Anda di halaman 1dari 26

ISO 9000 : Sistem Standar

Manajemen Mutu

Disampaikan dalam Seminar Pengenalan ISO


Auditorium SEAMEO – BIOTROP
Sabtu, 16 Desember 2006
Pengenalan ISO
 ISO  International Organization for
Standardization (bahasa Yunani yaitu "Isos" yang
berarti "sama" (equivalent))
 ISO adalah suatu Organisasi Internasional para
Dewan Standardisasi Nasional (DNS)  23
Februari 1947
 Dewan Standardisasi Nasional Indonesia  BSN
 Sampai tahun 2006, kurang lebih 145 negara telah
menjadi anggota ISO yang bermarkas besar di
Jenewa, Swiss
Benefit ISO
 Sebagai tuntutan pasar ternyata memberikan nilai tambah :
 Meningkatkan citra perusahaan

 Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan

 Meningkatkan efisiensi kegiatan

 Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan

perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan


(plan, do, check, act)
 Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan

perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan


 Mengurangi resiko usaha

 Meningkatkan daya saing

 Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan

berbagai pihak yang berkepentingan


 Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal
Keluarga ISO 9000 terdiri dari:
 ISO 9000 yang memuat tentang Dasar-Dasar dan
Istilah untuk Sistem Manajemen Mutu
 ISO 9001 yang memuat tentang Persyaratan-
Persyaratan Sistem Manajemen Mutu
 ISO 9002 yang memuat tentang jaminan mutu di
produksi, instalasi dan pelayanan
 ISO 9003 yang memuat jaminan mutu di inspeksi
akhir dan pengujian
 ISO 9004 yang memuat tentang Panduan untuk
Perbaikan Kinerja
Cakupan ISO 9000
 Kebijaksanaan Mutu
 Seluruh maksud dan tujuan organisasi yang berkaitan

dengan mutu, yang secara formal dinyatakan oleh


pimpinan puncak
 Sistem Mutu
 Struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses

dan sumber daya untuk menerapkan mutu


 Jaminan Mutu
 Seluruh perencanaan dan kegiatan sistematis yang

memadai bahwa barang atau jasa memenuhi


persyaratan mutu
Pengertian Mutu
 Gambaran dan Karakteristik menyeluruh dari
barang/jasa yang menunjukkan kemampuan dalam
memuaskan konsumen/pelanggan sesuai dengan
kebutuhan yang ditentukan
 Barang/jasa dikatakan bermutu bila:
 Memenuhi persyaratan konsumen
 Sesuai dengan kegunaan
 Memuaskan pelanggan pada biaya kompetitif
 Resultante dari karakteristik produk dan jasa pemasaran,
rekayasa, pembuatan dan pemeliharaan yang membuat
produk dan jasa yang digunakan memenuhi harapan
konsumen/pelanggan
Standar Sistem Manajemen Mutu
 ISO 9000 adalah suatu standar sistem
manajemen mutu, bukan standar mutu produk
Struktur ISO
 Ruang Lingkup
 Referensi Standar
 Istilah dan Definisi
 Sistem Manajemen Mutu
 Tanggung Jawab Manajemen
 Manajemen Sumber Daya
 Realisasi Produk
 Pengukuran, Analisa dan Perbaikan
 Lampiran
Standar Produk Vs Standar Sistem

 Standar Produk
Standar produk atau biasa disebut standar hasil adalah
suatu standar (tolok ukur/kriteria) dari suatu produk.
Misalnya, standar Produk Beton :
- K-300 yaitu kuat tekan karakteristik beton=300kg/cm2
- Slum=12 cm s/d 16cm
Dalam hal ini produk bermutu bila produk tersebut bisa
memenuhi standar tolok ukur/kriteria tersebut.
Standar Produk Vs Standar Sistem

 Standar Sistem
Bila dalam kontrak pekerjaan standar produk beton yang
ditentukan adalah K-300 dan slump= 12cm s/d 16cm,
maka Kontraktor tersebut akan memakai sistem tertentu
untuk memastikan bahwa persyaratan standar produk
tersebut terpenuhi
Standar Sistem
Seri standar ISO 9000 terdiri dari klausal-klausal yang
mengatur mulai

Tanggung jawab manajemen terhadap mutu sampai


dengan hal-hal teknis yang menyangkut :
 Pembelian bahan baku
 Perencanaan mutu
 Pengendalian proses
 Pengujian produk akhir
 Pelayanan pelanggan dll
Standar Sistem
 Sistem perencanaan kerja untuk membuat beton
tersebut
 Sistem penyediaan, penyimpanan material untuk
pembuatan betonnya
 Sistem perawatan alat kerja untuk membuat betonnya,
sehingga alat akan berfungsi dengan baik
 Sistem kalibrasi alat pembacaan di timbangan material,
takaran airnya
 Sistem pelatihan bagi para petugas pelaksana
pekerjaan
Prinsip Penerapan ISO 9000

 Melalui ISO 9000 setiap kegiatan yang mempengaruhi


mutu dilakukan dalam tiga rangkaian kegiatan yang
tidak terputus, yaitu
 Perencanaan tertulis (say what you do)
 Pelaksanaan dan pengendalian sesuai perencanaan (do
what you say)
 Rekam/catat hasil pelaksanaan (record what you did)
Prinsip Penerapan ISO 9000

 Pada Perencanaan
Semua kegiatan yang mempengaruhi mutu harus
dibuatkan prosedur atau instruksi kerjanya untuk
memastikan bahwa tujuan, wewenang dan tanggung
jawab telah ditetapkan dan dipahami dengan baik
Prinsip Penerapan ISO 9000

 Pada Pelaksanaan dan Pengendalian


Semua kegiatan yang mempengaruhi mutu harus
dikendalikan untuk memastikan bahwa persyaratan
yang diminta telah dipenuhi. Masalah yang mungkin
akan timbul harus diantisipasi dan dihindari. Dan bila
masalah timbul, perbaikan atau corrective action
harus dilakukan dengan baik
Prinsip Penerapan ISO 9000
 Pada Rekam / Catatan Hasil
Kerja
Semua kegiatan yang
mempengaruhi mutu harus
direkam/catat untuk lebih
memastikan pencapaian
sasaran dan sebagai umpan
balik (feedback) bagi kegiatan
perencanaan berikutnya.
Dokumen ISO

 Dokumen yang baik


 Konsistensi

 User friendly

Manual

Procedures
Work Instructions
Terminology :
 Prosedur
 Intruksi Kerja
Prosedur: menjelaskan
 Attachments proses
 Formulir Instruksi Kerja:
menjelaskan bagaimana
menjalankan proses
Attachment: Informasi
tambahan prosedur
untuk menjelaskan
prosedur
Pengendalian Dokumen

 Diberi indentitas unik


 tanggal pengesahan, nomor, halaman, jumlah
seluruh halaman dan tanda tangan pengesahan
 Dokumen yang didistribusikan harus diberi
tanda “terkendali” atau “tidak terkendali”
 Dokumen yang kadalurasa harus diberi tanda
“Kadaluarsa” dengan mencantumkan tanggal
kadaluarsanya
Sistem Sertifikasi
STEP 1 2 3 4 5 6
Management Steering MR & Awareness System System
What commitment Committee ISO Team Training Development Implementation

Who Top Top Top MR & ISO MR & ISO All


Management Management Management Team Team

Corrective
Action

Findings

STEP 10 9 8 7
Internal
Certificate Certification Management Internal
What Audit
Audit Review Audit
Training

Who Certification Top Internal Auditor ISO Team


Body Management
Sistem Sertifikasi
Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu
 Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu  21 Instansi
 LSSM-002-IDN Sucofindo
 LSSM-003-IDN Agrobase Industry Quality
Assurance (ABIQA)
 LSSM-008-IDN PT. Mutuagung Lestari
 LSSM-010-IDN Jakarta Quality Assurance (JAQA)
 LSSM-014-IDN Indah Karya Register Certification
Services (IKRCS)
 LSSM-015-IDN PT. TUV International Indonesia
(PT. TUV II)
Sertifikat ISO 9000
Sertifikat ISO 9000
ISO 9000:2005
 ISO 9000:2005 Sistem Manajemen Mutu – Dasar-dasar dan kosa
kata; tidak ada perubahan yang sangat prinsip dengan ISO
9000:2000
 ISO 9000:2005 pada dasarnya lebih mengatur untuk menjamin
konsistensi dengan standar ISO. 15 definisi tambahan dalam ISO
9000: 2005:
 10 terms taken from ISO 19011:2002 Auditing
 2 terms taken from ISO 10012:2003 Measurement assurance
 1 term taken from ISO 10005:2005 Quality plans
 1 term taken from ISO 10007:2003 Configuration management
 1 term taken from ISO 10019:2005 Management consultants
TERIMA KASIH