Anda di halaman 1dari 5

“KEMAH BAKTI KESEHATAN SAKA BHAKTI HUSADA”

24 – 25 Juli 2010
oleh Ardiansyah Sandy,

Co-Writter/Editor: abdulhadikadarusno@gmail.com

CoCard tanda peserta sudah dikalungkan, berarti inilah tanda dimulainya


Kemah Bhakti Kesehatan 2010 di Bumi Perkemahan Wonogondang Kaliurang
dari tanggal 24 – 25 Juli 2010. Kegiatan ekstra kurikuler ini diikuti oleh
mahasiswa Tingkat I dari ke-6 Jurusan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara pembukaan adalah Ir.
Roosmarinto, M.Kes selaku Pembantu Direktur III. Turut hadir pula Ketua
Kwartir Cabang Sleman, Abdul Hadi K, SKM, MPH, drh. Idi Setiyobroto, M.Kes,
dan delegasi (peninjau) dari Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Poltekkes
Kemenkes Yogyakarta.

Setelah upacara pembukaan selesai, kemudian Panitia melakukan sidak


(inspeksi dadakan) yaitu memeriksa kelengkapan atribut seragam pramuka yg
dikenakan peserta, mulai dari topi hingga sepatu. Karena tata tertib sudah dibuat
dan disetujui maka harus dijalankan. Kepada peserta yang melanggar tata tertib,
daftar kesalahan yang ada di belakang cocard peserta akan diberi tanda dan
akumulasinya nanti akan digunakan untuk penilaian hasil akhir kegiatan.

1
Kegiatan Kemah Bakti Kesehatan kali ini diharapkan dapat memupuk
kemandirian dari mahasiswa Tingkat I Poltekkes Ykt, misalnya: mahasiswa
diharuskan untuk memasak makanan sendiri untuk dikonsumsi masing-masing
kelompok. Kegiatan ini didanai dari sumber DIPA Poltekkes Ykt dan kontribusi
peserta sebesar Rp. 20.000,-/mhs (untuk transportasi dan akomodasi
mahasiswa selama berkemah di Wonogondang).

Dari regu putra, mereka


terlihat santai sekali dimulai pada
saat pendirian tenda hingga
memasak mie instant bersama-
sama. Bahkan ada 1 kelompok yg
membawa kompor & tabung gas 3
kg (Untung tidak meledak).

Mereka mengaku senang


mengikuti kemah ini karena bisa saling bersilahturahmi antar mahasiswa dari 6
jurusan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Ykt & menambah pengalaman hidup.
Meskipun ada pula diantara mereka yang mengeluh harus mengikuti kegiatan
tersebut, karena tak biasa hidup di alam bebas, dengan segala keterbatasannya.

Acara lomba-lomba dimulai. Terdiri atas : lomba menu sehat (masing-


masing kelompok diberikan bahan dasar berupa kentang yang selanjutnya harus
diolah sekreatif mungkin), membuat tandu (setiap kelompok terdiri dari
perwakilan 5 orang membuat tandu dari tali dengan 2 batang kayu tongkat
pramuka), dan PPGD (Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan). Dan
ditambah dengan kegiatan bakti sosial kepada warga sekitar Bumi Perkemahan.

Lomba menu Sehat :

2
Lomba Orientering, terlihat salah satu kelompok sedang berdikusi mengerjakan
soal-soal yang berkaitan tentang kepramukaan.

Para perwakilan dari kelompok sedang berusaha membuat tandu.

3
PPGD dimulai dari menentukan orang yang pertama kali harus ditolong sesuai
dengan kriteria indikasinya, dan dilanjutkan dengan praktik pertolongan
pertama pada orang yang patah tulang kaki.

Acara ini berlangsung hingga sore hari, kemudian malamnya dilanjutkan


dengan jurit malam dan api unggun serta pentas seni dari masing-masing
kelompok secara bergiliran. Dan keesokan pagi hingga siang harinya dilanjutkan
dengan orientering game, out bond di sekitar Bumi Perkemahan Wonogondang.

Rappling, bagian dari orientering game Salah satu permainan Out bond

4
Setiap ada awal pasti ada akhir, 1 hari – 1 malam sudah berlalu berarti
semua pengalaman dan manfaat bisa diperoleh dari semua kelompok. Tetapi
rasa kekeluargaan akan selalu ada di dalam diri mahasiswa.

Pada upacara penutupan yang juga dihadiri oleh Ketua Kwartir Cabang
Sleman ini, selain ditandai dengan pelepasan cocard, diresmikan pula Tingkat
Racana pada mahasiswa Tingkat I Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Menurut drh. Idi Setiyobroto, M.Kes, “kegiatan seperti ini sangat baik
untuk memupuk jiwa kerjasama, solidaritas dan kemandirian dari setiap
mahasiswa juga sebagai tali penghubung silaturahmi terhadap sesama civitas
akademik Poltekkes Kementerian Kesehatan Yogyakarta, dan sebaiknya kegiatan
ini dapat dilakukan setiap tahunnya”.

Semoga saja dalam waktu berikutnya, kegiatan seperti ini bisa


dilaksanakan lagi sebagai agenda tahunan SBH Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Namun, karena kegiatan ini diwajibkan, sebaiknya pungutan bagi mahasiswa
yang akan mengikuti kegiatan tersebut dapat dipertimbangkan lagi. Jika
memungkinkan, GRATIS / peserta perlu membayar lagi, karena sudah dipadai
dari DIPA Poltekkes Kemenkes Ykt. Terlepas dari hal tersebut, penulis
memberikan penghargaan kepada segenap panitia (Panji, dkk) yang telah
berjuang keras hingga terlaksananya kegiatan tersebut dengan sukses dan
lancar.

.... WE ARE THE CHAMPION, My Friend !!!