Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman BAB 4

Terbentuknya Negara Kebangsaan Negara Indonesia


Oleh: Jessica Felisa Nilam – XI.SCI.2

I. Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia


a. Transformasi Etnik
Pergerakan dan perjuangan pada awalnya hanya terbatas pada wilayah
kerajaan atau membebaskan penduduknya dari penindasan bangsa-bangsa Eropa.
Gerakan ini juga dapat disebut dengan gerakan etnik, karena masing-masing
daerah di wilayah di Indonesia memiliki etnik-etnik yang berbeda dengan adapt
dan tradisi yang berbeda pula. Gerakan etnik berlangsung sangat lama karena
masing-masing etnik hanya mementingkan keselamatan dan kebebasan etniknya
sendiri. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda memanfaatkan etnik yang
satu untuk menundukkan etnik yang lain, dan akhirnya mempermudah dan
mempercepat proses pendudukan yang dilakukannya. Akhirnya, pada abad ke-19
hampir seluruh wilayah Indonesia telah berada di bawah kekuasaan pemerintah
kolonial Belanda.
Munculnya gerakan nasionalisme di Cina yang dipimpin oleh Dr. Sun Yat
Sen sangatlah berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat keturunan Cina di
Indonesia. Berbagai bentuk usaha yang dibangun oleh masyarakat Cina Indonesia
terlalu dibatasi oleh pemerintah kolonial Belanda sehingga menimbulkan berbagai
macam aksi perlawanan yang terjadi hampir di seluruh Indonesia, seperti yang
dilakukan di Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan daerah-daerah wilayah Indonesia.
Dengan demikian, perlawanan masyarakat keturunan Cina di wilayah Indonesia
dapat mempengaruhi kedudukan pemerintah kolonial Belanda.

b. Pergerakan Bersifat Kedaerahan


Sejak masuknya kekuasaan bangsa Eropa di wilayah Indonesia khususnya
bangsa Belanda muncul berbagai macam perubahan dalam tatanan kehidupan
masyarakat pribumi. Tindakan untuk menghapuskan kedudukan yang didasarkan
pada adat penguasa pribumi dan kemudian dijadikan pegawai pemerintah telah
meruntuhkan kewibawaan penguasa tradisional. Hubungan rakyat dan para bupati
hanya terbatas pada urusan administrasi dan pemungutan pajak. Upacara yang
menyangkut tradisi disederhankan oleh pemerintah kolonial Belanda sehingga
ikatan tradisi antar masyarakat pribumi pun menjadi lemah.
Berbagai aturan telah dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk
melindungi masyarakat bumi dari kerja yang terlalu memberatkan tetapi tindakan
sewenang-wenang tuan tanah masih kerapkali terjadi. Kerusuhan yang terjadi saat
pemungutan pajak sering disebut dengan kerusuhan cuke (pajak).
Salah satu contoh bentuk kerusuhannya adalah kerusuhan yang terjadi di
Ciomas akibat penderitaan rakyat yang terlalu berat. Mohammad Idris memimpin
kerusuhan tersebut dan dalam serangan tersebut camat Ciomas pun terbunuh dan
sasaran lainnya adalah para pegawai pemerintah, para tuan tanah, para pedagang,
dan lintah darat.
Gerakan Ratu Adil merupakan gerakan yang muncul atas kepercayaan
rakyat atas datangnya seorang tokoh yang dapat membebaskan rakyat pribumi
dari kesengsaraan akibat penjajahan. Tokoh itu digambarkan sebagai seorang ratu
adil atau Imam Mahdi. Mereka menghendaki agar keadaan yang jelek dihapuskan
dan digantikan oleh keadaan yang adil, makmur dan tenteram.
Pada tahun 1903, muncul pemberontakan di Sidoarjo yang dipimpin oleh
Kyai Kasan Mukmin. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan penjelmaan Imam
Mahdi dan ia mengajak penduduk pribumi untuk turut serta melawan pemerintah
kolonial Belanda. Pemberontakan itu ternyata hanya berlatar belakang yang luas
dan merupakan pelampiasan rasa dendam terhadap para penguasa pemerintah
kolonial Belanda

II. Pembentukan Identitas Nasional dan Terbentuknya Nasionalisme Indonesia


a. Istilah “Indonesia”
Kata “Indonesia” telah dijadikan identitas nasional dan menjadi perekat
serta lambang perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan dan pergerakan yang
bersifat kedaerahan pun perlahan menghilang. Gerakan-gerakan dan perjuangan
yang dilakukan berubah tujuan dari untuk daerah sendiri menjadi untuk seluruh
bangsa Indonesia.
J.R Logan, seorang pegawai Inggris, merupakan orang pertama yang
menggunakan istilah “Indonesia” untuk menyebut kepulauan dan penduduk
nusantara di dalam artikelnya pada tahun 1850. Ia berpendapat bahwa Indonesia
yang kaya alamnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk Inggris.

b. Terbentuknya Nasionalisme Kebangsaan Indonesia


Selama masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah colonial
Belanda memberikan pendidikan bagi beberapa kalangan di Indonesia. Pada
dasarnya, pendidikan diadakan oleh pemerintah kolonial Belanda hanya untuk
mencetak pegawai admistrasi dengan biaya gaji yang murah karena mereka
merupakan masyarakat pribumi.
Diskriminasi etnis dilakukan untuk membedakan antara penguasa dengan
yang dikuasainya. Dalam bidang edukasi, tempat untuk menimba ilmu antar
bangsa dibedakan seperti ELS untuk putra-putri pejabat Eropa, HCS untuk
keturunan Cina dan HIS untuk bangsa pribumi. Secara politik, hal itu
dimaksudkan dengan politik memecah belah (Divide et empera).

c. Nasionalisme Indonesia dan Perkembangan Nasionalisme di Asia


Tenggara
Terbentuknya nasionalisme kebangsaan di Indonesia di pengaruhi oleh
perkembangan paham – paham baru dari luar wilayah Indonesia seperti paham
nasionalisme. Indonesia banyak dipengaruhi oleh India. Gerakan – gerakan
nasionalisme di Indonesia dipelopori oleh gerakan Swadesi yang diajarkan oleh
Mahatma Gandhi atau pendidikan Santiniketan oleh Rabindranath Tagore.
Melalui nasionalisme yakni senjata ampuh untuk menghadapi kekuasaan
kolonial Belanda maka Indonesia dapat dipersatukan dan berjuang hingga
mencapai kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.