Anda di halaman 1dari 12

TUGAS GEOGRAFI

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

OLEH
KELOMPOK 4 :
AHMADA WANI (01)
DITA DWI AGUSTINA (12)
LUBNA FAIQOTUL ULA (20)
M. WILDAN MALIK (21)
SAMUEL INDRA C.L.T. (26)

KELAS 9A ENRICHMENT
SMP NEGERI 1 BLITAR
TAHUN AJARAN 2009/2010
PEMBAGIAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Di dunia ini, ada beberapa pembagian negara yaitu negara maju dan negara
berkembang. Pembagian ini biasanya dilakukan oleh badan – badan internasional yang
memang sebagai pembagi negara – negara tersebut. Badan yang melakukan pembagian
tersebut, misalnya Bank Dunia, WTO, dan sebagainya.
Negara maju dan berkembang ditentukan oleh beberapa indikator yang telah
ditentukan. Indikator – indikator itu berupa:
• Ekonomi
• Pendapatan per kapita penduduk
• Jumlah penduduk miskin
• Tingkat pendidikan
• Tingkat kesehatan
• Tingkat pengangguran
• Politik yang kondusif
• Lingkungan sekitar
Adapula pendapat dari Harm J de Blij yang menyatakan beberapa indikator, berupa:
1) Pendapatan per kapita penduduk
2) Struktur mata pencaharian penduduk
3) Produktifitas per tenaga kerja
4) Penggunaan energi per orang
5) Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang
6) Penggunaan logam yang diolah
7) Ukuran lain adalah tingkat melek huruf penduduk, tingkat penggunaan
kalori per orang, tingkat pendapatan keluarga dan jumlah tabungan per
kapita.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa negara maju adalah negara yang memiki tingkat
kemajuan yang pesat pada bidang ekonomi dan kesejahteraan hidup rakyatnya,
sedangkan negara berkembang adalah negara yang sedang pada masa perkembangan di
hampir semua bidang, seperti bidang ekonomi dan bidang kerakyatan. Negara maju
sebagian besar berada di dataran eropa, amerika utara , asia timur, dan benua australia.
Sedangkan negara berkembang banyak terdapat di daerah afrika, asia, amerika latin, serta
oceania.

Ciri – ciri negara maju dan negara berkembang

Ciri – ciri negara maju dan negara berkembang dibedakan menjadi tiga faktor, yaitu
dari ekonomi, kualitas penduduk, dan lingkungan fisik.
a. Negara maju
Negara – negara yang tergolong negara maju berada di hampir seluruh
eropa, amerika utara, australia, selandia baru, jepang, korea selatan, dan
singapura.
1) Segi ekonomi
Dalam segi ekonomi meliputi pendapatan per kapita, industri dan jasa
sebagai tumpuan ekonomi, angka pengangguran, dan jumlah modal
pembangunan.
Pendapatan rata – rata per kapita negara maju cukup tinggi, berada di
kisaran US $ 20.000. Sehingga setiap penduduknya mampu
menyejahterkan diri mereka dengan baik dengan tingginya pendapatan
mereka.
Dalam perekonomian, negara maju lebih mengandalkan industri dan jasa.
Sehingga sektor pertanian bisa terindustrialisasi, yang membuat sektor
pertanian bisa memiliki harga jual yang lebih tinggi. Industri juga mampu
menyerap tenaga kerja cukup besar. Sedangkan sektor jasa membantu
dalam menopang perekonomian yang mungkin suatu saat mundur.
Sehingga penduduk membutuhkan jasa. Jika salah satu sektor ekonomi
jatuh biasanya negara maju bisa mengatasinya dengan menyiapkan sektor
alternatif untuk menopang ekonomi.
Dan sebagian besar negara maju mengandalkan ekspor daripada impor.
Selain itu juga negara maju mampu membuat pasar yang kondusif di
dalam negeri.
Jumlah pengangguran pada negara maju pun kecil. Ini dikarenakan
banyaknya tenaga kerja yang terserap ke dalam sektor industri. Dengan
kecilnya pengangguran, maka angka kejahatan juga ikut kecil. Begitu pula
dengan angka harapan hidup penduduknya semakin meningkat.
Umumnya negara maju memiliki modal pembangunan yang besar.
Sehingga pembangunan pada negara maju menjadi semakin pesat dan
teratur.
2) Segi kualitas penduduk
Segi kualitas penduduk terdiri dari tingkat pendidikan, tingkat kesehatan,
tingkat produktifitas, tingkat pertumbuhan penduduk, dan tingkat
ketergantungan.
a) Tingkat pendidikan
Umumnya negara maju memiliki pendidikan dan peradaban
teknologi yang tinggi. Semua negara maju telah mencanangkan
wajib belajar hingga tingkat sekolah menengah atas. Untuk
menunjang pendidikan yang berkualitas, masing – masing negara
memiliki model belajar yang inovatif dan sesuai zaman, serta sarana
dan prasarana yang baik sekali. Semakin tinggi tingkat pendidikan
pada sebuah negara, juga mempengaruhi pola pikir setiap
penduduknya.
b) Tingkat kesehatan
Semakin tingginya tingkat kesehatan negara, maka angka harapan
hidup penduduknya juga meningkat, kematian ibu dan bayi pada
kelahiran bisa teratasi, tidak terjadinya kejadian gizi buruk pada
penduduk.
c) Tingkat produktifitas
Produktivitas per tenaga kerja diperoleh dengan menentukan
keseluruhan produksi selama satu tahun dibagi jumlah seluruh
angkatan kerja. Tingginya tingkat produktifitas penduduk
mempengaruhi jumlah pengahasilan setiap penduduk. Sehingga
penduduk memperoleh pendapatan untuk mencukupi hidup mereka
kini dan kelak.
d) Tingkat pertumbuhan penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk di negara maju cukup kecil. Rata –
rata pada kisaran 1%, bahkan ada negara yang pertumbuhan
penduduknya negatif. Ini dikarenakan jumlah natalitas dan mortalitas
dengan kisaran 4 – 10 per 1000 jiwa mampu diatasi dengan baik.
Dan bagi penduduk yang telah menikah hampir semuanya
menjalankan program penggunaan alat kontrasepsi.
e) Tingkat ketergantungan
Ketergantungan negara maju cukup kecil. Hampir semua negara
maju tidak bergantung pada alam. Dan mereka juga memiliki
kemandirian dalam pengolahan sumber daya dan pengelolaan
ekonomi dan kependudukan.
3) Segi lingkungan fisik
Setiap negara maju memiliki perbedaan luas wilayah negara. Ada yang
luas dan ada pula yang sempit. Dan juga dalam SDA yang terdapat pada
setiap negara juga berbeda.
Negara maju juga memiliki kemampuan memanfaatkan wilayah negara
mereka menjadi wilayah strategis untuk melangsungkan perdagangan dan
yang lain.
Pada masa kini, negara maju telah mampu memanfaatkan energi alternatif
sebagai penopang energi negara. Sehingga selain terlihat maju, negara
maju juga bisa terlihat negara yang bersih, asal pengolahan limbah industri
terolah dengan baik.
Dari keterangan – keterangan di atas dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri negara
maju secara umum. Berikut ciri – ciri negara maju:
1) Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual,
diekspor.
2) Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang
industrialisasi secara cepat.
4) Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5) Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6) Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
7) Tidak tergantung pada alam.
8) Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
9) Angka harapan hidup tinggi.
10) Intensitas mobilitas tinggi.
b. Negara berkembang
Negara berkembang banyak terdapat di hampir seluruh asia, afrika,
amerika latin, dan sebagian eropa.
1) Segi ekonomi
Hampir sebagian besar negara berkembang memiliki struktur
perekonomian bersifat agragris. Ini dikarenakan rendahnya tingkat
pendidikan, sehingga mereka melakukan kegiatan bercocok tanam yang
telah diwariskan secara turun temurun. Selain itu juga, sumber daya alam
di negara tersebut belum termanfaatkan dengan baik.
Karena produksi penduduknya sebagian besar adalah hasil pertanian,
maka negara berkembang jauh lebih banyak melakukan kegiatan impor
hasil industri daripada kegiatan ekspor hasil pertanian. Sehingga
menyebabkan pemasukan dan pengeluaran negara tidak seimbang.
Ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran negara, menyebabkan
modal untuk pembangun negara menjadi kurang untuk pelaksanaan
pembangunan. Sehingga pada beberapa sektor mengalami perlambatan
dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Ketidakstabilan perekonomian pada negara berkembang juga berdampak
pada jumlah pengangguran yang kian tinggi. Banyaknya pengangguran
juga dikarenakan jumlah lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah
angkatan kerja.
Pendapatan per kapita pada negara berkembang cukup kecil. Ini
dikarenakan beberapa faktor di atas yang telah disebutkan.
2) Segi kualitas penduduk
Berikut faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk negara
berkembang:
a) Tingkat pendidikan
Hampir sebagian besar tingkat pendidikan di negara berkembang
masih rendah. Tingkat pendidikan menunjukan kemampuan
masyarakat mampu menerima pembaharuan. Namun apabila tingkat
pendidikan sebuah negara rendah, maka penduduk negara tersebut
cukup sulit menerima pembaharuan. Kemampuan membaca setiap
penduduk pada suatu negara, porsi pendidikan yang pas pada setiap
penduduk, dan semua penduduk usia sekolah sedang atau telah
memperoleh pendidikan sangat mempengaruhi tingkat pendidikan
pada negara tersebut.
Selain itu juga, kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan
juga mempengaruhi tingkat pendidikan.
b) Tingkat kesehatan
Kurangnya sarana dan prasaran kesehatan serta kurangnya tenaga
medis sangat mempengaruhi keburukan pada tingkat kesehatan
negara berkembang.
Kekurangan itulah yang menyebabkan persoalan – persoalan seperti
gizi buruk, kematian ibu setelah melahirkan, kematian bayi baru
lahir, serta persoalan kesehatan lainnya sangat banyak ditemukan di
negara berkembang.
c) Tingkat produktifitas
Kemampuan produktifitas pada penduduk negara berkembang
masihlah kurang. Sehingga pendapatan pada setiap penduduknya
jugalah kecil. Ada beberapa hal yang mempengaruhi rendahnya
tingkat produktifitas, yaitu ada perbedaan dalam hal kualitastenaga
kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan,
dan mentalitasnya.
Kemampuan produktifitas penduduk diukur melalui jumlah output
dan input dari hasil pengolahan sumber daya.
d) Tingkat pertumbuhan penduduk
Hampir 80% penduduk dunia tinggal di negara berkembang. Tingkat
kelahiran pada negara berkembang masih tinggi, ini dikarenakan
kurang pengetahuan dalam program penggunaan alat kontrasepsi.
Rata – rata pertumbuhan penduduk pada negara berkembang
berkisar pada 3%.
e) Tingkat ketergantungan
Negara berkembang memilki ketergantungan yang cukup tinggi pada
negara maju. Sehingga negara berkembang ikut mengalami masalah
jika negara maju juga mengalami masalah. Negara maju seakan
mendikte cara-cara dan syarat-syarat dalam mentransfer teknologi,
bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta ke negara
berkembang.
3) Segi lingkungan fisik
Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada
dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya
banyak yang memiliki lingkungan fisik yang potensial untuk
dikembangkan. Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya
manusia dan modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan
berkembang. Bagi negara maju keuntungannya adalah lebih mudah
memperoleh bahan mentah dan baku untuk industrinya, tersedia tenaga
kerja yang murah, dan pemasaran yang mudah dan meluas.
Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah mendapat
bantuan modal usaha, industri yang dibangun negara maju dapat
menciptakan lapangan kerja baru, aliran modal dari negara maju dapat
meningkatkan pendapatan negara berkembang, dan kegiatan industri dapat
membantu alh teknologi di negara berkembang.
PETA PERSEBARAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
Contoh – contoh negara maju dan negara berkembang

a. Negara maju
1) Kanada
Secara historis dikenal sebagai Dominion of Canada, adalah negara
paling utara di Amerika Utara. Merupakan federasi dari 10 provinsi dan
3 teritori dengan sistem desentralisasi dan pemerintahan berbentuk
monarki konstitusional. Dibentuk tahun 1867 dengan undang-undang
Konfederasi.
Ibu kota Kanada adalah Ottawa, tempat parlemen nasional dan juga
tempat tinggal Gubernur Jenderal dan Perdana Menteri. Merupakan
bekas jajahan Perancis dan Britania Raya, Kanada adalah anggota La
Francophonie dan Negara Persemakmuran.
• Keadaan alam
Luas Wilayah (km 2 ) : 9.984.670 (negara terbesar kedua setelah
Rusia) Ibu Kota : Ottawa Propinsi : Alberta, British Columbia,
Prince Edward Island, Manitoba, New Brunswick, Nova Scotia,
Ontario, Quebec, Saskatchewan, Newfoundland Territori :
Northwest Territories , Yukon Territory , Nunavut
• Keadaan penduduk
Jumlah Penduduk : 32.777.304 (2007) Bahasa Resmi : Inggris dan
Perancis Jumlah Tenaga Kerja : 17,9 juta jiwa Komposisi lapangan
kerja (kuartal I 2007): Pertanian (1,8%), Industri Manufaktur
(11,5%), konstruksi bangunan (6,4%), sektor jasa (71,6%) dan lain-
lain (8,7%). Agama : Katolik Roma 42,6%; Protestan 22,3%; Kristen
denominasi lain 4,4%, Islam 1,9%, lain-lain 11,8%, tidak beragama
16%.
EKONOMI PDB : US$1,3 Triliun (2006) Pertumbuhan PDB riil :
2,7% (2006) Pendapatan per Kapita : US$39.135 (2007) Inflasi :
2,2% (Mei 2007) Tingkat Pengangguran : 6,1% (Mei 2007) Nilai
Tukar : US$1 = C$1,0706 (25 Mei 2007) Hutang Pemerintah Federal
: US$449,7 Milyar Industri Utama : Otomotif, Mesin & Peralatan
Mesin, Kapal Terbang, Telekomunikasi, Besi & Baja,
Pertambangan, Pulp & Kertas, Kehutanan, Pertanian Kota Dagang
Terbesar : Toronto , Montreal , Vancouver , Calgary Sumber
Kekayaan Alam Minyak & Gas, Emas, Batu Bara, Tembaga, Biji
Besi, Nikel, Potash, Uranium, Zinc, Kayu, Air
• Kegiatan ekonomi
Ekonomi Kanada sekarang ini mendekati Amerika Serikat dengan
sistem ekonomu berorientasi-pasar, pola produksi, dan standar hidup
yang tinggi. Di abad terakhir, pertumbuhan luar biasa dalam
produksi, pertambangan, dan sektor pelayanan telah mengubah
negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Energi
dapat dipenuhi sendiri, Kanada memiliki cadangan gas alam yang
banyak di pesisir timur dan tiga provinsi barat, dan juga banyaknya
sumber daya lain.
Kanada telah berhasil menghindari resesi ekonomi setelah 2001 dan
telah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terbaik di dalam
grup G8. Dengan banyakanya sumber daya alam, tenaga kerja
trampil, dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek
ekonomi padat.
Dibayangi dua kesulitan, yang pertama adalah perbedaan politik atas
konstitusi antara Quebec dan Kanada lainnya. Ini telah
meningkatkan kemungkinan perpisahan di federasi. Namun, karena
ekonomi telah menguat, terutama di Quebec, ketakutan akan
perpecahan telah mereda.
Perhatian masa panjang lainnya ialah kekhawatiran mengalirnya
profesional ke selatan (AS) yang biasa disebut "Pengeluaran Otak",
karena dipikat oleh pembayaran tinggi, pajak rendah, dan
kesempatan teknologi tinggi. Secara serempak, "Pemasukan Otak"
juga terjadi, dengan masuknya imigran terdidik (terutama dari negara
berkembang) ke Kanada.
Perdagangan internasional kanada
Ekspor: US$388,1 Milyar Impor : US$349,7. Ekspor utama:
otomotif dan peralatan otomotif, transportasi, mesin dan peralatan
mesin, elektronik, telekomunikasi, kayu dan Kertas, dan Energi
Komoditi impor utama: otomotif dan peralatan otomotif, mesin dan
peralatan mesin, elektronik, telekomunikasi, dan produk konsumen.
Negara Tujuan Ekspor (2006): Amerika Serikat (1), Inggris (2),
Jepang (3), Cina (4), Meksiko (5), Indonesia (21). Negara Sumber
Impor (2006): Amerika Serikat (1), Cina (2), Meksiko (3), Jepang
(4), Jerman (5), Indonesia (36).
Investasi (2006) FDI Outward: US$461,4 Milyar FDI Inward:
US$395,8 Milyar Sektor Investasi Utama Kanada di Luar Negeri:
Pertambangan, Keuangan & Asuransi, Mesin & Transportasi,
Telekomunikasi, Kayu dan Kertas.
2) Selandia baru
Selandia Baru, merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik Selatan.
Negara ini memiliki dua pulau besar yang mencakup mayoritas daratannya, termasuk
juga sejumlah pulau kecil disekitarnya. Selandia Baru memiliki dua wilayah luar.
Tokelau dan Ross Dependency (di Antartika). Pemerintahan otonomi khusus Niue dan
Cook Islands termasuk dibawah asosiasi Selandia Baru, yang dapat secara mandiri
mengelola kepentingan luar negeri dan pertahanan mereka.
Selandia Baru terkenal dengan pemandangan gunung salju dan ladang rumputnya yang
indah. Reputasinya sebagai yang terdepan dalam pertanian berakar dari pandangan
tradisional masyarakatnya tentang arti penting pertanian sebagai penunjang ekonomi
untuk mengimbangi rendahnya tingkat populasi dihampir setiap daerah. Mayoritas
masyarakat Selandia Baru hidup di daerah perkotaan, dan saat ini banyak dari mereka
yang hidup dalam industri jasa seperti pariwisata. Ibukota Selandia Baru adalah
Wellington, dan kota kosmopolitan utamanya adalah Auckland.
Orang Polinesia pertama kali menduduki kepulauan Selandia Baru sekitar 800-1000
tahun lalu. Menurut legenda, mereka menamakan kepulauan tersebut dengan Aotearoa
(“Tanah Awan Putih Berarak”). Keturunannya adalah suku Maori. Orang Inggris menjadi
bangsa Eropa pertama yang datang ke kepulauan ini, yang kemudian bertambah
populasinya setelah Selandia Baru menjadi koloni Kerajaan Inggris di 1840. Sampai
pertengahan abad 20 populasi penduduk non-Maori Selandia Baru didominasi oleh
pendatang dari Eropa. Komposisi etnis negeri ini menjadi semakin kompleks dengan
mulai banyaknya migrasi pendatang dari Kepulauan Pasifik dan Asia. Di tahun 1907
Selandia Baru menjadi pemerintahan dominion tersendiri dalam Kerajaan Inggris. Saat
ini sebagai sebuah negara merdeka, Selandia Baru memiliki hubungan erat dengan
Kerajaan Inggris sebagai anggota penuh Negara-Negara Persemakmuran, tapi dengan
tetap meningkatkan identitasnya sebagai sebuah negara yang menjadi bagian dalam
kawasan Pasifik dan Asia.
Geografi (posisi strategis): Tidak terletak di jalur strategis perdagangan dunia, tapi
memberikan kemudahan untuk berhubungan dengan kawasan-kawasan seperti, Pasifik
Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika.
2. Sumber pendapatan alami (makanan dan bahan mentah): Memiliki potensi sumber-
daya perikanan yang baik. Kondisi alam yang sejuk mendukung tingginya aktivitas
pertanian, kehutanan, dan peternakan.
3. Kemampuan industri: Pemrosesan makanan, kayu, kapal, manufaktur, dapat dikelola
dengan baik sehingga menjadi komoditas utama yang laku di pasaran dunia.
4. Militer: Telah lama dikenal baik ketentaraannya. Jumlah dan jenis persenjataan dan
fasilitas militer diutamakan untuk melindungi daerah teritorial, sehingga lebih banyak
pada alat pertahanan udara, dan laut.
5. Populasi: Populasi dapat dikatakan rendah, karena dibandingkan dengan luas
wilayahnya, penyebaran penduduk hanya terkonsentrasi pada dua kota besar yaitu
Wellington dan Auckland.
6. Karakter nasional: Memiliki citra sebagai negara pelopor di kawasan dan aktif menjaga
perdamaian dunia (pelopor dekolonialisasi, pelucutan senjata nuklir di Pasifik Selatan,
dan pasukan perdamaian)
7. Moral nasional: Masyarakat memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, sangat berpartisipasi
dalam olahraga serta mengutamakan kesehatan. Pandangan mereka mengenai
keberagaman etnis sangat moderat.
8. Kualitas diplomasi: Terkenal aktif dalam kegiatan internasional dan memiliki posisi
tawar yang kuat dalam aspek ekonomi. Kemampuan Selandia Baru dalam ekspor menjadi
nilai penarik sekaligus “senjata”. Seperti embargo ekonominya terhadap Fiji.
9. Kualitas pemerintahan: Kelompok partai oposisi sangat kritis dalam menanggapi isu-
isu nasional, tapi tanggapan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan terkesan lambat
atau terkadang tidak efektif. Seperti kebijakan untuk mengharuskan setiap warga
Selandia Baru untuk bekerja, namun tanpa didukung dengan penyediaan lapangan kerja
yang lebih luas.
Dari sembilan indikator kekuatan negara tersebut dapat kita pahami bahwa untuk menjadi
bangsa yang besar dan kuat harus dibangun debgab pondasi yang kuat menuju indikator
yang dipersyaratkan. Dilihat dari hubungan-hubungan dalam indikator tersebut, kekuatan
politik dapat terdiri dari kekuatan militer, kekuatan ekonomi, dan kekuatan dalam
mempengaruhi pendapat umum.
Dari tiga hal tersebut pada negara Selandia Baru dapat dilihat bahwa hanya kekuatan
ekonomi-lah yang kuat. Selandia Baru memang memiliki peranan yang tidak sedikit
dalam politik internasional, akan tetapi potensi yang belum cukup untuk menjadi sebuah
negara adikuasa. Dalam tingkat regional kekuatan Selandia Baru sangatlah berpengaruh,
namun lain halnya apabila di tingkat global karena Selandia Baru akan berhadapan
dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, Jepang, dan
lainnya yang memiliki potensi lebih besar.

Ekonomi

Perekonomian negara Selandia Baru bertumpu pada perdagangan hasil laut sejak abad
ke-19, ketika bangsa Eropa membuat koloni di pulau itu. Kebanyakan dari infrastruktur
negara dikembangkan dengan menggunakan modal dari luar negeri. Barang-barang impor
dan pinjaman luar negeri dibayar dari hasil ekspor daging dan mentega beku. Pada awal
tahun 1970-an Selandia Baru mengalami kemerosotan perekonomian yang sangat drastis,
keadaan ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang berakibat pada berkurangnya
permintaan dunia terhadap barang-barang primer Selandia Baru dan tersendatnya akses
Selandia Baru ke dalam pasar Inggris setelah terbentuknya Uni Eropa. Beberapa faktor
lain seperti krisis minyak juga turut mempengaruhi kelangsungan perekonomian Selandia
Baru; yang selama beberapa periode sebelum tahun 1973 sempat mencapai tingkat
kehidupan standar seperti Australia dan Eropa barat. Akan tetapi seluruh pencapaian
tersebut kemudian tersendat berlarut-larut dalam krisis ekonomi. Di saat standar hidup
Selandia tertinggal dibelakang Australia dan Eropa Bara, negara ini kemudian pada tahun
1982 dalam survey yang dilakukan oleh Bank Dunia, berada pada tingkat pendapatan
per-kapita terendah diseluruh negara-negara berkembang.
Pada petengahan tahun 1980-an pemerintah berinisiatif membuat program untuk
melakukan perubahan struktur ekonomi untuk dapat bersaing di dalam pasar bebas, akan
tetapi perubahan ini tidak seluruhnya berhasil dalam upaya pemerintah Selandia Baru
untuk mengubah keadaan perekonomian menjadi lebih baik. Dalam kenyataannya,
beberapa sektor ekonomi tidak dapat bersaing dengan negara lain yang tenaga kerjanya
memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah. Industri kendaraan bermotor dihapuskan,
sementara itu banyak industri pakaian dan sepatu yang memindahkan daerah operasional
mereka ke negara yang tenaga kerjanya lebih murah. Perubahan ini juga berakibat pada
kehidupan sosial yang memicu meningkatnya tingkat pengangguran di negara ini. Sejak
tahun 1984, pemerintah Selandia Baru berhasil melakukan restrukturisasi makroekonomi
utama, yang kemudian merubah negara ini dari negara yang sangat proteksionis menjadi
negara dengan ekonomi liberalis. Perubahan-perubahan ini dikenal sebagai Rogernomics
dan Ruthanasia, yang berasal dari nama dua menteri keuangannya Roger Douglas dan
Ruth Richardson.
Pertanian dan perkebunan sangatlah penting dalam kegiatan perekonomian Selandia
Baru, akan tetapi kegiatan agrikultur ini tidak mendapat subsidi dari pemerintah karena
perubahan sistem dan peraturan perekonomian pada tahun 1980-an. Selain itu, ikan dan
hasil laut lainnya merupakan salah satu hasil ekspor Selandia Baru meskipun hasil dari
sektor ini tidak terlalu mempengaruhi perkembangan perekonomian negara. Hal yang
paling penting dalam kegiatan perekonomian dan merupakan pemberi kontribusi paling
besar bagi berkembangnya perekonomian Selandia Baru adalah bidang layanan jasa,
layanan jasa ini sangat berperan dalam peningkatan GDP dan pengurangan tingkat
pengangguran di negara ini. Layanan jasa ini mencakup bidang pariwisata, transportasi,
pendidikan, kesehatan, konsultan bisnis, dan juga dalam bidang perbankan. Pariwisata
merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pelayanan jasa ini, 10 persen dari
pekerjaan yang ada di Selandia Baru ialah di bidang industri pariwisata.
Hasil tambangnya tidak besar, namun kaya dengan sumber alam hutan. Industrinya
terutama terdiri dari pengolahan produk pertanian, hutan dan peternakan. Hasil-hasil ini
kemudian diekspor. Industrialisasi pertanian di Selandia Baru sudah terealisasi. Komoditi
pertanian terutama adalah gandum dan buah-buahan. Bahan pangan tak swasembada,
perlu diimpor dari Australia. Usaha peternakannya yang sangat maju merupakan dasar
perekonomian. Produk susu dan daging adalah produk ekspor yang paling utama.
Volume ekspor bulu domba Selandia Baru menempati urutan pertama di dunia, dengan
mencapai 25 persen. Selandia Baru juga kaya dengan hasil perikanan, dan merupakan
zona ekonomi khusus nomor empat di dunia. Lingkungannya segar, iklimnya nyaman,
pemandangannya indah, dan obyek pariwisatanya tersebar di seluruh negeri.
Target ekonomi pemerintah saat ini terpusat pada upaya untuk mendapatkan perjanjian
perdagangan bebas dan pembangunan “pengetahuan ekonomi”. Di tahun 2004,
pemerintah Selandia Baru mulai mendiskusikan perjanjian perdagangan bebas dengan
China. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh Selandia Baru adalah defisit akun yang
mencapai 8,2 % dari GDP, lambatnya perkembangan di sektor ekspor non-komoditas,
dan perkembangan produktivitas buruh.