AYAM DAN MUSANG Tok….Ptokk….Tokk…Ptokkk.. Ck….

Ckk… Berlari – Lari dan bermain – main mainlah sekeluarga ayam yang tinggal di sebuah rumah yang berada di tepi sawah. Mareka keluarga yang utuh terdiri dari ayah ayam, ibu ayam, dan beberapa anak ayam, ada yang kuning, hitam, putih, dan ada juga yang belang. Ayah nya selalu menasihati mereka, kalau mereka keluar jangan jauh – jauh dari oarng tuanya, sebab di luar sana ada elang dan musang yang suka memakan ayam.. Diantara anak ayam tersebut ada yang hitam, anak ayam yang hitam tersebut selalu tidak mendengar nasehat orang tuanya, orang tuanya melarang pulang malam, dia selalu pulang malam, dan dia sering jauh – jauh dari orang tuanya. Dan kalau dimarahi, anak ayam yang hitam tersebut selalu diam. Pada suatu hari, keluarga ayam tersebut berjalan – jalan keluar untuk mencari makan. Sedang asiknya mereka mencari makan, tiba – tiba si hitam tadi pergi entah kemana. Ayah dan ibunya kebingungan mau mencari mereka kemana, sedangkan hari sudah mulai malam. Akhirnya mereka pulang. Dialain tempat, ternyata sihitam tersebut telah ditangkap oleh musang yang berada di semak – semak sawah. Musang tersebut memegang kaki ayam yang kecil itu erat – erat dan berteriaklah anak ayam hitam tersebut karena kesakitan dan katakutan. Ketika si musang mau memakan si anak ayam, apa kata anak ayam ke musang : “So, Muso… Mak leh kau makeng akau So ! Akau inih nnak, tanggung kau makeng, kasasang gih. . !!! Ilak kau makeng mok dinga apok kuh, gdoa gea dikik, banyoak lo dagi..!!”1 “Manang akau nak nangkak mok dinga apok kah??”2 Jawab si Musang “ibea bee kau ke umoh ma kamai aweng umpung kawo..!!!”3 Ujar si hitam Karena mendengar kata anak ayam hitam tersebut, akhirnya si musang melepaskan anak ayam tersebut. Hari pun mulai malam, si hitam pun pulang setelah dilepaskan oleh si musang. “Tanateng mpuh sito ? ahai lah malo, la gellek bahu balek”4 Marah ayah ayam Apa kata si hitam “Dnge yeh !! akau tadi di tangkak muso, haro idoak akau pertauk!!”5 “mpa gddoa parageu, Kalak kau la ditangkak muso pasti la dibakeng nyuh kaau!!”6 Kata ayah “Iyeah nye, idoak akau partauk, mako nyea mbeuh maleppeh akau karno aku ngato tanggung kalak kau nangkak akau, akau agi nnak. Ilak kau makeng apok atau mok kuh. Gdoa gea, titung akau ngato, akau kato pulo kito tideu aweng umpung kawo!!!7 Setelah mendengar cerita Si hitam tersebut, ayah dan ibunya langsung nyebut. Dan memarahi Si hitam tadi. Karena sudah tau di sarang mereka mau di datangi oleh musang, maka mereka sepakat untuk pindah ke bawah pohon cabe.
Keterangan 1 Sang,, Musang,, Jangan lah kau makan aku, aku ini kecil, tanggung kalau kau makan aku,..!!! Lebih baik kau makan orang tuaku, mana lebih besar, banyak pula daging nya,,!! 2 Bagaimana caranya aku menangkap ayah dan ibumu ?? 3 Datang saja ke rumah kami di bawah pohon kopi..!! 4 dari mana kamu setan, sudah malam baru pulang!! 5 dengar dulu!! Tadi aku ditangkap musang , aku tidak bohong !! 6 Mana mungkin kamu ditangkap musang, kalau kamu di tangkap musang pasti dia sudah memakan kamu !! 7 Benar, aku tidak bohong. Dia mau melepasku karena aku bilang kalau dia makan aku tanggung, aku masih kecil, ledih baik dia makan ayah atau ibuku,besar lagi. Itu yang aku bilang, aku juga bilang kalau kita tidur di bawah pohon kopi !!!

Hari pun malam, merekapun pindah ke rumah baru mereka dibawah pohon cabe. Tak lama kemudian si musang pun datang dengan diam – diam melihat dibawah pohon kopi. Ditempat lain keluarga ayam asyik melihat kedatangan si musang. “sstt.. mmak ribuk, muso libea..!!”8 Kata ayah

sebagai penunda lapar.. Si musang keliling – keliling mencari si ayam. dan berkata “Haa inih uhang nga martuk akau sahi tang. Sementara hari sudah mulai terang dan musang pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan kesal.!!!”10 Jawab si hitam.. Terkecoh juga si musang karena tidak juga bertemu mereka. tapi kami sudah pindah ke bawah pohon cabe. maka dilepaslah si hitam tersebut. karena tau akan di datang si musang.!! 9 Mana ada kalian tidur dibawah pohon kopi kemaren... kalu idoak aku ngato. hanya ada tai nya saja yang ada.!!”14 Kata si hitam pula “Mpa budeih nye. Anak nya yang kuning sakit perut masuk angin. tidak ada juga. Dia mau pulang ditangkap pula oleh si musang yang mengintip nya dari semak. ayo cepat kita pindah. Di jilat juga tai tersebut.. Dan ditangkapnya si hitam tersebut.. Dalam hatinya diamarah. pengganti lapar. Dilihat – lihatnya sekitar tempat itu. Tai yang di jumpainya ternyata masih hangat juga.. malo saging aweng umpu cabe gea kamai talo. nanti malam kami juga tinggal di bawah pohon cabe.. tapi kamai la pindoah kawa umpung cabe. Tidak ditemukan nya mereka. dibawah pohon mangga..!!”15 Pindah pulalah anak – beranak tersebut ke bawah pohon terong. Kira –kira jam 8 malam si musang pun datang. dibawah pohon tomat juga tidak ditemukan nya juga mereka. seandainya besok dia bertemu lagi dengan si hitam tidak tanggung – tanggung lagi langsung dia makan.Tai nya masih hangat. kalau tidak aku bilang. 13 Kau bilang juga kita tidur di bawah pohon cabe ? 14 Tentu iya aku bilang.!!”16 Serempaklah mereka menjawab “mmakk.!! 10 Kami ada kami lihat kamu prgi keawah pohon kopi. di dnge nyuh kentauk kaau. hari sudah malam. ahai lah malo. Dakdea iko iniuk…!!”9 “adei nye kamai ngalloi kau ging kawah umpung kawo malang. Kau kato ulo kito tideu aweng umpu cabe ?”13 Tanya ayah nya “Ntu yeah akau kato. Langsung di pergi kebawah poho cabe. Apa katanya ”Indeuk. Keliling – keliling dia mencari ayam. Marah – marah lah ayah dan ibunya kepadanya. dia pun keliling – keliling melihat – lihat. Sementara ayam sudah ketakutan karena si musang sudah dekat dengan pohon terong tempat ayam – ayam tersebut tinggal. pio mpa ngato. dengan kaki kiri yang berdarah karena kena kuku musang yang tajam. pasti acok nyea nyiuk kalak kito inik iyeng. Tapi disiangnya si hitam hilang juga. Setelah dimarahin orang tuanya. hari semakin malam dan bertambah dingin.!! sudah ku periksa tidak ada kalian disitu. Dijilatnya tai itu. Hari punsudah petang.!! mano adea iko tideu aweng umpung kawo sahi tang . lpeh leh akau..!! 17 “Idik tataho gih di akiu”18 Kata si kuning “Kentauk beeleh kaau ngungunge”19 kata si ayah . Pada malam itu udaranya sangat dingin karena hari hujan. mmoh coak kito pindoah. siapa tau ada. mana mau dia melepaskaj aku…!! 15 Kamu ini bodoh sekali. Dan teruslah musang mencari mereka. dipegang pula kakinya. tidak ada seekor ayampun yang ada.. Besok nya si hitam ditegur pula oleh ayahnya. mano bisa nyea mbeuh marpeh akau. lepas saja aku ini. pohon jambu biji. Tidak puas duduk termenung dibawah pohon cabe. Keterangan : 8 sstt… Jangan ribut.!! ludoah akau marisoh. indeuk akau nak kentauk.!! Berikutnya. dia di tanya oleh teman nya yang kuning “Pio kau ingkak ? apo pulo kasuwang kaau sahai nih ?”11 “Akau di tangkak muso ugei”12 Kata si hitam “Hah….kloi muso dkek. si hitam kembali kerumah nya. musang sudah datang. kenapa kamu bilang. Dilihatnya dibawah pohon kopi. pohon jambu air. Bekas tai ayam juga di jumpainya... Si musang itu pun pun percya kata – kata si hitam.musang kepada anak – anak nya.!! 11 Kenapa kaki kamu ? Apalagi yang kamu jumpai hari ini ? 12 Aku di tangkap si musang juga.

Ibunya berkata kepada mereka bahwa mereka telah menjadi anak yatim. Dan lebih ketakutanlah ayam – ayam tesebut. Itu semua terjadi karena ulah si hitam. maka tidurlah ayam – ayam tersebut di bawah pohon jeruk. Ternyata ayah nya lagi yang masuk angin. Pada malam itu juga hujan gerimis. Tapi apa guna si hitam menyesali perbuatan nya... Anak nya yang kuning juga masuk angin malam itu. Si hitam pula yang masuk angin. didengarnya kemntut kamu. Ternyata kentutnya ada dicium si musang. dan dia pun kentut dengan suara yang pelan. Ibu aku ingin kentut. Tapi yang lebih berbahaya adalah kentut ibunya. Dan ditangkap pula lah ibunya. Maka jadilah mereka anak yatim piatu. Ayam kuning itu pun kentut dengan pelan pada malam itu. dan keadaanpun mulai tenang. Hujan pun mulai turun rintik – rintik.pelan . Ibunya juga masuk angin pada malam itu. dia pun kentut dengan suara yang keras “phuuuuuuuutttttt” Mendengar bunyi kentut yang keras. pasti dia tau kalau kita disini.!! 17 Jangan. kerena semuanya telah terjadi. Dan musang langsung menyergap ayah ayam tersebut yang seekor ayam bangkok besar. Maka kenyanglah musang pada malam itu. Maka bergeraklah si musang mencari bau tersebut. musang pun mengetahui keberadaan mereka. maka musang pun mulai gelisah ingin mencari tahu asal dari bau tersebut.!! 18 Tidak tertahan lagi oleh ku 19 Kentut sajalah kamu pelan . lihat si musang dekat dengan kita. Tanpa minta izin. Kenyang pula musang pada malam itu. Dan ayah mereka telah menjadi tai musang. Malam pun tiba. Keesokan harinya ibu ayam sudah berhasil mengumpulkan anak mereka yang telah berpencarakibat semalam. Sejak itulah si hitam menyesali perbuatannya. Kentut ibunya juga sama dengan kentut ayah nya yang keras “phuuuuuuuuttttt” dan musang pun tau keberadaan mereka. Mencium bau kentut tersebut. Maka dapatlah ibunya dimakan oleh musang. Menghabiskan seekor ayam besar sendiri – sendiri.Maka kentutlah si kuning dengan pelan “puut”. Waktupun mulai berlalu. Menyesal kemudian tiadalah berguna SEKIAN Sumber : NURDIN BAKRI 64 TAHUN Keterangan 16 Ibu. “ puuut”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful