Anda di halaman 1dari 14

THE JURNAL OF LONG WAVE

Name : Dona Destian


Class : XII IPA 2
Teacher : Irnanda, S.Si

ISLAMIC BOARDING SCHOOL


TECHNOLOGY OF RIAU
PENDAHULUAN
Assalamualaikum, Wr.Wb
Segala puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-
Nya sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Sholawat serta salam marilah kita sampaikan kepada rosulullh saw yang telah
menunjukan kita jalan kebenaran.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari banyak terdapat kekurangan, maka
dari itu penulis membuka lebar pinti saran dan kritik baik dari guru pembimbing maupun
dari seluruh pembaca.
Wassalamualaikum.Wr.Wb

Penulis

Dona Destian

PEMAPARAN KONSEP
A. GELOMBANG
1. Pengertian gelombang

Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang
akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin
radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat
pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya
memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat
memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel
medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Malahan, setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu.

Suatu medium disebut:

1. linear jika gelombang yang berbeda di semua titik tertentu di


medium bisa dijumlahkan,
2. terbatas jika terbatas, selain itu disebut tak terbatas
3. seragam jika ciri fisiknya tidak berubah pada titik yang berbeda
4. isotropik jika ciri fisiknya "sama" pada arah yang berbeda
2. Macam-macam gelombang

Berdasarkan arah getar:

1. Gelombang transversal ⇒ arah getarnya tegak lurus arah rambatnya.

Suatu gelombang dapat dikelompokkan menjadi gelombang trasnversal jika


partikel-partikel mediumnya bergetar ke atas dan ke bawah dalam arah tegak lurus
terhadap gerak gelombang. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali.
Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun
dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Bentuk gelombang
transversal tampak seperti gambar di bawah.

Berdasarkan gambar di atas,


tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal, sedangkan
arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus yang digambarkan
di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium
(misalnya tali atau air). Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik
terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau
kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik
yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut
lambda – huruf yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak
dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.

2. Gelombang longitudinal ⇒ arah getarnya searah dengan arah rambatnya.


Perhatikan gambar di bawah…

Pada gambar di atas


tampak bahwa arah getaran sejajar dengan arah rambatan gelombang. Serangkaian
rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Rapatan merupakan daerah di
mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan merupakan daerah di
mana kumparan pegas saling menjahui. Jika gelombang tranversal memiliki pola
berupa puncak dan lembah, maka gelombang longitudinal terdiri dari pola rapatan
dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau
regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang
sama dan berurutan pada rapatan atau regangan (lihat contoh pada gambar di atas).

Salah satu contoh gelombang logitudinal adalah gelombang suara di udara. Udara
sebagai medium perambatan gelombang suara, merapat dan meregang sepanjang
arah rambat gelombang udara. Berbeda dengan gelombang air atau gelombang tali,
gelombang bunyi tidak bisa kita lihat menggunakan mata. anda suka mendenger
musik khan ? nah, coba sentuh loudspeaker ketika dirimu sedang memutar lagu.
Semakin besar volume lagu yang diputar, semakin keras loudspeaker bergetar.
Kalau diperhatikan secara seksama, loudspeaker tersebut bergetar maju mundur.
Dalam hal ini loudspeaker berfungsi sebagai sumber gelombang bunyi dan
memancarkan gelombang bunyi (gelombang longitudinal) melalui medium udara.

- Berdasarkan cara rambat dan medium yang dilalui :

1. Gelombang mekanik ⇒ yang dirambatkan


adalah gelombang mekanik dan untuk perambatannya diperlukan medium.

2. Celombang elektromagnetik ⇒ yang dirambatkan


adalah medan listrik magnet, dan tidak diperlukan medium.

- Berdasarkan amplitudonya:

1. Gelombang berjalan ⇒ gelombang yang amplitudonya


tetap pada titik yang dilewatinya.

2. Gelombang stasioner ⇒ gelombang yang amplitudonya


tidak tetap pada titik yang dilewatinya, yang terbentuk dari interferensi dua
buah gelombang datang dan pantul yang masing-masing memiliki frekuensi
dan amplitudo sama tetapi fasenya berlawanan.

3. Sifat-sifat Gelombang
Pada pembahasan ini kita akan mempelajari sifat – sifat gelombang yang
meliputi pemantulan, pembiasan, disperse, interferensi, difraksi dan polarisasi.

a. Pemantulan Gelombang (Refleksi Gelombang)

gambar:refraksi gelombang.jpg

Pemantulan gelombang pada tangki riak, pada pemantulan ini diperoleh gelombang
lingkaran yang pusatnya adalah sumber gelombang S. Gelombang pantul yang
dihasilkan oleh bidang lurus juga berupa gelombang lingkaran S sebagai pusat
lingkaran. Jarak S ke bidang pantul sama dengan jarak s ke bidang pantul.
Menurut Hukum Snellius, gelombang datang, gelombang pantul, dan garis
normal berada pada satu bidang dan sudut dating akan sama dengan sudut pantul,
seperti tampak pada gambar berikut:
Muka Gelombang

Muka gelombang (Front wave) didefinisikan sebagai tempat kedududkan


titik – titik yang memiliki fase yang sama pada gelombang, pada gambar di
samping ini menunjukkan lingkaran – lingkaran tersebut merupakan muka
gelombang. Jarak antara muka gelombang yang berdekatan sama dengan satu
gelombang (λ). Sinar gelombang adalah garis yang ditarik dengan arah tegak lurus
terhadap muka gelombang
b. Pembiasan Gelombang (Refraksi Gelombang)

Pada pemantulan gelombang, gelombang yang tiba di batas medium akan


dipantulkan ke arah semula. Pada pembiasan, gelombang yang mengenai bidang
batas antara dua medium, sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan
diteruskan atau dibiaskan. Gelombang yang dibiaskan ini akan mengalami
pembelokan arah dari arah semula tergantung pada mediumnya.
Pada medium kedua, cepat rambat gelombang mengalami perubahan dan perubahan
ini pun tergantung pada mediumnya. Dengan kata lain, pembiasan gelombang
adalah pembelokan arah lintasan gelombang etelah melewati bidang batas antara
dua medium yang berbeda.

gambar:refraksi gelombang1.jpg

Gambar pembiasan sinar dari udara ke air

Pada gambar diatas diperlihatkan pembiasan cahaya dari medium udara dengan
indeks bias n, ke medium air yang memiliki indeks bias n2. Menurut Hukum
Snellius tentang pembiasan:
1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias, terletak pads satu hidang datar.
2. Sinar yang datang dari medium dengan indeks bias kecil ke medium dengan
indeks bias yang lebih besar dibiaskan mendekati garis normal, dan sebaliknya.
3. Perbandingan nilai sinus sudut datang (sin i) terhadap sinus sudut bias (sin r) dari
satu medium ke medium lainnya selalu tetap. Perbandingan ini disebut sehagai
indeks bias relatif suatu medium terhadap medium lain. Secara matematis Hukum
Snellius dapat dirumuskansebagai berikut:

c. Interferensi Gelombang
Keterangan:
(a) Dua Gelombang Sefase
(b) Dua gelombang berlawanan fase

Dua gelombang disebut .sefase. jika kedua gelombang tersebut memiliki frekuensi
sama dan pada setiap saat yang sama memiliki arah simpangan yang sama pula.
Adapun dua gelombang disebut berlawanan fase, jika kedua gelombang tersebut
memiliki frekuensi sama, dan pada setiap seal yang sama memiliki arah simpangan
yang berlawanan. Jika dua gelombang sefase dan dua gelombang
berlawanan fase mengalami interferensi, akan didapatkan seperti gambar
dibawah ini:

Keterangan:
(a) Interferensi maksimum dua gelombang sefase
(b) Interferensi minimum dua gelombang berlawanan fase

d. Difraksi gelombang

Peristiwa difraksi atau lenturan dapat terjadi jika sebuah gelombang melewati
sebuah penghalang atau melewati sebuah celah sempit. Pada suatu medium yang
serba sama, gelombang akan merambat lurus. Akan tetapi, jika pada medium
tersebut gelomhang terhalangi, bentuk dan arah perambatannya dapat berubah.
Perhatikan Gambar diatas. Sebuah gelombang pada permukaan air merambat lurus.
Kernudian, gelombang tersebut terhalang oleh sebuah penghalang yang memiliki
sebuah celah sempit. Gelombang akan merambat melewati celah sempit tersebut.
Celah sempit seolah-olah merupakan sumber gelomhang baru. Oleh karena itu.
setelah melewati celah sempit gelombang akan merambat membentuk Imgkaran-
lingkaran dengan celah sempit tersebut sebagai pusatnya.

e. Dispersi Gelombang

Perubahan bentuk gelombang ketika melewati suatu medium disebut disperse


gelombang.
Gelombang longitudinal, seperti gelombang bunyi, kecil sekali mengalami disperse
atau bahkan tidak sama sekali. Sifat inilah yang digunakan dalam pencitraan dengan
mengunakan USG (Ultra Sonografi).

Sudut Dispersi

Bila cahaya putih (polikromatik) atau cahaya matahari melewati suatu prisma maka
cahaya yang keluar dari prisma berupa spektrum cahaya matahari yang terdiri atas
warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nilla, dan ungu. Penguraian warna
polikromatik menjadi warna monokromatik yang disebabkan oleh perbedaan cepat
rambat dari masing – masing warna disebut dengan disperse.

f. Polarisasi Gelombang

Gelombang yang hanya merambat pada satu bidang disebut gelombang terpolarisasi
linier, sedangkan gelombang yang merambat tidak pada satu bidang disebut
gelombang takterpolarisasi.

Keterangan :

'
(a) Gelombang terpolarisasi linier pada arah vertical

(b) Gelombang terpolarisasi linier pada arah horizontal

(c) Gelombang takterpolarisasi


Gelombang cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya yang getarannya hanya
dalam satu bidang, proses untuk mengubah cahaya takterpolarisasi menjadi cahaya
terpolarisasi dikenal sebagai polarisasi.

BEBERAPA RUMUS YANG MENYERTAI GELOMBANG


BESERTA CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

a. persamaan gelombang hasil superposisi

y = y 1 + y 2 = A sin ω t + A sin ( ω t + ∆θ )

contoh soal :

1. Dua gelombang melalui pada medium dan arah getar yang sama. Jika diketahui
persamaan getaran disuatu titik yang dihasilkan dari setiap gelombang tersebut adalah y
1 = 0,05 sin ( 16 π t - π x ) m dan y 2 = 0,05 sin ( 16 π t - π x ) m,
tentukanlah :

a. Amplitudo gelombang untuk x = 0,25 m,


1
b. Simpangan superposisi gelombang x = 0,25 m dan t = s.
48
Jawab :
a. superposisi kedua gelombang
y = y 1 + y 2 = 0,05 sin ( 16 π t - π x ) - 0,05 sin ( 16 π t - π x )
= 0,1 sin ( 16 π t) cos ( π x)
= cos ( π x) ,1 sin ( 16 π t)
Untu x= 0,25 m, amplitudo super posisi gelombang A s adalah :
As = 0,1 cos π x
1 
= 0.1  2  = 0,05 2 m=5 2 cm
2 
π  16π  π  π 
b. y = 0,1 cos   sin   = 0,1 cos   sin  
4  48  4 3
1  1 
= 0.1  2  3  = 0,025 6 m = 2,5 6
 2   2 

 t − x 
persamaan gelombang pantul y p = A sin 2 π  − 
T λ 

x
persamaan amplitudo gelombang A s = 2A sin 2 π  
λ

λ
Menentukan letak perut gelombang x = (2n + 1)
4

Contoh soal :

Seutas tali yang panjang nya 4 m dengan satu ujung terikat, digetarkan sehingga
pada tali merambat gelombang sinus dengan amplitudo 5 cm,periode 0.2
panjanglombang 25 cm. Jika x adalah jarak sebuah titik dari ujung pantulan,
tentukanlah :
1
a. persmaam simpang gelombang datang pada x = m
3
1
b. Ampliytudo superosisi gelombang pada x = m
3
c. Letak perut gelombang dari ujung pemantulan
Jawab :
 1  
 4 −  
 t − x 
 = 0,05 sin 2 π  t − 3 
a. y p = A sin 2 π  −  0,2 0,25 
T λ   
 
 88π 
= 0,05 sin 10πt −  meter
 3 
1
d. Amplitudo superposisi gelombang pada x = m
3
 1 
 
x
A s = 2A sin 2 π   = 2 (0,05) sin 2 π  3 
λ 0,25



 
2 2
= 0,1 sin 2 = 0,1sin π = 0,1sin 120 0
3π 3
 1 
= 0,1  3 m = 0,05 3 m
 2 
c. letak perut gelombang dari ujung pemantulan

λ 1
x = (2n + 1) dengan n = 0,1,2,3.... dan = m
4 4
λ λ λ 1 3 5
= ,3 ,5 ,.... = m, m, m
4 4 4 6 6 16

b. persamaan gelombang pada ujung tali bebas

Secara sederhana, persamaan simpangan superposisi gelombang dititik Q dapat


dituliskan menjadi :

x t 
y = 2A cos 2 π   sin 2π  − 
λ  T λ 

contoh soal :

Seutas tali panjang 5 m dengan ujun iktannya dapat bergerak bebas, dan ujung
lainnya digetarkan dengan frekwensi 8 Hz sehingga gelombnag merambat dengan
kelajuan 3 ms. Jika diketahui amplitude gelombang 10 cm tentukanlah persamaan
simpang superposisi gelombang dititik p yang berjarak 1 meter dari ujung
pemantulan?
Jawab :

v 3 1
Dik :  = 5 f = 8 Hz, v = 3 ms −1 , A = 10 cm = 0,1 m, λ = f = 8 m, danT = 8 s
x t 
y = 2A cos 2 π   sin 2π  − 
λ T λ 
m007Ay2ssaa
1  t 5
   
3 sin 2π − 3 
1
= 2(0,1) cos 2 π
8  8 8
   
   

16 π  80π 
= 0,2 cos sin 16πt − meter
3  3 

“GOOD LUCK”

PENUTUP

Ilmu pengetahuan begitu penting dalam kehidupan ini, dengan ilmu semua yang
kita lakukan menjadi mudah. Apalagi di zaman globalisasi ini, tidak sedikit
teknologi-teknologi terbaru yang ditemukan oleh para ilmuan. Maka dari itu dengan
kondisi yang modern seperti ini harus benar-benar kita manfaatkan sebaik-baik
mungkin untuk kemajuan dan kesuksesan dalam mencapai cita-cita yang kita
inginkan.

Namun dengan kondisi yag seperti ini juga kita harus tetap bisa menjadi orang
yang memiliki potensi bahwa kita adalah anak muslim yang memiliki sikap rendah
hati, berbudi pekrti luhur, berahlaq sopan kepada siapapun. Seperti pepatah pernah

mengatakan ”jadilah seperti ilmu padi, yang kian


tinggi kian merunduk”...
Demikianlah yang bisa saya tuliskan dalam makalah ini semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembelajaran kita kedepannya, amiin..