Anda di halaman 1dari 2

MENELUSURI SUMBER PENDERITAAN

Oleh: Jum’an

Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi. Akan tiba masa tak
ada suara
dari mulut kita. Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya.
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya. Begitu bai-bait
pertama lirik lagu ”Ketika Tangan dan Kaki Berkata” Chrisye yang
ditulis oleh Taufiq Ismail dan diilhami dari Surat Yasin ayat 65. Pesan
utamanya bahwa kita tidak aka bisa berbohong diakhirat nanti.
Mungkin mulut mengaku menyayangi tetapi tangan akan berkata
mencekik dan kaki berkata menyepak dan menendang. Mulut tak lagi
dipercaya.

Kita mungkin kurang jelas menerangkan apa yang kita derita kepada
dokter. Demam, mual, kepala pusing, cekot-cekot. Sekitar itu-itu saja
istilah yang kita ketahui. Tetapi tidak mengapa. Dokter akan mengukur
suhu badan, kadar trombosit, leukosit dan lain-lainnya untuk
mengetahui apa sakit kita sebenarnya. Dia lebih percaya pada angka
dari pada kata-kata. Dia mengukur suhu badan dan kadar zat-zat
dalam darah atau urine menggunakan cara-cara ilmiah yang
terpercaya. Sedangkan informasi demam dan mual bersumber dari
cerita si pasien yang subyektif dan personal. Zaman memang berpihak
kepada yang ilmiah, terukur dan objektif ketimbang kata-kata yang
tidak kwantitif serta tidak akurat. Sekarang semua sudah ada
ukurannya: gempa bumi, kadar karbon dioksida dalam udara, bahkan
rating acara televisi. Semuanya dalam angka.

Pengalaman memang hanya bisa diceritakan dan tidak bisa diukur.


Pengalaman ”Orang Jawa Naik Haji” yang diceritakan oleh sastrawan
Danarto dengan dengan enak membuat para haji Jawa jang
membacanya merasa telah dicuri isi hatinya dan dibeberkan
pengalaman pribadinya. Danarto tidak megukurnya, tetapi dia
menceritakan pengalamannya. Mengukur adalah wilayah para ilmuwan
sedang bercerita adalah urusan para strawan. Karya sastra yang
membakar semangat dan melembutkan hati tidak kalah pentingnya
dengan karya ilmiah yang menaikkan hasil pertanian atau
memudahkan komunikasi antar manusia.

Para ahli mengatakan bahwa apa yang kita alami waktu kita menderita
demam atau pusing kepala sebenarnya adalah reaksi kimia yang
kompleks yang terjadi didalam otak kita. Dengan kata lain, kejadian
yang benar-benar nyata adalah reaksi kimia dalam otak kita. Kata
Harun Yahya, ilmuwan muslim yang terkenal itu, kalau saja otak saya
dapat disambung paralel dengan otak anda, maka mulut anda juga
akan menjerit-jerit karena merasa kesakita meskipun kaki saya yang
kejatuhan martil. Semuanya hanya terjadi didalam otak saja.
Entahlah. Tetapi banyak orang pandai mengatakan bahwa dunia ini
hanyalah bayangan belaka. Wallohu a’lam.