Anda di halaman 1dari 4

Abdul Malik bin Marwan adalah khalifah kelima dari Bani Umayyah, menggantikan khalifah

Marwan bin al-Hakam pada 692 Masehi. Selama masa pemerintahannya ia membebaskan banyak kota
seperti kota-kota Romawi (696-705 M), Afrika Utara (698-703 M), dan Turkistan (705 M). Tahun 705
M ia digantikan oleh anaknya, Al-Walid bin Abdul-Malik.
Pada masa pemerintahannya lahir Imam Syi'ah keenam yaitu Ja'far ash-Shadiq.

Abdul Muhsin bin Hammad


al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih az-Zahid al-Wara’ asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad
al-’Abbad al-Badr lahir di Zulfa (300 km dari utara Riyadh) pada 3 Ramadhan tahun 1353H (10
Desember 1934. Ia adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan kitab-kitab
hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan saat ini beliau masih
memberikan pelajaran Sunan Turmudzi. Ia adalah seorang ‘Alim Robbaniy dan pernah menjabat
sebagai wakil mudir (rektor) Universitas Islam Madinah yang waktu itu rektornya adalah Abdul Aziz
bin Abdullah bin Baz.
Ia sangat dekat dengan al-Imam al-Allamah Abdul Aziz bin Bazz -rahimahullahu-, bahkan karena
kedekatan beliau dengan al-Imam, ketika Imam Bin Bazz tidak ada (tidak hadir) maka Syaikh Abdul
Muhsinlah yang menggantikan beliau, sehingga tak heran jika ada yang mengatakan bahwa Universitas
Islam Madinah dulu adalah Universitasnya Bin Bazz dan Abdul Muhsin.

Abdullah bin Muhammad (‫ )عبد الله بن محمد‬Al-Umawi atau Ibnu Muhammad (meninggal 15
Oktober, 912), adalah Amir Kordoba yang ketujuh dari Bani Umayyah, berkuasa dari 888 hingga 912
di Al-Andalus, Semenanjung Iberia. Ia dianggap sebagai salah satu penguasa Umayyah terlemah di Al-
Andalus, dan ia hanya berkuasa atas ibukota Kordoba dan daerah sekitarnya saja.
Ia merupakan seorang yang kejam, dan tidak segan-segan menyingkirkan orang-orang yang
dianggapnya sebagai ancaman, bahkan dari keluarganya sendiri. Ia memerintahkan hukuman mati
terhadap dua orang saudaranya, dan memerintahkan anaknya Al-Mutarrif untuk membunuh saudaranya
sendiri Muhammad. Walaupun Al-Mutarrif melakukan perintah ini, beberapa tahun berikutnya ia-pun
dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan.
Namun Abdullah tidak berbakat dibidang pemerintahan, dan ia lebih tertarik untuk berburu. Sebagai
akibatnya, Keamiran Kordoba mengalami kemunduran dahsyat dan daerah-daerah kekuasaannya
banyak direbut oleh penguasa dan panglima setempat. Misalnya kota kedua terbesar Sevilla jatuh ke
tangan Ibrahim bin Hajjaj.

Abdullah bin Syaibah


Abdullāh bin Syaibah atau lebih dikenal dengan Abdullah bin Abdul-Muththalib (Bahasa Arab:
‫( )عبدالله بن عبد المطلب‬545-570) adalah ayah dari Muhammad, Nabi Islam. Ia anak Abdul-
Muththalib. Ia meninggal di perjalanan kafilah antara Mekkah dan Madinah. Saat ia meninggal
Muhammad masih dalam kandungan ibunya Aminah.
Silsilah lengkapnya adalah:
‫عبدالله بن عبد المطلب ابن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلب بن مرة بن كعب بن لؤي بن‬
‫غالب ابن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن الياس بن مضر بن نزار بن‬
‫معد بن عدنان‬
Dalam huruf latin, 'Abdullah bin 'Abdul-Muththalib bin Hasyim (Amr) bin Abdul Manaf (al-
Mughira) bin Qushay (Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka`b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr
(Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin
Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.

Abdurrahman As-Sudais

Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais an-Najdi (bahasa Arab: ‫)سسس سسسسسس سسسسسس‬,
dilahirkan di Riyadh, Arab Saudi tahun 1961 (umur 48/49 tahun). Dia adalah imam besar Masjidil
Haram Kota Suci Mekkah, Arab Saudi.
Sudais berasal dari Bani Anza. Ia telah hafal al-Qur'an pada umur 12 tahun. Tumbuh di Riyadh, Sudais
belajar di SD Al-Muthana bin Harits, dan setelah itu kuliah di Riyadh Scientific Institution dan lulus
tahun 1979 (umur 17–18 tahun) dengan nilai baik. Ia memperoleh ijazah Syariah dari Universitas
Riyadh di tahun 1983 (umur 21–22 tahun), dan menjadi anggota PPI (Pengetahuan Pokok Islam)
sebagai pemberi ceramah atau dosen. Ia mempelajari Islam dari gurunya di Universitas Islam Imam
Muhammad bin Saud di tahun 1987 (umur 25–26 tahun) dan menerima gelar Ph.D. Ia aktif di
Universitas Syariah Islam Ummul Qura pada tahun 1995 (umur 33–34 tahun) sebagai asisten profesor
setelah aktif di Universitas Riyadh.

Abdurrahman I
Abdurrahman bin Muawiyah juga disebut sebagai Abdurrahman ad-Dakhil (bahasa Arab: ‫سسس‬
‫( )سسسسسس سسسسسس‬Abdurrahman yang masuk). Mengembara bersama pengawal pribadinya setelah
kejatuhan Bani Umayyah sampai ke Al-Andalus atau Spanyol sekarang. Setibanya di sana, ia
mengumumkan tentang keadaan pergolakan & pergeseran tampuk kekuasaan di benua Arab.
Dengan itu, pemerintahan Islam di Spanyol mendeklarasikankan pemisahan dengan Khilafah Bani
Abbasiyah dan melantik Abdurrahman I sebagai Amir untuk pemerintahan Islam Spanyol.

Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam


Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam (Bahasa Arab ‫( )الرقم بن أبي الرقم‬673-675)
adalah seorang pengusaha yang berpengaruh dari suku Makhzum dari kota Mekkah. Dalam sejarah
Islam, dia orang ketujuh dari As-Sabiqun al-Awwalun. Rumahnya berlokasi di bukit Safa, di tempat
inilah para pengikut Muhammad belajar tentang Islam. Sebelumnya rumah al-Arqam ini disebut Dar
al-Arqam (rumah Al-Arqam) dan setelah dia memeluk Islam akhirnya disebut Dar al-Islam (Rumah
Islam). Dari rumah inilah madrasah pertama kali ada. Al-Arqam juga ikut hijrah bersama dengan
Muhammad ke Madinah.
Abu Hakam Al-Kirmani
Abul Hakam Umar bin Abdurrahman bin Ahmad bin Ali Al-Kirmani adalah cendekiawan besar
abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia adalah murid dari Maslamah Al-Majriti.[1] Ia mempelajari
dan berkarya di bidang bidang geometri dan logika. Menurut muridnya Al-Husain bin Muhammad Al-
Husain bin Hayy Al-Tajibi, "tak ada yang sepandai Al-Kirmani dalam memahami geometri atau
jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya yang tersulit, dan dalam mempertunjukkan seluruh bagian dan
bentuknya."[2] Ia lalu pindah ke Harran, Al-Jazirah (sekarang terletak di Turki). Disana ia mempelajari
geometri dan kedokteran. Ia lalu kembali ke Al-Andalus dan tinggal di Sarqasta (Zaragoza). Ia
diketahui menjalankan praktek bedah seperti amputasi dan kauterisasi.

Abu Hanifah
Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab: ‫)تتتتتتت تت تتتت‬, lebih
dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, (bahasa Arab: ‫( )تت تتتتت‬lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699
M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari Madzhab Yurisprudensi
Islam Hanafi.
Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi'in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu
dengan salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat
lainnya.
Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-
kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), shalat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh
ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas, Imam Syafi'i, Abu Dawud, Bukhari, Muslim dan
lainnya.

Abu Musa Jabir bin Hayyan

Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir di
Kuffah, Irak pada tahun 750 dan wafat pada tahun 803. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang
kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, di masa pemerintahan
Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian
kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat
berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis
ditemukannya hukum perbandingan tetap.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi
dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
Abu Tammam
Abu Tammam (Habib ibn Aus) bahasa Arab, ‫( أبو تمام حبيب بن أوس‬c805 – 845) adalah seorang
penyair Arab suku Tayy (meskipun ada yang megatakan bahwa dia adalah anak lelaki dari seorang
Kristen Apothecary yang bernama Thaddeus).
Dia dilahirkan di Jasim (Josem), Suriah, tempat ke sebelah timur laut Laut Tiberias atau dekat Manbij
(Hierapolis). Dia melewatkan masa mudanya di Homs, meskipun, menurut satu cerita, dia dipekerjakan
selama masa kanak-kanaknya sebagai penjual air di mesjid di Kairo.
Penampilan pertamanya sebagai seorang penyair adalah di Mesir, tetapi sewaktu dia merasa gagal di
sana dia pergi ke Damaskus, dan lalu ke Mosul. Dari sana dia membuat kunjungan kepada gubernur
Armenia, yang menghadiahinnya dengan kekayaan. Setelah tahun 833 dia tinggal di Baghdad, di
bawah pimpinan kalifah Mo'tasim. Dari Baghdad dia mengunjungi Khorasan, di mana dia belajar
kepada Abdallah ibn Tahir. Sekitar 845 dia tinggal di Ma'arrat, di mana dia menemui penyair al-Buhturi
(ca. 820–897). Dia meninggal di Mosul.

Abu Zakaria Al-Hafsi


Abu Zakaria Al-Hafsi (598-647 Hijriyah/1202-1249 Masehi) adalah pendiri Kerajaan al-Hafsi di
Tunisia dan memerintah dari tahun 1227-1249.