Anda di halaman 1dari 2

APAKAH ALLAH adalah NAMA DARI YESUS ?

Menurut Dr.Robert M : “Umat Kristen tidak menyatakan bahwa Allah adalah nama dari Messias atau Kristus
sebagaimana yang dinyatakan dalam Surat 5 : 72 . Umat Kristen percaya pada Tuhan yang Esa yang beroknum 3 ( tiga )
dan bahwa Yesus Kristus adalah manusia dan sekaligus Tuhan.” [dlm bukunya versi PDF : Islamic Invasion hal.163]

Hj.Irena Handono, et al. selaku wakil dari Islam menjawab pertanyaan ini dengan penjelasan yang lebih rasional dan
bisa diterima oleh akal disertai fakta-fakta ke-ilmu-annya mengenai bahasa Arab, sbb :

Terjemahan secara umum (yang sering dipakai) Surat Al-Maa’idah : 72


“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam",
padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang
yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya
ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun.”

Terjemahan secara literal Surat Al-Maa’idah : 73.


“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya Allah adalah yang ketiga dari tiga”,
padahal tidak ada tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”

Terjemahan secara umum (yang sering dipakai) Surat Al-Maa’idah : 73.


“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-
kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka
katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”

Dalam menerjemahkan Surat Al-Maa’idah : 73 diatas, kami telah membuat 2 terjemahan, yang pertama secara literal
dan yang kedua secara umum / yang sering dipakai dlm Quran terjemahan, secara literal 2 kalimat “tsaalitsu tsalaatsah”
dlm bahasa Arab sering memakai makna –nakirah (indefinite) yang menjadi ma’rifah (definit) karena di nisbatkan
kepada kata yang lain untuk makna “yang ke-tiga” seperti dalam Surat Al Kahfi : 22.

Terjemahan secara umum (yang biasa dipakai) Surat Al-Kahfi : 22, adalah :
“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan
(yang lain) mengatakan: "(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan
terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah
anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan)
mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran
lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.”

Untuk penerjemahan “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang ke-empat
adalah anjingnya..”, bila kita menerjemahkan (“..tiga orang yang ke-empat..”) sama dengan kalimat “tsaalitsu
tsalaatsah” sebagai “..yang ke-tiga dari tiga..”, maka dengan terjemahan ini kita dapat melihat siapa saja oknum dalam
doktrin Trinitas, secara umum umat Kristen menempatkannya secara berurutan sebagai berikut :
1. Tuhan Allah / Bapa
2. Tuhan Anak / Yesus
3. Roh Qudus
Berdasarkan terjemahan “yang ke-tiga” dari Al-Maa’idah : 73, maka merujuk kepada “Roh Qudus” sebagai oknum “ke-
tiga” dalam doktrin Trinitas tersebut.

Ada satu hikmah yang bisa diambil dibalik penggunaan kata “tsalaatsah” dimana disebutkan nakirah (indefinite) yang
menunjukkan makna umum, untuk menghindari adanya makna yang pasti/sudah diketahui yaitu ma’rifah (definit).
Dengan keumuman ini, ayat tersebut menyatakan “dianggap kafir upaya penggabungan/pensejajaran/penyekutuan tiga
macam dzat, atau tiga macam sifat, atau makna apapun yang di inginkan mereka yang menetapkan ajaran Trinitas”, dan
artinya Islam tidak mengakui bahwa Trinitas adalah ajaran untuk meng-Esa-kan Tuhan (Allah).

Sedangkan Dr.Robert Morey yang tidak “tahu menahu” tentang masalah bahasa Arab, dengan berani menyatakan
bahwa “AlQur’an tidak pernah mengkritik doktrin Trinitas”, dari kalimatnya terlihat jelas sekali Dr.Robert Morey
“menelan mentah-mentah” terjemahan (secara umum) “..salah satu dari yang tiga..” untuk membenarkan doktrin
Trinitas ini.

Tauhid (Monotheisme) dalam pandangan Islam (ataupun ajaran dari para nabi sebelum Muhammad) tidak memberikan
makna bahwa Allah yang Esa selaku Tuhan semesta alam berarti bisa memiliki sifat yang sama persis dengan apa yang
pernah diciptakanNya, apalagi bila sampai disejajarkan dengan ciptaanNya sendiri, dengan menghilangkan oknum “Roh
Qudus” maka makna kata dari “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” yang dikatakan oleh Yesus
seperti yang terdapat juga dalam alkitab merupakan ajaran yang sesungguhnya (ajaran yang lurus) dan tidak merujuk
bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri.

Profile Ringkas Dr.Robert Morey

Dr. Robert Morey, seorang sarjana Teologia dan Apologetik ( cabang Teologia yang berurusan dengan mempertahankan
/ membela kekristenan ) yang terkenal di dunia. Dia telah menulis lebih dari 40 buku – sejumlah diantaranya telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, Finisia, Cina, Norwegia, Swedia, dan
Polandia. Dia adalah sarjana terkemuka yang diakui dunia dalam bidang filsafat, theology, ilmu perbandingan agama,
sekte dan occult. Dia juga seorang direktur eksekutif dari suatu yayasan pendidikan dan penelitian yang mendedikasikan
waktunya untuk mengadakan penelitian dan pengkajian mengenai kelangsungan dan masa depan kekristenan dan
budaya serta pikiran – pikiran barat.