Anda di halaman 1dari 21

Journal Reading

IRIGASI HIDUNG UNTUK GEJALA SINUS KRONIK PADA PASIEN


RHINITIS ALERGI, ASMA, POLIPOSIS HIDUNG : SEBUAH
PENELITIAN PEMBENTUK HIPOTESIS

Disusun Oleh:

Pembimbing:

dr. Sudarman Sp.THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG


TENGGOROK FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR.
MOEWARDI
SURAKARTA
2010

1
IRIGASI HIDUNG UNTUK GEJALA SINUS KRONIK PADA PASIEN
RHINITIS ALERGI, ASMA, POLIPOSIS HIDUNG : SEBUAH
PENELITIAN PEMBENTUK HIPOTESIS

David P. Rabago1, Emily Guerard2, dan Don Bukstein3

1
Department of Family Medicine School of Medicine and Public Health
University of wisconsin-Madison Madison, WI USA

2
School of Medicine and Public Health University of Wisconsin-Madison
Madison, WI USA

3
Dean Health Systems Madison, WI USA

ABSTRAK

Latar belakang

Rhinosinusitis merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai,


membutuhkan biaya perawatan yang mahal, dan menyebabkan gangguan kualitas
hidup dari penderita. Gejala sinus yang kronik berhubungan dengan rhinitis alergi,
asma, poliposis hidung. Irigasi salin hidung merupakan suatu penemuan terbaru
untuk mengatasi rhinosinusitis dan gejala sinus.

Tujuan

Untuk menilai penggunaan irigasi hidung untuk perbaikan gejala sinus


kronik yang berhubungan dengan alergi, asma, dan poliposis hidung.

Model penelitian

Studi kualitatif menggunakan teknik wawancara secara mendalam dan


dalam jangka lama.

2
Peserta

28 orang pada studi kualitatif

Perlakuan

Irigasi hidung tiap hari

Data keluaran

Data kualitatif

Hasil

Data dari hasil wawancara telah disusun secara sistematik. 12 dari 21


peserta dengan rhinitis alergi menyatakan bahwa HSNI memperbaiki gejalanya. 2
dari 7 peserta dengan asma dan 1 dari 2 peserta dengan poliposis hidung
menyatakan bahwa adanya hubungan yang positif antara penggunaan HSNI
dengan gejala yang mereka derita. Dari data-data tersebut didapatkan: 1) HSNI
memperbaiki gejala rhinitis alergi dan asma, dan 2) HSNI harus digunakan untuk
memperbaiki gejala rhinitis alergi.

Kesimpulan

Studi hipotesis generalisata ini menawarkan data kualitatif yang bersifat


sugestif kepada pasien yang sering mengalami gejala sinus harian dan
rhinosinusitis, gejala pada rhinitis alergi yang bersamaan dengan asma, atau
poliposis yang menunjukkan perbaikan gejala dengan HSNI. Studi sebelumnya
menunjukkan bukti yang kuat bahwa HSNI efektif sebagai terapi tambahan untuk
gejala rhinosinusitis kronik. Namun studi prospektif yang lebih luas masih tetap
dibutuhkan untuk kasus ini.

Kata Kunci

Irigasi hidung, rhinitis alergi, studi kualitatif.

3
PENDAHULUAN

Rhinosinusitis merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai,


membutuhkan biaya perawatan yang mahal, dan menyebabkan gangguan kualitas
hidup dari penderita.1 Pada beberapa pasien, keluhan sinus ini menjadi kronis dan
epidemiologinya berhubungan dengan asma,2,3 rhinitis alergi,4,5 poliposis hidung,6
meskipun patofisiologi yang pasti belum dapat dimengerti. Kondisi-kondisi
tersebut menyebabkan angka morbiditas, biaya, dan gangguan kualitas hidup yang
signifikan bagi penderita.1,7 Rhinitis alergi terjadi pada 20-40 juta orang di
Amerika,8 menyebabkan absen kerja sebesar 3,5 juta, absen sekolah 2 juta
pertahun,9 dan menyebabkan penurunan produktifitas sebanyak 28 juta.10 Total
biaya yang dikeluarkan untuk rhinitis alergi sebesar 250 juta dolar pada tahun
1998 dan 291,6 juta dolar pada tahun 2002.11 Biaya kesehatan untuk rhinitis alergi
cenderung meningkat tiap tahun, sebesar 12%.12 Pengobatan rhinitis alergi
membutuhkan biaya yang mahal dan efek samping yang signifikan sehingga
menyebabkan pembengkakan anggaran sekitar 3,8 milyar dolar. 13

Irigasi hidung dengan salin hipertonik (HSNI) merupakan suatu terapi


tambahan untuk rhinosinusitis dan gejala sinus. HSNI menyebabkan pelebaran
kavum hidung, memfasilitasi pengeluaran alergen maupun bahan iritan lain pada
mukosa (gambar 1).15 Terapi ini sering digunakan di Wisconsin, sebuah penelitian
terbaru yang melibatkan 286 dokter keluarga, ditemukan bahwa penggunaan
HSNI untuk keluhan rhinosinusitis kronik sebesar 91%, ISPA (81%), rhinitis
alergi (70%), rhinitis iritan (48%), asma (9,1%) (rabago Unpublished data). HSNI
juga digunakan pada perawatan post operasi pembedahan sinus endoskopi dan
penggunaan kortikosteroid hidung pada pasien rhinitis alergi. Salah satu penelitian
mengatakan bahwa penggunaan salin dalam bentuk spray hidung akan mencegah
ISPA karena virus16 tetapi penelitian lain menyatakan bahwa penggunaan tersebut
tidak memberikan manfaat dalam mengurangi keparahan maupun durasi
penyakit.17 HSNI diidentifikasi sebagai suatu komponen yang penting dalam

4
perawatan sinus dan hidung, serta HSNI ini efektif dan tidak mahal. 18 Cochrane
collaboration melaporkan bahwa HSNI merupakan suatu terapi baru yang efektif
untuk keluhan rhinosinusitis kronik.19

Sepuluh penelitian yang dilakukan secara acak terkontrol (RCT)


menyatakan HSNI aman, efektif dan mudah ditoleransi untuk keluhan
rhinosinusitis dan sinusistis kronik yang dihubungkan antara perbaikan penyakit
dengan nilai perbaikan kualitas hidup penderita dan diukur pada anak dan
dewasa.20-29 Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa irigasi hidung efektif
pada rhinitis alergi pada anak-anak.30 Dalam pengawasan ketat selama 6 bulan
pada RCT28 dan 18 bulan follow up pada penelitian DR, 31 peserta menggunakan
HSNI 2%, menunjukan perbaikan kualitas hidup, tingkat kepuasan yang baik dari
pasien, penurunan penggunaan antibiotik, spray hidung, dan perbaikan gejala
sinus. Sebuah penelitian kualitatif dari 28 subjek memberikan informasi mengenai
kesuksesan penggunaan HSNI,32 dimana subjek merasakan kepuasan pengobatan
dan terkendalinya gejala sinus mereka, bahkan penggunaaan HSNI ini dapat
meningkatkan kualitas hidup mereka dengan pemakaian HSNI dirumah, maka
untuk hal tersebut diperlukan adanya edukasi dan pelatihan yang baik tentang cara
penggunaan HSNI dirumah.

Selama wawancara pengambilan data,32 beberapa subjek secara spontan


menyatakan bahwa penggunaan HSNI mampu memperbaiki gejala rhinitis alergi,
asma, poliposis hidung, karena 1) epidemiologi dan patofisiologi berhubungan
dengan kondisi dan gejala sinus 2) HSNI mampu memperbaiki gejala-gejala
tersebut, kami beranggapan bahwa HSNI mungkin dapat berfungsi sebagai terapi
tambahan untuk kondisi tersebut.

Oleh karena itu, kami menganalisis ulangdata kualitatif, untuk mengkaji


pertanyaan penelitian yaitu “apakah subjek yang menggunakan HSNI untuk
mengatasi gejala sinus kronik yang didiagnosa rhinitis alergi, asma, poliposis
hidung akan menunjukan adanya perbaikan gejalanya?”

5
METODE

Metode berupa penelitian secara acak terkontrol (Randomized Controlled


Trials) paling awal dan studi follow-up (fase 1-3) telah dilaporkan
sebelumnya.28,31,32 Studi terakhir, fase 4 (gambar 2) telah diakui oleh UW Human
Subjects Committee. Kriteria inklusi fase 1 adalah dua atau lebih fase akut
rhinosinusitis, atau 1 atau lebih episode rhinosinusitis kronik pertahun untuk 2
tahun sebelumnya, dan beban QOL (Quaility Of Life) sehari-hari dari derajat
sedang sampai berat berhubungan dengan gejala sinus. Intervensi subjek pada fase
1 dan 2 digunakan larutan salin buffered tiap hari selama 18 bulan. (Gambar 1)28
pada fase 3, subjek dimasukkan dalam studi kualitatif. Dengan metode wawancara
secara mendalam dan jangka lama, diperoleh sampel sebanyak 20-30 subjek yang
diambil dari kelompok populasi subjek yang lebih besar dengan pengalaman
yang hampir sama atau memiliki data relevan yang hampir sama.33 Jadi, 28 subjek
pada fase 1 dan 2 diwawancarai untuk membedakan golongan berhubungan
dengan penggunaan HSNI (High Soluble Nasal Irrigation) (Tabel 1 gambar 2).
Kriteria inklusi untuk studi terakhir (fase 4) telah diambil dalam studi fase 3.32
Data fase 3 dianalisis kembali untuk studi ini dari bulan Mei sampai Juli 2006
menggunakan 2 metode. Pertama, kata kunci yang telah dikomputerisasi mencari
lokasi kata asma, rhinitis alergi, dan poliposis hidung (Tabel 2). Yang kedua,
setiap data dievaluasi secara manual dengan melihat kepada penulis kedua (EG)
untuk mengungkapkan apakah sesuai dengan kondisi tersebut. Penentuan dari
studi kualitatif menggambarkan manfaat yang dapat diambil dari HSNI pada
rhinitis alergi, asma, atau gejala poliposis hidung dapat diatur secara tematika.

HASIL

Data dari hasil wawancara kualitatif dihitung dari 28 peserta. Subjek


melaporkan mempunyai rhinitis alergi (n=21), asma (n=7) atau poliposis hidung
(n=3) pada fase awal. 15 subjek melaporkan kaitan antara HSNI dengan kondisi
yang terkait. Dua belas dari 21 subjek (57%) dengan rhinitis alergi, secara spontan

6
melaporkan terjadinya perbaikan dari gejala rhinitis alergi. Dua dari 7 subjek
(29%) dengan asma dan 1 dari 2 subjek (50%) dengan poliposis hidung
melaporkan adanya hubungan positif antara penggunaan HSNI dan gejala asma
dan poliposis hidung. Usia, jenis kelamin, dan skor QOL penderita sinus dari 12
subjek dengan rhinitis alergi (Tabel 2) dan 3 subjek dengan asma atau poliposis
hidung secara statistik hampir sama pada kedua kelompok 28 peserta secara
kohort kualitatif dan kohort pada studi sebelumnya. Semua data menunjukkan
hubungan yang positif antara subjek pengguna HSNI dan persepsi mereka
mengenai efeknya pada kondisi yang berkaitan (Tabel 3). Data yang tercantum
(Tabel 3) dihitung dan dibedakan dari laporan gejala sinus. Ilustrasi jumlah
menunjukkan dari peserta. Semua reaksi positif dari HSNI pada studi terbaru
sesuai dengan studi kualitatif sebelumnya yang mana sampelnya lebih tertutup.32
Banyak komentar yang menunjukkan terganggunya aktivitas akibat gejala sinus
kronik, subjek dikenalkan kepada terapi non intuitif yang membutuhkan kerja dan
tilikan (menampilkan HSNI), subjek mendapat keberhasilan terapi (memperbaiki
QOL, skor gejala), dan merasakan adanya hubungan antara HSNI dan penyakit
dasar mereka.

Hasil yang paling menarik adalah mengenai penggunaan HSNI oleh


subjek dengan rhinitis alergi. Dari 21 subjek pada studi kualitatif dengan rhinitis
alergi, 12 (57%) secara spontan menunjukkan perbaikan gejala alergi seperti
hidung meler dan mata nyrocos, dan perbaikan QOL dengan penggunaan HSNI.
Dua hal tersebut berkaitan antara rhinitis alergi dan penggunaan HSNI.

PERBAIKAN GEJALA

Subjek yang dilaporkan dengan perbaikan gejala berhubungan dengan


rhinitis alergi dan penggunaan HSNI. Sebagian besar subjek tidak membedakan
gejala rhinitis, berkaitan dengan “gejala alergi”, meskipun sebagian menunjukkan
rhinitis dan meler, mata nrocos sebagai gejala yang spesifik. Peserta melaporkan
bahwa penggunaan HSNI memperbaiki gejala rhinitis karena alergi, berbeda

7
dengan gejala sinusitis, contohnya: “Saya sangat terkejut bahwa tidak hanya
gejala sinus saya yang berkurang namun juga kejadian alergi saya juga berkurang
dan (irigasi hidung) membantu mengurangi gejala sinus saya dan sama baiknya
mengurangi alergi saya.” Mereka juga melaporkan perbaikan QOL, ditulis:
“membawa alergen ke dalam rumah akan mencetuskan reaksi alergi dan saya akan
sangat sedih sepanjang hari. Tapi sekarang (sejak ada irigasi hidung), tidak ada
yang perlu saya khawatirkan” dan “... kita melakukan banyak pekerjaan di ruang
basement dengan begitu banyak debu dan kemudian saya mengalami reaksi alergi
berat. Irigasi hidung membantu banyak. Alergi saya tidak terlalu berat setelah
saya melakukan irigasi hidung.” “Ini seperti perubahan terbesar ketika kamu bisa
menikmati sesuatu yang orang-oranG hindari” dan “ irigasi hidung adalah aspek
berharga dalam hidup saya.”

Dua subjek menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan HSNI dan


perbaikan gejala asma, salah satunya melaporkan: “...saya memberitahukan bahwa
HSNI membantu pernapasan pada penderita asma juga.” Satu subjek mengatakan
mengenai hubungan HSNI dan poliposis hidung dengan mengatakan “ dan saya
telah melakukan operasi sinus lagi karena sinus saya sudah sangat buruk, ada
polip di rongga hidung saya... Jika saya tahu irigasi hidung lebih awal saya tidak
akan mengalami hal seperti ini. Jika saya punya cara untuk mencegah operasi ini,
saya akan melakukan apapun.”

Rekomendasi Penggunaan HSNI

Selama wawancara kualitatif, subjek diminta untuk mengindikasikan


kondisi yang seperti apa HSNI bisa dilakukan atau direkomendasikan. Tanpa
memaksa, 8 dari 21 peserta dengan alergi spontan mengindikasikan HSNI harus
dilakukan untuk gejala alergi; pendapatnya adalah: “.. Saya berpikir jika (keluhan
pasien) adalah mengenai alergi mereka, itu cukup untuk mengunakan HSNI,” dan
“ saya pikir seseorang yang punya banyak alergi harus menggunakan ini. Ini
berarti ini sebagai lini pertama pada serangan alergi.”

8
DISKUSI

Studi ini meneliti hubungan antara penggunaan HSNI dan gejala rhinitis
alergi, asma dan poliposis hidung pada subjek dewasa. Lebih dari separuh
penderita yang datang melaporkan sendiri, memiliki gejala sinus kronis dan
rhinitis alergi secara spontan mengatakan adanya efek yang positif dari HSNI
pada gejala alergi namun dirasa berbeda dari gejala sinus kronis, hal ini
menunjukkan bahwa HSNI mungkin efektif sebagai terapi tambahan pada rhinitis
alergi. Ini adalah studi pertamakali yang melaporkan hubungan tersebut pada
orang dewasa. Penelitian terbaru mendukung data pada penelitian kelompok
sebelumnya32 yang menandakan adanya perbaikan gejala pada kedua kondisi
tersebut setelah dilakukannya HSNI. Hasil ini konsisten dengan penemuan lain
dengan skala kecil namun dengan metode yang lebih kuat, yang dilakukan
terhadap anak-anak;30 pasien dengan rhinitis alergi akibat serbuk sari yang
dilakukan pemeriksaan laboraturium, dibandingkan antara pemberian terapi
antihistamin saja, dengan pemberian antihistamin ditambah HSNI, dilaporkan
adanya perbaikan secara signifikan skor gejala alergi dan pengurangan
30
penggunaan antihistamin. Hasil ini juga konssten dengan praktek saat ini yang
dilakukan oleh dokter keluarga di Winconsin yang mana banyak dari mereka yang
menggunakan HSNI untuk kondisi alergi. (Rabago,unpublished data).
Dua dari tujuh subjek dengan asma dilaporkan terjadi perbaikan gejala
asmanya. Tidak ada studi yang secara formal menguji HSNI sebagai terapi
tambahan untuk pasian asma yang disertai penyakit sinus. Bukti epidemiologis
menyebutkan bahwa kondisi ini berhubungan; yaitu 80-90% anak-anak maupun
dewasa muda dengan asma juga mempunyai gejala gangguan pada hidung, dan
separuh pasien dengan asma juga terbukti secara radiografik mempunyai sinusitis,
walaupun hasil pemeriksaan foto ini tidaklah spesifik.6 Apakah kedua kondisi
tersebut berhubungan secara kauasal atau tidak, masih belum jelas, namun pada
satu studi, yaitu dengan pengobatan agresif sinusitis dengan HSNI menggunakan
atau tanpa antibiotic menghasilkan penurunan secara signifikan hiperresponsif

9
bronchial dibandingkan normal. 3 Oleh karena itu, beberapa penulis menganggap
bahwa taeradapat persamaan proses inflamasi sistemik yang mendasari asma dan
rhinitis alergi. 5 Studi pada pasien dengan asma maupun rhinitis alergi dilaporkan
bahwa pengobatan efektif pada rhinitis alergi juga menghasilka pengurangan
frekuensi maupun beratnya asma. 34,35 Hal ini menunjukkan bahwa HSNI mungkin
mempunyai peran sebagai terapi tambahan untuk asma yang diinduksi alergi.
Satu subjek pada penelitian terbaru dilaporkan bahwa poliposis hidung,
sebagai sekuel dari rhinosinusitis kronik, mungkin bisa dicegah dengan irigasi
hidung jika digunakan sejak awal. Paling tidak 3 penelitian acak terkontrol
melaporkan efektifitas dari HSNI untuk sinusitis kronis, atau gejala sinus kronik
tanpa poliposis.23,24,28 Disebutkan bahwa poliposis adalah bentuk ekstrim dari
penyakit sinus kronis, dan bahwa HSNI mungkin memperbaiki fungsi dan
kesehatan mukosa hidung, pengobatan agresif disertai HSNI mungkin
menghambat progresi dari rhinosinusitis kronik menjadi bentuk polipoid.
Mekanisme dari efek irigasi hidung tidak begitu dipahami dengan baik,
dan sepertinya beragam. Sekedar suatu spekulasi dilakukan untuk mencari
hubungan antara HSNI dengan rhinitis alergi, asma dan hidung poliposis .
Walaupun begitu irigasi hidung telah dilaporkan mempunyai beberapa efek
fisiologis pada individu atau memperlihatkan hasil berupa perbaikan kemampuan
mukosa hidung untuk mengurangi efek mediator inflamasi dan mediator pemicu
rhinitis alergi, asma, dan reaksi mukosa kronis lainya. Efek ini termasuk : 1)
pembersihan langsung oleh saline yaitu dengan mengencerkan dan membuang
mucus dan krusta yang menyumbat,36-38 2) membuang atau mengrangi mediator
inflamasi seperti histamine, prostaglandin, leukotrien, dan eosinophil released
major basic protein.15,39 3) Perbaikan fungsi mukosiliar terlihat pada penggunaan
40 41
saline hipertonik dan saline normal Namun belum jelas mengenai kepekatan
dan PH dari cairan irigasi yang tepat untuk digunakan.42, 43
Keterbatasan studi ini meliputi studi ini dalam skala yang kecil, potensial
untuk terjadinya bias, Pemahaman subjek penelitian tentang efek HSNI pada
kondisi ini dibatasi suatu fakta bahwa subjek penelitian tidak secara spesifik
ditanya tentang kondisi ini, namun kebanyakan secara spontan melaporkan

10
pandangan mereka sendiri. Penegakan diagnose juga tidak dilakukan secara
objektif, subjek secara medis telah didiagnosa dan efek HSNI pada gejala yang
timbul sebagian dinilai sendiri. Kelebihannya termasuk adanya dilakukannya
pelatihan penggunaan irigasi hidung (menggunakan film, demo langsung, dilatih
langsung) , kelebihan yang lain termasuk adanya hubungan yang signifikan
dengan 3 studi yang lain dengan metode yang berbeda, yang secara keseluruhan
menunjukkan adanya efektivitas penggunaan irigasi hidung yang pada beberapa
penelitian telah diukur menggunakan pengukuran yang berbeda, terlihat juga
keikutsertaan subjek penelitian yang tinggi, dan pengumpulan data yang efektif
selama studi. Studi acak terkontrol diperlukan untuk menilai efek klinis, gambaran
efek samping dan pengaruhnya HSNI secara ekonomi pada sbjek yang
didiagnosa rhinitis alergi asma, dan poliposis hidung.

KESIMPULAN
Studi ini menunjukkan bahwa pasien dengan rinosinusitis, gejala sinus
kronis dan disertai dengan rhinitis alergi mungkin bermanfaat dengan
diberikannya terapi tambahan berupa HSNI dan HSNI layak untuk dijadikan
terapi tambahan pada kondisi umum, yaitu pada populasi tanpa semua bentuk
rinosinusitis. Pemberian HSNI efektif, aman, murah, dan baik ditoleransi untuk
gejala rinosinusitis kronis, klinisi juga merasa nyaman untuk merekomendasikan
penggunaan HSNI pada pasien rhinitis alergi. Hubungan antara HSNI dan gejala
yang dikaitkan dengan asma dan poliposis hidung yang diinduksi URI masih
belum jelas, namun sepertinya bermanfaat pada gangguan ini, seperti terlihat
pada beberapa studi populasi yang telah dilakukan.

11
DAFTAR PUSTAKA
1. Ray NF, Baraniuk JN, Thamer M, et al. Healthcare expenditures for
sinusitis in 1996: contributions of asthma, rhinitis and other airway
disorders. J Allergy Clin Immunol 1999;103:408–414. [PubMed:
10069873]
2. Vinuya Z. Upper airway disorders and asthma: a syndrome of airway
inflammation. Annals of allergy, asthma, and immunology 2002;88:8–15.
3. Tsao C, Chen L, Yeh K, et al. Concommitant chronic sinusitis treatment in
children with mild asthma. The effect on hyperresponsiveness. Chest
2003;123:757–764. [PubMed: 12628875]
4. Kirtsreesakul V, Naclerio RM. Role of allergy in rhinosinusitis. Curr Opin
Allergy Clin Immunol 2004;4(17):17–23. [PubMed: 15090914]

12
5. Bousquet J, Van Cauwenberge P, Khaltaev N. Allergic rhinitis and its
impact on athsma. The ARIA workshop/WHO. J Allergy Clin Immunol
2001;108:S147–336. [PubMed: 11707753]
6. Fokkens W, Lund V, Bachert C, et al. EAACI position paper on
rhinosinusitis and nasal polyps executive summary. Allergy 2005;60:583–
601. [PubMed: 15813802]
7. Malone DC, Lawson KA, Smith DH, et al. A cost of illness study of
allergic rhinitis in the United States. J Allergy Clin Immunol
1997;99(1):22–27. [PubMed: 9003207]
8. Dykewicz MS, Fineman S. Diagnosis and management of rhinitis:
parameter documents of the Joint Task Force on Practice Parameters in
Allergy Asthma and Immunology. Executive summary of the
9. Joint Task Force on Practice Parameters in Allergy Asthma and
Immunology. Ann Allergy Asthma Immunol 1998;81:S463–468.
10. Kay G. The effects of antihistamines on cognition and performance. J
Allergy Clin Immunol 2000;105:S622–627. [PubMed: 10856168]
11. Blaiss, M. Costs of allergic rhinitis. In: Kaliner, MA., editor. Current
Review of Rhinitis. Current Medicine; Philadelphia: 2002.
12. Schoenwetter WF, Dupclay L, Appajosyula S, et al. Economic impact and
quality of life burden of allergic rhinitis. Curr Med Res Opin
2004;20:305–317. [PubMed: 15025839]
13. Hewitt Associates L. Survey on future health care expectations (on line)
Online [was.hewitt.com].2001.
14. Ross RN. The cost of allergic rhinitis. Am J Man Care 1996;2:285–290.
15. Kaliner MA, Osuguthorpe JD, Fireman P, et al. Sinusitis bench to bedside:
current findings, future directions. J Allergy Clin Immunol 1997;99:S829–
847. [PubMed: 9212027]
16. Ponikau JU, Sherris DA, Kephart DM, et al. Striking deposition of toxic
eosinophil major basic protein in mucus: Implications for chronic
rhinosinusitis. J Allergy Clin Immunol 2005;116(2):362–369. [PubMed:
16083791]
17. Tano L, Tano K. A daily nasal spray with saline prevents symptoms of
rhinits. Acta Otolaryngol 2004;124:1–4.
18. Adam P, Stiffman M, Blake RL. A clinical trial of hypertonic saline nasal
spray in subjects with common cold or rhinosinusitis. Arch Fam Med
1998;7:39–43. [PubMed: 9443697]
19. Brown CL, Graham SM. Nasal irrigations: good or bad? Curr Opin
Otolaryngology Head Neck Surg 2004;12:1–13.
20. Harvey R, Hannan S, Badia L, et al. Nasal saline for the symptoms of
chronic rhinosinusitis. Cochrane Database Syst Rev July 18;2007
3(CD006394)
21. Spector SL, Toshener D, Gay I, et al. Beneficial effects of propylene and
polyethylene glycol and saline in the treatment of perennial rhinitis.
Clinical Allergy 1982;12:187–196. [PubMed: 7074822]

13
22. Heatley DG, McConnell KE, Kille TL, et al. Nasal irrigation for the
alleviation of sinonasal symptoms. Otolaryngol Head Neck Surg 2001;
(125):44–48. [PubMed: 11458213]
23. Tamooka LT, Murphy C, Davidson TM. Clinical study and literature
review of nasal irrigation. Laryngoscope 2000;(110):1189–1193.
[PubMed: 10892694]
24. Taccariello M, Parikh A, Darby Y, et al. Nasal douching as a valuable
adjunct in the management of chronic rhinosinusitis. Rhinology 1999;
(37):29–32. [PubMed: 10229979]
25. Bachmann G, Hommel G, Michel O. Effect of irrigation of the nose with
isotonic salt solution on patients with chronic paranasal sinus disease. Eur
Arch Otorhinolaryngol 2000;257:537–541.[PubMed: 11195032]
26. Shoseyov D, Bibi H, Shai P, et al. Treatment with hypertonic saline versus
normal saline wash of pediatric chronic sinusitis. J Allergy Clin Immunol
1998;101:602–605. [PubMed: 9600495]
27. Rabone SJ, Saraswati SB. Acceptance and effects of nasal lavage in
volunteer woodworkers. Occupat Med 1999;(49):365–369.
28. Holmstrom M, Rosen G, Walander L. Effect of nasal lavage on nasal
symptoms and physiology in wood industry workers. Rhinology 1997;
(35):108–112. [PubMed: 9403939]
29. Rabago D, Zgierska A, Mundt M, et al. Efficacy of daily hypertonic saline
nasal irrigation among patients with sinusitis: A randomized controlled
trial. Journal of Family Practice 2002;51(12):1049–1055. [PubMed:
12540331]
30. Pynnonen MA, Mukerji SS, Kim HM, et al. Nasal Saline for Chronic
Sinonasal Symptoms A Randomized Controlled Trial. Arch Otolaryngol
Head Neck Surg 2007;133(11):1115–1120.[PubMed: 18025315]
31. Garavello W, Romagnoli M, Sordo L, et al. Hypersaline nasal irrigation in
children with symptomatic seasonal allergic rhinitis: a randomized study.
Pediatric allergy and immunology 2003;14:140–143.[PubMed: 12675761]
32. Rabago D, Pasic T, Zgierska A, et al. The efficacy of hypertonic saline
nasal irrigation for chronic sinonasal symptoms. Otolaryngol Head Neck
Surg 2005;133:3–8. [PubMed: 16025044]
33. Rabago D, Barrett B, Marchand L, et al. Qualitative aspects of nasal
irrigation use by patients with chronic sinus disease in a multi-method
study. Annals of Family Medicine 2006;4:295–301.[PubMed: 16868232]
34. Crabtree, BF.; Miller, WF. Doing qualitative research. Vol. Vol 3. Sage
Publications; Thousand Oaks,CA: 1992.
35. Fireman P. Rhinitis and asthma connection: managment of coexisting
upper airway allergic diseases and asthma. Allergy Asthma Proc
2000;21:45–54. [PubMed: 10748952]
36. Simons FER. Allergic rhinobronchitis: the asthma-allergic rhinitis link. J
Allergy Clin Immunol 1999;104:534–540. [PubMed: 10482824]
37. Ozsoylu S. Nose drops and the common cold. Eur J Pediatr 1985;144:294.
[PubMed: 4054173]

14
38. Karadag A. Nasal saline for acute sinusitis. Pediatrics 2002;109:165.
[PubMed: 11773562]
39. Kurtaran H, Karadag A, Catal F, et al. A reappraisal of nasal saline
solution use in chronic sinusitis. Chest 2003;124:2036–2037. [PubMed:
14605091]
40. Georgitis JW. Nasal hyperthermia and simple irrigation for perennial
rhinitis. Changes in inflammatory mediators. Chest 1994;106:1487–1492.
[PubMed: 7956408]
41. Talbot AR, Herr TM, Parsons DS. Mucocilliary clearance and buffered
hypertonic saline solution. Laryngoscope 1997;107:500–503. [PubMed:
9111380]
42. Boek WM, Graamans K, Natzijl H, et al. Nasal mucociliary transport:
New evidence for a key role of ciliary beat frequency. Laryngoscope
2002;112:570–573. [PubMed: 12148873]
43. Homer JJ, Dowley AC, Condon L, et al. The effect of hypertonicity on
nasal mucociliary clearance. Clin. Otolaryngol 2000;25:558–560.
[PubMed: 11122299]
44. Homer JJ, England RJ, Wilde AD, et al. The effect of pH of douching
solution on mucociliary clearance. Clin Otolaryngol and Allied Sciences
1999;24:312–315.
45. Benninger MS, Senior BA. The Development of the rhinosinusitis
disability index. Arch Otolyryngol. Head Neck Surg Nov.;1997
123(11):1175–1179.

LAMPIRAN

15
Gambar 1. Teknik Irigasi Hidung

16
Gambar 2. Jumlah subjek pada fase 1 Penelitian secara acak terkontrol, fase 2
studi follow-up, fase 3 studi kualitatif dan fase 4 studi terakhir.

17
Tabel 1
Pertanyaan Terbuka Untuk Wawancara Kualitatif
1. What were your sinus problems like before using nasal irrigation and how
did nasal irrigation affect you?
2. Did you experience any problems from using nasal irrigation?
3. How did you fit nasal irrigation into your life?
4. Did you get any reactions about using nasal irrigation from those around
you?
5. How do you feel about nasal irrigation now?
6. What was the informational meeting like for you?
7. Is there anything else you'd like to tell us about your experience with nasal
irrigation or this study?

18
Tabel 2
Kata Kunci yang Digunakan Selama Pencarian Data di Komputer
Kata Kunci
Asma Rhinitis alergi Poliposis nasal

Tabel 3.

19
Gambaran dasar dan skor keluaran dihubungkkan sinus, skor post terapi, pada
semua pemakai HSNI (n= 66). Jmlah subjek pada fse 3 (n=28). Subjek fase 4
dengan gejala alergi (n=21) dan subjek fase 4 adalah subjek yang merasakan
adanya hubungan antara penggunaan HSNI den perbaikan gejala alergi (n=12).

Tabel 4

20
HSNI dan Dampaknya pada Gejala Rhinitis alergi, Asma, dan Poliposis Hidung

21