Anda di halaman 1dari 4

KIAI DIKALAHKAN IBLIS

Pada suatu hari ada seorang kiai yang baru pulang dari sholat jum’at tidak

sengaja kiai itu melihat warga yang sedang berkumpul mengelilingi pohon.

dengan rasa penasaran kiai itupun akhirnya menghampiri warga yang sedang

berkerumun. Hai sedang apa kalian? Ini ada apa? Tanya kiai terhadap warga.

Sedang meminta doa agar diberikan banyak uang jawab warga. Apaaaa??

Kalian meminta uang kepada pohon? Kalian menyembah pohon? Kalian ada di

jalan yang sesat kalian musyrik. Jawab warga kami hanya ingin mencoba

katanya do’a kita akan cepat terkabul. Dengan rasa kesal kiaipun akhirnya

memanggil si penunggu pohon beringin itu hai iblis keluar kau? Kau telah

menyesatkan warga ku. Kalau kau tidak keluar aku akan menebang pohon ini!!!

Akhirnya iblispun keluar ada apa kiai ? ada perlu apa? Jangan pura-pura tidak

tahu kau yang telah melakukan ini semua kan? Kalau ia kenapa ? aku tidak

merugikan anda kan pak kiai? Jawab iblis. Kau telah merugikan warga, kau

telah mengganggu ketentraman warga aku sebagai kiai ialah untuk

menolongnya kembali kejalan yang benar. Aku hanya ingin menguji keimanan

manusia saja itukan sudah menjadi tugasku untuk menggoda manusia, jawab

iblis. Kalau kau tidak mau pergi aku akan menebang pohon ini sekarang juga

dengan rasa marah pak kiaipun akhirnya pulang mengambil golok untuk

menebang pohon beringin itu, hai iblis aku tidak main-main aku datang dengan

golok ditangan aku tidak akan mendengar alasanmu, baru satu kali golok itu

melayang disabatkan pada pohon, keluarlah iblis itu dengan berkata, Baiklah

pak kiai aku ampun gimana kalau kita bernego saja? Tanya iblis kepada kiai.

Apa jaminanmu untuk tidak akan menggangu warga lagi? Tanya kiai kepada
iblis. aku akan memberikan jaminanku pada kiai setalah kiai selesai sahalat

subuh lihatlah di bawah sajadah pak kiai disanalah jaminanku disimpan.

Kiaipun menjawab baiklah aku tunggu jaminanmu sejauh mana kau mampu

bertahan. Keesokan harinya setelah sholat subuh pak kiai membuka

sajadahnya dan ternyata memang ada jaminan 5 lempeng uang logam emas

kiapun heran bukan kepalang, rasa genbira yang kiai rasakan dua hari berlalu

seperti biasa pak kiai membuka sajadahnya setelah selasai shalat subuh pada

hari ketiga seperti biasa pak kiai membuka sajadahnya dan ternyata uang

logam itu berkurang heran bukan kepalang pak kiai itu akhirnya dia kesal dan

mendatangi pohon beringin itu, kiai itu berteriak hai iblis keluar kau!!!

Iblispun keluar ada apa kiai? Ada masalah apa lagi? Kau telah menipuku jawab

kiai, kau telah mengurangi jaminanmu terhadapku. Aku datang kemari untuk

menagih janjimu tapi kalau kau tidak menepati aku akn menebang pohon ini

sekarang. Pak kiai sabarlah aku sudah kesal terhadapmu aku kan menebang

pohon ini, pak kiai jawab iblis niat pak kiai sekarang bukan karena allah swt,

tapi karena uang logam dari emas dan percuma saja pak kiai menebang pohon

ini karena aku sudah tahu sedalam apa imamnu sehingga kau bisa aku

kalahkan!! Termenunglah pak kiai itu ia menyadari bahwa imannya audah

tergoda oleh kemusyrikan dia akhirnya pulang dengan wajah pucat dan lemas

tiba kerumah kiai akhirnyna memohon ampun kepada Allah Swt. Demikianlah

cerpwn yang telah saya uraikan mudah-mudahan ada manfaatnya.


PRINCES

Suatu hari ada kisah putri cantik mempunyai indera ke enam, keluarganya

sudah tidak utuh karena ayah dan ibunya meninggal dalam tugas kerajaan.

Hanya ada pembantu yang menemani dia dari kecil hingga dewasa, ada

sepupunya, hewan-hewan peliharaanya. Dan bunga-bunga yang menemani di

pagi hari yang cerah. Suatu ketika putri ingin mencari pendamping hidup yang

benar-benar mencintainya, menyayanginya setulus hati tanpa melihat

tahtanya, dengan bantuna dari pihak-pihak kerajaan akhirnya putrid itupun

menggelar sayembara di istananya yang megah, dia mengumunkan siapapun

yang dapat menjawab pertanyaan sang putri dengan tidak melakukan

kesalahan atau kecurangan maka dialah yang akan menjadi pendamping bagi

putri seumur hidup. Pertanyaan yang pertama harus mempunyai rasa, atau

ungkapan rasa itu seperti apa? Kedua apa itu pengorbanan? Ketiga hal apa

yang menjadi penyemangat hidup? Tak terasa sayembarapun akhirnya digelar

dan tidak disangka peminatnya sangat antusias dari kalangan bawah,

menengah, dan kalangan atas. Tapi bukan itu yang putrid cari melainkan yang

dapat menjawab pertanyaan putri dengan jawaban yang alami tidak dibuat-

buat. peserta yang mengikuti sayembara tersebut diwajibkan untuk tudak

melakukan kecurangan. Dari beberapa peserta ada peserta yang menjawab

ketiga pertanyaan itu dengan logika, yaitu rasa dengan kita sudah dapat

merasakan kenyaman dengan seseorang, kedua pengorbanan itu apapun akan

dilakukan asalkan putri bahagia dan yang ketiga. Hal yang menjadi

penyemangat hidup seseorang yang mendampingi kita itulah jawaban dari

salah satu peserta sayembara tersebut. Putri akhirnya memutuskan pria

inilah yang akan menjadi pendamping hidupnya pria itu adalah seorang pria
yang sederhana, bijaksana, dan tampan. Akhirnya merekapun bersatu dan

putri mersa heran dengan pria yang baru dikenalnya sudah banyak yang

horamat terhadapnya. Banyak yang patuh akan printahnya suatu ketika sang

pria itu mengingnkan putri untuk menutup matanya katanya pria itu akan

memperkenalkan putrid kepada keluarganya dengan kereta kuda kedua

pasangan itu pergi dan mata purtripun ditutup karena pria itu ingin membuat

kejutan kepada calon pendampingnya berhantulah kereta berkuda itu di

deadpan gerbang masuklah kereta kuda itu apa yang terjadi bahwa pria yang

sekarang mendampingi putrid itu ialah seorang pangeran yang sangat kaya

raya. Pangeran itu memang memimpikan untuk menjadi pendamping putri yang

telah lama kesepian disitulah rasa yang sudah menyatu pengorbanan sang

pangeran untuk menjadi pria yang sederhana. Dan yang menjadi penyemangat

hidup ialah rasa saling mencintai dan dicintai. Disayangi dan menyayangi

bahagialah kedua pasangan itu. Putridpun akrinya mempunyai keluarga yang

utuh kembali dengan tinggal di istana pangeran itu. Istana yang megah bunga-

bunga yang indah dipandang mata menemani senyum putri yang penuh rasa

bahagia. Demikianlah cerpen yang saya buat, mudah-mudahan bisa diambil

hikmahnya bahwa hidup harus ada perjuangan dan pengorbanan.