Anda di halaman 1dari 3

PERSAMAAN MUSA, YESUS DAN MUHAMMAD

1. Musa
a. Musa dilahirkan dari hasil pertemuan ibu dan ayah.
b. Musa meninggal secara wajar, tidak dibunuh/terbunuh, dan jasadnya tdk hilang.
c. Musa “berhasil” membebaskan umatnya dari kekejaman/perbudakan fir’aun
d. Musa “berperang” melawan fir’aun utk membebaskan umatnya dari kekejaman/perbudakan fir’aun.
e. Musa memiliki banyak mukjizat dahsyat yang diberikan oleh Allah dan berlaku pada zamannya saja.
f. Musa mengajarkan dan menegakkan hukum Taurat yang isinya mirip dengan AlQuran, diantaranya adalah
meng-Esa-kan Tuhan (Allah) dan hukum Qishash.
g. Musa 100% manusia dan 100% Nabiullaah sekaligus Rasulullaah.
h. Musa pernah bertemu muka dengan Tuhan
i. Musa tidak dipertuhankan oleh umatnya.
j. Musa tidak pernah mengajarkan doktrin Trinitas (Bapa dan Anak dan Roh Qudus).
k. Musa tidak mengajarkan penebusan dosa.
l. Musa memiliki banyak pengikut.
m. Musa tidak dikhianati oleh pengikutnya
2. Yesus
a. Yesus dilahirkan dari seorang perawan suci (Maria)
b. Yesus tidak meninggal secara wajar, dibunuh/terbunuh di tiang salib, dan jasadnya menghilang (krn
bangkit dari kubur –versi Kristen demikian-).
c. Yesus “tdk berhasil” membebaskan umatnya dari cengkeraman bangsa Romawi
d. Yesus “tdk berperang” melawan musuh manapun, dan tidak juga membebaskan umat manapun.
e. Yesus memiliki banyak mukjizat dahsyat (akan bukan pemberian dari Allah –krn dlm versi Kristen, Yesus
adalah Tuhan-) dan berlaku dizamannya saja.
f. Yesus mengajarkan Injil, akan tetapi isinya sebagian besar bertolak belakang / bertentangan dengan Taurat
(mungkin krn alasan penggenapan), sehingga hukum Taurat tidak ditegakkan.
g. Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan (versi Kristen).
h. Yesus tidak pernah bertemu muka dengan Tuhan (krn versi Kristen Yesus adalah Tuhan, jd mustahil)
i. Yesus dipertuhankan oleh umatnya, dan hal itu dimulai pada abad ke-4 (berkaitan dgn peristiwa konsili
Nicea di Konstatinopel).
j. Yesus mengajarkan doktrin Trinitas (dasarnya adlh membaptis dlm “nama” Bapa dan Anak dan Roh
Qudus –menurut versi Kristen-).
k. Yesus mengajarkan penebusan dosa (menurut versi Kristen)
l. Yesus memiliki sedikit pengikut (hanya 12 org saja –krn alasan Kristen adlh kerajaan Yesus bukan
didunia-).
m. Yesus dikhianati dikhianati oleh pengikutnya.
3. Muhammad
a. Muhammad dilahirkan dari hasil pertemuan ibu dan ayah.
b. Muhammad meninggal secara wajar, tidah dibunuh/terbunuh, dan jasadnya tidak hilang.
c. Muhammad “berhasil” membebaskan umatnya dari berbagai kekerasan/kekejaman kafir Quraisy.
d. Muhammad “berperang” melawan pasukan kafir Quraisy dan kafir lainnya.
e. Muhammad memiliki AlQuran sebagai mukjizat utama yang diberikan oleh Allah (Mukjizat nabi
Muhammad mengenai AlQuran akan dijelaskan kemudian). *
f. Muhammad mengajarkan dan kembali menegakkan hukum Taurat melalui AlQuran (kitab baru yang
berdiri sendiri), diantara isi AlQuran adalah kembali meng-Esa-kan Tuhan (Allah) dan hukum Qishash.
g. Muhammad 100% manusia dan 100% Nabiullaah sekaligus Rasulullaah.
h. Muhammad pernah bertemu muka dengan Tuhan (Allah), didlm Islam dikenal dgn peristiwa Mi’raj.
i. Muhammad tidak dipertuhankan oleh umatnya.
j. Muhammad tidak pernah mengajarkan doktrin Trinitas (Bapa dan Anak dan Roh Qudus).
k. Muhammad tidak mengajarkan penebusan dosa.
l. Muhammad memiliki banyak pengikut.
m. Muhammad tidak dikhianati oleh pengikutnya.
Mukjizat AlQuran menurut pandangan yang obyektif.

Allah akan membuktikan bahwa AlQuran itu adalah benar, seperti yang tersirat dalam QS Fushshilat : 53

Artinya : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada
diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak
cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”

Terjemahan langsung : “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di
segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa AlQur’an ini suatu
kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu?”

Berikut ini adalah firman Allah yang bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, melalui AlQuran yang
merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad :

QS ‘Abasa : 17-19, artinya : “Celakalah kiranya manusia itu! Alangkah ingkarnya (kepada Tuhan). Dari apakah
dia diciptakan ? Dari setetes air mani. (Tuban) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepada dengannya.”

Terjemahan lain : “Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya! Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.”

Kenyataan yang diperoleh dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan.

Prof.Dr.Joe Leigh Simpson, dia adalah seorang Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi serta Pakar
molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston Amerika. Peristiwa ini terjadi pada
pertemuan yang diadakan dengan ilmuwan terkenal dalam bidang Ilmu Pengetahuan yang berbeda. Hal ini
dilakukan untuk menguji fakta ilmiah yang disebutkan beberapa ayat AlQuran (diantaranya adalah QS ‘Abasa : 17-
19), selain untuk menyorot bahwa agama Islam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Dialog tersebut
diceritakan oleh Abdullah M.Rehaili sebagai berikut :

Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Prof. Simpson menuntut pembuktian AlQuran dan Sunnah (Hadits).
Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebuah naskah garis
besar perkembangan embrio. Kami membuktikan kepadanya bahwa AlQuran menjelaskan kepada kita bahwa
turunan atau hereditas dan sifat atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil
antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru
manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut, dan lain-lain.

Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditemukan oleh kromosomnya. Kromosom-kromosom ini
mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas
manusia baru terbentuk sejak tingkatan nutfah yang paling awal. Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia telah
berfirman dalam QS ‘Abasa : 17-19.

Selama 40 hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna (lengkap), terbentuk secara
berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita didalam haditsnya : “Setiap dari kamu, semua
komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selama 40 hari”.

Didalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Ketika setetes nutfah telah melewati 42 malam, Allah
menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata : Ya Tuhan! Ini laki-laki atau perempuan ? Dan
Tubanmu memutuskan apa yang Dia kehendaki.”

Professor Simpson mempelajari 2 hadits ini secara intensif, yang mencatat bahwa 40 hari pertama itu terdapat
tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, dia dibuat kagum dengan
penelitian yang mutlak ke akuratan kedua hadits tersebut. Kemudian didalam salah satu konferensi yang
dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut : “Dari kedua hadits yang telah tercatat dapat membuktikan
kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum 40 hari. Terlebih lagi, pendapat yang
telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini bahwa kedua hadits ini telah menghasilkan dasar
pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

Pendapat lain dari Prof.Simpson adalah bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu
pengetahuan. Akan tetapi ilmuwan barat telah menolak hal ini, seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa
agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini, dengan analogi “Jika anda pergi ke suatu pabrik dan anda
berpedoman pada mengoperasikan pabrik itu, kemudian anda akan paham dengan mudah bermacam-macam
pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki
kesempatan untuk memahami secara baik versi proses tersebut”.

Professor Simpson mengatakan “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada
kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan
ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan didalam AlQuran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid,
yang mana AlQuran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah”.

Bantahan/penolakan terhadap kebenaran AlQuran ini merupakan salah satu bentuk tindakan “pengingkaran” yang
dilakukan oleh manusia yang tidak mau menerima tentang kebenaran, sehingga mereka menggunakan berbagai
macam dalih dan upaya agar kebenaran tersebut menjadi salah di mata dan hati mereka. Hal ini sangat sesuai
dengan apa yang telah disiratkan oleh QS Al-Maa’idah : 75, yang diantaranya berbunyi : “… Perhatikan
bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian
perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”