Anda di halaman 1dari 6

FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

PENGANTAR
EDITOR DAN TIM TEKNIS

Islam sebagai agama langit (din samawi) yang terakhir, diturunkan oleh Allah swt. Untuk
meluruskan ajaran agama-agama sebelumnya. Islam adalah agama petunjuk dan jalan kebenaran
bagi mereka yang mencari kebenaran abadi (eternal). Islam adalah suatu pandangan hidup (way
of life, weltanschauung) yang harus dibumikan kepada pemeluknya, sekaligus memberikan arah
dan justifikasi kepada umat manusia bahwa islam itu adalah rahmat bagi alam semesta.

Islam dalam kontek sejarahnya telah menembus suatu perjalanan panjang yang tidak bisa
dilepaskan dari sebuah system perekonomian, sebagaimana yang lazim dijalankan oleh
Rasulullah SAW. Sejak kecil bersama pamannya Abu Thalib. Mereka berdagang ke berbagai
pelosok Jazirah Arab, kemudian berlanjut dengan melakukan hubungan kerja sama antara Nabi
Saw. Dengan Siti Khadijah, baik sebelum maupun sesudah beliau menikahinya. Dalam sejarah
tercatat bahwa modal dasar perdagangan yang dijalankan Nabi Saw. Adalah kejujuran (al-
shiddiq) dan kepercayaan (amanah), sehingga rasa simpati konsumen kepada beliau semakin
meningkat. Hal ini tercermin dengan keuntungan yang ia capai dalam masa relative singkat,
tanpa harus menghindari etika bisnis yang berlaku dalam tradisi masyarakat arab yang
disesuaikan dengan prinsip-prinsip islam.

Eksplansi penyebaran Islam keberbagai belahan duniapun menjadi. Hal ini, antara lain,
karena adanya afiliasi bisnis diantara para penyebarnya, bahkan menyebar hingga ke Asia,
khususnya di Indonesia di mana Islam datang melalui para saudagar. Berangkat dari fenomena
tersebut, Kebangkitan dunia islam tidak bisa dihindarkan dari perkembangan dunia
perekonomian. Namun, persoalan baru seketika muncu, tahkala umat islam memasuki era
globalisasi dan pasar bebas (free market area), khususnya pada millennium III. Pada zaman Nabi
Saw., kondisi yang dialami umat tidak sesulit seperti saat ini. Pada saat itu, setiap muncul
persoalan, otoritas Nabilah yang menerangkannya atau wahyu turun menjelaskannya. Lain
halnya dengan kondisi yang dihadapi umat belakangan ini. Manusia, dalam hal ini umat,
diperhadapkan dengan berbagai problem kemanusiaan yang begitu pelik dan rumit.

Sederetan Masalah pembangunan dan modernisasi yang melilit umat islam dewasa ini
demikian panjang deretannya jika dirunut. Kita dapat mulai dari, misalnya, persoalan ibadah,
emansipasi (gender), politik, ekonomi, teknologi, dan budaya atau media. Salah satu agenda
yang memperoleh prioritas dari deretan masalah ini adalah ekonomi dan finansial. Lebih khusus

1
FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

lagi adalah persoalan perbankan (banking) dan system perdagangan umat. Persoalan perbankan
ini masih menjadi perdebatan panjang akibat masih adanya kontroversi tentang kejelasan
hukumnya, sebagaimana jika ia diperhadapkan pada fenomena hukum ribawi. Oleh karena itu,
adalah suatu hal yang menggembirakan jika Umat islam mampu merumuskan format system
perbankan baru yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
Prinsip ini antara lain bermaksud menghindari terjadinya unsur unsur ribawi dalam transaksi,
sebagaimana yang terjadi pada system perbankan dunia dewasa ini. Bahkan ada indikasi kuat
ketidak puasan terhadap system perbankan semacam ini akibat keterlibatannya sebagai sumber
krisis multiteral yang berkempanjangan. Demikian pula kenyataan bahwa system perdagangan
dunia saat ini, juga merupakan suatu penyakit kronis yang menjangkiti setiap pelaku bisnis,
termasuk para pelaku bisnis dari kelangan umat Islam.

Umat islam, suka atau tidak, sedang masuki tantangan system perdangangan bebas (free
market area) yang berwujud: AFTA, NAFTA, APEC, GATT, WTO, dsb. Dalam system ini,
umat Islam diperhadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Keterlibatan didalamnya, mengandaikan
bahwa umat islam mampu bersaing secara kompetitif dengan para pelaku bisnis non-Muslim,
atau Negara lain. Ekses dari semua kegiatan bisnis ini tentu sangat berpengaruh pada
kesejahteraan umat dimasa kini dan masa depan.

Jika para peminpin islam mampu nengarahklan umat dalam mempengaruhi era
perdagangan bebas yang menglobal itu, maka adalah hak setiap Muslim untuk optomis
menyambutnya sebagai era kebangkitan Islam. Prasyaratannya adalah harus mampu mengakses
perkembangan global yang begitu cepat mempengaruhi berbagai sektoir kehidupan umat, dan
harus berhadapan dengan pelaku-pelaku bisnis dari dunia lain dalam berbagai transaksi global.
Pada saat yang sama, umat membutuhkan suatu alam istinbath demi memperoleh pemahaman,
pedoman, dasar hukum, yang lebih relevan dengan prinsip-prinsip ajaran agama dan sesuai pula
dengan tuntutan zaman. Hampir menjadi suatu doktrin bahwa dalam system sama satu sama lain
(with positive competition and cooperation). Persaingan (competition) dan kerja sama
(cooperation) adalah iklim, kondisi, dan “focus” perekonomian global. Harus disadari bahwa
yang demikian ketat tanpa mengenal adanya batas perlindungan dan dukungan politik tertentu.
Persoalannya kemudian , De George, dengan nada keras, “Etika siapa yang diikuti?”. Masalah
ini belaku pada system ekonomi global yang tidak mengenal batas Negara. Sementara bagi umat
islam sudah jelas dituntut pula untuk memiliki konsep dasar perdagangan yang selalu up to date.
Konsepnya sendiri memang ada – sebagaimana berusaha ditunjukan dalam buku ini – tapi
kebanyakan masih bersifat umum dan mendesak untuk diafsirkan dalam konteks global.

Persoalan global yang dihadapi umat, diakui sebagai begitu kompleks dan merupakan
lahan yang belum banyak mendapat perhatian dari para cendekiawan muslim modern, terutama
dalam konteks keindonesiaan. Sementara, menghindarinya adalah kenaifan ketika umat berusaha
survive di era globalisasi ini. Karena itu, untuk memasuki tahapan ini, diperlukan usaha-usaha
pemberdayaan kualitas umat, baik prinsip, etika, sistem, SDM, maupun maupun kapasitas
intelektual, kecerdasan emosional, dan motifasi spiritualnya. Walau demikian, harus pula

2
FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

disadari bahwa ini bukanlah ikhtiar yang gampang dan berbiaya murah. Tetapi membutuhkan
perhatian yang serius dan finansial yang memadai, mengingat fenomena ini mendesak untuk
dipikirkan oleh siapapun yang memiliki komitmen dan pemihakan akan keselamatan keyakinan
dak kualitas umat, terutama ketika berhadapan pada pilihan-pilihan dari umat lain. Yakni, agar
umat islam memiliki harga diri (self confidence) dan kesadaran pribadi (personal awareness),
dan sebaliknya, tidak menjadi objek pembodohan dan eksplorisasi. Singkatnya, dibutuhnya
adanya kepedulian dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan pemahaman umat terhadap
ajaran agama yang mereka warisi selama ini dengan berbagai langkah konkret.

Untuk membuktikan bahwa islam adalah agama rahmat bagi semesta alam, mendesak
bagi kita untuk menentukan langkah dan metode berani, agar ajaran-ajaran Ilahi dan
kemanusiaan dapat dipahamai secara bersama, baik oleh umat manusia umumnya, maupun oleh
umat islam sendiri. Karena jika dapat menangkap pesan-pesan kebenaran ajaran tersebut, maka
dengan sendirinya diharapkan peradaban barat yang maju, namun penuh benih sekuler-ateistik-
kapitalistik yang kering akan nilai-nilai spiritual dan sangat rentan dengan ancaman kehancuran
pada nilai-nilai kemanusiaan, dapat pula disadari semenjak awal.

Tentu saja, ada berbagai cara dan metode untuk membumikan ajaran-ajaran universal
Islam, agar umat dapat mengaplikasikan nilai-nilainya dalam hidup dan kehidupan mereka.
Menanamkan pemahaman bahwa islam bukan ajaran ritual semata, tatapi ajaran melingkupi
seluruh aspek sosial kehidupan, misalnya, dapat menjadi langkah awal. Karena itu, untuk
memenuhi tahapan ini, diperlukan juga prakarsa sekelompok intelektual dengan latar belakang
keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Berangkat dari dasar ini, kami bermaksud
berpartisipasi dalam rangka pembinaan, pembekalan, pemberdayaan, pencerahan dan
mengarahkan umat diera globalisasi ini. Suatu langkah awal yang sederhana, barangkali, dengan
ikhtiar mengupayakan sejumlah pemikir dan praktisi muslim untuk duduk bersama dalam suatu
tim demi menyumbangkan ilmu mereka guna menulis buku yang kami beri judul Fiqih
Perdagangan Bebas. Suatu harapan besar tentunya bahwa gagasan awal dari Prof. KH. Ali Yafie
dkk. Ini semoga mendapat perhatian dan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian
bagi kesejahteraan umat hari ini dan esok.

Tak lupa, kami mengucapkan terimakasih terhadap dukungan berbagai pihah atas
terbitnya buku ini, terupama kepada tim Ahli dan Nara Sumber, pihak sponsorship, dalam hal ini
PT. AHAD-Net Internasional Multilevel Marketing Syariah, dan semua pihak yang telah
membantu terbitnya buku ini, baik secara langsung Dirut PT. AHAD-Net Internasional yang
telah berkenan membrikan kata sambutan pada buku ini, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Mudah mudahan buku ini merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan penelitian
kali ini dengan penelitian-penelitian di masa depan dan tentunya diharapkan akan jauh lenih
maju dan memberikan kearifan yang lebih besar bagi bangsa Indonesia, dan umat Islam,

3
FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

khususnya. Semoga Allah Swt. Memberikan taufik dan hidayahnya atas maksud menerbitkan
buku ini,

Jakarta Maret 2003


Tim Naskah dan Editor

4
FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

DAFTAR ISI

Pengantar editor dan tim teknis vii


Kata sambutan Dirut PT. AHAD-Net Internasional viii

Menguak Khasanah Fiqih Perdagangan


1. Memahami fiqih perdagangan bebas 1
2. Etika bisnis internasional Nabi Muhammad 11
3. Karakteristik ekonomi islam 27
4. Potensi dan peran sistim ekonomi islam 55

Menerawang Pasar Bebas


5. Sistem perdagangan bebas di era global: sejarah dan teori ekonomi 73
6. Determinan-determinan perdagangan bebas di era global 99
7. Bisnis internasional 127
8. Peranan Islamic development bank (IDB) dalam perdagangan bebas 151
9. Perdagangan dunia dan gerakan anti-globalisasi 173

Menilik Perekonomian Indonesia


10. Pasar bebas dan prospek dunia usaha Indonesia 181
11. Wawasan islami untuk pengembangan ekonomi umat 191
12. Prospek dan peran bank syariah dalam era perdagangan bebas 201
13. Peranan bank syariah dalam pemulihan ekonomi nasional 213
14. Paradigma Islam dan Perdagagangan bebas 225

Daftar pustaka 239


Daftar kode penulis 243

5
FIQIH PERDAGANGAN BEBAS

Daftar Riwayat penulis 245


Indeks 251