada perubahan anggaran,” kata Dadang seraya menjelaskan anggota komisi IV akan mendukung anggaran operasional “operasi” dimasukan dalam anggaran perubahan nanti. Selain itu, ia pun mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk terus melakukan razia KTP secara rutin dan berkala guna mengantisipasi maraknya pandatang yang tidak memiliki kepentingan dan kejelasan sosial datang ke Ciamis. Sebab ditakutkan para pendatang tersebut membawa dampak yang buruk bagi stabilitas dan keamanan Ciamis. Kasat Pol PP Kabupaten Ciamis Drs H Jenal Abidin SIP MSi menyambut baik langkah kebijakan anggota komisi IV yang memperhatikan pengalokasian dana operasional penangganan sosial. Pasalnya selama ini dari tujuh kali pertemuan dengan anggota DPRD, alokasi dana untuk itu nol alias tidak ada. Mudah-mudahan setelah pertemuan rapat kerja kali ini dalam perubahan anggaran nanti dana alokasi untuk penangganan sosial dianggarkan. “Program penjaringan gepeng dan lain halnya sudah kami programkan, namun dana untuk melakukannya minim bahkan sudah tidak ada anggaran lagi,” ungkap Jenal Abidin. (Herz)

Pembangunan Jalan Lingkar Bagian Timur Ditunda
MAJALENGKA, MedikomPemerintah Kabupaten Majalengka menunda pembuatan jalan lingkar bagian timur antara KutamangguCigasong-SimpeureumKawunghilir, Kecamatan Majalengka, karena dianggap dampak manfaatnya belum diperlukan atau masih sangat kecil. Menurut Asda I Bidang Pemerintahan H Nanan Ginandjar, pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road) untuk sementara hanya akan dibangun di bagian wilayah utara meliputi Panglayungan hingga Baribis yang keluarnya dari Jln Raya Tonjong-Jatiwangi atau sepanjang kurang lebih 6 km saja dari yang dijadwalkan sebelumnya sepanjang 11 km. “Untuk jalan bagian timur, hasil kajian terakhir dinyatakan dampak manfaatnya belum begitu besar, karena masih bisa melintas di ruas jalan Tojong, sehingga untuk sementara ke ruas wilayah tersebut kita pending. Di samping anggaran yang tersedia juga kurang memadai,” ungkap H Nanan. Untuk outer ring road bagian utara, saat ini sudah memasuki tahap pengukuran lahan milik masyarakat serta melakukan pendataan atas kekayaan yang ada di lahan tanah tersebut, baik pepohonan ataupun bangunan apabila di wilayah tersebut terdapat bangunan. Wilayah yang akan dilintasi jalan lingkar dan sudah memasuki tahapan pendataan serta pengukuran tersebut meliputi enam desa, yakni Panyingkiran, Jatipamor, Cijati, Cikasarung, Leuwikidang, Cicenang, dan Baribis. Setelah itu memasuki tahap proses tender tim appraisal (penaksir harga tanah) sehubungan luas lahan yang dibebaskan lebih dari satu hektaran sehingga penaksiran tanah harus dilakukan oleh pihak ketiga. “Tahun ini juga diharapkan pembebasan tanah sudah bisa selesai serta pembangunan jalan pun bisa segera dimulai,” kata H Nanan. Dengan dibangunnya outer ring road bagian utara, ke depan diharapkan bisa mengalihkan kendaraan-kendaraan besar seperti truk ataupun bus, sehingga nantinya ruas jalan di wilayah kota hanya dikhusukan bagi kendaraankendaraan kecil agar kondisi jalan juga bsia tetap terpelihara dengan baik. Ke depan ruas jalan tersebut rencananya pengelolaannya dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena ruas jalan tersebut kegunaannya sama dengan Jln Abdul Halim. (Jur)

Program RTLH Rawan Distorsi
BOGOR, Medikom-Memang harus diakui selama pemerintahan Rahmat Yasin, gerakan Pemerintah Kabupaten Bogor terasa hidup dan semarak. Berbagai sektor pembangunan bergerak positif. Hal ini dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Bogor. Salah satunya program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini pada tahun 2010 dianggarkan untuk 2.000 unit rumah yang tersebar di 40 kecamatan. Dengan dana Rp10 miliar bersumber dari APBD Pemkab Bogor tahun 2010, anggaran per unit rumah ialah Rp5 juta. Pada tahap pertama 1.000 unit sudah selesai dilaksanakan. Sisanya diperkirakan dapat terealisasi paling lambat akhir tahun ini. Serba-serbi pembangunan tahap pertama dinilai sukses. Namun tidak terlepas dari berbagai kejanggalan dalam tatanan pelaksanaan di lapangan. Kejanggalan-kejanggalan tersebut berujung pada indikasi korupsi. Demikian dikatakan Mahmudin Nurdin, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Bela Rakyat (LSM KOBRA) di sekretariatnya Rabu (28/7). Lebih jauh Didin (panggilan akrab ketua LSM itu) menjelaskan, pihaknya terus memantau dan membuat kajian-kajian tentang rehabilitasi rumah dimaksud dan program lainnya. “Tidak tertutup kemungkinan ada beberapa oknum akan kita seret ke meja hijau, tetapi kajian kita kan belum selesai,” ungkap Didin. Anwar Anggana, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor, ketika ditemui di ruang kerjanya menyatakan, pihaknya sebagai penanggung jawab pengawasan telah bekerja keras untuk menyukseskan program ini. “Dengan tenaga hanya 12 orang harus menjangkau 40 kecamatan, kami hampir tidak punya waktu untuk keluarga. Inilah tanggung jawab yang harus kami tunjukkan kepada masyarakat. Pekerjaan ini bukan main-main, Pak,” tegas Anwar. Kasi Sarpras yang selalu akrab dengan sosial kontrol itu, melanjutkan, dana hanya Rp5 juta per rumah memang sangat minim. Tetapi itu hanya stimulan. Kenyataan di lapangan bahwa dengan adanya suntikan dari pemerintah itu telah menggugah para dermawan untuk turut menyumbang, terutama para pengusaha di kecamatan masing-masing, sehingga dapat kita saksikan keberhasilannya. Mengenai subsidi silang yang dilakukan perangkat desa penerima bantuan, diakui memang ada. Rumah yang sangat kumuh akan mendapat lebih dari Rp5 juta dan yang kerusakannya sedikit, minimal Rp3 juta rupiah. Mereka menerima dalam bentuk barang/bahan (bukan tunai). “Dasar pembangunan itu kita fokuskan pada 3 komponen, yaitu atap, lantai dan dinding disingkat ALADIN,” katanya. Anwar berharap agar para perangkat desa bekerja sungguh-sungguh dan ikhlas sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, karena proyek ini adalah proyek ibadah dan pengabdian terhadap masyarakat. Ir Yani Hassan, Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor yang dihubungi lewat ponselnya mengatakan, apa pun yang terkait pembangunan rehabilitasi perumahan, selalu berusaha untuk terbuka terutama kepada wartawan dan LSM. “Harapan saya agar semua kalangan dapat memantau. Bukankah kita semua menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Bogor menuju good governance,” demikian Yani mengakhiri. (Rangga)

BKD Kabupaten Bekasi Adakan Sosialisasi Pendataan Tenaga Honorer
BEKASI, Medikom-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi mengadakan sosialisasi tentang pendataan tenaga honorer tahun 2010, Jumat (30/ 7), bertempat di gedung KH Noor Ali lantai 4 Perkantoran Pemkab Bekasi. Hadir sebagai pembicara Sekda Dadang Mulyadi, Kepala (BKD) Muhyiddin, Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Beni Saputra. Sebagai peserta sosialisasi tenaga honorer hadir juga sekcam (sekretaris kecamatan) dan Kasubag TU dari masing-masing SKPD. Sekda Dadang Mulyadi menuturkan, pendataan tenaga honorer tahun 2010 adalah kebijakan dari pusat dan harus dikerjakan serta diselesaikan dengan baik. Untuk itu Dadang mengingatkan kepada semua pihak jangan sampai memanipulasi data tenaga honorer. “Masukkanlah data yang sejujurnya dengan benar, jangan sampai direkayasa. Apabila ada pelanggaran dalam memasukkan data tenaga honorer yang tidak benar, saya tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas. Jangan main-main dalam penerimaan CPNS (calon pegawai negeri sipil) pendataan tenaga honorer tahun 2010, ini kan, sebagai persiapan dalam pengangkatan CPNS nantinya. Untuk itu diperlukan data yang benar. Bila terbukti nantinya ditemukan data yang tidak benar dan orang tersebut sudah menjadi PNS sanksinya bisa diberhentikan dari PNS-nya,” tegas Dadang. Perlu diketahui, lanjut Dadang, jumlah PNS di Pemkab Bekasi sudah mencapai 14.600 orang. Sedangkan jumlah tenaga honorernya ada 8.000 orang. Masalah kepegawaian bukan pengangkatan PNS saja, tapi kenaikan pangkat dan golongan serta kesejahteraan pegawai juga perlu dipikirkan. “Sedangkan untuk proses penyeleksian tenaga honorer harus benar-benar sesuai dengan aturan yang ada, karena data tenaga honorer tahun 2010 ini nantinya akan dikirim ke Menpan dan BKN Pusat di Jakarta,” terang Dadang. Sedangkan Beni menuturkan, tenaga honorer yang dibiayai oleh APBD dan APBN dengan kriteria sebagai berikut: (1) diangkat oleh pejabat yang berwenang, (2) bekerja di instansi pemerintah, (3) masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus-menerus, (4) berusia sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006. Sedangkan tenaga honorer yang tidak dibiayai oleh APBD dan APBN, asalkan memenuhi kriteria di atas bisa didaftarkan dan dapat mengisi formulir nantinya. “Lantas siapa yang mengangkat tenaga honorer?” tanya Beni pada peserta sosialisasi. Yang mengangkat tenaga honorer adalah PPK daerah, bupati atau wali kota, pejabat eselon I (sekda provinsi). Diterangkan Beni, yang tidak dibiayai APBD dan APBN kepada tenaga honorer di antaranya dana BOS sekolah, retribusi, dana BOP, formulir untuk katagori satu bagi tenaga honorer yang dibiayai oleh APBD dan APBN akan didistribusikan pada Senin (2/8) oleh BKD kepada masing-masing SKPD. Sedangkan untuk kategori dua bagi tenaga honorer yang tidak dibiayai oleh APBD dan APBN akan didistribusikan oleh BKD kepada masing-masing SKPD tiga hari kemudian. “Sebaiknya tenaga honorer dikumpulkan oleh masing-masing SKPD untuk memudahkan pengisian formulir sehingga dapat selesai tepat pada waktunya. Setelah formulir diisi oleh tenaga honorer kemudian membuat surat pernyataan serta ditandatangani oleh yang bersangkutan di atas materai kemudian ditandatangani oleh atasannya langsung, dalam pendataan tenaga honorer ini tidak dipungut biaya apa pun,” terang Beni. (Ign/Stef)

Ciamis Mendapat Kuota CPNS 204 Orang
CIAMIS, Medikom–Pemkab Ciamis mengusulkan kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 sebanyak 6.594. Namun, sesuai Surat Men-PAN Nomor 223.F/M. PAN RB/07/2010, tambahan formasi untuk Kabupaten Ciamis 2010 sebanyak 204 orang. Kabid Mutasi dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ciamis Chandra Utama SH kepada wartawan Jumat (30/7) mengatakan, sesuai surat Men-PAN tersebut, telah ditentukan bahwa untuk tahun 2010 tambahan formasi kuota CPNS Kabupaten Ciamis sebanyak 204. “Adapun dari 204 kebutuhan CPNS itu, rinciannya untuk tenaga pendidikan sebanyak 92 orang, tenaga kesehatan sebanyak 61 orang, dan tenaga teknis sebanyak 51 orang,” jelasnya. Diakui Chandra, angka tersebut dikeluarkan Men PAN-RB setelah sebelumnya Pemkab Ciamis mengajukan usulan kebutuhan CPNS sebanyak 6.594 orang. Dengan rincian tenaga pendidikan 2.638 orang, tenaga kesehatan 691 orang, dan tenaga teknis 3.265 orang. Menurut Chandra, angka yang dikeluarkan pusat untuk formasi CPNS di Kabupaten Ciamis sangat jauh dari terget. Namun mengingat sudah merupakan keputusan pusat, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, melainkan angka tersebut akan dikondisikan. “Untuk mengisi bidang-bidang yang dibutuhkan, akan bekerja sama dengan dinas-dinas terkait. Tentunya kebutuhannya dikondisikan dengan formasi yang diberikan oleh Men-PANRB,” ujarnya. (Herz)

Akibat Kesalahan Perhitungan Gaji,

Anggaran Sertifikasi Belum Cair
KUNINGAN, Medikom– Beberapa guru mengeluhkan belum cairnya anggaran sertifikasi untuk anggaran tahun 2010. Padahal biasanya dana tersebut cair memasuki bulan JuliAgustus. Informasi yang dihimpun Medikom mengungkapkan ada kemungkinan lain hingga dana ini tidak bisa cair secepatnya, karena berkaitan dengan pendataan calon penerima SK sertifikasi yang baru.
“Baru-baru ini telah diadakan ajuan portopolio, sehingga kemungkinannya agak terhambat, atau bisa saja ada hal lain yang belum disampaikan ke para guru,” ujar sumber. Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Disdikpora Kabupaten Kuningan Drs H Dadang Supardan MSi melalui Kasubag Kepegawaian Dra Emiliah menjelaskan, keterlambatan tersebut menunggu ajuan dan usulan persyaratan lain yang belum terpenuhi dari para guru. Di samping itu, pemerintah pusat melalui Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) juga tidak menghitung kenaikan gaji 5% sesuai dengan PP 28 termasuk perubahan SPMK Nomor 101 Tahun 2008. “Pusat hanya menghitung besaran gaji pokok saja, tidak secara keseluruhan mulai kenaikan gaji berkala, serta tunjangan lainnya,” terangnya. Jadi dana yang sudah ada katanya, belum bisa dicairkan kepada penerima dana sertifikasi karena harus menunggu dana sisanya cair setelah ajuan dan persyaratan dari para guru disampaikan ke pusat. Hal sama juga disampaikan Kasubag Keuangan Disdikpora U Kusmana SSos Msi. Menurutnya, anggaran tersebut memang sudah ada, sekarang ini tersimpan di kas daerah dengan jumlah Rp23 miliar. Kenapa dana ini belum bisa dicairkan, takut menyalahi aturan dan akan terjadi salah persepsi di antara para guru penerima sertifikasi. Setelah dipelajari lanjut dia, ternyata dana keseluruhan sertifikasi untuk Kabupaten Kuningan sebesar Rp25 miliar. “Kesalahan ini bukan berada di pihak kita, melainkan salahnya perhitungan pemerintah pusat melalui Dirjen PMPTK yang hanya menghitung besaran gaji pokok saja. Hal ini sesuai dengan SK Nomor 0402.0215/F/SK/2010 terhitung 11 Januari 2010, SK Nomor 0634.0215/F/SK/2010 serta SK Nomor 0823.0215/F/SK/2010 dan SK Nomor 4840.0215/F/SK/2010 terhitung tanggal 19 April 2010. Pusat hanya menghitung dan menentukan nama, unit kerja, no rekening bank. Tidak menghitung secara global gaji pokok yang diterima PNS,” terangnya. Jadi kekurangan dana tersebut katanya, masih sekitar Rp2 miliar yang belum dibayar pusat. Maka, pihaknya akan segera mengusulkan data-data dan persyaratan lain yang belum terpenuhi agar dana ini bisa cepat cair dan diterima sesuai haknya masing-masing. (Y Suhendar)

Dari PJS Tawin Jadi Kades
CIAMIS, Medikom-Pemilihan Kepala Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis, berjalan dengan lancar dan aman. Acara pilkades tersebut dilaksanakan hari Sabtu (24/7), dengan dihadiri Camat Kalipucang Kiswaya SH, Kapolsek AKP Edi S, Danramil, serta para kepala desa seKecamatan Kalipucang. Pilkades tersebut diikuti dua calon, yaitu Tawin Safari (45) calon dengan nomor urut 1 dan Taryo (53) calon dengan nomor urut 2. Hasilnya Tawin Safari memenangkan pilkades dengan perolehan suara 891, unggul cukup jauh dibanding Taryo yang mengantongi 602 suara. Kemenangan Tawin disambut haru dan gembira oleh masyarakat Desa Ciparakan. Dengan berbondong-bondong mereka mendatangi rumahnya untuk mengucapkan kata selamat. “Terpilihnya Tawin sangat layak dan pantas untuk mendapatkan jabatan dan amanah masyarakat Desa Ciparakan,” tutur Indri Akbar, tokoh pemuda Desa Ciparakan, kepada Medikom, baru-baru ini. Hal tersebut mengingat Tawin masih muda, mau bekerja keras untuk kepentingan masyarakat. Buktinya, pembangunan selama kurun waktu delapan bulan masa jabatannya selaku PJS Kepala Desa Ciparakan, setidaknya tiga kilometer jalan desa telah diperbaiki. Tawin Safari sendiri berupaya lebih baik lagi dalam upaya pengembangan pembangunan di Desa Ciparakan. Salah satunya program saat ini adalah menunggu pencairan dana dari Rekompak dan juga dana dari PNPM MP. Pihak pemerintahan desa mengupayakan untuk pembangunan jalan desa yang bertahun-tahun terisolir, dari bantuan pemerintah, kurang lebih sepanjang lima kilo meter. “Tujuan kami untuk lebih memajukan desa, baik dari segi pembangunan juga segi ekonomi pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Adapun PR yang sangat penting bagi masyarakat kami adalah jembatan Sintok yang menghubungkan tiga kecamatan, di antaranya Desa Pagergunung Kecamatan Pangandaran, Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih, Desa Panyutran Kecamatan Padaherang sangat mengharapkan dan sangat menunggu. Pembangunan jembatan Sintok tersebut agar bisa segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, dalam hal ini Dinas Binamarga,” katanya dengan penuh harap. Di tempat terpisah Camat Kalipucang Kiswaya SH yang didampingi Kasi Pemerintahan Tcomi Suryadi SSos, mengatakan, siapa pun pemenangnya dalam pilkades ini diharapkan jabatannya nanti digunakan untuk kepentingan dan pelayanan pada masyarakat. Dia juga sangat bangga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada acara pilkades ini. Berjalan sesuai rencana, tanpa ada permasalahan serta kekecewaan dari masyarakat. “Saya juga mengharapkan kepada Taryo, kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Jangan dijadikan pesimis, tapi ikut sertalah dalam memajukan desa ini. Dan kepada kades terpilih, saya mengucapkan selamat dan sukses. Mudahmudahan da-lam mengemban amanat masya-rakat, bisa dilaksanakan dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab,” katanya. (Agus, S)

WAMY Bangun Generasi Pemimpin Masa Depan
GARUT, Medikom–Untuk menciptakan pemimpin bangsa yang tidak hanya memiliki kepandaian intelektual, akan tetapi juga memiliki moral yang tinggi dan tubuh yang kuat, harus ada upaya yang ditempuh. Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan kepemudaan, melakukan pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa lewat program Muslim Negarawan. Hal tersebut diungkapkan Nur Hakim Zaky, Wakil Direktur World Asembly Of Musleem Youth (WAMY) Indonesia, pada acara Stadium Genaral Dalam Rangka Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Jawa Barat yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Garut mulai Jumat (23/7) hingga Senin (26/7). Dikatakan Zaky, WAMY merupakan sebuah organisasi NGO internasional yang berpusat di Riyadh Arab Saudi dan telah memiiliki cabang lebih di 50 negara di dunia. YAMI bergerak dalam pembangunan kepemudaan serta melakukan pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa lewat program Muslim Negarawan. Diungkapkannya, lewat kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan seorang pemimpin bangsa yang tidak hanya memiliki kepandaian intelektual saja, akan tetapi juga memiliki moral yang tinggi dan tubuh yang kuat. “Kita mencoba mempersiapkan pemimpin masa depan dengan program Muslim Negarawan. Jadi yang kita bentuk bukan hanya intelektualitas yang dikedepankan, tapi juga moral dan tubuh yang kuat,” katanya. Menurut Zaky, saat ini tidak kurang dari 12 organisasi kepemudaan muslim, telah tergabung dalam WAMY. Mereka mendapatkan berbagai program dalam rangka meningkatkan kualitas pemuda-pemuda muslim lewat program pelatihan kepemimpinan hingga beasiswa pendidikan. (ag)

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

9

Sedap Rasa

Pengusaha Genteng Majalengka Terancam Bangkrut
MAJALENGKA, Medikom– Pengusaha genteng di Majalengka diperkirakan bakal tutup, dan ribuan buruh pabrik terancam menganggur. Pasalnya, pabrik kini kesulitan bahan baku tanah. Kondisi tersebut akibat izin galian tanah belum juga diterbitkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Majalengka, padahal permohonan telah disampaikan cukup lama. Atas persoalan tersebut pengusaha genteng di Majalengka mendatangi Kantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal serta Gedung DPRD Majalengka, Kamis (29/7). Mereka mempertanyakan izin galian tanah yang pernah mereka ajukan selama beberapa bulan lalu, namun tidak kunjung keluar. Sayangnya saat pendemo yang berjumlah sekitar 76 orang mendatangi Gedung DPRD, tidak satu pun anggota dewan yang menemui pengunjuk rasa. Sebagian anggota dewan lainnya tidak hadir dengan alasan tengah dinas luar. Menurut Juanda (47), pemilik Pabrik Genteng Sinar Mas di Sukaraja Wetan, Kecamatan Jatiwangi, hampir semua pemilik pabrik genteng mulai bulan Juli biasanya sudah mendapat pasokan tanah liat untuk stok pada musim penghujan. Namun hingga akhir Juli ternyata tidak ada satu pun pengusaha yang mengirim tanah liat sebagai bahan baku genteng. “Biasanya pemilik pabrik mendapat pasokan tanah liat mulai Juli hingga September untuk stok di musim penghujan. Karena pada saat musim penghujan angkutan sulit ke lokasi galian, sehingga pabrik difokuskan pada pembuatan genteng,” ungkap Juanda. “Pengusaha galian belum bersedia meneruskan operasi karena izin belum ada. Kami ingin mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah, namun nyatanya sulit karena izin yang dimohon belum keluar, sementara bahan baku sudah mulai habis,” tambah Juanda yang mengaku membeli tanah liat dari salah seorang pengusaha galian, Nunung (35) juga warga Sukaraja Wetan. Menurt pendemo, beberapa pengusaha galian tanah sebetulnya telah mengajukan permohonan izin galian pada bulan April lalu. Dan biasanya jika permohonan diajukan bulan April maka pada bulan berikutnya izin telah dikeluarkan sehingga bulan Juli sudah mulai beroperasi. Namun saat ini hingga akhir Juli ternyata izin belum juga keluar. Salah seorang pengusaha galian lainnya bahkan mengaku telah mengajukan permohonan izin galian hampir setahun yang lalu, namun juga belum keluar tanpa ada penjelasan dari pihak lembaga pembuat izin. “Kita pernah mengajukan kurang lebih setahun yang lalu, saat ditanyakan katanya izinnya belum ditandatangani oleh Bupati. Senada dengan jawaban yang tadi disampaikan pegawai di Badan Pelayanan Terpadu yang menyebutkan surat sudah di meja pimpinan,” ungkap seorang warga yang mengaku kehadirannya ke dewan untuk menyampaikan aspirasi pengusaha galian tanah liat serta pemilik pabrik genteng yang kini kesulitan bahan baku. Yang jadi persoalan menurut mereka, tanah liat peruntukan bahan baku genteng tidak bisa diabil dari sembarang tempat, karena kualitas tanahnya yang beda. Tanah liat bahan keramik yang dinilai baik adalah di wilayah utara dan sebagian selatan Jatiwangi. “Tanah liat dari luar Majalengka katanya kurang baik setelah jadi gampang retak, sehingga kami selalu mengambil tanah dari wilayah sendiri, terkecuali ada hasil penelitian kondisi tanah di tempat lain yang menyatakan kualitasnya sama,” ujar mereka. Menurutnya, apabila pemerintah tetap tidak mengeluarkan izin galian tanah liat seperti halnya kepada pengusaha galian C lainnya, maka tidak menutup kemungkinan pengusaha genteng akan bangkrut. Di samping itu, ribuan buruh genteng yang selama ini menggantungkan hidupnya di pabrik, akan menganggur kehilangan pekerjaannya. Beberapa pendemo mengancam, apabila surat izin galian tidak juga dikeluarkan oleh pemerintah, mereka akan mengerahkan massa dengan jumlah yang lebih banyak lagi, termasuk mengerahkan buruh pabrik. Sekretaris BPPTPM Kabupaten Majalengka Yayat Dirhayat membenarkan lokasi galian tanah milik Nunung telah habis. Dan yang bersangkutan sudah mengajukan perpanjangan izin namun berkas perpanjangan sudah di meja pimpinan (Kepala BPPTPM). “Mudahmudahan, izin tersebut cepat selesai dan industri gentengnya bisa kembali beroperasi,” kata Yayat (Jur)

Belasan Sopir Angkot Demo ke Organda Ciamis
CIAMIS, Medikom–Merasa dirugikan dengan terputusnya akses jembatan Cikaronjo Sadananya, belasan awak angkutan 018 jurusan Sindangkasih-Sadananya, Kamis (29/7) melakukan demontrasi ke DPC Organda Ciamis di Jalan Iwa Kusuma Somantri. Mereka menuntut, agar organda mangalihkan jalur angkutan. Mengingat dengan terputusnya akses jalan itu, mereka tidak bisa mengantarkan penumpang sampai pada tujuan. Koordinator aksi Yayan Mulyana (41), mengatakan perbaikan Jembatan Cikaronjo yang ada di Sadananya, telah menyebabkan armada angkutan 018 tersendat perjalanannya. ”Sebelum jembatan itu dilakukan perbaikan, kami tidak ada kendala, melainkan armada bisa masuk ke terminal Sadananya. Tapi akibat perbaikan jalan, armada hanya bisa sampai ke Bendasari akibat terhalang oleh jembatan,” jelasnya. Dengan begitu lanjut Yayan, banyak di antara penumpang yang mengeluh. Mereka harus menggunakan ojeg kembali untuk bisa sampai ke terminal Sadananya. ”Dari jembatan untuk bisa sampai ke terminal diperlukan biaya Rp5.000 dengan menggunakan ojeg,” ujarnya. Akibatnya sambung Yayan, banyak di antara penumpang langganan 018 memutuskan untuk naik ojeg langsung dari Sindangkasih ke Sadananya. Dengan begitu, secara otomatis, penumpang 018 makin lama makin berkurang. “Sehingga, kami meminta kepada organda agar menyediakan jalur alternatif, agar kami bisa melayani penumpang sebagaimana mestinya, sebelum jembatan itu selesai perbaikannya,” jelasnya. Salah satu sopir awak angkutan 018 Ade Soni (28), menjelaskan semenjak awal dimulainya pembangunan Jembatan Cimarongmong 1,5 bulan lalu, omzetnya selalu menurun. Apalagi makin lama penumpang banyak yang memilih naik ojeg ketimbang angkutan. “Keputusan warga memang cukup beralasan mengingat angkutan semenjak jembatan diperbaiki tidak bisa sampai ke tujuan yakni terminal sadananya,” tuturnya. Ade mengakui, sebelum aksesnya terganggu dalam satu hari bisa stor Rp60.000 dengan imbalan bisa dibawa pulang ke rumah Rp30.000 Rp40.000. Sementara kali ini, paling dalam sehari hanya bisa stor Rp15.000 dengan imbalan paling Rp5.000. Karenanya, lanjut Ade, semua awak angkutan bersepakat untuk melakukan demontrasi. ”sebelum kami mendapatkan keputusan, kami akan mogok melayani pelanggan,” pungkasnya. Menanggapi pengaduan dari awak angkutan 018, Ketua Bidang Undang-undang dan Perizinan DPC Organda Ciamis Ekky Bratakusuma menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan desa dan kecamatan tempat pembangunan jembatan tersebut. Ekky menyesalkan tindakan pemerintah setempat yang tidak memberitahukan sebelumnya perbaikan jembatan ke pihak awak angkutan. ”Coba diberitahu sebelumnya, setidaknya kami akan melakukan solusi alternatif agar pelayanan tidak terganggu,” ungkapnya. Ditambahkan Ekky, hanya ada satu jalan yang menghubungkan antara Sindangkasih ke Sadananya yakni dengan dialihkan ke Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya. ”Tapi untuk rencana itu kami akan memintanya ke pihak pemerintah desa setempat, mengingat jalan itu statusnya masih merupakan jalan desa. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pengalihan jalur akan segera dilaksanakan,” harap Ekky. (Pan)

Sahabat Medikom di mana pun anda berada, sehubungan tibanya bulan suci Ramadan, Dapur Sedap Rasa kali ini menyajikan resep kue ringan untuk persiapan saat datang hari kemenangan. Resep ini merupakan dasar untuk membuat kue. Semoga dapat bermanfaat untuk, selamat mencoba dan berbahagia dengan keluarga anda tercinta.

Nastar Selai
Bahan: 125 gr margarin 50 gr gula pasir ½ sdt vanili 1 btr putih telur 200 gr tepung terigu 1 btr kuning telur untuk mengoles Isi: 200 gr selai, sesuai selera, (nanas, kacang dll) Cara Membuat: Kocok margarin dengan gula pasir & vanili hingga kental. Masukkan putih telur, kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu, aduk hingga rata. Ambil ½ sdm adonan, bentuk adonan bulat panjang, isi dengan selai, tutup. Bentuk sesuai selera (misalnya berbentuk buah jambu, sirsak, dll). Olesi permukaannya dengan kuning telur. Panggang dalam oven dengan panas sedang selama 30 menit. Tata dalam toples atau tempat kue.

Pemkot Bogor Tawarkan Wirausaha kepada Pensiunan
BOGOR, Medikom-Dua tahun sebelum memasuki masa pensiun, para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor hendaknya didata untuk mengikuti penataran kewirausahaan. Bentuk pelatihan ini dianggap sebagai tindakan antisipasi menjelang masa pensiun sehingga usai mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS), para purna bakti tersebut masih memiliki lahan untuk berusaha. Demikian disampaikan Walikota Bogor Diani Budiarto, ketika melepas PNS Purna Bakti Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2010 di Plaza Balaikota Bogor, Selasa (27/7) bersamaan dengan pelaksanaan apel harian. Pada kesempatan tersebut, 20 PNS purna bakti hadir untuk menerima piagam penghargaan sekaligus uang kadeudeuh atas masa bakti selama menjadi PNS di lingkungan Pemkot Bogor. Penyerahan disampaikan langsung oleh Diani, dilanjutkan dengan pemberian selamat dari seluruh pimpinan SKPD se-Kota Bogor. Para pensiunan yang hadir saat pelepasan, yaitu Anna Suharna dan Feli Rosdiana dari Disosnakertrans, Haryanto SPd dari Disdikpora, Titus Bejo Riyanto dari SMPN 9 Bogor, Omadi SH dari BPMKB, Asrul Yani SPd dari SDN Cilendek 2 Bogor, Ending dari UPTD Puskesmas Bogor Timur, Suwarni dari SDN Kukupu 1 Bogor, Sarta dari SDN Situ Gede 4, Basuni dari Bagian Pengendalian Program, Suwarni dari SDN Tunggilis, Nuning Dwiwarrasti BSc dari Kelurahan Babakan, Drs H Encep Lesmana dari DCKTR, Benedictus Sudarsono BE dari Dinas Bina Marga dan Pengairan, Sukaeni Widyastuti dari SDN Dewi Sartika I, Herry Suryanto dari Kelurahan Pamoyanan, Uu Suhita dari UPTD Puskesmas Belong, M Yunus dari SDN Cimahpar I, dan Samsu S dari Satpol PP. Diani juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian serta sumbangsih berupa pemikiran dan sebagainya, yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bogor selama ini. “Bapak ibu yang hari ini mengikuti purna bakti, sudah lulus sebagai PNS pejabat publik tapi masih harus bergelut dengan kehidupan di dunia yang lain. Artinya masih ada lahan pengabdian lain. Tidak berhenti sampai di sini, bahkan terhampar luas lahan pengabdian sambil kita mempersiapkan diri menuju alam keabadian. Itu sebabnya dalam beberapa tahun terakhir saya mempersiapkan para purna bakti itu punya prospek ke depan,” urai Diani. Sebenarnya, lanjut Diani, imbauan ini sudah ada sejak 2004 lalu agar dua tahun sebelum pensiun, para PNS sudah didata terlebih dulu terkait dengan bentuk usaha apa yang ingin dijalankan sesudah pensiun nanti. “Alhamdulillah tahun ini sudah ada penatarannya. Diikuti oleh hampir 70 orang untuk yang akan memasuki masa pensiun pada 2010-2011, sehingga pada waktu pelepasan ada pemberian peralatan. Jika tahun ini belum teranggarkan, tahun 2011 pada pertimbangan anggaran harus sudah dianggarkan,” jelasnya.(gn/wan)

BNP2TKI Bentuk BKLN di Kabupaten/Kota
BANDUNG, Medikom–Citra penempatan TKI ke luar negeri selama ini oleh sebagian masyarakat sangat jelek atau negatif, khususnya tenaga kerja informal, misalnya TKW. Untuk memperbaiki citra negatif tersebut perlu persiapan yang matang, khususnya dalam hal peraturan calon TKI yang ingin bekerja keluar negeri yang selama dilakukan oknum-oknum calo/ sponsor yang kurang bertanggung jawab. Untuk itu perlu dibentuk bursa kerja luar negeri (BKLN) di kapubaten/kota untuk mengantisipasi atau meminimalisasi permasalahan TKI. Demikian diungkapkan Kasubdit Informasi Pasar Kerja dan Penyuluhan Ditsoskel– BPNP2TKI, Sri Hartini, kepada Medikom, dalam acara pembentukan bursa kerja luar negeri (BKLN) di Bandung, barubaru ini. Dijelaskan, dengan adanya BKLN ini diharapkan dapat meminimalisasi permasalahan yang terjadi selama ini. Adanya BKLN di kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Barat, maka calon TKI dapat didata secara valid dan sekaligus mengurangi peran calon/ sponsor. Sedangkan izin pembentukan BKLN ini, lanjut Sri Hartini, diberikan langsung oleh kepala daerah kabupaten/kota, yaitu bupati atau wali kota. Setelah keluar izinnya BKLN tersebut bisa bersinergi dengan disnaker kabupaten/kota untuk melakukan acara job fair atau bursa kerja yang sudah dilakukan oleh disnaker selama ini. Sedangkan BNP2TKI melalui BP3TKI di daerah, kata Sri, hanya memberikan terobosan dan regulasi kepada BKLN atau kepada kelompok belajar berbasis masyarakat (KBBM) di kecamatan. Sedangkan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) yang dulu disebut PJTKI, tetap berkewenangan melakukan penempatan TKI ke luar negeri. Selama ini pihak PPTKIS dalam melakukan rekrut TKI, dilakukan sponsor. Maka dengan dibentuknya BKLN dapat berkoordinasi langsung dengan BKLN di kabupaten/kota, diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak. BKLN ini adalah lembaga yang bergerak di bidang pelayanan pendaftaran calon TKI yang dikelola swasta murni/masyarakat dan harus mendapat izin dari bupati/ wali kota. Sebagai dasar terbentuknya BKLN ini, kata Sri, sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 18851/211/57 tanggal 28 Januari 2008 perihal tindak lanjut pelaksanaan Inpres No 6 Tahun 2006 tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.560/345/57 tanggal 12 Februari 2008 perihal BKLN. Sementara di tempat terpisah, Kepala BP3TKI Bandung Drs Hasan Abdullah MM mengungkapkan, terbentuknya BKLN di kabupaten/ kota di Jabar diharapkan dapat memutus mata rantai percaloan/ sponsor yang kurang bertanggung jawab. BKLN ini juga dapat menyosialisasikan aturan penempatan TKI secara langsung ke masyarakat, menerima pendaftaran dan bersinergi dengan disnaker kabupaten/kota di Jabar melalui job fair yang dilakukan oleh disnaker. Nantinya, kata Hasan, data di BKLN dapat terkoneksi atau sama dengan data disnaker di kabupaten/kota dan tidak boleh bersebarangan. “Setelah BKLN menerima pendaftaran calon TKI dapat mengkomunikasikan dengan mitranya, yakni PPTKIS yang memiliki job order di luar negeri,” ujarnya. (LAURES)

Museum Sri Baduga Bangun Kecerdasan dengan Permainan Anak
Harmoni kecerdasan anak ditentukan keseimbangan antara kecerdasan intelegensia (IQ), kecerdasaan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan itu menjadi landasan dasar bagi pertumbuhan anak menuju dewasa melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan yang tidak saja formal, tetapi juga non formal. Oleh karena adanya tanggung jawab mencerdaskan anak yang seutuhnya itu, Museum Sri Baduga menyelenggarakan Festival Permainan Anak (Budak Kaulinan), Senin (26/7) hingga Minggu (1/8). Festival ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota se-Jabar. Hal ini dikemukakan Kepala Musem Sri Baduga Drs H Pramaputra MM, dalam keterangan persnya kepada Medikom, Jumat (30/7) malam. Pengembangan seluruh kecerdasan menjadi perhatian utama festival ini. Lewat kegiatan pelatihan atau workshop diperkenalkan sejumlah permainan tradisional yang terdapat di Jawa Barat. Selain melatih, juga untuk bisa membuat permainan tradisional itu, seperti permainan gasing, engklek. Dalam bentuk pameran dan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, diperkenalkan juga pemanfaatan daun kelapa atau janur sebagai bahan baku dasar dalam membuat peralatan untuk permainan. Keragaman permainan anak menjadi perhatian UPT Disparbud Jabar kali ini. Anak sejak dini dididik tentang pluralitas dan keberagaman yang terdapat di Indonesia sebagai kekuatan bersama untuk membangun bangsa. Beberapa alat permainan seperti miniatur bioskop, perangkat gambar toong mendapat perhatian dari para peserta diklat dan para pengunjung Festival Budak Kaulinan 2010 ini. Dalam event ini juga dipamerkan dan diperkenalkan kekayaan senibudaya dan tradisi Jawa Barat yang terancam punah, dalam bentuk permainan anak yang masih di bawah umur. “Event Museum Sri Baduga 2010 ini dipamerkan permainan tradisional yang terancam punah, seperti permainan sarung, kukuyaan dan gagadaan. Permainan dari bahan daun juga dilatih dan dipamerkan, yaitu permainan angkut tradisional dari pelepah daun, bedil sorodok sebagai bentuk permainan, hihileudan dan pepecutan atau permainan berbahan rumput seperti hahayaman,” jelas Pramaputra. “Wujud atau maksud festival ini adalah membangun karakter anak yang kreatif, kuat dan cerdas yang menyenangkan bagi orang lain,” lanjutnya. (Zaz)

567 Orang Calon Jamaah Haji Ikuti Manasik
TASIKMALAYA, Medikom–Sebanyak 567 orang calon jamaah haji dari Kota Tasikmalaya mengikuti pembinaan dan praktik manasik haji di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/7). Manasik haji yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Tasikmalaya ini, dibuka Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi. Syarif merasa bahagia dapat membantu dan memfasilitasi kegiatan ini. “Niatkan secara ikhlas dan bagus, sempurnakan manasik haji, jaga kesehatan dan selalu berlatih sabar,” pesan Syarif kepada para peserta manasik haji. Ia juga berpesan kepada petugas pembimbing haji agar membimbing jamaah haji dengan baik, jangan sampai telantar dan jangan tinggalkan jamaah yang sedang sakit. “Ibadah haji memang penting tapi lebih penting jamaah haji, karena berada di sana untuk mengurus jamaah haji,” pesan Syarif kepada petugas pembimbing jamaah haji. Drs H Ahmad Fatoni MM membacakan laporan Kepala Kementerian Agama Kota Tasikmalaya menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang ibadah haji, memperkuat ukhuwah dan kebersamaan sesama jamaah haji, sehingga diharapkan dapat menjadi bekal untuk mencapai haji yang makbul dan mabrur. Ahmad juga menyampaikan bahwa selama di tanah suci nanti, para jamaah akan didampangi petugas yang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) sebanyak satu orang, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) sebanyak satu orang dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sebanyak empat orang. (A Cucu)

Disperindagkop Kota Bogor Bagi Penghargaan Untuk Koperasi
BOGOR, Medikom-Bertepatan dengan Hari Koperasi ke-63, lima koperasi berprestasi di Kota Bogor mendapat penghargaan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bogor. Selain itu diserahkan pula piagam penghargaan kepada 150 koperasi yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Piagam penghargaan diserahkan Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat bersama Kepala Disperindagkop Edgar Suratman dalam acara Temu Koperasi dalam peningkatan manajemen pengurus koperasi di Gedung Auditarium Balitro Jln Tentara Pelajar No 3 Cimanggu Kota Bogor, Kamis (22/7). Kelima koperasi berperestasi yang menerima penghargaan yaitu KPRI Karsamina Sejahtera, PKRI Swakarsa Raharja, KPRI Ekawiyata Bakti, KPRI Raharja, dan KPRI Mitra Karsa. Sedangkan 150 koperasi yang telah melaksanakan RAT secara simbolis penghargaannya diterima oleh KPRI Tanaman Pangan, Koperasi Tirtasanita, KPEK Rancamaya, KAMT Wasilah dan Koparasi TNI Yon 315 Garuda. Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat berharap kepada koperasi di Kota Bogor di masa yang akan datang lebih aktif dalam upaya meningkatkan kinerja bisnisnya masing-masing. “Jangan biarkan koperasi yang telah dibentuk hanya sekadar sebagai lembaga bisnis dengan kapasitas usaha yang kecil dan ruang lingkup usaha yang terbatas,” tandasnya. Ru’yat berharap kepada pengurus koperasi harus melakukan evaluasi kinerja koperasinya. “Lakukan perbaikan demi perbaikan sistem untuk menjadikan koperasi sebagai sebuah lembaga usaha yang sehat secara manajerial dan sehat secara finansial, sehingga mampu menjadi lembaga bisnis yang berdaya saing tinggi,” pintanya. Sementara Ketua Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kota Bogor H Hidayat mengatakan, prioritas dari program Dekopinda melakukan penguatan dan penataan ulang kelembagaan. Kita ingin Koperasi menjadi organisasi yang mandiri dan tanggap dalam menghadapi perubahan. Dekopinda siap memberikan pelayanan optimal sesuai dengan ketentuan gerakan koperasi, khususnya di bidang pembangunan usaha dan SDM serta program penguatan dan penataan ulang kelembagaan yang dilaksanakan secara simultan. Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disperindagkop Kota Bogor Casmita selaku penyelenggara Temu Usaha Koperasi mengatakan, temu usaha koperasi digelar dalam rangka Hari Koperasi ke-63 Tahun 2010 Tingkat Kota Bogor. Temu Usaha diikuti 150 peserta terdiri dari koperasi pegawai, masyarakat, TNI/Polri, pasar dan syariah. Tujuannya sebagai ajang silaturahmi sesama gerakan koperasi serta untuk membekali para pengurus koperasi mendapat pengetahuan dan informasi dalam mengakses permodalan maupun dalam membangun jejaring usaha dengan sesama gerakan koperasi. Sedangkan nara sumbernya dari Koperasi Simpan Pinjam, Lembaga pengelola dana bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Bank Sejahtera Ekonomi Jakarta, dan KSP Nasari Cabang Bogor. (gn/wan)

Fortankot Sukabumi Gelar Aksi Unjukrasa ke PLN
SUKABUMI, Medikom–Forum Petani Kota (Fortankot) Sukabumi menggelar aksi unjukrasa ke Kantor PT PLN (Persero) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Sukabumi, Selasa (27/7). Aksi yang digelar oleh Fortankot terkait dengan penolakan kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) karena bisa memberatkan rakyat miskin, kendati kenaikan TDL hanya diberlakukan bagi pengguna listrik di atas 1.300 VA. Koordinator Fortankot Sukabumi, Meki Mahmudin mengungkapkan, meski tarif dasar listrik untuk pelanggan 900 Kwh maupun 450 Kwh tidak naik, namun kenaikan TDL berdampak pada ekonomi para petani. “Beban biaya hidup warga miskin tetap membengkak akibat kenaikan TDL untuk pelanggan 1.300 VA,” ujarnya. Selain itu lanjut Meki, Forum Petani juga mendapatkan keluhan terjadinya pembengkakan tagihan rekening listrik pascakenaikan TDL. Hal itu dialami seorang petani asal Pabuaran Kecamatan Warudoyong. Dia harus membayar tagihan listrik hingga mencapai sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Padahal beban listrik di rumahnya hanya 450.VA. Menanggapi hal itu, Humas PT PLN APJ Sukabumi Harry SAS mengatakan persoalan kenaikan TDL yang disampaikan oleh para pengunjukrasa itu bukan kewenangan pihaknya. Namun aspirasi pengunjuk rasa akan disampaikan ke pimpinannya. “Masalah kenaikan TDL ini kebijakannya ada pada pemerintah pusat. PLN hanya sebagai operator saja. Dan TDL hanya diberlakukan bagi pelanggan 1300 VA ke atas, bukan untuk pelanggan di bawah 900 VA,” jelas Harry. Ketika disinggung adanya tagihan yang sampai sepuluh kali lipat, Harry mengungkapkan human error yang dikeluhkan tidak menutup kemungkinan terjadi dalam pencatatan Kwh meter yang dilakukan oleh petugas yang dipercayakan kepada rekanan PLN, atau pada saat memasukkan data ke komputer yang berada di kantor. “Para petugas meter saat ini menggunakan kamera digital, mungkin saat memasukkan data dari kamera digital ke komputer masih manual mungkin saja ada kesalahan memasukkan angka,” ujar Harry. Harry menambahkan, kasus membengkaknya tagihan rekening listrik bisa diakibatkan karena penumpukan angka Kwh. Hal ini disebabkan terjadinya ‘kongkalingkong’ antara pelanggan dengan petugas pencatat Kwh meter dalam mencatat angka Kwh per bulannya. Sehingga terjadi penumpukan tagihan. “PLN terus berupaya memperbaiki agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatananKwh meter,”ujarnya. (Arya)

Bus Seruduk Truk, Dua Tewas
INDRAMAYU, Medikom–Dua orang tewas dan lima penumpang lainnya luka berat saat bus Pahala Kencana menambrak truk pasir di jalur utama Pantura Lohbener, Rabu (28/7). Korban tewas dan luka langsung dievakuasi sejumlah warga setempat ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang untuk mendapatkan pertolongan. Korban tewas yakni H Soleh dan Hasanah, keduannya warga Pamekasan, Madura. Sementara lima luka yakni Sapril (34), Padil (24), dan Hasan (17). Ketiganya warga Pamekasan, Madura serta Adinda Pratiwi (10) dan Suhariyah keduannya warga Serang. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika bus Pahala Kencana dengan nomor polisi B7281-WV yang dikemudikan Sapril melaju kencang dari arah Cirebon menuju Jakarta. Namun ketika tiba di jalur baru Lohbener, bus tersebut menabrak truk pasir bernomor polisi B-9790-FI juga dari arah yang sama. Akibat benturan keras, sejumlah penumpang bus serta sopirnya mengalami luka. Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto SIK membenarkan adanya insiden kecelakaan yang merenggut dua korban jiwa di jalur baru Pantura Lohbener. Kapolres Nasri menduga kecelakaan akibat kelalaian pengemudi bus yang tidak memperhatikan ramburambu jalan serta dugaan sopir bus mengantuk hingga terjadinya tabrakan. (H YF)

Bupati Tutup Diklat Prajabatan CPNS
TASIKMALAYA, Medikom– Bupati Tasikmalaya Drs H T Farhanul Hakim MPd menutup secara resmi Diklat Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan I, II, dan III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, di Aula IAI Cipasung, Singaparna, Selasa pekan lalu. Penutupan yang ditandai dengan ketukan palu dan penanggalan tanda peserta ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Sekretaris Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat, para Widyaswara, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan para peserta diklat prajabatan tahun 2010. Bupati mengatakan, melalui pelaksanaan diklat prajabatan diharapkan akan terbentuk sosok pegawai negeri sipil yang berkualitas, berdedikasi tinggi, bermoral serta mampu melakukan perubahan dengan diawali dari diri sendiri. Semua itu merupakan tuntutan yang harus terus menerus dilakukan oleh PNS dalam rangka mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat. Dengan berbekal pengetahuan dan wawasan yang telah didapat, para CPNS harus mampu mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari di masyarakat maupun di instansi tempat bekerja. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat Dra Hj Dewi Laraswati MSi mengatakan pegawai negeri sipil yang berkedudukan sebagai unsur aparatur negara harus mampu menjadi sosok aparatur ideal yang diidamkan masyarakat yang memiliki citra diri yang positif, etos kerja yang baik, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap perilakunya, serta mempunyai sikap integritas moral yang tinggi. Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah Kabupaten Drs Eddy Saiful Anwar melaporkan peserta diklat prajabatan CPNS Golongan I, II dan III tahun 2010 sebanyak 439 orang yang terdiri dari Tenaga Kontrak Golongan I dan II sebanyak 73 orang, Golongan III sebanyak 27 orang. Pelamar Umum Golongan II sebanyak 77 orang, Golongan III sebanyak 262 orang. “Di dalam kegiatan Diklat Prajabatan dilaksanakan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan kemampuan akademis serta perubahan sikap dan perilaku peserta,” imbuhnya. (A Cucu)

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

sorot
Pengurus Paguyuban Bekasi Banten Tingkat Desa Dilantik
BEKASI, Medikom Pelantikan pengurus Paguyuban Bekasi Banten (Pasiban) tingkat desa di 6 kecamatan bertempat di GOR Tambun Selatan, Selasa (27/7), berlangsung meriah. Kecamatan itu ialah Tambun Selatan, Tambun Utara, Setu, Cikarang Barat, Cibitung dan Cikarang Selatan. Acara pelantikan diisi hiburan Marawis, topeng asli dari Tambun Selatan. Hadir Ketua Umum Pasiban Dr H Sa’duddin MM yang juga sebagai Bupati Bekasi, Ketua Harian Pasiban Damin Sada, seluruh camat seKabupaten Bekasi, kepala desa dari 6 kecamatan, anggota Pasiban, siswa SMA dan masyarakat Tambun Selatan, memenuhi GOR Tambun Selatan. Tema Pasiban dengan semangat “Sekali Kaki Melangkah Pantang Menoleh ke Belakang” sebanyak 378 pengurus tingkat desa periode 20102015 dari 54 desa yang ada di 6 kecamatan resmi dilantik langsung oleh Ketua Harian Damin Sada. Damin mengingatkan kepada para pengurus Pasiban agar jangan menjadi sampah masyarakat. “Jadilah manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, harus dapat menjaga amanah dengan baik,” katanya. Dr H Sa’duddin MM, selaku Ketua Umum Pasiban dalam sambutannya, mengatakan, walaupun baru berdiri Pasiban sudah mempunyai pengurus berikut anggotanya berjumlah 1.800 orang. Ini merupakan organisasi terbesar di Kabupaten Bekasi. Nantinya juga akan dibentuk pengurus Pasiban di tingkat RT. Bahkan, menurut Sa’duddin, ada yang mengusulkan Pasiban juga dibentuk di Kota Bekasi. Atas usulan itu, di tingkat Kota Bekasi pun rencananya akan didirikan Pasiban. Dalam persiapan bulan suci Ramadan ini, Sa’duddin akan mengajak memanfaatkan Ramadan dengan baik, dituntut untuk berlaku jujur serta adil. Bahrum SH, selaku Ketua PWK Pasiban (Pengurus Wilayah Kecamatan) Tambun Selatan mengatakan, dengan telah diresmikannya pelantikan pengurus tingkat desa Pasiban pada 6 kecamatan yang terdiri dari 54 desa, selaku tuan rumah pihaknya mengucapkan terima kasih semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini. “Kepada pengurus Pasiban tingkat desa yang telah dilantik agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar,” terang Bahrum. (Ign/Stef)

10

Anggota DPD-RI, Pardi:

Manajemen Berantakan Selama Memimpin

Anggota DPRD DKI Pasti Melakukan Korupsi
JAKARTA, Medikom-Banyaknya pejabat Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta yang masuk penjara, semua itu terjadi dikarenakan pola pikir dan tingkah laku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta. Ternyata, gerak-gerik anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta selama ini benar-benar sedang disorot oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI). “Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta pasti melakukan korupsi. Bohong kalau tidak melakukan korupsi,” itulah bunyi pernyataan yang sangat keras dari salah satu anggota DPD-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Pardi SH, baru-baru ini, di Gedung DPDRI, Senayan, Jakarta. Pardi mengatakan, banyak pejabat Pemrov DKI Jakarta yang menjadi korban karena ulah atau tingkah laku anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta yang ingin mengembalikan Pardi SH bagaimana caranya bisa mengembalikan modal pada saat kampanye,” kata Pardi. Karena, masih kata Pardi, ada yang modalnya meminjam, ada yang jual tanah, jual rumah, dan jual mobil. Bagaimana bisa amanah anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, kalau pola pikirnya sudah membayangkan proyek-proyek. “Sudah banyak pajabat Pemrov DKI Jakarta yang menjadi korban tindak pidana koruspi, karena kebodohan eksekutif, yang mau dijadikan korban oleh anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta,” papar Pardi. “Kalau saya (Pardi, red) sudah pasti amanah. Sebab pada saat kampanye pemilihan DPD-RI, hanya bermodalkan Rp12 juta, dan itu pun jual motor roda dua. Masyarakat DKI Jakarta sangat jeli mendukung saya menjadi anggota DPD-RI, sebagai perwakilan. Seharusnya masyarakat DKI Jakarta jangan silau dan mau diiming-imingi uang,” jujur Pardi. (SS)

Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan Patut Diganti
JAKARTA, Medikom-Sudah hampir delapan puluh persen dari 94 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, yang terdiri dari berbagai partai, yaitu Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Damai Sejahtera, dan Partai Kebangkitan Bangsa, menilai kinerja Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ferrial Sofyan (dari Partai Demokrat, red) benar-benar “porak poranda”. Bahkan bagaikan kapal/pesawat terbang jatuh ke darat. Bukan itu saja, sudah delapan puluh persen menghendaki Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ferrial Sofyan agar diganti secepatnya. “Semenjak Ferrial Sofyan dipilih dan menjadi Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, manajemennya benarbenar “porak poranda”. Rapat-rapat, seperti rapat komisi dan rapat paripurna pun sering ditunda. Padahal, itu sudah diagendakan dan disepakati oleh rapat badan musyawarah,” tegas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tak ingin namanya dipublikasikan. Bahkan baru-baru ini kekisruhan kembali terjadi di kalangan Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi DKI Jakarta yang telah memprotes pelaksanan sidang paripurna dengan agenda pidato Gubernur Fauzi Bowo dalam penyampian Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2009, Kamis (29/7). Di antaranya dipertanyakan perihal penyelenggaraan sidang rapat paripurna yang tanpa diikuti sebagian besar anggota Dewan (DPRD DKI, red) sehingga tidak kuorum. Sebab sebagian besar anggota Dewan yang tergabung di masing-masing komisi telah berada di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat membahas APBD DKI 2010. HM Asraf Ali (Ketua Fraksi Partai Golkar), HE Syahrial (Ketua Fraksi PDI Perjuangan), Mohamad Sanusi (Ketua Fraksi Partai Gerindra), Matnoor Tindoan (Ketua Fraksi PPP), Sahrianta Tarigan (Partai Damai Sejahtera), Hasbiallah Ilyas (PKB), Nurmansjah Lubis (Ketua Fraksi PKS), dan beberapa anggota Fraksi Partai Demokrat yang tak ingin namanya dipublikasikan, menghendaki agar Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Ferrial Sofyan diganti. (slamet supriyadi)

modalnya. Sebab pada saat kampanye anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan modalnya besar sekali. “Jadi, di benak pikiran anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta,

Keberhasilan, Kelemahan, serta Hambatan Program Kerja

Desa Paya Bakung Terima Kunjungan Tim Penilai Lomba Desa
HAMPARAN PERAK, Medikom– Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak merupakan nominasi desa terbaik di tingkat Nasional yang dikunjungi tim penilai/veripikasi Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional tahun 2010, Selasa (27/ 7) di Desa Paya Bakung. Kunjungan Tim penilai ini disambut Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars bersama unsur Muspida, Wakil Ketua TP PKK Hj Asdiana Zainuddin, Asisten I Drs HM Iqbal Nasution, Kaban PMD H Syafrullah SSos MAP, Ka Bappeda Ir Irman DJ Oemar MSi, Kadis Kesehatan Dr H Masdulhag SPog (k) MHA, Kadisdikpora Drs Sopian MPd dan sejumlah SKPD lainnya, Camat Hamparan Perak Drs Rahmad Sejati dan Muspika serta Kades Payabakung Paidi beserta prangkat dan kader desa. Tim Penilai/Veripikasi Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional yang dipimpin Dirjen Pemdes/Kelurahan Kementerian Dalam Negeri Drs Parsadaan Girsang Msi ini turun didampingi Kaban PMD Sumut Drs H Rusli Abdullah, menilai secara objektif keadaan desa yang merupakan nominasi desa terbaik di tingkat Nasional. Selain bertatap muka langsung melakukan tanya jawab kepada aparat desa dan kader-kader serta instasi terkait di tingkat kabupaten, tim penialai juga langsung ke lapangan. Yang menjadi fokus penilaian tim di antaranya bagaimana kepala desa manjalankan tugas pokok dan fungsinya serta tanggung jawabnya terhadap desa, bagaimana upaya mengembangkan usaha dan ekonomi masyarakat, kemudian upaya menyadarkan masyarakat akan hak dan kewajibannya. Ketua Tim penilai juga memberitahukan bahwa bagi desa yang ikut menjadi nominasi desa terbaik di tingkat Nasional akan diundang hadir mengikuti Upacara HUT ke-65 RI tahun 2010, di Jakarta. Masing-masing kepala desa, Ketua TP PKK Desa, Ketua LKMD dan camat setempat. Wakil Bupati H Zainuddin Mars menyampaikan terimakasih dan rasa bangga atas kunjungan tim ke Desa Paya Bakung sebagai desa terbaik di antara 380 desa dan 14 kelurahan di Deliserdang. Dikatakan, berbagai upaya dilakukan dalam percepatan pembangunan daerah termasuk di Desa Paya Bakung. Pihaknya menerapkan pola pembangunan melalui tiga pilar kekuatan yaitu partisipasi masyarakat, pemerintah dan dukungan pihak swasta dengan penuh rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Pola ini diapliksikan melalui kegiatan, seperti Konsep Cerdas yang berhasil merehabilitasi seluruh gedung sekolah sehingga layak pakai, Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) membangun berbagai infrastruktur, Konsep SIGAP PKK (Sehat Indah Gaya dan Panutan), kemudian Proram CERIA (Percepatan Penuruanan Angka Kematian Ibu dan Anak). Semuanya merupakan penjabaran dari Visi Misi Pembangunan Kabupaten Deliserdang yaitu Deliserdang yang maju bersama masyarakatnya yang sejahtera religius dan bersatu dalam kebhinnekaan. Sementara Kades Paya Bakung Paidi memaparkan, desanya memiliki jumlah penduduk 8.726 jiwa dengan luas 1.652,5 hektare sedangkan angka partisipasi masyarakat pada tahun 2008 Rp852.350.000 dan pada tahu 2009 meningkat menjadi Rp1,7 miliar lebih. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar adalah petani. (R David Sagala)

Sekretaris PU DKI, Drs Kukuh Hadi Santoso MM:

Tegakkan Moralitas Positif, Utamanya Watak Kejujuran dan Disiplin
JAKARTA, Medikom-Tegakkan moralitas positif, utamanya watak kejujuran, keterbukaan, dan disiplin, dimulai dari diri sendiri, di lingkungan kantor dan masyarakat sekitar sehingga menghasilkan pelayanan publik yang prima. Tuluslah bekerja, orientasikan pada hasil, kemanfaatan bagi masyarakat serta tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Itulah pedoman dan pernyataan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi DKI Jakarta, Drs Kukuh Hadi Santoso MM, di ruang kerjanya, Jalan Jatibaru Jakarta Pusat, Jumat (30/7). Pedoman/pernyataan Sekretaris PU Provinsi DKI Jakarta, Drs Kukuh Hadi Santoso MM sesuai dengan imbauan Jaksa Agung, Hedarman Supandji pada saat Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-50 Tahun 2010. “Bangun budaya kerja keras, pola pikir dan tingkah laku birokrasi positif, sebagai landasan dan keyakinan dalam setiap pelaksanaan tugas, guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” papar Kukuh. Dalam mengelola anggaran, kata Kukuh, kita harus terbuka/ transparan, dan jujur, agar masyarakat DKI Jakarta dapat merasakan hasil kerja keras PU Provinsi DKI Jakarta. “Tingkatkan profesionalisme, tidak hanya dalam bidang teknis yuridis, namun juga meliputi fungsi manajemen PU Provinsi DKI Jakarta yang lain, seperti keuangan dan administrasi. Dengan adanya isu/dugaan berbagai macam dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), itu adalah hal wajar sebagian dari demokrasi,” tegas Kukuh kepada beberapa media cetak. Masih kata Kukuh, pengerjaan proyek pun harus dilakukan secara profesional sesuai dengan standar pekerjaan yang telah diserahkan dalam rencana kerja dan syarat (RKS). “Bagi kontraktor yang melakukan kecurangan saat mengerjakan proyek di-blacklist atau dimasukkan dalam daftar hitam, dan ini tidak main-main,” ujar Kukuh. Hal tersebut sesuai juga dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengancam akan memberi sanksi kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang melakukan proyek atau pembangunan tidak maksimal. Jika kesalahan itu dilakukan oleh pemborong, maka Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta akan memblack list, dan tidak lagi diikutsertakan dalam tender atau lelang berikutnya. (slamet supriyadi)

Arsip sebagai Bukti Otentik
CIBINONG, Medikom-Sedikitnya 110 orang terdiri dari pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Bogor, para ketua komisi DPRD Kabupaten Bogor, kepala BUMD, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, serta para direktur perusahaan swasta yang berada di Kabupaten Bogor, berkumpul di Gedung Serbaguna I Pemkab Bogor, Cibinong, Kamis (29/7). Kumpulnya para pimpinan dari berbagai lembaga ini, yakni untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, yang digelar oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor. “Upaya sosialisasi terhadap para pejabat eselon II dan III, ketua komisi DPRD dan direktur BUMD serta para rektor perguruan tinggi dan para direktur perusahaan swasta ini perlu dilakukan,” ujar Sekretaris Daerah Hj Nurhayanti, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini dikarenakan, meskipun tugas menciptakan efisiensi dan efektivitas ketersediaan informasi melalui tertib arsip secara teknis merupakan tugas pengelola kearsipan, namun dari aspek kebijakan dan pengembangan merupakan tanggung jawab pimpinan. Untuk itulah, lanjut Hj Nurhayanti, paradigma lama yang membebankan tugas kearsipan hanya pada lembaga kearsipan atau petugas kearsipan semata, haruslah diubah. Artinya, perlu adanya good will dari pimpinan untuk memberikan dukungan saranaprasarana serta menciptakan iklim kondusif bagi pelaksanaan kearsipan di lembaga yang dipimpinnya. Dikatakannya, tertatanya arsip dalam lingkungan yang kondusif serta adanya kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai akan menunjang terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) serta mendorong terwujudnya pelayanan prima bagi masyarakat, sebagai salah satu prasyarat terwujudnya kondisi pemerintahan yang bersih, berwibawa dan professional serta mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. “Secara konseptual, pengelolaan arsip harus diarahkan untuk memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen modern dan sumber informasi bagi manajemen atau pembuat kebijakan, karena arsip merupakan bukti otentik yang akurat dan mampu memberikan informasi lengkap tentang keberhasilan, kelemahan dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program kerja atau unit kerja,” ungkap Hj Nurhayanti. Dengan memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan arsip secara optimal, tambah Hj Nurhayanti, arsip dinamis dapat diberdayakan di instansi pencipta berdasarkan sistem yang digariskan secara makro dan arsip statis dapat diakses secara luas dengan standar teknis yang dikembangkan secara nasional. Sementara itu, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor H Sonny Abdussukur AK, mengatakan, penyelenggaran kegiatan apresiasi ini, tentunya memiliki arti yang sangat penting dan strategis, terutama dalam upaya memasyarakatkan sadar arsip dan meningkatkan pemahaman seluruh partisipan pembangunan Kabupaten Bogor tentang peran dan fungsi arsip serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin terciptanya tertib administrasi kearsipan di berbagai lembaga, baik lembaga negara, pemerintahan daerah, perguruan tinggi, BUMN dan BUMD, maupun perusahaan swasta. Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam apresiasi kearsipan ini, tambah Sonny Abdussukur, yakni terselenggaranya manajemen kearsipan yang sinergi, baik pada lembaga pemerintah maupun lembaga pendidikan serta lembaga perusahaan swasta di Kabupaten Bogor. Dengan demikian, diharapkan penataan dan penghembangan arsip di lembaga yang dipimpinnya akan berlangsung secara profesional dan berkelanjutan serta mampu memberikan dukungan yang optimal bagi tercapainya visi dan misi lembaga secara menyeluruh. Dikatakan Sonny Abdussukur, kegiatan apresiasi kearsipan ini, selain menghadirkan Kepala Arsip Nasional RI, M Asichin yang dalam materinya menyampaikan UU No 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, dan Kebijakan Pemerintah Pusat dalam Pembinaan Bidang Kearsipan, juga Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Ani Ismarini. Dalam materinya Ani menyampaikan tentang kebijakan Pemprov Jabar dalam bidang kearsipan sesuai UU No 43 Tahun 2009. (RgA)

PW NU Sumut Peringati Isra Mikraj di Percut
PERCUT SEI TUAN, Medikom–PW NU (Nahdlatul Ulama) Sumatera Utara yang dipimpin Ashari Tambunan menggelar peringatan Israk Mikraj menyambut bulan suci Ramadan 1431 H yang di pusatkan di halam Masjid Raya Nurul Yaqin, Desa Percut, Kamis (29/7). Pada acara tersebut, secara spontanitas berhasil menghimpun dana Rp67.090. 000. Dana yang terkumpul diperuntukkan guna membantu peyelesaian renovasi Masjid Nurul Yaqin yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan yang juga Mukhtasar PW NU Sumatera Utara pada kesempatan itu mengatakan rasa bahagianya melihat adanya rasa kebersamaan di tengah-tengah masyarakat. “Mari kita tumbuhkembangkan rasa kebersamaan, karena hanya dengan kekuatan kebersamaan kunci keberhasilan pelaksanaan pembangunan,” ungkap Amri seraya mengatakan, tak mungkin pelaksanaan pembangunan hanya diserahkan kepada pemerintah tanpa keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terima kasinya kepada PW NU Sumut yang melaksanakan kegiatan Israk Mikraj menyambut bulan suci Ramadan 1431 H di Desa Percut, Deliderdang. “Kegiatan keagamaan perlu dan harus terus menerus dilakukan, karena hanya agamalah yang menjadi sandaran moral bagi kita,” katanya. Sebelumnya Ketua PW NU Sumut Ashari Tambunan begitu juga Ketua Panitia Drs HM Adlin Damanik MAP dalam sambutannya mengatakan kegiatan Israk Mikraj sudah merupakan program rutin PW NU Sumut dan memilih lokasi bukan di pusat kota melainkan di pelosok seperti yang dilaksanakan saat ini di Desa Percut di pinggiran pantai. Mungkin tahun depan pelaksanaan Israk Mikraj akan dilangsungkan di Tanah Karo dan selanjutnya di berbagai daerah lainnya. Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Ruben Tarigan SE, dalam sambutannya mengatakan NU merupakan salah satu ormas Islam terbesar yang hingga kini mampu menjadi perekat di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan negara. Pada peringatan Israk Mikraj menyambut itu, Al-Ustaz DR KH Amiruddin MS MA Phd dalam tausyiahnya yang cukup bernas menyebutkan salah satu hikmah Isra Mikraj adalah Allah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad bahwa akhirat itu ada. Bahkan Allah juga memperlihatkan ada orang yang menggunting-gunting lidahnya, itu menggambarkan orang-orang yang suka menghujat. Semua bentuk perbuatan yang salah pasti akan mendapat ganjaran. Al-Ustaz mengajak seluruh jemaah untuk terus berkomunikasi dengan Allah yang dapat dilakukan melalui salat. Selain itu, juga harus saum (puasa) dan berzakat. Hadir saat itu, sejumlah pejabat Pemkab Deliderdang seperti Asisten I Drs Iqbal Nasution, Kadis Dikpora Drs Sofian Marpaung MPd, Kaban Kesbang Linmas Drs Edy Azwar, PL Kadis Infokom Drs Nagauman Sinaga, sejumlah camat, mantan Wali Kota Medan Drs Afifuddin Lubis, pengurus PW NU Sumut dan Deliaserdang, anggota DPRD Deliserdang Rahmadsyah SH yang juga Sekretaris Panitia serta Syahrul Yunan. (R David Sagala)

Bupati DS H Amri Tambunan:

“Kades Harus Mampu Menjabarkan Kebijakan Pemerintah”
SIBOLANGIT, Medikom–Seorang kepala desa yang memegang jabatan terdepan merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Ia harus mampu menjabarkan kebijakan pemerintah dan mengetahui persis tuntutan dan menyahuti kebutuhan masyarakat. Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan mengemukakan hal itu pada pelaksanaan pembekalan teknis kepada kepala desa terpilih tahun 2009 di Kabupaten Deliserdang, Senin (26/7) di Aula Kemin, Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit. Sebelumnya kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati H Zainuddin Mars, ditandai dengan penyematan tanda peserta, dan turut dihadiri Asisten I Drs H M Iqbal Nasution, para SKPD dan camat se jajaran Pemkab Deliserdang. Lebih jauh Bupati mengatakan perpanjangan tangan pemerintah yang diberi lambang garuda itu dimulai dari jabatan presiden, gubernur, bupati, camat hingga jabatan kepala desa yang mempunyai wilayah dan penduduk. Tentunya, mereka tidak terlepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin, pengatur, penggerak dan pelayan masyarakat sehingga sasaran yang diharapkan bisa tercapai. Diingatkan, sebagai kepala desa dalam menjalankan tugasnya harus berpedoman pada cita-cita proklamasi yang tertuang pada mukadimah UUD 1945 sebagai

Anak Yatim, Duafa dan Anak Jalanan Dapat Santunan
BOGOR, Medikom-Sekitar 1.075 orang anak yatim, kaum duafa, dan anak jalanan mendapatkan santunan dari para pengusaha. Bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se Kota Bogor, 1.075 anak yatim dan duafa didatangkan dari seluruh wilayah di Kota Bogor untuk mendapat santunan dan pengobatan gratis. Penerima santunan dikumpulkan dari enam kecamatan se Kota Bogor. Sebanyak 200 anak yatim dan anak duafa didatangkan dari Kecamatan Bogor Barat, 200 anak yatim lainnya didatangkan dari Kecamatan Bogor Selatan. Sedangkan Kecamatan Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara dan Tanah Sareal mengirimkan 150 anak yatim dan duafa dari masing-masing kecamatan. Selain itu, anak jalanan juga tidak luput dari perhatian. Setidaknya telah dikumpulkan sekitar 75 anak jalanan yang menerima santunan. Santunan yang diberikan untuk setiap anak berisikan sejumlah alat tulis untuk bersekolah, snack dan juga peralatan mandi. Sebelum menyerahkan santunan, Wali Kota Bogor Diani Budiarto menyatakan bahwa santunan yang diberikan pada hari ini mudah-mudahan berguna dan memberikan manfaat bagi semuanya. Upaya ini merupakan langkah positif untuk menyikapi keprihatinan yang menimpa anakanak yatim, anak duafa dan anak jalanan di Kota Bogor. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa merangsang pengusaha lainnya untuk menyumbang kepada anak yatim dan duafa lainnya. Mudahmudahan ini merupakan langkah yang positif dan diikuti oleh pengusaha lainnya,” harap Diani. Panitia Penyelenggara Dewi Yani Chandra menyatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap nasib anak-anak Indonesia selaku para penerus bangsa. Pada kesempatan yang sama juga digelar Balai Pengobatan yang untuk anakanak yatim, duafa dan anak-anak jalanan. Di Balai Pengobatan, anakanak dapat memeriksakan kondisi kesehatan dan gigi mereka. Namun, masyarakat umum juga bisa ikut berpartisipasi. Karena ternyata Bapai Pengobatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Hj Fauziah Diani Budiarto, menyatakan balai pengobatan juga terbuka untuk masyarakat Kota Bogor lainnya, tidak hanya anakanak yatim, duafa dan anak jalanan saja. Di sini sudah tersedia 12 dokter umum dan lima dokter gigi. Panitia menargetkan sekitar 2.000 warga Bogor bisa ikut memeriksakan diri. Batas pendaftaran dibuka hingga pukul 14.00 WIB. “Kita targetkan 2.000 pasien yang mendaftar. Semuanya gratis. Bahkan obatobatan yang disediakan juga bagusbagus,” tambah Fauziah. Untuk itu, Fauziah tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Dewi Jaya Motor dan Obor Berkat Indonesia yang memfasilitasi seluruh kegiatan hari ini. (gn/Rangga)

Silaturahmi Insan Pers Pertebal Pemahaman
CIAMIS, Medikom-Masih banyak keawaman masyarakat terhadap wartawan maupun tugas jurnalistik ditambah banyak pula oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan ini. Dan cukup banyak wartawan yang merasa sombong atas tugasnya yang dilindungi undang-undang (UU). Untuk itu, beberapa insan pers tampaknya mencoba perlahanlahan memberikan pemahaman tugas jurnalistik, yakni dengan menyosialisasikan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) pada dinas, instansi serta lembaga masyarakat lainnya. “Kami sudah menyosialisasi pada kurang lebih 400 peserta dari berbagai kantor, seperti Kantor Departemen Agama Jawa Barat soal UU Pers dan KEWI,” ujar Sekretaris PWI Cabang Jabar, Uyun Achdiyat, saat Silaturahmi Jurnalistik Jabar dengan pengurus dan anggota PWI Perwakilan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, beserta Bank Jabar-Banten Cabang Ciamis, di Hotel Tiara, Rabu (28/7). Hadir pada silaturahmi jurnalistik ini Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Tasikmalaya Cecep SA, Ketua PWI Perwakilan Garut, PWI Perwakilan Ciamis Nurhandoko, Dirut Bank Jabar-Banten Cabang Ciamis serta Seksi Priangan Bank Jabar Banten Ipin Saripin, anggota dan Pengurus PWI Perwakilan Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Ciamis. Pada acara itu juga berlangsung sosialiasi produk dan layanan Bank Jabar-Banten pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Silaturahmi jurnalistik ini merupakan program Pengurus PWI Cabang Jabar untuk lebih mendekatkan lagi dengan anggota PWI yang tersebar di 24 kota/ kabupaten se-Jabar. Dalam silaturahmi ini juga diserap aspirasi wartawan serta dipaparkan kebijakan baru, seperti anggota PWI minimal harus lulusan D3. Kebijakan ini tak lain untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan dalam menjalankan lugas jurnalistiknya. Sementara itu. Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Ciamis Nurhandoko menyambut baik silaturahmi jurnalistik ini berlangsung di Kabupaten Ciamis (Hotel Tiara). Dirinya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan pengurus PWI Cabang Jabar untuk melaksanakan silaturahmi ini di Kabupaten Ciamis. Acara ini untuk mempererat tali silaturahmi di antara wartawan dan pengurus PWI, baik di daerah maupun PWI Cabang Jabar,” tegasnya. (Herz)

amanah dari para pejuang kemerdekaan agar dapat melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Selain itu, harus memiliki tekad harga mati tetap mepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kepala desa harus menguasai unsur kepemimpinan dengan mengawali perencanaan yang matang, mengorganisir yang baik, melaksanakan tugas dan lakukan pengawasan serta yang tidak kalah penting adalah harus menguasai tugas pokok dan fungsinya. Kuasai peraturan dan perundangundangan yang berlaku dan kuasai potensi yang ada yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung

kemajuan desanya. Lakukan upaya-upaya perbaikan sehingga wibawa kepemerintahan semakin kuat,” harap Bupati. Kaban Pemberdayaan Masyarakat H Syafrullah SSos MAP selaku penyelenggara kegiatan dalam laporannya menjelaskan, pembekalan teknis kepala desa terpilih tahun 2009 diikuti 60 orang yang dibagi dalam dua angkatan. Berlangsung dari tanggal 26-31 Juli 2010 dengan menghadirkan narasumber dari BPKP Perwakilan Sumut dan instansi di lingkungan Pemkab Deliserdang termasuk latihan baris berbaris dan kepramukaan, dengan metode pembekalan ceramah dan tanya jawab. (R David Sagala)

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

11

MTsN Cikancung Semakin Mendapat Perhatian Masyarakat
CIAKCUNG, Medikom–Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Cikancung, yang beralamat di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung termasuk salah satu sekolah setingkat SMP pendahulu di Kecamatan Cikancung, yang berdiri pada tahun 1996. Sampai saat ini sekolah ini tetap eksis dan dinamis dan semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan besarnya animo masyarakat yang berkeinginan agar putraputrinya bisa diterima untuk bersekolah di madrasah ini. Drs H Yayat Sudrajat SAg MPd yang saat ini menjabat sebagai kepala di MTsN Cikancung saat dihubungi Medikom beulum lama ini, didampingi TU Dede Sobur mengatakan, tujuan didirikannya MTsN Cikancung di antaranya untuk menghasilkan siswa yang tertib dalam belajar, menghasilkan siswa yang disiplin dalam berpakaian, berbicara, pencapaian standar pendidikan (semua guru minimal S1), pencapaian proporsional dan profesional pendidikan (semua guru mengajar sesuai bidangnya), menghasilkan silabus, RPP, model/ sistem penilaian yang lengkap untuk kelas VII-IX semua mata pelajaran. Selain itu, pencapaian delapan standar pendidikan yang meliputi stadar isi, stadar proses, stadar kopetensi lulusan, dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan sandar penilaian untuk memenuhi SPM Penacapaian kurukulum pelajaran (meliputu Zuz Ama, ayat-ayat pilihan dan asmaul husna diawal KBM), menumbuhkan sikap hormat terhadap orangtua, guru dan sesama dengan caracter building, pencapaian ruang belajar sesuai dengan rombel untuk pelaksanaan KBM, pencapaian jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 40 orang, penacapaian penggunaan metodelogi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik, pencapaian standar ketuntasan kopetensi/ prestasi kelulusan Saat ini MTsN Cikancung memiliki jumlah siswa sebnyak 332 orang yang terbagi menjadi 16 kelas dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 46 guru ditambah tenaga TU 16 orang. Lulusan madrasah ini selama ini cukup bagus dan mampu bersaing dengan lulusan sekolah sederajat lainnya. Bahkan Yayat sudrajat sendiri yang kini menjabat sebagai Kepala MTsN Cikancung mengaku salah satu alumnus madrasah ini. (S Rohmani)

Advokat Batara Borong Gol

Peradi Bandung Juarai Futsal
BANDUNG, Medikom-Kemahiran pengacara Bandung dalam memenangkan kasus tidak hanya terbukti dalam persidangan, tetapi juga dalam pertandingan di lapangan futsal. Terbukti dalam kejuaraan futsal Peradi Cup I yang berlangsung di Planet Futsal Gelanggang Sumantri Bojonegoro Jakarta, barubaru ini. Dalam kompetisi yang diikuti perwakilan organisasi perhimpunan advokat (DPC Peradi) di sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan Bandung yang berlangsung ketat, sehat dan fair itu, tim Peradi Bandung 1 berhasil meraih gelar juara 1. Sedangkan sebagai juara 2 ialah Peradi Jakarta Pusat, juara 3 Peradi Jaksel 2 dan juara 4 Peradi Bandung 2. Pernyataan ini dikemukakan Ketua DPC Peradi Bandung H Binsar Sitompul SH MH didampingi H Rudi R Fakih SH selaku manajer tim futsal Peradi Bandung, dalam siaran pers yang diterima Medikom, Sabtu (31/ 7). Prestasi yang ditunjukkan dua tim yang mewakili DPC Peradi Bandung menunjukkan kesungguhan mereka selama ini untuk mempersiapkan tim yang kompak dan solid, hingga keduanya sampai ke semi final. “Prestasi olah raga itu yang fenomenal itu ditunjukkan dengan mengalahkan seluruh tim peradi dari wilayah lainnya. Kesuksesan itu dibangun berkat semangat kekeluargaan dan kekompakan yang dibangun tim selama ini, hingga Peradi Bandung 1 berhak memperoleh piala bergilir dari Ketua DPN Peradi Dr Otto Hasibuan SH MA,” tegas Binsar. Pernyataan senada dikemukakan advokat Batara Simbolon SH, kapten tim yang dalam pertandingan final memborong 4 gol. Dikatakan, keberhasilan Peradi Bandung 1 tidak lepas dari team work yang solid dan tangguh hingga semua lawan bisa keok. Di samping itu, berkat kesungguhan seluruh anggota tim selama ini untuk mempersiapkan diri dengan tekun berlatih. Dan saat pertandingan, kompak membangun strategi serangan dan bertahan, menjadi rahasia kemenangan para advokat asal Bandung ini. “Pertandingan final Futsal Cup 1 ini Peradi Bandung 1 mengalahkan Peradi Jakarta Pusat dengan skor 6– 3. Pencetak gol diborong oleh kapten kesebelasan sebanyak 4 gol, disusul Nopber dan Danel Alamsyah masing-masing satu gol,” tutur pimpinan Kantor Advokat BataraSutan ini seraya menjelaskan sejumlah strategi latihan teknik dan fisik yang memadai dilakukan. Kompetisi ini diharapkan bisa dilakukan secara teratur untuk membangun sikap dalam diri, khususnya tentang budaya kompetisi yang sehat, fair dan menjunjung tinggi sportivitas. “Di samping itu, sekaligus untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai kebutuhan dasar . (Zaz)

Wereng Coklat Serang Tanaman Padi .......................................................Hal 1
berbahaya buat tanaman padi dan tanahnya,” kata Ani. Sementara, hamparan padi siap panen di sejumlah desa di Kecamatan Cipeundeuy dan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tampak kecoklatan karena terserang wereng. Serangga pengganggu tumbuhan itu membuat petani merugi hingga lebih dari Rp3 juta per hektare. Hamparan padi yang mengering terserang wereng terlihat di kanan kiri jalan alternatif PatokbeusiPabuaran-Cipeundeuy. Sebagian padi dibiarkan mati dan sebagian lain dipanen meski banyak bulir padi yang tak berisi, mulai layu, dan mati sebelum masa panen tiba. Kanah (51), petani di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, menyebutkan, wereng menyerang ketika padi memasuki masa pengisian bulir. Meski telah berulang kali disemprot, wereng tak terbasmi dan justru terus berkembang. Saat dipanen pada Minggu pagi, usia padi milik Kanah baru sekitar 90 hari atau 20 hari lebih awal dari seharusnya. “Hampir semua persawahan di sini terserang wereng. Sebagian di antaranya puso dan sebagian diselamatkan dengan panen awal. Jika tidak segera dipanen, maka padi bisa habis dimakan wereng 2-3 hari,” tambah Kanah. Pabuaran merupakan salah satu kecamatan yang paling parah terserang wereng di Subang. Selain Pabuaran, wereng juga menghancurkan padi di Kecamatan Patokbeusi. (Lbb)

Lima Polsek di Pantura Dipimpin Kompol
INDRAMAYU, Medikom–Jajaran Kepolisian Polres Indramayu pekan lalu melakukan serah terima jabatan (aertijab) dari Kasatlantas yang lama AKP Drs Doddi Aramansyah ke pengganti AKP Robert Simatupang. AKP Drs Doddi Aramansyah sendiri menduduki jabatan barunya sebagai Kanit Patroli di Ciawi Bandung. Sementara AKP Robert Simatupang sebelumnya bertugas di jajaran Dirlantas Polda Jawa Barat. Sertijab dilakukan di Aula Mapolres Indramayu dipimpin Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, dihadiri para kapolsek. Selain Sertijab Kasatlantas, jajaran Polres Indramayu juga melakukan penyegaran dengan mengalihtugaskan para kapolsek. Seperti Polsek Lohbener yang dulunya dipimpin AKP Dewa, kini digantikan oleh Kompol Lasman. Juga Polsek Losarang yang dulunya dipimpin AKP Ginting Sumantri, mengalami pergantian posisi kini dipimpin Kompol Subakir. AKP Ginting sendiri menduduki jabatan barunya sebagai Wakapolsek Losarang. Selain dua polsek di Pantura, enam polsek lainnya mengalami hal yang sama. Seperti Kapolsek Jatibarang digantikan Kompol Sajiman. Kapolsek Karangampel digantikan Kompol Mohamad Rahmat serta dua polsek lainnya masing-masing Polsek Hargeulis dan Polsek Sukra juga mengalami pergantian pemimpin. Kapolres Indramayu dalam sambutannya mengatakan, pergantian ini adalah sebagai penyegaran terhadap anggotanya, juga sebagai perubahan institusi yang mengalami perombakan secara besar-besaran di tubuh Polri. Kapolres Nasri mengatakan, dengan perubahan ini mudahmudahan ke depan anggotanya bisa mengembalikan citra kepolisian yang humanis, menjadi lebih dekat dengan masyarakat terutama terkait pelayanan. “Namun tetap tegas mengambil segala tindakan yang terkait dengan hukum,” ujarnya. (H YF)

TKW Indramayu Disiksa di Malaysia ...........................................................Hal 1
menjadi TKW tahun 2006 lalu melalui agen bernama Neli warga Tegal Wirangrong. Kemudian diteruskan melalui PT Akbar Iksan Prima. Menurutnya selama bekerja satu tahun di majikan pertama, korban sempat kabur dan pindah ke majikan kedua bernama Dokter Daya Sandra. Ketika pindah ke majikan kedua, lanjut Edi Sunanta, istrinya hanya menghubungi keluarganya dua kali. Itu pun hanya memberi kabar tentang kondisi dirinya dalam ancaman majikannya. Edi Sunanta dan keluarganya berharap agar majikan yang menganiyaan istrinya segera diproses secara hukum yang berlaku dimalaysia dengan seadiladilnya. Kasus yang menimpa keluarga Edi Sunanta, ternyata mendapat perhatian serius dari orang nomor 1 di Kabupaten Indramayu. Menurut Bupati Yance, dirinya merasa prihatin atas kejadian yang menimpa warganya yang bekerja sebagai TKW di Malaysia. Yance juga meminta kepada pihak yang berwenang agar bisa menyelesaikan kasus tersebut. Ia mengimbau kepada pihak RSU Indramayu agar membebaskan semua biaya perawatan dan pengobatan terhadap korban Eti. (H YF)

Kakek Tua Diduga Penculik Babak Belur Dihajar Massa .................................Hal 1
Mendengar teriakan itu warga pun segera berhamburan keluar rumah dan langsung mengejar. Si kakek pun takut dan berlari tungganglanggang guna menyelamatkan dirinya. Tapi sayang, warga lebih cepat menangkapnya dan langsung menghajar si kakek beramai-ramai hingga babak belur berlumuran darah. Di bagian wajahnya nampak benjolan-benjolan dan kucuran darah dari hidungnya terus menetes membasahi pakaiannya. Menurut keterangan Nurjaman yang mengamankan si kakek dari amukan massa, ia merasa kewalahan dengan massa tersebut. Ia pun tak bisa berbuat banyak hingga akhirnya si kakek pun diamankan di Kantor Desa Sidaharja dengan kondisi babak belur. Tidak hanya sampai di situ, warga yang penasaran masih tetap melayangkan bogemnya ke muka sang kakek. Pada pemeriksaan yang dilakukan di kantor desadan diketahui sang kakek bernama Eded, yang tak lain seorang penderita gangguan jiwa. Namun, semua pertanyaan yang dilontarkan pihak Pemerintahan Desa Sidaharja, si kakek pun masih mampu menjawab dengan cukup jelas. Ia pun menuturkan punya keluarga di Desa Kertahayu. Sesuai dengan pengakuan sang kakek, nama-nama yang disebutkan dihadirkan ke tempat kejadian. Mereka pun mengakui bahwa sang kakek benar kerabatnya. Mereka pun mengatakan bahwa sang kakek sedang kumat penyakit jiwanya. Setelah itu warga yang berkerumun pun satu per satu mulai meninggalkan tempat kejadian dengan rasa iba dan menyayangkan sikap warga yang main hakim sendiri. Si kakek pun langsung dilarikan menggunakan kendaraan patroli Kepolisian Sektor Pamarican guna perawatan di rumah Tata Sudinta, salah seorang petugas kesehatan di Desa Kertahayu. Pihak keluarga sang kakek tak bisa berbuat apa-apa. Mereka menyadari adanya gejolak para warga ini diakibatkan banyaknya isu tentang penculikan dengan penyamaran sebagai orang gila dan pengamen. Mereka hanya bisa menyesalkan sikap warga yang main hakim sendiri tanpa ada interogasi terlebih dahulu. Apakah mungkin ini dikarenakan lemahnya hukum di Indonesia atau kurangya kesadaran masyarakat akan hukum ? (HERMAN)

Guru SMPN 1 Jalancagak Mogok Mengajar
SUBANG, Medikom–Sejumlah guru SMPN 1 Jalan Cagak Kabupaten Subang melakukan aksi mogok mengajar. Mereka menuntut agar Kepala Sekolah Abdul Manan diganti, karena dianggap tidak kondusif dalam menjalankan tugasnya. Sementara keterangan yang berhasil dihimpun Medikom di lapangan menyebutkan, aksi mogok yang dilakukan sejumlah guru ini, dilakukan karena surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, tertanggal 22 Juli 2010 dan ditandatangani 37 guru bina maupun guru pamong, belum digubris. Intinya, para guru meminta kepala sekolah diganti karena dianggap sudah tidak kondusif lagi selama kepemimpinannya. Berdasarkan pantauan ke sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Subang-Bandung tersebut, beberapa kelas tidak melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Ketika ditanyakan kepada siswa, mereka mengatakan gurunya tidak hadir. “Gurunya tidak hadir,” ujar siswa yang mengaku wakil ketua murid di kelas VIII. Sementara siswa lainnya sibuk dengan kegiatannya sendiri. Guru pamong SMP Terbuka TKB Bunihayu, Atang Suhayat mengatakan, aksi mogok mengajar yang dilakukan sejumlah guru SMPN 1 itu, diakuinya memang ada. Bahkan tidak hanya dilakukan di sekolah induk saja, tapi juga oleh guru pamong SMP Terbuka. “Guru pamong memiliki tugas untuk memajukan anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak bisa masuk ke sekolah induk, sementara kepala sekolah malah mengangkat wakil kepala sekolah yang tidak memiliki kepedulian terhadap SMP Terbuka, malah pernah dulu akan membubarkan SMP Terbuka. Ini yang membuat kami memprotes kebijakan kepala sekolah,” ungkap Atang. Sementara itu, Abdul Manan, kepala sekolah yang dituntut mundur, kepada wartawan mengatakan, tidak ada aksi mogok mengajar. Kalaupun banyak guru yang tidak hadir, itu karena memang berhalangan. “Tidak ada, tetapi banyak guru yang berhalangan seperti diklat di Bandung. Sementara untuk di kelas VIII karena guru yang bersangkutan tengah membahas persoalan koperasi. Dan jika ada tanggapan miring tentang saya, itu karena adanya kecemburuan saja dan saya maklumi hal tersebut,” jelasnya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan H Deden Hendriyana membenarkan, pihaknya sudah menerima surat dari para guru di SMPN 1 Jalan Cagak. “Kami masih melakukan pembahasan terkait dengan hal tersebut. Nanti akan diberitahu hasilnya,” terang Deden. (Lbb)

Ahmadiyah Bentrok Ormas Islam ................................................................Hal 1
Pengurus Setara Institute Hendardi juga mengemukakan hal yang sama. Menurutnya, keyakinan agama dan pikiran adalah hak dasar setiap umat manusia yang harus dilindungi negara dalam setiap kesempatan dan tidak bisa dikurangi sedikit pun. Hak dasar ini, kata Hendardi, berbeda dengan hak asasi dalam berpen-dapat dan hak politik. Karena hal itu masih bisa dibatasi, ka-rena hak asasi seseorang terkait hak asasi orang lain. Tetapi soal keyakinan tidak ada alasan untuk menghalangi pengikut Ahmadiyah berkeyakinan. “Penyegelan yang dilakukan terhadap rumah ibadah pengikut Ahmadiyah adalah bentuk persekongkolan yang semestinya tidak dilakukan. Negara harus lindungi warganya menjalankan ibadah dan keyakinannya,” kata Hendardi. Untuk itu, tidak dibenarkan secara konstitusi atau aturan atas nama agama melakukan segala bentuk aksi kekerasan terhadap pemeluk agama atau keyakinan dikarenakan beda penafsiran atau pemahaman. Menyinggung surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri, Hendardi malah menilai, semestinya SKB 3 menteri ini tidak perlu dikeluarkan pemerintah. Apalagi dalam SKB 3 menteri itu membatasi ruang gerak Ahmadiyah untuk menjalankan ibadah atau keyakinannya. “Negara harus menjamin kebebasan beragama dan keyakinan seluruh warga tanpa kecuali, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan,” tandasnya. Pantauan Medikom di lapangan sampai hari Minggu, ratusan aparat polisi disiagakan di lokasi sekitar Masjid Ahmadiyah di Kawasan Kuningan, Jawa Barat. Selain ditempatkan di masjid milik warga Ahmadiyah, sebagian aparat juga disiagakan di sekitar masjid warga penentang Ahmadiyah. Hal ini dimaksudkan agar tidak kembali terulang kejadian bentrokan seperti yang terjadi, Kamis (29/7). Bentrokan berawal sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (29/7). Di mana sebelumnya, ada kegiatan istigotsah yang dihadiri ratusan orang. Dalam kesempatan itu muncul desakan agar Pemkab Kuningan menutup tempat-tempat ibadah warga Ahmadiyah di desa tersebut. Setelah acara istigotsah selesai, entah siapa yang memerintahkan, ratusan orang tiba-tiba bergerak ke arah pemukiman warga Ahmadiyah. Namun sebelum sampai tujuan, mereka dihadang puluhan anggota Detasemen C Brimob Polda Jabar. Ratusan orang tersebut tidak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap merangsek maju. Akhirnya bentrokan massa dengan aparat pun terjadi. Massa melempari petugas dengan batu dan benda keras lainnya. Aksi anarkis itu dibalas polisi dengan tembakan peringatan dan gas airmata. Jumlah massa yang jauh lebih banyak membuat petugas kewalahan. Akhirnya barikade aparat itu pun bobol. Massa kemudian merangsek maju menuju Masjid An Nur untuk menyegel tempat ibadah warga Ahmadiyah itu. Ternyata rencana tersebut sudah diantisipasi warga Ahmadiyah. Mereka pun menyambut kedatangan massa dengan perlawanan penuh. Bentrokan massa pun tidak bisa dihindarkan. Aksi saling lempar batu kembali terjadi. Warga Ahmadiyah bahkan terlihat membekali diri dengan senjata ketapel. Sebenarnya peyegelan, pengusiran dan tindak kekerasan kerap diterima kelompok Ahmadiyah di Indonesia karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. Majelis Ulama Indonesia dalam beberapa fatwanya menyebut kelompok ini sesat, tetapi fatwa ini pun juga banyak ditolak oleh berbagai kalangan termasuk sebagian kalangan Islam lain di Indonesia. Pada tahun 2008 pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama SKB 3 menteri yang menyatakan akan mengenakan sanksi pidana bila Ahmadiyah masih melanjutkan kegiatan penyebaran agama seperti selama ini dilakukan. Atas nama pemerintah, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada intinya memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang dianggap bertentangan dengan Islam. Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta pemerintah menghentikan kekerasan kepada jamaah Ahmadiyah. Jika tidak, dikhawatirkan kekerasan akan menjalar ke seluruh pelosok Indonesia. “YLBHI mengimbau kepada pemerintah khususnya Pemkab Kuningan, kepolisian dan masyarakat luas untuk menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap Jamaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia,” kata Ketua YLBHI, Erna Ratnaningsih saat dihubungi wartawan, beberapa waktu lalu. Sebab menurut Erna, apabila para pihak tidak bijak untuk menghargai hak orang lain untuk beribadah menurut apa yang diyakininya, maka dikhawatirkan akan terjadi aksi-aksi kekerasan yang akan menjalar ke daerah-daerah di mana kelompok masyarakat Ahmadiyah tinggal. Seperti diketahui, jelang bulan Ramadan, Pemkab Kuningan berencana untuk melakukan penyegelan masjid jamaah Ahmadiyah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana. Lantas keluarlah Surat Keputusan Bersama (SKB) Bupati, Kajari dan Kakanwil Departemen Agama RI Kabupaten Kuningan No. 451.7/Kep.58-Pe.Um/2004; Kep.857/0.2.22/DSP.5/12/2004; Kd 10.08/6/5.03/1471/2004 tentang Pelarangan Kegiatan Ajaran Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan. Di lain pihak, Jamaah Ahmadiyah melakukan penolakan terhadap penyegelan rumah ibadah mereka. Akibatnya meletuslah bentrok antara kedua belah pihak. “Surat keputusan inilah yang menjadi produk hukum yang melegalkan terjadinya berbagai pelanggaran HAM seperti perusakan rumah ibadah, pengusiran, penganiayaan dan lain-lain di berbagai daerah di Indonesia. Tindakan penyegelan yang dilakukan oleh Pemkab Kuningan berdasarkan pada SKB ini,” tegasnya. YLBHI beserta 14 kantor LBH di Indonesia telah menangani 7 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia. Salah satunya kasus Ahmadiyah. Kekerasan yang terhadap Ahmadiyah terus terjadi sejak tahun 1993 sampai saat ini. YLBHI memandang bahwa kekerasan terhadap kelompok minoritas agama akan terus terjadi. “Karena adanya tindakan pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat berkaitan dengan kewenangannya untuk mengatur urusan agama yang saat ini diambil alih oleh pemerintah daerah,” tutupnya. ***

Stikes Kharisma Gelar Seminar Kesehatan
KARAWANG, Medikom-Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar membuka seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Stikes Kharisma Karawang bertempat di RM Alam Sari, Rabu pekan lalu. Seminar yang bertajuk Aplikasi Puskesmas dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut diikuti oleh ratusan peserta mahasiswa dan petugas puskesmas dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Bupati Dadang S Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Hal ini karena meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu kerjasama dari berbagai stake holder. “Tidak hanya cukup profesionalisme perawat saja, tetapi juga harus didukung oleh stake holder lainnya,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Karawang juga diarahkan pada upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang prima dengan harapan mereka dapat mencapai usia hingga 70 tahun. “Kebijakan– kebijakan pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk dapat mencapai harapan tersebut,” jelasnya. Bupati melanjutkan, kesehatan seseorang dipengaruhi oleh 4 faktor. Faktor pertama adalah keturunan, dimana faktor tersebut memiliki rasio yang kecil dan hanya 5 persen. Sedangkan faktor kedua adalah pelayanan kesehatan, dengan rasio hanya 20 persen. “Dengan demikian kita tidak perlu takut bila keluarga kita mempunyai riwayat penyakit,” imbuhnya. Bupati menambahkan, kesehatan itu lebih tergantung pada faktor ketiga dan keempat, yaitu diri sendiri dan lingkungan, dengan rasio mencapai 35 persen dan 40 persen. Oleh karena itu, agar sehat seseorang perlu mengatur perilaku dirinya sendiri serta kondisi lingkungan sekitarnya. “Sehat itu lebih tergantung pada diri sendiri dan lingkungan,” tambahnya. Menurut Bupati, banyak sekali kendala yang dapat menhambat upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keberadaan kredit murah bagi kendaraan bermotor pun dapat menjadi salah satunya. Seseorang dengan gaji sesuai UMK sebesar Rp 1,11 juta, harus mengeluarkan minimal Rp. 600 ribu untuk cicilan motor. “Jadi wajar saja bila terdapat banyak kasus gizi buruk, kare-na sisa gaji Rp500 ribu harus mencukupi kebutuhan hidup keluarga selama satu bulan,” tuturnya. (Andy Nugroho)

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan -Wulan- Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) Ipan Panuju Supriadi - Agus Supriyatman - Suherman BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi - Tatang Sutaryat SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK - AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 380 Tahun VII 2 s.d. 8 Agustus 2010

12

SMAN 1 Baleendah Menuju Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Terima Manggala Sekolah Bertaraf Internasional Karya Kencana 2010
Harganas XVII tingkat Provinsi Jawa Barat Selain keberhasilan program PKK, terdapat juga dilaksanakan di Kota Bekasi. Hal ini merupakan salah beberapa prestasi dan bentuk penghargaan penting yang satu penghargaan yang diberikan kepada Kota Bekasi diraih Kota Bekasi di antaranya Juara Harapan Tingkat atas prestasi yang telah diraihnya. Terbukti dengan Provinsi Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat dari Tim diberikannya penghargaan berbentuk Manggala Karya Penggerak PKK Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Kencana kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Mustika Jaya dalam rangka kategori Kota tahun 2010, Hj Sumiyati. Juara Harapan III Tingkat Provinsi Lomba Perilaku Hidup Pencapaian ini tidak luput dari hasil kerja keras Bersih dan Sehat (PHBS) dari Tim Penggerak PKK dalam gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Mustika Jaya dalam keluarga (PKK). Gerakan PKK merupakan gerakan rangka kategori Kota tahun 2010, Juara Terbaik II Tingkat pembangunan mayarakat yang tumbuh dari bawah Nasional Lomba Penggelola Kelompok Usaha Peningkatan dengan wanita sebagai motor penggeraknya. Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kelompok UPPKS Tujuannya, membangun kelurga guna Mekar Sari Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih menumbuhkan, menghimpun, mengarahkan dan dalam rangka kegiatan Hari Keluarga Nasioanal membina keluarga guna mewujudkan keluarga (HARGANAS) XVI, Hari Kependudukan Dunia & ICPD +5, sejahtera. PKK merupakan mitra pemerintah untuk pada tahun 2009, Juara Terbaik III Tingkat Nasional Lomba ikut memperbaiki, membina tata kehidupan dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Kelompok BKB Anggrek penghidupan keluarga yang dijiwai oleh Pancasila Jingga, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur menuju terwujudnya keluarga yang dapat menikmati dalam rangka kegiatan Hari Keluarga Nasional keselamatan, ketenangan dan ketentraman hidup (HARGANAS) XVI, Hari Kependudukan Dunia & ICPD+15 lahir batin. pada tahun 2009. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang Selain itu, mendapat penghargaan Adipura Kota Bekasi berkualitas, mekanisme penggerakannya dilaksanakan dari Menteri Negara Lingkungan Hidup atas upaya terbaik melalui jalur keluarga sesuai dengan siklus keluarga dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang terjadi dengan dimulai dari keluarga baru, perkotaan tahun 2009. Penghargaan Pemerintah Kota keluarga hamil dan melahirkan, keluarga remaja dan Bekasi Jawa Barat dari Departemen keluarga lansia. Dalam Negeri atas peran sertanya dalam Semua kegiatan diarahkan sesuai dengan visi mewujudkan tertib administrasi PKK yakni terwujudnya keluarga yang beriman kependudukan melalui penerapan dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Sistem Informasi Administrasi berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat (SIAK) tahun 2008. Juara I sejahtera, maju mandiri, kesetaraan dan Akseptor Lestari Teladan Tingkat keadilan gender serta kesadaran hukum dan Provinsi Jawa Barat atas nama lingkungan. Sukarso dan Ratna Suminar dari Visi tersebut sejalan dengn visi program KB Kecamatan Bekasi Utara dalam Nasional yakni seluruh keluarga ikut KB rangka Hari Keluarga Nasional dengan misi mewujudkan keluarga kecil tahun 2009, dan masih banyak bahagia sejahtera, sehat, maju, jumlah anak prestasi serta penghargaan penting ideal, berwawasan, bertanggung lainnya. jawab, harmonis serta Yang tidak kalah bertaqwa kepada Tuhan Yang pentingnya, dalam Maha Esa. mendongkrak Peranan PKK dalam pencapaian peserta melaksanakan programnya KB juga cukup Biodata mempunyai kebijakan signifikan. Terbukti Nama : Ny Hj Sumiyati dan strategi yang pencapaian disesuaikan dengan peserta KB baru Tempat tgl : Bekasi, 20 September 1968 kebutuhan keluarga tahun 2009 dari Pendidikan : S.1 (S.Ag)a dan masyarakat Indotarget sebesar Nama Suami : H. Mochtar Mohamad nesia dalam rangka 6 0 . 1 0 5 Nama Anak : Gilang Esa Mohamad meningkatkan kuaakseptor : Gandhi Dwiky Mohamad litas hidup keluarga terealisasi : Guruh Tri Putra Mohamad dan juga peningsebesar Jabatan : Ketaua TP PKK Kota katan sumber da6 . 5 8 9 ya manusia. Ketaakseptor Bekasi hanan kelu-arga a t a u : Ketua Dekramasda Kota merupakan salah 102.47%. Bekasi satu upaya terwuTingkat : Penasehat GOW Kota Bekasi judnya kesejahkesertaan ber: Ketua BKMM Kota Bekasi teraan keluarga KB secara total : Penasehat Dharma Wanita yang dilaksanakan sampai dengan : Pembina Teknis K3S Kota melalui program dan anggaran 2009 Bekasi kegiatan PKK secara terpadu. yaitu dari jumlah Sehingga Kota Bekasi pasangan usia subur : Ketua T2TP2A Kota Bekasi mencapai prestasi dalam (PUS) sebesar 404.916 upaya meningkatkan peran PUS yang mnjadi peserta serta masyarakat dalam KB KB aktif (PA) sebesar 305.263 Nasional, dan itu merupakan akseptor atau 75.39%. jerih payah dari berbagai Peserta KB aktif mandiri pada pihak, baik dari unsur akhir 2009 sebesar wanita, unsur pemuda, 188.077akseptor atau 59.97%. perusahaan maupun (Iwan) masyarakat pada umumnya. Memasuki lingkungan SMAN 1 Baleendah yang berlokasi di Jln RAA Wiranata Kusumah Baleendah, Kabupaten Bandung ternyata mampu memberikan gambaran sebuah sekolah yang suasananya cukup nyaman dan menyenangkan, terutama karena lingkungannya yang berhawa sejuk dan segar di bawah rimbunnya pepohonan dan halaman yang tertata rapi. Suasana seperti ini akan berdampak positif bagi para siswanya, karena mereka akan merasa lebih nyaman belajar di lingkungan yang asri seperti ini. Maka tak heran jika selama ini siswa SMAN 1 Baleendah mampu menunjukkan prestasinya baik di bidang akademis maupun ekstrakurikuler. Drs H Aa Sudaya MPd sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Baleendah dianggap telah berhasil membawa sekolah ini menjadi sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas dengan output yang bermutu. Beberapa fasilitas yang merupakan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang memadai telah dimiliki, di antaranya ketersediaan lab komputer dan lab bahasa dan beberapa sarana pendukung lainnya. Kepada Medikom belumlama ini, Aa Sudaya mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia berharap dapat segera mewujudkan keinginannya untuk menambah bangunan baru sebagai sarana penunjang pembelajaran melengkapi yang telah ada saat ini. Ia menambahkan, di SMAN 1 Baleendah saat ini telah tersedia sebanyak 32 ruang kelas untuk menampung sebanyak 1.017 siswa yang berada di bawah bimbingan para guru yang profesional di bidangnya masing-masing. Dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran, di SMAN 1 Baleendah yang telah berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini telah menerapkan penggunaan dua bahasa dalam kesehariannya yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di dalam kelas pada mata pelajaran ekstra digunakan bahasa Inggris, sedangkan pelajaran lainnya memakai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sebagai sekolah yang sedang menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), pihak sekolah dan komite sekolah telah berupaya melakukan berbagai tahapan yang telah ditetapkan pemerintah, di antaranya meningkatkan mutu tenaga pendidik yang ada ke arah standar SBI. Sejak tahun pelajaran

2009/2010 SMAN 1 Baleendah sudah memiliki dua kelas RSBI untuk kelas IX dan satu kelas untuk kelas X. Siswa yang bisa bergabung di kelas RSBI harus melewati seleksi sesuai dengan ketentuan RSBI. Yang menjadi target pada tahun pelajaran 2010/2011 ini menurut Aa Sudaya, yakni mengupayakan agar di tahun depan seluruh kelas menjadi kelas RSBI. Ia menambahkan, pada tahun ini masih ada delapan kelas di kelas XII yang masih berstatus kelas reguler. Menurutnya, walaupun sekolahnya sudah menyandang status RSBI bukan berarti menutup mata bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. “Kalau memang secara ekonomi sisswa tersebut tidak mampu tapi di bidang akademis dia menonjol tetap kita akomodir,” ujarnya. Aa Sudaya menambahkan, sasaran pembangunan ke depan pasti sejalan dengan visi dan misi sekolah ini, dengan visi yakni meningkatkan kulitas pendidikan, membentuk insan takwa, berpengetahuan tinggi, berwawasan luas, mampu melakukan kegiatankegiatan atau keterampilan positif serta sekolah diakui keberadaannya oleh masyarakat dan didukung pula dengan misi pengefektifan kegiatan belajar mengajar (KBM), penggunaaan metode belajar yang

Drs H Aa Sudaya MPd bervariasi dan tepat sasaran. Mengoptimalkan disiplin guru, staf tata usaha dan siswa. Meningkatkan pemberdayaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Optimal penggunaan gedung, sarana dan prasarana dalam pencapaian tujuan yang diinginkan, serta melakukan interaksi sosial dalam bentuk keja sama dengan masyarakat secara trus-menerus. SMAN 1 Baleendah juga memiliki tujuan sebagi berikut, pertama mewujudkan tujuan jangka panjang untuk mencapai tujuan dimensi yang dirumuskan dalam visi mewujudkan sekolah yang Bertarap International unggul dalam prestasi dan berbudaya untuk menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dasn ilmu teknologi denagn berlandasan nilai-niali rligius. Yang kedua, merespons dan mengadaptasi reformasi nasional, serta yang ketiga yakni memotivasi pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan dan komite sekolah dalam upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan di SMA Negri 1 Baleendah .(S Rohmani)

Usahawan Bertanggung Jawab Berdayakan Tradisi yang Terancam Punah
BANDUNG, Medikom-Ratusan kesenian tradisional yang terdapat di Jawa Barat terancam hilang dan punah, sehingga mesti dilestarikan. Pemeliharan dan pemberdayaan kekayaan budaya sebagai jati diri dan pedoman hidup itu menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Hal itu dikemukakan Wagub Jabar H Dede Yusuf dalam rapat kerja internal Disparbud Jabar dengan perwakilan BUMN, BUMD, swasta dan instansi pemerintah terkait, di kantor Disparbud Jabar Jalan RE Martadinata Bandung, baru-baru ini. Pada gilirannya itu akan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat melalui program pengembangan seni dan budaya Indonesia. Percepatan core bisnis pariwisata dalam pendekatan seni dan budaya, itu berbuah keberhasilan Indonesia di China, dalam pameran seni budaya yang dihadiri delegasi-delegasi dari seluruh dunia. “Paviliun Indonesia dalam pameran di China baru-baru ini mendapat penghargaan posisi ke enam dari seluruh peserta dari seluruh dunia, sebagai stan yang paling banyak dikunjungi. Paviliun kita tampilkan cita rasa budaya, yaitu bumbu dan kopi luwak,” tutur Dede Yusuf, seraya menunjukkan tingginya apreasiasi terhadap kesenian dan kebudayaan kita yang potensial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Semangat pemeliharaan dan mencegah punahnya kesenian tradisi yang dimiliki Jabar itu menjadi tanggung jawab bersama antara seluruh jajaran pemerintah, BUMN, BUMD, swasta dan seluruh komponen masyarakat. Upaya dan program kongkritnya, tambah Wagub Jabar, melalui penyelenggaraan event bersama antara pemerintah dengan seluruh pelaku usaha dan masyarakat, dalam rangka pemeliharaan seluruh kesenian tradisional. Itu dimulainya pada bulan Agustus tahun ini. “Disparbud Jabar bersama BUMN, BUMD, swasta dan masyarakat akan menggelar event kesenian tradisi bersama yang dimulai pada bulan Agustus ini. Event itu menampilkan seni tradisi, kuliner dan produk asli Jabar, seperti kain Jabar,” jelasnya, dengan tempat pelaksanaan di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar (MPRJB) Jalan Dipati Ukur Bandung. Program seni dan budaya ini merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat agar bisa tetap dipertahankan, sehingga pemerintah menyediakan fasilitas berupa ruang, wadah kepada para seniman atau budayawan untuk mengeksepresikan karyanya. Event besar yang ditetapkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah itu bertujuan melestarikan sekitar 300 kesenian tradisional di Jawa Barat yang terancam punah, sekaligus untuk promosi seni dan budaya. Sebab, kesenian tradisi yang terancam punah itu, dengan event ini sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkannya sekaligus bahan penelitian dan riset untuk mengetahui kepastian datanya secara valid. “Event yang diprogram rutin yang diselenggarakan di MPRJB itu melibatkan seluruh seniman dan budayawan Jabar. Sejumlah kesenian tradisional yang hampir punah akan dicoba kembali ditampilkan secara terprogram dan reguler sekaligus meningkatkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” tegasnya. Keberhasilan kegiatan ini, khususnya dalam pembiayaan, tidak lepas dari peran sinergis antara BUMN, BUMD, swasta dan masyarakat. “Agar menjadi sinergi baru untuk menjamin terwujudnya ruang ekpresi seniman dan budayawan,” tutur Herdiwan dalam siaran pers yang diterima Medikom, Sabtu (31/7). (Zaz)

Herdiwan

Peringati Hari Anak Indonesia,

Wanita Persatuan Pembangunan Gelar Senam Massal
LUBUK PAKAM, Medikom–Dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia (HAI) tahun 2010, Wanita Persatuan Pembangunan DPC PPP Deliserdang, Jumat (23/7) menggelar senam massal yang diikuti ratusan kaum ibu dan pelajar di Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang. Senam massal berhadiah lucky draw itu juga dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Deliserdang Hj Asdiana Zainuddin Mars, Ketua DPC PPP Deliserdang Drs Hasaidin Daulay, pimpinan PT Askes Deliserdang Asfuddin SE Ak serta Ketua Wanita Persatuan Pembangunan Ratini. Asdiana Zainuddin Mars dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilakukan Wanita Persatuan Pembangunan memiliki arti yang sangat penting sejalan dengan peringatan Hari Anak Indonesia. “Semoga dengan kebersamaan yang kita wujudkan melalui senam massal akan dapat memperkuat tekad kita sebagai seorang ibu untuk membimbing anak-anak kita agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang kuat dan handal,” tutur Asdiana. Dikatakan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini telah membawa berbagai persoalan baru bagi kehidupan anak-anak yang berdampak luas bagi pertumbuhan dan perkembangan perilaku anakanak. “Kita semua harus menyadari bahwa anak merupakan amanah yang datang dari Tuhan yang Maha Kuasa. Karena itu mendidik dan membesarkan anak adalah salah

satu kewajiban yang harus kita pegang teguh dengan harapan anakanak kita nantinya bermanfaat dan berguna bagi bangsa dan Negara,” tuturnya. Ketua DPC PPP Deliserdang Drs Hasaidin Daulay mengawali sambutannya mengajak seluruh peserta senam untuk memberikan applaus atas keberhasilan Ketua TPPKK Ir Hj Anita Amri Tambunan yang mendapatkan “Satya Lencana Wira Karya”. Ini sebuah kebanggaan bagi Deliserdang, karena atas jasa dan pengabdian dalam pembangunan kependudukan dan KB, Ketua TP-PKK dapat meraih

penghargaan tertinggi dari pemerintah. Hasaidin juga memotivasi kaum ibu di Deliserdang untuk tetap giat berolahraga seperti melakukan senam guna menjaga kesegaran dan kebugaran. Karena bila kaum ibu sehat, maka akan dapat membimbing dan membesarkan anak-anaknya dengan baik. Pada kegiatan senam massal juga dibagikan hadiah melalui lucky draw seperti TV, sepeda, setrika, kompor gas, payung serta berbagai macam hadiah menarik lainnya. (R David Sagala)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->