Anda di halaman 1dari 7

Aliran Romantisme

Pengertian
Romantisisme adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa
Barat abad ke-18 pada masa Revolusi Industri. Gerakan ini sebagian
merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial dan politik
dari periode Pencerahan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam
seni dan sastra. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari
pengalaman estetika, memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa
takut, ngeri, dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi yang sublim
dari alam. Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta
menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas
manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi.
Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Pencerahan dan mengagungkan
medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal dari
periode Pertengahan. Nama “romantik” sendiri berasal dari istilah “romans” yaitu
narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra Abad Pertengahan dan
Romantik.

Aliran ini mengambil tema kelakuan terhormat dan besar, tragedi yg luas
atau kejadian yg dinamis. Nilai estetisnya indah, dimana terdapat buaian garis-
garis diagonal, pengaturan bidang secara dramatis yg dipandu dengan penerapan
bidang yg serba perspektif.Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis
modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan
romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang
sering diambil sebagai latar belakang lukisan.Romantisme dirintis oleh pelukis-
pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi
untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari
aliran ini adalah Raden Saleh.
Tokoh Aliran Romantisme
Victor Marie Hugo adalah salah satu penulis aliran romantisme pada abad ke-19 dan
sering dianggap sebagai salah satu penyair terbesar Perancis. Karya puisinya yang
dianggap sangat menonjol di antaranya adalah Les Contemplations dan La Légende des
siècles. Walaupun sangat konservatif pada masa mudanya, ia berpindah ke aliran kiri
pada masa tuanya. Ia menjadi pendukung aliran republikanisme dan Uni Eropa. Hasil
karyanya menggambarkan hampir semua isu politik dan sosial, serta kecenderungan
artistik pada zamannya. Hugo menduduki tempat terhormat dalam sastra Perancis karena
karya-karyanya mendominasi hampir sepanjang abad ke-19. Tahun 1822, terbitlah
kumpulan puisinya, "Odes et Ballades" yang berhasil menarik simpati publik. Tahun
1823, novel pertamanya, "Han d`Islande", terbit dan merupakan buku hadiah
perkawinannya dengan Adele Foucher (1822). Rumah pasangan ini menjadi tempat
pertemuan kaum romantis Perancis, seperti Charles Augustin Sainte-Beuve, Alfred de
Vigny, de Musset, Merimee, Nerval, Gautier, Alexander Dumas, dan lain-lain. Dramanya
yang pertama berupa epos Cromwell (1827) dan dramanya yang tersohor adalah Hernani
(1830), Le Roi s`Asmuse (1832), Marie Tudor (1833), dan Ruy Blas (1838). Selama
tujuh belas tahun sejak penerbitan pertama karya puisinya, ia telah menerbitkan sejumlah
kumpulan esai, tiga novel, dan lima kumpulan puisi. Masing-masing kumpulan puisinya
yang penting itu adalah Les Orientales (1828), Feuilles d`Automne (1831), Les Voix
Interieures (1837), dan Les Rayons et Les Ombers (1840).

Tokoh romantisme Delacroix dinilai mempengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh


yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di
Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 - 1851).

Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks.
Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus
ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault
(1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam,
lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup
dan mati.

Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden
Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang
terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden
Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk
menyikapi realitas di hadapannya. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada
idealisme kebebasan dan kemerdekaan, maka ia menentang penindasan.
Wajar bila muncul pendapat, meski menjadi pelukis kerajaan Belanda, ia tak sungkan
mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. Ini diwujudkannya dalam lukisan
Penangkapan Pangeran Diponegoro.

Lukisan Aliran Romantisme


Aliran Surrealisme

pengetian

Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering


ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara
keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk
menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti
bentuk aslinya.

Tumpuan bukan kepada ekspresi sedar pelukis tetapi kepada ekspresi bawah sedar
minda pelukis. Imej bawah sedar dan alam khayalan. Menyeramkan, sunyi dan
tidak logik. Warna-warna gelap digunakan untuk menimbulkan kesan misteri.
Objek diletakkan pada tempat-tempat yang tidak sesuai dan dicantum-cantumkan.
Tokoh aliran surrealisme

Giorgio de Chirico—sebelumnya mengembangkan seni metafisika—adalah salah satu


tokoh penting filsafat dan seni visual Surealisme. Sekitar tahun 1911 hingga 1917, dia
mengadopsi gaya lukisan sederhana yang nantinya ditiru banyak seniman. The Red
Tower (La tour rouge) tahun 1913 memiliki kontras warna kaku dan gaya ilustratif yang
banyak diikuti pelukis surealis. Karyanya yang lain, The Nostalgia of the Poet (La
Nostalgie du poete), tahun 1914, terkesan “jauh”. Gabungan figur kaca dan ikan sebagai
pendukung menolak kesan biasa. Ia juga seorang penulis dan novelnya “Hebdomeros”
berisi serial mimpi dengan penggunaan tanda baca, urutan kata, serta tata bahasa unik
untuk memberikan atmosfer khusus serta bingkai imajiner (frame) di sekitar gambaran
yang dibuat. Gambaran-gambaran itu, termasuk desain untuk Ballets Russes,
menciptakan bentuk dekoratif Surealisme visual. De Chirico merupakan tokoh yang
gayanya mempengaruhi dua seniman lain—yang lebih dikenal sebagai surealis daripada
dirinya sendiri—yakni Salvador Dalí dan Magritte. Dia meninggalkan kelompok surealis
tahun 1928. Tahun 1924, Miro dan Masson mengaplikasikan teori Surealisme pada
lukisan secara eksplisit di acara pameran La Peinture Surrealiste. Breton
mempublikasikan “Surealisme dan Lukisan” tahun 1928 yang berisi rangkuman kegiatan
kelompoknya. Dia terus memperbaharui karya itu hingga 1960an.
Gambar Aliran Surrealisme

Anda mungkin juga menyukai