P. 1
kerajaan kutai

kerajaan kutai

|Views: 2,096|Likes:
Dipublikasikan oleh mandpert
liat aja ndiri
liat aja ndiri

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: mandpert on Aug 02, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

AWAL BERIRINYA KARAJAAN KUTAI AWAL BERIRINYA KARAJAAN KUTAI

MARTADIPURA MARTADIPURA
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-4 Kerajaan yang
memiliki bukti sejarah tertua. Kerajaan ini terletak di
muara kaman,Kalimantan timur, tepatnya di hulu
sungai Mahakam, merupakan pusat dari
perdagangan.
PRASASTI PRASASTI
ARTEFAK PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI ARTEFAK PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI
RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI
Pada abad ke 14, ketenarannya mulai tersaingi oleh Pada abad ke 14, ketenarannya mulai tersaingi oleh
kerajaan baru yang mendapat pengaruh dan kerajaan baru yang mendapat pengaruh dan
dukungan dari Jawa yaitu, Kerajaan Kutai dukungan dari Jawa yaitu, Kerajaan Kutai
Kertanegara. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya Kertanegara. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya
runtuh pada abad ke 17 setelah kalah dalam perang runtuh pada abad ke 17 setelah kalah dalam perang
dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. Keruntuhan dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. Keruntuhan
Kerajaan Kutai Martapura memberikan kesempatan Kerajaan Kutai Martapura memberikan kesempatan
bagi daerah bagi daerah- -daerah pedalaman yang sebelumnya daerah pedalaman yang sebelumnya
berada dalam kekuasaan Kutai Martapura dapat berada dalam kekuasaan Kutai Martapura dapat
melepaskan diri, membentuk kerajaan melepaskan diri, membentuk kerajaan- -kerajaan kerajaan
sendiri selain ada pula yang menggabungkan diri sendiri selain ada pula yang menggabungkan diri
dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. dengan Kerajaan Kutai Kertanegara.
NAMA NAMA- -NAMA RAJA DI KERAJAAN KUTAI NAMA RAJA DI KERAJAAN KUTAI
MARTADIPURA MARTADIPURA
Maharaja Kundungga, gelar
anumerta Dewawarman
Maharaja Asmawarman (anak
Kundungga)
Maharaja Mulawarman
Maharaja Marawijaya Warman
Maharaja Gajayana Warman
Maharaja Tungga Warman
Maharaja Jayanaga Warman
Maharaja Nalasinga Warman
Maharaja Nala Parana Tungga
Maharaja Gadingga Warman
Dewa
Maharaja Indra Warman Dewa
Maharaja Sangga Warman Dewa
Maharaja Candrawarman
Maharaja Sri Langka Dewa
Maharaja Guna Parana Dewa
Maharaja Wijaya Warman
Maharaja Sri Aji Dewa
Maharaja Mulia Putera
Maharaja Nala Pandita
Maharaja Indra Paruta Dewa
Maharaja Dharma Setia
KERAJAAN KUTAI KARTANEGARA KERAJAAN KUTAI KARTANEGARA
berdiri pada awal abad ke-13 di daerah yang bernama Tepian Batu atau Kutai
Lama dengan rajanya yang pertama yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti.
Pada abad ke-16, Kerajaan Kutai Kartanegara dibawah pimpinan raja Aji
Pangeran Sinum Panji Mendapa berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai
Martadipura, kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai
Kartanegara Ing Martadipura. Pada abad ke-17, agama Islam yang
disebarkan Tuan Tunggang Parangan diterima dengan baik oleh Kerajaan
Kutai Kartanegara yang saat itu dipimpin Aji Raja Mahkota Mulia Alam.
Setelah beberapa puluh tahun, sebutan Raja diganti dengan sebutan Sultan.
Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778) Dan kemudian sebutan kerajaan
pun berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura
PEMINDAHAN IBU KOTA KERAJAAN KUTAI PEMINDAHAN IBU KOTA KERAJAAN KUTAI
KARTANEGARA KARTANEGARA
Pada tahun Pada tahun 1739, Sultan , Sultan Aji Muhammad Idris gugur di medan gugur di medan
laga. Sepeninggal Sultan Idris, terjadilah perebutan tahta laga. Sepeninggal Sultan Idris, terjadilah perebutan tahta
kerajaan oleh kerajaan oleh Aji Kado Aji Kado.. Pada tahun Pada tahun 1780, Aji Imbut berhasil , Aji Imbut berhasil
merebut kembali ibukota Pemarangan dan secara resmi merebut kembali ibukota Pemarangan dan secara resmi
dinobatkan sebagai sultan dengan gelar Sultan Aji Muhammad dinobatkan sebagai sultan dengan gelar Sultan Aji Muhammad
Muslihuddin di Muslihuddin di istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Aji Imbut Kesultanan Kutai Kartanegara. Aji Imbut
dengan gelar Sultan dengan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin memindahkan memindahkan
ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara ke ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara ke Tepian Pandan pada pada
tanggal tanggal 28 September 1782. Perpindahan ini dilakukan untuk . Perpindahan ini dilakukan untuk
menghilangkan pengaruh kenangan pahit masa pemerintahan menghilangkan pengaruh kenangan pahit masa pemerintahan
Aji Kado. . Pada tahun Pada tahun 1838, Kesultanan Kutai Kartanegara , Kesultanan Kutai Kartanegara
dipimpin oleh Sultan dipimpin oleh Sultan Aji Muhammad Salehuddin setelah Aji setelah Aji
Imbut mangkat pada tahun tersebut. Imbut mangkat pada tahun tersebut.
SERANGAN KAPAL INGGRIS
Pada tahun Pada tahun 1844 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan , 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine James Erskine
Murray Murray asal asal Inggris Inggris memasuki perairan Tenggarong datang ke Kutai memasuki perairan Tenggarong datang ke Kutai
untuk berdagang dan meminta tanah untuk mendirikan pos dagang untuk berdagang dan meminta tanah untuk mendirikan pos dagang
serta hak eksklusif untuk menjalankan serta hak eksklusif untuk menjalankan kapal uap kapal uap di perairan di perairan
Mahakam Mahakam Murray akhirnya Murray akhirnya kalah dan melarikan kalah dan melarikan diri menuju laut lepas diri menuju laut lepas
Pada tanggal Pada tanggal 11 Oktober 11 Oktober 1844 1844, , Sultan A.M. Salehuddin Sultan A.M. Salehuddin harus harus
menandatangani menandatangani perjanjian perjanjian dengan Belanda yang menyatakan dengan Belanda yang menyatakan
bahwa Sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi bahwa Sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi
pemerintah Hindia Belanda di pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan Kalimantan Tahun Tahun 1846 1846, , H. von Dewall H. von Dewall
menjadi administrator sipil Belanda yang pertama di pantai timur menjadi administrator sipil Belanda yang pertama di pantai timur
Kalimantan Kalimantan Pada tahun Pada tahun 1850 1850, , Sultan A.M. Sulaiman Sultan A.M. Sulaiman memegang memegang
tampuk kepemimpinan Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura tampuk kepemimpinan Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura
). Pada tahun ). Pada tahun 1863 1863, kerajaan Kutai Kartanegara kembali , kerajaan Kutai Kartanegara kembali
mengadakan perjanjian dengan Belanda. Dalam perjanjian itu mengadakan perjanjian dengan Belanda. Dalam perjanjian itu
disepakati bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari disepakati bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari
Pemerintahan Hindia Belanda. Pemerintahan Hindia Belanda.
Sultan Alimuddin Sultan Alimuddin hanya bertahta dalam kurun waktu 11 hanya bertahta dalam kurun waktu 11
tahun saja, beliau wafat pada tahun tahun saja, beliau wafat pada tahun 1910 1910. Berhubung . Berhubung
pada waktu itu putera mahkota pada waktu itu putera mahkota Aji Kaget Aji Kaget masih belum masih belum
dewasa, tampuk pemerintahan Kesultanan Kutai dewasa, tampuk pemerintahan Kesultanan Kutai
Kartanegara kemudian dipegang oleh Dewan Perwalian Kartanegara kemudian dipegang oleh Dewan Perwalian
yang dipimpin oleh yang dipimpin oleh Aji Pangeran Mangkunegoro Aji Pangeran Mangkunegoro Pada Pada
tanggal tanggal 14 Nopember 14 Nopember 1920 1920, Aji Kaget dinobatkan , Aji Kaget dinobatkan
sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan
Aji Muhammad Parikesit Aji Muhammad Parikesit..
DIANGKATNYA AJI KAGET MENJADI SULTAN DIANGKATNYA AJI KAGET MENJADI SULTAN
(SULTAN TERAKHIR) (SULTAN TERAKHIR)
PENGHAPUSAN KESULTANAN PENGHAPUSAN KESULTANAN
Pada tanggal Pada tanggal 21 Januari 21 Januari 1960 1960 bertempat di Balairung bertempat di Balairung
Keraton Sultan Kutai, Tenggarong diadakan Sidang Keraton Sultan Kutai, Tenggarong diadakan Sidang
Khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai. Inti dari acara Khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai. Inti dari acara
ini adalah serah terima pemerintahan dari Kepala ini adalah serah terima pemerintahan dari Kepala
Kepala Daerah Istimewa Kutai, Sultan Aji Muhammad Kepala Daerah Istimewa Kutai, Sultan Aji Muhammad
Parikesit kepada Aji Raden Padmo sebagai Bupati Parikesit kepada Aji Raden Padmo sebagai Bupati
Kepala Daerah Tingkat II Kutai, Kapten Soedjono Kepala Daerah Tingkat II Kutai, Kapten Soedjono
(Walikota Samarinda) dan A.R. Sayid Mohammad (Walikota Samarinda) dan A.R. Sayid Mohammad
(Walikota Balikpapan). Pemerintahan Kesultanan (Walikota Balikpapan). Pemerintahan Kesultanan
Kutai Kartanegara dibawah Sultan Aji Muhammad Kutai Kartanegara dibawah Sultan Aji Muhammad
Parikesit berakhir, dan beliau pun hidup menjadi Parikesit berakhir, dan beliau pun hidup menjadi
rakyat biasa rakyat biasa
PENGHIDUPAN KEMBALI KESULTANAN KUTAI PENGHIDUPAN KEMBALI KESULTANAN KUTAI
KARTANEGARA KARTANEGARA
Pada tanggal Pada tanggal 7 Nopember 7 Nopember 2000 2000, Bupati Kutai Kartanegara , Bupati Kutai Kartanegara
bersama Putera Mahkota Kutai bersama Putera Mahkota Kutai H. Aji Pangeran Praboe Anoem H. Aji Pangeran Praboe Anoem
Soerja Adiningrat Soerja Adiningrat menghadap menghadap Presiden Presiden RI Abdurrahman Wahid RI Abdurrahman Wahid
di Bina Graha di Bina Graha Jakarta Jakarta untuk menyampaikan maksud diatas. untuk menyampaikan maksud diatas.
Presiden Wahid menyetujui dan merestui dikembalikannya Presiden Wahid menyetujui dan merestui dikembalikannya
Kesultanan Kutai Kartanegara kepada keturunan Sultan Kutai Kesultanan Kutai Kartanegara kepada keturunan Sultan Kutai
yakni putera mahkota H. Aji Pangeran Praboe. Pada tanggal yakni putera mahkota H. Aji Pangeran Praboe. Pada tanggal 22 22
September September 2001 2001, Putra Mahkota Kesultanan Kutai , Putra Mahkota Kesultanan Kutai
Kartanegara, H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat Kartanegara, H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat
dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar
Sultan H. Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II Aji Muhammad Salehuddin II. Penabalan H.A.P. . Penabalan H.A.P.
Praboe sebagai Sultan Kutai Kartanegara baru dilaksanakan Praboe sebagai Sultan Kutai Kartanegara baru dilaksanakan
pada tanggal 22 September 2001. pada tanggal 22 September 2001.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->