Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH FISIKA

TENTANG “FLUIDA STATIS”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 7

MA UMMATAN WASATHAN PESANTREN


TEKNOLOGI RIAU

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alah Swt. Yang telah melimpahkan taufq, hidayah dan
rahmat -Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan makalah “Fluida Statis” ini dalam
waktu yang telah ditentukan.

Sholawat serta salam selalu tercurahkan buat rasulullah SAW yang telah
mengubah zaman sehingga kita bisa menentukan yang haq dan yang bathil.

Dengan adanya penulisan makalah ini semoga dapat membantu dalam


pembelajaran kita dan bisa menyelesaikan masalah-masalah, yang khususnya dalam
ruang lingkup fluida statis.

Disaming itu penulis menyadari bahwa munkin terdapat banyak kesalahan baik
dari penulisan ataupun dalam penyusunannya yang tidak penulis ketahui.

Kamis, 06 Februari 2010

Penulis

FLUIDA STATIs
PENDAHULUAN

Suatu zat yang mempunyai kemampuan mengalir dinamakan


fluida. Cairan adalah salah satu jenis fluida yang mempunyai kerapatan
mendekati zat padat. Letak partikelnya lebih merenggang karena gaya
interaksi antar partikelnya lemah. Gas juga merupakan fluida yang
interaksi antar partikelnya sangat lemah sehingga diabaikan. Dengan
demikian kerapatannya akan lebih kecil.

Karena itu, fluida dapat ditinjau sebagai sistem partikel dan kita
dapat menelaah sifatnya dengan menggunakan konsep mekanika
partikel. Apabila fluida mengalami gaya geser maka akan siap untuk
mengalir. Jika kita mengamati fluida statik, misalnya air di tempayan.
Sistem ini tidak mengalami gaya geser tetapi mempunyai tekanan pada
dinding tempayan.

Berdasarkan uraian di atas, maka pada modul ini akan dibahas


dulu mengenai fluida statik. Pada kegiatan berikutnya akan dibahas
secara khusus fluida dinamik. Pembahasan sering menggunakan
konsep umum maupun prinsip mekanika partikel. Dengan mempelajari
modul ini berarti Anda akan dapat mengkaji sifat fluida statik dan fluida
dinamik dengan menggunakan mekanika partikel. Setelah Anda
mempelajari modul ini, Anda dapat:

a. Menjelaskan makna hukum utama hidrostatik.


b. Menggunakan hukum utama hidrostatik untuk menjelaskan sifat-
sifat khusus fluida statik.
c. Membedakan macam-macam aliran fluida.
d. Menghitung debit aliran fluida.
e. Menjelaskan makna hukum Bernoulli.
f. Menggunakan hukum Bernoulli untuk menjelaskan sifat-sifat
aliran fluida.
g. Menjelaskan masalah fluida pada kehidupan sehari-hari dengan
menggunakan konsep fisika.
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat mengalir,
misalnya zat cair dan gas. Fluida dapat digolongkan
dalam dua macam, yaitu fluida statis dan dinamis.

FLUIDA STATIKA
Pada kegiatan pertama ini dibahas mengenai fluida statik. Pada
kehidupan sehari-hari, sering digunakan air sebagai contoh. Marilah kita
perhatikan air tenang yang berada di tempayan.

Gambar 1. Gaya-gaya yang bekerja pada dinding tempayan

tempat fluida adalah gaya normal

Cairan yang berada dalam bejana mengalami gaya-gaya yang


seimbang sehingga cairan itu tidak mengalir. Gaya dari sebelah kiri
diimbangi dengan gaya dari sebelah kanan, gaya dari atas ditahan dari
bawah. Cairan yang massanya M menekan dasar bejana dengan gaya
sebesar Mg. Gaya ini tersebar merata pada seluruh permukaan dasar
bejana sebagaimana diperhatikan oleh bagian cairan dalam kolom kecil
pada gambar 2. Selama cairan itu tidak mengalir (dalam keadaan
statis), pada cairan tidak ada gaya geseran sehingga hanya melakukan
gaya ke bawah oleh akibat berat cairan dalam kolom tersebut:

W=mg=ρVg (1)
di mana ρ adalah kerapatan zat cair dan V adalah volume kolom. Jika V
= h ∆A, kita dapatkan:

W = ρ h ∆A g (2)

Jika berat itu ditopang oleh luasan ∆A, yang sebanding dengan luas ∆A,
akibatnya gaya ini tersebar rata di permukaan dasar bejana.

Tekanan sebagai perbandingan gaya dengan luas, seperti


diilustrasikan pada gambar 2.

gaya ρ h ∆A g

p = = = ρ g
h (3)

luas ∆A

Di mana p adalah tekanan yang dialami dasar bejana. Dalam satuan


tekanan diukur dalam N/m2, dan dinamai Pascal yang disingkat Pa.
FLUIDA STATIKA
Pada kegiatan pertama ini dibahas mengenai fluida statik. Pada
kehidupan sehari-hari, sering digunakan air sebagai contoh. Marilah kita
perhatikan air tenang yang berada di tempayan.

Gambar 1. Gaya-gaya yang bekerja pada dinding tempayan

tempat fluida adalah gaya normal

Cairan yang berada dalam bejana mengalami gaya-gaya yang


seimbang sehingga cairan itu tidak mengalir. Gaya dari sebelah kiri
diimbangi dengan gaya dari sebelah kanan, gaya dari atas ditahan dari
bawah. Cairan yang massanya M menekan dasar bejana dengan gaya
sebesar Mg. Gaya ini tersebar merata pada seluruh permukaan dasar
bejana sebagaimana diperhatikan oleh bagian cairan dalam kolom kecil
pada gambar 2. Selama cairan itu tidak mengalir (dalam keadaan
statis), pada cairan tidak ada gaya geseran sehingga hanya melakukan
gaya ke bawah oleh akibat berat cairan dalam kolom tersebut:

W=mg=ρVg (1)

di mana ρ adalah kerapatan zat cair dan V adalah volume kolom. Jika V
= h ∆A, kita dapatkan:
W = ρ h ∆A g (2)

Jika berat itu ditopang oleh luasan ∆A, yang sebanding dengan luas ∆A,
akibatnya gaya ini tersebar rata di permukaan dasar bejana.

Tekanan sebagai perbandingan gaya dengan luas, seperti


diilustrasikan pada gambar 2.

gaya ρ h ∆A g

p = = = ρ g
h (3)

luas ∆A

Di mana p adalah tekanan yang dialami dasar bejana. Dalam satuan


tekanan diukur dalam N/m2, dan dinamai Pascal yang disingkat Pa.

Untuk cairan pertama : p1 g 2 1

Untuk cairan kedua : p1 g 2 1

Sehingga :

ρ1 g 2 1 = ρ2 g (d + 2 1)
atau

ρ2 2 ρ1 d+21

Perbandingan kerapatan suatu bahan terhadap kerapatan air


dinamakan kerapatan relatif atau gravitas spesifik dari bahan tersebut.

Archimedes mendapatkan suatu prinsip sebagai berikut. Apabila


suatu benda dicelupkan ke dalam cairan (seluruhnya atau sebagian),
benda itu mengalami gaya ke atas sebesar berat cairan yang
dipindahkannya.

Apabila sebuah benda dicelupkan ke dalam cairan, seperti


ditunjukkan dalam gambar 5, total gaya ke atas atau gaya angkat,
dilakukan pada benda. Akibat gaya ini terdapat perbedaan tekanan
pada bagian bawah dan bagian atas benda. Selama tekanan ini
tergantung pada kedalaman cairan, dengan mudah dapat kita hitung
gaya ke atas untuk sederhana, antara lain untuk balok tegar di mana
salah satu permukaannya horizontal.

Gambar 5. Gaya-gaya yang dialami benda di dalam cairan.

Benda yang bentuknya sembarang, agak sulit kita menentukan


tekanan karena bervariasinya titik-titik permukaan benda. Untuk itu
prinsip Archimedes sangat membantu. Andaikan benda dikeluarkan dari
dalam cairan akan menggantikan tempat benda sebanyak tempat yang
tadinya ditempati oleh benda. Jika volume tempat benda itu telah diisi
oleh cairan, ini menunjukkan bahwa adanya keseimbangan gaya yang
terjadi antar cairan penyelubung dengan bagian cairan yang
menggantikan tempat benda tersebut. Jadi gaya netto yang arahnya ke
atas adalah sama dengan m1 g, di mana m1 adalah massa cairan yang
mengisi volume yang ditinggalkan oleh benda.

Sekarang kita tinggalkan pengandaian tadi dengan benda


sesungguhnya yang massanya mo. Cairan mestilah melakukan kontak
dengan setiap titik pada permukaan benda yang memberikan gaya-
gaya sama di mana-mana. Gaya ini mestilah sama dengan gaya
penopang cairan yang volumenya adalah sama. Gaya ini adalah gaya
angkat (ke atas) yang besar.

Fb = mf g = ρ1 Vg (5)

Di mana m1 adalah massa cairan yang dipindahkan oleh benda yang


tercelup ke dalam cairan adalah kerapatan cairan. Gaya angkat ini
arahnya vertikal ke atas.

Persamaan 5 dinamakan Prinsip Archimedes yang dikemukakan


oleh Archimedes pada tahun 250 SM. Jika gaya ke atas lebih kecil
daripada berat benda yang dicelupkan, mala benda itu akan tenggelam.
Jika berat benda lebih kecil daripada gaya ke atas, benda itu akan
terapung. Seandainya ρo adalah kerapatan benda, dengan volume V,
maka beratnya

W = mo g = ρo V g

Gaya ke atas dinyatakan oleh persamaan 5.

Fb = ρ1 V g (6)

Netto gaya ke atas ketika benda semuanya tercelup dalam cairan

Fnet = Fb . W =( ρf. ρo) V g (7)


Jadi benda dengan kerapatan lebih besar dari kerapatan cairan akan
tenggelam, dan yang lebih kecil akan terapung.

Sekarang Anda lakukan latihan sebagai berikut.

1. Sebuah balon terbuat dari karet massanya 2 g diisi dengan gas


helium yang massanya ¾ g. JIka volume balon itu 41, akan kita cari
gaya ke atas netto yang bekerja pada balon.

2. Balok kayu yang kerapatannya 0,6 cm-3 berupa kubus dengan rusuk
10 cm terapung di dalam air seperti dilukiskan pada gambar 6. Akan
kita tentukan bagian kayu yang tidak tercelup dalam air.

Gambar 6.

Gambar 6.

1. Prinsip Archimedes di atas tidak hanya berlaku untuk cairan, tetapi


berlaku juga untuk gas. Balon yang berisi gas helium memindahkan
udara sebanyak volume balon yaitu 41.

Balon memindahkan 41 udara. Jika kerapatan udara 1,29 g/1 atau


1,29 x 10-3 kg/1, maka massa udara yang volumenya 41 adalah 5,1 x
103 kg, sehingga gaya ke atas
Fb = Wu = mu g = (5,1 x 10-3 kg) (9,8 m/s2)

= 5 x 10-2 N (arah ke atas)

Wbalon = (2,75 x 10-3 kg) (9,8 m/s2)

= 2,7 x 10-2 N (arah ke bawah)

Jadi gaya ke atas netto

Fnet = (5. 2,7) x 10-2 N = 2,3 x 10-2 N

2. Berat kubus kayu

Wk = ρ k Vk g di mana = 0,6 x ρa

Gaya ke atas

Fb = Wa = (f Vk) g

Di mana f adalah bagian kubus yang di bawah permukaan air (yang


tercelup). Dalam keadaan setimbang, gaya netto adalah nol,
sehingga

ρ k Vk g = ρa (f Vk) g atau

ρ k = ρa f sehingga

0,6 ρa

f = ρ k/ρa = = 0,6

ρa

Jadi 0,6 bagian kubus kayu tercelup di dalam air, sedang yang tidak
tercelup 0,4 bagian atau setinggi h = 4 cm.
Rangkuman

Besaran tekanan hidrostatik dinyatakan dengan rumus P = ρ gh.


Tekanan pada fluida statik akan diteruskan oleh fluida itu ke segala
arah sama rata.

TEKANAN HIDROSTATIS
Tekanan hidrostatis ( Ph) adalah tekanan yang dilakukan zat cair pada bidang
dasar tempatnya. Dengan rumus :

F
P= A

Keterangan : p : Tekanan (Nm −2 ) F : Besar Gaya (N) A : Luas permukaan


tempat gaya bekerja (m 2 )

PARADOKS HIDROSTATIS

Gaya yang bekerja pada dasar sebuah bejana tidak tergantung pada bentuk
bejana dan jumlah zat cair dalam bejana, tetapi tergantung pada luas dasar
bejana ( A ), tinggi ( h ) dan massa jenis zat cair ( ρ )
dalam bejana.

ρ = massa jenis zat cair


h = tinggi zat cair dari
Ph = ρ g h
permukaan
Pt = Po + Ph
g = percepatan gravitasi
F=PhA=ρ gV
Pt = tekanan total
Po = tekanan udara luar

HUKUM PASCAL
Tekanan yang dilakukan pada zat cair akan diteruskan ke semua arah
sama. Contoh hk. Pascal dalam peralatan adalah hidrolik.
F1 F
= 2
P1 = P2 → F1/A1 = F2/A2 atau
A1 A2

Contoh Soal :

Sebuah pengankat hidrolik bekerja berdasarkan tekanan air. Dari gambar tentukan besar gaya F yang dibutuhkan
−2 2
untuk mengangkatsebuah mobol yang masanya 1.200 kg, grafitasi 10 ms , A 1 : 20 cm Dan A 2 : 400 cm
2
. Jika masa masa pengisap dan masa alas tempat mobil diabaikan.

2 2 −2
Jawab : Dik : A 1 : 20 cm A 2 : 400 cm m :1.200 kg g : 10 ms

F mg
=
A1 A2
Dengan persamaan :

F (1200 ).(10 ) 1200 .20 24000


= =F = = = 600 N
20 400 400 400

jadi besar gaya yang dibutuhkan adalah 600 N....

Prinsip Pascal
Pengantar

Pernahkah kamu jalan-jalan ke bengkel ? Jangan jauh-jauh ke bengkel, mungkin


kamu pernah melihat mobil mogok di jalan karena ban dalam mobil tersebut
kempis alias pecah ?… nah, ketika roda mobil mengalami kerusakan maka om
sopir atau kondektur harus menggantinya dengan roda yang lain. Atau kadang
mobil harus digiring ke bengkel, soalnya yang nyetir pake dasi. Agar roda mobil
yang rusak bisa diganti maka digunakan bantuan dongkrak hidrolis. Tahukah kamu
bagaimana prinsip kerja dongkrak hidrolis ? mobil yang begitu berat bisa diangkat
dengan mudah. Aneh bin ajaib. Hehe… semuanya karena fisika.

HUKUM ARCHIMEDES
Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar
berat zat cair yang dipindahkan.

Rumus : F A =pC VC g

F A =Gaya keatas didalam air p C =Massa jenis zat cair


V C =Vol. zat cair g=Grvfitasi

Gaya keatas yang dialami sebuah benda akan berbeda-beda jika dicelupkan
pada beberapa jenis fluida. Hak ini disebabkan oleh massa jenis fluida berbeda-
beda.

Contoh soal :

Sebuah benda ditimbang di udara beratnya 200N. Ketika beda ditimbang didalam
air, berat benda menjadi 100N. Akan tetapi dalam caira lain beratnya menjadi
120N. Jika massa jenis air 1 gcm −3 dan percepatan gravitasi bumi 10 ms −2 .
Tentukan massa jenis cairan tersebut ?

Jawab : Dik : W diudara =200N W diair =100N W didalamcai ran =120N p air =1
gcm −3 =10kgm −3 =10 ms −2

Ketika ditimbang didalam air, gaya keatas yang dialami oleh benda adalah

F A = W diudara - W diair

F A =200N-100N=100N

Sehingga didapatkan

F A = p air V b g

100N = 10. V b .10 V b =10 −2 m 3 =10 4 cm 3

Ketika ditimbang didalamcairan,gaya keatas yang dialami adalah

F A = W diudara - W didalamcai ran

F A =200N-120N = 80N

Sehingga didapatkan

F A =p cair V b g 80N= p cair (10)(10) = 80N=0,1 p cair

80 −3 −3
p cair = 0,1 = 800 kgm = 0,8 gcm

TEGANGAN PERMUKAAN
Tegangan permukaan ( γ ) adalah besar gaya ( F ) yang dialami pada
permukaan zat cair persatuan panjang(l).
F
Dengan rumus: γ =
L

Ket : γ = Tegangan permukaan (Nm −1 ) F= Gaya (N) L= Panjang garis pada permukaan
(m)

KAPILARITAS
Kapilaritas ialah gejala naik atau turunnya zat cair ( y ) dalam tabung
kapiler yang dimasukkan sebagian ke dalam zat cair karena pengarah
adhesi dan kohesi. Dengan rumus:

2℘cos o
h=
p c gR

Contoh soal:

Sebuah pipa kapiler yang diameternya 4mm dan kaedua ujung pipa simaska
scara tegak lurus kedalam embr yange berisi air., jika koefisien tegangannya
permukaan air adalah7,27 ×10 −2 Nm −1 , sudut kontak permukaan cair sebesar
37 °c massa jenis air 2 gcm dan gravitasi bumi 10ms −2 . Tentukan tigggi
kenaikan air didalam pipa?

Jawab: Dik: γ = 7,20 ×10 −2 Nm −1 R=2mm=2 ×10 −3 m g=10ms −2 cos


37=0,8 p c =1gcm −3 =10 3 kgm −3 dengan menggunakan persamaan :

2℘cos o 2(7,27 ×10 −2 Nm −1 )( 0,8)


h= = =0,58cm ×10 −2 m=0,58cm
p c gR (10 3 kgm −3 )(10 ms −2 )( 2 ×10 −3 m)

jadi kenaikan air didalam pipa kapiler sebesar0.58 cm


PENUTUP

Dengan rasa syukur penulis mengucapkan Alhamdulillah karena bisa


meyelesaikan makalah fisika ini. Dan penulis berterima kasih kepada seluruh rekan-
rekan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini.

Adapun penutup kata kami dalam makalah ini adalah kami berharap dengan
adanya makalah ini semoga dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan bisa membantu
banyak dalam proses belajar mengajar disekolah.

Wassalam...