Anda di halaman 1dari 4

Interpolasi Polinomial

Interpolasi polynomial digunakan untuk mencari titik-titik antara dari n buah titik
P1(x1,y1), P2(x2,y2), P3(x3,y3), …, PN(xN,yN) dengan menggunakan
pendekatan fungsi polynomial pangkat n-1:

Dengan n merupakan bilangan integer nonnegatif dan n a ,a , ,a 0 1 L merupakan

konstanta riil.

Penyelesaian persamaan simultan di atas adalah nilai-nilai a0, a1, a2, a3, …, an
yang merupakan nilai-nilai koefisien dari fungsi pendekatan polynomial yang
akan digunakan. Dengan memasukkan nilai x dari titik yang dicari pada fungsi
polinomialnya, akan diperoleh nilai y dari titik tersebut.

- Teorema Weierstrass
Jika ada suatu fungsi f yang kontinyu dalam interval [a,b] , maka untuk setiap
ε > 0 terdapat suatu polinom P(x) , dengan sifat sebagai berikut :

|f (x) − P(x)| < ε , untuk semua x dalam [a,b]

Teorema di atas menjamin kepada kita bahwa untuk semua fungsi yang
kontinyu dalam selang tertentu, maka fungsi tersebut dapat diaproksimasi oleh
suatu polinom. Dalam menentukan konstanta-konstanta dalam persamaan 3.1
sering digunakan pendekatan Deret Taylor, sehingga interpolasi yang
menggunakan deret Taylor disebut juga dengan Interpolasi Taylor Polynomial.
Namun pada kasus interpolasi, pendekatan jarang digunakan karena metoda ini
lebih ditekankan pada estimasi error.

- Teorema Taylor
Jika f ∈Cn[a,b] dengan kata lain f merupakan suatu fungsi yang dapat
diturunkan secara kontinyu sebanyak n kali dalam interval [a,b] dan terdapat f
(n+1) dalam interval [a,b] dan [ , ] 0 x ∈ a b . Untuk setiap x ∈[a,b] terdapat
sejumlah ξ (x) antara 0 x dan x dengan f (x) P (x) R (x) n n = + dimana

Dalam hal ini n P disebut dengan Polinom Taylor ke n untuk f sekitar 0 x , dan n
R disebut dengan truncation error.

Interpolasi Polinom Lagrange

Dengan keterbatasan metode interpolasi taylor, maka metode interpolasi Lagrange


digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut.
Misalkan terdapat tabel sebagai berikut :
x F(x)

… …
… …

Sekarang kita bangun suatu polinom derajat n :


Yang melewati semua titik tabel.
Dengan penjabaran yang agak panjang diperoleh :

n (x − x j ) ( x − x0 )( x − x1 )...( x − xi −1 )...( x − xi +1 )...( x − x n )


Li = ∏ =
j =0 ( xi − x j ) ( xi − x 0 )( xi − x1 )...( xi − xi −1 )...( xi − xi +1 )...( x 0 − x n )
j ≠i

Persamaan ini mempelihatkan bahwa jika :


n=1, diperoleh interpolasi linear
n=2, diperoleh interpolasi kuadrat
n=3, diperoleh interpolasi kubik

Perhatikan lambing , lambang ini bermakna :

Bedanya dengan , lambang ini bermakna :

Metode Newton Forward Difference

Dari matematik kita ketahui bahwa hampir semua fungsi kontinu dapat didekati
dengan polinom. Pandangan ini yang menjadi dasar penggunaan polinom untuk
interpolasi. Artinya hubungan antara x dan f(x) yang datanya ada dalam tabel
didekati dengan polinom. Kita harus membangun polinom derajat n sedemikian
rupa sehingga polinom tersebut melewati titik data dalam tabel. Persoalannya
adalah bagaimana mendapatkan cara termudah polinom derajat n yang melewati
(n+1) titik.
Jika interval x berjarak sama, mungkin cara termudah adalah dengan polinom
Newton Forward Difference yang dirumuskan sebagai :

Persamaan diatas dapat ditulis sebagai

Dengan adalah nilai x pada titik yang akan diinterpolasi

kombinasi n unsur yang diambil dari s unsur berlainan, n

adalah derajat polinom adalah nilai yaitu nilai awal yang dipilih
sembarang pada titk tabel.