Anda di halaman 1dari 1

Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri atas lima faktor yang saling

berhubungan: 1. Kondisi kerja; 2. Kelalaian manusia; 3. Tindakan tidak aman; 4.


Kecelakaan; 5. Cedera.
Teori kecelakaan kerja Swiss Cheese Model menekankan penyebab kecelakaan pada
kelalaian/kesalahan manusia (human errors).
Di teori ini, James Reason membagi penyebab kelalaian/kesalahan manusia menjadi 4
tingkatan: 1. tindakan tidak aman (unsafe acts); 2. pra-kondisi yang dapat menyebabkan
tindakan tidak aman (preconditions for unsafe acts); 3. pengawasan yang tidak aman
(unsafe supervision); 4. pengaruh organisasi (organizational influences).
Types of Human Errors:
1. Unsafe Act
- Errors
- Violations
2. Preconditions for Unsafe Acts
- Conditions of operator
- Poor practice of operator
3. Unsafe Supervision
- Inadequate supervision
- Improper planning
- Failure to correct problems
- Supervisory violations
4. Organizational Influences
- Resource management
- Organizational climate
- Organizzational process
Zona Kebisingan menurut IATA (International Air Transportation Association)
Zona A: intensitas > 150 dB → daerah berbahaya dan harus dihindari
Zona B: intensitas 135-150 dB → individu yang terpapar perlu memakai pelindung
telinga (earmuff dan earplug)
Zona C: 115-135 dB → perlu memakai earmuff
Zona D: 100-115 dB → perlu memakai earplug
Meter dengan memperhatikan arah angin, alat ukur, dan titik pengukuran, apakah
didalam kabin (bagi operator) atau diluar kabin dengan jarak tertentu, misalnya 5 meter,
10 meter, 15 meter. Penentuan jarak pengukuran dibagi berdasarkan aktivitas orang yang
mungkin terpapar bising diluar unit, seperti spotter, mechanic, supervisor dll.
Sifat dari kebisingan sendiri harus dilihat, frekuensi yang dihasilkan dan berapa besar
decibel (dB). Kebisingan dengan frekuensi rendah, sering tidak terdengar tapi dapat
mengakibatkan pengaruh kesehatan yang lebih parah.