P. 1
Akuntansi Dasar Untuk Pimpinan Daerah

Akuntansi Dasar Untuk Pimpinan Daerah

|Views: 848|Likes:
Dipublikasikan oleh bromarto

More info:

Published by: bromarto on Aug 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2013

pdf

text

original

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Akuntansi Dasar untuk Pimpinan Daerah
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program
Finance & Budgeting Team 2009

i

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Akuntansi Dasar untuk Pimpinan Daerah
Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini, diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight). Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A, B dan C. Panduan Pelatihan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34. Mengevaluasi Pendapatan Pajak. Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi. Panduan Pelatihan Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja. Panduan Audit Internal. Panduan Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Tentang LGSP Local Governance Support Program (LGSP) memberikan bantuan teknis guna mendukung kedua sisi dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Indonesia. Bagi pemerintah daerah, LGSP membantu meningkatkan kompetensi pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pokok di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. Bagi DPRD dan organisasi masyarakat, LGSP memberi bantuan untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan, pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di sembilan provinsi di Indonesia: Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan kontrak dengan RTI International nomor 497-M-00-0500017-00, mengenai pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia. Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidak mencerminkan pendapat dari USAID.
Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi mitra LGSP. Program LGSP didanai oleh USAID dan dilaksanakan oleh RTI International berkolaborasi dengan International City/County Management Association (ICMA), Democracy International (DI), Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC). Program dilaksanakan mulai 1 Maret 2005 dan berakhir 30 September 2009.

Informasi lebih lanjut tentang LGSP, hubungi: LGSP Bursa Efek Indonesia, Gedung 1, lantai 29 Jl. Jend. Sudirman, kav. 52-53 Jakarta 12190, Indonesia Dicetak di Indonesia. Publikasi ini didanai oleh USAID. Sebagian atau seluruh isi buku ini, termasuk ilustrasinya, boleh diperbanyak, direproduksi atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis. Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp.or.id www.lgsp.or.id

ii

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

ABSTRAKSI
Materi dalam panduan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dasar-dasar akuntansi secara umum kepada pimpinan pemerintah daerah, khususnya terkait dengan pencatatan, pembukuan, dan pelaporan transaksi keuangan daerah. Secara sistematik penyajian materi adalah sebagai berikut: • • • • • • Memahami latar belakang perlunya akuntansi keuangan daerah. Mengenal bentuk laporan keuangan daerah yang baru. Pemahaman dasar akuntansi dan perbedaannya dengan model pembukuan sebelumnya. Memahami secara umum pengertian akuntansi pembukuan berpasangan. Memahami persamaan dasar akuntansi dan basis pembukuan. Mengenal Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), sistem akuntansi dan kebijakan akuntansi.

Terdapat 2 konsep utama dalam memahami akuntansi bagi pimpinan. Pertama adalah melalui pendekatan kewajiban berdasarkan aturan yang berlaku, dan yang kedua melalui simulasi dan contoh untuk mempermudah pemahaman. Konsep pertama ditekankan pada kewajiban yang akan disandang oleh para pimpinan terkait dengan peraturan dan tanggung jawab. Berdasarkan terbitnya Standar Akuntansi Pemerintahan yang mewajibkan dan memindahkan pengelolaan akuntansi dan pelaporan ke tingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat daerah). Sebagai pimpinan SKPD, para peserta diharapkan memahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya dalam akuntansi. Pertanggungjawaban laporan keuangan SKPD akan menjadi kewajiban kepala SKPD. Konsep kedua adalah memberikan pemahaman dalam bentuk simulasi, pertanyaan dasar mengenai akuntansi (apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana) dan contoh sederhana bentuk persamaan akuntansi dengan menggunakan kasus yang ada di daerah. Tujuan umum dari lokakarya ini adalah untuk menambah pengetahuan dan pemahaman peserta atas akuntansi pembukuan berpasangan sehingga peserta menyadari latar belakang, perbedaan, mekanisme pencatatannya, dan kewajiban dalam penatausahaan dan pelaporan transaksi. keuangan daerah di internal SKPD mereka dan kaitannya dengan pertanggungjawaban keuangan. pemerintah daerahnya secara keseluruhan.

ABSTRAKSI

iii

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

ABSTRACT
This manual aims to introduce general accounting principles to local government managers, especially in relation to recording, posting and reporting financial transactions. The following topics are covered in this manual: • • • • • • Why local financial accounting is needed, The new format for local financial reporting, Basic accounting principles and the changes to the old bookkeeping system, General understanding of double-entry bookkeeping, Review of accounting principles and bookkeeping basics, and Government Accounting Standards, accounting systems and accounting policy.

For local government managers, two key approaches are used to enhance understanding of accounting. First is the need to approach accounting from a regulatory perspective. Second is the use of simulations and examples to make accounting procedures easier to understand. The first approach stresses the regulatory obligations and responsibilities of managers. Government Accounting Standards shift the responsibility for accounting and reporting to the sectoral department (SKPD) level. Sectoral department heads are expected to understand their rights and obligations in relation to accounting, since the responsibility for the department’s financial reporting now rests on their shoulders. The second approach is to enhance understanding through simulations, basic accounting questions (what, who, when, where, and how) and simple accounting examples, using real cases. The overall goal of this training is to impart knowledge and understanding to the participants on (i) double-entry bookkeeping in order to familiarize them with the background, differences and posting mechanism, (ii) their department’s internal administrative and reporting obligations in respect of local finance transactions, and (iii) the relationship to local government financial accountability as a whole.

iv

ABSTRACT

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI ........................................................................................................................ iii ABSTRACT .......................................................................................................................... iv DAFTAR ISI ......................................................................................................................... v KATA PENGANTAR ......................................................................................................... vi SESI LOKAKARYA 1. Sesi 1: Latar Belakang................................................................................................01 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .........................................................01 • Penjelasan Slide ................................................................................................02 2. Sesi 2: Laporan Keuangan dan Sistem Akuntansi .....................................................07 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .........................................................07 • Penjelasan Slide ................................................................................................09 3. Sesi 3: Pertanyaan Dasar Akuntansi ..........................................................................21 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur ......................................................... 21 • Penjelasan Slide ................................................................................................23 4. Sesi 4: Akuntansi Pembukuan Berpasangan ............................................................. 27 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur...........................................................27 • Penjelasan Slide ................................................................................................29 5. Sesi 5: Persamaan Dasar Akuntansi Pembukuan Berpasangan dan Basis Pembukuan ...............................................................35 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .........................................................35 • Penjelasan Slide ................................................................................................37 6. Sesi 6: Standar Akuntansi, Sistem Akuntansi, dan Kebijakan Akuntansi ....................41 • Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .........................................................41 • Penjelasan Slide ................................................................................................43

DAFTAR ISI

v

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

HAND-OUT: Definisi Istilah Akuntansi .............................................................................45 LAMPIRAN ......................................................................................................................... 53 1. Agenda Lokakarya .......……………………………………...............……..….55 2. Lembar Pre/Post Test ……………........................................................…........57

vi

DAFTAR ISI

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

KATA PENGANTAR
Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi, masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitramitra dari pemerintah daerah, DPRD, media dan organisasi masyarakat, yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula. Di bidang akuntansi, LGSP membantu Pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah daerah dalam melaksanakan pergeseran dari penerapan akuntansi pembukuan tunggal yang tersentralisir di biro/bagian keuangan ke akuntansi pembukuan berpasangan yang terdesentralisasi di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, penerapan akuntansi pembukuan berpasangan bagi pemerintah daerah adalah suatu kewajiban. Bekerja sama dengan pemerintah daerah mitra di Indonesia, LGSP menyiapkan modul akuntansi dasar baik untuk tingkat pimpinan maupun tingkat pelaksana operasional untuk mempermudah pemahaman akuntansi secara umum sebelum dilaksanakan akuntansi dengan dasar Standar Akuntansi Pemerintahan di daerah.

Maret, 2009 Judith Edstrom Chief of Party, USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor, USAID – LGSP

KATA PENGANTAR

vii

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Lembar Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________________________________________________ _______________________________________________________________________________________________________________

viii

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

SESI 1 Latar Belakang

Tujuan: • Melakukan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta. • Memberikan pengertian umum akuntansi. • Menyampaikan latar belakang penerapan akuntansi di pemerintahan. Materi: • Lembar Pre test. • Power Point.

Waktu: ± 45 menit.

Metode: • Presentasi. • Tanya-jawab. Alur: • Pre-test (10 menit). • Presentasi (25 menit). • Tanya-jawab (10 menit).

Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 1: LATAR BELAKANG

1

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

2

SESI 1: LATAR BELAKANG

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Penjelasan Slide
1 Jelaskan bahwa modul ini merupakan bagian dari modul Akuntansi Dasar. Uraikan pula tujuan pelatihan ini sehubungan dengan kepentingan tingkat pimpinan dalam memahami akuntansi dalam kaitannya dengan penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan.

AKUNTANSI DASAR Untuk Tingkat Pimpinan

Local Governance Support Program Finance & Budget Team

2

Informasikan bahwa ini adalah hal rutin yang perlu dilakukan bagi kepentingan penyelenggara untuk melihat output daripada kegiatan ini.
Pre Test

Jelaskan bahwa pre-test ini tidak perlu mencantumkan nama dan instansi. Kegiatan serupa akan dilaksanakan sesaat sebelum akhir pelatihan.

3
PENGERTIAN AKUNTANSI

• Akuntansi adalah proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian atas hasilnya serta penyajian laporan.

Informasikan pengertian akuntansi secara umum (to account) dan kaitannya dengan sistem administrasi. Jelaskan proses akuntansi tersebut mulai dari pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian hasil dan penyajian laporan.

SESI 1: LATAR BELAKANG

3

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

4

Latar Belakang

UU No.22 & .25 Th. 1999, UU No.22 & .25 Th. 1999, PP 105 & 108 Th. 2000 dan PP 105 & 108 Th. 2000 dan Kepmendagri 29/2002
Otda & Otda & Desentralisasi (Reformasi) Desentralisasi Kepmendagri 29/2002

Good Gov Partisipasi & Akuntabilitas

(Reformasi)

UU 17/2003+ UU1/2004+UU15/2004+UU32/200 4+UU
UU 17/2003+ UU1/2004+UU15/ 33/2004 2004+UU32/2004+UU33/2004 PP.24/2005 PP.24/2005 +PP 58/2005 +PP 58/2005 PerMendagri 13/2006 PerMendagri 13/2006

Reposisi DPRD & Masyarakat

Jelaskan latar belakang perlunya akuntansi bagi Pemda dimulai dari reformasi otonomi daerah, kerangka tata pemerintahan yang baik, reformasi keuangan daerah, sampai dengan diterbitkannya PP 24/2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan. 5

POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

PERENCANAAN

PELAKSANAAN

PENGENDALIAN & PENGAWASAN

INPUT

PROSES

OUTPUT

INPUT

PROSES

OUTPUT

INPUT

PROSES

OUTPUT

ASPIRASI

RAPBD

APBD
SISTEM AKUNTANSI

LAP KEU

LAP KEU EVALUASI KINERJA

HASIL EVALUASI KINERJA

RENCANA ANGGARAN SATUAN KERJA - Visi Misi, Tujuan - Sasaran, Tupoksi - Program, Aktivitas - Target Kinerja - SAB

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Jelaskan pokok-pokok keuangan daerah yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan dimana akuntansi sangat terkait dalam tahap pelaksanaan. Data yang diperoleh dari tahap perencanaan dan penganggaran akan merupakan input dalam sistem akuntansi yang dilaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
4
SESI 1: LATAR BELAKANG

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

5

Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

Formulir
Dokumen Transaksi

Catatan
Peringkasan Buku Jurnal Buku Besar

Laporan

Laporan Keuangan

Pencatatan & Penggolongan Buku Pembantu

Kertas Kerja

• Bukti Penerimaan Kas • Bukti Pengeluaran
Kas

• Bukti Memorial •

• Jurnal Penerimaan Kas • Jurnal Pengeluaran Kas • Jurnal Umum

Kumpulan Rekening (Ringkasan dan Rincian)

• Laporan Realisasi Anggaran • Neraca Daerah • Laporan Aliran Kas • Catatan atas Laporan
Keuangan

Kebijakan Akuntansi

Sistem akuntansi keuangan daerah itu sendiri mempunyai tahapan proses dari identifikasi input dari formulir dokumen transaksi yang kemudian masuk ke tahapan pencatatan dan penggolongan transaksi, peringkasan ke dalam buku besar dan buku pembantu, sampai dengan proses penyusunan laporan keuangan. Informasikan bentuk tindakan dan dokumen yang akan digunakan atau dihasilkan dari setiap tahapan, serta di tahap mana kebijakan akuntansi akan dibutuhkan.

SESI 1: LATAR BELAKANG

5

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

6

SESI 1: LATAR BELAKANG

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

SESI 2 Laporan Keuangan dan Sistem Akuntansi

Tujuan: • Menginformasikan bentuk dan pengertian laporan keuangan. • Menginformasikan sistem akuntansi keuangan daerah. • Menginformasikan dasar akuntansi dari sisi pengakuan dan pencatatan.

Materi: • Power Point. • Contoh Laporan Keuangan.

Waktu: ± 90 menit.

Metode: • Presentasi. • Tanya-jawab.

Alur: • Presentasi Power Point. • Tanya-jawab.

Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

7

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

8

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Penjelasan Slide
7
LAPORAN KEUANGAN

• Laporan Realisasi Anggaran (Laporan Perhitungan APBD); • Neraca; • Laporan Arus Kas; • Catatan atas Laporan Keuangan.

Informasikan jenis laporan keuangan yang harus dihasilkan dan perbedaannya dengan konsep laporan keuangan yang terdahulu. Informasikan laporan keuangan mana yang akan menjadi kewajiban SKPD dan SKPKD. Rincian deskripsi tiap laporan keuangan akan diuraikan dalam slide berikutnya.

8
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

• mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah yang menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundangan; • menggambarkan perbandingan APBN/ APBD dengan realisasi pendapatan dan belanja serta pembiayaannya; • disertai penjelasan pencapaian program.

Jelaskan pengertian Laporan Realisasi Anggaran dikaitkan dari definisi, rincian isi laporan, dan tujuan serta manfaat laporan ini disusun.

9
Contoh Format Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota
LAMPIRAN IV C PERATURAN PEMERINTAH NOMOR TAHUN 2005 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0

Jelaskan contoh Laporan Realisasi Anggaran ini dari sisi komponennya (pendapatan, belanja, dan pembiayaan), kolom (anggaran tahun ini, realisasinya, dan perbandingan dengan realisasi tahun sebelumnya) dan rincian laporan.
SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

9

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

10
Lanjutan
Contoh Format Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota

Ini adalah lanjutan dari bentuk LRA dimana slide sebelum dan sesudahnya merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Jelaskan masing-masing komponen dari setiap sub-judul. 11
Lanjutan
Contoh Format Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota

Ini adalah lanjutan dari bentuk LRA dimana slide sebelum dan sesudahnya merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Jelaskan masing-masing komponen dari setiap sub-judul.
10
SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

12

Ini adalah lanjutan dari bentuk LRA dimana slide sebelum dan sesudahnya merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Jelaskan masing-masing komponen dari setiap sub-judul. 13
NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan pemerintah mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.

Jelaskan pengertian neraca yang merupakan keseimbangan antara harta (aset), kewajiban (hutang) dan kepemilikan dana pada tanggal tertentu. Gunakan contoh sederhana untuk menggambarkan neraca ini.

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

11

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

14

Unsur-Unsur Neraca Aktiva
• Aset Lancar – Kas – Kas di Bank – Piutang – Persediaan Investasi Jangka Panjang Aset tetap – Aset berwujud – Aset tak berwujud Dana Cadangan Aset lain

Pasiva
• Kewajiban
– Kewajiban jangka pendek • Hutang lancar • Pinjaman Jangka pendek – Kewajiban Jangka Panjang

• •

Ekuitas
– Ekuitas Dana Lancar – Ekuitas Dana Investasi – Ekuitas Dana Cadangan

• •

Informasikan unsur neraca yang terdiri dari 2 unsur seimbang, aktiva dan pasiva. Jelaskan apa saja yang masuk dalam kategori Aktiva dan apa saja yang masuk dalam kategori Pasiva. 15
Contoh Format Neraca Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
LAMPIRAN III B PERATURAN PEMERINTAH NOMOR TAHUN 2005 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PEMERINTAH PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA

NERACA
PER 31 DESEMBER 20X1 dan 20X0

Jelaskan contoh Neraca ini dari sisi komponennya dan juga kolom nilainya. Jelaskan komponen Aset dan rincian dari Aset Lancar secara sederhana.
12
SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

16
Lanjutan
Contoh Format Neraca Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota

Jelaskan apa yang dimaksud dengan investasi dan komponennya secara sederhana. 17
Lanjutan
Contoh Format Neraca Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota

Jelaskan apa yang dimaksud dengan aset tetap, dana cadangan, dan aset lainnya secara sederhana
SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

13

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

18
Lanjutan
Contoh Format Neraca Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kewajiban dan komponennya secara sederhana. 19
Lanjutan
Contoh Format Neraca Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ekuitas Dana dan komponennya secara sederhana

14

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

20
LAPORAN ARUS KAS
• LAK menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi, dan saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan. • Diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Laporan Arus Kas dari sisi informasi yang akan disampaikan dan klasifikasi pelaporannya

21
Contoh Format Laporan Arus Kas Pemerintah Kab/Kot

LAPORAN ARUS KAS

LAMPIRAN V C PERATURAN PEMERINTAH NOMOR TAHUN 2005 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Laporan Arus Kas

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA UNTUK TAHUN YG BERAKHIR s.d. PER 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0

Jelaskan contoh Laporan Arus Kas ini secara umum dari sisi komponen laporan dan nilainya (tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu). Jelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam masing-masing sub-judul.

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

15

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

22
Lanjutan Laporan Arus Kas

Slide ini merupakan satu kesatuan dengan slide sebelum dan sesudahnya. Jelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam masing-masing sub-judul. 23
Lanjutan Laporan Arus Kas

Slide ini merupakan satu kesatuan dengan slide sebelum dan sesudahnya. Jelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam masing-masing sub-judul.
16
SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

24
Lanjutan Laporan Arus Kas

Slide ini merupakan satu kesatuan dengan slide sebelumnya. Jelaskan komponenkomponen yang terdapat dalam masing-masing sub-judul. Jelaskan teknis perhitungan secara sederhana dari contoh laporan arus kas ini. 25
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK)

Jelaskan komponen dari Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) dan cara penyajiannya.

• CaLK meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca, dan LAK. • CaLK disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam LRA, Neraca, dan LAK harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam CaLK.

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

17

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

26
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

Laporan Laporan Realisasi Realisasi Angg. Anggaran SKPD Sistem Akuntansi Instansi Neraca

Laporan RA

Neraca Catatan atas LRA & Neraca Laporan Arus Kas Diperiksa oleh B PK

Laporan Arus Kas B endahara Umum Daerah Sistem Akuntansi BUD

Catatan atas Laporan Arus Kas

Catatan atas Laporan Keuangan

Informasikan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah yang terbagi atas 2 komponen utama; yang dilaksanakan oleh SKPD dengan kewajiban laporan keuangannya dan Bendahara Umum Daerah (SKPKD) secara internal yang kemudian dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. SIKD ini akan menjadi laporan resmi setelah diperiksa atau diaudit oleh BPK. 27
SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI

• Single Entry ( Pembukuan Tunggal) • Double Entry ( Pembukuan Berpasangan)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan single entry dan double entry . Berikan contoh sederhana yang membedakan kedua sistem pencatatan ini.

18

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

28
DASAR AKUNTANSI

• Pengakuan : Penentuan kapan suatu transaksi ekonomi dicatat. • Pengukuran: Penentuan nilai dari transaksi ekonomi.

Ada 2 dasar dalam akuntansi, pengakuan dan pengukuran. Ini yang akan membedakan antara suatu konsep akuntansi dengan konsep akuntansi lainnya. Pengakuan berupa penentuan kapan suatu transaksi ekonomi dicatat, apakah pada saat uang diterima atau dikeluarkan ataukah pada saat transaksi tersebut disepakati. Pengukuran berupa nilai transaksi ekonomi dicatat atas dasar perolehan ataukah atas harga pasar. Detailnya dalam slide berikut.

29
PENGAKUAN

• Memerlukan dasar/basis akuntansi. • Basis Akuntansi: 1. Basis Kas (Cash Basis) 2. Basis Akrual (Accrual Basis)

Dasar akuntansi untuk pengakuan dibagi dalam 2 basis, yaitu basis kas dan basis akrual. Jelaskan perbedaan antara basis kas dan basis akrual. Gunakan contoh dengan memakai kejadian atau transaksi yang ada di Pemda.

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

19

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

20

SESI 2: LAPORAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

SESI 3 Pertanyaan Dasar Akuntansi

Tujuan: • Memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan dasar mengenai akuntansi. • Menginformasikan perbedaan pembukuan tunggal dan berpasangan. • Menginformasikan perbedaan basis kas dan basis akrual.

Materi: • Power Point Slide. • Contoh Perhitungan Neraca.

Waktu: ± 60 menit.

Metode: • Presentasi Power Point. • Tanya-jawab Interaktif.

Alur: • Pertanyaan dasar mengenai akuntansi. • Perbedaan pembukuan tunggal dan berpasangan. • Perbedaan pencatatan berbasis kas dan akrual.

Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

21

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

22

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Penjelasan Slide
30

Beberapa Pertanyaan Dasar mengenai Akuntansi

Untuk lebih mempermudah pengenalan dan pemahaman mengenai akuntansi, diarahkan melalui beberapa pertanyaan yang diharapkan bisa memberikan gambaran “binatang” apakah itu akuntansi.

31
PERTANYAAN
• Tujuan dari akuntansi • Akuntansi pembukuan tunggal dan pembukuan berpasangan • Dari pembukuan tunggal ke pembukuan berpasangan • Akuntansi berbasis kas dan akrual

Ada 4 pertanyaan dasar mengenai akuntansi seperti tercantum di samping. Tujuan akuntansi adalah yang pertama untuk menekankan arah mengapa menggunakan akuntansi. Yang berikutnya yang menjelaskan perbedaan sistem akuntansi yang digunakan saat ini dengan sistem akuntansi yang berdasarkan SAP. Perbedaan utamanya adalah pada pembukuan berpasangan, dan basis pencatatannya.

32

Langsung ke slide berikutnya.

Apa tujuan dari akuntansi?

33
TUJUAN AKUNTANSI
• Menginformasikan posisi aset, kewajiban,ekuitas, pendapatan dan belanja • Melaporkan kondisi keuangan Pemda • Menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan

Jelaskan tujuan akuntansi secara umum yang mencakup menginformasikan posisi keuangan daerah yang mencakup aset, kewajiban, pendapatan dan belanja bagi pengambilan keputusan. Sertakan satu contoh kasus dari hasil laporan akuntansi yang berpengaruh pada pengambilan keputusan.

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

23

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

34

Pertanyaan kedua terkait dengan fungsi akuntansi. Langsung ke slide berikut.
Bagaimana akuntansi bisa memantau dan melaporkan?

35
PERSAMAAN AKUNTANSI

Jelaskan bahwa ini merupakan persamaan akuntansi yang standar jika berbicara mengenai akuntansi pembukuan berpasangan. Jelaskan dengan menggunakan contoh yang sederhana sebagaimana tertera dalam slide berikut.

KEWAJIBAN ASET + EKUITAS

36
PERSAMAAN AKUNTANSI

KEWAJIBAN

Andaikan saja aset tersebut adalah rumah yang ditempati yang dibeli dengan uang muka sebagai modal dasar atau ekuitas, dan sisanya dengan kewajiban membayar cicilan per bulannya selama sekian tahun.

EKUITAS

37
APA YANG DIMAKSUD DENGAN ASET?

Aset juga dapat dijelaskan dengan bentuk bentuk lainnya seperti tertera dalam slide ini; uang kas, kendaraan pribadi, kendaraan dinas, pabrik, peralatan komputer, dan lain-lain.

ASET

24

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

38
APA YANG DIMAKSUD DENGAN KEWAJIBAN DAN EKUITAS?

Untuk memiliki aset tersebut ada berbagai cara, yaitu dengan membelinya secara kas atau tunai, atau dengan cara pinjam atau kredit.
Kreditor

Jelaskan kombinasi perolehan aset tersebut secara sederhana.

Pemda

39
“POTRET” DARI POSISI KEUANGAN

Dengan demikian persamaan ini adalah sebagai “potret” dari posisi keuangan dimanapun, siapapun, dan kapanpun.

KEWAJIBAN ASET + EKUITAS

40
POSISI KEUANGAN MANA YANG LEBIH BAIK?

Kreditur

Kreditur

Tanyakan pada peserta, posisi keuangan manakah yang lebih baik dari 2 model dalam slide. Apakah perolehan aset dengan kredit atau pinjaman yang besar ataukah dengan dana kas sendiri yang lebih besar. Jelaskan kondisi yang melatarbelakangi pilihan masing masing.

Pemda

Pemda

41
NERACA PER 30 SEP 2005
Per 30 Sep 2005

Neraca

Berikut adalah contoh neraca yang sederhana. Jelaskan secara ringkas keseimbangan antara aset dan sumber perolehannya.
10,000
10,000

Aset: Kas Aset: Persediaan Kas Peralatan Persediaan Gedung Peralatan Total Gedung Total

Kewajiban Per 30 Sep 2005 500 150 500 1,000 150 25,000 1,000 26,650 25,000 26,650 Pinjaman Kewajiban Pinjaman Ekuitas: Saldo Dana Ekuitas: Total Saldo Dana Total

16,650 26,650 16,650 26,650

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

25

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

26

SESI 3: PERTANYAAN DASAR AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

SESI 4 Akuntansi Pembukuan Berpasangan

Tujuan: • Menginformasikan definisi akuntansi pembukuan berpasangan • Menginformasikan mekanisme pencatatan pembukuan berpasangan • Menginformasikan konversi dari pembukuan tunggal ke pembukuan berpasangan • Cara pemantauan keuangan dengan pembukuan berpasangan Materi: • Power Point

Waktu: ± 60 menit

Metode: • Presentasi • Tanya-jawab Interaktif Alur: • Definisi akuntansi pembukuan berpasangan • Mekanisme pencatatan pembukuan berpasangan • Konversi pembukuan tunggal ke berpasangan • Memantau laporan posisi keuangan • Kelebihan dari pembukuan berpasangan

Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

27

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

28

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

Penjelasan Slide
42 2 pertanyaan utama mengenai akuntansi pembukuan berpasangan yang umumnya muncul. Apakah ada pertanyaan umum lainnya dari peserta?

Apa yang dimaksud dengan akuntansi pembukuan berpasangan? Bagaimana cara kerja akuntansi pembukuan berpasangan?

43
KARAKTERISTIK PEMBUKUAN BERPASANGAN

Jelaskan pengertian “ T account” dan pengertian Debet serta Kredit.

Debet
Berarti memasukkan di kolom kiri

Kredit
Berarti memasukkan di kolom kanan

44
KARAKTERISTIK PEMBUKUAN BERPASANGAN
• Setiap transaksi dicatat dalam 2 perkiraan atau lebih pada saat yang bersamaan • Ada keseimbangan nilai antara total sisi debet dan total sisi kredit

Jelaskan karakteristik pembukuan berpasangan.

45

Informasikan bagaimana menjelaskannya secara visual dengan memberikan contoh T account di Aset, Kewajiban dan Ekuitas.

Aset Kas
Debet Kredit

Kewajiban Pinjaman
Debet Kredit

+

Ekuitas Ekuitas
Debet Kredit

26,650 Saldo

10.000 Saldo

16,650 Saldo

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

29

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

46

Pertanyaan utama mengenai perbedaan akuntansi pembukuan tunggal dan pembukuan berpasangan. Sampaikan detailnya di slide berikut!
Apa perbedaan akuntansi pembukuan tunggal dan pembukuan berpasangan?

47

• Pembukuan tunggal hanya berfokus pada uang masuk dan keluar • Waktu terpakai untuk menjumlahkan pendapatan dan belanja • Tidak ada catatan perubahan aset atau kewajiban • Sulit untuk mengetahui posisi keuangan

Jelaskan karakteristik utama pembukuan tunggal dan beberapa “kelemahannya”. Pastikan bahwa peserta juga setuju dengan statement ini.

48

Pembukuan Tunggal

Tgl 2 Jan 2 Jan 2 Jan 2 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan

Uraian Saldo Awal Pembelian ATK Pendapatan Retribusi Pembayaran Listrik Pendapatan Retribusi Pembayaran gaji Pendapatan Pajak Pembelian ATK

Jumlah

Saldo 50

(45) 150 (85) 150 (200) 1,000 (150)

5 155 70 220 20 1,020 870

Jelaskan contoh pencatatan pembukuan tunggal dalam slide ini yang menyatakan perbedaan uang masuk dan uang ke luar yang menentukan saldo akhir tiap transaksi.
30
SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

49

Dari Pembukuan Tunggal ke Pembukuan Berpasangan

Tgl 2 Jan 2 Jan 2 Jan 2 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan

Keterangan Saldo awal Pembelian ATK Pendapatan retribusi Pembayaran Listrik Pendapatan retribusi Pembayaran gaji Pendapatan pajak Pembelian ATK

Jumlah

Saldo 50

(45) 150 (85) 150 (200) 1,000 (150)

5 155 70 220 20 1,020 870

Ambil 2 transaksi pembukuan tunggal untuk dikonversi dalam akuntansi pembukuan berpasangan. 50

Penjurnalan (debet/kredit)

Tgl 2 Jan

1
Tgl 2 Jan

Perkiraan ATK Kas Perkiraan Kas Retribusi

Debet 45

Kredit 45

Debet 150

Kredit 150

2

Jelaskan bahwa transaksi akan dicatat dalam 2 buku yang berbeda yang tetap menggambarkan keseimbangan antara nilai debet dan kredit. Ada hubungan sebab akibat dalam akuntansi pembukuan berpasangan.

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

31

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

51

Lanjutan Penjurnalan

Tgl 2 Jan 2 Jan 2 Jan 2 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan 3 Jan

Keterangan Saldo awal Pembelian ATK Pendapatan retribusi Pembayaran Listrik Pendapatan retribusi Pembayaran gaji Pendapatan pajak Pembelian ATK

Jumlah

Saldo 50

Debet

Kredit

(45) 150 (85) 150 (200) 1,000 (150)

5 155 70 220 20 1,020 870

ATK Kas Kas Retribusi Listrik Kas Kas Retribusi Gaji Kas Kas Pajak ATK Kas

45 45 150 150 85 85 150 150 200 200 1,000 1,000 150 150

Konversikan seluruh transaksi pembukuan tunggal ke dalam pembukuan berpasangan. Pastikan untuk menjelaskan account atau buku yang timbul sebagai pasangan transaksinya. 52

Lanjutan

Kas 50 2

Retribusi

ATK

{ 150

45 150

45

Jelaskan pengaruh 2 contoh transaksi tersebut sebelumnya terhadap posisi keuangan di 3 buku atau account.

32

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

53

Informasikan salah satu kegunaan penerapan akuntansi pembukuan berpasangan melalui Laporan Realisasi Anggaran.
KEWAJIBAN Memantau pendapatan dan ASET belanja + EKUITAS

Laporan Realisasi Anggaran

54
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

1 Jan

31 Des

Jelaskan laporan realisasi anggaran yang menggambarkan akumulasi pendapatan dan belanja dalam periode transaksi sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember yang selisihnya akan menghasilkan sisa lebih/kurang di akhir tahun (31 Desember).

Sisa Lebih/ Kurang

55
REALISASI ANGGARAN 1 JAN – 31 DES, 2005

Jelaskan model Realisasi Anggaran ini dalam hitungan angka, khususnya cara mendapatkan surplus 1,000.

Pendapatan: Pajak Retribusi Transfer (DAU) Total pendapatan

1,000 5,000 1,000,000

Belanja: Gaji Listrik ATK Total belanja

870,000 75,000 60,000

1,006,000

1,005,000

Surplus

1,000

56
NERACA PER 30 SEP 2005

Jelaskan di mana letak atau posisi surplus tersebut dalam persamaan akuntansi.

Sisi Kredit

Surplus = 1,000

1,000

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

33

AKUNTANSI DASAR UNTUK PIMPINAN DAERAH

57

Aset Kas
Debet 27650 Kredit

Kewajiban + Pinjaman
Debet Kredit

Ekuitas Ekuitas
Debet Kredit

10.000 Belanja
Debet 1005000

17,650 Pendapatan
Kredit 1006000

Kredit Debet

Jelaskan dalam bentuk jabaran buku/account dengan model persamaan akuntansi. 58

KELEBIHAN PEMBUKUAN BERPASANGAN

• Perhitungan realisasi anggaran yang akurat dalam suatu organisasi yang
kompleks • Memasukkan aset, kewajiban dan ekuitas dalam rekening • Menyusun laporan keuangan langsung dari rekening • Lebih mudah untuk mendeteksi kekeliruan dan kecurangan

Jelaskan kelebihan pembukuan berpasangan dibandingkan dengan menggunakan pembukuan tunggal dalam memantau posisi keuangan.

34

SESI 4: AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

SESI 5 Persamaan Dasar Akuntansi Pembukuan Berpasangan dan Basis Pembukuan
Tujuan: • Menginformasikan persamaan dasar akuntansi pembukuan berpasangan • Menginformasikan basis pembukuan

Materi: • Power Point

Waktu: ± 60 menit

Metode: • Power Point Presentation • Flipchart Exercises • Tanya-jawab Interaktif Alur: • Persamaan akuntansi • Basis pembukuan • Basis kas dan akrual

Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

35

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

36

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Penjelasan Slide
59

Lebih Jauh tentang Persamaan

Meningkat/menurun

60 PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN

Aset Kas
Debet Kredit

Kewajiban + Pinjaman
Debet Kredit

Ekuitas Ekuitas
Debet Kredit

+

-

-

+
Debet

Belanja

+
Pendapatan

Kredit Debet

+

-

-

41

Kredit

+

Jelaskan persamaan akuntansi di tiap account/buku dilihat dari sisi penambahan atau pengurangannya 61
KAIDAH PENCATATAN BERPASANGAN

UNSUR LAP-KEU LAPASSET/AKTIVA
UTANG/ KEWAJIBAN EKUITI/EKUITAS DANA

BERTAMBAH

BERKURANG

(+)
DEBET KREDIT KREDIT KREDIT DEBET

(-)
KREDIT DEBET DEBET DEBET KREDIT

SALDO NORMAL

Jelaskan kaidah pencatatan berpasangan dari tiap unsur laporan keuangan sisi yang bertambah dan berkurang. Jelaskan pula pengertian saldo normal. Berikan contoh sederhana untuk mempermudah pemahaman.

DEBET KREDIT KREDIT KREDIT DEBET

PENDAPATAN BIAYA/BELANJA

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

37

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

62 Bacakan isi slide.

Langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk beralih dari akuntansi pembukuan tunggal ke pembukuan berpasangan?

63
LANGKAH-LANGKAH
• Struktur rekening lengkap termasuk aset, kewajiban, dan ekuitas, serta pendapatan, belanja dan pembiayaan • Pelatihan mengenai dasar-dasar akuntansi • Perangkat lunak komputer • Mulai pada awal tahun fiskal

Jelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk beralih dari pencatatan pembukuan tunggal menuju pembukuan berpasangan, mulai dari penyusunan kode rekening yang membedakan unsur persamaan akuntansi sampai dengan kebutuhan lainnya yang diperlukan.

64

Sampaikan pernyataan ini pada peserta dengan tidak menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual.
Apa perbedaan akuntansi berbasis kas dan akrual?

65

Ini merupakan perbedaan yang paling utama dan mendasar dari basis kas dan basis akrual, tepatnya waktu pengakuan/pencatatan.

Waktu!

38

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

66
BASIS KAS

Jelaskan apa yang dimaksud dengan akuntansi berbasis kas. Sertakan contohnya.

• Mencatat transaksi ketika mengeluarkan atau menerima uang

67
AKRUAL
• Mencatat transaksi tanpa melihat diterimanya atau dikeluarkannya uang secara tunai. • Sebagai contoh ketika anda YAKIN bahwa anda akan menerima uang atau YAKIN bahwa anda punya kewajiban yang harus dibayar

Jelaskan apa yang dimaksud dengan akuntansi berbasis akrual. Sertakan contohnya yang sederhana.

68
CONTOH: DAU
Kas Mencatat penerimaan DAU ketika benarbenar telah menerima uang dari pemerintah pusat Akrual Mencatat DAU sebagai suatu perkiraan piutang ketika ada pengumuman resmi mengenai jumlah yang akan diterima

Jelaskan bagaimana akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual dengan kasus DAU.

69

Lontarkan pertanyaan ini kepada peserta. Minta peserta memilih dan alasannya.

Mana yang lebih akurat dalam menentukan posisi keuangan?

Kas? Akrual?

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

39

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

70
KELEBIHAN Kas
Lebih mudah untuk digunakan, transaksi lebih sedikit

Jelaskan kelebihan dari masing masing basis pencatatan ini.

Akrual
Transaksi lebih banyak, namun gambaran keuangan lebih akurat • Berguna untuk mengevaluasi kinerja dalam hal biaya pelayanan dan pencapaiannya • Memungkinkan pengelolaan aset, pemeliharaan, penggantian, dll. (depresiasi)

40

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

SESI 6 Standar Akuntansi, Sistem Akuntansi, dan Kebijakan Akuntansi
Tujuan: • Menginformasikan apa yang dimaksud dengan kebijakan akuntansi • Menginformasikan secara umum mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan • Perbedaan antara standar akuntansi dan sistem akuntansi • Mendapatkan umpan balik dari peserta atas pemahamannya dengan post-test Materi: • Power Point • Copy Standar Akuntansi Pemerintahan • Formulir post-test Waktu: ± 60 menit

Metode: • Power Point Presentasi • Tanya-jawab Interaktif • Post-test Alur: • Kebijakan Akuntansi • Standar Akuntansi Pemerintahan • Perbedaan Standar dan Sistem • Post-test Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

SESI 6: STANDAR AKUNTANSI, SISTEM AKUNTANSI, DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

41

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

42

SESI 5: PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMBUKUAN BERPASANGAN DAN BASIS PEMBUKUAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Penjelasan Slide
71
KEBIJAKAN AKUNTANSI
• Kebijakan akuntansi adalah penerapan-penerapan prinsip akuntansi oleh entitas pelaporan yang diatur oleh Standar Akuntansi yang meliputi pengakuan, pengukuran, dan penyajian. • Kebijakan akuntansi merupakan pilihan-pilihan sistem dan prosedur yang dapat menghasilkan keluaran menurut Standar Akuntansi.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kebijakan Akuntansi dan mengapa itu diperlukan.

72
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SAP)
SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. SAP digunakan oleh pemerintah sebagai pedoman dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Jelaskan pula mengapa hal ini penting dalam pelaksanaan keuangan daerah.

73
ISI POKOK PSAP
• • • • • • OBJECTIVE (TUJUAN) DEFINITION (DEFINISI) RECOGNITION (PENGAKUAN) MEASUREMENT (PENGUKURAN) REPORTING (PELAPORAN) DISCLOSURE (PENGUNGKAPAN)

Jelaskan isi pokok PSAP (Pernyataan SAP/Standar Akuntansi Pemerintahan) yang mencakup tujuan, definisi, pengakuan, pengukuran, pelaporan, dan pengungkapan. Jelaskan secara singkat setiap pernyataan tersebut kaitannya dengan contoh salah satu PSAP.

74
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
• • • • • • • • • • Penyajian Laporan Keuangan Laporan Realisasi Anggaran Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Akuntansi Persediaan Akuntansi Aset Tetap Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan Akuntansi Investasi Akuntansi Kewajiban Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa • Laporan Keuangan Konsolidasian

Informasikan 11 PSAP yang ada mulai dari Laporan Keuangan sampai Laporan Keuangan Konsolidasian. Informasikan PSAP ini akan terus berkembang terkait dengan perkembangan kondisi keuangan daerah

SESI 6: STANDAR AKUNTANSI, SISTEM AKUNTANSI, DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

43

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

75
HUBUNGAN STANDAR DENGAN SISTEM

Jelaskan perbedaan antara Standar Akuntansi dan Sistem Akuntansi.

• Standar menjadi acuan dalam penyusunan Sistem. Keluaran Sistem harus sesuai dengan ketentuan dalam Standar. • SAP mengatur mengenai keluaran yang diharapkan, sedang Sistem merupakan gabungan dari langkahlangkah untuk menghasilkan keluaran sesuai dengan Standar.

76
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAERAH (SAPD)
• SAPD adalah serangkaian prosedur manual maupun terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah daearah. • Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) diatur dengan peraturan gubernur/bupati/ walikota yang mengacu pada peraturan daerah tentang pengelolaan keuangan daerah yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

77

Post-test

Setelah memberikan kesempatan peserta menanyakan beberapa hal yang belum jelas, lakukan post-test dengan menggunakan soal yang sama pada saat pre test. Upayakan hasil pre dan post-test bisa disampaikan kepada peserta sebelum pelatihan berakhir.

78
www.lgsp.or.id

TERIMA KASIH
Finance and Budget Team

44

SESI 6: STANDAR AKUNTANSI, SISTEM AKUNTANSI, DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

HAND-OUT

HAND-OUT

45

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

46

HAND-OUT

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Definisi Istilah Akuntansi
• Amortisasi adalah alokasi sistematis dari premium atau diskonto selama umur utang pemerintah. • Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode. • Aktivitas Operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi. • Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap dan aset non keuangan lainnya. • Aktivitas Pembiayaan adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/ atau pengeluaran kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi investasi jangka panjang, piutang jangka panjang, dan utang pemerintah sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran. • Aktivitas Non Anggaran adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan pemerintah. • Akun adalah media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan setiap transaksi yang mempengaruhi pos laporan keuangan. • Akuntansi adalah proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian atas hasilnya serta penyajian laporan. • Apropriasi adalah anggaran yang disetujui DPR/DPRD yang merupakan mandat yang diberikan kepada presiden/gubernur/bupati/walikota untuk melakukan pengeluaranpengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan. • Arus Kas adalah arus masuk dan arus keluar dan setara kas pada Bendahara Umum Negara/ Daerah. • Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai atau dimiliki sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. • Aset Tak Berwujud adalah aset non keuangan yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.

HAND-OUT

47

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

• Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. • Azas Bruto adalah suatu prinsip yang tidak memperkenankan pencatatan secara neto penerimaan setelah dikurangi pengeluaran pada suatu unit organisasi atau tidak memperkenankan pencatatan pengeluaran setelah dilakukan kompensasi antara penerimaan dan pengeluaran. • Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Contohnya rumah sakit, universitas negeri, atau otorita. • Bagan Akun Standar adalah daftar akun buku besar/sub buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan menyusun laporan keuangan. • Basis Kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. • Basis Akrual adalah basis akuntansi dimana semua transaksi dicatat pada saat terjadinya, baik yang menyebabkan perubahan kas maupun yang tidak terkait dengan kas. • Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. • Buku Jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara kronologis (urut waktu). • Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca, dan LAK. CaLK disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam LRA, Neraca, dan LAK harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam CaLK. • Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran. • Diskonto adalah jumlah selisih kurang antara nilai kini kewajiban (present value) dengan nilai jatuh tempo kewajiban (maturity value) karena tingkat bunga nominal lebih rendah dari tingkat bunga efektif. • Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. • Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

48

HAND-OUT

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

• Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. • Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. • Investasi Jangka Pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama 12 (dua belas) bulan atau kurang. • Investasi Jangka Panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (dua belas) bulan. • Investasi Non Permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk dalam investasi permanen, dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. • Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan. • Jurnal adalah pencatatan transaksi dimana satu transaksi akan mempengaruhi dua atau lebih perkiraan, satu sisi sebagai debet dan sisi lainnya sebagai kredit. • Jurnal Penyesuaian adalah penyesuaian transaksi jurnal dalam neraca saldo yang mempunyai pengaruh terhadap posisi neraca. • Jurnal Penutup adalah jurnal yang dilakukan pada akhir periode pembukuan atau pelaporan dengan menutup jurnal transaksi non neraca (pendapatan, belanja, dan pembiayaan) dan menimbulkan jurnal transaksi neraca yang terkait (aset lancar, investasi, aset tetap, hutang, dan ekuitas). • Jurnal Transaksi adalah tindakan mencatat transaksi keuangan dalam Buku Jurnal. • Kebijakan Akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. • Kesalahan adalah penyajian pos-pos yang secara signifikan tidak sesuai dengan yang seharusnya yang mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan atau periode sebelumnya. • Konsolidasi adalah proses penggabungan antara akun-akun yang diselenggarakan oleh suatu entitas pelaporan dengan entitas pelaporan lainnya, dengan mengeliminasi akun-akun timbal balik agar dapat disajikan sebagai satu entitas pelaporan konsolidasian. • Konstruksi dalam Pengerjaan adalah aset-aset yang sedang dalam proses pembangunan. Mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan dan irigasi, dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai.
HAND-OUT

49

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

• Kewajiban adalah hutang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. • Koreksi adalah tindakan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji dalam laporan keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya. • Laporan Keuangan Konsolidasian adalah suatu laporan keuangan yang merupakan gabungan keseluruhan laporan keuangan entitas pelaporan sehingga tersaji sebagai satu entitas tunggal. • Laporan Keuangan Interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan di antara dua laporan keuangan tahunan. • Laporan Realisasi Anggaran menyediakan informasi mengenai realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan pembiayaan dari suatu entitas pelaporan yang masingmasing diperbandingkan dengan anggarannya. • Laporan Arus Kas memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas suatu entitas pelaporan dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran selama satu periode akuntansi. • Manfaat Sosial yang dimaksud dalam standar ini adalah manfaat yang tidak dapat diukur langsung dengan satuan uang namun berpengaruh pada peningkatan pelayanan pemerintah pada masyartakat luas maupun golongan masyarakat tertentu. • Materialitas adalah suatu kondisi jika tidak tersajikannya atau salah saji suatu informasi akan mempengaruhi keputusan atau penilaian pengguna yang dibuat atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada hakikat atau besarnya pos atau kesalahan yang dipertimbangkan dari keadaan khusus di mana kekurangan atau salah saji terjadi. • Metode Penilaian Investasi adalah metode yang digunakan untuk menilai atau menetapkan nilai suatu investasi. • Metode Biaya: Investasi dicatat sebesar biaya perolehan. • Metode Ekuitas: Investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan ditambah atau dikurangi sebesar bagian laba atau rugi pemerintah setelah tanggal perolehan. • Metode Nilai Bersih yang Dapat Direalisasikan: digunakan untuk kepemilikan yang akan dilepas/dijual dalam jangka waktu dekat. • Neraca menggambarkan posisi keuangan pemerintah mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. • Neraca Awal adalah Neraca yang disusun pertama kali oleh Pemerintah Daerah. Neraca Awal dapat disusun setiap saat. • Neraca Saldo adalah daftar saldo masing-masing buku besar.
50

HAND-OUT

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

• Nilai Wajar adalah nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar fihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. • Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi instansi dan digunakan untuk memperoleh uang dari Bendahara Umum Negara/Daerah guna membiayai pengeluaranpengeluaran selama periode otorisasi tersebut. • Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. • Pembukuan Tunggal adalah pencatatan satu transaksi pada satu buku atau lebih tidak pada saat yang bersamaan. • Pembukuan Berpasangan adalah pencatatan satu transaksi pada dua buku atau lebih pada saat yang bersamaan dengan prinsip keseimbangan nilai transaksi. • Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. • Penjurnalan adalah penempatan data transaksi ke pos neraca dan atau pos penerimaan atau pengeluaran dalam kelompok kredit atau debet. • Penyusutan adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset. • Perhitungan Pihak Ketiga, selanjutnya disebut PFK, merupakan utang pemerintah kepada pihak lain yang disebabkan kedudukan pemerintah sebagai pemotong pajak atau pungutan lainnya, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), iuran Askes, Taspen, dan Taperum. • Peristiwa Luar Biasa adalah kejadian atau transaksi yang secara jelas berbeda dari aktivitas normal entitas dan karenanya tidak diharapkan terjadi dan berada diluar kendali atau pengaruh entitas sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran atau posisi aset/kewajiban. • Persediaan adalah aset lancar (barang, perlengkapan) untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah dan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan adalah aset berwujud berupa: - Supplies utk operasional. - Supplies utk proses produksi. - Barang dalam proses produksi. - Barang yang disimpan untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.

HAND-OUT

51

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

• Posting adalah penempatan data jurnal transaksi ke Buku Besar Umum atau Buku Bantu. • Retensi adalah jumlah termin (progress billing) yang belum dibayar hingga pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk pembayaran jumlah tersebut. • Setara Kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan. • Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran APBN/APBD selama satu periode pelaporan. • Surplus/Defisit adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan. • Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. SAP digunakan oleh pemerintah sebagai pedoman dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan. • Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah adalah serangkaian prosedur manual maupun terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah daerah. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) diatur dengan peraturan gubernur/bupati/walikota yang mengacu pada peraturan daerah tentang pengelolaan keuangan daerah yang berpedoman pada peraturan pemerintah. • Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil.

52

LAMPIRAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

LAMPIRAN

LAMPIRAN

53

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

54

LAMPIRAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Lampiran 1

Agenda Lokakarya Dasar Akuntansi bagi Pimpinan Daerah

Registrasi…………………………………………………………………… 08.00 – 08.30 Sesi 1: Latar Belakang…………………………………………………….... 08.30 – 09.15 Sesi 2: Laporan Keuangan dan Sistem Akuntansi………………………….. 09.15 – 10.45 Rehat ……………………………………………………………………… 10.45 – 11.00 Sesi 3: Pertanyaan Dasar Akuntansi ……………………………………..... 11.00 – 12.00 Makan Siang .................................................................................................. 12.00 – 13.30 Sesi 4: Akuntansi Pembukuan Berpasangan .................................................. 13.30 – 14.30 Sesi 5: Persamaan Dasar Akuntansi Pembukuan Berpasangan dan Basis Pembukuan............................................................................... 04.30 – 15.30 Rehat ............................................................................................................. 15.30 – 15.45 Sesi 6: Standar Akuntansi, Sistem Akuntansi dan Kebijakan Akuntansi…… 15.45 – 16.45

LAMPIRAN

55

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

56

LAMPIRAN

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Lampiran 2

Soal Pre-test dan Post-test
1. Apa yang anda ketahui mengenai sistem pembukuan berpasangan?

2. Apa perbedaan pencatatan dengan basis kas dan basis akrual?

3. Apakah Laporan Keuangan yang wajib disusun oleh Pemda?

4. Sebutkan komponen pokok dalam Laporan Neraca!

Notes: 1. Pada saat pre test, diharapkan peserta tidak membuka hands-out atau materi pelatihan terlebih dahulu. 2. Demikian pula pada saat post-test 3. Tidak perlu mencantumkan nama atau instansi
LAMPIRAN

57

AKUNTANSI DASAR BAGI TINGKAT MANAJEMEN

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

58

LAMPIRAN

Akuntansi Dasar untuk Pimpinan Daerah

Akuntansi adalah komponen penting dalam pertanggungjawaban keuangan, khususnya bagi pemerintah daerah di Indonesia. Sejak kemerdekaan Indonesia sampai dengan tahun 2002, konsep pembukuan di pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat masih menggunakan akuntansi pembukuan tunggal dengan berbasis kas. Diperlukan buku yang memisahkan kelompok pendapatan dan belanja, serta kas dan non kas. Dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002, akuntansi pembukuan berpasangan mulai diperkenalkan secara terbatas sebagai bagian dari administrasi keuangan daerah. Secara resmi akuntansi pembukuan berpasangan mulai diberlakukan secara utuh dan menyeluruh dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan. Walaupun secara resmi telah diwajibkan, masih banyak aparat dan staf keuangan di daerah yang belum memahami apa yang dimaksud dengan akuntansi pembukuan berpasangan, bagaimana mekanisme pencatatannya, apa perbedaannya dengan pembukuan tunggal, dan bagaimana penyusunan laporan keuangannya. LGSP menyusun dan menyampaikan modul dasar akuntansi bagi manajemen bertujuan agar para pimpinan daerah dapat memahami apa yang dimaksud dengan akuntansi secara umum, apa perbedaannya dengan konsep akuntansi yang diterapkan terdahulu, dan bagaimana akuntansi ini dapat membantu mempermudah pemahaman laporan keuangan yang dapat dihasilkannya. Dengan penggunaan materi yang sederhana, contoh yang umum berlaku di pemerintah daerah, dan tampilan visual diharapkan akan mempermudah pemahaman bagi pimpinan daerah dan juga pembaca modul ini dalam memahami akuntansi pembukuan berpasangan bagi pemerintah daerah di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->