Anda di halaman 1dari 26

II.

DESKRIPSI KASUS PROYEK

2. 1. Pengertian Judul Proyek


Penataan : Penyusunan Kembali (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jalarta, 2009 )
Kembali : Berbalik kearah semula (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jalarta, 2009 )
Pasar : Tempat orang berjual beli.
: Kekuatan penawaran dan permintaan.
: Tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang dan
pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa.
(Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)
Tradisional : Sikap dan cara berfikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh
pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun – temurun.
(Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)
Dan : Kata penghubung kalimat (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jakarta, 2009 )
Terminal : Tempat perhentian bus atau mobil angkutan, stasiun (sumber: KBBI, Tim
Primapena, Gitamediapress Jakarta, 2009 )
Angkutan : Barang atau orang yang diangkut (sumber: , KBBI, Tim Primapena,
Gitamediapress Jakarta, 2009 )
Kota : Wilayah pemukiman yang terdiri dari bangunan rumah tempat tinggal,
pertokoan , jalan raya dan pusat perbelanjaan. (sumber: KBBI, Tim
Primapena, Gitamediapress Jakarta, 2009 )
Di : Kata depan untuk menyatakan tempat
: Kata depan untuk menyatakan waktu.
(Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)
Pancur Batu : Nama Kota sebagai lokasi perencanaan . Yang terletak di Kabupaten
Deli Sedang Serdang yang memiliki luas 122.53 km² .

6
2.2. Tinjauan Terhadap Pasar Tradisional
2.2.1. Sejarah pasar dan perkembangan pasar
Sudah sejak zaman dahulu kota tidak akan pernah terlepas dari pusat kegiatan
komersil yang disebut dengan pasar. Sejarah pasar di awali pada zaman pra sejarah, dimana
didalam memenuhi kebutuhan manusia melakukan sistim barter yaitu suatu sistim yang di
terapkan antara dua individu dengan cara menukar barang yang satu dengan barang yang
lainnya dan akhirnya sistim barter ini berkembang secara luas. Proses penukaran barang
tersebut menimbulkan masalah akan tempat di mana tempat sendiri berkaitan dengan jarak
dan waktu tempuh. Semakin dekat jarak pertukaran semakin memudahkan memindahkan
barang-barang sehingga terbentuk sebuah pertukaran barang-barang yang tidak jauh dari
lingkungan kediaman mereka.
Tempat tukar menukar inilah disebut dengan pasar. Dan setelah manusia mengenal
mata uang sebagai alat tukar menukar yang menjadi dasar perhitungan bagi seluruh proses
pertukaran barang maka proses tersebut disebut dengan proses jual beli. Dengan
meningkatnya perkembangan penduduk, kehidupan sosial, ekonomi dan juga kemajuan
teknologi khususnya dibidang perdagangan timbullah sekelompok individu baru yang
bergerak dalam bidang pedagang. Pedagang-pedagang inilah yang membuat tempat-tempat
yang lebih permanen untuk berdagang. (sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar)

2.2.2. Pengertian pasar tradisional


Pasar tradisonal adalah tempat berjualan yang tradisional (turun temurun), tempat
bertemunya penjual dan pembeli dimana barang – barang yang diperjual belikan tergantung
kepada permintaan pembeli (konsumen), harga yang ditetapkan merupakan harga yang
disepakati melalui sutau proses tawar menawar, pedagang selaku produsen menawarkan harga
sedikit diatas harga standart. Pada umumnya pasar tradisional merupakan tempat penjualan
bahan – bahan kebutuhan pokok (sembako).
Biasanya pasar tradisional beraktifitas dalam batas – batas waktu tertentu, seperti
pasar pagi, pasar sore, pasar pekan dan lain sebagainya. Pasar tradisional biasanya dikelola
oleh pemerintah maupun swasta, fasilitas yang tersedia biasanya merupakan bangsal –
bangsal, loods – loods, gudang, toko – toko, stand – stand/kios – kios, toilet umum pada
sekitar pasar tradisional. Pada pasar tradisional proses jual beli terjadi secara manusiawi dan
komunikasi dengan nilai – nilai kekeluargaan yang tinggi.
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar)

7
Menurut peraturan Presiden tentang pembangunan, penataan dan pembinaan pasar
tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern memutuskan bahwa :
Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah,
Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah
termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, loods dan tenda
yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi
dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui
tawar menawar

2.2.3. Pengertian pasar menurut Image masyarakat.


Pengertian pasar menurut image masyarakat pada umumnya adalah :
• Pada dasarnya pasar adalah suatu tempat dimana masyarakat dapat
memperoleh/memenuhi kebutuhan ( dalam hal ini disebut dengan konsumen adalah
petani ).
• Barang yang diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari.
• Barang yang diperdagangkan adalah bahan makanan ( hasil Pertanian) dan hasil
industri kerajinan rakyat.
• Struktur bangunan yang dipergunakan didominasi oleh lods-lods terbuka di atas
suatu pelataran yang jelas dapat dibedakan dari kelompok pertokoan yang terdiri
dari bangunan-bangunan rumah perseorangan ( sering digunakan sebagai tempat
tinggal )
• Jarak kepasar biasanya dapat ditempuh dengan jalan kaki lebih kurang lima
kilometer ( yang dapat di tempuh dengan jalan kaki sehari pulang pergi )
• Umumnya dikenal hari-hari pasar tertentu. (sumber: LPEM – FEUI, Laporan Survey
Pasar DKI Jakarta,1976 hal.54. dalam Josua Moreno Sinaga, 2009)

2.2.4. Penggolongan jenis pasar


Pasar dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal. Antara lain :
a. Pasar menurut kegiatannya yang dapat digolongkan dalam :
• Pasar eceran yaitu pasar dimana terdapat permintaan dan penawaran barang
atau pemberian jasa secara eceran atau retail.
• Pasar grosir, dimana terdapat permintaan dan penawaran barang dalam jumlah
besar.

8
• Pasar induk, pasar yang merupakan pusat pengumpulan, pelelangan,
penyimpanan bahan – bahan pangan untuk disalurkan kepada grosir dan pusat
pembelian.
b. Pasar menurut lokasi dan kemampuan pelayanan
• Pasar lingkungan
• Pasar wilayah
• Pasar kota
c. Pasar menurut waktu kegiatan digolongkan kedalam :
• Pasar siang hari
• Pasar malam hari
• Pasar siang malam
d. Pasar menurut jenis barang dagangan digolongkan atas :
• Pasar umum, mencakup berbagai jenis barang dagangan.
• Pasar khusus, mencakup satu jenis barang dagangan tertentu.
(Sumber : Wijaya Rosli, 1999,)

2.2.5. Pembagian pasar secara umum


Terbagi atas 2 bagian yaitu :
a. Pasar Homogen, yaitu pasar yang menjual hanya satu jenis barang dagangan
saja, misalnya pasar buah dan pasar ikan.
b. Pasar Heterogen, yaitu pasar yang menjual lebih dari satu jenis barang
dagangan, seperti hasil pertanian dan kebutuhan sehari – hari.

2.2.6. Proses kegiatan pasar


a. Penyaluran langsung kepada pemakai

Produsen

Konsumen 1 Konsumen 2 Konsumen 3


Diagram 2.1. Penyaluran langsung kepada pemakai
(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

9
b. Penyaluran dengan jasa perantara

Produsen

Perantara

Konsumen Konsumen Konsumen

Diagram 2.2. Penyaluran dengan jasa perantara


(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

c. Penyaluran melalui pedagang eceran

Produsen

Pedagang Eceran

Konsumen Konsumen Konsumen

Diagram 2.3. Penyaluran melalui pedagang eceran


(Sumber : Wijaya Rosli , 1999)

d. Penyaluran melalui pedagang besar dan eceran


Konsumen

Produsen Pedagang Pedagang Konsumen


Besar Eceran
Diagram 2.4. Penyaluran melalui pedagang besar dan eceran Konsumen
(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

e. penyaluran melalui pedagang besar dengan menggunakan perantara

Produsen

Perantara Konsumen

Pedagang Besar Pedagang Eceran Konsumen

Diagram 2.5. Penyaluran melalui pedagang besar dengan menggunakan perantara Konsumen
(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

Keterangan
• Hubungan Langsung
Hubungan Tidak Langsung
10
2.2.7. Bentuk dan pola pasar
a. Pola pasar yang homogen
(Homogeneous freferences)
 Menunjukkan suatu pasar dimana semua konsumen
yang dapat dikatakan mempunyai pola yang sama
( baik mengenai harga maupun kwalitasnya). Para
konsumen mempunyai kesukaan yang
 sama terhadap merk yang ada.

Gbr. 2.1. Pola pasar yang homogen


(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

b. Pola pasar yang menyebar


(Diffused Freferences)
 Menunjukkan konsumen yang mempunyai sudut
pandang yang berbeda – beda tentang apa yang
mereka inginkan.

Gbr. 2.2. Pola pasar yang menyebar


(Sumber : Wijaya, 1999)

c. Pola pasar yang menyebar secara terkoordinir


(Berkelompok)
 Menunjukkan kemungkinan yang lain, yaitu pola
yang mengelompok didalam suatu product space
atau disebut juga dengan pasar tradisional.

Gbr.2.3. Pola pasar yeng menyebar secara terkoordinir


(Sumber : Wijaya, 1999)

11
2.2.8. Unsur – unsur penunjang pasar
Unsur – unsur penunjang pasar yaitu pihak – pihak yang berwenang dan berperan
dalam berjalannya aktifitas dan kegiatan perdagangan pada suatu pasar. Unsur – unsur pasar
ini meliputi :
1. Pemerintah
Dalam hal ini pemerintah wajib menjaga dan mengatur kestabilan perekonomian serta
kelanjutan ekonomi pembangunan, salah satunya adalah dengan menguasai sektor perpasaran
dengan mengelola, menentukan klasifikasi pasar, membuat pajak pasar pada lingkup wilayah
pengawasannya. Pembangunan bentuk fisik pasar biasanya dilakukan dengan menggunakan
Anggaran Daerah atau Inpres.

Pemerintah

Jawatan atau Dinas Pasar

Pengelola Pasar

Dinas pasar

Perusahaan Perusahaan Perusahaan


Daerah Daerah Daerah

Perusahaan yang memberikan otorita untuk mengelola pasar

Pasar sebagai pusat perdagangan

Diagram 2.6. Pengaturan Kegiatan /Aktifitas Pasar


(Sumber : Wijaya Rosli, 1999)

2. Bank
Dalam hal ini bank berperan untuk membantu dalam pembiayaan bangunan dan
memberikan modal untuk para pedagang, contohnya palaksanaan pembangunan pasar inpres,
yang dibiayai melalui bank pemerintah, memberikan pinjaman kredit bagi para pedagang
kecil yang disalurkan melalui bank pemerintah seperti BNI, BRI dan lain – lain.

12
3. Swasta
Dalam hal ini swasta adalah merupakan para pedagang itu sendiri atau pelaksana
(kontraktor) yang membiayai pembangunan pasar, dengan prinsip pembangunan fasilitas
pasar dibiayai oleh dana dari masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat kedalam
bentuk lain.

2.2.9. Sistem pengelola dan operasional pasar tradisional Pancur Batu


Pasar tradisional Pancur Batu merupakan pasar tradisional yang dikelola oleh
pemerintah. Dan sistem operasional pasar otomatis juga dikelola oleh dinas pasar pada
Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Kios dan loods yang ada pada pasar menggunakan
sistem sewa. Dimana kios dan loods disewakan kepada pedagang dan dibayar setiap hari
kepada pengelola pasar atau dinas pasar Kabupaten Deli Serdang.
2.2.10. Fungsi pasar tradisional
a. Sebagai wadah atau tempat yang layak dan nyaman bagi pedagang untuk
mendagangkan dagangannya kepada calon pembeli atau masyarakat yang
membutuhkan atau yang memerlukan kebutuhan sehari – hari dan kebututan
berkala atau kebutuhan sandang dan pangan.
b. Sebagai sarana penunjang kemajuan perekonomian Kabupaten Deli Serdang
khususnya Kecamatan Pancur Batu.

2.2.11. Syarat – syarat pasar tradisional


Menurut peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007, tentang
pembangunan, penataan dan pembinaan pasar tradisional
a. Aksesibilitas, yaitu kemungkinan pencapaian dari dan ke kawasan, Dalam
kenyataanya ini berwujud jalan dan transportasi atau Pengaturan Lalulintas.
b. Kompatibilitas, yaitu keserasian dan keterpaduan antara kawasan yang menjadi
lingkungannya.
c. Fleksibilitas, yaitu kemungkinan pertumbuhan fisik atau pemekaran kawasan pasar
dikaitkan dengan kondisi fisik lingkungan dan keterpaduan prasarana.
d. Ekologis, yaitu keterpaduan antara tatanan kegiatan alam yang mewadahinya.

13
2.3. Uraian Jenis dan Fungsi Ruang dalam Pasar Tradisional
Ruang – ruang yang dibutuhkan untuk melakukan atau melangsungkan kegiatan
pada perencanaan pasar tradisional Pancur Batu, antara lain :
1. Kios dan Lods : Untuk melakukan kegiatan perdagangan, antara lain
memerlukan kios, lods. Kios dan lods dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
untuk perbelanjaan basah, semi basah dan perbelanjaan kering. Berfungsi
sebagai tempat kegiatan memajang dan menggelar barang dagangan bagii
para pedagang dan sebagai tempat terjadinya transaksi antara padagang dan
pengunjung atau pembeli.
2. Kantor Pasar atau Ruang Pengelola : Untuk melakukan kegiatan
pengelolaan pasar, memerlukan ruangan untuk para pegawai pengelola
pasar. Berfungsi sebagai ruang atau wadah bagi pengelola pasar untuk
menampung atau mendukung kinerja pengelola pasar.
3. Fasilitas Umum : Untuk mendukung kegiatan pasar, penyediaan fasilitas
pendukung antara lain disediakan, area parkir, pos satpam, klinik, toilet,
bongkar muat, gudang, depot es, terminal angkutan kota. Berfungsi untuk
mendukung atau membantu pengelola, pedagang dan pembeli dalam
melakukan kegiatan didalam pasar.

2.3.1. Program kegiatan


Ada 4 kelompok kegiatan pokok di dalam perencanaan Pasar Tradisional Pancur Batu
Yaitu :
a. Kegiatan perdagangan.
Merupakan kegiatan utama dalam perencanaan Pasar Tradisional Pancur Batu
ini, sehingga menciptakan unit-unit kios dan lods dengan berbagai type.
b. Kegiatan pendukung.
Kegiatan pendukung berupa : Terminal angkutan kota, area parkir, pos satpam,
klinik, dan toilet.
c. Kegiatan pengelolaan.
Merupakan kegiatan pengelolaan dari suatu Perencanaan Pasar Tradisional yang
disesuaikan dengan struktur pengelolaan.
d. Kegiatan service
Kegiatan-kegiatan yang diperlukan demi lancarnya kegiatan-kegiatan yang
tersebut diatas.

14
2.3.2. Tujuan penataan kembali pasar tradisional Pancur Batu
1. Menciptakan kembali atau memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi
masyarakat Kecamatan Pancur Batu dalam memperoleh kebutuhan sehari -
hari dalam bentuk sandang dan pangan dalam sebuah pasar yang tertata
dengan baik.
2. Menata atau merapikan kembali stuktur fisik bangunan pasar tradisional
Pancur Batu agar kelancaran dalam bidang perdagangan pada pasar dapat
berjalan dengan baik dan nyaman.

2.3.3. Latar belakang penataan pasar tradisional Pancur Batu


Hal yang melatarbelakangi penataan kembali pasar tradisional pancur batu ini adalah
dimana pada saat ini pasar tradisional Pancur Batu sudah sangat jauh dari kesempurna atau
kelayakan sebagai tempat atau wadah untuk menjalankan kegiatan perdagangan atau jual beli.
Selain kondisi fisik bangunan yang telah tidak memungkinkan, keberadaan pasar Pancur Batu
yang berdiri sekarang juga telah menjadi pemicu, bahkan telah menjadi penyebab kemacetan
lalu – lintas. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dalam penataan pasar tradisional Pancur
Batu ini, penataan juga di arahkan kepada terminal angkutan kota, agar pasar tradisional
Pancur Batu ini nantinya bisa berjalan dengan baik maka dengan itu, terminal angkutan kota
juga harus ditata dengan baik dan layak sebagai salah satu sarana pendukung pasar ini
nantinya.

2.3.4. Ruang pada pasar tradisional Pancur Batu

Setelah mengadakan survey atau pengumpulan data baik di lapangan maupun dari
Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang dan Dinas Pengelola Pasar tradisional Pancur Batu maka
didapat data ruang pada pasar tradisional Pancur Batu sebagai berikut :

No Kios/Loods Jumlah Ukuran Buka Tutup

1 Kios impres 42 2,3 x 3 m 35 7

2 Kios impres 11 3x5m 9 2

3 Kios Bertingkat 46 2x2m 39 7

4 Kios Swadaya 33 2,5 x 3 m 7 26

5 Kios APBD 26 2x2m 18 8

No Kios / Lods Jumlah Ukuran Buka Tutup

15
6 Kios Swadaya 14 2x2m 11 3

7 Kios Layang APBD 151 1,5 x 1,5 m 56 95

8 Loods APBD 1,2,3 198 2x2m 100 98

9 Kaki Lima 120 _ 120 _

10 Kios Layang Swadaya 15 1,5 x 1,5 m 13 2

1 Loods Impres Mingguan 1,2 80 2x2m 40 40

2 Kios Layang Mingguan 21 1,5 x 1,5 m 21 _

3 Kaki Lima Mingguan 300 _ _ _

4 Loods APBD Baru 56 2x2m 50 6

Tabel 2.1. Data – data jumlah sarana kios/loods tahun 2009 sampai sekarang di pasar Pancur Batu
Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pasar Pancur Batu

I. Inventaris Pasar Pancur Batu


a. Tanah Seluas : ± 6522 M² Pada Tahun 1940
: ± 799,25 M² Pada Tahun 1980
b. Kantor : 1 (satu) ukuran 4 x 4 Meter
c. Mobiler : -
d. Kamar Mandi : 2 (dua) ukuran 1,5 x 1,5 Meter

II. Data Pedagang

No Kios Loods Buka Tutup Jumlah

1 - APBD 2 - 2
2 SWADAYA - 5 26- 31
3 LAYANG - 16 - 16
4 INPRES - - - -
5 LAYANG APBD - 56 95 151
6 - INPRES 2 - 2
7 APBD Th 2006 - 1 Mingguan 1
Tabel 2.2. Data – data jumlah Pedagang tahun 2009 sampai sekarang di pasar Pancur Batu
Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pasar Pancur Batu

III. Pengintensifan
Mengimbau para pedagang agar mematuhi kewajibannya untuk membayar restribusi
pasar maupun restribusi sampah dan menpati sarana yang ada.
IV. Penertiban Pedagang
16
Menghimbau para pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan dan menempati
kios, loods yang ada dilokasi dan memenuhi kewajiban pasar dan restribusi sampah serta
tidak dibenarkan merubah bangunan tanpa seizin dari Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang.

V. Kebersihan Pasar
Menghimbau agar para pedagang membuang sampah pada tempat yang telah
disediakan dan ikut menjaga kebersihan pasar dan wajib membayar restribusi sampah sesuai
dengan Perda No. 5 Tahun 2003. (Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Pasar Pancur
Batu)
Data berupa beberapa foto pasar tradisional dan terminal angkutan kota Pancur Batu
pada saat ini. Dari data foto yang diambil atau yang didapat pada lokasi pasar tradisional dan
terminal angkutan kota pada saat ini dapat kita simpulkan bahwa pasar tradisional sudah
sangat layak untuk ditata kembali. (sumber : hasil survey 2010)

Mahkota bangunan atau stuktur atap telah mengalami kerusakan yang sangat serius, maka penataan kembali
sangat diharapkan, karena atap merupakan bagian dari bangunan yang sangat penting atau vital.

Pintu kios masih terbuat dari bahan yang sederhana Loosd telah mengalami kerusakan yang sangat butuh
dan telah mengalami kerusakan yang dapat penataan kembali, dan sudah tidak nyaman digunakan
merugikan bagi pedagang dalam hal keamanan untuk menggelar dagangan sehari – harinya.

17
Sirkulasi pejalan kaki yang tidak
memadai pada pasar saat ini,
membuat pedagang dan pembeli
merasa kurang nyaman, karena
sempitnya ruang yang disediakan.

Sanitasi pada pasar tidak berfungsi dengan baik, lahan parkir yang kurang tertata sebagai mana mestinya membuat
pasar semakin semrawut dan sangat kurang nyaman. Pada lahan parkir yang ada saat ini, parkir kendaraan roda
dua disatukan dengan parkir kendaraan roda tiga (becak)

Pada terminal angkutan kota, kesembrawutan juga sangat tinggi, dimana lahan untuk terminal dijadikan
sebagai lahan untuk berdagang para pedagang kaki lima, padahal peringatan untuk hal itu telah dibuat, namun
tidak berlaku bagi pedagang. Lahan terminal semakin hari – semakin berkurang, karena jumlah pedagang kaki
lima semakin hari semakin bertambah.
gambar 2.4. data berupa foto –foto keadaan pasar dan terminal angkutan kota Pancur Batu pada saat ini.
(sumber 2.3.5. Faktor - faktor yang mempengaruhi penataan
: hasil survey)

18
Faktor kenyamanan
1. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhinya adalah :
• Radiasi matahari
• Kesilauan
• Temperatur dan perubahan temperatur
• Repisitasi (curah hujan)
• Kelembaban udara
• Orientasi angin
• Pencemaran udara
• Kebisingan dan Debu Jalan
2. Syarat – syarat kenyamanan :
• Kesesuaian kelembaban udara
• Kelembaban udara yang sesuai
• Keselarasan temperatur radiasi rata-rata dari dinding dan atap
• Kecepatan gerak udara
• Tingkat pencahayaan dan distribusi cahaya pada dinding pandangan
Menurut peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007, tentang
pembangunan, penataan dan pembinaan pasar tradisional. Maka dalam penataan pasar
tradisional mempunyai persyaratan – persyaratan yang harus diterapkan dalam pembangunan
atau perencanaan , adapun persyaratannya antara lain :
2.4. Peraturan Pemerintah tentang pasar tradisional
• Keamanan
Bangunan adalah wadah tempat penggunanya melakukan aktivitas. Desain
bangunan dikatakan berhasil apabila bangunan tersebut benar-benar dapat mewadahi aktivitas
dari fungsi-fungsi yang sesuai dengan yang direncanakan.
• Kesehatan
a.Kamar mandi dan WC beserta saluran pembuangan dan pengelolaannya
sebagai sarana melakukan aktivitas buang air kecil, mandi, buang air besar.
b. Saluran pembuangan air hujan sebagai sarana penyaluran pembuangan
air hujan. Dapat menghindari terjadinya genangan air hujan disekitar bangunan
yang memancing pengembang biakan nyamuk.
c. Tempat penimbunan atau penampungan sampah sementara.
• Kenyamanan
Kenyamanan thermal adalah kenyamanan yang terkait dengan suhu udara. Setiap
daerah mempunyai iklim dan suhu udara yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kemampuan
adaptasi dari masyarakatnya.

19
• Keindahan
Aspek ini terkait dengan perwujudan Pasar Tradisional Pancur Batu untuk
memenuhi kebutuhan akan penghargaan, pengakuan akan eksistensi diri, serta kebutuhan
untuk dapat menikmati keindahan.
• Persyaratan Teknis Ruangan
Semua ruang yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari harus mempunyai
hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan dalam jumlah
yang cukup. Apabila hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan
pencahayaan langsung maupun tidak langsung dengan pencahayaan alami tidak dapat
dipenuhi maka harus diusahakan adanya pertukaran udara dan cahaya buatan yang dapat
bekerja terus menerus selama ruangan tersebut digunakan.
• Persyaratan Elemen Bangunan
Atap
Atap adalah bagian bangunan yang merupakan “mahkota” yang mempunyai fungsi
untuk menambah keindahan dan sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan. Beberapa
syarat yang harus dipenuhi untuk perencanaan pekerjaan atap :

- Harus sesuai dengan bentuk bangunannya sehingga dapat menambah


keindahan dari bangunan.
- Dibuat dengan kemiringan tertentu sehingga air hujan dapat cepat mengalir
pada atap bangunan.
- Harus dibuat dari bahan yang tahan dan tidak mudah rusak oleh pengaruh
cuaca, panas dan hujan.
- Dapat memberikan kenyamanan.

Rangka Bangunan
Rangka bangunan harus dibuat dengan beberapa syarat yang antara lain
sebagai berikut :
- Mempunyai kekuatan dan kestabilan yang sempurna untuk memberikan
bentuk yang permanent dan mampu mendukung konstruksi atapnya.
- Dapat memberikan keindahan yang agung dan artistik.
- Dibuat dengan bentuk sedemikian sehingga dapat memberikan kenyamanan
tinggal bagi penghuninya.
- Sedapat mungkin menggunakan bahan yang banyak terdapat dilokasi
pekerjaan agar harga bangunan menjadi murah.

20
Plafond

Plafond adalah lapisan yang membatasi antara rangka bangunan dan atap.
Adapun beberapa syarat harus dipenuhi antara lain adalah :

- Tinggi plafond diukur dari permukaan lantai yang ada di bawahnya.


- Untuk daerah tropis ketinggian plafond sebaiknya diatas 3 meter agar
sirkulasi udara menjadi lancar.
Lantai
Lantai adalah lapis penutup tanah dalam ruangan untuk berpijak penghuni.
Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam pekerjaan lantai adalah :
- Lantai bangunan harus tinggi dari tanah untuk mnecegah air hujan masuk ke
dalam bangunan.
- Permukaan lantai pada ruang utama dijadikan pedoman untuk mengukur
ketinggian bangunan.
- Lantai kamar mandi atau toilet dibuat lebih rendah dari ruang utama agar air
tidak masuk ke ruangan lain.
Pondasi
Pondasi adalah bagian bangunan yang berfungsi mendukung seluruh berat dari
bangunan dan meneruskannya ke tanah di bawahnya. Beberapa syarat yang harus
diperhatikan dalam pekerjaan pondasi antara lain adalah :
- Dasar pondasi harus mempunyai lebar yang cukup dan harus diletakan pada
lapisan tanah lembek.
- Harus dihindarkan pemasangan pondasi sebagian pada tanah keras dan
sebagian lagi pada tanah lembek.
- Pondasi harus dipasang menerus di bawah seluruh dinding bangunan dan
dibawah kolom-kolom pendukung yang berdiri bebas.
- Apabila digunakan pondasi setempat, pondasi-pondasi tersebut harus
dirangkai satu dan lainnya dengan balok pengikat (balok sloof).
- Pondasi harus dibuat dari bahan yang awet berada didalam tanah dan kuat
menahan gaya-gaya yang bekerja padanya terutama gaya desak (tolak-
menolak).
- Apabila lapisan tanah keras tidak sama di dalamnya, tapi untuk seluruh
panjang pondasi dasarnya harus tetap diletakan pada kedalaman yang sama.
Sumber : (www.bpkp.go.id. Com “peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007
tentang pembangunan penataan dan pembinaan pasar tradisional” dan Perda Kabupaten Deli Serdang.)

21
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 112 TAHUN 2007
TENTANG
PEMBANGUNAN PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
Menimbang:
a. Bahwa dengan semakin berkembangnya usaha perdagangan eceran dalam skala kecil
dan menengah, usaha perdagangan eceran modern dalam skala besar, maka pasar tradisional
perlu diberdayakan agar dapat tumbuh dan berkembang serasi, saling memerlukan, saling
memperkuat serta saling menguntungkan.
b. Bahwa untuk membina pengembangan industri dan perdagangan barang dalam negeri
serta kelancaran distribusi barang, perlu memberikan pedoman bagi penyelenggaraan pasar
tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, serta norma-norma keadilan, saling
menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko
modern serta pengembangan kemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib
persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, took modern dan konsumen.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,
perlu menetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Penataan dan Pembinaan
Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
PERATURAN PRESIDEN TENTANG PEMBANGUNAN PENATAAN
DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL
Memutuskan :

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:


1. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah,
Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah
termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang
dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan
usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses
jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.
Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan.
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta, pada
tanggal 27 Desember 2007
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
DR H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
(Sumber : www.bpkp.go.id. Com)

22
2.5. Studi Banding
Dalam penataan kembali pasar tradisional Pancur Batu, maka membuat suatu
perbandingan terhadap pasar tradisional yang telah ada sangat perlu dilakukan. Hal ini sangat
berguna untuk menjadi contoh atau cermin dalam menata pasar tradisional pancur batu
nantinya. Untuk menentukan studi banding terpilih maka perlu dilakukan analisa terhadap
masing – masing studi banding, agar dapat memilih atau menentukan studi banding terpilih
nantinya.Adapun studi banding untuk penataan pasar tradisional pancur batu adalah :

2.5.1. Pasar bumi serpong di Tangerang

Gambar 2.5 : Pasar Tradisional Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang.


(Sumber : http :// WWW. Nova.Id.Com)

 Pasar buka pukul 05.00 dan tutup pukul 14.00.


 Keadaan atau situasi pasar : Bersih dan rapi
 Fasilitas : 320 kios dengan ukuran 3 x 5 meter
: 300 loods ukuran 2 x 2 meter,
: Ruang Pengelola
: service
: Mobiler (area bongkar muat)

Gambar 2.6 : interior Pasar Trdisional Bumi Serpong di Tangerang.


(Sumber : http :// WWW. Nova.id Com)

23
 Kelebihan Pasar Tradisional Bumi Serpong Damai
: Menggunakan lantai keramik
: Keamanan 24 jam
: mempunyai jalur sirkulasi yang baik ( 3 – 3.5 meter)
: Mempunyai tata tertip yang harus dipatuhi para pedagang yaitu :
“para pedagang dilarang meletakkan barang dagangan dilorong atau dijalur sirkulasi.
Apabila melanggar, barang dagangan diambil atau dibawa ke kantor pengelola. Jika dua kali
melakukan pelanggaran, akan dapat sanksi pemutusan perjanjian sewa secara sepihak,"Aturan
lain” pedagang tidak diperbolehkan membiarkan sampah berceceran. Sampah harus
dimasukkan ke dalam kantong plastik dan meletakkan di areal yang ditentutan, sampai
petugas kebersihan mengambilnya pada jam tertentu. "Para pedagang juga harus menata dan
mengatur dagangannya hingga terlihat menarik.”

2.5.2. Pasar Tradisional Simpang Limun Medan

Gambar 2.7: Pasar Tradisional Simpang Limun


Sumber : hasil survey

Pasar Tradisional Simpang Limun terletak di jalan Sisingamangaraja Medan, pasar


tradisional simpang limun merupakan pasar yang dalam masa peremajaan dimana
pembangunan kios – kios sebagian sedang masa pembangunan.
 Pasar buka pukul 05.00 dan tutup pukul 17.00.
 Keadaan atau situasi pasar : Kumuh dan terlihat kurang rapi
 Fasilitas : 110 kios dengan ukuran 2 x 2.5 meter
: 98 loods ukuran 1.5 x 2 meter
: Ruang Pengelola

24
Hingga saat ini tempat pembuangan sampah sementara pada pasar sangat sulit di
dapati pada pasar. Pasar tradisional simpang limun belum mempunyai area bongkar muat
yang tetap dan terencana dengan baik. Jalur sirkulasi tidak memadai untuk sebuah paxsar
tradisional.

Gambar 2.8 : Sirkulasi Pasar Tradisional Simpang Limun


(Sumber : hasil survey)

Sirkulasi pada Pasar Tradisional Simpang Limun tidak memadai, baik pada sirkulasii
pedagang kering maupun semi basah, sehingga membuat pedagang maupun pembeli kurang
nyaman dalam melakukan aktifitas di dalam pasar.

Gambar 2.9 : Keadaan area pedagang basah dan parkir roda empat
pada pasar tradisional Simpang Limun Medan (Sumber : hasil survey)

Keadaan area pedagang basah yang terlihat jorok, becek dan sama sekali tidak
menggunaklan lantai sehingga membuat pasar semakin kotor dan kumuh, dan apabila hujan
turun membuat kenyamanan pada pasar menjadi semakin meningkat. Parkir kendaraan roda
empat belum terencana dengan maksimal, dimana parkir kendaraan roda empat berada tepat
disekitar loods maupun kios pedagang.

25
2.5.3. Studi banding terpiih
Setelah melakukan analisa atau mengetahui keadaan pasar terhadap studi banding
pasar tradisional yang diangkat, maka studi banding terpilih adalah pasar tradisional Bumi
Serpong di Tangerang. Pilihan ini sangat tepat melihat dari fasilitas dan kelebihan yang
dimiliki oleh pasar tradisional Bumi Serpong. Perbandingan antara pasar tradisional Bumi
Serpong terhadap pasar tradisional Simpang Limun yaitu ± 30 : 70.

2.6. Pengertian Terminal

Berdasarkan beberapa literatur, yang dimaksud dengan terminal adalah sebagai berikut :

a. Prasarana untuk kepentingan angkutan jalan raya, guna mengatur kedatangan,


keberangkatan dan berpangkalnya kendaraan umum, serta memuat dan menurunkan
orang atau barang.
b. Titik simpul tempat terjadinya putus arus yang merupakan sarana angkutan, tempat
kendaraan umum menaikkan dan menurunkan penumpang atau barang, tempat
perpindahan penumpang atau barang baik dalam maupun antar transportasi yang
terjadi sebagai akibat adanya arus pergerakan manusia dan barang serta tuntutan
efisiensi transportasi.
c. Prasarana angkutan dan merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan
arus angkutan penumpang atau barang.

2.6.1. Fungsi terminal

Secara umum, terminal angkutan kota berfungsi sebagai tempat pemberhentian


atau keluar masuknya mobil angkutan dengan objek yaitu penumpang yang akan berangkat
menuju kesuatu tempat. Seperti halnya pada terminal yang lain. Terminal angkutan kota juga
menyediakan tempat untuk menunggu sebelum keberangkatan. Terminal angkutan kota juga
harus menyediakan fasilitas yang lengkap, fasilitas yang cukup demi kenyamanan dan mudah
demi menjawab kebutuhan pengguna jasa angkutan.

Terminal angkutan kota juga berfungsi sebagai tempat penyediaan fasilitas masuk
dan keluar dari objek – objek yang akan diangkut. Terminal angkutan kota juga berfungsi
sebagai tempat penyediaan fasilitas masuk dan keluar dari objek – objek yang kan diangkut.
Pada objek terminal angkutan kota ini secara umum fungsinya terbagi beberapa fungsi ,
yaitu :

26
a. Tempat pemusatan lalu lintas (Traffic Concentration), yaitu tempat
orang/penumpang dan calon penumpang, barang dan model
transportasi bertemu.
b. Tempat pemprosesan (processing), yaitu tempat pemprosesan orang
atau barang yang datang diterminal sampai di berangkatkan atau
disimpan.
c. Penggolongan dan tujuan (Classification adan Sorting), penumpang
dan barang yang datang atau berangkat dapat digolongkan dalam
beberapa kelompok sesuai dengan tujuan pengirimannya dan jenis
barang.
d. Bongkar muat (Loading and Unloading), terminal merupakan tempat
untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan barang.
e. Penyimpanan (Storage), fasilitas yang tersedia di terminal
memungkinkan untuk penyimpanan jangka pendek seperti ruang
tunggu penumpang dan gudang sementara.
f. Pergantian lalu lintas (Traffic Interchange), penumpang dan barang
yang datang di terminal biasanya mempunyai tujuan dan tempat lain
dan atau pergantian dengan model transportasi lainnya untuk
menyelesaikan perjalanannya.
g. Perawatan dan perbaikan (Service Availability), terminal juga
berfungsi sebagai penghubung antara penumpang dan barang dengan
model transportasi lainnya untuk menyelesaikan perjalanan.
h. Perawatan dan perbaikan (Maintenance and Servicing), terminal juga
berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar, pembersihan model
tansportasi, pemeriksaan kendaraan dan perbaikan. (Sumber : wikipedia
indonesia, dalam, Ahmad Yani Nasution 2009)

2.6.2. Skala pelayanan

Terminal angkutan kota berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan


kota. Skala pelayanan pada terminal angkutan kota yang ada di Kecamatan Pancur Batu yang
akan ditata kembali mempunyai atau memiliki dua jalur atau jurusan yaitu jurusan Pancur
Batu – Bandar Baru dan Pancur Batu – Tuntungan.

27
2.6.3. Tujuan penataan kembali terminal angkutan umum Pancur Batu

Adapun tujuan dari penataan kembali terminal angkutan kota Pancur Batu adalah
sebagai berikut :

1. Menciptakan kembali kelancaran transportasi dalam terminal dan


membangun kembali kenyamanan dan keindahan pada terminal, agar
terminal bisa beroperasi dengan baik dan benar.
2. Menciptakan kembali suasana terminal yang layak dan untuk dioperasikan.
Karena pada saat ini terminal sudah menjadi lapak bagi pedagang kaki lima
untuk menjajakan atau menjual dagangannya.

2.6.4. Program kegiatan

Terminal angkutan kota merupakan suatu tempat pertemuan berbagai unsur


dengan berbagai keperluan, sehingga diperlukan pelayanan dan pengelolaan yaitu :

a. Kegiatan operasional terminal


 Penataan pelataran terminal menurut rute dan jurusan
 Penataan fasilitas penumpang
 Penataan fasilitas penunjang terminal
 Penataan arus lalu lintas didaerah pengawasan terminal
b. Kegiatan pelaksanaan operasional terminal
 Pengaturan tempat tunggu dan arus kendaraan umum didalam
terminal
 Pengaturan kedatangan dan keberangkatan kendaraan menurut
jadwal yang telah ditetapkan.
 Mendata jumlah kendaraan dan penumpang yang datang dan
yang akan berangkat
c. Kegiatan pengawasan operasional terminal

 Tarif angkutan
 Kelayakan jalan kendaraan yang dioperasikan
 Kapasitas muatan yang diizinkan
 Pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa angkutan
 Pemanfaatan terminal serta fasilitas penunjang sesuai dengan
peruntukannya

28
2.6.5. Pengguna

Masyarakat umum yang memerlukan atau yang membutuhkan jasa angkutan,


khususnya masyarakat yang ingin atau hendak belanja dan berjualan atau berdagang ke pasar
tradisional Pancur Batu.

2.6.6. Kepemilikan dan pengelolaan

Kepemilikan terminal dipegang oleh Pemerintah Daerah, pengelolannya diatur


oleh dinas Perhubungan dan diserahkan pada pihak – pihak yang terkait. Pada terminal
angkutan kota Pancur Batu, perusahaan angkutan yang menyediakan mobil angkutan adalah
perusahaan angkutan Rajawali. Jumlah kendaraan angkutan kota yang disediakan perusahaan
angkutan rajawali berjumlah 15 unit.

2.6.7. Jenis terminal

Terminal penumpang dapat dikelompokan atas dasar tingkat penggunaan terminal


kedalam tiga tipe sebagai berikut : (Sumber : wikipedia indonesia, dalam, Ahmad Yani Nasution 2009)

1. Terminal penumpang tipe A berfungsi melayani kendaraan umum


untuk angkutan antar kota antar propinsi dan/atau angkutan lintas batas negara,
angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.
2. Terminal penumpang tipe B berfungsi melayani kendaraan umum
untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan
pedesaan.
3. Terminal penumpang tipe C berfungsi melayani kendaraan umum
untuk angkutan pedesaan

Dari beberapa tipe terminal diatas, maka tipe terminal yang akan ditata kembali
pada terminal di Kecamatan Pancur Batu adalah terminal dengan tipe terminal penumpang
tipe B.

29
2.6.8. Fasilitas Terminal

Fasilitas terminal dapat dikelompokkan atas fasilitas utama dan fasilitas


pendukung, semakin besar suatu terminal semakin banyak fasilitas yang bisa disediakan.

a. Fasilitas Utama

 jalur pemberangkatan kendaraan angkutan umum


 jalur kedatangan kendaraan angkutan umum
 tempat parkir kendaraan angkutan umum selama menunggu
keberangkatan, termasuk di dalamnya tempat tunggu dan tempat
istirahat kendaraan umum
 bangunan kantor terminal
 tempat tunggu penumpang dan/atau pengantar
 menara pengawas, loket penjualan karcis
 rambu-rambu dan papan informasi, yang sekurang-kurangnya
memuat petunjuk jurusan, tarif dan jadwal perjalanan

b. Fasilitas penunjang

 kamar kecil/toilet.
 musholla.
 kios/kantin.
 ruang pengobatan.
 ruang informasi dan pengaduan.
 wartel.
 tempat penitipan barang.
 taman.

(Sumber : wikipedia indonesia, dalam, Ahmad Yani Nasution 2009)

30
31