P. 1
Dimensi Filsafat Dalam Pemikiran Pendidikan Ikhwan Al-Shafa

Dimensi Filsafat Dalam Pemikiran Pendidikan Ikhwan Al-Shafa

|Views: 1,992|Likes:
Dipublikasikan oleh Haris Pradipta

More info:

Published by: Haris Pradipta on Aug 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

1. Jenis Penelitian

Penelitian yang berjudul Dimensi Filsafat dalam Pemikiran

Pendidikan Ikhwan al-Shafa termasuk jenis penelitian kepustakaan

(Library Research), yaitu penelitian yang mengumpulkan data dan

informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam

kepustakaan.11

2. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif, maka secara

otomatis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang

tidak mengadakan perhitungan data secara kuantitatif.12

Robert J. Bogdan dan Steven J. Taylor menyatakan bahwa penelitian

kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif.13

Dengan

pendekatan ini diharapkan data yang diperoleh adalah data deskriptif, yaitu

tentang Dimensi Filsafat Pemikiran Pendidikan Ikhwan al-Shafa.

Selanjutnya, landasan filsafat yang digunakan adalah filsafat

rasionalistik. Dalam pandangan rasionalistik, ilmu yang valid adalah yang

berasal dari pemahaman intelektual yang dibangun atas dasar argumentasi

logis.14

Penggunaan filsafat rasionalistik ini didasarkan atas argumentasi

sebagai berikut:

11

Mardalis, Metode Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 1990) 28.

12

Leky J. Moeloeng, Metode Penelitian Kwalitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1990) 2.

13

Robert J. Bogdan dan Steven J. Taylor, Introduction to Qualitative Research (New York:
Interscience Publication John Wiley and Son, tth.) 04.

14

Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kwalitatif (Yogyakarta: Bake Sarasih, 1992) 24.

8

Publised by, http://harispradipta.blogspot.com

2.1 Penelitian ini bukan penelitian lapangan. Obyek dan sumber datanya

adalah konsepsi dan teori yang ada di dalam kepustakaan. Dan

kemudian dari data itu dianalisa sesuai dengan pokok-pokok persoalan

yang ada.

2.2 Filsafat rasionalistik menghendaki kebenaran teori itu berdasarkan

koherensi dan sesuai dengan konsepsi pengetahuan sebelumnya yang

didasarkan atas argumentasi yang logis.

3. Jenis Data dan Sumber Data

Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, jenis data dari

penelitian ini adalah data kualitatif.

Selanjutnya yang menjadi subyek penelitian atau sumber data yang

akan digunakan untuk penelitian ini adalah:

3.1 Karya/buku Ikhwan al-Shafa, diantaranya Rasail Ikhwan al-Shafa wa

Khullan al-Wafa.

3.2 Sumber-sumber yang mengulas tentang Ikhwan al-Shafa dan

pemikirannya sebagai sumber data sekunder.

4. Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang dimaksud, maka metode yang dipakai

adalah metode dokumentasi, yaitu data tentang variabel yang berupa buku,

catatan, transkrip, surat kabar, majalah, jurnal dan lain sebagainya.

Penggunaan metode dokumentasi ini dengan alasan bahwa jenis penelitian

ini termasuk penelitian literatur.

9

Publised by, http://harispradipta.blogspot.com

5. Teknik Analisa Data

Dalam penelitian kualitatif rasionalistik, ada beberapa tata pikir yang

dapat digunakan untuk mengkonstruksi sejumlah konsep menjadi proposisi,

menjadi hipotesis, menjadi postulat, aksioma, teori ataupun untuk

mengkonstruksi menjadi alat analisa data, yaitu:

5.1 Tata Pikir Perspektif

Tata pikir ini digunakan untuk mempersepsi data yang sesuai atau

relevan dengan persoalan masalah yang diteliti, sebab tidak semua data

itu akan digunakan untuk penelitian, maka data yang ada itu perlu

dipersepsi yang sesuai dan relevan dengan kajian.

5.2 Tata Pikir Deskriptif

Tata pikir ini digunakan untuk mendeskripsikan data yang secara

sistematis sesuai dengan sistematika pembahasan yang dipakai dalam

karya ini.

5.3 Tata Pikir Interpretatif

Tata pikir ini digunakan untuk membuat interpretasi data sesuai

dengan pokok bahasan. Sebab interpretasi merupakan salah satu aspek

dalam kajian tentang sejarah disamping fakta. Interpretasi inilah yang

memungkinkan terjadinya perbedaan dalam sebuah karya sejarah.

Tentunya interpretasi sejauh mungkin harus obyektif agar mendapatkan

pemahaman data yang lebih mendekati kepada kebenaran. Dalam kajian

10

Publised by, http://harispradipta.blogspot.com

ini, tata pikir interpretatif digunakan dalam menginterpretasikan

pemikiran-pemikiran Ikhwan al-Shafa untuk selanjutnya dilihat dari

perspektif pendidikan.

5.4 Membuat Pemaknaan

Yaitu memberikan implikasi pada data yang nampak. Pemaknaan

ini dilakukan dan digunakan secara simultan dengan interpretasi. Sebab

tanpa ada pemaknaan data, tidak akan memberikan pengertian dan

implikasi apa-apa tanpa disertai dengan pemaknaan secara tepat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->