Anda di halaman 1dari 13

1. Ada yang menganggap bahwa etika dan bisnis merupakan paradoks.

Bisnis merupakan
kegiatan yang berhubungan dengan pencarian keuntungan dan sama sekali tidak terkait
dengan moral maupun agama. Jelaskan argumen yang pro maupun kontra terhadap
pernyataan tersebut?
Jawab:
 Argumen Pro:
Bisnis adalah kegiatan ekonomis. Yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar
menukar, jual–beli, memproduksi–memasarkan,, bekerja–memperkerjakan, dan
interaksi manusiawi lainnya dengan maksud memperoleh untung. Bisnis dapat
dilogiskan sebagai kegiatan ekonomis yang kurang lebih terstruktur atau terorganisasi
untuk menghasilkan keuntungan. Dalam bisnis modern, untung diekspresikan dalam
bentuk uang. Tetapi hal itu tidak hakiki untuk bisnis. Bisnis berlangsung sebagai
komunikasi sosial yang menguntungkan untuk kedua belah pihak yang melibatkan
diri. Bisnis bukanlah karya amal baik menyangkut moral maupun agama. Bisnis justru
tidak mempunyai sifat membantu orang dengan sepihak, tanpa mengharapkan suatu
kembali. Teori ekonomi menjelaskan bagaimana dalam sistem ekonomi pasar bebas
para pengusaha dengan memanfaatkan sumber daya langka, menghasilkan barang dan
jasa yang berguna bagi masyarakat. Efisiensi ekonomis artinya hasil maksimal akan
dicapai dengan pengeluaran minimal. Efisiensi merupakan kata kunci dalam ekonomi
modern. Dipandang dari sudut ekonomis, good business atau bisnis yang baik adalah
bisnis yang membawa banyak untung
 Argumen Kontra:
Dengan tetap mengakui peranan sentral dari sudut pandang ekonomis dalam bisnis,
perlu segera ditambahkan adanya sudut pandang lain yang tidak boleh diabaikan, yaitu
sudut pandang moral. Bisnis yang baik (good business) bukan saja bisnis yang
menguntungkan. Bisnis yang baik adalah juga bisnis yang baik secara moral. Malah
perlu ditekankan, arti moralnya merupakan salah satu arti penting bagi kata “ baik “.
Perilaku yang baik merupakan perilaku yang sesuai dengan norma – norma moral
maupun agama, perilaku yang buruk bertentangan atau menyimpang dari norma –
norma moral/agama. Suatu perbuatan dapat dinilai baik menurut arti terdalam justru
kala memenuhi standard etis tersebut. Jadi secara garis besar etika bisnis tsecara
konkret terfokuskan pada perbuatan atau moral.

2. Jelaskan perkembangan sejarah hingga memunculkan kesadaran perlunya etika diakomodir


dalam aktivitas bisnis?
Jawab:
Perkembangan etika bisnis:
Sepanjang sejarah, kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika.
Sejak manusia terjun dari perniagaan, kegiatan ini tidak terlepas dari masalah etis.
Aktivitas perniagaan selalu sudah berurusan dengan etika, artinya selalu harus
mempertimbangkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Belum pernah dalam
sejarah, etika bisnis mendapat perhatian begitu besar dan intensif seperti sekarang ini.
Richard De George mengusulkan untuk membedakan antara etika dalam bisnis dan etika
bisnis. Etika dalam bisnis berbicara tentang bisnis sebagai salah satu topik disamping
sekian banyak topik lainnnya. Etika dalam bisnis belum merupakan suatu bidang khusus
yang memiliki corak dan identitas tersendiri. Etika dalam bisnis mempunyai riwayat yang
sudah panjang sekali, sedangkan umur etika bisnis masih muda sekali. Etika bisnis dalam
arti khusus ini pertama kali timbul di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Dengan
memanfaatkan dan memperluas pemikiran De George ini kita dapat membedakan lima
periode dalam perkembangan etika dalam bisnis menjadi etika bisnis, yaitu situasi dahulu,
masa peralihan : tahun 1960an, etika bisnis lahir di Amerika Serikat tahun 1970an, etika
bisnis meluas ke Eropa tahun 1980an, dan etika bisnis menjadi fenomena global tahun
1990an.
Perubahan perdagangan dunia tersebut menuntut untuk segera dibenahinya etika bisnis
agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik.

3. Menurut Anda, masalah terbesar apa yang menjadi kendala penerapan etika bisnis di
Indonesia? Jelaskan!
Jawab:
a. Suap (Bribery), adalah tindakan berupa menawarkan, memberi, menerima, atau
meminta sesuatu yang berharga dengan tujuan mempengaruhi tindakan seorang pejabat
dalam melaksanakan kewajiban publik. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi
seseorang dengan membeli pengaruh.
b. Paksaan (Coercion), adalah tekanan, batasan, dorongan dengan paksa atau dengan
menggunakan jabatan atau ancaman. Coercion dapat berupa ancaman untuk
mempersulit kenaikan jabatan, pemecatan, atau penolakan industri terhadap seorang
individu.
c. Penipuan (Deception), adalah tindakan memperdaya, menyesatkan yang disengaja
dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan.
d. Pencurian (Theft), adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita
atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. Properti
tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual.
e. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination), adalah perlakuan tidak adil atau
penolakan terhadap orang-orang tertentu yang disebabkan oleh ras, jenis kelamin,
kewarganegaraan, atau agama. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang
dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan
tidak.

4. Menurut Anda, diantara tiga masalah yang dihadapi etika bisnis, korporasi, sistemik dan
individu, manakah yang paling sulit untuk dibenahi? Mengapa?
Jawab:
Korporasi, karena perusahaan harus mempunyai komitmen korporat yang teguh dalam
menjalankan prinsip-prinsip etika guna memiliki kinerja finansial (berdasarkan penjualan
tahunan/revenue) yang lebih bagus dari perusahaan lain. Dan itu tentunya bukan hal yang
mudah.

5. Indonesia dikenal sebagai Negara relijius, tapi praktek-praktek pelanggaran etika bisnis
begitu mudah ditemukan baik pada level pimpinan maupun pegawai. Bagaimana anda
menjelaskan fenomena tersebut?
Jawab:
???
6. Bandingkan empat sudut pandang teoritis tentang etika bisnis. Berikan catatan kritis anda
terhadap keempat sudut pandang tersebut?
Jawab: ??????

a. Utilitarisme
b. Deontologi yaitu pandangan yang berbasis proses pengambilan keputusan dalam
menentukan suatu perbuatan
c. Teori hak
d. Teori keutamaan
Secara praktis, pandangan-pandangan ini berhubungan dengan kegiatan dalam menguji
suatu perbuatan dengan hati-hati. Banyak ahli yang percaya bahwa kedua pendekatan ini
dapat digunakan sebagai analisis pemecahan problem moral.

7. Jelaskan unsur-unsur utama dalam definisi kepemimpinan. Bagaimana kepemimpinan


dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dari sudut etika bisnis?
Jawab:
 Unsur-unsur utama dalam definisi kepemimpinan:
a. Unsur pengarahan (directive behavior)
Pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan
sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara apa saja yang harus dilakukan untuk
mencapai sasaran tersebut. Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap
semua aktivitas anggotanya dan menjadi pemberi jalan keluar bila anggota
mengalami masalah.
b. Unsur bantuan (supporting behavior).
Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin
dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang
menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya.
 Kepemimpinan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dari sudut etika bisnis:
kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi
tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi, di dalam kepemimpinan terjadi
pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan adanya
tujuan bersama yang harus dicapai. Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan
faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas
untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu.Kepimimpinan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis
mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang baik pula. Oleh karena itu, perilaku etik
penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis.

8. Sebutkan komponen utama definisi budaya perusahaan. Adakah perbedaan mendasar


antara budaya perusahaan dan budaya birokrasi? Jelaskan!
Jawab:
???

9. Carilah contoh sebuah perusahaan yang anda nilai sangat berhasil dalam penerapan etika
bisnis dan bandingkan dengan perusahaan yang anda nilai gagal dalam penerapan etika
bisnis. Analisa faktor-faktor apa yang menyebabkan keberhasilan maupun kegagalan
masing-masing perusahaan tersebut.
Jawab:
 Contoh perusahaan yang berhasil dalam penerapan etika bisnis:
Johnson & Johnson (J&J) dalam menangani kasus keracunan Tylenol tahun 1982 yang
menyebabkan 7 orang mati setelah mengonsumsi Tylenol di Chicago. Untuk
mengembalikan reputasi baiknya dimata customer, J&J segera menarik produk J&J
yang beredar dipasaran dan mengumumkan agar konsumen berhenti mengonsumsi
produk itu hingga pengumuman lebih lanjut. Dalam kasus itu J&J telah mengeluarkan
biaya lebih dari 100 juta dolar AS. Hal ini merupakan suatu kesigapan dan tanggung
jawab yang mereka tunjukkan sehingga perusahaan itu berhasil membangun reputasi
bagus yang masih dipercaya hingga kini. Filosofi J&J yang meletakkan keselamatan
konsumen di atas kepentingan perusahaan berbuah keuntungan lebih besar kepada
perusahaan.
 Contoh perusahaan yang gagal dalam penerapan etika bisnis:
Eksploitasi gas PT Lapindo Brantas yang mengakibatkan melubernya lumpur dan gas
panas di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini terbilang gagal karena dalam menangani suatu
permasalahan, perusahaan tersebut terkesan melarikan diri dari tanggung jawab yang
secara umum merupakan etika bisnis semua perusahaan. Perusahaan tersebut terlalu
ambisius untuk mengeksploitasi gas alam tanpa memikirkan sumber daya alam dan
dampaknya, lingkungan, serta tidak meletakkan keselamatan masyarakat sekitar di atas
kepentingan perusahaan berbuah keuntungan lebih besar kepada perusahaan.
 Faktor penyebab keberhasilan suatu perusahaan:
− Pemimpin yang menerapkan standar etika dan moral yang tinggi
− Memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain
− Meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan
− Mempunyai komitmen dengan publik yang berlandaskan kode etik
− Bersikap baik dan sopan kepada pemegang saham.
 Faktor penyebab kegagalan suatu perusahaan:
− Mengabaikan etika dalam berbisnis.
− Shareholders terlalu ambisius untuk mendapatkan keuntungan maksimal, sehingga
berpikiran pendek dan menghalalkan berbagai macam cara untuk meningkatkan
keuntungan.
− Tidak memikirkan kelangsungan sumber daya alam
− Mengabaikan keselamatan masyarakat di atas kepentingan perusahaan
− Adanya KKN dalam suatu perusahaan
− Pelanggaran terhadap upah buruh

10. Jelaskan pembuktian korupsi dan cara-cara pembuktiannya?


Jawab:
 Pengertian Korupsi:
Korupsi berasal dari kata latin Corrumpere, Corruptio, atau Corruptus.
Kumorotomo (1992:175), berpendapat bahwa “korupsi adalah penyelewengan
tanggung jawab kepada masyarakat, dan secara faktual korupsi dapat berbentuk
penggelapan, kecurangan atau manipulasi”.
Dalam pengertian yuridis, pengertian korupsi tidak hanya terbatas kepada
perbuatan yang memenuhi rumusan delik dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara, tetapi meliputi juga perbuatan-perbuatan yang memenuhi
rumusan delik, yang merugikan masyarakat atau orang perseorangan.
Dalam sistem Islam, korupsi (ikhtilas) adalah suatu jenis perampasan terhadap
harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi
memperkaya diri atau orang lain. Korupsi merupakan salah satu dari berbagai jenis
tindakan ghulul, yakni tindakan mendapatkan harta secara curang atau melanggar
syariah, baik yang diambil harta negara maupun masyarakat.
 Cara-cara pembuktian korupsi:
a. Melihat track record seseorang selama dia menjadi Pegawai/pejabat Pemerintah
yaitu dengan menyerahkan daftar kekayaan. Setiap tahun para pegawai/pejabat
tersebut dipersilahkan mengisi daftar kekayaan yang terbaru, dan dengan sistem
komputer yang canggih, akan bisa dilihat dari persentase penurunan atau kenaikan
jumlah kekayaan. Jika ada persentase yang aneh, maka KPK bisa memeriksa dan
mengusut asal-usul kekayaan.
b. Penerapan undang-undangan pembuktian terbalik. Begitu seseorang tak bisa
membuktikan kekayaannya halal, maka hukuman mati dapat diterapkan.
KPK mensurvei rumah pegawai/pejabat, dan mengamati gaya hidup pegawai/pejabat
tersebut apakah ada indikasi korupsi atau tidak.

11. Korupsi sudah merupakan budaya dalam lingkungan birokrasi dan korporasi di Indonesia?
Bagaimana pandangan anda terhadap pernyataan tersebut?
Jawab:
Persoalan korupsi di Negara Indonesia terbilang kronis, bukan hanya membudaya tetapi
sudah membudidaya dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Budaya tersebut muncul
pada sistem birokrasi dan korporasi yang buruk. Dan karena itu pula rakyat menuntut
pemerintah agar bersikap terbuka dan berupaya memberantas korupsi. Dengan kata lain
perlu adanya serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana
korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penuntutan dan
pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Di lingkungan masyarakat Asia, selain mekarnya kegiatan pemerintah yang dikelola oleh
birokrasi, terdapat pula ciri spesifik dalam birokrasi itu sendiri yang menjadi penyebab
meluasnya korupsi. Kebanyakan model birokrasi yang terdapat di Negara-Negara Asia
termasuk Indonesia adalah birokrasi patrimonial. Adapun kelemahan yang melekat pada
birokrasi seperti ini antara lain tidak mengenal perbedaan antara lingkup “pribadi” dan
lingkup “resmi”. Hal ini menyebabkan timbulnya ketidakmampuan membedakan antara
kewajiban perorangan dan kewajiban kemasyarakatan atau perbedaan antara sumber milik
pribadi dan sumber milik pemerintah.
Selain itu, yang patut diperhatikan ialah korupsi yang bermula dari adanya konflik loyalitas
diantara para pejabat publik. Pandangan-pandangan feodal yang masih mewarnai pola
perilaku para birokrat di Indonesia mengakibatkan efek konflik loyalitas. Para birokrat
kurang mampu mengidentifikasi kedudukannya sendiri sehingga sulit membedakan antara
loyalitas terhadap keluarga, golongan, partai atau pemerintah.
Akibat yang paling nyata dari merajalelanya korupsi di tingkat teknis operasional adalah
berkembangnya suasana yang penuh tipu-muslihat dalam setiap urusan administrasi.
Seandainya saja kita meneliti secara cermat, banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh
korupsi, seperti : munculnya pola-pola kejahatan terorganisasi, lambannya tingkat
pelayanan karena pelayanan harus ditembus oleh uang sogok atau pengeruh personal,
berbagai sektor pembangunan menjadi lumpuh karena alat kontrol untuk mengawasinya
tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kelesuan juga menyelimuti dunia swasta karena
mereka tidak lagi melihat pembagian sumberdaya masyarakat secara adil.

12. Jelaskan bagaimana korupsi dapat menurunkan produktifitas, meningkatkan inefisiensi dan
dalam jangka panjang membangkrutkan perusahaan?
Jawab:
Perusahaan yang didalamnya terdapat unsur–unsur korupsi sudah pasti produktifitas
kerjanya menurun karena pejabat dan karyawannya merasa enak dengan hasil yang didapat
dari tindakan melakukan korupsi tersebut yang cenderung membuat mati pemikir inovasi
baru. Oleh sebab adanya kesenjangan antara para pejabat untuk memancing suap dengan
menyalahgunakan kekuasaannya, maka disiplin sosial menjadi kendur, dan efisiensi
merosot. Permasalahan perusahaan majemuk semakin dipertajam oleh korupsi dan
bersamaan dengan itu kesatuan visi perusahaan juga melemah. Karena minusnya
kepercayaan relasi pada perusahaan mampu mencoreng nama baik perusahaan juga dalam
jangka panjang dapat membangkrutkan perusahaan.

13. Jelaskan jenis-jenis tindakan pidana yang dapat dikategorikan sebagai korupsi?
Jawab:
Menurut UU. No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ada tiga
puluh jenis tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak korupsi. Namun secara ringkas
tindakan-tindakan itu bisa dikelompokkan menjadi:
a. Kerugian keuntungan Negara
b. Suap-menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin)
c. Penggelapan dalam jabatan
d. Pemerasan
e. Perbuatan curang
f. Benturan kepentingan dalam pengadaan
g. Gratifikasi (istilah lain: pemberian hadiah).
Selanjutnya Alatas dkk (Kumorotomo, 1992 : 192-193), mengemukakan ada tujuh jenis
korupsi, yaitu :
a. Korupsi transaktif (transactive corruption)
Jenis korupsi ini disebabkan oleh adanya kesepakatan timbal balik antara pihak
pemberi dan pihak penerima demi keuntungan kedua belah pihak dan secara aktif
mereka mengusahakan keuntungan tersebut.
b. Korupsi yang memeras (extortive corruption)
Pemerasan adalah korupsi di mana pihak pemberi dipaksa menyerahkan uang suap
untuk mencegah kerugian yang sedang mengancam dirinya, kepentingannya atau
sesuatu yang berharga baginya.
c. Korupsi defensif (defensive corruption)
Orang yang bertindak menyeleweng karena jika tidak dilakukannya, urusan akan
terhambat atau terhenti (perilaku korban korupsi dengan pemerasan, jadi
korupsinya dalam rangka mempertahankan diri).
d. Korupsi investif (investive corruption)
Pemberian barang atau jasa tanpa memperoleh keuntungan tertentu, selain
keuntungan yang masih dalam angan-angan atau yang dibayangkan akan diperoleh
di masa mendatang.
e. Korupsi perkerabatan atau nepotisme (nepotistic corruption)
Jenis korupsi ini meliputi penunjukan secara tidak sah terhadap Sanak-Saudara
atau teman dekat untuk menduduki jabatan dalam pemerintahan. Imbalan yang
bertentangan dengan norma dan peraturan itu mungkin dapat berupa uang, fasilitas
khusus dan sebagainya.
f. Korupsi otogenik (autogenic corruption)
Bentuk korupsi yang tidak melibatkan orang lain dan pelakunya hanya satu orang
saja.
g. Korupsi dukungan (supportive corruption)
Korupsi yang dilakukan untuk melindungi atau memperkuat korupsi yang sudah
ada maupun yang akan dilaksanakan.

14. Jelaskan unsur-unsur utama definisi Good Corporate Governance


Jawab:
a. Transparancy, dapat diartikan sebagai keterbukaan informasi, baik dalam proses
pengambilan keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan
relevan mengenai perusahaan.
b. Accountability, adalah kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggung-jawaban
organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
c. Responsibility, pertanggungjawaban perusahaan adalah kesesuaian (kepatuhan) di
dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta
peraturan perundangan yang berlaku.
d. Independency, atau kemandirian adalah suatu keadaan dimana perusahaan dikelola
secara profesional tanpa benturan kepentingan manapun yang tidak sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip- prinsip korporasi yang
sehat.
e. Fairness (kesetaraan dan kewajaran) yaitu pelakuan adil dan setara di dalam
memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

15. Menurut Anda, apakah unsure-unsur yang terkandung dalam definisi Good Corporate
Governance bersifat universal?
Jawab:
Ya, karena sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari
mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition),
maupun ditinjau dari "nilai-nilai" yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri
(soft definition).

16. Dari sejumlah prinsip Good Corporate Governance, prinsip apa yang paling sulit
ditegakkan dalam konteks perusahaan-perusahaan Indonesia?
Jawab:
Prinsip Kewajaran (fairness) Hal ini penting untuk melindungi kepentingan pemegang
saham dari praktik kecurangan (fraud) dan praktik-praktik insider trading yang dilakukan
oleh agen/manajer. Prinsip kewajaran ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang
timbul dari adanya hubungan kontrak antara pemilik dan manajer karena diantara kedua
pihak tersebut memiliki kepentingan yang berbeda (conflict of interest)

18. Jelaskan perilaku tidak etis pada perspektif makro dan mikro?
Jawab:
1. Perspektif Makro. Pertumbuhan suatu negara tergantung pada market system yang
berperan lebih efektif dan efisien daripada command system dalam mengalokasikan
barang dan jasa. Beberapa kondisi yang diperlukan market system untuk dapat efektif,
yaitu: (a) Hak memiliki dan mengelola properti swasta; (b) Kebebasan memilih dalam
perdagangan barang dan jasa; dan (c) Ketersediaan informasi yang akurat berkaitan
dengan barang dan jasa Jika salah satu subsistem dalam market system melakukan
perilaku yang tidak etis, maka hal ini akan mempengaruhi keseimbangan sistem dan
menghambat pertumbuhan sistem secara makro.
Pengaruh dari perilaku tidak etik pada perspektif bisnis makro :
a. Penyogokan atau suap. Hal ini akan mengakibatkan berkurangnya kebebasan
memilih dengan cara mempengaruhi pengambil keputusan.
b. Coercive act. Mengurangi kompetisi yang efektif antara pelaku bisnis dengan
ancaman atau memaksa untuk tidak berhubungan dengan pihak lain dalam bisnis.
c. Deceptive information
d. Pecurian dan penggelapan
e. Unfair discrimination.
2. Perspektif Bisnis Mikro. Dalam Iingkup ini perilaku etik identik dengan kepercayaan
atau trust. Dalam Iingkup mikro terdapat rantai relasi di mana supplier, perusahaan,
konsumen, karyawan saling berhubungan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada
Iingkup makro. Tiap mata rantai penting dampaknya untuk selalu menjaga etika,
sehingga kepercayaan yang mendasari hubungan bisnis dapat terjaga dengan baik.

19. Bagaimana menerapkan prinsip-prinsip keadilan distributif, retributive, dan kompensatoris


dalam pengambilan keputusan?
Jawab:
????

(1). Keadilan distributif. Keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban
antar anggota kelompok. Benefit terdiri dari pendapatan, pekerjaan, kesejahteraan, pendidikan
dan waktu luang. Beban terdiri dari tugas kerja, pajak dan kewajiban sosial.

(2). Keadilan retributif. Keadilan yang terkait dengan retribution (ganti rugi) dan hukuman atas
kesalahan tindakan. Seseorang harus bertanggungjawab atas dampak negatif atas tindakan yang
dilakukannya (kecuali jika tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain.)

(3). Keadilan kompensatoris. Keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang
dirugikan. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis, pelayanan dan barang
penebus kerugian. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian, misalnya
kehilangan nyawa manusia.
20. Apakah penerapan prinsip-prinsip etika bisnis berhubungan dengan aspek kultur lokal
sebuah masyarakat ataukah bersifat universal? Jelaskan!
Jawab:
????

NB:
Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman/acuan manajer dan
segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.