Anda di halaman 1dari 41

18 ALAT OPTIK

Alat optik dapat bekerja jika terdapat cahaya jadi, kerja alat optik karena bantuan cahaya.
Macam-macam alt optik
1. Mata
Mata dapat melihat suatu benda jika benda tersebut memantulkan cahaya. Cahaya
yang masuk kemudian dibiaskan oleh lensa mata, sehingga terbentuk bayangan
diretina. Bayangan tersebut bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Kemampuan
mata untuk mengubah kecenbungan lensa mata sehingga bayangan dapat tepatjatuh
pada retinadinamakan daya akomodasi. Mata manusia dapat mengalami kelainan,
antara lain rabun jauh ( miopi ), rabun dekat ( hipermetropi ), mata tua
( presbiopi ), dan astigmatisma .
2. Lup atau kaca pembesar
Lup ( kaca pembesar ) adalah alat optik yang yang terdiri atas sebuah lensa
cembung yang diginakan untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak
lebih besar dan jelas, Bayangan yang dihasilkan oleh Lup bersifat Maya, tegak, dan
diperbesar. Pengamatan dengan Lup ada dua macam sebagai berikut.
a. Pengamatan Lup dengan mata tak berakomodasi perbesaran bayanga
yang dihasilkan.

Sn
M =
f

b. Pengamatan lup dengan mata berakomodasi perbesaran bayanganyang


dihasilkan :

Sn
M = +1
f
Keterangan :
M = perbesaran sudut
Sn = jarak titik dekat pengamat (em)
f = jarak fokus (cm)

3. Mikroskop
Mikroskop adalah alt optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat
kecil. Mikroskop terdiri atas susunan dua lensa, yaitu lensa obyektif dan lensa
okuler. Bersifat nyata, terbalik dan diperbesar, sedangkan bayangan yang dibentuk
oleh lensa okuler besrifat maya, terbalik, dan perbesar.
Pengamatan dengan mikroskop ada dua macam.
a. pengamatan mikroskop tanpa akomodasi, perbesaran total bayangan di
hasilkan.
S 'ob S
M total = x n
S ob f ok

b. Pengamatan mikroskop dengan akomodasi maksimum :


S ' ob  S 
M total = X  n + 1 
S ob  f ok 
Sementara itu, panjang mikroskop dapat ditentukan sebagai berikut :
'
d = S ob + S ok
Keterangan :
S’ob = jarak bayangan terhadap lensa objektif (cm)
Sob = jarak bda terhadap lensa objektif (cm)
Sn = jarak titik dekat mata pengamat (cm)
Fok = jarak fokus lensa objektif (cm)
d = panjang mokroskop (cm)
Sok = jarak benda terhadap lensa okuler (cm)

4. Teropong
Teropong atau teleskop adalah alat optik yang dugunsakan untuk melihat benda-
benda yang sangat jauh agar tampam lebih dekat dan jelas. Terdapat dua jenis
teropong sebagai berikut.
a. Teropong Bias ( Lensa ) yang terdiri beberapa lensa.
b. Teropong pantul ( cermin ), yang terdiri beberapa lensa daan cermin.
5. Teropong Bias meliputi teropong, teroipong bumi, teropng Prisma, dan teropong
panggung.
a. Teropong bintang
Teropong bintangg dugunakan untuk mengamati objek-objek yang berada
dluar angkasa luar. Pengamatan dengan teropong bintang ada dua macam
sebagai berikut.
1). Pengamatan teropong bintang dengan mata tak berakomodasi
perbesaran bayangan dihasilkan :
S' f
M = ob = ob
S ok f ok

2). Pengamatan teropong bintang dengan mata berakomodasi maksimum,


perbesaran bayangan yang di hasilkan :
f  S + f ok 
M = ob  n 
f ok  Sn 

Sementara itu, panjang teropong dapat ditentukan sebagai berikut .


d = f ob + s ok

b. Teropong Bumi
Teropng Bumi digunaka untukmengamati benda-benda yang ada
dipermukaan bumi ada dua macam sebagai berikut.
1). Pengamatan teropong Bumidengan mata tak berakomodasi perbesaran
bayangan yang dihasilkan :
f ob
M =
f ok

Panjang teropong bumi dengan pengamataan mata tak brakomodasi :

d = f ob + 4 f pb f ok

2). Pengamatan teropong bumi dengan mata berakomodasi maksimum,


perbesaran bayangan yang dihasilkan :
f  S + f ok 
M = ob  n 
f ok  Sn 

Panjang teropong bumi dengan pengamatan mata berakomodasi


maksimum :

d = s ob + 4 f pb s ok
Keterangan :
f pb = jarak fokus lensa pembalik ( cm )

19 SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Menurut teori maxwell, gelombang elektromagnetik merupakan perambatan medan listrik


dan medan magnet kesegala arah yang satu sama lain saling tegak lurus secara periodik.

Gelombang Elektromagnetik memilki sifat-sifat yang sama dengan cahaya sebagi berikut :
1. Dapat merambat dalam ruang Hampa ( tidak memerlukan medium untuk merambat ).
2. Tidak bermuatan listrik.
3. Merukpakan gelombang transversal, yaitu arah geraknya lurus dengan perambatannya.
4. Memilki sifat umum gelombang, seperti dapat mengalami polarisasi, pemantulan
( refleksi ), pembiasan (refraksi), interferensi, dan lenturan ( difraksi ).
5. Arah perambatannya tidaak dibelokkan, baik pada medan listirk maupun medan magnet.
Kecepatan perambatangelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas
listrik ( εο ) dan permeabilitas ( µο ).

1
c = = 3 x 10 8 m / s
ε ο µο
Keterangan :
c = kecepa tan gelombang elektromag netik ( m / s )
εο = 8 x 10 −12
C / Nm 2 2

µο= 4 x 10 Wb / Am
−7

Secara umum panjang gelombang, frekuensi, dan kecepatan perambatan gelombang


Elektromagnetik memenuhi persamaan berikut.

c = λ f
Spektrum Gelombang elektromagnetik dari frekuensi kecil sampai frekuensi terbesar
sebgai berikut.
1. Gelombang Radio dan Televisi
2. Gelombang mikro
3. Sinar Infrared ( IR).
4. Cahaya Tampak
5. Sinar Ultraviolet ( UV)
6. Sinar-X
7. Sinar gamma.

Beberapa kegunaan gelombang elektromagnetik :


1. Sinar-X banyak dipergunakan dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang
industri.
2. Sinar Ultraviolet digunakan untuyk pengenalan unsur-unsur dalam suatu bahan
dengan teknik spektroskopi.
3. Sinar Inframerah digunakan dalam pemotretan.
4. Gelombang radar digunakan untuk mendeteksi sasaran dan menbantu keamanan
pendaratan pesawat terbang.
5. Gelombang radio dan televisi sebagi alat komunikasi/pembawa informasi.

20 PERSAMAAN GELOMBANG BERJALAN

Perhatikan gambar berikut :

Misalkan titik O melakikan getaran harmonic dengan frekuensi f . simpangan O pada saat t
dinyatakan dengan :

y = A sin ω t

Misalkan titik O melakukan getaran kearah titik ap yang jaraknya x dari O dengan cepat
rambat v, waktu yang diperlukan getaran (gelombang) untuk merambat ke P yaitu :

x
t' =
v
Jadi, P bergetar t sekon setelah O. ini berrti jika O telah bergetar t sekon, P sudah bergetar
selama ( t-t). dengan demikian persamaan gelombang berjalan di P sebagai berikut.

 t x 
y = A sin 2π  ± 
 T λ 
3 x 10 8 m/s
= 5 x 10 3 m
6 x 10 4 Hz
Jadi, siaran radio tersebut dapat ditangkap pada panjang gelombang 5 x 103 m.
Atau
y = ± A sin 2π ( ωt ± kx )
Atau
x
y = ± A sin 2πf ( t ± )
v
Keterangan :
y = simpangan getaran dititik yang be ker ja x dari titik asal getaran
A = Amplitudo getaran dititik asal (m)
t = lama titik asal telah bergetar ( s )
v = cpat rambat gelombang ( m / s )
ω = kecepa tan sudut ( rad / s )
f = frekuensi getaran ( Hz )
k = bilangan gelombang (/ m)
x = jarak titik pada tali dari titik asal getaran ( m)
λ = panjang gelombang (m)

Sementara itu. Sudut fase gelombang berjalan dirumuskan sebagai berikut :


 t x 
θ = 2π  ± 
 T λ 
θ = 2π ϕ
keterangan :
θ = sudut fase
ϕ = fase

21 INTERFERENSI DAN DIFRAKSI CAHAYA

• Perhatikan Pola interfernsi gelombang pada gambar berikut.


• Pada interferensi suatu gelombang dapat menghasilkan pola maksimum
(konstruktif) dan minimum (destruktif), bila sumber gelombang elektromagnetik
yang digunakan cahay monokromatik (cahaya satu warna atau satu panjang
gelombang), pola maksimum dan minimum akan tampak sebagai pola gelap dan
terang yang saling berurutan.
• Pola maksimum ( pola terang ) terjadi jika beda lintasan optik merupakan kelipatan
bulat panjang gelombang, sehingga:
d sin θ = n λ
• Pola minimum atau pola gelap terjadi jika beda lintasan optik merupakan kelipatan
setengah bulat panjang gelombang sehingga :
 2n + 1 
d sin θ =  λ
 2 

• Jarak terang ke n dirumuskan sebagai berikut :

yn
d = nλ
L
Keterangan :
d = jarak celah ( m)
θ = jarak deviasi
n = orde int erferensi =1, 2,33 ....( bilangan bulat )
λ = panjang gelombang

• Selain Interferensi, gelombang juga mengalami gejala difraksi. Ketika sumber


cahaya melewati sebuah celah sempit, akan terjadi poloa gelap terang. Peristiwa
terserbut dinamakan difraksi pada celah tunggal.Difraksi pada celah tunggal
dirumuskan sebagai berikut :

sin θ =
a
Keterangan :
a = lebar celah ( m)
θ = sudut deviasi
m = orde divraksi
= ±1, ± 2, ±3,...( bilangan bulat )
λ = panjang gelombang cahaya ( m)

• Selain itu difraksijuga bisa terjadi pada celah banyak ( kisi Difraksi ). Pola
maksimum ( pola terang ) terjadi jika beda lintasan optik merupakan kelipatan bulat
panjang gelombang sehingga :
d sin θ = n λ
• Pola minimum ( pola gelap ) terjadi jika beda lintasan optik merupakan kelipatan
setengah bulat panjang gelombang :
 2n + 1 
d sin θ =  λ
 2 
Keterangan :
d = kons tan ta kisi
θ = sudut var iasi
n = orde difraksi =1,2,3....( bilangan bulat ) •
Konstanta kisi merupakan
λ = panjang gelombang cahaya karakteristik kisi yang
menunjukkan banyaknya garis per cm (biasa dituli “ gr liner per cm”
1
d =
gr
Dengan d dalam cm.

22 INTENSITAS DAN TARAF INTENSITAS BUNYI

Penyaringan bunyi dapat ditentukan dengan besaran intensitas yaitu daya rata-rata per
satuan yang datang tegak lurus terhadap arah perjalanan.
• Intensitas bunyi yaitu energi bunyi tiap sekon (daya bunyi ) yang menembus bidang
setiap satuan luas permukaaan secara tegak lurus.
• Intensitas bunyi yang dihasilkan sumber titik dapat di tentukan dengan rumus
sebagai berikut :
P P rata −rata
I = atau I =
A 4π r 2
Keterangan :
I = int ensitas bunyi
P = daya bunyi ( watt )
A = luas bidang ( m 2 )

• Intensitas yang ditangkap oleh telinga manusia cukup lebar. Hal tersebut terjadi
karena rangsangan pisikologis kenyaringan tidak berubah-ubah secara langsung
terhadap intensitas, namun lebuih mendekati logaritmik, maka skala logaritmik
digunakan untuk menyatakan tingkat intensitas gelombang bunyi. Tingkat intensitas
( Taraf Intensitas ) yang diukur dalam desibel (dB) didefinisikan sebagai berikut.
i
TI = 10 log
io
keterangan :
TI = tingkat int ensitas bunyi (dB )
I = int ensitas bunyi (W / m 2 )
I o = int ensitas bunyi acuan yang digunakan int ensitas ambang pendengara n(10 −12 W / m 2 )

23 Efek Doppler

Frekuensi yang diterima pendengar bergantung pada jumlah getaran yang datang ke
telinga. Tiap satu satuan waktu frekuensi yang diterima pendengar tidak selalu sama
dengan freukensi yang dipancarkan oleh sumber bunyi.
Gelombang yang diterima pendengar dapat dicari menggunakan rumus berikut.
v ± vp
fp = fs
v ± vs
Keterangan :
fp = frekuensi gelombang yang diterima pendengar (Hz)
fs = frekuensi gelombang yang dipancarkan sumber bunyi (Hz)
v = cepat rambat gelombangbunyi diudara(m/s)
vp = kecepatan pendengar
vs = kecepatan sumber bunyi(m/s)

Cepat rambat bunyi diudara (v) selalu bertanda positif, Untuk komponen-komponen
persaman lain berlaku sebagi berikut.
a. Vs Bertanda positif bila sumber bergerak menjauhi pendengar.
b. VS bertanda negatif bila sumber bergerak mndekati pendengar.
c. VP bertanda positif bila pendengar bergerak mendekati sumber bunyi.
d. VP bertanda negatif bila pendengar bergerak mendekati sumber bunyi.
e. VP = 0, bila pendengar diam.
f. VS = 0, bila sumber binyi diam.

24 Hukum Coulomb dan Medan Listrik

A. Hukum Coulomb
Bunyinya : “Besar gaya atau aya tolak antara dua muatan sebanding dengan muatan-
muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan”.
Secara matematis hukum Coulomb dinyatakan sebagai berikut :

q1 q 2
F = k
r2

Keterangan :
F = Gaya Coulomb (N)
k = Konstanta = 9 x 109 Nm/C2
q1 q2 = muatan benda (C)
r = jarak benda (m)

Gaya Coulomb dalam bahan dirumuskan :


1 q1 q 2
Fbahan = x
4π k r2

B. Medan Listrik
• Medan listrik didefinisikan sebagai ruang di sekitar suatu muatan listrik
sumber dimana muatan listrik lainnya dalam ruang ini akan mengalami gaya
Coulomb atau gaya listrik (tarik atau tolak)
• Benda bermuatan yang dihasilkan medan listrik dinamakan muatan sumber
• Muatan lain yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik muatan sumber
dinamakan muatan ……
• Kuat medan listrik pada lokasi dimana muatan uji berada didefinisikan
sebagai besar gaya Coulomb (gaya listrik) yang bekerja pada muatan uji itu
dibagi dengan besar muatan uji.
F
E =
qo
Keterangan :
q = besar muatan uji (c)
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya Coulomb (N)

• Arah kuat medan listrik E pada suatu titik didefinisikan sebagai arah gaya
listrik yang akan dikerjakan pada suatu muatan uji positif yang diletakkan
pada titik itu.
• Kuat medan listrik pada suatu titik dirumuskan :

q
E = k
r2
Keterangan :
E = kuat medan listrik ( N / C )
1
k = = 9 x 10 9 Nm 2 / C 2
4πεο
q = mua tan listrik (c )
r = jarak antar mua tan( m)

• Dua hal yang diperhatikan untuk menggambar vektor kuat medan listrik
pada suatu titik yaitu :
1. Vektor E menjauhi muatan sumber positif dan mendekati sumber
negatif
2. Vektor E memiliki garis kerja sepanjang garis hubung antara
muatan sumber dengan titik yang akan dilukis vektor kuat
medannya

25. KAPASITOR KEPING SEJAJAR

Kapasitor keping sejajar tersusun atas dua keping konduktor dengan luas masing-
masing keping A, jarak antara dua keping tersebut d dan diberi muatan sama besar tetapi
berlawanan jenis (muatan positif dan muatan negatif)
Kuat medan (E) kapasitor keping sejajar :
q
E =
εο A
Beda potensial (V) kapasitor keping sejajar :
q d
V =
εο A
Kapasitas (C) kapasitor keping sejajar dengan bahan penyekat berupa udara :
A
CO = εO
d
Kapasitas kapasitor dengan bahan penyekat selain udara/vakum (Co)
A
C O = ε1 ε O
d
Keterangan :
C = kapasitas kapasitor keeping sejajar (F)
εO = permitivit as vakum atau udara = 8,85 x 10 −12
ε1 = permitivit as relatif bahan penyekat = 8,85 x 10 −12
A = luas tepi keping pelat(m 2
)
d = jarak pisah kedua keping ( m)

26. PENGUKURAN ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK


• Arus listrik aliran partikel-partikel listrik bermuatan positif di dalam suatu
penghantar
• Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensia yang lebih rendah
q
I =
t
keterangan :
I = kuat arus(A)
q = banyak muatan yang mengalir(c)
t = lama/waktu muatan mengalir(s).

W
V =
q
Keterangan:
V = beda potensial dua titik(volt)
W = energi listrik(joule)
t = banyak muatan listrik(Coulomb).

27. HUKUM OHM dan HUKUM KIRCHOFF

A. Hukum Ohm
Bunyinya :
“Kuat arus yang mengalir melalui suatu penghantar sebanding dengan beda
potensial
antara ujung-ujung penghantar, asalkan suhu penghantar tersebut tidak berubah”.
Dirumuskan :

V =I R

Keterangan :
V = beda potensial (V)
I = kuat arus (A)
R = tahanan/hambatan (ohm).

B. Hukum Kirchoff
• Hukum I Kirchoff
Σ/ masuk = Σ/ keluar
• Hukum II Kirchoff
ΣV = 0 atau ΣΕ + ΣIR = 0

Dalam menggunakan persamaan hukum II Kirchoff perlu diperhatikan perjanjian-


perjanjian berikut :
a. Kuat arus bertanda positif (+) jika searah dengan arah loop yang kita tentukan, dan
bertanda negatif (-) jika berlawanan dengan arah loop yang kita tentukan
b. Apabila saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber tegangan dijumpai lebih
dahulu daripada kutub negatifnya ggl (E) bertanda positif. Sebaliknya jika kutub
negatif dijumpai lebih dahulu, ggl (E) bernilai negatif (-)

28. INDUKSI ELEKTROMAGNETIK


• Induksi elektromagnetik yaitu timbulnya arus listrik pada suatu penghantar
yang disebabkan oleh perubahan medan magnetik
• Gaya gerak listrik induksi (ggl induksi) yaitu gaya gerak listrik yang timbul
di ujung-ujung penghantar akibat perubahan medan magnetik
• Induksi magnet pada suatu titik
µO I
B =
2π a
keterangan :
B = induksi magnet dipusat lingkaran
µO = permiabili tas ruang hampa
I = kuat arus ( A)
a = jari − jari lingkaran penghantar
N = jumlah lili tan kawat
• Induksi magnet di pusat lingkaran berarus

29. GAYA MAGNETIK (GAYA LORENTZ)


• Gaya magnetik yang terjadi pada penghantar arus listrik dan berada dalam medan
magnetik disebut gaya Lorentz
Gaya Lorentz secara matematis dituliskan :
F = B I  sin α
keterangan :
F = gaya lorentz (N )
B = medan magnet (T )
I = kuat arus listrik ( A)
 = panjang kawat penghantar ( m)
α = sudut antara I dan B

• Gaya magnetik antara dua penghantar sejajar yang berarus listrik


µO I1 I 2
F1 = F2 = 
2π a
keterangan :
a = jarak antara dua kawat ( m)

• Gaya Lorentz pada muatan yang bergerak di dalam medan magnet


F = B q v sin θ
keterangan :
q = besar mua tan listrik yang bergerak
v = kelajuan mua tan listrik ayng bergerak (m / s)
θ = sudut yang dibentuk oleh B dan v

30. INDUKSI FARADAY

Bunyi hukum Faraday :


“GGL induksi atau arus induksi pada ujung-ujung kumparan sebanding denganlaju
∆θ
perubahan fluks magnetik dan banyaknya liliutan (N)”.
∆t
∆θ
ε = N
∆t
keteranaga n :
ε = ggl induksi (volt )
N = jumlah lili tan fluks
∆θ
= laju perubahan fluks mabnet (Wb / s )
∆t

31. RANGKAIAN R, L, dan C


• Rangkaian arus bolak balik adalah sebuah rangakaian yang terdiri dari satu atau
beberapa beban yang dihubungakn dengan sumber bolak-balik
VR = VRM Sin ωt
π
VL = VLM Sin ωt +
2
π
VC = VCM Sin ωt +
2
V =
2
VR + VL ( 2
− VC
2
)
V = I m Z Sin ωt + ϕ
Z = R2 + X L − X C
X L = ωL
1 1
XC = =
Xc 2π f C
1 1
fr =
2π LC
Vm = Im Z
VL − VC XL − XC
Tan ϕ = =
VR R
keterangan :
VR = tegangan sesaat pada resistor (V )
VL = tegangan sesaat pada induktor (V ' )
VC = tegangan sesaat pada kapasitor (V ' )
ϕ = beda sudut fase tegangan dan arus
Z = impedansi rangkaian ( Ω)
X L = reakTansi Induktor ( Ω)
Xc = Re akTansi kapasitor ( Ω)
f = frekuensi
L = induktor ( H )
ω = KecepaTan sudut (rad / s )

32. RELATIVITAS
• Transformasi Galileo
U ' x = Ux − V
U ' y = Uy
U ' z = Uz
keterangan :
U ' x, U ' y , U ' z = besar kecepa tan benda s'
Ux , Uy , Uz = besar kecepa tan benda s

1
γ =
v2
1−
c2
Transformator Lorentz
x = y (x 2
+ vt ' ) z = y
 v2 
y = y' t = γ  t ' + 2 
 c 

• Kontraksi panjang
LO
L =
γ
• Transformasi luar
A = γ AO
• Transformasi volume
vO
V =
γ

• Dilatasi waktu
∆t = γ ∆t O
• Massa relativitas
m = γ mO
• Ek = ( γ − 1) − mO c 2
• Momentum relativitas
p = γ mO c 2

33. TEORI ATOM


• Teori Atom Thompson
Atom berbentuk bola pejal dan memiliki muatan listrik positif yang tersebar merata
di seluruh bagian atom. Muatan listrik positif ini dinetralkan oleh elektron-elektron
yang tersebar di antara muatan-muatan listrik positif. Banyaknya muatan positif
atom sama dengan banyaknya muatan negatif elektron
• Teori Atom Rutherford
1. Inti atom bermuatan positif, mengandung hampir seluruh massa
atom
2. Elektrton bermuatan negatif yang selalu mengelilingi inti
3. Jumlah muatan inti = jumlah muatan elektron yang
mengelilinginya
4. Gaya sentripel electron selama mengalami inti dibentuk oleh gaya
tarik elektrostatis :
2
mv
FS =
r
keterangan :
FS = gaya sentripeta l (N )
m = massa elektron ( kg )
v = kecepa tan ( m / s )
r = jari − jari
Gaya tarik menarik antara inti dengan electron
e2
F = k
r2
keterangan :
F = gaya tarik menarik (N )
k = kons tan ta = 9 x 10 9 Nm 2
/ c2
e = mua tan elementer = 1,6 x 10 −19 C
r = jari − jari lingkaran elektron
Energi total electron
e2
E = −k E = energi total elektron ( joule )
2r

Kelemahan teori atom Rutherford :


1. Tidak dapat menjelaskan kestabilan atom
2. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogen
• Postulat Bohr
Elektron tidak dapat berputar disekitar inti melalui setiap lintasan, tetapi hanya
melalui lintasan-lintasan tertentu tanpa membebaskan energi. Lintasan ini disebut
lintasan stasioner yang memiliki energi tertentu.

• Teori Atom Bohr :


1. Tiap elektron mengenal suatu lintasab tertentu di mana elektron
tidak memancarkan atau menyerap energi dalam bentuk pancaran atau
penyerapan foton.
2. Krena tambahan energi, suatu elektron itu dapat meloncat ke
lintasan dengan jari-jari lebih besar. Elektron dalam keadaan terbangkit
ini cenderung kembali ke lintasan yang memiliki tingkat energi lebih
rendah dengan memancarkan energi dalam bentuk gelombang
elektromagnetik
• Besar energi foton yang dilepaskan atau diserap saaat terjadi perpindahan lintasan

h f = E A − EB

• Jari-jari Bohr atom Hidrogen = a O = 0,53 A


• Jari-jari elektron untuk lintasan lain :
rn = n 2 = aO
• Energi terendah pada atom hidrogen = -13,6 eV disebut ground state
• Energi berikutnya dapat ditentukan dengan persamaan :
−13,6
En =
n2

34. RADIASI BENDA HITAM


• Setiap benda atau zat memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik yang
sifatnya bergantung dari sifat dan temperatur zat itu.
• Hukum Stefan-Boltzman
“Energi yang dipancarkan oleh suatu permukaan hitam dalam bentuk radiasi kalor
 Q 
tiap satuan waktu   sebanding dengan luas permukaan dan sebanding
 t 
dengan pangkat empat suhu mutlak permukaan itu (T4)
Q
=σ AT4
t
keterangan :
σ = tetapan stefan Boltzman = 5,67 x 10 −8 W / m 2 k 4
A = luas permukaan ( m)
T = suhu mutlak benda ( k ).
• Besarnya daya kalor radiasi
Q
P =
t
• Pengukuran spektrum benda hitam menurut Wien merumuskan bahwa besarnya
panjang gelombang untuk intensitas maksimum berbanding terbalik dengan suhu
mutlak benda.
λm T = C
T = suhu mutlak benda ( K )
C = tetapan pergeseran , Wien
= 2,90 x 10 −3 mK
λm = panjang gelombang maksimum ( m)

35. TEORI KUANTAM PLANCK


• Sifat dasar dari getaran molekul-molekul dalam dinding-dinding rongga benda
hitam sebagai berikut :
a. Getaran molekul-molekukl yang memancarkan radisi hanya dapat memiliki
satuan-satuan singkat dari energi En
En = n h f
keterangan :
E = bilangan kuantum (1,2,3,...)
h = tetapan planck = 6,626 x 10 −3 Js
f = frekuensi getaran molekul − molekul
b. Molekul-molekul yang memancarkan dan menyerap energi dalam satuan
diskrit dari energi cahaya disebut kuantum (foton). Molekul-molekul
melakukan itu dengan “melompat” dari satu tinglat energi ke tingkat energi
lainnya.
• Energi sebuah foton karena adanya beda energi antara dua tingkat energi yang
berdekatan diberikan oleh persamaan
E = h f

36. INTI ATOM

• Suatu nuklida dengan simbol kimia X, dengan nomor atom massa A, dan nomor
atom Z
A
Z X
Keterangan :
X = nama unsur
A = nomor massa
= jumlah proton dan netron dalam int i
Z = nomor atom
= banyaknya proton dalam int i
A − Z = menyatakan jumkah newton dalam int i

• Energi ikat inti adalah energi yang dilepas oleh nukleon-nukleon agra terbentuk inti
atom atau energi yang diperlukan untuk memisahkan nukleon yang membentuk inti.
E = ∆m c 2
keterangan :
∆m =susut massa ( kg )
c = kecepa tan cahaya ( m / s )
atau
E i = ∆m 1,5 10 −5 J
E i = ∆m 931 ,5 MeV
keterangan :
∆m = susut massa ( kg )
c = kecepa tan cahaya ( m / s )
Ei = energi ikat J
• Susut massa atau defek massa yaitu penyusutan massa karena massa inti lebih kecil
dari jumlah massa seluruh nukleon pembentuknya
∆m = ( Zm P + ( A − Z ) mn ) − m A
Z X
keterangan :
∆m = susut massa
m P = massa proton = 1,007 sma
m n = massa neutron = 1,008 sma
m A X = massa Inti
Z

36. RADIOAKTIVITAS
• Waktu paruh yaitu waktu yang dibutuhkan agar aktivitas radiasi berkurang setengah
dari aktivitas semula.
0.693
T1 =
2
λ
keterangan :
T1 = waktu paruh ( s )
2

λ = konsTanta peluruhan ( s )
• Aktivitas bahan radioaktif dinyatakan dengan banyak inti unsur radioaktif yang
meluruh tiap sekon
0,693
R = λ N atau R = N
T1
2

keterangan :
N = banyak Inti = N A
N A = bilangan Avogandre
T 1 = waktu paruh ( s )
2

R = Aktivitas Inti ( partikel / s )


λ = kons tan ta peluruhan ( s −1 )
• Hubungan antara banyaknya inti mula-mula (No), banyaknya inti setelah meluruh
setelah t (Nt), waktu paruh (T1/2) dan lama peluruhan (t) dinyatakan sebagai berikut
n
 1 
Nt =   NO
 2 
atau
−λt
Nt = NO e
keterangan :
N t = jumlah Inti yang tertinggal
1
n =
T1
2

T1 = waktu paruh
2

N O = jumlah Inti awal


t = lama peluruhan

SOAL-SOAL

1. Sebuah mikroskop mempunyai lensa objektif yang menghasilkan perbesaran 100


kali. Mikroskop itu digunakan oleh orang yang titik dekatnya 25 cm. Agar
memperoleh perbesaran total 600 kali, berapakah jarak fokus okuler yang
diperlukan bila mata berakomodasi maksimum?
Peny.
Pembahasan:
Diketahui :
M ob = 100 kali
M tot = 600 kali
Sn = 25 cm
DiTanyakan : f ok
jawab :
M tot = M ob M ok
 Sn 
M tot = M ob 
 f +1 

 ok 
 25 cm 
600 = 100 
 f +1 

 ok 
25 cm
6 −1 =
f ok
f ok = 5 cm .
Jadi jarak fokus okuler nya sejauh 5 cm .

2. Sebuah teropong bumi digunakan untuk mengamati benda di tak terhingga. Jarak
fokus lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okulernya berturut-turut 55 cm, 6
cm, dan 7 cm. Tentukan panjang teropong tersebut jika mata tak berakomodasi?
Peny.
Diketahui :
f ob = 55 cm
f pb = 6 cm
f ok = 7 cm
DiTanyakan : d
jawab :
d = f ob + 4 f pb + f ok
= 55 cm + 4( 6 cm ) + 7 cm = 86 cm
Jadi panjang teropong tersebut yaitu 86 cm .

3. Sebuah benda terletak 1 cm di depan lensa objektif mikroskop. Jarak fokus objektif
0,9 cm. Mata pengamat dibelakang lensa okuler melihat bayangan dengan
perbesaran terhadap lensa okuler sebesar 10 kali. Berapa perbesaran totalnya?
Peny.
Dik. Sob = 1 cm
fob = 0,9 cm
Mok = 10 kali
Dit. Mtotal = ….?
Jawab :
1 1 1
= + '
f ob S ob S ob
1 1 1
= + S ' ob
0,9 1 S ' o b M ob = =9
10 9 1 S ob
− = '
9 9 S ob
S ' o b = 9 cm

M total = M ob × M ok = 9 ×10 = 90 kali

4. Sebuah pemancar radio bekerja pada daerah frekuensi 60 kHz. Pada panjang
gelombang berapakah siaran radio tersebut dapat kita tangkap?
Peny.
Diketahui :
f = 60 kHz
c = 3 x 10 8 m / s
DiTanyakan : λ
c
Jawab : λ=
f
3 x 10 8 m / s
= = 5 x 10 3 m.
6 x 10 4 Hz
Jadi , siaran radio tersebut dapat di tan gkap pada panjang gelombang 5 x 10 3 m
5. Urutan spektrum geleombang elektromagnetik dari yang terkecil ke yang terbesar
adalah
Peny.
Jawab :
1. Gelombang Radio dan Televisi
2. Gelombang mikro
3. Sinar Infrared ( IR).
4. Cahaya Tampak
5. Sinar Ultraviolet ( UV)
6. Sinar-X
7. Sinar gamma.

6. Sebutkan kegunaan gelombang elektromagnetik.….


Jawab :
1. Sinar X banyak dipergunakan dalam bidang kedokteran maupun dalam
bidang industri
2. Sinar ultraviolet digunakan untuk pengenalan unsur-unsur dalam suatu
bahan dengan teknik spektroskopi
3. Sinar inframerah digunakan dalam pemotretan
4. Gelombang radar diguanakan untuk mendeteksi sasaran dan
membantu keamanan pendaratan peasawat terbang
5. Gelombang radio dan televisi sebagai alat komunikasi/pembawa
informasi
7. Sebuah gelombang berjalan sepanjang sumbu-x memiliki fungsi
gelombang
Y = 5 sin (2πt – 5x) dimana t dalam sekon dan x dalam cm. Maka frekuensi dari
gelombang berjalan tersebut adalah ….
Peny.

ω = 2πf
2π = 2πf
f =1

7. Sebuah slinki menghasilkan gelombang longitudinal dengan jarak dan regangan


yang berurutan 7,5 cm. Jika cepat rambat gelombang pada slinki 3 m/s, maka
frekuensi gelombang adalah
Peny.
v
f =
1
λ = 7,5cm λ
2 3
λ =15 cm
=
15
f = 0,2 Hz

8. Persamaan gelombang berjalan Y = 2 sin (5πt + 2x) dimana A dalam cm dan t


dalam sekon. Berapakah panjang gelombangnya?
Peny.

k =
λ

2=
λ
λ = π cm

9. Dua celah dengan jarak 0,2 mm disinari tegak lurus cahaya monokromatik. Garis
terang ketiga terletak 7,5 mm dari garis terang pusat pada layar yang berjarak 1 m
dari celah. Hitunglah panjang gelombang?
Peny.
Dik . d = 0,2 mm = 2 x 10-4 m
P = 7,5 mm = 7,5 x 10-3 m
l=1m k = 3 (terang)
Dit. Panjang gelombang…….?
pd
= kλ
l
λ=
(
2 × 10 − 4 7,5 × 10 −3 )
3
λ = 5 × 10 −7 m

10. Sebuah sinar monkromatik dengan panjang gelombang 6 x 10-7 m didatangkan


tegak lurus pada selaput tipis sabun yang indeks biasnnya 1,2. Agar terjadi
pelemahan, berapa tebal minimum lapisan gelembuang air tersebut?
Peny.
Dik. λ = 6 x 10-7 m
k =1 n = 1,2 r =0o

2nd cosr = kλ
6 × 10− 7
d=
2,4
d = 2,5 × 10− 7 m
d = 2,5 × 10− 5 m

11. Sebuah celah tunggal dijatuhi sinar merah yang panjang gelombannya 650 nm
dengan sudut datang 300. Berapakh harga d minimum bila terjadi difraksi pada
layar?
Peny.
Dik. λ = 650 nm
k =1
θ = 30o
Dit. d = …?
d sinθ = k λ
1
d = 1 × 650
2
d = 1300 nm

12. Sebuah mesin jahit yang sedang bekerja menghasilkan intensitas bunyi. Sebesar 2 x
10-9 W/m2. Jika intensitas ambang bunyi sebesar 10-2 W/m2 dari 5 mesin jahit
sejenis yang sedang bekerja bersamaan. Berapa taraf intensitas bunyinya?
Peny.
Dik : I = 2 x 10-9 W/m2
Io = 10-2 W/m2
Dit : TI = …..
5 mesin ------ I = 5 (2 x 10-9 W/m2)
= 10 x 10-9 W/m2 = 10-8 W/m2

10 −8
= 10 log
10 −12
= 10 log 10-4
= 40 dB

13. Intensitas gelombang bunyi pada jarak 5 m dari sumber adalah 2 x 10-4watt/m2,
pada jarak 10 m dari sumber bunyi intensitasnya adalah
Peny.
Dik : r1 = 5 meter
I1 = 2 x 10-4 Watt/m2
r2 = 10 meter
Dit : I2 = ..?

I 1 A1 = I 2 A2

Peny.
( 2 × 10 ) ( 4π 5 ) = I ( 4π 10 )
−4 2
2
2

I 2 = 2 × 104 watt / m 2

14. Kereta api bergerak meninggalkan stasiun dengan kecepatan 72 km/jam. Apabila
masinis membunyikan peluit dengan frekuensi 900 Hz dan cepat rambat bunyi di
udara 340 m/s. Tentukan besar frekuensi yang didengar petugas di stasiun.
Peny.
Dik. Dit. fp = ….?
v s = 72 km / jam = 20 m / s
f s = 900 Hz
v = 340 m / s
vp = 0

v ± vp
fp = fs
v ± vs
fp =
( 340 m / s ) + 0 900 Hz
Jawab : ( 340 m / s ) + 20 m / s
340 m / s
fp = 900 Hz
360 m / s
fp = 850 Hz
15. Sebuah pesawat terbang mendekati menara yang sedang membunyikan sirine
dengan frekuensi 680 Hz. Jika penerbang mendekati sirine menara dan mendengar
sirine dengan frekuensi 760 Hz dan kelajuan rambat bunyi di udara 340 m/s,
berapakah kelajuan pesawat itu?
Peny.
f s = 680 Hz
Dik. f p = 760 Hz Dit. vp ….?
v = 340 m / s
v ± vp
fp = fs
v ± vs
340 m / s + v p
760 Hz = 680 Hz
340 m / s
Jawab :
( 760 Hz)( 340 m / s )= 340 m / s + v p
680 Hz
379,99 m / s = 340 m.s + v p
v p = 39,99 m / s = 40 m / s

16. Hitung kuat medan listrik pada jarak 50 cm dari sebuah muatan 1 x 10-4 C
Peny.
Dik. r = 50 cm = 5 x 10-1 m
q = 1 x 10-4 C
Dit. E = …?
q
E=k
r2
)( )
−4
Peny. E = 9 × 10 9 1 × 10
( −1
(5 ×10 )
E = 1,8 × 10 6 V / m

17. Sebuah partikel bermuatan +20μC berada di udara. Tentukan kuat medan listrik di
titik A yang terletak 20 cm dari muatan tersebut!
Peny.
q = + 20 µC = 2 ×10 −5 C
Dik. r = 20 cm = 0,2 m
k = 9 ×10 9 Nm 2
/C2
Dit. E = …..?
Jawab :
q
E=k 2
r
) ( 2 ×10 )
−5
(
E = 9 ×10 9

0,2 2
E = 45 ×10 5 N / C
18. Dua buah muatan listrik berada di udara dengan besar muatan masing-masing +10
μC dan +5 μC. Jarak antara kedua muatan 1 m. Berapa kuat medan listriknya jika
terletak pada muatan uji +5 μC?
Peny.
Dik.
Q1 = +10 µC
Q2 = +5 µC
r =1 m
Dit. E : …?
q = +5µC
Jawab :
Q1Q2
F =k
r2
F = ( 9 × 10 9 )
(10 ×10 −6
C )( 5 × 10 −6 C )
12
F = 0,45
F
E=
q
0,45
E=
5 × 10 −6 C
E = 90.000 V / m

19. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitas 60 μF dihubungkan dengan baterai 6 volt.


Hitunglah muatan yang tersimpan di dalam kapasitor.
Peny.
C = 6 ×10 −5 F
Dik.
V =6 V
Dit. q = …?
Jawab :
q
C =
V
q =C V
(
q = 5 ×10 −5 F ( 6 V ))
−4
q = 3,6 ×10 C

20. Suatu kapasitor keping sejajar dengan luas tiap keping 1.000 cm2. Kedua keping
terpisah 1 cm. Kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Maka
berapakah kuat medan listrik tersebut?
Peny.
Dik. Dit. Kuat medan dalam kapasitor ….?
A = 1.000 cm 2 = 0,1 m 2
d = 1 cm = 10 −2 m
V = 12 Volt
Jawab :
εo A
C=
d
C=
( 8,85 × 10 −2 C 2 / Nm 2 )( 0,1 m )
10 −2 m
C = 8,85 × 10 −1 F
V
E =
d
12 volt
E =
10 −2 m
E = 1.200 N / C

21. Empat buah kapasitor C1, C2, C3, dan C4 besarnya masing-masing 20 μF, 40 μF, 60
μF, dan 30 μF disusun secara paralel. Berapa kapasitas penggantinya?
Peny.
C1 = 20 µF
C 2 = 40 µF
Dik. C 3 = 60 µF Dit. Ctotal : ….?
C 4 = 30 µF
V = 120 Volt
Jawab ::
C total = C1 + C 2 + C3 + C 4
C total = ( 20 + 40 + 60 + 30) µ F
C total = 150 µ F

22. Selama ¾ menit dalam suatu kawat penghantar mengalir muatan sebanyak 270 C.
Berapa kuat arus yang mengalir melalui kawat tersebut?
Peny.
q = 270 C
Dik. 3 Dit. I = …..?
t = menit = 45 s
4
Jawab :
q
I =
t
270 C
I =
45 s
I =6 A

23. Sebuah sumber tegangan mengeluarkan energi 240 Joule untuk memindahkan 20
Coulomb muatan listrik dalam suatu penghantar. Berapakah tegangan listrik sumber
tegangan itu?
Peny.
W = 240 J
Dik. q = 20 C Dit. = ………?
Jawab :
W
V =
q
240 J
V =
20 C
V = 12 Volt

24. Suatu penghantar dalam waktu 2 menit dilewati oleh muatan 2,4 C. Maka berapa
banyak elektron yang melewati penghantar bila besar muatan elektron 1,6 x 10-19?
Peny.
t = 2 menit
Dik. e =1,6 ×10 −19 C Dit. ….?
q = 2, 4 C
Jawab :
q q
I = n=
t
2,4 e
I = 2,4
120 n=
I = 0,02 A 1,6 ×10 −19
I = 20 mA n = 1,5 ×10 19 elektron

25. Tentukan kuat arus dan tegangan antara a dan c pada rangkaian di samping
Peny.
Dik. Dit. I dan Vac = ….?
R1 = 5 Ω
R2 = 5 Ω
R3 = 10 Ω
E1 = 20 V
E 2 = 12 V
Jawab :
Σ E + Σ IR = 0
− 20 V + 12 V + I ( R1 + R2 + R3 ) = 0
− 8 V + ( 20 Ω ) I = 0
8V
I=
20 Ω
I = 0,4 A

Jalan abc
Vbc = − E1 + I ( R1 + R2 )
Vbc = − 20 V + ( 0,4 A)( 5 Ω + 5 Ω)
Vbc = − 20 V + 4 V = − 16 V
Jalan adc
Vdc = − E 2 − I R3
Vdc = − 20 V − ( 0,4 A)(10 Ω)
Jadi tegangan antara a dan c sebesar -16 Volt

26. Suatu penghantar mempunyai diameter 4 mm dan panjang 3 m. Hambatan jenis


penghantar 3,14 x 10-6 ohm meter. Berapa besar hambatan penghantar?
Peny.

Dik. Dit. R = …..?


d = 4 mm
l =3
ρ = 3,14 ×10 −6 Ω m

Jawab :
1 1
(
A = π d 2 = × 3,14 4 ×10 −3
4 4
)2

A = 4 × 3,14 .10 −6 = 12 ,56 .10 −6 m 2


l
R=ρ
A
(
R = 3,14 .10 −6 ) 3
12 ,56
R = 0,75 Ω

27. Diketahui hasil pengukuran tegangan dan kuat arus listrik pada satu penghantar
menunjukkan hasil pengukuran bahwa V = 10 Volt, dan A menunjuk 20 mA.
Hitung besar hambatannya…?
Peny.
V = 10 volt
Dik.
I = 20 mA = 2 ×10 −2 A
Jawab :
V
R=
I
10
R=
2 ×10 −2
R = 500 Ω

28. Tentukan besarnya induksi magnetik pada suatu titik yang berjarak 15 cm dari
sebuah kawat lurus panjang berarus 30 A.
Peny.
Dik. Dit. B = …….?
r =15 cm = 0,15 m
I = 30 A
Jawab :
µo I
B=
2π a
B=
( 4π ×10 −7 Wb / Am )( 30 A)
2π ( 0,15 m )
−5
B = 4 ×10 Wb / m 2

29. Sebuah solenoida yang panjangnya 60 cm dan diameternya 2 cm terdiri atas 2.400
lilitan. Jika solenoida dialiri arus 5 A, Berapakah besar induksi magnetik di pusat
solenoida dan di ujung solenoida?
Peny.
Dik. Dit. Bpusat dan Bujung = ….?
l = 60 cm = 0,6 m
N = 2.400
I =5 A
Jawab :
µo I N
B pusat =
l
B pusat =
( 4π × 10 −7 Wb / Am )( 2.400 )( 5 A)
0,6 m
B pusat = 8π × 10 Wb / m 2
−3

1
Bujung = B pusat
2
B pusat
1
( )
= 8π ×10 −3 Wb / m 2 = 4π ×10 −3 Wb / m 2
2

30. Dua kawat sejajar dengan jarak 6 cm. Kawat I dialiri larus listrik 6 A arah ke atas.
Titik P terletak di antara kedua kawat dan berjarak 2 cm dari kawat 1. Jika induksi
magnet di titik P besarnya nol, Hitunglah besar arus listrik pada kawat kedua dan
arahnya?
Peny.
Dik. Dit. I2 = …..? dan arahnya = …?
I1 = 6 A
a = 6 cm
a1 = 2 cm = 2 ×10 −2 m
a 2 = 4 cm = 4 ×10 −2 m
Bp = 0
Jawab :
BP = 0
B1 − B2 = 0
B1 = B2
µ o I1 µ I
= o 2
2π a1 2π a 2
I1 I 2
=
a1 a 2
6 I2
−2
=
2 × 10 4 × 10− 2
I 2 = 12 A (arahnyake atas)

31. Sebuah kawat panjang 3 m dialiri arus listrik sebesar 40 A. Kemudian kawat
diletakkan dalam medan magnet serba sama 0,4 T pada sudut 300 terhadap kawat.
Tentukanlah besar gaya Lorentz dialami oleh kawat.
Peny.
Dik. Dit. F = ….?
l =3
I = 40 A
B = 0,4 T
α = 30 o
Jawab :
F = B I l sin α
F = ( 0,4 T )( 40 A)( 3 m ) sin 30 o
F = 24 N

32. Dua buah kawat lurus dibuat sejajar, masing-masing mempunyai panjang 50 cm.
Jarak dua kawat adalah 5 cm satu sama lain. Kawat pertama dialiri arus listrik 10 A,
dan kawat kedua dialiri arus listrik 10 A dengan arah yang sama. Maka Berapakah
besar gaya yang dialami masing-masing kawat?
Peny.
Dik.
l = 50 cm = 0,5 m
r = 5 cm = 5 ×10 −2 m
I 1 = 15 A
I 2 = 10 A
Dit. F = ….?
Jawab :
µ o I1 I 2
F = l
2πa
F =
( 4π × 10 −7 Wb / Am )(10 A)( 0,5 m )
2π ( 5 × 10 −6 m )
F = 3 × 10 −4 N
33. Sebuah muatan 25 C dilewati medan magnet sebesar 0,5 T dengan kecepatan 5m/s
secara tegak lurus. Maka berapakah Gaya lorentz yang dialami pada muatan yang
bergerak dalam medan magnet?
Peny.
Dik. Dit. F = ….?
B = 0,5 T
q = 25 C
v =5 m / s
Jawab :
F = B q v sin θ
F = ( 0,5 T )( 25 C )(5 m / s )
F = 62 ,5 N

34. Sebuah magnet batang digerakkan menjauhi kumparan yang terdiri atas 600 lilitan.
Fluks magnetik yang dilingkupi kumparan berkurang dari 3 x 10-5 Wb menjadi 3 x
10-5 Wb dalam selang waktu 0,015 s. Berapakah ggl rata-rata yang diinduksikan
pada ujung-ujung kumparan?
Peny.
Dik. Dit. ε = ….?
N = 600 lili tan
φ1 = 8 ×10 −5 Wb
φ2 = 3 ×10 −5 Wb
t = 0,015 s
Jawab :
∆φ
ε = −N
∆t
ε = ( − 600 )
(3 ×10 −5
)
− 8 ×10 −5 Wb
= 2 volt
0,015 s
35. Fluks magnetik yang memasuki suatu kumparan berkurang dari 10 Wb menjadi 4
Wb dalam waktu 3 sekon. Jika kumparan terdiri dari 15 lilitan dengan hambatan 6
ohm, tentukan kuat arus listrik yang mengalir melalui kumparan.
Peny.
Dik. Dit. I = ….?
φ1 = 10 Wb
φ2 = 4 Wb
∆t = 3 s
N = 15 lili tan
R =6 Ω
Jawab :
∆φ ε
ε = −N I =
∆t R
ε = ( − 15 )
( 4 −10 )Wb 30
I =
3s 6
ε = 30 Volt I =5 A
36. Suatu kumparan terdiri dari 400 lilitan berbentuk empat persegi panjang dengan
panjang 20 cm dan lebar 5 cm. Kumparan bersumbu putar tegak lurus medan
magnet sebesar 0,8 Wb/m2 dan diputar dengan kecepatan sudut dengan 60 rad/s.
Berapa ggl maksimum?
Peny.
Dik. Dit. ε maks = ….?
N = 400 lili tan
A = 20 ×5 = 1 m 2
B = 0,8 Wb / m 2
ω = 60 rad / s
Peny.
ε maks = N A B ω
ε maks = ( 400 ) (1 m 2 )( 0,8 Wb / m 2 )( 60 rad / s )
ε maks = 192 volt

37. Sebuah hambatan 15 Ω dihubungkan seri dengan induktor yang mempunyai


reaktansi induktif 20 Ω. Berapa impedansi hambatan tersebut?
Peny.
Dik. Dit. = …?
R = 15 Ω
X = 20 Ω

Peny.
Z = R2 + X 2
Z = (15 ) 2 + ( 20 ) 2
Z = 25 ohm

38. Sebuah hambatan 5 ohm dihubungkan seri dengan reaktansi kapasitif. Dengan
impedansi 9 ohm. Maka reaktansi kapasitif hambatan tersebut adalah?
Peny.
Dik. Dit. Xc = …?
R =5 Ω
Z =9 Ω
Jawab :
2
Z = R2 + X c
2
81 = 25 + X c
X c = 56 ohm
39. Sebuah voltmeter dihubungkan ke sebuah sumber tegangan arus AC, menunjukkan
110 volt. Sebuah setrika listrik dengan hambatan 50 Ω dihubungkan ke sumber
tegangan tersebut. Maka berapa tegangan maksimumnya?
Peny.
Dik.
Vef = 110 Volt
R = 50 Ω
Dit. Vef = ……?
Jawab :
V
Vef = maks
2
Vmaks = Vef 2
Vmaks = 110 2

40. Sebuah jembatan panjangnya 100 m dan jika diamati oleh seorang pengamat di
dalam pesawat yang bergerak dengan kecepatan 4/5c, sejajar panjang jembatan.
Tentukan panjang jembatan yang diamati
Peny.
Dik. Dit. L = ….?
L0 = 100 m
4
v= c
5
Jawab :
Lo
L=
γ
v2
L = Lo 1 −
c2
16 c 2
L = 100 1 − 252
c
L = 60 m

41. Sebuah partikel bermassa 6 x 10-6 kg bergerak dengan laju 0,6c. Berapa besar
momentum partikel tersebut?
Peny.
Dik. Dit. p = ….?
mo = 6 ×10 −10 kg
v = 0,6 c
Jawab :
p =m v
p = γ mo c
p=
( )(
6 ×10 −6 kg 3 ×10 8 m / s )
1 − 0,36
−1
p = 1,35 ×10 kg m / s

42. Sebuah piring terbang bergerak dengan kecepatan 0,8 c. Dari piring terbang
ditembakkan rudal dengan kecepatn 0,6 c searah dengan piring terbang. Berapa
kecepatan rudal menurut pengamat di bumi?
Peny.
Dik. Dit. v = ….?
v1 = 0,8 c
v 2 = 0,6 c
Jawab :
v + v2
v= 1
1 + v1v 2
0,8c + 0,6c
v=
1 + (0,8c )( 0,6c )
1,4c
v=
1,48
v = 0,94 c

43. Tentukan besar energi total yang dimiliki oleh sebuah elektron pada lintasan kedua
yang berjari-jari 3,2 x 10-10 meter.
Peny.
Dik.
r = 3,2 × 10 −10 m
k = 9 × 10 9 Nm 2 / C 2
e = 1,6 × 10 −19 C
1 eV = 1,6 × 10 −19 J
Dit. Etotal = ….?
Jawab :
e2
Etot = − k
2r
) ( −2(13,,62××1010 )
−19 2

(
Etot = − 9 × 10 Nm / C
9 2 2 C
−10
m )
−19
Etotal = − 3,6 × 10 J
44. Hitung frekuensi dari deret Lyman tingkat dua.
Peny.
Dik.
na = 1
nb = n a + 2 = 3
R = 1,097 ×10 7 m −1
Dit. f = …?
Jawab :
1  1 1 
= R 2 − 2 
λ  na nb 
1 1 1  8
= 1,097 × 10 7  2 − 2  = 1,097 × 10 7  
λ 1 3  9
C
f =
λ
( )( )8
f = 3 × 10 8 1,097 × 10 7  
9
f = 2,9 × 1015 Hz

45. Hitung energi oleh Bohr pada bilangan kuantum 3 atom Hidrogen
Peny.
Dik. Dit. E3 = ….?
E1 = −13 ,6 eV
n =3
Jawab :
E1
E3 =
n2
− 13,6 eV
E3 =
32
E 3 = − 1,511 eV
E 3 = − 2,42 × 10 −19 J
46. Luas permukaan sebuah nikelin 1 cm2. Apabila nikelin tersebut dianggap sebagai
benda hitam dan suhunya 1.600 K. Berapa daya kalor radiasi nikelin tersebut?
Peny.
Dik. Dit. P = …..?
e =1
A = 1 cm 2 = 0,0001 m 2
T = 1.600 K
σ = 5,67 ×10 −8 W / m 2 K 4
Jawab :
P =e σ A T 4
P = (1)( 5,67 ×10 −8 W / m 2 )( 0,0001 m 2 )(1.600 K ) 4
P = 37 ,16 Watt

47. Suatu benda suhunya 720C. Berapa panjang gelombang energi, radisi maksimum
benda itu?
Peny.
Dik. Dit. λ = …..?
T = 70 o C
C = 2,9 ×10 −3 mK
Jawab :
λm T = C
C
λm = 48. Apabila suhu tubuh seseorang 38oC, tentukan daerah
T
2,9 × 10−3 mK spektrum gelombang elektromagnetik di mana terjadi
λm = radiasi maksimum.
342 K Peny.
λm = 8,5 × 10 −6 m Dik. T = 37 + 273 = 310 K
Dit. λmaks = ...... ?
Jawab :
λ m T = 2,898 × 10 −3
2,898 × 10 − 3
λm =
T
2,898 × 10 − 3
λm =
310
λ m = 9,348 × 10 − 6 m

49. Sebuah pemancar radio memancarkan gelombang pada frekuensi 95 MHz. Hitung
energi tiap foton dan gelombnag itu?
Peny.
f = 95 MHz = 9,5 ×10 7 Hz
Dik.
h = 6,626 ×10 −34 Js
Dit. E = ….?
Jawab :
E =h f
E = (6,626 ×10 −3 Js )(9,5 ×10 7 Hz )
E = 6,3 ×10 −26 J

50. Tentukan frekuensi foton cahaya yang membawa energi 2,475 eV


Peny.
Dik.
E = 2,475 eV
h = 6,626 ×10 −34
Dit. f = ……?
Jawab :
E =h f
E
f =
h
(2,475 eV )(1,6 ×10 −19 J / eV )
f =
6,626 ×10 −34 Js
f = 9,97 ×10 14 Hz

51. Lampu natrium 40 W memancarkan cahaya kuning dengan panjang gelombang


5,8 ×10 −7 m . Tentukan jumlah foton yang dipancarkan lampu tersebut setiap
sekon!
Peny.
Dik.
P = 40 W
λ = 5,8 ×10 −7 m
t = 1 sekon
Dit. n = ….?
E n = nhf
c
Pt = nh
λ
Ptλ
n=
hc
( 40)(1)(5,8 × 10 −7 )
n=
(6,6 × 10 −34 )(3 × 10 8 )
n = 1,17 × 10 20

52. Massa neutron, proton, dan partikel alfa berturut-turut 1,008 sma, 1,0075 sma, dan
4,002 sma. Tentuka defek massa partikel alfa terebut?
Peny.
mn = 1,008 sma
mp = 1,0075 sma
Dik.
ma = 4,002 sma
1 sma = 931 meV
Dit. Defek massa = ..?
Jawab :
Partikel alfa 24 Ne
∆m = Zm p + ( A − Z ) m n − m a
∆m = ( 2(1,007 sma ) + 2(1,008 ) − 4,002 ) sma
∆m = ( 4,030 − 4,002 ) sma
∆m = 0,28 sma
53. Massa inti atom 94 Be = 9,0121 sma. Massa proton 1,008 sma dan massa neutron
bebas 1,007 sma. Apabila 1 sma setara dengan energi 931 MeV. Tentukian
besarnya energi ikat atom 94 Be
Peny.
ma = 9,0121 sma
mn = 1,007 sma
Dik.
m p = 1,008 sma
1sma = 931 MeV
Dit. E1 = ….?
Jawab :
9
4 Be
∆m = Am p + ( A − Z ) mn − m a
∆m = ( 4(1,007 )5(1,008 ) −9,0121 ) sma
∆m = ( 4,028 +5,040 −9,0121 ) sma
∆m = 0,0559 sma

E1 = ∆m 931 ,5 sma
E1 = (0,0559 ) 931 ,5 MeV
E1 = 52 ,07 MeV

238
54. Suatu inti Uranium 92 U memiliki massa 238,05076 sma. Jika diketahui massa
neutron dan massa proton berturut-turut adalah 1,00867 sma dan 1,00728 sma.
Tentukanlah defek massa?
Peny.
Dik.
mi = 238 ,05076 sma
mn = 1,00867 sma
m p = 1,00728 sma
Dit. m = ……?
Jawab :
m = Zm p + ( A − Z ) m n − mi
m = (92 )(1,00728 ) + ( 238 − 92 )(1,00867 ) − 238 ,05076
m = 1,88482 sma

55. Massa unsur radioaktif 3 x 10-9 kg dan mempunyai nomor massa 200. Jika aktivitas
unsur itu 2,18 x 1012 Bq. Maka berapa besar konstanta peluruhan ( λ )
Peny.
m = 3 ×10 −6 gram
R = 2,18 ×10 12 Bq
Dit. λ = ……?

Jawab :
R =λ N
R
λ=
N
massa atom
N = × bilangan Avogadro
nomor massa atom
3 ×10 −6 gram
N = (6,02 ×10 23 ) = 9,03 ×10 5 atom
200
T = 2,4 ×10 −4 / sekon

56. Suatu cuplikan radioaktif mengandung 4 mg isotop murni dengan konstanta murni
dengan konstanta peluruhan 0,034/menit. Tentukan waktu paruh dn massa cuplikan
setelah 40 menit.
Peny.
N o = 4mg
Dik.
λ = 0,034 / menit
Dit. T1/2 = ….?

0,0693 0,693
T1 = = = 2,04 menit = 20 menit
2
λ 0,034 / menit
t
n= =2
T1
2
n
1
N t =   N o = 1 mg
2

57. Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paro 80 tahun. Tentukan waktu yang
dibutuhkan agar aktivitasnya tinggal 25% dari nilai awalnya.
Peny.
T1 = 80 tahun
2
A 1
= 25% = 0,25 =
Ao 4

Waktu peluruhan dapat ditentukan dari persamaan aktivitas radioaktif :


t
 1  T1
A = Ao   2
2
t
A  1  T1
=  2
Ao  2 
t
1  1  T1
=  2
4 2
t
=2
T1
2
t = 2 T1 = 2(80) = 160tahun
2