Anda di halaman 1dari 7

1

.BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kanker serviks adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada serviks,

sehingga jaringan disekitarnya tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana

mestinya (Sukaca. B.E, 2009:24). Human Papiloma Virus (HPV) dan Herpes

Simpleks Virus tipe 2 dikatakan dapat menjadi faktor penyebab terjadinya

kanker serviks (Diananda. R, 2008:45). Awal gejala atau stadium awal kanker

serviks memang sulit terdeteksi, namun tanda-tanda sebagai gejala umum

kanker serviks yang patut dicurigai adalah (Setiati. E, 2009:24): (1) Keputihan

yang sulit sembuh dan berbau busuk, (2) Sering terjadi perdarahan dan nyeri

saat bersenggama, (3) Pada stadium dini, keadaan penderita masih baik, tetapi

pada stadium lanjut keadaan umum penderita mengalami kemerosotan

kesehatan.

Faktor yang mempengaruhi kanker serviks adalah: melakukan hubungan

seksual pada usia muda (kurang dari 16 tahun, wanita dengan aktivitas seksual

tinggi dan sering berganti-ganti pasangan, kebersihan genitalia yang buruk,

wanita yang merokok, riwayat penyakit kelamin seperti herpes dan kutil

genetalia, semakin tinggi resiko pada wanita dengan banyak anak dengan jarak

persalinan terlalu dekat, defisiensi zat besi dan trauma kronis pada serviks

seperti persalinan, infeksi dan iritasi menahun (Diananda. R, 2008:51).

1
2

Dampak dari kanker serviks adalah: perdarahan, anemia, terjadi abortus

dan partus prematurus jika diderita oleh wanita hamil, terjadi pengeluaran

vagina yang abnormal dan gangguan sistem kekebalan (Sukaca. B.E,

2009:58). Komplikasi pada penderita kanker serviks adalah perdarahan yang

dapat terjadi langsung atau sesudah mendapat pengobatan radium, penyinaran

dan setelah kemoterapi, komplikasi yang lain yaitu uremia yang terjadi karena

metastase pada ureter sehingga terjadi gangguan pengeluaran urine (Manuaba.

I.G.B 2003:319).

Pencegahan dari penyakit kanker serviks adalah: jauhi kegiatan

merokok, hindari mencuci vagina dengan antiseptik, hindari hubungan seks

terlalu dini dan hindari berganti-ganti pasangan seks (Setiati. E, 2009:17).

Penanganan dari kanker serviks adalah bidan boleh melakukan deteksi dini

dari kanker serviks dengan melakukan pemeriksaan dengan IVA test.

Menurut penelitian di Australia setidaknya ada 85 penderita kanker

servik dan 40 diantaranya meninggal dunia, sedangkan data yang didapat dari

Yayasan Kanker Indonesia pada tahun 2007 menyebutkan sekitar 500.000

perempuan didiagnosa menderita kanker servik dan lebih dari 250.000

meninggal dunia (Sukaca. B.E, 2009:25). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa

Tengah menyebutkan ada 5481 penderita kanker serviks (Eprints.undip.ac.id).

Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), Angka

Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran. AKI di

Indonesia hingga saat ini masih tertinggi di Asia Tenggara. Kasus-kasus untuk

penyakit keganasan paling banyak diderita oleh wanita. Kanker serviks dan
3

kanker payudara masih berada di posisi teratas dari keseluruhan kasus

keganasan di Indonesia dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

Diperkirakan angka kematian wanita akibat kanker serviks adalah sekitar

288.000 kematian per tahun (www.fk.undip.ac.id. 2009)

Jumlah penderita kanker serviks pada tahun 2009 pada bulan Januari

sampai dengan bulan Desember di RSUD dr. Moewardi Surakarta sebanyak

626 orang. Penanganan di RSUD dr. Moewardi Surakarta adalah bidan hanya

bisa melakukan pengobatan dalam bentuk tim tapi bila bidan mandiri hanya

boleh melakukan deteksi awal dari kanker serviks dan melakukan pendidikan

kesehatan pada penderita kanker serviks.

Di RSUD dr. Moewardi Surakarta ada bermacam-macam penderita

kanker serviks mulai dari stadium 2A yang jumlahnya 300 orang yang bisa di

operasi ada juga stadium 2B yang jumlahnya 200 orang yang harus melakukan

kemoterapi dan penyinaran ada juga stadium 3 yang jumlahnya 100 orang

yang harus melakukan kemoterapi dan ada yang sampai stadium lanjut yang

akhirnya meninggal dunia yang jumlahnya 26 orang.

Bidan bisa melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks melalui

pengumpulan data dan setelah pengumpulan data selesai kita bisa melakukan

pemeriksaan pap smear dan iva test yang bisa dikerjakan sendiri ataupun

kolaborasi dengan dokter.

Dari tingginya angka kematian pada kasus kanker seviks, penulis tertarik

untuk mengambil kasus ” Asuhan Kebidanan pada Ny.” ..... ” P.... A......
4

dengan kanker serviks stadium II di Bangsal...... RSUD dr. Moewardi

Surakarta Tahun 2010”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat dimunculkan adalah Bagaimana asuhan

kebidanan pada Ny.” ...... “ P......A......dengan kanker serviks stadium II di

Bangsal ......RSUD dr. Moewardi Surakarta Tahun 2010?

C. Ruang Lingkup

1. Ruang Lingkup Masalah

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dibatasi pada masalah kanker serviks.

2. Ruang Lingkup Materi dan Metode

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini didasari oleh ilmu-ilmu kandungan yang

ada hubungannya dengan kanker serviks, Kepmenkes No.369/Menkes/

SK/III/2007 tentang standar profesi bidan dan permenkes nomor HK

02.02/Menkes/149/I/2010 tentang izin dan penyelenggaran praktik bidan

sebagai landasan hukumnya, Metode SOAP untuk pencatatan

perkembangan kondisi pasien.

3. Ruang Lingkup Lokasi

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini diambil di Bangsal ......RSUD dr.

Moewardi Surakarta.

4. Ruang Lingkup Waktu

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dimulai dari bulan September 2009

sampai bulan Mei 2010.


5

D. Penjelasan Judul

Adapun judul yang penulis ambil adalah Asuhan kebidanan pada

Ny.” ......“ P ......A...... dengan kanker serviks stadium II di bangsal......

RSUD dr.Moewardi Surakarta. Adapun penjelasan dari judul tersebut adalah:

1. Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang

menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang

mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil,

masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana (Sofyan.

M, 2006:126).

2. Paritas( P) adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang

dapat hidup (Wiknjosastro. H, 2006:180).

3. Abortus(A) adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat

hidup, berat janin di bawah 500 gram atau tua kehamilan di bawah 20

minggu (Wiknjosastro. H, 2006:180).

4. Kanker serviks stadium II adalah kanker sudah menyebar keluar

jaringan serviks tetapi belum mengenai dinding rongga panggul dan sudah

menyebar ke vagina tetapi masih terbatas pada 1/3 atas vagina (Yatim. F,

2008:48).

E. Tujuan

1. Tujuan Umum

Penulis bisa melakukan management kebidanan atau 7 langkah

asuhan kebidanan pada penderita kanker serviks.

2. Tujuan Khusus

a. Penulis bisa melakukan pengkajian pada penderita kanker

serviks.
6

b. Penulis bisa melakukan interpretasi data pada penderita kanker

serviks.

c. Penulis bisa mengantisipasi diagnosa potensial pada penderita

kanker serviks.

d. Penulis bisa melakukan tindakan segera pada penderita kanker

serviks.

e. Penulis bisa melakukan perencanaan pada penderita kanker

serviks.

f. Penulis bisa melakukan pelaksanaan pada penderita kanker

serviks.

g. Penulis bisa melakukan evaluasi pada penderita kanker serviks.

h. Penulis bisa menganalisa kesenjangan antara teori dan praktik.

F. Manfaat

1. Bagi Penulis

Penulis bisa melakukan asuhan kebidanan secara benar dan bisa

memecahkan masalah pasien, penulis bisa melakukan asuhan kebidanan

secara komprehensif dan penulis bisa menambah ilmu pengetahuan.

2. Bagi Instansi pelayanan kesehatan

Dapat melakukan tindakan pada pasien dengan benar dan cepat agar

pasien tidak merasakan kesakitan.

3. Bagi Institusi pendidikan kesehatan

Dapat menambah informasi kepada para mahasiswa tentang pendidikan

kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi wanita.

4. Bagi Masyarakat/ Responden


7

Dapat menambah informasi tentang kesehatan sehingga masyarakat dapat

menjaga kesehatannya dan masyarakat bisa melakukan deteksi awal

tentang suatu penyakit.