Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN PRAKTIS PEMETAAN SOSIAL (Social Map)

DENGAN TEKNIK PRA (Participatory Rural Apraisal)

(Sumber: Robert Chambers, 1992; Driyamedia, 1996; Britha Mikkelsen, 2003)

A. KONSEP-KONSEP PRA

No Istilah Definisi / Deskripsi


1 Apa Itu PRA 1.1 Pengkajian Keadaan dan Kehidupan Pedesaan Secara Partisipatif
1.2 Proses Pembelajaran Bersama Masyarakat

2 Prinsip PRA 2.1 Mengutamakan yang Terabaikan


2.2 Pemberdayaan (Penguatan) Masyarakat
2.3 Masyarakat Sebagai Pelaku, Orang Luar Sebagai Fasilitator
2.4 Saling Belajar dan Menghargai Perbedaan
2.5 Santai dan Informal
2.6 Pemeriksaan dan Pemeriksaan Ulang (Check and Re-Check)
Informasi
2.7 Mengoptimalkan Hasil (Tepat Guna)
2.8 Orientasi Praktis (Pengembangan Kegiatan)
2.9 Keberlanjutan dan Selang Waktu (Dinamis)
2.10 Belajar dari Kesalahan (Belajar Sebaik-Baiknya)
2.11 Terbuka

3 Tujuan PRA 3.1 Tujuan Praktis : Menyelenggarakan kegiatan bersama masyarakat


(proses belajar sosial)
3.2 Tujuan Strategis: Mencapai pemberdayaan masyarakat dan perubahan
sosial melalui pengembangan masyarakat dengan menggunakan
pendekatan pembelajaran

4 Unsur Utama 4.1 Proses Pembelajaran (Berbagi Pengetahuan/Pengalaman)


PRA 4.2 Teknik-Teknik PRA
4.3 Ouput/ Keluaran (Jangka Pendek/Rencana Program dan Jangka
Panjang/Pemberdayaan/Perubahan Sosial

5 PRA dalam 5.1 Penjajagan/Pengenalan Kebutuhan (Kajian Masalah dan Kebutuhan)


Daur Program 5.2 Perencanaan Kegiatan (Kajian Potensi dan Alternatif Kegiatan)
5.3 Pelaksanaan/Pengorganisasian Kegiatan (Penjadwalan Kegiatan,
Pembagian Kelompok, Pembagian Tugas-Tugas)
5.4 Pemantauan Kegiatan (Melihat Perkembangan Program)
5.5 Evaluasi Kegiatan (Mengkaji Hasil Akhir Program)

6 Teknik PRA 6.1 Setiap teknik PRA dapat digunakan untuk mengkaji keadaan tingkat
desa, tingkat kelompok tani dan tingkat dusun/kampung
6.2 Setiap teknik PRA dapat digunakan untuk menggali informasi umum
(semua keadaan), informasi topik khusus (pertanian, peternakan,
kesehatan, hukum, seni-budaya, informasi sub topik (aspek
komunikasi, sosial, politik dsb)
B. TEKNIK-TEKNIK PRA

No Teknik Definisi dan Aplikasi


0 Tinjauan 1.1 Kajian tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat (baik aspek
umum sumberdaya alam, aspek sosial, ekonomi, fisik-teknis dan
Pengkajian kelembagaan) secara partisipatif
Keadaan Desa
1.2 Aspek-aspek yang dikaji:
a) perekonomian masyarakat (mata pencaharian baik pertanian
maupun bukan pertanian, potensi sumberdaya alam, potensi
sumberdaya manusia dan sebagainya;
b) kehidupan sosial budaya masyarakat (adat istiadat, agama,
organisasi masyarakat, jejaring sosial, kesenian/kebudayaan,
kerjasama/gotong-royon dan sebagainya
c) pendidikan dan kesehatan (tingkat pendidikan, pendidikan formal,
pendidikan non formal, akses pendidikan, fasilitas kesehatan, akses
pelayanan kesehatan, air bersih, posyandu, desa siaga, ragam
penyakit, gozi buruk dan sebagainya;
d) kehidupan politik (partisipasi politik masyarakat, pemilu pemimpin
lokal dsb)

1.3 Tahapan Kajian:


a) persiapan pengkajian desa (kunjungan persiapan dan
sosialisasi, pengurusan prosedur dan perijinan, pembagian
tugas, penyamaan pandangan, pembentukan kelompok bersama
masyarakat, penentuan waktu dan tempat (schedule), persiapan
alat bahan);
b) pelaksanaan pengkajian desa (pembahasan kembali maksud
dan tujuan, sosialisasi, pengumpulan informasi;
c) penyusunan rencana kegiatan desa, pemilihan teknik PRA dan
identifikasi sumber informasi
d) pengkajian data sekunder yang diharapkan dapat memperoleh
informasi: topografi, tataguna lahan, pengairan, jenis tanaman
setempat, kawasan yang dilindungi, jenis-jenis mata pencaharian
masyarakat, pola produksi (jenis-jenis usaha) masyarakat,
penelolaan sumberdaya untuk usahatani, jumlah dan perubahan
penduduk dari tahun ke tahun, pemasaran hasil pertanian,
komoditas, bangunan (sekolah, puskesmas, kantor desa, pasar dsb,
sarana jalan desa, masalah sosial, kebudayaan dan politik
e) sumber data sekunde: pofil desa dan monografi desa, peta desa,
peta wilayah, dan sebagainya

1.4 Hasil Kajian:


a) sejumlah informasi tentang keadaan atau kondisi berbagai
aspek kehidupan desa;
b) sejumlah masalah dan kebutuhan yang diungkapkan oleh
masyarakat sendiri
c) sejumlah potensi lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber
daya pengembangan kegiatan masyarakat
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
1 Penelusuran 1.1 Teknik yang digunakan untuk mengungkap kembali sejarah masyarakat
Sejarah Desa dan hal-hal lain yang terkait dengan desa;
1.2 Jenis informasi yang dikaji:
a) sejarah terbentuknya pemukiman, asal-usul penduduk,
perkembangan jumlah penduduk, nama tempat dan sebagainya;
b) keberadaan dan penelolaan sumberdaya alam
c) perubahan-perubahan dalam status pemilikan, penguasaan dan
pemanfaatan tanah
d) pengenalan dan penanaman jenis tanaman dan teknologi baru;
e) pembangunan jalan, listrik, telepon, jembatan dan transportasi
f) terjadinya wabah penyakit
g) program-program pembangunan (pertanian, peternakan, perikanan,
kesehatan, pendidikan, industri, transportasi dsb)
h) sejarah berdirinya desa, sistem pengoganisasian desa
1.3 Contoh (Lampiran 1)
2 Pembuatan 2.1 Teknik yang menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan
Bagan (baik perubahan dari dalam desa maupun dari luar desa), kejadian serta
Kecenderugan kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu;
dan 2.2 Perubahan-perubahan yang dikaji:
Perubahan a) perubahan dan perkembangan produktivitas lahan, tingkat kesuburan
lahan, curah hujan, ketersediaan air, ketersediaan bahan bakar,
b) perubahan dan perkembangan tataguna lahan (luas lahan untuk
bersawah, berladang, pemikiman, hutan, olah raga, sarana umum,
luas rata-rata pemilikan lahan dan sebagainya)
c) perubahan dan perkembangan penanaman pepohonan (jenis-jenis
pohon, hasil dsb), keadaan hutan, keadaan sungai/sumber air dsb
d) perkembangan penduduk (kelahiran, kematian dan perpindahan)
e) perubahan jumlah ternak dan peternaknya, usahatani dan petaninya,
usaha kecil dan pengusahanya, perikanan dan petaninya, dsb
f) perubahan dan perkembangan budaya, kesenian dan olah raga
g) perubahan dan perkembangan pola pemasaran hasil, pengolahan dsb
2.2 Bagan dibuat bersama masyarakat pada kertas plano/katron-karton
2.3 Contoh (Lampiran 2)
3 Penyusunan 3.1 Teknik pengkajian kegiatan-kegiatan dan keadaan-keadaan yang terjadi
Kalender secara berulang dalam satu kurun waktu tertentu (musim) dalam
Musim kehidupan masyarakat. Satu kalender kegiatan = 1 musim (12 bulan).
3.2 Informasi yang biasa muncul adalah:
a) penanggalan atau sistem kalender yang dipakai oleh masyarakat
b) iklim, curah hujan, ketersediaan air
c) pola tanam/panen, biaya, hasil pertanian dan tingkat produksi
d) ketersediaan pangan dan pakan ternak, juga pada musim paceklik
e) ketersediaan tenaga kerja,
f) musim merantau (bekerja ke kota) pada masa paceklik
g) masalah hama dan penyakit tanaman/ternak
i) kesehatan (musim wabah penyakit) dan kebersihan lingkungan
j) pola pengeluaran (konsumsi, produksi dan investasi)
k) kegiatan sosial (kemasyarakatan) terkait adat dan agama
l) pendidikan (musim sekolah, libur, dsb)
3.3 Kalender musiman dibuat bersama masyarakat dalam forum diskusi
terfokus denga alat bantu kertas plano dan spidol warna
3.3 Contoh (Lampiran 3)

No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi


4 Pembuatan 4.1 Peta mengenai keadaan wilayah desa beserta lingkungannya
Peta Sumber 4.2 Keadaan itu digambarkan ke dalam peta atau sketsa desa, terdiri dari:
Daya Desa a) peta keadaan sumberdaya umum desa
b) peta tata guna lahan
c) peta sumberdaya pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan
d) pete penyebaran penduduk dan peta pola pemukiman
e) peta infrastruktur desa (kesehatan, pendidikan, transportasi, air
bersih, pasar, irigasi, koperasi, terminal dan sebagainya)
4.3 Kegiatan pemetaan harus melibatkan anggota masyarakat, tua-muda,
laki-perempuan, kaya miskin, penduduk asli-pendatan dan sebagainya
4.4 Berbagai peta, baik di kantor desa maupun peta dasar dapat
dimanfaatkan sebagai data sekunder untuk pemetaan
4.5 Peta dibuat secara bersama dalam forum diskusi terfokus dengan alat
bantu kertas plano dan spidol warna
4.6 Contoh (Lampiran 4)
5 Penelusuran 5.1 Teknik pengamatan langsung lingkungan dan sumberdaya masyarakat,
Desa/Tansek dengan cara berjalan menelusuri wilayah desa atau dusun mengikuti
suatu lintasan atau rute yang disepakati bersama masyarakat
5.2 Hasil pengamatan langsung bersama masyarakat kemudian dituankan ke
dalam bagan atau irisan muka bumi (bentang alam berdasarkan
topografi) dalam kertas plano dan kemudian dilengkapi melalui diskusi
5.3 Berdasarkan jenis informasinya, transek dibagi 3 (tiga), yaitu:
a) transek sumberdaya desa/dusun (umum): pengamatan sambil
berjalan melalui daerah pemukiman desa/dusun guna mengamati dan
mendiskusikan berbagai keadaan (seperti: pengaturan letak
perumahan dan kondisinya, pengaturan halaman rumah, pengaturan
air bersih untuk keluarga, sarana MCK, sarana umum desa, dsb.
b) transek sumberdaya alam : dilakukan untuk mengenal dan
mengamati secara lebih tajam mengenai sumberdaya alam
(pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan,
pertambangan dsb). Outputnya berupa: bentuk dan keadaan
topografi, kemiringan lahan, jenis dan kesuburan lahan, sungai, mata
air, pemanfaatan sumberdaya tanah, pola usahatani, teknologi
setempat, pemilikan sumberdaya alam dsb
c) transek topik-topik khusus : transek untuk mengamati satu aspek
secara fokus, seperti sarana dan kondisi kesehatan, pendidikan,
wilayah sebaran hama tanaman, sumber air, pengelolaan irigasi dsb
5.5 Transek dapat dilakukan melalui 3(tiga) lintasan:
a) transek lintasan garis lurus, melalui jalan utama di pemukiman, di
wilayah pertanian, di pantai dsb;
b) transek bisa dilakukan dengan berjalan menyusuri jalan-jalan yang
ada, baik secara berbelok-belok (zig-zag), berputar atau pulang
pergi, dan menyapu (semua arah).
c) transek lintasan saluran air (sungai atau jaringan irigasi), dilakukan
terhadap daerah di sepanjang saluran air atau tepian sungai dan
pengelolaan daerah aliran sungai/irigasi oleh masyarakat/petani
5.6 Transek dilakukan oleh tim bersama masyarakat (penunjuk jalan) pada
waktu dan tempat yang disepakati, membawa alat tulis, kertas plano,
spidol warna-warni, perhatikan ketinggian tempat, jarak dan pencirinya.
5.7 Contoh (Lampiran 5)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
6 Sketsa Area 6.1 Peta pengkajian berbagai aspek pengelolaan usaha (bertani, beternak,
Usaha berikan, berkebun, mengolah hasil pertanian, berdagang, berbisnis
lainnya) di wilayah desa/dusun yang bersangkutan
6.2 Hasilnya berupa peta usaha yang berisi informasi: luas lahan, luas
bangunan, jenis usaha, jenis komoditas yang diusahakan, tataletak
bangunan (contoh untuk bertani: letak rumah, kandang, persemaian,
sumur, jemuran, sumber dan saluran air, tempat limbah dsb) (contoh
untuk usaha pengolahan: letak rumah, gudang, tempat pengolahan,
tempat limbah, sumber air, dsb), alokasi penggunaan lahan, dsb
6.3 Informasi lainnya yang dituangkan di dalam peta usaha adalah
pendapatan dari usaha, jumlah tenaga kerja, pembinaan dan penyuluhan,
teknologi pertanian yan khas, pemasaran hasil, izin usaha, status lahan,
konflik dan pasokan air iriasi.
6.4 Selain potensi usaha, informasi juga dapat berupa kebutuhan-kebutuhan
dan permasalahan-permasalahan.
6.5 Teknisnya, jika usaha itu banyak dan beragam, maka ambil masing-
masin satu yan terbaik (contoh: kebun terbaik, peternakan terbaik,
perikanan terbaik, usaha kecil terbaik, dsb)
6.6 Pelaksanaan pembuatan sketsa kebun dilaksanakan bersama pelaku
usaha (petani, peternak, pengusaha kecil dsb) sesuai kesepakatan dengan
menggunakan kertas plano, spidol warna warni, dan sebagainya
6.7 Contoh (Lampiran 6)
7 Diagram 7.1 Pemetaan mengenai hubungan antara masyarakat dengan lembaga-
Venn lembaga yang terdapat dilingkungan desa/dusun
7.2 Hasil pengkajian dituangkan kedalam diagram venn yang ukurannya
akan menunjukkan besar manfaat, keterkaitannya menunjukkan
pengaruh dan kedekatannya dengan lembaga lainnya
7.3 Pelaksanaan dilakukan dengan mengkaji informasi mengenai:
a) lembaga-lembaga yang berhubunan dengan masyarakat desa/dusun,
baik yang berada di dalam maupun luar desa, baik lembaga lokal
maupun lembaga pemerintah, lembaga sosial maupun ekonomi,
termasuk lembaga swasta dan swadaya;
b) lembaga-lembaga khusus, seperti yang terkait dengan pertanian,
peternakan, perikanan, kehutanan, kelautan, pemuda, keagamaan dsb
c) potensi, kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan-permasaahan
kelembagaan di desa/dusun
7.4 Pelaksanaan dilakukan bersama masyarakat melalui diskusi terfokus di
tempat yang disepakati, dengan menggunakan alat bantu kertas plano,
spidol warna warni, karton seukuran kartu remi dsb
7.5 Contoh (Lampiran 7)
8 Pembuatan 8.1 Pemetaan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai
Analisis jaringan (sosial, pemasaran, irigasi, komunikasi) masyarakat desa/dusun
Jaringan 8.2 Hasil akhirnya adalah peta jaringan sosial dan jaringan komunikasi
dalam bentuk sosiogram, struktur jaringan dan klik-klik sosial.
8.3 Pelaksanaan dimulai dengan menetapkan informasi yang akan dijadikan
batasan (misal: informasi harga, sarana produksi pertanian, raskin, kredit
dsb), kemudian menyiapkan tabel matrik nama-nama yang akan
dijadikan responden (yang akan ditanya), setelah itu ditanya siapa
bertanya atau berhubunan dengan siapa (jika ingin mengetahui
informasi);
8.4 Contoh (Lampiran 8)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
9 Kajian Mata 9.1 Pemetaan mengenai berbagai aspek mata pencaharian masyarakat
Pencaharian 9.2 Hasilnya berupa bagan jenis-jenis matapencaharian berserta aspek-
aspeknya
9.3 Informasi yang dikaji meliputi: jenis-jenis kegiatan atau keterampilan
masyarakat yang bisa/telah menjadi sumber mata pencaharian, baik
pertanian maupun non pertanian.
a) mata pencaharian bidang pertanian (pertanian tanaman pangan,
peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, dsb
b) mata pencaharian bidang non pertanian (industri makanan,
kerajinan, bordir, tukang kayu, tukang batu, industri rumah tangga
dsb)
c) mata pencaharian bidang jasa (buruh tani, tukang cukur, sopir, kuli
bangunan, buruh pabrik, guru, distributor sarana produksi pertanian,
pegawai desa, dsb
d) permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan
9.4 Jika mata pencahariannya berusaha (baik di pertanian maupun kerajinan
dan pengolahan), maka penelusuran informasi dapat dilanjutkan pada :
jumlah pekerja, ketersediaan bahan baku, pemasaran hasil, ketersediaan
tenaga kerja dan keterampilannya, dan tingkat pendapatan.
9.5 Jika masyarakat desa/dusun sering merantau, petakan pula pekerjaannya
di rantau, pekerjaan tetapnya apa di desa atau di rantau?
9.6 Permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan terkait dengan
matapencaharian
9.6 Contoh (Lampiran 9)
10 Bagan Arus 10.1 Teknik pemetaan sistem-sistem yang ada di masyarakat desa/dusun
Masukan dan 10.2 Sistem digambarkan ke dalam bagan yang memperlihatkan bagian-
Keluaran bagian dalam sistem (input dan output). Input adalah sumberdaya yang
membuat sistem berjalan (tenaga kerja, waktu, modal, peralatan, skill,
lahan, dsb) dan Output adalah manfaat atau hasil yang diperoleh.
10.3 Ragam sistem yang dapat dipetakan adalah:
a) sistem pengelolaan pertanian dan pemasarannya
b) sistem pengelolaan peternakan dan pemasarannya
c) sistem pengelolaan perikanan dan pemasarannya
d) sistem pengelolaan perkebunan desa dan pemasarannya
e) sistem pengelolaan air desa
f) sistem pengelolaan usaha rumah tangga/keluarga tani
g) sistem pengelolaan usaha kecil dan pemasarannya
h) sistem pengelolaan informasi dan penyebarannya
i) sistem pengelolaan bantuan (raskin/blt) dan pendistribusiannya
j) sistem pengelolaan bahan tambang dan pemasarannya
10.4 Pelaksanaan pemetaan arus masuk dan keluar harus rinci dan jelas
arahnya. Termasuk dalam input adalah sumber input (dari mana input
didapat, siapa yang memasok atau penyediakan), begitu juga output
(apa outputnya, kemana saja pendistribusiannya, siapa saja yang
terlibat dsb) sehingga bagan akan memetakan rantai dari hulu- hilir.
10.5 Pelaksanaan dilakukan melalui diskusi terfokus dengan masyarakat,
menggunakan kertas plano dan spidol warna warni. Agar
proporsional, maka libatkan semua pelaku dalam pemetaan ini.
10.5 Tampilkan permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan
terkait dengan input dan output ini.
10.6 Contoh (Lampiran 10)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
11 Analisis 11.1 Teknik pemetaan peran laki-laki dan perempuan, baik dalam rumah
Gender tangga maupun aktivitas kemasyarakatan yang terjadi desa/dusun
11.2 Informasi yang digali dalam analisis gender adalah:
a) peran laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga (hasilnya
berupa jadwal penggunaan waktu sehari, baik untuk suami, istri,
anak laki-laki maupun anak perempuan)
b) peran laki-laki dan perempuan dalam pertanian, peternakan,
perikanan dan perkebunan
c) peran laki-laki dan perempuan dalam usaha kecil/industri keicil
d) mata pencaharian apa yang dilakukan laki-laki dan yang
dilakukan perempuan
e) kecenderungan perubahan peran yang dilakukan laki-laki dan
perempuan dalam 20 tahun terkahir di desa/dusun
f) peran laki-laki dan perempuan dalam kelembagaan, serta dalam
kelembagaan mana saja perempuan berpartisipasi
11.3 Contoh (Lampiran 11)
12 Pembuatan 12.1 Teknik mengkaji sejumlah topik dengan memberi nilai pada masing-
Bagan masing aspek kajian berdasarkan pendapat masyarakat setempat
Peringkat atau sehingga diperoleh peringkat (urutan dari yang dianggap terpenting
matrik sampai yang terendah)
rangking 12.2 Jenis informasi yang dikaji atau dianaisis gendernya adalah:
a) pilihan teknologi pertanian
b) pilihan teknologi yang digunakan oleh pengusaha industri kecil
c) pengurutan mata pencaharian-mata pencaharian utama
d) pengurutan kelas sosial masyarakat (berdasarkan luas lahan dan
pemilikan kekayaan lainnya)
e) pilihan kebutuhan-kebutuhan utama yang perlu dipenuhi
f) pilihan permasalahan-permasalahan utama yang perlu segera
diatasi, dan sebagainya
12.3 Pembuatan bagan peringkat atau matrik rangking dilakukan setelah
kegiatan atau teknik sebelumnya (1-11) dilakukan.
12.4 Pelaksanaannya dilakukan dalam forum diskusi bersama masyarakat.
12.5 Agar pelaksanaan berjalan lancar, maka gambar matrik disiapkan
terlebih dahulu dalam kertas plano. Gunakan spidol warna-warni agar
dapat dengan mudah membedakannya.
12.6 Penggunaan simbol atau nilai dilakukan berdasarkan kesepakatan
dengan masyarakat (misalnya: menggunakan angka 1,2,3,4 dengan
rangking tertinggi 4 dan terendah 1. Bisa juga menggunakan simbol
lainnya
12.7 Contoh (Lampiran 12)
Catatan:
1. Setiap akan menyelenggarakan teknik PRA, memerlukan koordinasi dan kesepakatan
waktu dengan masyarakat (termasuk dengan pihak aparat desa, jika akan melibatkannya),
terutama menyangkut jam berapa (pagi, siang, sore atau malam), di mana tempatnya (di
sawah, di kebun, di rumah atau di balai pertemuan). Perhatikan keragaman matapencaharian
dan waktu luang masyarakat.

2. Setiap melakukan teknik PRA jangan terlampau lama, siapkan waktu diskusi 2-3 jam
per teknik. Kecuali transek dan pembuatan peta desa yang memerlukan waktu khusus.
Sebaiknya, satu kali pertemuan maksimal menerapkan 2 teknik PRA.

3. Sebaiknya teknik PRA dilakukan satu-satu, jangan dirangkap-rangkap. Selain itu,


menimbang luasnya desa-desa, maka penerapan teknik PRA lebih efektif dilakukan per
dusun. Sehingga perlu ada pengorganisasian atau pembagian kelompok-kelompok kecil.

4. Jumlah peserta diskusi terfokus jangan terlalu banyak, cukup melibatkan 10-15 orang
masyarakat, sehinga dapat dilakukan di rumah masyarakat atau (biasanya) di mushola.

5. Dalam setiap diskusi, usahakan informasi fokus namun digali selengkap dan
sebanyak mungkin. Informasi dapat berupa lisan, tulisan dan gambar.

6. Setiap diskusi terfokus memerlukan pemandu (fasilitator, yakni anda, mahasiswa


KKNM), oleh karena itu harus disiapkan, dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh yang
lainnya;

7. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:

a. Kertas plano atau karton manila sebagai dasar gambar (visual), bisa digelar di lantai
dan bisa juga ditempel di dinding dengan selotip. Jika satu kertas plano tidak cukup, maka
dapat disambung dua kerta plano.

b. Spidol warna-warni, kenapa warna-warni? Agar lebih mudah memberikan ciri pada
objek atau informasi bahasan yang beraam.

c. Gunting, lem dan selotif

d. Kamera, terutama jika mendokumentasikan momen unik, tempat unik, dokumentasi


proses penerapan teknik PRA dan sebagainya

8. Istilah-istilah penting dalam penerapan PRA:

a. Fasilitator, yaitu orang yang bertugas memfasilitasi sekelompok oran lain untuk
melaksanakan kegiatan. Fasilitator adalah Tim PRA atau Pemandu PRA (mahasiswa
KKNM) yang harus berperan sebagai masyarakat

b. Memfasilitasi, yaitu mendampingi, memotivasi, memediasi, menginisiasi dan


menginovasi masyarakat yang sedang berdiskusi.
c. Masalah, yaitu keadaan-keadaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, yang
dianggap mengganggu, menghambat.

d. Kebutuhan, yaitu masalah yang paling dirasakan oleh masyarakat yang mendesak
untuk segera diselesaikan (masalah prioritas).

e. Potensi, yaitu sumberdaya yang berpeluang untuk dikembangkan atau memungkinkan


digunakan untuk mengatasi masalah-masalah atau kebutuhan yang dihadapi masyarakat.
Lampiran 1. Contoh Penelusuran Sejarah Desa

Lampiran 2. Contoh Bagan Kecenderungan dan Perubahan


Lampiran 3. Contoh Penyusunan Kalender Musim
Lampiran 4. Contoh Pembuatan Peta Sumber Daya Desa
Lampiran 5. Contoh Penelusuran Desa/Tansek

Lampiran 6. Contoh Sketsa Area Usaha


Lampiran 7. Contoh Diagram Venn

5 T
T
4 1 1
2 2
3 9 8
3 4
1 2 2
7 1 1 T
2 5
6 T
1
5
6
2 2
0 2 6
7 2
1
Lampiran 8. Contoh Pembuatan Analisis Jaringan 1
4
2
1
2 7
2
Pasa 1 3 9 2
r T
8 1 3 0 8
T 9 1
0 1Petani atau

Star Bridge T Tokoh Tani


T di Luar
Gambar 6.6 Jaringan Komunikasi yang Terbentuk oleh
Desa
Arus Utama Informasi Pasar dan Harga di Zona
Agroekosistem Sawah Berbasis Padi
Lampiran 9. Contoh Kajian Mata Pencaharian

Lampiran 10. Contoh Bagan Arus Masukan dan Keluaran


Lampiran 11. Contoh Analisis Gender
Lampiran 12. Contoh Pembuatan Bagan Peringkat atau matrik rangking