P. 1
Sistem Koordinasi

Sistem Koordinasi

|Views: 1,419|Likes:
Dipublikasikan oleh aroemy

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: aroemy on Aug 05, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2013

pdf

text

original

1

BIOLOGI DASAR (D1D-101)
Bab 8
SISTEM KOORDINASI
Cucu Hadiansyah
Yetty Yusri Gani
Baum Suhendar
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
KUIS
1. Sebutkan 2 sistem organ yang terlibat
dalam mengkordinasikan segala aktivitas
biologis organisme?
2. Sebutkan nama hormon, dihasilkan oleh
organ apa, dan fungsi dari homon tersebut!
(3 pasang)
3. Sebutkan 1 macam hormon pada tumbuhan
dan jelaskan fungsinya!
3
SISTEM KOORDINASI
Sistem yang mengatur / mengkoordinir segala
aktivitas biologis tubuh organisme perubahan-
perubahan lingkungan (eksternal dan internal)
organisme selalu dalam keadaan normal dan
harmonis.
Terdiri dari gabungan dua sistem yaitu sistem
saraf dan sistem hormon atau sistem endokrin.
Sistem ini umumnya terdapat pd hewan dan
manusia, sedangkan pada tumbuhan hanya ada
sistem hormon.
Sistem saraf pengaturannya / bekerjanya
relatif lebih cepat daripada sistem hormon /
endokrin.
Sistem saraf neuron sinyal listrik
Sistem endokrin kelenjar endokrin
hormon, yang bekerja lambat tetapi
responsnya jangka panjang
Sel neurosekretoris sekresi neurohormon
yang dialirkan ke darah
Bekerja sama untuk memelihara
homeostasis, perkembangan dan reproduksi.
Pathway Example
Stimulus
Low blood
glucose
Receptor
protein
Pancreas
secretes
glucagon ( )
Endocrine
cell
Blood
vessel
Liver
Target
effectors
Response
Pathway Example
Stimulus Suckling
Sensory
neuron
Hypothalamus/
posterior pituitary
Neurosecretory
cell
Blood
vessel
Posterior pituitary
secretes oxytocin
( )
Target
effectors
Smooth muscle
in breast
Response Milk release
Pathway Example
Stimulus
Hypothalamic
neurohormone
released in
response to
neural and
hormonal
signals
Sensory
neuron
Hypothalamus
secretes prolactin-
releasing
hormone ( )
Neurosecretory
cell
Blood
vessel
Anterior
pituitary
secretes
prolactin ( )
Endocrine
cell
Blood
vessel
Target
effectors
Response
Mammary glands
Milk production
(c) Simple neuroendocrine pathway
(b) Simple neurohormone pathway
(a) Simple endocrine pathway
Hypothalamus
Glycogen
breakdown,
glucose release
into blood
Figure 45.2a±c
Sistem Endokrin
12 kelenjar
50 hormon
Klasifikasi hormon:
Protein dan peptida
Amina derivat dari
asam amino
Steroid
Cara kerja
hormon
Hormon steroid
menempel
pada resptor di
dalam nukleus
Hormon non-
steroid
menempel pada
reseptor di
permukaan sel
10
Reseptor untuk hormon steroid protein mudah larut yg
terdapat dalam sitoplasma dan yang bersenyawa dengan
steroid dan mengangkutnya ke dalam nukleus tempat hormon
tersebut mengaktifkan gen yang tertekan sebelumnya. Hal ini
menyebabkan diproduksinya mRNA tambahan atau mRNA
jenis baru yang bersandi untuk mensintesis protein baru.
Sebaliknya reseptor untuk hormon peptida dan hormon protein
terdapat dalam membran plasma sel sasaran. Hormon peptida
diikat di reseptor pada permukaan sel dan diperkirakan
kombinasi ini menstimulasi adinil siklase pada sisi membran
plasma bagian dalam yang meningkatkan produksi siklik AMP
yang mengaktifkan protein kinase dan menyebabkan fosforilasi
protein tertentu, serta mengaktifkan dan menonaktifkan enzim
tertentu.
Kelenjar hipotalamus dan hipofisa mengintegrasikan
atau mengontrol berbagai fungsi dari sistem
endokrin
Hipotalamus berada di otak bawah terdiri dari
berbagai macam sel neurosekretoris.
Beberapa sel tsb memproduksi hormon yang
bekerja langsung pada organ target hormon
disimpan dan dilepaskan dari hipofisa posterior atau
neurohipofisa.
Sel-sel lainnya memproduksi hormon tropik yg
disekresikan ke pembuluh darahdan
ditransportasikan ke hopofisa anterior atau
adenohipofisa.
13
14
15
16
17
18
Artropoda mengeluarkan bermacam-macam hormon
yang mengatur banyak proses tubuh, seperti
perluasan kromatofor, pergantian kulit, reproduksi
seksual, dan perkembangan.
Pergantian kulit diatur oleh ekdison steroid
Ekdison diatur berurutan oleh hormon
protorosikotropik, yang dikeluarkan oleh kelenjar
interserebral.
Metamorfosis oleh hormon juvenil, sebuah derivat
dari 18 karbon asam lemak.
Kelenjar sinus pada tangkai mata krustasea
menghasilkan beberapa hormon, salah satu
menghambat pergantian kulit, pergantian kulit
disebabkan oleh hormon lain yang diproduksi oleh
organ y.
Hormon pada tumbuhan
Secara umum, fungsinya untuk mengontrol
pertumbuhan dan perkembangan.
Dengan mempengaruhi pembelahan,
pemanjangan, dan diferensiasi pada sel
Diproduksi dengan konsentrasi yg sangat
rendah
Brain
Neurosecretory cells
Corpus cardiacum
Corpus allatum
EARLY
LARVA
LATER
LARVA
PUPA
ADULT
Prothoracic
gland
Ecdysone
Brain
hormone (BH)
Juvenile
hormone
(JH)
Low
JH
Neurosecretory cells in the brain produce
brain hormone (BH), which is stored in
the corpora cardiaca (singular, corpus
cardiacum) until release.
1
BH signals its main target
organ, the prothoracic
gland, to produce the
hormone ecdysone.
2
Ecdysone secretion
from the prothoracic
gland is episodic, with
each release stimulating
a molt.
3
Juvenile hormone (JH), secreted by the corpora allata,
determines the result of the molt. At relatively high concen-
trations of JH, ecdysone-stimulated molting produces
another larval stage. JH suppresses metamorphosis.
But when levels of JH fall below a certain concentration, a
pupa forms at the next ecdysone-induced molt. The adult
insect emerges from the pupa.
4
21
Hormon pada tumbuhan
22
23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->