Anda di halaman 1dari 2

12 April 2010 | 08:35 wib

Mobil Murah Cina Bakal Banjiri Indonesia

Waspada ACFTA? Mungkin tidak juga. Saat ini kenyataannya bukan hanya usaha
kecil (UKM) yang was was dengan diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN-
CINA (ACFTA) melainkan para Agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang
notabenenya merupakan kepanjangan tangan dari prinsipal mobil kelas dunia di
tanah air ikut kuatir dengan serbuan mobil murah dari Cina pasca ACFTA berlaku.

“Belum mengkhawatirkan tapi harus diwaspadai,” ujar Direktur Pemasaran PT


Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto, di Jakarta, menanggapi kemungkinan
masuknya impor mobil dari Tiongkok secara utuh (CBU) dengan bea masuk 0%.

"Kendati TAM merupakan pemimpin pasar otomotif di Indonesia dan memiliki


jaringan yang kuat di Indonesia, pihaknya tidak menganggap enteng
kemungkinan kehadiran mobil impor dari Tiongkok. TAM mewaspadai masuknya
merek mobil dari Tiongkok maupun merek yang sudah mengglobal dan memiliki
basis produksi di negara itu, seperti VolkWagen (VW)," ujarnya.

Seperti dikutip Antara, Joko menambahkan “Kami tetap mewaspadai gerakan-


gerakan itu (impor mobil dari Tiongkok) yang bisa saja dilakukan oleh importir
umum (IU) maupun importir resmi dari prinsipal (pemegang merek)."

Namun ia optimistis bahwa dalam jangka pendek mobil impor dari China belum
menjadi ancaman bagi berbagai merek mobil yang telah diproduksi di dalam
negeri maupun yang telah beredar selama ini. Sebab, menurutnya, sebelum
masuk ke pasar domestik, pemegang merek mobil tersebut harus menyiapkan
infrastruktur berupa layanan purna jual yang kuat.

“Kalaupun ada (mobil impor dari China) saat ini pasti pertumbuhan penjualannya
lebih lambat, karena mobil bukan sekadar barang konsumsi. Orang membeli
mobil pasti mempertimbangkan layanan purna jual, jaringan penjualan, dan lain-
lain. Hal itu butuh waktu lama,” ujar Joko.
Apabila bea masuk 0% bararti untuk mobil produk China tersebut akan murah
sekali harga jualnya di Indonesia.

Tertarikkah Anda?