Anda di halaman 1dari 210

PLPG 2010

Kompetensi :
 Menguasai ilmu kimia, kajian kritis dan
pendalaman isi dalam konteks kurikulum sekolah

Subkompetensi:
 Menguasai senyawa organik dan makromolekul
dalam struktur, gugus fungsi, penamaan, reaksi
dan sifat-sifatnya.
Indikator Esensial:
 Menafsirkan jumlah suatu produk reaksi
(mayor-minor) berdasarkan sifat reaksi, gugus
fungsi dan tahapan reaksi
 Memprediksi posisi elektronik yang
tersubstitusi pada cincin benzena tersubstitusi
berdasarkan jenis substituen cincin benzena
tersebut
 Merencanakan identifikasi suatu senyawa
berdasarkan uji sederhana suatu gugus fungsi
REAKSI ORGANIK :
1. REAKSI ADISI ELEKTROFILIK
reaksi adisi pada alkena

2. REAKSI RADIKAL BEBAS


- Reaksi substitusi pada alkena dan gugus alkil
- Reaksi adisi selama polimerisasi etena
- Reaksi antara HBr dan alkena dengan
adanya peroksida organik

3. REAKSI SUBSTITUSI ELEKTROFILIK


Reaksi Substitusi pada benzena
4. REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK
Reaksi Substitusi pada haloalkana

5. REAKSI ELIMINASI
Pembentukan alkena dari haloalkana
dehidrasi alkohol

6. REAKSI ADISI NUKLEOFIL


Reaksi adisi pada senyawa karbonil
MEKANISME REAKSI:
 Tahap demi tahap secara spesifik apa yang terjadi
selama reaksi
 Harus memiliki tahap pembentukan intermediet yang
terbentuk selama reaksi
 Terdiri atas persamaan, struktur dan tahap reaksi
 Ada 2 cara menuliskan mekanisme reaksi:
1. stepwise
2. merged-step
STEPWISE MECHANISM
Setiap tahap ditulis terpisah dan harus menggambarkan
kembali masing-masing intermediet yang terbentuk
pada baris berikutnya.
Tahap 1
.. .. cepat .. ..
R O : + H O H R O H + :O H
+ +
H H H H
Tahap 2
lambat ..
+
R O.. H R +: O H
+
H H
Tahap 3
.. cepat ..
+ :
R +: .. Cl - :
R .. Cl
MERGED STEPS MECHANISM
Tidak perlu menuliskan baris baru untuk setiap tahap.
Setiap tahao mengikuti tahap yang lain tanpa
menggambarkan kembali intermediet

.. .. Cepat .. ..
R O: + H O H R O H + : O H
+ +
H H H H

..
-
Lambat
: ..Cl:
.. ..
+
R Cl: R + : O H
..
cepat H
Aturan yang berlaku :

 Menggunakan panah lengkung.

 Semua pasangan elektron diperlihatkan

 Semua muatan formal diperlihatkan

 Tahap penentu kecepatan reaksi


ditunjukkan
STEPWISE OR MERGED ?
Kedua metode menggambarkan mekanisme :
Benar

Anda harus menentukan cara mana yang lebih disukai

Metode baris demi baris lebih formal dan


sering digunakan dalam naskah yang berhubungan
dengan reaksi kinetik.

Metode penggabungan lebih informal dan


umumnya digunakan ketika menggambarkan
reaksi di papan tulis atau di kertas.
PANAH
PANAH

Penggunaan panah lengkung untuk menunjukkan :


Ikatan yang putus atau terbentuk

Panah lengkung mewakili perpindahan


sepasang elektron
Dua contoh

Benar (elektron yang bekerja)

Elektrons dari basa B: berikatan ke H,


yang memberikan pasangan ikatannya ke oksigen
.. ..
+
B: H O H B H + :O H
+
H H

Salah (proton yang bekerja)

H+ dipindahkan ke B:
.. ..
+
B: H O H B H + :O H
+
H H

Penggunaan oanah yang salah


Penggunaan tanda panah

Perpindahan sepasang elektron

Tahap Irreversibel (satu arah);


digunakan untuk menunjukkan produk
dari suatu reaksi
Reaksi reversibel atau kesetimbangan

Variasi lain dari panah reaksi setimbang


Tanda bentuk resonansi
 Kegagalan mengenal resonansi dalam
suatu intermediet
 Kesalahan penggunaan panah resonansi
atau kesetimbangan
 Kegagalan mengenal tahap reversibel
atau irreversibel
 Kegagalan menandai tahap penentu
kecepatan reaksi
 Kesalahan pengenalan medium:
penggunaan OH- dalam medium asam
atau H+ dalam medium basa
 Kehilangan penataanulang karbokation
 Kehilangan satu tahap reaksi atau
menggabungkan 2 tahap menjadi satu
 Kegagalan memperlihatkan suatu intermediet
 Mengabaikan stereokimia produk
ADISI ELEKTROFILIK
4 Jenis Reaksi molekul Organik
Reaksi Adisi Reaksi Eliminasi

Reaksi Substitusi Reaksi Penataan ulang


Reaksi Adisi Elektrofilik
 Transformasi kimia yang terjadi pada ikatan rangkap
karbon-karbon
 Terjadi pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan
tunggal
 Reaksi umumnya eksoterm
ADISI ELEKTROFILIK KE IKATAN RANGKAP
X
C C + EX C C
Reagen E
elektrofilik

Cl
Contoh: C C + HCl pkt C C
H

H2SO4 OH
C C + H2O C C
H

0 oC OSO3H
C C + H2SO4
C C
pkt
H
REAKSI UMUM
ADISI ELEKTROFILIK LAIN
Mekanisme Umum
nukleofil
-
X X
Tahap 1 Tahap 2
C C C C C C
lambat cepat
+
E E
+
E
elektrofil Cl
conc.
intermediet
C C + HCl C C
( karbokation )
H
Br
CCl4
C C + Br2 C C
Br
ADISI ASAM TERHADAP ALKENA

 Adisi oleh asam halida , H2SO4 dan asam


organik (RCOOH)
 Transformasi ikatan rangkap 2 menjadi
alkil halida
 Berlaku hukum Markovnikoff
MEKANISME
nukleofil
.. - ..
: Cl
.. : : Cl :
lambat
C C C C C C
Tahap 1 + Tahap 2
H H

H
+
intermediet produk
elektrofil ( karbokation )
(H3O+) Intermediet adalah
Spesi kimia yang
terbentuk selama
reaksi tapi
bukan produk

Panah = pergerakan pasangan elektron


 Pada adisi ini ada kemungkinan terjadinya
penataan ulang, untuk membentuk suatu
karbokation yang lebih stabil, yaitu dengan
pergeseran 1-2 dari H, Ar atau R.
PENATAAN ULANG KARBOKATION

 Pembentukan Karbokation kadang-kadang


disertai penataan ulang struktur.

 Penataan ulang terjadi dengan:


pertukaran gugus alkil atau hidrogen
tetangga, sehingga diiperoleh karbokation
yang lebih stabil dari karbokation semula
Contoh penataan ulang
ATURAN MARKOVNIKOFF
CH3 CH3 CH3
HCl
CH3 C CH2 CH3 C CH3 + CH3 CH CH2
Cl Cl
>90% <10%
mayor minor

Satu Produk yang mungkin


REGIOSELEKTIF dibentuk dalam jumlah lebih
besar dibandingkan produk lain

bandingkan
hanya ada satu produk yang
REGIOSPESIFIK mungkin dibentuk (100%)
ATURAN MARKOVNIKOFF
Perkiraan produk utama

Jika adisi HX ke ikatan rangkap


Hidrogen dari HX ke karbon yang
sudah punya banyak Hidrogen

CH2 CH3
Cl
+ HCl
Produk mayor

Anion X ke karbon tersubstitusi paling tinggi


(karbon dengan gugus alkil yang lebih banyak)
Beberapa contoh :
Hanya produk utama yang diperlihatkan;
Semua regioselektif
CH3 CH3
Cl
+ HCl

CH2 CH3
Cl
+ HCl

CH-CH3
CH=CH2
Cl
+ HCl

Semua reaksi mengikuti Aturan Markovnikoff.


ATURAN MARKOVNIKOFF
cara lain pernyataan aturan

Jika reaksi membentuk intermediet karbokation, maka


Karbokation yang lebih tersubstitusi lebih disukai
tertiary > seconday > primary.

Kurang
disukai
Karbokation metil + CH3

Karbokation primer R CH2


+
Karbokation sekunder R CH R
+
Paling
disukai
Karbokation tersier R
(energi terendah) C
R R
+
STRUKTUR KARBOKATION FAKTOR PENTING,
BUKAN JUMLAH ATOM HIDROGEN
CH CH CH3 secondary,
no resonance

+
CH CH CH3
(+)
H
+
(+) CH CH CH3

(+) H secondary,
with resonance
Lebih baik
CH CH CH3
CH CH CH3 H Cl
Cl H
Major Product Minor Product
HCl, HBr DAN HI bereaksi dg cara sama
(mekanisme sama Dan regioselektivitas sama)
major minor
conc CH3 CH2Cl
+ HCl +
Cl H

conc CH3 CH2Br


+ HBr Br + H

conc CH3 CH2I


+
HI
I + H
Markovnikoff
product

HF bereaksi hanya pada kondisi khusus


ADISI LAIN DARI HX (H2O Dan H2SO4)

H2O dan H2SO4 bisa juga mengadisi, tergantung kondisi

major minor

pekat CH3 CH2OSO3H


+
+ H2SO4 OSO3H H

CH3 CH2OH
H2SO4
+ H2O OH
+ H
ADISI MARKOVNIKOFF
(Reaksi Hidrasi : H2SO4 + H2O )

CH3 CH3
H2SO4
+ H2O OH

CH2 CH3
H2SO4 OH
+ H2O

H2SO4
CH CH2 CH CH3
+ H2O OH
PERBEDAAN PENULISAN REAKSI
Reaktan ditulis dengan tanda +,
katalis ditulis diatas panah

H2SO4
+ H2O OH

Reaktan dan katalis keduanya ditulis di atas panah

H2SO4
H2O OH

Pelarut ditulis di atas panah

H2O
Chemists
+ HCl Cl use all of
these!
Adisi Halogen pada alkena
 Transformasi ikatan rangkap 2 menjadi
gugus dihalida

 Terjadi secara adisi trans, melalui


pembentukan ion bromonium
(Br bermuatan +1)
Reaksi Hidrogenasi Alkena
 Hidrogenasi katalitik bersifat eksoterm, tetapi
tidak berjalan spontan karena Ea sangat tinggi,
sehingga reaksi membutuhkan katalis logam
(Pt, Pd, atau Ni)

 Hidrogenasi alkena menghasilkan alkana,


dengan adisi syn (cis)
Mekanisme Hidrogenasi Alkena
Mekanisme (lanjutan)

1. Hidrogen diadsorpsi pada permukaan logam

2. Ikatan sigma H2 putus & terbentuk ikatan


logam-H

3. Alkena diadsorpsi pada permukaan logam,


ikatan  berantaraksi dg orbital kosong logam

4. Molekul alkena bergerak-gerak pada


permukaan logam sampai menabrak atom H
yang terikat pd logam, bereaksi membentuk
produk hidrogenasi
Contoh soal
Ringkasan
RAMALKAN PRODUK UTAMA DARI REAKSI BERIKUT:

H2 mCPBA
Pt

1) B2H6 Br2
2) H2O2, OH- H2O

HBr HBr
peroxides

H2O Br2
H2SO4 CCl4
CH3
CH3
H2 mCPBA O
Pt
CH3 CH3

1) B2H6 Br2 OH
2) H2O2, OH- OH H2O
Br

HBr Br HBr
peroxides
Br

H2O OH Br2 Br
H2SO4 CCl4
Br
REAGEN APA YANG DIGUNAKAN PADA REAKSI BERIKUT:

OH

Br

Br
OH

O O
HO

H
Br
H2O OH HBr
H2SO4
Br

HBr 1. B2H6
Br 2. H2O2, OH-
peroxides
OH

O O
Br2 HO
1. O3
2. H2O, Zn H H 2O
Br
REAKSI ELIMINASI
REAKSI ELIMINASI

suatu reaksi dimana substrat kehilangan


unsur dari molekul kecil seperti HCl, H2O
atau Cl2 selama reaksi pembentukan produk

- HCl
C C C C
H Cl
E2 REAKSI ELIMINASI
DUA CONTOH

Alkil halida + basa kuat dan panas Kehilangan HCl

NaOH
CH3CH2CH2CH2 Cl CH3CH2 CH CH2
D
NaOH
CH3CH2 CH CH3 CH3 CH CH CH3
D
Cl
E1

Alkohol + asam kuat dan panas Kehilangan H2O


H2 SO4
CH3CH2CH2CH2 OH CH3CH2 CH CH2
D
ELIMINASI LAWAN DARI ADISI
interkonversi dari alkil halida dan alkena

Kondisi basa + panas

NaOH + panas

- HCl
CH3 CH2 CH CH3 CH3 CH CH CH3
Cl + HCl
ALKIL HALIDA ALKENA
HCl pekat
Kondisi asam

H Cl
C C C C
BASA KUAT
Digunakan untuk reaksi eliminasi

Basa pelarut yang diijinkan

NaOH water
KOH water, MeOH, EtOH

NaOR ROH (same R group)


NaNH2 NH3 (liq) -33o C

Halida (RX) tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol,
Karena itu KOH atau NaOR dalam alkohol sering digunakan
E2

ALKIL HALIDA + BASA KUAT + PANAS


SUMMARY TO DATE
REAKSI ELIMINASI ALKIL HALIDA
BASA KUAT Dibutuhkan Panas Selalu
dibutuhkan
REGIOSELECTIVE
Mengikuti aturan Zaitsev Rule)
- membentuk alkena yang lebih tersubstitusi

STEREOSPECIFIC
b-H dan X harus ANTI-COPLANAR
MEKANISME
Eliminasi
Basa
kuat B: Bimolekular

E2
H
CH CH
alkil
Br halida

SERENTAK = HANYA SATU TAHAP


Semua ikatan terputus dan terbentuk
tanpa pembentukan suatu intermediet
Orde Reaksi
Jumlah eksponen dari konsentrasi pada
persamaan kecepatan
Molekularitas
Jumlah spesi yang ada pada tahap penentu kecepatan

Tahap Penentu Kecepatan


Tahap paling lambat dalam rangkaian reaksi

Keadaan Transisi
Energi tertinggi dalam profil energi suatu reaksi

Kompleks Teraktivasi
Spesi yang ada pada keadaan transisi
E2

REAKSI SERENTAK

Satu Tahap – tanpa Intermediet


ELIMINASI E2

d-
B: B
H
H
CH CH CH CH
Br
d-
Br
mekanisme
Serentak: semua terjadi
Kompleks teraktivasi
pada satu waktu,
tanpa suatu intermediet
REAKSI ADALAH ELIMINASI-b

Hydrogen-b terikat
Ke karbon- b. H
a-carbon
C C
b-carbon Cl Gugus fungsi terikat
Ke karbon-a.

Karena hydrogen-b hilang dalam reaksi ini


Maka disebut Eliminasi-b.

Reagent = Basa kuat


MEKANISME
Basa mengambil HYDROGEN-b

B:
B H
H
C C C C
: Cl
.. :
..
: Cl
.. :
ALKIL HALIDA + BASA KUAT (E2)

REGIOSELECTIVITY
APA YANG TERJADI JIKA LEBIH
DARI SATU HYDROGEN-b ?

b b’
H H
C C C
Cl

MANA YANG HILANG ?


ELIMINASI ADALAH REGIOSELECTIVE
b b’

CH3CH2 CH CH3 CH3 CH CH CH3


Br major product 2-butena
b-H 81 %
2-bromobutana

CH3CH2 CH CH2
minor product 1-butena

Produk Mayor adalah


b’-H 19 %
Yang punya energi
terendah
MORE REGIOSELECTIVITY
1-chloro-1-methylcyclohexane methylenecyclohexane
1-methylcyclohexene

b’’ b’
b b’
CH3 CH3 CH2
NaOCH3
Cl +
CH3 OH / D
b
major product minor product

3 kemungkinan
Kehilangan hydrogen-b b’’
CH3
1-methylcyclohexene
identical to
b’’= b b-product
ATURAN SAYTZEV

Reaksi yang memberikan alkena yang


lebih tersubstitusi (energi terendah)
sebagai produk mayor
Perbedaan posisi
ISOMER ALKENA dari ikatan rangkap

ISOMER LEBIH TERSUBSTITUSI LEBIH STABIL

decreasing energy
R H
1,1-
R H

R H R R R R R R
cis
H H H H 1,2- R H R R

monosubstitusi
R H trisubstitusi
trans
1,2- tetrasubstitusi
H R

disubstitusi

Peningkatan substitusi
APLIKASI ATURAN ZAITZEV

CH3CH2 CH CH3 CH3 CH CH CH3 +


Br
major product
2-bromobutane 81 % CH3CH2 CH CH2
DISUBSTITUSI
minor product
19 %
MONOSUBSTITUSI

CH3 CH3 CH2


NaOCH3
Cl +
CH3 OH / D

1-chloro-1-methylcyclohexane major product minor product

TRISUBSTITUSI DISUBSTITUSI
ALKYL HALIDE + STRONG BASE (E2)

STEREOKIMIA
REAKSI ELIMINASI
1-Bromo-2-methylcyclohexane
The expected result (naïve) :

CH3 CH3 CH3


+
Br

major product minor


drawn flat without Zaitsev
stereochemistry

The result actually depends on the stereochemistry


of the starting material ( cis or trans ).
E1

ALKIL HALIDA + BASA LEMAH


(SOLVOLYSIS)

Pemindahan hydrogen-b menjadi sukar tanpa basa kuat,


Sehingga reaksi berjalan denngan mekanisme berbeda
Reaksi Eliminasi E1(dua tahap)
Basa karbokation
lemah B:
H H
slow
C C C C + :X
Tahap 1 +
X 3o > 2o > 1o

unimolecular Tahap 2
fast
rate = k [RX]

C C
Bekerja baik
Pembentukan
dalam pelarut polar
ion
REAKSI E1 ADALAH REGIOSELECTIVE

MENGIKUTI ATURAN ZAITSEV


(stereochemistry is not a problem as in E2)

very dilute base

CH3 CH3
0.001 M CH2
Br KOH / EtOH +

major minor

tertiary trisubstitusi disubstitusi


Zaitsev
PERBEDAAN ANTARA
E1 DAN E2
KAPAN MEKANISME E1 TERJADI ???

E1 terjadi hanya:

1) Pada konsentrasi basa rendah


2) Dengan solvolisis (pelarut adalah basa)
3) Dengan substrat tersier dan beresonasi
(alkil halida)

Jika basa kuat ada pada konsentrasi tinggi,


atau substrat adalah halida 10,
reaksi berjalan E2
ALKIL HALIDA + BASA

Basa kuat Basa lemah


Kons basa tinggi. Kons basa rendah

or

solvolysis
(pelarut basa)

Mekanisme E2 Mekanisme E1
Membutuhkan Harus membentuk
anti-coplanar karbokation baik
stereospecific not stereospecific

regioselective regioselective
REAKSI HOFMANN

E2
ATURAN HOFMANN
When you have a bulky leaving group like
-N(CH3)3+ the least-substituted alkene will
be the major product.
Big is not
BULKY = Branched at the first atom the same
attached to the chain as bulky.

chain chain

+ +
H3C N CH3 H3C S CH3
trimethyl CH3 dimethyl
ammonium sulfonium

OTHER GROUPS FOLLOW THE ZAITSEV RULE


HOFMANN ELIMINATION
Hofmann found that when the leaving group was -N(CH3)3+
E2 elimination reactions gave the least-substituted alkene.

Hofmann
KOH
CH3 CH2 CH CH3 CH3CH2 CH CH2 95%
+ D EtOH
H3C N CH3 +
CH3 CH3 CH CH CH3 5%

Zaitsev
KOH
CH3 CH2 CH CH3 CH3CH2 CH CH2 31%
D EtOH
Br +
CH3 CH CH CH3 69%
BULKY BASES ALSO INCREASE HOFMANN PRODUCT

H ZAITSEV HOFMANN

H3C CH2 C CH3 H3C CH CH CH3 CH3CH2 CH CH2


Br

CH3 O
-
methoxide 81% 19%
CH3
H3C C O
-
t -butoxide 47% 53%
CH3

bulky
base
BULKY b-SUBSTITUENTS What constitutes bulky?

a methyl group
ZAITSEV HOFMANN
b a is not bulky
NO CH3 CH3 CH3
NaOEt
H3C CH2 C CH3 H3C CH C CH3 CH3CH2 C CH2
Br
even two or three 80% 20%
b are not bulky
NO CH3 CH3 CH3
NaOEt
H3C CH C CH3 H3C C C CH3 H3C CH C CH2
CH3 Br CH3 CH3
YES 79% 21%

CH3 CH3 CH3 CH3 CH3 CH3


NaOEt
H3C C CH2 C CH3 H3C C CH C CH3 H3C C CH2 C CH2
CH3 Br CH3 CH3
14% 86%
b
t-butyl is bulky !
THE ELIMINATION MOVES TO A LESS CROWDED REGION

less
crowded
crowded crowding
H3C CH3
CH3 CH3 H3C
C CH3
H3C C CH2 C CH3 H3C + CH3 CH2
CH3 Br H CH3 H3C C CH2
CH3
14% 86%
REACTIVE CONFORMATIONS CH3
CH3 C CH3
H H
CH3 CH3 crowding CH2 CH3
CH3
spacer
H C H H
CH3
Br CH3
Br
EXAMPLES
HOW THE VARIOUS FACTORS AFFECT THE OUTCOME

CH3
NORMAL CH3
NaOEt Zaitsev
Br
EtOH / D ~90%

Bromine is big, not bulky


BULKY
LEAVING CH3 CH2
GROUP Hofmann
KOH
+ ~90%
N(CH3)3 EtOH / D
-
I
Prototypical “Hofmann” elimination
BULKY CH3
BASE CH2 CH3
NaOtBu
Br +
tBuOH / D

Bulky base alone not as


~60/40%
effective as bulky leaving group
HOW THE VARIOUS FACTORS AFFECT THE OUTCOME
( CONTINUED )

BULKY BASE
& LEAVING CH3 CH2
GROUP NaOtBu Hofmann
+
N(CH3)3 tBuOH / D ~100%
-
I Double Whammy !
Bulky base + bulky leaving group
BULKY
b -SUBSTITUENT
CH3
CH3 CH2
Br NaOEt
+
EtOH / D
tBu tBu tBu
H no double
bond here
either cis or trans
Favors Hofmann products
to Br - same result
Use a bulky base here and ...
ELIMINATIONS SUMMARY
K.I.S.S. THE MOST BASIC STUFF

alkyl halide + strong base + heat = E2

alkyl halide + solvent + heat (solvolysis) = E1

alcohol + strong acid + heat = E1 (acid assisted)

O X
typical situation for E1cb
C C C
H next to C=O (easy to remove)
H X = strong base (difficult to break bond)

Only E1 reactions have rearrangements (carbocations)

Only E2 reactions require anti-coplanar b-hydrogens


THE BIG PICTURE
special alkyl halides alcohols

E1cb E2 E1 E1 E1 acid
assisted

strong strong weak


neutral acidic
base base base

stepwise - concerted stepwise - carbocation


carbanion
stereospecific
anti-coplanar “solvolysis”
special case -
not common Zaitsev if not stereospecific
stereochem
requires:
allows
acidic H and Zaitsev Zaitsev Zaitsev
poor leaving Hofmann if
bulky groups
group

a-elim. if no b-H carbocation rearrangements


K.I.S.S.
alkyl halide + strong base + heat = E2

alkyl halide + solvent + heat (solvolysis) = E1

alcohol + strong acid + heat = E1 (acid assisted)

O X
typical situation for E1cb
C C C
H next to C=O (easy to remove)
H X = strong base (difficult to break bond)

Only E1 reactions have rearrangements (carbocations)

Only E2 reactions require anti-coplanar b-hydrogens


SUBSTITUSI NUKLEOFILIK
REAKSI SUBSTITUSI
Satu gugus menggantikan gugus yang lain

Y + R X R Y + X

Y menggantikan tempat X (Substitusi )

Y “menggantikan” X
SUBSTITUSI NUKLEOFILIK
PENGGANTIAN NUKLEOFILIK

substrat

- -
Nu: + R X R Nu + :X
nukleofil produk gugus
lepas

nukleofil “menggantikan” gugus lepas.


Disebut reaksi substitusi:
Nu menggantikan X (berganti tempat).
NUKLEOFILISITAS

APA ITU NUKLEOFIL? BASA?

APA YANG MEMBUAT SUATU NUKLEOFIL BAIK?


 Kebasaan
ukuran kemampuan pereaksi untuk menerima sebuah
proton dalam suatu reaksi asam-basa

 Nukleofilisitas
ukuran kemampuan suatu pereaksi untuk
menyebabkan terjadinya suatu reaksi substitusi

99
NUKLEOFIL DAN BASA
PERBEDAAN DASAR

Nukleofilisitas Parameter kinetik (kecepatan)

kebasaan Parameter thermodinamika


(keseimbangan)

Semua nukleofil adalah basa.....


dan semua basa adalah nukleofil.

Basa baik belum tentu Nukleofil baik,


HOWEVER :
begitu sebaliknya
Urutan kebasaan Urutan nukleofilisitas
I  HOH
 Br  ROH
 Cl  Cl
 ROH  Br
 HOH  OH
 C≡N  OR
 OH  I
 OR  C≡N

Keterangan: semakin ke bawah semakin kuat


101
REAKSI PENGGANTIAN

REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK


(substitusi pada atom karbon)

Dapat dibandingkan dengan …..

REAKSI ASAM-BASA
(Substitusi pada atom Hidrogen)
PERBANDINGAN SUBSTITUSI
PENGGANTIAN PADA ATOM C

- -
Nu: + R X R Nu + :X

nukleofil substrat produk Gugus


lepas

PENGGANTIAN PADA ATOM H

- -
B: + H X B H + :X
basa asam Asam Basa
konyugasi kanyugasi
NUKLEOFIL
PEMILIHAN NUKLEOFIL UNTUK SINTESIS BERBAGAI SENYAWA ORGANIK:

R-Y + Nu R-Nu + Y
Nukleofil Produk Senyawa
- - -
Cl ,Br ,I R X alkyl halides
-
OH R OH alcohols

RO
-
R O R„ ethers
C N - R C N nitriles
O O
R' C
esters
R' C
- O R
O
R' C C:- R' C C R alkynes
-
SH R SH thiols
NUKLEOFIL YANG TIDAK BERMUATAN
+
H O + R Br H O R + Br -
H H
O H
Under some circumstances
H
water will react.
-
H O R + H3O + + Br

Nukleofil Produk Senyawa


H O H R O H alcohols
R„ O H R„ O R ethers

NH3 R NH2 amines

R' NH2 R' NH R amines


REAKSI 1
REAKSI SN2
80% ethanol -
CH3 Br + NaOH CH3 OH + Br
20% water 55oC

kecepatan = k2 [RBr] [NaOH]


k2 = 0.022 liter/mole-sec

H O -
80% ethanol -
CH3 Br CH3 OH + Br
20% water

bimolekular
SN2 substitusi
nukleofilik
bimolekular
Reaksi serentak (1 tahap)
Keadaan transisi
TS
SN2
E
N
E Ea
R
G
Y
pereaksi
DH

produk
REAKSI 2
REAKSI SN1
CH3 CH3
80% ethanol -
H3C C Br + NaOH H3C C OH + Br
20% water 55oC
CH3 CH3
kecepatan = k1 [RBr]
k1 = 0.010 liter/mole-sec

CH3 CH3
-
H3C C Br + NaOH
80% ethanol
20% water
H3C C OH + Br 2 tahap;
CH3 CH3 unimolekular

lambat
O H
cepat
SN1
CH3
-
H3C C + + Br substitusi
also
CH3 alkene (via E1) nukleofilik
unimolekular
REAKSI DUA TAHAP
karbokation
TS1
intermediet SN1
E TS2
N
E Ea2
R
G Ea1
Y

pereaksi step 1 step 2


DH

produk
MEKANISME SN1
50%
R sp2
+
R
CH3 C -
CH3 karbokation O H
Br H serangan
H planar
(R) atas dan bawah
secara
50% bersamaan

RASEMISASI OH OH
+
CH3 R
R CH3
H H
(S) enantiomer (R)
campuran racemat
MEKANISME SN2
Serangan nukleofilik

Konfigurasi (R)
R
..
H .. :
O ..
C : Br :
..
CH3 R
Serangan H ..
Belakang
H O
.. : C

INVERSI
CH3
Konfigurasi (S)
H
HUGHES AND INGOLD ca. 1940

Menemukan secara eksperiment bahwa:

Kebanyakan alkil halida primer bereaksi SN2


dengan orde reaksi kedua

Kebanyakan alkil halida tersier bereaksi SN1


dengan orde reaksi pertama
Mekanisme Reaksi SN2
SN2 = Substitusi Nukleofilik orde kedua


Nu: C X

rate = k Nu C X

E


Nu: + C X Nu C + X

R 115
Mekanisme Reaksi SN2
SN2 = Substitusi Nukleofilik orde kedua


Nu: C X

rate = k Nu C X

E


Nu: + C X Nu C + X

R 116
Mekanisme Reaksi SN2
SN2 = Substitusi Nukleofilik orde kedua

Nu C X

rate = k Nu C X

E


Nu: + C X Nu C + X

R 117
Mekanisme Reaksi SN2
SN2 = Substitusi Nukleofilik orde kedua

Terjadi inversi
Nu C X pada karbon

“serangan belakang”

E


Nu: + C X Nu C + X

R 118
SN2 = Substitusi Nukleofilik Orde ke 2


Nu: C X

reaktan
E produk


Nu: + C X Nu C + X

R 119
SN2 = Substitusi Nukleofilik Orde ke 2


Nu: C X

Keadaan transisi

reaktan
E produk


Nu: + C X Nu C + X

R 120
SN2 = Substitusi Nukleofilik Orde ke 2

Nu C X

Keadaan transisi

reaktan (rates) ΔG‡


E produk

(equilibria)

ΔG°

Nu: + C X Nu C + X

R 121
CONCEPTUAL ANALOGY 1
LIKE POOL OR BILLIARDS
1) two balls at rest
X and touching
2) forceful shot
directly on axis Similar in concept
to an attack from
Nu X the back forcing
the nucleophile to
leave.

3) straight-on
Nu X
collision

4) momentum
transfer Nu X
CONCEPTUAL ANALOGY 2
INVERSION OF AN UMBRELLA IN THE WIND

Inversion of the
umbrella is
similar in concept
to the inversion of
an SN2 atom.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
SUBSTITUSI NUKLEOFILIK
NUCLEOPHILIC SUBSTITUTION
Banyak Faktor Berpengaruh Terhadap Reaksi SN1 dan
S N2
SOME PARAMETERS :
a) Pelarut
- b) Suhu
Nu: + R X R Nu + -
:X
c) pH
d) DH

a) struktur a) struktur R, a) Kekuatan ikatana) Keadaan X


stereochemistry
b) atom yg digunakan b) atom yg digun
b) konsentrasi
c) konsentrasi c) Kekuatan basa
c) Kekuatan ikatan
d) Kekuatan basa
e) kelarutan
f) ukuran
Factors that affect the rate of SN2 reactions

Nu C X

ΔG‡

Nu + C X
E
Nu C + X

R 126
Factors that affect the rate of SN2 reactions

Nu C X

ΔG‡

Nu + C X
E
Nu C + X

R 127
Nukleofilisitas
O
H O
O H CH3 C O
H
O
H O CH3 C OH H O H
H H

128
Nukleofilisitas
O
H O
O H CH3 C O
H

H H
H O + H C Cl HO C H + Cl
H H
H H
Ac O + H C Cl AcO C H + Cl
H H
H H
H O + H C Cl H2O C H + Cl
129
H H H
If the atom type changes then nucleophilicity
may not be determined by basicity.

O
H O
O H CH3 C O
H

H H
O H S H

O H S H

130
If the atom type changes then nucleophilicity
may not be determined by basicity.
basicity
O
H O
O H CH3 C O
H
nucleophilicit
y

basicity

O H S H

nucleophilicit
y 131
Why are some species, such as H-S and I
weak bases and strong nucleophiles.

basicity

O H S H

nucleophilicit
y 132
Sulfur has polarizable electrons and can form
strong bonds at long distances.

R R
H O C X HO C X
RR RR

R R
H S C X HS C X
RR RR

The SN2 Reaction is very sensitive to steric


effects. 133
R R
H O C Cl HO C Cl
RR RR

R R
H S C Cl HS C Cl
RR RR

134
R R
H O C Cl HO C Cl
RR RR

R R
H S C Cl HS C Cl
RR RR

The SN2 Reaction is very sensitive to steric


effects. 135
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. nucleophilicity of the
Nu C X nucleophile.

DG‡

Nu + C X
E

Nu C + X

R 136
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. basicity (nucleophilicity) of
Nu C X the nucleophile.

DG‡
DG‡

Nu + C X
E

Nu C + X

R 137
Weak bases are good leaving groups in
substitution reactions.

Nu + C X Nu C + X

pKa X

O O
H + O C CH3 H O C CH3

H + Cl H Cl
138
The Halides. Nucleophilicity and leaving group
abilities.
I > Br > Cl > F
increasing nucleophilicity

H I > H Br > H Cl > H F

increasing acidity

C I > C Br > C Cl > C F

increasing reactivity (substitution)


139
The Halides

I > Br > Cl > F


increasing nucleophilicity

Iodine is both a good leaving


group and a good nucleophile!

C I > C Br > C Cl > C F

increasing reactivity (substitution)


140
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. nucleophilicity of the
Nu C X nucleophile.

2. stability of the leaving group.

DG‡

Nu + C X
E
Nu C + X

R 141
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. basicity (nucleophilicity) of
Nu C X the nucleophile.

2. stability of the leaving group.

DG‡

Nu + C X
E
Nu C + X

R 142
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. basicity (nucleophilicity) of
stronger bond
Nu C X the nucleophile.

2. stability of the leaving group.

DG‡
DG‡

Nu + C X
E
Nu C + X

R 143
Relative reactivity of alkyl substituted alkyl
halides.

H H CH3 CH3
H C Br CH3 C Br CH3 C Br CH3 C Br
H H H CH3

144
Relative reactivity of alkyl substituted alkyl
halides.
H H H H
H C C Br CH3 C C Br
H H H H

CH3 H CH3 H
CH3 C C Br CH3 C C Br
H H CH3 H
145
Factors that affect the rate of SN2 reactions
1. basicity (nucleophilicity) of
Nu C X the nucleophile.

2. basicity of the leaving group.

DG‡ 3. structure of the


substrate.
alkyl group
substitution.

+ C X
E Nu

Nu C + X

R 146
STRUKTUR SUBSTRAT
SN 1
SN1 - SUBSTRAT DAN KARBOKATION

lambat
R-X R+ + X-

R+ + Nu- R-Nu
cepat

Energi intermediet
karbokation
faktor penting untuk reaksi
SN1 The better ion
3o < 2o < 1o will have the
lower energy
pathway.
SOLVOLYSIS tert-BUTIL BROMIDA

CH3 CH3
acetone
CH3 C Br + H2O CH3 C OH + HBr
CH3 CH3

SN1
SOLVOLYSIS t-BUTYL BROMIDA
1)
CH3 CH3
slow .. _
H3C C CH3 H3C C CH3 + : Br :
+ ..
: Br:
.. tertiary

2)
CH3 CH3
H
fast
H3C C CH3 + :O: H3C C CH3
+ H +
:O H

H
3)
CH3 CH3
fast
H3C C CH3 H3C C CH3 + H3O+ + Br-
+
:O H :O H
H ..
H + :O:
H 1935: Hughes & Ingold
PENGARUH PENINGKATAN SUBSTITUSI - SN1
100%
RBr + H2O ROH + HBr
HCOOH

methyl primary secondary tertiary


H H H CH3
H C Br CH3 C Br CH3 C Br CH3 C Br
H H CH3 CH3

1.0 1.7 45 Guess


108 ?
kecepatan
relatif
kecepatan meningkat

PENGARUH SUBSTRAT PADA KECEPATAN rate


rel rate =
rate CH3Br
HIPERKONYUGASI

STABILITAS KARBOKATION
STABILITAS KARBOKATION
HIPERKONYJUGASI
REVIEW

H
.. elektron yang berdekatan ikatan
+ R C-H s membantu menstabilkan
C C Muatan positif karbokation
H
R
H
R
Energi Energi
terendah R C
+ R
<< R CH R < R CH2 tertinggi
+ +
tertiary secondary primary
STRUKTUR SUBSTRAT
SN 2
SN2 - SUBSTRAT

.. R
H O
.. : large groups
introduce steric
C : Br hindrance

R
R

.. H
H O
.. :
easy access
C : Br no steric
hindrance

H
H
EFFECT OF DEGREE OF SUBSTITUTION - SN2

acetone
RBr + NaI RI + NaBr
H2O

methyl primary secondary tertiary


CH3
CH3 Br CH3 CH2 Br CH3 CH Br CH3 C Br
CH3 CH3

150 1 0.01 0.001

decreasing rate
rate
rel rate =
EFFECT OF SUBSTRATE ON RATE rate EtBr
EFFECT OF BULKY SUBSTITUENTS - SN2
( substitution on the a carbon )
ethanol
RBr + NaOEt ROEt + NaBr
H2O NEOPENTYL
slower than
t -butyl
a a a a
CH3
CH3 Br CH3 CH2 Br CH3 CH CH2 Br CH3 C CH2 Br
CH3 CH3

17 1 0.03 3 x 10-6

decreasing rate
rate
rel rate =
ALL ARE PRIMARY ! rate EtBr
SUMMARY Notice that benzyl
and allyl are good
SN1 SN2 for both SN1 and SN2

(fastest) tertiary methyl** (fastest)


BEST BEST
benzyl benzyl

allyl allyl ** In SN2 reactions


benzyl is actually
better than methyl,
secondary primary but allyl is not. For
illustration purposes
benzyl and allyl

primary secondary were grouped in the


yellow box.

WORST bridgehead tertiary


(slowest) (bicyclic)
neopentyl
APPROXIMATE bridgehead WORST
RATE ORDERS (bicyclic) (slowest)
AND DON‟T FORGET:
SN1 and SN2 reactions occur only at sp3 (tetrahedral) carbon atoms.

sp3 sp2 sp

C C C C C X
X X X
yes no

acetone
+ NaCN no reaction
Cl
(attempted SN2 reaction)

CH3CH2-C=CH-Br + H2O no reaction


(attempted SN1 solvolysis)
IS THE NUCLEOPHILE IMPORTANT
IN BOTH SN1 AND SN2 REACTIONS ?
NUCLEOPHILES
IMPORTANCE IN SN1 AND SN2 REACTIONS

Nucleophiles are unimportant in an SN1 reaction;


they are not involved in the rate-determining step.

SN1 rate = K1 [RX]

The nature of a nucleophile is only important to


an SN2 reaction.

SN2 rate = K2 [RX][Nu]


WHAT IS A
GOOD NUCLEOPHILE ?

SN2 REACTIONS
WHAT IS THE IDEAL NUCLEOPHILE ?
SN2 REACTIONS
LARGE
..
:Y
.. : STERIC PROBLEMS
no way ! bad

R
SMALL
.. -
:..
X: good C : Br

R
R
Smaller
is better !
For an SN2 reaction the nucleophile must find
the back lobe of the sp3 hybrid orbital that the
leaving group is bonded to.
OUR NAÏVE EXPECTATION
We would expect the halides to be good nucleophiles:
ionic radii:
1.36 A 1.81 A 1.95 A 2.16 A
smallest
ion

F- Cl- Br - I-

and we would expect the smallest one (fluoride)


to be the best nucleophile,
….. however, that is not usually the case.
SUBSTITUSI ELEKTROFILIK
REAKSI SUBSTITUSI
Satu gugus menggantikan gugus yang lain

Y + Ar H Ar Y + H

Y menggantikan tempat H (Substitusi )

Y “menggantikan” H
SUBSTITUSI ELEKTROFILIK
PENGGANTIAN ELEKTROFILIK

substrat

E+ + Ar H Ar E + H+
Elektrofil Benzena produk

Elektrofil “menggantikan” Hidrogen.


Disebut reaksi substitusi:
E menggantikan H (berganti tempat).
REVIEW SIFAT BENZENA
RESONANSI BENZENA

STRUKTUR
KEKULE

Energi Resonansi = 36 Kkal / mol

• Semua Ikatan equivalent


• Cincin simetrik
Panjang ikatan adalah antara ikatan tunggal dan
ikatan rangkap
• Sangat Stabil Kurang reaktif dibandingkan gugus lain
REAKTIFITAS
Ikatan rangkap dalam benzena tidak bereaksi seperti alkena
Alkena Benzena

R R Cl no
+ HCl + HCl reaction
H

R R Cl no
+ Cl2 + Cl2 reaction
Cl

R R Br no
+ Br2 + Br2 reaction
Br

R R O
no
+ RCO3H + RCO3H reaction
Benzena adalah basa lemah dan nukleofil jelek

Basa + Elektron siap diberikan ke


lebih kuat H Suatu elektrofil

alkena

Basa + Pemberian elektron terhalang


lebih lemah
H Resonansi cincin
(36 kcal / mole).

Dibutuhkan Elektrofil kuat


benzena Dan disertai suatu KATALIS
Reaktifitas Benzena
Benzena membutuhkan elektrofil kuat dan suatu katalis
…..dan bereaksi substitusi, bukan reaksi adisi.

Cl
FeCl3
+ Cl2 + HCl

katalis
substitusi
Bandingkan:

Cl
+ Cl2
Cl
tanpa katalis
adisi
Reaksi Substitusi Benzena
Cl
AlCl3
Halogenasi + Cl2

CH3
AlCl3
Alkilasi + CH3Cl
Friedel-Crafts O
O AlCl3 C CH
3
Asilasi + CH C
Friedel-Crafts 3 Cl
O
N O
O
Nitrasi
+ H2SO4 + -
+ HO N
O- O

O S OH
Sulfonasi SO3
+ HO S OH O

O
MEKANISME
Semua Reaksi mengikuti pola mekanisme yang sama
Reagen bergabung membentuk Elketrofil Kuat E+,
dan pasangannya (:X ).

SUBSTITUSI ELEKTROFILIK AROMATIK

(+) E
H E
E+ H + HX
lambat (+) +
:X
intermediet
Ion benzenium* restores
ring resonance
Struktur resonansi diperlihatkan
Dengan simbol (+)

* Disebut juga ion benzenonium


PROFIL ENERGI SUBSTITUSI AROMATIK
(+) E
Transition benzenium
H
state 1 + intermediate
(+)

Transition
state 2

intermediate

Ea
activation
H energy
+ E
E +
H

slow fast
STEP 1 STEP 2
Substitusi Elektrofilik Aromatik
 Reaksi yang terjadi pada benzena, suatu elektrofil
menggantikan satu atom H pada cincin benzena.

 Aromatisan cincin tetap dipertahankan pada


produk.
Mekanisme reaksi substitusi elektrofilik
aromatik
Tahap 1: Pembentukan Elektrofil
Tahap 2:
Serangan benzena pada elektrofil membentuk
karbokation yang distabilkan oleh resonansi
Tahap 3:
penghilangan proton untuk mengembalikan
kearomatisan dan memberikan produk tersubstitusi
1. Halogenasi Benzena
2. Nitrasi Benzena
3. Alkilasi Friedel Crafts Benzena
4. Asilasi Friedel Crafts Benzena
5. Sulfonasi Benzena
 Reaksi benzena dengan Cl2 dan Br2 dengan adanya
katalis AlCl3 atau AlBr3
Tahap 1& 2:

Tahap 3:
 Reaksi benzena dengan campuran asam nitrat
pekat dan asam sulfat pekat pada temperatur
tidak lebih dari 50°C.
 Jika T> 50°C maka terbentuk lebih dari 1 gugus
NO2 yang tersubstitusi ke cincin benzena

nitrobenzena
Tahap 1:

Tahap 2:

Tahap 3:
Tulis mekanisme reaksi substitusi Elektrofilik
Aromatik untuk reaksi benzena dengan:

1. Br2, FeBr3
2. ClCH2CH3, AlCl3
3. CH2=CH2, AlCl3, HCl
4. CH3COCl, AlCl3
5. H2SO4, berasap
 Alkilasi adalah substitusi gugus alkil ke
cincin benzena
 Hidrogen pada cincin benzena digantikan
oleh gugus alkil
 Benzena direaksikan dengan kloroalkana
dengan AlCl3 sebagai katalis

Metil benzena
Tahap 1:

Tahap 2:

Tahap 3:
 Asilasi : substitusi gugus asil ke cincin benzena
 Biasa digunakan CH3CO- = gugus etanoil
 Senyawa paling reaktif yang mengandung
gugus asil adalah asilklorida, RCOCl.
 Reaksi benzena dengan campuran etanoil
klorida (CH3COCl) dan AlCl3 sebagai katalis,
menghasilkan suatu keton, yaitu feniletanon
Tahap 1:

Tahap 2:

Tahap 3:
Ada 2 cara sulfonasi benzena:
1. Memanaskan benzena dengan asam
sulfat pekat menggunakan refluks
selama beberapa jam
2. Memanaskan benzena dengan asam
sulfat berasap pada suhu 40° selama 20-
30 menit

Asam benzensulfonat
Tahap 1:

Tahap 2:

Tahap 3:
NO2

Alkyl group may


X rearrange
C
HNO3
AlCl3 Friedel-Crafts alkylation
H2SO4

O
SO3
H2SO4 Cl
SO3H O
AlCl3 No rearrangement occurs
X2 Lewis Acid

Friedel-Crafts acylation
X
Reaksi Substitusi Kedua
 Suatu benzena tersubstitusi dapat
mengalami substitusi gugus kedua.

 Beberapa benzena tersubstitusi


bereaksi lebih mudah dari benzenanya,
sementara benzena tersubstitusi lain
bereaksi lebih sukar.
Br
H2O
+ 3 Br2

NH2 Br Br
Reaksi tanpa katalis
NH2

gugus aktivasi 2,4,6-tribromoanilin (1000C)

H2SO4 NO2
+ HNO3 + H 2O
1000C

NO2 NO2
gugus deaktivasi
m-dinitroanilin (93%)
Gugus Aktivasi & Deaktivasi
 Gugus aktivasi,
adanya gugus ini menyebabkan cincin lebih
terbuka terhadap substitusi lebih lanjut
dibandingkan benzena.

 Gugus deaktivasi,
adanya gugus ini menyebabkan cincin lebih
tertutup terhadap substitusi lebih lanjut
dibandingkan benzena.
Disamping perbedaan dalam laju reaksi,
posisi serangan juga beda.

Sifat gugus masuk tidak berperan dalam


menentukan posisinya.

Substitusi kedua ditentukan oleh


gugus yang telah ada di cincin.
Efek substituen pertama terhadap
substitusi kedua
Pengarah o-, p- (aktivasi) Pengarah m- (mendeaktivasi)
-NH2, -NHR -COR
-OH -COOR
-OR -SO3H
-NHCOR -CHO
-C6H5 -COOH
-R -CN
-X (deaktivasi) -NO2
-NR3+
OH, NH2 menentukan
..
NH2 orientasi gugus masuk
dengan cara meyumbangkan
elektron untuk beresonansi
dan dengan menambah
penstabilan resonansi
.. terhadap zat antara o- & p-
OH
..

Gugus amino pada anilin mengaktifkan cincin


terhadap substitusi elektrofilik sehingga:
1.Tak diperlukan katalis asam lewis
2.Sangat sukar memperoleh monobromo anilin
CH3 (gugus alkil) tidak
punya pasangan elektron
R bebas yang akan
disumbangkan bagi
penstabilan resonansi.

Namun gugus alkil bersifat melepas elektron


ke cincin benzena, cincin memperoleh
rapatan elektron tambahan dan menjadi
menarik bagi elektrofil untuk masuk.
Substituen Halogen;
suatu pengarah o,p;
X
mendeaktifkan cincin
terhadap E+

 pelepasan elektron oleh resonansi tidak


efektif, karena penarikan elektron oleh
halogen relatif lebih efektif.

 Gugus X akan mengurangi kerapatan


elektron dan menyebabkan cincin kurang
menarik bagi elektrofil untuk masuk
Substituen penarik
elektron; suatu pengarah
NO2 meta; mendeaktifkan
cincin terhadap E+

NO2 ; gugus penarik elektron dan tidak dapat


menyumbangkan elektron secara resonansi

gugus penarik elektron mengurangi


kerapatan elektron dan membuat cincin
kurang menarik bagi elektrofil yang masuk
Apakah produk organik utama dari
reaksi-reaksi berikut
1. Toluena + kloro-2-metil propana
(AlCl3 sebagai katalis)
2. Metoksi benzena + HNO2
(H2SO4 sebagai katalis)
3. Asam benzenasulfonat + Cl2
(FeCl3 sebagai katalis)
4. Nitrobenzena + H2SO4 pekat
Reaksi Substitusi Ketiga

1. Jika dua substituen itu mengarahkan suatu gugus


masuk ke satu posisi, maka posisi ini
merupakan posisi utama dari substitusi ketiga.

+ E
CH3 CH3
NO2 NO2
2. Jika dua gugus bertentangan dalam efek
pengarah mereka, maka aktivator yang lebih
kuat yang lebih diturut pengarahnya.

+ E
CH3 CH3
OH OH
3. Jika dua gugus pada cincin berposisi meta
terhadap satu sama lain, biasanya cincin itu
tidak menjalani substitusi pada posisi yang
mereka apit, meskipun posisi tsb aktif. Tidak
reaktifnya posisi ini disebabkan oleh rintangan
sterik.

NO2

+ E

NO2
Ramalkan produk substitusi berikutnya:

1. H2SO4
+ HNO3
Br
OH

2. CN
AlCl3
+ CH3Cl

NO2
Ramalkan produk substitusi berikutnya:

3.
+ H2SO4 pekat
NH2 NCH3

4. OCH3
FeCl3
+ Cl2

Br