P. 1
an Usia Muda Dan Tua

an Usia Muda Dan Tua

|Views: 775|Likes:
Dipublikasikan oleh rakatsu

More info:

Published by: rakatsu on Aug 06, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

Assalamualaikum WR.

WB

Mahasiswa D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin

Definisi Perkawinan
Perkawinan adalah ikatan sakral penyatuan sepasang anak manusia dg konsekuensi hak dan kewajiban yg tidak mudah. Mengingat tanggungjawabnya yg komplek mk dibutuhka kesiapan dan kedewasaan usia, mental, spiritual, mdan kesiapan ekonomi.

Laporan Into A New World: Young Women¶s Sexual and Reproductive Lives yg didukung oleh The William H Gates Foundation thn 1998 tlh melansir bhw usia pertama kali melahirkan di Indonesia antara usia 13-18 thn mcpai 18 % & Pernikahan dbwh usia 18 thn mcpai 49 % pd th 1998. Hsl pnlitian PKPA th 2008 di kab Nias, angka pernikahan antara usia 13-18 th sktar 9,4 % dari 218 responden perempuan yg tlh menikah dan akan menikah. Mnrut catatan kantor Pengadilan Agama (PA) kota Malang angka pernikahan dbwh usia 15 th meningkat 500 % dbanding th 2007, hngga september 2008 tercatat 10 pernikahan yg usia pengantin perempuannya msh dbwh 15 th.

Perkawinan bknlah hal yg mudah, di dlmnya tdpt bnyk konsekuensi yg hrs dhdpi sbg suatu btk thp khdpan baru individu dewasa dan pergantian status lajang mjd seorg istri yg menuntut adanya penyesuaian diri terus menerus spjg perkawinan (Hurlock, 1993). Individu yg memiliki kesiapan utk menjalani khdpn perkawinan akn lbh mudah menerima dan menghdpi sgl konsekuensi persoalan yg tmbl dlm perkawinan (Landis and Landis, 1963).

Perkawinan Usia Muda
Pernikahan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur (antara 13-18 tahun) yg msh belum cukup matang baik fisik maupun psikologis, karena berbgai faktor antara lain faktor ekonomi, sosial, budaya, penafsiran agama yg salah, pendidikan, & akibat pergaulan bebas. Individu yg menikah pd usia muda akan cenderung bergantung pd orangtua secara finansial maupun emosional.

Resiko Perkawinan Usia Muda
Konflik dlm perkawinan usia muda : 1. Masalah kesehatan reproduksi 2. Segi ekonomi 3. Kurangnya kesabaran dan atau belum matang secara emosional

Lanjutan
Krgnya persiapan utk hamil dlm usia muda jg berkaitan dgn defisiensi asam folat dlm tubuh. Akibat kekurangan asam folat, janin dpt menderita spina bifida atau janin tdk mmliki batok kepala. Ibu usia muda kemungkinan utk mmliki anak dg brt bayi rendah, krg gizi, dan anemia. Ibu muda ini kemungkinan utk menderita kanker servik nantinya.

Sambungannya .
Istri usia muda sering mengalami kebebasan dan otonomi yg terbatas dan tdk mampu kompromi mengenai relasi seksual, penggunaan kontrasepsi, kehamilan dan hal-hal lain di kehidupan berkeluarga. Ketidakmampuan kompromi mengenai penggunaan kondom menempatkan mereka pada posisi rentan utk tertular IMS dan HIV/AIDS.

Lanjutan .
Setelah menikah perempuan muda biasanya terpaksa meninggalkan keluarga, teman, dan lingkungannya utk pindah kelingkungan suami. Kehilangan dukungan sosial dan putus sekolah akan menganggu proses pendidikannya. Dgn keterbatasan, perempuan akn terisolasi dan sulit menerima informasi mengenai kesehatan reproduksi. Mereka srg kali tdk berdaya mengakses pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka perlu izin utk mendptkan pelayanan dan umumnya tdk mampu membayar pelayanan kesehatan.

Lanjutan .
Pernikahan anak adl pelanggaran hak seksual dan reproduksi termasuk hak utk : 1. Mdptkan standar tertinggi kesehatan seksual 2. Bebas dr paksaan, diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan 3. Relasi seksual yg disepakati bersama 4. Kehidupan seksual yg aman 5. Memiliki pasangan dan pernikahannya 6. Mendapat informasi dan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi

Lanjutan .
7. Menentukan scr bebas dan bertanggung jawab mengenai jlh, jarak dan wktu memiliki anak dan mendapat informasi ttg itu 8. Mendpt pelayanan reproduksi dan seksual

Perkawinan Usia Tua
Perkawinan yg dilakukan olh pasangan yg berusia diatas 35 tahun. Perkawinan ini cenderung beresiko, terutama bagi ibu dan janin sebab tingkat morbiditas dan mortalitasnya mmg meningkat.

Resiko Perkawinan Usia Tua
‡ Bahaya yg mengancam primigravida tua justru berkaitan dgn fungsi organ reproduksi diatas usia 35 rahun yg sdh menurun shg bisa mengakibatkan perdarahan pd proses persalinan dan preeklampsia.Serta meningkatnya resiko kelainan sindrom down pd janin.

Terima Kasih Wassalam

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->