Anda di halaman 1dari 19

Analisis Surat Perjanian Kerja / kontrak

Perawatan Rumah Negara Kejaksaan Negeri Sleman Tahun


2008

Oleh: CV. Sumber Tehnik

Di Susun Oleh :

Ari Basuki (106401306)

Agusto Resky Hariandja(1064016 )

Harry Permata Putra (1064013)

Priandra Nur Akbar(106401385)

Maulana Taufan (106401581)

Agung Prakoso (106401606)

Manajemen Bisnis Telekomunikasi Informatika

Institut Manajemen Telkom

2009
Dalam kontrak kerja ini dijelaskan penanganan mengenai
perawatawan Rumah Negara Kejaksaan Negeri Sleman. Dalam pekerjaan ini
tela disepakati antara pihak kejaksaan dengan CV. Sumber Tehnik, dari
pihak kejaksaan di sepakati oleh Yusnita Ritongga, SH. MH sedangkan dari
pihak kontrktor disepakati oleh Yunan Suhati Putra, ST.

Untuk tugas-tugas dan perjanjian-perjanjian telah disepakati dan


tertuang dalam pasal-pasal yang telah disepakati, dalam hal ini telah terdapt
pada lampiran yang telah desertakan didalam halaman selanjutnya. Didalam
pasal-pasal tersebut antara lain disebutkan mengenai tugas pekerjaan dan
spesifikasi teknis, dasar perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan, bahan dan
alalt, jangka waktu pelaksanaan, jamina, harga borongan, cara pembayaran,
dan lain sebagainya, semuanya sudah terlampir dalam halaman berikutnya.
Pasal-pasal yang menaungi kontrak ini:

Pasal 1 : Tugas Pekerjaan dan Spesifikasi Teknis

Pasal 2 : Dasar Perjanjian dan Pelaksanaan Pekerjaan:

Pasal 3 : Bahan dan Alat-Alat

Pasal 4 : Jangka Waktu Pelaksanaan

Pasal 5 : Jaminan

Pasal6 : Harga Borongan

Pasal7 : Cara Pembayaran

Pasal 8 : Kenaikan Harga

Pasal 9 : Beban Biaya dan Pajak

Pasal 10 : Keadaan Kahar(Force Majoure)

Pasal 11 : Sanksi/Denda Pasal 14 : Penyelesaian


Perselisihan
Pasal 12 : Resiko
Pasal 15 : Tempat
Pasal 13 : Pemutusan
Kedudukan
Perjanjian
Pasal 16 : Lain-lain Pasal 17 : Penutup

Pasal – pasal diatas merupakan persyaratan yang di buat oleh pihak


kotraktor dan pihak dari kejaksaan negeri sleman, isi dari pasal tersebut
terdapat pada lampiran yang berada di belakang makalah ini.

Untuk harga borongan telah diputuskan melalui surat perintah mulai


kerja (SPMK). Disitu telah disepakati oleh pihak CV. Sumber Tehnik bersama
dengan pihak kejaksaan negeri sleman itu sendiri. Disitu disebutkan besaran
dana untuk melaksanakan tugas yaitu sebesar Rp. 130.580.000,00.
Dengan jangka waktu 24 hari kalender terhitung sejak diterbitkanya surat
muklai kerja dengan kententuan yaitu :

1. Segera melaksanakan pekerjaan setelah diterbitkanya surat perintah


mulai kerja (SPMK)

2. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan ketentuan-


ketentuan dalam dokumen kontrak.

Untuk penetapan penyedia barang /jasa sepenuhnya diserahakan kepada


CV. Sumber Tehnik, dari proses awal sampai akhir pihak dari CV. Sumber
Tehnik yang bertanggung jawab untuk semuanya.

Kemudian bahwa untuk pelaksanakan program peningkatan kinerja


lembaga peradialn dan lembaga penegak hokum lainya kejakasaaan negeri
sleman tahun 2008 perlu di bentuk Panitia Pengelola Teknis. Maka dalam hal
ini diterbitjkan surat keputusan kuasa pengguna anggaran/ pengguna barang
program peningkatan kinerja lembaga peradilan dan lembaga penegak
hokum lainya kejaksaan negeri sleman. Dalam isi itu ditetapakan nama-
nama untuk diangkat menjadi Panitia Pengelola Tehnis Program (PTP). Dan
yang kedua menetukan tugas panitia, seperti pengelola pada tahap
persiapan dan perencanaan, penyelenggaraan pengelolaan teknis kontruksi,
dan tugas-tugas lain yang relevan. Ketiga dalam melaksanakan tugasnya
panitia bertanggung jawab kepada penguasa anggaran/pengguan parang
dalam peningkatan ini. Kemudian ditetapakn pula disitu bahwa biaya yang
dikeluarakn dalam kegiatan ini dibebankan pada DIPA (Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran).

Dalam kostruksi ini sebelumnya muncul-muncul tender tender yang ingin


menwarkan kontrak, disini adalah rincian perusaahan yang ingin
menawarkan kontrak:

1. CV. Sumber Tehnik sebesar 130.580.000,00

2. CV. Eka Jaya dengan anggaran sebesar 135.740.000,00

3. PT. Java Inti Sarana dengan penawaran anggaran 138.056.000,00

Dari semua perusahaan yang menwarkan tadi kemudian dipilih CV. Sumber
Teknik sebagi pemenang tender, karena mungkin dirasa telah memenuhi
secara teknis secara keseluruhan.

Setelah terpilih kemudian kedua belah pihak melaksanakan “Garansi


Bank Untuk Jaminan Pelaksanaan.” Jaminan perjanjian ini dilaksanakan
dalam rangka memenuhi pasal 5 yang telah disepakati.

Semua persyaratan telah di lakukan kemudian diadakan


verifikasi/pembuktian kualifikasi penyedia barang dan jasa yang bertujuan
untuk membuktikan bahwa CV. Sumber Tehnik memenuhi/tidak memenuhi
untukdiusulkan sebagai atau pemenang cadangan.

Dalam kontrak tersebut juga di lampirkan dokumen penawaran (tender) yang berisi,
sbb:

1. Surat penawaran

2. Himpunan rekapitulasi rencana anggaran biaya

3. Perincian daftar kuantitas dan harga


4. Daftar harga bahan/material

5. Daftar harga upah tenaga kerja

6. Daftar analisis harga satuan pekerjaan

7. Jaminan penawaran(asuransi)

8. Surat pernyataan kesanggupan mengikuti program jamsostek dan mambayar


retribusi bahan galian golongan C

Metoda Teknis
Metoda teknis ini berisi langkah-langkah pengerjaan proyek yang akan
dilaksanakan. Antara lain, sbb:

A. Deskripsi pekerjaan

B. Apresiasi dan interpretasi pekerjaan

C. Lingkup pekerjaan

• Rehabilitasi mess

• Rehabilitasi rumah jabatan type C

• Pembangunan pagar rumah dinas

D. Metodologi pekerjaan

1. Pekerjaan persiapan

2. Pekerjaan pekerjaan bongkaran

3. Pasangan pondasi

4. Pasangan bata

5. Plesteran

6. Acian

7. Pekerjaan beton berulang

8. Pekerjaan lantai

9. Pekerjaan plafond

10.Metode pengecatan dinding


Struktur Organisasi

Direktur

Yunan Suhani
Putra, ST

Site Manajer

Heri Trianto

Administrasi dan keu Pelaksana Logistic

Sriyanto Eko prassetyo, A. Md. Suwarjo


Hariya Sudewa

proyek
Deskripsi pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan merupakan implementasi tahap perencanaan berupa
gambar kerja menjadi sebuah bangunan yang memenuhi syarat kuat, indah, dan
fungsional. Agar dapat melaksanakan pekerjaan bangunan dengan baik, diperlukan
pengetahuan, kemampuan dan pengalaman sehingga bila timbul permasalahan di
lapangan akan dapat teratasi. Disamping itu diperlukan koordinasi yang baik antara
pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Dalam pekerjaan konstruksi ketersediaan bahan bangunan dan peralatan


kerja merupakan factor penting, sebab kedua factor tersebut mempengaruhi
keberhasilan sebuah pekerjaan. Selain itu adanya pengwasan juga mempengaruhi
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan bertujuan untuk mengetahui
sampai sejauh manaprestasi kerja yang dilakukan, dan mengecek kemungkinan
terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu bila
terdapat ketidak sesuaian antara kondisi di lapangan dengan perencanaan, melalui
fungsi pengawasan dapat diketahui dan di cari sebabnya guna pengambilan
tindakan korreksi. Koreksi yang dilakukan harus cepat, tepat dan dapat
dipertanggungjawabkan dari segi teknis dan non-teknis

Apresiasi dan Interpretasi Pekerjaan


Pekerjaan : Rehabilitasi rumah dinas/jabatan dan pagar

Lokasi : kabupaten sleman

Tahun Anggaran : 2008

Sumber dana : DIPA T.A. tahun 2008

Nomor : SP-0005.0/006.01.0/XIV/2008
Tanggal : 31 Desember 2007,
revisi DIPA No. S-1491/WPB.14/BP.0303/2008, Tanggal 28
Agustus 2008

Perencana : PT. ARSIGRAPHI

Pengawas : CV. TRIGUNA

Waktu pelaksaan : 35 hari kalender

Pemeliharaan : 180 hari kalender

Lingkup Pekerjaan
A Rehabilitasi Mess

I. Pekerjaan persiapan

II. Pekerjaan Bongkaran

III. Pekerjaan tanah dan pasir

IV. Pekerjaan pasangan dan Plesteran

V. Pekerjaan Beton

VI. Pekerjaan Kayu

VII. Pekerjaan Atap dan Plafon

VIII. Pekerjaan lantai

IX. Pekerjaan Besi

X. Pekerjaan Cat-Catan

XI. Pekerjaan Listrik

B Rehebilitasi rumah Jabatan Type C

I. Pkerjaan Persiapan

II. Pekerjaan Bongkaran

III. Pekerajaan Pasangan dan Plesteran

IV. Pekerjaan Kayu

V. Pekerjaan Atap dan Plafon


VI. Pekerjaan Listrik

VII. Pekerjaan Lantai

VIII. Pekerjaan Besi

IX. Pekerjaan Cat-Catan

C. Pengembangan Pagar Rumah Dinas

I. Pekerjaan Persiapan dan Bongkaran

II. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran

III. Pekerjaan Beton

IV. Pekerjaan Besi

V. Pekerjaan Cat-Catan

Metodologi Pekerjaan
1. Pekerjaan Persiapan

• Mobilisasi dan Demobilisasi alat berat tenaga kerja, bahan dan alat-alat lain
yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut

• Semua peralatan yang di daytangkan harus mendapatkan rekomendasi dari


pengawas dan pengelola teknik pekerjaan terlebih dahulu.

• Membersihkan lokasi pekerjaan dari segala sesuatu yang mungkin


mengganggu pelaksaan sesuai dengan petunjuk konsultan pengawas.

• Mengurus asuransi tenaga kerja sebagai tindakan perlindungan terhadap


tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan ini.

• Membuat dan memasang papan nama proyek 90x150cm

• Membuat direksi kerja, brak kerja dan los bahan dengan ukuran
menyesuaikan kebtuhan atau mengikuti petunjuk pengawas.

• Menyediakan peralatan/obat-obatan PPPK (P3K) sebagai tindakan


pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan pada tenaga kerja untuk
menghindari akibat yang lebih fatal dalam artian mengutamakan K3
2. Pekerjaan Bongkaran

• Pekerjaan bongkaran meliputi, pembongkaran genteng dan kerpus,


bongkar rangka atap, bongkat plafon, bongkar asbes dan seng, bongkar
instalansi listrik, bongkar lisplang, dan papan talang, bongkar lantai dan
pengupasan plesteran

• Pembongkaran dilaksanakan secara hati-hati. Semua bongkaran yang


tidak terpakai lagi dibuatkan berita acara serah terima yang diketahui oleh
pengawas di lapangan, dan diserahkan kepada proyek.

• Semua beakas bongkaran yang tidak layak serta masih di lokasi


pekerjaan dibersihkan dan dibuang keluar lokasi pekerjaan.

3. Pasangan pondasi

Setelah bowplank, tanah digali sesuai dengan penampang galian yang


ditentukan dalam gambar, langkah selanjutnya melaksanakan pekerjaan
urugan pasir bawah pondasi. Diatas urugan pasir dipasang pasangan
pondasi batu kali memanjang/stall dipasang dengan spesi 1pc;4ps, dengan
ukuran, bentuk kemiringan dan kedudukan seperti yang tercantum pada
gambar kerja.

4. Pasangan Bata

• kayu profil harus lurus dan diserut pada keempat sisinya

• check posisi kerataan profil

• buat skala pada profil yang dipasang

• ketinggian /skala antara profil harus sama baik elevasi maupun jarak antar
skala

• kayu profil harus cukup kuat/tidak boleh bergeser selama pasangan bata
berlangsung

5. Plesteran

Cara-cara

• Buat titik bantu kepalaan minimal 2 titik berbeda

• Hubungkan 2 titik kepalaan tersebut dengan benang lot

• Antara 2 titik kepalaan tersebut buat titik-titik kepalaan lain dengan jarak 1M
• Dengan cara yang sama buat titik-titik bantu kepalaan dari titik kepalaan
tersebut secara vertical

• Hubungkan titik-titik kepalaan secra vertical tersebut dengan spesi plesteran


sehingga muncul garis-garis vertical spesi pada dinding bata

• Biarkan jalur kepalaan tersebut mengeras

• Kamprotkan adukan spesi pada dinding antara 2 kepalaan

• Ratakan dengar jidar dan roskam

Alat-alat yang dibutuhkan

1. Saringan

2. Cangkul

3. Benang lot dan lotan

4. Meteran

5. Ember

6. Jidar

7. Sendok adukan

8. Roskam

9. Selang air

6. Acian

Bila pekerjaan pemleseran telah selesai dikerjakan dan proses


pengeringannya sudah cukup, maka dapat dilanjutkan dengan pekerjaan
halusan permukaannya (acian) dengan cara sebagai berikut:

Langkah kerja:

Pertama-tama, buatlah campuran dengan air dan aduk sampai merupakan


bubur kental dan dibuat seperlunya agar tidak cepat mongering

Kemudian basahi permukaan plesteran dengan air sebelum dilakukan


melepokan tipis-tipis bubur semen (acian) pada permukaan plesteran dengan
menggunakan sendok adukan lancip.
Selanjutnya digosok-gosok arah memutar memakai roskam serta diolesi air
dengan kuas agar acian bubur semen tipis merata permukaannya.

Untuk menghaluskan permukaannya setelah agak mongering dioles dengan


lembaran spons karet busa.

7. Pekerjaan beton

Syarat untuk struktur beton bertulang meliputi:

a. Penulangan :

- Jarak tulang

- Panjang penyalur dan panjang lewatan

- Sengkang

- Pertemuan balok & kolom

b. Beton:

- Tidak keropos

- Tanpa sambungan

- Tidak gripis pada sudut balok dan kolom


URAIAN TUGAS DALAM PROYEK CV. SUMBER TEHNIK

1. Manager Proyek

a. Mengelola seluruh kegiatan proyek agar pelaksanaan berjalan tertib,


lancar.

b. Mengkoordinir seluruh personil proyek sesuai fungsi dan tanggung


jawab masing-masing.

c. Berwenang melakukan hubungan dan perjanjian-perjanjian dengan


pihak lain, misalnya: Subkontraktor, suplier, perbankan, owner di
lapangan dan lain-lain.

d. Membina personal kunci agar memiliki kemampuan dan keterampilan


yang lebih baik.

2. Site Manager

a. Mengelola dan memimpin unit teknik (engineering)

b. Membuat perencanaan oprasional antrara lain:

- Menyusun jadwal pekerjaan, pendatangan alat, bahan dan


pendatangan tenaga kerja.

- Membuat rencana mutu dan rencana K3 (safety plan)

- Menyusun rencan Cash flow

- Melakukan seleksi dan penunjukan subkontraktor

c. Melakukan pengendalian terhadap kemajuan pelaksanaan termasuk


kemajuan fisik subkontraktor

d. Melakukan pengendalian terhadap biaya pelaksanaan.

e. Mengadakan perhitungan cvolume bersama konsultan pengawas


(mutual check)
3. Administrasi keuangan

a. Berwenang mengelola urusan keuangan, akuntansi, urusan umumdan


personalia..

b. Bertugas memimpin administrasi proyek.

c. Menyiapkan administrasi penaguhan kepada pemilik proyek.

d. Melakukan pencatatan transaksi kepada jurnal

e. Melakukan verifikasi doikumen transaksi pembayaran.

f. Menyiapkan berkas-berkas untuk penagihan.

4. Koordinator Pelaksana

a. Berwenang mengelola pelaksanaan di lapangan sesuai dengan fungsi


oprasionalnya.

b. Bertugas memimpin unit oprasi lapangan.

c. Melaksanakan pekerjaan di lapangan sesuai perencanan baik secara


teknis maupun secara keuangan.

d. Mengkoordinir para pelaksana lapangan dalam pelaksana lapangan


dalam pengendalian dan mengontrol pekerjaan para mandor dan
kontraktor.

e. Membina dan melatih keterampilan para staf operasionil, tukang,


mandor.

f. Melakukan penilaian sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

5. Pelaksana

a. Membuat Shop Drawing

b. Mengelola pelaksanaan kegiatan oprasional lapangan.

c. Melaksanakan pekerjaan di lapangan sesuai perencanan baik secara


teknis maupun secara keuangan.

d. Mengendalikan dan mengontrol pekerjaan para mandor dan


subkontraktor.
e. Membina dan melatih keterampilan para staf operasionil, tukang,
mandor.

f. Melakukan penilaian sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

6. Logistik

a. Membuat jadwal pengadaan barang diproyek.

b. Melakukan survei dan memberikan informasi kepada manager proyek


tentang sumber dan harga barang.

c. Menyelenggarakan pengadaan/pembelian barang yang telah


diputuskan oleh manager proyek sesuai jadwal pengadaan barang dan
prosedur perusahaan.

Bab I
Syarat Umum

Pasal 1 Nama Satuan kerja dan nama pekerjaan

Pasal 2. Penyelenggaraan Satuan Kerja

Pasal 3. Penyedia Jasa Konsultan Perencana

Pasal 4. Poenyedia Jasa Konsultan Pengawas

Pasal 5. Penyedia Jasa rombongan, dan dasar penyelenggaraan Pelelangan

Pasal 7. Dokomen pelelangan

Pasal 8. Pelaksaaan pelelangan

Pasal 9. Jadwal pelelangan

Pasal 10. Penjelasan Pekerjaan dan tata cara penawaran.

Pasal 11. Syarat-syarat pelelangan

Pasal 12. Ketentuan tentang dokumen penawaran

Pasal 13. Rincian penawaran dan harga satuan

Pasal 14. Harga penawaran


Pasal 15. Penyampaian dan pembukaan dokumen penawaran

Pasal 16. Evaluasi Penawaran

Pasal 17. Penetapan calon pemenang lelang, pengumuman pemenang lelang


dan Sanggahan

Pasal 18. Surat penunjukan penyedia jasa Pemborongan.

Pasal 19. Penarikan diri sebagi peserta pelelangan

Pasal 20. Pelelangan gagal dan pelelangan ulang

Pasal 21. kontrak kerja.

Pasal 22. Jaminan penawaran.

Bab II
Persyaratan Administrasi

Pasal 1. Lingkup kegiatan

Pasal 2. Pengawasan.

Pasal 3. Papan nama kegiatan.

Pasal 4. Penyediaan tempat/ruang kerja/ kantor konsultan pengawas, ruang


rapat tim pengelola kegiatan.

Pasal 5. Staf Pelaksana

Pasal 6. Peraturan dan perundangan yang berlaku

Pasal 7. Sistem pembayaran

Pasal 8. Penangguhan pembayaran

Pasal 9. Kenaikan harga Dan force Majeure

Pasal 10. Jaminan pelaksanaan

Pasal 11. Pembayaran uang muka

Pasal 12. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dan penyerahan pekerajaan

Pasal 13. Jangka waktu pemeliharaan


Pasal 14. Sanksi-sanksi dan denda

Pasal 15. Keadaan Kahar

Pasal 16. Penyelesaian perselisihan

Pasal 17. Penugasan dan pelimpahan pekerjaan

Pasal 18. Tenaga kerja

Pasal 19. Kesejahteraan, keamanan dan pertolongan pertama

Pasal 20. Ganti Rugi

Pasal 21. Lembur

Pasal 22. Rapat lapangan

Pasal 23. Buku harian

Pasal 24. Laporan kegiatan pelaksanaan pekerjaan

Pasal 25. Berita acara kemajuan pekerjaan.

Pasal 26. Tamu dan pengunjung.

Pasal 27. Foto-foto kemajuan pekerjaan, Shop Drawing dan As built drawing

Pasal 28. Kewajiban-kewajiban pemberi tugas, tim pengelola konsultan


pengawas dan penyedai jasa rombongan

Pasa; 29. Kewajiban memenuhi undang-undang Peraturan, pemberitahuan-


pemberitahuan, upah, ongkos-ongkos serta perizinan

Pasal 30. Pengambilan peil dan cara memulai patokan.

Pasal 31. Material dan persyaratan-persyaratannya.

Pasal 32. Kualitas dan kuantitas.

Pasal 33. Asuransi

Pasal 34. Pencabutan kontark oleh pemberi tugas.

Pasal 35. Undang-undang yang melindungi kontrak.

Pasal 36. Pengutamaan jasa dan produksi dalam negri.

Pasal 37. Bea dan Pajak.

Pasal 38. Lain-lain.


Bab III
Syarat Teknis

Bagian I (Umum)

Pasal 1. Uraian

Pasal 2. Pekerjaan pengamanan lapangan dan pengadaan sarana

Pasal 3. Gambar kerja dan Shop Drawing

Pasal 4. Rencana kerja.

Pasal 5. Pemeriksaan dan pengujian

Pasal 6. Bahan dan contoh bahan

Pasal 7. Penentuan tinggi level dan ukuran.

Pasal 8. Pekerjaan tanah

Pasal 9. Pekerjaan pondasi.

Pasal 10. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran.

Pasal 11. Pekerjaan konstruksi beton.

Pasal 12. pekerjaan kerangka tetap

pasal 13. Penutup atap.

Pasal 14. Pekerjaan finishing lantai.


Pasal 15. Pekerjaan pengecatan.

Pasal 16. Pekerjaan kayu kosen dan pintu.

Pasal 17. Pekerjaan kaca.

Pasal 18. Pekerjaan penggantung, pengunci besi dan logam

Pasal 19. Pekerjaan langit-langit

Pasal 20. Pekerjaan listrik.

Pasal 21. Pekerjaan Air Bersih.

Pasal 22. Pekerjaan Prasarana.

Pasal 23. Pekerjaan Pagar.

Pasal 24. Standard Bahan

Pasal 25. Penutup

Setelah selesai rapat penjelasan RKS dan gambar dilanjutkan dengan peninjauan
lokasi pekerjaan. Setelah tidak ada hal-hal yang dibicarakan rapat ditutup pukul
10.30 WIB, dan ketua panitia mengucapkan terima kasih atas poerhatiannya

Sleman, 23 oktober 2008