P. 1
Mingguan Medikom Edisi 381

Mingguan Medikom Edisi 381

|Views: 1,039|Likes:
Dipublikasikan oleh Hary Buana
Mingguan Medikom Edisi 381
Mingguan Medikom Edisi 381

More info:

Published by: Hary Buana on Aug 09, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Simak Halaman Khusus

Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang

PURWASUKA
Halaman 5

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

Media Komunikasi Masyarakat Transparan Kom omunikasi Masyarakat ansparan araka

Tepat & Perlu

HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim

Jangan Salah Kaprah Mendidik Anak
Selengkapnya baca Halaman 3

Negeri Kacau Balau
Sepekan memasuki bulan Ramadan tensi politik di tanah air meninggi. Hal itu bermula ketika Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik secara keras pemerintahan SBY dalam acara pembukaan Rakernas PDIP di Sentul, Bogor. Megawati dalam pidatonya menyatakan prihatin atas berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Mulai dari persoalan ledakan tabung gas, kenaikan hargaharga kebutuhan pokok, kenaikan tarif dasar listrik (TDL), dan berbagai persoalan lainnya.
Atas berbagai masalah ini terkesan pemerintahan SBY tidak mampu mengelola berbagai kebutuhan hajat hidup orang banyak secara baik. Yang akhirnya menggambarkan Negara dalam keadaan kacau balau. “(Tata kelola) Republik ini kacau-balau. Terpaksa saya mengatakan hal ini. Saya selama ini sudah mencoba diam, tetapi lama-lama saya enggak tahan juga. Lha ngurusi gas saja kok susah ya?” kata Megawati. Megawati lebih lanjut menyatakan keprihatinannya akan persoalan ledakan tabung gas yang hampir setiap hari merenggut korban, sementara di sisi lain tidak ada kejelasan akan otoritas pemerintahan mana yang bertanggung jawab. Ia sudah mengingatkan pentingnya masa transisi selama dua tahun untuk menyosialisasikan penggunaan tabung gas itu kepada masyarakat sebelum program konversi tersebut dijalankan. Hal ini mengingat peralihan penggunaan minyak tanah ke gas ini terkait dengan persoalan budaya. “Saya sama sekali tidak pernah mengatakan menolak konversi gas. Saya hanya minta disediakan waktu supaya masyarakat mengerti terlebih dahulu dan pemerintah juga bisa lebih mempersiapkan siapa yang bertanggung jawab kalau ada kejadian seperti sekarang. Kalau sudah mbledang-mbledung (meledak) kok baru sosialisasi,” kata mantan presiden itu. Megawati juga mengungkapkan realitas kenaikan harga kebutuhan pokok yang memberatkan rakyat. Di sisi lain, pemerintah juga tidak menyampaikan permasalahan yang sebenarnya terjadi di balik kenaikan harga tersebut. Kritik keras Mega ini menimbulkan kontroversi luas di masyarakat. Pro kontra pun terjadi. Pihak yang sependapat menilai, apa yang dikemukakan Megawati adalah sebuah fakta dan realita. Karena nyatanya persoalan-persoalan kemasyarakatan yang diungkap Megawati adalah persoalan keseharian yang dihadapi masyarakat yang penyelesaiannya tak tuntastuntas. Baik persoalan gas maupun persoalan harga kebutuhan pokok. Malah celakanya, di tengah kenaikan kebutuhan bahan pokok sehari-hari, ada kecenderungan daya beli masyarakat secara luas justru terjun bebas. Melihat kondisi ini, artinya pemerintah juga gagal dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Sementara bagi pihak yang kontra, menanggapi kritik Megawati ini bagaikan keluhan tak berguna. Sebab dalam perspektif demokrasi bisa dianggap sia-sia karena tidak adanya oposisi. Sementara secara kelembagaan pun Megawati sebagai Ketua Umum PDIP tidak memperkuat dan melembagakan sistem oposisi. Padahal penguatan sistem oposisi dimaksudkan agar kritik tidak menjadi sia-sia. Hal itu dikemukakan pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit. Menurut Arbi, seharusnya PDI Perjuangan memperkuat dan melembagakan sistem oposisi, sehingga kritiknya tidak sia-sia. Arbi Sanit, menilai kritik dan keluhan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sia-sia karena tidak adanya oposisi. “Kritik percuma saja bila PDIP tidak berupaya memperkuat peran dan posisinya sebagai partai oposisi,” ujar Arbi menanggapi kritikan Mega atas pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY), baru-baru ini. Seperti diketahui, Megawati mengkritik soal masalah tabung gas 3 kg yang meledak hampir menjadi teror masyarakat, soal mahalnya harga-harga pada Rakor PDIP. Menurut Arbi, sejauh oposisi tidak diperkuat dan tak dilembagakan, maka semua keluhan itu tak ada gunanya. “Tanpa niat untuk memperkuat oposisi kuat, semua itu sekadar lagak dan gaya saja, bukan substansi demokrasi,” ujar Arbi. Menurut Arbi, negara kacaubalau itu sudah biasa. “Siapapun pemimpin Indonesia, negara ini tidak pernah terus-menerus aman tenteram loh jinawi. Tidak pernah ada pemimpin yang tidak merasakan negara dalam keadaan kacau-balau,” tambahnya. Ia menilai, kekacauan negara itu terjadi karena konstelasi elite politik

Juli 2010, Inflasi di Jabar Melebihi Nasional
BANDUNG, Medikom-Perkembangan indeks harga konsumen (inflasi) Jabar 1,58 persen. Angka ini melebihi rata-rata inflasi nasional sebesar 1,57 persen. Gabungan tujuh kota di Jabar, mencakup Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi dan Kota Depok, mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Inflasi di Jabar pada Januari sampai Juni mencapai 4,07 persen. Kota Bekasi penyumbang inflasi terbesar, yakni sebesar 2,16 persen disusul Kota Bogor sebesar 1,63 persen. Kota Depok 1,44 persen, Kota Bandung 1,26 persen, Kota Cirebon 1,17 persen, Kota Tasikmalaya 0,88 persen dan Kota Sukabumi 0,77 persen. Kenaikan inflasi atau tingginya inflasi disebabkan naiknya harga beberapa komoditas kebutuhan pokok, seperti beras, cabe, daging ayam potong, telur ayam ras dan komoditas lainnya. Demikian disampaikan Kepala BPS Jabar Drs Lukman Ismail MA, Senin (2/8), di Bandung. Menurut Lukman, tingginya inflasi di Jabar, khususnya di Bekasi, disebabkan beberapa faktor. Antara lain lahirnya PP No 50 Tahun 2010 tentang Biaya Pembuatan SIM dan STNK serta tingginya harga di sektor makanan. Pengaruhnya terhadap inflasi cukup tinggi. Dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang berlaku pada Agustus, dan memasuki bulan puasa dan Idulfitri, kemungkinan inflasi akan meningkat pada September 2010. Secara serentak di seluruh kota di Indonesia (66 kota) pada bulan Juli 2010 mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 3,03 persen dan inflasi terendah 0,12 persen di Kota Tanjungpinang. Sedangkan enam provinsi di Pulau Jawa, pada Juli 2010 serentak mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya 1,99 persen disusul Kota Semarang 1,73 persen, Kota Yogyakarta 1,40 persen, Kota Bandung 1,26 persen, Kota Jakarta 1,12 persen dan Kota Serang 0,82 persen,” ujarnya. Terima dana insentif Berdasarkan sumber dan data Medikom, Pemprov Jabar dan lima daerah di Jabar akan menerima dana insentif sebesar Rp18 miliar. Kota/kabupaten tersebut antara lain Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung dan Kabupaten Sukabumi. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Lex Laksamana saat membuka rapat Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) di Balai Kota Bogor, belum lama ini. Pemberian dana insentif tersebut karena Pemprov Jabar dan lima kabupaten/kota dianggap berhasil meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyatnya dan dianggap bisa mengendalikan inflasi yang selama ini rata-rata inflasi di bawah nasional. (Laures)

Gelapkan Ratusan Juta Akhyar Dihukum 22 Bulan

di hal 4

TKW Indramayu Disandera di Timur Tengah
INDRAMAYU, Medikom–Seorang TKW asal Kabupaten Indramayu disandera oleh majikannya di Negara Irak. Korban Sudiarti (29) adalah warga RT 09 RW 03, Blok Karang Baru, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu. Hingga keberangkatannya dari tahun 2003 sampai saat ini, korban belum diperbolehkan pulang ke kampung halamannya. Orang tua korban akhirnya mengadukan hal itu kepada lembaga terkait. Keterangan yang berhasil dihimpun Medikom menyebutkan, Sudiarti berangkat menjadi TKW menggunakan jasa pengerah tenaga kerja PT Alfindo Jakarta. Selama dua tahun sejak berangkat 10 Januari 2003, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negara Yordania. Selama itu, pengiriman uang serta komunikasi masih berjalan lancar dengan keluarganya. Namun pada tahun ketiga, ia pindah majikan yang bernama Ahmad Abdul Ganawi. Pada majikan terakhir ini, korban kemudian dibawa ke kota Baghdad, Irak. Dari situlah kemudian korban tidak diperbolehkan untuk komunikasi dengan siapapun termasuk keluarganya hingga saat ini. Orang tua korban, Warni mengaku kalau anaknya selama tujuh tahun tidak pernah pulang. Menurut Warni, dua tahun korban masih sempat berkomunikasi namun lima tahun terakhir tidak ada kontak sama sekali. Atas kejadian tersebut, Warni kemudian mengadukan peristiwa itu kepada Pengurus Daerah Serikat Pekerja TKI Luar Negri (SPTKILN) Kabupaten Indramayu untuk upaya pemulangan anaknya. Edi Rustam Ketua Pengurus Daerah Serikat Pekerja TKI Luar Negri (SPTKI-LN) Kabupaten Indramayu membenarkan pihaknya mendapatkan laporan tentang itu. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan upaya pemulangan terhadap korban yang diketahui berada di Negara Irak. Hanya saja kata Edi Rustam, majikan korban bersikeras tidak mau memulangkan Sudiarti. “Saya menduga Sudiarti merupakan korban perdagangan dan penyelundupan buruh migran,” ujarnya. (H YF)

Warga Salawana Pertahankan Lahan
“(Tata kelola) Republik ini kacau-balau. Terpaksa saya mengatakan hal ini. Saya selama ini sudah mencoba diam, tetapi lama-lama saya enggak tahan juga. Lha ngurusi gas saja kok susah ya?” kata Megawati.
MAJALENGKA, Medikom–Lahan tanah bekas pemerintahan Jepang dan Belanda sudah bertahun-tahun ditempati warga Desa Salawana, Kecamatan Dawuan. Namun, lahan yang ditempati oleh sekitar 500 kepala keluarga itu, kini dikuasi oleh negara atas nama TNI AU. Karena lahan tersebut termasuk pampasan perang. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara BPN Majalengka Mariman saat dikonfirmasi terkait adanya keinginan warga Desa Wanasalam untuk memiliki lahan tersebut. “Setahu saya, tanah yang diklaim oleh warga sebagai tanah tak bertuan adalah tanah negara atas nama TNI AU. Hanya memang TNI AU belum mensertifikatkan seluruh lahannya termasuk lahan yang di Desa Salawana,” ungkap Mariman kepada wartawan. Ia mengaku pihak BPN Majalengka tidak memiliki data secara pasti perihal luas dan jumlah warga yang menghuni di tanah negara di Desa Salawana. Lantaran, belum pernah melakukan penelitian atas tanah tersebut karena belum ada permohonan. “Saya pernah diminta oleh pimpinan untuk mengirimkan data perihal luas tanah, jumlah warga, jumlah bangunan dan lain sebagainya ke BPN Pusat. Namun, belum bisa sehubungan BPN Majalengka tidak memiliki data pasti menganai hal itu, karena belum pernah dilakukan penelitian,” kata Mariman. Meski demikian, pihaknya siap menyelesaikan sengketa tersebut apabila diberikan kewenangan oleh Pemerintah Pusat Seperti diketahui puluhan warga Desa Salawana disertai kuwunya, Asep Darmawan pekan lalu mendatangi gedung DPRD. Mereka meminta agar DPRD bersedia memfasilitasi dan menyelesaikan sengketa tanah tersebut. Warga berharap lahan yang sudah ditempatinya bertahun-tahun bisa menjadi hak milik warga. Luas lahan tersebut diperkirakan mencapai 18 hektare. (Jur)

Santriwati Diduga Jadi Korban Perkosaan
SUBANG, Medikom–Dian Iskandar (20), warga Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, terpaksa digelandang ke Mapolres Subang, Jawa Barat. Dian diduga telah menculik dan menggagahi santriwati sebuah pesantren di daerah Kasomalang, Subang berinisial LF (16). Akibat perbuatannya, Dian dijerat UU PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dengan ancaman hukuman penjara di atas tujuh tahun. “Sesuai dengan hasil pemeriksaan tersangka mengaku telah menodai korbannya yang masih di bawah umur hingga enam kali,” tutur Kapolres Subang, AKBP Dadang Hartanto. Kapolres menerangkan, peristiwa penculikan disertai penodaan terhadap gadis di bawah umur terjadi pada akhir Juli lalu. Aksi penculikan itu bermula dari ketidaksengajaan. Korban menghubungi tersangka melalui telepon genggam milik keduanya. Telepon salah sambung itu berlanjut pada perkenalan antara keduanya. Saat perbincangan melalui handphone itu, korban sempat curhat ke tersangka soal kehidupannya selama di pesantren. Kepada tersangka, korban mengaku sudah tidak betah lagi belajar di

Ke Halaman 11

Ke Halaman 11

Menyikapi Pembentukan Provinsi Cirebon, Dewan Akan Bentuk Pansus
CIREBON, Medikom–Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno SIP MSi menyatakan DPRD akan membentuk panitia khusus menyikapi pembentukan Provinsi Cirebon. Pernyataan ini disampaikannya usai melakukan dengar pendapat dengan Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) di Griya Sawala, DPRD. “Kesimpulan pertemuan tadi, kita akan buat Pansus Provinsi Cirebon,” ujarnya, Selasa (3/8). Selain soal pansus, poin kedua dari hasil pertemuan itu adalah sebanyak 7 fraksi di DPRD Kota Cirebon secara eksplisit menyatakan persetujuannya terhadap pembentukan Provinsi Cirebon. Hanya untuk pelaksanaan pansus itu waktunya tidak dalam waktu dekat, mengingat padatnya jadwal kerja di DPRD. “Pokoknya yang pasti diagendakan, karena itu kan hasil rapat. Lagi pula tadi Pak Ketua sudah setuju,” terangnya kepada wartawan. Setelah pansus selesai bekerja, akan ditindaklanjuti dengan persetujuan secara kelembagaan. Baru kemudian wali kota memberikan pernyataan persetujuan secara kelembagaan. “Sebab, tidak mungkin wali kota melangkah tanpa adanya persetujuan dari DPRD,” ucapnya. Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Cirebon DRS H Nasrudin Azis SH menyampaikan, secara prinsip menghendaki Provinsi Cirebon terwujud. Selama memang ini sudah menjadi keinginan masyarakat Cirebon. Secara lisan, saat kunjungan Wakil Gubernur Dede Yusuf pun merespons bahwa pembentukan ini bisa ditempuh.

Aktivis Lingkungan Tolak Galian C Hutan Ranggawulung
SUBANG, Medikom-Aktivis lingkungan dan LSM mendesak Pemkab Subang untuk menghentikan eksplorasi galian pasir yang berlokasi di Hutan Ranggawulung, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang Kota. Sebab langkah pemkab memberikan izin dianggap ceroboh. Karena berdasarkan peraturan daerah, pengembangan galian C hanya boleh diberikan kepada empat wilayah, yaitu Kecamatan Cipeundeuy, Cibogo, Cipunagara, Pamanukan dan Ciasem. Dikhawatirkan bila galian C tetap beroperasi akan merusak keseimbangan lingkungan dan menghancurkan wilayah serapan air untuk wilayah Subang. Karena lokasi yang diberikan merupakan daerah serapan air utama untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Subang. Protes keras para LSM ini terkait adanya kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada sebuah perusahaan galian C yang mulai beroperasi sejak minggu lalu. Di lapangan, pengusaha mulai mendatangkan alat berat berupa beko dan melakukan pemerataan jalan keluaran pasir yang akan dieksplorasi. Apalagi kegiatan pertama pembangunan jalan telah terbukti menggunakan lokasi hutan kota. Menurut Ketua Komite Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Hendi Sukmayadi, Pemkab Subang harus segera mencabut izin galian C yang diberikan kepada investor yang berlokasi di Hutan Ranggawulung. Karena, langkah pemberian izin galian C dianggap ceroboh dan melanggar peraturan. Hal itu bila merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Subang No 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah pasal 75 yang menyatakan dengan jelas bahwa pengembangan galian C hanya bisa dilakukan kepada kecamatan yang sesuai peraturan daerah ini, yaitu Kecamatan Cipeundeuy, Cibogo, Cipunagara, Pamanukan dan Ciasem. “Pemkab Subang sangat ceroboh dalam memberikan izin galian C di Hutan Ranggawulung itu. Semestinya sebelum izin diberikan, berbagai elemen pemangku kepentingan lingkungan harus diajak berkomunikasi,” kata Hendi. Apalagi, kata pemerhati lingkungan ini, bila merujuk pada Perda No 4 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Wilayah Subang, di mana dalam pasal 18 perda tersebut mewajibkan secara jelas sebelum menerbitkan izin galian C, pemerintah wajib memperhatikan rencana tata ruang dan pendapat masyarakat dan rekomendasi dinas terkait. Pemberian izin jelas akan mengancam eksistensi wilayah serapan air yang memang merupakan ciri khas Hutan Ranggawulung. Karenanya menurut Hendi, aneh pemkab memberikan izin tanpa melakukan studi yang mendalam, baik tentang lingkungan maupun dampaknya terhadap lingkungan kepada perusahaan galian C. “Di samping harus memenuhi unsur-unsur normatif, persoalan visi lingkungan hidup ke depan harus menjadi acuan yang mutlak sebelum izin diberikan terkait mengeksploitasi lingkungan,” kata Hendi. Menanggapi beroperasinya perusahaan galian C di Hutan Ranggawulung, pengamat kebijakan publik Kabupaten Subang Handra Munandar sangat prihatin. Menurutnya, ada kecenderungan pejabat Subang lebih berpikir persoalan ekonomi semata tanpa memperhatikan aspek-aspek lainnya. Terlihat dalam kebijakan memberikan izin operasional kepada perusahaan galian C di Hutan Ranggawulung ini. Sebab menurut Handra, lingkungan hidup haruslah dijadikan isu strategis bersama yang semua pihak harus konsen dalam menjaganya. Pejabat Negara tidak boleh bertolak belakang dengan keinginan masyarakat umum menyangkut lingkungan walaupun ada alasan ekonomi di dalamnya. “Isu yang beredar menyangkut galian C di Ranggawulung karena beberapa pejabat yang memiliki kebijakan perizinan galian C mendapat ‘gizi’ cukup besar dari perusahaan pemrakarsa,” kata Handra. Padahal, lanjut Handra, diamanatkan dengan jelas dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, ada sanksi pidananya. Bukan hanya bagi masyarakat tetapi bagi pejabat yang memberikan perizinan tidak sesuai aturan. “Bagi pejabat yang berdasarkan kewenangannya memberikan perizinan tidak sesuai aturanaturan bisa terkena pidana sesuai UU No 32 Tahun 2009 ini,” katanya seraya menjelaskan, sanksi pidana lingkungan dikenakan pada para pihak, penjara minimal satu tahun dan maksimal tiga tahun dan dengan denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar bagi siapa saja yang merusak lingkungan. Sementara menanggapi kisruh galian C di Hutan Ranggawulung, Ketua Organisasi Kemasyarakatan GIBAS Resort Subang Asep Dimyati SE mengancam akan melakukan demo besar-besaran untuk menolak dan memprotes galian C di Hutan Ranggawulung. Karena terbukti, bukan hanya berpotensi merusak lingkungan, akses jalan yang digunakan pun telah memakai jalan hutan kota. “Kita akan melakukan konsolidasi dengan seluruh aktivis lingkungan dan LSM Subang untuk memprotes keras kebijakan Pemerintah Kabupaten Subang yang memberikan izin galian C di Hutan Ranggawulung,” kata Asep. Ia juga menyayangkan, langkah pemkab yang memberikan izin tanpa melakukan studi mendalam, apalagi menyangkut persoalan lingkungan yang merupakan isu yang strategis. “Semestinya dilakukan kajian yang komprehensif dan mendalam sebelum kebijakan dikeluarkan. Dan sekarang terbukti bahwa jalan akses ke lokasi menggunakan jalan hutan kota. Ini kan sebuah bencana,” tandas Asep. ***

Ke Halaman 11

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

Sisi Lain
Pembinaan Pemuda Disentuh Disparbud Jabar
BANDUNG, Medikom-Pengembangan seni-budaya Jabar tidak lepas dari peran seniman-budayawan, pelaku usaha dan masyarakat. Peran serta dan tanggung jawab yang dilakukan secara sinergis, itu harus terus dilakukan lebih serius. Hal ini dikemukakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, beberapa waktu yang lalu. Sejumlah karya dan kreativitas yang selama ini telah dilakukan dalam konteks pembangunan, mesti ditingkatkan untuk menggerakkan sektor pariwisata dan kebudayaan di Jabar. Loyalitas, dedikasi yang diberikan selama ini sangat diharapkan menjadi stimulan bagi pelaku seni, budaya, pariwisata dan masyarakat lainnya, termasuk generasi muda. Semuanya diharapkan berkontribusi dalam pembangunan di Jabar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama. Pernyataan senada dikemukakan Sekretaris Disparbud Jabar Drs H Yanto Subiyanto MM dalam keterangan persnya, diterima Medikom, Sabtu (7/8). Bahwa baru-baru ini Disparbud Jabar memfasilitasi sejumlah duta seni pelajar bersama timnya ke Solo. Kegiatan itu menjadi ajang pembekalan bagi 13 duta seni pelajar untuk menunjukkan seni tradisi yang dimiliki Jabar, sekaligus mengenal budaya nusantara lainnya. (Zaz)

2

Jawa Barat
Belum Saatnya Penambahan Hotel di Kota Bandung
BANDUNG, Medikom–Wisatawan yang datang ke Jawa Barat, khususnya ke Kota Bandung, suatu saat dapat menghadapi titik jenuh disebabkan faktor kemacetan. Persoalan kemacetan masih persoalan krusial. Sampai saat ini belum dapat solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Di sisi lain, rasio penambahan atau pendirian usaha hotel belum sebanding dengan rasio pertambahan pengunjung/ wisatawan. Hal ini terbukti dari jumlah hunian hotel di Kota Bandung yang hanya rata-rata 40 persen tiap bulan. Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif PHRI Kota Bandung Dodi MJ, saat ditemui Medikom, di Bandung, baru-baru ini. Dijelaskan, usaha hotel di Kota Bandung untuk sementara tidak perlu ditambah. “Karena pertumbuhan pengunjung yang datang ke Bandung, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), hanya dua persen. Sedangkan pertumbahan isian kamar hotel sebanyak 14 persen per tahun. Tidak sebanding jumlah pertumbuhan pengunjung dengan pertumbuhan kamar hotel,” kata Dodi Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjut Dodi, diharapkan segera terbentuk Badan Promosi Pariwisata di Kota Bandung, sebagai tindak lanjut dari UU 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata. Menurutnya, dengan terbentuknya Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, maka kepariwisataan bisa lebih digalakkan. Selama ini promosi kepariwisataan Kota Bandung masih bersifat parsial. Untuk itu perlu adanya komunikasi antarstakeholder. Dodi mencontohkan, Negara Malaysia sebagai negara kecil dibanding Indonesia, bisa lebih mempromosikan negaranya. “Obyek wisatanya tidak lebih hebat dari Indonesia, tetapi bisa menarik wisatawan lebih dahsyat dari kita,” kata Dodi. Indonesia sendiri pada tahun 2010 menargetkan sebesar tujuh juta pengunjung, sedangkan Malaysia mencapai 24 juta pengunjung. “Ternyata setelah kita pelajari, Malaysia bisa meraih sebanyak itu karena lebih mampu mempromosikannya secara komprehensif, terpadu, tersistem dengan baik dan tepat sasaran,” katanya. Disinggung akhir-akhir ini hubungan industrial antarpengusaha dan pekerja hotel di Kota Bandung muncul gejolak ke permukaan, misalnya Hotel Grand Aquila, Hotel Papandanyan, dan beberapa hotel lainnya, Dodi menyesalkan. Sebenarnya pihak PHRI sendiri secara kelembagaan telah melakukan pendampingan terhadap yang mengalami permasalahan hubungan industrial antara pengusaha dan karyawannya, berupa tim advokasi yang memberikan masukan/saran, walaupun disadari hal ini merupakan kebijakan masingmasing hotel. Persoalan ini sebenarnya, menurutnya, bukan hanya dialami satu atau dua hotel. Tetapi cukup banyak dialami hotel lain. Persoalan yang cukup berat ini, kata Dodi, bisa berdampak kepada internal manajemen hotel. Dodi tidak memungkiri masih banyak pelaku industri hotel kurang memiliki kesadaran peranan UU Tenaga Kerja, dan di sisi lain pekerja/karyawan tidak memahami kondisi industri pariwisata. Ini yang mengakibatkan terjadi benturan. “Untuk perlu ada edukasi yang baik untuk mencari win-win solution. Pihak PHRI sendiri telah menjalin komunikasi dengan pelaku industri pariwisata dan Disnaker Kota Bandung untuk mencari solusi agar suasana kondusif antara pelaku industri dan karyawannya dapat terjalin dengan baik,” lanjut Dodi. Sementara berdasarkan informasi terbaru dari BPS Jabar yang disampaikan Kepala BPS Jabar Drs H Lukman Ismail MA, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat pada bulan Juni 2010 mengalami peningkatan dibanding TPK bulan Mei 2010. Kenaikan TPK Juni 2010, lanjut Lukman, disebabkan meningkatnya TPK kelas hotel bintang dan hotel non bintang. TPK hotel bintang pada Juni 2010 sebesar 54,44 persen dan TPK hotel non bintang mencapai 39,18 persen. Sedangkan pada Mei 2010 TPK hotel bintang sebesar 49,03 persen dan non bintang mencapai 34,39 persen. Kedatangan tamu mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara pada bulan Juni 2010 mengalami penurunan 5,84 persen dibandingkan bulan Mei 2010. Pada bulan Juni 2010, wisman yang datang ke Jawa Barat melalui pintu masuk Bandara Husen Sastranegara tercatat 7.680 orang. Sedangkan bulan Mei 2010 tercatat sebanyak 8.156 wisatawan masuk melalui pintu itu. Sedangkan wisman yang datang melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon kebanyakan para kru kapal. Dari pintu masuk ini angkanya mengalami penurunan 6,93 persen, dari 202 wisatawan pada bulan Mei 2010 menjadi 188 wisatawan pada Juni 2010. Wisman yang ke Jabar masih didominasi warga Malaysia dan Singapura. Pada Juni 2010, tercatat wisman kebangsaan Malaysia datang ke Jawa Barat melalui Bandara Husein Sastranegara sebanyak 6.655 orang. “Angka ini menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 7.098 wisman atau turun 6,24 persen,” ujarnya. (Laures)

Pos Indonesia Dukung Pengembangan Wisata Indonesia Bagian Timur
BANDUNG, Medikom–Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda 2010” mewujudkan partisipasi Pos Indonesia dalam memajukan Pariwisata Nasional di wilayah Indonesia Timur Provinsi Maluku. Provinsi ini dicanangkan sebagai pintu gerbang pembangunan Indonesia dalam sektor kelautan dan perikanan. Provinsi ini juga dicanangkan sebagai “Lumbung Ikan”. Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda 2010” pada acara puncak “Sail Banda” dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkokesra Agung Laksono, dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Hadir pada acara, Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana. Dalam menyambut event pariwisata akbar bertaraf internasional ini, Pos Indonesia mensponsori kegiatan pameran untuk menyemarakkan acara puncak “Sail Banda”. Menurut Manager Komunikasi Perusahaan PT Pos Joesman Kartaprawira, stan Pos Indonesia dibangun dengan tujuan untuk menyosialisasikan pelayanan yang dimiliki Pos Indonesia. Layanan-layanan pos sangat efektif dimanfaatkan baik oleh wisatawan maupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lalu lintas berita, barang, dan uang. (IthinK)

Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (kanan) didampingi GUbernur Jabar Ahmad Heryawan menggunting pita bunga dalam pembukaan Cooperative Fair di lapangan Gasibu Bandung baru-baru ini.

KUMKM Mampu Serap 88,17% Tenaga Kerja di Jabar
BANDUNG, Medikom–Untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya keras mendorong kemajuan sektor koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM). Pembinaan difokuskan pada kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM), penguatan struktur permodalan, penyebaran dan penyediaan akses teknologi, deregulasi kebijakan, serta mendorong promosi dan pemasaran produk dengan menggandeng sektor-sektor terkait melalui pola-pola kerja sama pembinaan KUMKM. Jumlah KUMKM di Jawa Barat sampai dengan bulan Desember tahun 2009 mencapai 8,279 juta unit atau sekitar 99,98% dari total pelaku usaha di Jawa Barat, termasuk pula di dalamnya koperasi sebanyak 22.664 unit. KUMKM ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 12,355 juta orang atau mencapai 88,17% dari total penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. Kontribusi KUMKM ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar pada tahun 2008 mencapai 60,32%, dengan volume usaha sebesar Rp345,18 triliun. “Komitmen serta dukungan upaya dari berbagai pihak, khususnya tekad kuat serta kerja keras para pelaku usaha KUMKM, hingga saat ini sektor KUMKM menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, bahkan mampu eksis sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara Pembukaan Cooperative Fair Ke-7 dan Pameran Gelar Kriya Kulit Jawa Barat Tahun 2010 di Lapangan Gasibu, Bandung, Rabu (4/6). Melihat pencapaian tersebut, Heryawan optimististis sektor KUMKM ke depan dapat lebih berperan optimal dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi. Apalagi bila dalam perkembangannya didukung seluruh pemangku kepentingan. Tentunya dukungan itu diwujudkan dengan adanya keberpihakan yang tinggi terhadap pengembangan KUMKM. Termasuk di dalamnya dari para pelaku usaha besar yang diharapkan dapat menjadi mitra kolegial pengembangan KUMKM. “Dengan kegiatan Cooperative Fair ke-7 dan Pameran Kriya Kulit Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 ini, saya mengajak pelaku KUMKM dan stakeholder terkait, untuk mengerahkan segala kemampuan mewujudkan KUMKM yang maju dan berdaya saing,” tegasnya. Selanjutnya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri beserta jajaran Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI, atas bantuan yang meliputi alat tenun bukan mesin (ATBM), bahan baku dan bahan pembantu, mesin pemintal benang, gudang dan mesin pengolahan limbah senilai Rp240 juta, Program Bantuan Pengembangan Koperasi di bidang Produksi untuk Penguatan Sarana Penunjang Pos dan Telekomunikasi senilai Rp75 juta, serta Program Bantuan Pengembangan Koperasi Bidang Pembiayaan melalui Penyediaan Dana bagi Kelompok Perempuan dan Pemuda bagi 210 koperasi senilai Rp10,5 miliar. Berbagai macam program bantuan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kemajuan KUMKM di Jabar. Selain itu, Heryawan juga menyampaikan apresiasi atas penandatanganan MoU antara Kadin Jawa Barat, PT Pertamina dan Bank Jabar Banten tentang Penguatan Aksesibilitas Pembiayaan bagi KUMKM, Penandatanganan MoU antara Dekopinwil Jawa Barat dengan PT Indosat tentang Kerja Sama Pengembangan Sistem SMS Komuniti Koperasi, serta Penandatanganan Akad Kredit antara Perbankan dan KUMKM Jawa Barat. Demikian pula kepada Bank Indonesia atas telah terealisasinya dana hasil pendampingan yang dilakukan UKM oleh Pembina UKM senilai Rp13,6 miliar kepada 676 pelaku UKM Jawa Barat. Cooperative fair ke-7 Untuk memperingati Hari Koperasi (Harkop) ke-63 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Jabar menggelar Cooperative Fair ke-7 dan Pameran Gelar Kriya Kulit Jawa Barat Tahun 2010di Lapangan Gasibu Bandung. Cooperative Fair ke-7 ini berlangsung mulai 4 hingga 8 Agustus 2010. Untuk Pameran Gelar Kriya Kulit Jawa Barat Tahun 2010 dimulai 7-8 Agustus yang menampilkan berbagai produk kulit mulai asesoris, perlengkapan rumah tangga dan lainnya. Sekitar 500 KUMKM dari 26 kota/ kabupaten se-Jawa Barat dan dari 33 provinsi se-Indonesia menampilkan berbagai produk KUMKM seperti tekstil, makanan olahan, obat-obatan, kerajinan, pertanian, perkebunan, peternakan, tambang dan galian, jasa keuangan, teknologi tepat guna dan teknologi informasi dan lainnya. Menurut Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Hernawan, Cooperative Fair sebagai agenda tahunan Dinas KUMKM Jabar bertujuan mempromosikan produk KUMKM yang ada di Jabar dan seluruh Indonesia, memberikan dukungan prasarana dan fasilitas promosi dan pemasaran kepada KUMKM untuk memperkuat pasar dalam negeri dan memperluas pasar ekspor. “Terpenting melalui kegiatan ini terwujud kemitraan dan membentuk jaringan-jaringan usaha antarpelaku KUMKM dan meningkatkan sinergitas seluruh jaringan usaha KUMKM. Untuk itu, pada kegiatan ini pula akan digelar temu bisnis yang bakal menghadirkan buyer,” tuturnya. (IthinK)

Evaluasi Dan Rencana Program Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya
TASIKMALAYA MEDIKOM.Program Keluarga Berencana (KB) Tahun 2009 di Kabupaten Tasikmalaya pencapaian peserta KB baru dengan sasaran 68,485 akseptor dan dapat direalisasi sebesar 76.641 atau (111,9 %) dari angka pencapaian itu keluarga berencana pria mencapai (14,9 %) dari sasaran 3.634 dan keluarga berencana wanita mencapai (117,3 %) dari sasaran 64.851 sedangkan pencapaian peserta KB aktif sasaran 269.400 akseptor dengan realisasi 270.072 akseptor atau (100,2 %). Sementara KB pria mencapai (39,8 %) dari sasaran 8.285 dan dan KB wanita mencapai (102,2 %) dari sasaran 261,115. Data itu terungkap dalam acara konseling KB orentasi bagi kader se wilayah Manonjaya dan Ciawi bertempat di aula rapat Kecamatan Gunungtanjung pada bulan Juli yang baru lalu. Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Undang Suherman kepada Medikom mengatakan, data intitusi masyarakat pengelola KB di Kabupaten Tasikmalaya mencapai Pos KB/ PPKBD ada 351 Desa, Sub Pos KB/PKBD-RW ada 2.292 dan kelompok KB-RT ada 9.464. Sementara ketahanan keluarga mulai dari BKB ada sebanyak 1.089 kelompok, BKR 380 kelompok, BKL 382 kelompok, BLK 94 kelompok UPPKS ada 692 kelompok dan PIK-R ada 60 kelompok. Kondisi program Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya dari jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2006 mencapai 1.668.581 dan pada tahun 2007 menjadi 1.656.633 dan tahun 2008 menjadi 1.707.297 sementara rata-rata kelahiran tahun 2008 di Kabupaten Tasikmalaya data dapat dilihat dari pertahun sebanyak 38.213 dan dapat dirinci perbulannya mencapai 3.184, perminggu 734 dan perhari ada 106 bagi yang lahir dengan rata-rata perjamnya 4 bagi lahir se Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya. Penduduk usia 14-19 tahun akan menjadi permasalahan di masa yang akan datang mana kala tidak ada pengendalian melalui pengetahuan reproduksi remaja. Tantangan KB di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya beban program KB yang terlalu banyak dipegang oleh satu bidang. Mohon ada kajian tentang kelembagaan sesuai amanat undang-undang 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Keduanya terbatasnya jumlah dan jenis kontrasepsi bagi keluarga pra sejahtera ± yang disediakan pemerintah. (A.Cucu).

Kaulinan Jabar Punya Daya Tarik Wisata
BANDUNG, Medikom-Keragaman dari permainan anak yang terdapat di Jabar merupakan kekayaan seni dan budaya yang mesti dilestarikan sebagai jati diri bangsa. Sembilan jenis permainan anak diperlombakan dalam penyelenggaraan Kaulinan Urang Lembur (Alimpiado) II, selama dua hari, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar Jalan Dipatiukur Bandung. Pernyataan ini dikemukakan dalam sambutan resmi Wagub Jabar H Dede Yusuf, Sabtu (7/8), sekaligus menegaskan kegiatan ini memiliki daya tarik wisata untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Event yang diselenggarakan pada tahun kedua ini, jelasnya, diikuti perwakilan dari 26 kabupaten/kota se-Jabar. Sejumlah mahasiswa dari beberapa provinsi, yaitu Bangka Belitung, Lampung, Bali, Sulawesi Utara, Papua dan Korsel, menunjukkan keragamannya. Pernyataan senada dikemukakan Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan MM, bahwa di antara peserta yang mengikuti permainan tradisional ini ada 13 mahasiwa Korsel yang sedang belajar di Bandung. Sehingga permainan anak ini memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk mengenal atau mencobanya, sebagai salah satu sarana wisata, meningkatkan kenyamanan dalam kunjungan wisata. Dituturkan Herdiwan, permainan anak yang diperlombakan dalam event ini, yaitu egrang, kelom batok, rorodaan, engkle/sondah, sorodot gaplok, perepet jengkol, gatrik, gasing dan bedil jepret. “Alimpiado diselenggarakan jadi kegiatan rutin. Pada tahun kedua ini ada tambahan permainan baru yang diperlombakan. Sehingga event ini menjadi sarana konservasi kaulinan tradisional. Dan berikutnya, permainan lainnya bisa pula diperlombakan,” papar Herdiwan. Ditambahkannya, originalitas, keunikan kaulinan tradisional yang banyak terdapat di Jabar menjadi kebijakan strategis Disparbud Jabar untuk mempromosikannya sebagai bentuk daya tarik untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Kemudian menjadi sarana memelihara hubungan baik dalam persahabatan atau silaturahmi, merangsang tanggung jawab untuk mencintai tradisi seni dan budaya, memperkuat persatuan bangsa. Sebagai stimulan dalam perlombaan yang penutupannya dijadwalkan dilakukan Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan, Minggu (8/8), itu diperebutkan hadiah sebesar Rp25 juta. Juara I mendapat hadiah berupa uang sebesar Rp10 juta, juara II Rp8,5 juta, juara III Rp6,5 juta, dan juara keempat Rp5,5 juta. “Penyisihan untuk sejumlah permainan tradisional diselesaikan hari ini, baru besoknya (Minggu (8/ 8)), ditutup dengan acara final,” jelasnya. (Zaz)

Pertamina Sosialisasikan Kru Mupen Jabar Siap Layani Program KB Penggunaan Gas LPG
BEKASI, MedikomKeberhasilan acara Harganas XVII tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Kota Bekasi, pekan kemarin, tidak lepas dari hasil kerja sama antara BKKBN dan seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Terutama dari tim advokasi yang tidak henti-hentinya melakukan pendekatan dan penerangan kepada masyarakat.
GARUT, Medikom–Pihak Pertamina Gas Domestik Regional II Rayon V, Selasa (3/8), di SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Asgaraya, di Jalan Raya Warung Peuteuy, meyosialisasikan penggunan gas LPG (Liquid Petroleum Gas) kepada kaum ibu. Sosialisasi ini digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut bekerja sama dengan SPBE Asgaraya, PT Multi Lestari dan pihak Pertamina sendiri. Sosialisasi ini menadapat antusias dari kaum ibu. Mereka menanyakan kasus-kasus kecil yang kerap dialami selama mengoperasikan kompor elpiji di rumah tangganya. Acara bertajuk Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang LPG, menurut Ketua TP PKK Kabupaten Garut Nurrohimah Aceng Fikri, sebagai upaya menyukseskan program pemerinath serta meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pemakaian dan perawatan produk konversi. Disebutkan Nurrohimah, acara ini sangat dinantikan oleh para ibu rumah tangga, karena mereka merupakan konsumen yang paling pertama menggunakan gas elpiji, dan kesehariaannya tidak lepas dari penggunaan gas tersebut. Sales Representative Gas Domestik Regional II Rayon V Pertamina, Lucky Pangemanan, menyambut baik gagasan Pengurus PKK Kabupaten Garut yang

Walaupun untuk itu tim advokasi provinsi ataupun kabupaten/kota harus menembus batas tempat yang sulit dijangkau. Untuk mencapai tempat di mana masyarakat harus dilayani itu, perlu dibarengi dengan kecerdikan dan kelihaian dalam membawa kendaraan Mupen (Mobil Unit Penerangan) KB. Dengan bantuan kendaraan ini mereka berhasil melayani masyarakat secara gratis, menggelar hiburan “nonton bareng” kepada masyarakat pada malam harinya. Ini dilakukan oleh kru Mupen serta para anggota tim advokasi semata-

mata karena prihatin atas kondisi negara tercinta saat ini. Negara ini perlu upaya menekan laju pertumbuhan penduduk yang ada saat ini. “Selain merupakan salah satu program, juga sebagai sumbangsih secara moril kepada masyarakat untuk mencapai keluarga sejahtera

dan terencana,” tutur Pak Cucu, salah satu kru Mupen, kepada Medikom. Selain menjadikan keluarga sejahtera, diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya keluarga berencana. Keluarga berancana saat ini bukan hanya fokus kepada alat kontrasepsi, melainkan upaya serta

langkah hidup yang terencana, tingkat kemiskinan maupun tingkat kematian ditekan agar serendah mungkin, sehingga terwujud keluarga bahagia. Dan kalau bisa, dalam membina keluarga diharapkan sesuai program pemerintah: Dua Anak Lebih Baik. “Oleh karenanya kami sebagai kru

Mupen berharap semoga apa yang telah kami lakukan selama ini, dapat bermanfaat serta masyarakat dapat mengerti bagaimana pentingnya program KB ini sehingga dapat disosialisasikan kepada yang lainnya,” tambahnya. (Iwan)

dinilainya turut membantu menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana perilaku kita dalam penggunaan gas elpiji yang kini sedang meghangat dengan beberapa kasus meledaknya tabung gas. Kasus-kasus seperti itu, jelas Lucky, sebenarnya tidak perlu terjadi bila penggunaannya mengikuti prosedur yang ditempuh. Maka dengan sosialisasi ini diharapkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga semakin meningkat. Meski demikian pihaknya merasa lega karena kasus seperti ini tidak terlalu mencolok dibanding daerah lain. Lucky mengimbau agar masyarakat konsumen tetap wasapada

dalam penggunaan gas elpiji. “Kami telah membuka hotline 24 jam untuk masyarakat konsu-men, bilamana ada kekhawatiran dalam penggunaan gas elpiji ini,” ujar Lucky didampingi pimpinan SPBE Asgaraya, H Surachmat. Selama tahun 2010 ini kasus ledakan tabung gas di Jawa Barat kurang lebih 12 kasus. Kebanyakan diakibatkan oleh human error, termasuk rusaknya regulator dan slang, selebihnya karena kompornya rusak. Sebagai antisipasi terjadi kasus yang sama, pihaknya kini tengah mempersiapkan dengan menurunkan tim ke daerah . (Kus)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

3

Lintas Kota
Selama Ramadan Jam Kerja Tak Berkurang
BANDUNG, Medikom-Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda berharap kualitas kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bandung tidak berubah selama bulan Ramadan. Perubahan hanya akan menimbulkan akibat yang tidak baik bagi kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Selama bulan Ramadan, tidak akan ada pengurangan jam kerja, melainkan hanya pergeseran saja. Menurut Ayi, selama bulan Ramadan PNS yang biasanya masuk kerja pukul 08.00 WIB dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB. Waktu pulang yang biasanya pukul 16.00 WIB, dipercepat setengah jam menjadi pukul 15.30 WIB. “Artinya tidak ada pengurangan jam kerja, hanya pergeseran saja,” kata Ayi kepada wartawan. Menurut Ayi, pada bulan puasa tidak sampai mengurangi kualitas kinerja PNS, terutama yang berkaitan erat dengan pelayanan terhadap masyarakat. PNS tetap harus bekerja sebagaimana biasanya. Ayi menegaskan, pengawasan terhadap kehadiran maupun kinerja PNS selama bulan Ramadan juga akan dilakukan di tingkat aparat kewilayahan. Ayi tidak menginginkan adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan aparat di kewilayahan tidak ada di tempat kerja dan tidak bisa melayani keperluan masyarakat. “Jangan sampai bulan Ramadan menjadi penghalang bagi para PNS untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. Dikatakan Ayi, bekerja dengan baik sama halnya dengan menjalankan ibadah puasa karena pada dasarnya bekerja juga merupakan ibadah. Untuk masalah pengawasan terhadap kinerja PNS selama bulan Ramadan, Ayi menyerahkan hal itu kepada masing-masing SKPD. Namun di sisi lain tugas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan inspektorat pun harus tetap berjalan. Pengawasan dilakukan agar kinerja PNS itu tidak ada yang berubah sama sekali. “Masing-masing SKPD harus memberikan pembinaan dan pengawasan agar para PNS benar-benar bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Saya cukup optimis kinerja PNS Pemkot Bandung akan tetap baik selama bulan Ramadan,” tutur Ayi. Ketika ditanya masalah absensi PNS pada bulan Ramadan, Ayi menilai hal itu bukan hal utama yang akan disorot. Hal yang paling penting dalam kinerja yaitu hasil kerja para PNS. Namun ia menambahkan, untuk lebih memonitor kehadiran serta kinerja para PNS selama bulan Ramadan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). “Masalah absensi itu tidak terlalu menjadi sorotan karena absensi bisa dititip. Yang paling penting bagaimana hasil dari kerja mereka (PNS, red),” ujarnya seraya menambahkan, sidak akan dilakukan sewaktuwaktu dan tidak akan direncanakan terlebih dulu. (Dudi)

Jangan Salah Kaprah Mendidik Anak
Begitu strategis pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebab, 50% perkembangan kecerdasan anak, terjadi pada usia 0-4 tahun. Maka tak berlebihan jika istilah golden age (usia emas) diarahkan pada anak dengan rentang usia 0-5 tahun. Karenanya, pola pendidikan ideal bagi anak usia prasekolah tersebut harus benar-benar dipahami.
Perkembangan sumber daya manusia (SDM) memang harus dimulai sejak dini. Karena, usia lima tahun pertama sangat menentuan kualitas manusia selanjutnya. Hanya saja, jelas Pakar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Bachrudin Musthafa PhD, pola pengajaran yang diberikan mesti mengikuti iramanya anak-anak. Pada usia dini, menurut doktor lulusan universitas di Amerika Serikat ini, anak-anak banyak mengandalkan belajar melalui gerakan fisik. Jadi, tidak sehat jika anak-anak belajar dengan cara duduk selama berpuluh-puluh menit. “Belajar melalui permainan dan tidak terlalu dikendalikan oleh orang dewasa. Untuk belajar berhitung dan sebagainya bisa dilakukan secara eksplisit,” tutur Musthafa. Pola belajar seperti itulah yang efektif. Kalaupun dipaksakan, anak dapat mengalami keletihan intelektual. Imbasnya, anak menjadi mudah jenuh dan kehilangan momentum bermain. Ia mencontohkan sekolah Al Azhar yang dinilai terlalu membebani siswa dengan banyaknya pekerjaan rumah. Hal seperti ini tidak boleh diterapkan pada anak usia dini maupun sekolah dasar. Menurut dr Teddy Hidayat SpKJ, orang tua, guru dan pemerintah harus tahu dulu apa yang dibutuhkan oleh anak. Sebab kebutuhan anak usia dini tergantung dari usianya. Ditemui Medikom di RS Hasan Sadikin, Selasa (3/8), psikolog senior ini menyatakan, lebih suka dengan istilah pola asuh bukan pendidikan. Berdasarkan pemahamannya, pendidikan akan pas ditujukan untuk SD, SMP, dan SMA. “Bagi anak usia 1-5 tahun lebih pada pola asuh bukan pendidikan. Saya lebih suka mengatakan pola asuh bukan pendidikan usia dini,” tandasnya. Bagi anak usia di bawah satu tahun, ia mencontohkan, lebih membutuhkan rasa aman dan perlindungan terhadap lingkungannya. Setiap fase usia pada anak terdapat krisis yang harus dilalui, karena pendidikan ini sangat erat pada pembentukkan kepribadian di mana dasar-dasar kepribadian itu diletakkan pada lima tahun pertama. Pada anak usia dua tahun, lanjutnya, perlu dibentuk latihan kemandirian agar tidak bergantung pada orang tua. Kemudian pada usia 3-5 tahun, perkembangan mengarah pada pengenalan identitas. “Bila kita bicara tentang pendidikan yang formal, umumnya hanya mementingkan kognitif dan mestinya para orang tua dan guru memahami ini,” tegas Teddy. Dikatakan, pola asuh yang ideal adalah yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Pembelajaran di lingkungan atau di luar ruangan merupakan pola pembelajaran yang paling baik. Lantaran, untuk anak usia 1-5 tahun tidak diperlukan pola pembelajaran baku seperti membaca dan menulis. “Kalaupun ada, itu dibuat dalam suatu permainan bukan belajar seperti pendidikan formal,” imbuhnya. Untuk itu, anak usia prasekolah tidak bisa dipaksakan karena kemampuan kognitif seorang anak berkembang. Taman kanak-kanak pun tidak diadakan untuk belajar pendidikan formal, tapi lebih pada bermain dan mengeksplorasi lingkungan juga bersosialisasi dengan teman. Salah kaprah Di Indonesia, tambah Teddy, pengertian taman kanak-kanak sudah salah kaprah. Siswa terkadang disuruh membaca dan menulis. Penyebabnya, tuntutan dari sekolah dasar yang mengharuskan siswa bisa membaca dan menulis. Selain itu, ada ambisi dari orang tua dan guru supaya anak didiknya terlihat hebat. Bahkan, ada sekolah dasar yang mensyaratkan siswanya harus melalui sekolah TK dulu agar bisa baca dan tulis. Jika itu terjadi, Bachrudin Musthafa menyarankan agar dinas pendidikan menegur kepala sekolah. Alasannya, proses belajar yang spesifik pada early years berlaku dari kelas satu hingga kelas tiga. “Jadi tidak usah formal-formal. Masalah ini sebenarnya harus diintervensi oleh pemerintah agar tidak terjadi korban sosial,” kata Bachrudin. Baik Teddy maupun Bachrudin, menilai taman kanak-kanak sangat baik. Asalkan apa yang diberikan sesuai kebutuhan, bukan mengajarkan anak menjadi pintar. Pelajaran yang paling penting pada golden age menurut Teddy, adalah pembelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, fair play ketika berolahraga, belajar berempati terhadap teman. Ia juga menyayangkan orang tua sekarang yang hanya fokus pada pelajaran tertentu seperti matematika dan kursus-kursus. Padahal, si anak tidak disiplin dan bertanggung jawab. Orang tua, tandasnya, tidak bisa mengubah perilaku anak ketika sudah besar. Tetapi harus dimulai sejak kecil. Karenanya, tugas guru dan orang tua sesungguhnya sangat berat dan sangat penting. Mereka akan bertanggung jawab terhadap kualitas budi pekerti generasi yang akan datang. “Anak-anak itu akan menjadi pengganti. Kalau tidak dididik dari sekarang, maka akan mengalami erosi mental,” tambah Teddy. (Wulan, Dadan)

PAUD Penopang Program Wajardikdas 9 Tahun
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pembinaan dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul Atfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat menggunakan program untuk anak usia 4 – d”6 tahun. Untuk penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan nonformal berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat, menggunakan program untuk anak usia 0 – <2 tahun, 2 – <4 tahun, 4 – d”6 tahun, dan program pengasuhan untuk anak usia 0 - d”6 tahun. Kelompok Bermain (KB) dan bentuk lain yang sederajat menggunakan program untuk anak usia 2 – <4 tahun dan 4 – d”6 tahun. Berdasarkan Peraturan Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ditegaskan bahwa standar PAUD meliputi pendidikan formal dan nonformal yang terdiri atas standar tingkat pencapaian perkembangan; standar pendidik dan tenaga kependidikan; standar isi, proses, dan penilaian; dan standar sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan. Berkaitan dengan pelaksanaan PAUD ini khususnya di Jabar, Anggota Komisi E DPRD Jabar Aceng Roni Sya’bana SPd kepada Medikom di ruang Fraksi Demokrat baru-baru ini menyampaikan, DPRD Jabar sangat mendukung pelaksanaan program PAUD sekaligus menjadi penopang pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Dukungan diwujudkan dalam peningkatan anggaran untuk program PAUD di Disdik Jabar dari Rp4 miliar tahun 2009 menjadi Rp14,5 miliar tahun 2010. Namun ketika Medikom menyinggung dukungan anggaran Pemprov Jabar dalam pelaksanaan PAUD di sektor formal dan informal, Roni yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat Jabar ini menegaskan, proporsi anggaran pada tahun 2010 masih lebih besar untuk PAUD informal daripada PAUD formal (Taman Kanak-kanak). Untuk tahun 2011, Badan Anggaran DPRD Jabar saat ini masih membahas Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Rony mengatakan, selama ini untuk PAUD formal seperti Taman Kanak-kanak memang telah lama dilaksanakan oleh masyarakat khususnya di wilayah perkotaan. Sedangkan untuk wilayah perdesaan lebih banyak PAUD informal. “Sebaiknya pelaksanaan PAUD bisa dilakukan dengan berjenjang dari PAUD informal menuju PAUD formal. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung pendidikan pra sekolah dasar,” ujarnya. Untuk itu, idealnya memang jumlah PAUD formal Taman Kanakkanak ditambah sampai ke desadesa untuk mendukung PAUD informal. Artinya, penambahan tersebut membutuhkan dukungan dana dari pemerintah dan juga masyarakat. Terkait dengan biaya untuk pendidikan Taman Kanak-kanak yang masih cukup mahal sehingga diperlukan dukungan anggaran dari pemerintah untuk meringankan beban orang tua murid membiayai pendidikan anaknya di TK, Rony mengatakan, pada tahun 2010 ini belum ada anggaran yang khusus untuk membantu biaya TK tersebut. Sedangkan untuk anggaran 2011, sejauh ini belum ada ajuan anggaran dan program dari Disdik Jabar untuk mengalokasikan anggaran untuk membantu biaya pendidikan murid TK. (IthinK)

Seluruh Kelurahan di Kota Bandung Diberi Lisensi Agenpos
BANDUNG, Medikom–Bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke63, PT Pos Indonesia yang diwakili oleh Post Master Bandung Dodi Kusmayadi menyerahkan lisensi Agenpos kepada Wali Kota Bandung Dada Rosada. Selanjutnya lisensi tersebut diserahkan kepada seluruh kelurahan di Kota Bandung yang secara simbolis diterima oleh Lurah Braga Opi Hanapi. Penyerahan lisensi Agenpos ini diselenggarakan di Taman Balai Kota Bandung. Menurut Manager Komunikasi Perusahaan PT Pos Joesman Kartaprawira, momen peringatan Hari Koperasi yang bertema “Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat” sangat tepat bagi Pos Indonesia untuk segera mengumandangkan strategi pengembangan Agenpos untuk memperluas titik layanan pos sampai tingkat kelurahan. Pos Indonesia telah memberikan izin penyelengaraan Agenpos kepada 151 kelurahan di Kota Bandung. Selanjutnya pengembangan Agenpos dapat merambah sampai ke tingkat terkecil seperti pemukiman atau perumahan. Agenpos adalah konsep pengembangan jaringan melalui kerja sama kemitraan antara PT Pos Indonesia dan perorangan atau badan usaha. Kemitraan usaha dengan Model Business Partnership ini dimaksudkan sebagai strategi Pos Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen. “Untuk tahun 2010, Pos Indonesia memiliki target 2.000 agenpos berdiri dengan sasaran lokasi bertahap di daerah Pulau Jawa terlebih dahulu, dilanjutkan ke wilayah lainnya,” ujar Joesman. Lanjutnya, langkah demi langkah dilakukan Pos secara simultan dan bertahap. Agenpos yang ada selama ini diubah menjadi Agenpos dengan pola baru dengan jenis layanan lebih lengkap. Layananannya tidak sebatas menjual prangko dan meterai, tapi diperluas dengan pelayanan jasa keuangan seperti remittance dan Pos Pay sesuai dengan kelasnya. Agenpos ini juga wajib menyelenggarakan layanan pos universal. “Aspek tangible pun disempurnakan melalui polesan tampilan kantor Agenpos. Bahkan di beberapa daerah, Rumah Pos turut disempurnakan tampilannya agar lebih layak sebagaimana konsep Agenpos saat ini,” ujar Joesman. “Dengan sharing fee yang menarik hingga 20% dan bersifat progresif, merupakan kesempatan mengembangkan usaha yang paling mudah dan menguntungkan bagi pihak mitra. Hal ini juga sebagai bentuk pemberdayaan sektor ekonomi mikro,” tegas Joesman. (IthinK)

Tetap Melawan Eksekusi Pengosongan
BANDUNG, Medikom-Eksekusi paksa pengosongan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Bandung (PNB) gagal dilaksanakan disebabkan situasi keamanan. Massa dari sebuah ormas masyarakat bawah menghadang pelaksanaan penetapan eksekusi yang dikeluarkan Wakil Ketua PN Bandung karena dinilai tidak adil dan tidak benar. Pernyataan ini dikemukakan Purnama Sutanto SH, selaku kuasa hukum termohon eksekusi (pemilik) Itok Setiawan dan Sucipto Lustojoputro, di Jalan Dr Djunjunan No 86 Kota Bandung, Kamis (5/8), kepada Medikom. Di lokasi terlihat sempat terjadi saling dorong antara aparat kepolisian dan massa penghadang (GMBI). Karena kondisi serta situasi tidak memungkinkan untuk melanjutkan eksekusi, akhirnya salah satu anggota kepolisian berteriak meminta ditunda pelaksanaan eksekusi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kuasa hukum pemohon Purnama Sutanto,SH menyatakan surat penetapan eksekusi yang ditandatangani Wakil Ketua PN Bandung, Joko Siswanto SH, keliru karena hak kepemilikan yang dimohonkan Ny Oyoh dikabulkan berdasarkan surat segel palsu. Dan surat segel tersebut telah diperiksa di labkrim ternyata hasilnya non identik. “Yang menyatakan palsu itu bukan kami, tapi berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik No. Lab: 361/DCF/ 2008 yang menyatakan segel yang dijadikan bukti kepemilikan itu palsu. Sementara klien kami sudah mempunyai sertifikat yang sah dan membeli dari pemilik yang sah. Masa sertifikat dikalahkan dengan segel. Ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat banyak, jika sertifikat yang merupakan produk negara dikalahkan oleh segel palsu,” ujarnya. Karena itu pula, menurut advokat Purnama Sutanto SH, berbagai upaya dilakukan untuk menangguhkan eksekusi. Itu karena alas hak yang diklaim pemohon Amin Mustofa dkk sebagai pemilik diduga kuat palsu. Supaya adil dan benar demi kebenaran hukum materiil, kata Purnama, sudah semestinya Wakil Ketua PNB menangguhkan eksekusi secara permanen. Namun sayangnya, tuntutan yang beralasan secara hukum ini tetap diabaikan, termasuk surat yang dikeluarkan Kepala Badan Pengawasan MA dan Ketua PT Bandung H Suwardi SH, untuk meninjau dan mengklarifikasinya. “Setelah MA RI meneliti dan mempelajari dengan seksama surat pengaduan tersebut, diminta agar Ketua PNB melakukan klarifikasi mengenai kebenaran isi pengaduan dimaksud. Hasil klarifikasi segera dikirimkan ke MA RI cq Badan Pengawasan MA,” jelas pimpinan kantor advokat itu, mengutip bagian surat yang ditandatangani Sekretaris Badan Pengawasan MA Lilik Suhartati SH MH tanggal 4 Agustus 2010. Selanjutnya, karena PNB belum juga mengeluarkan penetapan eksekusi penangguhan secara permanen, hingga perkara pidana yang terkait dengan perkara perdata itu berkekuatan hukum tetap, jelas Purnama, maka termohon melakukan perlawanan. Perlawanan hukum dilakukan dengan mendaftarkan bantahan penetapan eksekusi itu ke PNB. Alas hak kepemilikan pemohon yang dieksekusi itu diduga kuat palsu sebagaimana hasil pengujian yang dilakukan Laboratorium Kriminalistik Mabes Polri: 361/DCF/2008. “Dengan demikian diharapkan majelis hakim yang memeriksanya secara objektif bisa mengabulkan bantahan itu dengan menghentikan penangguhan eksekusi perdata secara permanen hingga perkara pidana berkekuatan hukum tetap,” kata Purnama. Di samping upaya itu, sekaligus menyoal perjanjian yang pernah dibuat pemohon eksekusi yang mengaku bahwa objek itu bukan hak kepemilikannnya kala perkara itu digugat di PTUN dan diadukan pidananya ke Polwiltabes Bandung. Dijelaskan Purnama bahwa kliennya memiliki objek tanah Sugih Tani itu berdasarkan sertifikat kepemilikan yang sah sekaligus sebagai pembeli yang beriktikad baik dari pemilik sertifikat sebelumnya. “Kalau mau fair, harusnya pemohon eksekusi dalam perkara perdata menggugat seluruh pemilik sertifikat yang pernah membeli objek dari pemilik asal pertama kali,” tegasnya. Sementara Singap A Pandjaitan SH MH, selaku kuasa hukum pemohon eksekusi, melakukan protes dan keberatan kepada Wakil Ketua PNB atas kegagalan eksekusi paksa itu. “Kegagalan eksekusi itu tanggung jawab sepenuhnya PNB, termasuk ketidaksiapan petugas keamanan untuk melaksanakannya,” tukasnya kepada Medikom, dengan nada sangat kecewa. Menurutnya, secara hukum kliennya sebagai pemohon adalah pemilik sah tak terbantahkan dan sudah diuji dalam putusan perkara PTUN dan perkara perdata PNB hingga sudah berkekuatan hukum tetap. Surat segel yang disoal itu, seandainya disebut palsu, juga tidak mematahkan kepemilikan yang menjadi dasar pemohon, sehingga tidak beralasan untuk ditangguhkan. “Apalagi segel itu sesungguhnya tidak palsu. Kalau soal tanda tangan non identik, itu tidak bisa menyimpulkan tentang pemalsuan,” tegas Singap. “Argumentasi hukumnya, pemohon berdasarkan kepemilikan DIV Letter C Persil No 200 dengan Kohir No 662 seluas 2.500 m2 dan tentang surat segel tanggal 10 Desember 1936 yang didakwakan kepada pemohon, tidak ada bukti yang bisa menyimpulkan palsu,” tuturnya. “Di samping itu, objek tanah yang terdapat pada sertifikat kepemilikan termohon, sesungguhnya objeknya bukan di lokasi itu, sehingga sesungguhnya error objecto,” paparnya mengakhiri wawancara khusus dengan Medikom. (Zaz/Iwan)

Hindari Eksploitasi Anak-anak
BANDUNG, Medikom-Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda meminta masyarakat untuk tidak mengeksploitasi anak-anak. Di sisi lain masyarakat pun diharapkan ikut mengawasi sebagai bentuk pengendalian. Pernyataan Ayi itu muncul menyikapi hasil survei dari Lembaga Perlindungan Anak (PLA) Jabar, beberapa waktu lalu, yang menyatakan banyak anak di bawah umur dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Menurut Ayi, penanganan masalah pekerja di bawah umur memang cukup pelik dan sulit. Pasalnya kultur sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap anak harus ikut bekerja sebagai bakti pada orangtua. Namun kenyataannya, hal itu dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga banyak orangtua yang kemudian mengeksploitasi anaknya. “Hal ini yang harus dicegah. Jangan sampai kultur mengeksploitasi anak itu menjadi sebuah kewajaran,” terang Ayi ketika ditemui wartawan, usai membuka kegiatan dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Bandung, di Taman Pramuka, Jln LLRE Martadinata. Ayi menyatakan, untuk penanganan masalah pekerja di bawah umur, diperlukan kesadaran dari masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran dari masyarakat. Berbagai upaya yang dilakukan pun tidak akan ada hasilnya jika masyarakat tidak memiliki kepedulian. Ayi menambahkan, eksploitasi anak di bawah umur menjadi pekerja, menggambarkan perilaku dan budaya buruk pelakunya. Ayi pun meminta masyarakat ikut mengawasi tindakan yang dilakukan sebagian warga Kota Bandung yang masih tetap mempekerjakan anak di bawah umur. “Kita akui sosialisasi mengenai masalah ini masih kurang. Karenanya kita meminta masyarakat ikut terjun langsung mengawasi jika ada pelanggaran mempekerjakan anak di bawah umur,” ujarnya. Lebih lanjut ditegaskan Ayi, aturan larangan mempekerjakan anak di bawah umur sebenarnya sudah jelas dan sudah tertuang secara jelas dalam Konvensi International Labour Organization (ILO). Selain itu juga diatur dalam UU Perlindungan Anak hingga UU Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), yang mengamanatkan untuk tidak mempekerjakan anak di bawah umur. Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan LPA Jawa Barat, pada 2007 dan 2008 Kota Bandung menduduki posisi tertinggi dalam kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Barat. Selain itu, di Kota Kembang ini juga diduga banyak anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai PRT. Menurut Manajer Program LPA Jabar, Dianawati, data pada tahun 2007 kekerasan anak di Kota Bandung mencapai 13,19%, Kabupaten Bandung 12,27%, dan Kota Tasikmalaya 7,18%. Sedangkan pada 2008, Kota Bandung 20,99%, Kabupaten Tasikmalaya 10,16%, dan Kabupaten Bandung 6,77%. Pada 2007, LPA mencatat kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 681. Sementara pada tahun 2008 sebanyak 789 kasus. (Dudi)

TELKOM Segera Menambah Kecepatan Speedy
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) menjadikan wilayah layanan Jakarta Selatan dan Surabaya Selatan sebagai pilot project peningkatan kapasitas dan kapabilitas layanan internet kecepatan tinggi Speedy. Sebagai pilot project, sejak 1 Juli 2010, pelanggan di kawasan tersebut akan dapat menikmati akses internet lebih cepat lagi. Vice President Public and Marketing Communication TELKOM Eddy Kurnia mengatakan, sesuai dengan masukan dari pelanggan agar kecepatan Speedy ditambah terus dan sebagai apresiasi kepada pelanggan loyal Speedy, TELKOM akan meningkatkan kecepatan dari 384 Kbps menjadi 512 Kbps untuk paket Socialia, dan dari 512 Kbps menjadi 1 Mbps untuk paket Load. Adapun tarif berlangganan tetap dengan tarif lama. “Saat ini memang baru Jakarta Selatan dan Surabaya selatan yang mendapat kesempatan menikmati extra speed. Pelanggan cukup menghubungi 147 untuk mendapatkan program ini,” ujar Eddy Kurnia. “Namun, setelah pilot project ini kami anggap berhasil, daerah lain pun berkesempatan memperoleh kecepatan akses yang sama secara bertahap. Dalam masa pilot project ini, pelanggan kami persilakan untuk melakukan speedtest di www.telkomspeedy.com untuk mengukur kecepatan speedy yang diperoleh secara instant dan live,” tambahnya. Selain meningkatkan kecepatan, TELKOM juga akan meluncurkan paket-paket baru Speedy yang diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan terhadap akses internet cepat. Menurut Eddy Kurnia, TELKOM terus menyempurnakan layanan Speedy, sehingga dengan paketpaket baru tersebut, pelanggan akan merasakan suatu pengalaman baru berinternet yang belum pernah dialami sebelumnya. Eddy menjelaskan, TELKOM selalu menyempurnakan layanannya, di antaranya dengan meningkatkan kecepatan akses Speedy. Menurutnya, di era internet seperti saat ini masyarakat semakin membutuhkan akses internet yang tidak hanya handal tetapi juga cepat. Saat ini menurutnya pelanggan Speedy di seluruh Indonesia telah mencapai 1,4 juta pelanggan. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, TELKOM akan terus meningkatkan penetrasi Speedy ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini layanan Speedy sudah bisa menjangkau 378 kota di Indonesia. Ditambahkan Eddy, saat ini TELKOM sedang melakukan finalisasi pembangunan bac bone serat optik, baik yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia maupun yang menghubungkan Indonesia dengan benua Amerika. Jika proyek ini rampung, diharapkan layanan data, internet dan teknologi informasi TELKOM akan semakin handal dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. (IthinK)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

Hukum
Kades Menghapus Identitas Mobil Bantuan, Terancam Ditarik Bupati
BEKASI, Medikom-Mobil bantuan operasional desa yang belum lama dibagikan oleh Bupati Bekasi Sa’duddin kepada kepala desa seKabupaten Bekasi, terancam ditarik. Bila terbukti kepala desa sengaja menghilangkan identitas yang tertulis pada bagian pintu depan mobil itu, penarikan akan jadi kenyataan. Hal tersebut dilontarkan Bupati Bekasi Sa’duddin saat rapat koordinasi tiga kecamatan bertempat di Kecamatan Cabangbungin. Bupati memerintahkan kepada instansi terkait untuk mengawasi serta segera membuat surat edaran pada seluruh kepala desa penerima mobil operasional desa. “Agar pihak terkait menarik mobil operasional desa yang terbukti sengaja menghilangkan identitasnya,” tegas Sa’duddin, sambil meminta agar masyarakat luas ikut serta mengawasi penggunaan mobil tersebut. Juhandi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Bekasi meminta siapa saja yang melihat dan menemukan mobil operasional desa tanpa identitas dan stiker, agar segera melaporkannya kepada camat setempat ataupun kepada pihaknya. Ditegaskannya, tindakan sejumlah kepala desa mencopot identitas mobil dinas adalah tindakan indisipliner. “Laporkan saja, bawa buktinya, nanti akan kita tindak tegas. Itu pelanggaran berat!” tegas Juhandi. (Ign/Stef)

4

“Aroma Busuk” di Balik Pembangunan Kejaksaan Sumedang

Tantang Nyali Aparat Hukum
SUMEDANG, Medikom–Gonjangganjing, “aroma busuk” di balik pembangungunan kantor Kejaksaan Negeri Sumedang, Jawa Barat, saat ini semakin hangat diperbincangkan banyak kalangan. Di satu sisi banyak pihak berharap, pembangunan gedung megah yang menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah tersebut segera diusut sampai tuntas karena menyangkut kredibilitas Kejaksaan. Namun di sisi lain, sejumlah kalangan menilai bahwa pengusutan atas kasus tersebut sesuatu yang mustahil. Benarkah? Elok rumput yang bergoyang yang bisa menjawab. Ironis memang. Seperti dilansir Medikom dalam dua edisi sebelumnya, terkuaknya dugaan persekongkolan “beraroma busuk” terkait pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Sumedang pada awalnya muncul dari sejumlah LSM Sumedang. Bahkan salah satunya, LSM Penjara Sumedang di bawah komando Chevy SP Loebis telah melaporkan/mengadukan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia c.q Jaksa Agung LSM Penjara Sumedang dalam surat laporan/pengaduan bernomor: 026/LSMPJR/VII/2010 tertanggal 12 Juli 2010 menguraikan bahwa pelaksanaan pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Sumedang tahun anggaran 2009, diduga telah terjadi penyimpangan atas spek bahan material khususnya material kayu rangka atap yang menggunakan jenis kayu albasiah yang seharusnya menggunakan kayu kelas dua. Bukan itu saja, kegiatan pembangunan lanjutan kantor Kejaksaan Negeri Sumedang, tahun anggaran 2010, juga diduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kajari Sumedang dengan melibatkan bawahannya dengan cara merekayasa proses lelang. Lebih jauh dalam surat LSM Penjara tersebut diuraikan, pemenang lelang dalam kegiatan tersebut hanyalah kamuplase. Perusahaan pemenang lelang hanya disewa sebesar 3% dari nilai kontrak, sementara yang melaksanakan pekerjaan sesunggunya adalah orang dalam Kejaksaan. Namun sayang, Kajari Sumedang, Bambang Riadi Lany SH, jauh sebelumnya mengatakan, masalah tersebut sudah basi. Sementara itu, berdasaarkan informasi yang berhasil dihimpun Medikom selama sepekan terakhir mengatakan, tepatnya Kamis (5/8) lalu, pihak Kejaksaan Agung RI telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri Sumedang. Hanya sayang, sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti, apakah sidak tersebut berkaitan dengan laporan LSM Penjara Sumedang. “Ya, benar ada sidak dari Kejagung, hanya tidak tahu persis sidak tersebut ada kaitannya dengan kasus yang dilaporkan LSM Penjara Sumedang,” ujar sumber Medikom di lingkungan Kejaksaan Sumedang. Perlu diketahui, sejumlah kalangan di Sumedang berharap, kasus dugaan “beraroma busuk” yang menggelinding dari pembangunan kantor Kejari

Eksekusi Tanah di Pasteur Ditunda
BANDUNG, Medikom-Eksekusi tanah seluas 2.500 meter persegi di Jalan Dr Junjunan (Pasteur) No 86 Kota Bandung berlangsung ricuh. Saat eksekusi akan dilakukan, sempat terjadi saling dorong antara aparat kepolisian dan masssa penghadang. Melihat kondisi serta situasi yang tidak memungkinkan, anggota kepolisian meminta agar eksekusi tersebut ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pelaksanaan eksekusi tanah dan bangunan tersebut ternyata diprotes serta mendapat penghadangan dari termohon eksekusi (pemilik) Itok Setiawan. Dengan alasan, permohonan eksekusi yang diajukan oleh Ny Oyoh dan Amin Mustopa melalui kuasa hukumnya Singap Panjaitan SH terdapat banyak kejanggalan. Kuasa hukum pemohon Purnama Sutanto SH menyatakan, surat penetapan eksekusi yang ditandatangani Wakil Ketua PN Bandung Joko Siswanto SH itu keliru, karena hak kepemilikan yang dimohonkan (pemohon eksekusi) Ny Oyoh dikabulkan berdasarkan surat segel palsu. Surat segel tersebut telah dilab krim, dan hasilnya non identik. “Yang menyatakan palsu itu bukan kami, tapi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik No. Lab: 361/DCF/2008 yang menyatakan segel yang dijadikan bukti kepemilikan itu palsu. Sementara itu, klien kami sudah mempunyai sertifikat yang sah dan membeli dari pemilik yang sah. Masa sepertifikat dikalahkan dengan segel, ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat banyak karena sertifikat yang merupakan produk negara dikalahkan oleh segel palsu,” ujarnya. Sayangnya Medikom tidak mendapatkan komentar dari kuasa hukum pemohon, karena sudah meninggalkan lokasi. (Iwan)

Tower Tanpa Izin di Sunggal Dibongkar Paksa
LUBUK PAKAM, Medikom-Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Pemkab Deli Serdang bersama Satpol PP mengeksekusi bangunan tower telekomunikasi yang berada di Jalan Binjai Km 10, Desa Paya Geli Sunggal, Rabu (4/8). Tidak ada penolakan pelaksanan eksekusi tower telekumikasi itu dari pihak PT Era Bangun Jaya selaku developer-nya. Eksekusi disaksikan unsur Kejari Lubuk Pakam, TNI, kepolisian, Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, bahkan aparat Desa Paya Geli dan Kecamatan Sunggal. Sebelum dilakukan pembongkaran, salah seorang petugas Satpol PP Pemkab Deli Serdang, Butler Simatupang membacakan Keputusan Bupati Deli Serdang No 834 tahun 2009 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penertiban Bangunan Liar dan Pedagang Liar di wilayah administrasi Deli Serdang. Selain itu, Butler Simatupang juga membacakan surat peringatan kepada PT Era Bangun Jaya terkait rencana ekskusi tower yang dibangunnya dua tahun lalu. “Surat peringatan telah lima kali dikirimkan Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang ke PT Era Bangun Jaya, tetapi tidak ada tanggapannya,” ujar Butler. Setelah pembacaan surat putusan Bupati Deli Serdang, puluhan anggota pasukan Satpol PP Deli Serdang yang dikomandoi Kepala Satpol PP, SP Tambunan SE membongkar bagian pagar tower dengan ketinggian 40 meter itu mengunakan martil besar. Dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk melakukan pembongkaran pagar yang terbuat dari besi dan beton itu. Setelah berhasil dibongkar, seluruh bahan bekas pagar diboyong ke kantor Satpol PP Pemkab Deli Serdang sebagai barang bukti pelaksanan eksekusi. Kadis Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang, Ir Donald P Lumban Tobing, ketika ditemui di lokasi eksekusi menyatakan, upaya pembongkaran tersebut merupakan bagian dari tindakan penertiban bangunan yang tidak memiliki izin. “Tindakan ini akan berlanjut terhadap bangunan serta tower yang belum mengurus izinnya. Masih ada waktu untuk mengurus IMB bagi bangunan yang belum memiliki izin,” ujarnya lagi. Menurut catatan Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, hingga saat ini ada sekira 120 unit bangunan yang tidak memiliki izin, meliputi bangunan rumah tempat tinggal, rumah toko dan tower. (R David Sagala)

Sumedang, agar segera dituntaskan sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku. “Alangkah baiknya, kasus dugaan korupsi di instansi lain, untuk sementara dihentikan, menunggu kasus di internal Kejaksaan dituntaskan. Artinya, hukum itu harus menyentuh rasa keadilan di masyarakat,” ujar sumber Medikom yang enggan disebut jatidirinya. Hal senada juga dikemukakan Ketua LSM Penjara Sumedang, Chevy SL Loebis. Menurutnya, kasus yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung tersebut seyogianya menjadi pelajaran berharha bagi aparat kejaksaan khususnya Kejaksaan Negeri Sumedang. “Kasus ini harusnya menjadi pelajaran berharga bagi Kejaksaan Sumedang. Kalau tidak segera disikapi, maka LSM Penjara akan membawa kasus tersebut ke Komisi Kejaksaan dan KPK,” ujar Chevy seraya menyayangkan sikap Kejagung yang sampai saat ini belum menggubris laporan/pengaduan LSM Penjara Sumedang. (Aidin Sinaga)

Gelapkan Ratusan Juta Akhyar Dihukum 22 Bulan
BANDUNG, Medikom-Majelis hakim berkeyakinan terdakwa M Akhyar Ahmad Abdullan (MA) telah terbukti secara sah dan meyakinkan menggelapkan ratusan juta. Akibat perbuatannya, Budi Permana selaku saksi korban dalam bisnis plastik mulsa itu mengalami kerugian sebesar Rp851,970 juta. Setelah mempertimbangkan halhal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim yang diketuai Nurhakim SH, dalam putusannya, Kamis (5/8), menjatuhkan hukuman penjara selama 22 bulan. Hukuman itu dua bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa Fauzan SH, yaitu selama dua tahun. Dalam amar putusannya majelis hakim yakin seluruh unsur yang didakwakan kepada terdakwa sebagaimana ketentuan Pasal 372 KUHP sudah terpenuhi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan saksi Budi Permana, hubungannya dengan terdakwa sebagai penyalur plastik. Namun, setelah tidak bisa memenuhi kewajibannya membayarkan uang hasil penjualan komoditas itu, terdakwa meminta diberi kesempatan. Hal seperti itu kembali dilakukan terdakwa hingga akhirnya bermasalah. Sebelum bermasalah atau macet, beberapa kali barang (plastik) itu dikirim kepada terdakwa. Bulan Agustus 2009 sebanyak 8.173,09 kg dengan tagihan sebesar Rp158,405 juta. Tanggal 7 Agustus 2009 sebanyak 5.100 kg dengan tagihan Rp92,225 juta. Tanggal 12 Agustus 2009 sebesar Rp131,7 juta. Ditambah dengan sejumlah transaksi lainnya sehingga totalnya Rp851,97 juta. Kali ini terdakwa kembali berulah dengan tidak langsung membayar tunai. Pembayaran terdakwa menggunakan cek dan bilyet giro Nomor CK 005852, CK 005853 dan bilyet giro, yang kosong alias tidak ada dananya. Uang hasil penjualan itu tidak dibayarkan terdakwa. Terdakwa mempergunakannya untuk usaha pribadi di bidang penjualan pupuk dan obat-obatan pertanian, membeli rumah di Cijati Asri Garut, tanpa seizin saksi pelapor Budi. Dengan demikian perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan penggelapan, uang hasil penjualan komoditas plastik disalahgunakan. Menanggapi putusan ini, terdakwa melalui pengacaranya H Kuswara S Taryono SH MH mengatakan tidak sependapat. H Kuswara tetap menilai kliennnya (terdakwa) tidak bersalah sebagaimana nota pledoinya. “Oleh karenanya terdakwa mengatakan masih pikir-pikir untuk menetapkan upaya hukum selanjutnya,” tegas Kuswara. Sementara saksi korban Budi menilai hukuman yang dijatuhkan relatif ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Menurut penuturannya kepada Medikom, sebelum kasus ini sampai Pengadilan Negeri Bandung, terdakwa pernah berjanji menyelesaikan kewajiban bisnisnya secara mengangsur dan menyerahkan dua sertifikat hak milik tanah sebagai jaminan. Budi sempat kehilangan informasi keberadaan terdakwa, hingga akhirnya melaporkannya ke Polwiltabes Bandung. Dijelaskan saksi pelapor Budi, dia rutin memonitor perkara ini dan sangat berharap terdakwa menunjukkan iktikad baiknya dengan menyelesaikan kewajibannya sesuai yang terbukti dalam persidangan. Dia pun sedang dikaji apakah menempuh jalur hukum perdata atas kerugian yang dialaminya dalam hubungan hukum itu, untuk segera mendapatkannya secara tunai. (Zaz)

Advokat Lahirkan Deklarasi Forum Peduli
BANDUNG, Medikom-Konflik yang berkepanjangan antarorganisasi advokat tentang wadah tunggal melemahkan peran advokat sebagai pengemban amanat mulia sebagai penegak hukum. “Masing-masing organisasi mengklaim dirinya (Peradi, KAI, Peradin) sebagai satu-satunya organisasi yang sah. Konflik ini menimbulkan dampak yang sangat destruktif bagi advokat sebagai pengemban profesi hukum,” tutur Dr Efran Helmi SH MH dan L Alfies Sihombing SH MH, selaku panitia deklarasi Forum Peduli Advokat Indonesia (FPAI) Jabar, Kamis (5/8), di Hotel Savoy Homann Bandung. Menurut Efran, perpecahan itu berakibat melemahkan kemandirian dan eksistensi wibawa keluhuran profesi advokat. Kondisi ini pun berakibat ditangguhkannya penyumpahan ribuan advokat yang telah lulus ujian. Peduli dengan kondisi itu, dan tanpa membedakan organisasi advokat yang menaunginya, sejumlah advokat melakukan gerakan moral. Maka dideklarasikanlah Forum Peduli Advokat Indonesia (FPAI) pada 26 April 2010 di Jakarta untuk memfasilitasi perjuangan persatuan advokat Indonesia. Ditambahkan Efran, kelahiran FPAI bukan sebagai organisasi baru termasuk FPAI Jabar, tetapi sebagai fasilitator untuk mengantarkan perwujudan persatuan advokat melalui mekanisme aklamasi atau musyawarah nasional advokat Indonesia. Pernyataan untuk mendukung kepedulian itu juga dikemukakan Presiden KAI H Indra Sahnun Lubis SH, bahwa gerakan moral untuk penyelenggaraan musyawarah nasional harus diapresiasi. Dalam kesempatan itu, di hadapan FPAI Jabar dan sejumlah advokat yang hadir, dia menjelaskan bahwa kesepakatannya dengan DPP Peradi ialah untuk membentuk wadah tunggal yang mekanismenya melalui munas. Indra dalam pidatonya mengatakan merasa ditelikung dengan pertemuan di hadapan Ketua MA, Peradi diwakili Dr Otto Hasibuan SH MM, KAI diwakili H Indra Sahnun Lubis SH. Sesungguhnya tidak ada kesepakatan bahwa peradi sebagai wadah tunggal. Sehingga Surat Ketua MA No 089/KMA/VI/2010 tertanggal 25 Juni 2010 yang dikeluarkan Harifin Tumpa SH bahwa Peradi sebagai wadah tunggal adalah bentuk intervensi dan tidak sesuai dengan kesepakatan yang sesungguhnya. Sementara dalam deklarasi itu diumumkan H Djoni Widjaja Aluwi SH selaku Presidium FPAI Jabar bersama Presidium FPAI Jabar lainnya, yaitu Bob Nainggolan SH SSos MH MM, Murad P Harahap SH, Dindin S Maolani SH, Tengku Dachman Muzir SH SSos, Dr H Djamal SH MHum, Singap A Pandjaitan SH MH. “Deklarasi ini memiliki program kerja untuk melahirkan solusi dengan menghimpun seluruh permasalahan yang menjadi latar belakang berlarutnya konflik ke seluruh wilayah Jabar dengan tetap berkoordinasi FPAI di pusat, demi tegaknya wibawa advokat dalam bentuk persatuan,” ungkapnya Djoni. (Zaz)

Polres Subang Gelar Operasi Patuh Lodaya 2
SUBANG, Medikom–Kepala Polres Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto didampingi Kasatlantas Ajun Komisaris H Agun Guntoro saat memantau pelaksanaan operasi di ujung bundaran Otto Iskandardinata mengatakan, operasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat berlalu-lintas serta menciptakan situasi yang kondusif menjelang operasi Ketupat Lodaya mendatang. Dalam operasi ini sekitar 138 pengendara sepeda motor terjaring operasi Patuh Lodaya 2010 yang digelar jajaran Satuan Lalu-lintas Kepolisian Resor Subang. Pada umumnya mereka melanggar aturan lalu-lintas seperti tidak membawa STNK, SIM, dan pengendara masih di bawah umur 15 tahun. “Operasi ini merupakan pelaksanaan dari Surat Telegram Kapolda Jabar No. ST/848/VII/ 2010 yang dijabarkan melalui Surat Perintah Kapolres No. R/Prinlaks Ops/06/VII/2010. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Tanggal 17 Agustus mendatang,” kata Kapolres. Dikatakan, razia kendaraan itu bertujuan melindungi umat Islam yang tengah beribadah Puasa. Karenanya sasaran operasi adalah pengendara yang memacu kedaaraanya dengan kecepatan tinggi, pelanggaran izin muat, marka jalan atau rambu-rambu, suratsurat kendaraan berikut kelengkapannya termasuk harus berhelm standar. Sementara, menjelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Subang, Jawa Barat, menggelar operasi pekat. Petugas berhasil menyita ribuan botol minuman keras dari sejumlah kios dan warung remang-remang. Sekitar 1.200 botol minuman keras berbagai merk disita karena memiliki kandungan alkohol di atas 13 persen. Razia ini digelar untuk memberikan rasa aman pada warga serta menghindari adanya korban jiwa akibat pesta alkohol. Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto mengatakan operasi ini akan terus dilakukan sepanjang Ramadan agar Subang terbebas dari penyakit masyarakat. (Ssp)

Polres Subang Bentuk Tim Pengurai
SUBANG, Medikom– Kepala Kepolisisan Resor Subang AKBP Dadang Hartanto melalui Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Komisaris Polisi (Kompol) Purwito mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pada musim mudik Lebaran mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Subang bakal membentuk tim khusus pengurai arus lalu-lintas. Tim tersebut akan bekerja sepanjang bulan Ramadan hingga pascalebaran di sejumlah titik jalan yang selama ini dikenal rawan macet.
Adapun tim pengurai yang dibentuk terdiri atas tim dengan jumlah personel 12 anggota berkendaraan sepeda motor. Dari 12 anggota tim tersebut dibagi dua tim, yaitu yang bertugas di jalur pantura Subang dan sisanya ditugaskan di jalur alternatif Purwakarta-Subang. “Dengan cara tersebut, diharapkan para pemudik yang menggunakan jalur utama Pantura, jalur tengah atau pun jalur selatan tidak terjebak kemacetan parah,” ungkapnya. Menurut Kapolres, titik sasaran tugas tim adalah mengurai arus lalu-lintas di jalur Pantura, jalur Tengah mulai dari perbatasan dengan Kabupaten Purwakarta hingga ke perbatasan dengan wilayah Kabupaten Indramayu di Cikamurang. Selain itu tim tersebut juga akan ditempatkan di sejumlah titik jalur selatan, seperti persimpangan Jalan Cagak, pertigaan objek wisata Sari Ater hingga tanjakan Tangkubanparahu. Dikatakan, tingkat kemacetan arus lalu lintas di jalur Pantura serta dua jalur lainnya, pada pelaksanaan ibadah puasa hingga hari raya Idulfitri terbilang sangat tinggi. Hal itu terjadi karena jalur Pantura Subang merupakan jalur lintasan nasional yang menghubungkan para pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Kondisi serupa diprediksi bakal terjadi pada jalur tengah dan selatan. Saat ini, kedua jalur itu mulai diminati pengguna jalan seiring dengan dibukanya mulut tol Cipularang di daerah Sadang, Purwakarta. “Untuk menghindari kepadatan arus di Pantura, para pengendara roda empat kini lebih suka melintas di jalur tengah,” kata Kapolres. Atas dasar itu, pihaknya memandang perlu untuk membentuk tim khusus yang mampu menanggulangi kemacetan arus kendaraan yang parah. “Tim tersebut bakal dibagi menjadi tiga, masing-masing beranggotakan 6 personel dan dilengkapi kendaraan roda dua supaya bisa bergerak lebih leluasa,” tegas Kapolres. Dalam kesempatan itu Kapolres berharap pada pelaksanaan ibadah Puasa hingga Lebaran nanti tidak terganggu oleh kemacetan dan adanya kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, pihaknya tetap meminta para pengguna jalan untuk berhati-hati dan selalu menaati aturan lalulintas. “Bagaimanapun bagusnya persiapan kami, tanpa bantuan dari pengguna jalan itu sendiri, akan tidak ada artinya,” pungkas Kapolres. Sementara, jalur pantura di daerah Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (5/8) macet sepanjang 2-3 kilometer. Kemacetan serupa sering terjadi beberapa bulan terakhir ini akibat penyempitan jalur di sekitar lokasi perbaikan jalan. Hingga kini para pekerja masih menyelesaikan pengerasan jalan di jalur menuju Jakarta di Desa Sukamandijaya. Di ruas sepanjang sekitar 1 kilometer di daerah itu ditutup sehingga kendaraan harus berbagi di satu jalur lainnya. “Tingkat kemacetan lalu lintas di jalur Pantura serta jalur alternatif Subang, khususnya pada pelaksanaan ibadah puasa hingga Idulfitri tahun ini diperkirakan akan meningkat. Sehingga diperlukan antisipasi maksimal,” kata Kapolres seraya menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi lain dan tinggal teknis pelaksanaannya saja. “Sekarang kita terus mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk ramburambu,” tambahnya. Kemacetan diperparah oleh penyeberang di sekitar Pasar Sukamandi, perempatan, serta aktivitas di sekitar sejumlah sekolah di kawasan itu. Selain itu, juga oleh ulah pengendara yang menerobos melaju melawan arus. Hambali (38), warga Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, menyebutkan, kemacetan lebih parah terjadi pada malam hingga dini hari. Selain di jalur menuju Jakarta, kendaraan juga menumpuk di jalur menuju Cirebon sepanjang 2 kilometer atau lebih. (Ssp)

Subang Heboh Penculikan Anak
SUBANG, Medikom–Warga Subang, Jawa Barat, selama sepekan terakhir dihebohkan oleh ramainya pesan berantai yang berisi ihwal adanya sekelompok orang jahat yang khusus melakukan aksi penculikan terhadap anak-anak. “Katanya sih penculik akan membunuh anak yang diculiknya lalu mengambil bagaian organ tubuhnya untuk diperjualbelikan,” tutur Yuyun, warga Karang Anyar, Sabtu (7/8) kepada Medikom. Agar anakperermpuan semata wayangnya yang baru duduk di kelas 3 tak jadi sasaran penculikan, ia tiap hari harus melakukan antar jemput meski jarak rumah dan sekolah anaknya kurang dari satu kilometer. Yuyun semakin khawatir setelah handphone miliknya “disinggahi” pesan pendek berantai yang berisi ihwal ancaman penculikan anak tersebut. “Selain itu, guru di sekolah juga menyampaikan pengumuman yang sama. Jadinya makin waswas saja,” tuturnya. Hasan Abdul Munir, Kepala Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, juga sudah hampir sepekan ini, terus menerima pertanyaan berisi keresahan orang tua anak-anak sekolah dasar. “Saya sempat bingung menjelaskannya,” kata Hasan. Sebab, meski sudah diberikan penjelasan bahwa pesan berantai tersebut berisi kebohongan, warga tetap saja banyak yang tak percaya. Ketika hal itu dikonfirmasikan, Kepala Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto melalui Kepala Satuan Intelejen

Agar anakperermpuan semata wayangnya yang baru duduk di kelas 3 tak jadi sasaran penculikan, ia tiap hari harus melakukan antar jemput meski jarak rumah dan sekolah anaknya kurang dari satu kilometer. Yuyun semakin khawatir setelah handphone miliknya “disinggahi” pesan pendek berantai yang berisi ihwal ancaman penculikan anak tersebut.
(Kasat Intel) Ajun Komisari Asep Hamim, mengatakan, isu tersebut sama sekali tidak benar. Bahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang disebut-sebut dalam isu sebagai tempat penculikan dan penemuan mayat. “Teranyata kejadian itu tidak ada,” kata Kapolres. Dalam kesempatan itu, Kapolres mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak menanggapi sms yang bernada provokasi tersebut. Bahkan, jika masyarakat mengetahui sumber sms itu dianjurkan untuk segera melaporkan ke kantor Kepolisian terdekat. “Kami harap masyarakat jangan resah dan tidak berlebihan dalam menyikapai isu ini. Namun, warga tetap harus waspada, karena isu ini diyakini sengaja diembuskan untuk tujuan tertentu,” kata Kapolres. Kepala Polres Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto mengaku sudah banyak menerima pengaduan soal isu menyesatkan itu. Ia telah menelisik penyampai pesan pertama yang dikabarkan berasal dari Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden, dan Desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsiang. “Setelah dikroscek ke lokasi tak ada kejadian seperti apa yang telah disebarkan melalui SMS berantai itu,” kata Dadang. Ia juga memastikan kelompok penculik organ tubuh anak-anak yang menggunakan kendaraan roda empat jenis Avanza warna silver, sebagai kabar bohong. Dadang meminta masyarakat tidak panik akibat termakan isu menyesatkan itu. “Makanya, kalau dapat SMS semacam itu tidak dikirim lagi ke yang lain,” pungkas Dadang. (Loy/Ssp)

Selewengkan Bantuan Kades Karangsentosa Masuk Penjara
BEKASI, Medikom-Kepala Desa Karangsentosa Ahmad Surachman bin Sarmin, Selasa (3/8), dijebloskan ke penjara Bulak Kapal oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang. Ahmad Surachman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menyelewengkan dana bantuan Raksa Desa dari Provinsi Jawa Barat tahun 2005. Eksekusi atas Ahmad Surachman dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 255 K/Pid.Sus/2009 tanggal 15 Oktober 2009, yang diterima Kejari tanggal 15 April 2010 lalu. MA menolak permohonan kasasi dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cikarang, sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat. Sambil diantar dan disalami puluhan simpatisan beserta kerabatnya, di kantor Kejari Cikarang, suasana pun berakhir haru ketika Ahmad Surachman masuk ke dalam mobil tahanan Kejari Cikarang dan melaju ke Lapas Bulak Kapal. Sesuai putusan PT Jabar, Kades Ahmad Surachman dihukum lima bulan penjara dan denda Rp3 juta subsider dua bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti Rp3,2 juta, subsider tiga bulan penjara. “Vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut tiga tahun penjara,” ujar Kepala Kejari Cikarang Undang Mugopal. Undang Mugopal menambahkan, Ahmad Surachman digiring ke Lapas Bulak Kapal setelah sekitar satu setengah jam diberi penjelasan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) soal putusan MA tersebut. “Terdakwa bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik. Kita hanya memberikan penjelasan terkait keluarnya putusan MA itu dan harus segera melakukan eksekusi,” tegas Undang. Dana bantuan Program Raksa Desa Provinsi Jawa Barat tahun 2005 disalurkan untuk pinjaman modal usaha sebesar Rp60 juta. Oleh terdakwa Ahmad Surachman, dilakukan penyimpangan. Rupanya hanya disalurkan untuk 94 orang sebesar Rp29.550.000. Sisanya Rp30.450. 000, tidak disalurkan sesuai ketentuan. Sebesar Rp26.800.000 disalurkan kepada 58 orang yang tidak terdaftar, dan Rp3.650.000 dipergunakan untuk kepentingan sendiri. Perbuatannya merugikan negara sebesar Rp30.450.000. Putusan PN Bekasi No.1297/ Pid.B/2007/PN Bekasi tanggal 21 Mei 2008 memvonis lima bulan penjara, denda Rp3,2 juta dengan subsider 15 hari kurungan. JPU tak puas dengan putusan PN kemudian melakukan banding ke PT Jabar. Putusannya No. 391/Pid/2008/PT Bandung tanggal 16 September 2008, dengan vonis 5 bulan penjara denda Rp3 juta. (Ign/Stef)

Halaman Khusus

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

PURWASUKA
Purwakarta - Subang - Karawang
dia pergunakan, tetapi hasilnya tetap nihil. Akhirnya Tohir dengan dibantu oleh Mimit dan Damang menggunakan campuran oli bekas dengan solar untuk mengusir WBC dari rumpun padi. “Lumayan wereng terlihat kabur oleh ramuan itu,” katanya. Menurut H Nata, dirinya sudah tiga kali tanam padi pada masa tanam gadu ini. Tapi usahanya selalu gagal karena tanaman padi miliknya selalu habis diserang wereng. “Ketika panen musim rendeng lalu, saya hanya memperoleh 1,5 kuintal gabah dari areal sawah seluas satu hektare,” kata H Nata. Nata mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat tanaman padinya terus menerus digerogoti wereng. Sebab, dalam satu kali bercocok tanam dirinya menghabiskan biaya produksi Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. “Kalau panen gagal ya ongkos pengolahan sawah ikut melayang,” tuturnya. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Subang Ani Sofiani mengakui ribuan hektare tanaman padi milik petani, terutama yang berada di wilayah Pantura, mengalami kerusakan serius akibat diserang hama wereng. “Luas areal yang terkena serangan hama wereng sudah mencapai 6.532 hektare,” kata Ani. Dia juga mengaku telah melakukan berbagai upaya guna menghentikan hama wereng tersebut. Di antaranya mengadakan penyuluhan lapangan mengenai pengendalian hama, memberikan bantuan pestisida, dan pengendalian bersama petani, aparat desa serta mengaktifkan posko pengendalian hama organisme penggangu tanaman. (Lbb)

5
Purwasuka diolah oleh wartawan daerah yang dikepalai Endang Kosasih, penanggung jawab Ridwan Abdulah dengan wartawan Lodewyk Butar-Butar, Slamet SP, dan Asep Oloy.

Tidak Puas Dengan Penilaian Bupati Subang Protes
SUBANG, Medikom–Bupati Subang Eep Hidayat kecewa berat dan mengirimkan surat protes terhadap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Surat tersebut ditembuskan kepada Mendagri, Dirjen PMD Depdagri, dan Ketua DPRD Jabar. Bupati menuding gubernur dalam hal ini tidak objektif dalam penilaian lomba desa tingkat Jawa Barat 2010, di mana Desa Bojongtengah, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang hanya menempati urutan ketiga. Sementara juara pertama diberikan kepada Desa/ Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Adapun posisi kedua dimenangkan Desa Cidokom, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Eep Hidayat kepada Medikom baru-baru ini menyatakan, ia merasa kaget dengan banyaknya protes dari aparat desa maupun masyarakat Desa Bojongtengah, karena desanya hanya memperoleh posisi ketiga dalam lomba desa tingkat Jabar dan banyak kejanggalan. Padahal sebelumnya sudah ada bocoran bahwa Desa Bojongtengah bakal terpilih sebagai desa terbaik kedua, bahkan bisa meraih juara setelah melihat beberapa desa yang masuk final. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Subang juga masyarakat Desa Bojongtengah, saya mendesak gubernur untuk melakukan penilaian ulang terhadap lomba desa yang telah dilaksanakan. Sebab, dalam penilaian diduga penuh dengan kejanggalan,” kata Eep. Protes ini tertuang resmi dalam surat No. 147.44/1215-BPMKB yang ditandatanganinya tertanggal 2 Agustus 2010. Selain itu pihaknya berharap, surat protes tersebut ditanggapi serius karena lomba desa diduga kuat dinodai ulah oknum anggota tim penilai. “Sebelum pemenangnya telanjur diumumkan, saya merasa kurang puas bahkan merasa dirugikan karena diperlakukan kurang adil dan tidak objektif dalam penilaiannya. Salah satu kriteria penilaian tidak sepenuhnya dijadikan tolok ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan desa, dan tidak dilakukan rechecking atas desa-desa yang masuk dalam nominasi 3 besar dengan alasan kurang biaya,” ungkapnya. (Loy)

Selain Diserang WBC, Padi di Subang Kena Virus Keteran
SUBANG, Medikom– Serangan hama wereng batang cokelat (WBC) di wilayah Kabupaten Subang, terus meluas dengan cepat. Hama tersebut telah menjangkiti 6.532 hektare tanaman padi di 12 kecamatan. Bahkan 558 hektare di antaranya telah dinyatakan puso (gagal panen-Red).
“Padi tumbuh tapi sebagian besar tidak berbuah dan masih hijau. Selain hama wereng, ada juga virus yang menyerang sawahnya yakni virus keteran. Dari satu hektare sawah saya hanya bisa membawa lima karung gabah seberat lebih kurang 3 kintal. Padahal, jika tidak diserang wereng, sawah saya bisa panen 6 ton/hektare,” ujar H Nata petani Kampung Wangun, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Menurutnya, hal serupa dialami oleh puluhan petani di desanya. Mereka tidak bisa berbuat banyak atas musibah tersebut. Satusatunya harapan petani adalah pemerintah bersedia menangguhkan pembayaran pajak bumi dan bangunan dari sawah mereka. “Jangankan untuk bayar subsara (pajak-Red), untuk makan saja susah,” katanya. Tohir, salah seorang penggarap mengaku sudah kewalahan untuk menghentikan serangan hama WBC. Berbagai jenis pestisida sudah

Bupati Resmikan Gedung Sekretariat IKM Karawang
KARAWANG, Medikom-Setelah menjalani proses pembangunan selama dua tahun, Gedung Sekretariat Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Karawang akhirnya selesai dan dapat digunakan. Peresmian penggunaan gedung yang berlokasi di Jalan Bogor Karang Pawitan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar, Sabtu akhir bulan Juli 2010 lalu. Bupati Dadang S Muchtar saat meresmikan gedung tersebut mengajak seluruh masyarakat Minang yang ada di Karawang untuk bersama-sama bersyukur nikmat kepada Allah SWT atas diresmikannya gedung. “Pembangunan selama dua tahun tidak terasa, untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada seluruh warga Minang lainnya yang telah turut berpartisipasi pada pembangunan gedung ini,” ujarnya. Selain itu, Bupati yang sebelumnya telah diberi gelar sebagai Sutan Rajo Alam mengharapkan, agar seluruh warga Minang yang ada di Karawang dapat terus memegang prinsip “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, dengan senantiasa ikut serta dan bersatu padu dengan masyarakat Karawang lainnya untuk membangun Karawang. Terlebih, lanjut Bupati, sebagian besar masyarakat Minang yang merantau di Karawang merupakan pedagang, termasuk di antaranya menjadi para pedagang kaki lima. Untuk itu, dirinya berharap masyarakat Minang untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karawang. Ketua Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) Zulfahmi Burhan Datuk Rajo Bagagar, menilai bahwa sepanjang dirinya berkeliling mengunjungi IKMIKM di seluruh Indonesia, tidak ada pemerintah daerah yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi sebagaimana di Karawang. Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat Minang di Karawang untuk senantiasa membangun dan menjaga ketertiban di Karawang. Di sisi lain, Ketua IKM Kabupaten Karawang Muhammad Taufik Chaniago, menilai Bupati Dadang S Muchtar bagaikan pohon beringin yang sangat besar, di mana batangnya merupakan tempat bersandar, dan akarnya merupakan tempat bersila, serta tempat berlindung dan berteduh di kala hujan. “Kami sangat bersyukur, karena dari beliau juga yang mengawali pembangunan gedung sekretarian ini,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan dr Zahedy SPA mengatakan bahwa pembangunan gedung senilai Rp331 juta tersebut merupakan tanda bahwa para perantau Minang ada dalam kebersamaan. “Keberadaan gedung ini merupakan anugerah untuk terus menjalin tali persaudaraan sekaligus berbaur dengan masyarakat Karawang, yang telah menjadi tempat kami bermukim dan berusaha,” tambahnya. (Andy Nugroho)

Bupati Subang menerima Piala dan Piagam Penghargaan dari Kabag Humas & Protokol Subang.

Subang Raih Juara I Merchandise Utama AMH 2010
SUBANG, Medikom–Kabupaten Subang kembali memperoleh penghargaan tingkat nasional. Kali ini penghargaan diraih di bidang kehumasan dalam kategori Merchandise Utama. Menurut Bupati Subang Eep Hidayat raihan prestasi patut dipertahankan dan diupayakan dalam bentuk lain. “Syukur alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Subang saat ini menerima penghargaan di bidang kehumasan. Prestasi yang telah diraih dapat diperoleh kembali pada tahun-tahun mendatang dalam kreasi dan inovasi lainnya,” kata Bupati dalam sambutannya usai menerima Piala dan Piagam Penghargaan Anugrah Media Humas (AMH). Setelah melalui proses penilaian akhirnya Bagian Humas & Protokol Setda Kabupaten Subang berhasil meraih penghargaan peringkat pertama kategori Merchandise Utama Media Humas dari Kementerian Komunikasi & Informatika RI. Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa meraih prestasi satu kali mungkin bisa dilakukan oleh semua orang. Tetapi untuk memperolehnya berkali-kali tidak semua orang bisa melakukannya. Tahun depan harus diciptakan daya kreasi dan inovasi yang lain. Kebanggaan yang paling dirasakan oleh Bupati ialah bahwa merchandise yang dilombakan merupakan hasil kreasi asli urang Subang. Bukan hasil beli dari Bandung atau pesan dari Jakarta. “Merchandise yang dibuat adalah buatan asli pengrajin Subang. Ini yang membuat kami bangga,” tegas Bupati. Bupati Subang menerima Piala dan Piagam Penghargaan dari Kabag Humas & Protokol Subang. Melalui Bagian Humas & Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Subang berhasil meraih Juara I pada Malam Penganugrahan Tahunan Tingkat Nasional Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Tahun 2010 untuk kategori Merchandise Utama, pada Rabu (28/7), di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Subang yang diwakili Bagian Humas & Protokol pada tahun ini dengan mengikuti Lomba Merchandise Utama berupa Cinderamata/Maket Kesenian Sisingaan yang menjadi ciri khas Kabupaten Subang. Sementara, Kabag Humas & Protokol Drs Asep Setia Permana MSi, yang mewakili Pemkab Subang menerima langsung penghargaan tersebut mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan salah satu kebanggaan bahwa peran Pemkab Subang dalam hal ini Bagian Humas & Protokol di Kabupaten Subang sebagai ujung tombak dari salah satu tugas Pemerintahan. “Suatu kebanggaan bagi Kabupaten Subang meraih penghargaan di pertengahan tahun 2010 ini. Menambah catatan prestasi tingkat nasional bagi Pemerintah dan Masyarakat Subang di bawah kepemimpinan Pak Eep dan Pak Ojang,” ujarnya. “Melalui penghargaan ini menjadikan aparatur Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya Bagian Humas & Protokol dapat lebih kreatif, inovatif dan produktif dalam menjalankan fungsi dan perannya,” ungkapnya. Penghargaan Media Humas merupakan agenda tahunan Bakohumas Kementerian Kominfo telah berjalan selama lima tahun. Dengan mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Humas Pemerintah dalam Rangka Implementasi Layanan Informasi kepada Masyarakat di Era Keterbukaan Masyarat,” acara tersebut berlangsung selama dua hari yang dimulai sejak Rabu (28/7) dan Kamis (29/7) lalu. Acara Malam Penganugerahan Bakohumas yang merupakan puncak acara dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Turut hadir dalam acara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) EE Mangindaan, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, serta Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Edward Aritonang yang dalam kesempatan tersebut menjadi narasumber dengan mengangkat topik “Dinamika Fungsi Kehumasan dalam Era Keterbukaan Saat Ini”. (Loy)

Bupati Panen Perdana Cabe Ponpes Attarbiyah
kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan budidaya cabe merupakan salah satu bentuk program ekonomi kerakyatan yang akan terus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Program-program ekonomi kerakyatan sendiri saat ini masih menjadi salah satu PR bagi pemerintah daerah, khususnya adalah dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat Karawang untuk mau berusaha. Lebih lanjut Bupati menilai, masyarakat Karawang saat ini belum mampu memanfaatkan potensipotensi yang ada dalam dirinya dan di sekitarnya. Salah satunya adalah terkait pola tanam, di mana usai panen musim gadu, banyak masyarakat Karawang yang malah berdiam diri sambil menunggu musim tanam berikutnya. “Padahal bila menggunakan pola tanam padipadi-palawija, jeda waktu tersebut dapat dimanfaatkan, misalnya dengan menanam cabe,” ujarnya. Bupati melanjutkan, hanya sebagian masyarakat yang mau memanfaatkan potensi-potensi yang ada. Di Cilamaya misalnya, jeda waktu tersebut dimanfaatkan dengan menanam kembang kol, yang ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan. Dengan modal sebesar Rp33 juta untuk 1 hektare, dapat menjual kembang kol hingga Rp100 juta lebih, dengan harga kembang kol mencapai Rp5.000 per kilogram. Bupati menambahkan, pola-pola ekonomi kerakyatan seperti ini tentunya harus terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Karawang sendiri akan berusaha membantu melalui program-program bantuan ekonomi kerakyatan yang ada. “Masyarakat Karawang harus dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada, sehingga Karawang ke depan akan menjadi lebih baik,” ujarnya. Ketua Budidaya Cabe Ponpes Attarbiyah H Uyan Ruhiyat menjelaskan, kondisi tanaman cabe tidak mencapai 100 persen, karena kondisi tanah dan cuaca yang sangat ekstrem. “Dari 12.000 benih yang ditanam, yang dapat bertahan dalam kondisi stabil mencapai 80 persen,” ujarnya seraya menyebutkan bahwa ponpes tersebut dicanangkan sebagai Ponpes Agribisnis di Karawang. (Andy Nugroho)

Siapakah Pemimpin yang Peduli Hutan Ranggawulung?
Oleh Ridwan Abdullah
Tidak semua kabupaten/kota yang ada di Indonesia ini bisa seberuntung Kabupaten Subang. Alamnya subur dan kaya, menyebabkan Subang memiliki hutan dan pegunungan yang sangat luas dengan keanekaragaman dan kekayaan ekosistemnya. Kekayaan alamnya sangat melimpah dari ujung selatan sampai ujung utara. Hanya, potensi alam yang amat melimpah itu baru disadari ketika posisinya sudah berada di ambang kehancuran. Dalam pelaksanaan di lapangan, komitmen para pemimpin terhadap lingkungan teramat kurang, kalau tidak dikatakan hanya retorika. Peraturan daerah (perda) seperti Perda Kabupaten Subang No 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Perda No 4 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang terkait dengan masa depan lingkungan hidup masyarakat Subang belum memperlihatkan upaya yang sangat radikal untuk menempatkan sumber daya alam secara egaliter yang posisinya berdiri sebagai subjek penunjang kehidupan. Di tengah hiruk pikuk investor dan investasi di berbagai sektor ekonomi di Kabupaten Subang khususnya yang berkaitan dengan hutan dan sawah, kita bisa menyaksikan betapa lingkungan tidak memiliki tempat strategis. Hal itu terlihat dalam rencana Proyek Galian C Ranggawulung yang banyak menuai protes. Oleh karena itu, sangat beralasan jika muncul kecemasan publik atas kondisi alam di Kabupaten Subang. Seperti diutarakan Ketua Komite Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup (Komdas) Hendi Sukmayadi, “Pada sisi yang lain, tidak ada kehendak yang lebih konkret untuk melindungi Hutan Ranggawulung. Beberapa bulan yang lalu, badan dunia FAO melansir hasil riset yang menempatkan Indonesia sebagai perusak hutan tercepat di dunia, laju kerusakan hutan kita, menurut data FAO adalah 2% atau 1,87 juta hektare per tahun. Dengan kata lain, 51 kilometer persegi hutan kita rusak setiap hari atau tiga ratus kali lapangan sepak bola setiap jamnya.” Sayangnya kondisi ini tidak membuat Pemerintah Kabupaten Subang tersadar akan ancaman kerusakan lingkungan beserta akibatnya. Ini dibuktikan dengan diterbitkannya izin Galian C Ranggawulung dan ironisnya para politisi baru membicarakannya ketika bencana yang dikhwatirkan itu datang. “Mipit kudu amit, ngala kudu bebeja”, demikian kata Abah Renggo, Budayawan yang juga peduli terhadap lingkungan hidup. Kenapa, Hutan Ranggawulung itu mempunyai nilai historis yang tinggi, dan boleh dikatakan sebagai simbol besar Kabupaten Subang. Tanpa Galian C pun hutannya tidak terjaga, bagaimana jadinya apabila pemerintah mengizinkan untuk dilakukan galian pasir di sana. Di tengah ketidakpedulian terhadap lingkungan, hal yang terpenting dalam penyelesaian dan pemulihan lingkungan kita adalah dengan membangun situasi yang kondusif terhadap keberimbangan lingkungan kita. Melalui cara ini diharapkan dapat dilakukan percepatan yang tidak mereduksi proses penyelesaian degradasi lingkungan dengan pendekatan yang konservatoris. Dengan kata lain, yang mempunyai kearifan lokal. Kita akan terus melakukan penggalangan untuk menolak Proyek Galian Pasir di Hutan Ranggawulung, apalagi menurut Abah Renggo, Hutan Ranggawulung sebagai daerah rawan terhadap bencana alam dari mulai abrasi dan erosi tingkat tinggi (pengikisan top soil). Karena karakter tanah tergolong labil, yang diperlukan adalah rapatnya tegakan berakar tunggang sebagai antisipasi yang tidak bisa ditawar dengan diskusi dan kajian berkepanjangan untuk diterapkan dan dilaksanakan, bukan malah manambang pasir di area tersebut. Itu sama dengan “menebar angin yang kelak akan menuai badai”. Setiap perusahan Galian C, sudah selayaknya untuk mengelola lingkungan dengan baik. Program konservasi nyatanya hanya isapan jempol, setiap usaha yang menimbulkan limbah cair, udara maupun padat wajib dikelola sebelum dibuang ke lingkungan. Namun adakalanya beberapa perusahaan yang secara sembunyisembunyi membuang limbahnya tanpa melakukan pengelolaan terlebih dahulu. Tentu ini akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu dapat merugikan masyarakat di sekitar lokasi Galian tersebut. Dengan adanya UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menurut Handra Munandar, Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Subang, perusahaan sudah diberi hak untuk menginvestasikan modalnya di Indonesia khususnya di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban mereka untuk tatap melestarikan lingkungan. Sanksi pidana juga telah diatur dalam UU 32/2009 yang akan membuat takut kalangan pengusaha yang berpotensi merusak lingkungan, untuk melanggar aturan. Pejabat saja bisa kena apabila salah dalam memberikan kebijakan yang sifatnya merusak lingkungan. Di dalam UU 32/2009, Bab XV ketentuan pidana diatur mengenai sanksi pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal 3 tahun dengan denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar bagi siapa saja yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, dengan adanya UU 32/2009 semoga saja para perusak lingkungan akan jera dengan sanksi yang akan didapatnya. Dengan demikian, memang persoalan lingkungan membutuhkan keteladanan. Kita dapat melihat proses itu pertama kali dalam prosesnya, mulai dari track record, perumusan visi dan misi, penyusunan program hingga aksi di lapangan. Kepedulian terhadap lingkungan dan alam saat ini memang harus menjadi tema besar bagi masyarakat Kabupaten Subang, secara umum Jawa Barat. Sebagai daerah rawan bencana, sangat ironis jika para pemimpinnya tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengambil isu-isu lingkungan sebagai komotmen kepemimpinan di Kabupaten Subang, sesungguhnya mereka telah memberikan rasa aman dan melindungi masyarakatnya dari berbagai persoalan lingkungan. Ke depan para pemimpin di Kabupaten Subang diharapkan dapat lebih peduli dengan menyiapkan agenda-agenda konkret terkait dengan isu-isu lingkungan. Bagaimana pemimpin daerah mengelola sumber daya alam, membersihkan lingkungan kota, menyegarkan udara, hingga menjaga sumber daya air, sehingga masyarakat bisa hidup dengan nyaman dan tenang di tengah rindangnya Kabupaten Subang. Semoga. Penulis Wartawan Medikom Subang.

Drs H Dadang S Muchtar KARAWANG, Medikom–Bupati Karawang Drs H Dadang S Muchtar melakukan panen perdana tanaman cabe yang dikelola oleh Pondok Pesantren Attarbiyah di Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Rabu pekan lalu. Tanaman cabe tersebut merupakan hasil budidaya para santri dan masyarakat di sekitar pondok pesantren. Hal ini merupakan tindak lanjut dari program pengembangan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Budidaya cabe di Pondok Pesantren Attarbiyah telah berlangsung sejak tahun 2009, di mana pondok pesantren tersebut menerima bantuan dari Departemen Pertanian sebesar Rp70 juta. Budidaya cabe dilakukan di atas tanah seluas 8.000 are, dengan menggunakan varietas bibit cabe Gada 1. Dalam pelaksanaannya, budidaya cabe tersebut dilakukan oleh para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren. Mereka dibina melalui lembaga LM3 Attarbiyah serta seorang pakar cabe nasional yang berasal dari Desa Ciwulan sendiri, yaitu Asep Harpenas. Asep sendiri sebelumnya pernah mendapat penghargaan dari Presiden RI atas kiprahnya dalam budidaya cabe. Bupati Dadang S Muchtar dalam

Kabupaten Pulang Pisau Kunjungi Subang
SUBANG, Medikom–Sepuluh anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah mengunjungi Kabupaten Subang untuk melihat Peraturan Daerah tentang Walet, Irigasi Teknis, Penataan Pemukiman Wilayah Pesisir dan Pengembangan Jalan Kawasan Minapolitan. Rombongan yang dipimpin oleh Diharjo dari Komisi III DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah tersebut diterima oleh Asisten Administrasi Pembangunan (Asda II) Drs H Komir Bastaman MSi, didampingi Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Subang, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Tata Ruang dan Kebersihan, Dinas Bina Marga dan Pengairan dan DPPKAD, di Ruang Rapat Bupati. Dalam sambutannya Asda II menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau telah memilih Kabupaten Subang dalam studi banding. Pada kesempatan tersebut, Asda II menyampaikan tentang Kabupaten Subang yang secara geografis memiliki lautan, pedataran dan pegunungan. Kabupaten Subang merupakan daerah lumbung padi di Jawa Barat setelah Karawang dan Indramayu. Sedangkan Kabupaten Pulang Pisau memiliki kawasan hutan lindung, kawasan hutan gambut, kawasan mangrove (bakau) dan kawasan air hitam. Dijelaskan, di Kabupaten Subang tengah dilakukan pembangunan berbasis desa dengan semangat gotong royong seraya menjelaskan bahwa di Subang memiliki salam khas Subang yakni “Rakyat Subang Gotong Royong Subang Maju” yang berarti jika Kabupaten Subang ingin maju maka rakyatnya harus bergotong royong. Sementara, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Subang menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pulang Pisau pun, mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang baik. Mengenai tujuannya ingin melihat Peraturan Daerah tentang Walet, Irigasi Teknis, Penataan Pemukiman Wilayah Pesisir dan Pengembangan Jalan Kawasan Minapolitan. Ia menjelaskan, Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 8 kecamatan, 92 desa dan 3 kelurahan dengan jumlah penduduk 114.230 jiwa atau kepadatan 13 jiwa/km2. Faktor kekuatan utama Kabupaten Pulang Pisau adalah wilayah yang luas dengan potensi kekayaan alam yang cukup potensial terutama bidang perikanan, perkebunan dan tanaman pangan. Peluang utama yang dimiliki adalah menyongsong selesainya pembangunan jalan darat Palangkaraya-Buntok dan Palngkaraya–Kuala Kurun, sehingga berperan sebagai pintu gerbang perekonomian bagi Provinsi Kalimantan Tengah bagian Timur. (Loy)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

6

OPINI

Elite Berantem, Negeri Kacau Balau
Sepekan memasuki bulan Ramadan tensi politik di tanah air meninggi. Hal itu bermula ketika Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik secara keras pemerintahan SBY dalam acara pembukaan Rakernas PDIP di Sentul, Bogor. Megawati dalam pidatonya menyatakan prihatin atas berbagai persoalan yang melanda negeri ini. Mulai dari persoalan ledakan tabung gas, kenaikan hargaharga kebutuhan pokok, kenaikan tarif dasar listrik (TDL), dan berbagai persoalan lainnya. Atas berbagai masalah ini terkesan pemerintahan SBY tidak mampu mengelola berbagai kebutuhan hajat hidup orang banyak secara baik. Yang akhirnya menggambarkan Negara dalam keadaan kacau balau. Dalam perspektif demokrasi, kritik adalah hal lumrah. Tetapi kritik yang dilontarkan Mega menjadi menarik karena apa yang dilakukan bukanlah untuk pertama kali. Ada kecenderungan kritik Mega terhadap SBY bermuatan ‘dendam’ pribadi. Dan ‘dendam’ ini berkepanjangan, apalagi dalam dua kali pertarungan perebutan kursi RI satu, Mega kalah telak dari SBY. Terlepas dari itu, apa yang dikemukakan Mega adalah sebuah fakta dan realita juga. Sebuah persoalan kemasyarakatan yang nyata terjadi dan masih dihadapi. Khususnya persoalan kenaikan bahan-bahan kebutuhan pokok. Kenaikan ini sungguhlah sangat menyesakkan, di tengah ekonomi rakyat yang makin terpuruk. Tentu kita sangat tidak bisa terima ketika pemerintah mengatakan, kenaikan masih di batas ambang wajar. Padahal di lapangan, kenaikan itu cukup besar dan fluktuasi hargaharga kebutuhan pokok merambat naik justru dua bulan menjelang Ramadan. Artinya, secara instrumen pemerintah lemah merespons persoalan kemasyarakatan ini secara dini. Karena publik tidak diberi paham akar permasalahan mengapa kebutuhankebutuhan pokok ini harganya melonjak tajam? Jadi, kembali kepada persoalan kritik Mega, cenderung sebagai gambaran perseteruan elite semata. Tetapi, persoalan kemasyarakatan tetap saja tidak terjawab secara tuntas. Karena itu, pembelajaran terbaik bagi kita agar menempatkan perseteruan para elite ini hanyalah sebagai wacana. Karena memang jelas dari sisi pendekatan kenegarawanan kita memang belum bisa mendapatkan pemimpin yang benar-benar berjiwa prorakyat secara sejati. Maka banyak manuver yang dilakukan elite cenderung hanya untuk kepentingan kelompok semata. Tetapi persoalannya, perseteruan elite ini makin menambah kekacauan negeri ini. Setelah kacaunya persoalan-persoalan kemasyarakatan ditambah kacaunya perseteruan elite, maka lengkaplah kekacauan yang terjadi. Negeri ini memang negeri kacau balau dilihat dari tata kelola penyelenggaraan Negara yang baik. Sebab, dalam pendekatan tata kelola penyelenggaraan Negara yang baik, persoalanpersoalan publik adalah kewajiban Negara mengatasinya. Tapi faktanya, pelayanan publik kepada masyarakat justru masih terabaikan dan jauh dari harapan. Apa yang bisa kita harapkan dari persoalan kekacauan ini bagi kepentingan masyarakat? Jawabannya tentu responsif dan reaktif atas persoalan yang dihadapi tanpa harus menunggu adanya ‘pertengkaran’ para elite yang ujung-ujungnya hanya menjadi wacana. Sementara persoalan kemasyarakatan tetap saja terpuruk dan terabaikan. ***

Tulalit
+ Anggota DPR RI Komisi III asal Jawa Barat, Setia Permana meninggal dunia dalam kecelakaan kapal di perairan Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara, Sabtu (7/8). - Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

+ Densus 88 grebek rumah di Cibiru dan Dangdeur, tiga terduga teroris diamankan. - Alhamdulilah melaksanakan ibadah shaum menjadi aman.

TELKOM Dirikan Sebatik Broadband Village
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) mendirikan Sebatik Broadand Village di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Kehadiran Sebatik Broadband Village (SBV) di pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia tersebut selain untuk memberikan kemudahan akses telekomunikasi kepada masyarakat Sebatik, juga untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Vice President Public and Marketing Communication TELKOM Eddy Kurnia m e n j e l a s k a n , S e b a t i k Broadband Village merupakan sebuah konsep rancangan pengembangan area berbasis TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment) sebagai bentuk kegiatan Corporate Sosial Responsibilty TELKOM yang melibatkan pemda, TELKOM, serta Politeknik TELKOM. “Bentuk implementasi Broadband Village antara lain merupakan pusat pelatihan internet (Broadband Learning Centre), penyediaan hotspot di titik strategis dan ramai di perbatasan dengan Malaysia, serta website untuk memberdayakan potensi serta komunitas masyarakat melek internet di Sebatik,” ujar Eddy. Melalui Sebatik Broadband Village diharapkan kesadaran masyarakat Sebatik terhadap penggunaan internet serta pemanfaatannya menjadi terarah, terutama kaitannya dengan isu perbatasan negara. Dijelaskan Eddy, di kawasan Sebatik dan Nunukan TELKOM saat ini telah menghadirkan beberapa layanan komunikasi data dan internet, baik yang bersifat mobile atau static, yakni Speedy, Flexi, Seluler melalui Telkomsel yang memiliki berbagai fitur dan Value Added Service. Layanan tersebut merupakan layanan teknologi informasi yang dapat mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi di Sebatik. Sebatik Broadband Village juga dipersiapkan untuk melayani kebutuhan edukasi dan pembentukkan komunitas melek internet di area perbatasan Indonesia (Kalimantan Timur) dengan Malaysia (Sabah). SBV terdiri dari 3 bagian utama yakni pertama, Sebatik Broadband Center (tempat pembelajaran dan pusat informasi yang berkaitan dengan ICT serta layanan TELKOM), Sebatik Broadband Area (titik-titik kawasan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berinternet). Kedua Sebatik untuk Akses Internet tanpa kabel/wireless) dan ketiga, Sebatik Melek Internet yakni website yang dirancang untuk pembentukkan komunitas masyarakat yang memiliki paradigma ICT sekaligus sebagai pusat informasi daerah Sebatik sebagai daerah perbatasan. “Melalui layanan TIME dari TELKOM, Sebatik dapat dijadikan sebagai broadband village dalam rangka peningkatan value serta sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dari TELKOM. Diharapkan seluruh masyarakat Sebatik menjadi melek internet dan ke depannya dapat memanfaatkan layanan yang dihadirkan seperti Mojopia (plasa.com), Pesona Edu sebagai fasilitas untuk aktivitas perdagangan serta pendidikan on web. Dengan demikian, perdagangan dan tumpuan perekonomian masyarakat Sebatik meningkat,” ujar Eddy. Desain Konsep Perancangan Broadband Village Berbasiskan layanan Broadband Speedy sebagai infrastruktur merupakan fondasi dalam pengimplementasian tiga paket utama dari rancangan Sebatik Broadband Village. Dengan layanan Speedy kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet untuk pencarian informasi/berita, messaging (email, chatting), social networking (facebook, twitter), transaksi (ebanking, e-commerce) dan edutainmen (konten pendidikan dan hiburan) di perbatasan dapat tersolusikan. Lanjutnya, aplikasi online berbasis website di Indonesia telah merebak, baik aplikasi sederhana maupun aplikasi untuk keperluan khusus. Aplikasi-aplikasi itu antara lain e-mail, aplikasi chatting, blog, jaring sosial (facebook, friendster, twitter), ebanking, e-commerce, portal perusahaan, cybernews (detik.com, kompas.com) dan aplikasi-aplikasi lainnya. Semua aplikasi tersebut memberikan kemudahan serta segala informasi yang up t o d a t e kepa da peng g una t a npa t erba t a s oleh ruang gerak dan waktu bahkan di garis perbatasan negara sekalipun, selama pengguna terhubung ke jaringan internet global. Segala informasi tentang perkembangan negara Republik Indonesia, mulai dari ekonomi, perdagangan bahkan hingga infotainmen dapat diketahui dengan mengakses internet. Pulau terdepan Sebatik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Kecamatan ini terletak di Pulau Sebatik, ujung timur laut Kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik sendiri merupakan sebuah pulau yang terbagi menjadi dua wilayah teritorial, yakni Indonesia (Provinsi Kalimantan Timur) dan Malaysia (Sabah). Kecamatan Sebatik yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari empat desa swasembada (Tanjung Karang, Tanjung Aru, Pancang, dan Sei Nyamuk) dengan jumlah penduduk 20.283 jiwa dan menjadi kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Nunukan. Daerah ini memiliki potensi utama di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Potensi alam yang dihasilkan dari potensi kawasan ini antara lain padi, pisang, kakao, ikan teri dan udang. Selain potensi alam di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan, Kecamatan Sebatik juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik, yakni Pantai Batu Lumampu yang memiliki panorama laut lepas menghadap ke Blok Ambalat, dengan garis pantai yang panjang dan memesona. Sebagai kecamatan yang terletak di perbatasan Negara dengan pusat pemerintahan di Desa Tanjung Karang dan pusat perekonomian di Desa Sei Nyamuk, tentunya kebutuhan informasi dan telekomunikasi menjadi kebutuhan primer dan wajib disediakan untuk menunjang aktivitas perekonomian dan pemerintahan. Masyarakat Sebatik sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia tentunya sangat memerlukan informasi-informasi tersebut. Masalah yang selalu muncul berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ini adalah penyediaan sarana dan prasarana untuk mengakses bagi masyarakat di perbatasan serta guideline pemanfaatan konten-konten informasi yang ada agar pemanfaatannya inline dengan fungsi dari keberadaan sarana/prasarana/konten tersebut. PT TELKOM Indonesia sebagai satusatunya BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi memiliki tanggung jawab sosial dalam rangka mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan baik dari sisi infrastruktur maupun konten-konten yang diperlukan. (IthinK)

Serba-Serbi Stroke

Apakah stroke itu ?
Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab stroke Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya. Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Gejala terjadinya serangan stroke Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita. Proses penyembuhan Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi). Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan. Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

Penggunaan Colostrum
Setiap orang berbeda dalam hal jumlah colostrum yang dibutuhkan. Sangat disarankan untuk hasil yang terbaik, colostrum sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah besar pada awalnya dan dikurangi secara bertahap setelah hasil yang diinginkan tercapai. Jika manfaat yang didapat berkurang, kembalikan ke dosis awal. Untuk hasil terbaik, mulai komsumsi 2 X 2000 – 3000 mg perhari. Colostrum dapat dikomsumsi pada pagi hari saat bangun tidur dalam kondisi perut kosong, lalu beberapa jam setelah makan siang. Jika sulit untuk tidur, coba konsumsi lebih pagi pada hari itu. Beberapa orang mengalami “Insiden Penyembuhan” dimana tubuh mengeluarkan toksin – toksin (masalah pencernaan, masalah kulit, jerawat / gatal – gatal, gejala flu). Gejala ini umumnya akan hilang setelah beberapa hari. Ini sangat menarik, jika anda mendengarkan tubuh anda, anda akan tahu kemana colostrum telah menghilang di tubuh anda untuk melakukan tugasnya. Faktor pertumbuhan colostrum mungkin akan menimbulkan rasa sakit di beberapa tempat luka lama, atau cidera, saat terjadi penyembuhan. Jika hal ini menjadi tidak nyaman, anda bisa berhenti mengkonsumsi colostrum beberapa hari, dan melanjutkan lagi dengan jumlah yang lebih sedikit, lalu ditingkatkan perlahan – lahan untuk mencapai hasil optimal. Saran Penggunaan untuk Atlit Banyak orang yang senang beraktivitas di bidang atletik, menemukan bahwa colostrum sangat membantu untuk meningkatkan performa mereka. Para Body Builder sangat menyukai colostrum karena telah menunjukkan peningkatan massa otot. Untuk hasil yang terbaik, komsumsi colsotrum 30 – 45 menit sebelum aktivitas. Para atlit umumnya mengkonsumsi 3000 – 6000 mg perhari. Ini adalah penggunaan yang disarankan, bahka banyak body builder menggunakan lebih. Interaksi dengan Obat Colostrum adala makanan. Colostrum dapat dikonsumsi dalam jumlah berapapun tanpa efek samping atau interaksi dengan obat. Meskipun colostrum tidak berinteraksi dengan obat, anda mungkin menglami efek samping dari suplemen, herbal, atau pengobatan lain yang sedang anda konsumsi yang tidak pernah anda alami sebelumnya. Colostrum menyembuhkan masalah pencernaan (usus besar). Hal ini berarti tubuh telah memanfaatkan jauh lebih optimal dari semua nutrisi dari yang dimakan, termasuk semua yang dimsukkan ke dalam tubuh. Anda mungkin ingin menghentikan atau bahkan berpikir ulang mengenai penggunaan herbal / suplemen nutrisi yang lain. Pengobatan yang dijalani mungkin perlu ditinjau ulang dosis dan kebutuhannya oleh ahli medis anda. Kehamilan Konsultasikan dengan dokter atau ahli medis megenai resep yang akan di minum supaya tidak terjadi perlawanan dari obat, herbal, dan suplemen nutrisi. Anak – Anak Faktor Imun sangat penting untuk mencegah terjangkitnya kembali infeksi virus dan bakteri. Kosultasikan dengan ahlinya. Tidak Dapat Menelan Kapsul? Colostrum bekerja paling baik jika dikonsumsi dalam bentuk kapsul, saat perut kosong dengan 225 – 340 cc air. Jika tidak dapat menelan kapsul, anda dapat membuka kapsul dan dicampur dengan beberapa sendok makan yogurt, saos apel, atau makanan yang lain. Jangan lupa jumlah airnya. Jangan minum suplemen yang lain bersamaan dengan colostrum dan tunggu sedikitnya 20 menit sebelumnya. (Net)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

7

Sudut
KNPI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Kepemimpinan
SUKABUMI, Medikom–Kendati sederhana, namun para siswa serius mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diprakarsai oleh KNPI Kota Sukabumi. Sebanyak 120 pelajar dari tingkat SMA, SMK dan MA mengikuti kegiatan yang bertempat di Bukit Perkemahan Cikundul Kota sukabumi, Sabtu (7/8) tersebut. Ketua KNPI Kota Sukabumi Abdul Manan menjelaskan, dilaksanakan kegiatan pelatihan kepemudaan bertujuan untuk menciptakan kaderkader pemuda yang kreatif, kridibel, dan juga profesional, serta mencipatkan bahwa pemuda itu adalah agent of change. Dari situlah pihaknya mengimplementasikan dengan rekan-rekan di KNPI untuk melakukan kegiatan pelatihan kepemimpinan tingkat SMA dan sederajat. Ia berharap, para pelajar yang saat ini mengikuti pelatihan kepemimpinan, selain bisa jadi kader, juga bisa menerapkannya di tingkat sekolah, melalui OSIS ataupun oarganisasi lainnya. (Arya)

Banyak Sekolah yang Tidak Memiliki Kepsek
MAJALENGKA, Medikom-Puluhan sekolah di Majalengka tidak memiliki kepala sekolah hingga bertahuntahun. Kondisi tersebut menghambat kaderisasi kepemimpinan serta manajemen pengelolaan sekolah. Sementara itu sejumlah kepala sekolah lainnya dinyatakan jarang masuk ke sekolah dengan berbagai alasan. Atas persoalan tersebut Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka menyarankan pemerintah untuk segera mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Dengan demikian, kepala sekolah yang ditempatkan memiliki kepempimpinan yang baik serta bertanggung jawab atas jabatannya. Menurut Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka H Zen A Sastramihardja, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan di sejumlah sekolah, terdapat beberapa sekolah yang ternyata sudah cukup lama tidak memiliki kepala sekolah, seperti yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Sebaliknya ada sebuah sekolah yang memiliki kepala sekolah namun ternyata sang kepala sekolah jarang datang ke sekolah. “Manajemen seperti ini harus segera dibenahi agar manajemen sekolah bisa berjalan dengan baik,” ungkap H Zen yang juga menyarankan, bagi pemimpin yang jarang datang dan sudah tidak bisa dibina oleh atasannya sebaiknya statusnya dikembalikan menjadi tenaga guru, tidak perlu dipertahankan menjadi pemimpin. “Orang malas itu tidak memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga tidak perlu dipertahankan lagi,” kata Zen. H Zen juga berharap agar penempatan kepala sekolah bisa mempertimbangkan domisili, sehingga kepala sekolah tersebut bisa maksimal bekerja. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H Sanwasi membenarkan banyaknya sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah, terutama sekolah dasar dan SMP. Berdasarkan data yang ada jumlah kekosongan jabatan kepala sekolah dasar kini mencapai kurang lebih empat puluh orang, sedangkan jumlah yang akan menjalani masa pensiun hingga Desember 2010 mencapai empat puluh dua orang. “Jumlah kekosongan jabatan kepala sekolah cukup banyak tahun ini, mulai Juli hingga Desember yang akan menjalani masa pensiun mencapai empat puluh dua orang, sementara kekosongan jabatan kepala sekolah di luar yang menjalani masa pensiun cukup banyak karena kita sekarang sudah mengacu kepada Kepmen 162 tentang Masa Jabatan Kepala Sekolah yang hanya empat tahun,” kata Sanwasi seraya menjelaskan atas kekosongan jabatan tersebut pihaknya telah mengajukan pengangkatan kepala sekolah baik SD ataupun SMP ke Badan Kepegawaian Daerah. “Kita sekarang tengah menunggu proses pengangkatan, agar semua sekolah bisa diisi,” tambah Sanwasi. Menyinggung soal kepala sekolah yang jarang masuk dan memiliki persoalan di sekolahnya, Sanwasi menyebutkan tengah dilakukan pembinaan dan diupayakan untuk dimutasikan. “Soal kasus yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah, kini tengah ditangani. Yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan kesanggupan untuk menyelesaikannya,” kata H Sanwasi. (Jur)

120 Pelajar Kota Sukabumi Ikuti Seminar Wawasan Kebangsaan
Kemampuan Menulis Menurun
SUKABUMI, Medikom–Persoalan tawuran antarpelajar masih menjadi pembahasan yang dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Sukabumi H Mulyono MM saat membuka langsung seminar Wawasan Kebangsaan bertempat di ruang pertemuan Hotel Permata Hijau, Selasa (3/8). Seminar yang diikuti oleh 120 pelajar SMA, SMK dan MAN se Kota Sukabumi dilakasanakan selama 2 hari (3-4/8). Dikatakan Mulyono, mulai sekarang seluruh siswa dan pemerintah harus sudah mulai berupaya mengembalikan citra pendidikan di Kota Sukabumi yang beberapa waktu lalu sempat tercoreng akibat ulah sekelompok pelajar yang melakukan aksi tawuran, bahkan sampai menimbulkan korban luka dan meninggal dunia. Berkaitan dengan acara tersebut, Mulyono mengimbau kepada seluruh siswa yang mengikuti seminar, agar menjadikan seminar wawasan kebangsaan sebagai ajang silaturahmi dan bertukar fikiran dengan siswa lainnya. Selain itu, siswa bisa mengerti dan memahami apa arti wawasan kebangsaan, sehingga bisa menerapkan ilmu tersebut di lapangan, minimal ilmu yang didapatkan bisa disosialisasikan kembali antarteman sekolahnya. Kepla Kantor Kesbang Linmas Kota Sukabumi Hardi Harpan menjelaskan, selama mengikuti seminar wawasan kebangsaan seluruh siswa diberikan materi tentang UUD 1945, Pancasila dan lainnya. Nantinya seluruh peserta akan diajak berdiskusi dan bertukar fikiran untuk membahas suatu permasalahan yang terjadi saat ini, contohnya tawuran antarpelajar. Hardi berharap, para siswa yang mewakili sekolah masing-masing yang mengikuti seminar ini bisa menjadi kader, dan nantinya bisa disosilaisaikan kepada rekan-rekan di sekolahnya masing-masing. Dan ke depan pihaknya akan berusaha mengadakan seminar seperti ini di tingkat RT/RW, kepemudaan dan masyarakat. (Arya/Ne)

Pos Latih Remaja “Creative Writing”
BANDUNG, Medikom–Seiring perkembangan teknologi informasi, kemampuan menulis para remaja di Indonesia saat ini mengalami penurunan. Mereka sangat mahir menggunakan bahasa SMS dengan berbagai istilah dan singkatan, namun kurang mahir dalam membuat suatu tulisan. Hal tersebut diungkapkan Junaedi Kepala Divisi Regional III saat membuka pelatihan Creative Writing PT Pos Indonesia di Bandar Lampung baru-baru ini. “Kegiatan Creative Writing atau pelatihan menulis kretif sebagai salah satu implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pos Indonesia dalam bidang pendidikan. Creative Writing bertujuan untuk membangun kembali budaya menulis yang sudah mulai menurun di kalangan pelajar,” kata Manager Komunikasi Perusahaan PT Pos Joesman Kartaprawira. Pelatihan yang diselenggarakan di Aula SMAN 7 Bandar Lampung, diikuti 50 siswa mewakili SMP 1, 2, 13, 14, Kartika 2 serta SMA 3, 7, 9, 14, YP UNILA, dan SMA Al Kautsar. Para siswa didampingi para guru pembimbing dari tiap-tiap sekolah. Pelatihan ini merupakan yang kesebelas kali dilaksanakan PT Pos Indonesia sejak tahun 2007 lalu. Selain mendapatkan materimateri pengantar menulis kreatif, menulis puisi, menulis cerpen, menulis berita serta menulis artikel, para siswa juga diajak berkunjung ke Kantor Pos Bandar Lampung untuk mengenal kantor pos dan layanannya, prangko, dan filateli. Setelah memperoleh pelatihan, para siswa diharapkan dapat termotivasi untuk selalu berlatih sehingga memiliki keterampilan menulis, dan menyadari bahwa saat ini menulis bisa menjadi profesi. PT Pos Indonesia juga menyediakan sarana bagi para siswa yang ingin melatih kemampuan menulisnya melalui majalah Sahabat Pena. Majalah ini diterbitkan PT Pos Indonesia khusus untuk generasi muda di seluruh Indonesia. (IthinK)

Dedi Supardi SAg;

“Beritakan Saja Apa Adanya”
KUNINGAN, Medikom–Banyak kalangan pemerintahan pemangku amanah belum bisa menerima kritikan maupun masukan dari para kuli tinta dan LSM di Kabupaten Kuningan. Mereka (red-para pengemban amanah) seolah-olah menganggap tugas yang dijalankan media massa seakan ingin mengobok-obok tugas dan amanah yang diembannya. Padahal, kalau saja disikapi dan ditelaah secara saksama justru masukan yang dilontarkan semata-mata demi perbaikan agar dalam menjalankan tugasnya tidak melenceng dari aturan dan tidak merugikan keuangan negara. Seperti yang terjadi di lapangan, penggunaan dana BSM dana BOS diduga banyak yang tidak sesuai dengan juklak-juknis. Namun kepala sekolah malah menganggap apa yang dilakukannya tidak menyalahi aturan dan sudah seizin orang dinas pendidikan. “Saya tidak senang banyak wartawan yang nanya ini nanya itu, kalau silaturahmi biasa saja,” ketus Kepala SMPN 1 Selajambe Sudja Hadinata di ruang kerjanya belum lama ini. Kebanyakan media lain pun, katanya, hanya silaturahmi, jangan menanyakan macam-macam karena media bukan auditor. “Kita menyalurkan dana BOS maupun BSM sudah sesuai juklak maupun juknis,” tandasnya. Hal ini sungguh merupakan jawaban yang sangat aneh, seolaholah tidak bersedia untuk transparan. Bukan hanya itu, ketika ditanya masalah penyaluran dan alokasi penggunaan dana yang diterimanya pun yang bersangkutan enggan memberikan keterangan pasti, malah menghubungi Kabid Dikdas Disdikpora Kabupaten Kuningan untuk meminta perlindungan. “Saya punya atasan, jadi saya akan menghubungi dia dan bila perlu hubungi saja pihak disdik karena mereka sudah pada tahu,” ujarnya. Saat hal tersebut dikonfirmasi kepada Kabid Dikdas Disdikpora Dedi Supardi SAg yang juga mantan Ketua PGRI ini menegaskan bahwa fungsi pers tidak boleh terlalu mengetahui alokasi dana karena menurutnya bukan auditor. “Kalaupun ditemukan berbagai pelanggaran, silakan beritakan saja, bahkan kesalahan itu belum tentu benar. Kalaupun ada penyelewengan baik penyaluran dana BSM maupun penggunaan dana BOS tulis saja semua pernyataan yang dilontarkan Kepsek, jangan ada embel-embel,” jawabnya ketus. Pihaknya berjanji akan melihat apakah ada pelanggaran atau tidak. Karena kebenaran itu perlu dicek. Yang pasti massmedia menurutnya jangan terlalu jauh mengkonfirmasi, cukup globalnya saja. Jawaban yang dilontaran Dedi tersebut dianggap sangat menghalang-halangi tugas pers untuk melakukan investigasi menyangkut penyaluran dana yang bersumber dari pemerintah. Padahal sebagai penyelenggara negara berkewajiban memberikan informasi publik sesuai dengan asas keterbukaan yang diamanatkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ditempat terpisah salah seorang Kaur TU yang enggan disebutkan namanya menyesalkan dengan segala ketidakterbukaan seorang kepsek. Padahal dirinya sangat mengharapkan adanya keterbukaan dengan semua jajaran agar penyelenggaraan dunia pendidikan bisa berjalan dan maju dengan ditunjang komponen semua yang ada ikut terlibat bukan hanya dalam hal anggaran saja. “Memang dari dulu tidak ada keterbukaan di sekolah kami,” keluhnya. (Tim)

KPKB Meminta Pemkot Segera Tangani Pelanggaran PPDB
BANDUNG, Medikom–Pelanggaran terkait pungutan di berbagai sekolah di Kota Bandung saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) terus terjadi. Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, sekolah dilarang melakukan pungutan biaya kepada orang tua siswa. “Ini terjadi bisa saja karena kurangnya sosialisasi Perda, dan pengawasan kuarang optimal. Atau bisa jadi ada intervensi dari sejumlah pihak,” ungkap Koordinator Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB), Dan Satria di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung belum lama ini. Karenanya, KPKB meminta Pemkot Bandung secepatnya menangani persoalan tersebut yang terus terjadi setiap tahun ajaran baru. Menurutnya, pungutan tersebut tidak perlu terjadi karena sudah seharusnya biaya pendidikan menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan kepada masyarakat. Namun yang terjadi, selama ini masyarakat masih dibebani biaya pungutan melalui pungutan yang jumlahnya tidak sedikit. Dikatakan, pada tahun 2008, pada APBD Kota Bandung anggaran pendidikan yang tidak terserap mencapai Rp16 miliar karena tidak dioperasionalkan sesuai rencana. “Secara hitunghitungan sebenarnya bisa menggunakan biaya APBD untuk menggratiskan biaya sekolah,” katanya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji mengakui, bahwa PPDB di Kota Bandung marak terjadi pelanggaran, di antaranya pungutan biaya seragam dan buku. Ia berjanji akan segera melakukan evaluasi mekanisme dan aturan PPDB. Oji mengatakan, meski sosialisasi dan pengawasan sudah dilakukan maksimal namun tetap saja diwarnai pelanggaran. Oleh karena itu ke depan perlu ada perbaikan sistem dan komitmen kuat dari semua pihak agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Kami juga meminta kepada orang tua agar segera melaporkan kepada dinas pendidikan apabila mengetahui ada pelanggaran. Kami jamin kerahasiaan identitas orang tua dan siswa yang memberikan laporan,” janji Oji. Dalam kesempatan sama, Ketua Forum Orang Tua Siswa, Dwi Subawanto menyatakan akan menunggu aksi investigasi yang dilakukan Disdik Kota Bandung dalam menangani permasalahan pelanggaran tersebut meski dalam waktu yang lama. “Kami memaklumi, karena ada 1.300 sekolah yang terlibat dalam proses investigasi. Namun kami akan terus memantau dan mengawal,” tandasnya. (SR)

Drs H Aep R Ingin Mewujudkan Pendidikan Berkeadilan
PASIRJAMBU, Medikom–Terbuka, ramah, mudah diajak berkomunikasi dan berdiskusi, itulah kesan pertama bila bertemu dengan sosok Kepala MTSN Pasir Jambu Drs H Aep R. Pria kelahiran Bandung ini, berkecimpung tak jauh dari dunianya, dunia pendidikan. Menyandang dua gelar kesarjanaan, yaitu sarjana administrasi pendidikan dan managemen ekonomi membuatnya sangat cocok memangku jabatan berat ini. Aep meniti karier dari bawah. Sebelum menjadi kepala sekolah, ia seorang guru bidang studi. Jabatan kepala sekolah diraihnya dengan tidak mudah. Karena, rekrutmen kepsek sekarang sangat ketat dan melalui beberapa tahapan tes. Drs H Aep R yang didampngi Kepala TU Husen menjelaskan, kondisi pendidikan di tanah air sedang menagalami keterpurukan. Hal itu, tandai dengan IPM Indonesia yang rendah. Namun, kondisi tersebut, mendorong dirinya tetap konsisten di jalur pendidikan. “Karena melalui pendidikan, SDM Indonesia itu bisa diubah,” ungkap Aep yang juga aktif sebagai Ketua KKM di wilayah Pasir Jambu membawahi 30 MTS swasta di beberapa kecamatan. Menurutnya, salah satu sebab makin terpuruknya pendidikan di Indonesia adalah kecenderungan kapitalistik pendidikan. “Untuk itu, kami sangat berkeinginan untuk menerapkan pendidikan yang berkeadilan. Pendidikan harus bisa dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu. Pendidikan jangan eksklusif tapi harus inklusif,” tegasnya. Karenanya, lanjut Aep, dalam mengembangkan sekolah, pihaknya selalu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi majunya pendidikan di MTS Pasirjambu. Selain itu, melakukan koordinasi dengan para guru, orang tua, komite sekolah dan masyarakat sekitar. Dikatakan, dalam menjalankan tugasnya, ia didukung 31 orang guru ditambah TU untuk menangani 396 siswa. Adapun pembangunan yang telah dilaksankan selama bertugas, di antaranya membuat lapangan upacara, perbaikan sarana air bersih, rehab ruangan kelas dll. Itu semua, berkat kerja keras semua pihak termasuk kepercayaan dari Kementerian Agama Kabupaten Bandung. “Kami berharap pendidikan di Kementerian Agama Kabupaten Bandung tetap berjalan dengan baik dan ada dalam peningkatan. Semua itu, tentu saja merupakan tanggung jawab semua di antranya pihak sekolah, orangtua dan pemerintah,” tutur Aep. Ia juga banyak mengucapkan terimakasih dengan adanya bantuan BOS, BSM dan sarana lainnya sebagai bukti kepedulian pemerintah dalam bidang pendidikan. “Mudahmudahan saja program tersebut dapat berkelanjutan dan meningkat supaya kualitas pendidikan lebih bagus,” papar H Aep kepada Medikom. (S Rohmani)

Madrasah Nurul Hikmah Cikembulan Gelar Bakti Sosial
GARUT, Medikom– Madrasah Nurul Hikmah yang beralamat di Kampung Cubulu Kidul, RT 02/09, Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, belum lama ini mengadakan acara bakti sosial dengan menggelar pengobatan gratis dan khitanan massal. Gelaran acara yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar ini didukung penuh oleh putra daerah H Endang Kuswandi MH yang sangat peduli dengan keadaan masyarakat, termasuk kepedulianya akan pendidikan anak anak sekitar.
Endang yang alumnus perguruan tinggi terkemuka di Bandung, ITB ini juga sangat peduli dengan nasib tanah kelahirnya. Sebagai bentuk dedikasi pada tanah kelahirnya, H Endang telah berkali-kali mengadakan acara serupa. Walau acara bakti sosial ini atas nama Madrasah Nurul Hikmah, namun dukungan dana sepenuhnya dikucurkan H Endang yang kebetulan kini telah menjadi orang sukses di salah satu perusahaan pertambangan batubara di Kalimanatan. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan selain bakti sosial acara ini pun kami selenggrakan sebagai ajang silaturahmi dengan saudara dan masyarakat sekitar,” ungkap H Endang Kuswandi di sela-sela acara bakti sosial. Madrasah Nurul Hikmah sendiri didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat di Kampung Cibulu Kidul yang memanfaatkan tanah wakaf dari Aban (alm), di antaranya Ustaz Cece, Endung dan Wahyu. Kini madrasah Nurul Hikmah tengah dirintis menjadi sebuah lembaga yang akan membangkitkan minat belajar anak-anak sekitar, juga nantinya akan dijadikan lembaga sosial yang akan menagayomi warga sekitarnya. Warga sekitar yang mendapatkan pengobatan gratis pada acara yang diselenggarakan Sabtu (31/7) tersebut tidak kurang dari 300 orang, dan ada sebilan orang anak yang mendapatkan layanan khitan gratis. Salah seorang warga yang mendapatkan layanan pengobatan gratis, Awang (45) menyampaikan rasa gembiranya akan adanya layanan bakti sosial ini. “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dengan adanya pengobatan gratis ini. Seperti kita tahu untuk berobat di zaman sekarang ini sangat mahal, apalagi bagi orang tidak berada seperti saya, sungguh merupakan berkah tersendiri. Secara khusus saya ingin mengucapkan terimakasih pada H Endang atas digelarnya acara ini, segala kebaikannya, insya Allah akan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” tuturnya. Sementara itu salah seorang warga, Didi (60) yang berprofesi sebagai buruh tani, anaknya mendapatkan layanan khitan gratis pada acara tersebut, menyampaikan rasa bahagianya atas digelarnya bakti sosial ini. “Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucapkan syukur alhamdulillah, dan rasa terimaksih dan hormat saya sampaikan pada H Endang yang telah menjadi donatur acara ini,” ungkap Didi sambil menyeka air mata kebahagiaannya. Gelaran acara bakti sosial ini juga ditangani oleh tim tenaga medis berkompeten yang dipimpin oleh dr Ricky, dokter spesialis anastesis dari Fakultas Kedokteran UI, dan DR dr Sadeli dari Unpad. Acara yang digelar dari pagi hari hingga usai diiringi hiburan kesenian marawis binaan dari Madrasah Nurul Hikmah sendiri. (Kus)

SMK PUI Tetap Mendapat Kepercayaan Masyarakat
KUNINGAN, Medikom-Untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam kaitannya dengan kurikulum, pengelolaan keuangan, dan pembenahan manajemen haruslah dilaksanakan dengan serius, dengan keterbukaan, kebersamaan dengan semua jajaran dan penyelenggara yayasan itu sendiri. Demikian dikatakan Drs Agus Sulaeman selaku Kepala SMK PUI Cilimus, Kabupaten Kuningan ketika ditemui Medikom di ruang kerjanya belum lama ini. Drs Agus mengungkapkan bahwa keseriusan itu dibuktikannya dengan melakukan berbagai terobosan yang mengarah pada peningkatan mutu, di antaranya meningkatkan kedisiplinan bagi para guru dan siswa itu sendiri, seperti tidak diperbolehkannya merokok di lingkungan sekolah, tidak boleh mengaktifkan handphone (Hp) disaat jam pelajaran berlangsung atau melarang siswanya menghidupkan mesin motor karena suaranya bisa mengganggu konsentrasi siswa lain yang tengah belajar. Medikom melihat sejumlah kendaraan yang sengaja dikunci oleh petugas keamanan disebabkan memakai knalpot yang membuat bising. Hal lain ada beberapa hp siswa yang diamankan pihak sekolah akibat dipakai saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. “Kami sengaja melakukan hal ini bukan dalam artian mau merampas merupakan upaya dalam rangka peningkatan mutu,” tambah Agus. Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini pun semakin besar. Hal ini dapat dilihat dari masih besarnya animo masyarakat yang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini. Ditambahkannya, meski saat ini ada penurunan jumlah murid dari tahun sebelumnya 670 orang, sekarang sekitar 660 orang, namun ia tetap merasa bangga, karena sekolah ini masih menjadi pilihan masyarakat Kecamatan Cilimus. Bidang keahlian yang ada di sekolah ini meliputi bidang studi teknik ketenaga listrikan, kompetensi keahlian teknik pemanfaatan tenaga listrik, teknik otomotif, teknik kendaraan ringan sepeda motor yang sudah terakreditasi A. Dijelaskan bahwa saat ini tenaga kependidikan yang dimilikinya sebanyak 43 orang guru dan non guru sebanyak 10 orang. Sedangkan jumlah ruang area kerja administrasi anatara lain ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang pelayan administrasi. Untuk kegiatan belajar yang dimiliki ada 14 ruang kelas, 6 ruang praktik bengkel workshop, lab bahasa, ruang praktik komputer. Sementara penunjang pendidikan tersedianya ruang perpustakaan, unit produksi, ruang pramuka, koperasi, UKS dan ruang ibadah. (Yoyo Suhendar)

Disporbudpar Mengelar, Temu Pewaris Maestro Topeng
CIREBON, Medikom–Dinas Pemuda, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon menggelar temu pewaris maestro topeng Cirebon, Senin (9/8) malam di Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang. Temu pewaris maestro topeng Cirebon bertema “Membuka Topeng untuk Menari” sebagai bentuk persembahan untuk Mimi Soedji (1912-1982), Mimi Sawitri (1925-1999), Mama Sudjana Arja (1934-2006), Mimi Rasinah (1930) dan Mimi Hj Juni (1963). Menurut Kepala Disporbudpar Kota Cirebon Drs Abidin Aslich melalui Kepala Bidang Kebudayaan Adin Imaduddin Nur, pegelaran temu pewaris maestro topeng Cirebon digelar sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi tokoh-tokoh tersebut. Perjuangan seni yang dibawakannya telah maksimal. Namun kiprah para pewaris mereka dalam menjaga eksistensi kesenian belum selesai, yaitu Tursini (pewaris Mimi Soedji), Nur Nani M Irman (pewaris Mama Sudja Arja), Aerly Rasianah (pewaris Mimi Rasinah) dan Ryan Sulartri (pewaris Mimi Hj Juni). “Karena itu kami sengaja mempertemukan pewaris maestro. Acaranya nanti diisi dengan penampilan tari topeng dari topeng losari, slangit, gegesik (Cirebon), bongas (Majalengka) dan pekandangan (Indramayu). Selain itu akan diisi pula bincang ihwal topeng Cirebon dan para tokohnya dengan menghadirkan nara sumber Toto Amsar Suanda,” kata Adin. (Rudi)

milik murid, contohnya hp ditahan supaya mendapat perhatian yang serius dari murid dan orangtuanya,” papar Agus. Dikatakan, dengan dibiasakannya perilaku ini mendapat tanggapan positif dari orang tua murid. Menurutnya para orang tua percaya bahwa apa yang dilakukan para guru dan semua jajaran di SMK PUI ini adalah demi kebaikan anakanaknya. “Bahkan bukan hanya itu saja, kami juga menerapkan kebiasaan para anak didik supaya melaksanakan kegiatan salat sunah duha yang telah terjadwal sebagai penekanan hal agama untuk bekal hidup. Apa yang kami lakukan ini

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

Lintas
Memasuki Ramadan Barcelona Agar Ditutup
MEDAN, Medikom–Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa di beberapa perguruan tinggi swasta dan Pemuda Antikemaksiatan Kota Medan mendatangi kantor DPRD Sumut belum lama ini di Medan. Mereka menduduki tangga gedung DPRDSU dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan kecaman dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk menutup tempat hiburan malam “Barcelona”. Apalagi, tempat hiburan malam yang terletak di Jln Pancing ini, berdampingan dengan lembaga pendidikan seperti Sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN) I dan II, Universitas Unimed, IAIN Amir Hamzah, Akpar dan Akper, Perguruan Budi Murni, SMPN 27 dan SMPN 35. Selain itu, berada di sekitar tempat ibadah yakni Masjid At-Tawwabin dan Gereja HKBP Methodist. Massa yang terdiri dari Sumut Independent Forum (SIF), Ikatan Mahasiswa Pendidikan Indonesia (IMPI), Pemuda Islam Indonesia (PEMI), Remaja Mesjid Deliserdang dan Gerakan Remaja Muda Kristen Pro Perubahan (GMK PP) serta LSM Suara Rakyat ini, meminta agar anggota DPRDSU memanggil aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara, untuk menindak dan menutup Barcelona. (SS)

8

Kuwu di Majalengka Pertanyakan Pencairan ADD
MAJALENGKA, Medikom– Sejumlah kuwu di Majalengka mempertanyakan Alokasi Dana Desa yang hingga kini belum cair. Padahal penyelenggaraan pemerintahan terus berlanjut sama halnya dengan pemerintahan di tingkat kecamatan, kabupaten ataupun provinsi. Menurut salah seorang kuwu, dana tersebut biasanya sudah cair sejak bulan Juni. Namun hingga Agustus belum ada kabar. Sementara, penyelenggaraan pemerintahan dan pemberian pelayanan terhadap masyarakat desa harus tetap berjalan. “Sebaiknya ADD pun bisa diterima setiap desa pada awal tahun anggaran seperti halnya pemerintah pusat menyerahkan DAU kepada pemerintah daerah, karena penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa pun mengacu kepada APBDes yang kebutuhannya sama dengan pemerintahan tingkat kabupaten atau kota, yang membedakan hanya program dan besaran nilai uang. Desa juga perlu biaya administrasi dan operasional pemerintahan, perlu pembangunan fisik dan lainlain. Makanya ADD harusnya diberikan awal tahun seperti halnya pemerintah pusat memberikan anggaran kepada pemerintah kabupaten/kota,” ungkap salah seorang kuwu. Kabag Pemerintahan Setda Majalengka Yayan Somantri membenarkan belum dicairkannya ADD tersebut. Namun diharapkan dana tersebut bisa cair pada bulan Agustus sekarang. Berkas pencairannya ungkap Yayan kini tengah dikaji terlebih dulu oleh Bagian Hukum. Nilai ADD untuk tahun ini seluruhnya mencapai Rp40,125 miliar yang akan diserahkan kepada 321 desa secara proporsional, sehingga setiap desa akan menerima dana dalam jumlah yang berbeda tergantung hasil kajian tingkat kabupaten. Dasar pertimbangan besaran alokasi keuangan antara lain adalah jumlah penduduk dan jumlah penduduk miskin yang ada di desa masing-masing, luas wilayah serta letak geografis dari setiap wilayah desa. “Makanya pemberian dana ini tidak plat seperti sebelumnya. Dengan pemberian ADD seperti ini diharapkan terjadi pemerataan tingkat kesejahteraan,” kata Yayan. Sedangkan porsi penggunaan ADD itu sendiri untuk penunjang biaya operasional pemerintahan di desa serta belanja publik. Untuk belanja publik diharapkan lebih banyak diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur. “Kita tidak merinci secara detail peruntukannya, namun tetap diarahkan agar penggunaan dana tersebut bisa lebih terarah dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Yayan. (Jur)

Mantan Bupati DS Kolonel (Purn) H Ruslan Mansyur Tutup Usia
LUBUK PAKAM, Medikom-Mantan Bupati Kabupaten Deli Serdang, Kolonel (Purn) H Ruslan Mansyur meninggal dunia, Jumat (30/7) pukul 18.10 WIB dalam usia 73 tahun. Selama dua pekan terakhir Almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan, terkait penyakit yang dideritanya selama ini. Demikian Drs H Hermansyah, atas nama keluarga Almarhum menjelaskan, Minggu (31/7). Almarhum Letkol (Purn) H Ruslan Mansyur, Bupati Deli Serdang periode 1989–1994 atau Bupati Deli Serdang ke 10, meninggalkan seorang istri Hj T Farida, 5 orang anak dan 10 orang cucu. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Jalan Kenanga Raya Medan dan direncanakan dikebumikan di pemakaman keluarga, Glugur Kota Jalan Yos Sudarso Medan, Minggu (4/1), setelah solat Ashar. Almarhum Kolonel (Purn) H Ruslan Mansyur juga merupakan mertua dari Drs T Ahmad Tala’a, Ketua DPD Partai Golkar dan Ketua MABMI Deli Serdang. Semasa hidupnya Almarhum dikenal sebagai orang yang luwes dalam bergaul, memperhatikan masyarakat kecil, dan sangat akrab dengan wartawan. Sejumlah pejabat tampak melayat ke rumah duka seperti Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan, Wakil Bupati H Zainuddin Mars, dan para pejabat Provinsi Sumatera Utara dan Deli Serdang, serta masyarakat. (R David Sagala)

Tata mendapat kunjungan dari Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi bersama Pengawas Layanan Jual BBM Pertamina Ujang Juharna, Jumat (6/8).

RSUD dr Slamet Garut Berlakukan 5 Hari Kerja
GARUT, Medikom–Terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2010, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut akan mengujicobakan pemberlakuan lima hari kerja, Senin sampai dengan Jumat. Semua dokter spesialis nantinya diharapkan bisa membagi waktu untuk melayani masyarakat dan pasien secara efektif. Ujicoba tersebut akan dilakukan selama satu tahun, dan dievaluasi pada enam bulan terakhir ujicoba. Menurut Direktur RSUD dr Slamet Garut dr Maskut Farid, Senin (2/8), usai mengikuti apel gabungan, seluruh pelayanan publik akan tetap terlayani meski pemberlakukan lima hari kerja itu. “Kami telah menyiapkan tenaga dokter jaga, dan administrasi bilamana ada pasien yang perlu segera mendapat pelayanan,” tegasnya. Selama lima hari kerja itu, mulai dari dokter spesialis hingga administrasi akan melayani hingga pukul 16.00. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai antisipasi agar pasien yang datang dari luar kota Garut, terutama dari daerah selatan yang datang justru pada saat pelayanan administrasi (loket) dan poliklinik sudah tutup pukul 12.00. Sehingga pasien menumpuk di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Oleh karenanya, masalah seperti itu diharapkan nantinya bisa segera diatasi dengan pemberlakuan jam kerja itu. Meski demikian, pihaknya menjamin pelayanan publik akan dapat terlayani secara baik, meski datang pada hari libur, karena pihaknya telah menyiapkan dokter jaga, dan administrasi “Bilamana uji coba ini dirasakan berat bagi masyarakat, kami akan kembalikan pada semula dengan enam hari kerja,” ujar Maskut. Maskut pun menjamin pasien yang akan pulang pada hari Sabtu, akan dilayani secara baik, tanpa harus menunggu lama, karena telah disiapkan dokter jaga dan administrasi (pentor) selama 24 jam. Pihaknya juga sedang menata ulang untuk tertibnya pelayanan jamkesmas dan jamkesda, sehingga prinsip keadilan dan kebersamaan bisa dirasakan semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan rumah sakit. (Kus)

KPU Distribusikan Surat Suara ke PPK
INDRAMAYU, Medikom–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu belum lama ini mengirimkan logistik untuk pelaksanaan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati pada 18 Agustus 2010 mendatang ke PPK yang tersebar di Kabupaten Indramayu. Logistik yang dikirim yakni kertas suara sebanyak 2 ribu 999 lembar sampul. Menurut Divisi Logistik KPU Indramayu Mohammad Hadiramdan SAg pendistribusian logistik berupa surat suara, didistribusikan dari KPU Provinsi Jawa Barat. Logistik yang dipersiapkan untuk Pemilukada 2010 yakni sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.335.036 hak pilih. KPU Indramayu juga ungkap Ramdan, sebelumnya telah mengirimkan logsitik berupa kotak suara ke PPK lebih dari 5.000 kotak suara yang tersebar di 2.999 TPS di 32 kecamatan. Anggota KPU Indramayu Murtiningsih menambahkan, pengiriman logistik paling lambat diterima PPK dan PPS pada H-7 mejelang pelaksanaan Pememilukada. Pengiriman sejumlah logistik ini lebih awal, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerusakan kertas suara maupun kendala lainnya yang telah diterima PPK. Murtiningsih berharap pengiriman logistik berupa kertas suara hari ini akan berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. (H YF)

Korban Ledakan Tabung Gas Dapat Santunan
TASIKMALAYA, Medikom–Tata, Ketua RW 01, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya harus rela kehilangan rumah dan harta bendanya. Sebab, kebakaran akibat kebocoran gas LPG, Rabu (4/8) sekitar pukul 04.00 WIB telah melumat rumah Tata dan seluruh isinya. Namun beruntung bagi Tata, masih ada pihak lain yang peduli ata deritanya. Apalagi, Tata mendapat kunjungan dari Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi bersama Pengawas Layanan Jual BBM Pertamina Ujang Juharna, Jumat (6/8). Kedatangan Wali Kota Tasikmalaya merupakan kepedulian Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada masyarakatnya yang terkena musibah serta menyampaikan santunan awal dari Pertamina kepada korban sebesar Rp10.000.000. Saat itu, Wali Kota didampingi Kadis KUMKM-INDAG Kota Tasikmalaya, Kabag Humas Setda Kota Tasikmalaya, Camat Kawalu dan Danramil Kawalu serta Kasie Trantib Kelurahan Kersamenak. Tata dan Enok yang berprofesi sebagai pedagang gorengan ini, dihadapan Wali Kota menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa keluarganya. Dirinya masih bersyukur istri dan ketiga anaknya tidak menjadi korban. Hanya rumah dan isinya saja yang ludes dilalap sijago merah dengan taksiran kerugian hingga Rp95 juta. Ia menegaskan begitu trauma melihat tabung gas elpiji. Namun, tak ada pilihan lagi selain menggunakannya kembali. “Ketakutan sih ada, tetapi karena tuntutan kebutuhan, mau tidak mau kami akan tetap menggunakan tabung LPG. Hanya saya mohon pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pertamina lebih mengintensifkan sosialisasi penggunaan tabung LPG yang aman bagi masyarakat,” paparnya. Selaku ketua RW, dirinya belum pernah mendapatkan sosialisasi. Jadi, hanya otodidak dari melihat kertas panduan waktu pembagian kompor dan tabung LPG. “Cukup keluarga saya saja yang jadi korban dan jangan sampai warga kami dan masyarakat lain menjadi korban, Pak!” tambahnya. (A Cucu)

Dengan Rakerda Raih Kemenangan dan Kejayaan Partai Golkar
DEPOK, Medikom-Rapet Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Kota Depok merupakan rapat untuk menyusun dan mengevaluasi program kerja hasil musyawarah dan berwenang menetapkan program kerja DPD Partai Golkar masa bhakti 2010– 2015. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Ir Poltak Bahariyanto Hutagaol di selasela rehat Rakerda DPD Partai Golkar yang mengusung tema “Suara Golkar, Suara Rakyat” dan subtema “Dengan Kerja Keras Kita Raih Kemenangan dan Kejayaan Partai Golkar pada Pemilukada 2010” yang diselenggarakan di Graha Insan Cita, Cimanggis, Depok, Minggu (1/8). Peserta Rakerda berasal dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, DPD Kota Depok, unsur pimpinan organisasi sayap, seperti AMPG dan KPPG. Juga unsur pimpinan ormas pendiri dan didirikan, seperti Kosgoro, SOKSI, MKGR, AMPI, MDI, HWK, Satkar Ulama dan Al Hidayah. “Juga unsur pimpinan kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Depok sebanyak 5 orang, yaitu Ketua, Wakil Ketua, Bagian OKK, Pemenangan Pemilu

Telkom Galakkan Internet Sehat dan Aman
BANDUNG, Medikom–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama-sama dengan komunitas pendidikan di Indonesia menggelar pelatihan Internet Sehat dan Aman (Insan) melalui ajang Telkom Edufair Journey to The Better Education, 23 dan 24 Juli 2010 di Jakarta Selatan. Kegiatan edufair yang diikuti berbagai komunitas pendidikan ini rencananya diselenggarakan di tujuh kota di Indonesia. Pada kegiatan tersebut, istri Menkominfo Tifatul Sembiring Sri Rahayu Purwitaningsih bersamasama dengan Telkom dan komunitas pendidikan di Indonesia berkesempatan memberikan ceramah dan pelatihan “Internet Sehat bagi Seluruh Masyarakat Indonesia”, yang diawali dari dunia pendidikan dan ibu-ibu rumah tangga. Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, kegiatan Telkom Edufair ini merupakan wahana yang tepat untuk memperkenalkan internet sehat dan aman sedini mungkin kepada anakanak. “Sebagai BUMN yang menyediakan akses internet terbesar dan terluas di Indonesia, Telkom berkewajiban untuk menyosialisasikan penggunaan internet untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif,” jelas Eddy. Eddy mengatakan, kehadiran internet membawa banyak manfaat bagi pemakainya, akan tetapi membuka pula pintu masuknya informasi yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, norma hukum dan agama. Oleh sebab itu Telkom telah meluncurkan DNS (Domain Name System) Nawala. DNS Nawala merupakan sistem penyaring dalam penggunaan internet di seluruh Indonesia. “Program DNS Nawala adalah program non-komersil Telkom yang bekerjasama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). DNS tersebut bisa digunakan secara gratis oleh pengguna internet seluruh Indonesia,” jelas Eddy Kurnia. Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Telkom dalam penyediaan DNS Nawala. “Secara spesifik DNS Nawala akan mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian,” kata Eddy. Ia menjelaskan, selain itu DNS Nawala juga akan memblokir situs internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya. Telkom berharap dengan adanya DNS Nawala, internet dapat menjadi sarana yang lebih aman dan nyaman, agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal. Dengan adanya DNS Nawala diharapkan internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara optimal untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan bangsa. Telkom Edufair 2010 Konsep yang diusung dalam Telkom Edufair 2010 berbeda dengan program edufair yang diselenggarakan oleh pihak lain. Biasanya edufair itu hanya sebatas pada pameran buku, seminar, wahana untuk memberikan beasiswa sekolah. Konsep yang diusung Telkom Edufair 2010: Journey to The Better Education adalah melibatkan seluruh elemen dalam dunia pendidikan, seperti sekolah, guru, siswa, orangtua siswa. Telkom juga menghadirkan pihak pendukung yang terlibat dalam kegiatan pendidikan, antara lain konten pendidikan seperti Pesona Edu, Indismart dan Siap Online. TELKOM Edufair 2010 didukung pula oleh berbagai anak perusahaan Telkom seperti Yes TV, Mojopia (Plasa.com) dan juga mitra Telkom seperti vendor komputer Axioo, yang memiliki program PC for Teachers, Panasonic, toko buku, serta berbagai pihak pendukung lainnya. Dalam dua hari kegiatan Telkom Edufair 2010 Journey to The Better Education, digelar berbagai lomba seperti lomba mengajar untuk guru, cerdas cermat untuk siswa, lomba menggambar untuk siswa SD, lomba mewarnai untuk anakanak TK. Khusus untuk para guru, diselenggarakan pelatihan untuk guru yang mengusung tema “Guru Masa Depan”, sedangkan untuk orang tua diselenggarakan seminar yang mengusung tema “Asah Talenta dan Budi melalui Internet dan Teknologi”. Hal lain yang cukup menjadi pembicaraan di masyarakat Indonesia saat ini, yaitu Internet Sehat dan Aman (Insan), di samping game-game menarik di setiap booth yang mengusung tema “Journey” dalam bentuk ajang kreativitas anak. Dalam kegiatan ini, khusus untuk kalangan pendidikan Telkom menyediakan harga murah bagi kalangan pendidik, yaitu paket berlangganan Speedy Unlimitted seharga Rp99.000 per bulan selama tiga bulan, handset Flexi seharga mulai Rp199.000, registrasi Yes TV gratis all channel selama tiga bulan. Hal yang cukup menarik bagi para pengunjung yang datang dalam acara Telkom Edufair 2010: Journey to The Better Education ini adalah Telkom menghadirkan booth khusus untuk anak-anak, yaitu SpeedyKidz, di mana pada 10 Juli lalu, Telkom meresmikan SpeedyKidz sebagai wahana baru. (IthinK) Acara Semiloka SKPD Kabupaten Tasikmalaya Program PNPM-MP Tahun 2010.

BPMKB Gelar Semiloka Penanggulangan Kemiskinan
TASIKMALAYA, Medikom– Komitmen satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sangat diperlukan dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, forum SKPD mesti diperkuat dengan rencana strategis dalam menyusun rencana kerja pembangunan daerah. Hal tersebut mengemuka dalam semiloka SKPD Kabupaten Tasikmalaya pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan tahun 2010 yang diselenggarakan BPMKB Kabupaten Tasikmalaya di ruang rapat BPMKB, Senin (2/8). Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili Sekretaris BPMKB Agus Salim SH MH mengatakan, BPMKB memiliki peran strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada kegiatan pengembangan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas lembaga masyarakat dan pengembangan pola pembangunan partisifatif, pemantapan nilai-nilai sosial dasar bagi masyakarat, pengembangan usaha ekonomi produktif masyarakat, pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup dengan menggunakan teknologi tepat guna serta peningkatan efektivitas penyelenggaraan pemerintah desa. Untuk menurunkan tingkat kemiskinan, ujar Agus, tidak hanya memerlukan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, namun harus memastikan pertumbuhan ekonomi yang benar-benar memberi manfaat langsung kepada masyarakat miskin. “Upaya ini dijabarkan dalam bentuk program khusus berupa perluasan dan integritas program penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat di daerah pedesaan dan perkotaan. Hal ini sejalan dengan sifat program PNPM yang merupakan integritas dan perluasan program penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat yang sudah dan sedang berjalan. Dan program yang sudah berhasil efektif ialah program PPK di wilayah pedesaan dan program P2KP di wilayah perkotaan,” ungkapnya. Panitia penyelenggara semiloka yang juga Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa BPMKB Kabupaten Tasikmalaya UU Sunia Kusumah SPd berharap semiloka SKPD dapat menguatkan komitmen SKPD dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, akan disepakati strategi pelembagaan sistem pembangunan partisipatif. (A Cucu)

Kecamatan dan Bendahara,” ujar Bang Poltak, sapaan akrabnya. “Sesuai subtema, kami ingin mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin sebagai partai politik yang sudah besar dan mapan. Kami tidak ingin jadi penonton saja,” sambungnya. Sementara materi Rakerda, ujar pria bertubuh bongsor ini, terdiri dari program kerja kepartaian dan pemenangan pemilu, meliputi organisasi, kaderisasi dan keanggotaan, komunikasi dan informasi dan pemenangan pemilu. “Serta program kerja pembidangan pada fungsi elektoral meliputi tujuh bidang yang terkait dengan

partisipasi pembangunan,” terangnya. “Agar Rakerda DPD 2010 ini akan membahas program kerja 2010– 2011 program jangka pendek dan jangka panjang 2010–2014. Dan tadi pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Badrul Kamal dan A Supriyanto yang diusung Partai Golkar dan parpol koalisi lainnya, telah hadir,” ujarnya lagi. Dijelaskan Poltak, bahasan tentang pemilukada masuk dalam program jangka pendek, yang mana nanti akan merumuskan strategi dan pembentukan tim pemenangan bagi BK dan PRI. (Lucy/FR Ambarita)

Wakil Bupati Deliserdang Tutup Pembekalan Teknis
SIBOLANGIT, Medikom–Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars menutup secara resmi Pembekalan Teknis bagi 60 kepala desa terpilih tahun 2009, Sabtu sore (31/7) di Aula Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit. Pada penutupan pembekalan yang ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat ini, Wabup menekankan agar kepala desa teguh mencintai tanah air dan membela negara. Caranya, dengan menjalankan peran dan fungsi sebagai kepala pemerintahan di lini terdepan dalam melayani dan mengayomi warga. Kades diibaratkan sebagi jarijarinya pemerintah yang paling sensitif memahami tuntutan masyarakat diharapkan sukses melaksanakan tugas. Karenanya, perlu memahami empat pilar terpenting yaitu tetap menjadi harga mati untuk mempertahankan NKRI, berpedoman pada amanat Pembukaan UUD 45 sebagai tujuan pembangunan nasional bangsa, nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara harus tercermin di tengahtengah warga serta makna Bhinneka Tunggal Ika harus hidup dan terjaga yang pada muaranya terhindar dari konflik yang tidak diinginkan. Wabup juga berharap agar kepala desa terampil, elegan, gagah, berwibawa dan berpenampilan sebagai kepala pemerintahan, menjadi panutan, serta memberi pelayanan prima kepada masyarakat Selain itu, mesti cakap mendorong keberhasilan visi misi pembangunan daerah Kabupaten Deliserdang yaitu menuju Deliserdang yang maju dengan masyarakatnya yang sejahtera, religius dan bersatu dalam kebhinekaan serta tetap meneruskan pola percepatan pembangunan Deliserdang dengan mensinergikan tiga pilar kekuatan yaitu partisipasi masyarakat, pemerintah dan dukungan swasta. Untuk peningkatan kemampuan para kepala desa dalam membangun daerahnya, Wabup menyarankan agar melakukan studi perbandingan dengan desa-desa yang sudah maju, baik dengan wilayah Kabupaten Deliserdang maupun daerah lain. Kaban Pemberdayaan Masyarakat Desa H Syafrullah SSos MAP selaku Pelaksana kegiatan mengatakan, peserta pembekalan teknis berjumlah 60 orang kades yang terpilih pada tahun 2009. Mereka akan terus dievaluasi terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya serta dibina dengan pola yang berbeda. (R David Sagala)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

9

Sedap Rasa
Sahabat Medikom, tahukah di Jawa Timur ada bandeng dimasak kuah kuning (kelo kuning)? Nah, untuk dapat berbagi citra rasa masakan tersebut, Dapur Sedap Rasa kali ini menyajikan resep cara memasak bandeng pake kuah. Dengan citra rasa tinggi, bau anyir pada ikan dijamin tidak tercium. Selamat mencoba. Bandeng Masak Kuah Kuning Bahan: 2 buah bandeng ukuran sedang, bersihkan dan potong 800 ml air 2 batang serai, memarkan 5 lembar daun jeruk 4 siung bawang putih, iris 2 buah cabe merah, iris serong cabe rawit secukupnya 1 batang daun pre, iris serong garam secukupnya 2 sdm air jeruk ato secukupnya 3 buah tomat, potong 2 Haluskan: 3 siung bawang putih 3 cm jahe 3 cm kunyit Cara membuat: Lumuri bandeng dengan bumbu halus dan 1 sdt garam, diamkan 30 menit di kulkas. Panaskan minyak, tumis bawang putih, serai, daun jeruk dan cabe merah hingga wangi dan layu, sisihkan. Didihkan air, masukan bandeng dan tumisan, masak dengan api kecil selama15 menit. Tambahkan daun prei, cabe rawit, air jeruk, tomat dan sisa garam, teruskan memasak selama dua menit. Angkat lalu sajikan selagi hangat.

72% TKI di Luar Negeri Bekerja di Sektor Informal
LUBUK PAKAM, Medikom-Indonesia yang memiliki penduduk sekitar 230,63 juta jiwa (data BPS Desember 2009), memiliki angkatan kerja 116 juta orang. Jumlahnya bertambah 2,17 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2009 yang sebesar 113,83 juta. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2010 mencapai 7,41 persen, mengalami penurunan dibanding Agustus 2009 yang sebesar 7,87 persen. “Perbaikan ekonomi makro Indonesia dan penurunan tingkat pengangguran sampai saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan,” ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI Drs HA Muhaimin Iskandar MSi, Rabu (4/8), pada acara penandatanganan MoU antara PT Galang Insan Mandiri dengan STIKes Deli Husada di Aula STIKes Deli Husada Delitua. Menurut Menakertrans, hal itu terbukti dengan adanya penurunan daya serap pertumbuhan ekonomi terhadap tenaga kerja dari 400.000 tenaga kerja per satu persen menjadi hanya sekitar 200.000 tenaga kerja per satu persen. Salah satu penyebab utama dari keadaan ini adalah basis perekonomian rakyat seperti pertanian, industri pengolahan dan jasa yang seharusnya menjadi basis pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja belum memenuhi harapan. Kondisi ini memaksa penduduk, terutama kelompok miskin, harus bekerja apa saja untuk mempertahankan hidupnya, bahkan ke luar negeri. Fakta yang ada, sekitar 3.043.927 TKI bekerja di luar negeri (data Kemenakertrans dan BNP2TKI 2010) yang mayoritas adalah perempuan (80 persen). Jenis pekerjaan di luar negeri, 72 persen masih didominasi sektor informal (domestic workers), sedangkan sisanya bekerja pada sektor formal. Pemerintah tidak sanggup bekerja sendiri dalam menempatkan dan melindungi tenaga kerjanya. Oleh karena itu diperlukan peran aktif dan kepedulian dari para pelaku penempatan dan stakeholder sebagai partner pemerintah. Kerjasama PT Galang Insan Mandiri dengan STIKes Deli Husada, di antaranya, memberikan nilai tambah bagi calon tenaga kesehatan sehingga dapat menjadi insan yang memiliki integritas, mandiri dan profesional di bidangnya sehingga sangat dihargai. Program pendidikan yang sudah baik di STIKes Deli Husada sangat disambut baik. Pengembangannya oleh PT Galang Insan Mandiri dapat dipadukan dengan pendidikan akhlak dan kepribadian calon tenaga kesehatan, sehingga apabila terjun ke masyarakat, benar-benar dapat memberikan pertolongan sebagaimana diharapkan. Sebelum diadakan penandatanganan MoU, Menakertrans berkesempatan meninjau lokasi belajar di Deli Husada dan meresmikan lab bahasa sekaligus menandatangani prasasti. Setelah itu, dengan disaksikan Menakertrans dilakukan penandatanganan MoU antara PT Galang Insan Mandiri (Ir Yudhi Ismayadi MM) dengan STIKes Deli Husada Delitua (Drs Johannes Sembiring MPd). Selain itu dengan RS Grand Medistra Lubuk Pakam yang diwakili Direkturnya dr Arif Sudjatmiko. Ketua STIKes Drs Johannes Sembiring MPd dalam sambutannya mengatakan sangat bangga atas kedatangan Menakertrans di Deli Husada. Dijelaskan bahwa yayasan pendidikan ini berdiri tahun 1984, awalnya hanya mendidik siswa SPK dengan nama SPK Sembiring yang kini memiliki lahan 2,5Ha. Seiring waktu berjalan, yayasan ini berubah nama menjadi Akper Deli Husada, dan mendirikan Akper Medistra di Lubuk Pakam. Mendapat izin menyelenggarakan pendidikan jalur khusus program RS dan pengalaman nol tahun. Kedua Akper kemudian diakreditasi Pusdiknakes Depkes RI dengan nilai tertinggi untuk semua Akper yaitu Strata A. Juga pada tahun yang sama diberi izin dari Depkes menyelenggarakan Akbid. Menurut Johannes Sembiring, sejak berdiri hingga kini yayasan pendidikan ini telah melahirkan perawat/bidan/ahli madya keperawatan/kebidanan/sarjana keperawatan/SKM. Dan sejumlah 4.099 sudah bekerja sebagai PNS, TNI, pegawai swasta dan lainnya. Bahkan sebagian sudah bekerja ke luar negeri menjadi perawat di RS Uni Emirat Arab, Kuwait, Belanda, Saudi Arabia dan lainnya. Pada kesempatan itu Menakertrans RI Drs HA Muhaimin Iskandar MSi, Gubsu diwakili R Tambunan SH MM dan Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan diulosi pihak Yayasan Pendidikan Deli Husada. Turut hadir saat itu anggota DPRD Deli Serdang Rahmadsyah SH, Asisten I Drs Iqbal Nasution, Kadisdikpora Drs Sofian Marpaung MPd. (R David Sagala)

PTPN III Gaet Investor Jerman untuk Investasi Industri Sawit

BPPT Targetkan Pendapatan Rp35 Miliar
BANDUNG, Medikom-Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung tahun 2010, targetkan raihan pendapatan dari sektor perizinan sebesar Rp35 miliar. Kepala BPPT Kota Bandung Dandan Riza Wardhana, mengatakan raihan target tersebut bisa tercapai dari 30 jenis perizinan yang selama ini dikelola oleh BPPT. Dandan pun cukup optimistis target bisa tercapai karena pihaknya didukung dengan meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terkait kepemilikan izin baik untuk kegiatan usaha maupun pembangunan. “Sekarang saja tidak kurang dari 200 izin yang masuk ke BPPT pada setiap harinya. Saya kira target Rp35 miliar itu akan tercapai hingga akhir tahun,” kata Dandan di ruang kerjanya, baru-baru ini. Menurutnya, hingga Juli 2010, pihaknya sudah berhasil merealisasikan 57% dari target sebesar 49%. Dandan menyebut kondisi tersebut sebagai indikasi tumbuhnya kepercayaan dari masyarakat. Bahkan ia menilai, selama setahun terakhir iklim investasi di Kota Bandung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Kondisi ini didorong semakin mudahnya investor mendapatkan layanan perizinan yang mereka butuhkan,” tutur Dandan. Lebih lanjut Dandan juga menjelaskan, dari hasil survei yang dilakukan Bank Dunia belum lama ini, Kota Bandung berada pada urutan ketiga dari 14 kota di Indonesia yang disurvei terkait kemudahan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Kota Bandung berada di bawah Yogyakarta dan Makassar. Sedangkan untuk kemudahan pendirian tempat usaha, Kota Bandung berada di tempat kelima setelah Yogyakarta, Solo, Palangkaraya, dan Palembang. Ditempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Entang Suryaman menuturkan, Pemkot Bandung harus lebih meningkatkan sisi pengawasan perizinan. BPPT diharapkan tidak terlalu berbangga diri dulu dan optimistis target bisa diraih dengan mudah. Entang menilai, pendapatan bisa lebih besar diraih jika pengawasan itu benar-benar dioptimalkan. “Angka Rp35 miliar saya rasa cukup realistis, tapi yang penting pengawasan harus lebih ditingkatkan,” ujar Entang di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln Aceh, Kamis (5/8). Dikatakan, perizinan itu identik dengan pengawasan dan pengendalian pembangunan. “Jika saja pengawasan ini bisa lebih diperketat, saya yakin BPPT bisa meraup PAD dari sektor perizinan lebih dari Rp35 miliar. Bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai Rp50 miliar,” katanya. (Dudi)

Kualitas dan Produksi Tembakau Menurun Tajam
MAJALENGKA, Medikom– Produksi tembakau di Kecamatan Bantarujeg dan Lemagsugih diperkirakan turun hingga 50% dari tahun sebelumnya. Demikian juga dengan kualitas tembakau. Kondisi tersebut diduga akibat curah hujan yang terlalu tinggi. Menurut beberapa orang petani di Desa Babakansari dan Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, tingginya curah hujan membuat daun tembakau kecil serta ringan setelah tembakau tersebut dijemur. Dari setiap pohon yang biasanya diperoleh hingga satu kilogram lebih, kini paling hanya setengahnya saja akibat kualitas daun menajadi ringan. “Biasanya pada bulan Juli sudah kemarau tinggi sehingga pada bulan Mei petani sudah mulai menanam. Namun ternyata curah hujan masih sangat tinggi, akibatnya tanaman menjadi kurang baik. Karena tanaman tembakau ini lebih baik terkena kemarau tinggi dan disiram setiap pagi sehingga kualitasnya sangat bagus,” ungkap Kento (67) yang mengaku sudah dua puluh tahunan lebih bertani tembakau. Menurutnya, apabila tanaman tembakau tidak terlalu banyak terkena hujan, maka daunnya akan sangat lebar serta berat, tidak keriting dan ringan seperti yang dialami tahun ini. “Tahun kamari tilu atawa opat ancak teh beuratna bisa nepi kana sakilo, ari ayeuna mah sakilo teh aya kana salapan ancakna. Sabab kamari we ngacakan ngajual teh saratus ancak ari di kilo eusina ngan aya 9,5 kg,” ungkap Kento yang mengaku tahun ini menanam sekitar 7.000 pohon tembakau. Hal serupa disampaikan Halimin (45) yang mengaku menanam sekitar 2.000 pohon tembakau di sawahnya. Menurutnya apabila kualitas tembakau baik, petani akan sangat untung karena harga tembakau tahun ini sangat mahal mencapai Rp40.000/kg untuk kualitas super, sedangkan kualitas sedang harganya rata-rata mencapai Rp25.000/kg dan kualitas paling rendah harganya Rp17.000/kg. “Sekarang di beberapa pabrik rokok hampir kehabisan bahan baku, makanya harganya jadi sangat mahal. Tembakau sisa tahun kemarin saja bisa diterima dengan harga mahal mencapai Rp25.000/ kg,” ungkap Halimin. Sayangnya menurut Halimin dan Kento, produksi tembakau tahun ini turun lebih dari setengahnya. Padahal areal tanam tahun ini sama dengan tahun lalu bahkan lebih, karena pengalaman tahun lalu produksi ataupun kualitasnya sangat bagus. “Hanya tahun untungnya daun tembakau kepelan dan daun pertama serta daun kering yang tanpa diiris ternyata laku dijual meski harganya murah hanya Rp3.000 hingga Rp4.000 saja/kgnya,” kata Kento sehingga menurutnya daun tembakau kini tidak ada yang terbuang karena daun sejelek apapun diterima pembeli. (Jur)

Walini Tea Galery Tawarkan Konsep Khas Perkebunan
BANDUNG, Medikom–Kota Bandung hingga kini masih menjadi magnet wisata bagi banyak pelancong. Banyak kalangan menilai Bandung tidak saja bisa dijadikan kota pelancongan, tetapi juga kota perdagangan dan kota jasa. Tak heran jika para pemilik modal berlomba untuk membuka dan mengembangkan usaha bisnisnya di kota ini. Tak terkecuali manajemen PT Perkebunan Nusantara VIII. Sebagai upaya pengembangan usaha sekaligus mempromosikan produk Teh Walini kepada masyarakat, manajemen PTPN VIII bekerja sama dengan pihak ketiga membuka Walini Tea Gallery di Jalan Ir H Djuanda No 92 Bandung yang di-launching, Selasa (3/8) pekan kemarin. “Walini Tea Galery ini adalah yang pertama di Kota Bandung. Ini sebagai tempat promosi dan edukasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang perkebunan teh, agrowisata, dan PKBL PTPN VIII. Kami berharap gallery ini terus berkembang sehingga dapat mendukung laba perusahaan termasuk keuntungan bagi mitra kami,” ujar Dirut PTPN VIII, Bagas Angkasa. Sebagai gallery pertama yang menawarkan produk teh, Walini Tea Galery memang berbeda dari galerygalery lainnya. Karena, pihak pengelola sengaja mendesain tempat ini dengan nuansa perkebunan sehingga pengunjung benar-benar merasakan kesejukan alam pegunungan. Di tempat ini, selain bisa menikmati hidangan berbagai makanan, pengunjung juga bisa menikmati minuman teh asli dengan kualitas terbaik produk PTPN VIII dengan merk Walini, sekaligus dapat membelinya sebagai oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, maupun tetangga. Tak hanya itu, sambil menikmati hidangan, pengunjung akan mendapatkan informasi tentang PTPN VIII, agrowisata, maupun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PTPN VIII sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkebunan teh mulai dari pemetikan hingga bagaimana daun teh itu di proses dan lainnya. Selamat mencoba. (SR)

MEDAN, Medikom–PT Perkebunan Nusantara III Medan kembali mengukir prestasi. Selain kinerja dan laba yang terus meningkat, kini PTPN III berhasil menggaet investor Jerman, Ferrostaal AG dan PT Nusantara Bio Energi untuk kerja sama pengembangan industri hilir kelapa sawit di Kawasan Industri Sei Mangkei PTPN III. Dirut PTPN III Ir Amri Siregar melalui Kaur Humas Irawadi Lubis SH kepada wartawan pekan kemarin di Medan, menjelaskan kesepakatan kerja sama (MoU) dengan investor Jerman itu diteken langsung oleh dirinya saat melakukan kunjungan investasi ke Jerman tanggal 28 Juli 2010. Dari investor Jerman diteken langsung oleh Prof Stephan Reimelt dan Presdir Sabri Basyah. Turut menyaksikan Dubes RI di Berlin, Eddy Pratomo. Dijelaskan, kerja sama ini nantinya dimaksudkan untuk mengembangkan industri hilir berbasis crude palm oil yang terintegrasi dengan menghasilkan berbagai produk yang mencangkup biodiesel, serfaktan, beta karoten dan alkohol lemak. Dubes RI, Eddy Pratomo menyatakan kondisi industri kelapa sawit di Indonesia saat ini terkait dengan isu lingkungan. Pihaknya tidak bisa menutup mata dengan isu lingkungan dalam pengembangan industri, apalagi yang berbasis hasil perkebunan. Dikatakan, penandatanganan MoU ini penting untuk dimaknai bahwa bukan hanya masalah pengembangan investasi yang akan dikerjasamakan namun juga sangat terkait dengan pengembangan industri berbasis kelapa sawit yang tidak bertentangan dengan isu lingkungan. Kawasan industri berbasis CPO Sei Mangkei yang dikelola PTPN III terletak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara atau biasa di kenal dengan Sei Mangkei–Integraded Sustainble Palm Oil Cluster (SM-ISPOIC). Kawasan Industri ini diresmikan Menteri BUMN Dr Ir Mustafa Abubakar bebarapa waktu lalu. Kawasan ini bangun di atas tanah seluas 104 ha dan ke depannya dengan ketersediaan lahan yang ada pembangunan SM-ISPOIC akan dikembangkan menjadi 6003.000 ha. Amri Siregar, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan kerja sama ini memiliki prospek yang sangat baik karena akan meningkatkan kesejahteraan para petani. “Dengan kerja sama ini diharapkan akan menepis keraguan mengenai isu lingkungan dan pengembangan industri kelapa sawit,” katanya. (SS)

Kube, Salah Satu Jalan Mengentaskan Kemiskinan
TASIKMALAYA, Medikom– Kemiskinan merupakan salah satu masalah besar yang sedang “menghantui” pemerintah kala ini. Tak ayal, kemiskinan juga melanda Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dari waktu ke waktu Pemkot Tasikmalaya telah melakukan berbagai upaya bersama masyarakat untuk membantu mengatasi masalah tersebut dan hasilnya pun telah dirasakan masyarakat Kota Tasikmalaya. Namun, seiring dengan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan kecenderungan makin meningkatnya tuntutan kebutuhan serta tantangan yang harus dihadapi berbanding terbalik dengan kemampuan yang tersedia. Salah satu usaha yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengatasi segala permasalahannya yakni dengan melakukan pembangunan bidang kesejahteraan sosial yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah Kota Tasikmalaya untuk mewujudkan masyarakat Kota Tasikmalaya yang sejahtera dalam bingkai iman dan takwa. Salah satunya yang diselenggarakan pada tahun ini adalah pemberdayaan fakir miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Demikian disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi dalam sambutannya saat membuka acara Bimbingan Sosial Ekonomi Produktif Pemberdayaan Sosial Fakir Miskin Melalui KUBE di Gedung Korpri, Kamis (5/8). “Kegiatan ini merupakan uji coba yang lebih bersifat ‘amanah’ karena hanya ditujukan bagi 250 KK (sekitar 1.000 jiwa). Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kesungguhan pelaksanaannya kepada semua pihak, baik kepada unsur Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan para stakeholder-nya, para camat, para lurah, tokoh masyarakat termasuk kesungguhan saudara sebagai pengemban amanah,” harap Syarif. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya Drs H Adam Wahid Iskandar MH dalam laporannya menyampaikan, sasaran kegiatan ini adalah 250 KK fakir miskin (sekitar 1.000 jiwa) yang tersebar di 10 kecamatan (25 kelurahan). Kelompok sasaran ini mulai tahap penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB) sampai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) akan didampingi petugas sebanyak 25 orang pekerja sosial masyarakat (PSM) dan 10 orang TKSK sebagai koordinator di masing-masing kecamatan. “Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usaha ekonomi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sosial untuk mewujudkan kerja sama dan tanggung jawab sosial serta untuk menumbuhkem-bangkan jejaring usaha ekonomi dan sosial,” papar Adam.Selain para peserta bimbingan, turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat dan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Tio Indra Setiadi. (A Cucu)

Pascapanen Harga Gabah Melambung Tinggi
INDRAMAYU, Medikom–Sekalipun hasil panen gadu sedikit mengalami penurunan menyusul banyaknya serangan hawa wereng batang coklat, namun para petani di Indramayu umumnya merasa lega. Pasalnya harga gabah saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Untuk gabah yang masih basah saja harganya mencapai pada angka Rp360.000 per kuintal atau Rp3 juta 600 ribu per ton. Sedangkan harga gabah kering tani Rp380.000 per kuintal, bahkan kalau kondisi gabahnya lebih bagus, harganya pun bisa mencapai Rp400.000 per kuintalnya. H Gilang Supriyanto (43), petani asal Blok Telakop, Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Indramayu mengaku sangat bersyukur dengan tingginya harga gabah saat ini. Sekalipun menurutnya panen sadon kali ini hasilnya tidak sebagus seperti panen sebelumnya, namun dengan tingginya harga gabah tersebut, setidaknya bisa membuat lega hati. Terlebih lagi bisa menutup hutang-hutang di kios tani. “Terus terang saya sangat bersyukur dengan adanya kenaikan harga gabah. Hal itu setidaknya bisa menutupi hasil panen musim rendeng. Mudah-mudahan kenaikan tersebut akan tetap bertengger sampai menjelang Lebaran Idulfitri nanti,” harap HGilang Supriyanto. Kenaikan harga gabah juga diakui oleh para pedagang gabah di sejumlah wilayah. Seperti yang dituturkan Daya (46), pedagang gabah dan pemilik heuler Sairoh asal Desa Pengauban, Indramayu. Menurutnya, kenaikan harga gabah saat ini diluar perkiraan. Pasalnya sebelum musim panen tiba, harga gabah masih cukup normal berkisar antara Rp270.000 hingga Rp300.000 per kuintal. Menurutnya kenaikan harga tersebut diperkirakan akan terus bertahan hingga memasuki bulan suci Ramadan. Selain harga gabah, menurut pria yang sudah bertahun-tahun menggeluti usaha di bidang perdagangan gabah dan beras tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada beras. “Harga beras super jenis IR.64 harganya sudah pada kisaran angka Rp600.000 per kuintal. Kenaikan harga beras diprediksikan akan terus merambat hingga menjelang Lebaran nanti,” ujarnya. (H YF)

Bank Sumut Syariah Terima Property & Bank Award 2010
MEDAN, Medikom-Menteri Perumahaan Rakyat (Menpera) RI, Suharsono Monoarfa menyerahkan penghargaan Property & Bank Award 2010 kategori unit usaha syariah kepada Bank Sumut Unit Syariah dengan predikat bagus (The Best Performance Local Banking Syariah in North Sumatera). Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu kepada wartawan, Rabu (4/8), mengemukakan, penghargaan yang diterima langsung dari Menpera di Birawa Asembly Hall Bidakara Jakarta pada 29 Juli lalu, merupakan yang pertama kali diterima untuk kelompok unit syariah. Pada 2009 Bank Sumut juga menerima Property and Bank Award 2009 sebagai bank daerah yang sukses menerapkan prinsip good corporate governance (GCG). Sedangkan dalam kategori BPD kinerja terbaik, pada Juli lalu Bank Sumut juga menerima penghargaan Best Perfomance Banking 2010 kategori BPD dari Majalah Tempo/ ABFI Institute Perbanas serta Info Bank Golden Trophy Awards untuk ke delapan kalinya secara berturutturut sebagai bank predikat “sangat bagus” dari majalah Info Bank. Kriteria peserta terbaik untuk industri perbankan dilakukan dewan juri dari Investor Academy, tim penilaian independen yang berbasis di Singapura, guna memberikan opini dan penilaian kepada sejumlah perbankan penerima anugerah. Hasilnya dibacakan ketua dewan juri Prof Dr Ir Danisworo PhD, guru besar dan pakar tata kota ITB Bandung. Bank Sumut Syariah memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp16,5 miliar, meningkat dibanding perolehan laba setelah pajak tahun sebelumnya sebesar Rp7,8 miliar. Sedangkan komitmen pada pembangunan dan pelayanan masyarakat lebih baik terlihat pada kerjasama pembiayaan KPR Bank Sumut Syariah dengan sejumlah developer. (SS)

Menyambut HUT RI Ke 65 Pemkab Deli Serdang Gelar Gerak Jalan
LUBUK PAKAM, MedikomMenyambut dan memeriahkan HUT RI ke 65 tanggal 17 Agustus 2010, Pemkab Deli Serdang menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya lomba gerak jalan beregu SD, SMP, SMA, TNI, Polri, PNS dan umum serta sepeda santai dengan peserta keseluruhan berjumlah 3.000 orang. Kegiatan diawali dengan acara pelepasan oleh Bupati Deli Serdang yang diwakili Sekdakab Drs H Azwar S MSi, Jumat (6/8), di lapangan alun-alun Pemkab Deli Serdang. Pelepasan dihadiri unsur muspida, Asisten I Drs HM Iqbal Nasution, Kadisdikpora Drs Sofian Marpaung MPd dan sejumlah pejabat Pemkab lainnya. Lomba gerak jalan dan sepeda santai yang berlangsung meriah ini mengambil rute di kompleks perkantoran Pemkab Deli Serdang dan pinggiran Kota Lubuk Pakam. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah dan tropi kepada pemenang, sekaligus diundi lucky draw bagi seluruh peserta yang hadir. Untuk itu disediakan berbagai hadiah, di antaranya hadiah utama 3 buah TV berwarna 21 inci, 10 buah sepeda, dispenser, rice cooker, kipas angin dan hadiah menarik lainnya. (R David Sagala)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

sorot
Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Demo DPRDSU
MEDAN, Medikom–Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (GM Padang Lawas) dan Ikatan Mahasiswa Sosa Sekitarnya (IMSS) mendatangi gedung DPRDSU di Medan, pekan kemarin. Mahasiswa meminta agar DPRDSU menyelesaikan persoalan yang terjadi di PT Permata Hijau Sawit (PHS) sebagai anak perusahaan PT Permata Hijau Group (PHG). Dikatakan, PHS diduga telah banyak menetaskan persoalan di kabupaten baru Padang Lawas hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. PT PHS belum merealisasikan sepenuhnya janjinya menyangkut plasma dan tanggung jawabnya kepada masyarakat di wilayah Sosa dan sekitarnya. Perusahaan belum sepenuhnya menyelesaikan izin HGU (hak guna usaha) di wilayah operasinya. Perusahaan juga diduga berdampak pencemaran lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai Sosa atas aktivitas pabrik. Dan yang sangat memprihatinkan PT PHS diduga kuat telah melakukan penggelapan pajak. Hal ini berdasarkan temuan Dirjen Pajak tentang adanya penggelapan pajak senilai ratusan miliar rupiah beberapa waktu lalu. Bahwa kewajiban pajak yang dilakukan PHS tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, yakni undang-undang tentang perpajakan negara. Namun sangat disayangkan, Dirjen Pajak tidak serius mengungkap ini secara benar dan transparan. Mahasiswa GM PP dan IMSS dalam aksi demo di DPRDSU tersebut menyampaikan berbagai tuntutan. Mereka mendesak DPRDSU segera turut menyelesaikan kasus-kasus PT PHS tersebut. Meminta keterbukaan DPRDSU perihal hasil kunjungan kerja terhadap PT PHS. Mendesak kembali Dirjen Pajak untuk mengusut secara terbuka dan bertanggung jawab persoalan dugaan penggelapan pajak. Mendesak PT PHS agar lebih serius dalam menyelesaikan segenap persoalan dengan rakyat. Menuntut PT PHS agar serius dan memberikan garansi yang meyakinkan untuk tidak melakukan pencemaran lingkungan. Agar PT PHS memberi akses dan terbuka dalam pengusutan pajak. Meminta PT PHS agar lebih terarah dan lebih optimal dalam merealisasikan CSRnya. Setelah di kantor DPRDSU, massa mahasiswa melanjutkan aksi demonya ke kantor Gubernur. (SS)

10

William Yani SH:

DKI Harus Berlakukan Warga Rawakebo Lebih Manusiawi
JAKARTA, Medikom-Mereka manusia, bukan binatang. Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih, Jakarta Pusat diminta agar lebih manusiawi. “Berikan mereka uang kerohiman dan pindahkan warga Rawakebo-Rawasari, Jakarta Pusat ke rumah susun. Itu lebih mulia,” kata anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), William Yani SH, belum lama ini, di ruang Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta. Pernyataan William Yani tersebut terkait dengan rencana Pemrov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang segera melakukan pengosongan lahan/ tanah seluas 1.400 meter persegi di Jalan Rawasari, Jakarta Pusat. Ratusan warga setempat siap melakukan perlawanan terhadap Pemrov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih sampai titik darah penghabisan. Pasalnya, ratusan warga Rawakebo-Rawasari, Jakarta memberikan uang kerohiman. “Bukan salah warga RawakeboRawasari. Karena mereka sudah puluhan tahun menempati lahan/ tanah tersebut. Kami mengharapkan agar dibuat perundingan kembali antara warga RawakeboRawasari, Jakarta Pusat dengan Pemrov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih, dengan niat baik,” ujar William Yani, politisi yang sangat peduli dengan masyarakat miskin. William Yani mengatakan dengan sangat tegas, diharapkan kepada Pemrov DKI Jakarta khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih untuk menyikapi dengan hati-hati dan bijaksana terhadap kasus tanah/lahan Rawakebo-Rawasari, Jakarta Pusat,” kata William Yani. Warga (Ali Husen) mengatakan, aksi yang dilakukan warga ini semata-mata untuk memperjuangkan nilai ganti rugi yang layak. Ia menilai ganti rugi yang ditawarkan Pemrov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih, sama sekali tidak layak. “Kami meminta ganti rugi tanah/lahan yang layak,” kata Ali Husen. (slamet supriyadi)

William Yani Pusat sudah menempati lahan/ tanah tersebut selama tiga puluh tahun lebih. Menurut Wiliam Yani, walaupun ratusan warga Rawakebo-Rawasari, Jakarta Pusat, tidak mempunyai surat tanah, sangat tidak bijaksana sama sekali kalau Pemrov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih Jakarta Pusat, hanya akan

Perubahan APBD DKI Dilakukan Karena Berbagai Hal
JAKARTA, Medikom-Sebagaimana kita ketahui bahwa perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta dilakukan karena berbagai hal. Kalimat itu diucapkan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hj Ida Mahmudah, dalam Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta terhadap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2010, Senin (2/8). Hj Ida Mahmudah Berdasarkan evaluasi, kata Hj Ida Mahmudah, kondisi ekonomi makro sampai dengan semester I dan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2010 sampai dengan akhir bulan Juni 2010, pertumbuhan ekonomi secara riil dalam perubahan asumsi ekonomi makro sampai semester I meningkat 6,21 persen, sehingga lebih tinggi dari penetapan APBD Tahun Anggaran 2010 yang mencapai 4,75 persen. Sementara angka inflasi pada bulan Januari sampai dengan Juni 2010 sebesar 2,14 persen, maka mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika lebih rendah dari penetapan APBD 2010. “Karenanya hal tersebut dapat mempengaruhi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2010,” kata Hj Ida Mahmudah. Masih kata Hj Ida Mahmudah, terhadap perubahan target pendapatan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertambah sebesar Rp490,43 miliar, dana perimbangan berkurang sebesar Rp300 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah Rp6,86 miliar, sehingga diperkirakan akan melebihi target sebesar Rp791,29 miliar. “Ada faktor yang mengakibatkan terjadinya peningkatan atau pengurangan belanja daerah, adanya kebijakan pembiayaan daerah, baik yang berkaitan dengan penerimaan maupun pengeluaran daerah serta penggeseran anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), antarkegiatan dan jenis-jenis belanja,” papar Hj Ida Mahmudah. Sesuai dengan buku Nota Keuangan Perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2010 yang disampaikan oleh eksekutif, paparnya, maka Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta mengkritisi beberapa urusan. “Yaitu urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian serta urusan Komunuikasi dan Informatika,” ujar Hj Ida Mahmudah. (slamet supriyadi)

Hari Anak Nasional di Deli Serdang Berhadiah
LUBUK PAKAM, Medikom-Puncak acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2010 tingkat Kabupaten Deli Serdang, Kamis (5/8), di Balairung Pemkab Deli Serdang, Lubuk Pakam, disemarakkan dengan penyerahan berbagai tropi dan hadiah perlombaan. Sebelumnya dilakukan pelepasan balon udara oleh Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars bersama Ketua DPRD Hj Fatmawati, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang Ny Hj Anita Amri Tambunan, Ketua GOPTKI Ny Hj Asdiana Zainuddin Mars, Asisten I Drs HM Iqbal Nasution, Kadisdikpora Drs Sofian MPd, sejumlah SKPD dan camat se-Kabupaten Deli Serdang. Puncak acara peringatan HAN yang cukup meriah ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan menari oleh guru-guru TK dari Kecamatan Tanjung Morawa. Dalam kesempatan itu, mewakili anak, yaitu Lili Suryani selaku Ketua Forum Anak Kabupaten Deli Serdang yang juga Ketua Forum Anak di tingkat Sumut, di antaranya mengatakan masih banyak persoalan menyangkut anak yang terjadi di daerah Deli Serdang. Untuk itu, forum anak dapat dijadikan sarana untuk menyuarakan persoalan-persoalan anak di daerah ini. Diakuinya, sesuai hasil pendataan yang dilakukan forum ini, persoalan-persoalan anak yang ditemui umumnya putus sekolah, anak yang dipekerjakan di tempat berbahaya seperti di kilang batu bata. Mulai dari mengangkat lumpur, mencetak, mendinding dan membongkar bata dari dapur pembakaran, dilakukan tanpa memakai alat pengaman. Kreativitas anak yang ditampilkan pada kesempatan ini di antaranya tarian, menyanyi, balita bercerita, tunanetra memainkan suling dan saxophone. Penampilan Vova “Idola Cilik RCTI” membuat suasana tambah meriah. Sebagai pendukung juga disediakan stan pemeriksaan gigi dan stan mobil pintar. Pada puncak acara dilakukan penyerahan tropi dan hadiah kepada berbagai pemenang perlombaan. Sebagai juara I lomba menari TK ialah Ade Irmasuryani dari Kecamatan Percut Sei Tuan, juara I lomba menyanyi M Rais RA Puspita Hati Tanjung Morawa, juara I menggambar dan mewarnai Dhea Ananda RA Hikmah Kecamatan Beringin, menyusun puzzle Marselius D Damanik TK Holy Kids Kecamatan STM Hulu, dai cilik Riski Anwar Nasution dari TK RA Nurul Azizi Kecamatan Sunggal, pengkhotbah Klarisa dari TK Bintang Timur Kecamatan Lubuk Pakam. Yang lainnya hadiah kepada pemenang lomba kreativitas anak PAUD yang dilaksanakan oleh Didsdikpora. Panitia pelaksana kegiatan Hari Anak Dr Rita Aswaty Dahlan Mars, ditemui usai acara menjelaskan, selain perlombaan antaranak TK dan PAUD, juga dilakukan rapat pembentukan gugus tugas kabupaten layak anak dan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang, serta peninjauan dan pemberian bingkisan tali kasih serta memberi motivasi kepada anak-anak penghuni Lapas Lubuk Pakam. (R David Sagala)

Ir Maman Suparman ME:

Ketiga Penegak Hukum Menyatakan Tidak Ada Indikasi Korupsi
JAKARTA, Medikom-Beberapa perwakilan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) barubaru ini mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi DKI Jakarta. Mereka menuntut laporan dugaan korupsi di Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Jalan, Jakarta Utara agar ditindaklanjuti. Mereka menganggap Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta Utara, Ir Maman Suparman ME “main mata” dengan salah satu rekanan/kontraktor pemenang tender/lelang. Tim penyidik/Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Provinsi DKI Jakarta, mengatakan, Kasudin PU Jalan, Jakarta Utara, Maman Suparman sudah dipanggil. Keterangan tersebut sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Artinya, tidak ada merugikan keuangan negara/ daerah. “Laporan LSM yang kami terima tidak kuat untuk ditindaklanjuti, karena tidak ada merugikan keuangan negara/ daerah,” ujar salah satu tim penyidik Kejati Provinsi DKI Jakarta yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Kepala Sudin PU Jalan, Jakarta saya melakukan korupsi, kongkalikong dengan rekanan/ pengusaha dan sebagainya. Kejari Jakarta Utara, Kejati Provinsi DKI Jakarta, dan Kejagung menyatakan tidak ada indikasi korupsi atau merugikan keuangan negara/ daerah di Sudin PU Jalan, Jakarta Utara. Itu pernyataan tiga penegak hukum yang sempat memeriksa saya, atas laporan salah satu LSM,” kata Ir Maman Suparman ME. Dikatakan, dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI, kita harus terbuka atau transparan dan jujur. Hal tersebut agar masyarakat DKI Jakarta benar-benar dapat merasakan hasil kerja keras Sudin PU Jalan, Jakarta Utara. “Tingkatkan profesionalisme dan pengerjaan proyek pun harus dilakukan secara profesional sesuai dengan standar pekerjaan yang telah diserahkan dalam rencana kerja dan syarat (RKS). Bagi kontraktor yang melakukan kecurangan saat mengerjakan proyek di-blacklist. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Guber-nur Provinsi DKI Jakarta,” ujar Maman. (slamet supriyadi)

Ir Maman Suparman ME Utara Ir Maman Suparman ME mengatakan, dirinya ini sudah dipanggil oleh Kejaksan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi DKI Jakarta, dan bahkan Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal itu terkait dengan adanya laporan dari salah satu LSM. “Bahkan LSM tersebut memfitnah

DEPOK, Medikom-Sudah lama sepak terjang oknum yang mengaku wartawan bernama Ren dan kelompoknya menjadi perbincangan miring. Hal itu terjadi di kalangan pers Depok maupun rekanan/ kontraktor yang mangkal di Dinas Bina Warga dan Sumber Daya Air (BM & SDA) Kota Depok. Dikatakan mereka, Ren dikenal sebagai calo proyek dan dikenal dekat dengan pejabat yang kasusnya banyak disorot media, seperti Kabag Cipta Karya Venty dan pejabat sebelumnya di posisi tersebut bernama Endang Samarna. Menurut beberapa awak media, jika mereka ingin konfirmasi proyek jalan lingkungan (jaling) ke Venty, selalu saja mendapat hadangan dari Ren dan Des, oknum yang mengaku wartawan, tapi menjadi calo proyek. “Kita tahu Venty dan Endang Sumarsana terlibat dengan banyak kasus. Jadi, ketika kita akan menemui mereka, terlihat mereka menghalangi dengan melingkari kita. Mereka pikir kita bodoh tidak mengetahui aksi mereka,” ujar beberapa wartawan Depok dengan kesal atas Ren dan Des. “Ulah Ren dikenal sebagai calo, dan untuk mendapatkan proyek mereka harus menjadi “herder” pejabat-pejabat tersebut. Dan jika proyek-proyek sedang dikerjakan, kelompok ini berubah ujud menjadi “wartawan” dan siap-siap mengacakacak proyek. Kan, ulah mereka menjadi bahan perbincangan di kalangan rekanan,” ujar salah satu wartawan Depok, kesal melihat ulah kelompok Ren. Sementara itu, menurut sumber dari wartawan yang meliput di kejaksaan, Ren pernah melobi salah satu pejabat di kejaksaan agar Endang Sumarsana tidak masuk

Oknum Wartawan Peras Kontraktor Kabid PSDAP-DPU DKI, Ir Tarjuki MT: Program Pengerukan dan Intervensi Pekerjaan Kali dapat Dirasakan
bui dengan adanya kasus-kasus yang ditinggalkannya sebelum pensiun. “Ren mengaku dari salah satu media, tapi pihak kejaksaan menantang pemrednya menghadapnya,” ujar wartawan yang tidak mau disebutkan namanya, mengutip pejabat di kejaksaan Depok. Dia juga merasa heran ketika kasus proyek Jalan Sentosa dan Jalan Kebembem yang menghebohkan di tahun silam, “dijual”, Selasa (27/7), untuk mengacak-acak proyek di Jalan Kemakmuran dengan mengatakan bahwa Ren yang menulis. “Padahal kedua kasus tersebut diikuti dari awal hingga mencuat ke media. Jadi lucu kalau Ren bilang seperti itu dalam investigasi ke lokasi proyek, dengan cara marah-marah ke konsultan dan mandor,” ujarnya. Aksi kelompok Ren yang saat ini ramai diperbincangkan kalangan pers di Depok dan rekanan, bermula saat kelompok yang merasa super hebat ini marah-marah ke konsultan dan mandor di sebuah proyek di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Selasa (27/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu di lokasi ada beberapa warga dan pengawas lingkungan. Sitorus yang bekerja di sebuah media di Jakarta serta tiga wartawan Depok ikut menyaksikan aksi Ren. Tanpa memperdulikan mereka, Ren marah-marah dan berucap, “Kamu pikir saya tidak tahu proyek, ini tulis seperti kasus Jalan Kebembem. Biar saya penjarakan seperti kasus Jalan Sentoso”. Kejadian tersebut menjadi pertanyaan pengawas lingkungan. Apakah begitu cara wartawan bekerja? “Hal ini kan, merusak citra wartawan dengan gaya marah-marah dalam investigasi,” kata Sitorus. Diungkapkannya, setelah mengacak-acak di lokasi proyek, kelompok Ren meminta mandor memanggil kontraktor. Kelompok tersebut menunggu sampai pukul 08.00 pagi. Akhirnya salah satu pegawai proyek bernama Anto memberikan uang sebesar Rp2,5 juta atas aksi mereka dalam berinvestigasi. “Mereka seperti sedang mabuk,” ujar warga yang menyaksikan kejadian itu. Menurut pengawas lingkungan, dalam aksinya tersebut, selain Ren ada lagi Ko, Fer dan Yu. Dia mengenal mereka juga. Dan di proyek tersebut ada koordinator wartawan yang ditunjuk bernama Tom. “Tapi kenapa sampai terjadi kejadian seperti itu. Aapakah Tom bagian dari kelompok Ren. Sepertinya Pers Depok dan rekanan sudah tahu sama tahu terhadap aksi kelompok tersebut,” ujar beberapa awak media dalam perbincangannya, Selasa (3/ 8), di Dinas BM dan SDA Depok. Sementara dari pihak manajemen proyek yang diwakili Bang Gondrong, sebagai panggilan akrabnya, mengatakan pihaknya telah kecolongan atas kejadian tersebut. “Ada mekanisme dan aturan dalam investigasi di proyek, yaitu tinggal melaporkan temuan tersebut ke dinas terkait. Semua ada aturan, dilakukan dengan profesional. Ya, kita memang telah kecolongan atas aksi mereka,” jelasnya, Jumat (30/8) malam, kepada wartawan, di kantornya. Senada dikatakan salah satu rekanan bernama Andi. Pihaknya siap berargumentasi dalam penilaian hasil pekerjaan. “Semua ada standarisasi dalam pekerjaan. Tapi, jika aksi mereka mengarah ke pemerasan, saya rasa rekanan pun memiliki nomor seluler aparat hukum yang berwenang dalam penyelesaiannya,” ujarnya. (Lucy/FR Ambarita)

Masyarakat Jakarta
JAKARTA, Medikom-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk pengendalian banjir miliaran rupiah setiap tahunnya. Salah satunya untuk pelaksanaan kegiatan program pengerukan kali. Dampak dari program tersebut dapat dirasakan masyarakat DKI Jakarta saat ini, yang sebelumnya selalu dihantui banjir setiap hujan turun. Pengerukan kali di mata masyarakat DKI Jakarta dianggap sangat optimal, sebab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi DKI Jakarta telah mengeruk lumpur 1,5 juta kubik dari kali. Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sumber Daya Air dan Pantai (PSDAP) Dinas PU Provinsi DKI Jakarta, Ir Tarjuki MT mengatakan, program pengerukan kali memang benar-benar sangat dirasakan masyarakat DKI Jakarta. Dalam melaksanakan pelelangan selalu mengedepankan asas transparansi, akuntabel serta profesional dalam menetapkan pemenang. “Karena program dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah,” kata Ir Tarjuki MT, saat selesai rapat dengan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, belum lama ini. Menurut penjelasan Ir Tarjuki MT, kepada Medikom, Dinas PU Provinsi DKI Jakarta tidak pernah melakukan praktik monopoli. Pemenang tender/lelang program pengerukan kali itu sudah sesuai dengan mekanisme. Dinas PU Provinsi DKI Jakarta telah berupaya menerapkan transparansi dalam mengelola keuangan daerah. “Artinya, kita harus terbuka/ transparan dan jujur, agar masyarakat DKI Jakarta dapat merasakan hasil kerja keras PU Provinsi DKI Jakarta. Kontraktor/ rekanan nakal kita blacklist. Itu sesuai dengan himbauan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo,” ujar Ir Tarjuki MT. Gubenur Provinsi DKI Jakarta sendiri pernah mengatakan bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta pada hakekatnya merupakan wujud tanggung-jawab bersama dalam upaya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah untuk terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik atau good governance. “Dua kapal keruk yang merupakan hibah dari Pemerintah Kerajaan Belanda dengan nilai sebesar Rp10,78 miliar, kapal tersebut sedang dimanfaatkan untuk pengerukan saluran-saluran/kali yang dianggap mendesak untuk dikeruk, khususnya di Jakarta, dan hal ini dilakukan sesuai permintaan masyarakat DKI Jakarta,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, saat menyampaikan penjelasan atas Pemandangan Umum Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LP2APBD) Selasa (3/8). (slamet supriyadi)

Konferensi VI PC NU Deli Serdang Sukses

Drs H Adlin Damanik MAP Terpilih sebagai Ketua Tanfidziah
LUBUK PAKAM, Medikom-Drs H Adlin Damanik MAP menjadi Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Deli Serdang periode 2010-2015. Dia terpilih melalui Konferensi VI Pengurus Cabang NU Deli Serdang yang dibuka resmi Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, Jumat (29/7) malam, di Aula Cadika Pramuka Lubuk Pakam. Acara pembukaan tersebut dihadiri unsur Muspida, DPRD Deli Serdang, sejumlah SKPD dan Camat Lubuk pakam Drs Sariguna Tanjung bersama Muspika. Panitia Pelaksana Konferensi H Syawal SAg menjelaskan Ketua Tanfidziah terpilih pada periode 2010-2015, Drs H Adlin Damanik MAP, juga selaku Ka Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, yang pada periode sebelumnya dijabat oleh H Abdul Malik Dalimunthe SH MM. Sedangkan Rois Suriyah terpilih ialah Drs Amin Rasyid Nasution. Untuk kelengkapan kepengurusan, akan disusun secara cermat oleh tim formatur. Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan yang juga Mukhtashar NU Sumut dalam sambutannya yang disampaikan Wabup H Zainuddin Mars mengatakan, kegiatan seperti ini memiliki makna yang sangat penting bagi upaya pembinaan dan peningkatan peranan NU di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Peranannya mewarnai pembangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga diingatkan bahwa kebesaran nama organisasi ini tentu akan menjadi tantangan besar yang harus dipikul oleh pewaris pejuang NU yang kini berada ditengah pluralitas kebangsaan dan kompetisi global yang penuh tantangan. Khususnya tugas dakwah yang menjadi salah satu kelebihan organisasi ini sejak dulu, harus mampu memberi pencerahan kepada umat yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan sebagai dampak dari pergeseran nilai yang dianut saat ini cenderung mengejar kebutuhan duniawi. Hal ini memberi dampak bagi generasi kedepan yang mengakibatkan hilangnya sandaran moral yang cenderung berprilaku kasar, mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. Seiring dengan hal ini Bupati mengajak untuk menjadikan momentum konferensi ini sebagai upaya kebangkitan NU di daerah ini, menyatukan tekad dan menguatkan barisan untuk melangkah bersama dengan seluruh komponen masyarakat lainnya membangun daerah ini dengan semangat kegotongroyongan. Sementara Ketua PW NU Sumut Drs H Abdullah Nasution menyatakan rasa bangga terhadap keberadaan NU di Kabupaten Deli Serdang dengan telah terbentuknya di setiap cabang di 22 kecamatan bahkan 173 kepengurusan di tingkat ranting. Diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain seraya mengajak untuk mengembangkan organisasi yang berfaham ahli sunnah wal jamaah ini, yang menunjukkan bahwa Islam itu rahmatal lil alamin, bermanfaat bagi yang lainnya, berjiwa kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI. (R David Sagala)

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

11

80 Lapak PKL di Kebayoranlama Ditertibkan
Sebanyak 80 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Kebayoranbaru, Jakarta Selatan ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Sabtu (7/ 8). Penertiban dilakukan terhadap PKL yang sering mangkal di sepanjang Jalan Raden Fatah serta sekitar Kampus Al-azhar. Pasalnya, keberadaan PKL ini, selain membuat kumuh dan semrawut juga dianggap sebagai penyebab kemacetan di wilayah tersebut. Saat penertiban berlangsung, beberapa pedagang terlihat lari tunggang langgang. Mereka panik dan berusaha menyelamatkan barang daganganya. Sedangkan beberapa lapak masih terlihat tutup, karena penertiban dilakukan pada pagi hari. Sehingga petugas tidak mendapatkan perlawanan berarti dari para pedagang. Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Jurnalis, mengatakan penertiban ini merupakan kegiatan rutin. Terlebih, menjelang bulan suci Ramadhan, keberadaan PKL di wilayah Jakarta Selatan semakin menjamur. "Penertiban kali ini dilakukan di Jalan Raden Fatah, belakang kantor walikota lama, belakang kantor Telkom, dan belakang Kampus AlAzhar. Sebanyak 80 lapak PKL berhasil ditertibkan," kata Jurnalis, Sabtu (7/8). Sebelum melakukan penertiban, kata Jurnalis, pihaknya telah mengimbau kepada para PKL di lokasi tersebut untuk pindah. Namun imbauan tersebut tidak pernah diindahkan. Sehingga terpaksa diambil tindakan tegas. Dalam penertiban kali ini, sebanyak 100 personil gabungan dari Satpol PP, Polres Jakarta Selatan, Koramil, Sudin perhubungan, dan Kodim dikerahkan. Selain itu, satu unit truk sampah dari Sudin Kebersihan juga digunakan untuk mengangkut gerobak dan puing-puing sisa penertiban. Jurnalis juga menyangkal penertiban tersebut terkait dengan kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, ke Masjid Al-Azhar dalam acara Gebyar Indonesia II. "Penertiban tidak terkait dengan kedatangan gubernur. Ini hanya penertiban rutin yang dilakukan oleh Satpol PP Jakarta Selatan," tambahnya. Tarno (45), salah seorang PKL yang sehari-harinya berjualan lontong sayur, mengaku tidak mengetahui akan ada penertiban. Ketika itu, dia baru akan membuka lapaknya yang terletak di belakang Masjid Al-azhar. Tapi tiba-tiba sejumlah petugas sudah membongkar lapak miliknya. "Baru mau buka, tapi petugas langsung datang. Saya juga bingung karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya," keluhnya. Kini Tarno hanya bisa pasrah dan tidak tahu mau berjualan di mana lagi. Terlebih menjelang puasa ini, kebutuhan akan semakin meningkat. "Sudah mau puasa seperti ini, malah kena penertiban. Anak dan istri saya makan apa?" ujar Tarno yang sudah dua tahun berjualan di lokasi itu.

Festival Kalimalang Promosikan Jakarta Timur
Festival Kalimalang 2010 resmi dibuka. Rencananya, festival tahunan ini akan berlangsung selama dua hari, 7-8 Agustus. Ada perbedaan signifikan dalam festival kali ini. Sebab, berbagai jenis perlombaan rakyat tidak digelar lagi dalam kegiatan tahunan ini. Sehingga festival ini hanya dimeriahkan dengan pesta rakyat berupa bazaar murah, mulai dari busana, sembako, hingga aneka mainan anaka-anak. Selain itu, pentas ondel-ondel dan kuliner Betawi akan menghiasi festival yang digagas oleh Akademi Pariwisata Indonesia (Apindo). Bahkan agar tak kalah menarik dengan festival sebelumnya, pihak panitia menggelar lomba membuat cake tape terpanjang di Indonesia. Rencananya lomba ini akan dimasukkan dalam rekor MURI pada Minggu (8/8) besok. Walikota Administrasi Jakarta Timur, Murdhani, saat membuka Festival Rakyat Kalimalang 2010 ini, mengatakan, festival tersebut merupakan terbesar di Jakarta Timur. Festival ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka memeriahkan HUT RI sekaligus mempromosikan obyek wisata di Jakarta Timur. "Tentunya kegiatan ini juga untuk mempromosikan kebudayaan dan keramahan Indonesia pada dunia internasional. Karenanya diharapkan festival ini dapat menjadi ajang promosi wisata Jakarta Timur,” ujar Murdhani, usai memukul gong, tanda dimulainya Festival Rakyat Kalimalang 2010, Sabtu (7/8). Ia juga berharap, festival ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Disamping juga dapat mempererat tali persaudaraan sesama warga Jakarta Timur dan sekitarnya. Ketua panitia acara, Aditya Darmawan, menandaskan, Festival Kalimalang 2010 merupakan pesta rakyat. Sehingga mereka yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh lapisan masyarakat. “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” katanya. Pantauan beritajakarta.com, ribuan warga nampak antusias memadati festival tersebut. Walau harus berjalan kaki cukup jauh

DKI Bakal Sisir Kantong Pengemis
Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan iklim kondusif serta menjaga kekhusyuan beribadah umat muslim pada bulan Ramadhan nanti. Salah satunya melakukan penyisiran terhadap keberadaan kantong-kantong pengemis di ibu kota. Yang menjadi target yaitu rumah-rumah kontrakan di pemukiman kumuh. Ditengarai, pengemis asal luar Jakarta akan tinggal sementara dengan menempati pemukiman kumuh di beberapa wilayah ibu kota. “Kita masih mendata beberapa lokasi yang teridentikasi akan menjadi kantong-kantong pengemis selama berada di Jakarta,” ujar Effendi Anas, Kasatpol PP DKI Jakarta, Jumat (6/8). Saat ini, diungkapkan Effan, sapaan akrab Effendi Anas, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menggelar razia secara besar-besaran di lima wilayah kotamadya di DKI Jakarta. Selain untuk mempersempit ruang gerak pengemis yang akan masuk ke Jakarta saat bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran. “Saat ini, kita tengah mendata beberapa lokasi yang terindikasi akan menjadi kantung-kantung pengemis selama berada di Jakarta,” ungkap Effan. Ia mencontohkan, beberapa lokasi seperti, Klender di Jakarta Timur, Senen di Jakarta Pusat, bedeng-bedeng di daerah Kemayoran dan Pulogadung kerap ditempati para pengemis untuk tinggal sementara saat di Jakarta. Dari data yang diperolehnya hanya 10 persen PMKS yang berasal dari DKI Jakarta, sisanya merupakan pendatang yang kebanyakan berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Diprediksi, jumlahnya akan meningkat saat memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran. Walaupun kerap terjaring razia, mereka sering kali datang kembali ke ibu kota. Tahun lalu, sedikitnya 11.338 orang PMKS terjaring operasi. Sedangkan hingga pertengahan tahun ini saja, sedikitnya 1.507 PMKS yang telah ditertibkan. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Kian Kelana, mengaku tengah menyiapkan panti tambahan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah PMKS. “Jika melebihi kapasitas, maka kita akan fungsikan Panti Sosial Kedoya,” ujar Kian. Sebelumnya, Panti Sosial Kedoya bukan merupakan tempat penampungan, melainkan hanya tempat pendataan bagi pengemis yang terjaring razia. Sedangkan saat ini, Pemprov DKI Jakarta sendiri telah memiliki 27 panti sosial yang berkapasitas 3.761 orang. Panti-panti ini hanya dipergunakan untuk PMKS yang berasal dari DKI. Sedangkan untuk mereka yang berasal dari daerah lain, biasanya akan langsung dipulangkan .

untuk menjangkau pusat kegiatan ini namun warga melakoninya dengan senang hati. Bagi warga, kegiatan ini merupakan salah satu hiburan di akhir pekan yang sangat menarik dan gratis. Terlebih dalam festival ini warga dapat berbelanja dan disuguhkan berbagai macam kebudayaan dan kuliner Betawi.

“Lumayan mas, bisa buat refreshing akhir pekan. Tidak perlu jauh-jauh keluar kota atau pergi ke mal, cukup datang ke Festival Kalimalang, sudah cukup terhibur,” terang Susi, warga Cipinagmelayu, yang turut menghadiri festival tersebut. Para orangtua merasa senang

karena di arena festival ini juga disediakan berbagai aneka hiburan untuk anak-anak, mulai dari odongodong, mandi bola, kereta-keretaan, dan berbagai macam permainan anak-anak lainnya. Untuk menikmatinya, setiap anak hanya dikenai biaya Rp 1.000-3.000 untuk setiap permainan.

Menyikapi Pembentukan Provinsi Cirebon, Dewan Akan Bentuk Pansus ..........Hal 1
“Pada prinsipnya kami, dan mungkin juga Pak Wali Kota menghendaki ini terwujud. Hanya tinggal bagaimana meyakinkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, juga kuncinya adanya keinginan raykat,” paparnya. Menjadi catatan, sambung dia, bagi P3C adalah untuk lebih menyosialisasikan hal ini kepada seluruh rakyat di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Menjelaskan tentang pentingnya percepatan pertumbuhan ekonomi dan untung ruginya membentuk Provinsi Cirebon. Sementara itu, Sekretaris Fraksi PAN, Hendi Nurhudaya mengungkapkan, di samping menyetujui pembentukan Provinsi Cirebon, tidak kalah penting disikapi adalah keinginan Karawang dan Subang untuk bergabung dengan Provinsi Cirebon. Hal itu mencuat saat kunjungan DPRD keduanya ke DPRD Kota Cirebon baru-baru ini. Ketua P3C Nana Sudiana SSn MPd menegaskan, sekalipun perasaan lelah itu sesekali muncul saat memperjuangkan Provinsi Cirebon, namun demi pemerataan pembangunan, kesejahteraan rakyat Ciayumajakuning, perasaan itu terhapus. Semangat yang terus muncul demi generasi mendatang. “Memperjuangkan ini, kalau buat kami yang jelas tidak. Semua hanya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Ciayumajakuning, yang selama ini termarginalkan, padahal potensinya tidak demikian,” paparnya. Berbeda halnya saat Ciayumajakuning dan sekitarnya sudah makmur. Keinginan ini pasti tidak akan mencuat dan menguat. Faktanya berbicara lain saat kontribusi yang diberikan Ciayumajakuning berupa pendapatan asli daerah yang besar ke pemprov. Namun dikembalikan ke Ciayumajakuning jauh dari harapan. Dan kajian dengan kalangan akademisi, hasilnya bahwa pembentukan provinsi lebih membawa kebaikan bagi Ciayumajakuning. “Sekali lagi karena kita termarginalkan, pembangunan timpang kesejahteraan masyarakat kurang, padahal potensi daerahnya besar. Pembentukan Provinsi Cirebon sebagai sebuah jawaban,” bebernya saat dengar pendapat. (Rudi/Yuyun)

Santriwati Diduga Jadi Korban Perkosaan .....................................................Hal 1
pesantren. Korban pun meminta bantuan tersangka untuk menjemput dan mengatarkan pulang ke kediaman orangtua korban di daerah Kalijati, Subang. Permintaan korban disambut positif oleh tersangka. Sayang, bukannya diantar ke rumah orangtuanya. Tersangka membawa korban ke daerahnya di Desa Palasari, Sumedang. Pada saat itulah, Dian Iskandar menggauli korban hingga enam kali. Aksi bejat Dian, baru diketahui, setelah pihak pesantren menghubungi orangtua LF dan menanyakan kondisi korban yang sejak lama tidak masuk. Mendapat kabar itu, orangtua korban kaget, karena selama itu anaknya tidak pernah pulang ke rumah. Orangtua LF pun langsung melaporkan kasus itu ke Polres Subang. Dari hasil investigasi, korban diketahui berada di Sumedang bersama Dian Iskandar. Pihak Polres Subang langsung memburu tersangka ke Sumedang dan langsung digelandang ke Mapolres Subang. “Dalam pemeriksaan tersangka maupun korban mengaku telah melakukan hubungan intim layaknya suami istri sebanyak enam kali. Berdasarkan pengakuan tersebut, tersangka akhirnya diamankan di Mapolres Subang guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. Saat ditanya Medikom, tersangka mengaku melakukan hubungan intim atas dasar suka sama suka. “Saya tidak ada niat menculik dia. Saya hanya ingin menolongnya,” kata tersangka berkelit. (Ssp)

Sterilisasi Bakal Tingkatkan Pengguna Busway
Kebijakan sterilisasi jalur busway yang mulai diterapkan hari ini, Senin (2/8) diyakini bakal meningkatkan minat pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan bus Transjakarta. Sebab, sterilisasi yang dilakukan akan berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan bus Transjakarta. Masyarakat yang sebelumnya lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan bus Transjakarta lambat, kali ini tidak akan kembali mengeluh. Pasalnya, waktu tempuh bus akan semakin meningkat lantaran lancarnya laju bus di jalur yang kini telah bebas dari kendaraan lain selain bus Transjakarta. "Saya yakin sterilisasi jalur bus Transjakarta ini akan efektif dan pengguna busway akan meningkat," ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, Senin (2/ 8). Saat ini, kata Fauzi Bowo, bus Transjakarta sudah menjadi angkutan massal yang digemari masyarakat. Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya keras meningkatkan kualitas pelayanan dari angkutan massal ini. Selain dengan melakukan sterilisasi jalur busway yang sedang berjalan, Pemprov DKI juga berencana menambah pengoperasian dua koridor lagi pada tahun ini yakni, Koridor 9 serta Koridor 10. “Ini semata-mata demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan massal yang aman, nyaman, dan murah,” Fauzi Bowo. Sterilisasi jalur busway, lanjut Fauzi Bowo, akan dilakukan hingga akhir tahun ini. Selanjutnya, akan dievaluasi ulang untuk memperbaiki program sterilisasi demi terus meningkatkan pelayanan bus dengan jalur khusus ini kepada masyarakat. "Evaluasi penting untuk terus memperbaiki langkah Pemprov DKI, demi meningkatkan pelayanan bus Transjakarta," jelasnya. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, juga meyakini, langkah sterilisasi akan efektif lantaran kegiatan serupa pernah dilakukan Dishub DKI dalam uji coba yang dilakukan pada Mei lalu. Lokasi yang dipilih adalah, Koridor 6. Hasil ujicoba menyebutkan, kecepatan rata-rata bus Transjakarta naik menjadi 30 persen, dari sebelumnya 25 kilometer per jam menjadi 35 kilometer per jam. Untuk waktu tempuh bus di koridor VI juga turun saat jalurnya disterilkan yakni, dari 1 jam lebih 26 menit jarak tempuh saat belum disterilkan, menjadi 50 menit jarak tempuh setelah disterilkan. Sedangkan, rata-rata jumlah penumpang selama sterilisasi juga naik menjadi 2.000 orang per hari. "Apabila sebelumnya 24.500 orang per hari, menjadi 26.500 orang per hari," terangnya. Diungkapkan Pristono, dalam kegiatan sterilisasi kali ini, jumlah personil gabungan yang dikerahkan sebanyak 468 petugas. Mereka terdiri dari petugas Dishub, Kepolisian, Garnisun TNI, BLU Transjakarta, Satpol PP, dan UPT Parkir. Waktu sterilisasi dibagi dalam dua tahap dalam sehari. Yakni pagi, mulai pukul 6.00-9.00, kemudian pada pukul 14.00-19.00. "Mereka langsung diterjunkan di empat koridor yang disterilkan," katanya. Petugas akan bekerja sesuai kewenanganya. Petugas kepolisian bertugas memberi sanksi kendaraan pribadi yang masuk jalur busway sekaligus mencegahnya masuk. Lalu petugas Dishub membantu mengatur lalu lintas di sekitar jalur busway, dari UPT Parkir melakukan penertiban parkir liar di sekitar jalur busway dan Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar jalur busway. "Mereka bertugas sesuai kewenangannya masing-masing," terangnya. Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Condro Kirono, menegaskan, petugasnya akan melakukan tindakan tegas bagi kendaraan pribadi yang masuk ke dalam jalur busway. "Siapa pun yang menerobos jalur bus Transjakarta nanti akan dikenai sanksi tilang," tegasnya. (net)

Negeri Kacau Balau ..................................................................................Hal 1
yang terjadi di dalamnya. Arbi juga menyatakan, keresahan Megawati justru timbul karena sekarang muncul gejala baru di Indonesia, yakni tumbuhnya stabilitas politik yang lebih kokoh. Oleh karena itu, kata Arbi, sejauh oposisi tidak dilembagakan, maka upaya Mega untuk mengkritik pemerintahan tidak bersifat substantif. “Oposisi harus diperkuat agar pemerintah tidak sewenangwenang. Bahkan, oposisi pun harus berkoalisi supaya tidak terpecahbelah,” ujar Arbi. Sementara itu, Anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari menilai, kritik yang dikemukakan Ketua Umum PDIP Megawati terhadap pemerintahan SBY adalah fakta yang tidak terbantahkan. Mestinya, (kritik, red) itu jadi masukan dan tidak lantas dikaitkan kala Megawati menjadi presiden, kemudian dibandingkan dengan situasi dan keadaan berbeda. “Itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran bahwa SBY berhasil,” kata Eva. Apalagi menurut Eva, SBY mengakui bahwa harga kebutuhan pokok melonjak. Jadi, apapun alasannnya, fakta menunjukkan kegagalan SBY dalam meningkatkan daya beli dan mengendalikan harga sembako. Namun anehnya, kenaikankenaikan ini dinilai wajar. Padahal seharusnya, kata politisi dari PDIP, menyangkut persoalan ini dikeluarkan kebijakan yang strategis dan komprehensif untuk mengatasi permasalahan yang terkait menurunnya kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya pengangguran. Masalah lain menyangkut kenaikan tarif dasar listrik dan persoalan gas. Pemerintah sendiri mengakui adanya kelemahan dalam persoalan ini. “SBY mengungkapkan kelemahannya dan kegagalannya seperti kritik Megawati kepadanya. Dan itu adalah fakta yang menunjukkan SBY gagal dalam menjamin harga sembako yang wajar ditambah turunnya daya beli masyarakat,” tandas Eva. Dilain pihak, menanggapi kritik Mega ini, politisi dari Partai Demokrat Jafar Hafsah menilai, kritik Mega adalah kritik wajar dari anggota masyarakat seperti anggota masyarakat pada umumnya. Apalagi sebagai Ketua Umum PDIP yang kadernya menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI, sejumlah gubernur, bupati/wali kota, anggota DPRD di provinsi maupun kabupaten/kota juga punya tanggung jawab mengatasi persoalan ekonomi, naiknya TDL, dan segala persoalan sosial ekonomi masyarakat yang masih terjadi. Semestinya tidak semua persoalan itu dialamatkan kepada presiden semata. “Presiden SBY sudah melakukan tanggung jawabnya meski diakui masih ada kekurangan dan kelemahan untuk perbaikan secara komprehensif yang dilakukan kepala daerah di kabupaten/kota maupun provinsi maupun anggota DPR di semua tingkatan untuk menunjukkan tanggung jawab,” kata Jafar. Sudah saatnya, kata anggota DPR RI ini, kritik yang dilakukan haruslah secara proporsional dan konkret. Sebab semua pihak punya peran dan tanggung jawab yang sama sesuai proporsi yang diemban dan tidak bisa hanya saling menyalahkan saja tanpa berbuat sama sekali. “Sinergitas koordinasi dan kesadaran untuk kepentingan bangsa dan Negara harus disadari untuk perbaikan kesejahteraan bersama,” tandas Jafar. Kritik Mega terhadap pemerintahan SBY bukanlah yang pertama. Sebelumnya, menjelang Kongres PDIP di Bali, Mega juga mengkritik pemerintahan SBY yang mengibaratkan pemerintahan SBY bagaikan tari poco-poco. Yang maknanya sebuah pemerintahan yang tidak maju atau jalan di tempat. Walaupun Kritik Megawati terhadap pemerintahan SBY mengundang dukungan dan cercaan, namun diakui bahwa Megalah yang menjadi kritikus pelopor yang lantang. “Mega adalah kritikus pelopor yang berani mengomentari sisi negarif pemerintahan SBY karena statusnya sebagai ketua umum partai oposisi pemerintah,” kata pengamat politik Boni Hargens kepada wartawan di Jakarta, barubaru ini. Dosen FISIP UI ini mengatakan, kritik yang dilontarkan Mega memang tak bisa dipungkiri menjadi salah satu bentuk kekecewaannya karena kalah dari SBY dalam pemilihan umum selama dua kali berturut-turut. Selain itu, sentilan Mega juga kombinasi antara kekecewaan terhadap SBY dan sentimen pribadi. Sudah setahun babak kedua pemerintahan SBY, namun belum ada perubahan serius. “Selain itu karena sekarang lagi tren bergabung dengan pemerintah untuk posisi di 2014. Tapi PDIP tidak mungkin berkoalisi dengan PD, wajarlah kalau Mega yang kritik paling depan,” tandas Boni. ***

Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks 022 7233856 Email : skmmedikom@yahoo.com Perusahaan : Jl. Peta No.149 A (Lingkar Selatan) Bandung Telp/Faks. 022 - 6001506
Diterbitkan : CV WIYATA PURNAKARYA. Berdasarkan UU No. 40/1999. Terdaftar pada Direktorat Merk Ditjen Hak & Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM RI No. 556756/22 Desember 2003 Penasehat : Yodi Setiawan EDD, EDS Pendiri : LH Rahardja Pemimpin Perusahaan : HA Damini Wakil Pemimpin Perusahaan : Teddy Subarsyah SH SSos CN Dewan Redaksi : Yahya Siregar - HA Damini - Edie Nirwan S - HA Soleh Hidayat - H Rochadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Yahya Siregar Wakil Pemimpin Umum : Edie Nirwan S Wakil Pemimpin Redaksi : HA Soleh Hidayat Konsultan Hukum : Iwan Suwandhito SH - David Roesyidi Konsultan Kesehatan : dr Henry S Ibrahim - dr Isnindiary Sandra Dungga Manajer Keuangan : D Muliaman SE MBA Manajer Produksi : H Rochadi Manajer Iklan & Sirkulasi : Rudy Janto Soelaiman Litbang: Teddy Subarsyah SH SSos CN - Drs Heriyadi TS Redaktur Eksekutif : Dadan Supardan Redaktur Pelaksana : Hiskia Milala Redaktur Hukum : Sastrianta Sembiring Redaktur Politik: Drs A Basa MSc Redaktur Khusus : Bambang Wisono Staf Redaksi : Taryana SSos - Hary Buana - Nina Nurlinawati - Slamet Raharjo - Dudun Hamidullah - Desi Kurnia - Zulkifli SDP Lubis - Dudi Hendayat - Drs Eka Wirawan - Endang Kosasih - Kaka Suminta Koordinator Liputan/Wartawan : Kgs Dedi Iskandar Marketing : Edy Herwansyah Sekretaris Redaksi : Sulastiyah Desain Grafis : Hary Buana Sirkulasi : Sandi Lesmana Jaya - Angga Agus Junarsa - Nanang Johansyah Alamat Redaksi : Jalan Pratista Utara II No 12 Antapani Bandung Telp/Faks: 022 7233856 Perwakilan Jakarta : Jl Dr Muwardi I/37 Grogol Jakarta Barat Marketing Iklan : Jl Blitar No 13 Antapani Bandung 40291 Telp/Fax: (022) 7207988 Bank BNI 46 Cabang Kantor Unpad Bandung No Rek 6404937-3 a.n. Bpk Amin Damini H. Percetakan : CV WIYATA PURNAKARYA - Isi diluar tanggung jawab percetakan

Medikom Hadir di: Jl BKR depan Alifa, Jl BKR Depan PT INTI, Jl Peta Depan Tegalega, Jl Peta Depan RS Imanuel, Jl Peta Perempatan Jl Kopo, Jl Kopo Samping RS Imanuel, Jl Kopo Depan Alfamart, Jl Kopo Depan Bank BCA, Jl Astanaanyar, Jl Pasteur depan RSHS, Jl Pasteur Depan Yogya, Jl Pasteur samping Universitas PASIM, Jl Garuda Deket Lampu Merah, Jl Garuda, Jl Cihampelas Depan SDN Cihampelas 1,2, Jl Cihampelas Depan Pom Bensin,Jl Cihampelas Depan SMU Pasundan, Depan Alunalun, Jl Rajawali, Depan RS Rajawali, Terminal lewipanjang (dalam), Jl Terminal Leuwipanjang ( luar), Jl Tegalega Depan Museum Sri Baduga, Jl Buah Batu, Jl Buah Batu, Jl Gatot Subroto, Jl Gatot Subroto, Jl Kiaracondong, Jl Kiaracondong, Jl Soekarno Hatta, Jl Soekarno Hatta /Pasar Gede Bage, Jl Cipadung, Jl Raya Ujung Berung, Jl Raya Sumedang. Jl Padjadjaran (Depan Toko HWK), Jl Cihampelas (Depan STHB Bandung), Jl Cipaganti (Simpang Jl Dr Curie), Depan Jl Cipaganti No.37, Jl Sampurna (Depan Primajasatour), Jl Cipaganti (Depan Rumah-Praktek Prof Dr.Julianto W dan Dr Imelda A Widjojo SpPD), Jl Cipaganti (Depan Kantor Pos Cipaganti), Jl Cipaganti (Yayasan Bakti Sosial Santoso PSAA Santoso Cipaganti), Jl Setiabudhi (Depan Pizza Hut), Jl Ciumbuleuit (Depan Apotek Waringkas), Jl Ciumbuleuit (Depan Alfamart Ciumbuleuit), Jl Ciumbuleuit (Depan RSAU dr Salamun), Jl Siliwangi (Depan Siliwangi Billiards), Jl Ir H Juanda (Depan Dago Tea House), Jl Ir H Juanda Depan ITSB (Institute Tekhnologi dan Sains Bandung), Simpang Dago (Depan RM Pondok Kapau). WARTAWAN BANDUNG Kota : Mbayak Ginting - Iwan Herdiawan -Wulan- Yusuf Suryaman - Laures - Eva - Akbar Kab Bandung : Suhendar R Kab Bandung Barat : K fauzi R CIMAHI : Zaenal Abidin - Fredy HS DKI Jakarta : Slamet Supriyadi - Ahmad Taufik Nawawi TASIKMALAYA : Agus Cucu SB - Anwar SB, Lukman Nurhakim CIAMIS : Heru Pramono (Kabiro) Ipan Panuju Supriadi - Agus Supriyatman - Suherman BANJAR : Handri Martandangi CIREBON Kota : Yuyun W Kurnia BBA SE - Rudi Mulyana Kab : M Suratman - KUNINGAN : Yoyo Suhendar SUKABUMI : Anne Mustikasari - Ilham Septian B.W - Ariya Gumelar PURWAKARTA: CIANJUR : Asep Kurnia - Rizal BOGOR : M Yusuf - Eka Wirawan - A Gani DJ - Rangga Anggoro TR Putra - Edison Nizar Jt DEPOK: FR. Ambarita - Lucia S. Andreeni Perwakilan KARAWANG : Andi Nugroho BEKASI : Iwan Gunawan - Dedi Sukandi - Stefanus Lung, Agus Nuryadin MAJALENGKA: Isa Ansori P - Juremi - Tatang Sutaryat SUMEDANG : Aidin Sinaga INDRAMAYU : H. Yonif Fatkhurony SUBANG : Loy Slamet Supuwijara - Lodewyk Butar-butar - Asep Nasa PANTURA : Ridwan Abdullah GARUT : Engkus K - Yudi K - NIK NIK - AGUS TEGAL : Dodi Yahya PANDEGLANG : - KABUPATEN LEBAK : - TANGERANG: Agus Salim - H. Bainul Amin - H. Syaiful Perwakilan JAWA TIMUR : Drs Albert PS JL Jaga Raga No 18 Surabaya (Tlp: 031 3557655/08165430289) Perwakilan YOGYAKARTA : - Perwakilan LAMPUNG BARAT : Suhardin (Kabiro) - Joniyawan Sumatera Utara : (Ka Perwakilan)-Jonpery Sinulingga Medan : Syamsul - Maradona Deli Serdang : R David Sagala - Paulus Butar Butar, HILDE TIURMA TAMPUBOLON Simanlungun/Siantar: Sailan Tarigan Langkat/Kota Binje : Sagin, Hendra Sinaga, Rusmajam Kabupaten DAIRI : Amin Sitanggang

Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010

12

Kolom

Bahan Pokok
Oleh Yahya Siregar
Minggu kedua bulan Agustus tahun ini, umat muslim Indonesia akan mulai melaksanakan ibadah saum. Sebuah ibadah wajib sebagai pelaksanaan dari rukun Islam yang keempat. Saum adalah sebuah ibadah mengatasi godaan untuk tidak makan dan minum, menjauhi perbuatan maksiat dan berbagai perbuatan yang dilarang Tuhan. Intinya, dalam melaksanakan ibadah saum, umat muslim mencoba terhindar dari semua perbuatan tercela dan harus mampu menahan diri. Ternyata cobaan pelaksanaan saum bagi umat muslim Indonesia tidaklah terjadi saat bulan Ramadan itu saja. Jauh sebelum Ramadan pun umat Islam telah dicoba untuk bisa sabar, terutama terkait dengan kenaikan harga-harga bahan pokok sehari-hari. Karena setiap Ramadan tiba, sudah menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari berbagai kebutuhan bahan pokok harganya membumbung selangit menjelang Ramadan. Kenaikan kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan ini dikenal juga kenaikan harga psikologis. Yang artinya, sebuah kenaikan harga-harga terkait datangnya bulan penuh magfiroh ini. Inilah kondisi yang memprihatinkan yang harus diterima masyarakat. Aneh tapi nyata, terjadi setiap tahun. Hasil survei acak yang dilakukan penulis, beberapa kebutuhan pokok yang harganya naik cukup signifikan adalah beras standar premium yang awalnya harga sekitar Rp6.000 per kilogram kini menjadi Rp7.200 per kilogram, cabai rawit pertengahan medio Juli harganya sekitar Rp16.000 per kilogram kini menjadi Rp41.000 per kilogram. Demikian juga bawang putih, dari Rp17.000 per kilogram sekarang menjadi Rp24.000 per kilogram. Kenaikan mencolok lain adalah telur ayam, dari Rp11.500 menjadi Rp14.500 per kilogram. Inilah kenaikan-kenaikan yang bila ditarik berdasarkan persentase, ratarata di atas 20%. Sebuah kenaikan yang luar biasa bagi kantong rakyat kecil di tengah pendapatan yang kembangkempis. Tetapi, bila ditinjau dari sisi tanggung jawab Negara, persoalan kenaikan bahan pokok ini tentu ada persoalan mendasar di dalamnya. Apalagi, bila kita perbandingkan dengan waktu yang bersamaan, harga bahan pokok di Negara Jiran Malaysia, beras dengan kualitas medium pada periode yang sama di negara penampung TKI terbesar itu, per kilogram hanya Rp3.000 atau setara satu ringgit lebih sedikit. Demikian juga harga cabai di negeri Jiran itu hanya Rp16.000 sama dengan lima ringgit lebih, bila kurs tukar r i n g g i t Rp2.821,78 untuk satu ringgit. Lucunya kebutuhan pokok Malaysia itu justru banyak diimpor dari negeri ini. Ini sebuah fakta yang membingungkan. Mengapa harga-harga kebutuhan bahan pokok di negeri Malaysia jauh lebih murah dari negeri ini. Padahal, negeri Malaysia tercatat sebagai salah satu negeri termakmur di Asia. Jadi, dari cerita-cerita kebutuhan bahan pokok ini, kita mendapatkan gambaran adanya persoalan-persoalan mendasar dalam sistem distribusi, pengawasan, maupun perilaku etika dagang kebutuhan bahan pokok. Persoalan makin runyam di tengah membumbungnya harga kebutuhan bahan pokok, justru daya beli masyarakat anjlok. Inilah hal-hal yang mengiringi persoalan-persoalan kebangsaan ini. Hal lain yang lebih kita tidak bisa pahami, ketika dari presiden, menteri perdagangan dengan entengnya menyebutkan kenaikan harga-harga bahan pokok yang terjadi masih di dalam batas wajar. Pertanyaannya kini, berdasarkan fakta-fakta yang disodorkan apa jawaban pejabat penyelenggara ini benar adanya? ***

Inna lillahi wa inna illaihi rojiun Keluarga Besar

Mengucapkan Turut Berduka Cita yang Sedalamdalamnya Atas Meninggalnya

Setia Permana
(anggota DPR RI asal Jawa Barat)
Pada hari Sabtu tanggal 7 Agustus 2010

Semoga Almarhum Diterima di Sisi Allah dan bagi Keluarga yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan

Pemimpin Umum/Redaksi YAHYA SIREGAR

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->